Danner Sagala, S.P., M.Si

dokumen-dokumen yang mirip
06 KEHIDUPAN DI BUMI

KEHIDUPAN DI BUMI. Widodo Setiyo Wibowo

PENGERTIAN BIOMA suhu kelembaban angin altitude latitude topografi

PENYEBARAN KOMUNITAS FAUNA DI DUNIA

SET 4 REPRODUKSI SEL 1 (MITOSIS & MEIOSIS)

BAB V EKOSISTEM, BIOSFER & BIOMA

Bioma gurun dan setengah gurun banyak ditemukan di Amerika Utara, Afrika Utara, Australia dan Asia Barat.

BIOMA. Gambar 1. Pesebaran Jenis-Jenis Bioma di Dunia. Gambar 2. Pengaruh Geografis Wilayah terhadap Bioma

Persebaran hewan di muka bumi ini didasarkan oleh faktor fisiografik, klimatik dan biotik yang berbeda

EKOLOGI TERESTRIAL. Ekologi adalah Ilmu Pengetahuan

Pembelahan Sel Muhammad Ridha Alfarabi Istiqlal, SP MSi

Oleh: Suharyanto Jurusan Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu MATERI ILMU ALAMIAH DASAR sumber)

AssAlAmu AlAyku m wr.wb

MITOSIS DAN MEIOSIS. TUTI NURAINI, SKp., M.Biomed. BIOLOGI KEPERAWATAN 2009

SIKLUS & PEMBELAHAN SEL. Suhardi S.Pt.,MP

MAKALAH GENETIKA. Mitosis dan Meiosis. Oleh : Nama : Ayu Milad Fauziah NPM : Kelas : H FAKULTAS PETERNAKAN UNIVERSITAS PADJADJARAN

Dan lain-lainnya hanya di

PEMBELAHAN DAN SIKLUS SEL

EKOLOGI TANAMAN. Pokok Bahasan II KONSEP EKOLOGI (1)

REPRODUKSI SEL REPRODUKSI SEL AMITOSIS. Profase I. Pembelahan I. Metafase I. Anafase I MEIOSIS. Telofase I. Interfase. Profase II.


PEMBELAHAN SEL Adelya Desi Kurniawati, STP., MP., M.Sc.

KATA PENGANTAR. Penulis

MAKALAH BIOLOGI PEMBELAHAN MEIOSIS

Our Biome 0 HUTAN CONIFER 0 HUTAN MUSIM BERIKLIM SEDANG

PEMBELAHAN MITOSIS PADA TUDUNG AKAR BAWANG MERAH (Allium Cepa)

BAB 8: GEOGRAFI DINAMIKA BIOSFER

GEOGRAFI REGIONAL ASIA VEGETASI ASIA PENGAJAR DEWI SUSILONINGTYAS DEP GEOGRAFI FMIPA UI

MEKANISME SEL. Mitosis & Meiosis

Kaitan Reproduksi Sel dengan Pewarisan Sifat. Oleh Trisia Lusiana Amir, S.Pd., M. Biomed Fakultas Fisioterapi, Universitas Esa Unggul 2016

Pada keadaan demikian, kromosom lebih mudah menyerap zat warna, misalnya sudan III, hematoksilin, methylen blue, dan kalium iodida.

PETUNJUK UMUM PEMBELAJARAN. A. Topik Pengertian, ruang lingkup dan Faktor Ekologi Biogeografi.

Tim Dosen Biologi FTP Universitas Brawijaya

5/4/2015. Tim Dosen Biologi FTP Universitas Brawijaya

Individu Populasi Komunitas Ekosistem Biosfer

Kromosom, DNA, Gen, Non Gen, Basa Nitrogen

MAKALAH BIOLOGI KROMOSOM

EKOLOGI TERESTRIAL Ekologi adalah Ilmu Pengetahuan Ekologi berasal dari bahasa Yunani, yangterdiri dari dua kata, yaitu oikos yang artinya rumah

Ilmu Pengetahuan Alam

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. 1.2 Rumusan Masalah

LAPORAN PRAKTIKUM BIOLOGI SEL DAN MOLEKULER MITOSIS AKAR BAWANG

Tujuan Pembelajaran : Menjelaskan... Teori asal-usul kehidupan Teori Lamarck Teori Darwin Mekanisme Evolusi Frekuensi Gen

Evaluasi (untuk guru) Pilihan Ganda

BAB I PENDAHULUAN. ada didalam sel, pembelahan dan penduplikasian merupakan konsep terpenting

EVOLUSI. SMA REGINA PACIS JAKARTA By Ms. Evy Anggraeny

1. Individu. 2. Populasi. 3. Komunitas. 4. Ekosistem. 5. Bioesfer

Pembelahan Sel secara Mitosis dan Meiosis pada Manusia

KEMENTERIAN AGAMA KELOMPOK KERJA MADRASAH (KKM) MADRASAH ALIYAH NEGERI CIBALIUNG KABUPATEN PANDEGLANG

SUMBER BELAJAR PENUNJANG PLPG 2017 MATA PELAJARAN/PAKET KEAHLIAN GEOGRAFI

MATERI KULIAH BIOLOGI FAK.PERTANIAN UPN V JATIM Dr. Ir.K.Srie Marhaeni J,M.Si

Diperlukan untuk tumbuh, regenerasi, dan reproduksi

MODUL IV REPRODUKSI SEL

SISTEM KERJA ALAM TEMPAT KITA TINGGAL

OLeh : Titta Novianti, S.Si. M.Biomed

1. ILMU-PENGETAHUAN dan ASAL USUL KEHIDUPAN. GASAL Enny Zulaika 1. Science & Konsep Hidup 1

Pengamatan Pembelahan Mitosis pada Sel Ujung Akar Bawang Merah (Allium cepa L.)dengan Mikroskop Binokuler. Oleh Marthen Kause NIM ABSTRAK

LAPORAN PRAKTIKUM GEOGRAFI REGIONAL INDONESIA (GPW 0101) ACARA V: PEMAHAMAN FENOMENA BIOSFER

ANALISIS MEIOSIS PENDAHULUAN

BAB I PENGERTIAN EKOSISTEM

II. Bagaimana sifat diwariskan

LEMBAR KERJA PRAKTIKUM KONSEP DASAR IPA DI SD PDGK 4107 MODUL 2 EKOSISTEM

BAB II KAJIAN PUSTAKA. Media merupakan bentuk jamak dari medium yang berasal dari bahasa

LINGKUNGAN KEHIDUPAN DI MUKA BUMI

TINGKAT ORGANISASI KEHIDUPAN

BAB I Biologi Dasar. Mengapa mempelajari BIOLOGI?

LAPORAN RESMI PRAKTIKUM MIKROTEKNIK

HUBUNGAN SALING KETERGANTUNGAN ANTAR MAKHLUK HIDUP

Beberapa fakta dari letak astronomis Indonesia:

I. PENDAHULUAN. Kembang sungsang (Gloriosa. superba L.) merupakan salah satu jenis

BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG MASALAH

SMP kelas 7 - BIOLOGI BAB 12. Ekosistem Dan Pencemaran LingkunganLatihan Soal 12.1

BAHAN AJAR DASAR-DASAR GENETIKA

LAPORAN PRAKTIKUM PEMBUATAN PREPARAT SQUASH AKAR BAWANG

TAMBAHAN PUSTAKA. Distribution between terestrial and epiphyte orchid.

BAB 4 KELANGSUNGAN HIDUP ORGANISME (MATERI IPA TERPADU KELAS IX) Kompetensi Dasar : Mengidentifikasi kelangsungan hidup makhluk hidup

ASAL MULA ASAL KEHIDUPAN DI BUMI

IPA SD Kelas IV 1

Pembahasan Video : 2/SMP/Kelas 7/BIOLOGI/BAB 11/BIO smil/manifest.

Daftar Isi. Tata Surya. Matahari. Gerak edar bumi dan bulan. Lithosfer. Atmosfer.

PETUNJUK PRAKTIKUM BIOLOGI MODUL 3 BIOPSIKOSOSIOKULTURAL FAKULTAS KEDOKTERAN

ILMU PENGETAHUAN ALAM (IPA) KELAS XII SEMESTER

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. dalam suatu komunitas atau ekosistem tertentu (Indriyanto, 2006). Relung ekologi

EVOLUSI. Pengertian evolusi - Bukti adanya evolusi - Mekanisme evolusi

SMP kelas 7 - BIOLOGI BAB 4. KEANEKARAGAMAN MAKHLUK HIDUP DALAM PELESTARIAN EKOSISTEMLatihan Soal 4.1

BAB I PENDAHULUAN. Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki mega biodiversity

1. Menipisnya lapisan ozon. 2. Pemanasan global. Permasalahan Bumi, Sebagai Rumah bagi Manusia

Apabila terdapat sepetak padi, 2 ekor ular, 10 ekor katak dan 20 ekor cacing dalam suatu ekosistem sawah. Maka 10 ekor katak disebut...

Reproduksi seksual merupakan cara yang paling umum bagi organisma Eukariot untuk menghasilkan turunannya. Reproduksi seksual melibatkan pergantian

II. TINJAUAN PUSTAKA A. Tanaman Kaktus

Nama :... Biologi kelas 7

2.3 Faktor yang Mempengaruhi Ekosistem

SMP kelas 7 - BIOLOGI BAB 12. Ekosistem Dan Pencemaran LingkunganLatihan Soal pengurai memegang peranan penting dalam proses fotosintesis

Berdasarkan kemampuan menyusun bahan organik, organisme penyusun ekosistem dibedakan menjadi organisme autotrof dan heterotrof.

KEANEKARAGAMAN HAYATI

SEL

I. PERKEMBANGAN MIKROBIOLOGI

Laporan Praktikum IPA Modul 2

1/1/2002 SEL. dr. Rachmah Laksmi Ambardini FIK UNY

BAB IV E K O S I S T E M

SD kelas 6 - ILMU PENGETAHUAN ALAM BAB 8. HUBUNGAN ANTAR MAKHLUK HIDUP DALAM EKOSISTEMLatihan soal 8.2

Transkripsi:

Danner Sagala, S.P., M.Si

Asal mula kehidupan di bumi Perkembangbiakan secara seksual dan aseksual Geografi kehidupan Pembagian wilayah menurut iklim Pembagian wilayah untuk binatang Evolusi

Biosfer - Dalam kehidupan makhluk hidup terbentuk sistem hubungan antar makhluk hidup tersebut dengan materi dan energi yang mengelilinginya - Tempat dan sistem ini disebut biosfer

Generatio Spontanea Makhluk hidup terebentuk secara spontan - Ulat dari bangkai tikus - Cacing dari lumpur Disebut juga Abiogenesis Oleh Aristoteles

Cosmozoa - MH berasal dari luar bumi (planet lain) - Berbentuk spora aktif lalu berkembang - Tidak didukung fakta

Omne Vivum Ex Ovo - Fransisco Redi (1926 1597), Italia - Asal mula kehidupan adalah telur - Ulat pada bangkai tikus berasal dari telur lalat

Omne Ovo Ex Vivo - Lazzaro Spallanzani (1729-1799), Italia - telur berasal dari makhluk hidup - mikro organisme yang mencemari kaldu dapat membusukkan kaldu - kalau kaldu ditutup rapat setelah mendidih, tidak terjadi pembusukan

Omne Vivum Ex Vivo - Louise Pasteur (1822-1895), Francis - Melanjutkan percobaan Spallanzani - Teori Biologenesis - Dasar yang hidup berasal dari makhluk hidup - Teori Abiogenesis mulai ditinggalkan - Asal mula kehidupan masih tanda tanya

Teori Transendental Benda hidup diciptakan oleh Super Nature atau Tuhan yang Mahakuasa diluar jangkauan sains

Teori lain: - Teori Uray (1893), USA - Teori Oparin-Haldane -TeoriPfluger - Teori Moore - Teori Allen

Semua ahli sains menginterpretasikan sesuatu dengan cara pandang mereka (yaitu menurut asumsiasumsi mereka)

Sel Memiliki peran penting Metabolisme menyebabkan protoplasma semakin banyak dan besar - Kecambah menjadi pohon besar - kecebong menjadi katak - Janin menjadi manusia dewasa Makin besar = makin banyak sel = terjadi pembelahan Pembelahan sel: Mitosis dan Amitosis

Pada prokariotik pembelahan sel berlangsung secara sederhana yang meliputi proses pertumbuhan sel, duplikasi materi genetic, pembagian kromosom, dan pembelahan sitoplasma yang didahului dengan pembentukan dinding sel baru. Proses pembelahan yang demikian dinamakan amitosis, amitosis adalah pembelahan sel secara langsung tanpa melibatkan kromosom, contohnya pada sel bakteri.

Tahap interfase merupakan tahap persiapan yang esensial untuk pembelahan sel karena pada tahap ini kromosom direplikasi. Saat pembelahan sel, kromatin dikemas sangat padat/kompak sehingga tampak sebagai kromosom. Selama interfase, kromatin tidak terlalu terkondensasi untuk ekspresi informasi genetik

Kromatin dalam nukleus mulai terkondensasi dan terlihat sebagai kromosom. Nukleolus menghilang Sentrosom mulai bergerak ke ujung nukleus yang berlawanan dan suatu benang mikrotubul mulai memanjang pada sentromer untuk membentuk benang mitosis (mitotic spindle)

Mikrotubul meluas menuju setiap ujung yang berlawanan dan membentuk spindle pole atau mitotic center. Pada sel hewan, setiap spindle pole mengandung sepasang sentriole. Benang mitosis memposisikan kromosom berjajar pada bagian tengah sel (disebut keping metafase). Pengaturan ini memastikan bahwa setiap sel anak menerima satu salinan kromosom.

Anafase terbagi menjadi dua proses, yaitu : Anaphase A (anafase awal) : Pasangan kromosom pada keping metafase terpisah dan kromatid bergerak menuju spindle poles pada sisi sel yang berlawanan karena terjadi pemendekan mikrotubul kinetochore (gambar (a) dan (b)). Anaphase B (anafase akhir) : Saat kromosom sudah bermigrasi ke spindle pole, mikrotubul kinetochore mulai menghilang sementara mikrotubul polar terus memanjang untuk pemisahan lebih lanjut spindel pole (gambar (c) sampai (f))

Membran inti mulai terbentuk kembali di sekeliling kromosom. Nukleolus muncul dan kromosom mulai menghilang. Saat telofase selesai dan membran sel baru (atau dinding sel pada tanaman tingkat tinggi) sedang terbentuk, pembentukan nukleus sudah hampir selesai. Langkah akhir telofase melibatkan inisiasi pembelahan membran plasma pada setiap anak sel untuk membentuk dua sel yang terpisah pada fase pembelahan sel berikutnya yang dikenal sebagai sitokinesis.

Proses sitokinesis sudah dimulai sejak tahap anafase akhir dengan mulai terbentuknya cincin kontraktil di bawah membran plasma yang paralel terhadap keping metafase. Selanjutnya cincin ini perlahan-lahan akan mengecil dan menyebabkan pelipatan membran plasma ke arah dalam hingga sel terbagi dua. Pada sel tumbuhan, terjadi sintesis keping sel diantara dua anak sel untuk membentuk dinding sel. Sumber: Isma Kurniatanty, M.Si

Seksual - pembentukan individu baru terjadi melalui peleburan atau perpaduan antara 2 sel kelamin - diperlukan 2 sel induk Aseksual - pembentukan individu baru dari 1 induk tanpa melalui hubungan antara 2 sel kelamin

Menghasilkan individu yang identik dengan induk Contoh: Pembelahan kembar - amuba Kuncupan hydra, binatang bunga karang Pembentukan spora - jamur Cara vegetatif setek, cangkok

Dihasilkan banyak variasi sifat-sifat pada individu baru

Pembagian wilayah berdasarkan kondisi geografi yang berkaitan dengan kehidupan yang terdapat di dalamnya Iklim, tumbuhan dan hewan merupakan ekosistem skala besar = habitat / bioma Cth: Bioma padang pasir di dalamnya ada faktor abiotik (pasir, batu2an) dan faktor biotik (unta dan kaktus)

Daerah tropik Daerah sub-tropik Daerah Kutub

Sepanjang katulistiwa 23,5 o LU dan 23,5 o LS Beriklim panas Matahari bersinar sepanjang tahun Perubahan suhu bulanan sedikit Curah hujan tinggi dan merata sepanjang tahun

Terdapat ribuan spesies, yang membentuk hutan tropik Ciri-cirinya: Pohon besar dan tinggi (20-40 m) Membentuk tajuk pohon yang luas Tanah dibawahnya tidak mendapat sinar Terdapat epifit Di lapisan terbawah ada rumput dan lumut Dalam hutan hujan tropik terdapat beraneka ragam hewan

Di pedalaman daerah tropik terdapat gurun pasir Ciri-cirinya tumbuhan: Ukuran kecil Tumbuh saat ada hujan Berbunga dan berbiji dalam ukuran kecil dan tahan lama Ada tumbuhan menahun dengan ciri daun kecil bahkan tidak berdaun, dilapisi zat lilin tebal dan memiliki akar panjang Hewan yang hidup: jenis tikus, ular, kadal, semut dan unta

23,5 66,5 o LU atau o LS Iklim sedang Terdapat 4 musim - musim panas (summer) - Musim gugur (autum) - Musim dingin (winter) - Musim semi (spring) Rata-rata curah hujan tahunan 75 100 cm

Ciri-ciri biomanya - hutannya hutan luruh - gugur daun merupakan persiapan datangnya musim dingin - bersemi kembali setelah musim dingin berakhir - pada musim dingin terdapat salju - jumlah tumbuhan lebih sedikit

66,5-90 o LU atau o LS Pada musim panas matahari bersinar lebih dari 12 jam Pada musim dingin kurang dari 12 jam Biomanya disebut hutan taiga (pohonnya homogen Pohon khasnya adalah khonifer Hewan yang hidup di kawasan taiga: moose, beruang hitam, ayak, dan marten

Lebih ke utara belahan utara terdapat tundra Iklimnya disebut iklim kutub Mendapat sedikit energi radiasi surya Perbedaan siang dan malam pada musim panas dan dingin sangat besar Binatang khasnya: rendeer, musk oxen, dan beruang putih musk oxen reindeer beruang putih

Terdapat 6 daerah binatang Daerah oriental Asia selatan, Asia Tenggara, Indonesia bagian barat dan sebagian sebelah utara pegunungan himalaya Gajah, harimau, kerbau, tapir, kera Daerah Australia Indonesia bag. Timur, Australia dan pulau2 sekitarnya Kanguru, kucing, koala, tupai terbang, wombat, bandicot

Daerah palaearctic Asia Utara dan Eropa Reideer, Beruang, Bison, Kambing bertanduk besar, keledai liar, kucing kutub, hedgehog Daerah Ethiopean Benua Afrika Singa, gajah, jerapah, kuda nil, gorilla

Daerah Neotrphical Amerika selatan Monyet, binatang pemakan semut, tapir, capybara, sioth, kinkojou Daerah Nearctic Amerika utara Bison, kijang, caribau, kucing gunung, mushkok