PENGENALAN DAN TEKNIK MEMBACA BUKU SKEMA JALUR

dokumen-dokumen yang mirip
KERUSAKAN HARDWARE PADA MOBILE PHONE Yasdinul Huda *) *)

Elektronika Dasar Ponsel

BAB III CARA PEMBUATAN ALAT. Mulai. Persiapan Perakitan Pemancar Televisi. Pengadaan Alat dan Bahan. Perakitan Pemancar Televisi.

PENGENALAN DAN PENGUKURAN KOMPONEN ELEKTRONIKA DASAR PONSEL

BAB III PERANCANGAN ALAT

Tugas 01 Makalah Dasar Elektronika Komponen Elektronika

Cv Lampung Service Kursus & Service HP Makalah Komponen HP Struktur SKEMA HP

INSTRUMENTASI INDUSTRI (NEKA421) JOBSHEET 2 (PENGUAT INVERTING)

Konduktor dan isolator

AVOMETER 1 Pengertian AVO Meter Avometer berasal dari kata AVO dan meter. A artinya ampere, untuk mengukur arus listrik. V artinya voltase, untuk

KOMPONEN DASAR ELEKTRONIKA. Prakarya X

INSTRUKSI KERJA Penggunaan Multimeter Digital

BAB III DESAIN DAN PERANCANGAN

USER MANUAL TRAINER SAKLAR SUHU OTOMATIS MATA DIKLAT : PERAKITAN ALAT PENGENDALI

Jenis-jenis Komponen Elektronika, Fungsi dan Simbolnya

SISTEM BENDUNGAN OTOMATIS MENGGUNAKAN INTERFACING

Pertemuan 10 A. Tujuan 1. Standard Kompetensi: Mempersiapkan Pekerjaan Merangkai Komponen

SATUAN ACARA PERKULIAHAN. : Mahasiswa memahami tentang resistor dan penggunaannya (kompetensi) : Sub pokok bahasan dan Rincian materi

JOBSHEET 2 PENGUAT INVERTING

1. Perhatikan gambar komponen elektronik di atas, merupakan simbol dari komponen. a. b. c. d. e.

USER MANUAL PALANGAN KERETA API OTOMATIS MATA DIKLAT : SISTEM PENGENDALI ELEKTRONIKA

Pengenalan Komponen dan Teori Semikonduktor

KOMPONEN AKTIF. Resume Praktikum Rangkaian Elektronika

Dalam materi pembelajaran ini akan dibatas tiga komponen passif yakin

BAB III PERANCANGAN ALAT

Bahan Tabel 1. Bahan yang dibutuhkan pada rangkaian pre-amp Nilai Rangkaian Pre-amp mic No. Komponen Satu Transistor

BAB III PERANCANGAN DAN PEMBUATAN ALAT

BAB III PERANCANGAN DAN PEMBUATAN ALAT

RANGKAIAN INVERTER DC KE AC

USER MANUAL PINTU GESER OTOMATIS MATA DIKLAT:SISTEM PENGENDALI ELEKTRONIKA

REKAYASA CATU DAYA MULTIGUNA SEBAGAI PENDUKUNG KEGIATAN PRAKTIKUM DI LABORATORIUM. M. Rahmad

BAB III ANALISA DAN CARA KERJA RANGKAIAN

SMPK 6 PENABUR JAKARTA ULANGAN AKHIR SEMESTER

BAB III PERANCANGAN ALAT

BAB III PERANCANGAN SISTEM

BAB III PERANCANGAN DAN CARA KERJA RANGKAIAN

Penggunaan RLC Meter Dalam Pengukuran

PENGERTIAN DAN PERBEDAAN SISTEM HIDROLIK DAN PNEUMATIK

USER MANUAL ALARM ANTI MALING MATA PELAJARAN : ELEKTRONIKA PENGENDALI DAN OTOMASI

USER MANUAL LEGO LINE FOLLOWING MATA DIKLAT : SISTEM OTOMASI DAN PENGENDALIAN ELEKTRONIKA

SISTEM OTOMATISASI PENGENDALI LAMPU BERBASIS MIKROKONTROLER

TUGAS AKHIR SIMULASI PENGAMAN RUMAH PADA MALAM HARI MELALUI PENDETEKSIAN PINTU DAN JENDELA. Oleh: NYOMAN AGUS KARMA

GERBANG LOGIKA DIGITAL

LINK SUKSES. LINK SUKSES: Simbol Listrik dan Simbol Elektronik. 1 of 5 01/03/ :52. Info dan Opini Seputar Blogging, Photoshop, dan Elektronika

BAB III PERANCANGAN ALAT

BAB IV HASIL KERJA PRAKTEK. perlu lagi menekan saklar untuk menyalakan lampu, sensor cahaya akan bernilai 1

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB I PENDAHULUAN. pemasangan atau pembuatan barang-barang elektronika dan listrik.

DASAR PENGUKURAN LISTRIK

AVOMETER PENGUKURAN LISTRIK : PUTU RUSDI ARIAWAN NIM : FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS UDAYANA DENPASAR

RESISTOR DAN HUKUM OHM

TINJAUAN PUSTAKA. Sistem kontrol adalah suatu alat yang berfungsi untuk mengendalikan,

Breadboard Breadboard digunakan untuk membuat dan menguji rangkaian-rangkaian elektronik secara cepat, sebelum finalisasi desain rangkaian dilakukan.

USER MANUAL JAM DIGITAL DENGAN IC AT89S51 MATA DIKLAT : RANCANGAN ELEKTRONIKA

JOBSHEET 6 PENGUAT INSTRUMENTASI

BAB III PERANCANGAN ALAT. Dalam perancangan dan realisasi alat pengontrol lampu ini diharapkan

BAB III PERANCANGAN ALAT PENDETEKSI KERUSAKAN KABEL

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN

DAFTAR ISI DAFTAR ISI

BAB III. RANCANG BANGUN ALAT

BAB III PROSES PERANCANGAN

BAB 2 LANDASAN TEORI. bisa digunakan untuk memindahkan program yang ber-ekstention.hex ke Flash,

TRANSISTOR. Pengantar Teknik Elektronika Program Studi S1 Informatika Sekolah Tinggi Teknologi Telematika Telkom Purwokerto

BAB II LANDASAN TEORI

ID Questions Question Image

SOAL UJIAN PENDIDIKAN KEWIRAUSAHAAN DAN PRAKARYA REKAYASA TEKNOLOGI (ELEKTRONIKA)

BAB III METODOLOGI PENELITIAN Diagram Blok Untuk blok diagram dapat dilihat pada gambar 3.1. di bawah ini:

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

SOAL SOAL SEMESTER GASAL KELAS X TITIL MATA DIKLAT : MENGGUNAKAN HASIL PENGUKURAN (011/DK/02) JUMLAH SOAL : 25 SOAL PILIHAN GANDA

LAPORAN PRAKTIKUM SISTEM KENDALI. Kontrol Putaran Motor DC. Dosen Pembimbing Ahmad Fahmi

BAB II LANDASAN TEORI

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

MODUL 8 RESISTOR & HUKUM OHM

BAB III PERANCANGAN ALAT. (Beat Frequency Oscilator) dapat dilihat pada gambar 3.1. Gambar 3.1. Blok diagram sistem

BAB III PERANCANGAN SISTEM

SEMIKONDUKTOR. Komponen Semikonduktor I. DIODE

ROBOT LINE FOLLOWER ANALOG

kali tombol ON ditekan untuk memulai proses menghidupkan alat. Setting

RANCANG BANGUN KONTROL PERALATAN LISTRIK OTOMATIS BERBASIS AT89S51

ABSTRAK. Penghapus PapanTulis Otomatis Berbasis Mikrokontroller ATmega 16

PRAKTEK TV & DISPLAY

BAB II DASAR TEORI. AVR(Alf and Vegard s Risc processor) ATMega32 merupakan 8 bit mikrokontroler berteknologi RISC (Reduce Instruction Set Computer).

BAB III PERANCANGAN DAN PEMBUATAN ALAT SIMULASI. Pesawat simulasi yang di gunakan dalam mendeskripsikan cara kerja simulasi

III. METODE PENELITIAN. dari bulan November 2014 s/d Desember Alat dan bahan yang digunakan dalam perancangan Catu Daya DC ini yaitu :

BAB II LANDASAN TEORI. telur,temperature yang diperlukan berkisar antara C. Untuk hasil yang optimal dalam

III. METODE PENELITIAN. Pelaksanaan tugas akhir ini dilakukan di Laboratorium Terpadu Jurusan Teknik Elektro

Daftar Isi. 1. Indikator padam layar mati Layar bergelombang Indikator hidup layar mati... 9

BAB III PERANCANGAN SISTEM

IDENTIFIKASI KERUSAKAN MIKROSKOP OPTIK HOTCELL 107 DI INSTALASI RADIOMETALURGI

BAB III PERENCANAAN. 3.1 Perencanaan kerja alat Secara Blok Diagram. Rangkaian Setting. Rangkaian Pengendali. Rangkaian Output. Elektroda. Gambar 3.

ELEKTRONIKA DAN INSTRUMENTASI. Ketua kelas: Lutfi: Ario : Souma: Yusriadi: Irul :

USER MANUAL KERAN AIR OTOMATIS MATA DIKLAT : ELEKTRONIKA INDUSTRI ELEKTRONIKA INDUSTRI SMK NEGERI 3 BOYOLANGU TULUNGAGUNG

USER MANUAL INVERTER DC TO AC 100VA MATA DIKLAT: RANCANGAN ELEKTONIKA

BLOK DIAGRAM DAN GAMBAR RANGKAIAN

PEMBAGIAN DIAGRAM BLOK DASAR PONSEL

Pengukuran dan Alat Ukur. Rudi Susanto

BAB 3 PERANCANGAN SISTEM

PROPOSAL EC6030 PERANCANGAN SENSOR INFRA RED (IR) UNTUK NAVIGASI ROBOT BERBASIS FPGA DAN up LEON

1. PRINSIP KERJA CATU DAYA LINEAR

BAB III PERANCANGAN SISTEM

Transkripsi:

PENGENALAN DAN TEKNIK MEMBACA BUKU SKEMA JALUR Memahami Skema Jalur Ponsel Skema diagram dapat diibaratkan sebagai Peta yang dapat membantu kita sampai ke tempat tujuan tanpa tersesat walaupun sebelumnya tidak pernah ke tempat tersebut. Apalagi ponsel dengan struktur mesin yang sangat rumit, tentunya akan sangat sulit disaat mereparasi ponsel dalam pemetaan kerusakannya, bisa-bisa tanpa bantuan skema diagram bukannya ponsel menjadi lebih baik melainkan malah tambah rusak! Dengan skema diagram kita akan dapat mengetahui jalur yang terdapat pada mesin ponsel yang sangat rumit dan kecil bahkan jalur tersebut tidak dapat terlihat langsung. berbeda dengan elektronika lainnya, dimana jalur-jalurnya akan mudah kita pahami karena sangat terlihat jelas dengan jalur-jalur yang besar dan hanya mempunyai satu lapisan jalur. Sedangkan mesin ponsel mempunyai jalur yang pada umumnya tidak dapat terlihat. Walaupun disaat kita melihat mesin ponsel seperti hanya mempunyai dua lapisan jalur (depan dan belakang), sebenarnya tidak. Mesin ponsel mempunyai banyak lapisan yang disusun sedemikian rupa, bahkan mesin ponsel mempunyai hingga 6 lapisan jalur. Tentunya dapat anda bayangkan dengan banyaknya komponen dan ukurannya yang sangat kecil serta dihubungkan satu sama lain, ini akan menjadi satu rangkaian yang sangat rumit, padahal PWB (papan mesin) dibuat cukup kecil dan dibatasi ukurannya agar dimensi ponsel tidak menjadi besar. Hal ini yang menyebabkan dibutuhkannya jalur tdak hanya 1-2 lapisan jalur melainkan lebih dari 8 lapisan agar jalur-jalur terbut tidak membutuhkan lahan (area) yang luas. Cukup sulit untuk mengetahui jalur PWB bila tanpa bantuan skema diagram, oleh karena itu skema diagram akan sangat membantu dalam mereparasi ponsel. Dengan skema diagram kita bukan hanya mengetahui jalurnya saja melainkan kita dapat mengetahui jenis komponen dan nilai satuan komponennya, seperti nilai resistor, kapasitor, type IC, dll. Fungsi lain dari

skema diagram kita dapat mengetahui tata letak komponen yang akan memudahkan kita dalam memetakan suatu sistem dan pemetaan kerusakan pada mesin ponsel. Dengan skema diagram kita juga dapat mengganti suatu komponen dari ponsel kanibal, misalkan kita mempunyai ponsel 6680 yang harus diganti resistornya, dengan skema diagram kita dapat mencari persamaan komponennya dari type ponsel yang berbeda dengan cara mengetaui nilai resistor tersebut. Walaupun di badan komponen resistor tidak terdapat kode atau pernyataan nilai resistensinya, dengan skema diagram kita dapat menggetahui nilai komponen yang akan digunakan. Ada terdapat banyak sekali skema diagram yang telah tersedia, tentunya satu skema diagram hanya berlaku untuk satu type ponsel saja. Tetapi bila anda telah menguasai satu type skema diagram saja, maka anda akan dengan mudah untuk mempelajari skema diagram yang lainya. Agar anda dapat memahami skema diagram perlu latihan yang cukup lama, anda harus memahami sistem kerja ponselnya dan mengenali simbol komponen, persimpangan jalur dan penempatan komponen/layout komponen pada halaman skema diagram. Telah saya sertakan beberapa Skema Diagram untuk type Nokia pada paket CD yang telah saya berikan. Simbol Komponen Pada Skema Jalur Pertama yang harus anda kenali terlebih dahulu adalah simbol komponen yang tertera di skema diagram, disini saya akan menggunakan contoh-contoh simbol yang memang sudah dijadikan simbol baku pada skema ponsel. Nama Komponen Resistor Bentuk Komponen Simbol Komponen Variable Resistor

Capasitor Capasitor Bipolar Fuse Dioda Transistor Oscilator 32kHz EMIF Flash Interface Testpoin Interface

Backup Battrey Switch On/Off SIM Conector Battrey Connector SAW Filter / EPCOS Coil Current Sense

Zokus IC Persimpangan Dalam Skema Jalur Disana dapat dilihat terdapat persimpangan jalur secara vertikal dan horisontal tanpa ada bulatan hitam di tengahnya, maka jalur tersebut tidak saling berhubungan (jump). Gamba ini terdapat bulatan hitam ditengahnya, maka jalur tersebut saling berhubungan satu sama lain. Jalur yang akan diteruskan ke Ground (Negatif) Gambar ini adalah salah satu contoh, suatu jalur yang akan diberikan tegangan VFLASH sebesar 2.78Volt Jalur yang akan diberikan tegangan Positif dari Battrey Gambar ini adalah salah satu contoh, suatu jalur yang akan diberikan tegangan oleh VR3 Gambar ini adalah salah satu contoh, suatu jalur yang akan memberikan / menghasilkan RF Clock Gambar ini adalah salah satu contoh, suatu jalur yang mempunyai fungsi dua arah.

Kode Komponen Dalam Skema Jalur Jenis komponen Ponsel akan dibedakan berdasarkan Kode awal yang selalu disertakan berikut dengan kode penempatanya, disanapun anda akan dapat mengetahui nilai komponen yang digunakan, seperti gambar dibawah ini: Gambar diatas menjelaskan kode urutan penempatan dan nilai komponen. C2171 adalah kode urutan dari kapasitor tersebut, sedangkan 2u2 adalah nilai dari kapasitor yang mempunyai nilai 2,2 mikro farad. R2171 merupakan kode urutan penempatan dari resistor tersebut, sedangkan 220R adalah nilai resistansi sebesar 220 Ohm. Disetiap komponen akan diawali dengan kode yang akan menentukan jenis komponen yang digunakan, kode tersebut akan dijelaskan seperti tabel dibawah ini: Kode awal Jenis komponen Kode awal Jenis komponen B Oscilator R Resistor C Kapasitor N IC ukuran yang kecil D IC / ASICs V Transistor F Fuse (Sikring) X Konektor L Kumparan / lilitan Z Filter / EMIF M Motor (Vibrator Motor)

Penempatan Komponen Susunan rangkaian komponen tentunya tidak akan sama dengan gambar di skema diagram, kenyataannya peletakan komponen berdasarkan susunan rangkaian pada PWBnya. maka akan sulit disaat kita akan mencari suatu komponen yang terdapat pada skema diagram tanpa bantuan Component Finder, Component finder selalu tersedia disetiap skema diagram Ponsel, terdapat 2 bagian penting didalamnya, yaitu: tabel komponen dan layout Komponen. Tabel Komponen

Layout Komponen

Cara Menentukan Komponen Pada Diagram Ponsel