VISI KALTIM BANGKIT 2013

dokumen-dokumen yang mirip
PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM NOMOR : 11 /PRT/M/2009 TENTANG

KATA PENGANTAR. RTRW Kabupaten Bondowoso

KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM DIREKTORAT JENDERAL PENATAAN RUANG

PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM NOMOR : 11 /PRT/M/2009 TENTANG

Bab II Bab III Bab IV Tujuan, Kebijakan, dan Strategi Penataan Ruang Kabupaten Sijunjung Perumusan Tujuan Dasar Perumusan Tujuan....

DR. H. AWANG FAROEK ISHAK Gubernur Kalimantan Timur

KEMENTERIAN DALAM NEGERI. Disampaikan oleh: TJAHJO KUMOLO

PROSES REGULASI PERATURAN DAERAH RENCANA TATA RUANG WILAYAH KABUPATEN/KOTA (PERDA RTRWK)

Penataan Ruang dalam Rangka Mengoptimalkan Pemanfaatan Ruang di Kawasan Hutan

Peta Jalan Penyelamatan Ekosistem Sumatera 2020 Dalam RTR Pulau Sumatera

RISALAH RAPAT. Pembahasan tindak lanjut RATAS PSN di Provinsi Kalimantan Timur

KATA PENGANTAR. Meureudu, 28 Mei 2013 Bupati Pidie Jaya AIYUB ABBAS

GAMBARAN UMUM PROPINSI KALIMANTAN TIMUR. 119º00 Bujur Timur serta diantara 4º24 Lintang Utara dan 2º25 Lintang

Kementerian Kelautan dan Perikanan

Bab II. Tujuan, Kebijakan, dan Strategi 2.1 TUJUAN PENATAAN RUANG Tinjauan Penataan Ruang Nasional

REALISASI INVESTASI DAN REALISASI PENERBITAN IZIN PENANAMAN MODAL DI PROVINSI KALIMANTAN TIMUR PADA TRIWULAN II TAHUN 2013

BAB II TUJUAN, KEBIJAKAN, DAN STRATEGI PENATAAN RUANG WILAYAH PROVINSI BANTEN

MENTERI AGRARIA DAN TATA RUANG/ KEPALA BADAN PERTANAHAN NASIONAL

Penyelamatan Ekosistem Sumatera Dalam RTR Pulau Sumatera

MODUL 6 : PENILAIAN KELENGKAPAN SUBSTANSI MATERI TEKNIS, RAPERDA, DAN PETA UNTUK STANDAR REKOMENDASI GUBERNUR

disampaikan oleh: Direktur Perencanaan Kawasan Kehutanan Kementerian Kehutanan Jakarta, 29 Juli 2011

Pangkalanbalai, Oktober 2011 Pemerintah Kabupaten Banyuasin Badan Perencanaan Pembangunan Daerah dan Penanaman Modal

2.1 Gambaran Umum Provinsi Kalimantan Timur A. Letak Geografis dan Administrasi Wilayah

Keterkaitan Rencana Strategis Pesisir dengan Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW) Kabupaten Kutai Timur

PEMBANGUNAN HUTAN KOTA DALAM STRATEGI PEMBANGUNAN PERKOTAAN PROVINSI BANTEN

Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Banyuasin

PEMERINTAH KABUPATEN MAHAKAM ULU TEMA RKPD PROV KALTIM 2018 PENGUATAN EKONOMI MASYRAKAT MENUJU KESEJAHTERAAN YANG ADIL DAN MERATA

Peraturan Perundangan. Pasal 33 ayat 3 UUD Pasal 4 UU 41/1999 Tentang Kehutanan. Pasal 8 Keppres 32/1990 tentang Pengelolaan Kawasan Lindung

DR. H. YUSRON IHZA. L.L.M & H. YUSRONI YAZID, SE, MM

V BAB V PENYAJIAN VISI, MISI, TUJUAN, DAN SASARAN

Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah Kementerian Dalam Negeri

DRAFT RANCANGAN AWAL RPJMD KABUPATEN GUNUNGKIDUL TAHUN Disampaikan pada Forum Konsultasi Publik Rabu, 6 April 2016

BUPATI PACITAN PERATURAN DAERAH KABUPATEN PACITAN NOMOR 5 TAHUN 2011 TENTANG

2.1.1 Dasar Perumusan Tujuan Penataan Ruang Tujuan Umum Penataan Ruang; sesuai dengan amanah UU Penataan Ruang No. 26 Tahun 2007 tujuan penataan ruang

KOORDINASI PEMERINTAH PUSAT DAN DAERAH DALAM PELAKSANAAN URUSAN PEMERINTAHAN BIDANG PENATAAN RUANG

ALTERNATIF KAWASAN HUTAN SUMUT DAN KAITAN DENGAN ROADMAP SUMATERA. Oleh: Eka Rianta Sitepu(APTRSU)

FORMAT SURAT KEPUTUSAN MENTERI, KEPUTUSAN GUBERNUR, DAN KEPUTUSAN BUPATI/WALIKOTA TENTANG PENETAPAN PELAKSANAAN PENINJAUAN KEMBALI

MATRIKS ARAH KEBIJAKAN WILAYAH MALUKU

BAB V VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN

PENDEKATAN ASPEK LINGKUNGAN DALAM KEBIJAKAN PENATAAN RUANG NASIONAL

Sosialisasi Peraturan Presiden tentang Rencana Tata Ruang (RTR) Pulau/Kepulauan dan Kawasan Strategis Nasional (KSN)

MENTEIU KRIIUTANAN REPUJJLIK INDONESIA

SAMBUTAN/PENGARAHAN MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA PADA ACARA PEMBUKAAN MUSRENBANG REGIONAL KALIMANTAN TAHUN 2016 Jakarta, 11 Maret 2016

Kerangka landasan pendekatan DAS: Merupakan ekologi bentang lahan (Landscape ecology), suatu subdisiplin ekologi yang mengamati sebab dan akibat

TPL 106 GEOLOGI PEMUKIMAN

GUBERNUR JAWA TIMUR PERATURAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 97 TAHUN 2011 TENTANG RENCANA STRATEGIS WILAYAH PESISIR DAN PULAU-PULAU KECIL TAHUN

Shared Resources Joint Solutions

MENTERI KOORDINATOR BIDANG PEREKONOMIAN REPUBLIK INDONESIA SALINAN

PAPARAN FORUM PERANGKAT DAERAH DAN RAPAT KOORDINASI TEKNIS (RAKORTEK) PEMBANGUNAN TINGKAT PROVINSI KALIMANTAN TENGAH TAHUN 2017

KEMENTERIAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL/ BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL. Dr. Ir. Oswar Mungkasa, MURP Direktur Tata Ruang dan Pertanahan

KEBIJAKAN PELEPASAN KAWASAN HUTAN PRODUKSI YANG DAPAT DIKONVERSI UNTUK PEMBANGUNAN DILUAR KEGIATAN KEHUTANAN

PENJELASAN ATAS PERATURAN DAERAH KABUPATEN JOMBANG NOMOR 21 TAHUN 2009 TENTANG RENCANA TATA RUANG WILAYAH KABUPATEN JOMBANG

Lokasi Sumber Dana Instansi Pelaksana. APBD Prov. APBD Kab.

CATATAN KECIL MENIGKUTI ASISTENSI DAN SUPERVISI DAERAH DALAM PENYUSUNAN DAN PENETAPAN RAPERDA TENTANG RTR DERAH YANG MENGAKOMODIR LP2B

IMPLIKASI UNDANG-UNDANG NOMOR 23 TAHUN 2014 DALAM KERANGKA PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN DAERAH DI BIDANG PENATAAN RUANG

RUMUSAN RAPAT KOORDINASI PANGAN TERPADU SE KALTIM TAHUN 2015

Jurnal ruang VOLUME 1 NOMOR 1 September 2009


Pengembangan dan pembangunan Ketenagalistrikan. Pembangunan PLTMH. Program Inumerasi Energi. Pengadaan Pembangkit Listrik Tenaga Surya

Peran Badan Lingkungan Hidup Prov. Kaltim sebagai Mitra DDPI. Oleh: Badan Lingkungan Hidup Prov. Kaltim

BERITA DAERAH PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT

BAB 1 PENDAHULUAN. Beberapa pokok utama yang telah dicapai dengan penyusunan dokumen ini antara lain:

BAB IV ANALISIS ISU-ISU STRATEGIS

PEDOMAN TATA KERJA BKPRD PROVINSI SUMATERA SELATAN

KEMENTERIAN DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA INDONESIAN DEVELOPMENT FORUM (IDF)

KORIDOR EKONOMI INDONESIA DALAM PENATAAN RUANG SUATU PERSPEKTIF

PEMERINTAH PROVINSI KALIMANTAN TENGAH RKPD PROVINSI KALIMANTAN TENGAH TAHUN 2017 DAN INOVASI PROSES PENYUSUNAN DOKUMEN RKPD

Oleh: Ir. Agus Dermawan, M.Si. Direktur Konservasi Kawasan dan Jenis Ikan

PERATURAN MENTERI PERTANIAN NOMOR 81/Permentan/OT.140/8/2013 TENTANG PEDOMAN TEKNIS TATA CARA ALIH FUNGSI LAHAN PERTANIAN PANGAN BERKELANJUTAN

Tarakan, 5 April 2017 UPUNTAKA SEJAHTERA

Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional dan Peraturan Pemerintah RI

KONDISI RENCANA TATA RUANG WILAYAH ACEH TAHUN 2013 DISAMPAIKAN GUBERNUR ACEH PERTEMUAN DENGAN DUTA BESAR NORWEGIA/SCANDINAVIA 22 MEI 2013

PADA MUSRENBANG RPJMD PROVINSI KALIMANTAN TENGAH TAHUN TJAHJO KUMOLO

DUKUNGAN KEMENTERIAN UNTUK PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR KEMENTERIAN

PERATURAN MENTERI AGRARIA DAN TATA RUANG/ KEPALA BADAN PERTANAHAN NASIONAL

LAMPIRAN I CONTOH PETA RENCANA STRUKTUR RUANG WILAYAH KABUPATEN L - 1

TATA CARA PENYUSUNAN POLA PENGELOLAAN SUMBER DAYA AIR

DRAFT PEDOMAN RENCANA KAWASAN TRANSMIGRASI

RENCANA & REALISASI PENANAMAN MODAL DALAM NEGERI (PMDN) MENURUT SEKTOR TAHUN 2010 DI KALIMANTAN TIMUR

PEMERINTAH PROVINSI JAWA TIMUR PERATURAN DAERAH PROVINSI JAWA TIMUR NOMOR 5 TAHUN 2012 TENTANG RENCANA TATA RUANG WILAYAH PROVINSI TAHUN

GUBERNUR JAWA TIMUR GUBERNUR JAWA TIMUR,

MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 47 TAHUN 2012 TENTANG

Dasar Legalitas : UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 26 TAHUN 2007 TENTANG PENATAAN RUANG

BAB X PEDOMAN TRANSISI DAN KAIDAH PELAKSANAAN. roses pembangunan pada dasarnya merupakan proses yang berkesinambungan,

RENCANA TATA RUANG WILAYAH KABUPATEN LAMONGAN

BAB IV ANALISIS ISU - ISU STRATEGIS

MENTERI PERTANIAN REPUBLIK INDONESIA. PERATURAN MENTERI PERTANIAN NOMOR: 07/Permentan/OT.140/2/2012

BAPPEDA KAB. LAMONGAN

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 42 TAHUN 2008 TENTANG PENGELOLAAN SUMBER DAYA AIR DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

KEMENTERIAN KEHUTANAN DIREKTORAT JENDERAL PLANOLOGI KEHUTANAN

IV. KEADAAN UMUM 4.1. Regulasi Penataan Ruang

Dasar Legalitas : UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 26 TAHUN 2007 TENTANG PENATAAN RUANG

GUBERNUR JAWA TENGAH PERATURAN GUBERNUR JAWA TENGAH NOMOR 64 TAHUN 2014 TENTANG

SURAT KEPUTUSAN BUPATI KUTAI BARAT NOMOR: 522.1/K.309/2001 T E N T A N G

REALISASI PENANAMAN MODAL (INVESTASI) PROVINSI KALIMANTAN TIMUR TRIWULAN IV TAHUN 2013

Kebijakan Program Bidang Cipta Karya

Transkripsi:

VISI KALTIM BANGKIT 2013 Mewujudkan Kaltim Sebagai Pusat Agroindustri Dan EnergiTerkemuka Menuju Masyarakat Adil Dan Sejahtera MENCIPTAKAN KALTIM YANG AMAN, DEMOKRATIS, DAN DAMAI DIDUKUNG PEMERINTAHAN YANG BERSIH DAN BERWIBAWA MEWUJUDKAN EKONOMI DAERAH YANG BERDAYA SAING DAN PRO RAKYAT MENINGKATKAN KUALITAS SUMBER DAYA MANUSIA DAN KESEJAHTERAAN RAKYAT

7 PENGEMBANGAN KAWASAN INDUSTRI DI KALTIM; Clustering Industry Approach Kawasan Industri Kariangau, Balikpapan Kawasan Industri Dan Jasa, Kota Samarinda Kawasan Industri Berbasis Migas dan Kondensat, Bontang Kawasan Industri dan Pelabuhan Internasional, Maloy Kawasan Industri Pariwisata, Derawan Delta Kayan Food Estate, Bulungan Kawasan Perbatasan RI-Malaysia (Kawasan Strategis Nasional)

PEMERINTAH PROVINSI KALIMANTAN TIMUR FORMULASI ISU STRATEGIS RANCANGAN REVISI PERDA RTRWP 2012-2032 Formulasi Tujuan berdasarkan isue potensi mengembangkan pusat agroindustri & energi terkemuka, Visi Pembangunan Provinsi Kalimantan Timur Mewujudkan Kaltim sebagai Pusat Agroindustri dan Energi Terkemuka Menuju Masyarakat Adil dan Sejahtera Formulasi Tujuan berdasarkan isue masalah dengan mempertimbangkan keberlanjutan Formulasi Tujuan berdasarkan isue masalah memberi manfaat untuk menuju masyarakat adil makmur (adil berkonotasi pemerataan kesempatan & peningkatan kesejahteraan) di segenap wilayah Formulasi Tujuan berdasarkan isue masalah dalam mempertimbangkan daya dukung lingkungan Tujuan Penataan Ruang Provinsi Kalimantan Timur Terwujudnya penataan ruang yang mendukung propinsi Kalimantan Timur sebagai pusat agroindustri & energi terkemuka menuju masyarakat adil, makmur dengan tetap mempertimbangkan keberlanjutan dan daya dukung lingkungan

PEMERINTAH PROVINSI KALIMANTAN TIMUR 4 Kebijakan 16 Strategi Tujuan Penataan Ruang Provinsi Kalimantan Timur Terwujudnya penataan ruang yang mendukung propinsi Kalimantan Timur sebagai pusat agroindustri & energi terkemuka menuju masyarakat adil, makmur dengan tetap mempertimbangkan keberlanjutan dan daya dukung lingkungan Pengembangan sektor ekonomi produktif migas & tambang yang menjadi sektor unggulan Propinsi Kalimantan Timur Pengembangan sektor unggulan untuk mengantisipasi habisnya sumber daya migas & tambang yang bersifat unrenewable melalui pengembangan sektor pertanian yang lebih bersifat renewable Perwujudan pemerataan hasil pembangunan & pelayanan bagi seluruh masyarakat Propinsi Kalimantan Timur Perwujudan pembangunan Propinsi Kalimantan Timur yang berkelanjutan dengan menjaga harmonisasi kegiatan ekonomi, investasi, sosial dengan mempertimbangkan batasan & daya dukung lingkungan 4 Strategi 4 Strategi 4 Strategi 4 Strategi

4 Kebijakan 16 Strategi 1 KEBIJAKAN Pengembangan sektor ekonomi produktif migas & tambang yang menjadi sektor unggulan Propinsi Kalimantan Timur untuk lebih mendukung tujuan pembangunan Nasional & tujuan memacu pertumbuhan ekonomi serta pemanfaatannya bagi segenap masyarakat wilayah Propinsi Kalimantan Timur dengan dukungan penataan ruang STRATEGI 1. Mengembangkan potensi baru kawasan ekplorasi dan mengoptimalkan kawasan eksplorasi eksisting untuk kepentingan ekonomi dan lebih mendorong pertumbuhan ekonomi wilayah dan hasilnya bagi kesejahteraan masyarakat Provinsi Kalimantan Timur. 2. Mengembangkan kawasan industri dengan basis sektor produktif unggulan migas dan pertambangan dengan pengembangan manfaat dalam skala Nasional dan regional provinsi dengan mengembangkan keterkaitan antara kawasan dan cluster industri. 3. Mengembangkan infrastruktur pendukung kawasan eksplorasi, kawasan industri sektor migas dan pertambangan baik pada infrastruktur transportasi, energi, dan kelistrikan. 4. Meningkatkan pelayanan perkotaan, permukiman sektor migas dan pertambangan dan secara timbal balik menjadi pendorong pengembangan pertumbuhan kota sebagai pusat pelayanan dan pusat pertumbuhan.

4 Kebijakan 16 Strategi 2 KEBIJAKAN Pengembangan sektor unggulan untuk mengantisipasi habisnya sumber daya migas & tambang yang bersifat unrenewable melalui pengembangan sektor pertanian yang lebih bersifat renewable dan sebagai bagian upaya meningkatkan ketahanan pangan Nasional & wilayah serta untuk tujuan mengembangkan wilayah Propinsi Kalimantan Timur STRATEGI 1. Mengembangkan potensi pada setiap wilayah untuk mengembangkan dan mendorong pengembangan sektor dan komoditas unggulan kegiatan sektor pertanian, perkebunan, perikanan dan peternakan untuk dapat lebih berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi wilayah. 2. Menjadikan bagian dalam upaya mengurangi kesenjangan wilayah dengan mengembangkan wilayah berpotensi agraris pertanian, pekebunan dan perikanan yang pada umumnya adalah wilayah pedalaman, wilayah perdesaan dan wilayah tertinggal. 3. Mengembangkan wilayah tertinggal dan/atau pedalaman dalam upaya mengurangi kesenjangan wilayah timur barat dengan mendorong pusat pertumbuhan baru dengan dukungan basis sektor pertanian. 4. Mengembangkan dan meningkatkan keterkaitan sektor primer berbasis pertanian dengan sektor industri pendukungnya dengan membangun kawasan industri dan infrastruktur terkait.

4 Kebijakan 16 Strategi 3 KEBIJAKAN Perwujudan pemerataan hasil pembangunan & pelayanan bagi seluruh masyarakat Propinsi Kalimantan Timur dengan memberikan kesempatan pada seluruh bagian wilayah untuk berkembang sesuai potensinya dengan tidak hanya mengembangkan wilayah yang telah maju & berkembang namun juga mengembangkan wilayah yang belum maju,kawasan tertinggal termasuk kawasan perbatasan negara 1. Meningkatkan pelayanan prasarana wilayah secara lebih merata untuk mendorong dan membangkitkan kegiatan ekonomi pada wilayah belum berkembang. 2. Meningkatkan akses dan keterbukaan wilayah dengan pembangunan prasarana pada wilayah pedalaman, kawasan perdesaan untuk kepentingan pelayanan sosial masyarakat dan membangkitkan kegiatan ekonomi produktif sesuai potensi masing-masing wilayah. 3. Mendorong sektor ekonomi produktif dan menata pusat permukiman di kawasan perbatasan untuk memperkuat keterkaitan sosial ekonomi pada pusat kegiatan yang ada di Indonesia agar mencegah kebocoran ekonomi kepada wiayah negara lain dan menjadi bagian tujuan menjaga kedaulatan NKRI. 4. Meningkatkan keterkaitan antar wilayah melalui dukungan infrastruktur transportasi, energi, listrik dan komunikasi agar terjadi hubungan saling sinergi dan saling mendukung antar wilayah.

4 Kebijakan 16 Strategi 4 KEBIJAKAN Perwujudan pembangunan Propinsi Kalimantan Timur yang berkelanjutan dengan menjaga harmonisasi kegiatan ekonomi, investasi, sosial dengan mempertimbangkan batasan & daya dukung lingkungan agar tingkat produktifitasnya terjaga melalui upaya kelestarian lingkungan. STRATEGI 1. Mengupayakan tindakan antisipatif dan kuratif mengelola kegiatan budidaya yang berpotensi dan telah terindikasi mengganggu kelestarian lingkungan secara konsisten untuk kepentingan keberlanjutan produktifitas kegiatan budidaya itu sendiri. 2. Mengupayakan pemeliharaan dan rehabilitasi kawasan yang karakteristik fisik telah mengalami degradasi lingkungan dan berpotensi menimbulkan dampak bencana. 3. Mengupayakan penetapan pola ruang untuk deliniasi kawasan lindung dan budidaya berdasarkan karakterstik kesesuian dan daya dukung kegiatan yang mempertimbangkan kepentingan kelestraian lingkungan, produktifitas ekonomi, dan kepentingan sosial budaya masa depan. 4. Mengupayakan ketahanan keanekaragaman hayati Kalimantan Timur dan kekayaan tradisi budaya dengan melakukan upaya pelestarian dan konservasi pada kawasan kawasan yang memilikinya.

TUJUAN DATABASE WILAYAH RTRW Nasional KEBIJAKAN STRATEGI KELENGKAPAN SARANA PERUMAHAN RENCANA STRUKTUR RUANG RENCANA SISTEM PERKOTAAN PROVINSI (PKW, PKL) RENCANA SIS. JAR. TRANSPORTASI RENCANA PENGEMBANGAN JARINGAN JALAN PROYEKSI KEBUTUHAN SARANA & PRASARANA SISTEM HIRARKI PERMUKIMAN PENDIDIKAN, KESEHATAN, PERDAGANGAN & INDUSTRI SISTEM JARINGAN PRASARANA SISTEM JARINGAN TRANSPORTASI SISTEM JARINGAN INFOKOM SISTEM JARINGAN SUMBERDAYA AIR SISTEM JARINGAN LAINNYA RENCANA SIS. JAR. INFOKOM RENCANA SIS. JAR. SD AIR RENCANA SIS. JAR. LAINNYA KEPENDUDUKAN STRUKTUR PENDUDUK PERTUMBUHAN PENDUDUK PERGERAKAN PENDUDUK

DATABASE WILAYAH TUJUAN KEBIJAKAN STRATEGI KEBIJAKAN Nasional 30% DAS: LINDUNG KONDISI FISIK TOPO/GEOMORFOLOGI HIDROLOGI/SISTEM DAS STATUS HUTAN GEOLOGI/POTENSI BENCANA TAMAN NASIONAL ANALISA KESESUAIAN LAHAN IKLIM, DLL PENGGUNAAN LAHAN RENCANA POLA RUANG RENCANA KAWASAN LINDUNG PERGESERAN PENGGUNAAN LAHAN PERTANIAN, PERKEBUNAN KEHUTANAN, SEMAK BELUKAR PERMUKIMAN LINDUNG BAWAHAN LINDUNG SETEMPAT SUAKA ALAM/CAGAR BUDAYA RENCANA KAWASAN BUDIDAYA ALIH FUNGSI LAHAN (+/-) SUMBER DAYA EKONOMI (ALAM) PERTANIAN, PERKEBUNAN, KEHUTANAN RAWAN BENCANA, DLL PERIKANAN & KELAUTAN HUTAN PRODUKSI/RAKYAT PERTANIAN, PERKEBUNAN LAHAN POTENSIAL (EKONOMI WILAYAH) PERTAMBANGAN, INDUSTRI, PARIWISATA PERTAMBANGAN/INDUSTRI PERMUKIMAN, DLL. KLASIFIKASI PEMANFAATAN RUANG (PP 26/2008) KARAKTERSITIK KAWASAN PERKOTAAN, PERDESAAN DESA MISKIN/TERPENCIL

Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi (RTRWP) Kalimantan Timur disusun pada tahun 1991 berlaku sampai dengan 2006 (15 Tahun sesuai dengan UU No 24 Tahun 1992 tentang Penataan Ruang), dan ditetapkan menjadi Perda No.12 Tahun 1993 Dilakukan revisi dengan membuat kajian akademis RTRWP bekerjasama dengan Institut Teknologi Bandung (ITB) Pada 12 Januari 2006 diperoleh kesepakatan antara Gubernur dengan Bupati/Walikota tentang Pola Pemanfaatan Ruang Tahun 2005 2020, dan harus dikonsultasikan ke Departemen Kehutanan untuk perubahan status dan fungsi kawasan hutan USULAN DAERAH UNTUK PERUBAHAN KAWASAN NON KEHUTANAN SELUAS ± 2.544.095 Ha (18%) DARI LUAS KAWASAN HUTAN KALTIM ± 14.320.848 Ha

Konsultasi dengan Departemen Dalam Negeri (27 Feb 2006, 27-29 Des 2006, 27 Nov 2007) Konsultasi dengan Menko Perekonomian dan PU (BKPRN) (8 Agust 2006, 11 Okt 2006, 27-29 Des 2006) Konsultasi dengan Departemen Kehutanan (27-29 Des 2006, 20 Feb 2008, 10 April 2008) Pembahasan dengan Provinsi Berbatasan (5 Agustus dan 8 september 2008, serta Desember 2010) Melalui Surat Gubernur Kaltim No. 050/9875/Bapp Tanggal 7 Oktober 2008 Perihal Persetujuan Substansi telah menyerahkan data dan dokumen kepada Direktorat Jenderal Penataan Ruang, Dep. PU sebagai bahan kajian untuk mendapatkan persetujuan substansi dari departemen terkait dalam BKTRN.

Setelah melakukan proses kelengkapan data dan Dokumen di BKPRN melalui Direktorat Jenderal Penataan Ruang, Dep. PU; dilakukan pengkajian Perubahan Kawasan Hutan Dalam Usulan Revisi RTRWP Prov.Kaltim dengan dibentuknya Tim Terpadu (SK Menteri Kehutanan Nomor : SK 274/ MENHUT- VII/2009 tanggal 12 Mei 2009) Selain itu, dilakukan Pembahasan Substansi Teknis dan Draft RTRWP Kalimantan Timur pada lingkup BKPRD Provinsi telah dilakukan pada tanggal 2 Desember 2010, sedangkan dengan Kab/Kota dilakukan pada tanggal 22 Februari 2011; Pembahasan Substansi Teknis dan Raperda RTRWP Kaltim dg BKPRN di Ditjen Penataan Ruang Kementerian Pekerjaan Umum pada tanggal 21 Maret 2011

PROSES PEMBAHASAN DALAM RANGKA MEMPEROLEH PERSETUJUAN SUBSTANSI DI KEMENTERIAN KEHUTANAN Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur telah mendapatkan persetujuan substansi dari Menteri Pekerjaan Umum dengan nomor surat HK.01.03-Mn/493 tanggal 26 Agustus 2011, sehingga tinggal menunggu Proses Persetujuan Substansi dari Kementerian Kehutanan 1. PROSES PENGUSULAN OLEH DAERAH 2. EKSPOSE DI BKPRN/DEP. PU 3. EKSPOSE DI DEPHUT 4. PENGURUSAN KELENGKAPAN DATA DAN DOKUMEN USULAN 5. PEMBENTUKAN TIM TEKNIS 6. PROSES KAJIAN TIM TEKNIS 7. PEMBENTUKAN TIM TERPADU 8. PROSES PENELITIAN TIM TERPADU 9. 10. EKSPOSE HASIL PENELITIAN TIM TERPADU PROSES PERBAIKAN HASIL MASUKAN DARI EKSPOSE 11. UJI PUBLIK 12. 13. PROSES REVISI RTRW Tahapan Persetujuan Substansi Dari Menteri Kehutanan (Berdasarkan Permenhut No. 36 tahun 2010) PROSES PERSETUJUAN HASIL TIMDU OLEH DPR (Kawasan DPCLS) PERSETUJUAN SUBSTANSI OLEH MENHUT

PEMERINTAH PROVINSI KALIMANTAN TIMUR Perda Status Pmbahasan BKPRN Persetujuan Substansi Menteri PU Prsetujuan Substansi Menhut Prsetujuan Bersama DPRD Evaluasi Mendagri Evaluasi Provinsi Penetapan Perda RTRWP Kaltim 2012-2032 RTRW 14 Kab/Kota di Kaltim PROSES - - - (Prov tdk melalui proses ini) 14 Kab/Kota 12 Kab/Kota - (Kab/Kota tdk melalui proses ini) 7 Kab/Kota - (Kab/Kota tdk melalui proses ini) 4 Kab/Kota - 5 Kab/Kota

No Kab/Kota Penyusn. Dok. Rekom Gub Pbhsn. BKPRN Persub Menteri PU Pbhsn. DPRD Evaluasi (Biro Hukum) Pnetapan Perda 1 Samarinda PROSES - - - 2 Balikpapan 3 Bontang 4 Tarakan 5 Nunukan PROSES - - 6 Bulungan PROSES - 7 Tana Tidung 8 Malinau 9 Berau PROSES - - 10 Kukar PROSES - 11 Kutim PROSES - - - 12 Kubar PROSES - - 13 Paser PROSES - - 14 PPU PROSES - -

BAPPEDA PROV. KALTIM Jl. Kesuma Bangsa No. 2 Samarinda Telepon 0541-741044 Faximile 0541-742283 www.bappeda.kaltimprov.go.id