12. Aluminium dan Paduannya

dokumen-dokumen yang mirip
14. Magnesium dan Paduannya (Mg and its alloys)

1. Baja dan Paduannya 1.1 Proses Pembuatan Baja

MATERIAL TEKNIK LOGAM

TIN107 - Material Teknik #10 - Metal Alloys (2) METAL ALLOYS (2) TIN107 Material Teknik

Pembahasan Materi #11

TUGAS AKHIR. Tugas Akhir ini Disusun Guna Memperoleh Gelar Sarjana Strata Satu Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Surakarta

BAB I PENDAHULUAN. Penemuan logam memberikan manfaat yang sangat besar bagi. kehidupan manusia. Dengan ditemukannya logam, manusia dapat

ANALISA PENGARUH AGING 400 ºC PADA ALUMINIUM PADUAN DENGAN WAKTU TAHAN 30 DAN 90 MENIT TERHADAP SIFAT FISIS DAN MEKANIS

Jurnal Flywheel, Volume 1, Nomor 2, Desember 2008 ISSN :

11. Logam-logam Ferous Diagram fasa besi dan carbon :

BAB I PENDAHULUAN. Dalam membuat suatu produk, bahan teknik merupakan komponen. yang penting disamping komponen lainnya. Para perancang, para

BAB IV HASIL DAN ANALISA. Gajah Mada, penulis mendapatkan hasil-hasil terukur dan terbaca dari penelitian

TIN107 - Material Teknik #9 - Metal Alloys 1 METAL ALLOYS (1) TIN107 Material Teknik

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. 2.1 Dapur Crucible dan Burner Sebagai Alat Pemanas

BAB I PENDAHULUAN. berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi yang selalu. sehingga tercipta alat-alat canggih dan efisien sebagai alat bantu dalam

BAB I PENDAHULUAN. dimana logam dicairkan dalam tungku peleburan kemudian. dituangkan kedalam rongga cetakan yang serupa dengan bentuk asli

03/01/1438 KLASIFIKASI DAN KEGUNAAN BAJA KLASIFIKASI BAJA 1) BAJA PEGAS. Baja yang mempunyai kekerasan tinggi sebagai sifat utamanya

PEMBUATAN BRACKET PADA DUDUKAN CALIPER. NAMA : BUDI RIYONO NPM : KELAS : 4ic03

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

ANALISIS SIFAT FISIS DAN MEKANIS ALUMINIUM (Al) PADUAN DAUR ULANG DENGAN MENGGUNAKAN CETAKAN LOGAM DAN CETAKAN PASIR

BAB I PENDAHULUAN. Aluminium (Al) adalah salah satu logam non ferro yang memiliki. ketahanan terhadap korosi, dan mampu bentuk yang baik.

BAB VI L O G A M 6.1. PRODUKSI LOGAM

ANALISIS HASIL PENGECORAN ALUMINIUM DENGAN VARIASI MEDIA PENDINGINAN

LOGAM NON FERROS. Tembaga adalah logam yang berwarna kemerahan dengan berat jenis 8.85 (baja 7.8). titik leburnya 1083C.

PENGUJIAN KEKUATAN TARIK PRODUK COR PROPELER ALUMUNIUM. Hera Setiawan 1* Gondangmanis, PO Box 53, Bae, Kudus 59352

VARIASI PENAMBAHAN FLUK UNTUK MENGURANGI CACAT LUBANG JARUM DAN PENINGKATAN KEKUATAN MEKANIK

TUGAS AKHIR PENGARUH ELEKTROPLATING TERHADAP SIFAT FISIS DAN MEKANIS ALUMINIUM PADUAN

NASKAH PUBLIKASI ILMIAH

BESI COR. 4.1 Struktur besi cor

I. PENDAHULUAN. Definisi baja menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah suatu benda

BAB IV HASIL DAN ANALISA. pengujian komposisi material piston bekas disajikan pada Tabel 4.1. Tabel 4.1 Hasil Uji Komposisi Material Piston Bekas

BAB II LANDASAN TEORI

BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB II DASAR TEORI. Brake Lining. Brake Shoe. Gambar 2.1. Sepatu Rem [15].

Analisis Sifat Fisis dan Mekanis Pada Paduan Aluminium Silikon (Al-Si) dan Tembaga (Cu) Dengan Perbandingan Velg Sprint

Pengaruh Waktu Penahanan Artificial Aging Terhadap Sifat Mekanis dan Struktur Mikro Coran Paduan Al-7%Si

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. (C), serta unsur-unsur lain, seperti : Mn, Si, Ni, Cr, V dan lain sebagainya yang

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Analisis Coran Kuningan dari Limbah Rosokan dan Gram-Gram Sisa Permesinan untuk Komponen Permesinan

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

Bila logam cair paduan tembaga dan seng sudah cukup dingin untuk dipindahkan, mereka dikeluarkan dari cetakan dan dipindah ke tempat penyimpanan.

LOGAM BUKAN BESI (NONOFERROUS)

PROSES MANUFACTURING

ANALISA SIFAT MEKANIK PROPELLER KAPAL BERBAHAN DASAR ALUMINIUM DENGAN PENAMBAHAN UNSUR Cu. Abstrak

Analisa Pengaruh Aging 450 ºC pada Al Paduan dengan Waktu Tahan 30 dan 90 Menit Terhadap Sifat Fisis dan Mekanis

BAB III METODE PENELITIAN

PENGARUH PENAMBAHAN Mg TERHADAP SIFAT KEKERASAN DAN KEKUATAN IMPAK SERTA STRUKTUR MIKRO PADA PADUAN Al-Si BERBASIS MATERIAL PISTON BEKAS

ANALISIS STRUKTUR MIKRO CORAN PENGENCANG MEMBRAN PADA ALAT MUSIK DRUM PADUAN ALUMINIUM DENGAN CETAKAN LOGAM

PENGARUH TEMPERATUR CARBURIZING PADA PROSES PACK CARBURIZING TERHADAP SIFAT SIFAT MEKANIS BAJA S 21 C

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB III TINJAUAN PUSTAKA

PENGARUH PENAMBAHAN TEMBAGA (Cu) TERHADAP SIFAT MEKANIK DAN STRUKTUR MIKRO PADA PADUAN ALUMINIUM-SILIKON (Al-Si) MELALUI PROSES PENGECORAN

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

PROSES PRODUKSI I METALURGI SERBUK BY ASYARI DARYUS UNIVERSITAS DARMA PERSADA

Gambar 2.1. Proses pengelasan Plug weld (Martin, 2007)

BAB III METODE PENELITIAN

18.1 Sandwich Panel Honeycomb sandwich

BAB I PENDAHULUAN. dalam kelompok Boron dalam unsur kimia (Al-13) dengan massa jenis 2,7 gr.cm-

BAB IX LOGAM NON-FEROUS

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN DASAR TEORI

TUGAS AKHIR STUDI TENTANG PENAMBAHAN UNSUR PADA ALUMINIUM PADUAN PISTON SEPEDA MOTOR TERHADAP SIFAT FISIS DAN MEKANIS

PENGARUH PUTARAN TERHADAP LAJU KEAUSAN Al-Si ALLOY MENGGUNAKAN METODE PIN ON DISK TEST

I. PENDAHULUAN. 26, Unsur ini mempunyai isotop alam: Al-27. Sebuah isomer dari Al-26

6. Besi Cor. Besi Cor Kelabu : : : : : : : Singkatan Berat jenis Titik cair Temperatur cor Kekuatan tarik Kemuluran Penyusutan

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Penguatan yang berdampak terhadap peningkatan sifat mekanik dapat

MODUL 10 DI KLAT PRODUKTI F MULOK I I BAHAN KERJA

TUGAS PENGETAHUAN BAHAN TEKNIK II CETAKAN PERMANEN

PENGECORAN SUDU TURBIN AIR AKSIAL KAPASITAS DAYA 102 kw DENGAN BAHAN PADUAN TEMBAGA ALLOY 8A

BAGIAN-BAGIAN UTAMA MOTOR Bagian-bagian utama motor dibagi menjadi dua bagian yaitu : A. Bagian-bagian Motor Utama yang Tidak Bergerak

Pengaruh Elastisitas dan Kekerasan Terhadap Konduktivitas Listrik Untuk Aluminium Alloy 2024

BAB II DASAR TEORI Tinjauan Pustaka

TEKNOLOGI PENGECORAN LOGAM RANCANGAN DAPUR PELEBUR UNTUK MELEBUR ALUMUNIUM DAN PADUANNYA DENGAN KAPASITAS 30KG UNTUK KEPERLUAN LAB.

1. Fabrikasi Struktur Baja

PENGARUH JARAK DARI TEPI CETAKAN TERHADAP KEKUATAN TARIK DAN KEKERASAN PADA CORAN ALUMINIUM

BAB I PENDAHULUAN. Biomaterial adalah substansi atau kombinasi beberapa subtansi, sintetis atau

PENGARUH PROSES PENGELASAN TIG TERHADAP SIFAT MEKANIS BAHAN PADUAN ALUMINIUM

Kategori unsur paduan baja. Tabel periodik unsur PENGARUH UNSUR PADUAN PADA BAJA PADUAN DAN SUPER ALLOY

NASKAH PUBLIKASI ILMIAH ANALISA PENGARUH SOLUTION TREATMENT PADA MATERIAL ALUMUNIUM TERHADAP SIFAT FISIS DAN MEKANIS

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

dislokasi pada satu butir terjadi pada bidang yang lebih disukai (τ r max).

ANALISA SIFAT FISIS DAN MEKANIS PULLEY HASIL CORAN DENGAN BAHAN TAMBAH PISTON BEKAS

ANALISIS PROSES TEMPERING PADA BAJA DENGAN KANDUNGAN KARBON 0,46% HASILSPRAY QUENCH

STUDI BAHAN ALUMUNIUM VELG MERK SPRINT DENGAN METODE TERHADAP SIFAT FISIS DAN MEKANIS

BAB I PENDAHULUAN. Universitas Sumatera Utara

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

PENGARUH PROSES HARDENING PADA BAJA HQ 7 AISI 4140 DENGAN MEDIA OLI DAN AIR TERHADAP SIFAT MEKANIS DAN STRUKTUR MIKRO

ANALISIS SIFAT MEKANIK MATERIAL TROMOL REM SEPEDA MOTOR DENGAN PENAMBAHAN UNSUR CHROMIUM TRIOXIDE ANHYDROUS (CrO 3 )

BAB IV PEMBAHASAN Data Pengujian Pengujian Kekerasan.

SIFAT FISIK DAN MINERAL BAJA

1. Pendahuluan Pembentukan Logam

KRIYA LOGAM. Oleh: B Muria Zuhdi JURUSAN PENDIKAN SENI RUPA FAKULTAS BAHASA DAN SENI UIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA

ANALISIS PENGARUH TEMPERATUR PENUANGAN DAN TEMPERATUR CETAKAN TERHADAP SIFAT MEKANIS BAHAN PADUAN Al-Zn

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

11 BAB II LANDASAN TEORI

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

PENINGKATAN KEKAKUAN PEGAS DAUN DENGAN CARA QUENCHING

STUDI EKSPERIMEN PENGARUH WAKTU PENIUPAN PADA METODA DEGASSING JENIS LANCE PIPE, DAN POROUS PLUG TERHADAP KUALITAS CORAN PADUAN ALUMINIUM A356.

Transkripsi:

12. Aluminium dan Paduannya Aluminium adalah logam yang ringan dengan berat jenis 2.7 gram/cm 3 setelah Magnesium (1.7 gram/cm 3 ) dan Berilium(1.85 gram/cm 3 ) atau sekitar 1/3 dari berat jenis besi maupun tembaga. Konduktifitas listriknya 60 % lebih dari tembaga sehingga juga digunakan untuk peralatan listrik. Selain itu juga memiliki sifat penghantar panas, memiliki sifat pantul sinar yang baik sehingga digunakan pula pada komponen mesin, alat penukar panas, cermin pantul, komponen industri kimia dll. Aluminium merupakan logam yang reaktif sehingga mudah teroksidasi dengan oksigen membentuk lapisan aluminium oksida, alumina (Al 2 3 ) dan membuatnya tahan korosi yang baik. Namun bila kadar Fe, Cu dan Ni ditambahkan akan menurunkan sifat tahan korosi karena kadar aluminanya menurun. Penambahkan Mg, Mn tidak mempengaruhi sifat tahan korosinya. Aluminium bersifat ulet, mudah dimesin dan dibentuk dengan kekuatan tarik untuk aluminium murni sekitar 45 kgf/mm 2. Bila diproses penguatan regangan seperti dirol dingin kekuatan bisa mencapai ± 15 kgf/mm 2. Struktur kristal Sifatsifat Karakteristik Aluminium: Aluminium murni tinggi FCC Densitas pada 20 C (sat. 10 3 kg/m 3 ) 2.698 Titik cair ( C) 660.1 Koefisien mulur panas kawat 20 100 C (10 6 /K) 23.9 Konduktifitas panas 20 400 C (W/(m K) 238 Tahanan listrik 20 C (10 8 KΩ m) 2.69 Modulus elastisitas (GPa) 70.5 Modulus kekakuan (GPa) 26.0 12.1 Macammacam aluminium dan paduannya serta kode penamaan Klasifikasi aluminium: Al murni ( seri 1000) Paduan jenis tidak dapat di Paduan AlMn (seri 3000) perlakukan panas Paduan AlSi (seri 4000) (nonheattreatable) Al paduan untuk dimesin Paduan AlMg (seri 5000) Paduan AlCu (seri 2000) Paduan jenis dapat perlakuan Paduan AlMgSi (seri 6000) panas (heattreatable) Paduan AlZn (seri 7000) Paduan AlSi (Silumin) Nonheattreatable alloy Paduan AlMg (ydronarium) Al paduan untuk coran Paduan AlCu (Lautal) eattreatable alloy Paduan AlSiMg (Silumin, Loex) Beberapa macam paduan aluminium tempa/pengerjaan: 1. Paduan AlCu Paduan aluminium seri 2000, biasanya terkenal dengan sebutan duraluminium atau super duraluminium. Kandungan Si yang lebih banyak pada A2014 dibandingkan A2017 membuat A2014 dapat Yudy Surya Irawan 8 1

ditingkatkan kekuatannya dengan melakukan perlakuan panas pendinginan cepat (quenching) lalu dipanaskan lagi ditemperatur di bawah suhu rekristalisasi dan didinginkan dalam udara (tempering). Kandungan Cu dan Mg yang rendah pada A2117 membuat lebih tidak keras sehingga digunakan untuk bahan rivet. Kandungan Ni yang ditambahkan pada A2018 meningkatkan kekuatan tahan panasnya sehingga digunakan untuk komponen tahan panas dengan daerah panas penggunaan antara 200250 C. 2. Paduan AlMn Merupakan paduan aluminum seri 3000. Penambahan Mn sekitar 1.2% pada A3003 meningkatkan kekuatan 10% dari pada aluminium murni dengan sifat tahan korosi dan sifat mampu mesin yang sama dengan aluminium murni. Digunakan untuk peralatan dapur, panel. 3. Paduan AlMg Merupakan paduan aluminium seri 5000 A5005 yang memiliki Mg yang rendah digunakan untuk aksesoris. Sedangkan paduan yang memiliki Mg antara 2 5% digunakan untuk material konstruksi seperti A5052, A5056, A5083. Untuk meningkatkan kekuatan terhadap korosi tegangan (stresscorrosion), Mn dan Cr ditambahkan. 4. Paduan AlMgSi Merupakan paduan aluminium seri 6000. Memiliki sifat tahan korosi dan kekuatan yang tinggi. Contoh: A6061 digunakan untuk material konstruksi dan A6063 untuk bingkai arsitektur 5. Paduan AlZnMg Merupakan paduan aluminium seri 7000. Contoh: A7075 memiliki kekuatan yang tinggi sehingga banyak digunakan untuk material konstruksi pesawat terbang. Beberapa macam paduan aluminium coran: Dibandingkan dengan aluminium paduan memiliki unsur paduan yang lebih banyak dan memiliki butiran yang lebih kecil yang disebabkan oleh adanya penambahan Ti. 1. Paduan AlCu Tuang/Cor. Mengandung Cu 45% dengan sifat dimesin yang baik namun memiliki sifat cor yang kurang baik. Untuk komponen mobil, komponen hidrolis untuk pesawat terbang 2. Paduan AlSi Tuang Mengandung Si 1013% dan biasa disebut Silumin. Digunakan untuk penutup kotak Penambahan Si 17 25% meningkatkan kekuatan suhu tinggi dengan koefisien mulur panas yang kecil, sehingga digunakan untuk silinder, piston dll. 3. Paduan AlCuNiMg Tuang Mengandung Ni 2%, Mg 1.5%. Yudy Surya Irawan 8 2

Memiliki kekuatan suhu tinggi yang baik, serta koefisien mulur panas yang kecil sehingga digunakan untuk silinder head, mesin disel, piston dan sejenisnya. Pengkodean aluminium umumnya berdasarkan standar AA (Aluminium Association of America) dengan menggunakan penamaan 4 angka. Urutan ke1 ke2 ke3 ke4 ke5 ke6 ke7 A A 1 1 0 0 P 24 uruf pertama A adalah singkatan dari Aluminium Angka ke2 : menunjukkan jenis paduannya seperti ditunjukkan di tabel berikut: 1 : Aluminium murni dengan kadar 99 % atau lebih 5 : Paduan AlMg 6 : Paduan AlMgSi 2 : Paduan AlCuMg 7 : Paduan AlZnMg 3 : Paduan AlMn 8 : Paduan selain yang disebutkan 4 : Paduan AlSi 9 : untuk cadangan penamaan Angka ke3 : menggunakan angka 0 9. 0 menunjukkan paduan dasar, sedangkan 1 9 menunjukkan perbaikan dari paduan. Angka ke4 dan 5 menunjukkan kadar kemurnian aluminium untuk aluminum murni. Contoh : A1100 memiliki unsur paduan total 1% dengan aluminium 99 % A1050 memiliki unsure paduan 0.5% dengan aluminium 99.5% Angka ke6 menunjukkan bentuk dari material P : Plate (pelat), W: Wire (kawat), T: Tube (tabung), B: Bar (batang) Angka ke7 menunjukkan macam perlakuan panas yang telah dilakukan seperti ditunjukkan di tabel berikut ini: Kode Arti Kode Arti F Murni hasil produksi T2 Anil total (Full Annealing) Anil total (Full Annealing) T3 Pengerasan pengerjaan (work hardening) 1n Pengerasan dengan pengerjaan T5 2n Pengerasan dengan pengerjaan lalu dianil sebagian Pengerasan pengerjaan kemudian 3n dianil dengan stabil n=2 (1/4 pengerasan), 4 (1/2 pengerasan), 6 (3/4 pengerasan), 8 (pengerasan dengan rasio pengerjaan 75%), 9 (pengerasan khusus) Solution heattreated (didinginkan seketika dari temperature cair), lalu pengerjaan dingin, lalu dibiarkan pada suhu ruang ( natural aging) T4 Solution heattreated, lalu natural aging Didinginkan cepat dari pembentukan suhu tinggi, kemudian di aging/penuaan secara buatan. Solution heattreated lalu penuaan buatan, artificial aging (di atas suhu ruang) Yudy Surya Irawan 8 3 T6 T7 Solution heattreated lalu distabilisasi T8 T9 T Diperlakukan panas T10 Solution heattreated, pengerasan pengerjaan, penuaan buatan Solution heattreated, penuaan buatan, pengerasan pengerjaan Setelah pengerjaan/pembentukan pada suhu tinggi, didinginkan cepat, pengerasan dengan pengerjaan, penuaan buatan

Contoh Aluminium dan Paduannya (JIS 4000 4180) Kandungan kimia (% berat) Jenis 1050 Sifat mekanis Si Fe Cu Mn Mg Zn Cr Ti.25.40.03.13 1100 1.0 Tr. σb σy0.2 El (%) Guna dll. Zr+Ti 0.2 18 18 T4 75 160 90 165 185 470 30 145 35 150 75 325 39 7 35 5 20 20 Tangki, wadah, bahan arsitektur Tangki, bahan arsitektur, pendingin Pesawat Terbang, Sepeda motor Peralatan seharihari, bahan arsitektur, wadah Kapal laut, gerbong, kereta roda, bahan arsitektur Bingkai jendela, bahan arsitektur Pesawat terbang, peralatan olah raga Gerbong kereta api, material konstruksi las 2024.5.5 4.4.6 1.5.25.1.15 3003.6.7.13 2.2 18 110 200 40 185 30 4 5052.25.40 2.5.25 38 195 290 90 255 27 7 6063.4.35.67 7075.40.5 1.6.30 2.5 5.6 Zr+Ti 0.25 T6 T6 90 240 230 570 50 215 105 505 12 17 11 7N01.30.35.45 1.5 4.3.30 Zr.25 V T6 430 355 15 8090.30 1.22.97.15 Zr =.12 Li =2.21 T8 540 490 5 Material konstruksi las Keterangan: Tr.= Treatment σb= kekuatan tarik (MPa) σy 0.2= tegangan luluh metode offset 0.2% (MPa) El(%)= perpanjangan=elongation (%) Contoh foto mikrostruktur aluminium dan paduannya Gbr.7.1 Gbr.7.2 Gbr.12.1 Mikrostruktur Aluminium 110018 dirol dingin. Partikel FeAl3 berupa titik hitam. (500X) Gbr.12.2 Mikrostruktur Aluminium 1100 dirol dingin dan dianil. Butir mengalami rekristalisasi dengan butirbutir persegi. Partikel FeAl3 berupa titik hitam.(500x) Gbr.12.3 Gbr.12.4 Gbr.12.5 Aluminium paduan A5457 setebal 10 mm dianil pada suhu 345 C (650 F) Gbr.12.3 Mikrostruktur penampang A5457 dirol dingin dengan reduksi atau rolling ratio =10%. (100X) Gbr.12.4 Mikrostruktur penampang A5457 dirol dingin dengan reduksi atau rolling ratio =40%. (100X) Gbr.12.5 Mikrostruktur penampang A5457 dirol dingin dengan reduksi atau rolling ratio =80%. (100X) Yudy Surya Irawan 84

13. Tembaga dan Paduannya Tembaga merupakan logam setelah baja yang banyak digunakan sejak dahulu kala karena memiliki kemampuan dimesin/dikerjakan yang baik, daya tahan korosi, konduktor listrik dan panas yang tinggi. Tembaga banyak digunakan sebagai material penghantar listrik/kawat listrik. Tembaga memilik daya tahan korosi yang baik di dalam air, dalam tanah maupun dalam air laut, hal ini disebabkan adanya lapisan oksida yang melapisi permukaannya. Tembaga memiliki kekuatan tarik menengah dan dapat ditingkatkan dengan memadu seng atau timah menjadi brass(kuningan) dan bronze(perunggu). Karakteristik Tembaga: Sifatsifat Tembaga murni Struktur kristal FCC Densitas pada 20 C (sat. 10 3 kg/m 3 ) 8.93 Titik cair ( C) 1083 Koefisien mulur panas kawat 20 100 C (10 6 /K) 17.1 Konduktifitas panas 20 400 C (W/(m K) 393 Tahanan listrik 20 C (108 KΩ m) 1.673 Modulus elastisitas (GPa) 128 Modulus kekakuan (GPa) 46.8 13.1 Macammacam Tembaga dan paduannya serta kode penamaan Tembaga dapat dibagi menjadi beberapa macam: a. Tembaga murni (Unalloyed copper) Tembaga murni atau tembaga tak berpaduan merupakan suatu material teknik yang penting karena memiliki konduktifitas listrik yang tinggi, sehingga banyak digunakan di industri listrik. Tembaga Electrolytic toughpitch (ETP) adalah tembaga yang tidak terlalu mahal dan digunakan untuk memproduksi kawat, batang, plat dan plat tipis. Tembaga ETP adalah tembaga yang telah dimurnikan kandungan besi sulfidanya dalam dapur pemurnian. Tembaga ETP mengandung oksigen sekitar 0.04% dalam bentuk Cu 2 saat dicor. ksigen bukan merupakan ketidakmurnian yang penting namun bila dipanaskan di atas 400 C dalam atmosfir hydrogen maka hydrogen akan menyusup ke tembaga bereaksi membentuk tembaga dan uap air. Cu 2 + 2 (larut dalam Cu) 2Cu + 2 (uap) Uap air ini terjebak dan membentuk lubanglubang dalam terutama dalam batas butir yang mana membuat tembaga getas. Fenomena penggetasan yang disebabkan oleh hydrogen ini yang disebut ydrogen Embrittlement. Untuk menghindari hydrogen embrittlement yang disebabkan Cu2, oksigen dapat direaksikan dengan fospor untuk membentuk phosphor pentoksida (P 2 5 ) yang tidak membuat tembaga getas. b. Brass (Tembaga paduan seng) kuningan Brass mengandung tembaga yang dipadu dengan seng antara 5 40%. Penambagan timbal (Pb) antara 0.5 3% dapat memperbaiki kemampuan dimesin. Kekuatan tarik tembaga yang telah dianil antara 234 374 MPa dan dapat ditingkatkan kekuatannya dengan cara pengerjaan dingin semacam pengerolan dingin. Yudy Surya Irawan 8 5

b.1 Macammacam Brass: 1. Paduan Cu (520%) Zn, untuk material arsitektur, aksesoris baju, peralatan rumah tangga 2. Paduan Cu (2535%) Zn, disebut juga kuningan 7/3 dengan sifat mudah dimesin dengan kekuatan yang memadai sehingga tepat digunakan untuk komponenkomponen yang rumit. 3. Paduan Cu (3545%) Zn, disebut juga kuningan 6/4. Berharga lebih murah dan banyak dikerjakan panas, dengan kekuatan yang tinggi. Banyak digunakan untuk pengerjaan plat dan untuk peralatan mesin. 4. Paduan Cu Zn Sn (Naval Brass, kuningan perkapalan) yang mana kuningan 6/4 ditambahkan timah 0.5 1.5%. Namun bila kuningan 7/3 ditambah timah sekitar 1% disebut Admiral Brass, kuningan laksamana. Memiliki ketahanan korosi air laut yang tinggi. Banyak digunakan untuk kondenser air, komponen kapal laut. 5. Kuningan kekuatan tinggi (CuZnMn), merupakan kuningan 6/4 yang dipadu dengan mangan 0.3 3% dan Al, Fe, Ni dan Sn di bawah 1% untuk meningkatkan kekuatan dan memperbaiki daya tahan korosi. Mn dan Fe melembutkan butiran logam sehingga kekuatan meningkat. Al dan Sn meningkatkan daya tahan korosi dan daya tahan aus. Nikel juga menaikkan kekuatan dan daya tahan aus. c. Bronze (Tembaga paduan timah) perunggu Bronze / perunggu merupakan paduan tembaga yang kuat, keras dan memilik daya tahan korosi yang tinggi. Merupakan paduan antara tembaga dan timah sekitar 1 10%. Memiliki kekuatan lebih tinggi daripada brass terutama pada kondisi setelah dikerjakan dingin dan sifat tahan korosi. Membutuhkan biaya proses yang lebih mahal daripada brass Penambahan timah hingga 16% ada paduan coran untuk bantalan kekuatan tinggi dan roda gigi. Penambahan timbal (5 10%) untuk meningkatkan daya tahan aus pada permukaan bantalan. d. Paduan Tembaga Berilium Mengandung berilium (Be) antara 0.6 2% dengan penambahan kobalt 0.2 hingga 2.5%. Memiliki kemampuan diperlakukan panas, dikerjakan dingin hingga memiliki kekuatan tarik sekitar 1463 MPa (tertinggi untuk jenis paduan tembaga) Banyak digunakan untuk peralatan yang membutuhkan kekerasan yang tinggi dan tidak menimbulkan bunga api untuk industri kimia. Memiliki daya tahan korosi, sifat tahan lelah dan kekuatan yang sangat baik sehingga digunakan untuk pegas, roda gigi, diafragma, katup. Kelemahannya pada harga yang mahal. Klasifikasi tembaga paduan Pengklasifikasian di US berdasarkan sistem klasifikasi oleh Copper Development Association (CDA). C10100 hingga C79900 untuk tembaga paduan tempa sedangkan C80000 hingga C99900 untuk tembaga paduan cor. Untuk klasifikasi berdasarkan JIS hanya menggunakan 4 angka di belakang C dengan definisi yang hampir sama seperti contoh C1100 sama dengan C11000. Yudy Surya Irawan 8 6

Klasifikasi Tembaga Paduan (Copper Development Association System) Tembaga Paduan C1XXXX Tembaga dengan kandungan lebih dari 99.3% C2XXXX Tembaga paduan seng (brass, kuningan) C3XXXX Tembaga paduan seng dan timbal (leaded brass, kuningan bertembaga) C4XXXX Tembaga paduan seng dan timah (tin brass, kuningan bertimah) C5XXXX Tembaga paduan timah C6XXXX Tembaga paduan aluminium (aluminum bronze), tembaga paduan silikon (silicon bronze) dan bermacammacam tembaga paduan seng C7XXXX Tembaga paduan nikel dan tembaga paduan nikel dan seng C8XXXX C9XXXX Tembaga Paduan Tuang (cor) Tembaga tuang, tembaga murni cor, berbagai tipe kuningan cor, tembaga paduan mangan cor, dan tembaga paduan seng silikon cor. Tembaga paduan timah coran, tembaga paduan timah dan timbale, tembaga paduan timah dan nikel, tembaga paduan aluminium dan besi, tembaga paduan nikel dan besi, tembaga paduan nikel dan seng. Jenis 1100 1020 2600 Brass 2801 3560 5101 Bron ze 6161 Contoh Tembaga dan Paduannya (JIS 3100 3510) Kandungan kimia (% berat) Sifat mekanis Cu Pb Fe Sn Zn Al Mn Ni P Tr. σ B σ y0.2 99.98 99.96 68.5 71.5 59.0 6 61.0 64.0.07 3.0.07 83.0 90.0 7060 4.0 1.0 1.8 sisa sisa sisa 3.0 5.5 1/4 196 275 196 275 275 412 539 324 471 343 431 422 El (%) 2 40 2 2 18 451 10 1.0 7.0 10. 1720 0.50 0 1.0 0.5 9.0 11.0 Keterangan: Tr.= Treatment σ B = kekuatan tarik (MPa) σ y 0.2 = tegangan luluh metode offset 0.2% (MPa) El(%)= perpanjangan=elongation (%) Ni+ Co 490 686 10 F 275 30 Be 1.8 412 539 686 834 2 Guna Kawat listrik, peralatan industri kimia Kawat listrik, peralatan industri kimia Radiator, casing, longsong Aksesori jaringan listrik Komponen jam, roda gigi Roda gigi, cam, baut, pegas Peralatan penghantar panas, kapal laut Peralatan penghantar panas Pegas, Roda gigi jam/arloji Yudy Surya Irawan 8 7

Contoh gambar Mikrostruktur Tembaga dan Paduannya: Gbr.13.1 Gbr.13.2 Gbr.13.3 Gbr.13.1 Mikrostruktur Penampang Melintang dari Batang Tembaga 11000 dirol panas dengan butiran persegi dan partikel Cu2 berupa titik hitam. (250X) Gbr.13.2 Mikrostruktur Penampang Memanjang dari Batang Tembaga 11000 dirol panas dengan butiran persegi dan partikel Cu2 yang sedikit memanjang berupa titik hitam.(250x) Gbr.13.3 Mikrostruktur Penampang Memanjang dari Batang Tembaga 11000 diekstrusi panas dengan butiran persegi dan partikel Cu2 yang tersebar berupa titik hitam.(400x) Gbr.13.4 Gbr.13.5 Gbr.13.6 Gbr.13.7 Gbr.13.4 dan 13.5 Mikrostruktur Penampang Melintang dan Memanjang dari Tembaga Paduan Brass 26000 dirol panas hingga ketebalan 10 mm lalu dianil hingga butirannya 15 mikron lalu dirol dingin hingga 6 mm (reduksi 40%), kemudian dipanaskan hingga butirannya 120 mikron. ( Perbesaran 75X) Gbr.13.6 dan 13.7 Mikrostruktur Penampang Melintang dan Memanjang dari Tembaga Paduan Brass 26000 dirol panas hingga ketebalan 10 mm lalu dianil hingga butirannya 15 mikron lalu dirol dingin hingga 6 mm (reduksi 40%), kemudian dipanaskan hingga butirannya 120 mikron, lalu dirol dingin dari tebal 6mm hingga 4 mm. Setelah itu dipanaskan di bawah suhu rekristalisasi dan diamkan dalam udara. Kekuatan tari 524 MPa ( Perbesaran 75X) Gbr.13.8 Gbr.13.9 Gbr.13 Gbr.13.8 Mikrostruktur Batang Tembaga Paduan Bronze Mangan C67500 yang telah diekstrusi ( Perbesaran 875X) Gbr.13.9 Mikrostruktur Batang Tembaga Paduan Bronze Pospor C51000 yang telah diekstrusi, ditarik dingin dan dianil 30 menit pada 565 C. ( Perbesaran 500X) Gbr.13 Mikrostruktur Batang Tembaga Paduan Bronze SilikonPospor C64700 yang telah dituakan dua jam pada 480 C. Butiran alfa tidak bersih karena adanya resapan nikel dan silikon ( Perbesaran 200X) Yudy Surya Irawan 88