IMPLEMENTASI METODE HIDDEN MARKOV MODEL UNTUK DETEKSI TULISAN TANGAN

dokumen-dokumen yang mirip
IMPLEMENTASI METODE HIDDEN MARKOV MODEL UNTUK DETEKSI TULISAN TANGAN

PERBANDINGAN ANALISIS PENGENALAN HURUF ARAB MENGGUNAKAN METODE JARINGAN SYARAF TIRUAN BACKPROPAGATION DAN K-NEAREST NEIGHBOR

PENGENALAN BILANGAN ARAB MENGGUNAKAN TEMPLATE MATCHING

PENGENALAN HURUF TULISAN TANGAN BERBASIS CIRI SKELETON DAN STATISTIK MENGGUNAKAN JARINGAN SARAF TIRUAN. Disusun oleh : Mario Herryn Tambunan ( )

Oleh: Riza Prasetya Wicaksana

IDENTIFIKASI NOMOR POLISI KENDARAAN BERMOTOR MENGGUNAKAN JARINGAN SYARAF TIRUAN SELF ORGANIZING MAPS (SOMS)

PENGENALAN AKSARA BALI MENGGUNAKAN METODE MODIFIED DIRECTION FEATURE DAN ALGORITMA GENERALIZED LEARNING VECTOR QUANTIZATION (GLVQ)

OTOMASI TAGIHAN LISTRIK DENGAN CITRA DIGITAL. Abstrak

SEGMENTASI HURUF TULISAN TANGAN BERSAMBUNG DENGAN VALIDASI JARINGAN SYARAF TIRUAN. Evelyn Evangelista ( )

SIMULASI DAN ANALISIS KLASIFIKASI GENRE MUSIK BERBASIS FFT DAN CONTINOUS DENSITY HIDDEN MARKOV MODEL

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

JURNAL SAINS DAN SENI POMITS Vol. 2, No.1, (2013) 1-6 1

BAB 2 LANDASAN TEORI

PENGENALAN HURUF BALI MENGGUNAKAN METODE MODIFIED DIRECTION FEATURE (MDF) DAN LEARNING VECTOR QUANTIZATION (LVQ)

Pengenalan Aksara Lampung Menggunakan Jaringan Syaraf Tiruan

Pengenalan Tulisan Tangan Dengan Menggunakan Metode Diagonal Feature Extraction dan K-Nearest Neighbour. Yustar Pramudana

Oleh: Ulir Rohwana ( ) Dosen Pembimbing: Prof. Dr. H. M. Isa Irawan, M.T.

PEMANFAATAAN BIOMETRIKA WAJAH PADA SISTEM PRESENSI MENGGUNAKAN BACKPROPAGATION NEURAL NETWORK

PERBANDINGAN ALGORITMA TEMPLATE MATCHING DAN FEATURE EXTRACTION PADA OPTICAL CHARACTER RECOGNITION

BAB 3 ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM

BAB 1 PENDAHULUAN. dengan proses pengolahan citra digital (digital image processing), dimana data berupa

SIMULASI DAN ANALISIS SISTEM PENGENALAN WAJAH TAMPAK SAMPING MENGGUNAKAN METODE LOCAL BINARY PATTERN (LBP)

PENGARUH PEMAKAIAN EDGE DETECTION PADA SISTEM PENGENALAN HURUF KAPITAL TULISAN TANGAN

PENGKONVERSIAN IMAGE MENJADI TEKS UNTUK IDENTIFIKASI PLAT NOMOR KENDARAAN. Sudimanto

ANALISA HASIL PERBANDINGAN IDENTIFIKASI CORE POINT PADA SIDIK JARI MENGGUNAKAN METODE DIRECTION OF CURVATURE DAN POINCARE INDEX

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

PENGAMAN RUMAH DENGAN SISTEM FACE RECOGNITION SECARA REAL TIME MENGGUNAKAN METODE PRINCIPAL COMPONENT ANALYSIS

BAB 3 PERANCANGAN DAN PEMBUATAN SISTEM

REALISASI PERANGKAT LUNAK UNTUK MEMVERIFIKASI SESEORANG BERDASARKAN CITRA PEMBULUH DARAH MENGGUNAKAN EKSTRAKSI FITUR LOCALITY PRESERVING PROJECTION

Pengenalan Karakter Sintaktik menggunakan Algoritma Otsu dan Zhang-Suen

SISTEM PENGENALAN PENGUCAPAN HURUF VOKAL DENGAN METODA PENGUKURAN SUDUT BIBIR PADA CITRA 2 DIMENSI ABSTRAK

Reza Fajar Rachmanda¹, Dr Ir Bambang Hidayat Dea², Rita Purnamasari³. ¹Teknik Telekomunikasi, Fakultas Teknik Elektro, Universitas Telkom

KLASIFIKASI JENIS KAPAL BERBASIS CITRA MENGGUNAKAN LBP (LOCAL BINARY PATTERN) DAN LDA (LINEAR DISCRIMINANT ANALYSIS)

Rekognisi karakter optik merupakan salah satu aplikasi pengenalan pola yang

DETEKSI PLAT KENDARAAN MENGGUNAKAN HOG DAN LVQ. Muhammad Imron Rosadi 1

Program Aplikasi Komputer Pengenalan Angka Dengan Pose Jari Tangan Sebagai Media Pembelajaran Interaktif Anak Usia Dini

BAB 3 PROSEDUR DAN METODOLOGI. menawarkan pencarian citra dengan menggunakan fitur low level yang terdapat

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM. Dalam pengerjaan tugas akhir ini memiliki tujuan untuk mengektraksi

Aplikasi Pengolahan Citra Dalam Pengenalan Pola Huruf Ngalagena Menggunakan MATLAB

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN. a. Spesifikasi komputer yang digunakan dalam penelitian ini adalah

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

Pengenalan Plat Nomor Mobil Menggunakan Metode Learning Vector Quantization

PENGENALAN PLAT NOMOR KENDARAAN DALAM SEBUAH CITRA MENGUNAKAN JARINGAN SARAF TIRUAN ABSTRAK

PENGENALAN TANDA TANGAN DENGAN METODE MODIFIED DIRECTION FEATURE (MDF) DAN EUCLIDEAN DISTANCE

PENGOLAHAN CITRA RADIOGRAF PERIAPIKAL PADA DETEKSI PENYAKIT PULPITIS MENGGUNAKAN METODE ADAPTIVE REGION GROWING APPROACH

DOKUMENTASI ULANG NASKAH BRAILLE MENGGUNAKAN BACKPROPAGATION NEURAL NETWORK

Muhammad Zidny Naf an, M.Kom. Gasal 2015/2016

BAB III METODE PENELITIAN

EKSTRAKSI FITUR AKSARA BALI MENGGUNAKAN METODE ZONING

KLASIFIKASI JENIS MOBIL BERDASARKAN TRANSFORMASI WAVELET MULTI SCALE DAN METODE K NEAREST NEIGHBOR

yang standar. Tugas akhir ini lebih berorientasi pada pengenalan fiturnya, sehingga pembahasan lebih ditekankan pada ekstraksi fitur bentuk geometri.

Muhammad Najiburahman 1, Rita Magdalena 2, Ratri Dwi Atmaja 3 1,2,3

BAB 2 LANDASAN TEORI. metode yang digunakan sebagai pengawasan kendaraan yang menggunakan pengenalan

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

(Adaptive Neuro- akurasi 58,33% untuk 9 kelas output

BAB III PERANCANGAN SISTEM

WATERMARKING DENGAN METODE DEKOMPOSISI NILAI SINGULAR PADA CITRA DIGITAL

PERANCANGAN SISTEM PENGENAL DIGIT ANGKA METER AIR MENGGUNAKAN JARINGAN SYARAF TIRUAN KOHONEN

SISTEM PENGENALAN BUAH MENGGUNAKAN METODE DISCRETE COSINE TRANSFORM dan EUCLIDEAN DISTANCE

STEGANOGRAFI SSB-4 PADA KARAKTER KHUSUS CITRA AKSARA SUNDA SSB-4 STEGANOGRAPHY TO SUNDANESE SPECIAL CHARACTER

Pengantar PENGOLAHAN CITRA. Achmad Basuki PENS-ITS Surabaya 2007

Nurul Ilmi 1 1 Fakultas Informatika, Universitas Telkom, Bandung

BAB III METODE PENELITIAN. Desain penelitian untuk pengenalan nama objek dua dimensi pada citra

DAFTAR ISI. BAB 3 PERANCANGAN PERANGKAT LUNAK 3.1 Diagram Alir Utama Kamera Web iii

PENGENALAN CITRA TULISAN TANGAN DOKTER DENGAN MENGGUNAKAN SVM DAN FILTER GABOR


BAB 3 ANALISIS DAN PERANCANGAN PROGRAM APLIKASI

SISTEM PEMBACA LJK BERBASIS PENGOLAHAN CITRA DIGITAL MENGGUNAKAN SCANNER LJK READER SYSTEM BASED DIGITAL IMAGE PROCESSING USING SCANNER

KLASIFIKASI POLA UKIR KAYU JEPARA BERDASARKAN DETEKSI TEPI BERBASIS JARINGAN SYARAF TIRUAN

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Analisis dan Simulasi Sistem Penilaian Kualitas Gaya Berjalan untuk Sekolah Model Berbasis Video Processing dengan Metode Variable Module Graph

Pengukuran Blok Window Terbaik Berdasarkan MSE...

PENGENALAN POLA GARIS DASAR KALIMAT PADA TULISAN TANGAN UNTUK MENGETAHUI KARAKTER SESEORANG DENGAN MENGGUNAKAN ALGORITMA PROBABILISTIC NEURAL NETWORK

SYSTEMIC Vol. 1, No. 1, Agustus 2015, PENGENALAN CATATAN PENJUALAN MENGGUNAKAN PENGENALAN ANGKA BERBASIS KORELASI.

DETEKSI JENIS KAYU CITRA FURNITURE UKIRAN JEPARA MENGGUNAKAN JST BACKPROPAGATION

KLASIFIKASI TELUR AYAM DAN TELUR BURUNG PUYUH MENGGUNAKAN METODE CONNECTED COMPONENT ANALYSIS

BAB III METODE PENELITIAN

PENGENALAN CITRA WAJAH DENGAN MENGGUNAKAN TRANSFORMASI WAVELET DISKRIT DAN JARINGAN SARAF TIRUAN BACK-PROPAGATION

KOMBINASI METODE MORPHOLOGICAL GRADIENT DAN TRANSFORMASI WATERSHED PADA PROSES SEGMENTASI CITRA DIGITAL

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB 3 ANALISA DAN PERANCANGAN

DETEKSI NOMINAL DAN KEASLIAN UANG KERTAS MENGGUNAKAN JARINGAN SYARAF TIRUAN BACKPROPAGATION

Oleh: Angger Gusti Zamzany( ) Dosen Pembimbing: Dr. Dwi Ratna Sulistyaningrum, S.Si, M.T.

PENCOCOKAN OBYEK WAJAH MENGGUNAKAN METODE SIFT (SCALE INVARIANT FEATURE TRANSFORM)

Identifikasi Tanda Tangan Menggunakan Transformasi Gabor Wavelet dan Jarak Minskowski

BINERISASI CITRA DOKUMEN DENGAN FILTERISASI HOMOMORPHIC

UKDW BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah

ANALISA DETEKSI KELOMPOK USIA DAN GENDER BERDASARKAN KONTUR WAJAH DENGAN PENGOLAHAN CITRA DIGITAL

BAB 3 METODOLOGI. seseorang. Hal inilah yang mendorong adanya perkembangan teknologi

IDENTIFIKASI SESEORANG BERDASARKAN CITRA TELINGA DENGAN MENGGUNAKAN METODE TRANSFORMASI HOUGH ABSTRAK

Pengenalan Benda di Jalan Raya dengan Metode Kalman Filter. Roslyn Yuniar Amrullah

BAB III PERANCANGAN DAN IMPLEMENTASI SISTEM

PENGENALAN POLA TANDA TANGAN MENGGUNAKAN METODE MOMEN INVARIAN DAN RADIAL BASIS FUNCTION (RBF)

Pengenalan Plat Nomor Kendaraan Secara Otomatis Untuk Pelanggaran Lalu Lintas

Transkripsi:

IMPLEMENTASI METODE HIDDEN MARKOV MODEL UNTUK DETEKSI TULISAN TANGAN Implementation of Hidden Markov Model Method for Handwriting Detection 1 Eka Farda Yuwitaning 2 Dr. Ir. Bambang Hidayat, DEA 3 Nur Andini, S.T., M.T. 1,2,3 Prodi S1 Teknik Telekomunikasi, Fakultas Teknik Elektro, Universitas Telkom 1 ekafarda@gmail.com 2 bhidayat@telkomuniversity.ac.id 3 nurandini@telkomuniversity.ac.id ABSTRAK Pentingnya informasi dan data digital dalam era komputerisasi saat ini sehingga proses digitalisasi informasi senantiasa menjadi topik penelitian yang menarik untuk diaplikasikan pada berbagai bidang. Penerapan teknologi pengenalan citra pada tulisan tangan akan sangat bermanfaat misalnya untuk membaca tulisan tangan pada suatu data penting yang sudah lama disimpan, seperti jurnal kerja atau dokumen-dokumen penting di perkantoran. Pentingnya teknologi ini untuk mempermudah proses pencarian dan penyimpanan data agar lebih efektif. Proses awal pada sistem adalah pre-processing data uji dan latih, kemudian dilakukan ekstraksi ciri dengan metode MDF (Modified Direction ). MDF adalah kombinasi dari metode Direction (DF) dan Transition (TF), yaitu mengambil dan menghitung nilai ciri berdasarkan goresan (stroke) karakter dari berbagai arah sehingga ciri karakter bersifat unik. Setelah ciri karakter didapat, maka diklasifikasi dengan Hidden Markov Model (), yang merupakan perluasan dari rantai Markov di mana state-nya tidak dapat diamati secara langsung (tersembunyi), tetapi hanya dapat mengamati variabel-variabel yang terpengaruh oleh state. Hasil rata-rata akurasi terbaik pengenalan karakter pada penelitian ini adalah tingkat akurasi sekitar 74,72% dengan rata-rata waktu komputasi pengujian sistem adalah 2,23 detik. Kata kunci:, detection, state, OCR dan MDF ABSTRACT The importance of information and digital data in the current era of computerization makes the process of digitization of information has always been an interesting research topic to be applied in various fields. Application of image recognition technology on handwriting will be very useful for example to read the handwriting on some data that has been stored for long periods, such as journal work or important documents in the office. The importance of this technology to simplify the search process and make it more effective data storage. The initial process in the system is pre - processing the data training and testing, then the feature extraction is done by the method of MDF (Modified Direction ). MDF is a combination of methods Direction (DF) and Transition (TF), which takes and calculates the value based on the characteristics of character stroke from different directions so that the feature characters are unique. Having acquired feature character, then classified by hidden Markov model (), which is an extension of the Markov chain in which state it can not be observed directly (hidden), but can only observe the variables that are affected by the state. The best of average character accuracy on this research is approximately 74.72% accuracy rate with an average computation time was 2.23 seconds. Keywords:, detection, state, OCR and MDF 1. Pendahuluan Penerapan teknologi sistem pengenalan karakter huruf dan angka pada suatu data sangat dibutuhkan saat ini terutama karena pentingnya dokumendokumen oleh pihak atau instansi tertentu, misalnya saja dokumen riwayat kerja pegawai. Setiap pegawai memiliki dokumen kenaikan gaji, kenaikan pangkat atau laporan kerja. Pentingnya sistem deteksi ini disebabkan karena banyaknya data lama yang penting namun ditulis dengan tangan sehingga perlu didokumentasikan. Selain itu, penyimpanan dokumen menjadi lebih efektif dan aman, karena dapat disimpan dengan mudah dikomputer. Pengenalan pola huruf dengan klasifikasi telah digunakan pada penelitian-penelitian sebelumnya terutama pengenalan pola huruf Arab pada [6]. Pengenalan pola huruf merupakan bagian dari bidang pembelajaran mesin yang mencoba memanfaatkan karakteristik unik pada karakter untuk dapat dinyatakan dalam serangkaian objek pengamatan, kemudian dikenali oleh suatu sistem. Beberapa penelitian dalam bidang pengenalan wajah juga telah dilakukan, namun sebagian besar

penelitian hanya fokus pada deteksi salah satu ciri wajah saja. Inti dari sistem deteksi pada huruf yang cacat ini terdiri dari tahapan ekstraksi ciri dan klasifikasi. Untuk tahap klasifikasi digunakan Hidden Markov Models () yang telah diimplementasikan pada beberapa kasus pengenalan karakter menggunakan akuisisi citra secara online maupun offline dalam proses klasifikasinya. merupakan sebuah model statistik, dimana model sistem diasumsikan sebagai Markov proses dengan parameter yang tersembunyi. Tujuannya adalah untuk menentukan parameter-parameter yang dapat diamati. Adapun proses pengenalannya dilakukan dengan mencari karakter yang memberikan peluang terbesar terhadap kemunculan urutan pengamatan tersebut pada model. 2. Dasar Teori 2.1 Citra Digital Citra digital dapat dinyatakan sebagai suatu fungsi dua dimensi f(x,y), dengan x maupun y adalah posisi koordinat sedangkan f merupakan amplitudo pada posisi (x,y) yang sering dikenal sebagai intensitas atau grey scale [1]. Nilai dari intensitas bentuknya adalah diskrit mulai dari sampai 255. Citra yang ditangkap oleh kamera dan telah dikuantisasi dalam bentuk nilai diskrit disebut sebagai citra digital (digital image) [2]. 2.2 Optical Character Recognition (OCR) Optical Character Recognition (OCR) adalah sebuah kajian tertentu dalam penelitian pattern recognition, kecerdasan buatan dan computer vision. Sesuai dengan Gambar 1, OCR adalah aplikasi atau sistem computer yang dapat menerima, membaca dan menerjemahkan masukan sebuah citra huruf dari sebuah pencetak (mesin ketik atau printer) maupun dari guratan tulisan tangan yang secara realtime pada media penulisan digital sehingga menjadi teks yang bisa diedit. Akurasi dari sistem pengenal pola karakter saat ini masih menjadi masalah yang perlu diperbaiki. Pengenalan karakter tulisan tangan termasuk permasalahan sulit, sebab perbedaan gaya tulisan tangan yang diberikan setiap orang berbedabeda, sehingga OCR hingga saat ini masih menjadi penelitian yang aktif [13]. Secara umum, proses OCR dapat digambarkan sebagai berikut: Citra Karakter (Input) Preprocessing Ekstraksi Ciri Klasifikasi Gambar 1. Tahapan Proses Sistem OCR Karakter Terbaca (Output) 2.3 Citra Biner Citra biner adalah citra dimana piksel-pikselnya hanya memiliki dua buah nilai intensitas [2], bernilai & 1 dimana menyatakan warna hitam dan 1 menyatakan warna putih. Dimana didapat dari 1 titik dari rata-rata nilai citra RGB yang kurang dari 128 (sebagai nilai threshold) sebaliknya nilai 1 didapat dari 1 titik rata-rata nilai RGB yang lebih dari 128. Pengubahan pada citra biner ini bertujuan untuk mempermudah proses pengenalan karakter selanjutnya. 2.4 Thinning Proses thinning merupakan proses morphological yang dilakukan untuk mendapatkan inti garis dari citra yang mempresentasikan struktur internalnya, sehingga semua segmen garis pada citra dikikis hingga ketebalannya berukuran 1 pixel namun tetap mempertahankan kesinambungan garisnya [6]. Hal ini bertujuan untuk ekstraksi ciri dari karakter tersebut dengan menggunakan MDF. 2.5 Segmentasi Proses segmentasi citra bertujuan agar objek-objek yang terkandung didalam suatu citra atau membagi citra kedalam beberapa daerah dengan setiap objek atau daerah memiliki kemiripan tersebut. Teknik untuk mengenali objek-objek pada suatu citra lalu memisahmisahkan regionnya dinamakan segmentasi. Cara-cara untuk melakukan segmentasi ada berbagai macam yaitu berbasis garis, tepi, warna dan luas area yang terdeteksi pada citra [6]. 2.6 Normalisasi Normalisasi citra adalah proses penyeragaman ukuran pada citra hasil dari tahapan preproses sebelumnya sehingga menjadi ukuran standar sistem yang telah ditentukan. Normalisasi ini ditujukan agar proses ekstraksi ciri menjadi lebih efektif karena memiliki ukuran yang seragam. 2.7 Ekstraksi Ciri Modified Direction (MDF) merupakan metode ekstraksi ciri yang menggabungan TF dan DF, sehingga hasil ekstraksi ciri didasarkan pada nilai transisi dan juga ditentukan nilai arah yang terdapat pada citra karakter tersebut. Ekstraksi ciri dengan menggunakan MDF otomatis harus mencari nilai DT dan TF sebelumnya secara terpisah [7,8]. Pada tugas akhir ini untuk pencarian DT dan TF diambil dari 4 arah segmen piksel, yaitu kiri ke kanan, kanan ke keiri, atas ke bawah, dan bawah ke atas. 2.8 Hidden Markov Model Hidden Markov Models () merupakan pengembangan dari markov model yang ditemukan oleh A.A Markov pada tahun 196. Berbeda dengan markov biasa dimana statenya dapat langsung diamati, sehingga probabilitas transisi antar state menjadi satusatunya parameter. adalah suatu model probabilitas yang menggambarkan hubungan statistik antara urutan pengamatan atau observasi O dan urutan state yang tersembunyi (hidden) [4], sehingga dapat diamati secara tidak langsung melalui urutan observasi O. Setiap state pada memiliki distribusi peluang output yang mungkin muncul sebagai suatu set proses stokastik yang akan membentuk suatu deretan observasi.

3.Perancangan Sistem 3.1 Gambaran Umum Sistem Tujuan utama dari tugas akhir ini adalah membuat sistem yang dapat melakukan pengenalan karakter huruf dan angka. Diagram alir dari sistem yang dibuat dapat digambarkan seperti pada Gambar 2. Data Training Pre-processing Extraction (MDF) Database MDF Classification with Database End Data Testing Pre-processing Extraction (MDF) Classification with Result of Character Recognition End Database Gambar 2. Diagram alir sistem Tahap awal yang dilakukan adalah mencari data latih dengan berbagai macam variasi tulisan tangan. Pada kertas A4 3 orang menulis masingmasing huruf kapital A hingga Z, huruf a hingga z dan angka hingga 9, untuk itu diperlukan tulisan tangan yang rapi agar mendapatkan ciri yang baik sebagai data latih. Maka, total data uji yang diproses untuk sistem adalah 9 citra uji. 3.1.1 Pre-processing Tahap pre-processing dilakukan pada citra input baik untuk data latih maupun data uji. Berikut adalah Gambar 3 yang merupakan diagram blok untuk menjelaskan tahapan proses pada preprocessing. Pengubahan citra RGB menjadi citra biner bertujuan untuk mempermudah pengolahan citra dimana hanya terdapat nilai dan 1 saja. Inverse Dikarenakan pengujian menggunakan kertas berwarna putih, sehingga background adalah warna putih dan foreground adalah hitam, oleh karena itu diperlukan pembalikan kondisi dimana background adalah hitam dan foreground adalah putih. Area Open Bertujuan untuk menghilangkan piksel yang bukan bagian dari karakter, yaitu dengan cara melihat jumlah piksel tersebut pada suatu area. Apabila kurang dari nilai batas yang ditentukan, maka piksel tersebut dijadikan background. Labelling Labelling disini adalah memberikan tanda untuk masing-masing karakter, hal ini digunakan untuk membagi citra sesuai dengan jumlah karakter. Jumlah karakter sama dengan jumlah label yang didapat. Segmentation Dari karakter yang telah diberi label tersebut, maka langkah selanjutnya adalah mengambil citra sesuai karakternya. Thinning Dari hasil citra karakter yang telah terpisah, lalu citra tersebut dipertipis menjadi satu piksel yang selanjutnya digunakan untuk ekstraksi ciri dengan MDF. Resize Resize bertujuan agar setiap citra yang diproses memiliki ukuran yang sama, Hal ini bertujuan untuk meningkatkan akurasi dari penelitian ini. 3.1.2 Modified Direction (MDF) Setelah dilakukan proses pre-processing tahap yang selanjutnya dilakukan adalah mencari vektor ciri dari masing-masing karakter yang telah disegmentasi menggunakan metode ekstraksi ciri Modified Direction (MDF). Input Convert to Binary Image Inverse Area Open Labelling Extraction of Transition Direction Resize Thinning Segmentation Gambar 3. Diagram Blok Pre-processing Keluaran dari preprocessing ini adalah kumpulan citra yang terbagi sesuai dengan jumlah karakter yang ada pada citra masukan. Berikut penjelasan dari blok diagram preprocessing. : Pengubahan citra input ke citra biner Finish Extraction of Direction Gambar 4. Diagram Alir (MDF)

Proses pada Gambar 4 ini merupakan tahap penting dalam pengenalan pola huruf. Ekstraksi ciri ini memperkecil ruang observasi menjadi pola-pola unik oleh masing-masing huruf dari sebuah citra [6].Hasil dari perhitungan pada direction feature dan transition feature memiliki masing-masing nilai yang menjadi ciri tersendiri. 3.1.3 Hidden Markov Model () Semua parameter hasil ekstraksi ciri MDF akan digunakan oleh Hidden Markov Model () untuk melakukan proses. memproses data latih untuk di training, berupa huruf capital A-Z, huruf kecil a-z dan angka -9 sesuai dengan ciri yang telah didapatkan dari MDF. Karena ada 3 citra latih yang diproses maka didapatkan 62 kelas berdasarkan jenis karakter yang ditulis, total vektor ciri yang ditraining adalah 186x192. 3.2 Pengujian Sistem Proses pengujian sistem secara keseluruhan hingga mendapatkan hasil bisa dilihat pada Gambar 5. A4 Paper with Testing Image Scan with Printer Input to Laptop Character Recognition Output as (.txt) Finish Gambar 5. Diagram Alir Pengujian Sistem 1. Untuk menguji hasil kerja sistem yang telah dibuat ambil salah satu citra uji secara acak dari 3 orang dengan format (.jpg) yang memiliki berbagai macam variasi tulisan pada kertas A4. 2. Kertas A4 tersebut selanjutnya di scanning dengan scanner. 3. Masukkan data uji tersebut kedalam program yang telah dibuat untuk diolah dan dilakukan proses pengenalan karakter. 4. Hasil keluaran berupa data teks dengan format (.txt). 3.3 Performansi Sistem Performansi sistem diukur berdasarkan parameter sebagai berikut: 1. Akurasi Sistem Akurasi merupakan ukuran ketepatan sistem dalam mengenal karakter tulisan tangan dan mencocokannyan dengan data yang berada di database. Akuisisi sistem secara matematis dapat dilakukan seperti pada persamaan 1 dan 2 berikut. yang_ salah CER x1% (1) keseluruhan yang_ benar Akurasi x1% (2) keseluruhan 2. Waktu Komputasi Waktu komputasi adalah waktu yang dibutuhkan sistem untuk melakukan suatu proses. Pada sistem ini, waktu komputasi dihitung dengan menggunakan toolbox yang ada dimatlab, sehingga didapatkan komputasi sistem. 4. Pengujian dan Analisis Sistem 4. 1 Skenario Pengujian sistem Skenario yang digunakan untuk mengenali tulisan tangan adalah sebagai berikut: 1. Melakukan proses input citra uji dengan scanner Canon MP237. 2. Pengujian dilakukan menggunakan 3 buah citra uji dengan format (.jpg) yang merupakan tulisan per kata dari 3 orang, yang terdiri dari 7 citra uji huruf kecil, 7 citra uji huruf kapital, 7 citra uji huruf campuran kapital dan kecil, 7 citra uji angka dan 2 citra uji campuran huruf dan angka. 3. Melakukan proses preprocessing dan ekstraksi ciri menggunakan metode MDF yang menghasilkan vekor ciri pada masing-masing karakter untuk mempermudah proses pengenalan slanjutnya. 4. Melakukan proses pengenalan karakter dengan metode klasifikasi. Tidak ada aturan baku dalam proses pemilihan jumlah state pada klasifikasi. Pada Tugas Akhir ini jumlah state yang digunakan adalah 25, 5, 75, 1, 125, 15, 175 dan 2. 5. Menghitung besar kesalahan pengenalan karakter per kata berdasarkan Character Error Rate (CER) dari hasil pengujian. 6. Menguji kualitas sistem pengenalan karakter dengan memberikan noise Salt & Pepper sebesar 1%, 2%, 3%, 4%, 5%, 6% dan 7% dan noise Gaussian. 7. Menghitung waktu training dan testing. 8. Membandingkan hasil rata-rata CER dan waktu training pada sistem pengenalan huruf terhadap kenaikan state.

Training Time (sec) Average of Character Error Rate (%) Average of Character Error Rate (%) Average of Character Error Rate (%) 9. Membandingkan hasil rata-rata CER pada sistem pengenalan huruf terhadap noise. 4.2 Analisis Pengujian Sistem 4.2.1 Analisis Pengaruh Jumlah State terhadap rata-rata CER dan Training Time Tidak ada peraturan yang empiris dalam pemilihan jumlah state pada. Pada Tugas Akhir ini jumlah state yang digunakan adalah 25, 5, 75, 1,125,15,175,2. Pengaruh State Terhadap CER 1 9 8 7 6 5 4 3 2 1 26.5 25.28 25.63 27.8 26.53 25.63 27.19 26.11 25 5 75 1 125 15 175 2 State Gambar 6. Analisis pengaruh jumlah state terhadap rata-rata CER Berdasarkan Gambar 6 terjadi penurunan Character Error Rate ketika state semakin besar. State pada bersifat tersembunyi. State yang tersembunyi ini adalah citra input tulisan tangan, sedangkan bagian yang diobservasi adalah vektor cirinya. Dapat disimpulkan dalam pengujian ini, state yang digunakan mempunyai pengaruh terhadap Character Error Rate. Sistem terbaik mencapai nilai optimal pada state 1 dengan nilai CER terendah sebesar 25,28%. CER tertinggi ketika state 125 yaitu sebesar 27,19% dan ketika state 2 sebesar 27,8%. 15 1 5 Pengaruh State terhadap Training Time 3.38 4.8 4.49 4.84 6.7 7.5 8.44 9.74 25 5 75 1 125 15 175 2 State Gambar 7. Analisis pengaruh jumlah state terhadap training time Namun jika dilihat pada Gambar 7 semakin tinggi nilai state semakin besar pula waktu komputasi pengujian sistemnya. Maka dari itu melihat waktu training dan hasil CER dipilih state yang terbaik adalah saat state 1 dengan ratarata CER 25,28% dengan waktu training 4,84 detik dan rata-rata waktu komputasi untuk sistem pengenalan karakter 2,23 detik. Sedangkan untuk state 75 dan 15 rata-rata CER memiliki presentase yang sama yaitu 25,63% dan rata-rata waktu komputasi pengenalan karakter adalah 2,3 detik dan 2,1 detik. 4.2.3 Analisis Pengaruh Noise Salt & Pepper terhadap Rata-Rata CER Pengaruh Noise terhadap CER 1 5 43.28 43.52 3.4 31.67 33.64 5.78 43.35 25.28 % 1% 2% 3% 4% 5% 6% 7% Noise Gambar 8. Analisis pengaruh noise Salt & Pepper terhadap rata-rata Character Error Rate (CER) Gambar 8 menjelaskan grafik hubungan antara rata-rata CER dengan noise, ketika nilai state 1 terlihat bahwa pengenalan karakter semakin menurun jika diberi noise Salt & Pepper. Rata-rata CER terkecil adalah saat tidak diberi noise, sedangkan rata-rata CER terbesar adalah saat noise terbesar yaitu 7%. Noise Salt & Pepper sebesar 7% adalah perusakan citra sebesar 7 piksel dengan acak dari 1 piksel pada citra. CER terkecil adalah % disaat tidak diuji dengan noise Salt&Pepper, dari 3 citra yang diujikan terdapat 5 yang dikenali seluruh karakternya dengan benar. 4.2.4 Analisis Pengaruh Noise Salt & Pepper dan Gaussian terhadap Rata-Rata CER Pengaruh Jenis Noise terhadap CER 1 5 3.4 33.6 Salt&Pepper Gaussian Noise Gambar 9. Pengaruh Noise Salt & Pepper dan Gaussian terhadap Rata-Rata CER Berdasarkan grafik pada Gambar 9 menunjukkan bahwa sistem pengenalan karakter ini lebih tahan terhadap noise salt and pepper. Hal ini dikarenakan noise salt and pepper berbentuk titik-titik hitam yang tersebar dalam citra. Titik-titik ini dapat diminamilisir dalam proses Area Open pada preprocessing. Noise Gaussian yang digunakan zero mean noise dengan nilai variansi,1. Perbedaan rata-rata CER antara noise salt and pepper dan Gaussian sebesar

3,2%. Sistem pengenalan karakter memiliki ketahanan terhadap noise Salt & Pepper yang cukup baik jika dibandingkan dengan noise Gaussian. 5.Kesimpulan Berdasarkan pengujian yang dilakukan pada penelitian ini, penggunaan MDF untuk ekstraksi ciri dan digabungkan dengan sebagai metode klasifikasinya dapat digunakan untuk melakukan pengenalan karakter huruf dan angka tulisan tangan dengan rata-rata CER 25,28% atau rata-rata akurasi karakter 74,72%. Sistem pengenalan karakter ini menggunakan tulisan tangan dari 3 orang sebagai data latih. Beberapa pengenalan karakter tidak baik disebabkan karena tulisan tangan tidak selalu baik, sehingga terdapat karakter yang saling menempel hingga terdeteksi menjadi satu karakter. Hasil pengujian sistem pada state 1 memiliki CER dari % hingga 56% dan setelah diuji dengan noise Salt & Pepper memiliki CER dari % hingga 1% dengan rata-rata CER 43,35%. Semakin kecil presentase CER menunjukkan akurasi sistem tersebut semakin baik. Kenaikan jumlah state waktu komputasi menjadi bertambah lama namun tidak selalu menurunkan presentase CER. Pengenalan citra uji per kata pada state terbaik adalah 1 memiliki rata-rata waktu komputasi 2.23 detik. Hasil pengujian sistem dengan noise Salt & Pepper hanya mempengaruhi CER tidak terlalu mempengaruhi waktu komputasi sistem pengenalan karakter pada suatu kata. [1] Rabiner, Lawrence R. A Tutorial on Hidden Markov Models and Selected Applications in Speech Recognition. [11] Sefrina, Amalia. (211). Analisis Perancangan Aplikasi Pengenalan Individu Melalui Citra Tulisan Tangan Berbasis 2D Gabor Wavelet dan Black Propagation Neural Network. Universitas Telkom. Bandung. [12] Solomon, Chris dan Breckon, Toby. (211). Fundamentals of Digital Image Processing. Wiley-Blackwell. India. [13] Stavros J. Perantonis, Georgios Vamvakas, Basilis Gatos. (21). Handwritten character recognition through two-stage foreground subsampling. Pattern Recognition 43 (21) 287-2816 DAFTAR PUSTAKA [1] Gonzalez R.C., Richard E., Woods.(22). Digital Image Processing, Pearson Education Asia. 2nd Ed. [2] Hery, Mauridhi P dan Muntasa, Arif. (21). Konsep Pengolahan Citra Digital dan Ekstraksi Fitur. Graha Ilmu. Yogyakarta. [3] Kadir, Abdul dan Susanto Adhi. (213). Teori dan Aplikasi Pengolahan Citra. Penerbit ANDI. Yogyakarta. [4] Natser, A.M., Aulama, M.M., Abandah, D. A. (26). Arabic Handwritten OCR Using. Bachelor Thesis, University of Jordan, Computer Engineering. [5] Nixon, Mark dan Aguado, Alberto. Extraction and Image Processing. [6] Nugraha, Arie Aulia. (213). Pengenalan Pola Huruf Hijaiyah Berharakat Menggunakan Modified-DFE dan. Institut Teknologi Telkom. Bandung. [7] M. Blumenstein, X.Y. Liu dan B.Verma. (24). A Modified Direction for Cursive Character Recognition. Int.Joint Conf. on Neural Networks (IJCNN 4), Budapest, Hungary, pp.2983-2987. [8] M. Blumenstein, X.Y. Liu dan B.Verma. (26). An Investigation of Modified Direction for Cursive Character Recognition. [9] Putra, Darma. (29). Pengolahan Citra Digital. Penerbit ANDI. Yogyakarta.