Volume 4 No. 2, September 2013 ISSN :

dokumen-dokumen yang mirip
BAB 1 PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG. Masa nifas (puerperium) merupakan masa yang dimulai setelah

Volume 3 No. 1 Maret 2012 ISSN :

TINGKAT PENGETAHUAN IBU NIFAS TENTANG BENDUNGAN SALURAN ASI DI BPM SUWARNI SIDOHARJO SRAGEN

HUBUNGAN TEHNIK MENYUSUI YANG BENAR DENGAN KEJADIAN BENDUNGAN ASI PADA IBU NIFAS DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MEUREUDU KABUPATEN PIDIE JAYA MISRINA

HUBUNGAN PERAWATAN PAYUDARA PADA IBU POSTPARTUM DENGAN KELANCARAN PENGELUARAN ASI DI DESA KARANG DUREN KECAMATAN TENGARAN KABUPATEN SEMARANG

HUBUNGAN TEHNIK MENYUSUI YANG BENAR DENGAN KEJADIAN BENDUNGAN ASI PADA IBU NIFAS DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MEUREUDU KABUPATEN PIDIE JAYA MISRINA

BAB 1 PENDAHULUAN. sampai dengan 6 minggu (42 hari) setelah itu. Orang tua terutama ibu perlu memiliki

Jurnal Keperawatan, Volume XII, No. 1, April 2016 ISSN HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU HAMIL DENGAN PELAKSANAAN PERAWATAN PAYUDARA

ANALISA HUBUNGAN PENGARUH CARA MENYUSUI DENGAN KEJADIAN PAYUDARA BENGKAK PADA IBU POST PARTUM

HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU POST PARTUM TENTANG BREAST CARE DENGAN KEJADIAN BENDUNGAN ASI PADA IBU POST PARTUM

Jurnal Ilmu Kebidanan dan Kesehatan (Journal of Midwifery Science and Health)

Dinamika Kebidanan vol. 2 no. 1. Januari 2012

Volume 4 No. 1, Maret 2013 ISSN :

STUDI TENTANG PRODUKTIF ASI DIKAITKAN DENGAN ANATOMI PAYUDARA DI POSYANDU DESA WADUNG PAKISAJI KABUPATEN MALANG

BAB I PENDAHULUAN. ketika alat-alat kandungan kembali seperti keadaan sebelum hamil (Vivian, 2011).

HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU NIFAS TENTANG BENDUNGAN ASI DENGAN PRAKTIK PENCEGAHAN BENDUNGAN ASI (BREAST CARE) DI RB NUR HIKMAH KWARON GUBUG

GAMBARAN PENGETAHUAN IBU MENYUSUI TENTANG TEKNIK MENYUSUI YANG BENAR DI DESA CANDIROTO KECAMATAN KOTA KENDAL KABUPATEN KENDAL ABSTRAK

Volume 3 No. 1 Maret 2012 ISSN : SURVEI KELENGKAPAN IMUNISASI PADA BAYI UMUR 1-12 BULAN DI DESA PANCUR MAYONG JEPARA INTISARI

HUBUNGAN ANTARA TINGKAT PENGETAHUAN DAN STATUS PEKERJAAN IBU DENGAN PEMBERIAN ASI ESKLUSIF DI PUSKESMAS 7 ULU PALEMBANG TAHUN 2013

Nisa khoiriah INTISARI

PENGETAHUAN IBU MENYUSUI TENTANG TEKNIK MENYUSUI YANG BENAR DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TANON SRAGEN

Kata Kunci : Pengetahuan, Pemberian ASI, ASI Eksklusif.

HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU BALITA TENTANG ASI EKSKLUSIF TERHADAP PEMBERIAN PASI PADA BAYI USIA 0-6 BULAN DI BPS NY. DIYAH SIDOHARJO SRAGEN

HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU NIFAS DENGAN KEPATUHAN KUNJUNGAN MASA NIFAS DI BPM NY. SUBIYANAH, SST DESA PARENGAN KECAMATAN MADURANKABUPATEN LAMONGAN

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kejadian Diare Pada Balita di Kelurahan Jaya Mekar Wilayah Kerja Puskesmas Baros Kota Sukabumi

Hikmatul Khoiriyah Akademi Kebidanan Wira Buana ABSTRAK

Abstrak. Pengetahuan, Teknik Marmet, Pijat Oksitosin, Kombinasi Teknik Marmet dan Pijat Oksitosin, Kelancaran Pengeluaran ASI.

KARAKTERISTIK IBU MEYUSUI DALAM PEMBERIAN ASI. Danik Riawati Akademi Kebidanan Mamba ul Ulum Surakarta ABSTRAK

Volume 4 No. 1, Maret 2013 ISSN : HUBUNGAN PARITAS DENGAN KEJADIAN BERAT BADAN LAHIR RENDAH (BBLR) DI RSUD R.A KARTINI JEPARA INTISARI

HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU BERSALIN DENGAN PELAKSANAAN INISIASI MENYUSUI DINI DIKAMAR BERSALIN PUSKESMAS PUTRI AYU KOTA JAMBI TAHUN 2013

BAB I PENDAHULUAN. salah. Selain faktor teknis ini tentunya Air Susu Ibu juga dipengaruhi oleh asupan

KARAKTERISTIK MEMPENGARUHI KEGAGALAN IBU NIFAS DALAM PEMBERIAN COLOSTRUM PADA BAYI BARU LAHIR 0-3 HARI DI RB MULIA KASIH BOYOLALI

BAB I PENDAHULUAN. Masa nifas adalah masa dimulai sejak 1 jam setelah lahirnya plasenta

BAB 1 PENDAHULUAN. pada ibu primipara. Masalah-masalah menyusui yang sering terjadi adalah puting

Volume 4 No. 2, September 2013 ISSN :

HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP BIDAN DENGAN PELAKSANAAN ASUHAN PERSALINAN NORMAL (APN) DI RSUD CIDERES KABUPATEN MAJALENGKA TAHUN 2015.

HUBUNGAN PEMBERIAN MAKANAN PENDAMPING ASI (MP ASI) DINI DENGAN KEJADIAN KONSTIPASI PADA BAYI DIBAWAH UMUR 6 BULAN

BAB I PENDAHULUAN. bayinya, akibatnya bayi tidak mendapatkan ASI secara Eksklusif dan apabila

Jurnal Darul Azhar Vol 2, No.1 Agustus Januari 2017: 33-39

HUBUNGAN POLA NUTRISI PADA IBU NIFAS DENGAN KECUKUPAN ASI PADA BAYI DI DESA MEJASEM TIMUR KECAMATAN KRAMAT KABUPATEN TEGAL TAHUN 2013

ANALISIS KEJADIAN PAYUDARA BENGKAK PADA IBU NIFAS DI BIDAN PRAKTIK MANDIRI MALIAH PALEMBANG TAHUN 2016

HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN PENGELUARAN ASI PADA IBU POST PARTUM HARI KE-3 DI RSUD DR. SOEGIRI LAMONGAN

HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU TENTANG KB SUNTIK 3 BULAN DENGAN KEPATUHAN IBU MELAKUKAN KUNJUNGAN ULANG DI SIDOHARJO

HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU BERSALIN DENGAN INISIASI MENYUSU DINI DI BIDAN PRAKTEK SWASTA BENIS JAYANTO NGENTAK KUJON CEPER KLATEN. Wahyuningsih ABSTRAK

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PEMBERIAN KOLOSTRUM PADA BAYI BARU LAHIR

Jurnal Siklus Volume 6 No 1 Januari 2017

HUBUNGAN ANTARA MOTIVASI PADA IBU NIFAS UNTUK MENYUSUI BAYINYA DENGAN KEJADIAN BENDUNGAN ASI (Studi Di BPS Yuliana, Amd. Keb. Kabupaten Lamongan 2016)

HUBUNGAN TINGKAT PENDIDIKAN IBU PRIMIGRAVIDA DENGAN PEMBERIAN ASI PADA BAYI UMUR 6-12 BULAN DI BPM KUSNI SRI MAWARTI DESA TERONG II KEC.

HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU NIFAS TENTANG IUD DENGAN MINAT KB IUD DI DESA MOJODOYONG KEDAWUNG SRAGEN

ST NURRAHMAH, S.ST AKADEMI KEBIDANAN KONAWE. Jl. Letj.DII Panjaitan No.217, Unaaha, Konawe Sulawesi Tenggara. Telp/Fax (0408)

GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU TENTANG ASI EKSKLUSIF DI DESA BUTUH KECAMATAN TENGARAN KABUPATEN SEMARANG

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEGAGALAN IBU NIFAS DALAM PEMBERIAN COLOSTRUM PADA BAYI BARU LAHIR 0-3 HARI DI RUMAH BERSALIN MULIA KASIH BOYOLALI

HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU HAMIL DENGAN KUNJUNGAN K1 AKSES (KUNJUNGAN AWAL) DI PUSKESMAS PELAMBUAN

HUBUNGAN PIJAT OKSITOSIN TERHADAP KELANCARAN PRODUKSI ASI IBU POST PARTUM

HUBUNGAN PELAKSANAAN INISIASI MENYUSU DINI DENGAN PROSES PENGELUARAN PLASENTA PADA IBU BERSALIN DI RUMAH SAKIT IBU DAN ANAK BANDA ACEH

ASUHAN KEBIDANAN KOMPREHENSIF PADA NY. N P2002 HARI KE-3 DENGAN BENDUNGAN ASI DI PUSKESMAS LAMONGAN TAHUN Husnul Muthoharoh* RINGKASAN

Rina Harwati Wahyuningsih Akademi Kebidanan Giri Satria Husada Wonogiri ABSTRAK

Dinamika Kebidanan vol. 2 no.2. Agustus 2012

HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU TENTANG STIMULASI DENGAN PERKEMBANGAN ANAK USIA 0-24 BULAN DI DESA TRIGUNO KECAMATAN PUCAKWANGI KABUPATEN PATI

HUBUNGAN PENGETAHUAN DENGAN KETERAMPILAN PERAWATAN PAYUDARA PADA IBU NIFAS DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS JAMBON KECAMATAN JAMBON KABUPATEN PONOROGO

ABSTRAK. meninggal sebanyak 49 bayi dan 9 bayi diantaranya meninggal disebabkan karena diare. 2 Masa pertumbuhan buah hati

GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG ASI EKSKLUSIF PADA KELAS IBU HAMIL TAHUN 2013

Gambaran Pengetahuan Ibu Mengenai Buku Kesesehatan Ibu dan Anak (KIA) di Puskesmas Rancamanyar Baleendah Kabupaten Bandung

BAB III KERANGKA KONSEP. tujuan penelitian, maka hubungan antara variabel-variabel yang akan diteliti dapat

Hubungan Pengetahuan Inisiasi Menyusu Dini dengan Tehnik Bidan Dalam Pelaksanaan Inisiasi Menyusu Dini

KONSELING GIZI IBU HAMIL OLEH TENAGA KESEHATAN (BIDAN, PETUGAS GIZI) TERHADAP KEJADIAN ANEMIA DI PUSKESMAS JOGONALAN I

HUBUNGAN KARAKTERISTIK DAN PENGETAHUAN IBU TERHADAP PEMBERIAN ASI PADA IBU MENYUSUI DI DESA LOLONG KECAMATAN KARANGANYAR KABUPATEN PEKALONGAN

TINGKAT PENGETAHUAN TENTANG MENYUSUI DENGAN PELAKSANAAN TEKNIK MENYUSUI

Oleh : Aat Agustini ABSTRAK

Mahasiswa Akademi Kebidanan Abdi Husada Semarang 2

HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP DENGAN PERILAKU PEMERIKSAAN PAYUDARA SENDIRI (SADARI) PADA MAHASISWA AKBID TINGKAT I STIKes YPIB MAJALENGKA TAHUN 2014

HUBUNGAN ANTARA SIKAP BIDAN DAN DUKUNGAN KADER TERHADAP PERILAKU BIDAN DALAM PEMBERIAN VITAMIN A IBU NIFAS DI WILAYAH PUSKESMAS KABUPATEN KLATEN

PENGARUH INISIASI MENYUSU DINI TERHADAP WAKTU PENGELUARAN ASI PADA IBU POST PARTUM

PENGARUH PUTING SUSU LECET TERHADAP PENERAPAN ASI EKSKLUSIF DI PUSKESMAS KEBAKKRAMAT I KARANGANYAR

HUBUNGAN MOBILISASI DINI DENGAN RETENSIO URINE PADA IBU NIFAS DI RSUD DR. SOEKARDJO KOTA TASIKMALAYA

HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU DENGAN PRAKTIK IMUNISASI CAMPAK PADA BAYI USIA 9-12 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BOJONG II KABUPATEN PEKALONGAN


GAMBARAN KETIDAKBERHASILAN IBU DALAM PEMBERIAN ASI EKSLUSIF DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PEKAPURAN RAYA

HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN REMAJA TENTANG KEPUTIHAN DENGAN KEJADIAN KEPUTIHAN DI SMK NEGERI 3 KABUPATEN PURWOREJO. Asih Setyorini, Deni Pratma Sari

DEWI SUSANTI ( S)

PENGETAHUAN IBU TENTANG PERKEMBANGAN PSIKOSEKSUAL ANAK DENGAN JENIS APE YANG DIBERIKAN PADA ANAK USIA 1-12 BULAN. Ihda Mauliyah ABSTRAK

ABSTRAK. Kata kunci : Berat Badan Bayi, ASI Eksklusif, MP-ASI

HUBUNGAN PEMBERIAN ASI DENGAN KEJADIAN IKTERUS PADA BAYI BARU LAHIR 0-7 HARI DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH dr. ZAINOEL ABIDIN BANDA ACEH

Hubungan Pengetahuan dengan Sikap Ibu Hamil tentang Pemanfaatan Kelas Ibu Hamil di Desa Nagrak Kecamatan Cianjur Kabupaten Cianjur

Agus Byna 1, Laurensia Yunita 2, Indah Ratna Sari * *Korespondensi Penulis, Telepon : ,

PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TERHADAP PENGETAHUAN DAN KETERAMPILAN DALAM PERAWATAN PAYUDARA PADA IBU POST PARTUM DI RS Dr.

BAB 1 PENDAHULUAN. dalam pemberian ASI dari ibu ke bayi yang dilakukan dengan baik dan benar.

HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU HAMIL DENGAN KECEMASAN PROSES PERSALINAN DI BPM HJ. MARIA OLFAH, SST BANJARMASIN ABSTRAK

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Menyusui akan menjamin bayi tetap sehat dan memulai. kehidupannya dengan cara yang paling sehat.

HUBUNGAN PENDIDIKAN DAN PENGHASILAN IBU MENYUSUI DENGAN KETEPATAN WAKTU PEMBERIAN MAKANAN PENDAMPING ASI (MP ASI)

ANALISIS FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PEMBERIAN MAKANAN PENDAMPING ASI PADA BAYI USIA 6-12 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BINTUHAN KABUPATEN KAUR

HUBUNGAN MINAT IBU MENYUSUI DENGAN PERAWATAN PAYUDARA DI RS PKU MUHAMMADIYAH KOTAGEDE

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PENGISIAN PARTOGRAF SECARA LENGKAP OLEH BIDAN PRAKTEK MANDIRI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS LUBUK BUAYA PADANG

HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN IBU NIFAS DENGAN SIKAP DALAM MELAKUKAN PERAWATAN PAYUDARA DI RUMAH SAKIT KARTIKA HUSADA KABUPATEN KUBU RAYA TAHUN 2017

FAKTOR DETERMINAN RENDAHNYA PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF

HUBUNGAN TEHNIK MENYUSUI DENGAN KELANCARAN ASI PADA IBU MENYUSUI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BLANG BINTANG ACEH BESAR JURNAL

HUBUNGAN ANTARA PERAN IBU BALITA DALAM PEMBERIAN MAKANAN BERGIZI DENGAN STATUS GIZI PADA BALITA. Kata Kunci: Peran, ibu balita, gizi, status gizi.

Transkripsi:

HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU NIFAS TENTANG PERAWATAN PAYUDARA DENGAN KEJADIAN PUTING SUSU TENGGELAM DI BPM NY. SRI HANDAYANI DESA WELAHAN JEPARA Yayuk Norazizah 1, dan Luluk Hidayah 2 INTISARI Menurut Survei Demografi Kesehatan Indonesia (SDKI) dari 1997 hingga 2002, jumlah bayi usia enam bulan yang mendapatkan ASI eksklusif menurun dari 7,9% menjadi 7,8%.Sementara itu, hasil SDKI 2007 menunjukkan penurunan jumlah bayi yang mendapatkan ASI eksklusif hingga 7,2%. Pada saat yang sama, jumlah bayi di bawah enam bulan yang diberi susu formula meningkat dari 16,7% pada 2002 menjadi 27,9% pada 2007. Selama menyusui ada kalanya timbul masalah yang dialami oleh seorang ibu. Masalah ini dapat menganggu keberhasilan dalam menyusui. Perawatan yang dilakukan terhadap payudara bertujuan untuk melancarjan sirkulasi darah dan mencegah tersumbatnya saluran susu sehingga memperlancar pengeluran ASI. Tujuan peneliti ini adalah untuk mengetahui tingkat pengetahuan ibu nifas tentang perawatan payudara dengan kejadian puting susu tenggelam di BPM Ny Sri Handayani P Desa Welahan Jepara. Jenis penelitian ini adalah analitik korelasi dengan pendekatan cros sectional metode pengumpulan data menggunakan lembar kuesioner dan lembar observasi. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah Total Sampling atau semua ibu nifas. Hasil penelitian menunjukkan bahwah dari 16 responden (43,2%) yang mengalami puting susu tenggelam mayoritas berpengetahuan kurang sebanyak 10 responden (83,3%). Dari 21 responden (56,8%) mayoritas ibu nifas yang tidak mengalami puting susu tenggelam yang berpengetahuan cukup 11 responden (68,8%).Sedangkan hasil uji Chi-Square didapatkan nilai p value 0.002. yang berarti terdapat hubungan secara signifikan antara tingkat pengetahuan ibu dengan kejadian puting susu tenggelam dengan nilai koefisien kontingensinya 0,504 yang berarti sedang. Di harapkan petugas kesehatan lebih menigkatkan dalam memberikan pendidikan kesehatan tentang perawatan payudara dimulai sejak kehamilan untuk meminimalisir masalah masalah dalam menyusui. Kaca kunci : Tingkat Pengetahuan tentang perawatan payudara, kejadian puting susu tenggelam PENDAHULUAN Masa nifas (puerperium) adalah dimulai plasenta lahir dan berakhir ketika alat alat kandungan kembali seperti keadaan sebelum hamil. Masa nifas berlangsung selama kira kira 6 minggu atau 42 hari, kandungan pada keadaan yang normal (Ambrawati dan wulandari, 2009; h, 1). Menyusui bayi adalah salah satu ekspresi cinta seorang ibu, tetapi banyak kesulitan yang dialami seorang ibu dalam pelaksanaannya. Kesulitan yang terjadi antara lain puting datar atau terbenam, puting lecet, payudara bengkak, saluran susu tersumbat, mastitis dan abses pada payudara. Masalah payudara yang sering terjadi pada masa nifas sebenarnya dapat dicegah HIKMAH 11

dengan dilakukannya perawatan payudara sebelum dan setelah melahirkan. (Anggraini, 2010; h, 27-29). Perawatan yang dilakukan terhadap payudara bertujuan untuk melancarkan sirkulasi darah dan mencegah tersumbatnya saluran susu sehingga memperlancar pengeluaran ASI. Pelaksanaan perawatan payudara hendaknya dimulai sedini mungkin yaitu 1-2 hari setelah bayi dilahirkan dan dilakukan dua kali sehari. Perawatan payudara yang dilakukan meliputi pengurutan payudara, pengosongan payudara, pengompresan payudara dan perawatan puting susu. Selama menyusui ada kalanya timbul masalah yang dialami oleh seorang ibu. Masalah ini dapat mengganggu keberhasilan dalam menyusui. Padahal makanan bagi bayi baru lahir sangat tergantung kepada ibunya, karena makanan yang terbaik untuk bayi adalah ASI ( Sulistyawati, 2009; h, 42 ). Pemberian air susu ibu (ASI) secara eksklusif dapat menyelamatkan lebih dari 30 ribu balita di Indonesia. Dalam pekan ASI yang dimulai 1 Agustus lalu hingga 7 Agustus, Badan PBB Bidang Anak, UNICEF, bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Klaten mendukung kampanye pemberian ASI eksklusif selama 1 enam bulan. Dalam siaran pers yang dikirim UNICEF, jumlah bayi di Indonesia yang mendapatkan ASI eksklusif terus menurun. Menurut Survei Demografi Kesehatan Indonesia (SDKI) dari 1997 hingga 2002, jumlah bayi usia enam bulan yang mendapatkan ASI eksklusif menurun dari 7,9% menjadi 7,8%.Sementara itu, hasil SDKI 2007 menunjukkan penurunan jumlah bayi yang mendapatkan ASI eksklusif hingga 7,2%. Pada saat yang sama, jumlah bayi di bawah enam bulan yang diberi susu formula meningkat dari 16,7% pada 2002 menjadi 27,9% pada 2007. UNICEF menyimpulkan, cakupan ASI eksklusif enam bulan di Indonesia masih jauh dari rata-rata dunia, yaitu 38%. Dengan situasi seperti itu, I Made Sutama, Kepala Kantor UNICEF perwakilan Jawa Tengah, mengimbau pemerintah daerah segera melaksanakan peraturan daerah tentang ASI eksklusif. Pemerintah daerah juga harus punya kewajiban menyediakan tempat atau bilik menyusui di tempat kerja dan fasilitas kesehatan. Di samping itu, aparat daerah harus bisa memastikan bahwa peraturan itu tidak memberi peluang bagi munculnya pelanggaran, terutama pemasaran susu formula, tegas Sutama, dalam pekan ASI eksklusif di Klaten, beberapa waktu lalu.pemberian ASI eksklusif sudah seharusnya menjadi prioritas di Indonesia. Apalagi banyaknya kasus gizi buruk yang terjadi di berbagai daerah, terutama yang menimpa anak-anak di bawah umur dua tahun. Sutama mengharapkan para ibu berhak mendapatkan dukungan dari keluarga, lingkungan, masyarakat, dan legislasi untuk meningkatkan lamanya menyusui secara efektif (Media Indonesia, 2008). Ada beberapa masalah dalam pemberian ASI yang terjadi seperti Puting susu nyeri umumnya ibu akan merasa nyeri pada waktu awal menyusui. Perasaan sakit ini akan berkurang setelah ASI keluar bila posisi mulut bayi dan puting susu ibu benar, perasaan nyeri akan segera hilang. Sebaliknya, puting susu nyeri bila tidak di tangani dengan benar akan menjadi lecet. Pada puting susu lecet menyusui akan menyakitkan dan kadang kadang akan mengeluarkan darah. Payudara sering terasa penuh dan nyeri akibat dari bertambahnya aliran darah ke payudara bersamaan dengan ASI mulai di produksi dalam jumlah banyak yang mengankibatkan payudara bengkak, payudara bengkak sendiri biasanya terjadi hari hari pertama (sekitar 2 4 jam). (Ambarwati, 2009 ; h,45-450). Payudara bengkak yang tidak di susu secara adekuat akhirnya terjadi mastitis. (Soetjiningsih, 1997 ; h, 105) Mastitis merupakan radang pada payudara, payudara menjadi HIKMAH 12

merah, bengkak kadangkala diikuti rasa nyeri dan panas, suhu tubuh meningkat. (Ambarwati, 2009 ; h, 49). Masalah dalam pemberian ASI lainnya misalnya kelainan anatomis pada puting (Putting tenggelam), Pada puting yang mengami kelainan dapat di atasi dengan perawatan payudara dan prasat Hoffaman secara teratur. Jika hanya salah satu puting yang tenggelam maka masih dapat menyusui di puting yang lain, jika puting masih di atasi maka untuk mengeluarkan ASI dapat di lakukan dengan tangan/pompa kemudian dapat diberikan dengan sendok/pipet. Hoffaman secara teratur. Jika hanya salah satu puting yang tenggelam maka masih dapat menyusui di puting yang lain, jika puting masih di atasi maka untuk mengeluarkan ASI dapat di lakukan dengan tangan/pompa kemudian dapat diberikan dengan sendok/pipet. (Anggraini, 2010 ; h, 29). Studi pendahuluan dilakukan pada tanggal 25 maret 2012. Tabel 1.1 jumlah ibu nifas di BPM Ny. S Desa Welahan Jepara. Jumlah ibu nifas Bulan Jumlah ibu nifas Masalah pada ibu nifas Puting Puting susu susu tenggelam lecet Abses payudara Bendungan ASI mastitis Januari 35 10 25 0 0 0 Februari 30 15 10 0 2 3 Maret 35 25 10 0 0 0 Sumber : Data di BPM Ny. S Desa Welahan Jepara Berdasarkan masalah yang terjadi pada ibu nifas dalam memberikan ASI yaitu kejadian puting susu tenggelam pada bulan Januari maret 2012 sebanyak 50 ibu nifas. studi pendahuluan yang dilakukan di Pukesmas Welahan Jepara di dapatkan ibu nifas yang mengalami Puting Susu Tenggelam pada bulan Januari Maret 2012 sebanyak 70 ibu nifas. Oleh karena itu peneliti tertarik melakukan penelitian tentang Hubungan Tingkat Pengetahuan Ibu Nifas Tentang Perawatan Payudara dengan Kejadian Puting tenggelam Di BPM Ny. S Desa Welahan Jepara. METODE PENELITIAN Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian analitik korelasi dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini menggunakan total sampling. Data yang digunakan pada penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Analisis univariat dan analisis bivariat dengan menggunakan uji Chi-square HASIL PENELITIAN 1. Analisa Univariat a. Tingkat pengetahuan ibu nifas tentang perawatan payudara Tabel 1 Distribusi frekuensi tingkat pengetahuan ibu nifas tentang perawatan payudara di BPM Ny. Sri Handayani Desa Welahan Jepara periode April 2012. Pengetahuan Frekuensi Prosentase % Kurang 12 32,4 Cukup 16 43,2 Baik 9 24,3 Total 37 100,00 HIKMAH 13

b. Kejadian puting tenggelam Tabel 2 Distribusi frekuensi kejadian puting tenggelam di BPM Ny. Sri Handayani di Desa Welahan Jepara. periode April 2012. Kejadian Puting Frekuensi Prosentase % Tenggelam Mengalami 16 43.2 Tidak 21 56.8 Mengalami Total 37 100.00 2. Analisa Bivariat Tabel 3 Tingkat Pengetahuan Ibu Nifas Tentang Perawatan payudara dengan kejadian puting tenggelam di BPM Ny. Sri Handayani Desa Welahan Jepara periode April 2012. No Pengetahuan Frekuensi Mengalami Tidak mengalami Jumlah 1 Kurang 10 (83,3%) 2 (16,7%) 12 (100,0%) 2 Cukup 5 (31,2%) 11 (68,8%) 16 (100,0%) 3 Baik 1 (11,1%) 8 r( 88,9a%) 9 ( 100,0%) Total 16 (43,2%) 21 (56,8%) 37 (100,0%) Berdasarkan Hasil Penelitian Yang Telah Diuraikan Akan Dilakukan Pembahasan Lebih Lanjut. Penelitian Dengan Judul Hubungan Tingkat Pengetahuan Ibu Niafas Tentang Perawatan Payudara Dengan Kejadian Puting Susu Tenggelam Di Bpm Ny. Sri Handayani Desa Welahan Jepara Yang Dilakukan Bulan Februari 2013 Dengan Cara Membagikan Kuesioner Langsung Kepada Responden Sejumlah 37 Responden. Analisis univariat dan analisis bivariat dengan menggunakan uji Chi-square. BAHASAN 1. Tingkat pengetahuan ibu nifas tentang perawatan payudara Dari hasil penelitian ini didapatkan bahwa mayoritas ibu pengetahuan cukup sebanyak 16 responden (43,2%). Ini dikarenakan sebagian besar responden kurang mendapatkan informasi mereka hanya mengetahui dari pengalaman pengalaman yang diperoleh dari budaya setempat. Meskipun demikian masih terdapat responden yang berpengetahuan kurang yaitu 12 responden (32,4%). Untuk itu perlu diupayakan petugas kesehatan khususnya bidan dapat meningkatkan pengetahuan ibu tentang perawatan payudara yang benar agar masalah masalah dalam menyusui seperti puting susu tenggelam sehingga ibu bisa menyusui dengan efektif. HIKMAH 14

2. Kejadian tentang puting susu tenggelam Dari hasil penelitian didapatkan yang tidak mengalami puting susu tenggelam sebanyak 21 responden (56.8%) dan yang mengalami puting susu tenggelam sebanyak 16 responden (43.2%). 3. Hubungan tingkat pengetahuan ibu nifas tentang perawatan payudara dengan kejadian puting susu tenggelam. Berdasarkan analisis uji Chi-square (X 2 ). Yang mana uji Chi-Square (χ 2 ) diperoleh ρ value = 0,002 dengan taraf signifikan 5%, α=0,05 sehingga ρ value < α maka Ha diterima dan Ho di tolak berarti ada hubungan tingkat pengetahuan ibu nifas tentang perawatan payudara dengan kejadian puting susu tenggelam di BPM Ny. Sri Handayani Desa Welahan Jepara. dengan keeratan hubungan sedang karena koefisien kontingensinya 0,504. KESIMPULAN 1. Mayoritas ibu nifas pengetahuan tentang perawatan payudara yang berpengetahuan cukup sebanyak 16 responden (43,2%). Dan yang berpengetahuan kurang sebanyak 12 responden (32,4%). Dan yang berpengetahuan baik sebanyak 9 responden (24,3%). 2. Mayoritas ibu nifas yang mengalami puting susu tenggelam sebanyak 16 responden (43.2%). Dan yang tidak mengalami puting susu tenggelam sebanyak 21 responden (56.8 %). 3. Hasil uji statistik yang dilakukan menggunakan uji Chi-square (X 2 ). Yang mana uji Chi- Square (χ 2 ) terdapat expected count < 5 pada 1cell (16,7 %) sel. Nilai hasil uji Chi-Square diperoleh ρ value = 0,002 dengan taraf signifikan 5%, α=0,05 sehingga ρ value < α maka Ha diterima dan Ho di tolak berarti ada hubungan tingkat pengetahuan ibu nifas tentang perawatan payudara dengan kejadian puting susu tenggelam di BPM Ny. Sri Handayani Desa Welahan Jepara. dengan keeratan hubungan sedang karena koefisien kontingensinya 0,504 SARAN Bagi masyarakat/bagi resonden meningkatkan kesadaran tentang pentingnya perawatan payudara yang dimulai sejak hamil dan saat nifas sehingga bisa meningkatkan kesehatan ibu nifas serta bayi. Bagi Institusi karya tulis ilmiah ini diharapkan dapat menjadi referensi dan tolak ukur keefektifan dan keberhasilan suatu penyampaian materi pembelajaran tentang perawatan payudara dengan kejadian putting susu tenggelam dan dapat dimanfaatkan sebagai refeensi penelitian kebidanan berikutnya terutama tentang nifas, dan diharapkan sebagai tambahan pengetahuan bagi mahasiswa jurusan kebidanan. Bagi peneliti diharapkan dapat memberikan manfaat hal-hal yang telah diteliti sehingga digunakan sebagai referensi untuk penelitian selanjutnya mengenai puting susu tenggelam dengan jumlah sempel yang lebih banyak bagi peneliti lainnya. Bagi bagi tenaga kesehatan memberikan pendidikan kesehatan atau penyuluhan mengenai perawatan payudara pada masa nifas agar bisa memberikan ASI secara Eksklusif dengan cara mengkonsumsi makanan yang sehat, perawatan payudara. DAFTAR PUSTAKA Ambarwati E.R. Asuhan Kebidanan Nifas. Jogjakarta : MITRA CENDIKIA Press ; 2009. Ambarwati dan Wulandari. Asuhan Kebidanan Nifas. Yogjakarta : Nuha Medika ; 2010. Anggraini Yetti, Asuhan Kebidanan Masa Nifas, Yogjakarta ; Pustaka Rihana; 2010,h,29. Anonimus. Survey Demografi Kesehatan Indonesia. Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Departemen Kesehatan RI. 2007 HIKMAH 15

Arikunto, Suharsimi, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik Jakarta. Rineka Cipta. 2010, h, 194. Dahlan MS. Statistik untuk Kedokteran dan Kesehatan. Jakarta : Salemba Medika; 2004.h.17-18 Depkes RI. Asuhan Persalinan Normal. Jakarta : JNPK KR ; 2008. Dewi V, N, L dan Sunarsih Trri. Asuhan Kebidanan Ibu Nifas, Jakarta; Salemba Medika; 2011, h, 29-30,38-9, 71-7. Hidayat, A. Azis Alimul. Metode Penelitian Kebidanan Dan Teknik Analisis Data. Jakarta : Salemba Medika; 2009, h, 87, 93 5, 121 2, 104. Notoatmodjo, Soekidjo. Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta : Rineka cipta; 2010; h, 110, 145, 182-3. Pendidikan dan Perilaku Kesehatan. Jakarta : Rineka Cipta; 2003, h, 121 Nursalam. Konsep dan Penerapan Metodologi Penelitian Keperawatan. Jakarta : Salemba Medika; 2003. Riwidikdo, Handoko. Statistik Kesehatan. Jogjakarta: Mitra Cendikia 2010; h, 12. Saryono, Perawatan Payudara. Yogyakarta: Mitra Cendekia. 2009. h.1 Sugiono. Statistika Untuk Penelitian. Bandung : Alfabeta ; 2007; h, 2, 61, 68, 107, 231, 356, 365. Sujiyatini; Nurjanah dan Ana Kurniati, Asuhan Ibu Nifas. Yogyakarta: Cyrillus Publisher. 2010.h.47 Sulistyawati, Ari. Asuhan Kebidanan pada Ibu Nifas. Yogyakarta : Andi Offset.2009.h.24-5 Sulistyaningsih. Metodologi Penelitian Kebidanan Kuantitatif Kualitatif : Graha Ilmu ;2011,h, 123 Wawan dan Dewi. Teori dan Pengukuran Pengetahuan Sikap dan Perilaku Manusia. Yogjakarta ; Nuha Medika. 2011;h, 18 Widiawaty, Nanik. Hubungan Tingkat Pendidikan Formal dengan Tingkat Pengetahuan Wanita tentang Perawatan Payudara. http;//digilib.uns.ac.id/pengguna.php. (Diakses: tanggal 28 April 2012) HIKMAH 16