MENGELOLA KANDANG DAN PERALATAN AYAM PEDAGING

dokumen-dokumen yang mirip
Brooding Management. Danang Priyambodo

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. pertumbuhan cepat, kulit putih dan bulu merapat ke tubuh (Suprijatna et al., 2005).

II. TINJAUAN PUSTAKA. Ayam pedaging komersil pada umumnya dipelihara secara intensif dengan sistem

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Ayam broiler merupakan ayam penghasil daging dalam jumlah yang

PROGRAM PENCAHAYAAN (Lighting) TIM BROILER MANAGEMENT 2017

Manajemen Pemeliharaan Ayam Jantan

I. PENDAHULUAN. Broiler merupakan salah satu sumber protein hewani yang dapat memenuhi

I. PENDAHULUAN. Broiler adalah ayam yang memiliki karakteristik ekonomis, memiliki

I. PENDAHULUAN. Meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap kebutuhan protein hewani,

Manajemen Perkandangan

PENDAHULUAN. yang berkembang pesat saat ini. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (2014)

I. PENDAHULUAN. tinggi. Fakta ini menyebabkan kebutuhan yang tinggi akan protein hewani

Budidaya dan Pakan Ayam Buras. Oleh : Supriadi Loka Pengkajian Teknologi Pertanian Kepulauan Riau.

Nama : MILA SILFIA NIM : Kelas : S1-SI 08

I. PENDAHULUAN. Sektor peternakan sangat penting dalam memenuhi kebutuhan gizi. Sumber daya

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. menghasilkan bibit induk atau bibit sebar. Ayam yang akan digunakan sebagai

BAB VII KANDANG DAN PERKANDANGAN

Laporan Praktikum. Mata Kuliah Penyuluhan

I. PENDAHULUAN. Protein hewani memegang peran penting bagi pemenuhan gizi masyarakat. Untuk

HASIL DAN PEMBAHASAN. Tabel 3. Suhu Kandang Selama Lima Minggu Penelitian Pengukuran Suhu ( o C) Pagi Siang Sore 28-32

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. umumnya dipanen pada umur 5 6 minggu dengan tujuan sebagai penghasil

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan pada Februari -- Maret 2013 di unit kandang

Gambar 3. Kondisi Kandang yang Digunakan pada Pemeliharaan Puyuh

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan pada Februari -- Maret 2013 di kandang percobaan

II. TINJAUAN PUSTAKA. penghasil telur juga dapat dimanfaatkan sebagai ternak penghasil daging

II. TINJAUAN PUSTAKA. ayam yang umumnya dikenal dikalangan peternak, yaitu ayam tipe ringan

JURNAL PERBANDINGAN HASIL PRODUKSI TELUR DENGAN PENGGUNAAN KANDANG OPEN HOUSE DAN CLOSE HOUSE SEMI OTOMATIS DI PRAYOGO FARM KECAMATAN KANDAT KEDIRI

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. ayam ayam lokal (Marconah, 2012). Ayam ras petelur sangat diminati karena

LAMPIRAN 1 PERAN ENERGI DALAM ARSITEKTUR

BAB I PENDAHULUAN. Latar Belakang. peternakan (telur, daging, dan susu) terus meningkat. Pada tahun 2035

II. ISI 2.1. Pra Produksi Penyiapan Sarana (Kandang) Persiapan peralatan dan ayam

Wajib menjaga kelestarian lingkungan.

PROTER UNGGAS PETELUR MK PROTER UNGGAS SEMESTER V PS PROTER 16 DESEMBER 2014

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. kemampuan untuk menyeleksi pejantan dan betina yang memiliki kualitas tinggi

SANITASI DAN KEAMANAN

I. PENDAHULUAN. peternakan pun meningkat. Produk peternakan yang dimanfaatkan

RUMAH SEHAT. Oleh : SUYAMDI, S.H, M.M Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Karanganyar

I. PENDAHULUAN. masyarakat menyebabkan konsumsi protein hewani pun meningkat setiap

Penyiapan Mesin Tetas

STUDI KELAYAKAN PETERNAKAN AYAM BROILER SISTEM KEMITRAAN DI PTASN

BAB I PENDAHULUAN. kolesterol sehingga dapat mencegah penyakit darah tinggi (hipertensi) dan aman

I. PENDAHULUAN. Seiring dengan perkembangan penduduk yang semakin pesat, permintaan produk

BAB III MATERI DAN METODE. Penelitian dilaksanakan selama 5 minggu pada tanggal 25 Oktober 2016

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Ayam pembibit adalah ayam yang dipelihara dengan tujuan untuk

I. PENDAHULUAN. Broiler adalah ayam yang memiliki karakteristik ekonomis, memiliki

METODE PENELITIAN. Materi

II. PENGAWETAN IKAN DENGAN PENGGARAMAN & PENGERINGAN DINI SURILAYANI

HASIL DAN PEMBAHASAN. sangat berpengaruh terhadap kehidupan ayam. Ayam merupakan ternak

I. PENDAHULUAN. umur 4 5 minggu. Sifat pertumbuhan yang sangat cepat ini dicerminkan dari. modern mencapai di bawah dua (Amrullah, 2004).

BAB I PENDAHULUAN. perkembangan zaman membuat masyarakat semakin sadar akan pentingnya gizi

[Pemanenan Ternak Unggas]

III. BAHAN DAN METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan di kandang milik PT. Rama Jaya Lampung, Desa Jati

MATERI DAN METODE. Lokasi dan Waktu. Materi Ternak Percobaan. Kandang dan Perlengkapan

I. PENDAHULUAN. juga meningkat, berdasarkan data dari BPS (2017), dari tahun terjadi

I. PENDAHULUAN. Secara umum, ternak dikenal sebagai penghasil bahan pangan sumber protein

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Ayam pembibit atau parent stock (PS) adalah ayam penghasil final stock

KESEHATAN DAN SANITASI LINGKUNGAN TIM PEMBEKALAN KKN UNDIKSHA 2018

KEPUTUSAN KEPALA BADAN KARANTINA PERTANIAN Nomor : 499/Kpts/PD /L/12/2008 TENTANG

MATERI DAN METODE. Tabel 3. Komposisi Nutrisi Ransum Komersial.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. timbunan daging baik, dada lebih besar dan kulit licin (Siregar et al, 1981).

I. PENDAHULUAN. Permintaan masyarakat terhadap sumber protein hewani seperti daging, susu, dan

Iklim Perubahan iklim

USAHA TERNAK AYAM PEDAGING (BROILER)

BAB I. PENDAHULUAN. Indonesia terletak pada 6 08 LU sampai LS sehingga memiliki

Rumah Sehat. edited by Ratna Farida

Sistem Pengeringan Dorset untuk biomassa dan limbah unggas

HASIL DAN PEMBAHASAN. Kondisi Ayam Broiler Awal Penelitian

BAB I PENDAHULUAN. Latar Belakang. Penunjang keberhasilan dalam usaha beternak, khususnya babi diperlukan

Tugas Mata Kuliah Perencanaan Program PP (Menyusun Proposal Evaluasi Dampak Dengan Judul Sistem Perkandangan Ayam Buras) Oleh Junaidi Pangeran

MATERI DAN METODE. Sumber : Label Pakan BR-611 PT. Charoen Pokphand Indonesia.

PERKEMBANGAN AYAM KUB pada Visitor Plot Aneka Ternak BPTP NTB. Totok B Julianto dan Sasongko W R

III. BAHAN DAN METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan selama 30 hari pada 16 Maret sampai 15 April 2014,

III. BAHAN DAN METODE. Penelitian ini dilaksanakan di kandang closed house milik PT. Rama Jaya Farm,

I. PENDAHULUAN. populasi kambing di Provinsi Lampung pada tahun 2009 baru mencapai

II. TINJAUAN PUSTAKA. Ayam ras petelur adalah ayam yang dipelihara dengan tujuan untuk menghasilkan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Ayam pembibit adalah ayam penghasil telur tetas fertil yang digunakan

SMA/MA IPS kelas 10 - GEOGRAFI IPS BAB 5. DINAMIKA ATMOSFERLATIHAN SOAL 5.5. La Nina. El Nino. Pancaroba. Badai tropis.

Perbedaan GH di daerah Tropis dan Sub Tropis. Keunggulan Tanaman dalam GH

Pathologi Bangunan dan Gas Radon Salah satu faktor paling populer penyebab terganggunya kesehatan manusia yang berdiam

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR PRAKTIKUM INDUSTRI TERNAK UNGGAS

BANGUNAN PERTANIAN SYARAT MUTU RUMAH TANAMAN GREENHOUSE

VII. ANALISIS FINANSIAL

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. untuk penggemukan dan pembibitan sapi potong. Tahun 2003 Pusat Pembibitan dan

TERNAK AYAM KAMPUNG PELUANG USAHA MENGUNTUNGKAN

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. adanya wabah flu burung pada unggas, tidak mustahil untuk memenuhi kebutuhan

PEMBAHASAN. 4.1 Pengaruh Perlakuan Terhadap Konsumsi Ransum Ayam Broiler

BAB IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB III BAHAN DAN METODE

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Perkandangan merupakan segala aspek fisik yang berkaitan dengan

I. PENDAHULUAN. Usaha peternakan merupakan salah satu usaha yang dapat dilakukan untuk

MANAJEMEN PEMELIHARAAN

TL-2271 Sanitasi Berbasis Masyarakat Minggu 3

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. unggul dari tetuanya. Ayam pembibit terbagi atas 4 yaitu ayam pembibit Pure

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. pada umur 5-6 minggu dengan tujuan sebagai penghasil daging.

II. TINJAUAN PUSTAKA. Broiler adalah jenis ayam ras unggul hasil persilangan antara bangsa ayam

BAB III METODE PENELITIAN. Ayam Pedaging dan Konversi Pakan ini merupakan penelitian penelitian. ransum yang digunakan yaitu 0%, 10%, 15% dan 20%.

TINJAUAN PUSTAKA. banyak telur dan merupakan produk akhir ayam ras. Sifat-sifat yang

BAB I PENDAHULUAN. mengandung protein dan zat-zat lainnya seperti lemak, mineral, vitamin yang

IV HASIL DAN PEMBAHASAN Gambaran Umum Breeding Center Burung Puyuh

HASIL DAN PEMBAHASAN

Transkripsi:

KODE 02. MKPAP MATA DIKLAT - 02 MENGELOLA KANDANG DAN PERALATAN AYAM PEDAGING Oleh Mazia Centia Murni DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL DIREKTORAT JENDERAL PENINGKATAN MUTU PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN PUSAT PENGEMBANGAN DAN PEMBERDAYAAN PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN PERTANIAN 2009

DAFTAR ISI Mengelola Kandang dan Peralatan Ayam Pedaging DAFTAR ISI.. Halaman MATA DIKLAT - 2. MENGELOLA KANDANG DAN PERALATAN.. 1 TUJUAN PEMBELAJARAN 1 MATERI PEMBELAJARAN - 2.1 : MERENCANAKAN KEBUTUHAN KANDANG DAN PERALATAN... MATERI PEMBELAJARAN - 2.2 : MENGELOLA LINGKUNGAN KANDANG 10 DAFTAR PUSTAKA 13 ii 2 PJJ - 2009/Dept. Peternakan VEDCA Cianjur ii

MATA DIKLAT - 02 Mengelola Kandang dan Peralatan Ayam Pedaging MENGELOLA KANDANG DAN PERALATAN AYAM PEDAGING PENDAHULUAN Dalam kegiatan agribisnis ayam pedaging atau kegiatan bisnis peternakan lainnya, tiga faktor utama yang mempengaruhi produksi yaitu; feeding, breeding, dan management(tatalaksana). Dalam aspek manajemen kandang dan lingkungan kandang merupakan aspek yang harus mendapatkan perhatian yang serius karena berdampak langsung terhadap mortalitas dan produksi. Maka dalam modul pembelajaran jarak jauh ini akan dibahas aspek kandang dan iklim mikro kandang. TUJUAN PEMBELAJARAN Tujuan Pembelajaran Umum Program diklat ini dirancang dengan tujuan untuk meningkatkan kompetensi peserta diklat dalam mengelola kandang dan peralatannya sesuai dengan ketentuan di perusahaan peternakan ayam pedaging Tujuan Pembelajaran Khusus Setelah mengikuti diklat pembelajaran jarak jauh, peserta mampu melakukan prinsip-prinsip: Merencanakan kebutuhan kandang dan peralatan Mengelola lingkungan kandang PJJ - 2009/Dept. Peternakan VEDCA Cianjur 1

MATERI PEMBELAJARAN - 2.1 PERENCANAAN KEBUTUHAN KANDANG DAN PERALATAN Salah satu aspek penting dalam bisnis ayam pedaging adalah bagaimana merencanakan kebutuhan kandang dan peralatan kandang agar kegiatan usaha bisa berjalan efektif dan efisien. 1. Syarat, Lokasi, Fungsi, Sistem dan Konstruksi Kandang Ayam pedaging komersil pada umumnya dipelihara secara intensif dengan system pemeliharaan ayam selalu dikandangkan dari mulai ayam datang sampai ayam siap dipanen. Adapun syarat syarat kandang yang baik agar social walfare ayam terjaga adalah : a. Dinding kandang dapat terbuat dari papan, bilah bambu, ram kawat. Dinding kandang tidak boleh terlalu rapat, hal ini dimaksudkan untuk keleluasaan sirkulasi udara kandang, dan tidak boleh terlalu jarang sehingga predator tidak dapat masuk kedalam kandang. b. Arah kandang sebaiknya membujur timur-barat. Hal ini dimaksudkan agar ayam tidak terlalu kepanasan, tetapi pagi hari masih dapat memperoleh sinar mata hari, c. Tinggi tiang tengah keatap minimal 6-7 meter dan tiang tepi minimal 2.5-3 meter, hal ini berhubungan dengan sirkulasi udara dalam kandang, lebar kandang maksimal 6-8 m. d. Atap kandang dirancang sesuai dengan fungsinya yaitu melindungi bangunan beserta isinya dari hujan, panas matahari atau angin. e. Lantai kandang sebaiknya disemen kasar sehingga mudah dibersihkan dan akan mengurangi dari bahaya penyakit coccidiosis. Pemilihan lokasi kandang Lokasi kandang yang baik adalah: a. Sumber air bersih mudah diperoleh b. Topografi c. Tekstur tanah d. Sarana transportasi mudah terjangkau e. Sirkulasi udara lancar f. Jarak dari lingkungan perumahan penduduk tidak terlalu dekat Sumber.Nuryanto ( 2007). Gambar 1. Syarat lokasi kandang ayam broiler yang ideal PJJ - 2009/Dept. Peternakan VEDCA Cianjur 2

Fungsi kandang bagi ternak Mengelola Kandang dan Peralatan Ayam Pedaging Ada dua fungsi kandang bagi ternak yaitu sebagai fungsi primer dan fungsi sekunder. a. Fungsi Primer. Secara makro, kandang untuk tempat tinggal dan berlindung dari cuaca, dan gangguan predator. Secara mikro, kandang berfungsi menyediakan lingkungan yang nyaman agar ternak terhindar dari cekaman (stress). b. Fungsi sekunder, kandang berfungsi tempat bekerja bagi peternak untuk melakukan kegiatan harian dalam melakukan pemeliharaan ternak. Tipe dan sistem kandang Ada beberapa macam tipe kandang untuk budidaya ayam pedaging yaitu : a. Kandang terbuka atau disebut open house b. Kandang terbuka bagian depan c. Kandang dengan dinding tirai d. Kandang tertutup e. Kandang disertai bak penampung kotoran f. Kandang dengan tiang / atap yang tinggi g. Kandang dengan koridor ditengah Tetapi untuk kondisi di negara Indonesia yang merupakan negara tropik maka tipe kandang yang paling sesuai adalah tipe open house, dengan menggunakan sistem litter atau slat. Contoh pada gambar berikut ini Gambar 2. Type open house dengan sistim lantai slatt dan litter Bentuk atap kandang biasanya a. Monitor b. Semi monitor c. Shade/ miring d. Gable e. Sawtooth PJJ - 2009/Dept. Peternakan VEDCA Cianjur 3

Gambar 3. Macam-macam bentuk atap kandang Bentuk atap kandang yang ideal untuk kondisi negara tropis seperti Indonesia adalah bentuk atap monitor untuk kandang kapasitas sedang sampai besar dan bentuk atap semi monitor untuk kandang kapasitas kecil. 2. Kapasitas kandang Kapasitas kandang perlu mendapat perhatian dalam perencanaan kebutuhan kandang karena erat hubungannya dengan kepadatan kandang, dan kondisi ini juga berhubungan dengan iklim mikro kandang. Penggunaan kandang harus disesuaikan dengan kapasitasnya. Populasi yang terlalu padat menyebabkan ayam akan stress, sehingga menurunkan produksi, disamping ini juga akan berpengaruh pada efisien penggunaan pakan. Sedangkan populasi yang terlalu kecil akan menyebabkan kandang kurang efisien penggunaannya dan akan berpengaruh juga pada pertumbuhan bobot badannya yang kurang optimal disebabkan ayam banyak bergerak/ jalan-jalan. Kapasitas kandang ayam pedaging sesuai dengan tingkat umur ayam pedaging yaitu; a. Umur 1 hr -1 minggu = 40-50 ekor DOC/ m 2 b. Umur > 7 hr- 2 minggu= 20-25 ekor ayam/ m 2 c. Umur > 2 minggu 8-12 ekor ayam/ Faktor yang mempengaruhi tingkat kepadatan kandang yaitu: a. Temperatur lingkungan b. Tipe kandang c. Ukuran ayam d. Umur ayam 3. Jenis-jenis peralatan kandang Jenis peralatan kandang yang digunakan selama proses produksi ayam pedaging adalah : a. Tempat pakan. Tempat pakan yang digunakan selama proses pemeliharaan mulai dari 1 hari sampai panen terdiri dari chick feeder tray digunakan umur 1 hari sampai satu atau dua minggu dengan kapasitas 100 DOC / buah. Setelah ayam berumur dua minggu maka tempat pakan untuk anak ayam diganti seluruhnya dengan tempat pakan ayam ayam dewasa. Pada umumnya menggunakan round feeder (tempat pakan bundar) dengan kapasitas yang berbeda-beda. Tempat pakan kapasitas 3-5 kg dengan diameter 40 cm digunakan untuk 20 ekor ayam pedaging. Sedangkan tempat pakan kapasitas 7 kg digunakan untuk 15 ekor ayam pedaging. Kapasitas tempat pakan berhubungan dengan eating space seekor ayam. Bentuk tempat pakan ada 2 tipe yaitu bundar dan panjang. PJJ - 2009/Dept. Peternakan VEDCA Cianjur 4

Standar kebutuhan eating space untuk Negara-negara tropis seperti Indonesia adalah untuk tempat pakan manual memanjang eating space standar 5 cm / ekor. Tempat pakan manual bundar eating space standar 2 cm / ekor. Gambar 4. Tempat pakan anak ayam chick feeder tray Gambar 5. Tempat pakan anak ayam bentuk memanjang dan tempat pakan dari bahan bekas boks DOC Gambar 6. Tempat pakan ayam dewasa berbentuk bundar (round feeder) b. Tempat air minum Tempat air minum yang digunakan selama proses pemeliharaan mulai umur 1 hari sampai satu atau 2 minggu adalah chick found dengan kapasitas 75 DOC/ buah. Selanjutnya untuk ayam yang sudah berumur lebih dari 2 minggu menggunakan tempat air bundar (round drinker) baik yang manual atau secara otomatis. Untuk tempat air minum manual, dengan kapasitas bervariasi: 600 ml, 1 liter, 1 gallon dan 2 gallon, kapasitas 2 gallon untuk 100 ekor ayam pedaging, sedangkan tempat air minum otomatis yang circumference 110 cm untuk kapasitas 50-75 ekor/ buah. Kapasitas tempat air minum berhubungan dengan dringking space. PJJ - 2009/Dept. Peternakan VEDCA Cianjur 5

Ada dua bentuk tempat air minum yaitu berbentuk bundar dan panjang, dengan standar dringking space yang sama yaitu tempat minum manual memanjang standar 1 cm / ekor, sedangkan tempat minum manual bundar standar 1 cm / ekor Gambar 7. Tempat minum manual Gambar 8. Tempat minum otomatis c. Alat pemanas/ Heater Sumber energy panas dapat diperoleh dari listrik, gas, minyak tanah, batu bara, serbuk / gerjaji kayu yang halus atau menggunakan kayu bakar. Pilihlah sumber energi yang mudah didapat, dan murah biaya energinya, agar tidak terjadi biaya tinggi, dan gunakan sesuai kebutuhan suhu kandang. Gambar 9. Alat pemanas dengan sumber panas batubara PJJ - 2009/Dept. Peternakan VEDCA Cianjur 6

Gambar 10. Alat pemanas dengan menggunakan gas LPJ d. Termometer Termometer yang dapat dipakai untuk mengukur suhu contohnya termometer maximum dan minimum, serta termometer air raksa. Termometer diletakkan tergantung pada dinding kandang/pagar pembatas. termometer Gambar 11. Thermometer digantung pada pagar pembatas e. Tirai kandang Tirai ini diatur sesuai kebutuhan yaitu umur anak ayam, dan bahan yang digunakan secara umum plastik. Tirai ini berfungsi untuk menahan udara, atau angin kencang masuk kedalam kandang, disamping itu untuk insulator agar suhu kandang dapat terjaga kestabilannya Gambar 12. Cara pemasangan tirai kandang PJJ - 2009/Dept. Peternakan VEDCA Cianjur 7

f. Litter/ alas Mengelola Kandang dan Peralatan Ayam Pedaging Bahan alas yang penting dapat menyerap air dan memberi panas dan nyaman pada ayam pedaging seperti; sekam serbuk /gergajian kayu, dll Gambar 13. Litter dari bahan sekam g. Chick guard/ pagar pembatas Chick guard digunakan untuk membatasi ruang gerak anak ayam, dan agar lebih mudah dalam mengatur kondisi lingkungan kandang yang nyaman seperti suhu dan kelembaban kandang. Bahan yang dapat digunakan yaitu seng dan plastic tirai, dll. Tinggi pembatas 40-50 cm, prinsipnya tidak mengganggu aktivitas dalam tatalaksana harian kandang Gambar 14. Chick guard dari bahan plastik dan seng 4. Perencanan kebutuhan kandang dan peralatan kandang Sebelum dimulai kegiatan usaha apapun bentuknya dimulai dengan perencanaan. Perencanaan dibuat agar tujuan dapat dicapai dan kegiatan dapat berjalan dengan efisien. Perencanaan erat hubungan dengan tujuan dari kegiatan usaha. Pada kegiatan usaha ayam pedaging, perencanaan terhadap kapasitas produksi, pemasaran, dan sumberdaya yang terlibat. Dalam perencanaan produksi tentu erat hubungannya dengan kapasitas produksi, dan ini akan berhubungan dengan jumlah kandang dan peralatan yang dibutuhkan, sumberdaya manusia serta dana. Dalam membuat perencanaan produksi peternakan ayam ras pedaging harus bisa menjawab pertanyaan 5 W + 1 H ( what, why, where, when, who, dan how) a. What, apakah yang akan diusahakan b. Why, mengapa komoditas itu pilihannya, lihat peluang bisnis masing- masing komoditas PJJ - 2009/Dept. Peternakan VEDCA Cianjur 8

c. Where, dimana peternakan didirikan, disini perlu pertimbangan aspek tehnis dan non tehnis, seperti lokasi, sumber air, transportasi, jarak dengan pasar, cuaca/ iklim, jauh dari pemukiman, faktor sosial, dan perundangan d. When, kapan dilakukan e. Who, siapa yang akan melaksanakan f. How, bagaimana melaksanakaanya, termasuk disini SDM. PJJ - 2009/Dept. Peternakan VEDCA Cianjur 9

MATERI PEMBELAJARAN - 2.2 MENGELOLA LINGKUNGAN TERNAK Produktivitas ternak sangat tergantung pada lingkungan dimana ia hidup, produktivitas yang tinggi bisa tercapai apabila didukung oleh lingkungan hidup ternak yang nyaman dan aman sehingga sosial walfare ternak terjamin. Faktor lingkungan yang dimaksud adalah suhu, kelembaban, curah hujan, angin, gas, dan intensitas cahaya. 1. Temperatur dan Kelembaban Kandang Indonesia beriklim tropis yang terletak antara 7 0 C lintang utara dan lintang selatan, dengan suhu rataan 27 o C. Daerah tropis umumnya mempunyai kondisi lingkungan suhu udaranya panas dan kelembaban yang tinggi, dengan keragaman suhu udara yang sangat rendah, kecuali didaerah ekuator keragaman suhu cukup tinggi dan kering. Tingginya kelembaban udara menyebabkan terhambatnya mekanisme pelepasan/ pembuangan panas tubuh atau penurunan beban panas yang dapat menimbulkan heat stress. Heat stress inilah yang menyebabkan penurunan produktivitas ternak. Selain itu mikroorganisme juga mudah berkembang, sehingga ternak lebih mudah terinfeksi bibit penyakit. Maka itu diperlukan upaya untuk menciptakan lingkungan yang sesuai dengan kebutuhan ternak, mengingat lingkungan pemeliharaan di Indonesia cukup beragam. Mulai dari daerah lingkungan cukup panas yaitu daerah pantai sampai daerah sejuk seperti daerah pegunungan. Namun demikian kelembaban udara cukup tinggi. Pada daerah kondisi seperti ini intensitas serangan penyakit cukup tinggi. Hal inilah yang menjadi kendala untuk upaya meningkatkan produksi. Berbicara produksi ternak, produksi ternak ditentukan oleh interaksi antar genotip dan faktor lingkungan. Lingkungan disini seperti iklim, penyakit dan manajemen. Disamping ini dipengaruhi oleh keseimbangan dan kualitas pakan yang diberikan. Faktor lingkungan yang dapat mempengaruhi aktivitas dan produksi ternak yaitu: a. Temperatur b. Kecepatan angin c. Kelembaban d. Gas seperti ammonia e. Partikel udara f. Cahaya dan suara g. Hygiene Sedangkan faktor yang mempengaruhi iklim lingkungan kandang yaitu; a. Insulasi atap, dinding dan lantai kandang b. Ventilasi c. Pemanas d. Pendingin e. Cahaya f. Hygiene PJJ - 2009/Dept. Peternakan VEDCA Cianjur 10

Kritikal temperatur ternak dipengaruhi oleh: a. Umur ternak b. Sistem kandang c. Level pakan d. Kelembaban e. Angin f. Insulasi kandang Tabel 1. Kondisi suhu lingkungan yang dikehendaki oleh ayam pedaging/ ayam broiler Umur (hari) Suhu 0 C Suhu 0 F 1 hr- 7 hr 35 95 8 hr- 14 hr 32 90 15 hr-21 hr 29 85 22 hr- 28 hr 26 80 Apabila terjadi kesalahan atau abnormal dalam temperatur kandang maka akan berdampak pada; a. Tingkah laku ayam b. Terjadi abnormal pada pertumbuhan c. Abnormal pertumbuhan bulu d. Batuk-batuk/ influenza e. Aktivitas bisa menurun atau naik Kontrol kelembaban,kelembaban kandang yang ideal adalah 60-80%. Jika kelembaban terlalu tinggi akan menyebabkan alas kandang basah/wet litter, dan apabila kelembaban terlalu rendah maka kandang berdebu. 2. Kandungan gas dalam kandang ternak ayam pedaging Ternak unggas dalam hal ini ayam pedaging bernafas dengan menghirup oksigen dan mengeluarkan gas karbondioksida serta air. Dalam hal ini apabila terlalu rendah kadar oksigen didalam kandang kondisi ini berhubungan dengan temperatur dan kelembaban kandang, maka akan perdampak pada produksi dan kesehatan ayam. Gas yang berbahaya dan beracun didalam kandang adalah; a. Carbon- dioksida(co 2 ) b. Ammonia(NH 3 ) c. Hydrogen Sulphide( H 2 S) d. Carbon monoxide(co) e. Sulphur diokside( SO 2 ) PJJ - 2009/Dept. Peternakan VEDCA Cianjur 11

Tabel 2. Konsentrasi standar gas dalam kandang ternak unggas Gas Max Konsentrasi(%) Standar konsentrasi dalam kandang CO 0,01 0 CO2 0,5 2000 ppm NH3 0,0025 25 ppm H2S 0,002 0 SO2 0,0005 0 Catatan 0,0001 %= 1 ppm, 1 ppm= 1mm/m 3 = 1mm/1000 L Untuk mengeliminir keberadaan konsentrasi gas berbahaya dalam kandang, maka perlu pengelolaan ventilasi kandang, temperatur, kelembaban, kepadatan kandang, dan pemanas kandang. PJJ - 2009/Dept. Peternakan VEDCA Cianjur 12

DAFTAR PUSTAKA Mengelola Kandang dan Peralatan Ayam Pedaging Ann...1999. Teory Housing Poultry. IPC Livestock Barnaveld. Belanda Bambang.S. 2003. Agribisnis Ayam Ras. Penebar Swadaya. Jakarta Edjeng.S, Umiyati.A. 2005. Ilmu Dasar Ternak Unggas.Penebar Swadaya. Jakarta. Tri Eko.S. Manik.ES. 2008. Budidaya 22 Ternak Potensil.Penebar Swadaya. Jakarta. Rasyaf,M. 1995. Pengelolaan Usaha Peternakan Ayam Pedaging.Gramedia Pustaka Utama. Jakarta Rasyaf, M. 2000. Beternak Ayam Pedaging.Penebar Swadaya. Jakarta PJJ - 2009/Dept. Peternakan VEDCA Cianjur 13