BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN

dokumen-dokumen yang mirip
DAFTAR PUSTAKA. Mahmudi Akuntansi Sektor Publik, UII Press, Yogyakarta. Mardiasmo Akuntansi Sektor Publik, Penerbit Andi, Yogyakarta.

BAB II LANDASAN TEORI

RANCANGAN PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA NOMOR TAHUN 2014 TENTANG

TENTANG SISTEM PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH KABUPATEN BANDUNG

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

ALUR PERENCANAAN PROGRAM & PENGANGGARAN

B U P A T I T A N A H L A U T PROVINSI KALIMANTAN SELATAN PERATURAN BUPATI TANAH LAUT NOMOR 76 TAHUN 2014

BADAN PENGELOLA KEUANGAN DAN ASET DAERAH Nama SOP PENYUSUNAN APBD

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

PERATURAN DAERAH KABUPATEN BANDUNG NOMOR 4 TAHUN 2014 TENTANG SISTEM PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH KABUPATEN BANDUNG

MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA, PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 23 TAHUN 2013 TENTANG

Proses Perencanaan dan Penganggaran Daerah. Syukriy Abdullah

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA,

- 2 - Penanggulangan Bencana (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 66, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4723);

BUPATI KARO PROVINSI SUMATERA UTARA

KEMENTERIAN DALAM NEGERI

G U B E R N U R SUMATERA BARAT

BUPATI PANDEGLANG PROVINSI BANTEN RANCANGAN PERATURAN DAERAH KABUPATEN PANDEGLANG DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI PANDEGLANG,

BUPATI MALUKU TENGGARA

JADWAL ANGGARAN BERDASARKAN KESEPAKATAN BERSAMA WALIKOTA DAN PIMPINAN DPRD APBD 2017

GUBERNUR BALI PERATURAN GUBERNUR BALI NOMOR 37 TAHUN 2017 TENTANG RENCANA KERJA PEMERINTAH DAERAH PROVINSI BALI TAHUN 2018

1.1 Latar Belakang PPAS APBD 2016 BAB I 1

BUPATI MALANG PERATURAN BUPATI MALANG NOMOR 20 TAHUN 2011 TENTANG MEKANISME TAHUNAN PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN KABUPATEN MALANG BUPATI MALANG,

TELAHAAN STAF. I. Pokok Persoalan :

- 1 - KEPUTUSAN BUPATI BOLAANG MONGONDOW UTARA NOMOR 2.A TAHUN 2012

G U B E R N U R SUMATERA BARAT

BADAN PENGELOLA KEUANGAN DAN ASET DAERAH Nama SOP PENYUSUNAN P-APBD

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN BANTUL. No.04,2015 Bagian Hukum Sekretariat Daerah Kabupaten Bantul. Pedoman, pembentukan, produk hukum, daerah

GUBERNUR SUMATERA UTARA

Pengaturan Daerah Pengelolaan Keuangan Daerah

METODE TEKNIK PENYUSUNAN. Lab. Politik dan Tata Pemerintahan, Fakultas Ilmu Administrasi, Universitas Brawijaya

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang

PERATURAN WALIKOTA TANGERANG SELATAN

JADWAL TAHUNAN PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN KABUPATEN MALANG

Department of Business Adminstration Brawijaya University

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN BANTUL BUPATI BANTUL DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA PERATURAN DAERAH KABUPATEN BANTUL NOMOR 07 TAHUN 2016 TENTANG

GUBERNUR SUMATERA BARAT

Perencanaan dan Penganggaran. Provinsi DKI Jakarta

LAMPIRAN PERATURAN GUBERNUR JAWA TIMUR LAMPIRAN NOMOR : 40 TAHUN 2012 LAMPIRAN TANGGAL : 30 MEI 2012

Mekanisme Pengalokasian Anggaran APBA Badan Pengelolaan Keuangan Aceh 2017

STRATEGI PENGANGGARAN KEGIATAN TIM TERPADU DAN RENCANA AKSI PENANGANAN KONFLIK SOSIAL

Pengelolaan Keuangan Daerah & APBD

RENCANA KERJA PEMBANGUNAN DAERAH (RKPD) PROVINSI JAWA TIMUR TAHUN 2014 BAB I PENDAHULUAN

RENCANA KERJA PEMBANGUNAN DAERAH (RKPD) PROVINSI JAWA TIMUR TAHUN 2015 BAB I PENDAHULUAN

SIKLUS ANGGARAN PEMERINTAH DAERAH

PERATURAN DAERAH KABUPATEN BANJAR NOMOR 5 TAHUN 2013 TENTANG SISTEM PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI BANJAR,

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

PENGANGGARAN SEKTOR PUBLIK

SISTEM DAN PROSEDUR PENYUSUNAN KEBIJAKAN UMUM APBD DAN PRIORITAS DAN PLAFON ANGGARAN SEMENTARA

WALIKOTA YOGYAKARTA DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA PERATURAN WALIKOTA YOGYAKARTA NOMOR 27 TAHUN 2016 TENTANG

BUPATI TEMANGGUNG PERATURAN DAERAH KABUPATEN TEMANGGUNG NOMOR 13 TAHUN 2011 TENTANG SISTEM PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH

PERATURAN DAERAH KABUPATEN BUTON UTARA NOMOR 1 TAHUN 2015 SISTEM PENYUSUNAN ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DAERAH

PAPARAN MENTERI DALAM NEGERI PENYUSUNAN ANGGARAN DAN PENGENDALIAN PEMBANGUNAN DAERAH

POKOK-POKOK PIKIRAN DPRD PROVINSI RIAU

GUBERNUR BALI PERATURAN GUBERNUR BALI NOMOR 21 TAHUN 2016 TENTANG TATA CARA, MEKANISME DAN TAHAPAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH

BUPATI GARUT PROVINSI JAWA BARAT

BUPATI CIAMIS PROVINSI JAWA BARAT PERATURAN BUPATI CIAMIS NOMOR 15 TAHUN 2017 TENTANG RENCANA KERJA PEMBANGUNAN DAERAH KABUPATEN CIAMIS TAHUN 2018

MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA

BUPATI KAYONG UTARA PERATURAN BUPATI KAYONG UTARA NOMOR 16 TAHUN 2012 TENTANG RENCANA KERJA PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN KAYONG UTARA TAHUN 2013

WALIKOTA BANDUNG PROVINSI JAWA BARAT PERATURAN WALIKOTA BANDUNG NOMOR 978 TAHUN 2016 TENTANG PERUBAHAN RENCANA KERJA PEMERINTAH DAERAH TAHUN 2016

PECAPP. Proses Perencanaan dan. Penganggaran Daerah. Syukriy Abdullah. A-PDF Watermark DEMO: Purchase from to remove the watermark

KOORDINASI TEKNIS PEMBANGUNAN

KERANGKA ACUAN KERJA (K A K) PELAKSANAAN KEGIATAN (2017)

PERATURAN DAERAH KABUPATEN BELITUNG TIMUR NOMOR 17 TAHUN 2012 TENTANG SISTEM PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH KABUPATEN BANDUNG NOMOR 1 TAHUN 2015 TENTANG

Powered by TCPDF (

Tupoksi Bidang Penelitian, Pengembangan, Pendataan dan Pelaporan

Pointers Konsultasi Publik RKPD DKI Jakarta Tahun 2018 PEMERINTAH PROVINSI DAERAH KHUSUS IBUKOTA JAKARTA

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN FLORES TIMUR. No. 1, 2013 Penjelasan dalam Tambahan Lembaran Daerah Kabupaten Flores Timur Nomor 0085

BUPATI PASURUAN PERATURAN BUPATI PASURUAN NOMOR 18 TAHUN 2015 TENTANG RENCANA KERJA PEMBANGUNAN DAERAH (RKPD) KABUPATEN PASURUAN TAHUN 2016

DEPARTEMEN DALAM NEGERI DIREKTORAT JENDERAL BINA ADMINISTRASI KEUANGAN DAERAH TAHUN 2006

PEMERINTAH KABUPATEN KULON PROGO

BAB I PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG

BUPATI SIDOARJO PROVINSI JAWA TIMUR PERATURAN DAERAH KABUPATEN SIDOARJO NOMOR 17 TAHUN 2016 TENTANG

BAB I P E N D A H U L U A N

PERATURAN BUPATI CIREBON NOMOR 7 TAHUN 2014 TENTANG RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH DAERAH (RPJMD) TRANSISI KABUPATEN CIREBON TAHUN 2015

ERITA DAERAH KABUPATEN MAJALENGKA SISTEM DAN PROSEDUR PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH KABUPATEN MAJALENGKA

PEMERINTAH KABUPATEN KEPULAUAN SELAYAR

BUPATI TRENGGALEK PROVINSI JAWA TIMUR SALINAN PERATURAN DAERAH KABUPATEN TRENGGALEK NOMOR 4 TAHUN 2014 TENTANG SISTEM PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH

STRUKTUR, PENYUSUNAN DAN PENETAPAN APBD

WALIKOTA BUKITTINGGI PROVINSI SUMATERA BARAT

Lab. Politik dan Tata Pemerintahan, Fakultas Ilmu Administrasi, Universitas Brawijaya. 4. Prinsip APBD 5. Struktur APBD

Transkripsi:

BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN A. Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) APBD adalah rencana keuangan tahunan pemerintahan daerah yang disetujui oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah dan ditetapkan dengan peraturan daerah. Agar penyelenggaraan pemerintahan daerah dapat dilaksanakan sesuai dengan rencana, maka APBD harus ditetapkan paling lambat tanggal 31 Desember sebelum tahun anggaran tersebut dimulai. Untuk penyusunan APBD tahun anggaran 2013 berpedoman pada Permendagri mor 37 Tahun 2012 tentang Pedoman Penyusunan APBD Tahun Anggaran 2013. Pada tujuh daerah yang diteliti, semuanya telah menetapkan APBD tahun anggaran 2013. Hal tersebut dapat dilihat dalam tabel berikut. 26

27 Tabel 4.1 Daftar Tanggal Penetapan APBD Nama Pemda Tanggal Penetapan APBD 1 Prov DKI Jakarta 25/02/2013 2 Kab Garut 16/01/2013 3 Kab Kuningan 29/01/2013 4 Kab Purwakarta 31/01/2013 5 Kab Subang 11/01/2013 6 Kota Bandung 06/02/2013 7 Kota Cirebon 18/01/2013 B. Penyusunan dan Penetapan APBD APBD disusun melalui suatu proses yang dimulai dari penyusunan dan penetapan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD); penyusunan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS); penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (RKA-SKPD) dan penyampaian rancangan peraturan daerah (raperda) APBD; pembahasan rancangan peraturan daerah (Raperda) APBD di DPRD; sampai dengan evaluasi rancangan peraturan daerah (Raperda) APBD dan rancangan peraturan kepala daerah (Raperkada) penjabaran APBD oleh Gubernur atau Menteri Dalam Negeri serta penetapan perda APBD dan perkada penjabaran APBD. Sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku, setiap tahapan proses penyusunan APBD mempunyai batas waktu (tanggal penyelesaian). Hal ini dimaksudkan untuk menjamin proses penyusunan APBD berjalan sesuai dengan ketentuan dan dapat ditetapkan secara tepat waktu.

28 Ketepatan waktu penyusunan APBD tidak hanya dilihat dari tahapan akhirnya yaitu penetapan APBD, akan tetapi harus dilihat pada tiap proses yang terjadi dalam tahapan penyusunan APBD, karena keluaran (output) dari tahap sebelumnya menjadi masukan (input) bagi tahap selanjutnya. Batas waktu masing-masing tahapan dapat dilihat pada tabel berikut. Tabel 4.2 Batasan Waktu Proses Penyusunan dan Penetapan APBD Nama Pemda Tanggal Penetapan APBD 1 Penyusunan dan penetapan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Akhir bulan Mei atau tanggal 31 Mei 2 Penyusunan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas dan Plafon Anggaran Akhir bulan Juli atau tanggal 31 Juli Sementara (PPAS) 3 Penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (RKA- Minggu pertama bulan Otober atau tanggal 7 Oktober SKPD) dan penyampaian raperda APBD 4 Pembahasan raperda APBD di DPRD Satu bulan sebelum tahun anggaran berakhir atau tanggal 30 vember 5 Evaluasi raperda APBD dan raperkada 31 Desember penjabaran APBD oleh Gubernur atau Menteri Dalam Negeri serta penetapan perda APBD dan perkada penjabaran APBD Kondisi penyelesaian masing-masing tahapan pada tujuh daerah yang diteliti adalah seperti yang tercantum dalam tabel berikut.

29 Tabel 4.3 Tanggal Penyelesaian Proses Penyusunan dan Penetapan APBD Nama Pemda Tahap 1 Tahap 2 Tahap 3 Tahap 4 Tahap 5 Batas Waktu 31/5/2012 31/7/2012 07/10/2012 30/11/2012 31/12/2012 1 Prov DKI Jakarta 29/05/2012 07/12/2012 20/12/2012 26/01/2013 25/02/2013 2 Kab Garut 01/05/2012 06/08/2012 05/10/2012 18/12/2012 16/01/2013 3 Kab Kuningan 14/05/2012 31/08/2012 15/10/2012 21/12/2012 29/01/2013 4 Kab Purwakarta 28/05/2012 02/11/2012 13/11/2012 26/12/2012 31/01/2013 5 Kab Subang 14/06/2012 07/11/2012 21/11/2012 10/12/2012 11/01/2013 6 Kota Bandung 13/06/2012 26/12/2012 27/12/2012 31/12/2012 06/02/2013 7 Kota Cirebon 31/05/2012 30/07/2012 15/10/2012 13/12/2012 18/01/2013 Keterangan: Tahap 1 : Penyusunan dan penetapan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahap 2 : Penyusunan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Tahap 3 : Penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (RKA-SKPD) dan penyampaian raperda APBD Tahap 4 : Pembahasan raperda APBD di DPRD Tahap 5 : Evaluasi raperda APBD dan raperkada penjabaran APBD oleh Gubernur atau Menteri Dalam Negeri

30 Tabel 4.4 Daftar Simpulan Keterlambatan Nama Pemda Tahap 1 Tahap 2 Tahap 3 Tahap 4 Tahap 5 1 Prov DKI Tidak Terlambat Terlambat Terlambat Terlambat Jakarta Terlambat 2 Kab Garut Tidak Terlambat Tidak Terlambat Terlambat Terlambat Terlambat 3 Kab Kuningan Tidak Terlambat Terlambat Terlambat Terlambat Terlambat 4 Kab Purwakarta Tidak Terlambat Terlambat Terlambat Terlambat Terlambat 5 Kab Subang Terlambat Terlambat Terlambat Terlambat Terlambat 6 Kota Bandung Terlambat Terlambat Terlambat Terlambat Terlambat 7 Kota Cirebon Tidak Terlambat Tidak Terlambat Terlambat Terlambat Terlambat Keterangan: Tahap 1 : Penyusunan dan penetapan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahap 2 : Penyusunan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Tahap 3 : Penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (RKA-SKPD) dan penyampaian raperda APBD Tahap 4 : Pembahasan raperda APBD di DPRD Tahap 5 : Evaluasi raperda APBD dan raperkada penjabaran APBD oleh Gubernur atau Menteri Dalam Negeri Berdasarkan kondisi tersebut diatas, dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan masing-masing tahapan hampir semuanya terlambat. C. Kendala-Kendala yang Menyebabkan Keterlambatan Kendala-kendala yang menyebabkan keterlambatan penyusunan dan penetapan APBD adalah kelemahan-kelemahan dari unit kerja yang terkait dalam proses penyusunan dan penetapan APBD.

31 Dalam proses penyusunan APBD terdapat pihak-pihak atau unit organisasi yang terlibat didalamnya. Mereka bekerja dan berperan sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan. Namun demikian dalam pelaksanaannya terdapat kendala-kendala yang menyebabkan penyusunan APBD tidak tepat waktu. Pihak-pihak atau unit organisasi yang terlibat dalam proses penyusunan APBD yaitu Kepala Daerah, Sekretariat Daerah (Setda), Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), Tim Anggaran Pemerintah Daerah (), Pejabat Pengelola Keuangan Daerah (PPKD), Gubernur dan Menteri Dalam Negeri (selaku evaluator), serta Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD). Kendala yang menyebabkan keterlambatan penyusunan dan penetapan APBD tahun 2013 secara rinci pada tujuh daerah yang diteliti dapat dilihat dalam tabel berikut. Tabel 4.5 Daftar Kendala Penyusunan dan Penetapan APBD pada Provinsi DKI Jakarta 1 Belum sinkronnya program dan kegiatan dalam Rencana Kerja Satuan Kerja Perangkat Daerah (Renja SKPD) dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), sehingga diperlukan tambahan waktu untuk melakukan sinkronisasi tersebut 2 Tim Anggaran Pemerintah Daerah () terlambat menyusun rancangan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) karena adanya proses penyusunan APBD-P tahun berjalan 3 Kepala daerah terlambat menyampaikan rancangan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) kepada panitia SKPD

32 anggaran DPRD karena transisi pergantian kepala daerah 4 Kepala daerah terlambat menerbitkan surat edaran mengenai pedoman penyusunan RKA-SKPD karena transisi pergantian kepala daerah 5 Perbaikan hasil evaluasi oleh Tim Anggaran Pemerintah Daerah () yang melibatkan SKPD mengalami kendala karena masih menggunakan cara manual belum menggunakan aplikasi komputer KDH Keterlambatan penyusunan APBD di Provinsi DKI Jakarta disebabkan oleh kelemahan dari pihak-pihak/unit organisasi yang terkait yaitu SKPD,, dan Kepala Daerah. Proses pengesahan APBD Tahun 2013 Provinsi DKI Jakarta mengalami keterlambatan akibat adanya perombakan pada program pembangunan oleh Gubernur DKI, Jokowi (tempo.co, 2013). Tabel 4.6 Daftar Kendala Penyusunan dan Penetapan APBD Pada Kabupaten Garut 1 Realisasi jadwal sidang pembahasan tidak sesuai dengan ketentuan mengenai penetapan APBD karena banyaknya agenda kegiatan DPRD 2 Penyampaian raperda APBD persetujuan bersama dan raperkada penjabaran APBD oleh Tim Anggaran Pemerintah Daerah () terlambat DPRD Keterlambatan penyusunan APBD di Kabupaten Garut disebabkan oleh kelemahan dari pihak-pihak/unit organisasi yang terkait yaitu DPRD dan. Proses

33 penyusunan APBD Tahun 2013 Kabupaten Garut dilakukan di tengah meningkatnya konstelasi politik akibat kasus yang menimpa Bupati Garut, H.M. Aceng Fikri. Tugas DPRD menjadi semakin berat karena dalam waktu yang hampir bersamaan, DPRD Kabupaten Garut juga harus menyelesaikan masalah pelanggaran etika yang diduga dilakukan oleh Bupati H.M. Aceng Fikri (garut-express.com, 2013). Tabel 4.7 Daftar Kendala Penyusunan dan Penetapan APBD Pada Kabupaten Kuningan 1 Tim Anggaran Pemerintah Daerah () tidak mentaati jadwal pembahasan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) seperti yang telah ditetapkan karena antara lain ada agenda kegiatan lain yang lebih prioritas 2 Panitia anggaran DPRD tidak mentaati jadwal pembahasan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) seperti yang telah ditetapkan (misalnya karena tidak memenuhi kuorum, sedang dalam masa reses) 3 SDM yang kurang memadai pada Tim Anggaran Pemerintah Daerah () untuk menyusun rancangan pedoman penyusunan RKA-SKPD, baik secara kualitas maupun kuantitas 4 Proses pembahasan dalam sidang DPRD yang berlarutlarut disebabkan karena DPRD menambahkan substansi ke dalam raperda APBD diluar nota kesepakatan KUA- PPAS 5 Perbaikan hasil evaluasi oleh Tim Anggaran Pemerintah Daerah () yang melibatkan DPRD mengalami kendala karena terjadi tarik ulur dengan pihak eksekutif dalam pembahasan hasil koreksi 6 Penyampaian hasil evaluasi atas raperda APBD persetujuan bersama dan raperkada Penjabaran APBD terlambat DPRD DPRD

34 Keterlambatan penyusunan APBD di Kabupaten Kuningan disebabkan oleh kelemahan dari pihak-pihak/unit organisasi yang terkait yaitu DPRD dan. Pada tahapan evaluasi raperda APBD Tahun 2013 Kabupaten Garut, banyak hal yang harus diperbaiki berdasarkan hasil evaluasi oleh Gubernur Provinsi Jawa Barat (kuningannews.com, 2013). Tabel 4.8 Daftar Kendala Penyusunan dan Penetapan APBD pada Kabupaten Purwakarta 1 Data terkait penyusunan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) selain yang ada dalam RKPD tidak disediakan oleh SKPD dengan cepat/tepat 2 Tim Anggaran Pemerintah Daerah () belum menyusun jadwal pembahasan dengan panitia anggaran untuk membahas rancangan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) 3 Panitia anggaran DPRD tidak mentaati jadwal pembahasan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) seperti yang telah ditetapkan 4 Perbaikan hasil evaluasi oleh Tim Anggaran Pemerintah Daerah () yang melibatkan SKPD mengalami kendala karena terdapat agenda kegiatan yang lain 5 Perbaikan hasil evaluasi oleh yang melibatkan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) mengalami kendala karena banyaknya perbaikan 6 Perbaikan hasil evaluasi oleh Tim Anggaran Pemerintah Daerah () yang melibatkan DPRD mengalami kendala karena banyaknya agenda kegiatan DPRD SKPD DPRD

35 Keterlambatan penyusunan APBD di Kabupaten Purwakarta disebabkan oleh kelemahan dari pihak-pihak/unit organisasi yang terkait yaitu SKPD,, dan DPRD. Tabel 4.9 Daftar Kendala Penyusunan dan Penetapan APBD pada Kabupaten Subang 1 SDM yang kurang memadai pada Bappeda untuk menyusun RKPD, baik secara kualitas maupun kuantitas 2 SDM yang kurang memadai pada Tim Anggaran Pemerintah Daerah () untuk menyusun rancangan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS), baik secara kualitas maupun kuantitas 3 Penyampaian raperda APBD persetujuan bersama dan raperkada penjabaran APBD oleh Tim Anggaran Pemerintah Daerah () terlambat BAPPEDA Keterlambatan penyusunan APBD di Kabupaten Subang disebabkan oleh kelemahan dari pihak-pihak/unit organisasi yang terkait yaitu Bappeda dan. Tabel 4.10 Daftar Kendala Penyusunan dan Penetapan APBD pada Kota Bandung 1 Bappeda tidak mentaati jadwal penyusunan RKPD seperti yang telah ditetapkan karena antara lain ada agenda kegiatan lain yang lebih prioritas 2 Bappeda tidak mentaati jadwal musrenbang kecamatan seperti yang telah ditetapkan karena antara lain ada agenda kegiatan lain yang lebih prioritas BAPPEDA BAPPEDA

36 3 Tim Anggaran Pemerintah Daerah () tidak mentaati jadwal pembahasan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) seperti yang telah ditetapkan karena antara lain ada agenda kegiatan lain yang lebih prioritas 4 Kurangnya pengawasan dari Sekda selaku koordinator Tim Anggaran Pemerintah Daerah () dalam rangka proses penyusunan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) 5 Panitia anggaran DPRD tidak mentaati jadwal pembahasan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) seperti yang telah ditetapkan 6 Perbaikan hasil evaluasi oleh Tim Anggaran Pemerintah Daerah () yang melibatkan SKPD mengalami kendala karena banyaknya perbaikan SETDA DPRD Keterlambatan penyusunan APBD di Kota Bandung disebabkan oleh kelemahan dari pihak-pihak/unit organisasi yang terkait yaitu Bappeda,, Setda, dan DPRD. Tabel 4.11 Daftar Kendala Penyusunan dan Penetapan APBD pada Kota Cirebon 1 Kepala daerah terlambat menerbitkan surat edaran mengenai pedoman penyusunan RKA-SKPD karena terjadi proses pemilihan kepala daerah (pilkada) 2 Realisasi jadwal sidang pembahasan tidak sesuai dengan ketentuan mengenai penetapan APBD karena banyaknya agenda kegiatan DPRD 3 Proses pembahasan dalam sidang DPRD yang berlarutlarut disebabkan karena DPRD menambahkan substansi ke dalam raperda APBD diluar nota kesepakatan KUA- PPAS untuk mengakomodir aspirasi DPRD sehingga KDH DPRD DPRD

37 terjadi tarik ulur dengan pihak eksekutif dalam pembahasan 4 Perbaikan hasil evaluasi oleh Tim Anggaran Pemerintah Daerah () yang melibatkan DPRD mengalami kendala karena banyaknya agenda kegiatan DPRD Keterlambatan penyusunan APBD di Kota Cirebon disebabkan oleh kelemahan dari pihak-pihak/unit organisasi yang terkait yaitu Kepala Daerah, DPRD dan. Berdasarkan hasil analisis data tersebut di atas, diketahui bahwa masing-masing pihak/unit organisasi memberikan peran dalam keterlambatan proses penyusunan dan penetapan APBD. Berbagai kendala yang menjadi penyebab keterlambatan penyusunan dan penetapan APBD tahun 2013 pada tujuh daerah yang diteliti dapat disimpulkan yaitu: 1. Kelemahan pada unit kerja Bappeda, yaitu berupa SDM yang kurang memadai baik secara kualitas maupun kuantitas untuk menyusun Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD), tidak mentaati jadwal penyusunan RKPD seperti yang telah ditetapkan, dan tidak mentaati jadwal musrenbang. 2. Kelemahan pada unit kerja Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), yaitu SKPD memerlukan waktu lama untuk sinkronisasi data program dan kegiatan dalam Rencana Kerja Satuan Kerja Perangkat Daerah (Renja SKPD) dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD); dan tidak menyediakan data

38 terkait penyusunan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) secara cepat dan tepat. 3. Kelemahan pada unit kerja Sekretariat Daerah (Setda) yaitu kurang mengawasi proses penyusunan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS). 4. Kelemahan pada pihak DPRD, yaitu Panitia anggaran DPRD tidak mentaati jadwal pembahasan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) seperti yang telah ditetapkan, realisasi jadwal sidang pembahasan tidak sesuai dengan ketentuan karena banyaknya agenda kegiatan DPRD, dan proses pembahasan dalam sidang DPRD yang berlarut-larut disebabkan karena DPRD menambahkan substansi ke dalam raperda APBD diluar nota kesepakatan KUA-PPAS. 5. Kelemahan pada pihak Tim Anggaran Pemerintah Daerah (), yaitu SDM yang kurang memadai baik secara kualitas maupun kuantitas untuk menyusun rancangan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) dan rancangan pedoman penyusunan RKA-SKPD, perbaikan hasil evaluasi raperda APBD membutuhkan waktu lama, penyampaian raperda APBD dan atau penyampaian hasil evaluasi atas raperda APBD membutuhkan waktu lama, terlambat menyusun rancangan KUA dan PPAS karena adanya proses penyusunan APBD-P tahun berjalan, tidak mentaati jadwal pembahasan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas

39 dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS), dan perbaikan hasil evaluasi oleh mengalami kendala. 6. Kelemahan pada pihak Kepala daerah yaitu terlambat menerbitkan surat edaran mengenai pedoman penyusunan RKA-SKPD.