Denpasar, 22 April 2015



dokumen-dokumen yang mirip
DINAS PENDIDIKAN PEMERINTAH PROVINSI BALI. Denpasar, 10 Mei 2017

KEPUTUSAN KEPALA DINAS PENDIDIKAN PROVINSI JAWA TIMUR

PERATURAN BERSAMA ANTARA MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL DAN MENTERI AGAMA NOMOR 04/VI/PB/2011 NOMOR MA/111/2011 TENTANG

NOMOR : 051/U/2002 TENTANG PENERIMAAN SISWA PADA TAMAN KANAK-KANAK DAN SEKOLAH MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL,

2011, No c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud pada huruf a dan huruf b, perlu menetapkan Peraturan Bersama antara Menteri Pend

BUPATI LUMAJANG PROVINSI JAWA TIMUR

BUPATI SIDOARJO PERATURAN BUPATI SIDOARJO NOMOR : 20 TAHUN 2012 TENTANG

GUBERNUR DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA PERATURAN GUBERNUR DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA NOMOR 7 TAHUN 2018 TENTANG PEDOMAN PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU

PEDOMAN PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU (PPDB) TAHUN PELAJARAN 2014/2015. Menuju LEBAK CERDAS 2019

WALIKOTA KEDIRI PERATURAN WALI KOTA KEDIRI NOMOR 26 TAHUN 2010

PETUNJUK TEKNIS PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU (PPDB) TAHUN PELAJARAN

DINAS PENDIDIKAN, PEMUDA, DAN OLAHRAGA

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

GUBERNUR DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA PERATURAN GUBERNUR DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA NOMOR 21 TAHUN 2012 TENTANG

PERATURAN BERSAMA ANTARA MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA DAN MENTERI AGAMA REPUBLIK INDONESIA

BUPATI BLORA PERATURAN BUPATI BLORA NOMOR 58 TAHUN 2011 TENTANG

WALIKOTA PROBOLINGGO PROVINSI JAWA TIMUR

MEMUTUSKAN : Menetapkan : PERATURAN GUBERNUR TENTANG PEDOMAN PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU DI SEKOLAH

PETUNJUK TEKNIS PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU (PPDB) TAHUN PELAJARAN

BUPATI SIDOARJO PERATURAN BUPATI SIDOARJO NOMOR : 20 TAHUN 2013 TENTANG

PEDOMAN PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU (PPDB) TAHUN PELAJARAN

DINAS PENDIDIKAN PEMUDA DAN OLAHRAGA

KEPUTUSAN KEPALA DINAS PENDIDIKAN PEMUDA DAN OLAHRAGA KABUPATEN KEDIRI NOMOR 420/ 1469 /418.47/2015 TENTANG

KEPUTUSAN KEPALA KANTOR WILAYAH KEMENTERIAN AGAMA PROVINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA NOMOR : 309 TAHUN 2012

MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA

DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA

WALIKOTA SEMARANG PERATURAN WALIKOTA SEMARANG NOMOR 13 TAHUN 2009 TENTANG SISTEM DAN TATA CARA PENERIMAAN PESERTA DIDIK DI KOTA SEMARANG

2011/2012 dalam suatu Peraturan Walikota Mojokerto.

PETUNJUK TEKNIS PELAKSANAAN PPDB REAL TIME ONLINE. KOTA DENPASAR TAHUN PELAJARAN 2015/2016 Nomor: 422.1/2270/DIKPORA/2015

WALIKOTA BUKITTINGGI PROPINSI SUMATERA BARAT

PERATURAN WALIKOTA MOJOKERTO NOMOR 21 TAHUN 2009 TENT ANG

WALIKOTA BANDUNG PROVINSI JAWA BARAT PERATURAN WALIKOTA BANDUNG NOMOR... TAHUN 2016 TENTANG

PEMERINTAH KOTA DENPASAR DINAS PENDIDIKAN PEMUDA DAN OLAHRAGA

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

KATA PENGANTAR. Demikian, kiranya bermanfaat. KEPALA DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN PROVINSI LAMPUNG,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA,

WALIKOTA SEMARANG PERATURAN WALIKOTA SEMARANG NOMOR 6 TAHUN 2008 TENTANG SISTEM DAN TATA CARA PENERIMAAN PESERTA DIDIK DI KOTA SEMARANG

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

BUPATI TANGERANG PROVINSI BANTEN PERATURAN BUPATI TANGERANG NOMOR 19 TAHUN 2016 TENTANG

PEMERINTAH KOTA BENGKULU DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

PETUNJUK TEKNIS PENERIMAAN SISWA BARU (PSB) TK, SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA/SMK TAHUN PELAJARAN 2010/2011 KOTA TANJUNGPINANG

WALI KOTA BANDUNG, DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

KEPUTUSAN WALIKOTA SALATIGA NOMOR : 422.1/ /101

BUPATI SLEMAN PERATURAN BUPATI SLEMAN NOMOR : 10 TAHUN 2009 TENTANG PEDOMAN PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU PADA TAMAN KANAK-KANAK DAN SEKOLAH

BERITA DAERAH PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT NOMOR 13 TAHUN 2017

Draf Petunjuk Teknis Penerimaan Peserta Didik Baru Provinsi Bali Tahun 2018/2019

DINAS PENDIDIKAN PEMUDA DAN OLAHRAGA

PERATURAN WALIKOTA DUMAI PROVINSI RIAU NOMOR 14 TAHUN 2014 TENTANG PEDOMAN PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU TAHUN PELAJARAN 2014/2015

BUPATI BANTUL DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA PERATURAN BUPATI BANTUL NOMOR 51 TAHUN 2017 TENTANG

BERITA DAERAH KABUPATEN KULON PROGO

WALIKOTA BANJAR PERATURAN WALIKOTA BANJAR NOMOR 35 TAHUN 2013 TENTANG

DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH. Permendikbud No 17 Tahun 2017

PERATURAN WALIKOTA BENGKULU

PERATURAN KEPALA DINAS PENDIDIKAN DASAR KABUPATEN BANTUL NOMOR 48 TAHUN 2013

DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN KOTAWARINGIN TIMUR DAN KANTOR KEMENTERIAN AGAMA KABUPATEN KOTAWARINGIN TIMUR

KEPUTUSAN KEPALA DINAS PENDIDIKAN KOTA METRO NOMOR : /KPTS/D3/02/2011

PEMERINTAH KOTA SALATIGA DINAS PENDIDIKAN, PEMUDA DAN OLAHRAGA Jl. LMU. Adisucipto 2 Telp Fax S A L A T I G A

KEPUTUSAN KEPALA DINAS PENDIDIKAN KEBUDAYAAN PEMUDA DAN OLAH RAGA KOTA METRO NOMOR : /KPTS/D3/02/2012

BERITA DAERAH KOTA BANDUNG TAHUN : 2010 NOMOR : 08 PERATURAN WALIKOTA BANDUNG NOMOR : 177 TAHUN 2010 TENTANG

PEMERINTAH KABUPATEN SLEMAN DINAS PENDIDIKAN PERATURAN KEPALA DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN SLEMAN NOMOR : 01 TAHUN 2017

KEPUTUSAN BERSAMA KEPALA DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN KULON PROGO DAN KEPALA KANTOR KEMENTERIAN AGAMA KABUPATEN KULON PROGO

PEMERINTAH KOTA BALIKPAPAN DINAS PENDIDIKAN

BUPATI TANGERANG PROVINSI BANTEN PERATURAN BUPATI TANGERANG NOMOR 32 TAHUN 2017 TENTANG

SMA NEGERI 2 MAJALENGKA

BUPATI CIAMIS PROVINSI JAWA BARAT PERATURAN BUPATI CIAMIS NOMOR 17 TAHUN 2014 TENTANG PEDOMAN PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU

BUPATI SLEMAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

TENTANG PEDOMAN PENERIMAAN PESERTA DIDIK PADA TK/RA, SD/SDLB/MI, SMP/SMPLB/MTs, SMA/SMALB/MA, DAN SMK TAHUN PELAJARAN 2013/2014

UPT Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan

PERMENDIKBUD NOMOR 17 TAHUN 2017

PEMERINTAH KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN Alamat :Jl. Lais Kel. Timbau (0541) , , ,

PEDOMAN UMUM PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU (PPDB) PADA TK, SD DAN SMP TAHUN PELAJARAN 2017/2018

PERATURAN WALIKOTA BENGKULU

BUPATI BLITAR PERATURAN BUPATI BLITAR NOMOR 9 TAHUN 2011

KETENTUAN KHUSUS. 2. Sekolah Dasar (SD)

KEPUTUSAN KEPALA UPTD SMA NEGERI 1 PARE Nomor : 420 /219/ / 2012

DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN KOTA MANADO KEPUTUSAN KEPALA DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN KOTA MANADO NOMOR: /D.

KEPUTUSAN KEPALA DINAS PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, PEMUDA DAN OLAH RAGA KOTA METRO NOMOR : 088/KPTS/D3/03/2013

PETUNJUK TEKNIS PELAKSANAAN PPDB KOTA DENPASAR TAHUN PELAJARAN 2014/2015 Nomor: 422.1/1815/DIKPORA/2014

MATRIKS PERBANDINGAN PERUBAHAN

GUBERNUR JAWA BARAT, PERATURAN GUBERNUR JAWA BARAT NOMOR : 16 TAHUN 2017 TENTANG

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA DIREKTUR JENDERAL PENDIDIKAN ISLAM,

WALIKOTA TASIKMALAYA

Peserta Didik ik Baru dan Kalender Pendidikan Tahun Pelajaran 2016/2017 disampaikan hal-hal sebagai berikut:

PEDOMAN PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU PADA TK/KB/TPA/SPS DAN SEKOLAH TAHUN PELAJARAN 2016/2017

BUPATI MADIUN PERATURAN BUPATI MADIUN NOMOR 15 TAHUN 2013 TENTANG

PEDOMAN PELAKSANAAN PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU PADA TK/RA DAN SEKOLAH/MADRASAH TAHUN PELAJARAN 2016/2017 PPDB 2016

BUPATI SIDOARJO PROVINSI JAWA TIMUR PERATURAN BUPATI SIDOARJO NOMOR 28 TAHUN 2017

WALIKOTA BENGKULU KEPUTUSAN WALIKOTA BENGKULU NOMOR : TAHUN 2010 TENTANG

PEMERINTAH KOTA KEDIRI DINAS PENDIDIKAN Jln Mayor Bismo No.10 dan 12 (0354) Fax. (0354) , Kode Pos 64121, Kediri

BUPATI PURWOREJO PERATURAN BUPATI PURWOREJO NOMOR 59 TAHUN 2009 TENTANG PEDOMAN PENERIMAAN DAN MUTASI PESERTA DIDIK BUPATI PURWOREJO,

PETUNJUK TEKNIS PENERIMAAN SISWA BARU (PSB) TK, SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA/SMK TAHUN PELAJARAN 2010/2011 KOTA BATAM

Transkripsi:

PEMERINTAH PROVINSI BALI DINAS PENDIDIKAN PEMUDA DAN OLAHRAGA Alamat : Jalan Raya Puputan Niti Mandala Phone : (0361) 226119, 235105, Fax (0361) 226319 Denpasar Bali 80235 Denpasar, 22 April 2015 Nomor Sifat Lampiran Hal : : : : 420 / 7236 / Disdikpora Segera - Pedoman Pelaksanaan PPDB Tahun Pelajaran 2015/2016 Kepada Yth. 1. Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga Kabupaten/Kota se-bali; 2. Kepala Bidang / Sekretaris di lingkungan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga Provinsi Bali; 3. Ketua MKKS / K3S / SMP / SMA / SMK se-bali di Tempat Demi lancarnya pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) maka dipandang perlu menerbitkan Petunjuk Umum Pelaksanaan umum Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) kegiatan tersebut pada satuan Pendidikan di Provinsi Bali Tahun Pelajaran 2015/2016. I. PRINSIP DASAR 1. Penerimaan peserta didik baru bertujuan memberi kesempatan yang seluas-luasnya bagi warga negara usia sekolah untuk memperoleh pendidikan pada berbagai jenjang dan jenis pendidikan di sekolah, sesuai dengan sistem persekolahan dan ketentuan yang berlaku. 2. Satuan pendidikan membuat perencanaan yang matang dikoordinir oleh Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten/Kota atau Dinas yang membidangi pendidikan pada Pemerintah Kabupaten/Kota se-bali dengan melibatkan Ketua Musyawarah Perguruan Swasta Provinsi Bali, Dewan Pendidikan dan Komite Sekolah menyangkut daya tampung dan biaya satuan pendidikan baik sekolah negeri maupun swasta. 1

3. Calon peserta didik baru, yang memiliki Ijazah dan/atau Sertifikat Hasil Ujian Nasional (SHUN) untuk SMP/MTS, SMPLB dan Paket B sedangkan untuk SD/MI, SDLB dan Peket A Surat Keterangan Hasil Ujian Sekolah Terkoordinasi (SKHUST) wajib diterima sesuai dengan mekanisme yang ditetapkan oleh satuan pendidikan negeri/swasta, kecuali jika fasilitas sekolah yang bersangkutan tidak memungkinkan, dalam hal ini sekolah dapat mengadakan seleksi. 4. Calon peserta didik baru, yang akan melanjutkan pendidikan pada jenjang pendidikan yang lebih tinggi harus memiliki Ijazah atau STTB Program Pendidikan Kesetaraan (Kejar Paket), Surat Keterangan yang berpenghargaan sama atau Ijazah Sekolah Luar Negeri yang dinilai/dihargai sama/setingkat dengan STTB/Ijazah yang setingkat lebih rendah dari jenjang pendidikan yang dimasuki, kecuali masuk SD. Khusus bagi peserta didik yang telah dinyatakan lulus dari satuan pendidikan tahun pelajaran 2014/2015 dan belum menerima ijazah dapat mempergunakan Sertifikat Hasil Ujian Nasional (SHUN) tahun pelajaran 2014/2015. 5. Calon peserta didik baru yang belum lulus dari satuan pendidikan tidak dapat melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. 6. Penerimaan peserta didik baru pada satuan pendidikan harus berdasarkan obyektif, transparansi, akuntabilitas dan tidak diskriminatif. 7. Kedudukan sosial, jabatan dan pangkat orang tua/wali calon peserta didik tidak boleh dipakai dasar menentukan seleksi penerimaan peserta didik baru. 8. Praktek pemungutan liar, calo, praktik negatif lainnya tidak dibenarkan dalam melaksanakan penerimaan peserta didik baru. 9. Bagi peserta program kesetaraan Kejar Paket A setara SD usia sekolah yang telah lulus, bisa melanjutkan ke SMP/MTs (Negeri Swasta), dan peserta Kejar Paket B setara SMP usia sekolah yang telah lulus, diberi kesempatan untuk melanjutkan ke SMA/MA, SMK (Negeri Swasta) melalui proses seleksi khusus oleh satuan pendidikan yang bersangkutan. 10. Calon peserta didik baru yang berasal dari keluarga kurang mampu atau miskin dan anak penyandang disabilitas ringan dan sedang wajib diterima pada satuan pendidikan yang terdekat dengan tempat tinggalnya dan sesuai dengan minatnya, dan disesuaikan dengan daya tampung pada satuan pendidikan bersangkutan 2

II. PERSYARATAN UMUR 1. Jenjang Taman Kanak-Kanak (TK/RA) a. TK (Taman Kanak-Kanak)/RA (Raudhatul Atfal) 1). Berusia 4 sampai 5 tahun untuk kelompok A; 2). Berusia 5 sampai dengan 6 tahun untuk kelompok B b. TKLB (Taman Kanak-Kanak Luar Biasa) Berusia minimal 4 sampai 9 tahun. 2. Jenjang Sekolah Dasar a. SD (Sekolah Dasar)/MI (Madrasah Ibtidaiyah) 1). Berusia 6 tahun terhitung sampai bulan Juli tahun 2015; 2). Usia 7 sampai dengan 12 tahun wajib diterima; 3). Tidak dipersyaratkan telah mengikuti pendidikan TK b. SDLB (Sekolah Dasar Luar Biasa)/SLB (Sekolah Luar Biasa Tingkat Dasar. 1). Berusia 6 tahun terhitung sampai bulan Juli Tahun 2015; 2). Usia 7 sampai dengan 15 tahun wajib diterima. 3. Jenjang Pendidikan Sekolah Menengah Pertama a. SMP (Sekolah Menengah Pertama) / MTs (Madrasah Tsanawiyah) 1). Berusia 12 tahun pada tahun berjalan (2015); 2). Usia 13 18 tahun wajib diterima atau; 3). Telah lulus SD/MI/SDLB Tingkat Dasar / Program Pendidikan Kesetaraan (Paket A setara SD) dan memiliki ijazah; 4). Telah lulus Ujian Nasional atau Ujian Sekolah Terkoordinasi SD/MI/SDLB dan Paket A; 5). Berusia setinggi-tingginya18 tahun pada awal tahun pelajaran 2015/2016. b. SMPLB (Sekolah Menengah Pertama Luar Biasa)/MTs (Madrasah Tsanawiyah) 1). Usia 12 tahun 18 tahun; 2). Telah lulus dan memiliki Ijazah SD/MI/SDLB. 4. Jenjang Pendidikan Menengah a. SMA (Sekolah Menengah Atas)/MA (Madrasah Aliyah) 1). Berusia setinggi-tingginya 21 tahun pada awal tahun pelajaran 2015/2016; 2). Telah lulus SMP/MTs/SMPLB/Program Paket B dan memiliki Ijazah; b. SMALB (Sekolah Menengah Atas Luar Biasa) Telah lulus SMP/MTs/SMPLB dan memiliki ijazah. 3

c. SMK (Sekolah Menengah Kejuruan) 1). Berusia setinggi-tingginya 21 tahun pada awal tahun pelajaran 2015/2016; 2). Telah lulus SMP/MTs/SMPLB/Program Paket B dan memiliki Ijazah; 3). Memenuhi syarat sesuai dengan ketentuan spesifik program studi/kompetensi keahlian di satuan pendidikan yang dituju. 5. Jika persyaratan usia masuk SD/MI, SMP/MTs, SMPLB, SMA/MA, SMALB, dan SMK tidak dapat dipenuhi, maka satuan pendidikan diberikan kewenangan untuk mengatur sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan tetap perpedoman pada peraturan / ketentuan hukum yang berlaku. III. JUMLAH PESERTA DIDIK/ROMBONGAN BELAJAR 1. TK/RA, jumlah peserta didik dalam satu rombongan belajar/kelas paling banyak 25 orang. 2. TKLB, jumlah peserta didik dalam satu rombongan belajar/kelas paling banyak 5 orang. 3. SD/MI, jumlah peserta didik dalam satu rombongan belajar/kelas paling banyak 40 orang. 4. SDLB/SLB Tingkat Dasar, jumlah peserta didik dalam satu rombongan belajar/kelas paling banyak 8 orang 5. SMP/MTs, jumlah peserta didik dalam satu rombongan belajar/kelas paling banyak 40 orang. 6. SMPLB, jumlah peserta didik dalam satu rombongan belajar/kelas paling banyak 8 orang 7. SMA/MA, jumlah peserta didik dalam satu rombongan belajar/kelas paling banyak 40 orang. 8. SMA LB jumlah peserta didik dalam satu rombongan belajar / kelas paling banyak 8 orang 9. SMK, jumlah peserta didik dalam satu rombongan belajar/kelas paling banyak 40 orang untuk bidang keahlian Pekerjaan Sosial dan Bisnis Manajemen, sedangkan untuk Bidang Keahlian lainnya paling banyak 36 orang. IV. MEKANISME PPDB PPDB dapat dilaksanakan melalui : 1. Tes Potensi Peminatan (TPP) untuk SMA/MA/SMK 2. Nilai Ujian Nasional sesuai SHUN untuk SMA/MA dan SMK 3. Nilai Ujian Sekolah Terkoordinasi (SHUST) untuk SD ke SMP/MTS 4. Prestasi Akademik dan Non Akademik. 4

5. Siswa Miskin wajib diterima setelah menunjukkan Kartu Identitas Miskin atau Surat Keterangan miskin dari Kepala Desa yang direkomendasi dari dinas Sosial dan wajib diverifikasi ke lapangan oleh pihak sekolah. 6. Siswa penyandang disabilitas ringan dan sedang wajib diterima pada sekolah yang sudah ditetapkan sebagai penyelenggara pendidikan inklusif dan atau sekolah yang sudah siap melaksanakan pendidikan inklusif dengan menunjukkan surat keterangan Dokter/psikolog/yang berwenang sesuai ketunaan. 7. Tes potensi Peminatan, untuk SMA/MA, SMK pelaksanaannya diatur oleh Kabupaten/Kota bersamaan dan/atau sesudah penerimaan melalui SHUN 8. Penerimaan siswa miskin dan penerimaan melalui jalur prestasi, serta siswa penyandang disabilitas ringan dan sedang, pelaksanaannya diatur oleh Kabupaten/Kota sebelum penerimaan berdasarkan nilai SHUN dan SHUST V. JADWAL PENDAFTARAN PPDB. 1. TK/RA/TKLB dan SD/SDLB a. Pendaftaran : 18 s.d. 20 Juni 2015 b. Pengumuman diterima : 22 Juni 2015 c. Pendaftaran kembali : 23 s.d. 25 Juni 2015 2. SMP dan SMPLB melalui Nilai Ujian Sekolah Terkoordinasi a. Pendaftaran : 26 sd. 29 Juni 2015 b. Perangkingan Nilai : 2 sd. 3 Juli 2015 c. Pengumuman : 4 Juli 2015 d. Pendaftaran kembali : 7 sd. 11 Juli 2015 3. SMA, SMK dan SMLB melalui Nilai Ujian Nasional Murni a. Pendaftaran : 22 sd. 25 Juni 2015 b. Perangkingan Nilai : 26 sd. 27 Juni 2015 c. Pengumuman : 30 Juni 2015 d. Pendaftaran kembali : 1 sd. 4 Juli 2015 4. Jadwal PPDB untuk SMP Terbuka diatur sesuai kondisi daerahnya masing-masing. 5. Pelaksanaan PPDB untuk TK, SD, SMP, SMA dan SMK di atur lebih lanjut oleh Kabupaten/Kota. 5

VI. PENGATURAN SHIFT DAN KELAS PARALEL Untuk menyukseskan pelaksanan Wajib Belajar Pendidikan Dasar 9 Tahun dan Pedidikan Menengah Universal melalui peningkatan shift dan kelas paralel diatur lebih lanjut oleh Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten/Kota dengan ketentuan sebagai berikut : 1. Bagi satuan pendidikan yang telah melaksanakan double shift tahun lalu, diharapkan tetap bertahan pada shift tahun lalu yaitu 1,5 ( 1,5 x jumlah ruangan ) untuk SMP, SMA dan SMK. 2. Dalam hal penambahan kelas jauh / paralel pada SMP, SMA dan SMK, diharapkan memperhatikan lokasi kelas paralel sesuai dengan hasil pendataan untuk mendukung program Pendidikan Dasar 9 Tahun dan Pedidikan Menengah Universal, dengan ketentuan sebagai berikut : a. Tersedia gedung dan sarana pendidikan lainnya yang memadai pada kelas paralel yang dibuka. b. Sekolah induk memiliki tenaga pendidik yang cukup sehingga mampu menunjang kelancaran proses belajar mengajar di kelas paralel yang menjadi tanggung jawabnya. c. Jarak kelas induk dan kelas paralel maksimal 5 (lima) km dan transportasi relatif mudah/lancar. VII. KEPANITIAAN 1. Setiap satuan pendidikan membentuk panitia penerimaan peserta didik baru untuk kelancaran pelaksanaan PPDB. 2. Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Provinsi/Kanwil Kementerian Agama Provinsi, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten/Kota dan Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota mengkoordinasikan dan memantau pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru. VIII. PENUNTASAN WAJIB BELAJAR 9 TAHUN PENDIDIKAN MENENGAH UNIVERSAL DAN Untuk penuntasan Wajib Belajar Pendidikan Dasar 9 Tahun, dan Pendidikan Menengah Universal Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten/Kota diharapkan agar : 1. Melaksanakan pendataan Wajib Belajar Pendidikan Dasar 9 Tahun dan Pendidikan Menengah Universal dengan akurat. 6

2. Merencanakan Penerimaan Peserta Didik Baru dengan seksama sehingga semua peserta didik lulusan SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA dan SMK termasuk peserta didik yang tidak melanjutkan pada tahun sebelumnya dapat terserap sehingga tercapai ketuntasan paripurna. 3. Untuk peningkatan APK SMP, SMA, dan SMK diharapkan semua Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten/Kota melakukan langkah-langkah riil sebagai berikut : a. Menampung seluruh lulusan SD/MI/Paket A di jenjang SMP dengan mengoptimalkan daya tampung SMP Reguler, MTs, Kelas Jauh, SMP Terbuka, SD-SMP Satu Atap dan Kejar Paket B. b. Menampung seluruh lulusan SMP/MTs, Paket B pada jenjang pendidikan SMA/MA, SMK, dan Paket C dengan mengoptimalkan daya tampung pada SMA reguler, SMK, SMP- SMA satu atap dan Kejar Paket C. IX. SELEKSI DAN TES KHUSUS 1. Seleksi peserta didik kelas I (satu) pada satuan pendidikan SD/SDLB/SLB Tingkat Dasar/MI dilakukan berdasarkan usia dan kriteria lain yang ditentukan oleh satuan pendidikan dengan pertimbangan Komite Sekolah dan tidak dipersyaratkan telah mengikuti TK/RA/TKLB dan tidak menyelenggarakan tes tulis. Anak miskin dan anak-anak sasaran layanan inklusif wajib diterima sebagai peserta didik untuk belajar secara bersama-sama dengan anak seusianya tanpa diskriminatif. 2. Seleksi calon peserta didik kelas VII (tujuh) pada satuan pendidikan SMP/SMPLB/MTs melalui Nilai Ujian Sekolah Terkoordinasi Provinsi minimal 60%, maksimal 20% untuk anak miskin dan penyandang disabilitas sedang dan ringan, maksimal 20% siswa prestasi akademik dan non akademik Siswa penyandang disabilitas ringan dan sedang wajib diterima pada sekolah yang sudah ditetapkan sebagai penyelenggara pendidikan inklusif dengan menunjukkan surat keterangan Dokter/psikolog/yang berwenang sesuai ketunaan. Siswa miskin setelah verifikasi administrasi ke lapangan sesuai dengan ketentuan yang berlaku wajib diterima pada satuan pendidikan yang terdekat. Seleksi calon peserta didik kelas VII (tujuh) pada satuan pendidikan SMP/SMPLB/MTs yang berasal dari luar Bali melalui Nilai Ujian Sekolah. 7

3. Seleksi calon peserta didik kelas X (sepuluh) pada satuan pendidikan SMA/MA,SMALB melalui Nilai Ujian Nasional Minimal 60%, maksimal 20% anak miskin dan penyandang disabilitas sedang dan ringan, maksimal 20% siswa prestasi akademik dan non akademik. Siswa penyandang disabilitas ringan dan sedang wajib diterima pada sekolah yang sudah ditetapkan sebagai penyelenggara pendidikan inklusif dengan menunjukkan surat keterangan Dokter/psikolog/yang berwenang sesuai ketunaan. Siswa miskin setelah verifikasi administrasi ke lapangan sesuai dengan ketentuan yang berlaku wajib diterima pada satuan pendidikan yang terdekat. 4. Khusus untuk Prestasi Akademik dan Non Akademik dengan melampirkan sertifikat juara 1 s.d. 3 minimal tingkat Kabupaten/Kota atau sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan oleh Kabupaten/Kota. Siswa yang memperoleh prestasi Internasional dan juara Nasional wajib di terima. 5. Seleksi calon peserta didik kelas X (sepuluh) SMK diatur sebagai berikut : a. Untuk mendapatkan kesesuaian kemampuan dan minat siswa dengan bidang keahlian/program keahlian/kompetensi keahlian yang dipilihnya, maka dipergunakan kriteria yang ditetapkan oleh satuan pendidikan bersama Komite Sekolah serta Institusi Pasangan/Asosiasi Profesi. b. Penerimaan Peserta Didik Baru pada SMK menggunakan sistem Rayon Provinsi untuk mengakomodasi dan memberi akses minat dan bakat siswa yang ingin melanjutkan pendidikan pada SMK. c. Seluruh satuan pendidikan SMK wajib menerima lulusan SMP sederajat melalui Nilai Ujian Nasional Minimal 60%, maksimal 20% anak miskin dan penyandang disabilitas sedang dan ringan, maksimal 20% siswa prestasi akademik dan non akademik d. Penerimaan peserta didik baru SMK harus memperhatikan surat Menteri Pendidikan Nasional Nomor : 14/MPN/HK/2007 tanggal 24 Januari 2007, dimana salah satu kebijakan Depdiknas untuk sekolah menengah adalah mengubah rasio antara jumlah peserta didik Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah dan Sekolah Menengah Kejuruan/Madrasah Aliyah Kejuruan. Pada tahun 2015 rasio antara jumlah peserta didik SMA dan SMK diharapkan menjadi 30 : 60. 8

e. Tahun ajaran 2015/2016 sesuai dengan Renstra Dinas Pendidikan Provinsi Bali 2014 2018 rasio tersebut direncanakan menjadi 40 : 60. Sehubungan dengan hal tersebut, agar Kabupaten/Kota membatasi jumlah penerimaan peserta didik baru di SMA sesuai dengan jumlah ideal, dengan mengutamakan program peningkatan mutu, dan penerimaan peserta didik baru di SMK baik melalui penambahan RKB, SMK, USB SMK, maupun penambahan kompetensi keahlian melalui proses Re-Engineering. f. Khusus untuk SMK yang melaksanakan Program beasiswa pendidikan bagi siswa miskin berprestasi (bidiksimisi) sesuai dengan kuota proses PPDB dilaksanakan dengan menggunakan ketentuan khusus program bidiksimisi. g. Sosialisasi peningkatan akses SMK, diharapkan melibatkan Kepala SMP/MTs, agar mendorong para peserta didiknya (terutama siswa kelas IX) untuk melanjutkan ke SMK, sesuai dengan bakat dan minatnya masing-masing. 6. Formulir pendaftaran disiapkan oleh satuan pendidikan secukupnya. 7. Daya tampung dan pengisian ruang kelas serta sistem seleksi diumumkan secara terbuka sebelum pelaksanaan pendaftaran sesuai type sekolah. 8. Pada semua jenjang pendidikan yang menerima dana BOS, biaya pendaftaran peserta didik kelas I (satu) SD, kelas VII (tujuh) SMP dan kelas X (sepuluh) SMA/SMK dibebaskan. Sedangkan sekolah yang tidak menerima dana BOS hanya boleh memungut uang pendaftaran saja, sebelum secara definitif anak tersebut diterima pada masing-masing satuan pendidikan. 9. Mekanisme pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) diatur Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten/Kota masing-masing. X. PENERIMAAN PERPINDAHAN Bilamana ada peserta didik yang mengikuti orang tua/wali melaksanakan kewajiban, pindah tugas baik dari Luar Negeri atau dari Provinsi/Kabupaten lain maka satuan pendidikan diwajibkan menerima peserta didik pindahan dengan ketentuan sebagai berikut : 9

1. Bagi peserta didik yang pindah mengikuti orang tua untuk masuk pada jenjang pendidikan SMP, dan SMA/SMK agar mendaftarkan ke Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten/Kota yang dituju untuk mengikuti seleksi PPDB. Mekanisme dan prosedur seleksi diatur oleh satuan pendidikan berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten/Kota. 2. Peserta didik dari PNS/TNI/POLRI dan BUMN yang dimutasi agar menunjukkan dan melengkapi surat pindah tugas orang tua/wali peserta didik yang bersangkutan. 3. Peserta didik dari mereka yang bukan PNS/TNI/POLRI/BUMN agar melengkapi kartu penduduk orang tua/wali peserta didik atau Surat Keterangan Pindah dari Lurah / Kepala Desa setempat yang menyatakan yang bersangkutan berdomisili di wilayah yang baru. 4. Penerimaan peserta didik dari sistem pendidikan asing ke sistem pendidikan nasional dilakukan setelah mendapat ijin dari kementerian Pendidikan dan kebudayaan RI dan setelah dilaksanakan tes penempatan sesuai ketentuan yang berlaku. 5. Penerimaan peserta didik pada point 4 (empat) di atas harus mendapat rekomendasi untuk TK dan PAUD dari Direktur Jenderal PAUDNI untuk SD,SMP dari Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan SMA dan SMK dari Direktur Jenderal Pendidikan menengah kementerian Pendidikan dan kebudayaan RI. 6. Penempatan peserta didik pindahan diutamakan pada satuan pendidikan yang sejenis, yang status akreditasinya sama sepanjang kondisi tempat memungkinkan. 7. Perpindahan peserta didik SD, SMP, SMA dan SMK baik Negeri maupun Swasta, baru dapat dilaksanakan setelah 1 (satu) semester dengan catatan daya tampung pada satuan pendidikan masih memungkinkan, kecuali perpindahan bagi putra-putri PNS/TNI/POLRI dan BUMN yang sedang melaksanakan tugas negara. 10

XI. PENGUMUMAN Seleksi PPDB dilakukan oleh satuan pendidikan dikoordinir oleh Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten/Kota masing-masing, dan hasil seleksinya diumumkan secara terbuka oleh satuan pendidikan. XII. PENDAFTARAN KEMBALI 1. Pendaftaran kembali agar diumumkan seluas-luasnya tentang batas waktu, berakhirnya batas pendaftaran kembali dan syarat-syarat yang harus dilengkapi. 2. Pembebanan biaya pada saat pendaftaran tidak dibenarkan. 3. Calon peserta didik yang diterima pada saat pendaftaran kembali harus menunjukkan tanda pendaftaran. 4. Calon peserta didik SMP, SMA dan SMK yang diterima agar mengisi dan menanda tangani surat pernyataan mentaati ketentuan yang diatur sekolah, sedangkan calon peserta SD, agar orang tua/wali peserta didik mengisi dan menandatangani surat pernyataan. XIII. PESERTA DIDIK KURANG MAMPU Peserta didik yang berasal dari keluarga kurang mampu atau miskin, di semua tingkat (SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA dan SMK) dibebaskan dari biaya apapun kecuali Biaya Personal (kebutuhan sendiri) dan diprioritaskan untuk mendapat beasiswa, dengan memperlihatkan Kartu perlindungan sosial (KPS). XIV. PENGAMANAN Keamanan dilakukan sebaik-baiknya dengan mengusahakan: 1. Kerjasama dengan petugas keamanan setempat terutama bagi satuan pendidikan yang rawan. 2. Membentuk satuan tugas pengamanan. 11

XV. PELAPORAN 1. Seminggu setelah tanggal penutupan pendaftaran kembali, Kepala Sekolah sudah menyampaikan laporan kepada Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten/Kota masing-masing. 2. Tiga hari setelah menerima laporan dari Kepala Sekolah, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota agar sudah menyampaikan rekapitulasi laporan kepada Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Provinsi Bali. XVI. KETENTUAN TAMBAHAN 1. Bagi Sekolah yang melaksanakan layanan khusus proses PPDB dilaksanakan dengan ketentuan khusus yang dikoordinir oleh Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Provinsi Bali. 2. Hal-hal yang belum diatur dalam ketentuan ini akan diatur kemudian sesuai ketentuan yang berlaku. 3. Hal-hal teknis lainnya ditetapkan secara lebih rinci oleh Kabupaten/Kota. Demikian disampaikan untuk dipergunakan sebagaimana mestinya. Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga Provinsi Bali, TIA Kusuma Wardhani, SH, MM Pembina Utama Madya NIP. 19590822 198403 2 007 Tembusan disampaikan kepada Yth. : 1. Gubernur Bali sebagai laporan. 2. Bupati/Wali Kota se Bali. 3. Ketua DPRD Provinsi Bali di Denpasar. 4. Ketua DPRD Kab/Kota se Bali. 5. Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Bali di Denpasar. 12