Prosiding Teknik Pertambangan ISSN:

dokumen-dokumen yang mirip
Prosiding Teknik Pertambangan ISSN:

KAJIAN GROUND VIBRATION DARI KEGIATAN BLASTING DEKAT KAWASAN PEMUKIMAN UNTUK MENCAPAI KONDISI AMAN DI PENAMBANGAN BATUBARA.

ANALISIS GROUND VIBRATION PADA PELEDAKAN OVERBURDEN DI PANEL 4 PIT J PT. KALTIM PRIMA COAL, SANGATTA, KALIMANTAN TIMUR

Baku tingkat getaran peledakan pada kegiatan tambang terbuka terhadap bangunan

JGP (Jurnal Geologi Pertambangan 28

EVALUASI ISIAN BAHAN PELEDAK BERDASARKAN GROUND VIBRATION HASIL PELEDAKAN OVERBURDEN PADA TAMBANG BATUBARA DI KALIMANTAN SELATAN

Program Studi Teknik Pertambangan, Fakultas Teknik, Universitas Lambung Mangkurat. Supervisor Departement Drill and Blast, PT Bina Sarana Sukses

Prosiding Teknik Pertambangan ISSN:

Pengaruh Peak Particle Velocity ( PPV ) dari hasil kegiatan peledakan terhadap kekuatan lereng penambangan ( FK) pada penambangan Batubara Oleh :

PERANGKAT LUNAK ANALISIS GETARAN TANAH AKIBAT PELEDAKAN

BAB III DASAR TEORI. 3.1 Kegiatan Pembongkaran Dengan Peledakan. dalam volume besar akibat reaksi kimia bahan peledak yang melibatkan

Prosiding Teknik Pertambangan ISSN:

Prosiding Teknik Pertambangan ISSN:

DAFTAR ISI RINGKASAN ABSTRACT KATA PENGANTAR DAFTAR LAMPIRAN DAFTAR GAMBAR DAFTAR TABEL

RANCANGAN SISTEM WAKTU TUNDA PELEDAKAN NONEL UNTUK MENGURANGI EFEK GETARAN TANAH TERHADAP FASILITAS TAMBANG

EVALUASI PERIMETER BLASTING TERHADAP TINGKAT GETARAN TANAH (GROUND VIBRATION) PADA PRE BENCH PIT AIR LAYA PT. BUKIT ASAM (PERSERO), TBK

PENGARUH HASIL PELEDAKAN OVERBURDEN TERHADAP PRODUKTIVITAS ALAT GALI MUAT DI PIT INUL DAN PIT KEONG PT. KALTIM PRIMA COAL DI SANGATTA KALIMANTAN TIMUR

EVALUASI ISIAN BAHAN PELEDAK MENGGUNAKAN ANALISIS DISTRIBUSI UKURAN FRAGMEN PADA PELEDAKAN BATUAN PENUTUP DI TAMBANG TERBUKA BATUBARA

Prosiding Teknik Pertambangan ISSN:

PENENTUAN JARAK AMAN PELEDAKAN BATUBARA TERHADAP LINGKUNGAN SEKITAR WILAYAH PERTAMBANGAN

ANALISIS POWDER FACTOR DAN FRAGMENTASI HASIL LEDAKAN MENGGUNAKAN PERHITUNGAN KUZ-RAM PADA TAMBANG BATUBARA DI PROVINSI KALIMANTAN TIMUR

PENGARUH GEOMETRI PELEDAKAN TERHADAP FRAGMENTASI BATUANPADA PT. PAMAPERSADA NUSANTARA SITE ADARO PROVINSI KALIMANTAN SELATAN

ANALISIS GEOMETRI PELEDAKAN TERHADAP UKURAN FRAGMENTASI OVERBURDEN PADA TAMBANG BATUBARA PT. PAMAPERSADA NUSANTARA JOBSITE ADARO KALIMANTAN SELATAN

BAB I PENDAHULUAN...1

Prosiding Teknik Pertambangan ISSN:

STUDY OF GROUND VIBRATION LEVEL REDUCTION IN BLASTING OPERATIONS INTERBURDEN B2-C COAL MINING AIR LAYA PT. BUKIT ASAM (PERSERO), Tbk TANJUNG ENIM

FAKTOR FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TINGKAT FRAGMENTASI

ANALISIS PENGARUH POWDER FACTOR TERHADAP HASIL FRAGMENTASI PELEDAKAN PADAPT. SEMEN BOSOWA MAROS PROVINSI SULAWESI SELATAN

= specific gravity batuan yang diledakkan

PENGARUH GEOMETRI TERHADAP PRODUKSI PELEDAKAN BATUAN PENUTUP SUATU PENDEKATAN STATISTIK

Baku tingkat kebisingan pada kegiatan pertambangan terhadap lingkungan

Prosiding Teknik Pertambangan ISSN:

Prosiding Teknik Pertambangan ISSN:

ANALISIS PENGARUH KEDALAMAN LUBANG LEDAK, BURDEN DAN SPACING TERHADAP PEROLEHAN FRAGMENTASI BATUGAMPING

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. 1.2 Maksud dan Tujuan

Jl. Raya Palembang Prabumulih KM.32 Indralaya, Sumatera Selatan, Indonesia ABSTRAK ABSTRACT

ANALISIS BIAYA PELEDAKAN PADA PROSES PEMBONGKARAN BATUGAMPING PT. SEMEN BOSOWA MAROS PROVINSI SULAWESI SELATAN

REDESIGN GEOMETRI PELEDAKAN UNTUK MENDAPATKAN FRAGMENTASI BATUAN YANG OPTIMAL DI PREBENCH PT. BUKIT ASAM (PERSERO) TBK

RANCANGAN TEKNIS PENGEBORAN DAN PELEDAKAN OVERBURDEN

BATU SPLIT DAN CUTTING BOR UNTUK MATERIAL STEMMING DALAM KEGIATAN PEMBERAIAN BATUAN DENGAN PELEDAKAN

BAB III KESIMPULAN. Nama Praktikan/11215XXXX 4

STUDI TARGET PEMBONGKARAN OVERBURDEN BERDASARKAN KAJIAN PEMBORAN UNTUK LUBANG LEDAK DI PT BUKIT MAKMUR MANDIRI UTAMA JOBSITE

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang 1.2. Maksud dan Tujuan Maksud Tujuan

STUDI PENGARUH KADAR AIR TERHADAP DRILABILITAS TUF DI DUSUN GUNUNGSARI, DESA SAMBIREJO, KECAMATAN PRAMBANAN, DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA

KAJIAN TEKNIS PEMBORAN UNTUK MENINGKATKAN TARGET PRODUKSI

Kajian tentang Kemungkinan Pemanfaatan Bahan Serat Ijuk sebagai Bahan Penyerap Suara Ramah Lingkungan

BAB IV ANALISA BLASTING DESIGN & GROUND SUPPORT

Prosiding Teknik Pertambangan ISSN:

KAJIAN TEKNIS GEOMETRI PELEDAKAN PADA KEBERHASILAN PEMBONGKARAN OVERBURDEN BERDASARKAN FRAGMENTASI HASIL PELEDAKAN

ANALISIS FLYROCK UNTUK MENGURANGI RADIUS AMAN ALAT PADA PELEDAKAN OVERBURDEN PENAMBANGAN BATUBARA

PERHITUNGAN KESTABILAN LUBANG BUKAAN PADA TEROWONGAN HEADRACE PLTA SINGKARAK MENGGUNAKAN ANALISIS BALIK TESIS MAGISTER

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Dewasa ini Industri pertambangan membutuhkan suatu perencanaan

Jl. Raya Palembang-Prabumulih, Indralaya Utara, 30662, Sumatera Selatan ABSTRAK

ABSTRACT. Keywords: Customer satisfaction, service quality. Universitas Kristen Maranatha

EVALUASI KINERJA STRUKTUR GEDUNG BERTINGKAT DENGAN ANALISIS DINAMIK TIME HISTORY MENGGUNAKAN ETABS STUDI KASUS : HOTEL DI KARANGANYAR SKRIPSI

PENENTUAN KOEFISIEN ABSORBSI DAN IMPEDANSI MATERIAL AKUSTIK RESONATOR PANEL KAYU LAPIS (PLYWOOD) BERLUBANG DENGAN MENGGUNAKAN METODE TABUNG

PENGARUH PASIR TERHADAP PENINGKATAN RASIO REDAMAN PADA PERANGKAT KONTROL PASIF (238S)

BAB V. PEMBAHASAN. Tabel 5.1 Keakuratan Pengeboran Vertikal dari Pengukuran Lapangan. Keakuratan No. Blast

BAB I PENDAHULUAN. Kegiatan pertambangan merupakan suatu aktifitas untuk mengambil

PRODUKTIVITAS KINERJA MESIN BOR DALAM PEMBUATAN LUBANG LEDAK DI QUARRY BATUGAMPING B6 KABUPATEN PANGKEP PROPINSI SULAWESI SELATAN

Oleh : Santika Adi Pradhana Prodi Teknik Pertambangan UPN Veteran Yogyakarta No. Hp : ,

Oleh : Tri Budi Amperadi 1 dan Ahmad 2. Dosen Program Studi Teknik Pertambangan Fakultas Teknik Universitas Kutai Kartanegara 2.

PERHITUNGAN CADANGAN BATUBARA DENGAN METODE CIRCULAR USGS 1983 DI PT. PACIFIC PRIMA COAL SITE LAMIN KAB. BERAU PROVINSI KALIMATAN TIMUR

ANALISIS PELEDAKAN DAN KEMAJUAN FRONT BUKAAN PADA TAMBANG BAWAH TANAH BIJIH EMAS PT CIBALIUNG SUMBERDAYA, PANDEGLANG-BANTEN

ENIM, SUMATERA SELATAN

Hubungan Antara Umur dan Bobot Badan...Firdha Cryptana Morga

Tinjauan Mengenai Penentuan Proporsi Pasir dalam Agregat Gabungan pada Perancangan Campuran Beton Cara SNI

PROPOSAL TUGAS AKHIR. Diajukan Untuk Tugas Akhir Penelitian Mahasiswa Pada Jurusan Teknik Pertambangan Universitas Sriwijaya.

Prosiding Teknik Pertambangan ISSN:

Laju Pengembangan Alam Semesta Berdasarkan Data Supernova Tipe Ia

PENGARUH GRADASI TERHADAP PARAMETER KOMPAKSI MATERIAL CRUSHED LIMESTONE ABSTRAK

Prosiding Teknik Pertambangan ISSN:

Institut Pertanian Bogor, Jalan Pajajaran, Kampus IPB Baranangsiang, Bogor

KAJIAN RADIUS AMAN ALAT GALI MUAT TERHADAP FLYROCK PELEDAKAN PADA PIT 4500 BLOK 12 PT TRUBAINDO COAL MINING KUTAIBARAT KALIMANTAN TIMUR

BAB I PENDAHULUAN. yang rinci dan pasti untuk mencapai tujuan atau sasaran kegiatan serta urutan

STUDI TENTANG KONSTANTA LAJU PERPINDAHAN MASA-KESELURUHAN (K L a) H2S PADA PENYISIHAN NH 3 DAN DENGAN STRIPPING -UDARA KOLOM JEJAL.

PERHITUNGAN PRODUKTIVITAS BULLDOZER PADA AKTIVITAS DOZING DI PT. PAMAPERSADA NUSANTARA TABALONG KALIMANTAN SELATAN

Prosiding Teknik Pertambangan ISSN:

STUDI TENTANG PENGARUH LEDAKAN 3 BAHAN PELEDAK BERKEKUATAN TINGGI PADA DINDING KONKRET BERTULANG

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Kajian Teknis Sistem Penyaliran dan Penirisan Tambang Pit 4 PT. DEWA, Tbk Site Asam-asam Kabupaten Tanah Laut, Provinsi Kalimantan Selatan

ANALISIS PENGARUH STRUKTUR JOINT TERHADAP FRAGMENTASI PELEDAKAN DAN PRODUKTIVITAS ALAT GALI MUAT PT SEMEN PADANG (PERSERO), TBK.

Analisis Karakteristik Prakiraan Berakhirnya Gempa Susulan pada Segmen Aceh dan Segmen Sianok (Studi Kasus Gempa 2 Juli 2013 dan 11 September 2014)

PENENTUAN PERCEPATAN GRAVITASI PADA PERCOBAAN GERAK JATUH BEBAS DENGAN MEMANFAATKAN RANGKAIAN RELAI

PERANAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3) DALAM KEGIATAN PELEDAKAN MINERAL DAN BATUBARA

ESTIMASI PERMEABILITAS RESERVOIR DARI DATA LOG MENGGUNAKAN JARINGAN SYARAF TIRUAN PADA FORMASI MENGGALA PT CHEVRON PACIFIC INDONESIA

EVALUASI BAHAYA GEMPA (SEISMIC HAZARD) DENGAN MENGGUNAKAN METODE POINT SOURCE DAN PENENTUAN RESPONS SPEKTRA DESAIN KOTA KUPANG

FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS WIRARAJA SUMENEP - MADURA

APLIKASI REGRESI LINIER DALAM METODA DECLINE CURVE UNTUK MEMPREDIKSI POTENSI MINYAK LAPANGAN SRIWIJAYA LAPISAN X PT.PERTAMINA ASET 1 FIELD JAMBI

ABSTRAK HUBUNGAN KEBUGARAN YANG DIUKUR DENGAN TES TREADMILL METODE BRUCE DENGAN TES BANGKU MODIFIKASI HARVARD

BAB III METODOLOGI DAN HASIL PENELITIAN

PENGARUH SEMANGAT KERJA PEMILIK DAN PEKERJA TERHADAP KEWIRAUSAHAAN MORO ARTOS DI SALATIGA SKRIPSI

Prosiding Manajemen ISSN:

Jurnal Sipil Statik Vol.3 No.1, Januari 2015 (1-7) ISSN:

Prosiding Manajemen ISSN:

ABSTRAK P ABSTRACT. 1) Reny Susanti. 2) Tedy Agung Cahyadi, ST, MT. 1) Mahasiswa Teknik Pertambangan UPN Veteran Yogyakarta

BAB 2 LANDASAN TEORI. 1. Analisis regresi linier sederhana 2. Analisis regresi linier berganda. Universitas Sumatera Utara

ejournal Teknik sipil, 2012, 1 (1) ISSN ,ejurnal.untag-smd.ac.id Copyright 2012

PENGARUH UKURAN BUTIR TERHADAP NILAI CBR MATERIAL CRUSHED LIMESTONE ABSTRAK

Transkripsi:

Prosiding Teknik Pertambangan ISSN: 2460-6499 Evaluasi Getaran Peledakan berdasarkan Tingkat Peluruhan di PT Dahana Job Site Ck Kjb, Kampung Long Lanuk, Kecamatan Sambaliung, Kabupaten Berau, Provinsi Kalimantan Timur 1 Genta Ramadhan Fitriansyah, 2 Ir.Yuliadi dan 3 Ir.Dwihandoyo Marmer 1,2 Prodi Pertambangan, Fakultas Teknik, Universitas Islam Bandung Jl. Tamansari No. 1 Bandung 40116 e-mail : 1 Melvinfujiawati2203@gmail.com Abstract. This research was conducted in Nyapa West P2 PIT in PT Dahana CK GOC Job Site, Berau, East Kalimantan. One of the excavation activities in the area of research is the stripping of the overburden. This activity was preceded by dispersing process using drilling and blasting method. One of the effect of the blasting activity is the ground vibration. Under the standard vibration levels refer to the criteria of SNI 7571: 2010 classified as class 2, with the blasting vibration frequency is in the range between 5.2 Hz to 12 Hz, then the Threshold Limit Value (TLV) of 5 mm/s. With the PPV value of 5.26 mm/s - 14.87 mm/s at a distance of 200 m - 300 m declared unsafe to the building nearby. While the value of PPV of 0.46 mm / s - 1.12 with a distance of 400 m - 750 m declared safe to the building nearby. Calculation of PPV value approaching the actual PPV value using the USBM equation, so it can be used to predict the future ground vibrations. The results of the PPV according to the USBM equation that has a large enough range of values is 4.90 mm/s using USBM equation and 0.46 mm/s for the actual data, it caused by several factors that lead to that labour, ground vibration measurement error and the distance measurement error. Equation formula of the Peak Particle Velocity (PPV) relations with the Scale Distance (SD) obtained from the ground vibration analysis measurement data is PPV = 1331.9 (SD) -1.972 with R 2 = 0.4931 and R = -0.702. R = - 0.702 expressed correlation of the equation that are negative and strong. Ground vibration measurement results using Blastware application established the constant disintegration value with the conviction level of 50 % that is disintegration coefficient is -1.941 and rock factor 2.200,4, while the 90% confidence level that the disintegration coefficient is -1.941 and rock factor 5.018, 4.The tie-up plan evaluation with controlling the vibration level is at the optimum level. Because of the tie-up resulted only few holes exploded simultaneously.optimization of explosives according to a threshold limit value that has been determined with the value of 3 mm/s, using the VS, SD, and PPV graph from the Blastware application. With a distance of 300 m for explosives / delay that used 100 kg, while at a distance of 200 m used 44.44 Kg. Keywords: Blasting, Ground Vibration, PPV, Tie-up Design Evaluation, Explosives optimization Abstrak. Penelitian ini dilakukan di PIT Nyapa West P2 PT Dahana Job Site CK KJB, Berau, Kalimantan Timur. Salah satu kegiatan pembongkaran di daerah penelitian yaitu pengupasan lapisan tanah penutup. Kegiatan ini didahului dengan proses pemberaian menggunakan metode pengeboran dan peledakan. Salah satu efek dari proses kegiatan peledakan yaitu adanya ground vibration. Berdasarkan standar baku tingkat getaran yang mengacu pada kriteria SNI 7571:2010 tergolong kelas 2, dengan frekuensi getaran peledakan berada pada kisaran 5,2 Hz sampai 12 Hz, maka nilai ambang batas (NAB) sebesar 5 mm/s. Dengan nilai PPV 5,26 mm/s 14,87 mm/s dengan jarak 200 m 300 m dinyatakan tidak aman terhadap bangunan. Sedangkan nilai PPV 0,46 mm/s 1,12 dengan jarak 400 m 750 m dinyatakan aman terhadap bangunan. Perhitungan prediksi nilai PPV yang mendekati nilai PPV aktual adalah persamaan USBM, sehingga dapat digunakan untuk memprediksi getaran tanah selanjutnya. Hasil nilai PPV menurut persamaan USBM yang memiliki rentang nilai yang cukup besar yaitu 4,90 mm/s untuk persamaan USBM dan 0,46 mm/s untuk data aktual, hal ini karena ada beberapa faktor yang menyebabkan yaitu personil, kesalahan pengukuran ground vibration di lapangan dan kesalahan pengukuran jarak lokasi peledakan dengan daerah pengukuran. Persamaan rumus hubungan peak particle velocity (PPV) dengan scale distance (SD) yang didapatkan dari analisis data pengukuran ground vibration adalah PPV = 1.331,9(SD) -1,972 dengan R 2 = 0,4931 dan R = - 0,702. R = -0,702 menyatakan korelasi persamaan bersifat negatif dan kuat. Hasil pengukuran ground vibration dengan menggunakan aplikasi Blastware didapatkan nilai konstanta peluruhan dengan tingkat kepecayaan 50% yaitu koefisien peluruhan sebesar -1,941 dan faktor batuan 2.200,4, sedangkan untuk tingkat kepercayaan 90% yaitu koefisien peluruhan sebesar -1,941 dan faktor batuan 5.018, 4. Evaluasi 47

48 Genta Ramadhan Fitriansyah, et al. rancangan tie-up dengan pengendalian tingkat getaran sudah optimal. Karena tie-up tersebut menghasilkan sedikit lubang ledak yang meledak bersamaan. Optimalisasi bahan peledak menurut nilai ambang batas yang telah ditentukan yaitu 3 mm/s, dengan menggunakan grafik PPV VS SD dari aplikasi Blastware. Dengan jarak 300 m untuk handak / delay yang digunakan sebesar 100 Kg, sedangkan pada jarak 200 m sebesar 44,44 Kg. Kata Kunci : Peledakan, Ground Vibration, PPV, Evaluasi Rancangan Tie-up, Optimalisasi Isian Bahan Peledak. A. Pendahuluan Getaran tanah (ground vibration) merupakan getaran tanah yang terjadi akibat hasil peledakan. Getaran ini pada level tertentu, apabila melampui ambang batas dapat mengakibakan kerusakan bangunan dan struktur batuan sekitar daerah penelitian. Sehingga perlu melakukan kontrol terhadap getaran tanah (ground vibration) pada setiap peledakan yang dilakukan pada jarak dan arah tertentu pada lokasi penelitian. Dua parameter yang sering digunakan untuk mendefinisikan gelombang permukaan adalah kecepatan puncak partikel (Peak Particle Velocity) dan jarak terukur (Scale Distance), yang digunakan sebagai acuan untuk mengetahui dan memperkirakan besarnya tingkat kerusakan pada dinding tambang. Tujuan dari penenlitian ini yaitu mengetahui getaran tanah (Ground Vibration) akibat kegiatan peledakan, mengetahui prediksi nilai PPV dari persamaan USBM dan Langefors-Kihlstrom, mengetahui nilai peak particle velocity (PPV) menggunakan konsep scaled distance, mengetahui nilai konstanta peluruhan dari hasil pengukuran, mengetahui evaluasi rancangan peledakan terkait dengan pengendalian tingkat getaran hasil peledakan, mengatahui penggunaan handak yang sesuai dengan nilai ambang batas PPV. B. Landasan Teori Getaran tanah (ground vibration) merupakan gelombang yang bergerak di dalam tanah yang disebabkan oleh adanya sumber energi. Sumber energi tersebut dapat berasal dari alam, seperti gempa bumi atau adanya aktivitas manusia, salah satu diantaranya adalah kegiatan peledakan. Getaran tanah (ground vibration) terjadi pada daerah elastis (elastic zone). Kegiatan peledakan selalu menghasilkan gelombang sismik. Tujuan peledakan umumnya untuk memecahkan batuan. Kegiatan ini membutuhkan sejumlah energi yang cukup sehingga melebihi atau melampaui kekuatan batuan atau melampaui batas elastis batuan. Apabila hal tersebut terjadi maka batuan akan menjadi pecah. Proses pemecahan batuan akan terus berlangsung,sampai energi yang di hasilkan bahan peledak makin lama makin berkurang, dan menjadi lebih kecil dari kekuatan batuan. Sehingga proses pemecahan batuan terhenti,dan energi yang tersisa akan menjalar melalui batuan,karena masih dalam batas elastisitasnya (Dwi Handoyo, 2012). Scaled Distance adalah parameter untuk dimensi jarak. Scale distance dinyatakan sebagai perbandingan antara jarak dan isian bahan peledak yang mempengaruhi hasil getaran dan energi ledakan di udara, perhitungan ini dapat menggunakan persamaan USBM SD = ^. dan Lagefors & Kiehlstrom SD = ^.. Persamaan Peak Particle Velocity (PPV) merupakan kecepatan maksimum yang digunakan untuk menghitung besarnya getaran pada suatu lokasi yang tergantung pada jarak lokasi tersebut dari pusat peledakan dan dari jumlah bahan peledak yang dipakai perperiode (delay). Berdasarkan penelitian yang dilakukan dalam usaha menentukan besarnya kecepatan partikel puncak (PPV) yang dihasilkan dalam sebuah ^. Volume 2, No.1, Tahun 2016

Evaluasi Getaran Peledak berdasarkan Tingkat Peluruhan 49 peledakan maka dapat ditentukan persamaan USBM : PPV = k x (R / W 0,5 ) -e dan Lagefors & Kiehlstrom : PPV = k x (R 0,75 / W 0,5 ) -e. Persamaan Peak Velocity Sum (PVS) yaitu PVS = (V 2 + L 2 + T 2 ) 0,5. Perhitungan gerakan partikel pada setiap titik dilakukan terus menerus secara elektronis dan menghasilkan ketelitian yang cukup tinggi. Hasilnya adalah resultan (S) yang merupakan sebuah rekomposisi vector dari gerakan bumi atau massa batuan dalam waktu yang penuh. Karakteristik peluruhan getaran tanah akibat peledakan didefinisikan menurut kurva hubungan antara tingkat vibrasi dan scale distance. Dalam hal ini, tingkat vibrasi di defenisikan sebagai nilai puncak kecepatan partikel (peak particle velocity) yaitu kecepatan puncak partikel batuan ketika bergerak meninggalkan posisi semula, dan kembali ke posisi semula. Sedangkan scale distance didefinisikan sebagai jarak permuatan bahan peledak, scale distance digunakan untuk memprediksi persamaan perubahan peak particle velocity ketika jumlah muatan bahan peledak perdelay (W) dan jarak peledakan berubah-ubah. Secara matematis dapat dituliskan dengan persamaan : SD =,. Standar tingkat getaran tanah yang sering diacu antara lain USBM RI18507, DGMS India (A), Australian 2187.2-1993. Di Indonesia, parameter kontrol tingkat getaran peledakan pada tambang terbuka terhadap bangunan di atur dalam Badan Standarisasi Nasional Indonesia 7571 tahun 2010. C. Hasil Penelitian dan Pembahasan Analisis Ground Vibration Akibat Kegiatan Peledakan Berdasarkan informasi dilapangan bangunan warga termasuk bangunan dengan pondasi, pasangan bata dan adukan semen saja, termasuk bangunan dengan pondasi dari kayu dan lantainya diberi adukan semen, yang tergolong kelas 2 berdasarkan standar baku tingkat getaran menurut SNI 7571:2010. Hasil pengukuran getaran peledakan dimana dominan data frekuensi getaran peledakan berada pada kisaran 5,2 Hz sampai 12 Hz, maka nilai ambang batas (NAB) adalah 5 mm/s. Tabel 1. Data Ground Vibration Aktual No Tanggal Penelitian Jarak (m) PPV Aktual (mm/s) 1 15-07-15 300 5,26 2 20-07-15 200 14,87 3 21-07-15 400 0,837 4 22-07-15 450 0,46 5 23-07-15 750 1,115 6 23-07-15 500 0,934 Berdasarkan nilai PPV pada tabel diatas, bahwa nilai yang berada dibawah nilai ambang batas sebesar 5 mm/s menurut (SNI 7571:2010) dan pada jarak dibawah 400 m dinyatakan tidak aman terhadap bangunan, maka dengan nilai PPV 5,26 mm/s 14,87 mm/s dengan jarak 200 m 300 m dinyatakan tidak aman terhadap bangunan. Sedangkan nilai PPV 0,46 mm/s 1,12 dengan jarak 400 m 750 m dinyatakan aman terhadap bangunan. Semakin dekat jarak dengan lokasi peledakan, maka akan menghasilkan peak particle velocity yang tinggi begitu juga sebaliknya, semakin jauh jarak dengan lokasi peledakan maka akan menghasilkan peak particle velocity yang rendah. Teknik Pertambangan, Gelombang 1, Tahun Akademik 2015-2016

50 Genta Ramadhan Fitriansyah, et al. Analisis Prediksi Nilai PPV Menurut Persamaan USBM Dan Kihlstrom Langerfors- No Tabel 2. Perbandingan Nilai PPV Prediksi Dan Aktual Prediksi PPV Menurut Persamaan USBM (mm/s) Prediksi PPV Menurut Persamaan Langefors-Kihlstrom (mm/s) PPV Aktual (mm/s) 1 8,36 27,05 5,26 2 15,61 24,59 14,87 3 1,96 4,85 0,84 4 4,90 16,68 0,46 5 1,74 5,71 1,12 6 2,52 7,49 0,93 Berdasarkan tabel diatas persamaan Langerfors-Kihlstrom nilai PPV yang dihasilkan terlalu besar, sedangkan nilai PPV menurut persamaan USBM hampir mendekati nilai PPV aktual. Oleh karena itu, persamaan USBM digunakan untuk memprediksi nilai PPV sebelum kegiatan peledakan dilakukan. Dari tabel diatas terdapat dua nilai PPV menurut persamaan USBM yang memiliki rentang nilai yang cukup besar yaitu 4,90 mm/s untuk persamaan USBM dan 0,46 mm/s untuk data aktual. Oleh karena itu perlu dilakukan analisis lebih lanjut apa yang menjadi penyebab besarnya rentang nilai yang cukup besar. Setelah dilakukan analisis terhadap data penelitian ground vibration, terdapat beberapa faktor yang menyebabkan besarnya nilai PPV yang dihasilkan, yaitu : personil, kesalahan pengukuran jarak lokasi peledakan dengan daerah pengukuran, perhitungan jarak lokasi peledakan dengan daerah pengukuran tidak dilakukan secara tepat, tetapi hanya mengkira kira, kesalahan pengukuran ground vibration di lapangan. Setelah mengetahui persamaan USBM yang mendekati nilai PPV aktual, maka dapat menentukan nilai k aktual untuk setiap kegiatan peledakan yang dapat menjadi acuan untuk prediksi selanjutnya pada jarak yang sama. No Tabel 3. Menentukan Nilai k Dari PPV Aktual Menggunakan Persamaan (USBM) Bahan Peledak/Delay (W) (kg) k e Jarak (R) (m) PPV (Prediksi) mm/s PPV (Aktual) mm/s 1 273,22 485-1,56 300 5,27 5,26 2 135,17 735-1,56 200 14,91 14,87 3 75,41 325-1,56 400 0,83 0,84 4 309,46 100-1,56 450 0,64 0,46 5 227,92 850-1,56 750 1,92 1,12 6 162,8 300-1,56 500 0,98 0,93 Analisis Persamaan Rumus Hubungan Antara Peak Particale Velocity Dan Scale Distance Untuk mendapatkan persamaan rumus hubungan antara PPV dan SD, maka dilakukan analisis dari hasil pengukuran ground vibration. Analisis yang digunakan adalah meregresikan data PPV dan SD dari hasil pengukuran tersebut dengan regresi power di program Miscrosoft Excel. Volume 2, No.1, Tahun 2016

Evaluasi Getaran Peledak berdasarkan Tingkat Peluruhan 51 Gambar 1. Hasil Analisis Regresi Power Dari hasil analisis regresi diatas didapatkan persamaan rumus hubungan antara PPV dan SD yaitu Y = 1.331,9x -1,972 atau PPV = 1.331,9(SD) -1,972 dengan koefisien determinasi atau R 2 = 0,4931 dan R = -0,702 yang merupakan akar dari R 2. Nilai R 2 yaitu R dinyatakan dalam bentuk negatif, karena bentuk trendline mengarah dari kiri atas ke kanan bawah. Nilai koefisien korelasi atau R = -0,702, dinyatakan korelasi negatif dan kuat. Korelasi negatif dinyatakan, bahwa setiap kenaikan nilai X atau SD maka akan diikuti penurunan nilai Y atau PPV, dengan kata lain nilai SD berbanding terbalik dengan nilai PPV. Nilai koefisien determinasi atau R 2 = 0,4931, hal ini menyatakan bahwa dalam persamaan yang didapatkan nlai Y atau PPV dapat ditentukan sebesar 49,31% oleh nilai X atau SD. Kurva Peluruhan Getaran Analisis ini dilakukan terhadap log PPV dengan log square root scaling scaled distance yaitu dengan penggambaran grafik regresi linier atau dengan analisis hubungan PPV dan scaled distance dengan menggunakan regresi power dalam skala log, hal ini dilakukan untuk mengetahui penyebaran data dan kecenderungan arah data. Penggambaran kurva peluruhan getaran menggunakan Microsoft Excel dan Blastware. Gambar 2. Grafik Hubungan Antara PPV Dan Scaled Distance Menggunakan Microsoft Excel Dengan Data dan Selang Kepercayaan 90% Teknik Pertambangan, Gelombang 1, Tahun Akademik 2015-2016

52 Genta Ramadhan Fitriansyah, et al. Gambar 3. Grafik Hubungan Antara PPV Dan Scaled Distance Menggunakan Aplikasi Blasware Dengan Selang Kepercayaan 50% (A) dan 90% (B) Tabel 4. Nilai Koefisien Peluruhan Dan Faktor Batuan Microsoft Excel Blastware Selang Massa Batuan Koefisien Faktor Koefisien Faktor Kepercayaan Peluruhan Batuan Peluruhan Batuan PIT Nyapa West P2 50% -1,972 1.331,9-1,941 2.200,4 PIT Nyapa West P2 90% -1,972 5.342-1,941 5.018,4 Secara umum nilai Square Root Scaled Distance (SRSD) berdasarkan USBM memberikan kerusakan relatif kecil atau tidak membahayakan adalah >20. Pada penelitian ini SRSD <20 yaitu dengan rentang 17,20 18,15, menurut USBM akan membahayakan karena getaran yang terjadi relatif besar. Ternyata getaran pada lokasi penelitian untuk SRSD >20 yaitu dengan rentang 25,58 46,06, getaran yang terjadi relatif kecil. Berdasarkan perhitungan secara teoritis nilai SRSD tidak berbeda jauh dengan hasil penelitian.hal ini disebabkan ketentuan SRSD oleh USBM hanya prediksi yang tidak memasukan faktor struktur atau kondisi batuan sekitarnya, sedangkan getaran yang ditangkap oleh alat Blastmate III sudah melewati media yang berbeda struktur batuannya. Optimalisasi Penggunaan Bahan Peledak Tujuan dari optimalisasi penggunaan bahan peledak yaitu untuk mengetahui penggunaan bahan peledak yang sesuai dengan nilai ambang batas (NAB) sebesar 3 mm/s.. Gambar dibawah ini menggambarkan hubungan antara PPV dengan Scale Distance, dengan tingkat kepercayaan sebesar 50% dan 90%. Volume 2, No.1, Tahun 2016

Evaluasi Getaran Peledak berdasarkan Tingkat Peluruhan 53 Gambar 4. Grafik Optimalisasi Tingkat Kepercayaan 50% (A) dan 90& (B) Dari gambar diatas dengan nilai ambang batas sebesar 3 mm/s, dapat menghasilkan nilai scale distance untuk tingkat kepercayaan 50% sebesar 30 dan tingkat kepercayaan 90% sebesar 47. Dari data tersebut dapat menentukan bahan peledak yang optimum. Tabel 5. Hasil Perhitungan Bahan Peledak Optimum Tingkat Kepercayaan 50% No Jarak (m) L ubang Aktual (Kg Lubang Optimum Lubang Ledak Yang Meledak Bersamaan Delay Aktual Delay Optimum 1 300 91,07 33,33 3 273,22 100 30 2 200 135,17 22,22 2 135,17 44,44 30 3 400 37,71 88,89 2 75,41 177,78 30 4 450 103,15 75,00 3 309,46 225 30 5 750 113,96 312,50 2 227,92 625 30 6 500 81,40 138,89 2 162,8 277,78 30 Tabel 6. Hasil Perhitungan Bahan Peledak Optimum Tingkat Kepercayaan 90% No Jarak (m) L ubang Aktual (Kg Lubang Optimum Lubang Ledak Yang Meledak Bersamaan Delay Aktual Delay Optimum 1 300 91,07 13,58 3 273,22 40,74 47 2 200 135,17 9.05 2 135,17 18,11 47 3 400 37,71 36,22 2 75,41 72,43 47 4 450 103,15 30,56 3 309,46 91,67 47 5 750 113,96 127,32 2 227,92 254,64 47 6 500 81,40 56,59 2 162,8 113,17 47 Berdasarkan (Tabel 6) yang termasuk ke dalam penggunaan bahan peledak optimum yaitu memiliki nilai ambang batas diatas 3 mm/s, dengan menggunakan tingkat kepercayaan 50%, karena pada tingkat kepercayaan 90% jumlah bahan peledak / delay optimum terlalu kecil untuk isian bahan peledak / lubang. Dimana terdapat pada peneltian pertama dan kedua. Hal ini dikarenakan nilai PPV aktual dan jumlah handak / lubang menjadi menurun, sehingga kebutuhan handak akan lebih sedikit. Penggunaan bahan peledak optimum akan menghasilkan fragmentasi yang optimum, penambahan lubang ledak, dan produksi. Berikut tabel dibawah ini hasil perhitungannya. SD SD Teknik Pertambangan, Gelombang 1, Tahun Akademik 2015-2016

54 Genta Ramadhan Fitriansyah, et al. Tabel 7. Hasil Perhitungan Fragmentasi Optimum Tingkat Kepercayaan 50% No Tanggal A Vo (m 3 Xm Aktual ) Q E Xm (cm) Penelitian (cm) 1 15-07-15 369,6 33,33 94,09 49,80 2 20-07-15 593,6 22,22 177,67 56,66 3 21-07-15 207,2 88,89 31,83 54,77 7 100 4 22-07-15 471,75 75,00 68,45 55,95 5 23-07-15 516,38 31,50 29,82 56,47 6 23-07-15 347,2 138,89 36,27 50,86 Tabel 8. Hasil Perhitungan Penambahan Lubang Dan Produksi Optimum Data Aktual N o Tanggal Penelitia n B (m ) S (m ) H (m) Jumlah Lubang Ledak (Aktual ) 1 15-07-15 8 7 6,6 122 2 20-07-15 8 7 10, 6 119 Total Bahan Peledak (kg) 11.111, 1 16.084, 7 Bahan Peledak/luban g (Aktual) (kg) Bahan Peledak/luban g (Optimal) (kg) Jumlah Lubang Ledak (Optimal ) Jumlah Penambaha n Lubang Ledak (Optimal) 91,07 33,33 333 211 135,17 22,22 724 605 3 21-07-15 8 7 3,7 87 3.280,4 37,71 88,89 37-50 4 22-07-15 8,5 7,5 7,4 119 1.2275, 1 103,15 75,00 164 45 5 23-07-15 8,5 7,5 8,1 65 7.407,4 113,96 312,50 24-41 6 23-07-15 8 7 6,2 143 1.1640, 2 81,40 138,89 84-59 Produksi Aktual (BCM) 45.091,2 0 70.638,4 0 18.026,4 0 56.138,2 5 33.564,3 8 49.649,6 0 Peningkata n Produksi (BCM) 123.199,88 429.654,51 7.646,61 77.210,38 12.239,99 29.098,64 Berdasarkan (Tabel 7) fragmentasi yang optimum terdapat pada penelitian pertama dan kedua. Hal ini dikarenakan fragmentasi optimum tidak jauh berbeda dengan fragmentasi aktual. Fragmentasi optimum masih bisa terambil oleh alat muat (Liebher R9250). Sedangkan untuk penambahan lubang dan produksi dapat dilihat pada (Tabel 5.9). Berdasarkan (Tabel 5.9) penambahan lubang dan produksi optimum terdapat pada penelitian pertama dan kedua. Hal ini dikarenakan jumlah handak perlubang optimum menurun. Dengan total handak yang sama dan handak perlubang menggunakan yang optimum, maka dapat menambahkan lubang ledak sebesar 211 lubang pada penelitian pertama dan 605 lubang pada penelitian kedua, hasil tersebut merupakan pengurangan jumlah lubang optimal dan jumlah lubang ledak aktual. Akan tetapi penambahan lubang ledak pada penelitian pertama dan kedua tidak bisa di aplikasikan, karena jumlah maksimal lubang ledak di daerah penelitian <300 lubang ledak. Selain menambah jumlah lubang ledak, maka produksi juga meningkat sebesar 123.199,88 BCM pada penelitian pertama dan 429.654,51 BCM pada penelitian kedua. D. Kesimpulan Dari penelitian yang telah dilakukan dapat diambil beberapa kesimpulan, antara lain : 1. Berdasarkan data ground vibration hasil penelitian didapatkan nilai frekuensi getaran peledakan berada pada kisaran 5,2 Hz sampai 12 Hz, maka nilai ambang batas (NAB) sebesar 5 mm/s. Dengan nilai PPV 5,26 mm/s 14,87 mm/s dengan jarak 200 m 300 m dinyatakan tidak aman terhadap bangunan. Sedangkan nilai PPV 0,46 mm/s 1,12 dengan jarak 400 m 750 m dinyatakan aman terhadap bangunan. 2. Berdasarkan perhitungan prediksi nilai PPV yang mendekati nilai PPV aktual adalah persamaan USBM, sehingga dapat digunakan untuk memprediksi Volume 2, No.1, Tahun 2016

Evaluasi Getaran Peledak berdasarkan Tingkat Peluruhan 55 getaran tanah selanjutnya. Hasil nilai PPV menurut persamaan USBM yang memiliki rentang nilai yang cukup besar yaitu 4,90 mm/s untuk persamaan USBM dan 0,46 mm/s untuk data aktual, hal ini karena ada beberapa faktor yang menyebabkan yaitu personil, kesalahan pengukuran ground vibration di lapangan dan kesalahan pengukuran jarak lokasi peledakan dengan daerah pengukuran. 3. Persamaan rumus hubungan peak particle velocity (PPV) dengan scale distance (SD) yang didapatkan dari analisis data pengukuran ground vibration adalah PPV = 1.331,9(SD) -1,972 dengan R 2 = 0,4931 dan R = -0,702. R = -0,702 menyatakan korelasi persamaan bersifat negatif dan kuat. 4. Berdasarkan hasil pengukuran ground vibration dengan menggunakan aplikasi Blastware didapatkan nilai konstanta peluruhan dengan tingkat kepecayaan 50% yaitu koefisien peluruhan sebesar -1,941 dan faktor batuan 2.200,4, sedangkan untuk tingkat kepercayaan 90% yaitu koefisien peluruhan sebesar -1,941 dan faktor batuan 5.018, 4. 5. Evaluasi rancangan tie-up dengan pengendalian tingkat getaran sudah optimal. Karena tie-up tersebut menghasilkan sedikit lubang ledak yang meledak bersamaan. 6. Optimalisasi bahan peledak menurut nilai ambang batas yang telah ditentukan yaitu 3 mm/s. Dengan jarak 300 m untuk handak / delay yang digunakan sebesar 100 Kg, sedangkan pada jarak 200 m sebesar 44,44 Kg. Daftar Pustaka Anonim. 1950. USBM Alternatif Blasting Level Criteria (Adapted From RI 8507, 1950). International Society Of Explosives Engineers (ISEE) Blasters Handbook TM 17 th Edition, Fig : 36.6. Anonim. 2003. Blastmate III Operator Manual & Blastware Operator Manual. Canada : Instantel inc. Ash, R.L. 1990. Design of Blasting Round, Surface Mining, B.A Kennedy Editor, Society for Mining, Metallurgy, and Explotion, Inc. Dowding, CH. 1985. Blast Vibration Monitoring and Control, Northwestern University, Canada. Engin, I,C. 2008. Practical Method Of Bench Blasting Design For Disired Fragmentation Base On Digital Emage Processing Technique And Kuz-ram Model. Afvon Kocatepe University : Turky. Keputusan Menteri Lingkungan No. 49 Tahunm 1996, Tentang Baku Tingkat Getaran, Menteri Negara Lingkungan Hidup. Konya, CJ. And Walter EJ. 1990, Surface Blast Design, Prentice Hall, Englewood Cliffs, New Jersey Koesnaryo. S. 2001. Teori Peledakan, Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral dan Batubara, Bandung. Marmer, Dwihandoyo, Ganda MS, Awang S. 2010. Peran SNI 7571 : 2010 dan SNI 7570 : 2010 Dalam Kegiatan Peledakan Di Tambang Terbuka Di Indonesia. Jakarta : Prosiding PPI Standardisasi 2010. Standar Nasional Indonesia. 2010. Baku Tingkat Getaran Peledakan Pada Kegiatan Tambang Terbuka Terhadap Bangunan. Badan Standarisasi Nasional. Jakarta. Teknik Pertambangan, Gelombang 1, Tahun Akademik 2015-2016

56 Genta Ramadhan Fitriansyah, et al. Yuliadi. 2010. Kajian Prediksi Peak Particle Velocity Akibat Peledakan di Kuari D Tambang Batu Gamping PT Indocement Tunggal Prakasa Citeurep Bogor. Bandung : Institut Teknologi Bandung. Volume 2, No.1, Tahun 2016