Commercial / Advertising Photography

dokumen-dokumen yang mirip
BAB I PENDAHULUAN. dan lain sebagainya. Perkembangan kamera mulai dari kamera manual sampai digital

T E M A. widiantoro. Fakultas Arsitektur dan Desain. Progdi Desain Komunikasi Visual

Tujuan Instruksional Umum : Tujuan Instruksional Khusus :

DAFTAR ISI ABSTRAK ABSTRACT KATA PENGANTAR DAFTAR GAMBAR DAFTAR TABEL

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian

BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG

BAB 2 DATA DAN ANALISA

KURSUS DAN PELATIHAN FOTOGRAFI JENJANG V KURIKULUM KURSUS VIDEO EDITING

BAB V PENUTUP. Aplikasi Kaca Hitam pada Pemotretan Still Life Produk Perak HS Silver

BAB III KONSEP PERANCANGAN

BAB III PROSES DAN TEKNIK PENCIPTAAN. Karya poster film yang akan dikerjakan oleh penulis terlebih dahulu harus

BAB I PENDAHULUAN. desain mendapatkan ilmu-ilmu yang dibutuhkannya untuk terjun di bidang ini.

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar belakang

PANDUAN UJI KOMPETENSI

PERANCANGAN BUKU FOTOGRAFI TARI MAYANG MADU DI KABUPATEN LAMONGAN

W, 2015 #INSTAMOMENT KARYA CIPTA FOTOGRAFI MENGGUNAKAN MEDIA SMARTPHONE ANDROID DENGAN APLIKASI INSTAGRAM

KARYA ILMIAH: KARYA SENI MONUMENTAL JUDUL KARYA: VILLA LALU PENCIPTA: A.A Gde Bagus Udayana, S.Sn.,M.Si PAMERAN. International exhibition ISACFA

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Kerja Praktek

BAB I PENDAHULUAN. gambar melalui cahaya pada film atau permukaan yang dipekakan. 2

BAB 1 PENDAHULUAN. Salah satu bagian dari bauran komunikasi pemasaran atau bauran

BAB 1 PENDAHULUAN. Di era digital ini, teknologi semakin berkembang. Banyak teknologi baru

BAB III STRATEGI PERANCANGAN DAN KONSEP VISUAL

BAB I PENDAHULUAN. makanan, rumah produksi, periklanan, hotel, kafe, dan lainnya, fotografi makanan

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Tujuan Instruksional Umum : Tujuan Instruksional Khusus :

Pertemuan 1. PENGANTAR dan PROSES KREATIF di AGENCY

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah

JENIS-JENIS FOTO DAN TEKNIS DASAR PEMOTRETAN

BAB I PENDAHULUAN. Di Era modern ini, perkembangan foto dan printing mengalami peningkatan,

BAB 1 LATAR BELAKANG

BAB IV GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

BAB 4 KONSEP DESAIN. sumber :

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Kerja Praktek

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Penelitian. Proses komunikasi dapat diartikan sebagai transfer komunikasi atau

BAB I PENDAHULUAN.

PRODUCT PHOTOGRAPHY. Pertemuan ke 1. Dosen Pembimbing : Muhammad Fauzi S.Des., M.Ds Program Studi : Desain Produk Universitas Esa Unggul

PERBANDINGAN METODE DEPTH OF FIELD PADA LENSA KAMERA FOTOGRAFI DENGAN EFEK LENSA PADA SOFTWARE ANIMASI

BAB I PENDAHULUAN. Desain grafis pada awalnya hanya terbatas pada media cetak dwi matra

Lingkungan Bisnis Tentang Peluang Bisnis Yang Tak Lepas Dari Teknologi Informatika

BAB V IMPLEMENTASI KARYA. Pada bab ini penulis akan menjelaskan beberapa perancangan redesign logo. konsep desain yang tertulis pada bab sebelumnya.

BAB I PENDAHULUAN. Desain Komunikasi Visual berasal dari tiga kata, yakni desain, komunikasi, dan

STRATEGI PESAN IKLAN CREATIVE WRITING

PERIKLANAN. (Chapter 1, Perkenalan Periklanan)

Proses kreatif fotografi dengan teknik fill in flash pada brand Dirty Dumb

BAB I PENDAHULUAN. Fotografi merupakan bahasa Yunani yang dikenalkan oleh Sir John Herschel pada tahun

BAB V KESIMPULAN. membuat karya ini juga sangat sederhana. karakter yang diharapkan dapat terlihat dari foto tersebut.

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Fotografi merupakan bagian dari seni sebagai salah satu hasil karya cipta

BAB 2 PRODUK / JASA 2.1 Sejarah Desain

BAB IV IMPLEMENTASI KARYA. mengenai pelaksanaan produksi dan pasca produksi.

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

FOTOGRAFI MODEL SEBAGAI BAGIAN PROMOSI LEMBAGA PENDIDIKAN MODEL STUDIO MODEL SOLO

Fotografi 2. Lighting. Pendidikan Seni Rupa UNY

BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN. 4.1 Kesimpulan yang diperoleh dari Kerja Praktek. Kerja praktek adalah sebuah program yang mempersiapkan setiap mahasiswa

Fotografer Freelance, Kantongi Laba Dari Moment Istimewa

BAB I PENDAHULUAN. dalam kehidupan dapat terekam dan terus terkenang. Di era kemajuan

PERTEMUAN 3! 2.1 Pengelompokan Kamera Foto

BAB V PENUTUP. dengan menggunakan fotografi fashion retail. Karya-karya foto yang dihasilkan

BAB I PENDAHULUAN. Dalam lingkup pendidikan suatu pembelajaran materi yang diajarkan

KARYA ILMIAH BISNIS DESAIN GRAFIS DAN PEMASARAN

BAB I PENDAHULUAN. sesuatu yang membanggakan. Banyak unsur yang membuat foto tampak lebih

BAB V PENUTUP. perlengkapan kegiatan outdoorjika dibandingkan dengan menggunakan

BAB I PENDAHULUAN. media massa maupun elektronik. Media- media tersebut yang sering dijumpai

Marketing Communication Management

BAB IV IMPLEMENTASI KARYA. dan pasca produksi seperti penjelasan dari rancangan pra produksi pada bab

APA ITU FOTOGRAFI menurut Evin Global

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

BAB I PENDAHULUAN. Internet adalah jaringan informasi komputer mancanegara yang

BAB I PENDAHULUAN. harus menghadapi persaingan yang ketat. Dalam era perkembangan zaman yang UKDW

BAB I PENDAHULUAN. Penggunaan kamera DSLR (Digital Single Lens Reflect) telah menjadi hal

BAB II METODOLOGI. Latar Belakang. Rumusan Masalah. Tujuan Perancangan. Riset Bakso. Materi. Data Perancangan. Identifikasi dan Analisa

BAB I PENDAHULUAN. game berjalan beriringan, dan para desainer saling bersaing secara kreatif. Fakta

BAB I PENDAHULUAN. Perkembangan usaha bisnis dalam era globalisasi saat ini semakin pesat

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perancangan

Jurnalistik (journalistic) artinya kewartawanan atau kepenulisan. Kata dasarnya jurnal (journal), artinya laporan atau catatan, atau jour dalam

PENULISAN PR EKSTERNAL

IMC 2 AKTIVITAS PROMOSI JANGKA PANJANG (SOFT SELL)

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

TUGAS AKHIR PENCIPTAAN KARYA

BAB II METODE PERANCANGAN

TATA CAHAYA. Arah Cahaya ( Direction of Light ) 1. Frontlight

BAB I PENDAHULUAN. fenomena yang ada di sekitar kita tidaklah sesusah zaman dahulu. Hal

Tujuan Instruksional Umum : Tujuan Instruksional Khusus :

BAB I PENDAHULUAN. (mobil, komputer, handycraft), sampai wedding pun tersedia. Event Organizer

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah. Sehebat apapun teknologi, tanpa adanya suatu kreativitas, ibarat sayur

BAB I PENDAHULUAN. tahun 2010 terdapat universitas di seluruh indonesia. 1

BAB I PENDAHULUAN. kepada konsumen perusahaan maka dibuatlah sebuah company profile yang

BAB I PENDAHULUAN. Kemunculan usaha rumah produksi atau biasa disebut dengan production house

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. kehidupan manusia sehari-hari. Segala interaksi yang terjadi merupakan hasil dari

Tujuan Instruksional Umum : Tujuan Instruksional Khusus :

agar mahasiswa mampu memanfaatkan program computer (core/draw, photoshop, page

BAB IV DESKRIPSI PEKERJAAN

BAB I PENDAHULUAN. masyarakat dunia. Pada awalnya seperti diketahui, kegiatan perekonomian hanya

KARYA ILMIAH PELUANG BISNIS DI BIDANG FOTOGRAFI OLEH : ARTHA GILANG SAPUTRA

Transkripsi:

Commercial / Advertising Photography

F O T O G R A F I Fotografi berkembang sebagai dunia teknologi tersendiri dan teknologi fotografi telah mengubah wajah dunia menjadi dunia gambar. Melalui berbagai upaya, fotografi berkembang terus dan menapak seiring dengan pertumbuhan inovasi teknologi maju guna menghasilkan berbagai imaji visual yang tadinya tidak pernah terbayangkan oleh manusia karena keterbatasan daya pandang indera visualnya. Maka, fotografi telah menjadi bagian dari upaya perpanjangan daya pandang manusia yang sekaligus mereproduksi dan mengabadikannya dalam bentuk imaji visual dwimatra. F o t o g r a f i i k l a n

F O T O G R A F I Digolongkan menjadi 2 kelompok : 1. Pure Photography (fotografi murni) 2. Applied Photography (fotografi terapan) - Photo Jurnalism - Wedding Photography - Architectural Photography - Aerial Photography - Commercial Photography F o t o g r a f i i k l a n

F O T O G R A F I I K L A N Perkembangan dunia periklanan tidak lepas dari kemajuan bidang fotografi atau teknologi olah citra. Fotografi tidak hanya mengubah wajah periklanan akan tetapi telah mengubah gaya dalam sebuah iklan. Melalui foto yang diperlihatkan pada umumnya khalayak akan dapat langsung memahami dan mengerti pesan yang disampaikan. Karena sifat periklanan secara umum memberikan informasi dan membentuk citra pada benak konsumen untuk menarik perhatian dan mengarahkan khalayak melalui media. F o t o g r a f i i k l a n

Advertising Photography memiliki arti sebagai foto yang diambil untuk keperluan mempromosikan sebuah produk atau jasa. Foto-foto periklanan dibuat dengan tujuan untuk mengiklankan sebuah produk. Commercial /advertising photography Mempunyai cakupan yang luas sekali. Objek apapun bisa dijadikan karya foto yang memiliki nilai jual, sehingga tiap fotografer yang menggeluti bidang ini perlu bekal pengetahuan fotografi yang luas terhadap hal yang berkaitan dengan aktivitasnya : - Perangkat pemotretan - Aksesori pendukungnya - Perangkat lighting - Manajemen dan wawasan untuk mendukung kreatifitas dan kelancaran kerja F o t o g r a f i i k l a n

Munculnya fotografi sangat membantu dalam dunia periklanan karena foto memiliki perhatian tersendiri dalam sebuah iklan. Dengan foto akan lebih efisien dan dapat membuat berbagai alternatif gambar. Dalam fotografi iklan harus menekankan pada strategi periklanan (advertising strategy) : 1. Format Foto > teknis, pencahayaan, waktu pemotretan, sudut pandang, lokasi pemotretan 2. Bentuk kreatif iklan > Image, target audience, demografi, konsep F o t o g r a f i i k l a n

Dalam fotografi iklan perlu memiliki konsep dan desain yang matang karena merupakan bagian terpenting dalam sebuah proses pemotretan. Konsep harus mengandung 5W+1H (what, who, why, when, where & how ). Kecenderungan dalam fotografi iklan adalah membuat foto bukan mengambil foto Dalam Fotografi komersial atau iklan bisa bersifat: 1. Hard selling: menjual produk secara langsung 2. Soft selling: menjual produk tetapi kita tidak dapat melihatnya secara langsung, biasanya yang dijual adalah sebuah pencitraan F o t o g r a f i i k l a n

di dunia fotografi komersial, mulai dari still life, table top, background table, product shot dan pack shot semuanya mempunyai satu kesamaan. Bahwa fotografi komersial di ciptakan untuk mem visualisasikan komoditas (bisa berupa product secara nyata maupun tidak) untuk memenuhi tuntutan klien dalam mengiklankan bentuk usahanya. Peran fotografer adalah membuat foto komersial tersebut dengan aspek teknis dan estetika yang dimiliki sehingga foto tersebut dapat menjadi foto yang bernilai jual. F o t o g r a f i i k l a n

Foto komersial untuk kebutuhan advertising, terdapat hukum semakin besar ukuran sensor (atau ukuran film pada fotografi analog) maka fotonya akan semakin baik. Sifat dari foto produk mempunyai jam kerja yang lama dan cukup "slow", dalam pengertian foto harus di lay out dan di-style oleh fotografer dan stylist sampai menjadi foto "matang". Hal yang perlu diperhatikan adalah: -Jenis kamera - Ukuran lensa - Luas studio - Lighting system - Pemahaman teknis fotografi dan lighting - Fidelity (detil2 yang tercipta dari highlights dan shadows) F o t o g r a f i i k l a n

Dalam pembuatan foto iklan, seorang fotografer biasanya mendapat sebuah arahan dari seorang pengarah kreatif (Creative Director) atau pengarah seni (Art Director) dan Stylist. Fotografer haruslah memberikan sebuah respon kepada Art Director atau Creative Director agar bisa diketahui sampai sejauh manakah sebuah konsep itu dipahami agar meminimalisir sesuatu yang tidak diinginkan. Dalam kegunaannya, di bagi dalam beberapa jenis: 1. Editorial Fotografi adalah foto yang dibuat untuk mengilustrasikan suatu cerita atau ide dalam kontek sebuah penerbitan atau majalah. 2. Coorporate Fotografi; biasanya foto yang dibuat digunakan sebagai alat publik relation dari korporasi-korporasi besar, biasanya berbentuk company profile. 3. Stock Fotografi adalah membuat stok foto untuk dijual ke agency-agency stok foto. F o t o g r a f i i k l a n

Commercial / Advertising Photography

Foto dapat memberikan daya tarik tersendiri bagi pembaca atau khalayak dan daya tarik dari foto tersebut harus dapat diciptakan untuk menghasilkan sebuah foto iklan yang baik. Bukan hanya skill yang diperlukan, namun objek yang diambil juga harus mendukung. Tidak hanya mata dan tangan yang bekerja, namun hati dan perasaan juga harus bekerja pada saat mengambil gambar. Foto yang diambil dengan perasaan pasti akan mengandung kesan yang lebih dalam dan hal ini sangat berpengaruh pada hasil. Selain itu dalam merealisasikannya perlu didukung dengan strategi visual yang tepat, inovatif dan efektif. F o t o g r a f i i k l a n

Thank s for Your attention