Lecture 6 : Permasalahan dalam Sistem. Hanna Lestari, M.Eng

dokumen-dokumen yang mirip
Lecture 5 : Proses Kreatif dalam memecahkan masalah sistem. Hanna Lestari, M.Eng

4-5. PENGENALAN MASALAH SISTEM.

SILABUS MATA KULIAH Program Studi : Teknik Industri Kode Mata Kuliah : TKI-303 Nama Mata Kuliah : Pemodelan Sistem Jumlah SKS

Outline 0 PENDAHULUAN 0 TAHAPAN PENGEMBANGAN MODEL 0 SISTEM ASUMSI 0 PENDEKATAN SISTEM

SILABUS. Tatap Muka Ruang Kelas, papan tulis, OHP, sound system. Evaluasi latihan/quiz selama proses pembelajaran berlangsung. Bentuk angka (0-100)

BAB I PENDAHULUAN. mutu pendidikan, karena pendidikan merupakan sarana yang sangat penting

BERFIKIR KREATIF Kelompok 8 Febrian Karunia M. Razuli Azmi Riuh Adi Pranata

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

4. Mahasiswa menunjukkan sikap bertanggungjawab atas pekerjaan di bidang keahliannya secara mandiri. (S10); Garis Entry Behavior

BAB I PENDAHULUAN. satu sistem Pendidikan Nasional yang diatur dalam UU No.20 Tahun tentang sistem Pendidikan Nasional menyebutkan bahwa:

BAB I PENDAHULUAN. Oleh karena itu peningkatan kualitas sumber daya manusia merupakan hal yang

dan bahkan akan terbelakang. Dengan demikian pendidikan harus betul-betul samping memiliki budi pekerti yang luhur dan moral yang baik.

BAB I PENDAHULUAN. jenjang pendidikan di Indonesia mengindikasikan bahwa matematika sangatlah

I. PENDAHULUAN. kreatif, terampil, bertanggung jawab, produktif, dan berakhlak. Fungsi lain dari

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Tujuan pendidikan nasional adalah menjamin mutu pendidikan

Pertemuan 10. Pengembangan Model SPK

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

Implementasi model pembelajaran jigsaw pada pelajaran fisika SMA Negeri 1 Toroh Kabupaten Grobogan Margiyanto S UNIVERSITAS SEBELAS MARET

GAGAS TEMA DAN LANGKAH PENULISAN ARTIKEL JURNAL OLEH: HERMANTO SP

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Kemandirian siswa dalam pelaksanaan proses pembelajaran Geografi di kelas Xc

Lecture 1: Pemodelan Sistem Pendahuluan. Hanna Lestari, M.Eng

berbahasa pada mata pelajaran Bahasa Indonesia di SD diarahkan untuk meningkatkan keterampilan siswa dalam berkomunikasi secara lisan maupun tulisan

BAB II. Tinjauan Pustaka

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. hidup sehingga pendidikan bertujuan menyediakan lingkungan yang memungkinkan

MENUMBUHKEMBANGKAN DAN MENGELOLA KREATIVITAS PENELITIAN

BAB I PENDAHULUAN. belajar dan proses pembelajaran agar siswa aktif dalam upaya mengembangkan

BAB I PENDAHULUAN 1.1.Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. penting dalam kehidupan sehari-hari serta dalam kemajuan ilmu pengetahuan dan

BAB I PENDAHULUAN. berpikir dan berupaya para pemerhati pendidikan merupakan hal yang bersifat. tantangan zaman dalam era globalisasi ini.

BAB I PENDAHULUAN. Mata pelajaran Fisika sebagai bagian dari Ilmu Pengetahuan Alam (IPA)

BAB I PENDAHULUAN. berekspresi dan salah satunya adalah menulis puisi. Puisi dalam Kamus Besar. penataan bunyi, irama, dan makna khusus; sajak.

BAB I PENDAHULUAN. Kemampuan menulis merupakan salah satu kemampuan berbahasa yang

Psikologi Sosial 2. Teori-teori Psikologi Sosial. Setiawati Intan Savitri, S.P. M.Si. Modul ke: Fakultas PSIKOLOGI. Program Studi Psikologi

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Evy Aryani Sadikin, 2013

Geometri Siswa SMP Ditinjau dari Kemampuan Matematika. (Surabaya: PPs UNESA, 2014), 1.

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah. Pendidikan merupakan sarana penting untuk meningkatkan kualitas

II. TINJAUAN PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN. berkomunikasi. Oleh karena itu dalam pembelajaran Bahasa Indonesia

BAB I PENDAHULUAN. apresiasi terhadap hasil karya kesastraan manusia Indonesia. Pembelajaran

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

BAB II KAJIAN PUSTAKA. Sistem Pendukung Keputusan atau DSS (Decision Support System) adalah sistem

BAB I PENDAHULUAN. lebih besar, karena kedudukannya sebagai orang yang lebih dewasa, lebih

BAB I PENDAHULUAN. Tujuan umum pembelajaran matematika yang dirumuskan dalam. Permendiknas Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi, adalah agar siswa

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Salah satu tujuan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) untuk mata

BAB I PENDAHULUAN. mengembangkan daya pikir manusia. Perkembangan teknologi dan informasi

BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG MASALAH

1-2. KONSEP DASAR PEMODELAN.

BAB I PENDAHULUAN. Permasalahan pendidikan selalu muncul bersamaan dengan. berkembang dan meningkatkanya kemampuan siswa, situasi dan kondisi

KISI-KISI MATERI PLPG MATA PELAJARAN ANIMASI

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Pengajaran Bahasa Indonesia memegang peranan yang sangat penting di

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Debby Agita Viantiputri,2014

BAB I PENDAHULUAN. berpengaruh terhadap perkembangan di semua aspek kehidupan. Dalam hal ini

Seminar Internasional, ISSN Peran LPTK Dalam Pengembangan Pendidikan Vokasi di Indonesia

Salah satu dasar utama untuk mengembangkan model adalah guna menemukan peubah-peubah apa yang penting dan tepat Permasalahan muncul ketika banyak

I. PENDAHULUAN. timbul pada diri manusia. Menurut UU RI No. 20 Tahun 2003 Bab 1 Pasal 1

II. TINJAUAN PUSTAKA. Masalah pada dasarnya merupakan hal yang sangat sering ditemui dalam kehidupan

BAB I PENDAHULUAN. manusia yang diharapkan. Sadar pentingnya ketrampilan proses sains pada anak akan semakin

BAB I PENDAHULUAN. Matematika merupakan ilmu universal yang mendasari perkembangan

PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS PUISI DENGAN MEDIA GAMBAR PADA SISWA KELAS V SDN SAWOJAJAR V KOTA MALANG

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Kerja praktik

BAB I PENDAHULUAN. dalam pembelajaran, hal ini menuntut guru dalam perubahan cara dan strategi

Mencari (Per)masalah(an)

SEMINAR PSIKOLOGI TERAPAN

II. TINJAUAN PUSTAKA. bantuan catatan. Pemetaan pikiran merupakan bentuk catatan yang tidak

RISET PEMASARAN. By Zainal Abidin. Agribisnis Perikanan, FPIK UB 2018

Mengingat pentingnya bahasa tersebut, maka dalam dunia pendidikan perlu. mulai sekolah dasar sampai perguruan tinggi. Selain itu, bahasa Indonesia pun

BAB 1 PENDAHULUAN. Hal tersebut merupakan sesuatu yang sangat penting untuk menentukan

MENGEMBANGKAN KREATIVITAS GURU DALAM MENINGKATKAN KUALITAS PENDIDIKAN OLEH: YATI SITI MULYATI

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

I. PENDAHULUAN. depan yang lebih baik. Melalui pendidikan seseorang dapat dipandang terhormat,

SKRIPSI Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Guna Mencapai Derajat Sarjana S-1 Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia, dan Daerah.

PENGEMBANGAN MODEL. Teori dan Pemodelan Sistem TIP FTP UB

BAB I PENDAHULUAN. Pendidikan di Indonesia dalam masa perkembangan, sehingga perlu

BAB I PENDAHULUAN. yang mendasari perkembangan sains dan teknologi, mempunyai peran

BAB I PENDAHULUAN. dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari anak-anak sampai dengan orang

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

Kamis, 25 Februari Kuliah Kewirausahaan BERPIKIR KREATIF & INOVATIF

II. TINJAUAN PUSTAKA. Teori-teori baru dalam psikologi pendidikan dikelompokkan dalam teori pem-belajaran

BAB I PENDAHULUAN. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi sangat pesat, hal ini

BAB I PENDAHULUAN. butuhkan dan berguna dalam kehidupan sehari-hari baik dalam sains, teknologi,

PP No 19 Tahun 2005 (PASAL 19, AYAT 1)

BAB I PENDAHULUAN. untuk dapat mencapai tujuannya. Setiap perusahaan selain bersaing dengan

Transkripsi:

Lecture 6 : Permasalahan dalam Sistem Hanna Lestari, M.Eng

Referensi 1. Murthy, DNP., Page, NW. Dan Rodin, EY., 1990, Mathematical Modelling : A tool for Problem Solving in Engineering, Physical, Biological, and Social Science, Pergamon Press, Oxford, England 2. Simatupang, TM., 1994, Pemodelan Sistem, Intan Pariwara, Klaten 3. Simatupang, TM., 1995, Teori Sistem Suatu Perspektif Teknik Industri, Andi Offset, Yogyakarta 4. Indah Pratiwi, M.Eng, UMS 5. Ratih Setyaningrum, MT, UDINUS

Kreatifitas Kreativitas berkaitan tersedianya informasi, konsep dan pengetahuan secara terbatas, secara parsial, sepotong-potong, tidak utuh, dalam menangani suatu realita tertentu. Menemukan hubungan baru, perspektif baru, kombiansi baru dari sejumlah gagasan, teori, konsep, algoritma, metode, teknik, produk, proses, warna, bantuk, tekstur, aroma, citarasa dll 3

Contoh kreatifitas Becak motor :... 4

Creativity...

Contoh Kreativitas Mesin pencabut bulu ayam :... Permen nano nano :... Shampo three in one :...

definisi Proses kreatif mendayagunakan wawasan, pengetahuan, imajinasi, logika, intuisi, kejadian, kebetulan, evaluasi, konstruktif lingkungan, rangsangan eksternal Untuk mengubah gagasan atau menghasilkan tambahan gagasan baru (a) pelarian dari gagasan lama (b) membuat gagasan baru (Eduardo de Bono, 1971) 7

Kreatifitas Kreativitas berkaitan tersedianya informasi, konsep dan pengetahua secara terbatas, secara parsial, sepotong-potong, tidak utuh, dalam menangani suatu realita tertentu. Menemukan hubungan baru, perspektif baru, kombiansi baru dari sejumlah gagasan, teori, konsep, algoritma, metode, teknik, produk, proses, warna, bantuk, tekstur, aroma, citarasa dll 8

Contoh kreatifitas Becak motor :... Mesin pencabut bulu ayam :... Permen nano nano :... Shampo three in one :... 9

Apakah Anda kreatif?? 10

Setiap orang memiliki kemampuan kreatif tetapi belum berhasil berperilaku kreatif Setiap orang dapat dilatih agar lebih kreatif

Dua arah 1. Sebagai produk dari perilaku kreatif spt, penemuan baru, teori, model, algoritma, karya sastra, musik, mode busana dll 2. Sebagai proses dari perilaku kreatif, mencakup persepsi, belajar, berpikir dan motivasi 12

Tiga elemen 1. Sensitivitas kepekaan untuk melihat adanya persoalan dan menemukan pemecahannya 2. Sinergi jika dua buah gagasan atau lebih dipadukan secara kreatif akan menghasilkan gagasan baru yang lebih bermanfaat dari gagasan semula 3. Serendipitas kemampuan untuk menangkap relevansi/arti penting dari kejadian yang secara kebetulan 13

Hambatan : 14 a. Perseptual : bentuknya : kekakuan persepsi, kesulitan menemukan dan mengisolasi persoalan, penambahan batasan dan asumsi, tidak mampu menelaah persoalan b. Emosional : ketakutan untuk melakukan kesalahan/menghadapi resiko c. Kultural dan lingkungan : sumber daya, norma, nilai, keyakinan dalam masyarakat d. Intelektual dan ekspresi :

Tahapan Proses : ((Evans & Russel, 1992) 1. Persiapan : analisis tugas, mengumpulkan data, mencari pola, mencoba gagasan, mencari asumsi 2. Frustasi : terjadi ketika kita tdk mampu memecahkan masalah, merasa bosan, meragukan kemampuan 3. Inkubasi : Saat berhenti mencoba, menunda masalah dan peti es 4. Wawasan : Inspirasi, saat menyatukan kreativitas 5. Mengolah : melibatkan pengujian wawasan dan mengubahnya 15

Langkah-langkah : 16 1. Pendefinisian Masalah 2. Spesifikasi (fakta&non-fakta) a. pengenalan (apa) b. lokasi (dimana) c. timing (kapan) d. dampak (luas) 3. Mencari sebab yg mungkin : a. perbedaan : statis b. perubahan : dinamis 4. Mencari sebab yang paling mungkin 5. Menguji kebenaran/verifikasi : a. berdasarkan logika b. berdasarkan realita Hambatan : 1. Kurang lengkap informasi 2. Masalah klasik (kapan : peribahan, perbedaan) 3. Sifat psikologis manusia 4. Hipotesis ditetapkan diawal (belum lihat konteks lebih luas)

Proses perumusan Masalah 17

18 Gejala dan Masalah Gejala : Kondisi yang memberi tanda timbulnya sebuah masalah, keputusan yang diambil untuk memecahkan masalah bukan untuk menggeluti gejala

19 Masalah Sistem 1. Perbedaan (gap) 2. Kesukaran atau kesulitan, berupa : a. ketiadaan sarana b. mengidentifikasi sifat obyek c. Menerangkan kejadian tidak terduga 3. Penyebab kemerosotan 4. Situasi yang kacau dan merugikan 5. Misteri yang harus dipecahkan Masalah : perbedaan/kesenjangan antara dua status yang berada dalam batas tertentu yang spesifik yang memerl;ukan pemecahan Pemodelan diharapkan dapat memecahkan masalah (memberikan solusi) atau memperkecil kesenjangan

Rumusan Masalah 20 Suatu tindakan kreatif agar sejauh mungkin satu atau lebih kondisi tertentu dapat dicapai Tiga tahap : 1. penjajagan gejala (pengenalan situasi problematis) 2. identifikasi masalah 3. definisi masalah Identifikasi masalah, masalah ditemui : 1. literatur 2. seminar, diskusi 3. pernyataan pengambil keputusan 4. pengamatan sepintas dan intuisi 5. pengalaman pribadi

Definisi masalah 1. Dari arah masalahnya (obyektif) 2. Dari arah pembuat model (analis) dan pengambil keputusan a) Biaya yang tersedia b) Waktu yang dapat digunakan 3. Alat dan perlengkapan yang tersedia 4. Bekal kemampuan teoritis 5. Penguasaan metode yang diperlukan 21

Identifikasi masalah 1. Beberapa kebutuhan dan keinginan yang ada (sekarang) 2. Beberapa kebutuhan dan keinginan secara relatif 3. Kebutuhan dan keinginan baru yang timbul 4. Kebutuhan dan keinginan yang mungkin timbul dimasa depan 22

Perumusan Masalah Sistem 23

24 Analisis Masalah Menyangkut pemilihan dan pemeriksaan fakta-fakta dan informasi yang relevan dari yang tidak relevan, kemudian membuat konseptual yang tepat/model matematis. (Ackoff & Sasieni, 1967)

Cont Masalah pemodelan menurut tingkat kesulitan memodelkan sistem : 1. masalah yang struktur logisnya sederhana dan cukup transparan dapat diselesaikan dengan pemeriksaan dan diskusi 2. masalah yang strukturnya jelas, namun tidak jelas bagaimana menggambarkannya secara simbolik 3. masalah yang strukturnya tidak jelas, namun ada kenungkinan menstrukturkannya melalui analisa data 4. masalah yang tidak mungkin memisahkanya dari pengaruh variabel individual, dilakukan eksperimen 5. Masalah yang tidak punya data yang cukup, jadi taidak dapat dilakukan eksperimen

Perbedaan Hard dan Soft Sistem 26

Tujuan dan kegunaan pemecahan masalah 1. Kondisi untuk diperbaiki atau suatu keadaan yang harus dicapai 2. Populasi terbatas dalam kondisi yang ada 3. Kerangka waktu pada perubahan terjadi 4. Jumlah dan arah perubahan yang diinginkan dalam pengkondisian 27

Langkah pemodelan 28

Aktivitas pemodelan 29

Siklus Perkembangan Ilmu Sistem 30

Tugas besar Mid Term BAB I Pendahuluan 1.1 Latar Belakang 1.2 Rumusan Masalah 1.3 Tujuan BAB II Pembahasan 2.1 Profil Perusahaan 2.2 Visi dan Misi 2.3 Tahapan Produksi 2.4 Lokasi Outlet Perusahaan 2.5 Struktur Organisasi Perusahaan BAB III Analisis 3.1 Elemen elemen Permasalahan/Karakteristik Sistem 3.2 Block Diagram Sistem 3.3 Block Diagram Solusi 3.4 Rich Picture BAB IV Penutup 4.1 Kesimpulan 4.2 Saran Daftar Pustaka