RANCANGAN KESIMPULAN/KEPUTUSAN

dokumen-dokumen yang mirip
RANCANGAN KESIMPULAN/KEPUTUSAN

RANCANGAN KESIMPULAN/KEPUTUSAN

LAPORAN SINGKAT RAPAT DENGAR PENDAPAT KOMISI III DPR RI DENGAN SEKRETARIS MAHKAMAH AGUNG RI DAN SEKJEN KOMISI YUDISIAL

RANCANGAN KESIMPULAN/KEPUTUSAN

(BIDANG HUKUM, HAM DAN KEAMANAN)

RANCANGAN KESIMPULAN/KEPUTUSAN

RANCANGAN KESIMPULAN/KEPUTUSAN

RANCANGAN KESIMPULAN/KEPUTUSAN

LAPORAN SINGKAT RAPAT DENGAR PENDAPAT KOMISI III DPR RI DENGAN SEKJEN MPR RI, SEKJEN DPD RI DAN SEKRETARIS MAHKAMAH AGUNG RI

RANCANGAN KESIMPULAN/KEPUTUSAN

RANCANGAN KESIMPULAN/KEPUTUSAN

RANCANGAN KESIMPULAN/KEPUTUSAN

DEWAN PERWAKILAN RAKYAT REPUBLIK INDONESI ---- RANCANGAN

RANCANGAN. Tahun Sidang : Masa Persidangan : III Rapat ke :

(BIDANG HUKUM, PERUNDANG-UNDANGAN, HAM DAN KEAMANAN)

LAPORAN SINGKAT RAPAT KERJA KOMISI III DPR RI DENGAN MENTERI HUKUM DAN HAM RI

LAPORAN SINGKAT KOMISI VIII DPR RI

RANCANGAN KESIMPULAN/KEPUTUSAN

TERBATAS (Untuk Kalangan Sendiri)

LAPORAN SINGKAT KOMISI VIII DPR RI

FORMULIR 1. PENJELASAN UMUM RENCANA KERJA KEMENTRIAN/LEMBAGA (RENJA-KL) TAHUN ANGGARAN Kementrian/Lembaga : KOMISI YUDISIAL RI

: Hj. Ledia Hanifa Amaliah, S.Si.,M.Psi.T. : Hadir 40 Anggota, Izin 8 Anggota dari 45 Anggota Komisi VIII DPR RI

RANCANGAN KESIMPULAN/KEPUTUSAN

RAPAT DENGAR PENDAPAT BADAN PERTANAHAN NASIONAL RI DENGAN KOMISI II DEWAN PERWAKILAN RAKYAT RI. Kamis, 8 Maret 2012

LAPORAN SINGKAT KOMISI XI DPR RI

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 18 TAHUN 2011 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 22 TAHUN 2004 TENTANG KOMISI YUDISIAL

LAPORAN SINGKAT KOMISI VIII DPR-RI

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 18 TAHUN 2011 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 22 TAHUN 2004 TENTANG KOMISI YUDISIAL

LAPORAN SINGKAT RAPAT DENGAR PENDAPAT KOMISI II DPR RI

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 18 TAHUN 2011 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 22 TAHUN 2004 TENTANG KOMISI YUDISIAL

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 18 TAHUN 2011 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 22 TAHUN 2004 TENTANG KOMISI YUDISIAL

LAPORAN SINGKAT KOMISI I DPR RI

SURAT PENGESAHAN DAFTAR ISIAN PELAKSANAAN ANGGARAN (SP-DIPA) INDUK TAHUN ANGGARAN 2017 NOMOR : SP DIPA /2017

LAPORAN SINGKAT KOMISI II DPR RI

RANCANGAN KESIMPULAN/KEPUTUSAN

SURAT PENGESAHAN DAFTAR ISIAN PELAKSANAAN ANGGARAN PETIKAN TAHUN ANGGARAN 2017 NOMOR : SP DIPA /2017

RANCANGAN KESIMPULAN/KEPUTUSAN

SURAT PENGESAHAN DAFTAR ISIAN PELAKSANAAN ANGGARAN PETIKAN TAHUN ANGGARAN 2017 NOMOR : SP DIPA /2017

SURAT PENGESAHAN DAFTAR ISIAN PELAKSANAAN ANGGARAN PETIKAN TAHUN ANGGARAN 2017 NOMOR : SP DIPA /2017

SURAT PENGESAHAN DAFTAR ISIAN PELAKSANAAN ANGGARAN PETIKAN TAHUN ANGGARAN 2017 NOMOR : SP DIPA /2017

RANCANGAN KESIMPULAN/KEPUTUSAN

Tugas dan Wewenang serta Dasar Hukum Lembaga Negara

LAPORAN SINGKAT KOMISI VIII DPR RI

RANCANGAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR...TAHUN... TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 22 TAHUN 2004 TENTANG KOMISI YUDISIAL

Revisi ke 03 Tanggal : 04 Januari 2017

SURAT PENGESAHAN DAFTAR ISIAN PELAKSANAAN ANGGARAN PETIKAN TAHUN ANGGARAN 2017 NOMOR : SP DIPA /2017

DOKUMEN KESEPAKATAN PERTEMUAN TIGA PIHAK

Oleh: Kepala Biro Perencanaan dan Organisasi Badan Urusan Administrasi Mahkamah Agung RI

Tahun Sidang : Masa Persidangan : III Rapat ke :

PEMERINTAH KOTA SALATIGA DAFTAR INFORMASI PUBLIK RINGKASAN KEUANGAN RSUD KOTA SALATIGA TAHUN 2017

Revisi ke 01 Tanggal : 28 Juli 2017

LAPORAN SINGKAT KOMISI XI DPR RI

SURAT PENGESAHAN DAFTAR ISIAN PELAKSANAAN ANGGARAN PETIKAN TAHUN ANGGARAN 2017 NOMOR : SP DIPA /2017

SURAT PENGESAHAN DAFTAR ISIAN PELAKSANAAN ANGGARAN (SP-DIPA) INDUK TAHUN ANGGARAN 2016 NOMOR : SP DIPA /2016

SURAT PENGESAHAN DAFTAR ISIAN PELAKSANAAN ANGGARAN PETIKAN TAHUN ANGGARAN 2017 NOMOR : SP DIPA /2017

2017, No Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2016 tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran 2017 (Lembaran Negara Republik Indon

1. Mengadili pada tingkat pertama dan terakhir yang putusannya bersifat final.

SURAT PENGESAHAN DAFTAR ISIAN PELAKSANAAN ANGGARAN PETIKAN TAHUN ANGGARAN 2017 NOMOR : SP DIPA /2017. Terlampir

SURAT PENGESAHAN DAFTAR ISIAN PELAKSANAAN ANGGARAN (SP-DIPA) INDUK TAHUN ANGGARAN 2018 NOMOR : SP DIPA /2018

Revisi ke 03 Tanggal : 13 Oktober 2017

Transkripsi:

RANCANGAN LAPORAN SINGKAT RAPAT DENGAR PENDAPAT KOMISI III DPR RI DENGAN SEKJEN MAHKAMAH KONSTITUSI, SEKRETARIS MAHKAMAH AGUNG DAN SEKJEN KOMISI YUDISIAL --------------------------------------------------- (BIDANG HUKUM, HAM DAN KEAMANAN) Tahun Sidang : 2015-2016 Masa Persidangan : I Rapat ke : Sifat : Terbuka Jenis Rapat : RDP Komisi III DPR RI Hari/tanggal : Rabu, 16 September 2015 Waktu : Pukul 11.03 s.d. 13.45 WIB Tempat : Ruang Rapat Komisi III DPR RI Acara : Pembahasan RKA KL Tahun 2016 dan pembahasan usulan program-program yang akan didanai oleh DAK berdasarkan kriteria dari Komisi. I. PENDAHULUAN KESIMPULAN/KEPUTUSAN Rapat Dengar Pendapat Komisi III DPR RI dibuka pukul 11.03 WIB oleh Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Trimedya Panjaitan, SH.MH dengan agenda rapat sebagaimana tersebut diatas. II. POKOK-POKOK PEMBICARAAN 1. Pembahasan RKA KL Tahun 2016 dan pembahasan usulan program-program yang akan didanai oleh DAK berdasarkan kriteria dari Komisi, Sekretaris Mahkamah Agung menyampaikan hal-hal, sebagai berikut : Sesuai dengan Surat Menteri Keuangan RI Nomor S-505/MK.02/2015 tanggal 07 Juli 2015 tentang Pagu Anggaran Kementerian Negara/Lembaga dan Penyelesaian Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Negara/Lembaga Tahun Anggaran 2016, Mahkamah Agung mendapat alokasi pagu anggaran sebesar Rp.8.964.879.492.000,- (delapan triliun sembilan ratus enam puluh empat miliar delapan ratus tujuh puluh sembilan juta empat ratus sembilan puluh dua ribu rupiah). 1

Rincian Alokasi Pagu Anggaran Per Program Adalah Sebagai Berikut: No Program Pagu Anggaran 2016 (Rp) 1. Program Dukungan Manajemen dan 7.371.445.992.000 Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya 2. Program Peningkatan Sarana dan Prasarana 1.100.000.000.000 Aparatur Mahkamah Agung 3. Program Penyelesaian Perkara Mahkamah 162.270.100.000 Agung 4. Pogram Peningkatan Manajemen Peradilan 121.141.000.000 Umum 5. Program Peningkatan Manajemen Peradilan 67.956.600.000 Agama 6. Program Peningkatan Manajemen Peradilan 21.831.000.000 Militer dan TUN 7. Program Pendidikan dan Pelatihan Aparatur Mahkamah Agung 97.834.800.000 8. Program Pengawasan dan Peningkatan 31.400.000.000 Akuntabilitas Aparatur Mahkamah Agung RI Jumlah 8.964.879.492.000 Rincian Alokasi Pagu Anggaran Per Jenis Belanja: No Jenis Belanja Alokasi 2016 1. Belanja Pegawai 6.772.219.777.000 2. Belanja Barang operasional 606.182.156.000 3. Belanja Barang Non Operasional 486.477.559.000 4. Belanja Modal 1.100.000.000.000 Jumlah 8.964.879.492.000 Mahkamah Agung mengusulkan Tambahan Anggaran TA 2016 Dengan kondisi saat ini ada beberapa hal yang sangat perlu untuk segera mendapat perhatian terkait pemenuhan, pengadaan, perbaikan dan pembangunan sarana dan prasarana peradilan, maka Mahkamah Agung memerlukan tambahan alokasi dana Tahun Anggaran 2016 sebesar Rp.1.013.586.100.000,- (Satu trilyun tiga belas milyar lima ratus delapan puluh enam juta seratus ribu rupiah) diharapkan agar dapat lebih meningkatkan pelayanan yang lebih baik terhadap masyarakat pencari keadilan. Rincian Usulan Tambahan Ta 2016 No. Uraian Jumlah 1. Belanja Keperluan Pendidikan dan Pelatihan 20.600.000.000 750 Calon Hakim 2

2. Belanja operasional perkantoran satker 4 lingkungan peradilan 3. Belanja non operasional penerapan sistem kamar berbasis Informasi Teknologi 3. Belanja non operasional penguatan bisnis proses percepatan penyelesaian perkara bebasis Informasi Teknologi (SIADPA) 4. Belanja non operasional penguatan bisnis proses percepatan penyelesaian perkara bebasis Informasi Teknologi (SIADTUN/SIADMIL) 5. Belanja Modal untuk sarana dan prasarana gedung kantor pengadilan 180.900.000.000 2.504.000.000 5.922.100.000 3.660.000.000 813.000.000.000 Jumlah 1.013.586.100.000 Pada awal Januari 2012 diangkat menjadi Sekretaris Mahkamah Agung, pada saat diangkat jumlah SDM sangat besar, serta mengelola budget triliunan rupiah, juga mengelola infrastruktur yang sangat sulit dan berpencar hingga kepelosok-pelosok, Permasalahan lainnya adalah penggabungan panitera sekretaris, temuantemuan BPK yang tidak sedikit dengan berbagai rekomendasi, serta penyerapan anggaran yang masih dinilai rendah, demikian kondisi carut marutnya Mahkamah Agung. Terkait dengan Pengadilan Agama di Tasikmalaya masih berbentuk rumah, dan untuk pembangunan gedung yang layak sudah dianggarkan tahun 2015 serta finalisasi tahun 2016. Memang lokasi pengadilan dekat pasar sehingga aroma yang kurang enak, sehingga nantinya akan difikirkan untuk realokasi gedung. Bahwa rumah dinas hakim di Banjarmasin yang kurang layak serta di beberapa daerah lainnya, dimana rumah jabatan hakim yang kondisi 150 rumah rusak berat, sehingga perlu 50% lagi rumah yang harus dibangun agar sesuai dengan jumlah hakim. Akibat keterbatasan dana maka lebih prioritas kepada pembangunan gedung-gedung pengadilan. Badiklat yang membutuhkan anggaran perluasan kelas, dimana kelas yang tersedia belum mampu menampung seluruh peserta didik. Demikian juga 750 calon hakim yang masih belum ada kesepakatan dengan Komisi Yudisial. Namun kebutuhan hakim sudah sangat penting segera terpenuhi. Pada prinsipnya Menpan dan Menkeu sudah menyetujui rekruitmen hakim baru sebanyak 750 orang. Penyerapan anggaran dari tahun ke tahun menunjukan perkembangan, dan Mahkamah Agung menjadi urutan ke-3 setelah Kemensos dan Kepolisian. Terkait upaya Mahkamah Agung dalam penetapan gaji hakim sebagai pejabat negara sebenarnya tidak mengenal pangkat dan golongan, namun di pengadilan masih ada kelas pengadilan dan hakimnya ditentukan oleh jabatan dan goloingan ASN, demikian juga dengan fasilitas hakim sebagai 3

pejabat negara yang akan menyedot anggaran negara yang sedemikian besar. Budget IT yang rata-rata hanya 5 milyar namun sudah dapat berintegrasi dengan lembaga-lembaga lain dengan baik. Sehingga dibutuhkan anggaran IT untuk mempercepat administrasi. Untuk prioritas anggaran sesuai usulan Bappenas agar lebih mengutamakan penyelsaian gedung baru rumah jabatan. 2. Beberapa hal yang disampaikan oleh Sekretaris Jenderal Komisi Yudisial, diantaranya adalah sebagai berikut : Berdasarkan hasil pertemuan tiga pihak (trilateral meeting) tanggal 29 April 2015 antara Komisi Yudisial, Kementerian PPN/Bappenas, dan Kementerian Keuangan, disepakati adanya penggabungan program 100.01 Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya Komisi Yudisial dengan progam 100.02 Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur Komisi Yudisial, sehingga pada tahun 2016 Komisi Yudisial mempunyai 2 (dua) program dengan rincian sebagai berikut. KOMISI YUDISIAL 148.874.879.000 01 FUNGSI PELAYANAN UMUM 100.01 Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya Komisi Yudisial 02 FUNGSI KEAMANAN DAN KETERTIBAN UMUM 100.06 Program Rekrutmen, Peningkatan Kapasitas, Advokasi, Pengawasan Perilaku Hakim Agung dan Hakim 95.438.879.000 53.436.000.000 Melalui dua program besar tersebut yang dijabarkan dalam kegiatan dan output serta alokasi anggaran, sebagai berikut : Program/ Kegiatan/ Output Pagu Anggaran Program Dukungan Manajamen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya Komisi Yudisial 95.438.879.000 Penyelenggaraan dan Pengelolaan Penghubung, Kegiatan Kerjasama, Keuangan, Perlengkapan Rumah Tangga, Tata Usaha dan Pengembangan 68.948.879.000 SDM Penyelenggaraan Pelayanan Informasi Kepada Publik 12.450.000.000 Penyelenggaraan Perencanaan, Hukum dan Kepatuhan Internal 14.040.000.000 4

Program Rekrutmen, Peningkatan Kapasitas, Advokasi, Pengawasan Perilaku Hakim Agung dan Hakim Penyelenggaraan Investigasi Hakim dan Calon Hakim Pelayanan atas Penanganan Laporan Dugaan Pelanggaran Kode Etik dan Pedoman Perilaku Hakim Seleksi Hakim Agung, Hakim Adhoc di MA, Seleksi Pengangkatan Hakim, Advokasi dan Peningkatan Kapasitas Hakim 53.436.000.000 9.498.400.000 19.587.600.000 24.350.000.000 148.874.879.000 Kegiatan Prioritas Lainnya Tahun 2016 adalah, sebagai berikut: 1. Program Peningkatan Integritas Hakim (PPIH) 2. Program Implementasi Cetak Biru Teknologi Informasi 3. Program Peningkatan Kapasitas Penghubung 4. Pengukuran Indeks Persepsi Masyarakat (IPM) dan Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) 5. Reorganisasi 6. Pengadaan unit peralatan investigasi Terkait dengan rencana unit investigasi merupakan kendaraan dan alat rekam, dan tidak melakukan pengadaan alat sadap. Penyadapan hingga saat ini belum dilakukan karena Komisi Yudisial berada di ranah etik sedang penyadapan sudah masuk ke wilayah penyidik. Bahwa penegak hukum belum dapat memberikan layanan penyadapan kepada Komisi Yudisial karena belum ada UU yang dapat mendukung permintaan Komisi Yudisial tersebut. 3. Beberapa hal yang disampaikan oleh Sekretaris Jenderal Mahkamah Konstitusi, diantaranya adalah sebagai berikut : Berdasarkan Surat Menteri keuangan Nomor S-505/MK.02/2015 tentang Pagu Anggaran Kementerian Negara/Lembaga dan Penyelesaian Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Negara/Lembaga Tahun Anggaran 2016, MK mendapatkan Pagu Anggaran sebesar Rp.250.368.908.000,00,-, atau tidak mengalami perubahan jika dibandingkan dengan alokasi pagu indikatif MK TA 2016. Pagu Anggaran sebesar Rp.250.368.908.000,00,-, dialokasikan untuk 2 (dua) fungsi dan 4 (empat) program. Alokasi pagu anggaran tersebut dapat dilihat pada tabel berikut ini : FUNGSI PROGRAM PAGU ANGGARAN (Rp) MAHKAMAH KONSTITUSI 250.368.908.000 FUNGSI PELAYANAN UMUM 163.146.408.000 Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan 147.764.408.000 5

Teknis Lainnya Mahkamah Konstitusi RI Program Peningkatan Sarana dan Prasarana 15.382.000.000 Aparatur MK RI FUNGSI KETERTIBAN DAN KEAMANAN 87.222.500.000 Program Penanganan Perkara Konstitusi 68.919.900.000 Program Peningkatan Pemahaman Hak 18.302.600.000 Konstitusional Warga Negara Apabila dibandingkan dengan Alokasi Anggaran MK pada TA 2015 yang sebesar Rp.250.723.721.000,- maka pada TA 2016, anggaran MK mengalami penurunan sebesar Rp.354.813.000,-, Perbandingan antara Alokasi Anggaran TA 2015 dan Pagu Anggaran MK TA 2016 Per Fungsi dan Program FUNGSI / PROGRAM ALOKASI ANGGARAN TA 2015 (Rp) PAGU ANGGAR AN TA 2016 (Rp) FUNGSI PELAYANAN UMUM 197.578.603.000 163.146.408.000 Program Dukungan Manajemen 156.160.906.000 147.764.408.000 dan Pelaksanaan Teknis Lainnya Mahkamah Konstitusi RI Program Peningkatan Sarana dan 41.417.697.000 15.382.000.000 Prasarana Aparatur Mahkamah Konstitusi RI FUNGSI KETERTIBAN DAN 53.145.118.000 87.222.500.000 KEAMANAN Program Penanganan Perkara 36.067.718.000 68.919.900.000 Konstitusi Program Peningkatan Pemahaman Hak Konstitusional Warga Negara 17.077.400.000 18.302.600.000 JUMLAH 250.723.721.000 250.368.908.000 4. Beberapa hal lainnya yang menjadi pokok pembahasan diantaranya adalah sebagai berikut : Mendukung sepenuhnya anggaran serta usulan yang diajukan oleh Mahkamah Agung agar memperhatikan rumah dinas para hakim di daerah khususnya di wilayah Indonesia Bagian Timur. Hasil kunjungan kerja Komisi III kebeberapa daerah telah mengamati secara langsung kondisi rumah dinas para hakim yang kondisinya cukup mengkhawatirkan. Terkait dengan Kondisi Pengadilan Agama di Tasikmalaya, meminta Mahkamah Agung agar memperhatikan kondisi lingkungan yang sangat tidak layak serta tidak memiliki lahan parkir. Penyerapan anggaran Komisi Yudisial dalam hal penyelesain perkara masih minim, mengingat anggaran yang disediakan cukup besar. 6

Kekurangan anggaran Mahkamah Konstitusi dapat menimbulkan potensi perselisihan pilkada, Komisi III akan berusaha untuk meningkatkan anggaran terutama untuk program peningkatan pemahaman hak konstitusional warga negara, dan kedepannya agar melakukan sosialisasi kepada partai-partai politik hingga tingkat propinsi, terutama daerahdaerah yang akan melaksanakan pilkada. Terkait dengan belanja modal untuk 18 unit kegiatan dimasing-masing pengadilan negeri, hasil kunjungan kerja di Banjarmasin dan Pontianak diketahui bahwa kondisi rumah dinas Hakim yang sangat jauh dari layak. Dilihat dari usulan anggaran 2016, sepertinya pembangunan/rehab rumah dinas hakim belum menjadi prioritas Mahkamah Agung. Meminta kepada Mahkamah Agung untuk memperhatikan pembangunan rumah dinas menjadi prioritas. Terkait usulan kebutuhan badan litbang Komisi Yudisial yang meminta tambahan untuk penyedian 750 calon hakim, bagaimana perekrutan calon hakim di Komisi Yudisial dan usulan perawatan investigasi itu, apakah bertujuan membeli alat sadap. Terkait dengan RUU jabatan hakim dimana status hakim apakah PNS, ASN atau pejabat negara, langkah apa yang sudah dilakukan oleh Mahkamah Agung agar status hakim itu menjadi jelas. Bahwa sebenarnya anggaran yang disampaikan oleh mitra kerja masih tergolong kecil, sehingga perlu untuk ditingkatkan. Terhadap usulan-usulan tambahan dari mitra kerja agar dapat disampaikan secara jelas dan terperinci. bahwa dalam setiap kunjungan kerja ada satu hal umum yang selalu disampaikan bahwa pembangunan dan fasilitas sarana prasarana peradilan didaerah kurang mendapat perhatian jika dibandingkan dengan pembangunan di Mahkamah Agung. Sebaiknya hal ini mendapat perhatian untuk anggaran ke depannya. Dalam penanganan perkara di Mahkamah Konstitusi, diusulkan tambahan anggaran Rp.68 milyard, rata-rata 1 perkara dengan biaya sekitar Rp.120 juta. Dengan besarnya anggaran per perkara tersebut diharapkan selain kualitas putusan, juga percepatan penaganan perkara perlu ditingkatkan Mahkamah Agung perlu mempertimbangkan dukungan personil/pegawai untuk membantu para hakim dalam membuat putusan. Untuk Mahkamah Konstitusi agar kualitas putusan Mahkamah Konstitusi bersifat mengikat dan tidak dapat ditinjau kembali, apakah perlu peningkatan anggaran agar putusan dapat lebih berkualitas. III. KESIMPULAN/PENUTUP Rapat Dengar Pendapat Komisi III dengan Sekretaris Jenderal Mahkamah Konstitusi, Sekretaris Mahkamah Agung dan Sekretaris Jenderal Komisi Yudisial, mengambil kesimpulan/keputusan, sebagai berikut : 7

Komisi III DPR RI akan menindaklanjuti tambahan anggaran Mahkamah Agung sebesar Rp.1.013.586.100.000,- dan Mahkamah Konstitusi sebesar Rp.33.997.413.000,- dan alokasi anggaran Komisi Yudisial sebesar Rp.148.874.879.000,- berikut RKP tahun 2016 yang direncanakan, guna mendapat tanggapan dari Fraksi-fraksi dalam Rapat Pleno Komisi yang selanjutnya akan diteruskan kepada Badan Anggaran DPR RI. Rapat ditutup pukul 13.45 WIB KOMISI III DPR RI 8