PROCEDURE DAN FUNCTION

dokumen-dokumen yang mirip
Dasar Komputer & Pemrograman 2A

Sesi/Perkuliahan ke: VII

menunjukkan tipe hasil dari fungsi. sqr, succ dan sebagainya. buat sendiri.

Sesi/Perkuliahan ke: VI Tujuan Instruksional Khusus : 4. Pokok Bahasan : Deskripsi singkat : Referensi :

PROCEDURE DAN FUNCTION PROCEDURE. Parameter dalam Prosedur: C/: PROGRAM CONTOH_2; VAR p,l,t,vol,panj : real;

Function. Pertemuan 7 Jurusan Sistem Informasi Fakultas Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi Universitas Gunadarma 2015

FUNGSI. Blok fungsi juga diawali dengan kata cadangan Begin dan di akhiri dengan kata cadangan End dan titik koma.

dengan menyebutkan judul prosedurnya. dalam bentuk prosedur-prosedur. diperlukan.

PROCEDURE. Bentuk Umum : PROGRAM judul_program ; PROCEDURE judul_prosedur ; Begin Statement prosedur ; End ; Begin Statement program utama ; end.

BAB I TUJUAN DAN LANDASAN TEORI

Memulai Pemrograman Pascal dengan Delphi Console 1. Buka aplikasi delphi 2. Pilih File New Other Console Application

OPERASI STRING. Delete(var s:string;index:integer;count:integer);

Procedure. Pertemuan 6 Jurusan Sistem Informasi Fakultas Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi Universitas Gunadarma 2015

Subprogram. Definisi

KONSEP DASAR BAHASA PASCAL

SUB PROGRAM : PROSEDUR & FUNGSI. Konsep Pemrograman

MODUL 1. Struktur Bahasa PASCAL secara umum

MATERI 5 Procedure. Pendeklarasian suatu procedure pada program : PROGRAM Judul_Program; PROCEDURE Nama_Prosedur; BEGIN. {Statemen prosedur} END.

Struktur Data. Belajar Struktur Data Menggunakan Pascal Pertemuan-1

PRAKTIKUM 8 SUB PROGRAM

Pengenalan Pascal. Sejarah Singkat Pascal

Pertemuan 3 Prosedur dan Fungsi

Dasar Komputer & Pemrogaman 2A

PROSEDUR DAN FUNCTION

Materi ke-4 Praktikum Algoritma dan Pemrograman kelas Matematika PEMROGRAMAN MODULAR

Pertemuan 4 ELEMEN-ELEMEN BAHASA PEMROGRAMAN

KONSEP DASAR BAHASA PASCAL

Tujuan Pembelajaran : Mahasiswa mampu menjelaskan teknik pemrograman menggunakan Modul.

AP2a (Pascal) Akuntansi Kelas 1 Semester 2. Hana Pertiwi S.T

Teori Algoritma. Struktur Algoritma

KONSEP DASAR BAHASA PASCAL

Algoritma Pemrograman

Sesi/Perkuliahan ke: I

Algoritma Pemrograman

P A S C A L D A S A R

Universitas gunadarma. pascal. Bab 4- bab 10. Hana Pertiwi S.T

BAB V S U B R U T I N STMIK AMIKOM PURWOKERTO

Algoritma Pemrograman

Algoritma Pemrograman

Algoritma Pemrograman

Catatan Kuliah PAM 282 Pemrograman Komputer II

Pengantar dalam Bahasa Pemrograman Turbo Pascal Tonny Hidayat, S.Kom

KONSEP DASAR BAHASA PASCAL. Pengertian SEJARAH SINGKAT BAHASA PASCAL STRUKTUR DAN KOMPONEN DASAR PROGRAM PASCAL.

Algoritma Pemrograman

Algoritma Pemrograman

Dasar Pemrograman TIP FTP UB

Bab 1 Pengenalan Pascal 1 BAB I PENGENALAN PASCAL, TIPE-TIPE DATA PASCAL DAN STATEMEN DASAR PADA PASCAL TUJUAN PRAKTIKUM TEORI PENUNJANG

Statemen-Statemen pada Pemrograman Pascal Reserved Word

Modul 1 Pengantar Bahasa Pascal

KONSEP DASAR. menyusunnya menjadi potongan-potongan mudah untuk ditangani dibanding. conquer.

Pembahasan X = Rp Tarif Pajak = 5% 8% Harga televisi + pajak 5% = % = % = % =

Algoritma Pemrograman 2B (Pemrograman C++)

TIPE DATA, VARIABLE, dan OPERATOR DELPHI

4.1 Struktur Rancangan Puncak-Turun dengan Procedure

JENIS DATA SEDERHANA & INPUT/OUTPUT DATA

Pertemuan 4 KONSEP TIPE DATA

STRUKTUR KENDALI. Memanfaatkan struktur kendali untuk kasus komputasi

IT132 Dasar-Dasar Pemrograman. Ramos Somya, S.Kom., M.Cs.

Sesi/Perkuliahan ke: II

Struktur Data. Pertemuan 2

VARIABEL, TIPE DATA, KONSTANTA, OPERATOR DAN EKSPRESI. Pemrograman Dasar Kelas X Semester 2

Tabel 1. Jenis data integer Ukuran memori (dalam byte)

Pengantar dalam Bahasa Pemrograman Turbo Pascal

PROCEDURE DAN FUNCTION PADA ALGORITMA

& PEMROGRAMAN. Alex De Kweldju, S.Kom D3 Teknik Komputer Fakultas Teknik Universitas Negeri Papua

Pertemuan Ke-2 (Teks Algoritma) Rahmady Liyantanto. S1 Teknik Informatika-Unijoyo

Algoritma Pemrograman

Tabel Informasi. Hal di atas dapat dilakukan dengan menambah dan mengambil atribut identifier yang digunakan pada program, melalui tabel informasi.

Indentifier, Keywords, Variable, Tipe Data dan Operator. Ramos Somya, S.Kom., M.Cs.

MATERI 4 PENYELEKSIAN KONDISI

PENDAHULUAN. Brigida Arie Minartiningtyas, M.Kom

[1997] NUS: var x,y=byte; c. program xyz ; 1. Manakah identifier yang benar untuk menamakan nama program : a. prog-a b. prog_a c. prog+a d.

MATERI 2 JENIS-JENIS DATA SEDERHANA & INPUT/OUTPUT DATA

PROSES PENJUALAN BUKU

I. KATA PENGANTAR. Modul Algoritma Pemrograman. Modul Ke-6 - Hal 21

Teori Algoritma TIPE DATA

SMA SANTO PAULUS PONTIANAK

Tujuan Pembelajaran : Mahasiswa mampu menjelaskan teknik pemrograman menggunakan Modul.

Bab 1 Algoritma dan Pemrograman Tersruktur

ALGORTIMA DAN PEMROGRAMAN

Pengenalan Pascal. Tujuan Pembelajaran

Modul Algoritma dan Pemograman Rismira Andriyani, S.Kom i

MODUL I DAN 2 PENGANTAR dan IDENTIFIER PASCAL

POKOK BAHASAN - 2 PEMROGRAMAN MODULAR

Variabel dan Tipe Data Kusrini 1, Heri Sismoro 2

BAB 2 BAGAIMANA MENULISKAN PROGRAM PASCAL

PASCAL TUTORIAL DIBUAT OLEH : WILLIAM EARNEST X 27

Chapter 3.2 : Tipe, Nama dan Nilai

Algoritma Pemrograman

Bagian 2 Statemen-Statemen pada Pemrograman Pascal

SATUAN ACARA PERKULIAHAN (SAP) Mata Kuliah : Struktur Data Kode : TIS3213 Semester : III Waktu : 2 x 3 x 50 Menit Pertemuan : 1 & 2

Nah, sekarang anda sudah masuk ke bab statement pemrograman.selamat mencoba

Pengenalan Pascal/DevPascal

TPI4202 e-tp.ub.ac.id. Lecture 5

Pemrograman Prosedural FUNGSI (Subprogram) Tim Pengajar KU1071 Sem

PERKEMBANGAN PASCAL. Pascal adalah bahasa tingkat tinggi ( high level language) yang orientasinya pada segala tujuan

STRUKTUR PROGRAM. Secara ringkas, struktur suatu program Pascal dapat terdiri dari : 1.Judul Program 2.Blog Program a.

MODUL PRAKTIKUM PERCABANGAN DAN PENGULANGAN

ALGORITMA DAN STRUKTUR DATA POINTER DAN FUNCTION

Perulangan. Bentuk Proses. 1. Perulangan For positif contoh 1 : perulangan positif untuk satu statement :

Transkripsi:

PROCEDURE DAN FUNCTION Procedure dan Function adalah suatu program terpisah dalam blok sendiri yang berfungsi sebagai sub-program (modul program) yang merupakan sebuah program kecil untuk memproses sebagian dari pekerjaan program utama. PROCEDURE Prosedur diawali dengan kata cadangan Procedure di dalam bagian deklarasi prosedur. Prosedur dipanggil dan digunakan di dalam blok program yang lainnya dengan menyebutkan judul prosedurnya. Prosedur banyak digunakan pada program yang terstruktur, karena : 1. Merupakan penerapan konsep program modular, yaitu memecah-mecah program yang rumit menjadi program-program bagian yang lebih sederhana dalam bentuk prosedur-prosedur. 2. Untuk hal-hal yang sering dilakukan berulang-ulang, cukup dituliskan sekali saja dalam prosedur dan dapat dipanggil atau dipergunakan sewaktu-waktu bila diperlukan. Sebagaimana halnya sebuah program, suatu procedure juga memiliki header dan block. Perbedaan bentuknya dengan program hanyalah pada bagian header-nya saja. Bentuk Umum header suatu procedure adalah : Atau PROCEDURE nama; PROCEDURE nama (formal parameter : jenis); Jika kita menggunakan procedure dalam suatu program, maka procedure tersebut harus dituliskan pada bagian deklarasi. Misal akan dibuat suatu procedure untuk menentukan bilangan bulat terbesar diantara tiga bilangan bulat, maka procedure tersebut adalah sebagai berikut : PROCEDURE maksimum; VAR max : integer; BEGIN IF a > b THEN max := a ELSE max := b; IF c > max THEN max := c; WRITELN(max); END. Selanjutnya, di dalam suatu program, procedure ini dapat digunakan dengan bentuk penulisan sebagai berikut : Halaman : 1

PROGRAM contoh_1; VAR a,b,c : integer; PROCEDURE maksimum; VAR max : integer; BEGIN IF a>b THEN max := a ELSE max := b; IF c>max THEN max := c; WRITELN(max); END; BEGIN READLN(a,b,c); Maksimum END. HEADER program utama deklarasi program utama statement program utama Contoh 2 : PROGRAM CONTOH_2; VAR p,l,t,vol,panj : real; PROCEDURE kotak; VAR v,pl : real; BEGIN v := p * l * t ; pl := p + 2.0 * t; writeln(v,pl); END; BEGIN writeln( panjang : 10, lebar : 10, tinggi : 10); readln(p,l,t); kotak; END. JANGKAUAN IDENTIFIER Identifier yang dideklarasikan dalam suatu blok program hanya berlaku pada blok dimana identifier tersebut didefinisikan. Halaman : 2

1. PROGRAM p; VAR x : real; PROCEDURE pl; VAR y : integer; begin ; daerah berlakunya y daerah ; berlakunya x end; begin ; ; end. y variabel global 2. Program P ; Var x,y : real; Procedure Pl ; Var y : integer; Procedure P2; Var x : char;. x :=. y :=. y (real) berlaku disemua blok program P, kecuali di P1 x (real) berlaku disemua blok P, kecuali di P2 hanya berlaku di P1 saja (lokal) hanya berlaku di P2 saja (lokal) x dan y yang dimaksud adalah x dan y real (variabel global) Halaman : 3

PROCEDURE DENGAN PARAMETER Nilai di dalam suatu modul program Pascal sifatnya adalah lokal, artinya hanya dapat digunakan pada modul atau unit program yang bersangkutan saja, tidak dapat digunakan pada modul atau unit program yang lainnya. Prosedur Tanya_hitung; Var X,Y :real; Write ( Nilai X? ); Readln(X); Y:=X*X; Writeln( Nilai Y =,Y:6:2); Tanya_Hitung; Nilai X? 5 Nilai Y = 25.00 Keterangan : Variabel X dan Y sifatnya adalah lokal untuk prosedur Tanya_hitung, artinya hanya dapat digunakan pada modul itu saja, Pada modul yang lain tidak dapat digunakan, contoh : Prosedur Tanya_hitung; Var X,Y :real; Write ( Nilai X? ); Readln(X); Y:=X*X; Tanya_Hitung; Writeln( Nilai Y =,Y:6:2); Error 31: Unknown identifier Halaman : 4

Supaya nilai variabel dapat digunakan di modul lainnya, maka dapat dilakukan dengan cara : 1. Dibuat bersifat global Harus dideklarasikan di atas modul yang menggunakannya. Procedure kesatu;. (*akhir dari procedure kesatu *) Var A,B : word; Procedure kedua; (*akhir dari procedure kedua*) Procedure ketiga; (*akhir dari procedure ketiga*) (*akhir dari modul utama*) Pada contoh diatas, variabel A dab B bersifat global untuk prosedur kedua, ketiga dan utama, tetapi tidak bersifat global untuk prosedur kesatu, sehingga prosedur kesatu tidak dapat menggunakan variabel-variabel tersebut. Halaman : 5

Var A,B : real; Procedure kesatu;. (*akhir dari procedure kesatu *) Procedure kedua; (*akhir dari procedure kedua*) Procedure ketiga; (*akhir dari procedure ketiga*) (*akhir dari modul utama*) Pada contoh ini, variabel A dan B bersifat global untuk semua modul. 2. Dikirimkan sebagai parameter ke modul yang membutuhkannya. Parameter yang dikirim dari modul utama ke modul prosedur disebut actual parameter, dan parameter yang ada dan dituliskan pada judul prosedur disebut formal parameter. 2.1 Pengiriman parameter secara nilai Parameter yang dikirimkan secara nilai, maka parameter formal yang ada di prosedur akan berisi nilai yang dikirimkan yang kemudian bersifat lokal di prosedur. Perhatikan procedure berikut : Procedure konversi; begin f := (5/9) * c + 32; f dan c variabel global, c sebagai input dan Halaman : 6

writeln(c,f); end; f sebagai output. Procedure di atas dapat dipanggil dengan variabel yang berbeda, tetapi penulisannya harus diubah dengan menggunakan parameter sbb: Procedure konversi (var f : real; c : real); F := (5/9) * c + 32; Writeln(c,f); disebut formal parameter Selanjutnya procedure di atas dapat dipanggil dengan parameter lain, misalnya : konversi (x,y) ; actual parameter x dan y disebut sebagai actual parameter. Pada eksekusinya x akan menggantikan c dan y akan menggantikan f. x dan y ini dapat berupa : - konstanta - variabel - procedure, atau - fungsi Procedure Hitung(A,B : integer); Var C : integer; C := A + B; Writeln( Nilai C =,C) Var X,Y : integer; Write( Nilai X? ); Readln(X); Write( Nilai Y? ); Readln(Y); Hitung(X,Y); Nilai X? 2 Nilai Y? 3 Nilai C = 5 2.2 Pengiriman parameter secara acuan Halaman : 7

Bila pengiriman parameter secara acuan (by reference), maka perubahan-perubahan yang terjadi pada nilai parameter formal di prosedur akan mempengaruhi nilai actual parameter. Procedure hitung(var A,B,C : integer); Procedure Hitung(Var A,B,C : integer); C := A + B; Var X,Y,Z : integer; X := 2; Y:= 3; Hitung(X,Y,Z); Writeln( X =,X, Y =,Y, Z =,Z); X = 2 Y = 3 Z = 5 Menunjukkan pengiriman parameter secara acuan. Acuan Forward Digunakan untuk mendeklarasikan dimuka judul prosedur terpisah dari bloknya. Procedure pro1(var I : integer); Forward; Procedure pro2(var I : integer); Writeln( prosedur pro, I); Procedure pro1; Writeln( prosedur pro,i); Var I : integer; I := 1; pro1(i); I := 2; pro2(i); Halaman : 8

prosedur pro1 prosedur pro2 Prosedur Standar Prosedur yang disediakan oleh Turbo Pascal : 1. Prosedur standar EXIT Digunakan untuk keluar dari suatu blok. 2. Prosedur standar HALT Digunakan untuk menghentikan proses program baik di program bagian maupun di program utama. 3. Prosedur standar MOVE Bentuk umum : MOVE (Var source,dest; count : word); Digunakan untuk menyalin suatu blok sebanyak count byte memori dari blok dimulai byte pertama source dan disalinkan ke byte pertama dest. 4. Prosedur standar FILLCHAR Digunakan untuk mengisi sejumlah byte nilai ke dalam suatu variabel, sebagai berikut FillChar(x;count :word;ch); X adalah variabel yang dapat bertipe apapun yang akan diisi dengan nilai tipe ordinal Ch sebanyak count byte. FUNCTION Blok fungsi hampir sama dengan blok prosedur, hanya fungsi harus dideklarasikan dengan tipenya atau jenis hasilnya. Tipe deklarasi ini menunjukkan tipe hasil dari fungsi. Pada bahasa Pascal dikenal beberapa fungsi, misalkan : abs, pred, sqrt, sqr, succ dan sebagainya. Fungsi-fungsi tersebut biasanya dikenal dengan Built in Function. Sedangkan function yang akan bicarakan disini adalah fungsi yang kita buat sendiri. Berbeda dengan procedure, function merupakan modul program yang menghasilkan suatu kuantitas. Hal ini dapat dilihat dari bentuk header-nya yang menyebutkan jenis data dari kuantitas yang dihasilkan. Secara umum bentuk header suatu function adalah : Atau FUNCTION nama : jenis hasil; FUNCTION nama (formal parameter : jenis ) : jenis_hasil; 1. Akan dibuat suatu fungsi dengan nama MAX yang dapat menentukan integer terbesar di antara dua integer. Function MAX (x,y : integer) : integer; If x < y then MAX := y ; Halaman : 9

Else MAX := x; Selanjutnya kita dapat menggunakan fungsi di atas dalam suatu program, misalnya dengan menyatakan sebagai berikut : P := MAX(a,b); Z := MAX(a+b,a*b); Q := MAX(MAX(a,b),c); dsb. 2. Function LOG (x : real) : real; LOG := ln (x) / ln (10.0); 3. Function POWER (x,y : real) : real; POWER := exp (y * ln (X)) Function Hitung(Var A,B : integer): integer; Hitung := A + B; a b = POWER (a,b) b a = POWER (b,a) (p + q) r/s = POWER (p + q, r/s) dll Var X,Y : integer; Write( Nilai X? ); Readln(X); Write( Nilai Y? ); Readln(Y); Writeln; Writeln(X, +,Y, =,Hitung(X,Y)); Nilai X? 2 Nilai Y? 3 1 + 3 = 5 Halaman : 10

Perbedaan fungsi dengan prosedur adalah : 1. Pada fungsi, nilai yang dikirimkan balik terdapat pada nama fungsinya (kalau pada prosedur pada parameter yang dikirimkan secara acuan). Pada contoh, nama fungsi tersebut adalah Hitung dan nilai yang dikirim balik berada pada nama fungsi tersebut. Sehingga nama fungsi ini harus digunakan untuk menampung hasil yang akan dikirimkan dari fungsi, sebagai berikut : Hitung := A + B; Nama fungsi yang berisi nilai yang akan dikirimkan 2. Karena nilai balik berada di nama fungsi tersebut, maka fungsi tersebut dapat langsung digunakan untuk dicetak hasilnya, sebagai berikut : Writeln(X, +,Y, =,Hitung(X,Y)); Nama fungsi yang langsung digunakan untuk ditampilkan hasilnya. Atau nilai fungsi tersebut dapat juga langsung dipindahkan ke pengenal variabel yang lainnya, sebagai berikut : Hasil := Hitung(X,Y); Writeln(X, +,Y, +,Hasil); Sedang pada prosedur, nama prosedur tersebut tidak dapat digunakan langsung, yang dapat langsung digunakan adalah parameternya yang mengandung nilai balik. REKURSIF Suatu fungsi atau prosedur dalam bahasa Pascal dapat bersifat rekursif. Artinya, fungsi atau prosedur tersebut dapat memanggil dirinya sendiri. Berikut ini sebuah contoh fungsi dan prosedur yang rekursif. 1. function faktorial (nilai : integer) : integer; begin if nilai <= 0 then faktorial := 1; else faktorial := nilai * faktorial (nilai-1) end; Var N : integer; Write( Berapa faktorial? ); Readln(N); Writeln(N, faktorial =,faktorial(n):9:0); faktorial (4) = 4 * faktorial (3) 3 * faktorial (2) 2 * faktorial (1) Halaman : 11

1 * faktorial (0) 1 = 4 * 3 * 2 * 1 * 1 = 24 2. Bilangan Fibonanci: F (0) = 0 F (1) = 1 F (n) = F ( n-1 ) + F (n-2); untuk n >1 Function fibonacci ( n : integer ) : integer; If n = 0 then fibonacci := 0 Else If n := 1 then fibonacci := 1 Else fibonacci := fibonacci (n-1) + fibonacci (n-2); 3. Procedure reverse ( num : integer ); If num < 10 then write(num) Else begin Write(num mod 10); Reverse(num div 10); Fungsi Standar 1. Fungsi standar arutmatika Fungsi standar ABS Bentuk umum : ABS(x); Digunakan untuk memutlakkan suatu nilai yang ditunjukkan oleh argumen x. X:=-2.3; Write( Nilai X =,X, Nilai mutlaknya =,Abs(X):3:1); Fungsi standar EXP Bentuk Umum : EXP(x:):real; Digunakan untuk menghitung nilai pangkat dari bilangan e yaitu sebesar e x. Hasilnya berupa nilai real. Halaman : 12

Fungsi standar LN Bentuk umum : LN(x):real; Digunakan untuk menghitung nilai logaritma alam (natural logarithm) dari nilai x. Hasilnya berupa nilai real. Fungsi standar INT Bentuk umum : INT(x:real):real; Digunakan untuk menghasilkan nilai integer dari x. hasil dari fungsi adalah tipe real dengan nilai yang berupa pembulatan ke bawah (nilai pecahan dibuang) dari nilai x. X:=9.99; Write( Nilai yang akan dibulatkan =,X); Writeln( Nilai pembulatannya =,Int(X):3:2); Hasil : Nilai yang akan dibulatkan = 9.99 Nilai pembulatannya = 9.00 Fungsi standar FRAC Bentuk umum : FRAC(x:):real; Digunakan untuk mendapatkan nilai pecahan dari argumen x. Argumen x dapat bernilai real maupun integer dan hasil dari fungsi adalah real. X:=9.99; Write( Nilai X =,X, Nilai pecahannya =,Frac(X):4:3); Nilai X = 9.99 Nilai pecahannya = 0.990 Fungsi standar SQR Bentuk umum : SQR(x); Digunakan untuk menghitung nilai pangkat kuadrat dari argumen x. X :=2; Write( Nilai X =,X, Nilai kuadratnya =,sqr(x)); Nilai X = 2 Nilai kuadratnya = 4 Fungsi standar SQRT Bentuk umum : SQRT(x) : real; Digunakan untuk menghitung nilai akar dari argumen x, hasilnya berupa real. Halaman : 13

Fungsi standar PI, SIN, COS, ARCTAN 1. Fungsi Standar Transfer Digunakan untuk merubah suatu nilai ke bentuk nilai lain. Fungsi standar CHR Bentuk umum : CHR(x:byte):char; Digunakan untuk merubah nilai dari byte x ke bentuk karakter yang sesuai dengan kode ASCII. X := 66; Write( Nilai X =,x, Nilai karakternya =,CHR(X)); Nilai X = 66 Nilai karakternya = B Fungsi standar ORD Bentuk umum : ORD(x):longint; Digunakan untuk merubah nilai x ke bentuk nilai longint yang sesuai dengan kode ASCII, merupakan kebalikan dari fungsi CHR. Fungsi standar ROUND Bentuk umum : ROUND(x:real):longint; Digunakan untuk membulatkan nilai dari real x ke nilai longint yang terdekat. Bila nilai pecahan sama dengan atau lebih besar dari 0.5 akan dibulatkan ke atas, sedang kalau lebih kecil dari 0.5 akan dibulatkan ke bawah. Write( 10 dibagi 3 hasil pembulatan terdekat,round(10/3)); Writeln( 20 dibagi 3 hasil pembulatan terdekat adalah,round(20/3); 10 dibagi 3 hasil pembulatan terdekat adalah 3 20 dibagi 3 hasil pembulatan terdekat adalah 7 Fungsi standar TRUNC Bentuk umum : TRUNC(x:real):longint; Digunakan untuk membulatkan nilai dari real x ke nilai longint terkecil. Atau dengan kata lain membulatkan ke bawah. Write( 10 dibagi 3 hasil pembulatan terdekat,trunc(10/3)); Writeln( 20 dibagi 3 hasil pembulatan terdekat adalah,trunc(20/3); 10 dibagi 3 hasil pembulatan terdekat adalah 3 20 dibagi 3 hasil pembulatan terdekat adalah 6 Halaman : 14

1. Fungsi Standar Lainnya Fungsi standar yang tidak termasuk dalam kelompok pembagian di atas : Fungsi standar Hi, Lo, Swap Fungsi standar Random Bentuk umum : Random [(range :word)]; Digunakan untuk menghasilkan angka random berkisar dari nilai lebih besar atau sama dengan nol dan lebih kecil dari satu. Bila range tidak disebutkan, hasil dari fungsi ini adalah real, bila range disebutkan, hasilnya adalah word. Fungsi standar SizeOf Bentuk umum : SizeOf(x):word; Digunakan untuk menunjukkan besarnya byte yang digunakan oleh suatu variabel x, hasilnya berupa nilai word. Fungsi standar UPCASE Bentuk umum : UpCase(Ch:char):char; Digunakan untuk merubah argumen suatu karakter yang ditunjukkan oleh Ch menjadi bentuk karakter huruf besar (upper case). Halaman : 15