BAB VIII KESIMPULAN DAN SARAN

dokumen-dokumen yang mirip
BAB I PENDAHULUAN. Memasuki era perdagangan bebas dunia yang dimulai dengan Asean Free Trade

Pedoman Wawancara Mendalam Untuk Dokter

BAB I PENDAHULUAN. harus dipelihara kerena bermanfaaat bagi pasien, dokter dan rumah sakit. pengobatan dan perawatan kepada pasien.

BAB VI HASIL PENELITIAN

BAB V SIMPULAN DAN SARAN

BAB I PENDAHULUAN. bagi setiap penduduk, agar dapat mewujudkan derajat kesehatan masyarakat

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN. Rumah sakit adalah institusi pelayanan kesehatan bagi masyarakat

pendidikan dan penelitian yang erat hubungannya dengan kehidupan menyelenggarakan pelayanan kesehatan perorangan secara paripurna yang

BAB I PENDAHULUAN. Rumah sakit sebagai salah satu fasilitas pelayanan kesehatan. merupakan bagian dari sumber daya kesehatan yang sangat diperlukan

Lampiran 1: Struktur Organisasi Rumah Sakit Medika Permata Hijau

BAB I PENDAHULUAN. Manajemen pada hakekatnya adalah proses pengambilan keputusan dalam. kemampuan manajemen menggunakan informasi tersebut.

BAB I PENDAHULUAN. Dalam Permenkes No : 269/Menkes/PER/III/2008 yang dimaksud rekam

BAB I PENDAHULUAN. sakit memegang peranan penting terhadap meningkatnya derajat kesehatan

LAPORAN PELAKSANAAN PROGRAM KERJA UNIT REKAM MEDIS RS CAMATHA SAHIDYA TAHUN 2011

FORM CHECKLIST KELENGKAPAN REKAM MEDIS RS. SIAGA RAYA- JAKARTA SELATAN

BAB I PENDAHULUAN. Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 269/MENKES/PER/III/2008 tentang

BAB I PENDAHULUAN. ketepatgunaan perawatan pasien di rumah sakit. tingkat dasar pada tanggal 12 juli 2014 dan sudah dilakukan kunjungan

BAB I PENDAHULUAN. membutuhkan sehingga di rumah sakit diharapkan mampu untuk. puas dan nyaman, sesuai dengan peraturan-peraturan yang ada seperti

BAB I PENDAHULUAN. sakit adalah data atau informasi dari rekam medik yang baik dan lengkap. Indikator

BAB 1 PENDAHULUAN. Gambaran pengetahuan..., Angginia Nita Lubis, FKM UI, 2009

JENIS FORMULIR REKAM MEDIS

BAB I PENDAHULUAN. menyediakan tempat tidur pasien, pelayanan medis dan perawatan. lanjutan untuk diagnosis dan perawatan oleh tenaga medis yang

BAB I PENDAHULUAN. pelayanan rawat inap, rawat jalan dan gawat darurat. kesehatan (dokter, perawat, terapis, dan lain-lain) dan dilakukan sebagai

PANDUAN REKAM MEDIK PUSKESMAS KARANGLEWAS. No Dokumen :PD/C.VII/UKP/ /IV/2016 Tanggal Terbi:4 April No Revisi : -

BAB I PENDAHULUAN. paripurna yang menyediakan pelayanan rawat inap, rawat jalan, dan gawat

BAB I PENDAHULUAN. populasi, kebutuhan pemeliharaan sumber daya kesehatan, peningkatan Ilmu. secara efisien dan efektif (Hatta, 2008).

BAB 1 : PENDAHULUAN. menyediakan pelayanan rawat inap, rawat jalan, dan gawat darurat. Selain itu,

FAKTOR PENYEBAB KETIDAKLENGKAPAN DOKUMEN REKAM MEDIS PASIEN RAWAT INAP DALAM BATAS WAKTU PELENGKAPAN DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH Dr. MOEWARDI SURAKARTA

BAB I PENDAHULUAN. Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Boyolali merupakan. salah satu instansi pelayanan kesehatan di Kabupaten Boyolali.

BAB I PENDAHULUAN. inap, rawat jalan, dan gawat darurat. Salah satu fungsi dari Rumah Sakit

BAB I PENDAHULUAN. meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan untuk hidup sehat bagi

BAB I PENDAHULUAN. Rumah Sakit merupakan instansi penyedia layanan kesehatan untuk

BAB I PENDAHULUAN. Rumah sakit sebagai salah satu fasilitas pelayanan kesehatan. dalam mendukung penyelenggaraan upaya kesehatan.

BAB I PENDAHULUAN. kepuasan dan kenyamanan pasien serta masyarakat. Salah. kesehatan. Sehingga jika dari masing-masing unit sudah

PEDOMAN WAWANCARA ANALISIS KELENGKAPAN PENGISIAN BERKAS REKAM MEDIS RAWAT INAP DI RSU HAJI MEDAN TAHUN

BAB I PENDAHULUAN. keseimbangan yang dinamis dan mempunyai fungsi utama melayani

BAB I PENDAHULUAN. Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia. No.269/MENKES/PER/III/2008 tentang Rekam Medis bab III pasal 5 yang

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. pelayanan lain yang telah diberikan kepada pasien. (1)

BAB 1 PENDAHULUAN. kebutuhan informasi disemua sektor kehidupan termasuk di bidang pelayanan

BAB I PENDAHULUAN. rangka pemberian pelayanan kesehatan. Dokumen berisi catatan dokter,

BAB I PENDAHULUAN. rawat jalan, dan gawat darurat. Setiap rumah sakit dalam memberikan. KARS Oleh karena itu, untuk menunjang tercapainya tujuan

BAB I PENDAHULUAN. Rumah sakit adalah institusi pelayanan kesehatan yang. menyelanggarakan pelayanan kesehatan perorangan secara paripurna yang

BAB 1 PENDAHULUAN. dokumen tempat mencatat segala transaksi pelayanan medis yang diberikan oleh

A. Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN

BAB 1 PENDAHULUAN. dan lain-lain. Pemanfaatan teknologi informasi dapat meningkatkan

BAB I : PENDAHULUAN. setiap dokter atau dokter gigi dalam menjalankan praktek kedokteran wajib membuat

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. Rumah Sakit adalah sebuah institusi pelayanan kesehatan yang. menyelenggarakan pelayanan kesehatan perorangan secara paripurna yang

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Di dalam membahas pengertian rekam medis terlebih dahulu akan

BAB I PENDAHULUAN. medis. Sistem pelayanan rekam medis adalah suatu sistem yang. pengendalian terhadap pengisian dokumen rekam medis.

A. IDENTITAS INFORMAN (DOKTER) Nama : Umur : Tahun. Status kepegawaian : Pendidikan : Lama kerja : B. Pertanyaan

BAB I. Sistem Manajemen Pelayanan Rumah Sakit dengan Sistem Manajemen. Pelayanan yang baik, harus memperhatikan keselamatan pasien, dapat

BAB I PENDAHULUAN. Kementrian Kesehatan RI,Permenkes No.269/Menkes/Per/III/2008 tentang Rekam Medis,Jakarta: 2008

BAB I PENDAHULUAN. Menurut Djoyosoegito dalam Hatta (2010), rumah sakit merupakan satu

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. dengan sistem pengelolahan Rekam Medis yang baik dan benar. 1

Tinjauan Ketidaklengkapan Pengisian Resume Medis Di RS. X, Mei - Juni 2013

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Upaya perbaikan kesehatan masyarakat dikembangkan melalui Sistem

BAB I PENDAHULUAN. Sarana pelayanan kesehatan menurut Permenkes RI. No.269/Menkes/Per/III/2008 adalah tempat penyelenggaraan upaya

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Rekam medis merupakan berkas yang berisikan informasi tentang

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah pertama Kedua

BAB I PENDAHULUAN LATAR BELAKANG

BAB I PENDAHULUAN. menyebabkan masalah kesehatan benar-benar merupakan kebutuhan. penting. Oleh karena itu, organisasi pelayanan kesehatan diharapkan

BAB I PENDAHULUAN. Sarana pelayanan kesehatan menurut Peraturan Menteri Kesehatan

BAB I PENDAHULUAN. berkualitas tidak terlepas dari peran tenaga medis dan nonmedis.

BAB I PENDAHULUAN. Sakit pasal 1 ayat 1 menyatakan rumah sakit adalah suatu institusi. pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan pelayanan

PEDOMAN WAWANCARA MENDALAM

BAB V KESIMPULAN. 1. Gambaran Pelaksanaan Kegiatan Penerimaan Pasien dan Koding. a. Penerimaan Pasien BPJS Kesehatan

TUGAS MANAJEMEN PELAYANAN RUMAH SAKIT

PEDOMAN ORGANISASI UNIT REKAM MEDIS DISUSUN OLEH : UNIT REKAM MEDIS RSUD KOTA DEPOK

TINJUAN PENGETAHUAN PERAWAT RAWAT INAP DALAM PENGISIAN FORMULIR RM.15 (RESUME KEPERAWATAN PASIEN KELUAR) DI RSUD TUGUREJO SEMARANGTAHUN 2014

BAB I PENDAHULUAN. menyediakan pelayanan rawat inap, rawat jalan, dan gawat darurat. 1. pelayanan lain yang telah diberikan kepada pasien.

BAB 4 METODOLOGI PENELITIAN

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Menurut Dep Kes RI (2008), rumah sakit adalah sarana kesehatan

BAB I PENDAHULUAN. pencegahan serta peningkatan kesehatan. tingginya kesadaran hukum masyarakat.

KERANGKA ACUAN PELAYANAN P0LIKLINIK UMUM

BAB I PENDAHULUAN. Berdasarkan Undang-undang nomor 44 tahun 2009 tentang Rumah Sakit, bahwa Rumah Sakit adalah institusi pelayanan kesehatan yang

BAB 6: KESIMPULAN DAN SARAN Komponen Masukan (Input) 1. Tenaga rekam medis jumlahnya sudah mencukupi untuk Rumah Sakit

HUBUNGAN PERILAKU DOKTER TERHADAP KELENGKAPAN RESUME MEDIS PASIEN RAWAT INAP DI RUMAH SAKIT UMUM DR. SOEGIRI LAMONGAN TAHUN 2016

UNIVERSITAS INDONESIA

BAB I PENDAHULUAN. harus direkam dan didokumentasikan ke dalam bentuk catatan medis. yang disebut rekam medis atau rekam kesehatan.

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. lingkungan rumah. Rumah sakit juga merupakan pusat untuk latihan

BAB I PENDAHULUAN. Bab I Pendahuluan

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Rumah sakit merupakan institusi pelayanan yang sangat komplek, padat

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. 1. Pengisian lembar resume dokter dalam pemenuhan standar akreditasi

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. lain yang telah diberikan kepada pasien. Rekam medis dapat berupa

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. mencari dan menerima pelayanan kedokteran dan tempat pendidikan

PENINGKATAN MUTU DAN KESELAMATAN PASIEN PERIODE BULAN JANUARI-MARET 2018

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. a. Menurut Permenkes No.269 Tahun lain yang telah diberikan kepada pasien. (2)

A. `LAPORAN VALID INDIKATOR AREA KLINIS 1. Asesment pasien: Ketidaklengkapan Pengisian Rekam Medik Triase dan Pengkajian IGD

BAB I PENDAHULUAN. Universitas Sumatera Utara

BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN Pelaksanaan pelimpahan kewenangan yang diberikan dokter kepada perawat

BAB I PENDAHULUAN. penting dan sangat melekat dengan kegiatan pelayanan, sehingga ada

PROSEDUR PENERIMAAN PASIEN RAWAT JALAN

BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan dan pembahasan, maka dapat

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. rekam medis harus dijaga kerahasiaannya. (1) c. Rekam medis dalam arti sempit dimaksud kasus-kasus yang tercatat

BAB I PENDAHULUAN. kesehatan serta pelayanan sosial lainnya yang dilakukan (Putri, 2012).

Transkripsi:

BAB VIII KESIMPULAN DAN SARAN 8. 1 Kesimpulan 1. Angka ketidaklengkapan rekam medis rawat inap bulan April tahun 2008 berdasarkan ruangan rawat inap telah ditemukan yaitu: identitas pasien 0%, resume medis 26%, resume keperawatan 60%, surat persetujuan rawat inap 0%, ringkasan masuk dan keluar 29%, riwayat penyakit dan pemeriksaan fisik awal 24%, nama dan tanda tangan dokter yang merawat 60%, tanggal masuk dan keluar serta waktu 31%. Sedangkan berdasarkan dokter yang merawat ditemukan angka ketidaklengkapannya sebagai berikut: identitas pasien 11%, resume medis 32%, resume keperawatan 68%, surat persetujuan rawat inap 4%, ringkasan masuk dan keluar 38%, riwayat penyakit dan pemeriksaan fisik awal 17%, nama dan tanda tangan dokter yang merawat 58%, tanggal masuk dan keluar serta waktu 24%. 2. Man Rumah Sakit Marzoeki Mahdi sudah cukup baik dalam memberikan pelatihan kepada para pegawai di Unit Rekam Medik. Latar belakang pendidikan petugas rekam medik juga sudah cukup banyak yang berpendidikan rekam medik. Tetapi pelatihan tentang rekam medik untuk dokter atau perawat belum pernah dilaksanakan atau diberikan. Mengingat latar belakang pendidikan dan pelatihan rekam medik berhubungan dengan ketidaklengkapan rekam medis karena 99

pendidikan mempengaruhi motivasi seseorang untuk melaksanakan tanggung jawabnya, karena dengan tingginya pendidikan maka seseorang akan merasa dihargai dan pelatihan dapat menambah wawasan dan menambah keterampilan seseorang untuk mencapai hasil kerja yang lebih baik dalam hal ini pengelolaan dan analisis berkas rekam medis. 3. Material Kelengkapan Berkas Rekam Medis: Formulir yang digunakan di Rumah Sakit Marzoeki Mahdi antara lain, yaitu riwayat penyakit dan pemeriksaan fisik awal, ringkasan pasien masuk dan keluar, surat persetujuan rawat, surat persetujuan tindakan medik (tidak semua berkas rekam medis rawat inap memiliki persetujuan ini hanya pasien yang mandapatkan tindakan medik saja), bukti mutasi penderita, pemakaian obat/ alat kesehatan, jumlah visit dokter, catatan perjalanan penyakit, kesimpulan perawatan harian, daftar pemberian obat, daftar pemberian infus, lembar grafik (suhu, nadi, pernafasan) tetapi tidak semua berkas rekam medis rawat inap memiliki lembaran grafik tergantung dari pemeriksaannya, lembar laboratorium, lembar USG, resume medis, resume keperawatan dan pengkajian keperawatan. 4. Methode a. SOP: Di Rumah Sakit Marzoeki Mahdi Bogor SOP yang mengatur tugas masingmasing staf sudah ada, tetapi untuk dokter dan perawat belum ada. Padahal dengan adanya SOP pengisian berkas rekam medis mempengaruhi kelengkapan berkas 100

rekam medis. SOP pengelolaan rekam medis merupakan pedoman kerja yang harus diketahui oleh seluruh staf yang terlibat dalam pengisian dan pengelolaan rekam medis agar dapat bekerja sesuai standar yang telah ditetapkan. b. Pemberitahuan Ketidaklengkapan: Pemberitahuan ketidaklengkapan berkas rekam medis kepada pengisi rekam medis dilakukan dengan menempel lembar kekurangan di berkas yang bersangkutan, ternyata pesan yang dimaksud tidak sampai ke pengisi rekam medis tersebut. Kegiatan pemantauan merupakan salah satu faktor yang berpengaruh terhadap ketidaklengkapan rekam medis. Pemantauan diperlukan untuk menyusun langkah-langkah perbaikan. c. Pemberlakuan Kedisiplinan: Pemberlakuan sanksi kedisiplinan bagi pengisi rekam medis yang lalai sampai saat ini belum ada. 5. Machine Sarana dan Prasarana: Kondisi ruangan rekam medik sudah sesuai dengan standar akreditasi rumah sakit yaitu ruangan rekam medik terpisah dari ruangan kerja unit lain. Namun peralatan pendukung seperti komputer masih dirasakan kurang. Karena peralatan pendukung mempengaruhi ketidaklengkapan berkas rekam medis dan juga lingkungan fisik tempat seseorang bekerja mempunyai pengaruh terhadap jam kerja efektif dan sikap mereka terhadap pekerjaan itu sendiri. 101

8. 2 Saran 1. Man Meningkatkan kualitas SDM dengan bertahap mengirim staf rekam medik, dokter ataupun perawat untuk mengikuti pendidikan dan pelatihan rekam medik, dan sekali setahun perlu dilakukan in house training atau seminar sehari dengan mendatangkan pakar rekam medik. 2. Methode a. SOP: Perlunya SOP yang jelas bagi semua personil (petugas rekam medik, perawat dan dokter) untuk memudahkan pekerjaan dan pelaksanaan proses kelengkapan pengisian rekam medis serta dilakukan evaluasi atas pekerjaan mereka. Dapat juga dengan merevisi SOP pengelolaan rekam medis secara bersama-sama. Lakukan juga pengawasan dan evaluasi SOP sesuai kebutuhan. b. Pemberitahuan Ketidaklengkapan: Sebelum status dikembalikan ke ruang rekam medik ada baiknya perawat atau petugas administrasi ruangan yang mengantar berkas rekam medis memeriksa kembali kelengkapan status dan apabila menemukan adanya kekurangan pengisian diharapkan dapat melengkapinya terlebih dahulu, baru kemudian setelah semuanya lengkap diantarkan ke ruang rekam medik. Dapat juga perawat atau petugas administrasi ruangan membuat catatan khusus dan ditempel 102

pada halaman depan untuk setiap rekam medis yang belum lengkap tentang apa-apa saja yang harus dilengkapi untuk disampaikan kepada penanggung jawabnya. c. Pemberlakuan Kedisiplinan: Perlu adanya pengontrolan yang ketat tentang pengisian rekam medis dan bila perlu diberi sanksi untuk mereka yang kurang mentaati peraturan rumah sakit. Sanksi dapat berupa teguran, penyelesaian rekam medis yang kurang, tindakan administratif, diskors sementara (bila sudah tidak dapat diberikan teguran) sampai dipecat. Karena tiap peraturan tanpa adanya sanksi tidak akan berjalan. Untuk mengimbanginya perlu juga diberikan penghargaan bagi staf yang mempunyai angka tertinggi dalam kelengkapan berkas rekam medis. 3. Machine Sarana dan Prasarana: Ruangan kerja rekam medik tidak perlu diadakan penambahan karena dirasa sudah cukup untuk menunjang pekerjaan mereka. Tetapi sebaiknya penambahan komputer harus dilaksanakan mengingat pekerjaan masing-masing tenaga rekam medik banyak, jadi tidak mungkin untuk bergantian memakai komputer karena itu akan memperlambat tugas petugas rekam medik. 103