BAGIAN III ARSITEKTUR MODERN AWAL



dokumen-dokumen yang mirip
: memilih yang baik dari yang sudah ada sebelumnya. : aliran memilih, memadukan unsur-unsur atau gaya dalam bentuk tersendiri.

BAB 5 KESIMPULAN. 88 Universitas Indonesia. Gereja Koinonia..., Rinno Widianto, FIB UI, 2009

Tabel 4.2. Kesesuaianan Penerapan Langgam Arsitektur Palladian Pada Istana Kepresidenan Bogor.

EGYPTIAN ARCHITECTURE

MODUL PERKULIAHAN. Sejarah Arsitektur. Fakultas Program Studi Tatap Muka Kode MK Disusun Oleh

mereka sebagai satu-satunya masa yang membawa perubahan mendasar bagi umat manusia. Pengaruh masa lampau diperkuat oleh kenyataan bahwa Renaissance

2.2 Tinjauan Gaya Neo Klasik Eropa dan Indonesia Sejarah Gaya Arsitektur Neo Klasik

PENGARUH REVOLUSI INDUSTRI TERHADAP PERKEMBANGAN DESAIN MODERN. Didiek Prasetya M.Sn

BAB IV: PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA

TIPOLOGI GEREJA IMMANUEL DI DESA MANDOMAI. Abstraksi

BAB I PENDAHULUAN. sejak berabad-abad silam dan beberapa diantaranya sekarang sudah menjadi aset

BAB 4 KESIMPULAN. Universitas Indonesia. Bntuk dan..., Albertus Napitupulu, FIB UI, 2009

PEDOMAN PEMBANGUNAN BANGUNAN TAHAN GEMPA

Karakter Visual Bangunan Stasiun Kereta Api Tanjung Priok

KISI-KISI SOAL PROFESIONAL UKG 2015

KARAKTER VISUAL FASADE BANGUNAN KANTOR PELAYANAN PERBENDAHARAAN NEGARA KOTA MALANG

MANAKALA GEDUNG BPI ITB UNJUK KEKUATAN

BAB V KONSEP PERANCANGAN. Studi Tipologi Bangunan Pabrik Gula Krebet. Kawasan Pabrik gula yang berasal dari buku, data arsitek dan sumber-sumber lain

KAJIAN ARSITEKTUR MEDITERANIA DAN PERKEMBANGANNYA DI INDONESIA

A. GAMBAR ARSITEKTUR.

Masjid Cipari Garut, Masjid Berasitektur Mirip Gereja

Teknis Menggambar Desain Interior

Konstruksi Rangka. Page 1

RANGKUMAN Peraturan Pembebanan Indonesia untuk Gedung

TATANAN ELEMEN VISUAL GEDUNG BALAI KIRTI YANG KONTEKSTUAL DI KOMPLEK CAGAR BUDAYA ISTANA BOGOR JURNAL ILMIAH

Bab IV Simulasi IV.1 Kerangka Simulasi

Observasi Citra Visual Rumah Tinggal

PERKEMBANGAN ARSITEKTUR II Pengertian dan Sejarah (Materi pertemuan 1 )

Ekspresi gaya arsitektur kolonial pada desain interior Gedung Lindeteves Surabaya

1. Diberikan : Gambar Denah Rumah Tinggal Sederhana Type 100/200 Ketentuan dan persyaratan konstruksi suatu bangunan.

INFO TEKNIK Volume 9 No. 1, Juli 2008 (82-98)

1. Perencanaan Pembebanan untuk Rumah dan Gedung (SNI ) 3. Peraturan Perencanaan Bangunan Baja Indonesia (PPBBI-1983)

BAB IV KONSEP 4.1 IDE AWAL

Rumah Tinggal Dengan Gaya Arsitektur Bali Modern Di Denpasar

KARAKTER VISUAL BANGUNAN STASIUN KERETA API JEMBER

DOKUMENTASI GEDUNG SBM DAN BPI ITB

Kajian Perumahan di Kawasan Gempol Bandung: Tinjauan dari Sistem Struktur dan Konstruksi Bangunan

Pengertian struktur. Macam-macam struktur. 1. Struktur Rangka. Pengertian :

KISI-KISI PEDOMAN WAWANCARA

RINCIAN KEGIATAN DAN ALOKASI PERTEMUAN DALAM SEMESTER

TEKNIK JILID 2 SMK. Suparno

KISI-KISI SOAL UJI KOMPETENSI AWAL SERTIFIKASI GURU DALAM JABATAN TAHUN 2011

BAB III TINJAUAN TEMA INSERTION

SURAT PERJANJIAN KERJA

Interpretasi dan penggunaan nilai/angka koefisien dan keterangan tersebut sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengguna.

DATA PROYEK BAB II DATA PROYEK

DINDING DINDING BATU BUATAN

STRUKTUR BANGUNAN BENTANG LEBAR :

BAB III TINJAUAN PUSTAKA DAN LANDASAN TEORERIKAL PENDEKATAN ARSITEKTUR ORGANIK PADA TATA RUANG LUAR DAN DALAM HOMESTAY DAN EKOWISATA SAWAH

PERKEMBANGAN ARSITEKTUR I Pengertian Perkembangan Arsitektur (Materi pertemuan 1 dan 2)

BAB III TINJAUAN KHUSUS

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah Latar Belakang

KARAKTER VISUAL FASADE BANGUNAN KOLONIAL BELANDA RUMAH DINAS BAKORWIL KOTA MADIUN

Dampak Revolusi Industri dan Revolusi Sosial di Eropa Terhadap Perkembangan Arsitektur di Abad XVIII XIX Pertemuan 6 Gb.

3.1. Penyajian Laporan BAB III METODE KAJIAN. Gambar 3.1 Bagan alir metode penelitian

ELEMEN PEMBENTUK RUANG INTERIOR

Karakteristik Spasial dan Visual Balai Kota Madiun (Eks Raadhuis te Madioen)

STUDI GEOMETRI PADA TAMPANG RUMAH JENGKI DI KOTA MALANG

BAB V KAJIAN TEORI. Tema desain yang digunakan pada proyek Komples Wisata Budaya di Kota

Peninggalan Islam.

b. Komponen D2 Berat komponen adalah 19,68 kg Gambar 65. Komponen D1 Gambar 66. Komponen D2

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

KARAKTER VISUAL FASADE BANGUNAN KOLONIAL BELANDA SDN DITOTRUNAN 1 LUMAJANG

Architecture. Home Diary #008 / 2015

GAMBAR ORNAMEN. Dwi Retno SA., M.Sn

ESTETIKA BENTUK SEBAGAI PENDEKATAN SEMIOTIKA PADA PENELITIAN ARSITEKTUR

Panduan Praktis Perbaikan Kerusakan Rumah Pasca Gempa Bumi

BAB 5 KONSEP PERANCANGAN. merupakan salah satu pendekatan dalam perancangan arsitektur yang

ASRAMA PELAJAR DAN MAHASISWA

EBOOK PROPERTI POPULER

PERENCANAAN GEDUNG PERPUSTAKAAN 5 ( LIMA ) LANTAI DENGAN PRINSIP DAKTILITAS TINGKAT DUA

TUGAS 1 STRUKTUR BANGUNAN

BAGIAN IV. ARSITEKTUR MODERN : FUNGSIONALISME, RASIONALISME DAN KUBISME ( )

KONSTRUKSI RANGKA ATAP

BAB IV TINJAUAN KHUSUS

BAB VI KONSTRUKSI KOLOM

BAB 1 PENDAHULUAN Latar Belakang Isi Laporan

Ekspresi Gaya Arsitektur Kolonial pada Desain Interior Gedung Lindeteves Surabaya

Fasilitas Olah Raga dan Rekreasi di Jakarta BAB III TINJAUAN KHUSUS PROYEK

BAB III ANALISA PERENCANAAN STRUKTUR

BAB VI KESIMPULAN. Rumah toko Cina Malabero Bengkulu yang dikelompokkan dalam

TKS 4406 Material Technology I

PERENCANAAN DAN PENERAPAN SISTEM STRUKTUR

BAB III KONSEP PERANCANGAN PUSAT ILMU PENGETAHUAN DAN KEBUDAYAAN RUSIA

RANCANGAN PROGRAM MATA KULIAH KELOMPOK BIDANG KEAHLIAN STRUKTUR DAN KONSTRUKSI S1 PENDIDIKAN TEKNIK ARSITEKTUR

GUBERNUR JAWA TIMUR GUBERNUR JAWA TIMUR,

PENERAPAN KONSEP ARSITEKTUR NEO VERNAKULAR PADA STASIUN PASAR MINGGU

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

KISI UJI KOMPETENSI 2013 PROGRAM STUDI KEAHLIAN TEKNIK BANGUNAN

BAB I PENDAHULUAN. Gambar 1.1 Menara Kudus. (Wikipedia, 2013)

1.2. ELEMEN STRUKTUR UTAMA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. perkantoran, sekolah, atau rumah sakit. Dalam hal ini saya akan mencoba. beberapa hal yang harus diperhatikan.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. gedung dalam menahan beban-beban yang bekerja pada struktur tersebut.

BAB II LANDASAN TEORI

~ ARSITEK FRANK LLOYD WRIGHT ~

3. Bagian-Bagian Atap Bagian-bagian atap terdiri atas; kuda-kuda, ikatan angin, jurai, gording, sagrod, bubungan, usuk, reng, penutup atap, dan

BAB III ELABORASI TEMA

Art Nouveau. Ciri-ciri

Transkripsi:

BAGIAN III ARSITEKTUR MODERN AWAL Fungsionalisme dan Purisme dalam Arsitektur Modern Awal Dalam kurun 1880-1890 terjadi semacam revolusi industri kedua dalam bentuk rasionalisasi dan penggunaan mesin secara besar-besaran. Timbulnya sistem fabrikasi dimana sebagian besar unsur bangunan di buat di pabrik, penggunaan mesin-mesin, teknologi baja tuang dan sebagainya, memungkinkan pembangunan hanya dalam waktu relatif singkat. Terjadinya spesialisasi dan terpisahnya dua keahlian: arsitek dalam hal bentuk, ruang dan fungsi di satu pihak dan keahlian konstruksi dan struktur dalam hal perhitungan dan pelaksanaan bangunan di lain pihak. Terjadi ledakan jenis bangunan yang makin beragam : ruang pamer besar, pabrik, took-toko besar, stasiun kereta, kantor, apartemen, lapangan terbang, hangar dan gedung bioskop. Dalam masa modernisasi awal teori-teori keindahan khususnya dalam arsitektur oleh Pugin, Ruskin, Moris, dan lain-lain berkembang secara lebih radikal menentang Classicissm, sebaliknya menekankan pada fungsionalisme dan purisme atau kemurnian. Pertentangan pertentangan dalam dunia arsitektur tersebut dapat dikatakan sebagai berikut : 1. arsitektur sebagai art vs arsitektur sebagai science 2. arsitektur sebagai form vs arsitektur sebagai space 3. arsitektur sebagai craft vs arsitektur sebagai assembly 4. arsitektur sebagai karya manual vs arsitektur sebagai karya machinal Ciri umum dari gaya arsitektur yang melanda dunia pada akhir abad XIX dan awal abad XX ini adalah asimetris, kubis, atau semua sisi (depan samping dan belakang) dalam komposisi dan kesatuan bentuk, elemen bangunan jendela, dinding, atap, dan lain-lain menyatu dalam komposisi bangunan. Selain itu hanya terdapat sedikit atau tanpa ornamen pada bangunan. Hal ini memperlihatkan dengan jelas sebagai perlawanan arah dari arsitektur klasik dan juga sangat berbeda dengan Modern- Eklektik, di mana ornamen, elemen-elemen bangunan (pondasi, kolom, atap, jendela, dinding, dan lainlain) yang terlihat jelas sebagai unsur tersendiri satu dengan lain lepas, tidak dalam kesatuan. Pada masa ini muncul berbagai macam pergerakan yaitu antara lain: Art and Craft, Art Nouveau, Ekspresionisme, Bauhaus, Amsterdam School, Rotterdam School,dan yang lainnya.. 1

Ciri dan Bentuk Bangunan Arsitektur Modern Awal 1. Post Savings Bank Office (1904-1906), Wina, Otto Wagner Merupakan bangunan Free Renaissance (bebas dalam mengolah namun masih terlihat cirinya). Bagianbagian sudah mulai menyatu dalam komposisi, misalnya antara dinding, pintu, dan jendela. Merupakan gedung pertama di Wina yang menggunakan aluminium dan beton bertulang. Hall utama beratap kaca dua lapis (yang atas sebagai atap berbentuk pelana dan di bawahnya berfungsi sebagai plafond melengkung pada bagian pinggirnya). Sistem atap ini menggantung pada dinding-dinding yang mengelilingi hall tersebut. 2. La Majolikahaus (1898-1899), Wina, Otto Wagner Bangunan bersejarah yang menandai mulainya Arsitektur Modern Rasionalis dan Art Nouveau. Bagian depannya berupa bidang datar seperti dekor dengan deretan mono-ton vertikal horizontal jendela dan pintu pada bagian bawah. Kesan simetris diperkuat dengan adanya balkon di kanan-kiri. Adaptasi dan pemanfaatan hasil industri ter-lihat pada penggunaan baja rangka atap, balustrade pada lantai 2 & 3 juga bergaya Art Nouveau. Penggunaan keramik sebagai pelapis dinding dengan oranamen Art Nouveau, berupa penyerdehanaan bentuk floral. Berlatar belakang kekuning-kuningan hiasan tersebut terlihat kontras dan mencolok. 2

3. Casa Batllo (1904-1906); Barcelona; Antonio Gaudi Modernisasi Gothik terlihat pada menara-menara runcing. Tetapi, dalam langgam Art Nouveau ini, di bagian depan bangunan dibuat penonjolan-penonjolan balkon berbentuk plastis lengkung-lengkung seperti batu karang. Pintu-jendela kaca lantai dasar, dua, dan tiga mirip seperti gua dan kolom-kolom berbentuk silindris seperti batang pohon di hutan (ber-wujud suatu bentukan yang berkesan metaphoric). Konsep bangun-annya berwarna-warni hingga seperti lukisan. 4. Casa Mila Apartment (1906-1910), Barcelona, Antonio Gaudi Bentuknya seperti lahar meleleh dan mem-berikan kesan seperti formasi tebing karang terkikis oleh angin dan air. Art Nouveau diterapkan dalam balustrade, teralis, pintu, dan lainnya. Merupakn bentuk kreasi yang sama sekali baru, dikatakan istimewa dan juga aneh. Bentuk teralis besi, beton cetak berbentuk sangat plastis melengkung, silindris. 3

5. Sagrada Familia (1883-1926); Barcelona; Antonio Gaudi Sebuah Gereja dengan Modernisasi Arsitektur Gothik dalam bentuk lebih rumit, lebih besar dengan lebih 12 menara. Permukaan dinding tidak ada yang rata, semuanya dihias dengan patung, relief, atau bentuk Art Nouveau lainnya. Art Nouveau ala Gaudi, ornamen-ornamennya dibuat dengan di cor atau dicetak dengan beton. Pengembangan bentuk klasik dalam konsep kejujuran, kemurnian terlihat pada bangunan-bangunannya yang tidak diperhalus lebih lanjut baik dinding dari bata, batu mau pun sistem beton exposed setelah cetakannya dibuka. Sistem konstruksi (kolom, lengkungan, bidang parabolic/hiperbolik, bentangan lebar,dll) menuntu adanya ketepatan dan perhitungan teknik struktur yang kompleks dan rumit, bagian dari teknologi modern. 6. Auditorium Building (1887-1890), Chicago, Louis Henry Sullivan Gedung ini menjadi landmark kota Chicago, menyatukan kegiatan komersial dan kesenian dalam satu atap. 4

Memadukan konfigurasi persegi-empat (rectangular) segi empat yg banyak dipa-kai pada masa itu, dengan pelengkung Ro-manesque dan Queen Anne, menara kecil berpuncak runcing, atap Chateausqe dan dormers. Dinding luar dan lantai bawah terlihat sebagai susunan batu berkesan ko-koh, dengan deretan jendela seperti pada bangunan bergaya Renaissance. Pintu masuk menuju hall utama dan theatre terdiri dari tiga pintu besar berpelengkung di atasnya. Diatasnya terdapat kolom-kolom silindris bergaya Dorik dari lantai 2-5 menyangga pelengkung-pelengkung Romanesque. 7. Hotel Tassel (1892-1893), Brussel, Victor Horta Menyatunya elemen konstruksi dengan dekorasi terlihat pada tiang, balustrade (terbuat dari tembaga). Ornamen dilukis pada dinding dengan corak Art Nouveau. Atap di atas menggunakan kaca, dihias dengan warna kekuning-kuningan serasi dengan warna sekitarnya. Perabot, interior rumah ini bentuk dan karakternya menyatu seirama mengikuti bagian-bagian lainnya. Balok dan kusen pintu-jendela semuanya bergaya Art Nouveau selaras menyatu dengan elemen-elemen konstruksi. 8. Amsterdam Exchange (1896-1903), Belanda, Hendrik Petrus Berlage Permukaan dindingnya rata tanpa penon-jolan elemen bangunan maupun hiasan. Pada permukaan dinding rata tersebut terdapat lubang-lubang pintu, jendela, ventilasi ter-susun dalam irama tidak 5

monoton dan tidak simetris. Menara yg lebih tinggi dari atap bangunan pada sudutnya, menjadikan pan-dangan depan dan samping menjadi tidak simetris. Masuk utama melalui tiga buah pintu bagian atasnya melengkung seperti pada bangunan Romanika. Di atas pintu masuk terdapat deretan jendela kaca tersu-sun horizontal vertikal membentuk suatu bidang bermotif kotak-kotak. Ruang utama-nya beratap setengah lingkaran berkerangka baja beratap kaca. Di bagian dalam kons-truksi dinding sama dengan di luar, yaitu menggunakan bata merah tidak diplester. Konsep baru menandai modernisasi dalam arsitektur ditemui dalam sistem rangka atap, kesederhanaan bentuk dan kreatifitasnya. Susunan kuda-kuda baja selain berfungsi sebagai struk-tur, bagian-bagiannya termasuk kabel-kabel penahan gaya tarik menjadi unsur dekoratif ruang yang selaras dengan bagian bangunan lainnya. 6