MENGUAP DAN MENDIDIH

dokumen-dokumen yang mirip
KALOR. Kelas 7 SMP. Nama : NIS : PILIHAN GANDA. Pilihlah salah satu jawaban yang paling tepat!

DESTILASI UAP. Group B ( PTK 2) Darwin Junaidi ( ) Agustina Gunawan ( ) Harris Kristanto ( )

Teori Kinetik Gas Teori Kinetik Gas Sifat makroskopis Sifat mikroskopis Pengertian Gas Ideal Persamaan Umum Gas Ideal

KALOR DAN KALOR REAKSI

KALOR. Keterangan Q : kalor yang diperlukan atau dilepaskan (J) m : massa benda (kg) c : kalor jenis benda (J/kg 0 C) t : kenaikan suhu

Kalor yang digunakan untuk menaikkan suhu Kalor yang digunakan untuk mengubah wujud (kalor laten),

SMP kelas 7 - FISIKA BAB 2. Klasifikasi BendaLatihan Soal 2.1

Xpedia Fisika. Soal Zat dan Kalor

III ZAT MURNI (PURE SUBSTANCE)

SMP kelas 9 - FISIKA BAB 11. KLASIFIKASI BENDALatihan Soal 11.1

BAB 4 TEMUAN DAN PEMBAHASAN. merumuskan indikator dan konsep pada submateri pokok kenaikan titik didih

FISIKA TERMAL Bagian I

MENGAMATI ARUS KONVEKSI, MEMBANDINGKAN ENERGI PANAS BENDA, PENYEBAB KENAIKAN SUHU BENDA DAN PENGUAPAN

KATA PENGANTAR. Tangerang, 24 September Penulis

KALOR (HEAT) Kalor. padat KALOR PERPINDAHAN KALOR

DAFTAR LAMPIRAN...xi

Gaya Antarmolekul dan Cairan dan Padatan

BAB I PENDAHULUAN A. KENAIKAN TITIK DIDIH DAN PENURUNAN TITIK BEKU

EKSPERIMEN 1 FISIKA SIFAT TERMAL ZAT OLIMPIADE SAINS NASIONAL 2006 Waktu 1,5 jam

FISIKA TERMAL(1) Yusron Sugiarto

SMP kelas 9 - FISIKA BAB 11. KLASIFIKASI BENDALatihan Soal 11.2

Xpedia Fisika. Kapita Selekta Set Energi kinetik rata-rata dari molekul dalam sauatu bahan paling dekat berhubungan dengan

IDENTIFIKASI MISKONSEPSI PADA MATERI POKOK WUJUD ZAT SISWA KELAS VII SMP NEGERI 1 BAWANG TAHUN AJARAN 2009/2010

BAB II KALOR Pembelajaran ini bertujuan agar Anda dapat :

Antiremed Kelas 11 Fisika

Ditemukan pertama kali oleh Daniel Gabriel Fahrenheit pada tahun 1744

KALOR. Peristiwa yang melibatkan kalor sering kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari.

- - KALOR - - Kode tujuh3kalor - Kalor 7109 Fisika. Les Privat dirumah bimbelaqila.com - Download Format Word di belajar.bimbelaqila.

ZAT, WUJUD ZAT, DAN MASSA JENIS

12/3/2013 FISIKA THERMAL I

KALOR. hogasaragih.wordpress.com

LAMPIRAN I. Tes Hasil Belajar Observasi Awal

3. Pernyataan yang benar untuk jumlah kalor yang diserap menyebabkan perubahan suhu suatu benda adalah... a. b. c. d.

SUHU DAN KALOR DEPARTEMEN FISIKA IPB

SUHU DAN KALOR OLEH SAEFUL KARIM JURUSAN PENDIDIKAN FISIKA FPMIPA UPI

Antiremed Kelas 7 Fisika

Antiremed Fisika. Persiapan UAS 1 Fisika Kelas Berapakah volume batu yang ditunjukan pada gambar di bawah ini?

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA FISIKA PENENTUAN BERAT MOLEKUL BERDASARKAN PENGUKURAN MASSA JENIS GAS

Karakteristik Air. Siti Yuliawati Dosen Fakultas Perikanan Universitas Dharmawangsa Medan 25 September 2017

BAB II LANDASAN TEORI

Fisika Umum (MA101) Kalor Temperatur Pemuaian Termal Gas ideal Kalor jenis Transisi fasa

MATERI POKOK. 1. Kalor Jenis dan Kapasitas Kalor 2. Kalorimeter 3. Kalor Serap dan Kalor Lepas 4. Asas Black TUJUAN PEMBELAJARAN

MODUL MATA PELAJARAN IPA

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA FISIKA PENENTUAN BERAT MOLEKUL BERDASARKAN PENGUKURAN MASSA JENIS GAS

SUMBER BELAJAR PENUNJANG PLPG

Xpedia Fisika. Soal TKG ( Teori Kinetik Gas )

SMP kelas 9 - FISIKA BAB 9. KALOR DAN PERPINDAHANNYALATIHAN SOAL BAB 9

Teknik Lingkungan S1 TERMODINAMIKA LINGKUNGAN

4. HASIL DAN PEMBAHASAN. kaca, dan air. Suhu merupakan faktor eksternal yang akan mempengaruhi

Titik Leleh dan Titik Didih

BAB II SISTEM VAKUM. Vakum berasal dari kata latin, Vacuus, berarti Kosong. Kata dasar dari

PENGANTAR ILMU KIMIA FISIK. Subtitle

Pilih satu jawaban yang paling benar dari dengan cara memberikan tanda silang (X) pada huruf di depan pilihan jawaban tersebut.

Teori Kinetik Gas. C = o C K K = K 273 o C. Keterangan : P2 = tekanan gas akhir (N/m 2 atau Pa) V1 = volume gas awal (m3)

Makalah Termodinamika Pemicu 4: Kesetimbangan Fasa Uap-Cair

MARDIANA LADAYNA TAWALANI M.K.

WUJUD ZAT (GAS) Gaya tarik menarik antar partikel sangat kecil

KEGIATAN BELAJAR 6 SUHU DAN KALOR

Bab VIII Teori Kinetik Gas

K13 Revisi Antiremed Kelas 11 Fisika

BAB II LANDASAN TEORI

FISIKA 2. Pertemuan ke-4

SOAL FISIKA UNTUK TINGKAT KAB/KOTA Waktu: 120 menit. Laju (m/s)

PERCOBAAN I PENENTUAN BERAT MOLEKUL BERDASARKAN PENGUKURAN MASSA JENIS GAS

BAB 4 UAP JENUH DAN UAP PANAS LANJUT

BAB SUHU DAN KALOR. Dengan demikian, suhu pelat baja harus ( ,3 0 C) = 57,3 0 C.

P E T A K O N S E P. Zat dan Wujudnya. Massa Jenis Zat Wujud Zat Partikel Zat. Perubahan Wujud Zat Susunan dan Gerak Partikel Zat

Fisika Panas 2 SKS. Adhi Harmoko S

Kalor. Pengertian kalor

BAB II TINJAUAN PUSTAKA Tinjauan tentang aplikasi sistem pengabutan air di iklim kering

KALOR SEBAGAI ENERGI B A B B A B

Fisika Dasar I (FI-321)

...(2) adalah perbedaan harga tengah entalphi untuk suatu bagian. kecil dari volume.

Fisika Umum (MA-301) Topik hari ini. Suhu dan Kalor

LAMPIRAN I (TBL. 01) Hasil Belajar Siswa pada Observasi Awal

Silabus. - Mengidentifikasikan besaran-besaran fisika dalam kehidupan sehari-hari lalu mengelompokkannya dalam besaran pokok dan turunan.

KESETIMBANGAN FASA. Komponen sistem

Fluida Dan Kalor. ρ = massa jenis zat cair h = tinggi zat cair dari permukaan g = percepatan gravitasi P t = tekanan total P o = tekanan udara luar

Maka persamaan energi,

KALOR. Dari hasil percobaan yang sering dilakukan besar kecilnya kalor yang dibutuhkan

BAB 10 KALOR DAN PERPINDAHAN KALOR

Kalor dan Hukum Termodinamika

KALOR. Peta Konsep. secara. Kalor. Perubahan suhu. Perubahan wujud Konduksi Konveksi Radiasi. - Mendidih. - Mengembun. - Melebur.

MAKALAH ILMU ALAMIAH DASAR

BAB II DASAR TEORI. Energy balance 1 = Energy balance 2 EP 1 + EK 1 + U 1 + EF 1 + ΔQ = EP 2 + EK 2 + U 2 + EF 2 + ΔWnet ( 2.1)

PEMERINTAH KABUPATEN PURBALINGGA DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN SMA NEGERI 1 REMBANG Jalan Monumen Jenderal Soedirman Rembang Purbalingga 53356

Sifat fisika air. Air O. Rumus molekul kg/m 3, liquid 917 kg/m 3, solid. Kerapatan pada fasa. 100 C ( K) (212ºF) 0 0 C pada 1 atm

SMP kelas 7 - FISIKA BAB 4. Kalor dan PerpindahannyaLatihan Soal 4.3

ENERGI TERMAL. benda padat, sehingga berbentuk padat. Parikel-partikel tersebut bergerak maju dan. Gambar 1.

PEMBINAAN OLIMPIADE FISIKA SMP PROPINSI JAWA BARAT

BAB XII KALOR DAN PERUBAHAN WUJUD

Anda dapat menganalisis pengaruh kalor terhadap suatu zat, menganalisis cara perpindahan kalor, dan menerapkan asas Black dalam pemecahan masalah.

BAB 7 SUHU DAN KALOR

LTM TERMODINAMIKA TEKNIK KIMIA Pemicu

KEGIATAN PEMBELAJARAN 1 SIFAT KOLIGATIF LARUTAN

9/17/ KALOR 1

SD kelas 6 - ILMU PENGETAHUAN ALAM BAB 13. SIFAT DAN PERUBAHAN BENDALatihan soal 13.2

C. ( Rata-rata titik lelehnya lebih rendah 5 o C dan range temperaturnya berubah menjadi 4 o C dari 0,3 o C )

BAB III ZAT DAN WUJUDNYA

Transkripsi:

MENGUAP DAN MENDIDIH Catatan: - Tulisan ini dibuat sebagai tanggapan terhadap thread Mekanisme Penguapan Air pada RTP di Milis Fisika Indonesia. Tulisan ini bukan makalah resmi. Penambahan/pengurangan/revisi dari informasi yang ada di tulisan ini masih diharapkan. - Tidak dilakukan permintaan izin untuk copyright gambar-gambar pada tulisan ini. Gambar disertakan semata-mata untuk kepentingan pemahaman pembaca terhadap isi tulisan (non-profit). Pendahuluan Sudah diketahui bahwa titik didih air adalah 100 C. Apakah penguapan dapat terjadi pada suhu di bawah 100 C? Kita ketahui bahwa air tergenang lama-kelamaan jadi kering, baju yang dijemur menjadi kering, lantai bekas mengepel yang kering sendiri, spray/semprotan yang menguap, uap yang terlihat pada es batu (dikutip dari posting Pak Mariano). Fenomena-fenomena dalam kehidupan sehari-hari tersebut menunjukkan bahwa penguapan dapat terjadi tidak hanya pada suhu 100 C. Pertanyaannya: mengapa demikian? Bagaimana mekanisme penguapan? Di sini saya mencoba menambahkan informasi tentang tekanan uap jenuh, penguapan, pendidihan (proses mendidih) dan perbedaannya dengan penguapan, diagram fase air dan implikasi definisi penguapan yang sebenarnya pada pembelajaran materi kalor di sekolah. Tekanan Uap Jenuh Untuk lebih mengerti perbedaan penguapan dengan pendidihan, kita perlu mengetahui besaran yang disebut dengan tekanan uap jenuh. Anggap suatu substansi zat cair berada dalam ruang tertutup. Secara naluriah, kita mungkin menduga bahwa dalam ruang tertutup tidak terjadi penguapan. Namun sebenarnya penguapan tetap terjadi dalam ruang tertutup. 1

Gambar 1. Proses penguapan pada ruang tertutup Pada penguapan, molekul-molekul gas melepaskan diri dari gaya antar molekul yang ada pada fase cair (perhatikan bahwa dalam hal ini yang ditinjau adalah proses dalam ruang tertutup). Molekul-molekul ini ada yang kembali menuju permukaan zat cair dan ada yang tetap menjadi gas. Akan terjadi kesetimbangan di mana molekul yang meninggalkan permukaan sebanding dengan jumlah molekul yang kembali ke permukaan. Pada kondisi kesetimbangan ini, akan ada jumlah molekul gas yang tetap (tidak berubah) pada ruang di atas permukaan zat cair [1]. Gambar 2. Kondisi ruang tertutup dalam kesetimbangan. Jumlah molekul gas di atas zat cair tidak berubah, dan jumlah molekul gas yang menguap dan kembali ke permukaan selalu sama [1]. 2

Terjadinya kesetimbangan dalam ruang tersebut dinamakan dengan keadaan jenuh (saturated). Tekanan uap ketika jenuh disebut tekanan uap jenuh (kadang-kadang disebut sebagai tekanan uap saja) [2]. Hubungan antara tekanan uap jenuh air dengan perubahan suhu dapat dilihat di Gambar 3. Gambar 3. Grafik tekanan uap jenuh (saturated vapour pressure = svp) air terhadap temperatur [1] Hubungan tekanan uap jenuh (saturated vapor pressure) dengan suhu (temperature) secara matematis mengikuti persamaan B log P = A (1) C + T dengan P tekanan uap jenuh, A, B dan C adalah konstanta spefisik, dan T adalah temperatur suatu zat, yang dikenal sebagai persamaan Antoine [3] (seperti yang telah di-post oleh Pak Putranda Tumewu). Persamaan ini diperoleh secara empiris [4]. Seperti yang dijelaskan Pak Putranda, dari persamaan (1) kita dapatkan bahwa semakin tinggi temperatur suatu zat, akan semakin besar nilai tekanan uap jenuhnya (lihat kembali Gambar 3. Tekanan uap jenuh naik secara logaritmik terhadap kenaikan suhu). Besarnya 3

tekanan uap jenuh berkorelasi dengan banyaknya molekul yang mempunyai energi kinetik yang cukup untuk melepaskan diri dari permukaan cairan dan memasuki fase uap. Tekanan uap jenuh yang lebih besar berarti lebih banyak molekul gas yang dimungkinkan berada di atas permukaan zat cair (seperti diilustrasikan pada Gambar 2). Jadi kenaikan suhu dapat memperbesar tekanan uap jenuh, dan semakin tinggi uap jenuh akan memperbesar kemungkinan penguapan. Inilah alasan mengapa menaikkan suhu merupakan salah satu cara mempercepat penguapan. Penguapan Molekul pada zat cair bergerak satu sama lain dengan berbagai laju yang kira-kira mengikuti distribusi Maxwell. Energi rata-rata suatu partikel dalam zat cair ditentukan oleh suhunya. Semakin tinggi suhunya, akan semakin cepat laju partikel zat cair, karenanya semakin besar energi kinetik rata-ratanya. Sesuai dengan definisi rata-rata, sebenarnya tidak semua molekul dalam suatu kumpulan molekul zat cair memiliki energi kinetik yang sama. Ada molekul yang memiliki energi kinetik yang dekat dengan nilai energi kinetik rata-rata, ada yang energi kinetiknya lebih besar dan lebih kecil dari energi kinetik rataratanya [1]. Partikel-partikel di permukaan zat cair yang memiliki energi kinetik yang lebih besar dari energi kinetik rata-rata memiliki kemungkinan untuk bergerak cukup cepat untuk melepaskan diri dari gaya tarik-menarik antar molekul zat cair tersebut. Hanya molekul yang mempunyai energi kinetik di atas nilai tertentu yang dapat melepaskan diri dari gaya tarik-menarik antar molekul zat cair dan kemudian melarikan diri ke fase gas [2]. Proses melepaskan diri inilah yang dinamakan dengan penguapan. Gambar 4. Partikel/molekul dengan energi yang lebih besar dari ratarata melepaskan diri dari ikatan [1] 4

Proses penguapan ini hanya melibatkan molekul-molekul zat cair pada permukaannya saja (fenomena permukaan). Penguapan (atau proses molekul melepaskan diri dari ikatannya) ini dapat terjadi jika tekanan parsial air di udara lebih kecil dari tekanan uap jenuh (seperti yang di-post oleh Pak Putranda). Sebenarnya, pada saat terjadi penguapan, juga terjadi kondensasi (pengembunan) [5]. Namun, selama tekanan parsial H 2 O di udara berada di bawah tekanan uap jenuh, laju penguapan akan lebih besar daripada laju kondensasi (udara luar yang belum jenuh masih mungkin untuk menerima uap air). (Catatan: Hal ini juga berlaku sebaliknya. Jika tekanan parsial air di udara lebih besar daripada tekanan uap jenuh, maka udara dikatakan menjadi superjenuh, dan udara yang superjenuh tidak dapat menahan uap air. Dalam hal ini, laju kondensasi lebih besar daripada laju penguapan sehingga terjadi kondensasi/pengembunan. Inilah proses yang terjadi pada pembentukan awan, kabut dan hujan [2]). Pendidihan Ketika temperatur dinaikkan sampai titik tertentu di mana tekanan uap jenuh pada temperatur tersebut sama dengan tekanan luar, terjadilah pendidihan. Gambar 5. Perbedaan proses penguapan dengan pendidihan [6] Selama proses pendidihan, gelembung-gelembung kecil terbentuk pada cairan, yang menunjukkan perubahan dari fase cair ke gas. Jika tekanan uap di dalam gelembung lebih 5

kecil dari tekanan luar, gelembung akan hancur sebelum mencapai permukaan. Pada saat temperatur naik, tekanan uap jenuh di dalam gelembung akhirnya sama dengan atau melebihi tekanan udara luar. Gelembung kemudian tidak akan hancur, tetapi bertambah besar dan naik ke permukaan [2]. Anggap tekanan udara luar adalah 1 atm (1 atm = 101325 Pa ~ 100 kpa. Untuk air, kondisi tekanan uap jenuh (svp) 1 atm (~100 kpa, yang sama dengan tekanan udara luar, ingat bahwa untuk pendidihan, tekanan uap jenuh harus sama dengan tekanan udara luar) tercapai pada suhu 100 C (lihat kembali Gambar 3). Suhu 100 C ini yang kita kenal sebagai titik didih air. Perbedaan Penguapan dan Pendidihan Dari penjelasan di atas maka dapat diperoleh bahwa perbedaan antara penguapan dan pendidihan adalah sebagai berikut. 1. Pada proses penguapan, tekanan uap jenuh (saturated vapor pressure (svp) atau vapor pressure) lebih kecil dari tekanan udara luar. Sementara proses mendidih dapat tercapai jika tekanan uap jenuh (svp) sama dengan tekanan tekanan luar [2,6]. 2. Penguapan adalah suatu proses yang terjadi pada permukaan zat cair saja (surface phenomenon), sedangkan pendidihan terjadi pada bagian volume zat cair (volume phenomenon). [6]. 3. Pendidihan dapat terjadi pada titik didih tertentu, sedangkan penguapan dapat terjadi pada suhu di bawah titik didih. Syarat terjadinya penguapan adalah tekanan parsial air di udara lebih kecil daripada tekanan uap jenuh, dan adanya molekul pada permukaan zat cair yang memiliki energi kinetik di atas energi kinetik rata-rata. Energi kinetik yang berlebih ini memampukan molekul zat cair untuk melepaskan diri dari ikatan antarmolekulnya dan menjadi uap. 6

Diagram fase air Kita ketahui bahwa air dapat berwujud padat (es), cair atau uap. Selain ditentukan oleh temperatur, wujud H 2 O juga ditentukan oleh tekanannya. Q R Gambar 6. Grafik P-T (yang sering disebut juga dengan diagram fase) untuk H 2 O [7] Perlu diingat bahwa grafik P-T pada Gambar 6 bukanlah grafik sebab-akibat (tekanan pada sumbu y bukanlah hasil yang didapatkan dari perubahan suhu pada sumbu x), tapi grafik tersebut merupakan grafik kondisi di mana wujud padat, cair dan gas dari H 2 O dapat terjadi pada tekanan-tekanan tertentu dan suhu-suhu tertentu. Grafik seperti ini disebut juga diagram fase. Dari diagram fase H 2 O di atas, dapat dilihat bahwa air juga dapat berwujud uap di bawah suhu 100 C (100 C=373,15 K), jika tekanan dikondisikan pada nilai-nilai tertentu di bawah batas QR. Bahkan es pun memiliki kemungkinan untuk menyublim (berubah langsung menjadi uap, tanpa melalui fase cair) pada suhu di bawah 0,01 C (0,01 C=273,16 K), pada tekanan tertentu (perhatikan batas di sebelah kiri titik Q). 7

Jika tekanan udara luar lebih kecil dari 1 atm, misalnya di pegunungan yang jauh lebih tinggi dari permukaan laut (kita ketahui, semakin tinggi suatu permukaan dari permukaan laut, maka tekanan udara luarnya akan semakin kecil), maka tekanan uap jenuh yang diperlukan untuk mendidih pun semakin kecil. Sebagai akibatnya, titik didih zat cair juga akan semakin kecil. Hal inilah yang menyebabkan air akan lebih cepat mendidih di puncak gunung yang tinggi (titik didihnya lebih rendah) dibandingkan dengan di dekat permukaan laut. Sebagai contoh, titik didih air di daerah bertekanan rendah (katakanlah 1/3 atm) hanya sekitar 70 C [2]. Implikasi Konsep Penguapan pada Proses Pembelajaran Palor yang Menggunakan Grafik Suhu terhadap Waktu Materi kalor merupakan materi standar SMP kelas VII dan SMA kelas X. Untuk kepentingan perhitungan kalor yang dibutuhkan sistem untuk suatu proses termal (termasuk penggunaan asas Black), biasanya digunakan grafik temperatur terhadap waktu seperti gambar berikut. Gambar 7. Grafik temperatur terhadap waktu yang melibatkan perubahan suhu dan perubahan wujud [8] 8

Biasanya proses pada grafik di atas akan diterjemahkan menjadi: 1. Suhu es naik dari -10 C ke 0 C [tanpa perubahan wujud, zat tetap dalam bentuk es/padat, tapi ada perubahan suhu] (proses 1) 2. Es mencair pada suhu 0 C [ada perubahan wujud, tanpa perubahan suhu] (proses 2) 3. Air mengalami perubahan suhu dari 0 C-100 C [tanpa perubahan wujud, zat tetap dalam bentuk cair, tapi ada perubahan suhu] (proses 3) 4. Air mendidih dan mengalami perubahan wujud menjadi gas/uap air pada suhu 100 C [ada perubahan wujud, tanpa perubahan suhu] (proses 4) 5. Uap air mengalami kenaikan suhu dari 100 C ke 120 C [tanpa perubahan wujud, tapi ada perubahan suhu] (proses 5) Pembagian diagram berdasarkan Gambar 7 ini diperlukan untuk mempermudah perhitungan kalor, yang mana proses tanpa perubahan wujud, tapi ada perubahan suhu (proses 1, 3, 5) dihitung dengan persamaan yang melibatkan perubahan suhu Q = m c T (2) dengan Q adalah kalor, m massa zat, c adalah kalor jenis dan T adalah perubahan suhu. Sementara proses dengan perubahan wujud, tanpa ada perubahan suhu (proses 2 dan 4) dihitung dengan persamaan yang melibatkan kalor laten U dan L Q = m U (3) atau Q = m L (4) di mana U adalah kalor uap dan L adalah kalor lebur. Berdasarkan pembahasan tentang penguapan sebelumnya, keterangan tanpa perubahan wujud pada proses 3 perlu dikoreksi. Air yang mengalami perubahan suhu dari 0 C 100 C sebenarnya juga mengalami perubahan wujud (menguap), walaupun mungkin penguapan yang terjadi tidak menghasilkan perubahan massa air yang signifikan (karena merupakan fenomena permukaan), sehingga tidak begitu mempengaruhi nilai massa air pada input proses 4. 9

Perlu ditekankan kepada siswa bahwa penguapan tidak hanya terjadi pada titik didih saja. Pertanyaan lanjutan Apakah mungkin perubahan massa air karena penguapan pada proses 3 signifikan? Jika terdapat perubahan massa air yang siginifikan pada proses 3, maka nilai massa yang menjadi input proses 4 (untuk dimasukkan ke persamaan (3)) harus dikurangi dengan massa air yang sudah menjadi uap pada proses 3. Mohon koreksi dan masukannya. Kesimpulan 1. Pada tekanan udara luar 1 atm, penguapan dapat terjadi pada suhu antara 0 C 100 C dengan kondisi tekanan parsial air lebih kecil dari tekanan uap jenuh, dan tekanan uap jenuh pada suhu yang bersesuaian lebih kecil dari tekanan udara luar. 2. Proses penguapan adalah proses di mana molekul zat cair (di permukaan zat cair) yang memiliki energi kinetik yang lebih besar dari energi kinetik rata-rata mampu melepaskan diri dari ikatan antarmolekul dan menjadi uap. 3. Zat cair dapat mendidih jika tekanan uap jenuhnya sama dengan tekanan udara luar. Hal ini dicapai pada suatu kondisi suhu yang disebut dengan titik didih. Titik didih ini bergantung pada tekanan udara luar. Jika suatu zat cair dikondisikan pada tekanan udara luar yang semakin rendah (misalnya di lokasi yang jauh di atas permukaan laut), maka titik didihnya juga akan semakin rendah. Referensi [1] http://www.chemguide.co.uk/physical/phaseeqia/vapourpress.html#top. [2] Giancoli, Douglas C. 2006. Fisika, edisi kelima, Jilid 1,. Penerbit Erlangga, Jakarta. [3] http://www.answers.com/topic/antoine-equation [4] http://en.wikipedia.org/wiki/antoine_equation [5] http://www.answerbag.com/q_view/58483 [6] http://hyperphysics.phy-astr.gsu.edu/hbase/kinetic/vappre.html [7] Anderson, Greg. 2005. Thermodynamics and Natural Systems. Cambridge University Press, New York. [8] http://www.chemteam.info/thermochem/time-temperature-graph.html compiled by: Regina L. Physics teacher 10