: pendampingan, vokasi, kelompok keterampilan, peternakan



dokumen-dokumen yang mirip
Ahmad Pramono dan Sutrisno Hadi Purnomo

X. REKOMENDASI KEBIJAKAN PENGEMBANGAN KAWASAN AGROPOLITAN BERKELANJUTAN BERBASIS PETERNAKAN SAPI POTONG TERPADU DI KABUPATEN SITUBONDO

Pengaruh penggunaan tepung azolla microphylla dalam ransum terhadap. jantan. Disusun Oleh : Sigit Anggara W.P H I.

Sutrisno Hadi Purnomo*, Zaini Rohmad**

PENDAHULUAN. Latar Belakang. sangat berperan penting sebagai sumber asupan gizi yang dibutuhkan

PENDAHULUAN. Latar Belakang. subsektor peternakan. Suatu negara dapat dikatakan sistem

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. dalam pembangunan nasional. Undang-undang No.18 Tahun 2012 tentang Pangan

I. PENDAHULUAN. Pertanian merupakan sektor potensial yang memegang peranan penting

BUPATI SEMARANG SAMBUTAN BUPATI SEMARANG PADA ACARA PENERIMAAN KULIAH KERJA NYATA POSDAYA DAN VOKASI MAHASISWA UNDARIS UNGARAN TAHUN 2015

I. PENDAHULUAN. Pembangunan sektor peternakan merupakan bagian integral dari. pembangunan pertanian dan pembangunan nasional. Sektor peternakan di

PENERAPAN IPTEKS BAGI MASYARAKAT (IbM) KELOMPOK TANI KALISAPUN DAN MAKANTAR KELURAHAN MAPANGET BARAT KOTA MANADO

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Analisis Situasi

I. PENDAHULUAN. Peternakan di Indonesia setiap tahunnya mengalami peningkatan, sehingga

- 1 - PENJELASAN ATAS PERATURAN DAERAH PROVINSI JAWA TIMUR NOMOR 3 TAHUN 2012 TENTANG PENGENDALIAN SAPI DAN KERBAU BETINA PRODUKTIF

BAB I PENDAHULUAN. efetivitas rantai pemasok. Menurut Wulandari (2009), faktor-faktor yang

I. PENDAHULUAN. Kebutuhan daging nasional sekitar ton per tahun, namun belum

KETEPATAN ADOPSI INOVASI PETERNAK TERHADAP TEKNOLOGI FERMENTASI JERAMI PADI DI KABUPATEN BULUKUMBA. Agustina Abdullah ABSTRAK

PENERAPAN TEKNOLOGI PAKAN DAN FORMULASI RANSUM PADA KELOMPOK TERNAK KAMBING DI KABUPATEN BIREUEN

PENDAHULUAN. akan protein hewani berangsur-angsur dapat ditanggulangi. Beberapa sumber

PENDAHULUAN. Latar Belakang. yang sangat besar. Hal ini dipengaruhi oleh pertumbuhan penduduk yang

1. PENDAHULUAN. perbaikan kualitas sumberdaya manusia. Untuk mendukung pengadaan ikan

PENGANTAR. Latar Belakang. andil yang besar dalam pemenuhan kebutuhan pangan terutama daging.

GUBERNUR SUMATERA BARAT

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

I PENDAHULUAN. Kegagalan dalam memenuhi kebutuhan pokok akan dapat menggoyahkan. masa yang akan datang IPB, 1998 (dalam Wuryaningsih, 2001).

BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang

PEMANFAATAN KOTORAN KAMBING PADA BUDIDAYA TANAMAN BUAH DALAM POT UNTUK MENDUKUNG PERKEMBANGAN PONDOK PESANTREN

POTENSI DAN PELUANG PENGEMBANGAN TERNAK SAPI DI LAHAN PERKEBUNAN SUMATERA SELATAN

BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG. Usaha sektor peternakan merupakan bidang usaha yang memberikan

BAB I PENDAHULUAN. yang berskala besar seperti limbah industri rokok, industri kertas, dan industri

VII. STRATEGI DAN PROGRAM PENGUATAN KELOMPOK TANI KARYA AGUNG

I. PENDAHULUAN. pasokan sumber protein hewani terutama daging masih belum dapat mengimbangi

RESONA Jurnal Ilmiah Pengabdian Masyarakat

BAB I PENDAHULUAN. perkembangan perekonomian rakyat Indonesia, namun dilain pihak dampak

Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Volume 30, Nomor 4 Oktober Desember 2015

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Analisis Situasi

PELUANG PENGEMBANGAN BUDIDAYA SAYURAN ORGANIK MENDUKUNG KEMANDIRIAN PETANI DI KOTA PONTIANAK DAN KABUPATEN KUBURAYA PROVINSI KALIMANTAN BARAT

BAB I. PENDAHULUAN 1.2 Analisis Situasi Mitra pupuk organik.

PEMANFAATAN LIMBAH PERKEBUNAN DALAM SISTEM INTEGRASI TERNAK UNTUK MEMACU KETAHANAN PAKAN DI PROVINSI ACEH PENDAHULUAN

I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

Keberhasilan Pembangunan Peternakan di Kabupaten Bangka Barat. dalam arti yang luas dan melalui pendekatan yang menyeluruh dan integratif dengan

PENGANTAR. Latar Belakang. merupakan keharusan untuk memenuhi kebutuhan pangan, papan, dan bahan

I. PENDAHULUAN. Kebutuhan daging sapi setiap tahun selalu meningkat, sementara itu pemenuhan

LINGKUNGAN BISNIS USAHA TERNAK ITIK. : Wahid Muhammad N. Nim : SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER STMIK AMIKOM YOGYAKARTA

I PENDAHULUAN. pertanian tersebut antara lain menyediakan bahan pangan bagi seluruh penduduk,

PENDAHULUAN. Keberhasilan usaha ternak sapi bergantung pada tiga unsur yaitu bibit, pakan, dan

PENDAHULUAN. yaitu ekor menjadi ekor (BPS, 2016). Peningkatan

I. PENDAHULUAN Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Lingkungan Eksternal Penggemukan Sapi. diprediksi oleh Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

UPAYA PENGEMBANGAN AGRIBISNIS TERNAK DOMBA MELALUI PERBAIKAN MUTU PAKAN DAN PENINGKATAN PERAN KELOMPOKTANI DI KECAMATAN PANUMBANGAN KABUPATEN CIAMIS

ANALISIS NILAI TAMBAH LIMBAH JAGUNG SEBAGAI PAKAN TERNAK SAPI DI SULAWESI SELATAN ABSTRAK

Majalah INFO ISSN : Edisi XV, Nomor 3, Oktober 2013

I. PENDAHULUAN. melalui perluasan areal menghadapi tantangan besar pada masa akan datang.

BAB I PENDAHULUAN. Sektor pertanian masih sangat penting bagi perekonomian nasional. Hal

SISTEM PERTANIAN TERPADU TEBU-TERNAK MENDUKUNG SWASEMBADA GULA DAN DAGING

PEMANFAATAN JERAMI PADI DAN PENAMBAHAN KOTORAN AYAM SEBAGAI MEDIA PERTUMBUHAN JAMUR MERANG (Volvariella volvaceae) SKRIPSI

ANALISIS BIAYA PRODUKSI PENGOLAHAN PAKAN DARI LIMBAH PERKEBUNAN DAN LIMBAH AGROINDUSTRI DI KECAMATAN KERINCI KANAN KABUPATEN SIAK

I. PENDAHULUAN. Pembangunan pertanian di Indonesia merupakan sektor yang terus. dikembangkan dan merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari

APLIKASI COMPLETE FEED FERMENTASI LIMBAH PERTANIAN PADA KELOMPOK TANI DI KECAMATAN KOTA BARU KOTA JAMBI

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

ANALISIS FAKTOR EKSTERNAL DAN INTERNAL PELAKSANAAN MINAPADI DI DESA PAYAMAN NGANJUK

I. PENDAHULUAN. Nenas adalah komoditas hortikultura yang sangat potensial dan penting di dunia.

I.PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

WALIKOTA PEKALONGAN PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN DAERAH KOTA PEKALONGAN NOMOR 9 TAHUN 2016 TENTANG KETAHANAN PANGAN

I. PENDAHULUAN. terpadu dan melanggar kaidah pelestarian lahan dan lingkungan. Eksploitasi lahan

PENYULUHAN PEMANFAATAN KOTORAN HEWAN SEBAGAI PAKAN LELE

1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

STRATEGI USAHA PENGEMBANGAN PETERNAKAN YANG BERKESINAMBUNGAN

I. PENDAHULUAN. Indonesia merupakan negara agraris dengan sektor pertanian sebagai sumber. penduduknya menggantungkan hidupnya pada sektor pertanian.

2 seluruh pemangku kepentingan, secara sendiri-sendiri maupun bersama dan bersinergi dengan cara memberikan berbagai kemudahan agar Peternak dapat men

I. PENDAHULUAN. Pakan merupakan masalah yang mendasar dalam suatu usaha peternakan. Minat

I. PENDAHULUAN. yang memiliki prospek menjanjikan dan mulai merebut perhatian pelaku usaha

PENGARUH BERBAGAI JENIS BAHAN ORGANIK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN CABAI (Capsicum annum L.)

I. PENDAHULUAN. untuk memenuhi kebutuhan protein hewani adalah sapi perah dengan produk

I. PENDAHULUAN. cruciferae yang mempunyai nilai ekonomis tinggi. Sawi memiliki nilai gizi yang

I. PENDAHULUAN. pangan dan rempah yang beraneka ragam. Berbagai jenis tanaman pangan yaitu

TINJAUAN PUSTAKA Peternakan Sapi Potong di Indonesia

BAB I PENDAHULUAN. diantaranya adalah padi dan singkong. Indonesia dengan luas area panen ha

I. PENDAHULUAN. atau sampai kesulitan mendapatkan hijauan makanan ternak (HMT) segar sebagai

KA-DO UNTUK PETERNAKAN INDONESIA Oleh: Fitria Nur Aini

I. PENDAHULUAN. yang memiliki potensi hijauan hasil limbah pertanian seperti padi, singkong, dan

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

DAFTAR ISI... SAMPUL DALAM. PERNYATAAN KEASLIAN KARYA SKRIPSI.. ABSTRACT... RINGKASAN... HALAMAN PERSETUJUAN.. TIM PENGUJI.. RIWAYAT HIDUP.

POTENSI DAN PELUANG PENGEMBANGAN SISTEM INTEGRASI SAWIT-SAPI DI KABUPATEN ROKAN HULU PROVINSI RIAU

BAB I. PENDAHULUAN. A. Latar Belakang

BAB III KEBIJAKAN PEMBANGUNAN TAHUN Target. Realisasi Persentase URAIAN (Rp)

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Ikan merupakan salah satu hewan yang banyak dibudidayakan oleh

BAB I PENDAHULUAN. Clarias sp (ikan lele) merupakan salah satu jenis ikan air tawar yang

PEMANFAATAN LIMBAH PADAT TAPIOKA ( ONGGOK ) SEBAGAI

PEMANFAATAN LIMBAH PASAR SEBAGAI PAKAN RUMINANSIA SAPI DAN KAMBING DI DKI JAKARTA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

I. PENDAHULUAN. yang keduanya tidak bisa dilepaskan, bahkan yang saling melengkapi.

PENGEMBANGAN DODOL WORTEL DESA GONDOSULI KECAMATAN TAWANGMANGU KABUPATEN KARANGANYAR

Lingkup program/kegiatan KKP untuk meningkatkan ketahanan pangan rumahtangga berbasis sumberdaya lokal

PEMBUATAN BIOPLUS DARI ISI RUMEN Oleh: Masnun, S.Pt., M.Si

Jurnal Pengabdian Masyarakat Peternakan ISSN: Vol. 2 No. 1 Tahun 2017

PEMBERDAYAAN KARANG TARUNA MELALUI PEMANFAATAN LIMBAH BULU AYAM UNTUK PEMBUATAN PAKAN BEBEK

Transkripsi:

PENINGKATAN KETERAMPILAN BETERNAK DENGAN DILENGKAPI PEMANFAATAN TEKNOLOGI TEPAT GUNA PADA KKN VOKASI DI DESA MOJOGEDANG KECAMATAN MOJOGEDANG KABUPATEN KARANGANYAR Sutrisno Hadi Purnomo dan Agung Wibowo Universitas Sebelas Maret Surakarta ABSTRAK Kegiatan KKN Pendampingan Desa Vokasi dilaksanakan di Desa Mojogedang Kecamatan Mojogedang Kabupaten Karanganyar. Strategi dalam pelaksanaan kegiatan ini dimulai dengan perekrutan mahasiswa yang dilakukan oleh UPKKN LPPM UNS menggunakan website KKN (www.kkn.lppm.uns.ac.id) sebagai sarana perekrutan peserta. Selanjutnya mahasiswa mengisi form pendaftaran dan mengikuti tahap seleksi. Setelah diperoleh peserta yang memnuhi kriteria maka tahap selanjutnya adalah pembekalan peserta KKN dilanjutkan dengan penerjunan mahasiswa ke lapangan. Program Pendampingan Desa Vokasi di Desa Mojogedang Kecamatan Mojogedang memiliki program utama (1) Budidaya azolla sebagai pakan alternatif ternak lele (2) Menciptakan pentingnya kesadaran kesehatan ternak untuk produktifitas ternak (3) Penyuluhan dan pelatihan teknologi pengolahan limbah peternakan (4) Pelatihan Teknologi Jerami Fermentasi Peternakan. Permasalahan yang dihadapi oleh kelompok vokasi adalah kurangnya pengetahuan yang dimiliki oleh kelompok keterampilan dalam pengelolaan dan pengembangan usahanya. Selain itu minimnya keterampilan dan pengetahuan yang dimiliki dalam manajemen usaha menjadi kendala dalam pengembangan usaha. Oleh karena itu untuk pengembangan usaha yang sudah ada dibutuhkan pendampingan yang berkelanjutan dan pelatihan yang efektif dengan memanfaatkan potensi lokasi yang dimiliki. Kata kunci : pendampingan, vokasi, kelompok keterampilan, peternakan PENDAHULUAN Program KKN Pendampingan Desa Vokasi merupakan wujud implementasi program Pendidikan Kecakapan Hidup/ kewirausahaan dalam spectrum pedesaan dengan pendekatan kawasan, yaitu kawasan pedesaan. Program KKN Pendampingan Desa Vokasi dimaksudkan mengembangkan sumber daya manusia dan lingkungan yang dilandasi oleh nilai-nilai budaya dan pemanfaatan potensi lokal. Penerima manfaat KKN Pendampingan Desa Vokasi adalah kelompokkelompok keterampilan yang sudah ada pada masyarakat desa tertentu untuk 179

mengikuti program pembelajaran keterampilan (vokasi), serta sentra unit usaha yang berbasis pada potensi dan kearifan lokal yang terintegrasi dalam dimensi sosial, budaya, dan lingkungan. Jenis keterampilan (vokasi) yang dimaksud merupakan keterampilan yang sudah ada embrionya dan/atau keterampilan yang perlu digali dari potensi lokal yang ada dan memiliki keunggulan komparatif dan keunggulan kompetitif baik secara ekonomi, sosial dan lingkungan, yang dapat diproduksi, dan dipasarkan. Desa Mojogedang merupakan kawasan yang mendukung untuk pemeliharaan ternak. Selain itu ketersediaan air yang melimpah juga menguntungkan peternak ikan air tawar karena tidak khawatir akan kekurangan debit air. Jenis Keterampilan pada kegiatan KKN Pendampingan Desa Vokasi di Desa Mojogedang Kecamatan Mojogedang Kabupaten Karanganyar terbagi ke dalam 4 Kelompok Keterampilan (KK) yaitu: KK Pemanfaatan Teknologi Tepat Guna, KK Beternak Sapi, KK Budidaya Ikan Air Tawar. Agar lebih variatif dan inovatif hasil karya dari kelompok keterampilan/usaha tersebut dapat dilakukan dengan mengembangkan potensi lokal yang ada dengan menghasilkan produk/jasa yang lebih beragam jenisnya serta dengan menghasilkan temuan-temuan baru dari produk/jasa yang telah ada. Melalui program desa vokasi ini diharapkan terbentuk kawasan desa yang menjadi sentra beragam vokasi, dan terbentuknya kelompok-kelompok usaha yang memanfaatkan potensi sumberdaya dan kearifan lokal. Dengan demikian, warga masyarakat dapat belajar dan berlatih menguasai keterampilan yang dapat dimanfaatkan untuk bekerja atau menciptakan lapangan kerja sesuai dengan sumberdaya yang ada di wilayahnya, sehingga taraf hidup masyarakat semakin meningkat. Berdasarkan hasil kegiatan KKN Pendampingan Vokasi yang dilaksanakan pada tahun sebelumnya 2012, peneliti menyimpulkan bahwa Usaha Kegiatan Masyarakat (UKM) di desa Mojogedang belum berjalan secara maksimal. Hal tersebut dapat dilihat dari motivasi mayoritas anggota kelompokkelompok UKM yang masih rendah dalam menjalankan usahanya. Sehingga dana yang dikucurkan oleh PKBM sebagian besar habis sebelum dapat meningkatkan 180

kesejahteraan masyarakat. Motivasi menjalankan usaha yang kurang tersebut membuat masyarakat tidak memiliki motivasi berorganisasi dalam kelompoknya sehingga mengakibatkan tidak terkoordinirnya kelompok keterampilan. Kelompok yang mati mengalami kesulitan untuk mengajukan pinjaman modal ke instansi lain di luar PKBM, sehingga kesulitan mengembangkan usaha dengan modal besar. RUMUSAN MASALAH Berdasarkan latar belakang masalah, maka masalah yang ada di Desa Mojogedang Kecamatan Mojogedang Kabupaten Karanganyar adalah: a. Bagaimana membina dan mendampingi kelompok keterampilan Budidaya Ikan Air Tawar? b. Bagaimana membina dan mendampingi kelompok keterampilan Beternak Sapi? c. Bagaimana membina dan mendampingi kelompok keterampilan Pemanfaatan Teknologi Pengolahan pakan? d. Bagaimana membina dan mendampingi kelompok keterampilan Pemanfaatan Teknologi Pengolahan limbah? TUJUAN DAN MANFAAT A. Tujuan Umum Tujuan dari dilaksanakannya KKN Pendampingan Desa Vokasi di Desa Mojogedang Kecamatan Mojogedang Kabupaten Karanganyar tahun 2013 antara lain: 1. Memberikan pendidikan dan pealtihan keterampilan serta kewirausahaan 2. Memberdayakan potensi lingkungan untuk usaha produktif 3. Menyadarkan dan mampu melestarikan potensi alam 4. Menciptakan lingkungan terampil, kreatif, dan inovatif, tetapi tetap arif B. Tujuan Khusus Tujuan khusus dari dilaksanakannya KKN Pendampingan Desa Vokasi di Desa Mojogedang Kecamatan Mojogedang Kabupaten Karanganyar tahun 2013 antara lain: 181

1. Terselenggaranya pembinaan dan pendampingan kelompok keterampilan budidaya ikan air tawar. 2. Terselenggaranya pembinaan dan pendampingan kelompok keterampilan Beternak Sapi 3. Terselenggaranya pembinaan dan pendampingan kelompok keterampilan teknologi pengolahan pakan ternak 4. Terselenggaranya pembinaan dan pendampingan kelompok keterampilan pemanfaatan teknologi pengolahan limbah ternak C. Manfaat 1. Sebagai masukan pihak terkait, terutama Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah, untuk meningkatkan program selanjutnya sesuai tujuan awal diselenggarakannya kegiatan KKN Pendampingan Desa Vokasi 2. Dapat dijadikan masukan bagi pelaksana di lapangan sehingga kegiatan yang dilaksanakan lebih meningkat sesuai dengan kondisi dan kebutuhan nyata kelompok keterampilan. 3. Pendampingan Desa Vokasi merupakan suatu bentuk kegiatan yang dilaksanakan oleh perguruan tinggi dalam upaya meningkatkan isi dan bobot pendidikan bagi mahasiswa untuk mendapatkan nilai tambah pendidikan tinggi yang mana hal itu berguna meningkatkan relevansi pendidikan tinggi dengan kebutuhan masyarakat. 4. KKN Pendampingan Desa Vokasi diadakan untuk menumbuh kembangkan kelompok-kelompok keterampialan/usaha yang ada agar lebih produktif dan lebih luas hasil pemasarannya, serta hasil karya dari kelompok keterampilan dapat lebih bervariatif dan inovatif. 5. Warga masyarakat dapat belajar dan berlatih menguasai keterampilan yang dapat dimanfaatkan untuk bekerja atau menciptakan lapangan kerja sesuai dengan sumberdaya yang ada di wilayahnya, sehingga taraf hidup masyarakat semakin meningkat. 182

LUARAN KEGIATAN DAN SPESIFIKASI HASIL Hasil yang diharapkan dari KKN Pendampingan Desa Vokasi di Kabupaten Karanganyar adalah: 1. Terselenggaranya program pendidikan dan pendampingan pelatihan keerampilan (vokasi) bagi masyarakat desa tertentu. 2. Terbantunya kelompok masyarakat program pembelajaran keterampilan (vokasi) yang terampil sesuai dengan usaha-usahan mereka; 3. Berkembangnya sentra-sentra unit usaha yang berbasis pada potensi dan kearifan lokal yang terintegrasi dalam dimensi sosila, budaya, dan lingkungan KERANGKA BERPIKIR Dalam pelaksanaan KKN Pendampingan Desa Vokasi di Desa Mojogedang menggunakan kerangka berpikirs sebagai berikut: Berdasarkan identifikasi tersebut dapat diketahui kebutuhan dan kesempatan untuk memanfaatkan potensi yang dimiliki sehingga dapat terwujud desa mandiri berbasis vokasi yang mampu memberdayakan sumber daya lokal dan sumber daya lainnya menuju masyarakat yang semakin sejahtera. Dalam rangka mencapai tujuan tersebut tentunya dapat melibatkan dinas atau lembaga terkait yang dapat memberikan fasilitas yang dibutuhkan baik itu tutor (yang berasal dari Dinas terkait) maupun tenaga ahli (dari UPKKN-LPPM UNS) untuk mengakselerasi penguatan dan pengembangan desa vokasi sebagai desa mandiri berbasis kearifan lokal melalui program pendampingan. HASIL DAN PEMBAHASAN Penerima manfaat KKN Pendampingan Desa Vokasi adalah kelompokkelompok keterampilan yang sudah ada pada masyarakat desa tertentu untuk mengikuti program pembelajaran keterampilan (vokasi), serta sentra unit usaha yang berbasis pada potensi dan kearifan lokal yang terintegrasi dalam dimensi sosial,budaya, dan lingkungan. Jenis keterampilan (vokasi) yang dimaksud merupakan keterampilan yang sudah ada embrionya dan/atau keterampilan yang perlu digali dari potensi lokal yang ada dan memiliki keunggulan komparatif dan 183

keunggulan kompetitif baik secara ekonomi, sosial dan lingkungan, yang dapat diproduksi, dan dipasarkan. Kegiatan Utama KKN Pendampingan Desa Vokasi a. Pelatihan Teknologi Jerami Fermentasi Mojogedang sebagai wilayah agraris, memiliki potensi yang besar dalam pemanfaatan area persawahan. Area persawahan selain menghasilkan komoditi pangan (padi), jerami yang dihasilkan juga dapat dimanfaatkan sebagai sumber bahan baku pakan ternak. Dengan pengolahan yang tepat, limbah jerami juga dapat dimanfaatkan sebagai pupuk, sekam untuk litter, dedak dan bekatul dan media pertumbuhan jamur. Tujuan dari pelatihan pembuatan jerami fermentasi ini antara lain: 1) Mengenalkan kepada masyarakat potensi jerami yang sangat besar, yang belum sepenuhnya dimanfaatkan. 2) Mengenalkan kepada masyarakat jerami fermentasi 3) Memberikan cara pembuatan jerami fermentasi 4) Mengetahui kelebihan jerami frementasi dengan jerami biasa b. Budidaya azolla sebagai alternatif pakan ternak lele Azolla merupakan suatu jenis rumput yang dapat dimanfaatkan sebagai pakan lele. Dengan memanfaatkan azolla, peternak lele dapat menekan biaya produksi untuk pembelian pakan lele yang semakin melambung harga pasarannya. Sebagai pakan ternak, rumput azolla dapat dikatakan sebagai pakan ternak organik dengan kandungan gizi yang menjanjikan dan tidak mengandung bahan kimia. Kandungan protein dalam azolla mencapai 31,25%, lemak 7,5%, karbohidrat 6,5 %, gula terlarut 3,5 % dan serat kasar 13%. c. Menanamkan kesadaran pada masyarakat akan pentingnya kesehatan ternak untuk peningkatan produktivitas Kesehatan ternak merupakan faktor yang sangat krusial dalam pengembangbiakan hewan ternak baik dalam skala mikro maupun makro. Dengan terjaminnya kesehata ternak, produktivitas ternakpun akan meningkat. Hal tersebut menjadi keuntungan tersendiri bagi peternak dalam hal pengembangan usaha dan peningkatan nilai jual ternak. Dengan pelatihan ini 184

diharapkan peternak mendapatkan pembelajaran kesehatan ternak untuk menciptakan ekonomi pemeliharaan ternak yang lebih baik. d. Penyuluhan dan Pelatihan Teknologi Pengolahan Limbah Peternakan Mayoritas masyarakat Mojogedang bergerak dalam usaha peternakan. Adapun ternak yang dikembangkan adalah sapi, bebek, ayam. Limbah dari ternak belum dimanfaatkan secara optimal. Oleh karena itu mahasiswa KKN mengadakan penyuluhan dan pelatihan teknologi pengolahan limbah peternakan sebagai upaya pemanfaatan limbah ternak. Limbah-limbah ternak tersebut dapat diolah menjadi pupuk organik yang ramah lingkungan dan dapat diolah menjadi biogas sebagai pengganti bahan bakar rumah tangga. Kegiatan Penunjang a. Senam Sehat Desa Mojogedang Kegiatan senam sehat selain bertujuan untuk meningkatkan kesehatan jasmani masyarakat juga bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi mahasiswa KKN dengan masyarakat. b. Pelatihan Nugget ayam Nugget ayam merupakan makanan yang belakangan ini makin digemari masyarakat. Namun tidak semua lapisan masyarakat dapat menikmati nugget karena harganya yang relatif mahal. Oleh karena itu, pelatihan ini bertujuan mengenalkan kepada masyarakat alternatif olahan daging ayam kepada masyarakat yang dapat meningkatkan nilai ekonomis daging. c. Pembuatan Pos Pintar KKN Vokasi Mahasiswa KKN Pendampingan Desa Vokasi mendirikan Pos Pintar KKN Vokasi yang bertujuan memberikan bimbingan belajar kepada siswasiswa SD yang mengalami kesulitan belajar d. Pesta Kreasi Desa Mojogedang Dalam kegiatan pesta kreasi ini menampilkan kreativitas masyarakat dalam mengkreasikan olahan buah pisang yang melimpah di Desa Mojogedang. Selain itu kegiatan ini juga menyelenggarakan lomba menggambar dan mewarnai bertemakan ternak. 185

KESIMPULAN Berdasarkan hasil observasi yang telah dilakukan selama pelaksanaan program di lapangan, penulis menyimpulkan bahwa Desa Mojogedang memiliki sumber daya alam dan sumber daya manusia yang sangat potensial dan melimpah. Apabila masyarakat dan aparat setempat dapat memanfaatkan sumberdaya alam dan memberdayakan masyarakat dengan kearifan lokal setempat tidak mustahil Mojogedang akan berkembang menjadi desa vokasi yang mandiri. Namun demikian, dengan melimpahnya sumber daya alam dan sumber daya manusia tersebut belum dimanfaatkan secara maksimal dikarenakan minimnya pengetahuan masyarakat. Oleh karena itu diperlukan kerjasama yang sinergis antara masyarakat, pemerintah setempat dan stakeholders untuk mengembangkan potensi yang telah ada di Desa Mojogedang tersebut. DAFTAR PUSTAKA FAO of United Nations. 1989. Biotechnology for Livestock Production. Plenum Press, New York. Saenab, A. 2010. Evaluasi Pemanfaatan Limbah Pertanian Sebagai pakan Ternak Ruminansia di DKI Jakarta. Publikasi Budidaya Ternak Ruminansia, BPTP Jateng Shioya, Y. 1994. Applications of Biotechnology to Livestock Production, In: Biotechnology Applications in Agriculture in Asia and The Pacific. Asian Productivity Organization, Tokyo. Siregar, S.B. 1997. Penggemukan Sapi. Penerbit Penebar Swadaya, Jakarta. Soller, M. 1994. Marker assisted selection-an overview. Animal Biotechnology 5(5), 193-207. Sugeng, B. 1998. Sapi Potong. Penerbit Penebar Swadaya, Jakarta. 186