BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN A. Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) APBD adalah rencana keuangan tahunan pemerintahan daerah yang disetujui oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah dan ditetapkan dengan peraturan daerah. Agar penyelenggaraan pemerintahan daerah dapat dilaksanakan sesuai dengan rencana, maka APBD harus ditetapkan paling lambat tanggal 31 Desember sebelum tahun anggaran tersebut dimulai. Untuk penyusunan APBD tahun anggaran 2013 berpedoman pada Permendagri mor 37 Tahun 2012 tentang Pedoman Penyusunan APBD Tahun Anggaran 2013. Pada tujuh daerah yang diteliti, semuanya telah menetapkan APBD tahun anggaran 2013. Hal tersebut dapat dilihat dalam tabel berikut. 26
27 Tabel 4.1 Daftar Tanggal Penetapan APBD Nama Pemda Tanggal Penetapan APBD 1 Prov DKI Jakarta 25/02/2013 2 Kab Garut 16/01/2013 3 Kab Kuningan 29/01/2013 4 Kab Purwakarta 31/01/2013 5 Kab Subang 11/01/2013 6 Kota Bandung 06/02/2013 7 Kota Cirebon 18/01/2013 B. Penyusunan dan Penetapan APBD APBD disusun melalui suatu proses yang dimulai dari penyusunan dan penetapan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD); penyusunan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS); penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (RKA-SKPD) dan penyampaian rancangan peraturan daerah (raperda) APBD; pembahasan rancangan peraturan daerah (Raperda) APBD di DPRD; sampai dengan evaluasi rancangan peraturan daerah (Raperda) APBD dan rancangan peraturan kepala daerah (Raperkada) penjabaran APBD oleh Gubernur atau Menteri Dalam Negeri serta penetapan perda APBD dan perkada penjabaran APBD. Sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku, setiap tahapan proses penyusunan APBD mempunyai batas waktu (tanggal penyelesaian). Hal ini dimaksudkan untuk menjamin proses penyusunan APBD berjalan sesuai dengan ketentuan dan dapat ditetapkan secara tepat waktu.
28 Ketepatan waktu penyusunan APBD tidak hanya dilihat dari tahapan akhirnya yaitu penetapan APBD, akan tetapi harus dilihat pada tiap proses yang terjadi dalam tahapan penyusunan APBD, karena keluaran (output) dari tahap sebelumnya menjadi masukan (input) bagi tahap selanjutnya. Batas waktu masing-masing tahapan dapat dilihat pada tabel berikut. Tabel 4.2 Batasan Waktu Proses Penyusunan dan Penetapan APBD Nama Pemda Tanggal Penetapan APBD 1 Penyusunan dan penetapan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Akhir bulan Mei atau tanggal 31 Mei 2 Penyusunan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas dan Plafon Anggaran Akhir bulan Juli atau tanggal 31 Juli Sementara (PPAS) 3 Penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (RKA- Minggu pertama bulan Otober atau tanggal 7 Oktober SKPD) dan penyampaian raperda APBD 4 Pembahasan raperda APBD di DPRD Satu bulan sebelum tahun anggaran berakhir atau tanggal 30 vember 5 Evaluasi raperda APBD dan raperkada 31 Desember penjabaran APBD oleh Gubernur atau Menteri Dalam Negeri serta penetapan perda APBD dan perkada penjabaran APBD Kondisi penyelesaian masing-masing tahapan pada tujuh daerah yang diteliti adalah seperti yang tercantum dalam tabel berikut.
29 Tabel 4.3 Tanggal Penyelesaian Proses Penyusunan dan Penetapan APBD Nama Pemda Tahap 1 Tahap 2 Tahap 3 Tahap 4 Tahap 5 Batas Waktu 31/5/2012 31/7/2012 07/10/2012 30/11/2012 31/12/2012 1 Prov DKI Jakarta 29/05/2012 07/12/2012 20/12/2012 26/01/2013 25/02/2013 2 Kab Garut 01/05/2012 06/08/2012 05/10/2012 18/12/2012 16/01/2013 3 Kab Kuningan 14/05/2012 31/08/2012 15/10/2012 21/12/2012 29/01/2013 4 Kab Purwakarta 28/05/2012 02/11/2012 13/11/2012 26/12/2012 31/01/2013 5 Kab Subang 14/06/2012 07/11/2012 21/11/2012 10/12/2012 11/01/2013 6 Kota Bandung 13/06/2012 26/12/2012 27/12/2012 31/12/2012 06/02/2013 7 Kota Cirebon 31/05/2012 30/07/2012 15/10/2012 13/12/2012 18/01/2013 Keterangan: Tahap 1 : Penyusunan dan penetapan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahap 2 : Penyusunan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Tahap 3 : Penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (RKA-SKPD) dan penyampaian raperda APBD Tahap 4 : Pembahasan raperda APBD di DPRD Tahap 5 : Evaluasi raperda APBD dan raperkada penjabaran APBD oleh Gubernur atau Menteri Dalam Negeri
30 Tabel 4.4 Daftar Simpulan Keterlambatan Nama Pemda Tahap 1 Tahap 2 Tahap 3 Tahap 4 Tahap 5 1 Prov DKI Tidak Terlambat Terlambat Terlambat Terlambat Jakarta Terlambat 2 Kab Garut Tidak Terlambat Tidak Terlambat Terlambat Terlambat Terlambat 3 Kab Kuningan Tidak Terlambat Terlambat Terlambat Terlambat Terlambat 4 Kab Purwakarta Tidak Terlambat Terlambat Terlambat Terlambat Terlambat 5 Kab Subang Terlambat Terlambat Terlambat Terlambat Terlambat 6 Kota Bandung Terlambat Terlambat Terlambat Terlambat Terlambat 7 Kota Cirebon Tidak Terlambat Tidak Terlambat Terlambat Terlambat Terlambat Keterangan: Tahap 1 : Penyusunan dan penetapan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahap 2 : Penyusunan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Tahap 3 : Penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (RKA-SKPD) dan penyampaian raperda APBD Tahap 4 : Pembahasan raperda APBD di DPRD Tahap 5 : Evaluasi raperda APBD dan raperkada penjabaran APBD oleh Gubernur atau Menteri Dalam Negeri Berdasarkan kondisi tersebut diatas, dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan masing-masing tahapan hampir semuanya terlambat. C. Kendala-Kendala yang Menyebabkan Keterlambatan Kendala-kendala yang menyebabkan keterlambatan penyusunan dan penetapan APBD adalah kelemahan-kelemahan dari unit kerja yang terkait dalam proses penyusunan dan penetapan APBD.
31 Dalam proses penyusunan APBD terdapat pihak-pihak atau unit organisasi yang terlibat didalamnya. Mereka bekerja dan berperan sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan. Namun demikian dalam pelaksanaannya terdapat kendala-kendala yang menyebabkan penyusunan APBD tidak tepat waktu. Pihak-pihak atau unit organisasi yang terlibat dalam proses penyusunan APBD yaitu Kepala Daerah, Sekretariat Daerah (Setda), Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), Tim Anggaran Pemerintah Daerah (), Pejabat Pengelola Keuangan Daerah (PPKD), Gubernur dan Menteri Dalam Negeri (selaku evaluator), serta Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD). Kendala yang menyebabkan keterlambatan penyusunan dan penetapan APBD tahun 2013 secara rinci pada tujuh daerah yang diteliti dapat dilihat dalam tabel berikut. Tabel 4.5 Daftar Kendala Penyusunan dan Penetapan APBD pada Provinsi DKI Jakarta 1 Belum sinkronnya program dan kegiatan dalam Rencana Kerja Satuan Kerja Perangkat Daerah (Renja SKPD) dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), sehingga diperlukan tambahan waktu untuk melakukan sinkronisasi tersebut 2 Tim Anggaran Pemerintah Daerah () terlambat menyusun rancangan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) karena adanya proses penyusunan APBD-P tahun berjalan 3 Kepala daerah terlambat menyampaikan rancangan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) kepada panitia SKPD
32 anggaran DPRD karena transisi pergantian kepala daerah 4 Kepala daerah terlambat menerbitkan surat edaran mengenai pedoman penyusunan RKA-SKPD karena transisi pergantian kepala daerah 5 Perbaikan hasil evaluasi oleh Tim Anggaran Pemerintah Daerah () yang melibatkan SKPD mengalami kendala karena masih menggunakan cara manual belum menggunakan aplikasi komputer KDH Keterlambatan penyusunan APBD di Provinsi DKI Jakarta disebabkan oleh kelemahan dari pihak-pihak/unit organisasi yang terkait yaitu SKPD,, dan Kepala Daerah. Proses pengesahan APBD Tahun 2013 Provinsi DKI Jakarta mengalami keterlambatan akibat adanya perombakan pada program pembangunan oleh Gubernur DKI, Jokowi (tempo.co, 2013). Tabel 4.6 Daftar Kendala Penyusunan dan Penetapan APBD Pada Kabupaten Garut 1 Realisasi jadwal sidang pembahasan tidak sesuai dengan ketentuan mengenai penetapan APBD karena banyaknya agenda kegiatan DPRD 2 Penyampaian raperda APBD persetujuan bersama dan raperkada penjabaran APBD oleh Tim Anggaran Pemerintah Daerah () terlambat DPRD Keterlambatan penyusunan APBD di Kabupaten Garut disebabkan oleh kelemahan dari pihak-pihak/unit organisasi yang terkait yaitu DPRD dan. Proses
33 penyusunan APBD Tahun 2013 Kabupaten Garut dilakukan di tengah meningkatnya konstelasi politik akibat kasus yang menimpa Bupati Garut, H.M. Aceng Fikri. Tugas DPRD menjadi semakin berat karena dalam waktu yang hampir bersamaan, DPRD Kabupaten Garut juga harus menyelesaikan masalah pelanggaran etika yang diduga dilakukan oleh Bupati H.M. Aceng Fikri (garut-express.com, 2013). Tabel 4.7 Daftar Kendala Penyusunan dan Penetapan APBD Pada Kabupaten Kuningan 1 Tim Anggaran Pemerintah Daerah () tidak mentaati jadwal pembahasan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) seperti yang telah ditetapkan karena antara lain ada agenda kegiatan lain yang lebih prioritas 2 Panitia anggaran DPRD tidak mentaati jadwal pembahasan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) seperti yang telah ditetapkan (misalnya karena tidak memenuhi kuorum, sedang dalam masa reses) 3 SDM yang kurang memadai pada Tim Anggaran Pemerintah Daerah () untuk menyusun rancangan pedoman penyusunan RKA-SKPD, baik secara kualitas maupun kuantitas 4 Proses pembahasan dalam sidang DPRD yang berlarutlarut disebabkan karena DPRD menambahkan substansi ke dalam raperda APBD diluar nota kesepakatan KUA- PPAS 5 Perbaikan hasil evaluasi oleh Tim Anggaran Pemerintah Daerah () yang melibatkan DPRD mengalami kendala karena terjadi tarik ulur dengan pihak eksekutif dalam pembahasan hasil koreksi 6 Penyampaian hasil evaluasi atas raperda APBD persetujuan bersama dan raperkada Penjabaran APBD terlambat DPRD DPRD
34 Keterlambatan penyusunan APBD di Kabupaten Kuningan disebabkan oleh kelemahan dari pihak-pihak/unit organisasi yang terkait yaitu DPRD dan. Pada tahapan evaluasi raperda APBD Tahun 2013 Kabupaten Garut, banyak hal yang harus diperbaiki berdasarkan hasil evaluasi oleh Gubernur Provinsi Jawa Barat (kuningannews.com, 2013). Tabel 4.8 Daftar Kendala Penyusunan dan Penetapan APBD pada Kabupaten Purwakarta 1 Data terkait penyusunan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) selain yang ada dalam RKPD tidak disediakan oleh SKPD dengan cepat/tepat 2 Tim Anggaran Pemerintah Daerah () belum menyusun jadwal pembahasan dengan panitia anggaran untuk membahas rancangan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) 3 Panitia anggaran DPRD tidak mentaati jadwal pembahasan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) seperti yang telah ditetapkan 4 Perbaikan hasil evaluasi oleh Tim Anggaran Pemerintah Daerah () yang melibatkan SKPD mengalami kendala karena terdapat agenda kegiatan yang lain 5 Perbaikan hasil evaluasi oleh yang melibatkan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) mengalami kendala karena banyaknya perbaikan 6 Perbaikan hasil evaluasi oleh Tim Anggaran Pemerintah Daerah () yang melibatkan DPRD mengalami kendala karena banyaknya agenda kegiatan DPRD SKPD DPRD
35 Keterlambatan penyusunan APBD di Kabupaten Purwakarta disebabkan oleh kelemahan dari pihak-pihak/unit organisasi yang terkait yaitu SKPD,, dan DPRD. Tabel 4.9 Daftar Kendala Penyusunan dan Penetapan APBD pada Kabupaten Subang 1 SDM yang kurang memadai pada Bappeda untuk menyusun RKPD, baik secara kualitas maupun kuantitas 2 SDM yang kurang memadai pada Tim Anggaran Pemerintah Daerah () untuk menyusun rancangan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS), baik secara kualitas maupun kuantitas 3 Penyampaian raperda APBD persetujuan bersama dan raperkada penjabaran APBD oleh Tim Anggaran Pemerintah Daerah () terlambat BAPPEDA Keterlambatan penyusunan APBD di Kabupaten Subang disebabkan oleh kelemahan dari pihak-pihak/unit organisasi yang terkait yaitu Bappeda dan. Tabel 4.10 Daftar Kendala Penyusunan dan Penetapan APBD pada Kota Bandung 1 Bappeda tidak mentaati jadwal penyusunan RKPD seperti yang telah ditetapkan karena antara lain ada agenda kegiatan lain yang lebih prioritas 2 Bappeda tidak mentaati jadwal musrenbang kecamatan seperti yang telah ditetapkan karena antara lain ada agenda kegiatan lain yang lebih prioritas BAPPEDA BAPPEDA
36 3 Tim Anggaran Pemerintah Daerah () tidak mentaati jadwal pembahasan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) seperti yang telah ditetapkan karena antara lain ada agenda kegiatan lain yang lebih prioritas 4 Kurangnya pengawasan dari Sekda selaku koordinator Tim Anggaran Pemerintah Daerah () dalam rangka proses penyusunan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) 5 Panitia anggaran DPRD tidak mentaati jadwal pembahasan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) seperti yang telah ditetapkan 6 Perbaikan hasil evaluasi oleh Tim Anggaran Pemerintah Daerah () yang melibatkan SKPD mengalami kendala karena banyaknya perbaikan SETDA DPRD Keterlambatan penyusunan APBD di Kota Bandung disebabkan oleh kelemahan dari pihak-pihak/unit organisasi yang terkait yaitu Bappeda,, Setda, dan DPRD. Tabel 4.11 Daftar Kendala Penyusunan dan Penetapan APBD pada Kota Cirebon 1 Kepala daerah terlambat menerbitkan surat edaran mengenai pedoman penyusunan RKA-SKPD karena terjadi proses pemilihan kepala daerah (pilkada) 2 Realisasi jadwal sidang pembahasan tidak sesuai dengan ketentuan mengenai penetapan APBD karena banyaknya agenda kegiatan DPRD 3 Proses pembahasan dalam sidang DPRD yang berlarutlarut disebabkan karena DPRD menambahkan substansi ke dalam raperda APBD diluar nota kesepakatan KUA- PPAS untuk mengakomodir aspirasi DPRD sehingga KDH DPRD DPRD
37 terjadi tarik ulur dengan pihak eksekutif dalam pembahasan 4 Perbaikan hasil evaluasi oleh Tim Anggaran Pemerintah Daerah () yang melibatkan DPRD mengalami kendala karena banyaknya agenda kegiatan DPRD Keterlambatan penyusunan APBD di Kota Cirebon disebabkan oleh kelemahan dari pihak-pihak/unit organisasi yang terkait yaitu Kepala Daerah, DPRD dan. Berdasarkan hasil analisis data tersebut di atas, diketahui bahwa masing-masing pihak/unit organisasi memberikan peran dalam keterlambatan proses penyusunan dan penetapan APBD. Berbagai kendala yang menjadi penyebab keterlambatan penyusunan dan penetapan APBD tahun 2013 pada tujuh daerah yang diteliti dapat disimpulkan yaitu: 1. Kelemahan pada unit kerja Bappeda, yaitu berupa SDM yang kurang memadai baik secara kualitas maupun kuantitas untuk menyusun Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD), tidak mentaati jadwal penyusunan RKPD seperti yang telah ditetapkan, dan tidak mentaati jadwal musrenbang. 2. Kelemahan pada unit kerja Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), yaitu SKPD memerlukan waktu lama untuk sinkronisasi data program dan kegiatan dalam Rencana Kerja Satuan Kerja Perangkat Daerah (Renja SKPD) dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD); dan tidak menyediakan data
38 terkait penyusunan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) secara cepat dan tepat. 3. Kelemahan pada unit kerja Sekretariat Daerah (Setda) yaitu kurang mengawasi proses penyusunan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS). 4. Kelemahan pada pihak DPRD, yaitu Panitia anggaran DPRD tidak mentaati jadwal pembahasan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) seperti yang telah ditetapkan, realisasi jadwal sidang pembahasan tidak sesuai dengan ketentuan karena banyaknya agenda kegiatan DPRD, dan proses pembahasan dalam sidang DPRD yang berlarut-larut disebabkan karena DPRD menambahkan substansi ke dalam raperda APBD diluar nota kesepakatan KUA-PPAS. 5. Kelemahan pada pihak Tim Anggaran Pemerintah Daerah (), yaitu SDM yang kurang memadai baik secara kualitas maupun kuantitas untuk menyusun rancangan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) dan rancangan pedoman penyusunan RKA-SKPD, perbaikan hasil evaluasi raperda APBD membutuhkan waktu lama, penyampaian raperda APBD dan atau penyampaian hasil evaluasi atas raperda APBD membutuhkan waktu lama, terlambat menyusun rancangan KUA dan PPAS karena adanya proses penyusunan APBD-P tahun berjalan, tidak mentaati jadwal pembahasan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas
39 dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS), dan perbaikan hasil evaluasi oleh mengalami kendala. 6. Kelemahan pada pihak Kepala daerah yaitu terlambat menerbitkan surat edaran mengenai pedoman penyusunan RKA-SKPD.