SURAT KEPUTUSAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR : TENTANG

dokumen-dokumen yang mirip
PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 14 TAHUN 1994 TENTANG PENDIDIKAN DAN PELATIHAN JABATAN PEGAWAI NEGERI SIPIL PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 14 TAHUN 1994 TENTANG PENDIDIKAN DAN PELATIHAN JABATAN PEGAWAI NEGERI SIPIL PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 14 TAHUN 1994 TENTANG PENDIDIKAN DAN PELATIHAN JABATAN PEGAWAI NEGERI SIPIL PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 101 TAHUN 2000 TENTANG PENDIDIKAN DAN PELATIHAN JABATAN PEGAWAI NEGERI SIPIL PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA DEPARTEMEN PERTAHANAN. PNS. Pokok- Pokok. Pembinaan.

BUPATI DEMAK PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN BUPATI DEMAK NOMOR 55 TAHUN 2015 TENTANG

BUPATI SIDOARJO PERATURAN BUPATI SIDOARJO NOMOR 29 TAHUN 2012 TENTANG TUGAS BELAJAR DAN IZIN BELAJAR DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

BUPATI PEKALONGAN PERATURAN BUPATI PEKALONGAN NOMOR 10 TAHUN 2013 TENTANG

BUPATI GARUT PROVINSI JAWA BARAT

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 101 TAHUN 2000 TENTANG PENDIDIKAN DAN PELATIHAN JABATAN PEGAWAI NEGERI SIPIL

2015, No e. bahwa berdasarkan sebagaimana dimaksud dalam huruf a sampai dengan huruf d, perlu menetapkan Peraturan Menteri Pertahanan tentang

- 1 - MENTERI DESA, PEMBANGUNAN DAERAH TERTINGGAL, DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA

BADAN PERTANAHAN NASIONAL

BUPATI AGAM PERATURAN BUPATI AGAM NOMOR 05 TAHUN 2012 T E N T A N G

2016, No mineral untuk mencapai persyaratan kompetensi teknis dan dapat dilaksanakan secara berjenjang; d. bahwa berdasarkan pertimbangan seba

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 101 TAHUN 2000 TENTANG PENDIDIKAN DAN PELATIHAN JABATAN PEGAWAI NEGERI SIPIL PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA

PERATURAN KEPALA BADAN NARKOTIKA NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1 TAHUN 2016 TENTANG POLA KARIER PEGAWAI DI LINGKUNGAN BADAN NARKOTIKA NASIONAL

GUBERNUR DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA PERATURAN GUBERNUR DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA NOMOR 33 TAHUN 2011 TENTANG

PERATURAN MENTERI NEGARA PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR: 14 TAHUN 2009 TENTANG JABATAN FUNGSIONAL WIDYAISWARA DAN ANGKA KREDITNYA

2011, No telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 43 Tahun 1999 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 169, Tambahan Lembaran Negar

bersih berwibawa, berdaya guna, bermutu tinggi dan sadar akan tugas serta tanggungjawabnya.

PERATURAN KEPALA BADAN KOORDINASI PENANAMAN MODAL,

MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA DAN REFORMASI BIROKRASI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR 46 TAHUN 2013

- 5 - Pasal II Peraturan ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan.

PERATURAN PEMERINTAH 15 TAHUN 1994 TENTANG PENGANGKATAN PEGAWAI NEGERI SIPIL DALAM JABATAN STRUKTURAL PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

KEPUTUSAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR 57 TAHUN 1998 TENTANG POLA UMUM PEMBINAAN KARIER PEGAWAI NEGERI SIPIL DI JAJARNA DEPARTEMEN DALAM NEGERI

BUPATI KEDIRI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI KEDIRI,

2016, No Peraturan Presiden Nomor 23 Tahun 2010 tentang Badan Narkotika Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2010 Nomor 60); 4.

Sistem Administrasi Negara Kesatuan Republik Indonesia.

BADAN PENGAWASAN KEUANGAN DAN PEMBANGUNAN PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWASAN KEUANGAN DAN PEMBANGUNAN NOMOR: PER 1274/K/JF/2010 TENTANG

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA KEPALA LEMBAGA ADMINISTRASI NEGARA DAN KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA,

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 96 TAHUN 2000 TENTANG WEWENANG PENGANGKATAN, PEMINDAHAN, DAN PEMBERHENTIAN PEGAWAI NEGERI SIPIL

PERATURAN MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR PER.09/MEN/2008 TENTANG

KEPUTUSAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR 8 TAHUN 2003 TENTANG PEDOMAN PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN PENYIDIK PEGAWAI NEGERI SIPIL DAERAH

PERATURAN BERSAMA MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL DAN KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA NOMOR : 03/V/PB/2010 NOMOR : 14 TAHUN 2010

MODUL PENDIDIKAN DAN PELATIHAN PRAJABATAN GOLONGAN III

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 99 TAHUN 2000 TENTANG KENAIKAN PANGKAT PEGAWAI NEGERI SIPIL PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA

PERATURAN MENTERI NEGARA PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR: 14 TAHUN 2009 TENTANG JABATAN FUNGSIONAL WIDYAISWARA DAN ANGKA KREDITNYA

PERATURAN GUBERNUR KALIMANTAN SELATAN NOMOR 073 TAHUN 2015

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 15 TAHUN 1994 TENTANG PENGANGKATAN PEGAWAI NEGERI SIPIL DALAM JABATAN STRUKTURAL

BERITA DAERAH KOTA BEKASI

PERATURAN KEPALA LEMBAGA ADMINISTRASI NEGARA NOMOR: 13 TAHUN 2011 TENTANG PEDOMAN UMUM PEMBINAAN PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN TEKNIS

SURAT EDARAN BERSAMA KEPALA BADAN ADMINISTRASI KEPEGAWAIAN NEGARA DAN KETUA LEMBAGA ADMINISTRASI NEGARA NOMOR : 11/SE/1981 NOMOR : 181/Seklan/7/81

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI LANDAK,

PERATURAN GUBERNUR BANTEN

BUPATI DEMAK PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN BUPATI DEMAK NOMOR 23 TAHUN 2017 TENTANG

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEMENTERIAN PERTAHANAN. Pola Karier. Pedoman.

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

PERATURAN KEPALA LEMBAGA ADMINISTRASI NEGARA NOMOR: 15 TAHUN 2011 TENTANG PEDOMAN UMUM PEMBINAAN PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN FUNGSIONAL

2018, No Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2009 tentang Kearsipan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 152, Tambahan

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 9 TAHUN 2003 TENTANG WEWENANG PENGANGKATAN, PEMINDAHAN, DAN PEMBERHENTIAN PEGAWAI NEGERI SIPIL

2015, No Mengingat : c. bahwa penyesuaian substansi peraturan sebagaimana dimaksud pada huruf b ditetapkan dengan Peraturan Kepala Lembaga Admi

1. Undang-Undang Nomor 8 Tahun

WALIKOTA YOGYAKARTA DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA PERATURAN WALIKOTA YOGYAKARTA NOMOR 28 TAHUN 2016 TENTANG

KEPUTUSAN BERSAMA KEPALA BADAN PUSAT STATISTIK DAN KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA NOMOR : 002/BPS-SKB/II/2004 NOMOR : 04 TAHUN 2004 TENTANG

GUBERNUR JAWA TENGAH PERATURAN GUBERNUR JAWA TENGAH NOMOR 22 TAHUN 2013

PEMERINTAH KOTA SURABAYA RINCIAN LAPORAN REALISASI ANGGARAN MENURUT URUSAN PEMERINTAHAN DAERAH, ORGANISASI, PENDAPATAN, BELANJA DAN PEMBIAYAAN

PERATURAN BERSAMA KEPALA LEMBAGA ADMINISTRASI NEGARA DAN KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA NOMOR 1 TAHUN 2010 NOMOR 2 TAHUN 2010 TENTANG

JAKSA AGUNG REPUBLIK INDONESIA KEPUTUSAN JAKSA AGUNG REPUBLIK INDONESIA NOMOR : KEP-004/A/J.A/01/2002

PERATURAN MENTERI NEGARA PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA DAN REFORMASI BIROKRASI NOMOR 17 TAHUN 2010

Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokokpokok Kepegawaian (Lembaran Negara Tahun 1974 Nomor 55, Tambahan Lembaran Negara Nomor

2016, No Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang- Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 te

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 96 TAHUN 2000 TENTANG WEWENANG PENGANGKATAN, PEMINDAHAN DAN PEMBERHENTIAN PEGAWAI NEGERI SIPIL

LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA

MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 70 TAHUN 2011 TENTANG

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA KEPALA BADAN PENGAWASAN KEUANGAN DAN PEMBANGUNAN,

MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR TAHUN 2016 TENTANG

MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA DAN REFORMASI BIROKRASI

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

PERATURAN BUPATI CIAMIS NOMOR : 29 TAHUN 2013

LEMBARAN DAERAH KOTA CILEGON TAHUN : 2007 NOMOR : 3 PERATURAN DAERAH KOTA CILEGON NOMOR 3 TAHUN 2007 TENTANG

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

2016, No sebagaimana telah diubah terakhir dengan Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 2015 tentang Perubahan Ketujuh Belas atas Peraturan Pemer

MENTERI RISET, TEKNOLOGI, DAN PENDIDIKAN TINGGI REPUBLIK INDONESIA

I. PENDAHULUAN. rangka meningkatkan sumber daya manusia yang handal dan mampu bersaing di

PERATURAN KEPALA LEMBAGA ADMINISTRASI NEGARA NOMOR 5 TAHUN 2006 TENTANG

KEPUTUSAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 234/U/2000

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA,

PERATURAN BUPATI LUWU TIMUR NOMOR 23 TAHUN 2012 TENTANG PELAKSANAAN PEMBERIAN TUGAS BELAJAR, TUGAS BELAJAR MANDIRI DAN IZIN BELAJAR BAGI PEGAWAI

PERATURAN KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA NOMOR 28 TAHUN 2005 T E N T A N G

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 96 TAHUN 2000 TENTANG WEWENANG PENGANGKATAN, PEMINDAHAN DAN PEMBERHENTIAN PEGAWAI NEGERI SIPIL

MANAJEMEN PEGAWAI NEGERI SIPIL

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 9 TAHUN 2003 TENTANG WEWENANG PENGANGKATAN, PEMINDAHAN, DAN PEMBERHENTIAN PEGAWAI NEGERI SIPIL

Transkripsi:

SURAT KEPUTUSAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR : 893.3 252 TENTANG PEDOMAN PENYELENGGARAAN LATIHAN PRA JABATAN DAN KEPRIBADIAN BAGI CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL / PEGAWAI NEGERI SIPIL YANG BERPENDIDIKAN SARJANA DAN SARJANA MUDA ATAU YANG SETINGKAT DI LINGKUNGAN DEPARTEMEN DALAM NEGERI MENTERI DALAM NEGERI Menimbang :1. bahwa dalam rangka memberikan bekal pengetahuan, ketrampilan dan menanamkan kedisiplinan serta kepribadian bagi pegawai baru yang akan melaksanakan tugas di lingkungan Departemen Dalam Negeri, baik di pusat maupun di daerah dipandang perlu menyelenggarakan Latihan Pra Jabatan dan Kepribadian bagi Calon Pegawai Negeri Sipil / Pegawai Negeri Sipil yang berpendidikan sarjana dan sarjana muda atau yang setingkat di lingkungan Departemen Dalam Negeri; 2. bahwa untuk mencapai daya guna dan hasil guna perlu disusun pedoman penyelenggaraan latihan dimaksud; 3. bahwa pedoman penyelenggaraan latihan dimaksud perlu ditetapkan dengan Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri. Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1974 tentang pokok-pokok Pemerintahan di Daerah (Lembaran Negara Tahun 1974 Nomor 38, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3037); 2. Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1974 tentang pokok-pokok Kepegawaian (Lembaran Negara Tahun 1974 Nomor 55, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3041); 3. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 1982 tentang Pokok-pokok Pertahanan dan Keamanan;

4. Peraturan Pemerintah Nomor 5 Tahun 1976 tentang Formasi Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Tahun 1976 Nomor 9, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3068) 5. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 34 Tahun 1972 tentang Tanggung jawab Fungsional Pendidikan dan Latihan; 6. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 30 Tahun 1981 tentang Latihan Pra Jabatan; 7. Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 15 Tahun 1974 tentang Pelaksanaan Keputusan Presiden Nomor 34 Tahun 1972 tentang Tanggung jawab Fungsional Pendidikan dan Latihan; 8. Keputusan Penteri Dalam Negeri Nomor 172 Tahun 1982 tentang Pedoman Pelaksanaan Latihan Pra Jabatan dalam lingkungan Departemen Dalam Negeri; 9. Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 22 Tahun 1986 tentang Organisasi dan Tatakerja Departemen Dalam Negeri; 10. Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 6 Tahun 1988 tentang Prosedur Penetapan Produk-produk Hukum di lungkungan Departemen Dalam Negeri. MEMUTUSKAN Menetapkan : PERTAMA : Pedoman penyelenggaraan Latihan Pra jabatan dan Kepribadian yang disingkat LPJK bagi calon Pegawai Negeri Sipil/Pegawai Negeri Sipil yang berpendidikan Sarjana Muda atau yang setingkat di lngkungan Departemen Dalam Negeri di pusat dan daerah; KEDUA : Pedoman Penyelenggaraan latihan Pra Jabatan dan Kepribadian dimaksud adalah sebagaimana tercantum dalam Lampiran Surat Keputusan ini; KETIGA : Latihan Pra Jabatan dan Kepribadian terdiri dari LATSARMIL dan Bidang Substantif Departemen Dalam Negeri; KEEMPAT : Kurikulum Latihan Pra Jabatan dan Kepribadian adalah sebagaimana terlampir dalam Pedoman Penyelenggaraan Latihan dimaksud;

KELIMA : Lama penyelenggaraan Latihan Pra Jabatan dan Kepribadian sebagai berikut : 1. Latihan Pra Jabatan yang bersifat umum bagi Sarjana selama 21 hari. 2. Latihan Pra Jabatan yang bersifat umum bagi Sarjana Muda selama 17 hari. 3. LATSARMIL selama 30 hari. 4. Substantif DEPDAGRI selama 36 hari yang terdiri dari : a. Pembekalan selama 12 hari b. PKL selama 21 hari c. Penulisan laporan selama 3 hari KEENAM : Tempat penyelenggaraan Latihan Pra Jabatan dan Kepribadian sebagai berikut : 1. Calon Pegawai Negeri Sipil / Pegawai Negeri Sipil dilingkungan kantor pusat Departemen Dalam Negeri diselenggarakan oleh Badan Pendidikan dan Latihan Departemen Dalam Negeri 2. Calon Pegawai Negeri Sipil / Pegawai Negeri Sipil Pusat diperbantukan pada daerah/dipekerjakan pada Instansi DEPDAGRI dan Calon Pegawai Negeri Sipil/Pegawai Negeri Sipil Daerah diselenggarakan oleh DIKLATPROP. KETUJUH : 1. Biaya untuk penyelenggaraan LATSARNIL dan Substansi Departemen Dalam Negeri bagi Calon Pegawai Negeri Sipil/Pegawai Negeri Sipil Kantor Pusat Departemen Dalam Negeri dan yang dipekerjakan pada Instansi DEPDAGRI dibebankan pada APBN. 2. Biaya untuk penyelengaraan LATSARMIL dan Substansi DEPDAGRI bagi Calon Pegawai Negeri Sipil/Pegawai Negeri Sipil Daerah dan Calon Pegawai Negeri Sipil / Pegawai Negeri Sipil Pusat diperbantukan pada daerah dibebankan pada APBD. KEDELAPAN : Ketentuan ini tidak berlaku bagi Pegawai Negeri Sipil yang berpendidikan sarjana lulusan IIP dan Sarjana Muda lulusan APDN; KESEMBILAN: Surat Keputusan ini mulai berlaku sejak tanggal ditetapkan.

Ditetapkan di Jakarta Pada tanggal, 28 November 1991 MENTERI DALAM NEGERI RUDINI SALINAN : Surat keputusan ini disampaikan kepada: 1. Ketua Badan Pemerikasa Keuangan; 2. Menteri Sekretaris Negara; 3. Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara; 4. Menteri Pertahanan dan Keamanan; 5. Panglima ABRI; 6. Menteri Keuangan; 7. Kepala Badan Administrasi Kepegawaian Negara; 8. Ketua Lembaga Administrasi Negara; 9. Direktur Jendral Anggaran Departemen Keuangan; 10. SEKJEN, IRJEN, para DITJEN dan Kepala Badan di lingkungan Departemen Dalam Negeri ; 11. Para Gubernur Kepala Daerah Tingkat I ; 12. Para Bupati/Walikotamadya Kepala Daerah Tingkat II ; 13. Para Kepala Kantor Perbendaharaan Negara dan Pemegang Kas Daerah ; 14. Kepala Diklatwil/Diklatprop seluruh Indonesia.

LAMPIRAN : SURAT KEPUTUSAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR : 893.3-252 TANGGAL : 28 Oktober 1991 PEDOMAN PENYELENGGARAAN LATIHAN PRA JABATN DAN KEPRIBADIAN BAGI CAON PEGAWAI NEGERI SIPIL / PEGAWAI NEGERI SIPIL YANG BERPENDIDIKAN SARJANA DAN SARJANA MUDA ATAU YANG SETINGKAT DI LINGKUNGAN DEPARTEMEN DALAM NEGERI

DEPARTEMEN DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA 1991 PEDOMAN PENYELENGGARAAN LATIHAN PRA JABATN DAN KEPRIBADIAN BAGI CAON PEGAWAI NEGERI SIPIL / PEGAWAI NEGERI SIPIL YANG BERPENDIDIKAN SARJANA DAN SARJANA MUDA ATAU YANG SETINGKAT DI LINGKUNGAN DEPARTEMEN DALAM NEGERI I. PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG 1. Pengangkatan CPNS dalam sesuatu pangkat didasarkan pada STTB/Ijasah/Diploma/Akta yang dimiliki oleh calon yang bersangkutan. Adapun ketentuan mengenai level kepangkatan menurut STTB/Ijasah/Diploma/Akta yang dimiliki calon adalah sebagai berikut : a. Bagi yang berijasah SD dan SMTP diberikan pangkat / golongan I. b. Bagi yang berijasah SMTA dan Sarjana Muda/Diploma diberikan pangkat/golonhan II c. Bagi yang berijasah Sarjana, Pasca Sarjana, Akata IV dan yang sederajat diberikan pangkat / golongan III. 2. CPNS sebagai pegawai baru pada umumnya belum memiliki pengetahuan mengenai organisasi / unit kerja dimana dia akan bekerja maupun tugas-tugas apa yang akan dilakukan. Oleh karena itu CPNS perlu dipersiapkan secara khusus agar mereka dapat memiliki pengenalan tentang organisasi tempat bekerja, yang menyangkut struktur, tugas pokok, fungsi, misinya serta tugas-tugas yang akan dilakukan. Disamping itu kepada mereka perlu diberikan pengetahuan dan pemaahaman mengenai pengelolaan

kepegawaian negeri (negara), pengetahuan mengenai perkantoran yang sangat penting dalam pelaksanaan tugasnya. Dengan penyiapan demikian maka CPNS bersangkutan dapat memulai karier pengabdiannya dengan baik karena telah memiliki pengetahuan dan ketrampilan yang dibutuhkan untuk pelaksanaan tugas yang diberikan kepadanya. Penyiapan CPNS sebelum memulai tugasnya dilakukan melalui Latihan Pra Jabatan (pre service training) sesuai dengan ketentuan yang digariskan oleh Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1974 yang berbunyi bahwa " Kepada Calon Pegawai Negeri Sipil yang diberikan Latihan Pra Jabatan dengan tujuan agar Calon Pegawai Negeri Sipil yang bersangkutan trampil melaksanakan tugas yang dipercayakan kepadanya". 3. Sehubungan dengan tingkt kepangkatan Calon Pegawai Negeri Sipil yang didasarkan pada latar belakang pendidikan formal yang dimiliki maka Latihan Pra Jabatan (LPJ) dibagi dalam tiga tingkatan: a. Latihan Pra Jabatan Tingkat I, yang diikuti oleh Calon Pegawai Negeri Sipil/Pegawai Negeri Sipil Golongan Tingkat I b. Latihan Pra Jabatan Tingkat II, yang diikuti oleh Calon Pegawai Negeri Sipil/Pegawai Negeri Sipil Tingkat II c. Latihan Pra Jabatan Tingkat III, yang diikuti oleh Calon Pegawai Negeri Sipil/Pegawai Negeri Sipil Tingkat III dan golongan IV. Sebagai pelaksanaan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1974 telah dikeluarkan KEPRES no 30 tahun 1981 yang mengatur secara khusus pelaksanaan LPJ bagi CPNS. Melalui LPJ para CPNS diberi bekal pengetahuan dan ketrampilan yang sifatnya dasar bagi pelaksanaan tugas yang dipercayakan kepada yang bersangkutan. 4. CPNS yang berlatar belakang pendidikan Sarjana dan Sarjana Muda, ditinjau dari umur dan golongan pangkat awal yang diperleh, mereka mempunyai potensi besar untuk menduduki posisi yang strategis di masa dating. Oleh sebab itu kepada mereka harus disiapkan secara lebih konsepsiona sejak awal kariernya sehingga dapat menjadi calon pemimpin yang berkualitas, kreatif dan berdisiplin. Mengingat prospek karier yang sedemikian itu maka para CPNS perlu dipersiapkan secara khusus bukan saja pengetahuan perkantoran tetapi perlu pembinaan kepribadian yang mencakup sikap mental, watak dan kedisiplinan serta pembinan fisik sehingga mereka mempunyai kepribadian yang tangguh, berdisiplin tinggi, ulet dan bertanggungjawab.

Untuk mencapai kualitas Pegawai Negeri Sipil seperti itu dibutuhkan suatu bentuk LPJ yang berisi latihan dan pembentukan kader yang mantap. 5. Departemen Dalam Negeri yang mengemban tugas yang khas dimana aparatnya harus ditempatkan sampai ke tingkat terbawah dari jajaran pemerintahan yang ada, maka pembentukan fisik, mental dan kepribadian bagi aparatnya dapat dicapai melalui Latihan Dasar Militer (LATSARMIL). Kualifikasi fisik, mental dan kepribadian yang tangguh dapat dibentuk melalui LATSARMIL melengkapi pengetahuan dan ketrampilan yang diberikan dalam LPJ. Kedua bentuk diklat yang disebutkan di atas yaitu LPJ dan LATSARMIL apabila digabungkan dalam satu paket program akan dapat menghasilkan CPNS seperti yang diharapkan. 6. Suatu masalah yang selalu dihadapi para CPNS dan PNS perasaan asing dan tidak tertarik untuk ditempatkan di Kecamatan dan Desa/Kelurahan oleh karena berbagai sebab keraguan yang timbul dari ketidak tahuan mengenai kondisi lingkungan Kecamatan dan Desa/Kelurahan yang sebenarnya. Untuk mengatasi masalah tersebut maka cara yang dapat ditempuh adalah dengan memberi kesempatan pada CPNS untuk mengenal lingkungan Kecamatan, Desa/Kelurahan secara dekat dan bentukbentuk permasalahan kerja yang secara konkrit dihadapi atau ditangani oleh pemerintah wilayah Kecamatan dan Pemerintah Desa. Melalui langkah demikian CPNS berkesempatan mengenal lingkungan kecamatan dan Desa dengan lebih jelas dan tepatsehingga keengganan dan keragu-raguan yang selalu membayangi mereka dapat dihapus. Pengenalan terhadap kondisi dan permasalahan konkrit di Kecamatan dan Desa/Kelurahan dapat menumbuhkan motivasi para CPNS untuk merasa terpanggil mengabdi di Kecamatan /Desa sehingga penempatan mereka di kecamatan/desa tidak dirasakan sebagai tindakan yang merugikan tetapi justeru memberi kesempatan yang baik dan penuh tantangan bagi mereka. Selain itu pengenalan terhadap kondisi dan permasalahan Kecamatan/Desa akandaat menunjang upaya-upaya untuk memperkuat PEMDA Tingkat II dalam rangka mewujudkan titik berat otonomi Daerah di DATI II. Jika semakin banyak pegawai dengan kualifikasi pendidikan Sarjana dan Sarjana Muda yang tertarik untuk bekerja di Kecamatan/Desa maka usaha untuk melancarkan pembangunan dan peningkatan pelayanan kepada masyarakat dapat dilaksanakan dengan lebih baik. Untuk mencapai sasaran seperti dikemukakan di atas maka CPNS perlu diberi kesempatan melakukan Praktek Kerja Lapangan (PKL) dengan menempatkan mereka

dengan jangka waktu tertentu di Kecamatan/Desa dan di lingkungan kerja lainnya yang ditentukan. PKL dilaksanakan dalam satu paket program bersama LPJ. Dengan demikian paket program LPJ yang perlu dilaksanakan bagi CPNS di lingkungan DEPDAGRI dan PEMDA terdiri dari empat komponen kegiatan : a. Latihan Dasar Militer (LTSARMIL) b. Bidang Substantif DEPDAGRI c. Praktek Kerja Lapangan (PKL) d. Latihan Pra Jabatan yang bersifat umum sesuai dengan ketentuan KEPRES No. 30 Tahun 1981 (LPJ) dan KEPMENDAGRI No. 172 Tahun 1982. 7. Paket program LPJ ini disebut Latihan Pra Jabatan dan Kepribadian (LPJK). Melalu program LPJK maka CPNS yang berlatar belakang pendidikan Sarjana dan Sarjana Muda dapat dibina dan dibentuk secara mantap untuk mencapai aparatur pemerintah yang lebih efisien, efektif, bersih dan berwibawa serta mampu melaksanakan seluruh tugas umum pemerintahan dan pembangunan dengan sebaik-baiknya yang dilandasi semangat dan sikap pengabdian pada masyarakat, bangsa dan negara. LPJK merupakan upaya untuk menciptakan/membentuk aparat DEPDAHRI yang memiliki kualitas intelektual, sikap mental dan fisik yang tangguh sehingga dapat melaksanakan tugas-tugas pemerintahan, pembangunan dan pembinaan masyarakat secara efisien dan efektif. Untuk memperoleh kualitas aparatur sebagaimana yang telah diuraikan di atas, dipandang perlu untuk memodifikasi Latihan Pra Jabatan yang telah diatur selama ini dengan menambahkan pembinaan dari aspek fisik dan pengenalan lingkungan kerja di wilayah Kecamatan dan Desa melalui pelaksanaan Latihan Pra Jabatan dan Pembinaan Kepribadian CPNS khususnya yang berijasah Sarjana dan Sarjana Muda atau setingkat. B. TUJUAN 1. Tujuan Umum a. Pembentukan dan pembinaan disiplin b. Memberikan arah wawasan dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsi Departemen Dalam Negeri di Pusat dan Daerah c. Menumbuh kembangkan jiwa pegawai dalam kedudukannya sebagai Aparatur Negara, Abdi Negara dan Abdi Masyarakat. 2. Tujuan Khusus

Terlatihnya para Calon Pegawai Negeri Sipil/Pegawai Negeri Sipil dalam pengenalan tugas pokok di lingkungan Departemen Dalam Negeri dan PEMDA C. PENGERTIAN Dalam keputusan ini yang dimaksud dengan : 1. Latihan Pra Jabatan dan Kepribadian (LPJK) adalah Pendidikan dan latihan Pembentukan sikap, watak dan mental Calon Pegawai Negeri Sipil agar mereka dapat bekerja dengan jujur, berdisiplin, bersemangat, bertanggungjawab dan penuh pengabdian. Sebagai modifikasi dari Latihan Pra Jabatan umum. 2. Latihan Pra Jabatan yang bersifat umum adalah latihan Pra Jabatan sebagaimana yang dimaksud dalam Keputusan Menteri Dalam Negeri No. 172 Tahun 1982 tentang Pedoman Pelaksanaan Latihan Pra Jabatan di lingkungan Departemen Dalam Negeri. 3. Pendidikan dan latihan bidang substantif adalah pendidikan dan latihan yang diberikan kepada Calon Pegawai Negeri Sipil / Pegawai Negeri Sipil, berisi materi yang berkaitan dengan bidang tugas dan fungsi Departemen Dalam Negeri. 4. Praktek Kerja Lapangan adalah teknik diklat yang bertujuan memperluas pengetahuan melalui pengamatan dan praktek langsung di lapangan (Kecamatan dan Desa/Kelurahan) dan untuk mengembangkan kemampuan dan ketrampilan menganalisa data dn fakta yang diperoleh di lokasi Praktek Kerja Lapangan sekaligus mampu menuangkan ke dalam laporan kegiatan Praktek Kerja Lapangan. 5. Latihan Dasar Militer adalah pemberian pembekalan dalam rangka pembentukan sikap, mental dan fisik yang tangguh serta untuk meningkatkan kesadaran kemampuan bela negara dalam hal ini para Calon Pegawai Negeri Sipil. 6. Pembiyaan LPJK adalah pengadaan, pengaturan,penggunaan dan pertanggungan Jawab dana yang dibutuhkan untuk pelaksanaan LPJK yang bersumber dari APBN, APBD. 7. Manajemen penyelenggaraan LPJK adalah rangkaian kegiatan secara berurutan terdiri dari tahap persiapan, pelaksanaan dan evaluasi serta uraian peranan dari masing-masing nstansi yang berkait dalam penyelenggaraan LPJK. II. SUBSTANSI PENDIDIKAN DAN LATIHAN A. KLASIFIKASI MATERI 1. Latihan Dasar Militer (LATSARMIL)

2. Bidang Substantif DEPDAGRI 3. Praktek Kerja Lapangan 4. Latihan Pra Jabatan yang bersifat umum sesuai dengan KEPMENDAGRI No. 172 Tahun 1982 B. KERANGKA KURIKULUM Kerangka Kurikulum Latihan terdiri dari : 1. Latihan Dasar Militer (LATSARMIL) meliputi: a. Pokok Dasar b. Ketrampilan c. Pelengkap/penunjang 2. Bidang Substantif DEPDAGRI meliputi: a. Kelompok Pengetahuan Dasar b. Kelompok Ketrampilan c. Kelompok Pelengkap/penunjang 3. Latihan Pra Jabatan yang bersifat umum meliputi: a. Kelompok A b. Kelompok B c. Kelompok C d. Kelompok D e. Seminar III. KELOMPOK SASARAN A. PESERTA 1. Setiap Calon Pegawai Negeri Sipil/Pegawai Negeri Sipil di lingkungan Departemen Dalam Negeri yang berpendidikan Sarjana dan Sarjana Muda atau yang setingkat, yang belum mengikuti Latihan Pra Jabatan dan Kepribadian tersebut. 2. Setiap Calon Pegawai Negeri Sipil/Pegawai Negeri Sipil yang berpendidikan Sarjana dan Sarjana Muda atau yang setingkat yang diangkat sejak tanggal 1 bapril 1990 yang telah mengikuti Latihan Pra Jabatan yang bersifat umum diwajibkan mengikuti Latihan Dasar Militer dan Bidang Substantif DEPDAGRI B. JUMLAH DAN KOMPOSISI PESERTA Jumlah peserta Latihan Pra Jabatan dan Kepribadian (LPJK) setiap angkatan ditetapkan minimal 35 orang dan apabila kurang dari ketentuan minimal (35 orang) maka dapat digabung dengan pelaksanaan lainnya.

IV. SISTEM PENDIDIKAN DAN LATIHAN A. METODE LATIHAN 1. Ceramah dan Tanya jawab 2. Diskusi/seminar 3. Studi Kasus 4. Praktek Lapangan B. JANGKA WAKTU LATIHAN 1. Sarjana Jangka waktu latihan untuk sarjana Dengan perincian = 87 hari a. Latihan Dasar Militer = 30 hari b. Diklat Bidang Substantif = 12 hari c. Praktek Lapangan = 24 hari d. Latihan Pra Jabatan yang bersifat umum = 21 hari 2. Sarjana Muda Jangka waktu latihan untuk sarjana Muda Dengan perincian = 83 hari a. Latihan Dasar Militer = 30 hari b. Diklat Bidang Substantif = 12 hari c. Praktek Lapangan = 24 hari d. Latihan Pra Jabatan yang bersifat umum = 17 hari 3. Latihan dilaksanakan secara beruntun mulai dari LATSARMIL, Bidang Substantif DEPDAGRI, Praktek Lpangan sampai dengan Latihan Pra Jabatan yang bersifat umum yang merupakan satu kesatuan. V. TENAGA PENGAJAR / PELATIH Tenaga pengajar terdiri dari unsur-unsur : a. Widyaiswara dalam jajaran DEPDAGRI b. Depdagri / pemda c. Rindam / korem SETEMPAT d. BAKN e. Universitas Negeri setempat VI. MATERI LATIHAN Materi latihan dipersiapkan oleh masing-masing tenaga pengajar untuk LPJK,

Berdasarkan pedoman yang diberikan dan untuk LPJK yang bersifat umum dipersiapkan oleh BAKN dan LAN. VII. MANAJEMEN PENYELENGGARAAN LPJK A. PENGORGANISASIAN 1. PANITIA DI DAERAH a. KEPANITIAAN PADA PEMERINTAH DAERAH TINGKAT I NO Jabatan kepanitiaan Jabatan Struktural 1. Pembina SEKWILDA Tingkat.I 2. Pengarah ASISTEN SEKWILDA Bidang 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. Ketua Panitia Wakil Ketua Sekretaris Administrasi dan umum KA. DIKLAT PROPINSI KARO KEPEG.SETWILDA KABID. Peng. DIKLAT PROPINSI DANREM Kepala BP 7 PROPINSI KAMAWIL HANSIP KADIT SOSPOL KARO Keuangan KABAG Pengembangan Pegawai Biro Kepegawaian KABAG Umum Biro Kepegawaian b. Panitian penyelenggaraan untuk DATI II dapat ditetapkan dengan menyesuaikan pada pola tersebut di atas.