PENGGUNAAN MEDIA GAMBAR SERI DALAM PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS KARANGAN BAGI SISWA KELAS V SD

dokumen-dokumen yang mirip
PENERAPAN PENDEKATAN KONTEKSTUAL UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENULIS DAN MEMBACA PUISI SISWA KELAS V SD

PENGGUNAAN METODE MAKE A MATCH UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPS SISWA KELAS II SD 1) Oleh: Siti Qodriyatun 1), Suhartono 2), Ngatman 3)

PENGGUNAAN METODE COMPLETE SENTENCE

IG.A.K. Wardani (2009: 10.7), yang menyatakan bahwa: Pemerintah telah berupaya keras meningkatkan profesionalitas

PENGGUNAAN MAKE A MATCH

PENERAPAN MODEL COMPLETE SENTENCE DENGAN MEDIA GAMBAR SERI DALAM PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS KARANGAN PADA SISWA KELAS III SD

PENERAPAN MODEL CONCEPT SENTENCE

PENGGUNAAN MODEL JIGSAW DISERTAI MEDIA GAMBAR DALAM PENINGKATAN PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS SISWA KELAS V SDN 2 WONOYOSO TAHUN AJARAN 2012/2013

1. Mahasiswa PGSD FKIP UNS 2, 3 Dosen PGSD FKIP UNS

PENERAPAN MAKE A MATCH DALAM PENINGKATAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA TENTANG BILANGAN ROMAWI PADA SISWA KELAS IV SDN 3 KARANGSAMBUNG

PENGGUNAAN MODEL KOOPERATIF TIPE ROUND TABLE

PEMANFAATAN SUMBER BELAJAR LINGKUNGAN DENGAN PENDEKATAN PEMBELAJARAN SAVI DALAM PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS KARANGAN

PENINGKATAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA TENTANG PECAHAN MELALUI MODEL CIRC PADA SISWA KELAS IV SD NEGERI RAHAYU TAHUN AJARAN 2012/2013

Keyword: concept sentence model, flashcard media, writing skills

Wardhani et al., Peningkatan Kemampuan Menulis Karangan Narasi...

PENINGKATAN PEMAHAMAN KONSEP SIFAT-SIFAT CAHAYA MELALUI MODEL KOOPERATIF TIPE GROUP INVESTIGATION (GI) BERBASIS EKSPERIMEN PADA SISWA SEKOLAH DASAR

PENGGUNAAN MODEL KOOPERATIF TIPE TGT DENGAN MULTIMEDIA DALAM PEMBELAJARAN IPA SISWA KELAS V SDN 6 PANJER TAHUN AJARAN 2014/2015

PENGGUNAAN METODE BERMAIN PERAN UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERBICARA BAHASA INDONESIA SISWA KELAS V SD NEGERI GESIKAN TAHUN AJARAN 2013/2014

PENERAPAN MODEL CONCEPT SENTENCE DENGAN MEDIA GAMBAR DALAM PENINGKATAN

Keywords: Directed-Reading-Thinking-Activity (DRTA), images, reading comprehension

PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK-TALK-WRITE (TTW)

PENGGUNAAN METODE ROLE PLAYING DALAM PENIGKATAN KETERAMPILAN BERBICARA BAHASA JAWA KRAMA PADA SISWA KELAS V SD

PEGGUNAAN MODEL CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING DALAM PENINGKATAN PEMBELAJARAN IPA PADA SISWA KELAS III SD NEGERI TANJUNGREJO TAHUN AJARAN 2012/2013

PENGGUNAAN MODEL KOOPERATIF TIPE

MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENULIS PARAGRAF MELALUI MEDIA PUZZLE PADA SISWA KELAS III SDN GRENDEN 02 PUGER JEMBER

PENERAPAN MODEL MIND MAP DALAM PENINGKATAN HASIL BELAJARAN IPS TEMA SEJARAH PERADABAN INDONESIA PADA SISWA KELAS V DI SD NEGERI 1 SRUWENG

PENINGKATAN KEMAMPUAN MEMBACA PEMAHAMAN MELALUI METODE OVERVIEW, ASK, READ, WRITE, EVALUATE, TEST (OARWET) PADA SISWA KELAS V SD

NASKAH PUBLIKASI. Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Guna Mencapai Derajat Sarjana S-1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar

PENERAPAN TEKNIK FORMASI REGU TEMBAK DALAM PENINGKATAN PEMBELAJARAN PECAHAN MATA PELAJARAN MATEMATIKA DI KELAS V SD

PENGGUNAAN METODE GUIDED NOTE TAKING DALAM PENINGKATAN PEMBELAJARAN IPS SISWA KELAS V SD

PENGGUNAAN MODEL CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING DENGAN MEDIA BENDA KONKRET

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE GROUP INVESTIGATION (GI) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS IV SD

PENDAHULUAN Pendidikan merupakan sektor yang sangat menentukan kualitas suatu bangsa. Kegagalan pendidikan berimplikasi pada gagalnya suatu bangsa

PENERAPAN MODEL RME DENGAN MEDIA KONKRET DALAM PENINGKATAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA PADA SISWA KELAS V

Keyword: think talk write, event picturer as visual media, poetry-writing skill

Keywords: Concept Sentence, puzzle media, writing skills. menulis karangan deskripsi siswa kelas IV SDN Candiwulan.

PENGGUNAAN MEDIA DIORAMA UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENULIS PARAGRAF DESKRIPSI

TAHUN AJARAN 2015/2016

Kata Kunci: Model Tari Bambu, Media Kartu, Hasil Belajar PKn.

PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS DESKRIPSI MELALUI METODE PICTURE AND PICTURE

PENGGUNAAN METODE SOSIODRAMA DENGAN MEDIA AUDIO VISUAL UNTUK PENINGKATAN PEMBELAJARAN MENYIMAK PADA SISWA KELAS IIIA SDI ULIL ALBAB KEBUMEN

PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS KARANGAN NARASI MELALUI METODE PICTURE AND PICTURE

PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NHT DALAM PENINGKATAN KETERAMPILAN MENYELESAIKAN SOAL CERITA PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA KELAS V SD 1)

Keyword: Concept Sentence, Multimedia, Writting Skills

PENERAPAN METODE INDEX CARD MATCH DALAM PENINGKATAN PEMBELAJARAN IPS TENTANG MASALAH SOSIAL DI KELAS IV SD

PEMANFAATAN BARANG BEKAS DALAM PENINGKATKAN KREATIVITAS SISWA PADA MATA PELAJARAN SBK KELAS V SD NEGERI 2 KARANGPOH TAHUN AJARAN 2015/2016

PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS DESKRIPSI MENGGUNAKAN METODE PICTURE AND PICTURE

Kata Kunci: Index Card Match, Peningkatan Pembelajaran, Bilangan Romawi

PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TEKNIK THINK PAIR SHARE DALAM PENINGKATAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA DI KELAS IV SD

PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS AKSARA JAWA MENGGUNAKAN MEDIA KARTU PINTAR

PENINGKATAN KETERAMPILAN MEMBACA PERMULAAN MELALUI METODE GLOBAL PADA SISWA KELAS I SD NEGERI KAPUKANDA ARTIKEL JURNAL

530 Penerapan Model Pembelajaran Tematik (Webbed)

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN COOPERATIVE SCRIPT UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERBICARA

Mulyati (2007 : 10) menyatakan ada empat aspek keterampilan berbahasa,

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD DALAM PENINGKATAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA PADA SISWA KELAS V SEKOLAH DASAR

IMPLEMENTASI STUDENT FACILITATOR AND EXPLAINING

Kata kunci: Pendekatan SAVI, Gambar Seri, Keterampilan

PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS PARAGRAF NARASI MENGGUNAKAN MODEL CONCEPT SENTENCE JURNAL. Oleh ENDANG SRI JAYANTI SUWARJO SITI RACHMAH S

PENERAPAN MODEL MIND MAP DALAM PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPS SISWA KELAS IV SD NEGERI 1 SOKAWERA TAHUN AJARAN 2014/2015

PENGGUNAAN MEDIA REALITA UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENULIS DESKRIPSI

PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN WORD SQUARE DALAM PENINGKATAN HASIL BELAJAR BAHASA INGGRIS SISWA KELAS IV SDN 2 BANDUNG

PENERAPAN MODEL MAKE A MATCH

Kata kunci: Index Card Match, kartu gambar, Bahasa Inggris

UPAYA MENINGKATAN PERHATIAN BELAJAR IPA MENGGUNAKAN MIND MAPPING DI KELAS IV A SD MUHAMMADIYAH 14 DANUKUSUMAN SURAKARTA TAHUN 2015/2016

PENGGUNAAN METODE COURSE REVIEW HORAY DENGAN MEDIA GRAFIS DALAM PENINGKATAN PEMBELAJARAN IPS PADA SISWA KELAS V SDN BANYUURIP TAHUN AJARAN 2014/2015

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN SCRAMBLE DENGAN MEDIA FLASH CARD UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENULIS PANTUN PADA SISWA SEKOLAH DASAR

PENGGUNAAN MEDIA GAMBAR DALAM PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS EKSPRESIF DI SEKOLAH DASAR

Kata Kunci: Model,word square, pembelajaran, bahasa Inggris.

PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS KARANGAN NARASI MELALUI TEKNIK EXAMPLES NON EXAMPLES

PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS CERITA DENGAN MENGGUNAKAN METODE PICTURE AND PICTURE PADA SISWA SEKOLAH DASAR

PENGGUNAAN TIPE NUMBER HEAD TOGETHER (NHT) DENGAN MEDIA GAMBAR DALAM PENINGKATAN PEMBELAJARAN PECAHAN DI SEKOLAH DASAR

PENINGKATAN KETERAMPILAN BERBICARA DENGAN MENGGUNAKAN METODE DISKUSI PADA SISWA KELAS V SDN 1 BLUNYAHAN BANTUL

PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS KARANGAN NARASI MENGGUNAKAN MEDIA VCD FILM KARTUN SISWA KELAS V SD

PENGGUNAAN MODEL ROLE PLAYING UNTUK PENINGKATAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA BAGI SISWA KELAS IV SDN 1 LUNDONG

1) Mahasiswa Prodi PGSD FKIP UNS 2), 3), Dosen Prodi PGSD FKIP UNS

PENINGKATAN KETERAMPILAN BERBICARA DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TIME TOKEN

PENDAHULUAN Pendidikan adalah salah satu bentuk perwujudan kebudayaan manusia yang dinamis dan sarat perkembangan.

PENGGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TIME TOKEN ARENDS

Pendahuluan. Meris et al., Meningkatkan Kemampuan Menulis...

PENGGUNAAN MODEL QUANTUM TEACHING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA OPERASI HITUNG CAMPURAN KELAS II SD

MEDIA KOMIK UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENULIS KARANGAN

Keywords: Audiovisual media, writing skills, folklore

ARTIKEL PENELITIAN. oleh. RiaParamita NPM

KALAM CENDEKIA, Volume 5, Nomor 2.1, hlm

PENERAPAN MODEL THINK PAIR SHARE

PENERAPAN MODEL QUANTUM TEACHING DALAM PENINGKATAN PEMBELAJARAN IPA PADA SISWA KELAS IV SDN 3 KARANGSAMBUNG

Keywords: Scientific, concrete object media, Mathematics

PENGGGUNAAN METODE COOPERATIVE INTEGRATED READING AND COMPOSITION (CIRC)

PENERAPAN MODEL PROJECT BASED LEARNING (PjBL) UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENULIS DESKRIPSI

PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS NARASI MENGGUNAKAN STRATEGI THINK TALK WRITE (TTW)

PENGGUNAAN METODE SQ3R DALAM PENINGKATAN PEMAHAMAN MEMBACA CERITA ANAK PADA SISWA KELAS V SD NEGERI JATIMALANG

PENGGUNAAN METODE PENEMUAN TERBIMBING (GUIDED DISCOVERY) DALAM PENINGKATAN PEMBELAJARAN IPA KELAS IV SD

PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING DENGAN MEDIA KONKRET DALAM PENINGKATAN PEMBELAJARAN IPA PADA SISWA KELAS IV SDN 1 PANJER TAHUN AJARAN 2014/1015

Keywords: speaking skill, continous story telling technique, elementary school

PENINGKATAN DALAM MENULIS SURAT MELALUI PENDEKATAN PAKEM KELAS V SDN WINONGO BANTUL

PENERAPAN METODE COURSE REVIEW HORAY DENGAN MEDIA VIDEO DALAM PENINGKATAN PEMBELAJARAN IPS SISWA KELAS IV SDN TANJUNGSARI TAHUN AJARAN 2014/2015

PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TIPE TGT DALAM PENINGKATAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA SISWA KELAS V SD NEGERI 2 BOCOR

PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS KARANGAN NARASI MENGGUNAKAN MEDIA FILM SISWA KELAS III SD N PENCAR 2, SLEMAN ARTIKEL JURNAL

Meningkatkan Kemampuan Menyimak melalui Media Boneka Tangan pada Siswa Kelas II SDN Nogosari 04 Kecamatan Rambipuji Kabupaten Jember

PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS KARANGAN SEDERHANA MELALUI MODEL KOOPERATIF PICTURE AND PICTURE KELAS III SD

Transkripsi:

PENGGUNAAN MEDIA GAMBAR SERI DALAM PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS KARANGAN BAGI SISWA KELAS V SD Oleh: Imam Syah H.R. 1), Suhartono 2), Warsiti 3) e-mail: imamsyah12@gmail.com Abstract: The using of Series Picture Media for Improving Essay Writing Skills 5 th grade Elementary School Student. This study aims to: increase essay writing skills students of 5 th grade Elementary School. The research was conducted in three cycles. The subjects were all students of 5 th grade Elementary School Sampang 2 with total 22 students. Data sources in this research is students, peers, researcher and document. Data collection techniques used observation, documentation and testing. The validity of data used triangulation techniques and the sources. The qualitative and quantitative analysis were used to analyst the data. The results showed that the use of the Series Picture Media can improve 5 th grade student essay writing skills. Keywords: Series Picture, Skills, Essay, Writing. Abstrak: Penggunaan Media Gambar Seri dalam Peningkatkan Keterampilan Menulis Karangan bagi Siswa Kelas V SD. Penelitian ini bertujuan: meningkatkan keterampilan menulis karangan bagi siswa kelas V SD. Penelitian dilaksanakan dalam tiga siklus. Subjek penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V SD Negeri 2 Sampang yang berjumlah 22 siswa. Sumber data dalam penelitian ini adalah siswa, guru, peneliti dan dokumen. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, dokumentasi dan tes. Validitas data menggunakan teknik triangulasi metode dan sumber. Analisis data yang digunakan dengan analisis kualitatif dan kuantitatif. Hasilnya menunjukkan bahwa penggunaan media gambar seri dalam peningkatan keterampilan menulis karangan bagi siswa di kelas V. Kata Kunci: Media Gambar Seri, Keterampilan, Menulis Karangan. ----------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Bahasa merupakan pengantar manusia di dalam melaksanakan komunikasi dan aktivitas sehari-hari. Keterampilan berbahasa menunjang keberhasilan dan memiliki peran sentral dalam perkembangan intelektual, sosial, dan emosional seseorang. Bagi seorang siswa, bahasa merupakan salah satu unsur penting bagi keberhasilan-nya dalam mempelajari dan menyerap materi berbagai bidang studi yang diajarkan. Keterampilan bahasa memiliki empat komponen yaitu menyimak, berbicara, membaca, dan menulis. Keterampilan menulis merupakan kegiatan yang produktif dan ekspresif. Dengan tulisan, seseorang dapat menuangkan dan mengkomunikasikan berbagai hal yang ada dipikirannya baik dengan tujuan agar dibaca orang lain maupun untuk dibaca sendiri. Namun mengemukakan gagasan secara tertulis tidaklah mudah. Di samping dituntut memiliki kemampuan berpikir yang memadai, juga dituntut menguasai berbagai aspek terkait lainnya, misalnya penguasaan materi tulisan, pengetahuan tata bahasa tulis, dan motivasi yang kuat. Keterampilan menulis merupakan suatu proses yang tidak dikuasai secara otomatis melainkan melalui latihan dan praktek yang banyak dan teratur. Kenyataan di lapangan pada saat guru menugaskan siswa menulis karangan, ternyata keterampilan menulis yang dimiliki siswa belum optimal. Pada pembelajaran Bahasa Indonesia di kelas V SD Negeri 2 Sampang materi keterampilan menulis karangan nilai siswa masih relatif rendah, yaitu kebanyakan di bawah 60 sehingga jelas siswa mengalami kesulitan ketika menulis

Secara umum masalah yang dihadapi siswa yaitu kurang mampu menggunakan dan memilih kata dalam mengarang. Siswa sering mengulang kata, isi kalimat terkadang tidak menggambarkan topik, kalimat yang satu dengan kalimat yang lain tidak berkesinambungan, paragraf yang satu dengan paragraf yang lain tidak koheren. Kurangnya media pendidikan yang menarik minat belajar dan merangsang kreativitas siswa siswa juga membuat keterampilan menulis siswa kurang berkembang. Salah satu cara untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam membuat karangan adalah dengan menggunakan media pembelajaran. Dengan media pembelajaran diharapkan dapat membantu mempermudah siswa dalam menyerap materi yang diberikan, dan media juga membantu guru dalam mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan sebelumnya. Media yang cocok digunakan dalam meningkatkan keterampilan menulis karangan siswa adalah gambar seri. Media gambar seri dapat memberikan nuansa baru dalam pembelajaran yang cenderung monoton. Selain itu, media ini dapat menarik perhatian siswa sehingga siswa termotivasi dan aktif mengikuti kegiatan pembelajaran. Melalui gambar seri, siswa dapat menarik isi kesimpulan dari gambar tersebut kemudian dapat menguraikan dalam bentuk tulisan dan terbentuklah suatu karangan yang utuh. Berdasarkan hal itu peneliti tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul Penggunaan Media Gambar Seri dalam Peningkatan Keterampilan Menulis Karangan bagi Siswa Kelas V SD Negeri 2 Sampang Tahun Ajaran 2012/2013. Siswa Kelas V sekolah dasar berada dalam tahapan perkembangan kognitif operasional konkret sehingga membutuhkan suasana belajar yang nyata. Dari segi perkembangan bahasa siswa kelas V berada pada masa transisi perkembangan antara tahap operasional konkret ke tahap operasional formal sehingga siswa masih memerlukan bantuan objek nyata untuk membantunya berpikir. Menurut Tarigan, H.G. menulis adalah menurunkan atau melukiskan lambanglambang grafis yang menggambarkan suatu bahasa yang dipahami oleh seseorang sehingga orang lain dapat membaca lambang-lambang grafis tersebut kalau mereka memahami bahasa dan gambaran grafik itu (2008: 22). Melalui tulisan kita dapat menuangkan ide, gagasan, atau pikiran menjadi sebuah karya, yang lebih jauh manfaatnya adalah agar kita dapat mengkomunikasikan ide, gagasan, atau pikiran kita dengan orang lain. Moelyono, dkk. (1990: 935) menyatakan bahwa keterampilan diartikan sebagai kecakapan untuk menyelesaikan tugas. Keterampilan disini dapat diartikan sebagai kemampuan seseorang dalam mempergunakan bahasanya dengan baik dengan maksud agar tujuan penggunaan keterampilan bahasa dapat tercapai. Menurut Warsidi dan Farika (2008: 61), langkah-langkah yang dapat ditempuh dalam menyusun karangan adalah sebagai berikut: (a) menentukan topik karangan; (b) merumuskan tema; (c) menyusun kerangka karangan; (d) mengembangkan kerangka Sumantri dan Permana (2001: 153) berpendapat bahwa media pengajaran adalah segala alat pengajaran yang digunakan guru sebagai perantara untuk menyampaikan bahan-bahan instruksional dalam proses belajar mengajar sehingga memudahkan pencapaian tujuan pengajaran tersebut. Sumantri dan Permana (2001: 158) mengungkapkan bahwa media gambar merupakan salah satu media visual dalam dunia pendidikan. Media visual adalah media yang dapat ditangkap dengan indera penglihatan. Gambar adalah coretan yang menyerupai hasil foto. Media gambar dapat menarik minat siswa dalam pembelajaran, sehingga siswa akan lebih mudah dalam menyerap pelajaran yang diberikan. Menurut Anitah, dkk. (2009: 129) kelebihan media gambar yaitu: (a) Dapat menerjemahkan ide-ide abstarak ke dalam bentuk yang lebih nyata; (b) Banyak tersedia dalam buku-buku; (c) Sangat mudah dipakai karena tidak membutuhkan peralatan; (d) Relatif tidak mahal; dan (e) Dapat dipakai untuk berbagai tingkat pelajaran dan bidang studi.

Menurut Sumantri dan Permana (2001: 165) media gambar mempunyai kelemahannya yaitu sebagai berikut: (a) Tidak dapat dirasakan secara nyata suasana sebenarnya; (b) Menekankan kemampuan indera penglihatan; (c) Untuk kelas yang jumlahnya besar sangat sulit karena terbatas ukurannya; dan (d) Dapat hilang, mudah rusak, dan musnah bila tidak dirawat dengan baik, sehingga memerlukan perawatan yang intensif. Media gambar seri merupakan media visual yang bersifat sederhana, mudah dilihat, tidak terlalu mahal, mudah dipahami, dan memudahkan dalam kegiatan menulis Selain itu juga dapat menarik perhatian dan minat siswa sehingga siswa akan lebih mudah dalam menyerap pembelajaran menulis karangan berdasar gambar seri. Karena itu media ini sangat cocok digunakan dalam pembelajaran menulis Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah apakah penggunaan media gambar seri dapat meningkatkan keterampilan menulis karangan bagi siswa kelas V SDN 2 Sampang tahun ajaran 2012/2013? Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan keterampilan menulis karangan bagi siswa kelas V SDN 2 Sampang tahun ajaran 2012/2013 dengan media gambar seri. METODE PENELITIAN Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di 1 Sekolah Dasar pada semester I tahun ajaran 2012/2013, yakni bulan Juli 2012 sampai dengan bulan Desember 2012. Subjek dalam penelitian ini yaitu: siswa kelas V SDN 2 Sampang yang berjumlah 22 siswa. Sumber data penelitian ini adalah siswa, guru, peneliti dan dokumen. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, dokumentasi dan tes. Sedangkan alat pengumpulan data menggunakan lembar observasi, dokumen, dan lembar evaluasi. Penelitian ini menggunakan triangulasi teknik dan triangulasi sumber. Triangulasi teknik meliputi observasi, dokumentasi, dan tes untuk sumber data yang sama. Sedangkan triangulasi sumber meliputi siswa, peneliti, dan guru atau observer. Triangulasi sumber dilakukan dengan pengecekan kembali data yang telah diperoleh melalui ketiga sumber tersebut untuk menarik suatu kesimpulan tentang hasil tindakan. Analisis data yang digunakan dalam penelitian tindakan kelas ini adalah analisis interaksi untuk menganalisis data hasil penelitiannya. Data yang diperoleh dari lapangan berupa data kualitatif dan data kuantitatif. Data kuantitatif yaitu data yang bisa dianalisis secara diskriptif. Data ini dapat diperoleh dengan melihat hasil evaluasi siswa. Sedangkan data kualitatif yaitu data tentang hasil, observasi, dan dokumentasi siswa terhadap proses pembelajaran. Data tersebut diolah dengan model interaksi dengan langkah-langkahnya yaitu: reduksi data, penyajian data, dan menarik kesimpulan atau verifikasi. Indikator kinerja penelitian tindakan kelas ini meliputi langkah-langkah pembelajaran dengan menggunakan media gambar seri sebanyak 80%, dan keterampilan menulis karangan siswa sebanyak 80%. Prosedur penelitian tindakan kelas berupa perencanaan, pelaksanaan tindakan, pengamatan atau observasi, dan refleksi. Pelaksanaan tindakan dilaksanakan dalam tiga siklus, masing-masing siklus dua pertemuan dengan tema yang berbeda untuk setiap siklusnya. HASIL DAN PEMBAHASAN Penelitian Tindakan Kelas ini dilakukan tiga siklus dan tiap siklus terdiri dari dua pertemuan. Kegiatan pembelajaran meliputi kegiatan awal, kegiatan inti, dan kegiatan akhir. Pada kegiatan awal, dilakukan untuk mengkondisi-kan siswa supaya siap dan termotivasi menerima materi pelajaran. Guru masuk ke dalam kelas dengan penuh semangat agar nantinya siswa juga ikut terbawa suasana menjadi lebih antusias dalam pembelajaran, kemudian guru membuka pelajaran dengan mengucapkan salam pembuka dan dilanjutkan berdoa, mengabsen kehadiran siswa, memberikan acuan, dan apersepsi dengan memberikan pertanyaan untuk dijawab siswa. Pada kegiatan inti, diberikan materi pembelajaran dengan menggunakan media gambar seri. Pada kegiatan inti ini, siswa

akan mempelajari pengertian karangan, jenis karangan, dan membuat kerangka Kegiatan inti ini meliputi tiga tahapan yaitu eksplorasi, elaborasi, dan konfirmasi. Proses pembelajaran pada kegiatan inti di dalamnya merupakan pelaksanaan kegiatan pembelajaran keterampilan menulis karangan dengan bantuan media gambar seri sesuai dengan langkah-langkah penggunaan media gambar seri yang sudah ditentukan. Pada kegiatan akhir tiap siklus mengadakan evaluasi. Semakin baiknya langkah pembelajaran yang diterapkan, maka siswa aktif dalam pembelajaran yang berpengaruh terhadap evaluasi atau hasil belajar siswa. Pada siklus I, pelaksanaan pembelajaran masih kurang baik, terbukti dengan masih rendahnya persentase keaktifan dan kerjasama siswa dalam pembelajaran. Namun, untuk hasil evaluasi atau ketuntasan pada penilaian hasil yang dicapai siswa cukup baik. Karena keaktifan siswa masih kurang, maka masih perlu diperbaiki pada siklus II. Hasil observasi pelaksanaan pembelajaran pada siklus II terjadi peningkatan. Keaktifan dan kerjasama mengalami peningkatan, tetapi hasil belajar atau evaluasi mengalami penurunan. Setelah dianalisis penyebabnya adalah materi yang disampaikan oleh guru termasuk sulit dan membuat siswa bingung, sehingga siswa sulit untuk memahami dan mengerti materi yang disampaikan oleh guru, jadi walaupun keaktifan siswa meningkat tetapi siswa kurang memahami materi sehingga hasilnya menurun. Oleh karena itu, peneliti melanjutkan penelitian siklus III. Hasil siklus III memuaskan dan sudah mencapai target penelitian sehingga peneliti mengakhiri penelitian tindakan kelas ini. Keaktifan siswa juga mengalami peningkatan dan mencapai target penelitian. Berikut tabel 1 persentase pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan media gambar seri siklus I-III: Tabel 1. Persentase Ketuntasan Penilaian Proses I-III Persentase Ketuntasan I II III Keterangan 69% 73% 81% Meningkat Penilaian atau observasi pelaksanaan pembelajaran dilakukan saat pembelajaran berlangsung. Berdasarkan tabel 1, persentase pelaksanaan pembelajaran selalu mengalami kenaikan setiap siklusnya dan dapat mencapai indikator capaian 80%. Dengan meningkatnya keaktifan siswa berpengaruh terhadap evaluasi atau hasil belajar yang dicapai siswa. Adapun tabel 2 berisi tentang hasil evaluasi siswa dari siklus I-III. Tabel 2. Persentase Ketuntasan Hasil Belajar Siswa I-III Persentase Ketuntasan I II III 55% 77% 100% Meningkat Meningkat Meningkat Ketuntasan hasil evaluasi atau hasil belajar siswa tiap siklusnya ada yang mengalami peningkatan. Hasil evaluasi pada siklus I belum mencapai target atau capaian kerja yaitu minimal 55%. Kemudian setelah dilaksanakan tindakan pada siklus II, hasil evaluasi mengalami peningkatan. Akan tetapi belum mencapai target ketuntasan. Selanjutnya, pada siklus III hasil siswa juga mengalami peningkatan. Peningkatan tersebut ditunjukan dengan menurunnya jumlah siswa yang belum tuntas dari siklus I sampai dengan siklus III dan naiknya jumlah siswa yang tuntas dari siklus I sampai dengan siklus III Penggunaan media gambar seri bertujuan untuk memberikan gambaran yang nyata kepada siswa tentang materi menulis karangan yang akan dibahas. Hal ini sesuai dengan pendapat Sumantri dan Permana bahwa media gambar seri mampu menunjukkan peristiwa dan keadaan secara realistik dan konkret (2001). Selain itu, diperkuat dengan teori Piaget. Piaget (dalam Sumantri dan Permana, 2001: 53) membagi tahap-tahap perkembangan kognitif menjadi empat, yaitu: (1) tahap sensori motor (usia 0-2 tahun), (2) tahap pra operasional (usia 2-7 tahun), (3) tahap operasioanal konkret (7-12 tahun), (4) tahap operasioan formal (usia 11-18 tahun). Berdasarkan tahapan tersebut dapat disimpulkan, bahwa kelas V berada pada tahap operasional konkret atau (usia 7-

12 tahun), dalam taraf ini anak sudah mengenal sesuatu berdasarkan gambaran nyata atau kenyataan yang dibuat dalam gambar. Dengan menggunakan media gambar seri, proses pembelajaran siswa pun juga berjalan dengan baik. Siswa memperhatikan penjelasan guru dengan baik, siswa antusias terhadap materi yang disampaikan oleh guru sehingga siswa merasa senang dan mampu untuk lebih memahami materi yang sedang dipelajari. Dari hasil pengamatan yang diperoleh beberapa sumber data, pembelajaran siklus III dapat disimpulkan sudah berjalan dengan sangat baik, efektif, dan maksimal. Dengan melihat keadaan tersebut, peneliti merasa bahwa media gambar seri pada siklus III pertemuan II sudah tepat untuk diterapkan dalam pembelajaran. Berdasarkan data yang diperoleh dari siklus 1 sampai siklus III bahwa penggunaan media gambar seri sangat membantu siswa dalam meningkatkan keterampilan menulis SIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan pembahasan dan hasil penelitian tindakan kelas yang berjudul Penggunaan Media Gambar Seri Dalam Meningkatkan Keterampilan Menulis Karangan Bagi Siswa Kelas V SDN 2 Sampang Tahun Ajaran 2012/2013, maka dapat diambil kesimpulan bahwa penggunaan media gambar seri dapat meningkatkan keterampilan menulis karangan bagi siswa kelas V SD. Hal ini dapat diketahui dari perolehan nilai siswa mengalami kenaikan setiap siklusnya, sehingga ketuntasan belajar siswa pada siklus III mencapai 100% atau mencapai indikator keberhasilan yang ditetapkan. Berdasarkan simpulan tersebut, ada beberapa saran yang dapat dikemukakan oleh peneliti, yaitu: (1) Guru dalam melaksanakan KBM sebaiknya menggunakan berbagai macam media pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik siswa dan mata pelajarannya, agar siswa mampu mencapai tujuan pembelajaran dan ketuntasan belajar yang diharapkan dan guru hendaknya dapat menciptakan suasana pembelajaran yang aktif, kreatif, inovatif, dan menyenangkan agar siswa tidak merasa jenuh terhadap pembelajaran menulis karangan; (2) Penggunaan media gambar seri ini hendaknya didukung oleh semangat siswa dalam belajar sehingga hasil belajar yang diperoleh siswa maksimal dan siswa hendaknya dapat mengikuti pembelajaran secara aktif dan kreatif agar hasil yang dicapai maksimal; dan (3) Penelitian Tindakan Kelas ini perlu ditindaklanjuti dengan dilakukan pada subjek dan tempat penelitian yang berbeda untuk mengetahui sejauh mana keberhasilan penggunaan media gambar seri. Hal ini diperlukan agar diperoleh hasil penelitian yang lebih baik dan akurat. DAFTAR PUSTAKA Anitah, S. dkk. (2009). Teknologi Pembelajaran. Surakarta: Inti Media Moelyono, A.M. dkk. (1990). Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka Sumantri, M. dan Permana, J. (2001). Strategi Belajar Mengajar. Bandung: CV. Maulana Tarigan, H.G. (2008). Menulis sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa. Bandung: Angkasa Warsidi, E. dan Farika. 2008. Bahasa Indonesia Membuatku Cerdas. Jakarta: Pusat Perbukuan