BUPATI INDRAGIRI HULU

dokumen-dokumen yang mirip
BUPATI INDRAGIRI HULU

KEPUTUSAN BUPATI INDRAGIRI HULU NOMOR... (1) TENTANG

PERATURAN WALIKOTA PARIAMAN NOMOR 30 TAHUN 2013 TENTANG TATA CARA PENGEMBALIAN KELEBIHAN PEMBAYARAN PAJAK BUMI DAN BANGUNAN PERDESAAN DAN PERKOTAAN

BUPATI TAPIN PERATURAN BUPATI TAPIN NOMOR 26 TAHUN 2013 TENTANG

NOTA PENGHITUNGAN PEMBERIAN IMBALAN BUNGA PAJAK BUMI DAN BANGUNAN. II. IDENTITAS OBJEK PAJAK NOP : - (5) Alamat :... (6)

BUPATI INDRAGIRI HULU

BUPATI INDRAGIRI HULU

PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 122/PMK.06/2005 TENTANG

BUPATI BULUNGAN SALINAN PERATURAN BUPATI BULUNGAN NOMOR 12 TAHUN 2012 TENTANG TATA CARA PENGEMBALIAN KELEBIHAN PEMBAYARAN PAJAK

TENTANG TATA CARA PENGEMBALIAN KELEBIHAN PEMBAYARAN PAJAK BUMI DAN BANGUNAN PERKOTAAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA SURABAYA,

TENTANG TATA CARA PENGEMBALIAN KELEBIHAN PEMBAYARAN PAJAK BUMI DAN BANGUNAN PERKOTAAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA SURABAYA,

BUPATI INDRAGIRI HULU

KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL PAJAK NOMOR : 2) TENTANG PENGEMBALIAN KELEBIHAN PEMBAYARAN PAJAK 3) DIREKTUR JENDERAL PAJAK

BUPATI INDRAGIRI HULU

PERATURAN WALIKOTA BATAM NOMOR 50 TAHUN 2012

BUPATI INDRAGIRI HULU

NOTA PENGHITUNGAN PENGEMBALIAN KELEBIHAN PEMBAYARAN PAJAK. Pasal 17C. Pasal 9 ayat (4c) UU PPN

BUPATI TAPIN PERATURAN BUPATI TAPIN NOMOR 35 TAHUN 2013 TENTANG

BUPATI INDRAGIRI HULU

SALINAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN

BUPATI MALANG BUPATI MALANG,

PERATURAN BUPATI KARIMUN NOMOR 14.H TAHUN 2013 TENTANG TATA CARA PENGEMBALIAN KELEBIHAN PEMBAYARAN PAJAK BUMI DAN BANGUNAN PERDESAAN PERKOTAAN

BUPATI INDRAGIRI HULU

PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 30/PMK.03/2005 TENTANG

BUPATI INDRAGIRI HULU

KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA DIREKTORAT JENDERAL PAJAK KANTOR WILAYAH DIREKTORAT JENDERAL PAJAK...(1) KANTOR PELAYANAN PAJAK...

KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL PAJAK TENTANG PEMBERIAN IMBALAN BUNGAN DIREKTUR JENDERAL PAJAK

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL PAJAK NOMOR : 2) TENTANG PENGEMBALIAN KELEBIHAN PEMBAYARAN PAJAK 3)

Pasal 17B UU KUP. Pasal 17D UU KUP Pasal 17E UU KUP. Pasal 9 ayat (4c) UU PPN

NOTA PENGHITUNGAN PEMBERIAN IMBALAN BUNGA BEA PEROLEHAN HAK ATAS TANAH DAN BANGUNAN

PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR 16/PMK.03/2011 TENTANG TATA CARA PENGHITUNGAN DAN PENGEMBALIAN KELEBIHAN PEMBAYARAN PAJAK

SALINAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR 16/PMK.03/2011 TENTANG TATA CARA PENGHITUNGAN DAN PENGEMBALIAN KELEBIHAN PEMBAYARAN PAJAK

BUPATI LAMANDAU PERATURAN BUPATI LAMANDAU NOMOR 41 TAHUN 2013 TENTANG

2011, No.35 2 sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2009; c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL PAJAK TENTANG PEMBERIAN IMBALAN BUNGA DIREKTUR JENDERAL PAJAK

NOMOR : 38/PMK.04/2005 TENTANG TATA CARA PENGEMBALIAN BEA MASUK, DENDA ADMINISTRASI, DAN/ATAU BUNGA MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA,

KOP SURAT PEMOHON (PIHAK YANG BERHAK)

2013, No Menetapkan : Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 130, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5049); 2. Peraturan Bersama Men

L2

KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL PAJAK NOMOR :... (1) TENTANG PEMBERIAN IMBALAN BUNGA KEPADA...

BERITA DAERAH KABUPATEN KULON PROGO

PERATURAN DIREKTUR JENDERAL PAJAK NOMOR PER - 7/PJ/2011 TENTANG TATA CARA PENGEMBALIAN KELEBIHAN PEMBAYARAN PAJAK DIREKTUR JENDERAL PAJAK,

LAMPIRAN I PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR : 16/PMK.03/2011 TENTANG : TATA CARA PENGHITUNGAN DAN PENGEMBALIAN KELEBIHAN PEMBAYARAN PAJAK

BERITA DAERAH KABUPATEN BANTUL

BUPATI INDRAGIRI HULU

FORMAT SURAT KEPUTUSAN PEMBERIAN IMBALAN BUNGA KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL PAJAK NOMOR :...

BERITA DAERAH KABUPATEN KULON PROGO

SALINAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR 213/PMK.04/2008

PERATURAN WALIKOTA PARIAMAN NOMOR 31 TAHUN 2013

DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

NOMOR : 37/PMK.04/2005 TENTANG TATA CARA PENGEMBALIAN BEA MASUK DAN/ATAU CUKAI YANG TELAH DIBAYAR DALAM RANGKA KEMUDAHAN IMPOR TUJUAN EKSPOR

PERATURAN WALIKOTA PARIAMAN NOMOR 29 TAHUN 2013 TENTANG TATA CARA PENYELESAIAN DAN PENGAJUAN KEBERATAN PAJAK BUMI DAN BANGUNAN PERDESAAN DAN PERKOTAAN

BUPATI TANAH BUMBU PROVINSI KALIMANTAN SELATAN PERATURAN BUPATI TANAH BUMBU NOMOR 13 TAHUN 2014 TENTANG

BERITA DAERAH KOTA SEMARANG

BERITA DAERAH KABUPATEN BANTUL BUPATI BANTUL DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA PERATURAN BUPATI BANTUL NOMOR 46 TAHUN 2016 TENTANG

LAMPIRAN : PERATURAN BUPATI KULON PROGO NOMOR 78 TAHUN 2013 TENTANG

BUPATI MADIUN PERATURAN BUPATI MADIUN NOMOR 42 TAHUN 2013 TENTANG

MENTERIKEUANGAN REPUBLIK INDONESIA SALIN AN

BUPATI INDRAGIRI HULU

BUPATI TANAH BUMBU PROVINSI KALIMANTAN SELATAN PERATURAN BUPATI TANAH BUMBU NOMOR 9 TAHUN 2014 TENTANG

2015, No dan Tata Cara Perpajakan sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2009, perlu menetapkan P

PEMBERITAHUAN DAN PERHITUNGAN BEA KELUAR EKSPOR BARANG BAWAAN DAN KIRIMAN

BUPATI TAPIN PERATURAN BUPATI TAPIN NOMOR 24 TAHUN 2013 TENTANG

NOMOR 27/PMK.04/2006 TENTANG TATA CARA PEMBERIAN IMBALAN BUNGA DI BIDANG KEPABEANAN DAN CUKAI MENTERI KEUANGAN,

(Kop Surat) KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL PAJAK NOMOR... (1) TENTANG

BUPATI KUDUS PERATURAN BUPATI KUDUS NOMOR 10 TAHUN TENTANG

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA SALINAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 244/PMK.03/2015 TENTANG

WALIKOTA MATARAM PERATURAN WALIKOTA MATARAM NOMOR : 32 TAHUN 2012 TENTANG

CONTOH FORMAT NOTA PENGHITUNGAN PEN GEM BALIAN KELEBIHAN KANTOR PELAYANAN PAJAK (2) NOTA PENGHITUNGAN PENGEMBALIAN KELEBIHAN PEMBAYARAN PAJAK

PERATURAN WALIKOTA MALANG NOMOR 80 TAHUN 2015 TENTANG TATA CARA PENGEMBALIAN KELEBIHAN PEMBAYARAN PAJAK DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

BUPATI BONE BOLANGO PERATURAN BUPATI BONE BOLANGO NOMOR 29 TAHUN 2013

WALIKOTA MATARAM PERATURAN WALIKOTA MATARAM NOMOR : 35 TAHUN TENTANG DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA MATARAM,

PERATURAN WALIKOTA MALANG NOMOR 104 TAHUN 2012 TENTANG TATA CARA PENGEMBALIAN KELEBIHAN PEMBAYARAN PAJAK BUMI DAN BANGUNAN PERKOTAAN

PERATURAN BUPATI PURWAKARTA NOMOR 56 TAHUN 2013 TENTANG TATA CARA PENGEMBALIAN KELEBIHAN PEMBAYARAN PAJAK BUMI DAN BANGUNAN PERDESAAN DAN PERKOTAAN

PERATURAN BUPATI BANTUL NOMOR TAHUN 2012 TENTANG TATA CARA PEMBAYARAN DAN PENYETORAN PAJAK BUMI DAN BANGUNAN PERDESAAN DAN PERKOTAAN

2015, No MEMUTUSKAN : Menetapkan : PERATURAN MENTER! KEUANGAN TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN MENTER! KEUANGAN NO MOR 16/PMK.03/2011 TENTANG T

BUPATI INDRAGIRI HULU PERATURAN BUPATI INDRAGIRI HULU NOMOR : 74 TAHUN 2012

BUPATI TAPIN PERATURAN BUPATI TAPIN NOMOR 27 TAHUN 2013 TENTANG

BUPATI TANAH BUMBU PROVINSI KALIMANTAN SELATAN PERATURAN BUPATI TANAH BUMBU NOMOR 26 TAHUN 2014 TENTANG

WALIKOTA MATARAM PERATURAN WALIKOTA MATARAM NOMOR : 36 TAHUN 2012 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA MATARAM,

PERATURAN BUPATI OGAN KOMERING ULU SELATAN NOMOR 25 TAHUN 2013 TENTANG

BUPATI BANTUL PERATURAN BUPATI BANTUL NOMOR 38 TAHUN 2012 TENTANG

PERATURAN BUPATI BANTUL NOMOR TAHUN 2012 TENTANG

BUPATI LOMBOK TIMUR PERATURAN BUPATI LOMBOK TIMUR NOMOR 1 TAHUN 2013 TENTANG

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA SALINAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 226/PMK.03/2013 TENTANG

PERATURAN WALIKOTA PARIAMAN NOMOR 27 TAHUN 2013

BUPATI BULULUKUMBA. PERATURAN DAERAH KABUPATEN BULUKUMBA Nomor : 3 TAHUN 2012 TENTANG PAJAK RESTORAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

2 Mengingat Tata Cara Penghitungan dan Pemberian Imbalan Bunga; : Peraturan Menteri Keuangan Nomor 226/PMK.03/2013 tentang Tata Cara Penghitungan dan

PROSEDUR PENGISIAN FORMULIR SSPD

WALIKOTA MATARAM PERATURAN WALIKOTA MATARAM NOMOR : 33 TAHUN 2012 TENTANG

BUPATI TANAH BUMBU PROVINSI KALIMANTAN SELATAN PERATURAN BUPATI TANAH BUMBU NOMOR 11 TAHUN 2014 TENTANG

Lampiran I PERATURAN DIREKTUR JENDERAL PAJAK NOMOR : 6/PJ/2008 TENTANG : TATA CARA PENGURANGAN DENDA ADMINISTRASI PAJAK BUMI DAN BANGUNAN

BUPATI MALANG BUPATI MALANG,

BUPATI MALANG BUPATI MALANG,

KOP SURAT PEMOHON (PIHAK YANG BERHAK) Nomor : Tanggal... Lampiran : Hal : Permohonan Pengembalian Cukai dan/atau Denda Administrasi *)

BUPATI ACEH TIMUR PERATURAN BUPATI ACEH TIMUR NOMOR 18 TAHUN 2014 TENTANG

TENTANG BENTUK DAN ISI FORMULIR SURAT PEMBERITAHUAN PAJAK TERUTANG DAN SURAT SETORAN PAJAK DAERAH PAJAK BUMI DAN BANGUNAN PERKOTAAN

2011, No.36 2 seharusnya tidak terutang, yang ketentuannya diatur dengan atau berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan; c. bahwa dalam ketentuan Pasal 2

KEPUTUSAN MENTERI KEUANGAN NOMOR... (1) TENTANG PENGURANGAN PAJAK BUMI DAN BANGUNAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI KEUANGAN,

MEMUTUSKAN: : PERATURAN BUPATI TENTANG TATA CARA PENGURANGAN PAJAK BUMI DAN BANGUNAN PERDESAAN DAN PERKOTAAN (PBB P2) KABUPATEN BANYUWANGI.

Transkripsi:

BUPATI INDRAGIRI HULU PERATURAN BUPATI INDRAGIRI HULU NOMOR : 91 TAHUN 2012 TENTANG TATA CARA PEMBAYARAN KEMBALI KELEBIHAN PEMBAYARAN PAJAK BUMI DAN BANGUNAN PERDESAAN DAN PERKOTAAN (PBB-P2) BUPATI INDRAGIRI HULU, Menimbang : a. bahwa untuk memberikan kepastian hukum dan meningkatkan pelayanan kepada Wajib Pajak dalam hal terdapat kelebihan pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan dipandang perlu mengatur tata cara pembayaran kembali kelebihan pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2); b. bahwa dengan berdasarkan pasal 165 Undang-Undang No. 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah yang terkait pengembalian kelebihan pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan serta Pasal 90 ayat (1), ayat (2) dan ayat (3) Peraturan Daerah Kabupaten Indragiri Hulu Nomor 2 Tahun 2011 tentang Pajak Daerah; c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a dan huruf b, perlu menetapkan peraturan Bupati Indragiri Hulu tentang Tata Cara Pembayaran Kembali Kelebihan Pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2); Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2002 Tentang Pengadilan Pajak (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2002 Nomor 27, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4189); Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 Tentang Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 47, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4286); 2. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara (Lembaran Negara RI Tahun 2003 Nomor 47, Tambahan Lembaran Negara RI Nomor 4286); 3. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara; 4. Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Atas Pengelolaan dan Pertanggungjawaban Keuangan Negara; 5. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara RI Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara RI Nomor 4437); 6. Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah (Lembaran Negara RI Tahun 2004 Nomor 126, Tambahan Lembaran Negara RI Nomor 4438); 7. Undang-Undang No. 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah ( Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 130) 8. Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah (Lembaran Negara RI Tahun 2005 Nomor 140, Tambahan Lembaran Negara RI Nomor 4578); 9. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah sebagaiman telah diubah dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 59 Tahun 2007; 10. Peraturan Daerah Kabupaten Indragiri Hulu Nomor 18 Tahun 2008 tentang Organisasi Perangkat Daerah dan Tata Kerja Pemerintah Kabupaten Indragiri Hulu (Lembaran Daerah Kabupaten Indragiri Hulu Tahun 2008 Nomor 18); 11. Peraturan Daerah Kabupaten Indragiri Hulu Nomor 09 Tahun 2009 tentang Pokok pokok Pengelolaan Keuangan Daerah Kabupaten Indragiri Hulu (Lembaran Daerah Kabupaten Indragiri Hulu Tahun 2007 Nomor 12).; 12. Peraturan Daerah Kabupaten Indragiri Hulu Nomor 03 Tahun 2010 tentang Perubahan Atas Peraturan Daerah Kabupaten Indragiri Hulu Nomor 18 Tahun 2008 tentang Organisasi Perangkat Daerah Pemerintah Kabupaten Indragiri Hulu (Lembaran Daerah Kabupaten Indragiri Hulu Tahun 2010 Nomor 18);

13. Peraturan Daerah Kabupaten Indragiri Hulu Nomor 02 Tahun 2011 tentang Pajak Daerah; 14. Peraturan Bupati Indragiri Hulu Nomor Tahun 2012 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) dan Bentuk serta Fungsi Surat Pemberitahuan Pajak Terutang (SPPT). MEMUTUSKAN Menetapkan : PERATURAN BUPATI INDRAGIRI HULU TENTANG TATA CARA PEMBAYARAN KEMBALI KELEBIHAN PEMBAYARAN PAJAK BUMI DAN BANGUNAN PERDESAAN DAN PERKOTAAN (PBB-P2). Pasal 1 (1) Kelebihan pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) terjadi apabila : a. Pajak yang dibayar lebih besar dari pada yang seharusnya terutang; b. Pajak yang dibayar tidak seharusnya terutang; (2) Utang pajak adalah yang masih harus dibayar termasuk sanksi administrasi berupa bunga, denda atau kenaikan yang tercantum dalam surat ketetapan pajak atau surat sejenisnya berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan. Pasal 2 (1) Untuk memperoleh pengembalian kelebihan pembayaran PBB-P2, wajib pajak mengajukan permohonan secara tertulis dalam Bahasa Indonesia yang jelas kepada Bupati Indragiri Hulu u.p. Kepala Dinas Pendapatan Kabupaten Indragiri Hulu. (2) Tanda penerimaan surat permohonan yang diberikan oleh pejabat Dinas Pendapatan yang ditunjuk untuk itu atau tanda pengiriman surat permohonan melalui pos tercatat, menjadi tanda bukti penerimaan surat permohonan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). Pasal 3 (1) Berdasarkan hasil penelitian atau pemeriksaan terhadap surat permohonan sebagaimana dimaksud pada pasal 2, dalam jangka waktu paling lama 12 (dua belas) bulan sejak diterima surat permohonan Wajib Pajak secara lengkap,kepala Dinas Pendapatan Daerah atas nama Bupati Indragiri Hulu menerbitkan : a. Surat Keputusan Kelebihan Pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan, apabila jumlah PBB-P2 yang dibayar ternyata lebih besar dari yang saharusnya terutang; b. Surat pemberitahuan (SPb), apabila jumlah PBB-P2 yang dibayar sama dengan jumlah PBB-P2 yang seharusnya terutang; c. Surat Ketetapan Pajak Daerah apabila jumlah PBB-P2 dibayar ternyata kurang dari jumlah PBB yang seharusnya terutang. (2) Apabila setelah jangka waktu sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) Kepala Dinas Pendapatan Daerah memberikan keputusan, dalam waktu 1 (satu) bulan sejak berakhirnya jangka waktu tersebut, Kepala Dinas Pendapatan Daerah atas nama Bupati Indragiri Hulu menerbitkan Surat Keputusan Kelebihan Pembayaran (SKKP) PBB-P2.

Pasal 4 (1) Kelebihan pembayaran pajak diperhitungkan terlebih dahulu dengan utang pajak lainnya. (2) Atas dasar persetujuan Wajib Pajak yang berhak atas kelebihan pembayaran pajak, kelebihan tersebut dapat diperhitungkan dengan pajak yang akan terutang atau dengan utang pajak atas nama Wajib Pajak lain. (3) Perhitungan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dan ayat (2) dilakukan dengan pemindah bukuan. Pasal 5 (1) Kelebihan pembayaran pajak yang masih tersisa sebagaimana yang dimaksud dalam Pasal 3 ayat (1) huruf a dikembalikan dalam jangka waktu 1 (satu) bulan sejak diterbitkannya SKKP PBB-P2 hasil penelitian atau pemeriksa keuangan Kepala Dinas Pendapatan Daerah atas nama Bupati Indragiri Hulu. (2) Pengembalian sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dilakukan dengan menerbitkan Surat Perintah Membayar Kelebihan Pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (SPMKP PBB-P2) dengan menggunakan formulir sebagaimana ditetapkan dalam Lampiran Peraturan Bupati Indragiri Hulu. Pasal 6 (1) SPMKP PBB-P2 dibuat dalam rangkap 4 (empat) dengan peraturan sebagai berikut : a. Lembar ke-1 dan lembar ke-2 untuk Kantor Kas Daerah Kabupaten Indragiri Hulu yang menerbitkan SPMKP PBB-P2 b. Lembar ke-3 untuk Wajib Pajak yang bersangkutan c. Lembar ke-4 untuk Kepala Dinas Pendapatan Daerah Kabupaten Indragiri Hulu yang menerbitkan SPMKP PBB-P2. (2) SPMKP PBB-P2 dibebankan pada mata anggaran pengembalian pendapatan pajak tahun anggaran berjalan, yaitu pada mata anggaran yang sama atau sejenis dengan mata anggaran penerima semula. (3) Dalam rangka menerbitkan pelayanan kepada Wajib Pajak, SPMKP PBB-P2 beserta SKKP PBB-P2 harus disampaikan secara langsung oleh petugas yang ditunjuk oleh Kepala Dinas Pendapatan melalui pos tercatat paling lambat 2 (dua) hari kerja sebelum jangka waktu 1 (satu) bulan sebagaimana dimaksud dalam pasal 5 ayat (1) terlampaui. (4) Kepala Kantor Kas Daerah atas nama Bupati Indragiri Hulu wajib menerbitkan Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D) paling lambat 2 (dua) hari sejak SPMKP PBB-P2 diterima. (5) Kantor Kas Daerah mengembalikan lembar ke-2 SPMKP PBB-P2 yang telah dibubuhi cap tanggal dan nomor penerbitan SP2D disertai lembar ke-2 SP2D kepada penerbit SPMKP PBB-P2. Pasal 7 Kepala Dinas Pendapatan Daerah Kabupaten Indragiri Hulu menyampaikan specimen tanda tangan pejabat yang memberi wewenang untuk menandatangani SKKP PBB- P2 dan SPMKP PBB-P2 kepada Kantor Kas Daerah Kabupaten Indragiri Hulu.

Pasal 8 Keputusan ini mulai berlaku sejak Tahun Pajak 2013 dengan ketentuan apabila terdapat kekeliruan dalam keputusan ini akan diadakan perbaikan dan perubahan sebagaimana mestinya. Ditetapkan di Rengat Pada tanggal BUPATI INDRAGIRI HULU YOPI ARIANTO

LAMPIRAN I PERATURAN BUPATI INDRAGIRI HULU NOMOR : TAHUN 2012 TENTANG : TATA CARA PEMBAYARAN KEMBALI KELEBIHAN PEMBAYARAN PAJAK BUMI DAN BANGUNAN PERDESAAN DAN PERKOTAAN (PBB-P2) (KOP SURAT) 1) KEPUTUSAN KEPALA DINAS PENDAPATAN DAERAH KABUPATEN INDRAGIRI HULU NOMOR.. 2) TENTANG KELEBIHAN PEMBAYARAN PAJAK BUMI DAN BANGUNAN PERDESAAN DAN PERKOTAAN (SKKP PBB-P2) KEPALA DINAS PENDAPATAN DAERAH KABUPATEN INDRAGIRI HULU, Membaca : Surat Permohonan Wajib Pajak Nomor.... 3) tanggal 4) hal permohonan pengembalian kelebihan pembayaran PBB- P2 Tahun.. 5) ; Menimbang : a. bahwa setelah dilakukan penelitian/pemeriksaan *) terdapat kelebihan pembayaran PBB-P2; b. bahwa PBB-P2 tahun. 6) yang dimintakan pengembaliannya telah dibayar di Bank/Tempat Pembayaran/Petugas Pemungut*) di.. 7) Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2002 Tentang Pengadilan Pajak (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2002 Nomor 27, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4189); Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 Tentang Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 47, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4286); 2. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara (Lembaran Negara RI Tahun 2003 Nomor 47, Tambahan Lembaran Negara RI Nomor 4286); 3. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara; 4. Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Atas Pengelolaan dan Pertanggungjawaban Keuangan Negara; 5. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara RI Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara RI Nomor 4437); 6. Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah (Lembaran Negara RI Tahun 2004 Nomor 126, Tambahan Lembaran Negara RI Nomor 4438); 7. Undang-Undang No. 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah ( Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 130) 8. Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah (Lembaran Negara RI Tahun 2005 Nomor 140, Tambahan Lembaran Negara RI Nomor 4578); 9. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah sebagaiman telah diubah dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 59 Tahun 2007; 10. Peraturan Daerah Kabupaten Indragiri Hulu Nomor 18 Tahun 2008 tentang Organisasi Perangkat Daerah dan Tata Kerja Pemerintah Kabupaten Indragiri Hulu (Lembaran Daerah Kabupaten Indragiri Hulu Tahun 2008 Nomor 18); 11. Peraturan Daerah Kabupaten Indragiri Hulu Nomor 09 Tahun 2009 tentang Pokok pokok Pengelolaan Keuangan Daerah Kabupaten Indragiri Hulu (Lembaran Daerah Kabupaten Indragiri Hulu Tahun 2007 Nomor 12).;

12. Peraturan Daerah Kabupaten Indragiri Hulu Nomor 03 Tahun 2010 tentang Perubahan Atas Peraturan Daerah Kabupaten Indragiri Hulu Nomor 18 Tahun 2008 tentang Organisasi Perangkat Daerah Pemerintah Kabupaten Indragiri Hulu (Lembaran Daerah Kabupaten Indragiri Hulu Tahun 2010 Nomor 18); 13. Peraturan Daerah Kabupaten Indragiri Hulu Nomor 02 Tahun 2011 tentang Pajak Daerah; 14. Peraturan Bupati Indragiri Hulu Nomor Tahun 2012 tentang Tata Cara Pembayaran Kembali Kelebihan Pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) Perdesaan dan Perkotaan. MEMUTUSKAN Menetapkan : KEPUTUSAN KEPALA DINAS PENDAPATAN DAERAH KABUPATEN INDRAGIRI HULU TENTANG KELEBIHAN PEMBAYARAN PAJAK BUMI DAN BANGUNAN PERDESAAN DAN PERKOTAAN (PBB-P2) TAHUN.. 8) PERTAMA : Menerbitkan Surat Keputusan Kelebihan Pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan : a. Wajib Pajak nama :.. 9) NPWPD :.. 10) alamat :.. 11) b. SPPT/SKPD PBB-P2/STPD PBB-P2 *) : NOP :.. 12) tanggal :.. 13) PBB-P2 terutang :.. 14) c. Objek Pajak : alamat :.. 15) desa/kelurahan :.. 16) kecamatan :.. 17) kabupaten :.. 18) KEDUA : Sesuai dengan diktum PERTAMA, kelebihan pembayaran PBB tahun 19) sebesar Rp 20) (... ) 21) KETIGA : Penghitungan kelebihan pembayaran PBB-P2 sesuai diktum KEDUA sebagaimana terlampir dalam Keputusan ini. KEEMPAT : Apabila dikemudian hari ternyata diketahui terdapat kekeliruan dalam Keputusan ini, akan dibetulkan sesuai ketentuan yang berlaku. KELIMA : Keputusan ini mulai berlaku sejak tanggal ditetapkan. Ditetapkan di. 21) Pada tanggal. 23) an. BUPATI INDRAGIRI HULU KEPALA DINAS PENDAPATAN DAERAH KABUPATEN INDRAGIRI HULU Tembusan disampaikan Kepada : 1. Wajib Pajak 2. Arsip. 24) NIP. 25) *) coret yang tidak perlu

PETUNJUK PENGISIAN SURAT KEPUTUSAN KELEBIHAN KELEBIHAN PEMBAYARAN PAJAK BUMI DAN BANGUNAN PERDESAAN DAN PERKOTAAN (SKKP PBB-P2) NOMOR URAIAN ISIAN 1 Diisi KOP surat yang menerbitkan SKKP PBB-P2 2 Diisi dengan nomor SKKP PBB-P2 3 Diisi dengan nomor surat permohonan pengembalian kelebihan pembayaran PBB yang diajukan Wajib Pajak 4 Diisi dengan tanggal surat permohonan pengembalian kelebihan pembayaran PBB yang diajukan Wajib Pajak 5 Diisi dengan tahun pajak PBB-P2 yang diajukan permohonan 6 Diisi dengan tahun pajak PBB-P2 yang diajukan permohonan 7 Diisi dengan kabupaten tempat pemungutan 8 Diisi dengan tahun pajak PBB-P2 yang diajukan permohonan 9 Diisi dengan nama wajib pajak yang mengajukan permohonan. 10 Diisi dengan Nomor Pokok Wajib Pajak Daerah (NPWPD) Wajib Pajak yang mengajukan permohonan. 11 Diisi dengan alamat Wajib Pajak 12 Diisi dengan Nomor Objek Pajak (NOP) yang diajukan permohonan 13 Diisi dengan tanggal penerbitan SPPT/SKPD-PBB-P2/STPD PBB-P2 14 Diisi dengan jumlah PBB-P2 terutang yang tertera dalam SPPT 15 Diisi dengan alamat objek pajak 16 Diisi dengan desa/kelurahan letak objek pajak 17 Diisi dengan kecamatan letak objek pajak 18 Diisi dengan kabupaten letak objek pajak 19 Diisi dengan tahun pajak PBB-P2 20 Diisi dengan angka jumlah kelebihan pembayaran hasil pemeriksaan/penelitian 21 Diisi dengan huruf jumlah kelebihan pembayaran hasil pemeriksaan atau penelitian 22 Diisi dengan tempat penerbitan keputusan 23 Diisi dengan tanggal penerbitan keputusan 24 Diisi dengan nama kepala dinas yang menerbitkan 25 Diisi dengan NIP kepala dinas yang menerbitkan BUPATI INDRAGIRI HULU YOPI ARIANTO

LAMPIRAN I PERATURAN BUPATI INDRAGIRI HULU NOMOR : TAHUN 2012 TENTANG : TATA CARA PEMBAYARAN KEMBALI KELEBIHAN PEMBAYARAN PAJAK BUMI DAN BANGUNAN PERDESAAN DAN PERKOTAAN (PBB-P2) SURAT PERINTAH MEMBAYAR KELEBIHAN PEMBAYARAN PAJAK BUMI DAN BANGUNAN PERDESAAN DAN PERKOTAAN (SPMKP PBB-P2) Nomor Seri :... (1) SKKP PBB-P2 Nomor : (3) Tahun Angsuran :.. (2) Tanggal : (4) BA, Eselon, Kode Satker Kegiatan, Sub Kegiatan (6) : (5) : MEMERINTAHKAN KEPADA.. (7) Untuk membayar kembali/memindahbukukan KELEBIHAN PEMBAYARAN PAJAK BUMI DAN BANGUNAN PERDESAAN DAN PERKOTAAN pada Mata Anggaran Pengembalian Pendapatan Pajak : (8) (9)...Tahun (10) kepada: Nama Wajib Pajak :.. (11) Alamat :.. (12) NPWP :.. (13) Nomor Objek Pajak (14) : Letak Objek Pajak :.. (15) Pemilik Rekening Bank :..... (16) Nomor Rekening :.. (17) Sejumlah : Rp.. (18) (.) (19) Atas beban Rekening Kas Daerah pada Bank di (20).... Rengat, Telah diterbitkan SP2D (22) A.n BUPATI INDRAGIRI HULU Tanggal. Nomor. Kepala Kas Daerah Kabupaten Indragiri Hulu (21) Paraf Kepala Seksi Kas Daerah NIP 1. Lembar 1 ke Kantor Kas Daerah Kab. Inhu 2. Lembar 2 ke Kantor Kas Daerah Kab. Inhu 3. Lembar 3 ke WP 4. Lembar 4 ke Dispenda

PETUNJUK PENGISIAN SURAT PERINTAH PEMBAYARAN KELEBIHAN PEMBAYARAN PAJAK BUMI DAN BANGUNAN (PBB) PERDESAAN DAN PERKOTAAN (SPMKP PBB-P2) NOMOR URAIAN ISIAN 1 Diisi Nomor SPMKP PBB-P2 yang diterbitkan 2 Diisi Tahun Anggaran SPMKP PBB-P2 yang diterbitkan 3 dan 4 Diisi Nomor urut SKKP PBB-P2 yang diterbitkan dan tanggal penetapan 5 Diisi dengan 2 (dua) digit Kode Bagian Anggaran, 2 (dua) digit Kode Eselon I dan 6 (enam) Kode satuan Kerja (Dispenda yang bersangkutan) 6 Diisi dengan uraian Dispenda yang bersangkutan 7 Diisi kode Kas Daerah diikuti uraian Pembayar 8 Diisi 6 (enam) digit Kode Mata Anggaran Pengembalian Pendapatan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan yang dikembalikan 9 Diisi uraian Mata Anggaran Pengembalian Pendapatan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan sesuai dengan kode jenis Pendapatan PBB-P2 yang dikembalikan 10 Diisi dengan tahun SPMKP PBB-P2 yang bersangkutan 11 Diisi dengan nama Wajib Pajak penerima SPMKP PBB-P2 yang bersangkutan 12 Diisi dengan alamat Wajib Pajak yang bersangkutan 13 Diisi dengan kode NPWP Wajib Pajak Penerima SPMKP PBB-P2 14 Diisi Nomor Objek Pajak yang bersangkutan 15 Diisi letak/lokasi tanah dan/atau bangunan yang menjadi objek pajak yang bersangkutan 16 dan 17 Diisi nama bank dan nomor rekening WP yang bersangkutan 18 Diisi angka Rupiah yang akan dibayar 19 Diisi dengan huruf jumlah uang yang akan dibayarkan 20 Diisi lokasi Kepala Kas Daerah yang dituju untuk dimintakan SP2Dnya 21 Diisi tanggal, tahun, dan Kepala Kas Daerah yang bersangkutan, nama penandatangan SPMKP dan NIP 22 Diisi cap Telah diterbitkan SP2D Tanggal..Nomor.. Dan paraf Kepala Seksi Kepala Kas Daerah yang menerbitkan SP2D BUPATI INDRAGIRI HULU YOPI ARIANTO