Pembangkitan Otomatis Bentukan Kata Arab Berbasis Morfologi

dokumen-dokumen yang mirip
Pembangkitan Otomatis Bentukan Kata Arab Berbasis Morfologi

Pembangkitan Otomatis Bentukan Kata Arab Berbasis Morfologi

KUNCI MENGENAL ISLAM LEBIH DALAM

CETAKANKEDUA. AbuRazin& UmmuRazin ILMUSHARAF. UntukPemula. Free EBOOK Download

LEMBAR PERSETUJUAN SKRIPSI

BAB I PENDAHULUAN. yang dihadapi dunia pendidikan di Indonesia. Pemerintah telah melakukan

BAB I PENDAHULUAN. sesamanya. Salah satu alat komunikasi adalah melalui bahasa. berbicara, pada hakikatnya ia masih juga memakai bahasa.

Bab II. Mengenal Macam-macam Isim

Dalam Ayat tersebut terdapat fi il mabni majhul yaitu lafadz ا ر س ل ت م, disebut fi il

DAFTAR ISI. Pedoman Translitrasi... Abstraks...

Judul: Ringkasan Al-Amtsilah At-Tashrifiyah. Penulis: Nor Kandir. Penerbit: Pustaka Syabab. Cetakan:

PEDOMAN TRANSLITERASI ARAB LATIN

SKRIPSI. Disusun untuk Memenuhi Tugas dan Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Islam dalam Ilmu Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah.

Baca Tulis Qur an (BTQ) Kelas 2

ANALISIS FORMAT FI'IL

DAFTAR ISI... HALAMAN JUDUL... LEMBAR PENGESAHAN... LEMBAR PERNYATAAN... REKOMENDASI PEMBIMBING... NOTA DINAS... HALAMAN PERSEMBAHAN...

DAFTAR ISI... Halaman PERSETUJUAN... i SURAT PERNYATAAN... PENGESAHAN... ABSTRAKSI... PEDOMAN TRANSLITERASI ARAB-LATIN... KATA PENGANTAR...

RANGKUMAN MATERI HURUF HIJAIYAH. BACAAN ALIF LAM ( lam Ta rif )

ال تع ار ف. الا د و ات الم د ر س ية Disediakan teks sederhana tentang ا ل م ه ن ة

MAKALAH. MENAMBAH ALIF dalam KALIMAT. Disusun guna memenuhi tugas Qowa idul Imla yang diampu oleh : Muhammad Mas ud M.Pd.i. Oleh :

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

KAIDAH BACA KITAB AQIDAH AHLUS SUNNAH WAL JAMA AH

PEDOMAN TRANSLITERASI. Penulisan Transliterasi Arab-latin dalam penyusunan Tesis ini

MEMAHAMI KANDUNGAN AL-QUR AN DENGAN METODE MANHAJI NAUFAL AHMAD RIJALUL ALAM

LAMPIRAN B. Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. Saudara dan saudari yang budiman,

DAFTAR ISI. SAMPUL DALAM... i. PERSETUJUAN PEMBIMBING... ii. KATA PENGANTAR... v. DAFTAR TRANSLITERASI... x

2. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Komunikasi Interpersonal Dimensi Komunikasi Interpersonal C. Komitmen Organisasi

DAFTAR ISI HALAMAN DAFTAR GAMBAR... PEDOMAN TRANSLITERASI... ABSTRAK INDONESIA... ABSTRAK ARAB...

DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL... HALAMAN PERNYATAAN... HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING... HALAMAN PENGESAHAN... MOTTO... PERSEMBAHAN... ABSTRAK...

DAFTAR ISI PERNYATAAN KEASLIAN... PERSETUJUAN PEMBIMBING... PENGESAHAN... MOTTO... ABSTRAK... DAFTAR ISI... DAFTAR GRAFIK... xiv

Kajian Bahasa Arab KMMI /12 Shafar 1433 H 1

SATUAN ACARA PERKULIAHN (SAP)

DAFTAR ISI. Halaman BAB II STUDI TOKOH. A. Pengertian Studi Tokoh B. Profil Tokoh... 30

BAB II KAJIAN PUSTAKA

PERSETUJUAN PEMBIMBING... ii. PENGESAHAN...iii. PERSEMBAHAN... iv. MOTTO... v. ABSTRAK... vi. KATA PENGANTAR... vii. DAFTAR ISI...

DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL... PERNYATAAN... PERSEMBAHAN... NOTA PERSETUJUAN PEMBIMBING... PENGESAHAN TESIS... MOTTO... KATA PENGANTAR... DAFTAR ISI...

BAB I PENDAHULUAN. menghayati kandungan isinya. Buta aksara membaca al-qur an ini

A. Analisis Tentang Tata Cara Akad Manusia tidak bisa tidak harus terkait dengan persoalan akad

CETAKANKEDUA. AbuRazin& UmmuRazin ILMUSHARAF. UntukPemula. Free EBOOK Download

DAFTAR ISI... SAMPUL DALAM... PERSETUJUAN PEMBIMBING... PENGESAHAN... ABSTRAK... KATA PENGANTAR... DAFTAR TRANSLITERASI...

TESIS. Disusun Dalam Rangka Memenuhi Salah Satu Syarat Guna Memperoleh Gelar Magister (S.2) Manajemen Pendidikan Islam

DAFTAR ISI. BAB II PERILAKU KONSUMEN PADA PERUSAHAAN JASA A. Pemasaran Pengertian Pemasaran... 23

DAFTAR ISI SAMPUL DALAM PERNYATAAN KEASLIAN... MOTTO.. PERSETUJUAN PEMBIMBING... PENGESAHAN.. ABSTRAK.. KATA PENGANTAR... DAFTAR ISI..

ARAB-LATIN. A. KONSONAN TUNGGAL Huruf Arab Nama Huruf Latin Keterangan. Bâ' B - ت. Tâ' T - ث. Jim J - ح. Khâ Kh - د. Dâl D - ذ. Râ' R - ز.

BAB I PENDAHULUAN. Proses pembangunan yang sedang berlangsung di negara ini disertai

DAFTAR ISI SAMPUL DALAM PERNYATAAN KEASLIAN... PERSETUJUAN PEMBIMBING... PENGESAHAN.. ABSTRAK.. KATA PENGANTAR... DAFTAR ISI.. DAFTAR TRANSLITRASI..

BAB LAPAN PENUTUP. cadangan. Tajuk kesimpulan mengandungi kesimpulan-kesimpulan bagi. mempertingkatkan pengajaran bahasa Arab.

Tindak pidana perampasan kemerdekaan orang lain atas dasar. keduanya, diantaranya persamaan-persamaan itu adalah sebagai berikut:

DAFTAR ISI. Halaman Judul... Halaman Pernyataan... Halaman Persembahan... Halaman Persetujuan Pembimbing... Halaman Pengesahan... Halaman Motto...

BAB IV ANALISIS TENTANG PELAKSANAAN METODE TERJEMAH BAHASA ARAB DI MAN 1 PEKALONGAN

SHOROF TINGKAT DASAR

KATA PENGANTAR. Langitan-Rojab 1435 H. Penulis,

BAB I PENDAHULUAN. rangka mencerdaskan kehidupan bangsa yang diatur dengan undang-undang.

BAB I PENDAHULUAN. dapat dikatakan sebagai kunci ilmu pengetahuan adalah mata pelajaran bahasa

DAFTAR ISI. SAMPUL LUAR... i. SAMPUL DALAM... ii. ABSTRAK... iii. PERSETUJUAN PEMBIMBING... iv. PERNYATAAN KEASLIAN... v. KATA PENGANTAR...

MAKALAH. Ini Disusun Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Qowa idul Imla. Dosen : Muhammad Mas ud, S.Pd.I. Disusun Oleh : Fitri Wijayanti

BAB I PENDAHULUAN. Islam adalah diajarkannya cara menulis Al-Quran dan Hadits. Pembelajaran

MODUL AL QUR AN KETERANGAN GHORIB & MUSYKILAT

PENGADILAN TINGGI AGAMA MEDAN

Membangun Generasi Berdasarkan 5 Basic Skill Ala PESMA YKM

Materi Kajian Kitab Kuning TVRI Edisi Ramadhan. Narasumber: DR. Ahmad Lutfi Fathullah, MA Video kajian materi ini dapat dilihat di

BAB I PENDAHULUAN. Al-Qur an diturunkan kepada Nabi Muhammad secara berangsur-angsur yaitu

SENARAI JADUAL. JADUAL : Interpretasi Skor Min Amat baik Baik Memuaskan Lemah.

MAKALAH TANDA-TANDA PENULISAN DALAM BAHASA ARAB DAN TATA CARA MENULIS HURUF ARAB YANG BAIK DAN BENAR

Di dalam tulisannya tidak akan anda temukan bagaimana uraian tentang hal tersebut, karena untuk tahu penjelasan lengkapnya anda harus mengikuti

SILABUS PEMBELAJARAN

SENGKETA TANAH WAKAF MASJID DALAM PERSPEKTIF HUKUM ISLAM (STUDI KASUS DESA PAKEM KEC. SUKOLILO KAB. PATI) TESIS

BAB I PENDAHULUAN. negara. 1 Di atas sudah jelas bahwa pendidikan hendaknya direncanakan agar


Hijab Secara Online Menurut Hukum Islam

BAB V PENUTUP. Simpulan yang dapat diperoleh dari pelaksanaan penelitian dengan judul. Pengaruh Kompetensi Komunikasi Dosen terhadap Tingkat Pemahaman

BAB I PENDAHULUAN. Sebagaimana firman Allah SWT dalam surat Al-Mujadilah ayat 11:

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah Pada zaman modern sekarang ini, tuntutan untuk mendapatkan pendidikan

BAB IV TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP PENERAPAN AKAD QARD\\} AL-H\}ASAN BI AN-NAZ AR DI BMT UGT SIDOGIRI CABANG WARU SIDOARJO

AL-NAKIRAH WA AL-MA RIFAH

SMP NEGERI 2 PASURUAN TAHUN 2015

Kepada Siapa Puasa Diwajibkan?

BAB I PENDAHULUAN. merupakan sarana untuk beramal salah yaitu dengan. membawanya. Banyak hadits-hadits Rasulullah SAW yang menjelaskan tentang

Daftar Tabel... Pedoman Transliterasi Arab-Indonesia... Latar Belakang Masalah... Batasan Masalah Penelitian...

dan 3 ماضي juga dapat di-tashrif (diubah) berdasarkan kata ganti, baik dalam bentuk المزيد

Infleksi Alias I'rãb

BAB V PENUTUP. sebelumnya, serta arahan dari pembimbing maka dalam bab ini penulis dapat

Akal Yang Menerima Al-Qur an, dan Akal adalah Hakim Yang Adil

BAB IV ANALISIS HUKUM ISLAM TERHADAP PENETAPAN HARGA PADA PASAR OLIGOPOLI

BAB I PENDAHULUAN. dengan meningkatnya hasil belajar siswa. Peningkatan hasil belajar dapat. mengerti dan untuk dapat memecahkan suatu masalah.

BAB 5 RUMUSAN DAN CADANGAN. Rumusan itu merangkumi hal-hal yang berkaitan terjemahan Al-Quran, metodologi

BAB IV ANALISIS HUKUM ISLAM TERHADAP PRAKTIK JUAL BELI SAWAH BERJANGKA WAKTU DI DESA SUKOMALO KECAMATAN KEDUNGPRING KABUPATEN LAMONGAN

Satu kambing untuk satu orang, satu sapi/unta untuk tujuh orang dalam berkurban

POLA KOMUNIKASI INTERPERSONAL KEPALA SEKOLAH (Studi Kasus Pola Komunikasi antara Kepala Sekolah dan Guru di SDN 36 Gedong Tataan Kabupaten Pesawaran )

Wa ba'du: penetapan awal bulan Ramadhan adalah dengan melihat hilal menurut semua ulama, berdasarkan sabda Nabi r:

Jawaban yang Tegas Dari Yang Maha Mengetahui dan Maha Merahmati

BAB II KAJIAN PUSTAKA. 1. Penelitian tentang kemampuan menulis KEMAMPUAN MEMBACA DAN MENULIS AL-QURAN SISWA

MENGENAL DASAR-DASAR BAHASA ARAB

IDDAH DALAM PERKARA CERAI TALAK

PROGRAM PASCASARJANA (PPs) UNIVERSITAS ISLAM NEGERI ALAUDDIN MAKASSAR

CETAKANKEDUA. AbuRazin& UmmuRazin ILMUSHARAF. UntukPemula. Free EBOOK Download

BAB I PENDAHULUAN. akhir hayat. Pada waktu bayi, seorang bayi menguasai keterampilan-keterampilan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. tiap siklus tersebut dapat diuraikan sebagai berikut:

TESIS. Diajukan sebagai Persyaratan untuk Memperoleh Gelar Magister Studi Islam. Oleh : MUHAMADUN NIM :

Transkripsi:

Pembangkitan Otomatis Bentukan Kata Arab Berbasis Morfologi Zainal Abidin Jurusan Teknik Informatika Fakultas Sains dan Teknologi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Indonesia zainal@ti.uin-malang.ac.id Fatchurrochman Jurusan Teknik Informatika Fakultas Sains dan Teknologi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Indonesia fatchur@ti.uin-malang.ac.id Abstract Bahasa arab merupakan salah satu bahasa asing yang dipelajari dan diper guna kan di Indonesia. Bahasa arab dipelajari secara formal di Madrasah dan beberapa program studi di Perguruan Tinggi. Bahasa arab mempunyai aturan pembentukan kata yang cukup kompleks. Aturan pembentukan kata dipengaruhi oleh genre, waktu, jumlah pelaku, dan ob jek. Pada penelitian ini, dibuat suatu penerjemahan aturan pembentukan kata bahasa arab da lam aturan yang dapat dipahami oleh tenaga TIK. Aturan yang dibuat merujuk pada buku Al Amsilah al-tashrifiyah karya Maksum tahun 1965. Pengujian yang dilakukan menunjukkan bahwa diperoleh akurasi rata-rata 90.12% untuk tasrif isthilahy dan 66.93% untuk tasrif Lughawy. Aturan-aturan yang dibu at perlu disempurnakan dengan menambah beberapa rujukan untuk meningkatkan akurasi. Keywords morfologi; arab aturan pembentukan kata; bahasa I. PENDAHULUAN Mayoritas penduduk Indonesia beragama Islam. Al-Qur an yang merupakan pedoman bagi setiap muslim dalam keberadaannya berbahasa Arab. Buku-buku acu an keil muan Islam dan kitab-kitab klasik juga berbahasa Arab. Mempelajari dan menguasai bahasa Arab menjadi penting bagi seorang muslim agar dapat memahami dengan lebih baik agamanya. Bahasa Arab bukan bahasa se hari-hari di Indonesia. Bela jar bahasa arab membu tuh kan media belajar, sarana dan prasarana, lingkungan, dan te man untuk komunikasi dan diskusi. Akhirnya ba hasa arab kurang diminati oleh orang awam. Beberapa lembaga pendidikan dengan inti bisnis (core busines) keilmuan ke-islaman yang di kelola oleh Kementerian Agama 1 [2] mene tap kan baha sa arab sebagai salah satu muatan utama. Bahasa Arab menjadi pelajaran 1 Sekolah dibawah pengelolaan kementerian agama berjumlah 71.414 se-indonesia, mulai dari tingkat pra-sekolah (Raudhatul Athfal) sampai dengan Sekolah Menengah Tingkat Atas (Madrasah Aliyah). Pondok pesantren berbagai tipe berjumlah 5044. Mandrasah Diniyah sejumlah 1146. Pendidikan Tinggi Agama Islam terdapat 645 baik negeri maupun swasta. penting, karena meru pa kan kompetensi dasar untuk mempelajari pelajaran yang lain, seperti Qur-an, Hadist, dan Fiqih. Pengu a saan berbahasa Arab memerlukan beberapa ilmu tam ba han, yaitu hafalan kosakata, nafwu (ilmu untuk mengetahui hukum akhir dari suatu kata), dan Sho rof (ilmu tentang perubahan suatu kata) [4]. Pelajaran shorof merupakan materi tentang pola-pola bentukan kata arab, dikenal dengan tasrif [3]. Pembentukan kata dalam bahasa arab berdasar pada fi il madhi, sehingga akar kata dari bahasa arab adalah fi il madhi [1]. Sebuah akar kata bisa dikenai suatu bentukan sejumlah lebih dari 40 kata, gambar 1 merupakan berba gai bentukan kata yang berasal dari akar kata ktb.(كتب) Untuk mendapatkan semua ben tukan kata, maka harus menguasai seluruh pola bentukan kata. Orang awam akan kesuli tan untuk menguasai semua pola bentukan kata arab. Pada penelitian ini akan membangun aplikasi komputer untuk pembangkit bentu kan kata arab secara otomatis. Bentukan kata yang dibangkitkan akan dilengkapi dengan keterangan jenis kata, sehingga dapat digunakan sebagai media pembelajaran untuk sho rof. Masukan pada apli ka si adalah akar kata, berkharakat (vowel) maupun tanpa kharakat. Akar kata yang telah diterima apli kasi menjadi dasar pembentukan kata. Pembentukan ka ta mengacu di pola bentukan kata ber ba hasa arab, tasrif [3]. II. TINJAUAN PUSTAKA A. Ilmu Shorof Shorof adalah salah satu sabang ilmu dalam bahasa arab yang khusus membahas ten tang perubahan bentuk kata. Perubahan bentuk kata dari akar kata kepada bentuk-bentuk yang lain sesuai dengan makna yang dikehendaki. Dalam praktiknya ilmu Shorof sering di sebut dengan tashrif. Ilmu ini dinamakan ilmu Shorof (perubahan, berubah) karena ilmu ini khusus membahas tashrif (pengubahan, mengubah). Dalam menentukan asal bentuk suatu kata, ada dua perbedaan pendapat dari para ulama. Menurut pendapat ulama Bashrah, asal bentuk kata adalah masdar. Sedangkan menurut pendapat ulama Kufah, asal bentuk kali mat adalah fi il madhi. Asal bentuk kata dirubah kedalam bentuk kata yang lain misalnya perubahan dari ben tuk Mufrad (satu) kepada

Tastniyah (dua) dan (banyak) dan atau bentuk masdar (kata benda) kepada fi il (kata kerja) atau wasf (kata sifat), dan lain-lain. Berubahan bentuk kata bertujuan untuk merubah makna dari kata yang diinginkan. Contoh misalnya dengan menggunakan asal kata dalam bentuk masdar : asal kata masdar : ض ر ب dibaca : Dhorbun, bermakna pukulan. Bila diubah kedalam bentuk fi il madhi menjadi : ض ر ب dibaca : Dhoroba, bermakna : telah memukul. Dirubah kedalam bentuk fi il mudhorik menjadi : ی ض ر ب dibaca : Yadhribu, bermakana : akan memukul. Dirubah kedalam bentuk fi il amar menjadi : dibaca : Idhrib, bermakna : pukullah. Perubahan kata ا ض ر ب tersebut dikenal dengan tashrif, yaitu merubah bentuk asal ka ta men jadi bentuk-bentuk yang lain untuk mendapatkan makna yang dikehendaki. B. Aturan Pembentukan Kata Berdasar Tasrif Isthilahy Pada penelitian ini pembentukan kata berdasar tasrif istilahi menitikberatkan pada tujuh aturan pembentukan kata. Tujuh aturan pembentukan kata tersebut terdiri dari : dua a turan pembentukan jenis fiil (madhi dan modho rek) dan lima aturan pembentukan isim (masdar, fail, maful, amar, nahi). Pada peneltian ini aturan yang dapat diterapkan dapat digunakan untuk membentuk kata dalam shoheh, ajwaf, mudhongaf, dan mahnudj. Pada penelitian ini, pembuat an aturan pembentukan kata berdasar Al Amsilah al-tashrifiyah karya Muhamad Maksum tahun 1965. Pada buku tersebut tasrif isthilahy dike lompokan dalam enam bab. Bab pada penelitian ini digunakan sebagai tipe. Tsulatsy Mujarrod adalah kata dasar (fi il madhy) yang tersusun dari tiga huruf saja. Tsulatsy mujarrod memiliki enam bab dengan wazan yang berbeda-beda untuk setiap babnya. Setiap fi'il madhy yang tersusun dari tiga huruf pasti akan masuk ke salah satu dari enam bab ini, dimana antara bab yang satu dengan yang lain memiliki perubahan bentuk yang spesifik. Berikut ini adalah tabel wazan tsulatsy mujarrod dari bab 1 hingga bab 6. Setiap bab tsulatsy mujarrod hanya memiliki perbedaan pada harokat (baris) 'ain fi'il-nya. baik 'ain pada fi il madhy ataupun pada fi il mudhari'. Selebihnya, yaitu baris pada huruf fa fi'il dan lam fi'il-nya adalah sama untuk setiap bab. C. Aturan Pembentukan Kata Berdasar Tasrif Lughawy Tasrif lughowi merupakan perubahan kata karena pengaruh kata ganti. Kata ganti mempunyai beberapa kata yang dapat dikelompokan menjadi tiga, yaitu : jenis, gender (lakilaki atau ), dan jumlah dari pelaku. Jenis, gender, dan jumlah pelaku ber kom binasi sehingga diperoleh 14 bentukan baru. Jenis dan jumlah pelaku berkombinasi menyusun enam ka ta bentuk (dia, mereka, mereka, kamu, kalian, kalian ). Gender terdiri da ri dua pola (pria dan ), lihat tabel I. Pada penelitian ini, Aturan pembentukan kata berdasar pada tafrif lughowi diawali de ngan memeriksa huruf akhir kata. Pemeriksaan digunakan untuk memastikan tidak hu ruf ilat di akhir kata. Perhatian pada huruf ilat diakhir (ا, و, ى, ا, ي, و ) kata dikarenakan seca ra umum tasfir lughowi menambahkan akhiran pada pembentukan kata, sehingga ter dapat berbedaan aturan pembentukan kata pada kata huruf akhir berupa huruf ilat. No Isim Dhomir TABLE I. Makna KATA GANTI Gender 1 و dia laki-laki tunggal م ا 2 mereka laki-laki 3 م mereka laki-laki 4 ي dia tunggal م ا 5 mereka 6 ن mereka 7 ت ا ن kamu laki-laki tunggal ا ن ت م ا 8 kalian laki-laki 9 م ت ا ن kalian laki-laki 10 ت ا ن kamu tunggal ا ن ت م ا 11 kalian 12 ن ت ا ن kalian saya ا ن ا 13 14 ن ح ن kami TABLE II. Conoh Bentukan Fiil Madhi 1 2 3 س ن ح ل م ع laki-laki / laki-laki / Tunggal Jamak IMBUHAN AKHIRAN UNTUK FIIL MADHI ع ل ف Tambahan akhiran Isim Dhomir و ع لا م ا ا ف م ع ل و ا - ف و وا وا وا ا س نا ح س ن و ا ح ما ع ل م و ا ع ل

ع ل ت ي ت ت ت ت ف sehingga aturan pembentukan kata pada fiil madhi pola mahmud dibuat dalam satu atu ran yang sama dengan shoheh. م ا ت تا تا ا ت ا ع ل ت ا ف س ن ت ا ح ل م ت ا ع ع ل ن ن _ ن ن ن ن ف س ن ن ح م ن ع ل ع ل ت ت _ ت ت ت ت ف ا ن ت م ا ا ن م ا ت ع ل ت م ا ف س ن ت م ا ح ل م ت م ا ع ن ت م ا م -ت ع ل ت م ف س ن ت م ح ل م ت م ع ت ا ن ع ل ت - ف ت ت ت ت ت م ا ا ن ن ت ن ا ا ا ن ح ن ن م ا ت ن -ت ع ل ت م ا ف ع ل ت ن ف ت ع ل ت - ف ت ت ت ت -ن نا نا ا ن ا ع ل ن ا ف III. HASIL PENELITIAN س ن ت م ا ح س ن ت ن ح س ن ن ا ح ل م ت م ا ع ل م ت ن ع ل م ن ا ع A. Tasrif Isthilahy Fiil Madhi Pada penelitian ini, ruang lingkup yang dapat dijangkau oleh aturan pembentukan kata dari fiil madhi menjangkau ajwah wawi, mudhongaf, mahmudj, dan shoheh. Aturan pembentukan kata fiil madhi secara lengkap dapat dilihat pada gambar 1. Aturan aj wah wawi (dapat dilihat pada aturan baris 2 sampai dengan 7). Ajwah wawi dapat dike nali dari huruf dari root yang ketiga, berupa huruf alif, tetapi pengenalan ini akan rancu dengan ajwah yai. Pada penelitian ini dititik beratkan pada ajwah wawi. Pembentukan kata fiil madhi jenis mudhongaf, dikenali melalui tasdij diakhir root (lihat baris 9 sam pai 11). Jika akhir root berupa tasdij, maka jenis kata termasuk dalam mudhongaf, sehingga pada pembentukan fiil madhi dianggap hanya dua huruf. Fiil madhi jenis shoheh mempunyai beberapa bentuk. Bentuk dibedakan dalam bab [3], dalam penelitian ini bab disebut tipe. Bentuk fiil madhi dikelom po kan dalam tiga, yaitu 1) gabungan tipe 1, 2, dan 3; 2) gabungan tipe 4 dan 6; dan 3) tipe 4 (tidak gabu ngan dengan tipe lain). Pembentukan kata pada fiil madhi diatur untuk dapat membentuk kata dalam pola shoheh dan mahmudj (lihat baris 12 sampai 25). Aturan pem bentukan kata pada pola sho heh dan mahmudj sama, Figure 1. Aturan pembentukan kata pada fiil madhi Dengan cara yang sama disusun algoritma pembentukan kata secara otomatis tasrif isthilahy untuk jenis kata yang lain seperti tasrif isthilahy Fiil Mudhorek, tasrif isthilahy Masdar, tasrif isthilahy Fiil Amar, Tasrif Isthilahy Fiil Nahi, tasrif isthilahy Isim Fail, dan tasrif isthilahy Isim Maful. B. Tasrif Lughawy Fiil Madhi Fiil Madhi dalam tasrif lughowi merupakan fiil madhi istilahi ditambah dengan akhiran. Akhiran yang ditambahkan sesuai kata ganti yang menyertainya. Berdasar pada pola bentukan kata, maka dapat dibuat suatu aturan pembentukan kata un tuk fiil madhi dalam tasrif lughowi. Figure 2. Aturan pembentukan kata fiil madhi dalam tasrif lughowi Gambar 2 merupakan aturan pembentukan kata untuk fiil madhi dalam tasrif lughowi. Aturan diawali dengan memanggil

fiil madhi dalam tasrif isthtilahy kemudian di lanjutkan dengan penambahan akhir baris 5 sampai dengan baris 32. Dengan cara yang sama dilakukan penyusunan algoritma pembentukan kata Arab dengan tasrif lughowi seperti Tasrif Lughowi Fiil Mudhorek, Tasrif Lughowi Fiil Amar, Tasrif Lughowi Fiil Nahi, Tasrif Lughowi Isim Fail, dan Tasrif Lughowi Isim Maful. C. Implementasi Aturan pembentukan kata diterapkan dalam kode sumber de ngan menggunakan bahasa pemrograman java. Editor yang digunakan untuk membangun proyek perangkat lunak adalah netbean 7. Gambar 3 merupakan tampilan proyek dalam netbean 7. Atu ran pembentukan kata diterapkan dalam class ArabicMorfologyBuilder dan Dashboard, sedang class sharaf digunakan sebagai uji coba dari ArabicMorfologyBuilder pada tahap pengembangan. Isim Fa il 16 11 5 68,75 % Isim Maf ul 16 16 0 100 % Fi il Amr 16 16 0 100 % Fi il Annahi 16 16 0 100 % Rata-rata 90,12 % Uji coba tasrif lughowi dilakukan dengan mengisi textfield ma sukan fiil madhi. Fiil madhi yang menjadi masukan, berupa fiil madhi bentuk istilahii tanpa kharokat. Pada uji coba ini, peranti lunak diuji dengan kata dengan panjang tiga huruf dalam beberapa bi na, yaitu : shoheh, ajwaf wawi, ajwaf yai, mudhoaf, mahmuj fak, dan mahmuj ngain. Kata yang digunakan sebagai masukan adalah kata yang bersesuaian dengan bina, lihat dalam Ta bel IV. Hasil pembentukan kata dibandingkan dengan alamsilah tasrifyah terbit tahun 1965 karya Muhamad Maksum [3]. Selain itu hasil diperiksa oleh dua pakar sharaf. TABLE IV. DATA UJI Figure 3. Tampilan hasil pembentukan kata setelah menerima masukan No Kata Uji Bina 1 ر ص ن Shoheh 2 ص ا ن ajwaf wawi 3 ع ب ا Ajwaf yai 4 د م Mudhoaf 5 م ا د mahmuj fak 6 د و ا mahmuj ngain D. Uji Coba Uji coba tasrif isthilahy didasarkan pada contoh-contoh yang ada di buku Ilmu Sharaf untuk Pemula yang ditulis oleh Abu Razin dan Ummu Razin [7]. Data uji untuk bab 1 terdiri dari kata شكر,سكت,نصر. Akurasi pembentukan kata per jenis kata untuk tasrif isthilahy ditampilkan pada tabel III. TABLE III. Jenis Kata AKURASI PEMBENTUKAN KATA TASRIF ISTHILAHY Data Uji Hasil Uji Sesuai Hasil Uji Tidak Sesuai Prosentase Kesesuaian Fi il Madhi 16 16 0 100 % Fi il Mudhari 16 16 0 100 % TABLE V. HASIL UJI PADA BINA SHOHEH Jenis benar Salah Akurasi Fiil Madhi 14 0 100% Fiil Mudhorek 14 0 100% Fiil Amar 5 1 83% Fiil Nahi 5 1 83% Isim Fail 12 0 100% Isim Maful 12 0 100% Total 62 2 96.88% Masdar 16 10 6 62,5 %

TABLE VI. CAPAIAN AKURASI PADA UJI COBA TIAP BINA perlu dikembangkan pada aturan pembentukan kata dengan pan jang kata lebih dari tiga huruf. Selain itu, perlu ditambah rule agar mampu mengakomodir bina yang lain. Bina Akurasi Shoheh 96.88% Ajwaf wawi 48.44% Ajwaf yai 50.00% mudhoaf 53.13% Mahmuj fak 75.00% Mahmuj ngain 78.12% IV. DISKUSI Pada penelitian ini merumuskan aturan pembentukan kata berbahasa arab yang di peroleh dari morfologi kata arab. Aturan pembentukan kata yang dibuat merupakan atu ran yang dapat dikenali oleh sumber daya manusia bidang tekno logi informasi dan kom puter, sehingga aturan dapat diimple men tasikan dalam bahasa pemrograman. Aturan pembentukan kata perlu ditambah kaidah-kaidah normaliasi. Normalisasi diperlukan untuk membetulkan kata dengan susunan huruf atau kharokat yang kurang te pat. Hasil pembentukan ajwaf dan mudhoaf secara umum ketidaksesuaian disebabkan ka rena alif ganda, kharokat yang tidak sesuai. Disisi lain, Aturan yang dibuat hanya mampu mengakomodasi kata dengan pan jang tiga hu ruf. Aturan REFERENCES [1] A. Soudi, A. Van Den Bosch, dan G. Neumann. Arabic Computational Morphology. Netherlands:Springer.2007. [2] Kemenag. Buku Statistik Pendidikan Islam Tahun Pelajaran 2011/2012. 2012. [3] Maksum, muhamad. Al Amsilah al-tashrifiyah lil Madaris al-salafiyah al-syafi iyah. Surabaya : Maktabah al-syaih Salim Bin Sa d Nabhan. 1965. [4] Utsman, Abu. Bahasa Arab Ilmu Nahwu dan Shorof. diunduh dari badaronline.com pada 23-03-2014. [5] Taghva, K., Elkhoury, R. dan Coombs, J. Arabic Stemming Without A Root Dictionary. Las Vegas: Information Science Research Institute University of Nevada. 2005. [6] Hilmi, Danial. Cara Mudah Belajar Ilmu Shorof. Malang: UIN Maliki Press. 2012. [7] Razin, Abu dan Razin, Ummu. Ilmu Sharaf Untuk Pemula Cetakan II. Belajar Ilmu Bahasa Arab. Diunduh dari www.programbisa.com pada tanggal 2 september 2014. [8] Schildt, Herbert. Java The Complete Reference Seventh Edition. New York : Mc Graw Hill.2014.