BAB III METODE PENELITIAN

dokumen-dokumen yang mirip
BAB III METODE PENELITIAN. Dalam melakukan penelitian ini, penulis menggunakan metode deskriftif

BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN. tentang sesuatu hal objektives, valid, dan reliable tentang suatu hal (variabel

BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN. mendapatkan jawaban ataupun solusi dari permasalahan yang terjadi.

BAB III OBYEK DAN METODE PENELITIAN. Peristiwa atau kejadian yang diteliti adalah suatu fenomena tertentu yang

BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN

BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN

BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN. mendapatkan jawaban ataupun solusi dari permasalahan yang terjadi. Adapun

BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN. Menurut Husein Umar menerangkan bahwa: ditambahkan hal-hal lain jika di anggap perlu.

BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN. analisis biaya operasional pengaruhnya terhadap tingkat laba bersih pada PDAM

BAB II METODE PENELITIAN. metode penelitian yang meneliti hubungan diantara variabel-variabel yang ada.

BAB III METODE PENELITIAN. tujuan dalam penelitian. Objek penelitian dalam skripsi ini adalah pengaruh

BAB III METODE PENELITIAN. (independent variable) dan variabel terikat (dependent variable). Yang menjadi

BAB III OBYEK & METODE PENELITIAN. Obyek pada penelitian ini adalah profesionalisme auditor internal dan

BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN. Objek penelitian ditujukan untuk meneliti objek-objek yang terlibat dalam

BAB III METODE PENELITIAN. Desain penelitian menurut Silalahi ( 2010 : 180) yaitu, rencana dan

BAB III. Objek dan Metode Penelitian

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN. Pengamatan dilakukan terhadap karyawan di Daerah Operasional II PT.

BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN. Objek penelitian yang menjadi fokus penulis dalam penelitian ini adalah

BAB III METODE PENELITIAN. Metode dalam penelitian merupakan suatu cara yang digunakan oleh

BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN. 1. Arus kas sebagai variabel bebas (independent variable)

BAB III METODE PENELITIAN. Pada dasarnya metode berarti cara yang dipergunakan untuk mencapai tujuan. Definisi metode menurut Sugiyono (2008:2) yaitu:

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB II METODE PENELITIAN

BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN. Objek Penelitian menurut Husein Umar (2005:303) mengemukakan

2.Pengambilan keputusan sebagai variabel terikat (y), dengan indikator

BAB III OBYEK DAN METODE PENELITIAN. Obyek penelitian merupakan variabel-variabel yang menjadi perhatian peneliti

BAB III METODE PENELITIAN. Untuk mendapatkan data yang diperlukan pada penelitian ini, penulis

BAB III OBJEK DAN METODE PENELITAN. dalam penelitian. Objek penelitian menjelaskan tentang apa dan atau siapa yang

BAB III OBJEK & METODE PENELITIAN. peneliti.objek dalam penelitian ini adalah Efektifitas Pengendalian Internal

Bentuk penelitian ini adalah penelitian korelasional dengan analisa. Penelitian ini dilakukan di Kantor Kecamatan Siantar Utara jl.

BAB I PENDAHULUAN. usaha menghadapi perubahan lingkungan dengan karakteristik yang jauh berbeda

BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN. Penelitian ini berjudul pengaruh penagihan tunggakan pajak dengan surat

BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN. Objek yang akan diteliti yaitu mengenai Situasi Pembelian Pengaruhnya

BAB III METODA PENELITIAN. diperoleh dari kuesioner dimana data diolah dalam bentuk kata-kata yang memiliki

BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN. penelitian, objek penelitian ini menjadi sasaran dalam penelitian untuk

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB II METODE PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN. Dalam melaksanakan penelitian terlebih dahulu ditentukan objek

III. METODOLOGI PENELITIAN

BAB III OBJEK PENELITIAN DAN METODE PENELITIAN. Pengertian objek penelitian yang dikemukakan oleh Husein Umar

BAB III OBYEK DAN METODE PENELITIAN. Yang menjadi obyek dalam penelitian ini adalah pemeriksaan pajak dan

BAB III METODE PENELITIAN. dengan pendekatan deskriptif asosiatif, karena adanya variabel-variabel yang akan

BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN. Objek utama penelitian didalam skripsi ini tergolong pada dua

BAB III OBJEK & METODE PENELITIAN. tujuan dalam penelitian. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui pengaruh

BAB V SIMPULAN DAN SARAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB II METODOLOGI PENELITIAN. pada masalah-masalah atau fenomena-fenomena yang ada pada saat penelitian

BAB III OBYEK DAN METODE PENELITIAN. Obyek penelitian merupakan variabel-variabel yang menjadi perhatian

BAB I PENDAHULUAN. Dalam kondisi perekonomian seperti saat ini, kenyataannya bahwa banyak

BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN. mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu tentang sesuatu hal objektif,

KUESIONER PENELITIAN PENGARUH PEMERIKSAAN INTERN TERHADAP EFEKTIVITAS PENGENDALIAN INTERN KAS

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB II METODE PENELITIAN. eksplanasi dengan pendekatan kuantitatif. Menurut Bungin (2005:38), penelitian

BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN. topik penulisan dalam rangka menyusun suatu laporan. Penelitian ini dilakukan

BAB III OBYEK DAN METODE PENELITIAN. Penelitian akan selalu berhadapan dengan objek penelitian. Penelitian ini

BAB III METODE PENELITIAN. digunakan mutlak harus disertakan. Metode atau metodologi penelitian ini akan

BAB III METODE PENELITIAN. oleh asumsi-asumsi dasar, pandangan-pandangan filosofi dan ideologi pernyataan isu

BAB III METODE PENELITIAN. Desain penelitian berisi metode yang digunakan beserta alasan alasannya

BAB III METODE PENELITIAN

BAB II METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian dengan judul Kontribusi Penguasaan Materi Mata Diklat Gambar

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Sugiyono (2010:38) menjelaskan bahwa objek penelitian adalah suatu atribut atau

ABSTRAK. Universitas Kristen Maranatha

BAB III METODE PENELITIAN. tujuan, gambaran hubungan antar variabel, perumusan hipotesis sampai dengan

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. Berdasarkan hasil penelitian ini pada Air Minum Dalam Kemasan. (AMDK) PDAM Tirtawening Bandung serta pembahasan yang telah

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian Deskriptif Kuantitatif, dengan

BAB III METODE PENELITIAN. mengetahui dan menentukan desain penelitian yang akan digunakan. Desain

BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN. dengan pendapat Sugiyono (2003:58) pengertian objek penelitian sebagai berikut:

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. saja yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari sehingga diperoleh informasi

BAB III METODE PENELITIAN. Berdasarkan permasalahan yang telah ditetapkan sebelumnya, maka yang

BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN. mendapatkan jawaban ataupun solusi dari permasalahan yang terjadi.

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif (explanatory),

BAB III METODE PENELITIAN. Metode yang digunakan penulis dalam penelitian ini adalah metode deskriptif.

BAB III OBJEK DAN METODOLOGI PENELITIAN

BAB III OBJEK DAN METODE PENELITAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN. jawaban ataupun solusi dari permasalahan yang terjadi.

BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN. Menurut Sugiyono (2009 : 41), dalam melakukan penelitian, harus

Transkripsi:

BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Objek Penelitian Menurut Nazir (1993:155), objek penelitian merupakan sesuatu yang akan kita ukur. Tetapi yang kita ukur sebenarnya bukanlah objek tersebut, melainkan indikator dari sifat dan ciri objek tersebut. Indikator adalah suatu istilah yang menunjukkan pada sesuatu yang lain. Dalam melakukan penelitian ini, yang menjadi objek penelitian ini yang menjadi objek penelitian adalah pelaksanaan audit internal dan Efektivitas Pengendalian Internal penjualan yang terdapat pada Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) yang berlokasi di Jalan Badak Singa No.10 Bandung. 3.1.1 Unit Penelitian Dalam penelitian ini unit penelitian yang penulis teliti adalah pertama, tahap-tahap audit internal yang meliputi perencanaan pemeriksaan, pengumpulan dan evaluasi bukti, pelaporan dan tindak lanjut. Kedua, pencapaian tujuan Sistem Pengendalian Internal Penjualan meliputi keberadaan, kelengkapan, akurasi, klasifikasi, tepat waktu, Posting dan pengikhtisaran. 43

44 3.1.2 Populasi Sasaran Populasi merupakan sekumpulan objek yang ditentukan melalui kriteria dan dapat dikategorikan ke dalam objek tersebut berupa manusia, files atau dokumen-dokumen dan alat-alat organisasi lainnya. Sedangkan yang dimaksud populasi sasaran adalah objek penelitian yang akan digunakan untuk menjadi sasaran penelitian. Sugiyono (2003:90) mendefinisikan pengertian populasi, yaitu : Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas obyek/subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya. Berdasarkan pengertian di atas, maka yang menjadi populasi sasarannya adalah pegawai Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Bandung khususnya Satuan Pengawas Intern sebanyak 38 orang. 3.1.3 Ukuran Sampel Pengukuran merupakan langkah yang menentukan besarnya sampel yang akan diambil untuk melaksanakan penelitian. Besarnya sampel yang diambil dapat dilakukan dengan menggunakan stastistik maupun berdasarkan estimasi penelitian. Sampel yang diambil harus representatif, yakni mewakili populasi, yang berarti semua ciri-ciri atau karakteristik yang ada pada populasi hendaknya tercermin dalam sampel tersebut.

45 Dalam menentukan jumlah populasi penelitian, Menurut pendapat S.Nasution (2002;101) menyatakan : Jumlah sampel banyak bergantung pada faktor-faktor lain seperti biaya, fasilitas, dan waktu yang tersedia, juga populasi yang ada atau bersedia dijadikan sampel, tujuan penelitian, apakah mengetes teori atau mengambil generalisasi. Jumlah sampel yang akan diambil didasari pendekatan sampel Purposive maka dari jumlah pegawai Satuan Pengawas Intern yang berjumlah 15 orang karena pertimbangan kewenangan, strata dan fungsi dari sampel yang dipilih disesuaikan dengan tujuan penelitian yang dilakukan penulis. 3.1.4 Jenis Sampel Sampel dapat diartikan sebagai suatu cara pengumpulan data yang sifatnya tidak menyeluruh yaitu tidak mencakup seluruh objek penelitian (populasi), tetapi hanya sebagian saja dari populasi (N). Jenis Sampling dalam penelitian ini adalah Non Probability Sampling yaitu sampling yang tidak memberi peluang atau kesempatan yang sama bagi setiap unsur atau anggota populasi yang dipilih menjadi sampel. Pada metode ini penulis menggunakan pendekatan sampel Purposive, yaitu merupakan teknik penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu, sehingga data yang diperoleh lebih representatif dengan melakukan proses penilaian kepada objek penelitian yang kompeten di bidangnya. (Sugiyono, 2005:77-78) dalam hal ini atas pertimbangan penulis yakni kewenangan, strata dan fungsi dari sampel yang dipilih, yakni mencakup (kepala satuan pengawasan intern beserta 14 pemeriksa intern)

46 3.1.5 Prosedur Pemilihan Objek Penelitian Penelitian meupakan proses yang panjang dari minat untuk mengetahui fenomena tertentu dan selanjutnya berkembang menjadi gagasan, fakta, konsep dan teori langkah yang diterapkan dalam penelitian ini dapat diuraikan sebagai berikut : 1. Melakukan survei pendahuluan untruk melihat kemungkinan diadakannya penelitian pada PT Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Bandung dan kegiatan ini didukung dengan Studi Kepustakaan. Selanjutnya mengajukan proposal penelitian dengan topik yang telah disetujui oleh pihak perusahaan dan Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Pasundan. 2. Menetapkan latar belakang, identifikasi masalah, maksud dan tujuan, kegunaan dan kerangka pemikiran. 3. Merumuskan hipotesis karena penelitian ini merupakan penelitian dengan pendekatan kuantitatif. 4. Merumuskan metode penelitian yang digunakan untuk meneliti objek yang telah ditetapkan sebelumnya. 5. Melakukan pembahasan data yang sudah diolah dan dianalisis melalui pengujian hipotesis. 6. Menarik kesimpulan berdasarkan hasil penelitian dan memberikan saran-saran kepada pihak instansi pemerintah sebagai masukan dengan harapan berguna di masa datang.

47 Proses penelitian tersebut dapat digambarkan seperti terlihat pada gambar 3.1 Menetapkan Topik Tinjauan Pustaka Latar Belakang Penelitian Identifikasi Masalah Metode Penelitian Pembahasan Penelitian Kesimpulan Dan Saran Gambar 3.1 Bagan Proses Penelitian

48 3.2 Metode Penelitian 3.2.1 Pendekatan Penelitian Penelitian ini disusun berdasarkan data informasi yang mendukung sesuai dengan sifat permasalahan dan tujuan dilakukannya penelitian dari data informasi tersebut penulis dapat melakukan berbagai analisa untuk mencapai kesimpulan. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan analisis deskriptif kuantitatif. Metode ini dilakukan dengan cara mengmpulkan data, menganalisis, dan mengadakan penafsiran yang mendalam, mengenai hubungan-hubungan yang ada melalui pendekatan kuantitatif dan tes statistik yaitu uji korelasi Rank Spearman, sehingga hasil akhir penelitian merupakan verifikasi dari suatu pengujian hipotesis untuk diterima atau ditolak. 3.2.2 Variabel Penelitian Dalam penelitian ini terdapat dua variabel sebagai berikut : 1. Variabel bebas (Independent) Yaitu variabel yang tidak dipengaruhi atau dianggap berpengaruh terhadap variabel lainnya. Dalam hal ini Audit internal sebagai variabel bebas (X). 2. Variabel terkait (Dependent) Yaitu variabel yang dipengaruhi oleh variabel lain. Dalam kaitannya dengan masalah yang diteliti maka yang menjadi variabel dependen adalah Efektivitas Pengendalian Internal Penjualan (Y). Teknik pengukuran yang digunakan untuk mengubah data kualitatif yang diperoleh dari jawaban kuisioner menjadi suatu ukuran data kuantitatif adalah

49 dengan menggunakan skala likert (The Likert Scale) yang merupakan suatu pengukuran skala ordinal. Berdasarkan indikator-indikator seperti variabel X dan Y, maka dibuatlah suatu daftar pertanyaan (kuesioner) yang berhubungan dengan penelitian penulis. Pertanyaan tersebut ditujukan kepada responden dalam hal ini karyawan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) yang bertempat di bandung. Hasil data akan dihimpun dan kemudian dilakukan analisis. 3.2.3 Operasionalisasi Variabel Tabel 3.1 Variabel Independen (Variabel X) Audit Internal Variabel (X) Audit Internal Subvariabel Indikator Skala 1. Kualifikasi Internal Audit Independensi Status Organisasi. Objektivitas. Kemampuan Profesional 2. Tahapan-tahapan Audit Internal Perencanaan Kesesuaian dengan standar Profesi. Memiliki kemampuan dan kecakapan. Kemampuan untuk berhubungan antara manusia dan komunikasi. Penetapan tujuan lingkup kerja dan risiko. Memperoleh informasi dasar tentang kegiatan yang akan diperiksa. Penentuan untuk melaksanakan tugas. Melakukan survei. Penulisan program pemeriksaan.

50 Pengujian dan Pengevaluasian informasi. Penyampaian hasil pemeriksaan. Menentukan bagaimana kapan dan kepada siapa hasil pemeriksaan disampaikan. Memperbolehkan persetujuan atas perencanaan pemeriksaan yang telah disusun. Kumpulkan berbagai informasi yang berhubungan dengan tujuan pemeriksa dan lingkup kerja. Informasi harus mencukupi, untuk membuat suatu dasar yang logis bagi temuan pemeriksaan dan rekomendasi. Laporan harus objektif, jelas, singkat, konstruktif,dan tepat waktu. Laporan harus mengemukakan tentang maksud lingkup, hasil dari pelaksanan pemeriksaan. Tindak lanjut hasil pemeriksaan. Sumber : (Akmal : 2006 : 12-15) Lakukan evaluasi terhadap laporan tindakan koreksi yang dilakukan manajemen. Berikan batas waktu yang disediakan bagi manajemen.

51 Tabel 3.2 Operasionalisasi Dependen (Variabel Y) Efektivitas Pengendalian Internal Penjualan Variabel Subvariabel Indikator Skala Efektivitas Pengendali an Internal Penjualan Tujuan Pengendalian Intern Penjualan 1.Keberadaan Penjualan yang tercatat adalah dalam jurnal untuk pengiriman yang benarbenar terjadi. Pengiriman dilakukan ke pelanggan yang sebenarnya dan dicatat sebagai penjualan. 2.Kelengkapan 3. Akurasi 4. Klasifikasi 5. Waktu Pencatatan penjualan didukung oleh dokumen yang telah diotorisasi. Semua transaksi penjualan yang telah dilakukan selama periode tertentu telah dicatat. Seluruh dokumen pengiriman terdapat dalam arsip. Setiap transaksi penjualan yang terjadi langsung dicatat. Adanya penagihan atas jumlah yang dikirim serta jumlah yang ditagih dicatat dalam catatan akuntansi. Penjualan yang dicatat adalah untuk barang yang dikirim dan dicatat dalam akuntansi. Setiap transaksi yang akan dicatat harus dipastikan lebih dulu telah lengkap dengan bukti-bukti. Adanya pengklasifikasian akun yang tepat. Adanya dokumen pendukung yang memadai dalam mengklasifikasi transaksi penjualan. Adanya perbandingan antara dokumen dengan akun yang dicatat. Penjualan dicatat pada periode yang

52 sesuai. Penjualan dicatat sesegera mungkin setelah terjadinya transaksi pengiriman untuk mencegah hilangnya transaksi dari catatan. 6. Posting dan Pengikhtisaran Setiap transaksi yang tercatat telah dicantumkan dalam berkas induk. Jurnal atas transaksi penjualan yang disajikan sesuai dengan pendukung. Memasukan dengan semestinya seperti transaksi-transaksi penjualan ke dalam berkas induk. Jurnal penjualan harus dijumlahkan dan diposting ke dalam buku besar dengan benar. Terdapat pengikhtisaran secara benar dokumen yang tertera dalam jurnal. Penjualan dijumlahkan dengan sebenar-benarnya dan diposting kedalam buku besar. Sumber : Alvin A.Arens, dan K.Loebecke yang dialihbahasakan oleh Amir Abadi Jusuf (1996;363) 3.2.4 Sumber Data Penelitian Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini berasal dari data primer yang diperoleh langsung dari instansi yang terkait yang sedang diteliti, baik dari hasil wawancara maupun dari hasil observasi langsung. 3.2.5 Teknik Pengumpulan Data Metode yang digunakan dalam pengumpulan data adalah Penilaian Lapangan (Field Reasearch) jadi di antaranya sebagai berikut :

53 a. Observasi Penulis mengadakan observasi/pengamatan langsung terhadap beberapa kegiatan yang ada hubungannya dengan penelitian ini, meliputi bagian Satuan Pengawas Intern. b. Wawancara Dalam hal ini penulis melakukan tanya jawab dengan pihak-pihak yang berkaitan dengan masalah penelitian. c. Mempelajari Data tertulis Adapun cara yang dilakukan penulis adalah mengamati catatan yang berkaitan dengan masalah yang diteliti, meliputi data perusahaan yaitu mengenai pengendalian intern penjualan. 3.2.6 Instrumen Penelitian Pada penelitian ini penulis menggunakan beberapa instrumen penelitian sebagai berikut : 1. Wawancara yaitu mengadakan tanya jawab dengan pihak yang terkait dengan masalah yang penulis teliti. 2. Observasi yaitu mengadakan pengamatan langsung terhadap objek yang diteliti, sehingga dapat meyakinkan atas data yang diteliti dan atas data-data yang telah penulis peroleh. 3. Kuisioner yaitu berupa pertanyaan yang digunakan sebagai acuan memudahkan proses wawancara sehingga data secara sistematis.

54 3.2.7 Model penelitian Model penelitian yang dimaksud adalah abstraksi dari fenomena yang sedang diteliti. Adapun model penelitian yang akan digunakan dapat digambarkan sebagai berikut : Bila digambarkan secara matematis hubungan variabel tersebut adalah sebagai berikut : Y=F(x) Dimana : Y = Efektivitas Pengendalian Internal Penjualan X = Audit Internal F = Fungsi Disini maksudnya adalah bahwa Efektivitas Pengendalian Internal Penjualan merupakan fungsi peranan Audit Internal atau Efektivitas Pengendalian Internal Penjualan dipengaruhi oleh peranan Audit Internal. 3.2.8 Analisa Data dan Rancangan Pengujian Hipotesis 3.2.8.1 Analisis Data Untuk mencapai kesimpulan atau data yang berhasil dikumpulkan atau dianalisa maka proses yang dilakukan adalah penyusunan kriteria yang didasarkan pada data yang dikumpulkan dari gambaran umum perusahaan sebagai objek penelitian (data premier) hasil penyusunan kriteria ini digunakan sebagai alat dalam pengujian hipotesis.

55 Hasil pengorganisasian variabel tersebut disusun dalam bentuk pertanyaan-pertanyaan dalam bentuk kuisioner yang terdiri dari 20 pertanyaan, variabel (X) Audit Internal sebanyak 20 pertanyaan dan variabel (Y) Efektivitas Pengendalian Internal Penjualan 20 pertanyaan, kuisioner disebarkan kepada responden yang telah dipilih, selanjutnya jawaban dari responden dipindahkan kedalam Coding Sheet sehingga akan dapat diolah menjadi kuantitatif. Data dari Coding Sheet ditabulasikan dengan metode tabulasi langsung ke dalam tabel-tabel kosong dan diberi bobot nilai sebagai berikut : - Jawaban sangat baik mutunya = 5 - Jawaban baik mutunya = 4 - Jawaban cukup baik mutunya = 3 - Jawaban kurang baik mutunya = 2 - Jawaban tidak baik mutunya = 1 Nilai terendah dan tertinggi itu masing-masing penulis mengambil dari banyaknya pertanyaan-pertanyaan dalam kuisioner dikalikan dengan nilai terendah (1) dan nilai skor tertinggi dikalikan dengan (5) yang penulis tetapkan di atas. Dimana nilai terendah dari variabel (X) adalah 20 dan nilai tertinggi tersebut maka kriteria untuk menilai Peranan Audit Internal (X) pada Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Bandung dapat penulis tentukan sebagai berikut : - Nilai 20 35, Untuk kriteria Sangat Tidak Memadai - Nilai 36 51, Untuk kriteria Tidak Memadai - Nilai 52 67, Untuk kriteria Cukup Memadai - Nilai 68 83, Untuk kriteria Memadai

56 - Nilai 84 100, Untuk kriteria Sangat Memadai Selanjutnya untuk menilai Efektivitas Pengendalian Internal Penjualan (Y) Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Bandung, cara sama dengan penelitian variabel Y terdapat 20 pertanyaan maka nilai terendah dari variabel Y adalah 20 dan nilai tertinggi adalah 100 atas dasar nilai terendah dan tertinggi tersebut maka kriteria untuk menilai Efektivitas Pengendalian Internal Penjualan pada Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Bandung adalah penulis menentukan sebagai berikut : - Nilai 20 35, Untuk kriteria Sangat Tidak Efektif - Nilai 36 51, Untuk kriteria Tidak Efektif - Nilai 52 67, Untuk kriteria Cukup Efektif - Nilai 68 83, Untuk kriteria Efektif - Nilai 84 100, Untuk kriteria Sangat Efektif 3.2.8.2 Rancangan Pengujian Hipotesis Setelah data terkumpul, kemudian diadakan analisis data guna pengujian hipotesis, pengujian hipotesis ini dilakukan dengan cara membandingkan hasil penelitian yang dilakukan dengan kriteria-kriteria yang telah ditetapkan apakah terpenuhi atau tidak dalam pengujian hipotesis, yaitu jika peranan audit internal ditetapkan secara memadai maka akan berperan terhadap efektivitas pengendalian internal penjualan, sedangkan jika tidak terpenuhi maka hipotesis ditolak dan melakukan analisis terhadap data yang berhasil dikumpulkan untuk mencapai suatu kesimpulan.

57 Rancangan pengujian hipotesis ini menggunakan teknik statistik non parametrik. Penetapan hipotesis nol dan hipotesis alternatif, pemilihan tes statistik dan perhitungan nilai statistik, penetapan signifikasi dan penetapan kriteria pengujian. 1. Penetapan hipotesis ini digunakan teknik statistik non parametrik. Penetapan hipotesis nol dan hipotesis alternatif digunakan dengan tujuan untuk mengetahui ada tidaknya hubungan positif antara dua variabel tersebut, dimana hipotesis nol (H 0 ) yaitu hipotesis tentang tidak adanya peranan antara variabel X dan Variabel Y dan Hipotesis alternatif (H 1 ) merupakan hipotesis penelitian dari penulis. Pada umumnya formula hipotesis nol ditolak maka alternatif diterima, hipotesis masing-masing tersebut adalah : H 0 : Audit internal tidak berperan dalam efektivitas pengendalian internal penjualan. H 1 : Audit internal berperan dalam efektivitas pengendalian internal penjualan. 2. Pemilihan tes statistik dan penghitungan nilai statistik. Data yang digunakan untuk pengujian hipotesis ini yang berasal dari variabel X dan Variabel Y. Data mengikuti teknik statistika nonparametrik. Data tersebut diperoleh melalui kuisioner dengan jenis pertanyaan tertutup dan setiap indikator memiliki skor tersendiri. Pada penelitian ini penulis menggunakan analisis korelasi Spearman. Dalam pengujian hipotesis menurut Sugiyono (2004:284) dapat digunakan rumus sebagai berikut :

58 rs 2 6 di = 1 3 n n Di mana : r s = koefisien korelasi rank spearman d i = x i y i n = jumlah responden. Apabila dalam penelitian terdapat ranking yang sama, maka dalam perhitungan r s digunakan faktor koreksi sebagai berikut : T = 3 t t 10 Di mana: T = korelasi nilai yang sama t = jumlah ranking yang sama Berdasarkan faktor koreksi tersebut di atas, maka rumus r s dihitung sebagai berikut: r s = 2 2 2 X + Y d i 2 2 2 X Y (Sugiyono,2004:243) Di mana : X 2 3 n n = Tx 10 Y 2 3 n n = T 10 y

59 Dimana : T y = Jumlah ranking yang sama dengan variabel X T x = Jumlah ranking yang sama dengan variabel Y Untuk melihat seberapa besar peranan variabel X (Audit Internal) dapat memberikan pengaruh terhadap variabel Y (Efektivitas Pengendalian Internal Penjualan), maka digunakan koefisien determinasi (KD) yang merupakan kuadrat koefisien korelasi dan dinyatakan dalam persen yakni : KD = r 2 s x 100% 3. Penetapan tingkat signifikansi tingkat signifikansi yang dipilih 0,05, karena nilainya dapat mewakili hubungan antara dua variabel dan merupakan tingkat signifikansi yang umumnya digunakan untuk penelitian di bidang ilmu-ilmu sosial. Jadi tingkat kesalahan yang dikemukakan oleh peneliti adalah 0,05. 4. Penetapan kriteria pengujian kriteria pengujian ditetapkan dengan membandingkan nilai t hitung dan nilai tabel dengan menggunakan tabel harga-harga kritis koefisien korelasi rank spearman dengan tingkat signifikansi 0,05. jika nilai penelitian t hitung lebih besar dari nilai t tabel, ini berarti bahwa hipotesis terhadap hubungan positif antara Peranan Audit Internal terhadap Efektivitas Pengendalian Internal Penjualan. Dengan demikian hipotesis nol (H 0 ) ditolak dan hipotesis alternatif (H 1 ) diterima. Rumus yang digunakan yaitu : T = N 2 1 r s

60 Dari hasil pengujian ditarik suatu kesimpulan apakah data primer yang dikumpulkan dapat mendukung analisis yang telah ditentukan sebelumnya.