No. 06/08/72/Th. XIV, 5 Agustus 2011 PERTUMBUHAN EKONOMI SULAWESI TENGAH Pertumbuhan ekonomi Sulawesi Tengah yang diukur berdasarkan kenaikan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga konstan 2000 pada triwulan II/2010 mencapai 3,96 persen (q to q) dan apabila dibandingkan dengan triwulan yang sama tahun 2010 mengalami pertumbuhan 8,69 persen (y-on-y). Secara kumulatif, pertumbuhan ekonomi semester I tahun 2011 dibandingkan dengan semester I tahun 2010 (c to c) mencapai 8,77 persen. Besaran PDRB atas dasar harga berlaku pada triwulan II/2011 mencapai Rp 10.558 miliar, sedangkan PDRB atas dasar harga konstan 2000 pada triwulan yang sama adalah Rp 4.631 miliar. Dari sisi produksi, kontributor pertumbuhan q-to-q triwulan II/2011 ini adalah sektor pertanian 0,81 persen; jasa-jasa 0,91 persen; perdagangan hotel dan restoran 0,78 persen; konstruksi 0,41 persen; industri pengolahan tumbuh 0,32 persen; pengangkutan dan komunikasi 0,46 persen; keuangan, real estat dan jasa perusahaan 0,07 persen; pertambangan dan penggalian 0,19 persen; dan yang terkecil adalah listrik, gas dan air bersih sekitar 0,02 persen. Tiga sektor yang mengalami pertumbuhan tertinggi q-to-q adalah sektor perdagangan, hotel dan restoran 6,08 persen, sektor pengangkutan dan komunikasi 5,97 persen dan sektor konstruksi 5,89 persen. Dari sisi penggunaan, PDRB Sulawesi Tengah triwulan II/2011, sebagian besar digunakan untuk memenuhi konsumsi rumah tangga yaitu 62,59 persen, sedangkan konsumsi lembaga non profit 1,57 persen, konsumsi pemerintah 17,05 persen, pembentukan modal tetap bruto atau investasi fisik 18,00 persen dan ekspor 16,56 persen serta impor 15,78 persen Pertumbuhan ekonomi triwulan II/2011 (q to q), bersumber dari komponen konsumsi rumah tangga sebesar 1,74 persen; lembaga non profit -0,09 persen; konsumsi pemerintah sebesar 0,44 persen, pembentukan modal tetap bruto (PMTB) 1,10 persen dan ekspor sebesar 0,66 persen. Sementara komponen impor, yang merupakan faktor pengurang, mempunyai andil sebesar minus 0,12 persen. Pertumbuhan ekonomi semester I/2011 (c to c), bersumber dari komponen konsumsi rumah tangga sebesar 4,43 persen; lembaga non profit 0,36 persen; konsumsi pemerintah sebesar 0,97 persen, pembentukan modal tetap bruto (PMTB) 1,54 persen, ekspor sebesar minus 0,49 persen dan impor minus 1,97 persen. Berita Resmi Statistik Provinsi Sulawesi Tengah No. 06/08/72/Th. XIV, 5 Agustus 2011 1
1. Perekonomian Sulawesi Tengah Triwulan II/2011 Kinerja perekonomian Sulawesi Tengah yang digambarkan oleh perkembangan PDRB atas dasar harga konstan 2000, pada triwulan II/2011 (q to q) meningkat sebesar 3,96 persen. Peningkatan ini terjadi pada semua sektor ekonomi. Pertumbuhan masing-masing sektor adalah sebagai berikut: sektor pertanian tumbuh 1,97 persen; pertambangan dan penggalian 5,70 persen; industri pengolahan 5,15 persen; listrik, gas dan air bersih 3,09 persen; konstruksi 5,89 persen; perdagangan hotel dan restoran 6,08 persen; angkutan dan komunikasi 5,97 persen; keuangan dan jasa perusahaan 1,37 persen dan jasa-jasa 5,61 persen. Terdapat tiga sektor yang mengalami pertumbuhan tertinggi yaitu sektor perdagangan, angkutan dan komunikasi serta sektor konstruksi. Pertumbuhan sektor pertanian pada triwulan II/2011 (q to q), didorong oleh adanya peningkatan pada subsektor tanaman bahan makanan sebesar 2,98 persen, sub sekor perkebunan sebesar 1,61 persen, subsektor perikanan 1,21 persen, subsektor peternakan 0,29 dan 2,16 persen subsektor kehutanan. Sektor konstruksi tumbuh cukup tinggi karena pekerjaan proyek-proyek konstruksi sudah banyak terlaksana pada triwulan ini. Peningkatan di sektor perdagangan, hotel dan restoran didorong oleh peningkatan volume perdagangan yang sejalan dengan peningkatan sektor-sektor produksi serta meningkatnya pemanfaatan jasa akomodasi yang banyak digunakan untuk kegiatan pemerintah. Pertumbuhan triwulan II/2011 (q to q) ini disumbang oleh sektor pertanian 0,81 persen; jasa-jasa 0,91 persen; perdagangan hotel dan restoran 0,78 persen; konstruksi 0,41 persen; industri pengolahan 0,32 persen; pengangkutan dan komunikasi 0,46 persen; keuangan, real estat dan jasa perusahaan 0,07 persen; pertambangan dan penggalian 0,19 persen; dan yang terkecil adalah listrik, gas dan air bersih sekitar 0,02 persen. PDRB triwulan II/2011 (y on y) semua sektor mengalami peningkatan. PDRB total meningkat sebesar 8,69 persen. Sektor pertanian sebesar 8,50 persen, sektor pertambangan dan penggalian 5,95 persen, sektor industri pengolahan 4,98 persen, sektor listrik, gas dan air bersih 10,44 persen, sektor konstruksi 13,76 persen, sektor perdagangan, hotel dan restoran sebesar 8,12 persen, sektor pengangkutan dan komunikasi meningkat sebesar 10,38 persen, sektor keuangan-real estat dan jasa perusahaan sebesar 9,03 persen, dan sektor jasa-jasa 8,58 persen. 2 Berita Resmi Statistik Provinsi Sulawesi Tengah No. 06/08/72/Th. XIV, 5 Agustus 2011
Sedangkan PDRB semester I/2011 bila dibandingkan dengan semester yang sama tahun sebelumnya (c to c), semua sektor mengalami pertumbuhan. PDRB C to C meningkat sebesar 8,77 persen. Sektor pertanian sebesar 8,66 persen, sektor pertambangan dan penggalian 4,07 persen, sektor sektor industri pengolahan 5,25 persen, sektor listrik, gas dan air bersih 11,34 persen, sektor konstruksi 14,27 persen, sektor perdagangan, hotel dan restoran sebesar 8,48 persen, sektor pengangkutan dan komunikasi sebesar 9,73 persen, sektor keuangan-real estat dan jasa perusahaan sebesar 9,94 persen, dan sektor jasa-jasa 8,52 persen. Pertumbuhan C to C 2011 ini bersumber dari sektor pertanian 3,53 persen; jasa-jasa 1,40 persen; perdagangan hotel dan restoran 1,10 persen; konstruksi 0,95 persen; industri pengolahan 0,34 persen; pengangkutan dan komunikasi 0,74 persen; keuangan, real estat dan jasa perusahaan 0,49 persen; pertambangan dan penggalian 0,14 persen; dan yang terkecil adalah listrik, gas dan air bersih sekitar 0,08 persen. Tabel 1. Laju Pertumbuhan PDRB Menurut Sektor Ekonomi/ Lapangan Usaha (Persentase) Sektor Ekonomi/ Lapangan Usaha Triw II/ 2011 Terhadap Triw II/2010 (y on y) Triw II/2011 Terhadap Triw I/2011 (q to q) Kontribusi Terhadap Pertumbuha n Triw II/2011 (q to q) Semester I/2011 Terhadap semester I/2010 (c to c) Kontribusi Terhadap Pertumbuha n Semester I/2011 (c to c) (1) (2) (3) (4) (5) (6) 1. Pertanian, Peternakan, Kehutanan dan Perikanan 8,50 1,97 0,81 8,66 3,53 2. Pertambangan dan Penggalian 5,95 5,70 0,19 4,07 0,14 3. Industri Pengolahan 4,98 5,15 0,32 5,25 0,34 4. Listrik, Gas dan Air Bersih 10,44 3,09 0,02 11,34 0,08 5. Konstruksi 13,76 5,89 0,41 14,27 0,95 6. Perdagangan, Hotel dan Restoran 8,12 6,08 0,78 8,48 1,10 7. Pengangkutan dan Komunikasi 10,38 5,97 0,46 9,73 0,74 8. Keuangan, Real Estat dan Jasa Persahaan 9,03 1,37 0,07 9,94 0,49 9. Jasa-jasa 8,58 5,61 0,91 8,52 1,40 PDRB 8,69 3,96 3,96 8,77 8,77 Tanpa Migas 8,76 3,93 8,20 Berita Resmi Statistik Provinsi Sulawesi Tengah No. 06/08/72/Th. XIV, 5 Agustus 2011 3
2. Nilai PDRB Atas Dasar Harga Berlaku dan Konstan 2000 Triwulan II/2010 dan Triwulan II/2011 serta Semester I/2011 Pada triwulan II/2011 PDRB atas dasar harga berlaku mencapai Rp 10.558 miliar, sementara bila PDRB ini dinilai dengan harga pada tahun 2000 (tahun dasar), maka pada triwulan ini mencapai Rp 4.631 miliar. Dalam Tabel 2, sektor ekonomi yang menunjukan nilai tambah bruto atas dasar harga berlaku terbesar pada triwulan II/2011 bila diurutkan adalah sektor pertanian, sebesar Rp 4.080 miliar, sektor jasa-jasa sebesar Rp 1.917 miliar disusul oleh sektor perdagangan-hotel-restoran sebesar Rp 1.282 miliar, sektor pengangkutan dan komunikasi sebesar Rp 768 miliar, sektor industri pengolahan Rp 761 miliar, sektor konstruksi sebesar Rp 736 miliar, sektor keuangan, real estat dan jasa perusahaan sebesar Rp 522 miliar, sektor pertambangan dan penggalian sebesar Rp 423 miliar, serta sektor listrik, gas dan air bersih Rp 70 miliar. Tabel 2. Pdrb Menurut Sektor Ekonomi/Lapangan Usaha Atas Dasar Harga Berlaku Dan Harga Konstan 2000 (Miliar Rupiah) Harga Berlaku Harga Konstan 2000 SEKTOR EKONOMI/ LAPANGAN USAHA Triw Triw Triw Semester Triw Triw Triw Semester II/2010 I/2011 II/2011 I/2011 II/2010 I/2011 II/2011 I/2011 (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) 1. Pertanian 3.499 3.956 4.080 8.036 1.721 1.831 1.867 3.698 2. Pertambangan dan Penggalian 359 392 423 815 147 147 155 302 3. Industri Pengolahan 693 716 760 1.477 275 274 289 563 4. Listrik, Gas dan Air Bersih 57 68 70 138 31 33 34 67 5. Konstruksi 583 674 736 1.410 288 309 327 636 6. Perdagangan, Hotel dan Restoran 1.062 1.196 1.282 2.478 560 571 605 1.176 7. Pengangkutan dan Komunikasi 634 711 768 1.479 327 341 361 702 8. Keuangan, Real Estat & Jasa Perusahaan 428 504 522 1.026 208 224 227 451 9. Jasa-jasa 1.529 1.780 1.917 3.696 705 725 766 1.491 PDRB 8.842 9.997 10.558 20.555 4.261 4.455 4.631 9.086 Tanpa Migas 7.586 9.785 10.332 20.117 4.188 4.383 4.555 8.938 4 Berita Resmi Statistik Provinsi Sulawesi Tengah No. 06/08/72/Th. XIV, 5 Agustus 2011
Berdasarkan harga konstan 2000, sektor yang memberikan nilai tambah bruto dari yang terbesar berturut-turut yaitu sektor pertanian sebesar Rp 1.867 miliar, sektor jasa-jasa sebesar Rp 766 miliar disusul oleh sektor perdagangan, hotel, dan restoran sebesar Rp 605 miliar, sektor pengangkutan dan komunikasi sebesar Rp 361 miliar, sektor konstruksi sebesar Rp 327 miliar, sektor industri pengolahan Rp 289 miliar, sektor keuangan, real estat dan jasa perusahaan sebesar Rp 227 miliar, sektor pertambangan dan penggalian sebesar Rp 155 miliar serta sektor listrik, gas dan air bersih Rp 34 miliar. 3. Struktur PDRB Menurut Sektor Ekonomi/Lapangan Usaha Triwulan I dan II Tahun 2011 Jika dilihat dari komposisi dan peranan masing-masing sektor ekonomi terhadap pembentukan PDRB, sektor pertanian masih merupakan sektor yang mendominasi struktur perekonomian Sulawesi Tengah karena kontribusinya cukup tinggi 38,64 persen, sektor jasajasa sebesar 18,15 persen, sektor perdagangan, hotel dan restoran 12,14 persen, sedangkan sektor industri hanya memberikan kontribusi 7,20 persen, sektor pengangkutan dan komunikasi sebesar 7,27 persen, sektor konstruksi sebesar 6,97 persen, sektor keuangan, real estat dan jasa perusahaan sebesar 4,95 persen, sektor pertambangan dan penggalian sebesar 4,00 persen serta sektor listrik, gas, dan air bersih 0,67 persen. Tabel 3. Struktur PDRB Menurut Sektor Ekonomi/Lapangan Usaha Triwulanan Tahun 2011 (Persentase) Tahun 2011 Sektor Ekonomi/Lapangan Usaha Triw I Triw II Semester I (1) (2) (3) (4) 1. Pertanian, Peternakan, Kehutanan dan Perikanan 39,58 38,64 39,10 2. Pertambangan dan Penggalian 3,92 4,00 3,96 3. Industri Pengolahan 7,17 7,20 7,19 4. Listrik, Gas dan Air Bersih 0,68 0,67 0,67 5. Konstruksi 6,74 6,97 6,86 6. Perdagangan, Hotel dan Restoran 11,96 12,14 12,05 7. Pengangkutan dan Komunikasi 7,11 7,27 7,19 8. Keuangan, Real Estat dan Jasa Perusahaan 5,05 4,95 4,99 9. Jasa-jasa 17,80 18,15 17,98 PDRB 100,00 100,00 100,00 Berita Resmi Statistik Provinsi Sulawesi Tengah No. 06/08/72/Th. XIV, 5 Agustus 2011 5
4. PDRB Menurut Penggunaan Ditinjau dari sisi penggunaan atau permintaan, PDRB Sulawesi Tengah dipengaruhi oleh berbagai komponen, yaitu pengeluaran konsumsi rumah tangga, pengeluaran konsumsi pemerintah, pembentukan modal atau investasi, dan ekspor dikurangi impor. Pertumbuhan ekonomi yang dicapai pada triwulan II/2011 (q to q) sebesar 3,96 persen, bersumber dari komponen konsumsi rumah tangga sebesar 1,74 persen; lembaga non profit minus 0,09 persen; konsumsi pemerintah sebesar 0,44 persen, pembentukan modal tetap bruto (PMTB) 1,10 persen dan ekspor sebesar 0,66 persen. Sementara komponen impor, yang merupakan faktor pengurang, mempunyai andil sebesar minus 0,12 persen. Sedangkan pertumbuhan ekonomi semester I/2010 (c to c) sebesar 8,77 persen, bersumber dari komponen konsumsi rumah tangga sebesar 4,43 persen; lembaga non profit 0,36 persen; konsumsi pemerintah sebesar 0,97 persen, pembentukan modal tetap bruto (PMTB) 1,54 persen, ekspor sebesar minus 0,49 persen dan impor minus 1,97 persen. Pada triwulan ini, PDRB Sulawesi Tengah sebagian besar digunakan untuk memenuhi konsumsi rumah tangga sebesar 62,59 persen, sedangkan konsumsi lembaga non profit 1,57 persen, konsumsi pemerintah 17,05 persen, pembentukan modal tetap bruto atau investasi fisik 18,00 persen dan ekspor 16,56 persen serta impor 15,78 persen. Tabel 4. Laju Pertumbuhan Komponen-Komponen PDRB Penggunaan (Persentase) Triw Triw II/ Kontribusi Semester Kontribusi II/2011 2011 Terhadap I/2011 Terhadap Komponen Penggunaan Terhadap Terhadap Pertumbuh- Terhadap Pertumbuh- Triw Triw an Triw semester an Semester II/2010 (y on y) I/2011 (q to q) II/2011 (q to q) I/2010 (c to c) I/2011 (c to c) (1) (2) (3) (4) (5) (6) 1. Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga 9,10 3,03 1,74 7,67 4,43 2. Pengeluaran Lembaga Non Profit 23,56-6,09-0,09 30,07 0,36 3. Pengeluaran Konsumsi Pemerintah 4,20 2,43 0,44 5,20 0,97 4. Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) 7,50 5,40 1,10 7,43 1,54 5. Ekspor Barang dan Jasa 4,21 4,68 0,66-3,10-0,49 6. Dikurangi Impor Barang dan Jasa -2,29-1,05-0,12-13,91-1,97 PDRB 8,69 3,96 8,77 6 Berita Resmi Statistik Provinsi Sulawesi Tengah No. 06/08/72/Th. XIV, 5 Agustus 2011
Pengeluaran konsumsi rumah tangga secara riil (atas dasar harga konstan 2000) meningkat sekitar 3,03 persen pada triwulan II/2011 (Rp 2.634 miliar) dibandingkan dengan triwulan I/2011 (Rp 2.557 miliar). Jika dibandingkan triwulan II/2011 terhadap triwulan yang sama tahun sebelumnya (y on y) yaitu meningkat sebesar 9,10 persen. Sedangkan pengeluaran konsumsi rumah tangga atas dasar harga berlaku dari Rp 6.129 miliar pada triwulan I/2011 menjadi Rp 6.609 miliar pada triwulan II/ 2011. Pada semester I/2011 atas dasar harga konstan 2000 pengeluaran konsumsi rumah tangga mengalami pertumbuhan sebesar 7,67 persen dibanding semester I/2010 (c to c). Pengeluaran konsumsi lembaga non profit atas dasar harga konstan 2000 pada triwulan II/2010 turun sebesar minus 6,09 persen dibanding triwulan sebelumnya (q to q), sedangkan apabila dilihat dari semester I/2011 tumbuh 30,07 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya (c to c). Pertumbuhan ini dipengaruhi oleh meningkatnya bantuan sosial dari pemerintah maupun pihak swasta kepada lembaga non profit. Tabel 5. Nilai PDRB Menurut Penggunaan Komponen Penggunaan Atas Dasar Harga Berlaku (Miliar Rupiah) Atas Dasar Harga Konstan 2000 (Miliar Rupiah) Triw II/ Triw I/ Triw II/ Semester Triw II/ Triw I/ Triw II/ Semester 2010 2011 2011 I/2011 2010 2011 2011 I/2011 (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) 1. Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga 2. Pengeluaran Lembaga Non Profit 3. Pengeluaran Konsumsi Pemerintah 4. Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) 5.453 6.129 6.609 12.738 2.414 2.557 2.634 5.191 125 176 165 341 51 68 63 131 1.495 1.605 1.801 3.406 795 809 828 1.637 1.642 1.740 1.901 3.641 888 905 955 1.860 5. Ekspor Barang dan Jasa 1.321 1.674 1.748 3.422 631 628 657 1.285 6. Dikurangi Impor Barang dan Jasa 1.194 1.327 1.666 2.993 518 512 506 1.018 PDRB 8.842 9.997 10.558 20.555 4.261 4.455 4.631 9.086 Pengeluaran konsumsi pemerintah pada triwulan II/2011 mengalami peningkatan dibandingkan triwulan I/2011 (q to q). Peningkatan konsumsi pemerintah atas dasar harga berlaku tersebut yaitu dari Rp 1.605 miliar pada triwulan I/2011 menjadi Rp 1.801 miliar pada triwulan II/2011. Sementara pada kurun waktu yang sama pengeluaran konsumsi Berita Resmi Statistik Provinsi Sulawesi Tengah No. 06/08/72/Th. XIV, 5 Agustus 2011 7
pemerintah atas dasar harga konstan 2000 meningkat sebesar 2,43 persen. Sedangkan pada semester I/2011 pertumbuhan konsumsi pemerintah mencapai 5,20 persen dibandingkan semester I/2010. Peningkatan pengeluaran konsumsi pemerintah selama semester I/2011 berkaitan dengan terealisasinya gaji 13, kenaikan gaji PNS dan bertambahnya jumlah pegawai serta peningkatan belanja barang dan jasa. Pembentukan modal tetap bruto (PMTB) atas dasar harga berlaku mengalami peningkatan dari Rp 1.740 miliar pada triwulan I/2011 menjadi Rp 1.901 miliar pada triwulan II/2011. Demikian juga PMTB atas dasar harga konstan 2000 pada triwulan II/2011 (Rp 955 miliar) meningkat sebesar 5,40 persen bila dibandingkan dengan triwulan I/2011 (Rp 906 miliar). Pada semester I/2011 laju pertumbuhannya meningkat sebesar 7,43 persen dibanding semester I/2010. Peningkatan PMTB tersebut terutama terjadi karena meningkatnya realisasi belanja modal baik dari pemerintah maupun swasta. Nilai ekspor atas dasar harga berlaku dari Rp 1.674 miliar pada triwulan I/2011 menjadi Rp 1.748 miliar pada triwulan II/2011. Peningkatan ekspor tersebut terjadi pada komoditas barang dan jasa antar wilayah. Tabel 6. Struktur PDRB Menurut Komponen Penggunaan Triwulanan Tahun 2011 (Persen) Komponen Penggunaan Tahun 2010 Triw I Triw II Semester I (1) (2) (3) (4) 1. Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga 61,32 62,59 61,97 2. Pengeluaran Lembaga Non Profit 1,76 1,57 1,66 3. Pengeluaran Konsumsi Pemerintah 16,06 17,05 16,57 4. Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) 17,41 18,00 17,71 5. Ekspor Barang dan Jasa 16,73 16,56 16,65 6. Dikurangi Impor Barang dan Jasa 13,27 15,78 14,56 PDRB 100,00 100,00 100,00 Nilai ekspor pada triwulan II/2011 berdasarkan harga konstan 2000 dibanding triwulan I/2011 (q to q) mengalami peningkatan yaitu 4,68 persen, sedangkan bila dibanding dengan triwulan yang sama tahun sebelumnya (y on y) terjadi peningkatan sebesar 4,21 8 Berita Resmi Statistik Provinsi Sulawesi Tengah No. 06/08/72/Th. XIV, 5 Agustus 2011
persen. Bila dibandingkan dengan semester I tahun sebelumnya (c to c) turun sebesar -3,10 persen. Grafik 1. Struktur Komponen Penggunaan Triwulan II/2011 (%) Nilai impor atas dasar harga berlaku pada triwulan II/2011 dibandingkan dengan triwulan I/2011 mengalami peningkatan dari Rp 1.327 miliar menjadi Rp 1.666 miliar. Sementara itu nilai impor Sulawesi Tengah atas dasar harga konstan 2000 mengalami kontraksi sebesar -1,05 (q to q). Apabila dibandingkan dengan triwulan yang sama tahun sebelumnya terjadi kontraksi sebesar -2,29 persen (y on y). Selanjutnya apabila dibandingkan dengan semester I tahun sebelumnya (c to c) nilai impor masih terjadi kontraksi sebesar minus 13,91 persen Berita Resmi Statistik Provinsi Sulawesi Tengah No. 06/08/72/Th. XIV, 5 Agustus 2011 9
BPS PROVINSI SULAWESI TENGAH Informasi lebih lanjut hubungi: Syaiful Rahman, SE, MT Kepala Bidang Neraca Wilayah dan Analisis Statistik BPS Provinsi Sulawesi Tengah Telopon: (0451)-(483611-483612) E-mail: bps7200@bps.go.id 10 Berita Resmi Statistik Provinsi Sulawesi Tengah No. 04/01/12/Th. III, 15 Agustus 2007