Implementasi Kontrol Terdistribusi pada Beban Steam Boiler

dokumen-dokumen yang mirip
BAB III PERANCANGAN DAN PEMBUATAN ALAT

BAB II LANDASAN TEORI

BAB III PEMBUATAN ALAT Tujuan Pembuatan Tujuan dari pembuatan alat ini yaitu untuk mewujudkan gagasan dan

METODE PENELITIAN. Teknik Elektro Universitas Lampung dilaksanakan mulai bulan Februari Instrumen dan komponen elektronika yang terdiri atas:

BAB III DESKRIPSI MASALAH

PERANCANGAN ALAT PENGATUR TEMPERATUR AIR PADA SHOWER MENGGUNAKAN KONTROL SUKSESSIVE BERBASIS MIKROKONTROLER

BAB 3 PERANCANGAN SISTEM

BAB IV PERANCANGAN SISTEM 36 BAB IV PERANCANGAN SISTEM. 4.1 Pembangunan Basis Pengetahuan dan Aturan

DQI-03 DELTA ADC. Dilengkapi LCD untuk menampilkan hasil konversi ADC. Dilengkapi Zero offset kalibrasi dan gain kalibrasi

BAB III PERANCANGAN. Pada bab ini akan menjelaskan perancangan alat yang akan penulis buat.

BAB III DESAIN DAN PENGEMBANGAN SISTEM

BAB III METODE PENELITIAN DAN PERANCANGAN SISTEM. kelembaban di dalam rumah kaca (greenhouse), dengan memonitor perubahan suhu

BAB III PERANCANGAN SISTEM

BAB III PERANCANGAN SISTEM

BAB III PERANCANGAN ALAT. Pada Gambar 3.1 menunjukan blok diagram sistem dari keseluruhan alat yang dibuat. Mikrokontroler. Pemantik Kompor.

BAB III PERANCANGAN SISTEM

BAB III RANCANG BANGUN SISTEM KARAKTERISASI LED. Rancangan sistem karakterisasi LED diperlihatkan pada blok diagram Gambar

PERANCANGAN DAN PEMBUATAN SISTEM PENGENDALIAN LEVEL AIR DAN SUHU MENGGUNAKAN DTMF BERBASIS MIKROKONTROLLER AT89S51

BAB IV HASIL PENGUKURAN DAN PENGUJIAN ALAT SISTEM PENGONTROL BEBAN DAYA LISTRIK

INPUT / OUTPUT. Fungsi : Memindahkan informasi antara CPU atau memori utama dengan dunia luar

BAB III PERENCANAAN DAN REALISASI SISTEM

PENGATUR KADAR ALKOHOL DALAM LARUTAN

BAB III PERANCANGAN 3.1. PERANCANGAN SISTEM KONTROL

PENGENDALIAN KECEPATAN MOTOR DC MENGGUNAKAN SENSOR ENCODER DENGAN KENDALI PI

BAB 1 PENDAHULUAN. penting pada kemajuan teknologi dalam berbagai bidang. Teknologi instrumentasi

Bidang Information Technology and Communication 336 PERANCANGAN DAN REALISASI AUTOMATIC TIME SWITCH BERBASIS REAL TIME CLOCK DS1307 UNTUK SAKLAR LAMPU

BAB III PERANCANGAN ALAT

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN UNIVERSITAS BRAWIJAYA FAKULTAS TEKNIK JURUSAN TEKNIK ELEKTRO

INPUT/OUTPUT. Fungsi : Memindahkan informasi antara CPU atau memori utama dengan dunia luar

RANCANG BANGUN DATA AKUISISI TEMPERATUR 10 KANAL BERBASIS MIKROKONTROLLER AVR ATMEGA16

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. [10]. Dengan pengujian hanya terbatas pada remaja dan didapatkan hasil rata-rata

BAB IV ANALISIS RANGKAIAN ELEKTRONIK

BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN ALAT

BAB I PENDAHULUAN. Salah satu perkembangan pengaplikasian teknologi yang telah lama

BAB III PERANCANGAN ALAT DAN PEMBUATAN SISTEM. kadar karbon monoksida yang di deteksi oleh sensor MQ-7 kemudian arduino

DAFTAR ISI. ABSTRAKSI...vi. KATA PENGANTAR...vii. DAFTAR ISI... ix. DAFTAR TABEL... xiv. DAFTAR GAMBAR... xv. DAFTAR LAMPIRAN...

Ash/sisa abu yang menempel pada permukaan pipa pipa boiler di bagian evaporator.

WIKA HEAT PUMP WATER HEATER FOR SWIMMING POOL / JACUZZI

BAB II LANDASAN TEORI

Sistem Keamanan Pintu Gerbang Berbasis AT89C51 Teroptimasi Basisdata Melalui Antarmuka Port Serial

II.4 Keypad II.5 LCD II.6 Pengenalan Perangkat Lunak Visual Basic Pada PC (Server) II.6.1 Integrated Development Environment...

BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISIS

BAB III PERENCANAAN PERANGKAT KERAS DAN LUNAK

BAB 3 PERANCANGAN SISTEM

Materi 4: Microprocessor-Based Control

III. METODE PENELITIAN. Pelaksanaan tugas akhir ini dilakukan di Laboratorium Terpadu Jurusan Teknik Elektro

Organisasi Sistem Komputer. Connections: Ports Serial

INPUT/OUTPUT. Fungsi : Memindahkan informasi antara CPU atau memori utama dengan dunia luar

BAB III PERANCANGAN SISTEM

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Terpadu Teknik Elektro Universitas

Perancangan Mobile Application untuk Pemantauan Boiler dan Heat Exchanger Training System Berbasis Web dengan Framework Jquery Mobile

Aplikasi Mikrokontroler sebagai Pemroses Depan Pengambilan Data pada Sensor Jamak Berbasis Komputer

BAB III PERANCANGAN DAN REALISASI ALAT

TUGAS AKHIR EDHRIWANSYAH NST

BAB III PERANCANGAN SISTEM

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. alat monitoring tekanan oksigen pada gas sentral dengan sistem digital yang lebih

BAB III METODE PENELITIAN

MIKROKONTROLER Arsitektur Mikrokontroler AT89S51

BAB III PERANCANGAN DAN PEMBUATAN ALAT

BAB III PERANCANGAN DAN REALISASI SISTEM

BAB III PERENCANAAN. 3.1 Perencanaan Secara Blok Diagram

BAB III TEORI PENUNJANG. Microcontroller adalah sebuah sistem fungsional dalam sebuah chip. Di

BAB V PENGUJIAN DAN ANALISIS. dapat berjalan sesuai perancangan pada bab sebelumnya, selanjutnya akan dilakukan

Input : Memasukkan data dari luar kedalam mikroprosesor Contoh: Keyboard, mouse

Sistem Komputer. Tiga komponen utama : CPU

III. METODELOGI PENELITIAN. Tempat dan waktu penelitian yang telah dilakukan pada penelitian ini adalah

BAB III DESKRIPSI DAN PERANCANGAN SISTEM

BAB III METODE PENELITIAN. Waktu penelitian dilakukan setelah di setujui sejak tanggal pengesahan

UNIVERSITAS GUNADARMA FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI PENULISAN ILMIAH

Bab IV PERANCANGAN SISTEM KONTROL NUTRISI HIDROPONIK NFT TUMBUHAN TOMAT

BAB I PENDAHULUAN. I.1 Latar Belakang

A. JUDUL PROGRAM Desain Alat Sistem Kontrol Suhu dan Kelembaban Untuk Optimasi Proses Pembuatan Tempe Pada Skala Industri Rumah Tangga

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Universitas Indonesia. Alat hot plate stirrer magnetik dibangun menggunakan

BAB I PENDAHULUAN. 1.2 Rumusan Masalah Berdasarkan uraian di atas, dapat dikemukakan permasalahan sebagai berikut:

BAB III PERENCANAAN SISTEM DAN PEMBUATAN ALAT

BAB V PENGUJIAN DAN ANALISIS. pengukuran terhadap parameter-parameter dari setiap komponen per blok maupun

PEMBUATAN ALAT PENDETEKSI KADAR POLUSI UDARA (CO) BERBASIS MIKROKONTROLER AT89C51 LAPORAN PROYEK AKHIR. Oleh : Wurianto Adi NIM

DAFTAR ISI Error! Bookmark not defined.

Makalah Seminar Kerja Praktek CONTROL SYSTEM PADA FURNACE 12F1(FOC I) PT. PERTAMINA RU IV CILACAP

BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISA

BAB III. Perencanaan Alat

BAB III PERANCANGAN SISTEM. untuk efisiensi energi listrik pada kehidupan sehari-hari. Perangkat input untuk

APLIKASI PENGOLAHAN DATA DARI SENSOR-SENSOR DENGAN KELUARAN SINYAL LEMAH

BAB III METODE PENELITIAN

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Jantung dalam terminologi sederhana, merupakan sebuah pompa yang terbuat

BAB III PERANCANGAN SISTEM

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN

Dalam kondisi normal receiver yang sudah aktif akan mendeteksi sinyal dari transmitter. Karena ada transmisi sinyal dari transmitter maka output dari

BAB III PERANCANGAN SISTEM

SISTEM KENDALI DIGITAL

BAB 1 PENDAHULUAN. Teknologi sekarang sangat memegang peranan penting. Teknologi yang modern harus

BAB IV HASIL DAN UJI COBA

Jurnal Teknik Elektro, Universitas Mercu Buana ISSN : PERANCANGAN KONTROL OTOMATIS TEMPERATUR RUMAH KACA BERBASIS MIKROKONTROLLER AT89S51

BAB III PERANCANGAN DAN PEMBUATAN ALAT

TKC210 - Teknik Interface dan Peripheral. Eko Didik Widianto

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM. besar berupa gambar dengan tujuan agar sebuah sistem dapat lebih mudah

BAB III PROSES PERANCANGAN

Transkripsi:

Implementasi Kontrol Terdistribusi pada Beban Steam Boiler Arif Kusbandono 13299108 Building System, Sistem Intrumentasi Cerdas EL414, Departemen Teknik Elektro Institut Teknologi Bandung E-mail: bandono@ee.itb.ac.id I. Permasalahan Boiler (boil = mendidih, merebus [kata kerja]) digunakan sebagai sumber panas. Dari aneka jenis panas dry heat, wet heat, drafty heat, even heat, dll., boiler menyediakan panas rata yang bukan merupakan aliran udara (even, draftless heat). Panas tersebut dihasilkan lewat kombinasi maupun konfigurasi tunggal boiler bahan bakar minyakatau boiler gas. Boleh disebut boiler merupakan bejana di mana air dipanaskan lewat pembakaran. Karena itu, panas yang dimaksud dapat berupa air panas ataupun steam, sehingga dapat dibagi menjadi sistem hot water boiler dan steam boiler. Perbedaan mendasar kedua jenis boiler tersebut adalah sistem pemipaannya (piping). Untuk hot water system harus digunakan pompa dalam sirkulasinya, sedangkan steam dapat bersirkulasi dengan tekanan dirinya sendiri (kecuali dibutuhkan tekanan lebih besar dapat digunakan kompresor). Pada skala pabrik pemilihan steam boiler sebagai sumber panas adalah atas alasan ekonomis.selama kuantitas panas masih bisa diperoleh dari pertukaran panas (heat exchange) steam dan bukannya pemanasan langsung di beban termalnya (thermal load), adalah lebih lebih efisien untuk menggunakan suatu unit boiler utama. Steam kemudian didistribusikan ke tiap beban termal. Maka untuk beban termal residensial/hunian seperti hotel efisiensi tersebut juga dilakukan, ketimbang alternatif lain : menggunakan heater terpisah untuk masing-masing beban. Daftar beban termal sebuah hotel dapat meliputi air panas (untuk mandi, kolam renang, jacuzzi, keperluan dapur), uap sauna, uap untuk proses laundry, pemanas ruang (di daerah nontropis), dll. Pertukaran panas di heat exchanger (HE) ditentukan oleh laju aliran steam, jenis/materi beban termal, luas permukaan, dan tipe konfigurasi tube HE. Beban primer dalam daftar di atas adalah air (untuk air panas dan uap) dan udara lingkungan/ambience (untuk pemanasan ruangan). Dengan menggunakan jenis HE tertentu untuk supply air panas, uap, dan pemanasan ruangan, maka yang diperlukan adalah pengendalian laju alir steam ke unit HE untuk mengontrol temperatur beban termal tersebut. Adanya arsitektur boiler utama unit distribusi HE beban termal unit distribusi akhir, memungkinkan pemilihan sistem instrumentasi cerdas yang terdistribusi (distributed architecture) yang terkoneksi dengan kontroler boiler utama. Instrumentasi Cerdas yang dimaksudkan adalah sistem pengendali temperatur beban. Sistem ini bertugas melakukan suatu rutin yaitu:

1. mengukur suhu beban termal, mengukur jumlah pasokan steam, mengukur sirkulasi beban termal 2. melakukan pengendalian laju alir steam 3. menerima masukan pengguna/operator 4. mengirim dan menerima informasi dari kontroler boiler utama II. Spesifikasi Fungsional Input Setting temperatur yang dinginkan lewat keypad. Informasi laju alir dari flowmeter yang dipasang di jalur sirkulasi beban termal dan dari flowmeter yang dipasang di keluaran (throughput) katup steam di HE tersebut. Informasi suhu beban termal dari sensor suhu Perintah dari kontroler utama lewat RS232 Output Display menunjukkan status : ready, perintah memasukkan temperatur, setting temperatur, bukaan katup, remote interupt. Koefisien pengaturan bukaan valve ke valve motor driver. Informasi ke kontroler utama via RS232 mengenai status, setting temperatur, laju alir sirkulasi beban termal, besar bukaan katup, dan suhu beban termal. Temperatur yang di-set operator/pengguna dibandingkan dengan temperatur beban termal kemudian dengan mengubah-ngubah bukaan katup steam akan diperoleh temperatur yang dinginkan. Banyaknya panas yang dipertukarkan berbanding lurus dengan laju alir steam di unit HE, laju alir ini ditur oleh katup berpenggerak motor. Yang perlu diperhatikan adalah bahwa beban juga harus bersirkulasi. Untuk itu digunakan sensor yang mendeteksi flow sirkulasi beban termal (misalnya sirkulasi air sebagai beban termal untuk proses mendapatkan uap sauna). Dengan adanya komunikasi ke kontroler boiler utama jenis informasi yang dikirimkan dapat disimpan sebagai statistik maupun untuk pengambilan keputusan oleh kontroler utama. Kontroler utama memiliki hak akses untuk memerintahkan suatu rutin pada unit kontroler ini. Display menampilkan informasi bagi pengguna. III. Spesifikasi Perangkat Mikrokontroler keluarga MCS-51 digunakan sebagai prosesor sistem ini. Telah tersedia fitur untuk transmit dan receive UART, dua eksternal interupt. Dari pin transceiver UART tersebut dipakai interface MAX232 untuk dapat dipakai pada level tegangan dan format RS232. Keypad merupakan matriks momentary switch yang mengaktifkan interupt dan mengirimkan kombinasi bit ke bus data sebagai representasi dari saklar yang aktif. Terdiri dari tombol digit 0 9, tombol reset. Juga dihubungkan ke buffer yang akan menyimpan bit-bit representasi tersebut sampai di-load lagi saat meminta interupt. Flowmeter yang digunakan untuk mengukur laju alir steam adalah jenis venturi tube yang pada dasarnya mengukur beda tekanan ( p). Dengan persamaan aljabar sederhana flow = απ( p). Sensor suhunya menggunakan thermocouple.

Digunakan successive approximation ADC dengan transmisi data paralel. Digunakan sebuah analog multiplexer untuk memilih besaran sensor mana yang akan diubah oleh ADC untuk dibaca datanya oleh prosesor. Sebelum masuk ADC karena karakter sensornya berbeda-beda, maka dipakai pengondisi sinyal sebuah programmable gain amplifier yang bisa memberikan 4 macam gain. Valve motor driver menerima informasi besarnya putaran motor yang harus dilakukan untuk mengubah bukaan katup steam. Untuk display digunakan unit LCD dan driver berlayar memanjang (vertikal). IV. Arsitektur Sistem unit kontrol sensor dan aktuator (kasus suplai air panas untuk kamar mandi) V. Sistem Kecerdasan Tiruan Rutin yang terjadi di prosesor setelah reset pertama adalah pada prioritas interupt. Dengan prioritas pada keypad, maka setiap ada tombol yang aktif isi buffer untuk tombol berubah dan prosesor akan menjalankan program di alamat vektor interupt. Program tersebut secara singkat akan membaca bit representasi dari tombol yang ditekan untuk disimpan ke register. Setelah itu program interupt berakhir. Selama program tersebut berjalan interupt di-disable dan di akhir program di-enable kembali. Cara ini dilakukan karena keterbatasan jumlah jalur data, sehingga tidak dapat dedicated untuk keypad saja. Selama tidak ada interupt rutin utamanya dapat digambarkan.

Sistem inferensi fuzzy dipilih karena memang cocok untuk pengendalian dan peta keluaran yang diperoleh sudah dalam kuantitas. Proses fuzifikasi operasi fuzzy proses implikasi agregasi ouput defuzzifikasi tersebut dapat digambarkan sebagai berikut:

rules VI. Referensi [1] Richard D. Ashworth, Hot Water Boilers and Steam Boiler Consumer Information (http://www.acestimates.com/boilers.htm), 2003. [2] Miura Boiler Co., Ltd. Miura XJ1 Intelligent Steam Manager : Microcomputer Board Specification of Oil and Gas Boiler Controller, 2000. [3] Luke Coldiron, Recovery Boiler Intelligent Sootblowing (http://www.texascontrols.com/html/controls/sootblower.htm). [4] Ryoji Ohiba, Intelligent Sensor Technology, 1990. [5] George Stephanopoulus, Chemical Process Control: An Introduction to Theory and Practice, 1984. [6] Hardian Arbi (TK ITB 99), narasumber