PERATURAN MENTERI PU NO. 20/PRT/M/2010

dokumen-dokumen yang mirip
PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM NOMOR: 20/PRT/M/2010 TENTANG PEDOMAN PEMANFAATAN DAN PENGGUNAAN BAGIAN-BAGIAN JALAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

BERITA DAERAH KOTA BEKASI

BUPATI SIDOARJO PERATURAN DAERAH KABUPATEN SIDOARJO NOMOR 8 TAHUN 2013 TENTANG PEMANFAATAN DAN PENGGUNAAN BAGIAN-BAGIAN JALAN KABUPATEN

BUPATI BANDUNG BARAT PROVINSI JAWA BARAT

PERATURAN DAERAH PROVINSI SUMATERA BARAT NOMOR 8 TAHUN 2015 TENTANG PEMANFAATAN DAN PENGGUNAAN BAGIAN JALAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PEMERINTAH KABUPATEN TULUNGAGUNG PERATURAN DAERAH KABUPATEN TULUNGAGUNG NOMOR 7 TAHUN 2013 TENTANG PEMANFAATAN BAGIAN JALAN

BUPATI JEPARA PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN DAERAH KABUPATEN JEPARA NOMOR 5 TAHUN 2017 TENTANG PEMANFAATAN BAGIAN JALAN DAERAH

LEMBARAN DAERAH KOTA BANJAR NOMOR 14 TAHUN 2013 SERI E PERATURAN DAERAH KOTA BANJAR NOMOR 14 TAHUN 2013 TENTANG

LEMBARAN DAERAH PROVINSI SUMATERA BARAT

T E N T A N G PROSEDUR PERIZINAN PEMANFAATAN BAGIAN BAGIAN JALAN TOL S U R A T E D A R A N DIREKTUR JENDERAL BINA MARGA

PERATURAN WALIKOTA YOGYAKARTA NOMOR 84 TAHUN 2011 TENTANG PEMANFAATAN RUANG MILIK JALAN UNTUK KEGIATAN PEMASANGAN JARINGAN TELEKOMUNIKASI

LEMBARAN DAERAH PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT NOMOR 5 TAHUN 2012

UU NO. 38 TAHU UN 2004 & PP No. 34 TA AHUN 2006 TENTANG JALAN DIREKTORAT BINA TEKNIK DIREKTORAT JENDERAL BINA MARGA DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM

BUPATI BADUNG PROVINSI BALI PERATURAN DAERAH KABUPATEN BADUNG NOMOR 19 TAHUN 2016 TENTANG JARINGAN UTILITAS TERPADU DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

BUPATI KOTABARU PERATURAN DAERAH KABUPATEN KOTABARU NOMOR 21 TAHUN 2013 TENTANG PEDOMAN PEMANFAATAN DAN PENGGUNAAN BAGIAN-BAGIAN JALAN

PEMERINTAH KABUPATEN KEDIRI

BUPATI GARUT PROVINSI JAWA BARAT

PERATURAN DAERAH KABUPATEN TAPIN NOMOR 19 TAHUN 2009 TENTANG GARIS SEMPADAN DI KABUPATEN TAPIN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA, BUPATI TAPIN,

BAB VII KESIMPULAN DAN SARAN

BUPATI BOGOR PROVINSI JAWA BARAT PERATURAN DAERAH KABUPATEN BOGOR

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN GARUT

PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM NOMOR : 04/PRT/M/2012 TENTANG TATA CARA PENGAWASAN JALAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PEKERJAAN UMUM,

PROVINSI JAWA BARAT PERATURAN DAERAH KABUPATEN KARAWANG NOMOR 17 TAHUN 2016 TENTANG JALAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI KARAWANG,

BUPATI CILACAP PERATURAN DAERAH KABUPATEN CILACAP NOMOR 13 TAHUN 2013 TENTANG JALAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI CILACAP,

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 34 TAHUN 2006 TENTANG JALAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

PERATURAN DAERAH KABUPATEN KUNINGAN NOMOR 8 TAHUN 2013 TENTANG KETENTUAN GARIS SEMPADAN JALAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 34 TAHUN 2006 TENTANG JALAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 34 TAHUN 2006 TENTANG JALAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 34 TAHUN 2006 TENTANG JALAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

Prosiding Seminar Nasional Teknik Sipil 2016 ISSN: Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Surakarta

PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM REPUBLIK INDONESIA NOMOR 17 /PRT/M/2011 TENTANG PEDOMAN PENETAPAN GARIS SEMPADAN JARINGAN IRIGASI

LEMBARAN DAERAH KOTA TANGERANG. Nomor 3 Tahun 2002 Seri C PERATURAN DAERAH KOTA TANGERANG

Aspek Keselamatan Jalan dalam Pembangunan Jalan. BLACKSPOT INVESTIGATION WORKSHOP Surabaya, Mei 2012

WALIKOTA PEKALONGAN PERATURAN DAERAH KOTA PEKALONGAN NOMOR 7 TAHUN 2012 TENTANG GARIS SEMPADAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA PEKALONGAN,

PERATURAN DAERAH KABUPATEN KEPULAUAN SELAYAR NOMOR 8 TAHUN 2009 TENTANG GARIS SEMPADAN JALAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

SALINAN PERATURAN DAERAH KABUPATEN BULUNGAN NOMOR 07 TAHUN 2012 TENTANG GARIS SEMPADAN BANGUNAN, PAGAR, SUNGAI, DAN PANTAI

PERATURAN DAERAH KABUPATEN KEPULAUAN SELAYAR NOMOR 8 TAHUN 2009 TENTANG GARIS SEMPADAN JALAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

BUPATI PASURUAN PROVINSI JAWA TIMUR PERATURAN DAERAH KABUPATEN PASURUAN NOMOR 6 TAHUN 2014 TENTANG MANAJEMEN DAN REKAYASA LALU LINTAS

PERATURAN DAERAH PROVINSI JAWA BARAT NOMOR : 3 TAHUN 2009 TENTANG GARIS SEMPADAN JALAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR JAWA BARAT,

MATRIK TURUNAN UU NO. 38 TAHUN 2004 TENTANG JALAN

GUBERNUR JAWA TENGAH PERATURAN DAERAH PROVINSI JAWA TENGAH NOMOR 9 TAHUN 2013 TENTANG

malia,perlu menetapkan peraturan Bupati tentang Garis Sempadan jalan; Mengingat : L. Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960 tentang Peraturan

LAMPIRAN IX. 1. KEPALA DINAS Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Karangasem mempunyai tugas :

BUPATI SEMARANG PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN DAERAH KABUPATEN SEMARANG NOMOR 3 TAHUN 2016 TENTANG

Tatacara Penetapan dan Persyaratan. Direktorat Bina Teknik DitJen Bina Marga

No Petugas Kepolisian Negara Republik Indonesia atau Penyidik Pegawai Negeri Sipil di bidang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan maupun secara berk

LEMBARAN DAERAH KOTA JAMBI

PERATURAN DIREKTUR JENDERAL PERHUBUNGAN DARAT NOMOR : SK 113/HK.207/DRJD/2010 TENTANG

LAMPIRAN III PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM NOMOR

KEPUTUSAN MENTERI PERHUBUNGAN NOMOR : KM 65 TAHUN 1993 T E N T A N G FASILITAS PENDUKUNG KEGIATAN LALU LINTAS DAN ANGKUTAN JALAN MENTERI PERHUBUNGAN,

PETUNJUK TERTIB PEMANFAATAN JALAN NO. 004/T/BNKT/1990

PERATURAN DAERAH KABUPATEN PATI NOMOR 19 TAHUN 2007 TENTANG GARIS SEMPADAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI PATI,

PERATURAN DAERAH KABUPATEN KARAWANG NOMOR : 15 TAHUN 2012

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. A. Keselamatan Jalan

BERITA DAERAH KOTA CILEGON TAHUN : 2012 NOMOR : 21 PERATURAN WALIKOTA CILEGON NOMOR 21 TAHUN 2012 TENTANG GARIS SEMPADAN

PERATURAN DAERAH KABUPATEN LAMPUNG UTARA NOMOR 05 TAHUN 2001 TENTANG PELAKSANAAN MANAJEMEN LALU LINTAS JALAN DI KABUPATEN LAMPUNG UTARA

PERATURAN WALIKOTA TANGERANG SELATAN NOMOR 3 TAHUN 2013 TENTANG PENYELENGGARAAN PERPARKIRAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 32 TAHUN 2011 TENTANG MANAJEMEN DAN REKAYASA, ANALISIS DAMPAK, SERTA MANAJEMEN KEBUTUHAN LALU LINTAS

PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM NOMOR : 11/PRT/M/2006 TENTANG

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 32 TAHUN 2011 TENTANG MANAJEMEN DAN REKAYASA, ANALISIS DAMPAK, SERTA MANAJEMEN KEBUTUHAN LALU LINTAS

BUPATI TRENGGALEK PROVINSI JAWA TIMUR PERATURAN DAERAH KABUPATEN TRENGGALEK NOMOR 28 TAHUN 2016 TENTANG PENYELENGGARAAN JALAN

BERITA DAERAH KABUPATEN MAGELANG TAHUN 2014 NOMOR 22 PERATURAN BUPATI MAGELANG NOMOR 22 TAHUN 2014 TENTANG IZIN PENYELENGGARAAN REKLAME

PEMERINTAH KABUPATEN PEKALONGAN

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 32 TAHUN 2011 TENTANG MANAJEMEN DAN REKAYASA, ANALISIS DAMPAK, SERTA MANAJEMEN KEBUTUHAN LALU LINTAS

2012, No.71 2 BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Dalam Peraturan Pemerintah ini yang dimaksud dengan: 1. Kebandarudaraan adalah segala sesuatu yang berkaita

PEMERINTAH KABUPATEN KEPULAUAN SELAYAR

KEPUTUSAN MENTERI PERHUBUNGAN NOMOR : KM 52 TAHUN 2000 TENTANG JALUR KERETA API MENTERI PERHUBUNGAN,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA TANGERANG,

PEMERINTAH KABUPATEN LUWU TIMUR PERATURAN DAERAH KABUPATEN LUWU TIMUR NOMOR 5 TAHUN 2012 TENTANG GARIS SEMPADAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

2016, No Negara Republik Indonesia Tahun 2011 Nomor 43, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5208); 3. Peraturan Pemerintah Nomor

PERATURAN DIREKTUR JENDERAL PERHUBUNGAN DARAT NOMOR : SK.276/AJ-401/DRJD/10 TENTANG

PERATURAN DAERAH KOTA BINJAI NOMOR 8 TAHUN 2011 T E N T A N G PENGAWASAN MUATAN ANGKUTAN BARANG DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA BINJAI,

PERATURAN DAERAH PROVINSI KALIMANTAN TIMUR NOMOR 09 TAHUN 2006 TENTANG KELAS JALAN DAN PENGAMANAN PERLENGKAPAN JALAN DI PROVINSI KALIMANTAN TIMUR

BERITA DAERAH KOTA BEKASI

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. A. Tinjauan Umum

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 32 TAHUN 2011 TENTANG MANAJEMEN DAN REKAYASA, ANALISIS DAMPAK, SERTA MANAJEMEN KEBUTUHAN LALU LINTAS

: 1. Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2004 tentang

PEMERINTAH PROVINSI SULAWESI SELATAN PERATURAN DAERAH PROVINSI SULAWESI SELATAN NOMOR 4 TAHUN 2011 TENTANG

Walikota Tasikmalaya Provinsi Jawa Barat

BUPATI SUKOHARJO PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN DAERAH KABUPATEN SUKOHARJO NOMOR 2 TAHUN 2016 TENTANG GARIS SEMPADAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

I. UMUM II. PASAL DEMI PASAL. Pasal 1. Cukup jelas. Pasal 2. Cukup jelas. Pasal 3

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 8 TAHUN 1990 TENTANG JALAN TOL PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

Transkripsi:

KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM DIREKTORAT JENDERAL BINA MARGA PERATURAN MENTERI PU NO. 20/PRT/M/2010 TENTANG PEDOMAN PEMANFAATAN DAN PENGGUNAAN BAGIAN BAGIAN JALAN Ssialisasi Permen Pemanfaatan Bagian- Bagian 1

MAKSUD DAN TUJUAN Maksud : Untuk menjamin bahwa PENGATURAN pemanfaatan ruang manfaat jalan dan ruang milik jalan selain peruntukannya, penggunaan ruang manfaat jalan yang memerlukan perlakuan khusus terhadap knstruksi jalan dan jembatan, serta penggunaan ruang pengawasan jalan dapat dilaksanakan secara tertib. Tujuan : Untuk pengamanan fungsi jalan untuk menjamin kelancaran dan keselamatan pengguna jalan, dan keamanan knstruksi jalan. Ssialisasi Permen Pemanfaatan Bagian-Bagian 2

LINGKUP PENGATURAN IZIN, DISPENSASI, REKOMENDASI IZIN, DISPENSASI LINGKUP PEMANFAATAN DAN PENGGUNAAN BAGIAN JALAN Pemanfaatan RUMAJA dan RUMIJA selain peruntukannya (bangunan utilitas, iklan dan media infrmasi, bangun bangunan, dan bangunan gedung). Penggunaan RUMAJA yang memerlukan perlakuan khusus terhadap knstruksi jalan dan jembatan (muatan dan kendaraan dengan dimensi, MST dan/atau beban ttal melebihi standar) REKOMENDASI Rekmendasi Penggunaan RUWASJA yang tidak mengganggu keselamatan pengguna jalan dan keamanan knstruksi jalan dalam rangka pemberian Izin Mendirikan Bangunan (IMB) leh Pemerintah Daerah. Ssialisasi Permen Pemanfaatan Bagian-Bagian 3

Pa gar 5m x Pagar 5d 5c 5b 5a 5b 5c 5d 1,5m = R UMAJA = R UMIJA = R UWASJA = BA NGUNAN a = Jalur lalu lintas, b = Bahu jalan, c = Saluran tepi, d = Ambang pengam an, X = b+a+b = Badan jalan. BAGIAN BAGIAN JALAN Ssialisasi Permen Pemanfaatan Bagian-Bagian 4

WEWENANG IZIN, DISPENSASI, REKOMENDASI IZIN, WEWENANG PENERBITAN SESUAI STATUS JALAN N P K/K Pejabat yang ditunjuk Menteri PU (setelah memperleh pertimbangan teknis Ka BB/BPJN) Pejabat yang ditunjuk Gubernur DISPENSASI Ka BB/BPJN Pejabat yang ditunjuk Gubernur Pejabat yang ditunjuk Bupati/Walikta Pejabat yang ditunjuk Bupati/Walikta REKOMENDASI Ka BB/BPJN Pejabat yang ditunjuk Gubernur Pejabat yang ditunjuk Bupati/Walikta Ssialisasi Permen Pemanfaatan Bagian-Bagian 5

IZIN (1) Pemhn: Perserangan Kelmpk masyarakat Organisasi Badan usaha Badan hukum Instansi (pemerintah pusat/pemerintah daerah) Kelengkapan permhnan: Persyaratan administrasi Surat permhnan (Frmulir A1) Surat pernyataan kewajiban memelihara dan menjaga (Frmulir A2) Persyaratan teknis Lkasi Rencana teknis Jadwal waktu pelaksanaan Ssialisasi Permen Pemanfaatan Bagian-Bagian 6

IZIN (2) Pemberi izin: Evaluasi dan peninjauan lapangan (Jln N bersama Ka BB/BPJN) Persetujuan prinsip (Frmulir A3): Dalam 5 hari kerja (apabila permhnan memenuhi syarat Pemhn wajib melengkapi persyaratan: Rencana teknis rinci Gambar lkasi Gambar knstruksi Bahan bangunan dan jaringan utilitas Metde pelaksanaan Mbilisasi dan penyimpanan bahan utilitas Penyediaan bahan knstruksi jalan Pelaksanaan penggalian Pemasangan Pengembalian knstruksi jalan Rencana pengaturan lalu nlintas Izin usaha (dalam hal badan usaha) Perizinan dari Pemda Jaminan pelaksanaan dan jaminan pemeliharaan (jaminan bank Plis asuransi kerugian pihak ketiga Ssialisasi Permen Pemanfaatan Bagian-Bagian 7

IZIN (3) Ka BB/BPJN (untuk N): Pertimbangan teknis (5 hari kerja setelah persyaratan dilengkapi) Pejabat penerbit izin: Menerbitkan izin (Frmulir A4) Izin akan digunakan sebagai rekmendasi teknis dalam rangka pemanfaatan BMN/D sesuai ketentuan peraturan per-uu-an Ssialisasi Permen Pemanfaatan Bagian-Bagian 8

IZIN (4) Ketentuan Umum Bangunan dan Jaringan Utilitas, Iklan dan Media Infrmasi, Bangun Bangunan, Bangunan Gedung: Tidak mengganggu keamanan dan keselamatan pengguna jalan Tidak mengganggu pengemudi pandangan bebas dan knsentrasi Tidak mengganggu fungsi dan knstruksi jalan dan bangunan pelengkapnya Tidak mengganggu dan mengurangi fungsi rambu dan sarana pengatur lalu lintas Sesuai dengan Perda dan/atau peraturan instansi terkait Ketentuan Teknis Bangunan dan Jaringan Utilitas, Iklan dan Media Infrmasi, Bangun Bangunan, Bangunan Gedung: Pemasangan Pembangunan Perbaikan Penggantian Relkasi dan pembngkaran Ssialisasi Permen Pemanfaatan Bagian-Bagian 9

IZIN (5) Bangunan dan Jaringan Utilitas: Dalam kawasan perktaan: Dapat ditempatkan dalam RUMAJA Di luar bahu jalan/trtar >1 m dari tepi luar bahu jalan/trtar Di sisi terluar RUMIJA (dalam hal tidak tersedia ruang di luar bahu jalan/trtar/jalur LL) Tidak mengganggu keamanan dan keselamatan pengguna jalan Di luar kawasan perktaan: Di sisi terluar RUMIJA Pada struktur jembatan: Tanpa membahayakan knstruksi jembatan Tanpa mengurangi ruang bebas dan Tanpa mengganggu keselamatan pengguna jalan Di luar knstruksi jembatan Paling rendah 1 m dari tepi luar struktur jembatan Tanpa mengurangi ruang bebas Ssialisasi Permen Pemanfaatan Bagian-Bagian 10

IZIN (6) Bangunan dan Jaringan Utilitas: Di bawah tanah Pada kedalaman paling sedikit 1.5 m dari permukaan jalan terendah (di daerah galian) atau dari tanah dasar (di daerah timbunan) Di atas tanah Pada ketinggian > 5 m dari permukaan jalan tertinggi Permukaan tanah pada lintasan penempatan di bawah tanah Diberi tanda secara permanen Ssialisasi Permen Pemanfaatan Bagian-Bagian 11

IZIN (7) Bangunan dan Jaringan Utilitas: Kewajiban Pemegang Izin Selama pelaksanaan: gangguan lalulintas sekecil mungkin Menjaga, memelihara bangunan dan jaringan utilitas Bertanggung jawab terhadap kerusakan jalan selama masa izin Jangka waktu izin Paling lama 10 tahun Dapat diperpanjang Setelah waktu izin berakhir: Dapat dibngkar dan dikembalikan semula (leh pemegang izin atau penyelenggara jalan) Biaya tanggung jawab pemegang izin Ssialisasi Permen Pemanfaatan Bagian-Bagian 12

IZIN (8) Iklan dan Media Infrmasi serta Bangun-bangunan: Bentuk tidak bleh sama/menyerupai dengan rambu lalu lintas Bahan tahan lama dan tahan karat memenuhi persyaratan umum bahan bangunan Indnesia Rangka utama dari baja atau betn memenuhi persyaratan peraturan knstruksi Indnesia Penggunaan lampu Tidak menyilaukan pengguna jalan Pantulan lampu tidak menyilaukan pengguna jalan Huruf dan warna Tidak bleh menyerupai huruf dan simbul rambu lalu lintas Kmbinasi warna tidak bleh menyerupai huruf dan simbul rambu lalu lintas Ssialisasi Permen Pemanfaatan Bagian-Bagian 13

IZIN (9) Iklan dan Media Infrmasi serta Bangun-bangunan : Knstruksi bangunan Apabila rusak tidak bleh membahayakan pengguna jalan, knstruksi dan bangunan pelengkap jalan Memenuhi peraturan: Pembebanan bangunan Perencanaan bangunan baja Bahan bangunan Perencanaan bangunan betn Instalasi listrik Iklan dan Media Infrmasi Tidak bleh prtal khusus yang melintang jalan Bangun-bangunan Prtal melintang jalan: faktr keamanan 1.5 lebih tinggi standar () Penempatan Di kawasan perktaan Di luar bahu jalan, > 1 m dari tepi luar bahu jalan/trtar Dalam hal tidak terdapat ruang di luar bahu jalan/trtar/jalur lalu lintas: di sisi terluar Rumija Bangun-bangunan: Di dalam RUMAJA: di luar bahu jalan/trtar, > 2 m dari tepi luar bahu jalan/trtar Ssialisasi Permen Pemanfaatan Bagian-Bagian 14

IZIN (10) Bangun- Iklan dan Media Infrmasi serta bangunan : Di luar kawasan perktaan Sisi terluar di dalam Rumija Pada struktur jembatan: Iklan dan Media Ifrmasi: Tanpa membahayakan knstruksi jembatan Tanpa jalan mengganggu keselamatan pengguna Bangun-bangunan jembatan tidak bleh pada struktur Di atas Rumaja Pada ketinggian tertinggi > 5 m dari permukaan jalan Ssialisasi Permen Pemanfaatan Bagian-Bagian 15

IZIN (11) Iklan dan Media Infrmasi serta Bangun-bangunan : Kewajiban Pemegang Izin Selama pelaksanaan: gangguan lalulintas sekecil mungkin Menjaga, memelihara iklan dan media infrmasi serta bangun-bangunan Bertanggung jawab terhadap kerusakan jalan selama masa izin Jangka waktu izin Iklan dan Media Infrmasi Paling lama 5 tahun Bangun-bangunan Paling lama 10 tahun Dapat diperpanjang Setelah waktu izin berakhir: Dapat dibngkar dan dikembalikan semula (leh pemegang izin atau penyelenggara jalan) Biaya tanggung jawab pemegang izin Ssialisasi Permen Pemanfaatan Bagian-Bagian 16

IZIN (12) Bangunan Gedung di RUMIJA Prasyarat mendapatkan IMB Meliputi: Bangunan melintas di atas RUMAJA Bangunan di bawah RUMAJA Bangunan di permukaan Bahan Kuat, tahan lama dan anti karat Penggunaan lampu Tidak menyilaukan pengguna jalan Pantulan lampu tidak menyilaukan pengguna jalan Knstruksi bangunan Memenuhi peraturan: Pembebanan bangunan Perencanaan bangunan baja Bahan bangunan Perencanaan bangunan betn Instalasi listrik Prtal melintang jalan: faktr keamanan 1.5 lebih tinggi dari pada faktr keamanan standar Ssialisasi Permen Pemanfaatan Bagian-Bagian 17

IZIN (13) Bangunan Gedung di RUMIJA Melintas RUMAJA Berawal dan berakhir di luar RUMIJA Jarak memenuhi ketentuan RUWASJA Melintas di atas RUMAJA Pada ketinggian > 5 m dari permukaan jalan tertinggi Melintas di Bawah RUMAJA Pada galian Pada kedalaman > 1.5 m dari permukaan jalan terendah Pada timbunan Pada kedalaman > 1.5 m dari tanah dasar Di permukaan tanah Tidak mengganggu pengguna jalan dan knstruksi jalan Kewajiban Pemegang Izin Selama pelaksanaan: gangguan lalulintas sekecil mungkin Menjaga, memelihara bangunan gedung Bertanggung jawab terhadap kerusakan jalan selama masa izin Ssialisasi Permen Pemanfaatan Bagian-Bagian 18

IZIN (14) Bangunan Gedung di RUMIJA Jangka waktu izin Paling lama 15 tahun Dapat diperpanjang Setelah waktu izin berakhir: Dapat dibngkar dan dikembalikan semula (leh pemegang izin atau penyelenggara jalan) Biaya tanggung jawab pemegang izin Izin lintas Wilayah Lintas prpinsi (melewati P dan K/K) Satu wilayah BB/BPJN: krdinasi leh Ka BB/BPJN Lintas wilayah BB/BPJN: krdinasi leh Dirjen BM Lintas kab/kta (melewati jalan K/K): krdinasi leh SKPD Prpinsi Penerbitan izin leh masing-masing penyelenggara jalan Ssialisasi Permen Pemanfaatan Bagian-Bagian 19

DISPENSASI (1) Perlakuan khusus Perbaikan alinyemen Pelebaran jalur Peninggian ruang bebas Peningkatan kemampuan struktur Pengaturan lalu lintas Pemhn dispensasi Perserangan Kelmpk masyarakat Organisasi Badan usaha Badan hukum Instansi (pemerintah pusat/pemerintah daerah) Ssialisasi Permen Pemanfaatan Bagian-Bagian 20

DISPENSASI (2) Kelengkapan permhnan: Persyaratan administrasi Surat permhnan (Frmulir B1) Surat pernyataan kesanggupan perbaikan/ pelebaran/peninggian/peningkatan/ pengaturan LL (Frmulir B2) Persyaratan teknis Rute Jenis muatan yang diangkut Jumlah angkutan Berat dan dimensi angkutan Rencana teknis Jadwal waktu angkutan Penyelenggara : Evaluasi dan peninjauan lapangan, selesai dalam 5 hari kerja sejak diterimanya surat permhnan Persetujuan prinsip (Frmulir B3): Dalam 5 hari kerja Ssialisasi Permen Pemanfaatan Bagian-Bagian 21

DISPENSASI (3) Pemhn wajib melengkapi persyaratan: Rencana teknis rinci Gambar lkasi Gambar knstruksi Bahan knstruksi Metde pelaksanaan Perbaikan alinyemen Pelebaran jalur LL Peninggian ruang bebas Peningkatan kemampuan struktur jalan dan jembatan Rencana pengaturan lalu lintas Dispensasi hanya untuk keperluan rute, jumlah angkutan dan waktu tertentu Ssialisasi Permen Pemanfaatan Bagian-Bagian 22

DISPENSASI (4) Penyelenggara : Surat perintah pelaksanaan knstruksi peningkatan kemampuan jalan dan jembatan (Frmulir B4) BA pemeriksaan hasil pelaksanaan knstruksi (Frmulir B5) Penerbitan dispensasi (Frmulir B6) dalam waktu 5 hari kerja sejak diterimanya BA Hasil Pemeriksaan pelaksanaan knstruksi Dalam hal penerima dispensasi tidak melaksanakan kewajibannya, penyelenggara jalan dapat mengembalikan knstruksi jalan dan jembatan dengan biaya penerima dispensasi Dispensasi lintas Wilayah Lintas prpinsi (melewati P dan K/K) Satu wilayah BB/BPJN: krdinasi leh Ka BB/BPJN Lintas wilayah BB/BPJN: krdinasi leh Dirjen BM Lintas kab/kta (melewati jalan K/K): krdinasi leh SKPD Prpinsi Penerbitan dispensasi leh masing-masing penyelenggara jalan Ssialisasi Permen Pemanfaatan Bagian-Bagian 23

REKOMENDASI (1) Pertimbangan teknis dari penyelenggara jalan tentang penggunaan ruang pengawasan jalan agar tidak mengganggu kelancaran dan keselamatan pengguna jalan serta tidak membahayakan knstruksi jalan. Prasyarat penerbitan IMB leh Pemda Pemhnan rekmendasi Permhnan tertulis (Frmulir C1) Oleh instansi penerbit IMB Kepada penyelenggara jalan Kelengkapan permhnan (persyaratan teknis): Gambar situasi bangunan Jenis peruntukan bangunan Rencana jalan akses Rencana sistem drainase Ssialisasi Permen Pemanfaatan Bagian-Bagian 24

REKOMENDASI (2) Rekmendasi sekurang kurangnya memuat hal hal sbb: a. Sempadan pagar; b. Sempadan bangunan; c. Ketentuan jalan akses; dan d. Ketentuan mengenai sistem drainase. Rekmendasi dapat memuat: Larangan kegiatan tertentu yang mengganggu pandangan bebas pengemudi dan knstruksi jalan Perintah melakukan perbuatan tertentu guna menjamin peruntukan RUWASJA Ssialisasi Permen Pemanfaatan Bagian-Bagian 25

PENGAWASAN Pelaksanaan: Wajib diawasi leh petugas yang ditunjuk penyelenggara jalan Hasil pelaksanaan pekerjaan wajib diperiksa tim pemeriksa teknis yang dibentuk penyelenggara jalan Penyelenggara jalan melakukan pengawasan pemeliharaan di RUMIJA Pengawasan perkembangan penggunaan lahan RUWASJA leh penyelenggara jalan Ssialisasi Permen Pemanfaatan Bagian-Bagian 26

PEMINDAHAN DAN PEMBONGKARAN Dalam hal penyelenggara jalan membutuhkan kembali lahan yang mendapatkan izin: Penyelenggara jalan memberi tahu secara tertulis Pemegang izin wajib membngkar dan memindahkan bangunan dan jaringan utilitas, iklan dan media infrmasi, bangun-bangunan, bangunan gedung di RUMIJA dengan biaya dari pemegang izin Ssialisasi Permen Pemanfaatan Bagian-Bagian 27

SANKSI Sanksiadministrasi terhadap pelanggaran Permen: Pencabutan/pembatalan izin, rekmendasi dan/atau Pencairan jaminan-jaminan Ssialisasi Permen Pemanfaatan Bagian-Bagian 28

KETENTUAN PERALIHAN Peraturan pelaksanaan tentang pemanfaatan dan penggunaan bagian-bagian jalan dinyatakan tetap berlaku sepanjang tidak bertentangan dan/atau belum diganti berdasarkan Permen ini Pemanfaatan dan penggunaan bagian-bagian jalan yang sudah berlangsung, disesuaikan dengan ketentuan Permen ini dalam waktu paling lama 2 tahun sejak ditetapkannya Permen ini (29 Desember 2010) Ssialisasi Permen Pemanfaatan Bagian-Bagian 29