Oleh Desy Arisani Sitorus. Dra. Rumasi Simaremare ABSTRAK

dokumen-dokumen yang mirip
Oleh Warniatul Ulfah ABSTRAK

BAB I PENDAHULUAN. dengan baik. Keterampilan tersebut adalah keterampilan menyimak (listening

Pengaruh Metode Karyawisata Terhadap Kemampuan Menulis Puisi Siswa Kelas VII SMP Swasta Yapendak Tinjowan Tahun Pembelajaran 2013/2014

Oleh : Novita Sari Drs. Syamsul Arif, M.Pd. Abstrak

PENGARUH MEDIA AUDIOVISUAL TERHADAP KEMAMPUAN MEMAHAMI MAKNA PUISI OLEH SISWA KELAS X SMA SWASTA MEDAN PUTRI MEDAN TAHUN PEMBELAJARAN 2014/2015

PENGARUH MEDIA AUDIO VISUAL TERHADAP KEMAMPUAN MENULIS TEKS BERITA OLEH SISWA KELAS VIII SMP PGRI 9 PERCUT SEI TUAN TAHUN PEMBELAJARAN 2012/2013 OLEH

PENGARUH MEDIA ALBUM FOTO KENANGAN TERHADAP KETERAMPILAN MENULIS PENGALAMAN PRIBADI SISWA KELAS VII SMP NEGERI 4 BINJAI TAHUN PEMBELAJARAN 2013/2014

Oleh Desty Junita Sitohang Dra. Rosdiana, Siregar, M.Pd. Abstrak

Oleh Rudiansyah Siregar Dr. Wisman Hadi, M.Hum.

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH TERHADAP KEMAMPUAN MENULIS TEKS DESKRIPSI SISWA KELAS VII SMP NEGERI 1 BESITANG TAHUN PEMBELAJARAN

PENGARUH PENGGUNAAN TEKNIK MIND MAPPING TERHADAP KETERAMPILAN MENULIS BERITA SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 3 BATUSANGKAR

Oleh Devi Maria Tri Putri Drs. Syamsul Arif, M.Pd. ABSTRAK

Dwi Pratama Sari Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Negeri Medan ABSTRAK

PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS PARAGRAF NARASI DENGAN TEKNIK REKA CERITA GAMBAR PADA SISWA KELAS X SMA NEGERI 1 KARANGDOWO KLATEN TAHUN AJARAN

Oleh Pestauli Gultom Kata Kunci: pengaruh, Model Pembelajaran Berbasis Masalah, teks eksplanasi

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK (PROJECT BASED LEARNING)

BAB 1 PENDAHULUAN. Kemampuan berbahasa erat hubungannya dengan kemampuan berpikir. Bahasa

Oleh Ratna Dewi ABSTRAK

BAB I PENDAHULUAN. saling berkaitan satu sama lain. pada dasarnya belajar bahasa diawali dengan

OLEH Vera Puspita Liangsari NIM ABSTRAK

Oleh Rini Turnip Drs. H. Sigalingging, M.Pd.

PENGARUH MEDIA TAYANGAN TALK SHOW KICK ANDY TERHADAP KEMAMPUAN MENULIS HASIL WAWANCARA SISWA KELAS X SMA NEGERI 8 MEDAN TAHUN PEMBELAJARAN 2014/2015

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PICTURE AND PICTURE TERHADAP KEMAMPUAN MENULIS PUISI SISWA KELAS VII SMP SWASTA ISTIQLAL DELITUA TAHUN PEMBELAJARAN

PENGARUH MEDIA TELEVISI SI BOLANG TERHADAP KEMAMPUAN MENULIS TEKS DESKRIPSI PADA SISWA KELAS VII SMP NEGERI 38 MEDAN TAHUN PEMBELAJARAN 2014/2015

EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN MENULIS TEKS BERITA DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA FOTO ESAI

pembelajaran sejak dasar. Sehubungan dengan empat keterampilan berbahasa, sesungguhnya sangat jarang suatu jenis keterampilan berbahasa digunakan

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

BAB V SIMPULAN, IMPLIKASI, DAN SARAN. A. Simpulan

PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN COOPERATIVE INTEGRETED READING AND COMPOSITION

BAB I PENDAHULUAN. Menyimak (Listening Skill), Berbicara (Speaking Skill), Membaca (Reading Skill),

ARTIKEL. Disusun dan Diajukan oleh. Monalisa Frince S. Pembimbing Skripsi, Drs. H. Sigalingging, M.Pd

PENGARUH MODEL GAMBAR DAN GAMBAR TERHADAP KEMAMPUAN MENULIS TEKS EKSPOSISI OLEH SISWA KELAS X SMA NEGERI 1 GEBANG TAHUN PEMBELAJARAN 2013/2014

EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN STUDENT FACILITATOR AND EXPLAINING

PENGARUH MODEL SUGESTI-IMAJINASI TERHADAP KETERAMPILAN MENULIS ANEKDOT

Oleh Beatriz Lasmaria Harianja Mara Untung Ritonga, S.S., M.Hum.,Ph.D. ABSTRAK

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERHADAP KEMAMPUAN MENULIS TEKS ULASAN DRAMA SISWA KELAS XI SMK NEGERI 8 MEDAN TAHUN PEMBELAJARAN 2015/2016.

BAB 1 PENDAHULUAN. melainkan harus melalui proses pembelajaran dengan waktu yang lama untuk

Oleh Sariduma Sinaga Prof. Dr. Rosmawaty, M.Pd.

BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang

PENGARUH PENERAPAN MODEL PICTURE AND PICTURE TERHADAP KEMAMPUAN MENULIS CERPEN SISWA KELAS X SMA SWASTA BANDUNG TAHUN PEMBELAJARAN 2014/2015

PENGARUH METODE PEMBELAJARAN FISHBOWL

BAB I PENDAHULUAN. Kemajuan suatu masyarakat dapat dilihat dari perkembangan pendidikannya.

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Bahasa Indonesia merupakan salah satu mata pelajaran dalam Kurikulum

ARTIKEL PENGARUH METODE COPY THE MASTER TERHADAP KEMAMPUAN MENULIS CERITA PENDEK OLEH SISWA KELAS X SMA NUSANTARA LUBUKPAKAM T.

BAB 1 PENDAHULUAN. kebahasaan dan keterampilan berbahasa. Pengetahuan kebahasaan meliputi

EFEKTIVITAS PENERAPAN METODE KASUS MENGGUNAKAN MEDIA AUDIO-VISUAL TERHADAP HASIL BELAJAR KIMIA SISWA SMA

PDF created with pdffactory Pro trial version

Data Mentah Skor Posttes Kelas Eksperimen

Istarani (2012 : 87), memaparkan pendapatnya mengenai keunggulan model pembelajaran Group Investigation, yaitu:

OLEH MURNI HARAHAP ABSTRAK

BAB I PENDAHULUAN. yang bermanfaat bagi kehidupan manusia, khususnya para siswa. Pada saat

PENDAHULUAN Pendidikan pembelajaran bahasa Indonesia merupakan salah satu mata pelajaran

BAB III METODE PENELITIAN

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PICTURE AND PICTURE TERHADAP KEMAMPUAN MENULIS TEKS DESKRIPSI SISWA KELAS X SMA NEGERI 14 MEDAN

BAB I PENDAHULUAN. (2005:3-4), Menulis merupakan suatu keterampilan berbahasa yang

PENGARUH PENGGUNAAN METODE PANCINGAN KATA KUNCI TERHADAP KEMAMPUAN MENULIS PUISI SISWA KELAS VII SMP NEGERI 1 SIGUMPAR TAHUN PEMBELAJARAN 2012/2013

Oleh ISNAYANTI LUBIS ABSTRAK

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Keterampilan menulis merupakan keterampilan yang penting dalam

PENGARUH MEDIA TELEVISI MY TRIP MY ADVENTURE TERHADAP KEMAMPUAN MENULIS TEKS DESKRIPSI SISWA KELAS VII SMP NEGERI 3 MEDAN TAHUN PEMBELAJARAN 2016/2017

percaya, yakin, dan terbujuk akan hal-hal yang dikomunikasikan yang mungkin berupa fakta, suatu pendirian umum, suatu pendapat/gagasan ataupun

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN TIME TOKEN TERHADAP KEMAMPUAN BERPIDATO SISWA KELAS XI SMA SWASTA FREE METHODIST MEDAN TAHUN PEMBELAJARAN 2013/2014.

PENGARUH TEKNIK PENGELOMPOKAN KATA TERHADAP KEMAMPUAN MENULIS KARANGAN DESKRIPSI SISWA KELAS X SMA NEGERI 2 KABANJAHE TAHUN PEMBELAJARAN 2013/2014

ARTIKEL. Oleh Frisnawati Siburian NIM Dosen Pembimbing Skripsi, Mara Untung Ritonga, M.Hum., Ph.D.

BAB I PENDAHULUAN. dan meningkatnya kemampuan siswa, kondisi lingkungan yang ada di. dan proaktif dalam melaksanakan tugas pembelajaran.

BAB I PENDAHULUAN. membaca, dan menulis. Menulis merupakan keterampilan berbahasa yang bersifat

BAB 3 METODE PENELITIAN

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Titik sentral yang harus dicapai oleh setiap kegiatan belajar mengajar

BAB V PEMBAHASAN. Siswa Kelas Unggulan di SMP Negeri 1 Gondang Tulungagung. berkaitan dengan indera pendengar, dimana pesan yang disampaikan

BAB 1 PENDAHULUAN. baca-tulis bangsa Indonesia. Budaya baca-tulis di Indonesia masih kurang

2015 PENERAPAN METODE SUGESTI-IMAJINASI DENGAN MEDIA VIDEO DALAM PEMBELAJARAN MENULIS TEKS ULASAN DRAMA

KEMAMPUAN MENULIS TEKS BERITA SISWA KELAS VIII E SMP NEGERI 7 MUARO JAMBI TAHUN PELAJARAN 2017/2018 SKRIPSI OLEH HINDUN RRA1B114025

hitung = 6,71 > t tabel = 2,01 maka hipotesis nihil (H o ditolak, sedangkan

BAB I PENDAHULUAN. menulis seseorang dapat menyampaikan hal yang ada dalam pikirannya.

BAB I PENDAHULUAN. menggunakan teks sesuai dengan tujuan dan fungsi sosialnya. Pembelajaran berbasis

PENGARUH METODE PANCINGAN KATA KUNCI TERHADAP KEMAMPUAN MENULIS PUISI OLEH SISWA KELAS VIII SMP SWASTA MULIA PRATAMA MEDAN TAHUN PEMBELAJARAN

BAB I PENDAHULUAN. harus dimiliki seseorang, karena menyimak dapat membantu seseorang dalam

KEMAMPUAN MENULIS TEKS BERITA PADA PESERTA DIDIK KELAS VIII MTs DDI BASSEANG SUHAEBAH NUR* ABSTRAK

BAB I PENDAHULUAN. keterampilan menyimak, berbicara, membaca, dan menulis. Menyimak adalah

BAB I PENDAHULUAN. Kemampuan menulis merupakan kemampuan yang sangat penting untuk

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN INQUIRI TERHADAP KEMAMPUAN MENULIS TEKS ESKPLANASI SISWA KELAS XI SMA SWASTA BUDISATRYA MEDAN TAHUN PEMBELAJARAN 2015/2016

memiliki tujuan pembelajaran bahasa Indonesia di sekolah yakni siswa terampil berbahasa. Keterampilan berbahasa diajarkan kepada siswa agar mampu

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Bahasa merupakan sarana komunikasi dalam kehidupan manusia. Hal

BAB I PENDAHULUAN. orang lain, memengaruhi atau dipengaruhi orang lain. Melalui bahasa, orang dapat

PENDAHULUAN. Oleh Rexona Purba Trisnawati Hutagalung, S.Pd., M.Pd

Oleh Dian V. Sitompul Dra. Inayah Hanum, M.Pd.

BAB I PENDAHULUAN. informasi baik yang sudah lalu maupun yang terbaru. Teks berita adalah naskah

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

I. PENDAHULUAN. penunjang keberhasilan dalam mempelajari semua bidang studi sehingga bahasa

Oleh Adelita Purba Dra. Rosmaini, M.Pd

PENERAPAN METODE PANGALIRAN IMAJI (IMAGE STREAMING) DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS KARANGAN

BAB 1 PENDAHULUAN. kesatuan yang memiliki keterkaitan antara satu dengan yang lainnya.

Iin Pratiwi Ningsih Manurung Drs. Azhar Umar, M.Pd. ABSTRAK

BAB I PENDAHULUAN. serta pengetahuan yang dimilikinya untuk diketahui oleh orang lain. Kurikulum 2013 yang diberlakukan oleh pemerintah juga

BAB 3 METODELOGI PENELITIAN. Metode penelitian yang penulis gunakan adalah eksprimen semu (Quasi Experimental

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah

Puji Asih Program Studi Pendidikan Matematika ABSTRAK

Transkripsi:

1

Pengaruh Penggunaan Media Audiovisual Terhadap Kemampuan Menulis Teks Berita Siswa Kelas VIII SMP Swasta PTPN IV Bp. Mandoge Kabupaten Asahan Tahun Pembelajaran 2013/2014 Oleh Desy Arisani Sitorus Dra. Rumasi Simaremare ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan Media Audiovisual terhadap kemampuan menulis teks berita oleh siswa kelas VIII SMP Swasta PTPN IV BP. Mandoge Kabupaten Asahan tahun pembelajaran 2013/2014. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Swasta PTPN IV BP. Mandoge Kabupaten Asahan, yang berjumlah 153 orang dan yang menjadi sampel penelitian sebanyak 30 orang. Pengambilan sampel dilakukan dengan cara menentukan satu kelas yang dijadikan wakil populasi dengan menggunakan teknik Random Sampling. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen dengan model desain penelitian One Group Pre-test Post-test Design yang hanya dilaksanakan pada satu kelas (kelompok) saja. Di dalam desain ini pengukuran dilakukan sebanyak dua kali yaitu sebelum eksperimen dan sesudah eksperimen. Pengukuran yang dilakukan sebelum eksperimen disebut pre-test dan pengukuran sesudah eksperimen disebut post-test. Instrumen yang digunakan adalah tes essay menulis teks berita. Hasil ratarata diperoleh setelah penerapan Media Audiovisual adalah 75,33. Sedangkan sebelum penerapan Media Audiovisual adalah 53. Penerapan Media Audiovisual berpengaruh terhadap kemampuan siswa menulis teks berita, hal tersebut terbukti setelah diperoleh perhitungan pada uji t yaitu diperoleh t hitung >t tabel yaitu 4,614 > 2,018. Kata Kunci: media audiovisual, kemampuan menulis, teks berita PENDAHULUAN Menulis merupakan keterampilan berbahasa yang mensyaratkan penguasaan bahasa yang baik. Keterampilan menulis dapat dikatakan sebagai kegiatan yang bersifat produktif dan ekspresif dengan cara mengungkapkan pikiran dan perasaan melalui bahasa tulis. Keterampilan dalam menulis di antaranya keterampilan menyusun pikiran dan perasaan dengan menggunakan kata-kata dalam bentuk kalimat 2

yang tepat serta menyusunnya dalam suatu paragraf hingga membentuk sebuah wacana. Keterampilan menulis dibutuhkan dalam pembuatan teks berita. Menulis teks berita bukanlah sebuah kerangka ilmu yang bisa diceramahkan begitu saja. Karakteristiknya sebagai sebuah kemampuan membuatnya menjadi pengetahuan individual yang harus dipraktekkan. Dalam kegiatan menulis teks berita, penulis haruslah terampil memanfaatkan struktur bahasa dan kosakata. Kemampuan menulis teks berita ini tidak akan datang secara otomatis melainkan harus melalui latihan. Dalam hal ini peneliti memilih teks berita untuk diteliti karena peneliti menemukan beberapa persoalan yang dihadapi siswa dalam menulis teks berita. Tujuan teks berita adalah memberi informasi dan menambah pengetahuan kepada khalayak ramai mengenai peristiwa yang baru saja berlangsung atau yang dapat menarik perhatian orang banyak. Berita telah menjadi bagian yang tidak bisa dilepaskan dari kehidupan manusia. Kegiatan menulis teks berita cocok untuk pembelajaran menulis pada siswa kelas VIII SMP karena pada taraf ini siswa banyak mengalami dan mengamati hal-hal yang terjadi di sekitarnya. Tema dalam berita adalah peristiwa yang terjadi di lingkungan masyarakat dan siswa sudah bisa merespon lingkungannya, membayangkan dalam pikirannya kemudian dituangkan dalam bentuk tulisan. Oleh karena itu, hendaknya siswa mampu membuat sebuah teks berita dengan struktur yang sistematis, unsur-unsur yang lengkap dan kalimat yang efektif. Masih banyak pula persoalan yang dihadapi siswa dalam menulis teks berita. Diperoleh dari hasil penelitian yang dilakukan oleh Suwarti, dkk dalam jurnal Upaya Peningkatan Kemampuan Menulis Teks Berita Siswa Kelas VIII pada SMP Negeri 1 Bringin Melalui Model Pembelajaran Kontekstual Berbasis Lingkungan (2011: 74-90), Masalah dalam menulis juga dihadapi ssiswa antara lain: (1) sulit menemukan tema; (2) adanya rasa malas atau bosan; (3) penguasaan materi yang kurang baik. Tamburaka (2012: 135) mengatakan berita (news) itu tiada lain adalah laporan atau pemberitahuan tentang segala peristiwa aktual yang menarik perhatian orang banyak. Melalui teks berita, seseorang dapat mengetahui peristiwa yang telah 3

terjadi maupun yang sedang terjadi (live). Sedangkan konsep teks berita secara umum yang saat ini ditemukan di dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) memiliki arti sebuah teks yang memaparkan suatu peristiwa yang di dalamnya berisi fakta/data. Berdasarkan materi penjelasan dalam buku teks siswa kelas VIII SMP, dalam penulisan teks berita terdapat struktur teks berita yang harus diperhatikan, struktur teks berita terdiri atas beberapa bagian, yakni 1) Headline (judul berita) merupakan identitas berita yang berguna untuk menolong pembaca agar segera mengetahui peristiwa yang akan diberitakan, 2) Deadline (waktu pembuatan berita) berkaitan dengan kapan berita itu dibuat, 3) Lead (pembuka berita), yaitu paragraf pertama yang merupakan bagian terpenting dari sebuah berita karena memuat fakta atau informasi terpenting dari keseluruhan berita yang disampaikan, 4) Bridge (perangkai), yaitu kata-kata yang menghubungkan teras berita dengan tubuh berita, 5) Body (tubuh berita), yaitu rangkaian kalimat berita yang menceritakan peristiwa/berita dengan bahasa yang singkat, padat, dan jelas, 5) Leg (kaki berita), yaitu bagian akhir dari penulisan berita. Nilai suatu berita melekat pada unsur-unsur berita, unsur mana yang ingin ditonjolkan agar berita itu memiliki nilai, sangat bergantung dari wawasan, pengalaman, kepekaan dari penulis berita itu sendiri. Junaedi (2013:11) mengatakan bahwa untuk memahami jurnalisme, maka perlu untuk mengetahui tentang unsur berita yang dikenal dengan rumusan 5W dan 1H (what, who, where, when, why dan how). Untuk mengetahui kemampuan siswa dalam menulis teks berita, peneliti akan menilai dan menginterpretasikan aspek yang akan dinilai. Ada beberapa aspek pokok yang dijadikan kriteria penilaian, yaitu: 1. sesuai dengan struktur teks berita 2. sesuai dengan unsur-unsur pokok teks berita 3. kesesuaian isi dengan judul/ rekaman peristiwa 4. Ejaan dan tanda baca 5. Keterpaduan kalimat dalam berita 4

Dari hasil observasi yang dilakukan di SMP PTPN IV BP. Mandoge Kabupaten Asahan dan berdiskusi dengan guru bidang studi bahasa Indonesia, diketahui bahwa siswa masih kesulitan dalam pelajaran Bahasa Indonesia, khususnya menulis yang mengakibatkan hasil belajar siswa rendah. Siswa juga sering merasa jenuh pada saat diberi tugas menulis atau mengarang. Hal ini terlihat ketika siswa disuruh menulis teks berita oleh guru mata pelajaran Bahasa Indonesia. Sebagian besar siswa belum mampu menuliskan teks berita dengan baik, siswa masih bingung dalam menentukan tema, ide, struktur teks, unsur-unsur teks dan mengembangkan isi karangannya. Selain itu, peneliti juga melihat guru tidak menggunakan media pada saat mengajarkan menulis teks berita. Karena itulah nilai yang diperoleh siswa belum mencapai KKM, nilai KKM pada standar kompetensi di sekolah tersebut adalah 70. Sedangkan nilai rata-rata siswa kelas VIII Tahun pembelajaran 2013/2014 pada mata pelajaran Bahsa Indonesia untuk materi menulis teks berita adalah 53. Oleh karena itu, pencapaian nilai menulis teks berita siswa belum tuntas (tidak tercapai). Keberhasilan pencapaian kompetensi suatu mata pelajaran bergantung kepada beberapa aspek. Salah satu aspek yang sangat mempengaruhi keberhasilan pencapaian kompetensi, yaitu cara guru dalam melaksanakan pembelajaran. Kecenderungan yang terjadi pada proses pembelajaran di Indonesia adalah kegiatan belajar masih berpusat pada guru, yaitu guru lebih banyak bercerita atau berceramah. Siswa tidak banyak aktif terlibat dalam proses pembelajaran, guru tidak/jarang menggunakan media pembelajaran, sehingga proses pembelajaran menjadi pasif dan kurang bermanfaat. Oleh karena itu paradigma lama di mana orientasi belajar lebih berpusat pada guru harus mulai ditinggalkan dan diganti dengan orientasi belajar lebih berpusat pada siswa dengan cara guru menjadi fasilitator. Dengan menjadi fasilitator guru akan dapat menciptakan pembelajaran yang aktif, yaitu merupakan proses pembelajaran di mana seorang guru harus dapat menciptakan suasana yang sedemikian rupa sehingga siswa aktif bertanya, mempertanyakan dan juga mengemukakan gagasannya. Keaktifan siswa ini sangat penting untuk membentuk generasi yang kreatif, yang mampu menghasilkan sesuatu untuk kepentingan dirinya dan juga orang lain. Dan juga guru harus dapat membuat 5

proses pembelajaran yang menyenangkan, yaitu berkaitan erat dengan suasana belajar yang menyenangkan sehingga siswa dapat memusatkan perhatianya secara penuh pada belajarnya. Hal ini membutuhkan kreativitas guru untuk dapat menghidupkan suasana belajar mengajar sehingga menjadi tidak membosankan bagi para siswanya. Yaitu salah satunya dengan menyediakan media media salah satunya dengan media audio visual. Kemajuan yang dicapai manusia di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi dapat dimanfaatkan dalam dunia pembelajaran. Salah satu teknologi yang dapat dimanfaatkan dalam pembelajaran adalah media media audio visual. Media ini memiliki keunggulan karenan dapat menyampaikan pengertian atau informasi dengan cara yang lebih konkrit atau lebih nyata daripada yang dapat disampaikan oleh katakata yang diucapkan. Dengan melihat sekaligus mendengar, orang yang menerima pelajaran dapat lebih mudah dan lebih cepat mengerti. Media audiovisual memanfaatkan teknologi komputer yang mengharapkan bahwa audiovisual pembelajaran dapat digunakan untuk menyampaikan materi pelajaran yang lebih menarik, termasuk visualisasi materi bahan ajar. Asyhar (2012: 45) menyatakan bahwa, Media audiovisual adalah jenis media yang digunakan dalam kegiatan pembelajaran dengan mengakibatkan pendengaran dan penglihatan sekaligus dalam satu proses atau kegiatan. Sedangkan menurut (Sutikno, 2013:108-109) Media audio visual adalah media yang mempunyai unsur suara dan unsur gambar. Jenis media ini mempunyai kemampuan yang lebih baik karena meliputi kedua jenis media yang pertama (audio) dan yang kedua (visual). Media audiovisual dapat memberikan informasi yang mudah dipahami secara maksimal oleh siswa karena melibatkan indera penglihatan dan pendengaran sekaligus. Proses melibatkan kedua indera tersebut dapat mempertajam daya ingat, dapat menghubungkan daya imajinasi dengan objek yang divisualkan, serta dapat memperkaya kosa kata dengan bantuan objek tayangan. Selain itu juga, media audiovisual dapat membawa dunia nyata bagi siswa, seperti orang dengan mimik wajah, gerakan objek, serta peristiwa yang dapat ditampilkan sesuai dengan alurnya. 6

Sehingga siswa akan lebih mudah merangkai kata demi kata untuk membuat teks berita dengan struktur yang baik. Haryoko (2009: 4) berpendapat bahwa: Audiovisual merupakan pembelajaran berbasis teknologi yang dapat digunakan sebagai sarana alternatif dalam mengoptimalkan proses pembelajaran. Media audiovisual dapat memperlancar pemahaman dan memperkuat ingatan, sehingga pada akhirnya siswa dapat mengoptimalkan kemampuan dan potensinya. Proses penggunaan media audio visual sebaiknya dilakukan dengan cara yang terkontrol. Misalnya, waktu yang digunakan harus terjadwal, supaya proses belajar mengajar menjadi baik dan efektif. Sebelum menggunakan media audio visual, guru harus mempunyai langkah persiapan, pelaksanaan, kegiatan lanjutan, serta adanya sarana prasarana yang mendukung dalam pembelajaran seperti, televisi, video, komputer, dan LCD dan adanya Lab bahasa, sehingga menjadikan siswa lebih tanggap, pintar, cermat dalam menggunakan teknologi. Adapun yang menjadi hambatan dalam proses penggunaan media audio visual ialah kurangnya fasilitas (minim), keterlambatan siswa, keterbatasan waktu, dan kebanyakan guru menggunakan metode yang lama seperti ceramah, sehingga pembelajaran yang dilakukan guru cenderung monoton dan membosankan, kondisi ini berdampak terhadap cara belajar siswa. Setelah menggunakan media audiovisual hasil yang diperoleh siswa lebih baik dibandingkan tidak menggunakan media audiovisual. Jadi, menggunakan media audiovisual sudah mencapai keberhasilan bagi guru dan siswa, sebab media audio visual bermanfaat bagi guru dan siswa pada proses belajar mengajar. Nothclife seorang ahli komunikasi (dalam Junaedi, 2013:4) menyatakan bahwa berita adalah If a dog bites a man, it is not news, but if a man bites a dog is news. Jika seekor anjing menggigit seorang manusia, hal itu bukan berita. Sebaiknya, jika manusia menggigit anjing itulah sebuah berita. Berita merupakan tulisan berupa laporan langsung yang hanya memuat fakta atau kejadian dan sarat dengan informasi. Berita merupakan laporan tentang suatu peristiwa yang penting 7

untuk diketahui massa sehingga peristiwanya pun harus menarik, tentunya dengan penulisan teks berita yang singkat, jelas, padat dan tepat penyampaiannya. Penulisan teks berita haruslah ditulis dengan jelas, sehingga khalayak yang mengonsumsi berita tersebut mudah memahami isi berita. Ada beberapa prinsip yang dapat diterapkan untuk menulis teks berita secara jelas. Prinsip ini diterapkan baik dalam jurnalisme penyiaran maupun dalam jurnalisme cetak. Cahya (2012:38) mengungkapkan hal-hal penting yang harus diperhatikan dalam menulis teks berita adalah informasi, signifikan, fokus, efektif, karakteristik, lokasi, suara, anekdot dan kutipan. Berdasarkan penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa teks berita adalah bentuk karya tulis yang berusaha untuk menyebarkan informasi kepada khalayak ramai dan dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya, aktual serta informatif. Adapun tujuan dari teks berita ialah memberi laporan tentang suatu peristiwa yang penting untuk diketahui massa dengan suatu penuturan secara benar, tidak memihak dari fakta dan sarat informasi. METODOLOGI PENELITIAN Metode Penelitian adalah suatu cara untuk mencari kebenaran dengan mengumpulkan dan menganalisis data yang diperlukan untuk mencapai tujuan. Arikunto (2006: 160) mengatakan metode penelitian adalah cara yang digunakan oleh peneliti dalam mengumpulkan data penelitiannya. Dengan demikian, metode penelitian adalah suatu cara untuk mencapai kebenaran dengan mengumpulkan dan menganalisis data yang diperlukan guna mencapai tujuan. Berdasarkan tujuan dan masalah yang diteliti, penelitian ini termasuk penelitian eksperimen dengan pendekatan One Group Pre-Test And Post-Test Design. Desain penelitian ini dilaksanakan pada satu kelompok saja yaitu kelompok eksperimen tanpa ada kelompok pembanding. Prosedur dalam penelitian eksperimen ini dimulai dengan pemberian tes awal untuk mengetahui kemampuan awal siswa, kemudian siswa diberi perlakuan (treatment) dengan menggunakan Media Audiovisual dan selanjutnya diadakan tes akhir untuk mengetahui kemampuan siswa 8

setelah adanya perlakuan. Metode ini dipergunakan karena peneliti ingin mengetahui pengaruh penggunaan Media Audiovisual terhadap kemampuan menulis teks berita oleh siswa kelas VIII SMP PTPN IV BP. Mandoge Kabupaten Asahan Tahun Pembelajaran 2013/2014. PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN Media Audiovisual yang digunakan pada siswa kelas VIII SMP Swasta PTPN IV BP. Mandoge Kabupaten Asahan dalam meningkatkan kemampuan menulis teks berita berpengaruh terhadap hasil belajar menulis teks berita. Ketidakjelasan atau kerumitan bahan ajar dapat dibantu dengan menghadirkan media sebagai perantara. Pembelajaran dengan Media Audiovisual berangkat dari bagaimana siswa menemukan tema dari media yang ditayangkan lalu kemudian menuangkan kalimat demi kalimat. Media Audiovisual memusatkan pada daya imajinasi dengan objek yang divisualkan. Objek yang divisualkan dengan bantuan audio menjadi gambaran kepada siswa untuk menuangkan ide-ide yang ada. Media Audiovisual dapat menggambarkan suatu objek yang bergerak bersama-sama dengan suara alamiah atau suara yang sesuai. Kemampuan media audiovisual melukiskan gambar hidup dan suara memberinya daya tarik sendiri. Sehingga dapat menimbulkan motivasi kepada siswa dalam belajar. Selain itu juga memberikan siswa pemahaman untuk mengoptimalkan kemampuan berpikir melalui apa yang dilihat dan didengarnya untuk menulis teks berita. Dari hasil perhitungan data, dapat diketahui bahwa nilai tertinggi yang dicapai siswa dalam menulis teks berita sebelum menggunakan Media Audiovisual (Pre-test) adalah 70 dan nilai terendah 40 dengan rata-rata atau Mean 53 yang memiliki kategori kurang. Sedangkan Nilai tertinggi yang dicapai siswa dalam menulis teks eksposisi setelah menggunakan Media Audiovisual (Post-test) adalah 90 dan nilai terendahnya adalah 50 dengan rata-rata atau Mean 75,33 yang memiliki kategori baik. Kemampuan menulis teks berita tanpa menggunakan Media Audiovisual termasuk dalam tiga kategori, yaitu kategori baik sebanyak 4 orang atau 13,33%, kategori cukup sebanyak 9 orang atau 30%, kategori kurang sebanyak 17 orang atau 56,67%. 9

Kemampuan menulis teks berita setelah menggunakan Media Audiovisual termasuk dalam empat kategori, yaitu kategori sangat baik sebanyak 7 orang atau 23,33%, baik sebanyak 17 orang atau 56,66%, cukup sebanyak 5 orang atau 16,66% dan kurang sebanyak 1 orang atau 3,33%. Selain itu, pengaruh penerapan Media Audiovisual juga dapat dilihat dari selisih nilai yang diperoleh dari hasil pre-test dan post-test yang diberikan pada sampel penelitian sebanyak 30 siswa dengan tabel berikut. Tabel Persentase Rata-Rata Pada Aspek Penilaian Pre-test Post-test Selisih No Aspek Penilaian Jumlah Jumlah % Nilai Nilai % Jumlah % 1 Struktur teks berita 340 11,5 500 16,5 169 5 2 Unsur teks berita 340 10 550 18 210 8 3 Kesesuaian isi 300 11 425 14 125 3 4 Ejaan 290 11 430 15 140 4 5 Koherensi 335 10 365 13 30 3 Kemampuan menulis teks berita setelah penerapan Media Audiovisual siswa kelas VIII SMP Swasta PTPN IV BP. Mandoge Tahun Pembelajaran 2013/2014 memiliki pengaruh yang signifikan. Hal ini terlihat pada selisih nilai rata-rata pre-test dan post-test yaitu 22,3. Selain itu, dilihat pada aspek penilaian juga meningkat. Pada penilaian struktur teks berita diperoleh pada pre-test yaitu 11,5%, meningkat pada hasil post-test sebanyak 16,5%. Aspek penilaian unsur teks berita diperoleh pada pretest yaitu 10%, meningkat pada hasil post-test sebanyak 18%. Aspek penilaian kesesuaian isi diperoleh pada pre-test yaitu 11%,,meningkat pada hasil post-test sebanyak 14%. Aspek penilaian ejaan diperoleh pada pre-test yaitu 11%, meningkat pada hasil post-test sebanyak 15%. Aspek penilaian koherensi diperoleh pada pre-test yaitu 10%, meningkat pada hasil post-test sebanyak 13%. Berdasarkan perhitungan uji normalitas pre-test, diperoleh L hitung sebesar 0,145 dengan menggunakan α = 0,05, dan N = 30, serta nilai kritis melalui uji Liliefors diperoleh L tabel sebesar 0,161. Dengan demikian, L hitung < L tabel yaitu 0,145 < 0,161 dan hal ini membuktikan bahwa data pre-test berdistribusi normal. Hasil uji normalitas 10

pada post-test juga membuktikan data berdistribusi normal, dengan perolehan L hitung sebesar 0,147 dengan menggunakan α = 0,05, dan N = 30, serta nilai kritis melalui uji Liliefors diperoleh L tabel sebesar 0,161. Dengan demikian, L hitung < L tabel yaitu 0,147 < 0,161. Perhitungan uji homogenitas juga menunjukkan varians kedua variabel tersebut homogeny, terbukti dengan F hitung = 1,19 dengan dk pembilang dan penyebut 30 dari tabel distribusi F untuk α =0,05 diperoleh F tabel untuk dk pembilang dan penyebut 40 yaitu F tabel = 1,89 Jadi, F hitung < F tabel yakni 1,19 < 1,89. Berdasarkan pengujian hipotesis diperoleh t hitung = 4,614 sedangkan t tabel = 2,018. Karena t hitung > t tabel maka hipotesis alternatif diterima, dengan kata lain terdapat pengaruh yang signifikan dalam penggunaan media audiovisual terhadap kemampuan menulis teks berita siswa kelas VIII SMP Swasta PTPN IV BP. Mandoge Kabupaten Asahan Tahun Pembelajaran 2013/2014. PENUTUP Berdasarkan hasil penelitian yang telah diuraikan pada penjelasan sebelumnya maka dapat diambil kesimpulan bahwa nilai kemampuan menulis teks berita siswa dengan penerapan Media Audiovisual termasuk dalam kategori baik, dengan nilai rata-rata 75,33 dari yang sebelumnya adalah 53. Adanya peningkatan yang signifikan dalam penggunaan media audiovisual ini diakibatkan oleh dampak positif berupa siswa menjadi aktif melalui proses ketertarikan, memberi pengalaman-pengalaman belajar yang beragam pada siswa sehingga siswa dapat memberdayakan, mengasah, menguji, dan mengembangkan kemampuan berpikirnya dalam menuliskan teks berita. Penggunaan media Audiovisual dapat meningkatkan pemahaman siswa tentang apa yang dipelajari sehingga diharapkan mereka dapat menuangkannya dalam teks berita. Jadi media Audiovisual memberikan siswa pemahaman untuk mengoptimalkan kemampuan berpikir melalui visual yang ditayangkan dengan bantuan audio yang sesuai dapat menumbuhkan kreativitas untuk menulis teks berita. Hal ini mengindikasikan bahwa pembelajaran dengan menggunakan Media 11

Audiovisual berpengaruh dalam meningkatkan kemampuan menulis teks berita siswa kelas VIII SMP Swasta PTPN IV BP. Mandoge Kabupaten Asahan Tahun Pembelajaran 2013/2014. DAFTAR PUSTAKA Arikunto, Suharsimi. 2006. Prosedur Penelitian Suatu Tindakan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta. Asyhar, Rayandra. 2012. Kreatif Mengembangkan Media Pembelajaran. Jakarta: Referensi. Cahya, Inung. 2012. Menulis Berita di Media Massa. Yogyakarta: PT Citra Aji Parama. Haryoko, Sapto. Efektivitas Pemanfaatan Media Audiovisual sebagai Alternatif Optimalisasi Model Pembelajaran. Jurnal Edukasi@Elektro Vol. 5, No. 1 Maret 2009. Halaman 1 s.d. 10. Junaedi, Fajar. 2013. Jurnalisme Penyiaran dan Reportase Televisi. Jakarta: Kencana. Nurgiyantoro, Burhan. 2011. Penilaian Pembelajaran Bahasa Berbasis Kompetensi. Yogyakarta: BPFE Sutikno, Sobry. 2013. Belajar dan Pembelajaran. Lombok: Holistica. Suwarti, dkk. Upaya Peningkatan Kemampuan Menulis Teks Berita Siswa Kelas VIII pada SMP Negeri 1 Bringin melalui Model Pembelajaran Kontekstual Berbasis Lingkungan. Jurnal Penelitian Humaniora Vol. 12, No. 1 Februari 2011. Halaman 74 s.d. 90. Tamburaka, Apriadi. 2012. Agenda Setting Media Massa. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada. 12