BAB I PENDAHULUAN. Perkembangan jaman yang semakin modern terutama pada era globalisasi

dokumen-dokumen yang mirip
BAB I PENDAHULUAN. bersaing di era global saat ini. Seiring perkembangan itu salah satu yang dihadapi

BAB I PENDAHULUAN. Pendidikan adalah usaha sadar untuk menumbuh kembangkan. potensi sumber daya manusia melalui kegiatan pengajaran.

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. meningkatkan kualitas sumber daya manusia tersebut adalah pendidikan.

BAB I PENDAHULUAN. kemampuan serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Hal ini

BAB 1 PENDAHULUAN. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi terutama pada era

BAB I PENDAHULUAN. Perkembangan jaman yang semakin modern terutama pada era globalisasi

BAB I PENDAHULUAN. Perkembangan zaman yang semakin modern terutama pada era globalisasi

BAB 1 PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Penelitian

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. penting dan menjadi salah satu tolok ukur keberhasilan pembelajaran. Prestasi

BAB I PENDAHULUAN. Perkembangan jaman yang semakin modern terutama pada era globalisasi

BAB I PENDAHULUAN. daya manusia merupakan aspek penting terhadap kemajuan suatu negara.

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. globalisasi seperti sekarang ini akan membawa dampak diberbagai bidang

SKRIPSI. Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Guna Memperoleh. Gelar Sarjana Pendidikan Strata-1. Program Studi Pendidikan Akuntansi

BAB I PENDAHULUAN. Dalam era globalisasi dan informasi dituntut kemampuan ilmu. pengetahuan dan teknologi yang memadai. Untuk menuju pada kemajuan

BAB I PENDAHULUAN. untuk mencapai tujuan pembangunan. Salah satu wahana untuk meningkatkan. kualitas sumber daya manusia tersebut adalah pendidikan.

BAB I PENDAHULUAN. Dalam UU RI No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, pasal 1:

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Pendidikan sebagai suatu proses untuk menyiapkan generasi masa depan

BAB I PENDAHULUAN NURUL FITRI ISTIQOMAH,2014

BAB I PENDAHULUAN. Pendidikan dalam kehidupan suatu negara memegang peranan yang. sangat penting untuk menjamin kelangsungan hidup negara dan bangsa.

BAB I PENDAHULUAN. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia terus

BAB I PENDAHULUAN. Pendidikan merupakan proses pengembangan daya nalar, keterampilan, dan

I. PENDAHULUAN. Sistem Pendidikan Nasional diatur dalam pasal 3 Undang-undang No. 20 Tahun

BAB 1 PENDAHULUAN. kualitas sumber daya manusia tersebut adalah pendidikan.

I. PENDAHULUAN. tujuan penelitian, asumsi penelitian, manfaat penelitian dan ruang lingkup

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

BAB 1 PENDAHULUAN. pendidikan terdapat nilai-nilai yang baik, luhur, dan pantas untuk dikembangkan

BAB I PENDAHULUAN. budaya, tetapi juga aspek ilmu pengetahuan termasuk di dalamnya pendidikan. Dalam

SKRIPSI Untuk memenuhi sebagian persyaratan guna mencapai derajat Sarjana S-1 Program Studi Pendidikan Ekonomi Akuntansi

BAB 1 PENDAHULUAN. menyeluruh baik fisik maupun mental spiritual membutuhkan SDM yang terdidik.

BAB I PENDAHULUAN. Sebagai Negara yang berkembang dengan jumlah penduduk besar, wilayah

BAB I PENDAHULUAN. sumber daya manusia dalam sebuah Negara. dikembangkan dalam semua aspek kehidupan. Karena itu negara harus

BAB I PENDAHULUAN. memiliki peran penting dalam menghasilkan generasi muda yang berkualitas

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Penelitian

BAB I PENDAHULUAN. generasi muda agar melanjutkan kehidupan dan cara hidup mereka dalam konteks

BAB I PENDAHULUAN. daya manusia adalah melalui pendidikan. Hal ini identik dengan yang

BAB I PENDAHULUAN. (Sumber Daya Manusia), terutama peningkatan dalam bidang pendidikan. Hal ini

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. pendidikan formal, dalam mewujudkan tujuan pendidikan nasional melalui. pasal 4 tentang sistem pendidikan nasional bahwa:

BAB I PENDAHULUAN. potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spritual keagamaan, pengendalian diri,

BAB I PENDAHULUAN. meningkatkan kualitas sumber daya manusia tersebut adalah pendidikan.

BAB I PENDAHULUAN. produktif. Di sisi lain, pendidikan dipercayai sebagai wahana perluasan akses.

BAB I PENDAHULUAN. suatu bangsa, karena dengan pendidikan suatu bangsa dapat mempersiapkan masa

SKRIPSI. Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Guna Memperoleh Gelar Sarjana Strata-1 Program Studi Pendidikan Ekonomi Akuntansi.

BAB I PENDAHULUAN. pembangunan suatu negara. Tanpa pendidikan suatu negara akan tertinggal jauh

BAB I PENDAHULUAN. pengetahuan, wawasan, keterampilan tertentu pada individu-individu.

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. tercapainya manusia dan masyarakat berkualitas yang memiliki kecerdasan

BAB I PENDAHULUAN LATAR BELAKANG

I. PENDAHULUAN. merupakan sarana yang sangat baik dalam pembinaan sumberdaya manusia.

BAB I PENDAHULUAN. bagaimana karakteristik dari negara tersebut. Pendidikan merupakan kunci untuk

BAB I PENDAHULIAN. Dunia pendidikan dari tahun ke tahun mengalami perkembangan serta

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar belakang Masalah. Indonesia merupakan negara yang kaya akan hasil alam dan juga

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. tentang sistem pendidikan nasional dalam bab II pasal 3 tentang fungsi dan tujuan

BAB I PENDAHULUAN. sumber daya manusia melalui kegiatan pembelajaran. Undang-Undang

BAB I PENDAHULUAN. dijangkau dengan sangat mudah. Adanya media-media elektronik sebagai alat

BAB I PENDAHULUAN. Pembangunan nasional dilaksanakan dalam rangka pembangunan manusia

BAB I PENDAHULUAN. Pada Era globalisasi dewasa ini seluruh bangsa-bangsa di dunia telah berlomba-lomba

I. PENDAHULUAN. keadaan tertentu kesuatu keadaan yang lebih baik. Pendidikan sebagai pranata

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan

BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG MASALAH. Pendidikan memang sangatlah penting bagi kita, menurut UUD

I. PENDAHULUAN. dan teknologi yang memadai. Untuk menuju pada kemajuan teknologi yang

I. PENDAHULUAN. intelektual, spiritual, dan mandiri sehingga pada akhirnya diharapkan masyarakat kita

PENGARUH PENGELOLAAN KELAS TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN EKONOMI KELAS XI SMA NEGERI I TERAS BOYOLALI TAHUN 2009/2010 SKRIPSI

BAB I PENDAHULUAN. pembangunan nasional. Seiring dengan laju pembangunan saat ini telah banyak

BAB I PENDAHULUAN. pembangunan. Salah satu sarana untuk meningkatkan kualitas sumber daya

BAB I PENDAHULUAN. kualitas sumber daya manusia tersebut adalah pendidikan. Pendidikan adalah usaha sadar untuk menumbuhkembangkan potensi

BAB I PENDAHULUAN. manusia yang berkualitas tinggi. Peningkatan kualitas sumber daya manusia

SKRIPSI. Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan guna Memperoleh Gelar Sarjana Strata-1 Program Study Pendidikan Ekonomi Akuntansi

NASKAH PUBLIKASI. Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Guna Mencapai Derajat Sarjana Strata 1 (S1) Program Studi Pendidikan Akuntansi

BAB I PENDAHULUAN. Perkembangan zaman yang semakin moderen terutama pada era. globalisasi seperti sekarang ini memuat adanya sumber daya manusia

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah sa

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Yoga Sidik Permana, 2015

BAB 1 PENDAHULUAN. menentukan arah kemajuan suatu bangsa. Dengan pendidikan yang berjalan

BAB I PENDAHULUAN. meningkatkan nilai perilaku seseorang atau masyarakat, dari suatu keadaan

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Isni Agustiawati,2014

BAB I PENDAHULUAN. Dalam UU RI No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional bab. I, pasal 1:

Oleh: Sri Arita dan Susi Evanita ABSTRACT

BAB I PENDAHULUAN. Dunia pendidikan saat ini semakin berusaha untuk meningkatkan

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang

SANTI BBERLIANA SIMATUPANG,

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Pendidikan pada dasarnya adalah usaha sadar untuk mengembangkan

BAB I PENDAHULUAN. Sebagaimana tujuan Pendidikan Nasional dalam Undang-Undang No.

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. mengembangkan kualitas sumber daya manusia. Masyarakat Indonesia. dengan laju pembangunannya masih menghadapi masalah pendidikan

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. pendidikan yang diadakan di Negara tersebut. Pendidikan dapat

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Undang-undang pendidikan menyebutkan bahwa pendidikan nasional

I. PENDAHULUAN. pendidikan di Indonesia, agar siswa memiliki pola pikir yang sistematis dan

A. Latar Belakang Masalah Sekolah merupakan suatu tempat dimana bagi peserta didik untuk

SKRIPSI. Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Guna Memperoleh. Gelar Sarjana Strata-1 Program Studi Pendidikan Akuntansi

PEMBELAJARAN MELALUI DISKUSI KELOMPOK DALAM UPAYA MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA SKRIPSI

Transkripsi:

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Perkembangan jaman yang semakin modern terutama pada era globalisasi seperti sekarang ini menuntut adanya sumber daya manusia yang berkualitas tinggi. Peningkatan kualitas sumber daya manusia merupakan prasyarat mutlak untuk mencapai tujuan pembangunan. Salah satu wahana untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia tersebut adalah pendidikan. Pendidikan adalah usaha sadar untuk menumbuhkembangkan potensi sumber daya manusia melalui kegiatan pengajaran. UU Sistem Pendidikan Nasional No. 20 tahun 2003, menyatakan, bahwa : Tujuan pendidikan nasional adalah mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia Indonesia seutuhnya yaitu manusia yang bertakwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi pekerti luhur, memiliki pengetahuan dan keterampilan, kesehatan jasmani dan rohani, kepribadian yang mantap dan mandiri serta tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan (UU Sisdiknas : 2003). Sekolah Menengah Atas (SMA) merupakan salah satu wadah dalam menempuh pendidikan. SMA mempunyai tujuan yaitu menciptakan atau menyiapkan peserta didik agar mempunyai kemampuan untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi yaitu Perguruan Tinggi. Salah satu usaha yang digunakan untuk mewujudkan tujuan tersebut adalah meningkatkan prestasi belajar siswa. 1

2 Prestasi belajar merupakan tolok ukur yang utama untuk mengetahui keberhasilan belajar seseorang. Seorang yang prestasinya tinggi dapat dikatakan bahwa ia telah berhasil dalam belajar. Prestasi belajar adalah penilaian pendidikan tentang kemajuan siswa dalam segala hal yang dipelajari di sekolah yang menyangkut pengetahuan atau kecakapan/ keterampilan yang dinyatakan sesudah hasil penilaian (Syaiful Bahri Djamarah 1994 : 21). Kemampuan siswa untuk mencapai prestasi yang baik tidak terlepas dari proses belajar siswa itu sendiri. Prestasi belajar yang maksimal merupakan perpaduan antara kemampuan, bakat, minat, perhatian, motivasi, kemampuan guru, fasilitas belajar, metode, model, dan media pembelajaran yang digunakan, suasana belajar, dan lingkungan baik lingkungan sekolah, keluarga, maupun lingkungan sosial yang saling berhubungan. Keberhasilan belajar siswa dapat diketahui dari penguasaan materi pelajaran yang dipelajarinya dengan ditunjukkan oleh nilai yang diperoleh siswa dalam mata pelajaran yang bersangkutan. Dalam kenyataan yang terjadi di SMA Angkasa Lanud Husein Sastranegara Bandung, prestasi belajar pada mata pelajaran Akuntansi siswa kelas XI IPS masih belum optimal. Hal ini ditunjukkan dengan masih banyak siswa yang memperoleh nilai ujian tengah semester (UTS) yang tidak dapat mencapai batas minimal nilai kelulusan yang telah ditetapkan yaitu sebesar 65. Di bawah ini daftar rincian nilai ujian tengah semester siswa pada mata pelajaran Akuntansi, yaitu sebagai berikut:

3 Tabel 1.1 Sebaran Nilai Ujian Tengah Semester SMA Angkasa Lanud Husein Sastranegara Bandung Rentang Kelas XI IPS Nilai A % B % C % D % E % F % % 35 44 2 5,7 - - 1 2,8 - - 3 8,6 3 8,6 9 4,2 45 54 2 5,7 7 18,4 7 20 9 25 9 25,7 7 20 41 19,2 55 64 10 28,6 13 34,2 12 34,3 13 36,1 13 37,1 12 34,3 73 34,1 65 74 7 20 6 15,8 5 14,3 11 30,6 8 22,8 7 20 44 20,6 75 84 10 28,6 7 18,4 7 20 3 8,3 1 2,9 5 14,3 33 15,4 85 94 4 11,4 5 13,2 3 8,6 - - 1 2,9 1 2,8 14 6,5 35 100 38 100 35 100 36 100 35 100 35 100 214 100 Sumber : Dokumen Guru Akuntansi kelas XI IPS Berdasarkan data tabel 1.1, masih banyak perolehan nilai siswa di bawah standar KKM. Seperti pada kelas XI IPS C dari 35 siswa 20 diantaranya memperoleh nilai di bawah KKM atau 57,14%. Ini berarti lebih dari setengahnya memperoleh nilai di bawah KKM. Seperti halnya dengan XI IPS D dari 36 siswa, 22 diantaranya belum memenuhi nilai standar kelulusan atau 61,11%. Sedangkan pada XI IPS E dan XI IPS F sebagian besar siswa belum mampu mencapai KKM dan hanya beberapa siswa yang memperoleh nilai di atas KKM yaitu hanya 10 siswa dari 35 siswa pada XI IPS E atau sebesar 28,57% dan 13 siswa dari 35 pada kelas XI IPS F atau sebesar 37,14%. Dari kenyataan tersebut dapat dilihat bahwa prestasi belajar siswa di SMA Angkasa Lanud Husein Sastranegara Bandung masih tergolong rendah. Prestasi belajar yang rendah merupakan suatu hal yang tidak bisa dibiarkan begitu saja, karena hal ini akan berdampak buruk terhadap perkembangan kualitas sumber daya manusia. Rendahnya prestasi belajar dipengaruhi oleh beberapa faktor, menurut Syaiful Bahri Djamarah (2000 :175) bahwa faktor yang mempengaruhi belajar dan prestasi belajar, diantaranya sebagai berikut :

4 1. Faktor yang ada dalam diri individu itu sendiri yang disebut faktor internal. - Fisiologis : kondisi fisiologis, kondisi panca indera. - Psikologis : minat, kecerdasan, bakat, motivasi, kemampuan kognitif. 2. Faktor yang ada diluar individu yang disebut dengan faktor eksternal. - Lingkungan : Alami, sosial budaya. - Instrumental : kurikulum, program, sarana dan fasilitas dan guru. Berdasarkan teori di atas, guru merupakan faktor yang berpengaruh terhadap prestasi belajar dipandang dari sudut eksternal. Guru sangat menentukan keberhasilan peserta didik, karena gurulah yang secara langsung membimbing, membantu, mempengaruhi dan mengembangkan potensi yang ada pada diri siswa untuk mencapai tujuan. Oleh karena itu, guru sering dijadikan tokoh teladan bahkan dijadikan tokoh identitas diri, dengan demikian guru harus memilki pengetahuan, sikap, keterampilan dan kemampuan yang memadai untuk melaksanakan tugasnya dengan baik. Guru dituntut untuk selalu menambah kualitas ilmunya, selain itu juga seorang guru harus dapat melalukan variasi dalam kegiatan belajar mengajar agar dapat menarik perhatian siswa sehingga siswa mau belajar. Seorang guru harus dapat menciptakan suasana belajar yang menyenangkan agar siswa tidak merasa jenuh dalam belajar. Peningkatan prestasi belajar siswa akan dipengaruhi oleh kualitas proses belajar mengajar di kelas. Hal ini berarti tercapai tidaknya tujuan pendidikan salah satunya akan tergantung pada proses belajar mengajar yang berlangsung dengan baik. Proses belajar mengajar akan berlangsung baik apabila guru tersebut mampu menguasai dan mengimplementasikan keterampilan mengajar dalam proses belajar mengajar di kelas. Hal ini sesuai dengan pendapat Peters dalan Nana

5 Sudjana (2009 : 22) yang menyatakan bahwa : proses dan hasil belajar siswa bergantung kepada penguasaan mata pelajaran guru dan keterampilan mengajarnya. Melalui penguasaan dan pengimplementasian keterampilan mengajar yang baik, seoarng guru akan mempu menciptakan situasi, kondisi, dan lingkungan belajar yang akan mendukung proses belajar mengajar yang kondusif. Situasi belajar yang kondusif dapat menumbuhkan dan mendorong siswa untuk melakukan proses belajar secara optimal yang tentunya akan memberikan pengaruh positif tehadap pencapaian prestasi belajar siswa Jadi jelas bahwa, keterampilan mengajar guru mutlak diperlukan dalam pelaksanaan proses belajar mengajar untuk menunjang tercapaianya tujuan yang telah ditetapkan yaitu meningkatkan prestasi belajar siswa. Keterampilan mengajar merupakan kemampuan atau keahlian seorang guru dalam mengelola kegiatan belajar mengajar agar tercipta kualitas pembelajaran yang baik sehingga dapat menarik siswa untuk mau belajar. Keterampilan mengajar sangat penting dimiliki oleh seorang guru, oleh karena itu guru harus memiliki berbagai keterampilan mengajar, Menurut Uzer Usman (2008 : 74) keterampilan mengajar yang harus dimiliki oleh guru antara lain: Keterampilan bertanya, keterampilan memberikan penguatan, keterampilan mengadakan variasi, keterampilan menjelaskan, keterampilan membuka dan menutup pelajaran, ketrampilan membimbing diskusi kelompok kecil, keterampilan mengelola kelas, ketrampilan mengajar kelompok kecil dan perseorangan.

6 Sedangkan salah satu faktor internal yang dianggap dapat mempengaruhi prestasi belajar adalah motivasi belajar siswa. Motivasi belajar siswa ini akan mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu sehingga mencapai tujuan. Jika siswa terdorong untuk melakukan belajar, maka akan terjadi suatu pembelajaran yang efektif, pada akhirnya akan menghasilkan prestasi belajar yang tinggi. Seperti yang telah dikemukakan oleh Ngalim Purwanto (2004: 104) bahwa tak mungkin seseorang mau mempelajari sesuatu dengan sebaik-baiknya jika ia tidak mengetahui betapa penting hasil belajar itu bagi dirinya. Siswa yang memiliki motivasi yang tinggi akan giat belajar dan selalu berusaha untuk mendapatkan prestasi yang memuaskan. Begitu pun sebaliknya, siswa yang motivasi belajarnya rendah biasanya akan mudah menyerah dan putus asa sehingga prestasinya pun rendah. Motivasi mempunyai peranan penting dalam proses belajar mengajar baik bagi guru maupun siswa. Bagi guru mengetahui motivasi belajar dari siswa sangat diperlukan guna memelihara dan meningkatkan semangat belajar siswa. Bagi siswa motivasi belajar dapat menumbuhkan semangat belajar sehingga siswa terdorong untuk melakukan perbuatan belajar. Siswa melakukan aktivitas belajar dengan senang karena didorong motivasi. Berdasarkan fenomena dan data-data tersebut di atas, maka penulis mengajukan penelitian dengan judul Pengaruh Keterampilan Mengajar Guru dan Motivasi Belajar Terhadap Prestasi Belajar Siswa dalam Mata Pelajaran Akuntansi Kelas XI IPS di SMA Angkasa Lanud Husein Sastranegara Bandung.

7 1.2. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang masalah yang telah diuraikan diatas, maka rumusan masalah penelitian ini adalah : 1. Bagaimana gambaran tentang keterampilan mengajar guru dalam mata pelajaran Akuntansi di SMA Angkasa Lanud Husein Sastranegara Bandung. 2. Bagaimana gambaran tentang motivasi belajar siswa dalam mata pelajaran Akuntansi di SMA Angkasa Lanud Husein Sastranegara Bandung. 3. Bagaimana gambaran tentang prestasi belajar siswa dalam mata pelajaran Akuntansi di SMA Angkasa Lanud Husein Sastranegara Bandung. 4. Seberapa besar pengaruh keterampilan mengajar guru terhadap prestasi belajar siswa dalam mata pelajaran Akuntansi di SMA Angkasa Lanud Husein Sastranegara Bandung. 5. Seberapa besar pengaruh motivasi belajar terhadap prestasi belajar siswa dalam mata pelajaran Akuntansi di SMA Angkasa Lanud Husein Sastranegara Bandung. 6. Seberapa besar pengaruh keterampilan mengajar guru dan motivasi belajar terhadap prestasi belajar siswa dalam mata pelajaran Akuntansi di SMA Angkasa Lanud Husein Sastranegara Bandung.

8 1.3. Maksud dan Tujuan Penelitian Maksud dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana Pengaruh Keterampilan Mengajar Guru dan Motivasi Belajar terhadap Prestasi Belajar Siswa dalam Mata Pelajaran Akuntasi Kelas XI IPS di SMA Angkasa Lanud Husein Sastranegara Bandung. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah : 1. Untuk mengetahui bagaimana gambaran tentang keterampilan mengajar guru dalam mata pelajaran Akuntansi di SMA Angkasa Lanud Husein Sastranegara Bandung. 2. Untuk mengetahui bagaimana gambaran tentang motivasi belajar siswa dalam mata pelajaran Akuntansi di SMA Angkasa Lanud Husein Sastranegara Bandung. 3. Untuk mengetahui bagaimana gambaran tentang prestasi belajar siswa dalam mata pelajaran Akuntansi di SMA Angkasa Lanud Husein Sastranegara Bandung. 4. Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh keterampilan mengajar guru terhadap prestasi belajar siswa dalam mata pelajaran Akuntansi di SMA Angkasa Lanud Husein Sastranegara Bandung. 5. Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh motivasi belajar terhadap prestasi belajar siswa dalam mata pelajaran Akuntansi di SMA Angkasa Lanud Husein Sastranegara Bandung.

9 6. Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh keterampilan mengajar guru dan motivasi belajar terhadap prestasi belajar siswa dalam mata pelajaran Akuntansi di SMA Angkasa Lanud Husein Sastranegara Bandung. 1.4. Kegunaan Penelitian Penelitian ini diharapkan akan bermanfaat, baik secara teoritis maupun praktis. Manfaat yang diharapkan dapat tercapai antara lain : 1. Kegunaan Teoritis, diharapkan penelitian ini dapat memberikan sumbangan pemikiran terhadap perkembangan ilmu pendidikan, khususnya mengenai pengaruh keterampilan mengajar guru dan motivasi belajar terhadap prestasi belajar. Selain itu juga dapat dijadikan bahan kajian dan pengembangan lebih lanjut untuk penelitian berikutnya. 2. Kegunaan Praktis, diharapkan penelitian ini dapat memberikan masukan kepada pihak guru dan sekolah untuk memperhatikan keterampilan mengajar guru dan motivasi belajar siswa karena berpengaruh terhadap prestasi belajar. Selain itu, diharapkan penelitian ini akan menambah wawasan tentang pengaruh dari ketera,pilan mengajar guru dan motivasi belajar siswa terhadap prestasi belajar, sehingga peneliti dapat menjadikannya sebagai bekal apabila memasuki dunia pendidikan di masa yang akan datang.