BAB III METODE PENELITIAN

dokumen-dokumen yang mirip
BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. penelitian berupa angka-angka dan analisis menggunakan statistik. Masih dari

BAB III METODE PENELITIAN

III. METODOLOGI PENELITIAN. pokok yang harus diperhatikan yaitu dilaksanakan secara sistematis,

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN Lokasi dan Subjek Populasi/Sampel Penelitian Lokasi Penelitian

BAB III METODE PENELITIAN. Metode Penelitian merupakan tata cara bagaimana suatu penelitian

BAB III METODE PENELITIAN. Variabel adalah sesuatu yang akan menjadi objek pengamatan

BAB III METODE PENELITIAN. penafsiran terhadap data, serta penampilan dari hasilnya. Serta mengunakan

BAB III METODE PENELITIAN. Menurut Suharsimi Arikunto (2 010: 3) penelitian deskriptif adalah suatu

BAB III METODE PENELITIAN. merumuskan masalah sampai dengan menarik kesimpulan (Purwanto,

`BAB III METODE PENELITIAN. bimbingan kelompok dengan komunikasi antar pribadi siswa kelas VIII di

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III PROSEDUR PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Populasi adalah kumpulan dari individu dengan kualitas serta ciri-ciri yang

BAB III METODE PENELITIAN. Lokasi penelitian ini di laksanakan di MTs Negeri Model Limboto.

BAB III METODE PENELITIAN. expost facto, karena bertujuan menggambarkan keadaan atau fenomena yang

BAB III METODE PENELITIAN. Lingkungan Keluarga dengan Perilaku Empati siswa kelas X SMA Negeri 1 Tibawa

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. didik kelas VII di SMP Negeri 2 Pariaman, maka dalam penelitian ini

BAB III METODE PENELITIAN. untuk memahami, memecahkan, dan mengantisipasi masalah dalam bidang

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. dilakukan pada penelitian deskriptif atau dalam rangka pengujian hipotesis

BAB III METODE PENELITIAN. Pendekatan penelitian merupakan salah satu aspek penting dalam suatu

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. dapat dilaksanakan secara efisien dan efektif sesuai tujuannya. Desain

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini menggunahkan pendekatan kuantitatif

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. pada penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif yaitu merupakan

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Menurut Ghony rancangan penelitian adalah strategi suatu penelitian,

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. yang banyak menggunakan angka-angka, mulai dari pengumpulan data, penafsiran terhadap data serta penampilan dari hasilnya.

BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif ( descriptive research).

BAB III METODE PENELITIAN. metode penelitian yang ilmiah pula, sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. memperoleh pengetahuan yang benar tentang suatu masalah. 1 Dalam kegiatan

BAB III METODE PENELITIAN. terhadap data serta penampilan dari hasilnya.

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian yang dilakukan oleh peneliti berlokasi di SMK Negeri I Limboto

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. 3.1 Desain Penelitian dan Metode Penelitian

BAB III METODE PENELITIAN. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dan korelasional,

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. bisa dikatakan sebagai faktor-faktor yang berperan dalam peristiwa atau gejala

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dikategorikan sebagai jenis penelitian kuantitatif karena data

BAB III METODE PENELITIAN. A. Identifikasi Variabel Penelitian. B. Definisi Operasional Variabel Penelitian

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. yang ada. Data yang terkumpul diwujudkan dalam bentuk angka-angka. akan menunjukkan sejauh mana dua hal saling berhubungan.

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif yaitu penelitian yang

menggunakan rumus korelasi product moment.

III. METODELOGI PENELITIAN. Metode penelitian adalah cara yang digunakan oleh peneliti dalam

BAB III METODE PENELITIAN. Menurut Suharsimi Arikunto (2010: 3) penelitian deskriptif adalah suatu

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Tata cara tersebut dikenal sebagai metode penelitian. Metode

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif korelasional, yakni penelitian

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. kuantitatif dan pendekatan kualitatif. Pendekatan kuantitatif merupakan

BAB III METODE PENELITIAN. masalah dalam penelitian. Melalui penelitian manusia dapat menggunakan

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Identifikasi variabel penelitian diuraikan berdasarkan hipotesis, yaitu: 1. Variabel terikat (Y): Motivasi Kerja Karyawan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Menguji suatu data yang telah dirumuskan dalam suatu penelitian

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kuantitatif, karena

BAB III METODE PENELITIAN. eksperimen semu (quasi experimental research). Menurut Sugiyono (2012:

BAB III METODE PENELITIAN. Menurut Sugiyono (2008 : 2), Metode Penelitian pada dasarnya

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. A. Tempat dan Waktu Penelitian. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus 2016 tanggal 18 20

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. sistematis dan logis, sehingga dapat dijadikan pedoman yang betul dan mudah

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian yang di lakukan oleh peneliti berlokasi di SMA Negeri 4. jangkau sehingga memudahkan dalam pengumpulan data.

Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah ada hubungan negatif antara

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian kuantitatif dan (b). Penelitian kualitatif (Azwar, 2007: 5). Dalam

BAB III METODE PENELITIAN. Sumber data penelitian didapat dari siswa SMKN 6 Bandung, oleh karena

BAB III METODE PENELITIAN. penelitian yang dipakai adalah penelitian inferensial. Penelitian inferensial

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. suatu pendekatan yang tepat, sehingga mendapatkan hasil yang optimal. Yang

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Dalam penerapan metode penelitian, yang digunakan adalah penelitian

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif. Penelitian

BAB III PROSEDUR PENELITIAN

Transkripsi:

BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian 1. Metode Penelitian Penelitian ini adalah penelitian deskriptif artinya metode yang digunakan adalah survai, dengan teknik pengumpulan data berupa angket (kuisioner). Menurut Sugiyono (2009: 147), penelitian deskriptif digunakan untuk mendeskripsikan atau menggambarkan data yang telah terkumpul sebagaimana adanya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah survei. Menurut Suharsimi Arikunto (1993: 86), studi survei adalah salah satu pendekatan penelitian yang pada umumnya digunakan untuk pengumpulan data yang luas dan banyak. Sedangkan teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan instrumen yang berupa angket. Kuesioner (angket) merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawabnya (Sugiyono, 2009: 142). 2. Waktu dan Lokasi Penelitian Penelitian ini dilakukan di MTs Negeri Majenang, Cilacap, khususnya untuk siswa dan siswi yang mengikuti kegiatan ekstrakurikuler bola voli yang dilaksanakan pada bulan Maret April 2012. 42

B. Definisi Operasional Variabel Penelitian Variabel yang ada adalah faktor yang mempengaruhi minat siswa memilih ektrakurikuler bolavoli di MTs Negeri Majenang. Minat yang timbul dari seseorang dipengaruhi oleh dua faktor, yaitu faktor dari dalam dan faktor dari luar. Faktor dari dalam seperti rasa senang, perhatian, dan persepsi sedangkan faktor dari luar seperti lingkungan, pengalaman, dan sistem pengajaran. Dari pendapat diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa minat atas bakat, rasa senang dan perhatian. C. Populasi dan Sampel Penelitian 1. Populasi Menurut Sugiono (2003:55), populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas subjek atau objek yang mempunyai kuantitas dan kerakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulanya. Sedangkan menurut Husaini Usman dan Purnomo Setiady Akbar (2006: 181), Populasi ialah semua nilai baik hasil perhitungan maupun pengukuran, baik kuantatif maupun kualitatif, daripada karakteristik tertentu mengenai sekelompok objek yang lengkap dan jelas. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh siswa MTs Negeri Majenang kelas VII dan VIII yang mengikuti ekstrakurikuler bolavoli 33 43

siswa, dengan siswa kelas VII sebanyak 14 orang dan kelas VIII sebanyak 19 siswa. 2. Sampel Penelitian ini adalah penelitian populasi, populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh siswa MTs Negeri Majenang kelas VII dan VIII yang mengikuti ekstrakurikuler bolavoli 33 siswa, dengan siswa kelas VII sebanyak 14 orang dan kelas VIII sebanyak 19 siswa. Yang dimaksud sampel adalah sebagian atau wakil dari populasi.. Dalam hal ini jumlah populasi 33 siswa yang mengikuti ekstrakurikuler bolavoli. Menurut Sugiyono (2009: 81), Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tertentu. D. Instrumen Penelitian Menurut Suharsimi Arikunto (1993: 121), instrumen adalah alat pada waktu peneliti menggunakan sesuatu metode. Menurut Suharsimi Arikunto (2005: 101), Instrumen pengumpulan data adalah alat bantu yang dipilih dan digunakan oleh peneliti dalam kegiatannya mengumpulkan agar kegiatan tersebut menjadi sistematis dan dipermudah olehnya. Instrumen diperlukan agar pekerjaan yang dilakukan lebih mudah dan hasilnya lebih baik, dalam arti lebih cermat, lengkap dan sistematis sehingga data lebih mudah diolah. Instrumen atau alat yang digunakan dalam penelitian ini berupa kuesioner. Kuesioner digunakan untuk 44

menyelidiki pendapat subjek mengenai suatu hal atau untuk mengungkapkan kepada responden. Menurut Suharsimi Arikunton (2002:128), Angket atau kuesioner adalah sejumlah pertanyaan atau peryataan yang digunakan untuk memperoleh informasi sampel dalam arti laporan pribadinya, atau hal-hal yang ia ketahui. Menurut Sugiyono (2009: 142), Koesioner merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau peryataan tertulis kepada responden untuk dijawabnya. Menurut Hadi Sabari Yunus (2010: 372), Angket tidak lain juga merupakan alat pengumpul yang berupa daftar pertanyaan, namun diisi sendiri oleh responden. Menurut Sugiyono (2009: 143), tipe pertanyaan dalam angket dapat terbuka atau tertutup. Pertanyaan terbuka adalah pertanyaan yang mengharapkan responden untuk menuliskan jawabannya berbentuk uraian tentang suatu hal. Sedangkan pertanyaan tertutup akan membantu responden untuk menjawab dengan cepat, dan juga memudahkan peneliti dalam melakukan analisis data terhadap seluruh angket yang telah terkumpul. Dalam penelitian ini menggunakan angket tertutup jadi responden tinggal memilih jawaban yang sesuai dengan keinginannya (Suharsimi Arikunto, 2002: 129). 45

Menurut Suharsimi Arikunto (2002: 129), keuntungan menggunakan angket adalah: a. Tidak memerlukan kehadiran peneliti. b. Dapat dibagi secara serentak kepada banyak responden. c. Dapat dijawab oleh responden menurut kecepatan masing-masing, dan menurut waktu senggang responden. d. Dapat dibuat anonim sehingga responden bebas jujur dan tidak malu untuk menjawab. e. Pertanyaan dibuat sama untuk masing-masing responden. Sedangkan kelemahan dari penggunaan angket adalah: a. Responden dalam menjawab sering tidak teliti sehingga ada yang terlewatkan. b. Seringkali sukar dicari validitasnya. c. Walaupun anonim kadang responden sengaja memberikan jawaban yang tidak jujur. d. Sering tidak kembali jika dikirim lewat pos. e. Waktu pengembaliannya tidak bersamaan. Dalam menyusun instrumen harus memperhatikan langkah-langkah sebagai berikut: mendefinisikan konstrak, menyidik faktor, dan menyusun butir pertanyaan (Sutrisno Hadi, 1991:7-11). Berdasarkan ketiga langkah tersebut dapat diuraikan sebagai berikut: 46

a. Mendefinisikan Konstrak Konstrak dalam penelitian ini adalah faktor yang mempengaruhi siswa memilih ekstrakurikuler bolavoli di MTs Negeri Majenang. Dalam hal ini faktor yang mempengaruhi minat siswa memilih ekstrakurikuler bolavoli di MTs Negeri Majenang. b. Menyisik Faktor Selanjutnya adalah menyisik faktor konsrtak dari variabel, dari variabel di atas dapat dijabarkan menjadi faktor yang dapat diukur. Faktor tersebut meliputi: faktor dari dalam yaitu harapan tertentu seperti, prestasi, rekreasi, kesehatan sedangkan faktor dari luar yaitu lingkungan, keluarga, pelatih, sarana dan prasarana, dan ekonomi. c. Menyusun butir-butir pertnyataan Adalah langkah ketiga dengan menyusun butir-butir pertanyaan yang mengacu pada faktor-faktor yang berpengaruh dalam penelitian. Untuk menyusun butir-butir pernyataan, maka faktor-faktor tersebut dijabarkan menjadi kisi-kisi instrumen peneliti yang kemudian dikembangkan dalam butir-butir soal atau pernyataan. Butir pernyataan harus merupakan penjabaran dari isi faktor-faktor yang telah diuraikan di atas, kemudian dijabarkan menjadi indikator-indikator yang ada disusun butir-butir soal yang dapat memberikan gambaran tentang keadaan faktor tersebut. Butir-butir pernyataan yang disusun bersifat positif 47

dan negatif. Pernyataan negatif dimaksudkan menvariasikan pernyataan agar tidak monoton dan membosankan. d. Konsultasi atau Kalibrasi Ahli (Expert Judgement ) Setelah butir-butir pernyataan tersusun, langkah selanjutnya adalah mengkonsultasikan pada ahli atau kalibrasi ahli. Ahli tersebut berjumlah 2 orang, diantaranya yang terdiri dari dosen pembimbing, dosen di luar pembimbing sesuai dengan bidang yang bersangkutan. Penskoran digunakan dengan menggunakan skala Likert. Menurut Sutrisno Hadi (1991: 19), skala likert merupakan skala yang berisi lima tingkat jawaban mengenai kesetujuan responden terhadap statemen atau pernyataan yang dikemukakan mendahului opsi jawaban yang disediakan. Modifikasi skala likert dimaksudkan untuk menghilangkan kelemahan yang dikandung oleh skala lima tingkat, modifikasi skala Likert meniadakan katagori jawaban yang di tengah berdasarkan tiga alasan yaitu: (1) katagori tersebut memiliki arti ganda, biasanya diartikan belum dapat memutuskan atau memberikan jawaban, dapat diartikan netral, setuju tidak, tidak setujupun tidak, atau bahkan ragu-ragu. (2) tersediannya jawaban ditengah itu menimbulkan kecenderungan menjawab ke tengah. (3) maksud katagori SS- S-TS-STS adalah terutama untuk melihat kecenderungan pendapat responden, ke arah setuju atau ke arah tidak setuju. 48

Maka dalam penelitian ini dengan menggunakan empat alternatif jawaban, yaitu: sangat setuju (SS), setuju (S), tidak setuju (TS), dan sangat tidak setuju (STS). Skala likert digunakan untuk mengukur sikap, pendapat, dan persepsi seseorang atau kelompok orang tentang fenomena sosial (Sugiyono, 2009: 93). Responden dapat memilih salah satu dari empat alternatif jawaban yang disesuaikan dengan keadaan subjek. Tabel 1. Kisi-kisi Angket Uji Coba Variabel Faktor Indikator Butir Peryataan Jmlah Minat 1, 2, 3, 4, 5* 5 Prestasi 6, 7, 8, 9, 10* 5 Faktor yang Mempenger Interen Rekreasi 11*, 12, 13, 14, 15 5 uhi Minat Siswa dalam Memilih Kepribadian 16*, 17, 18, 19, 20* Ekstrakuriku Kesehatan 21, 22, 23, 24, 25* ler Bola Voli Lingkungan 26, 27*, 28, 6 29, 30 Keluarga 31, 32, 33, 34, 35 6 Eksteren Sarpras 36*, 37, 38, 6 39,40* Pelatih 41, 42, 43*, 44*, 5 45 Ekonomi 46*, 47, 48, 49, 50 *adalah angket gugur Jumlah 50 49

Tabel 2. Kisi-kisi Angket Setelah Uji Coba Variabel Faktor Indikator Butir Peryataan Jumlah Minat 1, 2, 3, 4 4 Prestasi 5, 6, 7, 8 4 Faktor yang Mempenger Interen Rekreasi 9, 10, 11, 12 4 uhi Minat Siswa dalam Kepribadian 13, 14*, 15, 16* 4 Memilih Kesehatan 17*, 18, 19, 20 4 Ekstrakuriku Lingkungan 21,22,23,24 4 ler Bola Keluarga 25, 26, 27, 28 4 Voli Eksteren Sarpras 29, 30, 31, 32 4 Pelatih 33*,34*,35, 36 *adalah angket gugur Ekonomi 37*, 38, 39, 40 4 Jumlah 40 E. Teknik Pengumpulan Data Dalam mengumpulkan data angket atau kuesioner, yang digunakan untuk memperoleh informasi dari responden. Angket yang digunakan tipe angket pilihan yang meminta responden untuk memilih jawaban, satu jawaban yang sudah ditentukan. Untuk altenatif jawaban dalam angket ini ditetapkan skor yang diberikan untuk masing-masing pilihan dengan menggunakan modifikasi skala likert. Dengan demikian dalam penelitian ini responden dalam menjawab pertanyaan hanya ada 4 kategori diantaranya sangat setuju (SS), setuju (S), tidak setuju (TS), sangat tidak setuju (STS), dari jawaban di atas memiliki bobot skor dengan rincian sebagai berikut: 50

Tabel 3. Bobot Skor Pertanyaan Skor Sangat Setuju 4 Setuju 3 Tidak Setuju 2 Sangat Tidak Setuju 1 F. Uji Coba Instrumen 1. Uji Validitas Instrumen Uji coba instrumen dilakukan sebelum angket diberikan kepada responden. Tujuan dari ujicoba instrumen ini adalah untuk menghindari pernyataan yang kurang jelas maksudnya, menghilangkan kata-kata yang sulit dijawab, serta mempertimbangkan penambahan dan pengurangan item. Uji coba instrument dilakukan pada siswa-siswi yang mengikuti kegiatan ektrakulikuler di MTs EL BAYAN Bendasari Majenang, sejumlah 33 responden. Jika sudah diujicobakan ternyata instrumen belum baik maka perlu diadakan revisi benar-benar diperoleh instrumen yang baik (Suharsimi Arikunto, 2006:166). Sutrisno Hadi (1991:1), adapun langkah-langkah untuk menghitung skor faktor dari skor butir yaitu dengan menghitung korelasi moment tangkar antara butir dengan faktor, korelasi product moment: rxy = N XY ( X) ( Y) [ N X² ( X)² ] [ N Y² ( Y)² ] 51

Keterangan : rxy : koefisien korelasi X dan Y N : jumlah subjek uji coba X : jumlah X ( skor butir ) Y : jumlah Y ( skor butir ) Setelah dianalisis menggunakan bantuan program komputer SPSS seri 17.0 menghasilkan adanya 12 butir yang tidak valid atau gugur. Butir yang tidak valid tersebut dikarenakan r hitungnya lebih kecil dari r tabel. Butir soal yang gugur karena nilai r 0,05, sedangkan butir soal yang signifikan mempunyai nilai r 0,05. Butir pernyataan tersebut terdapat dibutir no 5, 10, 11, 16, 20, 25, 27, 36, 40, 43, 44, dan 46. Jadi butir yang sahih atau valid ada 38 pernyataan. Butir yang tidak valid atau gugur (12 butir) tersebut kemudian direvisi dengan kalimat lain yang tetap mengandung maksud yang sama agar mudah difahami oleh responden sehingga menjadi valid dan diujicobakan lagi sampai menjadi valid. 2. Uji Reliabilitas Instrumen Menurut Suharsimi Arikunto (1993: 142), Reliabilitas menunjuk pada satu pengertian bahwa suatu instrumen cukup dapat dipercaya untuk digunakan sebagai alat pengumpul data karena instrumen tersebut sudah baik. Dalam penelitian ini menggunakan model modifikasi skala Likert dengan 4 alternatif jawaban yaitu sangat setuju, setuju, tidak setuju, dan sangat tidak setuju yang masing-masing jawaban diberi skor. 52

Untuk jawaban sangat setuju skor 4, setuju skor 3, tidak setuju skor 2 dan sangat tidak setuju diberi skor 1. Menurut Suharsimi Arikunto (1993: 167), bahwa pengujian reliabilitas dengan teknik Alpha dilakukan untuk jenis data angket atau bentuk uraian. Adapun rumus Alpha sebagai berikut. k r₁₁ = 1 - σb² (k -1) σt² Keterangan: r₁₁ = reliabilitas instrumen k = banyaknya butir pertanyaan/banyaknya soal σb² = jumlah variabel butir σt² = varians total Dari hasil analisis dengan menggunakan program SPSS seri 17.0 diperoleh reliabilitas sebesar 0, 744. G. Analisi Data Menurut Slameto (2001:43), untuk memberikan makna pada skor yang ada, dibuat bentuk kategori atau kelompok menurut tingkatan yang ada, kategori terdiri dari lima kategori yaitu sangat tinggi, tinggi, sedang, rendah dan sangat rendah. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah statistik dekriptif dengan persentase. Statistik deskriptif adalah statistik yang mempunyai tugas mengorganisasi dan menganalisis data angka agar 53

memberikan gambaran secara teratur, ringkas, dan jelas mengenai suatu gejala, peristiwa atau keadaan, sehingga dapat ditarik pengertian atau makna tertentu (Anas Sudijono, 2010: 4). Dalam hal penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sebarapa besar faktor yang mempengaruhi minat siswa dalam memilih ektrakulikuler bolavoli di MTs Negeri Majenang. Analisis data dengan empat kriteria skor pernyataan positif: Pertanyaan Skor Sangat Setuju 4 Setuju 3 Tidak Setuju 2 Sangat Tidak Setuju 1 Data yang diperoleh dari tiap-tiap item tes merupakan data kasar dari hasil tiap butir yang dicapai. Selanjutnya hasil kasar tersebut diubah menjadi nilai dengan cara mengkonsultasikan dengan kategori yang telah ditentukan. Penyimpulan empat kategori dengan teori distribusi normal (B. Syarifudin, 2010 : 113). Tabel 4. Uji Normatif No Rentan Normal Kategori 1. M + 1,5 SD Sangat Tinggi 2. M < M + 1,5 SD Tinggi 3. M 1,5 SD < M Rendah 4. M 1,5 SD Sangat Rendah 54

Keterangan: M SD : Mean : ½ (maksimal ideal + minimal ideal) : Standar Deviasi : 1/6 (maksimal ideal - minimal ideal) persentase: Selanjutnya untuk mencari besarnya persentase digunakan rumus P= 100% Keterangan: P : persentase F : frekuensi N : jumlah sampel 55