Bismillahirrahmanirrahim

dokumen-dokumen yang mirip
Umrah dan Haji Sebagai Penebus Dosa

Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan ruku`lah beserta orangorang yang ruku (Al Baqarah : 43)

3 Wasiat Agung Rasulullah

Bukti Cinta Kepada Nabi

Kekhususan Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam Yang Tidak Dimiliki Oleh Umatnya

Menggemarkan Shalat Sunnah Rawatib

Motivasi Agar Istiqomah

Engkau Bersama Orang Yang Kau Cintai

Sifat Surga dan Penghuninya

Keutamaan Bulan Dzul Hijjah

Nasehat Bagi Orang Yang Melalaikan Shalat

???????????????????????????????????????????????:??????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????.

Pentingnya Menyambung Silaturahmi

Tegakkan Shalat Dengan Berjamaah

Khutbah Jumat Manfaatkan Nikmat Kehidupan

Dan kemarahan itu sering menimbulkan perkara-perkara negatif, berupa perkataan maupun perbuatan yang haram.

Aku telah meminta hujan dengan Majaadiihus Samaa yang dengannya hujan diturunkan.

Sifat Allah Al-Hayiyyu, Yang Maha Pemalu

Motivasi Untuk Bertaubat

Menggapai Ridha Allah dengan Birrul Wâlidain. Oleh: Muhsin Hariyanto

Seribu Satu Sebab Kematian Manusia

?????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????.

?????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????.

Ternyata Hari Jum at itu Istimewa

Renungan bagi Musafir

Memperhatikan dan Menasihati Pemuda Untuk Shalat

Janganlah Berlaku Zalim

Takwa dan Keutamaannya

Metode Bijak Memperbaiki Aib

Tanda-Tanda Cinta Nabi Shallallaahu 'Alaihi wa Sallam

Kewajiban Haji dan Beberapa Peringatan Penting dalam Pelaksanaannya

Pentingnya Menyambung Silaturahmi

Jika kamu mengikuti kebanyakan manusia di bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. [Q.S. 6 : 116]

Kekeliruan-Kekeliruan Umat Islam di Hari Jumat

Bahaya Zina dan Sebab Pengantarnya

DI BULAN SUCI RAMADHAN

Keistimewaan Hari Jumat

Munakahat ZULKIFLI, MA

E٤٢ J٣٣ W F : :

TAWASSUL. Penulis: Al-Ustadz Muhammad As-Sewed

Dusta, Dosa Besar Yang Dianggap Biasa

Pengaruh Shalat dan Maksiat Terhadap Rezeki

Isilah 10 Hari Awal Dzul Hijjah dengan Ketaatan

Shalat Adalah Kewajiban Yang Sudah Ditentukan Waktunya

Khutbah Jumat: Peringatan dari Bahaya Godaan Harta

Kewajiban Berbakti kepada Orang Tua

*** Tunaikanlah Amanah

Disebarluaskan melalui: website: TIDAK untuk tujuan KOMERSIL

Kewajiban Berbakti Kepada Orang Tua

Kewajiban Seorang Muslim Terhadap Alquran

Dosa-dosa Besar Yang Dianggap Biasa

Petunjuk Nabi Dalam Menyebarkan Berita

DOA WIRID YANG TERMUAT DALAM AL QUR AN

Bertakwa Kepada Allah dalam Kehidupan Bertetangga

Kecemburuan Seorang Suami Kepada Istri

Mensyukuri Nikmat Al Quran

Berani Berdusta Atas Nama Nabi? Anda Memesan Sendiri Tempat di Neraka

Renungan Pergantian Tahun

Istiqomah. Khutbah Pertama:

Malu Kepada Allah. Khutbah Pertama:

Kewajiban Menunaikan Amanah

Diantara perintah Allah Azza wa Jalla kepada kita adalah perintah agar kita mengikuti Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam.

Penulis : Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal, M.Sc Dipublikasikan ulang dari

Dunia Yang Membuat Lupa Mati

Al-Matiin, Yang Maha Kokoh

Adab-adab Yang Wajib di Dalam Puasa

Keutamaan Bulan Dzulhijjah

Islam Adalah Agama Wahyu

*** Keadilan Islam ??????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????.

Perbandingan Kenikmatan Surga dan Kenikmatan Dunia

Berkawan dengan Orang Shalih

SERIAL BUKU ISLAM #

Memaksimalkan Waktu-Waktu Mustajab Untuk Berdoa

Shalat Berjamaah Tidak di Rumah

Cahaya di Wajah Orang-Orang Yang Memahami Ilmu Agama

Agar Nabi Muhammad Mencintai Kita

Jangan Kau Tunda Apalagi Sampai Kau Tinggalkan Shalat

Muhasabah dan Muraqabah, Jalan Menuju Takwa

Kemuliaan Seorang Hamba Terletak Pada Ibadahnya

I TIKAF. Pengertian I'tikaf. Hukum I tikaf. Keutamaan Dan Tujuan I tikaf. Macam macam I tikaf

Sifat-Sifat Ibadah Yang Benar

Allah Itu Maha Indah dan Mencintai Keindahan

BATASAN TAAT KEPADA ORANG TUA Secara umum kita diperintahkan taat kepada orang tua. Wajib taat kepada kedua orang tua baik yang diperintahkan itu sesu

Perbandingan Antara Dunia dan Akhirat

Dosa Durhaka Kepada Orang Tua

DOA KALA SUSAH GELISAH RESAH DAN GUNDAH

Jangan Taati Ulama Dalam Hal Dosa dan Maksiat

Keutamaan 10 Hari Pertama Dzulhijjah

Mengenal Nama-Nama dan Sifat-Sifat Allah

Ramadhan dan Taubat Kepada Allah

Beberapa Manfaat dan Keutamaan Istighfar

Mari Bershalawat Rabu, 07 April 04

Menyambut Datangnya Bulan Ramadhan

????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????

MACAM-MACAM AMALAN YANG DISYARIATKAN

Tauhid Yang Pertama dan Utama

Tauhid Menghapuskan Seluruh Dosa

Keutamaan Bulan Ramadhan

Betapa Ngerinya Neraka

Transkripsi:

Bismillahirrahmanirrahim Allah Ta ala berfirman (yang artinya), Sungguh beruntunglah orang-orang yang beriman, (yaitu) orang-orang yang khusyuk dalam shalatnya (QS. Al Mu`minun : 1-2) Allah Ta ala juga berfirman (yang artinya), Dan apabila mereka berdiri untuk shalat, mereka berdiri dengan malas. Mereka bermaksud riya` (dengan shalat) di hadapan manusia. Dan tidaklah mereka menyebut Allah kecuali sedikit sekali (QS. An Nisa : 142) Dua ayat di atas merupakan perbandingan antara shalatnya seorang mukmin dengan shalatnya orang munafik. Pernahkah kita berbisik pada hati kita, shalat yang kita lakukan termasuk yang mana? Apakah termasuk orang yang beruntung? Ataukah termasuk orang yang merugi? Shalat adalah suatu amalan yang sangat agung di sisi Allah. Sampai-sampai Allah memanggil langsung Rasulullah untuk menerima perintah shalat, yaitu pada saat peristiwa isra dan mi raj. Anas bin Malik berkata, Telah diwajibkan 50 kali shalat kepada Nabi pada saat diisra - kan, kemudian diringkas menjadi 5 kali. Kemudian beliau dipanggil, Wahai Muhammad, sesungguhnya ketetapan di sisi Ku tidak berubah, sesungguhnya 5 kali yang engkau terima sama dengan 50 kali. (HR. Bukhari dan Muslim) Sungguh banyak keutamaaan orang yang mengerjakan shalat. Dan sungguh merugi orang yang meninggalkannya. Dan hanya orang munafik lah yang lalai dalam shalatnya. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda (yang artinya), Shalat yang paling berat bagi orang munafik adalah shalat isya dan shalat shubuh (HR. Bukhari dan Muslim) 1 / 7

Shalat adalah amalan yang pertama kali dihisab Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda (yang artinya), Sesungguhnya amalan seorang hamba yang akan dihisab pertama kali pada hari kiamat adalah amalan shalatnya. Jika shalatnya telah benar, maka dia akan beruntung dan berhasil. Namun, jika shalatnya itu rusak, maka ia akan merugi. (HR. Tirmidzi dan An Nasa-i) Hal ini bisa diibaratkan apabila shalat seorang hamba itu baik, maka shalatnya akan memberikan dampak yang baik pula pada amalan yang lainnya. Hal ini sebagaimana yang Allah firmankan (yang artinya), Sesungguhnya shalat itu dapat mencegah dari (perbuatan) keji dan munkar (QS. Al Ankabut : 45) Dampak baik orang yang melakukan shalat adalah tercegahnya dari perbuatan yang keji dan munkar. Minimal orang tersebut tidak melakukan perbuatan keji dan munkar saat ia melaksanakan shalat itu sendiri. Lebih utama dibandingkan dengan jihad di jalan Allah Abdullah bin Mas ud radhiyallahu anhu berkata, Aku bertanya kepada Nabi shallallahu alaihi wa sallam, amalan apakah yang paling disukai Allah? Beliau lantas menjawab, Shalat pada waktunya Kemudian aku bertanya lagi, Lalu apa? Beliau menjawab, Berbuat baik kepada orang tua Kemudian apa? tanyaku lagi. Beliau menjawab, Jihad di jalan Allah (HR. Bukhari dan Muslim) Dalam hadits di atas, amalan shalat mengalahkan amalan berbakti pada orang tua dan jihad di jalan Allah. Allah lebih menyukai amalan shalat, bahkan dalam riwayat lain dikatakan bahwa shalat adalah amalan yang paling utama. 2 / 7

Sebagai penghapus dosa Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda (yang artinya), Shalat 5 waktu, dan shalat jum at hingga jum at berikutnya, sebagai kafarah (penghapus dosa) di antara waktu keduanya, selama menjauhkan diri dari melakukan dosa-dosa besar Artinya, shalat yang dilakukan dapat menghapuskan dosa-dosa yang diperbuat antara waktu shalat yang satu dengan waktu shalat yang lainnya. Namun yang dihapus hanyalah dosa-dosa kecil saja, dan itu pun bersyarat, yaitu tidak melakukan dosa-dosa besar di antara waktu shalat tersebut. Berhak mendapatkan surga yang paling tinggi derajatnya Allah Ta ala berfirman (yang artinya), Dan orang-orang yang memelihara shalatnya. Mereka itulah orang-orang yang akan mewarisi. (Yaitu) yang akan mewarisi (surga) firdaus, mereka kekal di dalamnya (QS. Al Mu`minun : 9-11) Seluruh kaum muslimin sepakat bahwa surga yang paling tinggi kedudukannya dan yang paling mulia adalah surga firdaus. Hanyalah orang-orang yang memelihara shalatnya yang berhak mendapatkan surga firdaus. Keutamaan shalat berjama ah di masjid Sebelum membahas keutamaan shalat di masjid, ada baiknya kita mengetahui bahwa pahala shalat berjama ah lebih besar dibandingkan shalat sendirian. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda (yang artinya), Shalat jama ah lebih utama 27 derajat dibandingkan dengan shalat sendirian (HR Bukhari dan Muslim) 3 / 7

Sedangkan orang yang mengerjakan shalat di masjid, akan mendapatkan keutamaan yang jauh lebih dibandingkan orang yang hanya shalat di dalam rumahnya. Di antara keutamaannya adalah [1] Menghapus dosa Hal ini berdasarkan sabda Nabi shallallahu alaihi wa sallam (yang artinya), Barangsiapa yang berwudhu untuk (melaksanakan) shalat, kemudian ia sempurnakan wudhu nya, lalu berjalan untuk (melaksanakan) shalat wajib, maka shalatnya bersama manusia, atau berjam ah, atau di masjid, menjadi sebab Allah akan mengampuni dosa-dosanya [2] Meninggikan derajat Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda (yang artinya), Barangsiapa yang bersuci dari rumahnya kemudian berjalan ke salah satu rumah dari rumah-rumah Allah (masjid) untuk menunaikan salah satu dari kewajiban-kewajiban yang Allah wajibkan, maka kedua langkahnya salah satunya akan menghapus dosa dan langkah yang lainnya akan mengangkat derajatnya [3] Sebab malaikat mendoakannya Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda (yang artinya), Para malaikat senantiasa akan bershalawat kepadanya selama ia (berada) di tempat shalatnya, (mereka mengatakan) : Ya Allah berikanlah shalawat kepadanya, ya Allah ampunilah dia, ya Allah sayangilah dia (HR. Al-Bukhari dan Muslim) Shalatnya wanita di masjid Seorang wanita tidaklah terlarang melaksanakan shalat di masjid dengan catatan meminta ijin 4 / 7

dari suami / mahramnya, aman dari fitnah laki-laki, menutup aurat, dan tidak menggunakan wewangian ketika berangkat ke masjid. Karena Nabi sendiri memerintahkan kepada suami untuk memberi izin kepada istrinya yang ingin pergi shalat di masjid. Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda (yang artinya), Jika seorang wanita meminta ijin kepada salah seorang di antara kalian untuk pergi ke masjid, maka janganlah melarangnya (HR. Bukhari dan Muslim) Golongan orang yang sengsara di akhirat selain orang munafik [1] Orang yang shalat namun lalai Allah Ta ala berfirman (yang artinya), Maka celakalah bagi orang-orang yang shalat, (yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya (QS. Al Ma un : 4-5) [2] Orang yang tidak mengerjakan shalat Allah Ta ala berfirman (yang artinya), Apa yang menyebabkan kamu masuk ke dalam (neraka) saqar? Mereka menjawab, Dulu kami tidak termasuk orang-orang yang mengerjakan shalat (QS. Al Muddatsir : 42-43) Ancaman orang yang meninggalkan shalat Shalat adalah pembeda apakah ia adalah seorang muslim ataukah seorang kafir. Ketika seseorang meninggalkan shalat, maka Nabi ancam dengan kekafiran. Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersab da (yang artinya), (Pembatas) antara seorang muslim dengan kesyirikan dan kekafiran adalah meninggalkan shalat 5 / 7

Penutup Semoga Allah memberikan kita taufik agar bisa melaksanakan perintah-nya. Allah Ta ala berfirman (yang artinya), Aku tidaklah bermaksud, kecuali (mendatangkan) perbaikan selama aku masih sanggup. Dan tidak ada taufik bagiku, melainkan dengan (pertolongan) Allah. Hanya kepada Allah lah akau bertawakkal dan hanya kepada-nya lah aku kembali. (QS : Hud : 11). Wallahul Muwaffiq Penulis : Wiwit Hardi P // Alumni Ma had Al Ilmi Yogyakarta Muroja ah : Ustadz Abu Salman Info redaksi : Dikarenakan adanya kesalahan cetak pada buletin edisi 14 yang berjudul Hak Bertetangga, kami segenap pengurus buletin At Tauhid meminta maaf atas kekeliruan ini. Berikut ini adalah bagian yang tidak tercetak pada buletin edisi ke-14 dalam pembahasan hadits-hadits yang berkaitan dengan bertetangga : 8. Larangan meremehkan pemberian tetangga, meskipun kelihatannya kurang berarti. Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu, Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda, Wahai para wanita muslimah, janganlah satu tetangga meremehkan pemberian tetangga yang lainnya, meskipun hanya kikil yang tak berdaging (HR. Bukhari & Muslim). 9. Paling dekat pintunnya, paling berhak mendapat lebih banyak 6 / 7

Dari Aisyah radhiyallahu anha, beliau bertanya kepada Nabi shallallahu alaihi wa sallam, Wahai Rasulullah, saya memiliki dua tetangga dekat. Kemanakah saya akan memberikan hadiah? beliau menjawab, Ke rumah yang paling dekat pintunya denganmu (HR. Bukhari) 10. Berlindung dari tetangga yang buruk Nabi shallallahu alaihi wa sallam memerintahkan agar kita memohon perlindungan kepada Allah dari tetangga yang buruk. Ini menunjukkan betapa bahayanya tetangga yang buruk, sampai manusia terbaik menyarankan doa ini dilantunkan. Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu, Nabi shallallahu alaihi wa sallam berpesan, Mintalah perlindungan kepada Allah dari tetangga yang buruk di tempat tinggal menetap, karena tetangga yang tidak menetap akan berpindah dari kampungmu (HR. Nasa i dan dinilai Al-Albani sebagai hadits hasan shahih ). 11. Sengketa tetangga, sengketa pertama di akhirat Dari Uqbah bin Amir radhiyallahu anhu, Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda, Sengk eta pertama pada hari kiamat adalah sengketa antar tetangga (HR. Ahmad 17372 dan dinilai hasan oleh Syu aib Al-Arnauth) Al-Munawi mengatakan, Maksud hadits, sengketa antara dua orang yang pertama diputuskan pada hari kiamat adalah sengketa dua orang bertetangga. Yang satu menyakiti lainnya. Sebagai bentuk perhatian besar tentang hak tetangga, yang dimotivasi oleh syariat untuk diperhatikan. ( At-Taisir bi Syarh Al-Jami As-Shaghir, 1/791). 7 / 7