4' Peraturan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2007 tentang SURAT EDARAN NOMOR 702 TAHIIN 2OI5

dokumen-dokumen yang mirip
C. PENANDATANGANAN DAN PELAKSANAAN KONTRAK

C. PENANDATANGANAN DAN PELAKSANAAN KONTRAK

C. PENANDATANGANAN DAN PELAKSANAAN KONTRAK

C. PENANDATANGANAN DAN PELAKSANAAN KONTRAK

C. PENANDATANGANAN DAN PELAKSANAAN KONTRAK

C. PENANDATANGANAN DAN PELAKSANAAN KONTRAK/SPK

A D E D D E N D U M D O K U M E N P E N G A D A A N Nomor : 235.4/PL.420/PA-STP/XI/2012 Tanggal : 30 November 2012

DOKUMEN KONTRAK. NOMOR SURAT PERINTAH KERJA (SPK) : SPK-19/PPK.PA-BTG/V/2016 Tanggal : 16 Mei 2016 PENGADAAN BARANG

KEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN BADAN KARANTINA IKAN, PENGENDALIAN MUTU DAN KEAMANAN HASIL PERIKANAN STASIUN KARANTINA IKAN, PENGENDALIAN MUTU DAN

BENTUK SURAT PERINTAH KERJA (SPK) [kop surat K/L/D/I] SATUAN KERJA PPK: NOMOR DAN TANGGAL SPK NOMOR DAN TANGGAL DOKUMEN PENGADAAN :

BUPATI PEMALANG PERATURAN BUPATI PEMALANG NOMOR 56 TAHUN 2015 TENTANG

PAKET PEKERJAAN : PENGADAAN MEUBELAIR

Republik Indonesia. Pengadaan Barang. - Metoda Pengadaan Langsung -

SURABAYA SATUAN KERJA : RSUD Dr.SOETOMO SURAT PERINTAH KERJA (SPK) NOMOR DAN TANGGAL SPK : 027/15121/301/XI/2016, TGL.

Draft kontrak yang disempurnakan

PENGADILAN AGAMA KELAS I-A KENDAL

LAMPIRAN SURAT PERJANJIAN : SYARAT-SYARAT UMUM KONTRAK (SSUK)

UNIT LAYANAN PENGADAAN IPB MAKALAH [MATRIKS PERUBAHAN PERPRES NO.4 TAHUN PEMERINTAH] Di Susun oleh : Anwar Syam

PELAKSANAAN PENGADAAN PEKERJAAN KONSTRUKSI

MODUL 2: KEBIJAKAN PENYUSUNAN DOKUMEN KONTRAK (Perpres 54/2010 jo Perpres 04/2015)

INSTRUKSI KEPADA PESERTA (IKP)

MODUL 3 PENYUSUNAN KONTRAK MODUL 3 PENYUSUNAN KONTRAK PEKERJAAN KONSULTANSI

Tugas dan Kewenangan PA/KPA, PPK, ULP, dan PPHP dalam Pengadaan Barang/Jasa

I. PENANDATANGANAN KONTRAK 1. SKEMA AUDIT. 1) Tujuan Umum

KONTRAK KERJA KONSTRUKSI DI INDONESIA

Simulasi Kontrak Konstruksi (Penyusunan dan Pelaksanaan Kontrak)

PENGENDALIAN KONTRAK

SURAT PERINTAH KERJA (SPK) NOMOR : SPK- /SPPK3000/2015/S7. : Pengadaan Tambahan Lisensi IT Service Management (ITSM) Tools ANTARA SKK MIGAS DENGAN

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 4 TAHUN 2015 TENTANG

Standar Dokumen Pengadaan Secara Elektronik

POKJA VIII ULP KABUPATEN BALANGAN 2013

BUPATI GARUT PROVINSI JAWA BARAT

PEMERINTAH KABUPATEN BANTAENG UNIT LAYANAN PENGADAAN T.A Jalan A. Mannappiang No. 5 Kab. Bantaeng BERITA ACARA PENJELASAN PELELANGAN (BAPP)

LEMBAGA KEBIJAKAN PENGADAAN BARANG/JASA PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA

B. Kontrak Pengadaan Barang dengan nilai Rp ,- (lima juta rupiah) sampai dengan Rp ,- (lima puluh juta rupiah)

BUPATI MADIUN S A L SALINANN PERATURAN BUPATI MADIUN NOMOR 40 TAHUN 2013 TENTANG

Rancangan kontrak yang disempurna kan

[nama satuan kerja Pejabat Pembuat Komitmen], yang

RANCANGAN SURAT PERINTAH KERJA (SPK)

PERSIAPAN PENGADAAN BARANG/JASA PEMERINTAH BAGIAN - 1

PENETAPAN PENYEDIA BARANG- PENGADAAN LANGSUNG

RISALAH PENJELASAN (AANWIJZING) DOKUMEN PEMILIHAN SELEKSI SEDERHANA JASA KONSULTASI PENGAWASAN

D O K U M E N P E N G A D A A N. Pengadaan Langsung. Nomor : untuk. Pembelian Laptop A Yani

PERSIAPAN PENGADAAN BARANG/JASA 1

12. PELAKSANAAN PENGADAAN BARANG MELALUI PENUNJUKAN LANGSUNG ATAU PENGADAAN LANGSUNG

ADENDUM DOKUMEN PEMILIHAN

Prosedur Mutu Pengadaan Barang/Jasa PM-SARPRAS-01

Tim UJDIH BPK Perwakilan Provinsi DKI Jakarta 1

RISALAH -AANWIJZING NOMOR : 65/ADD-LL/POKJAII/VIII/2011

WALIKOTA TEGAL PERATURAN WALIKOTA TEGAL NOMOR 28 TAHUN 2013 TENTANG PETUNJUK PELAKSANAAN UNIT LAYANAN PENGADAAN DI LINGKUNGAN PEMERINTAH KOTA TEGAL

PERATURAN WALIKOTA MALANG NOMOR 33 TAHUN 2014 TENTANG PETUNJUK TEKNIS PROSES PENGADAAN BARANG/JASA DENGAN METODE PENGADAAN LANGSUNG

BAB X. SYARAT-SYARAT UMUM KONTRAK (SSUK)

F. Kontrak Pengadaan Jasa Konsultansi dengan nilai Rp ,- (lima juta Rupiah) sampai dengan Rp ,- (lima puluh juta rupiah)

PEMUTUSAN KONTRAK OLEH PEJABAT PEMBUAT KOMITMEN Oleh : Abu Sopian (Widyaiswara Balai Diklat Keuangan Palembang)

G. Kontrak Pengadaan Barang dengan nilai di atas Rp ,- (lima puluh juta rupiah) KONTRAK PENGADAAN BARANG Nomor :..

3. PELELANGAN UMUM PRAKUALIFIKASI METODE DUA TAHAP DAN EVALUASI SISTEM NILAI DAN SISTEM PENILAIAN BIAYA SELAMA UMUR EKONOMIS

MATRIKS PERATURAN PRESIDEN NOMOR 4 TAHUN Oleh : BAGIAN ADMINISTRASI PEMBANGUNAN - SEKRETARIAT DAERAH KABUPATEN BADUNG

LAMPIRAN SURAT PERJANJIAN SYARAT-SYARAT KHUSUS KONTRAK (SSKK)

BERITA ACARA PENJELASAN PEKERJAAN II (AANWIJZING)

3.1 Pemilihan penyedia jasa konsultansi ini dapat diikuti oleh semua penyedia yang tercantum dalam Daftar Pendek. 3.

PERATURAN BUPATI PANDEGLANG DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA KUASA BUPATI PANDEGLANG,

PENGADAAN SEWA KENDARAAN DINAS KEPALA DINAS SETINGKAT SKK MIGAS

onstruksi: Pembangunan Gudang Peptisida Desa Laba Kecamatan Masamba Kab. Luwu Utara Nomor:

SURAT PERINTAH KERJA ( SPK )

MATERI 2 PERSIAPAN PENGADAAN BARANG/JASA PEMERINTAH BAGIAN-1. PERATURAN PRESIDEN RI NOMOR 54 TAHUN 2010 beserta perubahannya

SURAT PERINTAH KERJA ( SPK)

KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA BADAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN KEUANGAN PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA

K. Kontrak Pengadaan Jasa Konsultansi dengan nilai di atas Rp ,- (lima puluh juta rupiah) KONTRAK PENGADAAN JASA KONSULTANSI Nomor :..

BERITA ACARA PENJELASAN PEKERJAAN ( AANWIJZING )

PERATURAN BUPATI KUDUS NOMOR 28 TAHUN 2013 TENTANG UNIT LAYANAN PENGADAAN BARANG/JASA DI LINGKUNGAN PEMERINTAH KABUPATEN KUDUS BUPATI KUDUS,

BERITA ACARA PENJELASAN Nomor : KN.01.01/I.02/1214/2016

PEMERINTAH KABUPATEN SUKAMARA DINAS PENDIDIKAN, PEMUDA DAN OLAH RAGA

H. Kontrak Pengadaan Jasa Konsultansi Pengawasan dengan nilai di atas Rp ,- (lima puluh juta rupiah)

C. Kontrak Pengadaan Jasa Konsultansi Pengawas dengan nilai Rp ,- (lima juta rupiah) sampai dengan Rp ,- (lima puluh juta rupiah)

GUBERNUR JAWA TIMUR DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR JAWA TIMUR,

LAMPIRAN II TATA CARA PEMILIHAN PENYEDIA BARANG HALAMAN II - 59

PROSEDUR PENGADAAN BARANG/JASA PEMERINTAH BERDASARKAN PERPRES NOMOR 54 TAHUN Oleh : Rusdianto S., S.H., M.H. 1

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 4 TAHUN 2015 TENTANG

BAB XII PENGADAAN BARANG DAN JASA PEMERINTAH

5. PELAKSANAAN PENGADAAN JASA LAINNYA MELALUI PENUNJUKAN LANGSUNG DAN PENGADAAN LANGSUNG

PERATURAN WALIKOTA BATU NOMOR 9 TAHUN 2014

Pengadaan. Jasa Lainnya. Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah

Standar Dokumen Pengadaan

PERPRES 54/2010, PERPRES 35/2011, DAN PERPRES 70/2012 PERPRES 172/2014 DAN PERPRES 4/2015 KETERANGAN I. DEFENISI

PANDUAN ADMINISTRASI E-CATALOG DANA APBN-P TA. 2015

WALIKOTA TEGAL PERATURAN WALIKOTA TEGAL NOMOR 27 TAHUN 2013 TENTANG PEMBENTUKAN UNIT LAYANAN PENGADAAN DI LINGKUNGAN PEMERINTAH KOTA TEGAL

KEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KELAUTAN DAN PERIKANAN BALAI PENELITIAN PEMULIAAN IKAN

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

BERITA ACARA PEMBERIAN PENJELASAN (AANWIJZING) Nomor : 05/PPBJ/Bappeda/APBD /2012

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

RUMAH SAKIT UMUM DAERAH Dr. SOETOMO SURABAYA SURAT PERJANJIAN Paket Pekerjaan Konstruksi

7. PELAKSANAAN PENGADAAN JASA LAINNYA MELALUI PENUNJUKAN LANGSUNG ATAU PENGADAAN LANGSUNG

E:\PERBUP ULP_2013\PerbupULP2013.doc

Walikota Tasikmalaya

GUBERNUR KALIMANTAN TENGAH

Peningkatan Daerah Irigasi Noenoni II

B. PELAKSANAAN 1. PELELANGAN UMUM SECARA PASCAKUALIFIKASI METODA SATU SAMPUL DENGAN EVALUASI SISTEM GUGUR

BERITA - ACARA PENJELASAN PEKERJAAN (AANWIJZING) Nomor : 027/ 14 - BAPP/LU/ULP-POKJA III/ III /2013

- 1 - GUBERNUR JAWA TIMUR PERATURAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 9 TAHUN 2014 TENTANG

BUPATI SINJAI PERATURAN BUPATI SINJAI NOMOR TAHUN 2013 TENTANG PEMBENTUKAN UNIT LAYANAN PENGADAAN BARANG/JASA PEMERINTAH KABUPATEN SINJAI

Transkripsi:

\Mangupura, 18 Desember 2015 Kepada Yth. Para Kepala SKPD di Lingkungan Pemerintatr Kabupaten Badung di- Badune SURAT EDARAN NOMOR 702 TAHIIN 2OI5 PELAKSANAA}I PENGAD.MTHI*c,ASA, EvALUASI DAN PENGENDALIAN SERTA PENGELOLAAN BARA}.IG MILIK DAERAH TAHI.IN ANGGARAN 2016 Dalam rangka pelaksanaan pengadaan barangtjasa, evaluasi dan pengendalian serta pengelolaan barang milik daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Badung yang pembiayaannya baik sebagian atau seluruhnya bersumber dari APBN/APBD Tahun Anggaran 2016, maka untuk tertib administrasi dan teknis pelaksanaannya agar berpedoman pada ketentuan-ketentuan sebagai berikut : 1' Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahwr 20t4 tentang pengelolaan Barang Milik Negara./Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nom or g2, Tambahan Lembaran Negara Repubrik Indonesia Nomor 5533); 2' Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pengadaan Barang/Jasa pemerintah sebagaimana telah diubatr beberapa kali terakhir dengan peraturan presiden Nomor 4 Tahun 2015 tentang Perubatran Keempat Atas Peraturan presiden Nomor 54 Tahun 20 I 0 tentang pengadaan Barang/Jasa pemerintatr; 3' Peraturan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan sebagimana telah diubah beberapa kali terakhir dengan Pereturan Menteri Dalam Negeri Nomor 21 Tahun 20l l perubahan Kedua atas tentang Peraturan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 13 Pedoman Teknis pengelolaan Barang Milik Daerah;Tahun 2006 tentang pedoman pengelolaan Keuangan Daerah; 4' Peraturan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2007 tentang

2 5. Peraturan Daerah Kabupaten Badung Nomor 1 Tahun 2009 tentang Pengelolaan Barang Milik Daerah; 6. Peraturan Kepala LKPP Nomor 8 Tahun 2012 tentang Pelaporan Realisasi Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah; 7. Peraturan Kepala LKPP Nomor 13 Tahun 2012 tanggal 8 Nopember 2012 tentang Pengumuman Rencana Umum Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah; 8. Peraturan Kepala LKPP Nomor 14 Tahun 2012 Tanggal 9 November 2012 tentang Petunjuk Teknis Peraturan Presiden Nomor 70 Tahun 2012 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah; 9. Peraturan Kepala LKPP Nomor 18 Tahun 2014 tanggal 29 Agustus 2014 tentang Daftar Hitam Dalam Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah; 10. Peraturan Kepala LKPP Nomor 1 Tahun 2015 tanggal 29 Januari 2015 tentang E- Tendering; 11. Peraturan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 27 Tahun 2014 tentang Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Rencana Kerja Pembangunan Daerah Tahun 2015; 12. Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2015 tentang Percepatan Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah; 13. Surat Edaran Kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah Nomor : 3 Tahun 2015 tentang Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa melalui sistem E-Purchasing; 14. Surat Kepala LKPP nomor 76/KA/10/2014 tanggal 27 Oktober 2014 tentang Kewajiban Mengumumkan Rencana Umum Pengadaan (RUP) dengan Menggunakan SiRUP. 15. Surat Edaran Deputi I Kepala Staf Kepresidenan selaku Sekretaris TEPRA, Nomor B-49/KSP/D.I/05/2015 tanggal 26 Mei 2015 tentang Surat Edaran terkait Pelaksanaan Sistem Monitoring Informasi TEPRA (SISMONTEP) 16. Ketentuan lain sesuai dengan peraturan perundang undangan yang berlaku. A. PENGADAAN BARANG/JASA TAHUN ANGGARAN 2016 1. PERSIAPAN PEMILIHAN PENYEDIA BARANG/JASA : a. Setiap Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) sejak diterbitkannya Surat Edaran ini wajib mengambil langkah-langkah sebagai berikut :

3 1) Pengguna Anggaran (PA) : a) Menetapkan dan Mengumumkan Rencana Umum Pengadaan (RUP) melalui Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SiRUP); b) Mengumumkan RUP berupa file hasil cetak PDF yang dihasilkan dari SiRUP pada Website Kabupaten Badung. c) Mengusulkan 1 (satu) atau beberapa orang Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) kepada Kepala Daerah untuk ditetapkan apabila diperlukan; d) Menetapkan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK); e) Menetapkan Pejabat Pengadaan; f) Menetapkan Panitia/Pejabat Penerima Hasil Pekerjaan; g) Menetapkan Pejabat/Tim Peneliti Kontrak, atas usulan PPK; h) Menetapkan Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK), atas usulan PPK; i) Menetapkan : (1) Admin Kegiatan dan Admin SiRUP; (2) Admin e-monev dan Admin TEPRA. j) Pengangkatan dan pemberhentian Pejabat sebagaimana disebut pada point c), d), e), g) dan i) tidak terikat tahun anggaran. 2) Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) : a) Menetapkan Tim Pendukung (Direksi Lapangan, Konsultan Pengawas, Tim Pelaksana Swakelola, dan lain-lain); b) Menetapkan Tim atau tenaga ahli pemberi penjelasan teknis (aanwijzer) untuk pelaksanaan pelelangan di ULP; c) Mengusulkan Pejabat/Tim Peneliti Kontrak (bila diperlukan) dan PPTK kepada PA; d) Melakukan pengkajian ulang RUP; e) Menetapkan Rencana Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa meliputi : Spesifikasi Teknis Barang/Jasa, Harga Perkiraan Sendiri (HPS), Rancangan Kontrak dan khusus untuk Pekerjaan Jasa Konsultansi juga wajib menetapkan Kerangka Acuan Kerja (KAK) ; f) Menandatangani Pakta Integritas; g) Mengirimkan seluruh daftar paket pekerjaan Tahun Anggaran 2016 yang proses pemilihannya melalui ULP ke Sekretariat ULP;

4 h) Menginput paket pekerjaan yang sudah siap dilelangkan pada Sistem Informasi ULP Kabupaten Badung melalui website ULP. Kabupaten Badung, dan dapat dibantu oleh Admin Sistem Informasi ULP. b. PA pada Pemerintah Daerah mengumumkan Rencana Umum Pengadaan Barang/Jasa secara terbuka kepada masyarakat luas, setelah APBD yang merupakan rencana keuangan tahunan Pemerintah Daerah dibahas dan disetujui bersama oleh Pemerintah Daerah dan DPRD atau paling lambat sebelum berakhirnya Tahun Anggaran berjalan sesuai dengan amanat Inpres nomor 1 Tahun 2015, pada : 1) Website Pemerintah Kabupaten Badung; 2) Papan pengumuman resmi untuk masyarakat; dan 3) Portal Pengadaan Nasional melalui SiRUP PA mengumumkan kembali Rencana Umum Pengadaan, apabila terdapat perubahan/penambahan DIPA/DPA; c. Dalam menginput RUP, PA dapat dibantu oleh seorang Admin SiRUP baik kegiatan yang dilakukan melalui swakelola dan/atau pemilihan penyedia barang/jasa dalam SiRUP pada Portal Pengadaan Nasional dengan aplikasi yang terdapat pada website : www.inaproc.lkpp.go.id dan diunggah (diupload) pada kolom berita www.lpse.badungkab.go.id, d. Berkaitan dengan penggunaan Aplikasi SiRUP, pada saat ini beberapa fitur SiRUP dapat digunakan untuk memfasilitasi PA atau KPA dalam mengumumkan RUP pada website Pemerintah Kabupaten Badung, baik yang sifatnya manual dengan menggunakan file hasil cetak PDF yang dihasilkan dari SiRUP, atau yang sifatnya realtime dengan menggunakan link hasil cetak PDF yang juga merupakan fitur yang terdapat pada SiRUP (Tata cara Pengumuman RUP melalui website K/L/D/I selengkapnya sesuai Surat Kepala LKPP nomor 76/KA/10/2014 tanggal 27 Oktober 2014 terlampir) e. Untuk mengupload File PDF (Pengumuman RUP) ke dalam website Pemerintah Kabupaten Badung, PA atau KPA dapat mengirimkan File PDF (Pengumuman RUP) dimaksud ke alamat email : kpde@badungkab.go.id untuk selanjutnya di upload oleh Dinas Perhubungan Informasi dan Komunikasi Kabupaten Badung ke dalam website Pemerintah Kabupaten Badung.

5 f. Kepala Dinas Perhubungan Informasi dan Komunikasi Kabupaten Badung agar menugaskan bawahannya yang mengelola website Pemerintah Kabupaten Badung untuk mengupload file PDF (Pengumuman RUP) yang dikirim oleh setiap PA atau KPA melalui alamat email kpde@badungkab.go.id ke dalam website Pemerintah Kabupaten Badung. g. Sesuai Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2015 tentang Percepatan Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah, bahwa penyelesaian proses Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah paling lambat akhir bulan Maret Tahun Anggaran berjalan, khususnya untuk pengadaan jasa konstruksi yang penyelesaiannya dapat dilakukan dalam waktu 1 (satu) tahun, sehingga seluruh Dokumen yang berkaitan dengan Persiapan Pengadaan harus sudah diselesaikan oleh SKPD paling lambat Desember tahun sebelumnya. h. Sesuai Surat Edaran Deputi I Kepala Staf Kepresidenan selaku Sekretaris TEPRA, Nomor B-49/KSP/D.I/05/2015 tanggal 26 Mei 2015 tentang Surat Edaran terkait Pelaksanaan Sistem Monitoring Informasi TEPRA (SISMONTEP), maka kepada SKPD dapat menginput dan melihat data serapan anggaran belanja Pemerintah Kabupaten Badung melalui MONEV Online LKPP http://monev.lkpp.go.id/tepra. 2. PELAKSANAAN PEMILIHAN PENYEDIA BARANG/JASA : a. Untuk mempermudah, meningkatkan efisiensi dan proses Pemilihan Penyedia Barang/Jasa yang ramah lingkungan, ULP Pemerintah Kabupaten Badung sedang mengembangkan Sistem Informasi ULP yang dapat diakses melalui website ULP Kabupaten Badung dengan alamat ulp.badungkab.go.id b. Dalam penggunaan aplikasi Sistem Informasi ULP, maka PPK menginput dan mengunggah paket kegiatan yang sudah siap dilelangkan secara online. Dokumen masing-masing Paket Kegiatan yang harus diunggah dan disampaikan meliputi : 1) Spesifikasi teknis barang/jasa; 2) Harga Perkiraan Sendiri (HPS), yang disusun berdasarkan hasil survey; 3) Rancangan Surat Perjanjian terdiri dari : (a) Pokok Perjanjian; (b) Syarat-syarat Umum Kontrak (SSUK); (c) Syarat-Syarat Khusus Kontrak (SSKK). 4) Gambar-gambar rencana; 5) Daftar Kuantitas (BoQ) dan Daftar Harga Satuan serta Daftar Analisa; 6) Kerangka Acuan Kerja/KAK;

6 7) Copy Surat Keputusan tentang : (a) Penetapan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) (b) Penetapan Tim/Tenaga Ahli Pemberi Penjelasan Teknis (Aanwijzer); 8) Copy RKA/DPA dan Surat Pernyataan dari PA bahwa kode rekening untuk kegiatan yang akan dilelangkan sudah benar dan dapat dipertanggungjawabkan; 9) Print Screen RUP paket kegiatan yang akan dilelangkan; 10) Khusus untuk paket pekerjaan yang pengadaannya melalui e-purchasing agar dilengkapi dengan print out daftar barang dan penyedia yang tertuang dalam sistem e-catalogue-lkpp; 11) Pakta Integritas oleh PPK untuk setiap kegiatan. 12) Daftar Penerima, Alamat, Alokasi Hibah Barang yang tertuang dalam penjabaran APBD; 13) Khusus untuk pekerjaan Jasa Konsultansi : a. point 1) dituangkan dalam KAK yang ditanda tangani oleh PPK, b. point 4) tidak perlu, c. point 5) Daftar Kuantitas terdiri dari Rekapitulasi, Rincian Biaya Langsung Personil dan Rincian Biaya Langsung Non Personil, d. point 6) KAK yang ditanda tangani oleh PA/KPA dan KAK yang ditanda tangani oleh PPK. Contoh format : Permohonan konsultasi, Permohonan pelelangan, HPS, KAK, Pakta Integritas (sesuai format 1 s/d. 13 terlampir) c. Paket pengadaan barang/jasa yang dilaksanakan oleh ULP : 1) Paket Pengadaan Barang/Pekerjaan Konstruksi/Jasa Lainnya yang bernilai diatas Rp. 200.000.000,- (dua ratus juta rupiah) dan dapat juga melaksanakan Pemilihan Penyedia Barang/Jasa paket pengadaan barang/konstruksi/jasa lainnya dengan nilai paling tinggi Rp. 200.000.000,00 (dua ratus juta rupiah) atas permintaan dari PPK; 2) Paket Pengadaan Jasa Konsultansi yang bernilai diatas Rp. 50.000.000,- (lima puluh juta rupiah) dan dapat juga melaksanakan Pemilihan Penyedia Barang/Jasa paket pengadaan jasa konsultansi dengan nilai paling tinggi Rp. 50.000.000,00 (lima puluh juta rupiah) atas permintaan dari PPK ; d. Pejabat Pengadaan wajib mengumumkan hasil pemilihan Penyedia Barang/Jasa setelah ditetapkan melalui kolom berita LPSE dan papan pengumuman resmi.

7 3. PENUNJUKAN PEYEDIA BARANG/JASA DAN PENANDATANGANAN SERTA PELAKSANAAN KONTRAK : a. Penunjukan Penyedia Barang/Jasa 1) Berita Acara Hasil Pelelangan (BAHP) yang disampaikan oleh Pokja ULP sebagai dasar untuk menerbitkan Surat Penunjukan Penyedia Barang/Jasa (SPPBJ); 2) PPK menerbitkan SPPBJ, dengan ketentuan apabila : (a) Tidak ada sanggahan dari peserta; (b) Sanggahan terbukti tidak benar; dan (c) Masa sanggah berakhir. 3) Dalam SPPBJ disebutkan bahwa Penyedia harus menyiapkan Jaminan Pelaksanaan sebelum penandatanganan kontrak. b. Penandatanganan Kontrak Setelah SPPBJ diterbitkan, PPK melakukan finalisasi terhadap rancangan Kontrak, dan menandatangani Kontrak pelaksanaan pekerjaan, apabila dananya telah cukup tersedia dalam Dokumen Anggaran, dengan ketentuan sebagai berikut: 1). Penandatanganan Kontrak dilakukan dilakukan setelah DIPA/DPA ditetapkan serta setelah Penyedia Barang/Jasa menyerahkan Jaminan Pelaksanaan, dengan ketentuan: (a) nilai Jaminan Pelaksanaan untuk harga penawaran terkoreksi antara 80% (delapan puluh perseratus) sampai dengan 100% (seratus perseratus) nilai total HPS adalah sebesar 5% (lima perseratus) dari nilai Kontrak; (b) nilai Jaminan Pelaksanaan untuk harga penawaran terkoreksi atau dibawah 80% (delapan puluh perseratus) nilai HPS adalah sebesar 5% (lima perseratus) dari nilai total HPS; dan (c) masa berlaku Jaminan Pelaksanaan sejak tanggal Kontrak sampai serah terima Barang/Jasa Lainnya atau serah terima pertama Pekerjaan Konstruksi. (d) Jaminan pelaksanaan tidak diperlukan dalam hal : (1) Pekerjaan jasa konsulatansi; (2) Pengadaan Barang/Pekerjaan Konstruksi/Jasa Lainnya yang dilaksanakan dengan metode Pengadaan Langsung, Penunjukan Langsung Untuk Penanganan Darurat, Kontes, atau Sayembara;

8 (3) Pengadaan Jasa Lainnya, dimana aset Penyedia sudah dikuasai oleh Pengguna; atau (4) Pengadaan Barang/Jasa dalam Katalog Elektronik melalui E- Purchasing. (e) Jaminan pelaksanaan dikembalikan setelah : (1) penyerahan Barang/Jasa Lainnya dan Sertifikat Garansi; atau (2) penyerahan Jaminan Pemeliharaan sebesar 5% (lima perseratus) dari nilai Kontrak khusus bagi Penyedia Pekerjaan Konstruksi/Jasa Lainnya 2). PPK dan Penyedia tidak diperkenankan mengubah substansi Dokumen Pengadaan sampai dengan penandatanganan Kontrak, kecuali mempersingkat waktu pelaksanaan pekerjaan dikarenakan jadwal pelaksanaan pekerjaan yang ditetapkan sebelumnya akan melewati batas tahun anggaran. (a). Dalam hal perubahan waktu pelaksanaan pekerjaan melewati batas tahun anggaran, penandatanganan kontrak dilakukan setelah mendapat persetujuan kontrak tahun jamak. (b). PPK dan Penyedia wajib memeriksa konsep Kontrak meliputi substansi, bahasa, redaksional, angka dan huruf serta membubuhkan paraf pada setiap lembar Dokumen Kontrak. (c) Menetapkan urutan hirarki bagian-bagian Dokumen Kontrak dalam Surat Perjanjian, dengan maksud apabila terjadi pertentangan ketentuan antara bagian satu dengan bagian yang lain, maka berlaku urutan sebagai berikut: (1) adendum Surat Perjanjian; (2) pokok perjanjian; (3) surat penawaran berikut daftar kuantitas dan harga; (4) syarat-syarat khusus Kontrak; (5) syarat-syarat umum Kontrak; (6) spesifikasi khusus; (7) spesifikasi umum; (8) gambar-gambar; dan (9) dokumen lainnya seperti: jaminan-jaminan, SPPBJ dan Berita Berita Acara Pemilihan. (d) Banyaknya rangkap Kontrak dibuat sesuai kebutuhan, yaitu: sekurang-kurangnya 2 (dua) Kontrak asli, terdiri dari:

9 (1) Kontrak asli pertama untuk PPK dibubuhi materai pada bagian yang ditandatangani oleh Penyedia; dan (2) Kontrak asli kedua untuk Penyedia dibubuhi materai pada bagian yang ditandatangani oleh PPK; (3) rangkap Kontrak lainnya tanpa dibubuhi materai, apabila diperlukan. (e) Penandatanganan Kontrak yang kompleks dan/atau bernilai diatas Rp100.000.000.000,00 (seratus miliar rupiah) dilakukan setelah memperoleh pendapat ahli hukum Kontrak. (f) Pihak yang berwenang menandatangani Kontrak atas nama Penyedia adalah Direksi yang disebutkan amanya dalam Akta Pendirian/Anggaran Dasar, yang telah didaftarkan sesuai dengan peraturan perundang-undangan atau Penyedia perorangan. (g). Pihak lain yang bukan Direksi atau yang namanya tidak disebutkan dalam Akta Pendirian/Anggaran Dasar sebagaimana dimaksud pada huruf (f), dapat menandatangani Kontrak, sepanjang pihak tersebut adalah pengurus/karyawan perusahaan yang berstatus sebagai tenaga kerja tetap dan mendapat kuasa atau pendelegasian wewenang yang sah dari Direksi atau pihak yang sah berdasarkan Akta Pendirian/Anggaran Dasar untuk menandatangani Kontrak. b. Pelaksanaan Kontrak 1) SPMK (untuk Pekerjaan Konstruksi, Jasa Lainnya dan Jasa Konsultansi) a) PPK menyerahkan seluruh/sebagian lokasi pekerjaan yang dibutuhkan kepada Penyedia sebelum diterbitkannya SPMK. b) PPK menerbitkan SPMK selambat-lambatnya 14 (empat belas) hari kalender sejak tanggal penandatanganan Kontrak. c) Dalam SPMK dicantumkan saat paling lambat dimulainya pelaksanaan Kontrak oleh Penyedia. d) Untuk SPK, tanggal mulai kerja dapat ditetapkan sama dengan tanggal penandatanganan SPK atau tanggal dikeluarkannya SPMK. 2) SP (untuk Pengadaan Barang) a) PPK menerbitkan SP selambat-lambatnya 14 (empat belas) hari kalender sejak tanggal penandatanganan Kontrak.

10 b) SP harus sudah disetujui/ditandatangani oleh Penyedia sesuai dengan yang dipersyaratkan dengan dibubuhi materai selambatlambatnya 7 (tujuh) hari kalender sejak tanggal penerbitan SP; c) Tanggal penandatanganan SP oleh Penyedia ditetapkan sebagai tanggal awal perhitungan waktu penyerahan. 3) Penyusunan Program Mutu a) Program mutu disusun oleh Penyedia paling sedikit berisi : (1) informasi mengenai pekerjaan yang akan dilaksanakan; (2) organisasi kerja Penyedia; (3) jadwal pelaksanaan pekerjaan; (4) prosedur pelaksanaan pekerjaan; (5) prosedur instruksi kerja; (6) pelaksana kerja; dan (7) Jadwal penugasan tenaga ahli dan tenaga pendukung (khusus untuk Jasa Konsultansi) b) Program mutu dapat direvisi sesuai dengan kondisi lokasi pekerjaan. 4) Rapat Persiapan Pelaksanaan Kontrak a) Untuk pekerjaan konstruksi dan jasa lainnya, PPK bersama dengan Penyedia, unsur perencanaan, dan unsur pengawasan, menyelenggarakan rapat persiapan pelaksanaan Kontrak. Untuk pekerjaan jasa konsultansi dan pengadaan barang, PPK bersama dengan Penyedia menyelenggarakan rapat persiapan pelaksanaan kontrak. b) Beberapa hal yang dibahas dan disepakati dalam rapat persiapan pelaksanaan Kontrak adalah: (1) program mutu; (2) organisasi kerja; (3) tata cara pengaturan pelaksanaan pekerjaan; (4) jadwal pengadaan bahan/material, mobilisasi peralatan dan personil (kecuali untuk pekerjaan pengadaan barang); (5) penyusunan rencana pemeriksaan lokasi pekerjaan dan khusus untuk jasa konsultansi dibahas penyusunan rencana pelaksanaan pemeriksaan lapangan bersama. c) Hasil rapat persiapan pelaksanaan kontrak dituangkan dalam Berita Acara Rapat Persiapan Pelaksanaan Kontrak yang ditandatangani oleh seluruh peserta rapat.

11 5) Mobilisasi (untuk pekerjaan konstruksi, jasa lainnya dan jasa konsultansi) a) Mobilisasi paling lambat harus sudah mulai dilaksanakan dalam waktu 30 (tiga puluh) hari sejak diterbitkan SPMK (untuk pekerjaan konstruksi), sedangkan untuk pekerjaan jasa konsultansi dan jasa lainnya mobilisasi dilakukan setelah tanggal dimulainya pelaksanaan pekerjaan. b) Mobilisasi dilakukan sesuai dengan lingkup pekerjaan. Untuk pekerjaan konstruksi dan jasa lainnya : (1) mendatangkan peralatan-peralatan terkait yang diperlukan dalam pelaksanaan pekerjaan; (2) mempersiapkan fasilitas seperti kantor, rumah, gedung laboratorium, bengkel, gudang, dan sebagainya; dan/atau (3) mendatangkan personil-personil. Untuk pekerjaan jasa konsultansi : (1) mendatangkan tenaga ahli; (2) mendatangkan tenaga pendukung; dan/atau (3) menyiapkan peralatan pendukung. c) Mobilisasi peralatan dan personil dapat dilakukan secara bertahap sesuai dengan kebutuhan. 6) Pemeriksaan Bersama Untuk pengadaan barang, pekerjaan konstruksi dan jasa lainnya: a) apabila diperlukan, pada tahap awal pelaksanaan Kontrak, PPK bersama-sama dengan Penyedia melakukan pemeriksaan lokasi pekerjaan bersama dengan melakukan pengukuran dan pemeriksaan detail kondisi lokasi pekerjaan untuk setiap rencana mata pembayaran. b) Untuk pemeriksaan bersama ini, PA/KPA dapat membentuk Panitia/Pejabat Peneliti Pelaksanaan Kontrak atas usul PPK. c) Hasil pemeriksaan bersama dituangkan dalam Berita Acara. Apabila dalam pemeriksaan bersama mengakibatkan perubahan isi Kontrak, maka harus dituangkan dalam adendum Kontrak.

12 Untuk jasa konsultansi : a) Pemeriksaan (inspeksi) personil dan peralatan harus dilaksanakan setelah personil dan peralatan tiba di lokasi pekerjaan serta dibuatkan Berita Acara Hasil Inspeksi/Pemeriksaan yangditandatangani oleh PPK dan Penyedia. b) Dalam pemeriksaan personil dan peralatan, PPK dapat dibantu Tim Teknis dan/atau Tim Pendukung. c) Bila hasil inspeksi/pemeriksaan personil dan peralatan ternyata belum memenuhi persyaratan, Penyedia dapat melaksanakan pekerjaan dengan syarat personil dan peralatan yang belum memenuhi syarat harus diganti sesuai dengan ketentuan dalam Kontrak. d) Apabila dalam pemeriksaan personil dan peralatan mengakibatkan perubahan isi Kontrak, harus dituangkan dalam bentuk adendum Kontrak. 8. Inspeksi Pabrikasi (untuk pengadaan barang dan jasa lainnya) ; a) PPK atau Tim Inspeksi yang ditunjuk PPK dapat melakukan inspeksi atas proses pabrikasi barang/peralatan khusus. b) Jadwal, tempat dan ruang lingkup inspeksi harus sesuai dengan ketentuan dalam Kontrak. c) Biaya pelaksanaan inspeksi termasuk dalam harga Kontrak. 9. Pemeriksaan Lapangan (untuk jasa Konsultansi) a) Apabila diperlukan, PPK bersama-sama dengan Penyedia melakukan pemeriksaan lapangan untuk melakukan pengukuran dan pemeriksaan detail kondisi lapangan. b) Untuk pemeriksaan lapangan, PPK dapat dibantu Tim Teknis dan/atau Tim Pendukung. c) Hasil pemeriksaan lapangan dituangkan dalam Berita Acara Pemeriksaan Lapangan yang ditandatangani oleh PPK dan Penyedia. d) Apabila dalam pemeriksaan lapangan mengakibatkan perubahan isi Kontrak, harus dituangkan dalam adendum Kontrak.

13 10. Perubahan Personil dan Peralatan yang diajukan oleh Penyedia (untuk jasa konsultansi) a) Penyedia dapat mengajukan penggantian personil dan/atau peralatan kepada PPK. b) Penyedia tidak dibenarkan melakukan penggantian personil dan/atau peralatan tanpa persetujuan PPK. c) PPK meneliti permohonan perubahan personil dan/atau peralatan, dengan ketentuan: (1) Menyetujui permohonan perubahan personil dan/atau peralatan bila alasan yang diajukan dianggap sesuai; (2) Tidak mengurangi kualifikasi tenaga ahli yang ditawarkan, dan tidak menambah nilai kontrak. Untuk kontrak biaya satuan (time based), biaya langsung personil harus disesuaikan dengan gaji dasar tenaga ahli yang menggantikan. (3) Menolak permohonan perubahan personil dan/atau peralatan bila alasan yang diajukan dianggap tidak sesuai. d) Untuk mengajukan permohonan penggantian personil, Penyedia diwajibkan melampirkan riwayat hidup/pengalaman kerja personil yang diusulkan dan disertai alasan penggantian personil yang bersangkutan. e) Dalam rangka penilaian usulan penggantian personil dan/atau peralatan, PPK dapat dibantu Panitia/Pejabat Peneliti Pelaksanaan Kontrak. 11. Penggantian Personil Penyedia atas Perintah PPK (untuk jasa konsultansi) a) Personil dari Penyedia yang dianggap tidak mampu atau tidak dapat melakukan pekerjaan dengan baik atau berkelakuan tidak baik, harus segera dilakukan perintah penggantian personil kepada Penyedia dengan kualifikasi keahlian personil yang sama atau lebih tinggi. b) Dalam waktu maksimal 15 (lima belas) hari sejak perintah penggantian personil, harus sudah menerima personil penggantidari Penyedia.

14 12. Pembayaran Uang Muka a) Nilai besaran uang muka paling tinggi sesuai dengan nilai yang ditetapkan dalam Kontrak. b) Besarnya Jaminan Uang Muka adalah senilai uang muka yang diterima Penyedia. c) Jaminan Uang Muka diterbitkan oleh Bank Umum, perusahaan penjaminan atau perusahaan asuransi, khusus untuk penyedia jasa konsultansi berbentuk perorangan dan jasa konsultansi berbentuk badan usaha melalui seleksi international jaminan uang muka diterbitkan oleh Bank milik Pemerintah Indonesia (Badan Usaha Milik Negara). d) Penyedia dapat mengajukan permintaan pembayaran uang muka secara tertulis kepada PPK disertai dengan rencana penggunaan uang muka untuk melaksanakan pekerjaan sesuai Kontrak. e) PPK mengajukan surat permintaan pembayaran untuk permohonan tersebut setelah Jaminan Uang Muka diterima dari Penyedia. f) Pengembalian uang muka diperhitungkan berangsur-angsur secara proporsional pada setiap pembayaran prestasi pekerjaan dan paling lambat harus lunas pada saat pekerjaan mencapai prestasi 100 % (seratus perseratus). g). Untuk Kontrak tahun jamak, nilai Jaminan Uang Muka secara bertahap dapat dikurangi sesuai dengan pencapaian prestasi pekerjaan. 13. Perubahan Kegiatan Pekerjaan Untuk pengadaan barang, pekerjaan konstruksi dan jasa lainnya : a) Untuk kepentingan pemeriksaan, PA/KPA dapat membentuk Panitia/Pejabat Peneliti Pelaksanaan Kontrak atas usul PPK. b) Apabila terdapat perbedaan yang signifikan antara kondisi lokasi pekerjaan pada saat pelaksanaan dengan gambar dan spesifikasi yang ditentukan dalam dokumen Kontrak, maka PPK bersama Penyedia dapat melakukan perubahan,meliputi antara lain: (1) menambah atau mengurangi volume pekerjaan yang tercantum dalam Kontrak; (2) mengurangi atau menambah jenis pekerjaan;

15 (3) mengubah spesifikasi teknis dan gambar pekerjaan sesuai dengan kebutuhan lokasi pekerjaan (untuk pekerjaan konstruksi); (4) mengubah spesifikasi teknis pekerjaan sesuai dengan kebutuhan lokasi pekerjaan (untuk pengadaan barang dan jasa lainnya); dan/atau (5) melaksanakan pekerjaan tambah yang belum tercantum dalam Kontrak yang diperlukan untuk menyelesaikan seluruh pekerjaan; c) Perubahan pekerjaan pada huruf b) berlaku untuk pekerjaan yang menggunakan Kontrak Harga Satuan atau bagian pekerjaan yang menggunakan harga satuan dari Kontrak Gabungan Lump Sum dan Harga Satuan. d) Pekerjaan tambah sebagaimana dimaksud pada huruf b) dilaksanakan dengan ketentuan: (1) tidak melebihi 10% (sepuluh perseratus) dari harga yang tercantum dalam perjanjian/kontrak awal (2) tersedia anggaran untuk pekerjaan tambah. e) Perintah perubahan pekerjaan dibuat oleh PPK secara tertulis kepada Penyedia kemudian dilanjutkan dengan negosiasi teknis dan harga dengan tetap mengacu pada ketentuan yang tercantum dalam Kontrak awal. f) Hasil negosiasi tersebut dituangkan dalam Berita Acara sebagai dasar penyusunan adendum Kontrak. Untuk Jasa Konsultansi Perubahan Lingkup Pekerjaan : a) Apabila terdapat perbedaan yang signifikan antara kondisi lapangan pada saat pelaksanaan dengan Kerangka Acuan Kerja yang telah ditentukan dalam Kontrak, PPK bersama Penyedia dapat melakukan perubahan Kontrak yang meliputi antara lain: 1) menambah atau mengurangi volume pekerjaan yang tercantum dalam Kontrak; 2) mengurangi atau menambah jenis pekerjaan; 3) mengubah spesifikasi pekerjaan sesuai dengan kebutuhan lapangan;

16 4) melaksanakan pekerjaan tambah/kurang yang belum tercantum dalam Kontrak yang diperlukan untuk menyelesaikan seluruh pekerjaan. b) Perubahan pekerjaan pada huruf a) berlaku untuk pekerjaan yangmenggunakan Kontrak Harga Satuan atau bagian pekerjaan yang menggunakan harga satuan dari Kontrak Gabungan Lump Sum dan Harga Satuan; dan c) Pekerjaan tambah sebagaimana dimaksud pada huruf a) dilaksanakan dengan ketentuan : 1) tidak melebihi 10% (sepuluh perseratus) dari biaya yang tercantum dari perjanjian/kontrak awal; dan 2) tersedia anggaran untuk pekerjaan tambah. d) Perintah perubahan pekerjaan dibuat oleh PPK secara tertulis kepada Penyedia, ditindaklanjuti dengan negosiasi teknis dan biaya dengan tetap mengacu pada ketentuan yang tercantum dalam Kontrak awal. e) Hasil negosiasi tersebut dituangkan dalam Berita Acara sebagai dasar penyusunan adendum Kontrak. f) Dalam hal penilaian perubahan lingkup pekerjaan sebagaimana dimaksud pada hruf a), huruf b), huruf c), dan huruf d), PPK dapat dibantu oleh Panitia/Pejabat Pelaksana Kontrak. 14. Laporan Hasil Pekerjaan Untuk pekerjaan konstruksi, jasa lainnya dan pengadaan barang : a) Pemeriksaan pekerjaan dilakukan selama pelaksanaan Kontrak untuk menetapkan volume pekerjaan atau kegiatan yang telah dilaksanakan guna pembayaran hasil pekerjaan. Hasil pemeriksaan pekerjaan dituangkan dalam laporan kemajuan hasil pekerjaan. b) Untuk kepentingan pengendalian dan pengawasan pelaksanaan pekerjaan, seluruh aktivitas kegiatan pekerjaan dilokasi pekerjaan dicatat dalam buku harian sebagai bahan laporan harian pekerjaan yang berisi rencana dan realisasi pekerjaan harian. c) Laporan harian berisi (untuk pekerjaan konstruksi dan jasa lainnya) : 1) jenis dan kuantitas bahan yang berada dilokasi pekerjaan; 2) penempatan tenaga kerja untuk tiap macam tugasnya; 3) jenis, jumlah dan kondisi peralatan; 4) jenis dan kuantitas pekerjaan yang dilaksanakan;

17 5) keadaan cuaca termasuk hujan, banjir dan peristiwa alam lainnya yang berpengaruh terhadap kelancaran pekerjaan; dan 6) catatan-catatan lain yang berkenaan dengan pelaksanaan. d) Laporan harian dibuat oleh Penyedia, apabila diperlukan diperiksa oleh konsultan dan disetujui oleh wakil PPK (untuk pekerjaan konstruksi). e) Laporan mingguan terdiri dari rangkuman laporan harian dan berisi hasil kemajuan fisik pekerjaan dalam periode satu minggu, serta halhal penting yang perlu ditonjolkan (untuk pekerjaan konstruksi). f) Laporan bulanan terdiri dari rangkuman laporan mingguan dan berisi hasil kemajuan fisik pekerjaan dalam periode satu bulan, serta hal-hal penting yang perlu ditonjolkan(untuk pekerjaan konstruksi). g) Laporan dibuat oleh penyedia, apabila diperlukan diperiksa oleh konsultan dan disetujui oleh wakil PPK (untuk pengadaan barang dan jasa lainnya). h) Untuk merekam kegiatan pelaksanaan proyek, PPK membuat fotofoto dokumentasi pelaksanaan pekerjaan di lokasi pekerjaan. Untuk pekerjaan jasa konsultansi : a) Penyedia wajib menyerahkan laporan dan dokumen sesuai dengan ketentuan yang telah diatur dalam Kontrak. Atas penerimaan laporan dan dokumen tersebut dibuatkan tanda terima. b) PPK bersama Penyedia melakukan pembahasan dan penilaian terhadap laporan dan dokumen yang diserahkan oleh Penyedia. c) PPK dan Penyedia membuat berita acara hasil pembahasan dan penilaian laporan. d) Jika terdapat kekurangan-kekurangan, Penyedia harus memperbaiki dan menyelesaikan kekurangan-kekurangan sesuai yang diinstruksikan oleh PPK dan menyerahkan laporan hasil perbaikan kepada PPK. e) PPK menerima kembali penyerahan laporan yang telah diperbaiki oleh Penyedia (bila ada), dan membuat berita acara serah terima laporan hasil perbaikan. f) Laporan Akhir dibuat dalam bentuk cetakan (hardcopy) dan/atau file (softcopy).

18 g) Menyerahkan semua rancangan, gambar, spesifikasi, desain, laporan, dan dokumen-dokumen lain serta piranti lunak yang dipersiapkan oleh Penyedia berdasarkan kontrak ini dan menjadi hak milik PPK. h) Penyedia paling lambat pada waktu pemutusan atau akhir masa kontrak berkewajiban untuk menyerahkan semua dokumen tersebut beserta daftar rinciannya kepada PPK. i) Penyedia dapat menyimpan 1 (satu) buah salinan tiap dokumen dan piranti lunak tersebut setelah mendapatkan persetujuan PPK. j) Jika dikemudian hari Penyedia dan pihak ketiga akan melakukan pengembangan terhadap piranti lunak tersebut dan untuk itu diperlukan lisensi, Penyedia harus mendapatkan persetujuan lebih dahulu dari PA. Untuk tujuan ini PA berhak untuk mendapatkan penggantian biaya atas pengembangan piranti lunak tersebut. k) Pembatasan (jika ada) mengenai penggunaan dokumen dan piranti lunak tersebut di atas di kemudian hari diatur dalam syarat-syarat khusus kontrak. 15. Pembayaran Prestasi Pekerjaan Untuk pekerjaan konstruksi dan jasa lainnya : a) Pembayaran prestasi hasil pekerjaan yang disepakati dilakukan oleh PPK, dengan ketentuan: 1) Penyedia telah mengajukan tagihan disertai laporan kemajuan hasil pekerjaan; 2) pembayaran dilakukan dengan sistem bulanan atau sistem termin sesuai ketentuan dalam Dokumen Kontrak; 3) pembayaran dilakukan senilai pekerjaan yang telah terpasang, tidak termasuk bahan/material dan peralatan yang ada di lokasi pekerjaan; 4) pembayaran bulanan/termin harus dipotong angsuran uang muka, denda (apabila ada), pajak dan uang retensi; dan 5) untuk Kontrak yang mempunyai subkontrak, permintaan pembayaran harus dilengkapi bukti pembayaran kepada seluruh subpenyedia sesuai dengan prestasi pekerjaan. b) Pembayaran terakhir hanya dilakukan setelah pekerjaan selesai 100% (seratus perseratus) dan berita acara penyerahan pertama pekerjaan diterbitkan.

19 Untuk pengadaan barang : a) Penyelesaian pembayaran hanya dapat dilaksanakan setelah barang dinyatakan diterima sesuai dengan berita acara serah terima barang dan bilamana dianggap perlu dilengkapi dengan berita acara hasil uji coba. b) Pembayaran dengan L/C mengikuti ketentuan umum yang berlaku di bidang perdagangan. Untuk jasa konsultansi : a) Pembayaran prestasi hasil pekerjaan yang disepakati dilakukan oleh PPK, dengan ketentuan: 1) Penyedia telah mengajukan tagihan disertai laporan kemajuanhasil pekerjaan; 2) pembayaran dapat dilakukan dengan sistem bulanan atau sistem termin yang didasarkan pada prestasi pekerjaan sesuai ketentuan dalam Dokumen Kontrak; 3) pembayaran bulanan/termin harus dipotong angsuran uang muka dan denda (apabila ada), serta pajak-pajak yang berlaku; 4) untuk Kontrak yang mempunyai subkontrak, permintaan pembayaran harus dilengkapi bukti pembayaran kepada seluruh sub Penyedia sesuai dengan prestasi pekerjaan. b) Pembayaran terakhir hanya dilakukan setelah pekerjaan selesai 100% (seratus perseratus) dan berita acara serah terima pekerjaan diterbitkan. c) Apabila Penyedia tidak menyelesaikan kewajibannya sesuai dengan kontrak, PPK berhak menolak membayar tagihan yang disampaikan oleh Penyedia. 16. Denda dan Ganti Rugi a) Denda merupakan sanksi finansial yang dikenakan kepada Penyedia, sedangkan ganti rugi merupakan sanksi finansial yang dikenakan kepada PPK karena terjadinya cidera janji/wanprestasi yang tercantum dalam Kontrak. b) Dalam hal Penyedia terlambat menyelesaikan pekerjaan maka Penyedia hanya dikenakan denda keterlambatan.

20 c) Besarnya denda kepada Penyedia atas keterlambatan penyelesaian pekerjaan (untuk pekerjaan konstruksi, pengadaan barang dan jasa lainnya) adalah: 1) 1/1000 (satu perseribu) dari sisa harga bagian Kontrak yang belum dikerjakan, apabila bagian pekerjaan yang sudah dilaksanakan dapat berfungsi; 2) 1/1000 (satu perseribu) dari harga Kontrak, apabila bagian pekerjaan yang sudah dilaksanakan belum berfungsi; 3) pilihan denda angka 1) atau dan angka 2) dituangkan dalam Dokumen Kontrak. d) Besarnya denda kepada Penyedia atas keterlambatan penyelesaian pekerjaan (untuk pekerjaan jasa konsultani) adalah: 1) 1/1000 (satu perseribu) dari sisa biaya bagian Kontrak yang belum selesai dikerjakan, apabila kontrak terdiri atas bagian pekerjaan yang dapat dinilai terpisah dan bukan merupakan kesatuan system, serta hasil pekerjaan tersebut telah diterima oleh PPK; 2) 1/1000 (satu perseribu) dari biaya Kontrak, apabila bagian pekerjaan belum diterima oleh PPK; 3) pilihan denda angka 1) atau dan angka 2) dituangkan dalam Dokumen Kontrak. e) Besarnya ganti rugi yang dibayar oleh PPK atas keterlambatan pembayaran adalah sebesar bunga dari nilai tagihan yang terlambat dibayar, berdasarkan tingkat suku bunga yang berlaku pada saat itu menurut ketetapan Bank Indonesia, atau dapat diberikan kompensasi sesuai ketentuan dalam Dokumen Kontrak. f) Tata cara pembayaran denda dan/atau ganti rugi diatur dalam Dokumen Kontrak. 17. Penyesuaian Harga Untuk pekerjaan konstruksi dan jasa lainnya : a) Penyesuaian harga diberlakukan terhadap Kontrak Tahun Jamak yang berbentuk Kontrak Harga Satuan, dengan ketentuan: 1) mengacu kepada Dokumen Pengadaan dan/atau perubahan Dokumen Pengadaan, yang selanjutnya dituangkan dalam Dokumen Kontrak.

21 2) masa pelaksanaannya lebih dari 12 (duabelas) bulan dan diberlakukan mulai bulan ke-13 (tiga belas) sejak pelaksanaan pekerjaan. b) Penyesuaian harga tidak diberlakukan terhadap Kontrak Tahun Tunggal dan Kontrak Lump Sum serta pekerjaan dengan Harga Satuan Timpang. c) Tata cara perhitungan penyesuaian harga harus dicantumkan dengan jelas dalam Dokumen Kontrak. Untuk pengadaan barang : a) Penyesuaian harga dilakukan sesuai degan ketentuan yang tercantum dalam dokumen kontrak. b) Penyesuaian harga dapat diberlakukan terhadap kontrak yang menggunakan kontrak harga satuan yang jangka waktu pelaksaaan pekerjaan lebih dari 12 (dua belas) bulan. Untuk pekerjaan jasa konsultansi : a) Penyesuaian biaya diberlakukan terhadap Kontrak Tahun Jamak sesuai dengan ketentuan yang tercantum dalam dokumen kontrak b) Penyesuaian biaya dapat diberlakukan terhadap kontrak yang lebih dari 12 (dua belas) bulan untuk kontrak satuan biaya (Time base). c) Penyesuaian biaya diberlakukan bulan bulan ke-13 (tiga belas) sejak pelaksanaan kontrak (SPMK) d) Penyesuaian harga satuan berlaku bagi seluruh kegiatan/mata pembayaran, kecuali komponen keuntungan dan biaya overhead sebagai mana tercantum dalam penawaran. e) Tata cara perhitungan penyesuaian biaya harus dicantumkan dengan jelas dalam Dokumen Kontrak. 18. Keadaan Kahar a) Apabila terjadi Keadaan Kahar, maka Penyedia memberitahukan kepada PPK paling lambat 14 (empat belas) hari kalender sejak terjadinya keadaan kahar, dengan menyertakan pernyataan Keadaan Kahar dari pejabat yang berwenang, sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

22 b) Keterlambatan pelaksanaan pekerjaan akibat Keadaan Kahar yang dilaporkan paling lambat 14 (empat belas) hari kalender sejak terjadinya Keadaan Kahar, tidak dikenakan sanksi. 19. Perpanjangan Waktu Pelaksanaan Pekerjaan a) Perpanjangan waktu pelaksanaan dapat diberikan oleh PPK atas pertimbangan yang layak dan wajar untuk hal-hal sebagai berikut: 1) pekerjaan tambah; 2) perubahan disain (untuk pekerjaan kontruksi, pengadaan barang dan jasa lainnya); 3) Perubahan ruang lingkup pekerjaan (untuk jasa konsultansi); 4) keterlambatan yang disebabkan oleh PPK; d) masalah yang timbul diluar kendali Penyedia; dan/atau 5) Keadaan Kahar. b) Waktu penyelesaian pekerjaan dapat diperpanjang sekurangkurangnya sama dengan waktu terhentinya Kontrak akibat Keadaan Kahar. c) PPK dapat menyetujui perpanjangan waktu pelaksanaan atas Kontrak setelah melakukan penelitian terhadap usulan tertulis yang diajukan oleh Penyedia. d) PPK dapat menugaskan Panitia/Pejabat Peniliti Pelaksanaan Kontrak untuk meneliti kelayakan usulan perpanjangan waktu pelaksanaan. e) Persetujuan perpanjangan waktu pelaksanaan dituangkan dalam adendum Kontrak. 20. Kerjasama Antara Penyedia dan Sub Penyedia Untuk pekerjaan konstruksi dan jasa lainnya : a) Penyedia yang mempunyai harga yang tercantum dalam Kontrak di atas Rp25.000.000.000,00 (dua puluh lima miliar rupiah) wajib bekerja sama dengan Penyedia Usaha Mikro dan Usaha Kecil serta koperasi kecil, yaitu dengan mensubkontrakkan sebagian pekerjaan yang bukan pekerjaan utama. b) Bagian pekerjaan yang disubkontrakkan tersebut harus diatur dalam Kontrak dan disetujui terlebih dahulu oleh PPK. c) Penyedia tetap bertanggung jawab atas bagian pekerjaan yang disubkontrakkan tersebut.

23 d) Ketentuan-ketentuan dalam subkontrak harus mengacu kepada Kontrak serta menganut prinsip kesetaraan. Untuk jasa konsultansi : a) Bagian pekerjaan yang dikerjakan oleh sub Penyedia harus diatur dalam Kontrak dan disetujui terlebih dahulu oleh PPK. b) Penyedia tetap bertanggungjawab atas bagian pekerjaan yang dikerjakan oleh sub Penyedia. c) Ketentuan-ketentuan dalam kerja sama dengan sub Penyedia harus mengacu kepada harga yang tercantum dalam Kontrak serta menganut prinsip kesetaraan. 21. Serah Terima Pekerjaan Untuk pekerjaan konstruksi dan jasa lainnya : a) Setelah pekerjaan selesai 100% (seratus perseratus), Penyedia mengajukan permintaan secara tertulis kepada PPK untuk penyerahan pekerjaan. b) Dalam rangka penilaian hasil pekerjaan, PPK menugaskan Panitia/Pejabat Penerima Hasil Pekerjaan. c) Panitia/Pejabat Penerima Hasil Pekerjaan melakukan penilaian terhadap hasil pekerjaan yang telah diselesaikan oleh Penyedia. Apabila terdapat kekurangan-kekurangan dan/atau cacat hasil pekerjaan, Penyedia wajib memperbaiki/menyelesaikannya. d) PPK menerima penyerahan pertama pekerjaan setelah seluruh hasil pekerjaan dilaksanakan sesuai dengan ketentuan Kontrak dan diterima oleh Panitia/Pejabat Penerima Hasil Pekerjaan. e) Dalam hal masa pemeliharaan tidak melewati akhir tahun anggaran, maka pembayaran dilakukan sebesar 95% (sembilan puluh lima perseratus) dari nilai Kontrak, sedangkan yang 5% (lima perseratus) merupakan retensi selama masa pemeliharaan atau pembayaran dilakukan sebesar 100% (seratus perseratus) dari nilai Kontrak dan Penyedia harus menyerahkan Jaminan Pemeliharaan sebesar 5% (lima perseratus) dari nilai Kontrak. f) Dalam hal masa pemeliharaan melewati akhir tahun anggaran, maka pembayaran dilakukan sebesar 100% (seratus perseratus) dari nilai Kontrak dan Penyedia harus menyerahkan Jaminan Pemeliharaan sebesar 5% (lima perseratus) dari nilai Kontrak.

24 g) Penyedia wajib memelihara hasil pekerjaan selama masa pemeliharaan sehingga kondisi tetap seperti pada saat penyerahan pertama pekerjaan. h) Setelah masa pemeliharaan berakhir, Penyedia mengajukan permintaan secara tertulis kepada PPK untuk penyerahan akhir pekerjaan. i) PPK menerima penyerahan akhir pekerjaan setelah Penyedia melaksanakan semua kewajibannya selama masa pemeliharaan dengan baik. PPK wajib melakukan pembayaran sisa nilai Kontrak yang belum dibayar atau mengembalikan Jaminan Pemeliharaan. j) Apabila Penyedia tidak melaksanakan kewajiban pemeliharaan sebagaimana mestinya, maka PPK berhak menggunakan uang retensi untuk membiayai perbaikan/pemeliharaan atau mencairkan Jaminan Pemeliharaan. Untuk pengadaan barang Serah Terima Barang : a) Setelah pekerjaan 100% (seratus perseratus), Penyedia mengajukan permintaan secara tertulis kepada PPK untuk penyerahan pekerjaan; b) Dalam rangka penilaian hasil pekerjaan, PPK menugaskan Panitia/Pejabat Penerima Hasil Pekerjaan. c) PPK melakukan penilaian terhadap hasil pekerjaan yang telah diselesaikan oleh Penyedia. Apabila terdapat kekurangankekurangan dan/atau cacat hasil pekerjaan, Penyedia wajib memperbaiki/menyelesaikannya. d) PPK menerima penyerahan pekerjaan setelah: 1) seluruh hasil pekerjaan dilaksanakan sesuai dengan ketentuan Kontrak dan diterima oleh Panitia/Pejabat Penerima Hasil Pekerjaan; dan 2) Penyedia menyerahkan sertifikat garansi kepada PPK (apabila diperlukan). Untuk jasa Konsultansi Penyelesaian Pekerjaan : a) PPK melakukan penilaian terhadap hasil pekerjaan yang telah diselesaikan oleh Penyedia. Apabila terdapat kekurangankekurangan, Penyedia wajib menyelesaikannya.

25 b) Dalam rangka penilaian hasil pekerjaan, PPK menugaskan Panitia/Pejabat Penerima Hasil Pekerjaan. c) PPK menerima penyerahan pekerjaan setelah seluruh hasil pekerjaan dilaksanakan dan diterima oleh dari Panitia/Pejabat Penerima Hasil Pekerjaan. d) Membuat berita acara serah terima laporan akhir, setelah seluruh pekerjaan diselesaikan. 22. Penghentian dan Pemutusan Kontrak a) Penghentian Kontrak dapat dilakukan karena pekerjaan sudah selesai atau terjadi Keadaan Kahar. b) Dalam hal Kontrak dihentikan, maka PPK wajib membayar kepada Penyedia sesuai dengan prestasi pekerjaan yang telah dicapai. c) Pemutusan Kontrak dilakukan apabila: 1) Kebutuhan barang/jasa tidak dapat ditunda melebihi batas berakhirnya kontrak; 2) Berdasarkan penelitian PPK, Penyedia tidak akan mampu menyelesaikan keseluruhan pekerjaan walaupun diberikan kesempatan sampai dengan 50 (lima puluh) hari kalender sejak masa berakhirnya pelaksanaan pekerjaan untuk menyelesaikan pekerjaan; 3) Setelah diberikan kesempatan menyelesaikan pekerjaan sampai dengan 50 (lima puluh) hari kalender sejak masa berakhirnya pelaksanaan pekerjaan, Penyedia Barang/Jasa tidak dapat menyelesaikan pekerjaan; 4) Penyedia lalai/cidera janji dalam melaksanakan kewajibannya dan tidak memperbaiki kelalaiannya dalam jangka waktu yang telah ditetapkan; 5) Penyedia terbukti melakukan KKN, kecurangan dan/atau pemalsuan dalam proses Pengadaan yang diputuskan oleh instansi yang berwenang; dan/atau 6) Pengaduan tentang penyimpangan prosedur, dugaan KKN dan/atau pelanggararan persaingan sehat dalam pelaksanaan Pengadaan dinyatakan benar oleh instansi yang berwenang 7) Dalam hal pemutusan Kontrak dilakukan karena kesalahan Penyedia:

26 (1) Jaminan Pelaksanaan dicairkan (kecuali jasa konsultansi); (2) Sisa Uang Muka harus dilunasi oleh Penyedia atau Jaminan Uang Muka dicairkan (apabila diberikan); (3) Penyedia Barang/Jasa membayar denda keterlambatan terhadap; dan (4) Penyedia Barang/Jasa dimasukkan dalam Daftar Hitam. 8) Dalam hal pemutusan Kontrak dilakukan karena PPK terlibat penyimpangan prosedur, melakukan KKN dan/atau pelanggararan persaingan sehat dalam pelaksanaan Pengadaan, maka PPK dikenakan sanksi berdasarkan peraturan perundangundangan. 23. Keterlambatan Pelaksanaan Pekerjaan dan Kontrak Kritis Untuk pekerjaan konstruksi : a) Apabila penyedia terlambat melaksanakan pekerjaan sesuai jadwal, maka PPK harus memberikan peringatan secara tertulis atau dikenakan ketentuan tentang kontrak kritis. b) Kontrak dinyatakan kritis apabila: 1) Dalam periode I (rencana fisik pelaksanaan 0% 70% dari kontrak), realisasi fisik pelaksanaan terlambat lebih besar 10% dari rencana; 2) Dalam periode II (rencana fisik pelaksanaan 70% - 100% dari kontrak), realisasi fisik pelaksanaan terlambat lebih besar 5% dari rencana; 3) Rencana fisik pelaksanaan 70% - 100% dari kontrak, realisasi fisik pelaksanaan terlambat kurang dari 5% dari rencana dan akan melampaui tahun anggaran berjalan. c) Penanganan kontrak kritis. 1) Dalam hal keterlambatan pada huruf a) dan penanganan kontrak pada huruf b), penanganan kontrak kritis dilakukan dengan Rapat pembuktian (show cause meeting/scm) (1) Pada saat kontrak dinyatakan kritis direksi pekerjaan menerbitkan surat peringatan kepada penyedia dan selanjutnya menyelenggarakan SCM.

27 (2) Dalam SCM direksi pekerjaan, direksi teknis dan penyedia membahas dan menyepakati besaran kemajuan fisik yang harus dicapai oleh penyedia dalam periode waktu tertentu (uji coba pertama) yang dituangkan dalam berita acara SCM tingkat Tahap I (3) Apabila penyedia gagal pada uji coba pertama, maka harus diselenggarakan SCM Tahap II yang membahas dan menyepakati besaran kemajuan fisik yang harus dicapai oleh penyedia dalam periode waktu tertentu (uji coba kedua) yang dituangkan dalam berita acara SCM Tahap II (4) Apabila penyedia gagal pada uji coba kedua, maka harus diselenggarakan SCM Tahap III yang membahas dan menyepakati besaran kemajuan fisik yang harus dicapai oleh penyedia dalam periode waktu tertentu (uji coba ketiga) yang dituangkan dalam berita acara SCM. Tahap III (5) Pada setiap uji coba yang gagal, PPK harus menerbitkan surat peringatan kepada penyedia atas keterlambatan realisasi fisik pelaksanaan pekerjaan. d) Dalam hal terjadi keterlambatan dan akan melampaui tahun anggaran berjalan akibat kesalahan Penyedia Pekerjaan Konstruksi, sebelum dilakukan pemutusan kontrak Penyedia Pekerjaan Konstruksi dapat diberi kesempatan menyelesaikan pekerjaan sampai dengan 50 (lima puluh) hari kalender sejak masa berakhirnya pelaksanaan pekerjaan dengan diberlakukan denda sebesar 1/1000 (satu perseribu) dari nilai Kontrak atau nilai bagian Kontrak apabila ditetapkan serah terima pekerjaan secara parsial untuk setiap hari keterlambatan. Kesempatan menyelesaikan pekerjaan selama 50 (lima puluh) hari tersebut dapat melampaui tahun anggaran berjalan. e) Dalam hal penyelesaian pekerjaan akibat keterlambatan melampaui tahun anggaran berjalan, diterbitkan adendum untuk mencantumkan sumber dana tahun anggaran berikutnya atas sisa pekerjaan yang akan diselesaikan dan memperpanjang masa berlaku jaminan pelaksanaan.

28 f) Dalam hal keterlambatan pada 23. a) atau 23 b), setelah dilakukan penanganan kontrak kritis sesuai 23 c), PPK dapat langsung memutuskan kontrak secara sepihak dengan mengesampingkan Pasal 1266 Kitab UndangUndang Hukum Perdata. PPK dapat memutuskan Kontrak secara sepihak, apabila: 1) kebutuhan barang/jasa tidak dapat ditunda melebihi batas berakhirnya kontrak; 2) berdasarkan penelitian PPK, Penyedia Barang/Jasa tidak akan mampu menyelesaikan keseluruhan pekerjaan walaupun diberikan kesempatan sampai dengan 50 (lima puluh) hari kalender sejak masa berakhirnya pelaksanaan pekerjaan untuk menyelesaikan pekerjaan; dan/atau 3) setelah diberikan kesempatan menyelesaikan pekerjaan sampai dengan 50 (lima puluh) hari kalender sejak masa berakhirnya pelaksanaan pekerjaan, Penyedia Barang/Jasa tidak dapat menyelesaikan pekerjaan. Untuk pengadaan barang dan jasa lainnya : a) Apabila penyedia terlambat melaksanakan pekerjaan sesuai jadwal, maka PPK harus memberikan peringatan secara tertulis atau dikenakan ketentuan tentang kontrak kritis. b) Ketentuan tentang Kontrak kritis disepakati antara PPK dan Penyedia sesuai tahapan dari jadwal pelaksanaan pekerjaan yang disampaikan oleh penyedia. c) Penanganan kontrak kritis. 1) Dalam hal keterlambatan pada huruf a) dan penanganan kontrak pada huruf b), penanganan kontrak kritis dilakukan dengan Rapat pembuktian (show cause meeting/scm) (1) Pada saat kontrak dinyatakan kritis direksi pekerjaan menerbitkan surat peringatan kepada penyedia dan selanjutnya menyelenggarakan SCM. (2) Dalam SCM direksi pekerjaan, direksi teknis dan penyedia membahas dan menyepakati jadwal pelaksanaan yang harus dicapai oleh penyedia dalam periode waktu tertentu (uji coba pertama) yang dituangkan dalam berita acara SCM tingkat Tahap I.

29 (3) Apabila penyedia gagal pada uji coba pertama, maka harus diselenggarakan SCM Tahap II yang membahas dan menyepakati jadwal pelaksanaan yang harus dicapai oleh penyedia dalam periode waktu tertentu (uji coba kedua) yang dituangkan dalam berita acara SCM Tahap II. (4) Apabila penyedia gagal pada uji coba kedua, maka harus diselenggarakan SCM Tahap III yang membahas dan menyepakati jadwal pelaksanaan yang harus dicapai oleh penyedia dalam periode waktu tertentu (uji coba ketiga) yang dituangkan dalam berita acara SCM. Tahap III. (5) Pada setiap uji coba yang gagal, PPK harus menerbitkan surat peringatan kepada penyedia atas keterlambatan jadwal pelaksanaan pekerjaan. (6) Tahapan SCM untuk setiap pengadaan barang dan jasa lainnya disesuaikan periode waktu pelaksanaan. Untuk Jasa Konsultansi : a) Jika pekerjaan tidak selesai pada Tanggal Penyelesaian bukan akibat Keadaan Kahar atau karena kesalahan atau kelalaian penyedia maka PPK dapat menghentikan Kontrak dan menangguhkan pemenuhan hak-hak penyedia atau menangguhkan pembayaran. b) Jika keterlambatan tersebut semata-mata disebabkan oleh kesalahan atau kelalaian PPK maka PPK dikenakan Ganti Rugi atau memberikan Kompensasi. c) Penghentian Kontrak atau Ganti Rugi atau Kompensasi tidak dilakukan jika Tanggal Penyelesaian disepakati oleh Para Pihak untuk diperpanjang. d) Tanggal Penyelesaian yang dimaksud dalam Pasal ini adalah tanggal penyerahan setiap hasil kerja dan tanggal penyelesaian semua pekerjaan dengan penyerahan laporan akhir sebagaimana ditetapkan dalam SPMK