BAB II LANDASAN TEORI
|
|
|
- Susanti Wibowo
- 7 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 BAB II LANDASAN TEORI Landasan teori ini meliputi tentang pengertian Truck,pengertian sensor Ultrasound, Pengertian Mikrokontroler ATMega 16,Pengertian pemrogram Bahasa C,Pengertian Alarm/Buser,Pengertian LCD. Untuk memudahkan dalam perancangan perangkat keras dan perangkat lunak Kendaraan Truck Truk adalah sebuah kendaraan bermotor untuk mengangkut barang, disebut juga sebagai mobil barang. Dalam bentuk yang kecil mobil barang disebut sebagai pick-up, sedangkan bentuk lebih besar dengan 3 sumbu, 1 di depan, dan tandem di belakang disebut sebagai truk tronton, sedang yang digunakan untuk angkutan peti kemas dalam bentuk tempelan disebut sebagai truk trailer. Juga ada jenis truk tangki yang berguna untuk mengangkut cairan seperti BBM dan lainnya. Daya angkut truk tergantung kepada beberapa variabel, diantaranya jumlah ban, jumlah sumbu/ konfigurasi sumbu, muatan sumbu, kekuatan ban, daya dukung jalan. Pada daftar berikut ditunjukkan hubungan antara daya angkut dengan konfigurasi sumbu truk. 6
2 7 Tabel 2.1. Tipe data Truck 1 Konfigurasi Sumbu Jumlah Sumbu Jenis JBI Kelas II JBI Kelas III Jumlah Ban Truk Tunggal Engkel 12 ton 12 ton Truk Ganda Engkel 16 ton 14 ton Truk Trintin 18 ton 16 ton Truk Tronton 22 ton 20 ton Truk Trinton 30 ton 26 ton Truk Engkel Trailer 34 ton 28 ton 14 Truk Trailer Engkel Truk Trailer Tronton 40 ton 32 ton Truk Tronton Trailer 43 ton 40 ton 22 1 Sumber = Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas : diakses april 2017 Sember Gambar tribunnews
3 8 Gambar 2.1 Kendaraan Truck HC-SR05 (Sensor Ultrasonik) HC-SR05 adalah Sensor Ultrasonik yang memiliki dua elemen, yaitu elemen Pendeteksi gelombang ultrasonik, dan juga sekaligus elemen Pembangkit gelombang ultrasonik. Sensor Ultrasonik adalah sensor yang dapat mendeteksi gelombang ultrasonik, yaitu gelombang suara yang memiliki frekuensi ultrasonik atau frekuensi di atas kisaran frekuensi pendengaran manusia. Sensor ultrasonic tipe SR05 ini secara prinsip sama saja dengan sensor ultrasonic PING))). Memancarkan gelombang ultrasonic dengan frekuensi 40 KHz kemudian menunggu sampai pantulan gelombangnya diterima kembali. Tanda kalau gelombang sudah diterima atau belum berupa sinyal HIGH LOW. Gambar 2.2 Tampilan Sensor HC-SR05 2.
4 9 Fungsi Pin-pin HC-SR05 1. VCC = 5V Power Supply. Pin sumber tegangan positif sensor. 2. Trig = Trigger/Penyulut. Pin ini yang digunakan untuk membangkitkan sinyal ultrasonik. 3. Echo = Receive/Indikator. Pin ini yang digunakan untuk mendeteksi sinyal pantulan ultrasonik. 4. GND = Ground/0V Power Supply. Pin sumber tegangan negatif sensor Karakteristik HC-SR05 (Sensor Ultrasonik) Karakteristik HC-SR05 (Sensor Ultrasonik) sebagai berikut: 1. Tegangan sumber operasi tunggal 5.0 V 2. Konsumsi arus 15 ma 3. Frekuensi operasi 40 KHz 4. Minimum pendeteksi jarak 0.02 m (2 cm) 5. Maksimum pendeteksian jarak 4 m 6. Sudut pantul gelombang pengukuran 15 derajat 7. Minimum waktu penyulutan 10 mikrodetik dengan pulsa berlevel TTL 8. Pulsa deteksi berlevel TTL dengan durasi yang bersesuaian dengan jarak deteksi 9. Dimensi 45 x 20 x 15 mm Diagram Waktu HC-SR05 (Sensor Ultrasonik) HC-SR05 memerlukan sinyal logika 1 pada pin Trig dengan durasi waktu 10 mikrodetik (us) untuk mengaktifkan rentetan (burst) 8x40KHz gelombang ultrasonik 2 pada elemen Pembangkitnya. Selanjutnya pin Echo akan berlogika 1 setelah rentetan 8 40 KHz tadi, dan otomatis akan berlogika 0 saat gelombang pantulan diterima oleh elemen Pendeteksi gelombang ultrasonik. 2 Sumber : : diakses april 2017 Sumber gambar : depokinstruments.com/tag/belajar-sensor-ultrasonic : diakses april 2017
5 10 Kemudian ketika bunyi yang dipantulkan kembali ke sensor SRF05, bunyi tadi akan diterima dan membuat keluaran sinyal high pada pin echo yang kemudian menjadi inputan pada mikrokontroler. SRF05 akan memberikan pulsa 100µs - 25ms pada outputnya tergantung pada informasi jarak pantulan objek yang diterima. Lamanya sinyal high dari echo inilah yang digunakan untuk menghitungan jarak antara sensor SRF05 dengan benda yang memantulkan bunyi yang berada di depan sensor ini. Untuk menghitung lamanya sinyal high yang diterima mikrokontroler dari pin echo, maka digunakan fasilitas timer yang ada pada masig-masing mikrokontroler. Ketika ada perubahan dari low ke high dari pin echo maka akan mengaktifkan timer, dan ketika ada perubahan dari high ke low dari pin echo maka akan mematikan timer. Gambar 2.3 Diagram Waktu HC-SR Mikrokontroler ATMEGA16 Merupakan seri mikrokontroler Complementary Metal Oxide Semiconductor (CMOS) 8-bit buatan Atmel berbasis arsitektur RISC (Reduced Instruction Set Computer). Hampir semua instruksi pada program dieksekusi dalam satu siklus clock. AVR mempunyai 32 register general-purpose, timer/counter fleksibel dengan mode compare, interupsi internal dan eksternal,serial UART, programmable Watchdog Timer, power saving mode, ADC dan PWM. AVR pun mempunyai In-System Programmable (ISP) Flash onchip yang mengijinkan memori program untuk diprogram ulang (read/write)
6 11 dengan koneksi secara serial yang disebut Serial Peripheral Inteface (SPI). AVR memilki keunggulan dibandingkan dengan mikrokontroler lain,keunggulan mikrokontroler AVR yaitu memiliki kecepatan dalam mengeksekusi program yang lebih cepat, karena sebagian besar instruksi dieksekusi dalam 1 siklus clock (lebih cepat dibandingkan mikrokontroler keluarga MCS 51 yang memiliki arsitektur Complex Intrukstion Set Compute).ATMEGA16 mempunyai throughput mendekati 1 Millions Instruction Per Second (MIPS) per MHz, sehingga membuat konsumsi daya menjadi rendah terhadap kecepatan proses eksekusi perintah Beberapa keistimewaan dari AVR ATMEGA16: 1. Mikrokontroler 3 AVR 8 bit yang memilliki kemampuan tinggi dengan konsumsi daya rendah 2. Arsitektur RISC dengan throughput mencapai 16 MIPS pada frekuensi 16MHz 3. Memiliki kapasitas Flash memori 16 Kbyte, EEPROM 512 Byte dan SRAM 1 Kbyte 4. Saluran I/O sebanyak 32 buah, yaitu Port A, Port B, Port C dan Port D 5. CPU yang terdiri dari 32 buah register 6. Unit interupsi dan eksternal 7. Port USART untuk komunikasi serial 8. Fitur peripheral Tiga buah Timer/Counter dengan kemampuan perbandingan (compare) Dua buah Timer/Counter 8 bit dengan Prescaler terpisah dan Mode Compare Satu buah Timer/Counter 16 bit dengan Prescaler terpisah, Mode 3 Sumber : Lapantech.com : diakses april 2017 elektronika-dasar.web.id/mikrokontroler/at-mega16 : diakses april 2017 Andrianto,Heri.2008.Pemrograman Mikrokontroler AVR Atmega16: Mikrokontroler. Informatika Sumber gambar : datasheet mikrokontroler : diakses april 2017
7 12 Compare dan Mode Capture Real Time Counter dengan Oscillator tersendiri Empat kanal PWM 8 kanal ADC 8 Single-ended Channel dengan keluaran hasil konversi 8 dan 10 resolusi (register ADCH dan ADCL) 7 Diferrential Channel hanya pada kemasan Thin Quad Flat Pack (TQFP) 2 Differential Channel dengan Programmable Gain Antarmuka Serial Peripheral Interface (SPI) Bus Watchdog Timer dengan Oscillator Internal On-chip Analog Comparator 9. Non-volatile program memory Konfigurasi Pin AVR ATMEGA16 Gambar 2.4 Konfigurasi ATMEGA16 4 Konfigurasi pin mikrokontroler Atmega16 dengan kemasan 40-pin dapat dilihat pada gambar diatas. Dari gambar tersebut dapat terlihat ATMega16
8 13 memiliki 8 pin untuk masing-masing Gerbang A (Port A), Gerbang B (Port B), Gerbang C (Port C), dan Gerbang D (Port D) Deskripsi Mikrokontroler ATMega 16 1) VCC Merupakan supply tegangan digital. Untuk ATMega 16 besar tegangan input yang digunakan adalah 4,5v 5,5v 2) GND Merupakan ground untuk semua komponen yang membutuhkan Grounding 3) Port A Yaitu (PA7..PA0) berfungsi sebagai input analog pada konverter A/D. Port A juga sebagai suatu Port I/O 8-bit dua arah, jika A/D konverter tidak digunakan. 4) Port B Adalah suatu port I/O 8-bit dua arah dengan pin fungsi khusus yaitu Timer/Counter, komparator analog dan SPI 5) Port C Adalah suatu Port I/O 8-bit dua arah dengan dengan pin fungsi khusus yaitutwi, komparator analog dan Timer Oscilator. 6) Port D Adalah suatu Port I/O 8-bit dua arah dengan dengan pin fungsi khusus yaitu komparator analog, interupsi eksternal dan komunikasi serial. 7) AVCC Adalah pin penyedia tegangan untuk Port A dan Konverter A/D. Pin ini berfungsi sebagai supply tegangan untuk ADC. Untuk pin ini harus dihubungkan secara terpisah dengan VCC karena pin ini digunakan untuk analog saja. Bahkan jika ADC pada AVR tidak digunakan tetap saja disarankan untuk menghubungkannya secara terpisah dengan VCC. Jika ADC digunakan, maka AVCC harus dihubungkan ke VCC melalui low pass filter.
9 14 8) AREF Merupakan pin masukan tegangan referensi analog untuk konverter A/D 9) RESET Pin ini berfungsi untuk me-reset mikrokontroler ke kondisi semula 10) XTAL1 dan XTAL2 Merupakan Input Oscillator berfungsi sebagai pin masukan clock eksternal. Suatu mikrokontroler membutuhkan sumber detak (clock) agar dapat mengeksekusi instruksi yang ada di memori. Semakin tinggi nilai kristalnya, maka semakin cepat pula mikrokontroler tersebut dalam mengeksekusi program. Gambar 2.5 Blok Diagram ATMega 16 5
10 Analog To Digital Converter AVR ATMega16 merupakan tipe AVR yang telah dilengkapi dengan 8 saluran ADC internal dengan resolusi 10 bit. Dalam mode operasinya, ADC dapat dikonfigurasi, baik single ended input maupun differential input. Selain itu, ADC ATMega16 memiliki konfigurasi pewaktuan, tegangan referensi, mode operasi, dan kemampuan filter derau (noise) yang fleksibel sehingga dapat dengan mudah disesuaikan dengan kebutuhan dari ADC itu sendiri. ADC pada ATMega16 memiliki fitur-fitur antara lain : a. Resolusi mencapai 10-bit b. Akurasi mencapai ± 2 LSB c. Waktu konversi μs d. 8 saluran ADC dapat digunakan secara bergantian e. Jangkauan tegangan input ADC bernilai dari 0 hingga VCC f. Disediakan 2,56V tegangan referensi internal ADC g. Mode konversi kontinyu atau mode konversi tunggal h. Interupsi ADC complete i. Sleep Mode Noise canceler Proses inisialisasi ADC meliputi proses penetuan clock, tegangan referensi, formal data keluaran dan modus pembacaan. Register-register yang perlu diatur adalah sebagai berikut: ADC Control and Status Register A ADCSRA Gambar 2.6 ADC Control and Status Register A ADCSRA 6 Keterangan : ADEN : 1 = adc enable, 0 = adc disable ADCS : 1 = mulai konversi, 0 = konversi belum terjadi ADATE : 1 = auto trigger diaktifkan, trigger berasal dari sinyal yang dipilih
11 16 (set pada trigger SFIOR bit ADTS). ADC akan start konversi pada edge positif sinyal trigger. ADIF : diset ke 1, jika konversi ADC selesai dan data register ter-update.namun ADC Conversion Complete Interrupt dieksekusi jika bit ADIE dan bit-i dalam register SREG diset. ADIE : diset 1, jika bit-i dalam register SREG di-set. ADPS[0..2] : Bit pengatur clock ADC, faktor pembagi 0 7 = 2, 4, 8, 16, 32,64, 128. Tabel 2.2 Konfigurasi Clock ADC 2 ADPS2 ADPS1 ADPS0 Division Vactor ADC Multiplexer-ADMUX Gambar 2.7 ADC Multiplexer 7 REFS 0, 1 : Pemilihan tegangan referensi ADC 00 : Vref = Aref 01 : vref = AVCC dengan eksternal capasitor pada AREF
12 17 10 : vref = internal 2.56 volt d 4 engan eksternal kapasitor pada AREF ADLAR : Untuk setting format data hasil konversi ADC, default = 0 Special Function IO Register-SFIOR SFIOR merupakan register 8 bit pengatur sumber picu konversi ADC, apakah dari picu eksternal atau dari picu internal, ADTS[0...2] : Pemilihan trigger (pengatur picu) untuk konversi ADC, bit-bit ini akan berfungsi jika bit ADATE pada register ADCSRA bernilai 1. Konfigurasi bit ADTS[0...2] dapat dilihat pada Tabel Tabel 2.3 Pemilihan sumber picu ADC 3 ADTS2 ADTS1 ADTS0 Trigger Source Free Running Mode Analog Comparator External Interrupt Request Timer/Counter0 Compare Match Timer/Counter 0 Overflow Timer/Counter Compare Match B Timer/Counter1 Ovrerflow Timer/Counter1 Capture Event ADHSM : 1. ADC high speed mode enabled. Untuk operasi ADC, bit ACME, PUD, PSR2 dan PSR10 tidak diaktifkan Pemrograman Bahasa C Bahasa C adalah sekumpulan kode yang ditaruh dalam sebuah blok dan dibuat untuk menjalankan tugas khusus. Salah satu tujuan dari pengguanaan fungsi dalam pemrograman seperti pada Bahasa C adalah untuk membuat 4 Andrianto,Heri.2008.Pemrograman Mikrokontroler AVR Atmega16: Mikrokontroler. Informatika
13 18 program lebih terstruktur dan efisien sehingga program tersebut mudah dipahami atau dibaca alur programnya. Berikut ini penjelasan aturan penulisan program dalam bahasa C. Untuk seterusnya, pemrograman mikrokontroler AVR menggunakan bahasa C dengan penjelasan sebagai berikut: Penulisan program dalam bahasa C #include<mega16.h> #include <delay.h> #define IRsensor PINA.0 #define pompa PORTB.0 //variable global unsigned int I,j; void main(void) { //variable local Chart data_rx; DDRA=0x00; PORTA=0xFF; DDRB=0xFF; PORTB=0x00;.. While(1) {.. }; } Penjelasan:
14 19 Preprocessor (#) : digunakan untuk memasukan (include) text dan file lain, mendefinisikan macro yang dapat mengurangi beban kerja pemrograman dan meningkatkan legibility source code (mudah dibaca). #define : digunakan untuk mendefinisikan macro Contoh #define ALFA 0xff #define SUM(a,b) a+b #define sensor PINA.2 #define pompa PORTB.0 Komentar : penulisan komentar untuk beberapa baris komentar sekaligus /*.komentar.*/ Penulisan untuk satu baris saja //.komentar Identifiers Identifier adalah nama yang diberikan pada variable, fungsi, label, atau objek lain. Identifier dapat mengandung huruf (A Z, a z) danangka (0 9) dan karakter ( _ ). Identifiers bersifat Case sensitive. Indetifier dapat mencapai maksimal 32 karakter Konstanta Konstanta integer dan long integer ditulis dalam bentuk decimal (1234), dalam bentuk biner (0b101001), hexadecimal mempunyai awalan 0x (0xff), atau Dalam octal dengan awalan 0 (0777). Unsigned integer mempunyai akhiran U(10000U) Long integer mempunyai akhiran L(99L) Unsigned long integer mempunyai akhiran UL(99UL) Floating point mempunyai akhiran F(1.234F) Konstanta karakter harus di lingkungi oleh tanda kutip ( a )
15 Tipe Data Tabel 2.4. Tipe data 4 Tipe Ukuran (bit) Rentang (Range) Bit 1 0, 1 (tipe data bit hanya dapat digunakan untuk variable global) Char to 127 Unsigned char 8 0 to 255 signed char to 127 Int to Short int to Unsigned int 16 0 to Signed int to Long int to Unsigned long int 32 0 to Signed long int to Float 32 ±1.175e-38 to ±3.402e38 Double 32 ±1.175e-38 to ±3.402e Operator Tabel 2.5. Daftar Operator Kondisi 5 Operator Kondisi Keterangan < Lebih kecil <= Lebih kecil atau sama dengan > Lebih besar >= Lebih besar sama dengan = = Sama dengan! = Tidak sama dengan 5 Ibid., 26
16 21 Tabel 2.6. Daftar Operator Aritmatika 6 Operator Aritmatika Keterangan + Penjumlahan - Pengurangan * Perkalian / Pembagian Tabel 2.7. Daftar Operator Logika 7 Operator Logika Keterangan! Boolean NOT && Boolean AND Boolean OR Tabel 2.8. Daftar Operator Bitwise 8 Operatot Bitwise Keterangan ~ Komplemen Bitwise & Bitwise AND Bitwise OR ^ Bitwise Exclusive OR >> Right Shift << Left Shift 6 Loc.Cit. 7 Loc.Cit. 8 Loc.Cit.
17 22 Tabel 2.9. Daftar Operator Assignment 9 Operator Assignment Keterangan = Untuk memasukkan nilai += Untuk menambah nilai dari keaadan semula -= Untuk mengurangi nilai dari keadaan semula *= Untuk mengalikan nilai dari keadaan semula /= Untuk melakukan pembagian terhadap bilangan semula %= Untuk memasukkan nilai sisa bagi dari pembagin bilangan semula <<= Untuk memasukkan shift left >>= Untuk memasukkan shift Right &= Untuk memasukkan nilai bitwise AND ^= Untuk memasukkan nilai bitwise XOR \= Untuk memasukkan nilai bitwise OR Program Control a. Percabangan Perintah if dan if else Perintah if dan if else digunakan untuk melakukan operasi percabangan bersyarat. Fungsi-fungsi untuk menetapkan kondisi dapat dilihat dalam tabel. Sintaks penulisan if dapat ditulis sebagai berikut: if(<expression>)<statement>; Sintak perintah if else dapat ditulis sebagai berikut: if(<expression>)<statement>; else<statement2>; jika hasil testing expression memberikan hasil tidak nol statement1 akan dilaksanakan. Pada keadaan sebaliknya statement2 yang akan dilaksanakan. 9 Ibid., 27
18 23 Sebaiknya pemanfaatan perinta if untuk beberapa kondisi dilakukan dengan menggunakan blok-blok Percabangan switch Perintah percabangan if else dapat digantikan dengan perintah switch. Dalam pernyataan switch, sebuah variable secara berurutan diuji oleh beberapa konstanta bilangan bulat atau konstanta karakter. Sintaks perintah switch dapat ditulis sebagai berikut: Switch(variable) { Case konstanta_1: statement; Break; Case konstanta_2: statement; Break; Case konstanta_n: statement; Break; Default: statement; } Hal-hal yang perlu diperhatikan: 1. Switch hanya dapat memeriksa variable terhadap sebuah konstanta, sedangkan if dapat memeriksa persyaratan perbandingan (lebih besar, lebih kecil, dan seterusnya). 2. Tidak ada dua konstanta yang sama di dalam sebuah switch. 3. Perintah switch jika dimanfaatkan dengan tepat dapat memberikan hasil yang lebih baik daipada perintah if else yang membentuk tangga dan/atau bersarang. b. Looping (Pengulangan) Looping adalah pengulangan satu atau beberapa perintah sampai mencapai keadaan tertentu. Ada tiga perintah looping, yaitu: for, while, dan do while. Sintaks loop for dapat dituliskan sebagai berikut:
19 24 for untuk pengulangan yang melakukan proses increment for(nama_variable= nilai_awal;syarat_loop;nama_variable + +) { Statement_yang_diulang; } //untuk pengulangan yang melakukan proses decrement for(nama_variable=nilai_awal;syarat_loop;nama_variable - -) { Statement_yang_diulang; } Syarat_loop adalah pernyataan rasional yang menyatakan syarat berhentinya pengulangan, biasanya berkaitan dengan variable control, nama_variable++ dan nama_variable--, menyatakan proses increment dan proses decrement pada variable kontrol. While Perintah while dapat melakukan looping apabila persyaratannya benar. Sintaks perintah while dapat dituliskan sebagai berikut: Nama_variable = nilai_awal; while(syarat_loop) { Statement_yang_akan_diulang; Nama_variable++; } do while Perintah while terlebih dahulu melakukan pengujian persyaratan sebelum melakukan looping. Kadang-kadang hal ini menimbulkan keropotankerepotan yang tidak perlu, misalnya inisialisasi variable control. Salah satu solusi adalah dengan menggunakan loop do while. Nama_variable = nilai_awal; do
20 25 { statement_yang _akan_diulang; nama_variable + +; } while(syarat_loop) Array Array adalah deretan variable yang berjenis sama dan mempunyai nama yang sama. Setiap anggota deretan (elemen) diberi nomor yang disebut indeks, dimulai dari indeks nol. Array diatur agar mempunyai lokasi memori yang bersebelahan dengan alamat terkecil menujuk elemen array pertama dan alamat terbesar menunjukkan elemen terakhir. Elemen array dapat diakses dengan menggunakan indeksnya. Bentuk deklarasi array adalah: Tipe nama_array[ukuran] Int nilai[100]; Nilai[1]=10; Niali[2]=3; 2.5. Alarm/Buzer Buzzer adalah suatu alat yang dapat mengubah sinyal listrik menjadi sinyal suara. Pada umumnya buzzer digunakan untuk alarm, karena penggunaannya cukup mudah yaitu dengan memberikan tegangan input maka buzzer akan mengeluarkan bunyi. Frekuensi suara yang di keluarkan oleh buzzer yaitu antara 1-5 KHz. 10 Kurt Goszyk, Buzzer, : diakses april 2017
21 26 Gambar 2.8 Buzzer Transistor NPN 2N3904 Transistor NPN adalah transistor positif dimana transistor dapat bekerja mengalirkan arus listrik apabila basis dialiri tegangan positif. Transistor NPN 2N2222 adalah komponen elektronika yang terbuat dari bahan semikonduktor dan mempunyai tiga elektroda (triode) yaitu dasar (basis), pengumpul (kolektor) dan pemancar (emitor). Dengan ketiga elektroda (terminal) tersebut, tegangan atau arus yang dipasang di satu terminalnya mengatur arus yang lebih besar yang melalui 2 terminal lainnya. Transistor ini berfungsi sebagai sirkuit pemutus dan penyambung (switching). Transistor sebagai saklar elektronik, yaitu dengan mengatur bias dari sebuah transistor sampai transistor jenuh (saturasi) maka didapat hubungan singkat antar kaki kolektor dan emitor, dengan memanfaatkan kejadian ini maka transistor bisa digunakan sebagai saklar. Pada rangkaian elektronik, sinyal masukannya berlogika 1 atau 0 ini selalu dipakai pada basis transistor, yang mana kolektor dan emitor sebagai penghubung untuk pemutus (short) atau sebagai pembuka rangkaian. Cara kerja transistor NPN ini yaitu saat basis transistor NPN mendapat logika 1 maka kolektor dan emitor akan terhubung singkat, sehingga transistor NPN saturasi. Saat basis transistor NPN mendapat logika 0, maka transistor NPN akan cut off. Fungsi transistor sangatlah besar dan mempunyai peranan penting untuk memperoleh kinerja yang baik bagi sebuah rangkaian elektronika. Dalam dunia elektronika, fungsi transistor ini adalah sebagai berikut: Sebagai sebuah penguat (amplifier). Sirkuit pemutus dan penyambung (switching). Stabilisasi tegangan (stabilisator).
22 27 Sebagai perata arus. Menahan sebagian arus. Menguatkan aru 11 s. Membangkitkan frekuensi rendah maupun tinggi. Modulasi sinyal dan berbagai fungsi lainnya. Gambar 2.9 Tansistor NPN 2N LED (Light Emiting Diode) Light Emitting Diode atau sering disingkat dengan LED adalah komponen elektronika yang dapat memancarkan cahaya monokromatik ketika diberikan tegangan maju. LED merupakan keluarga Dioda yang terbuat dari bahan semikonduktor. Warna-warna Cahaya yang dipancarkan oleh LED tergantung pada jenis bahan semikonduktor yang dipergunakannya. LED juga dapat memancarkan sinar inframerah yang tidak tampak oleh mata seperti yang sering kita jumpai pada Remote Control TV ataupun Remote Control perangkat elektronik lainnya. Cara Kerja LED (Light Emitting Diode) pun hampir sama dengan Dioda yang memiliki dua kutub yaitu kutub Positif (P) dan Kutub Negatif (N). LED hanya akan memancarkan cahaya apabila dialiri tegangan maju (bias forward) dari Anoda menuju ke Katoda. Untuk mengetahui polaritas terminal Anoda (+) dan 11 Sumber = : diakses april 2017 Arifianto,Deni.2011.Kumpulan Rangkaian Elektronika Sederhana: Elektro. Sumber gambar transistor : dasarelektronika.com/pengertian-dan-fungsi-transistor
23 28 Katoda (-) pada LED. Kita dapat melihatnya secara fisik berdasarkan gambar diatas. Ciri-ciri Terminal Anoda pada LED adalah kaki yang lebih panjang dan juga Lead Frame yang lebih kecil. Sedangkan ciri-ciri Terminal Katoda adalah Kaki yang lebih pendek dengan Lead Frame yang besar serta terletak di sisi yang Flat. 12 Gambar 2.10 Polaritas pada LED 10 Gambar 2.11 Bentuk dan symbol LED Sumber = : diakses april 2017 Arifianto,Deni.2011.Kumpulan Rangkaian Elektronika Sederhana: Elektro.
24 LCD (liquid crystal display) LCD (liquid crystal display) adalah suatu alat penampil dari bahan cairan kristal yang pengoperasiannya menggunakan sistem dot matriks. Fungsi LCD pada rancangan ini digunakan untuk menampilkan hasil dari proses perhitungan mikrokontroler. Pada perancangan ini, LCD yang digunakan adalah LCD 16x2 yang memiliki backlamp. LCD tersebut dihubungkan dengan Port C pada mikrokontroler ATMEGA16. Kontroler dan penggerak LCD dapat menampilkan karakter alfanumerik, karakter Jepang (katakana), dan beberapa simbol. Kontroler ini mengandung ROM pembentuk karakter (character generator ROM) berukuran 9920 bit yang menghasilkan 240 karakter yang terdiri atas 208 karakter dengan resolusi 5x8 titik (dot, pixel) dan 32 karakter dengan resolusi 5x10 titik. Kontroler ini juga mengandung RAM pembentuk karakter yang dapat menyimpan 64 karakter 8 bit. 13 Gambar 2.12 LCD 2x16 12 Modul LCD pada umumnya terdiri dari 14 pin, tetapi LCD yang memiliki backlight mempunyai 16 pin, yaitu 2 pin tambahan untuk menyalakan LED backlight. Berikut table fungsi pin LCD 16x2. 13 Sumber = elektronika-dasar.web.id/lcd-liquid-cristal-display/ : diakes april 2017 Sumber gambar = elektronika-dasar.web.id/lcd-liquid-cristal-display
25 30 Tabel 2.10 Fungsi Pin LCD Karakter 16x2 10 PIN Nama Fungsi 1 VSS Ground Voltage 2 VCC +5V 3 VEE Contrast Voltage 4 RS Register Select: 0 = Send Instruction 1 = Send Data 5 R/W Read/Write, to choose write or read mode : 0 = Write Mode 1 = Read Mode 6 EN Enable Signal : 0 = start to lacht data to LCD character 1 = disable 7 DB0 Data bit ke-0 H/L (LSB) 8 DB1 Data bit ke-1 H/L 9 DB2 Data bit ke-2 H/L 10 DB3 Data bit ke-3 H/L 11 DB4 Data bit ke-4 H/L 12 DB5 Data bit ke-5 H/L 13 DB6 Data bit ke-6 H/L 14 DB7 Data bit ke-7 H/L (MSB) 15 ANODE Backlight (+) 16 KATODE Backlight (-) Cara mengirimkan instruksi untuk dieksekusi oleh controller LCD: 1. Set supaya pin RS = 0, R/W = 0, E = Kemudian kirim data berupa instruksi untuk dieksekusi controller pada LCD melalui DB0 - DB7 (pin 22 pin 29). 3. Set supaya pin E = 0, kemudian berikan delay sesaat, dan set kembali pin E = 1.
26 31 Cara mengirimkan karakter atau data untuk dicetak pada layar LCD: 1. Set supaya pin RS = 1, R/W = 0, E = Kemudian kirimkan data berupa ASCII dari karakter yang ingin ditampilkan pada layar LCD melalui jalur DB0 DB7 (pin22 - pin 29). 3. Set supaya pin E = 0, kemudian berikan delay sesaat, dan set kembali pin E = 1.
MODUL 8 Analog Digital Converter (ADC)
MODUL 8 Analog Digital Converter (ADC) AVR ATMega16 merupakan tipe AVR yang telah dilengkapi dengan 8 saluran ADC internal dengan resolusi 10 bit. Dalam mode operasinya, ADC dapatdi konfigurasi, baik single
BAB III TEORI PENUNJANG. Microcontroller adalah sebuah sistem fungsional dalam sebuah chip. Di
BAB III TEORI PENUNJANG 3.1. Microcontroller ATmega8 Microcontroller adalah sebuah sistem fungsional dalam sebuah chip. Di dalamnya terkandung sebuah inti proccesor, memori (sejumlah kecil RAM, memori
REFS0-1 (Reference Selection Bits) REFS0-1 adalah bit-bit pengatur mode tegangan referensi ADC.
JOBSHEET VI MENGGUNAKAN ANALOG TO DIGITAL CONVERTER (ADC) DALAM MIKROKONTROLLER ATMEGA8535 1 TUJUAN Mengetahui dan memahami cara menggunakan ADC yang ada di dalam mikrokontroler. Mengetahui dan memahami
BAB III PERANCANGAN SISTEM
BAB III PERANCANGAN SISTEM Pada bab ini akan dijelaskan mengenai perancangan dari perangkat keras, serta perangkat lunak dari alat akuisisi data termokopel 8 kanal. 3.1. Gambaran Sistem Alat yang direalisasikan
Mikrokontroler AVR. Hendawan Soebhakti 2009
Mikrokontroler AVR Hendawan Soebhakti 2009 Tujuan Mampu menjelaskan arsitektur mikrokontroler ATMega 8535 Mampu membuat rangkaian minimum sistem ATMega 8535 Mampu membuat rangkaian downloader ATMega 8535
DAFTAR ISI. Daftar Pustaka P a g e
DAFTAR ISI Halaman I. DASAR TEORI Mikrokontroler ATmega16 1. Pengertian Mikrokontroler... 2 2. Arsitektur ATmega16... 2 3. Konfigurasi Pena (PIN) ATmega16... 4 4. Deskripsi PIN Mikrokontroler ATmega16...
BAB III PERENCANAAN DAN REALISASI
BAB III PERENCANAAN DAN REALISASI 3.1 PERANCANGAN UMUM SISTEM Metode untuk pelaksanaan Program dimulai dengan mempelajari system pengukuran tangki air yang akan digunakan. Dari sini dikembangkan apa saja
BAB 2 LANDASAN TEORI. Mikrokontroler AVR (Alf and Vegard s RISC Processor) dari Atmel ini
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Mikrokontroller ATMega 8535 Mikrokontroler AVR (Alf and Vegard s RISC Processor) dari Atmel ini menggunakan arsitektur RISC (Reduced Instruction Set Computing) yang artinya proses
MICROCONTROLER AVR AT MEGA 8535
MICROCONTROLER AVR AT MEGA 8535 Dwisnanto Putro, S.T., M.Eng. MIKROKONTROLER AVR Jenis Mikrokontroler AVR dan spesifikasinya Flash adalah suatu jenis Read Only Memory yang biasanya diisi dengan program
BAB III PERANCANGAN SISTEM
BAB III PERANCANGAN SISTEM Pada bab ini akan dibahas mengenai perancangan dan realisasi dari perangkat keras maupun perangkat lunak dari setiap modul yang dipakai pada skripsi ini. 3.1. Perancangan dan
BAB II KONSEP DASAR SISTEM MONITORING TEKANAN BAN
BAB II KONSEP DASAR SISTEM MONITORING TEKANAN BAN Konsep dasar sistem monitoring tekanan ban pada sepeda motor secara nirkabel ini terdiri dari modul sensor yang terpasang pada tutup pentil ban sepeda
Sistem Minimum Mikrokontroler. TTH2D3 Mikroprosesor
Sistem Minimum Mikrokontroler TTH2D3 Mikroprosesor MIKROKONTROLER AVR Mikrokontroler AVR merupakan salah satu jenis arsitektur mikrokontroler yang menjadi andalan Atmel. Arsitektur ini dirancang memiliki
MICROCONTROLER AVR AT MEGA 8535
MICROCONTROLER AVR AT MEGA 8535 Dwisnanto Putro, S.T., M.Eng. MIKROKONTROLER AVR Mikrokontroler AVR merupakan salah satu jenis arsitektur mikrokontroler yang menjadi andalan Atmel. Arsitektur ini dirancang
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI 2.1. Sistem Minimum AVR USB Sistem minimum ATMega 8535 yang didesain sesederhana mungkin yang memudahkan dalam belajar mikrokontroller AVR tipe 8535, dilengkapi internal downloader
BAB II DASAR TEORI Bentuk Fisik Sensor Gas LPG TGS 2610 Bentuk fisik sensor TGS 2610 terlihat pada gambar berikut :
BAB II DASAR TEORI 2.1 SENSOR TGS 2610 2.1.1 Gambaran Umum Sensor gas LPG TGS 2610 adalah sebuah sensor gas yang dapat mendeteksi adanya konsentrasi gas LPG di sekitar sensor tersebut. Sensor gas LPG TGS
II. TINJAUAN PUSTAKA. Transduser adalah suatu piranti (alat) yang dapat mengubah satu bentuk energi ke
5 II. TINJAUAN PUSTAKA A. Transduser Ketinggian Air Transduser adalah suatu piranti (alat) yang dapat mengubah satu bentuk energi ke bentuk energi lain. Prinsip kerja dari tranduser ultrasonik yaitu mengirimkan
BAB II LANDASAN TEORI
16 BAB II LANDASAN TEORI 2.1. Sensor Optocoupler Optocoupler adalah suatu piranti yang terdiri dari 2 bagian yaitu transmitter dan receiver, yaitu antara bagian cahaya dengan bagian deteksi sumber cahaya
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Gambar 2.1. Simbol LED [8]
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Light Emiting Dioda Light Emiting Diode (LED) adalah komponen yang dapat memancarkan cahaya. Sstruktur LED sama dengan dioda. Untuk mendapatkan pancaran cahaya pada semikonduktor,
Sistem Mikrokontroler FE UDINUS
Minggu ke 2 8 Maret 2013 Sistem Mikrokontroler FE UDINUS 2 Jenis jenis mikrokontroler Jenis-jenis Mikrokontroller Secara teknis, hanya ada 2 macam mikrokontroller. Pembagian ini didasarkan pada kompleksitas
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 1.1 Penelitian Terdahulu Sebagai bahan pertimbangan dalam penelitian ini akan dicantumkan beberapa hasil penelitian terdahulu : Penelitian yang dilakukan oleh Universitas Islam
BAB II ANALISIS DAN PERANCANGAN. Arduino adalah pengendali mikro single-board yang bersifat opensource,
BAB II ANALISIS DAN PERANCANGAN 2.1 Arduino Uno R3 Arduino adalah pengendali mikro single-board yang bersifat opensource, diturunkan dari Wiring platform, dirancang untuk memudahkan penggunaan elektronik
BAB III PERANCANGAN DAN PEMBUATAN ALAT
BAB III PERANCANGAN DAN PEMBUATAN ALAT 3.1 Uraian Umum Dalam perancangan alat akses pintu keluar masuk menggunakan pin berbasis mikrokontroler AT89S52 ini, penulis mempunyai pemikiran untuk membantu mengatasi
Gambar 2.1 Mikrokontroler ATMega 8535 (sumber :Mikrokontroler Belajar AVR Mulai dari Nol)
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Mikrokontroler Mikrokontroler merupakan keseluruhan sistem komputer yang dikemas menjadi sebuah chip di mana di dalamnya sudah terdapat Mikroprosesor, I/O Pendukung, Memori
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. [10]. Dengan pengujian hanya terbatas pada remaja dan didapatkan hasil rata-rata
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Penelitian Terdahulu Sebelumnya pernah dilakukan penelitian terkait dengan alat uji kekuatan gigit oleh Noviyani Agus dari Poltekkes Surabaya pada tahun 2006 dengan judul penelitian
BAB III RANCANG BANGUN SISTEM KARAKTERISASI LED. Rancangan sistem karakterisasi LED diperlihatkan pada blok diagram Gambar
BAB III RANCANG BANGUN SISTEM KARAKTERISASI LED 3.1. Rancang Bangun Perangkat Keras Rancangan sistem karakterisasi LED diperlihatkan pada blok diagram Gambar 3.1. Sistem ini terdiri dari komputer, antarmuka
BAB II DASAR TEORI. Arduino adalah pengendali mikro single-board yang bersifat opensource,
BAB II DASAR TEORI 2.1 ARDUINO Arduino adalah pengendali mikro single-board yang bersifat opensource, diturunkan dari Wiring platform, dirancang untuk memudahkan penggunaan elektronik dalam berbagai bidang.
BAB II DASAR TEORI 2.1. Mikrokontroler AVR ATmega32
BAB II DASAR TEORI Pada bab ini akan menerangkan beberapa teori dasar yang mendukung terciptanya skripsi ini. Teori-teori tersebut antara lain mikrokontroler AVR ATmega32, RTC (Real Time Clock) DS1307,
Blok sistem mikrokontroler MCS-51 adalah sebagai berikut.
Arsitektur mikrokontroler MCS-51 diotaki oleh CPU 8 bit yang terhubung melalui satu jalur bus dengan memori penyimpanan berupa RAM dan ROM serta jalur I/O berupa port bit I/O dan port serial. Selain itu
II. TINJAUAN PUSTAKA. Mikrokontroler ATmega8535 merupakan salah satu jenis mikrokontroler keluarga AVR
II. TINJAUAN PUSTAKA A. Mikrokontroler ATmega8535 Mikrokontroler ATmega8535 merupakan salah satu jenis mikrokontroler keluarga AVR (Alf and Vegard s Risc Processor) yang diproduksi oleh Atmel Corporation.
BAB III PERANCANGAN DAN REALISASI ALAT
BAB III PERANCANGAN DAN REALISASI ALAT Pada bab ini akan dibahas mengenai perancangan sistem dan realisasi perangkat keras dan perangkat lunak dari setiap modul yang mendukung alat secara keseluruhan.
BAB II KONSEP DASAR PERANCANGAN
BAB II KONSEP DASAR PERANCANGAN Pada bab ini akan dijelaskan konsep dasar sistem keamanan rumah nirkabel berbasis mikrokontroler menggunakan modul Xbee Pro. Konsep dasar sistem ini terdiri dari gambaran
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Dasar Breastpump ASI (Air Susu Ibu) adalah makanan bayi yang paling penting terutama pada bulan-bulan pertama kehidupan. ASI merupakan sumber gizi yang sangat ideal dengan komposisi
MIKROKONTROLER Arsitektur Mikrokontroler AT89S51
MIKROKONTROLER Arsitektur Mikrokontroler AT89S51 Ringkasan Pendahuluan Mikrokontroler Mikrokontroler = µp + Memori (RAM & ROM) + I/O Port + Programmable IC Mikrokontroler digunakan sebagai komponen pengendali
BAB II DASAR TEORI Arduino Mega 2560
BAB II DASAR TEORI Pada bab ini akan dijelaskan teori-teori penunjang yang diperlukan dalam merancang dan merealisasikan skripsi ini. Bab ini dimulai dari pengenalan singkat dari komponen elektronik utama
I. Pendahuluan. II. Tujuan. III. Gambaran Disain. MODUL 6 Meter Cahaya Digital
MODUL 6 Meter Cahaya Digital I. Pendahuluan Pada praktikum ini, anda akan mencoba memanfaatkan fasilitas masukan analog pada mikrokontroler AVR ATmega8535. ATmega8535 mempunyai ADC (Analog to Digital Converter)
BAB III METODE PENELITIAN. Pada pengerjaan tugas akhir ini metode penelitian yang dilakukan yaitu. dengan penelitian yang dilakukan.
BAB III METODE PENELITIAN 3.1. METODE PENELITIAN Pada pengerjaan tugas akhir ini metode penelitian yang dilakukan yaitu sebagai berikut : Studi literatur, yaitu dengan mempelajari beberapa referensi yang
BAB II DASAR TEORI. Gambar 2.1 Sensor MLX 90614[5]
BAB II DASAR TEORI Dalam bab ini dibahas beberapa teori pendukung yang digunakan sebagai acuan dalam merealisasikan skripsi yang dibuat. Teori-teori yang digunakan dalam pembuatan skripsi ini adalah sensor
BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN
BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN III.1. Analisis Permasalahan Dalam Perancangan dan Implementasi Penyaji Minuman Otomatis Berbasis Mikrokontroler ini, terdapat beberapa masalah yang harus dipecahkan. Permasalahan-permasalahan
BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISA DATA
BAB IV PENGUJIAN AN ANALISA ATA Pada bab ini akan dibahas tentang pengujian dan pengoperasian Sistem Pendeteksi Kebocoran Gas pada Rumah Berbasis Layanan Pesan Singkat yang telah selesai dirancang. Pengujian
BAB III PERANCANGAN SISTEM. sebuah alat pemroses data yang sama, ruang kerja yang sama sehingga
BAB III PERANCANGAN SISTEM 3.1. Blok Diagram Sistem Untuk dapat membandingkan LM35DZ dengan DS18B20 digunakan sebuah alat pemroses data yang sama, ruang kerja yang sama sehingga perbandinganya dapat lebih
BAB II. PENJELASAN MENGENAI System-on-a-Chip (SoC) C8051F Pengenalan Mikrokontroler
BAB II PENJELASAN MENGENAI System-on-a-Chip (SoC) C8051F005 2.1 Pengenalan Mikrokontroler Mikroprosesor adalah sebuah proses komputer pada sebuah IC (Intergrated Circuit) yang di dalamnya terdapat aritmatika,
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Atmel AVR adalah jenis mikrokontroler yang paling sering dipakai dalam
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Mikrokontroler ATMega 8535 Atmel AVR adalah jenis mikrokontroler yang paling sering dipakai dalam bidang elektronika dan instrumentasi. Mikrokontroler AVR ini memiliki arsitektur
BAB III PERANCANGAN DAN PEMBUATAN ALAT
BAB III PEANCANGAN DAN PEMBUATAN ALAT 3.1. Pendahuluan Dalam Bab ini akan dibahas pembuatan seluruh sistem perangkat yang ada pada Perancangan Dan Pembuatan Alat Aplikasi pengendalian motor DC menggunakan
II. TINJAUAN PUSTAKA. menjadi sumber tegangan arus searah yang bersifat variable. Pengubah daya DC-
II. TINJAUAN PUSTAKA A. Pengenalan DC Chopper Chopper adalah suatu alat yang mengubah sumber tegangan arus searah tetap menjadi sumber tegangan arus searah yang bersifat variable. Pengubah daya DC- DC
BAB II LANDASAN TEORI. ATMega 8535 adalah mikrokontroller kelas AVR (Alf and Vegard s Risc
BAB II LANDASAN TEORI 2.1. Mikrokontroller ATMega 8535 ATMega 8535 adalah mikrokontroller kelas AVR (Alf and Vegard s Risc Processor) keluarga ATMega. Mikrokontroller AVR memiliki arsitektur 8 bit, dimana
PINTU OTOMATIS DENGANBARCODE SCANNER BERBASIS MIKROKONTROLER ATMEGA 16
PINTU OTOMATIS DENGANBARCODE SCANNER BERBASIS MIKROKONTROLER ATMEGA 16 Program Studi Teknik Informatika Sekolah Tinggi Manajemen Informatika Dan Komputer Atma Luhur Pangkalpinang 2015 ABSTRAK Tujuan pembuatan
BAB III PERENCANAAN DAN REALISASI
BAB III PERENCANAAN DAN REALISASI 3.1 Perancangan Blok Diaram Metode untuk pelaksanaan Program dimulai dengan mempelajari sistem pendeteksi kebocoran gas pada rumah yang akan digunakan. Dari sini dikembangkan
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Teori Dasar Mikrokontroller ATMega8535 Perkembangan teknologi telah maju dengan pesat dalam perkembangan dunia elektronika, khususnya dunia mikroelektronika. Penemuan silicon
BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN
BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN III.1. Analisis Permasalahan Dalam Perancangan dan Implementasi Pemotong Rumput Lapangan Sepakbola Otomatis dengan Sensor Garis dan Dinding ini, terdapat beberapa masalah
BAB III DESKRIPSI MASALAH
BAB III DESKRIPSI MASALAH 3.1 Perancangan Hardware Perancangan hardware ini meliputi keseluruhan perancangan, artinya dari masukan sampai keluaran dengan menghasilkan energi panas. Dibawah ini adalah diagram
BAB II DASAR TEORI. 2.1 Ethanol
BAB II DASAR TEORI 2.1 Ethanol Ethanol yang kita kenal dengan sebutan alkohol adalah hasil fermentasi dari tetes tebu. Dari proses fermentasi akan menghasilkan ethanol dengan kadar 11 12 %. Dan untuk menghasilkan
III. METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian dan perancangan tugas akhir ini telah dimulai sejak bulan Juli 2009
III. METODOLOGI PENELITIAN A. Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian dan perancangan tugas akhir ini telah dimulai sejak bulan Juli 2009 dilakukan di Laboratorium Konversi Energi Elektrik dan Laboratorium
BAB 3 PERANCANGAN ALAT. Sensor Utrasonik. Relay. Relay
BAB 3 PERANCANGAN ALAT 3.1 Diagram Blok Berikut ini adalah diagram blok sistem rancang bangun alat pengontrol volume air dan aerator pada kolam budidaya udang menggunakan mikrokontroler. Sensor Utrasonik
MIKROKONTROLER Yoyo Somantri dan Egi Jul Kurnia
MIKROKONTROLER Yoyo Somantri dan Egi Jul Kurnia Mikrokontroler Mikrokontroler adalah sistem komputer yang dikemas dalam sebuah IC. IC tersebut mengandung semua komponen pembentuk komputer seperti CPU,
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Teknologi adalah suatu sistim yang di ciptakan dan dikembangkan untuk membantu atau mempermudah pekerjaan secara langsung atau pun secara tidak langsung baik kantor,
MIKROKONTROLER AT89S52
MIKROKONTROLER AT89S52 Mikrokontroler adalah mikroprosessor yang dirancang khusus untuk aplikasi kontrol, dan dilengkapi dengan ROM, RAM dan fasilitas I/O pada satu chip. AT89S52 adalah salah satu anggota
BAB II DASAR TEORI. mikrokontroler yang berbasis chip ATmega328P. Arduino Uno. memiliki 14 digital pin input / output (atau biasa ditulis I/O,
BAB II DASAR TEORI 2.1 Arduino Uno R3 Arduino Uno R3 adalah papan pengembangan mikrokontroler yang berbasis chip ATmega328P. Arduino Uno memiliki 14 digital pin input / output (atau biasa ditulis I/O,
BAB III PERANCANGAN SISTEM
BAB III PERANCANGAN SISTEM Bab ini akan membahas tentang perancangan sistem deteksi keberhasilan software QuickMark untuk mendeteksi QRCode pada objek yang bergerak di conveyor. Garis besar pengukuran
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI 2.1. Karbon Monoksida (CO) Karbon monoksida merupakan gas yang tidak berwarna, tidak berbau, tidak berasa, tidak mudah larut dalam air, tidak menyebabkan iritasi, beracun dan berbahaya
DT-51 Application Note
DT-51 Application Note AN73 Pengukur Jarak dengan Gelombang Ultrasonik Oleh: Tim IE Aplikasi ini membahas perencanaan dan pembuatan alat untuk mengukur jarak sebuah benda solid dengan cukup presisi dan
BAB III ANALISA MASALAH DAN PERANCANGAN
BAB III ANALISA MASALAH DAN PERANCANGAN III.1. Analisa Sub bab ini berisikan tentang analisa sistem yang akan dibangun. Sub bab ini membahas teknik pemecahan masalah yang menguraikan sebuah sistem menjadi
BAB III PERENCANAAN SISTEM DAN PEMBUATAN ALAT
BAB III PERENCANAAN SISTEM DAN PEMBUATAN ALAT 3.1 Pendahuluan Dalam bab ini akan dibahas pembuatan seluruh sistem perangkat dari Sistem Interlock pada Akses Keluar Masuk Pintu Otomatis dengan Identifikasi
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Sensor 2.1.1 Pengertian Umum Sensor Sebenarnya sensor secara umum didefinisikan sebagai alat yang mampu menangkap fenomena fisika atau kimia kemudian mengubahnya menjadi sinyal
BAB II KONSEP DASAR SISTEM PENGONTROL PARTITUR OTOMATIS
BAB II KONSEP DASAR SISTEM PENGONTROL PARTITUR OTOMATIS Pada BAB II ini akan dibahas gambaran cara kerja sistem dari alat yang dibuat serta komponen-komponen yang digunakan untuk pembentuk sistem. Pada
BAB III PERANCANGAN PERANGKAT
BAB III PERANCANGAN PERANGKAT 3.1 Proses Kerja Sistem Pada tahap perancangan, akan dirancang sebuah sistem berbasis mikrokontroler yang digunakan untuk menghitung jumlah orang yang masuk dan keluar suatu
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI 2.1. Light-emitting Diode (LED) LED adalah semikonduktor kompleks yang mengubah arus listrik menjadi cahaya. Proses konversi tersebut cukup efisien sehingga LED tersebut dapat menghasilkan
Bab II Dasar Teori (2.1)
Bab II Dasar Teori 2.1. Gelombang ulrasonik Untuk dapat mengamati perubahan yang terjadi pada udara, dapat dilakukan dengan mengamati kejadian fisis akibat suatu pengkondisian tertentu yang memberikan
Gambar 2.7. Susunan pin mikrokontroler ATMega8535 Berikut ini adalah tabel penjelasan mengenai pin yang terdapat pada mikrokontroler ATMega8535:
11 9. RAM Internal 128 X 8 bit, 10. Memiliki 32 jalur I/O yang dapat diprogram, 11. Satu pencacah 8 bit dengan separate prescaler, 12. Satu pencacah16 bit dengan separate prescaler, 13. Sumber interupsi
BAB III PERANCANGAN DAN REALISASI PERANGKAT KERAS DAN PERANGKAT LUNAK SISTEM. Dari diagram sistem dapat diuraikan metode kerja sistem secara global.
BAB III PERANCANGAN DAN REALISASI PERANGKAT KERAS DAN PERANGKAT LUNAK SISTEM 3.1 Perancangan Perangkat Keras 3.1.1 Blok Diagram Dari diagram sistem dapat diuraikan metode kerja sistem secara global. Gambar
BAB 3 PERANCANGAN SISTEM. pada sistem pengendali lampu telah dijelaskan pada bab 2. Pada bab ini akan dijelaskan
BAB 3 PERANCANGAN SISTEM Konsep dasar mengendalikan lampu dan komponen komponen yang digunakan pada sistem pengendali lampu telah dijelaskan pada bab 2. Pada bab ini akan dijelaskan perancangan sistem
BAB III PERANCANGAN SISTEM
BAB III PERANCANGAN SISTEM Perancangan sistem DOT Matrix ini terbagi menjadi tiga bagian, yakni: perancangan perangkat keras serta perancangan perangkat lunak. 3.1. Perancangan Perangkat Keras Sistem yang
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Mikrokontroller 8535 Mikrokontroller adalah IC yang dapat diprogram berulang kali, baik ditulis atau dihapus. Biasanya digunakan untuk pengontrolan otomatis dan manual pada
BAB III PERANCANGAN ALAT DAN PROGRAM
BAB III PERANCANGAN ALAT DAN PROGRAM 3.1. Gambaran Umum Pada bab ini akan dibahas mengenai perencanaan perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software). Pembahasan ini meliputi pembahasan perangkat
II. TINJAUAN PUSTAKA. kondisi cuaca pada suatu daerah. Banyak hal yang sangat bergantung pada kondisi
II. TINJAUAN PUSTAKA A. Temperatur dan Kelembaban Temperatur dan kelembaban merupakan aspek yang penting dalam menentukan kondisi cuaca pada suatu daerah. Banyak hal yang sangat bergantung pada kondisi
BAB III MIKROKONTROLER
BAB III MIKROKONTROLER Mikrokontroler merupakan sebuah sistem yang seluruh atau sebagian besar elemennya dikemas dalam satu chip IC, sehingga sering disebut single chip microcomputer. Mikrokontroler merupakan
BAB II DASAR TEORI. open-source, diturunkan dari Wiring platform, dirancang untuk. software arduino memiliki bahasa pemrograman C.
BAB II DASAR TEORI 2.1 ARDUINO Arduino adalah pengendali mikro single-board yang bersifat open-source, diturunkan dari Wiring platform, dirancang untuk memudahkan penggunaan elektronik dalam berbagai bidang.
TUGAS MATAKULIAH APLIKASI KOMPUTER DALAM SISTEM TENAGA LISTRIK FINAL REPORT : Pengendalian Motor DC menggunakan Komputer
TUGAS MATAKULIAH APLIKASI KOMPUTER DALAM SISTEM TENAGA LISTRIK FINAL REPORT : Pengendalian Motor DC menggunakan Komputer disusun oleh : MERIZKY ALFAN ADHI HIDAYAT AZZA LAZUARDI JA FAR JUNAIDI 31780 31924
BAB III PERANCANGAN SISTEM
BAB III PERANCANGAN SISTEM Pada bab ini akan dibahas mengenai perancangan dan realisasi dari perangkat keras maupun perangkat lunak dari setiap modul yang dipakai pada skripsi ini. 3.1. Perancangan dan
ARSITEKTUR MIKROKONTROLER AT89C51/52/55
ARSITEKTUR MIKROKONTROLER AT89C51/52/55 A. Pendahuluan Mikrokontroler merupakan lompatan teknologi mikroprosesor dan mikrokomputer. Mikrokontroler diciptakan tidak semata-mata hanya memenuhi kebutuhan
BAB III ANALISIS MASALAH DAN RANCANGAN PROGRAM
BAB III ANALISIS MASALAH DAN RANCANGAN PROGRAM III.1. Analisa Masalah Dalam perancangan sistem otomatisasi pemakaian listrik pada ruang belajar berbasis mikrokontroler terdapat beberapa masalah yang harus
BAB III DESKRIPSI DAN PERANCANGAN SISTEM
BAB III DESKRIPSI DAN PERANCANGAN SISTEM 3.1. DESKRIPSI KERJA SISTEM Gambar 3.1. Blok diagram sistem Satelit-satelit GPS akan mengirimkan sinyal-sinyal secara kontinyu setiap detiknya. GPS receiver akan
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Gambaran Umum Infus Infus merupakan suatu kegiatan memasukkan sesuatu ke bagian dalam, dalam bidang medis terdapat istilah cairan infus, dimana merupakan suatu cairan yang dengan
Contoh Bentuk LCD (Liquid Cristal Display)
Display elektronik adalah salah satu komponen elektronika yang berfungsi sebagai tampilan suatu data, baik karakter, huruf ataupun grafik. LCD (Liquid Cristal Display) adalah salah satu jenis display elektronik
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Total Dissolved Solid (TDS) Meter dengan Mikrokontroller 80C31. Adapun
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Penelitian Terdahulu Pada tahun 1991 telah dilakukan penelitian oleh salah satu mahasiswa Universitas Gadjah Mada dengan judul penelitian Perencanaan dan Pembuatan Total Dissolved
RANCANGAN SISTEM PARKIR TERPADU BERBASIS SENSOR INFRA MERAH DAN MIKROKONTROLER ATMega8535
RANCANGAN SISTEM PARKIR TERPADU BERBASIS SENSOR INFRA MERAH DAN MIKROKONTROLER ATMega8535 Masriadi dan Frida Agung Rakhmadi Program Studi Fisika Fakultas Sains dan Teknologi UIN Sunan Kalijaga Jl. Marsda
BAB III ANALISA DAN CARA KERJA RANGKAIAN
BAB III ANALISA DAN CARA KERJA RANGKAIAN 3.1 Analisa Rangkaian Secara Blok Diagram Pada rangkaian yang penulis buat berdasarkan cara kerja rangkaian secara keseluruhan penulis membagi rangkaian menjadi
Oleh Ilmin Syarif Hidayatullah ( ) Pembimbing : Andi Rahmadiansah, ST, MT
RANCANG BANGUN SISTEM HUMAN MACHINE INTERFACE (HMI) PADA MINIPLANT PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA MIKROHIDRO SKALA LABORATORIUM Oleh Ilmin Syarif Hidayatullah (2409030025) Pembimbing : Andi Rahmadiansah, ST,
BAB II DASAR TEORI. mikrokontroler yang berbasis chip ATmega328P. Arduino Uno. memiliki 14 digital pin input / output (atau biasa ditulis I/O, dimana
BAB II DASAR TEORI 2.1 Arduino Uno R3 Arduino Uno R3 adalah papan pengembangan mikrokontroler yang berbasis chip ATmega328P. Arduino Uno memiliki 14 digital pin input / output (atau biasa ditulis I/O,
BAB III PERANCANGAN ALAT. Gambar 3.1 Diagram Blok Pengukur Kecepatan
BAB III PERANCANGAN ALAT 3.1 PERANCANGAN PERANGKAT KERAS Setelah mempelajari teori yang menunjang dalam pembuatan alat, maka langkah berikutnya adalah membuat suatu rancangan dengan tujuan untuk mempermudah
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Robot Robot adalah sebuah alat mekanik yang dapat melakukan tugas fisik, baik menggunakan pengawasan dan kontrol manusia, ataupun menggunakan program yang telah didefinisikan
PELATIHAN: Pemrograman Mikrokontroler Tipe AVR bagi Guru-guru SMK
PELATIHAN: Pemrograman Mikrokontroler Tipe AVR bagi Guru-guru SMK Disusun oleh: Pipit Utami. M.Pd Fakultas Teknik UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA 2015 Page1 Praktik Mikrokontroler TOPIK: AKSES LCD KAJIAN
BAB III PERANCANGAN DAN PEMBUATAN ALAT
BAB III PERANCANGAN DAN PEMBUATAN ALAT 3.1 Pendahuluan Bab ini akan membahas pembuatan seluruh perangkat yang ada pada Tugas Akhir tersebut. Secara garis besar dibagi atas dua bagian perangkat yaitu: 1.
BAB III PERANCANGAN SISTEM
BAB III PERANCANGAN SISTEM Pada Bab III ini akan diuraikan mengenai perancangan perangkat keras dan perangkat lunak yang digunakan untuk membangun sistem keamanan rumah nirkabel berbasis mikrokontroler
BAB III PERANCANGAN. Perancangan tersebut mulai dari: spesifikasi alat, blok diagram sampai dengan
41 BAB III PERANCANGAN Pada bab ini akan menjelaskan perancangan alat yang akan penulis buat. Perancangan tersebut mulai dari: spesifikasi alat, blok diagram sampai dengan perancangan rangkaian elektronik,
BAB III PERANCANGAN DAN PEMBUATAN ALAT
BAB III PERANCANGAN DAN PEMBUATAN ALAT Dalam bab ini akan dibahas mengenai proses perancangan mekanik pintu gerbang otomatis serta penyusunan rangkaian untuk merealisasikan sistem alat. Dalam hal ini sensor
BAB III PERANCANGAN PERANGKAT KERAS DAN LUNAK
22 BAB III PERANCANGAN PERANGKAT KERAS DAN LUNAK 3.1. Gambaran Umum Pada bab ini akan dibahas mengenai perencanaan perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software). Pembahasan perangkat keras
BAB 3 PERANCANGAN SISTEM
BAB 3 PERANCANGAN SISTEM 3.1 RANCANGAN PERANGKAT KERAS 3.1.1. DIAGRAM BLOK SISTEM Gambar 3.1 Diagram Blok Sistem Thermal Chamber Mikrokontroler AT16 berfungsi sebagai penerima input analog dari sensor
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI 2.2.1.1 Sensor Load Cell Prinsip kerja dari sensor tekanan ini adalah mengubah tegangan mekanis menjadi sinyal listrik. Ukuran ketegangan didasarkan pada prinsip bahwa tahanan pengantar
BAB 2 LANDASAN TEORI. Mikrokontroler, sebagai suatu terobosan teknologi mikrokontroler dan
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1. Sistem Minimum Mikrokontroler AT89S51 Mikrokontroler, sebagai suatu terobosan teknologi mikrokontroler dan mikrokomputer, hadir memenuhi kebutuhan pasar (market need) dan teknologi
BAB III PERENCANAAN DAN REALISASI SISTEM
42 BAB III PERENCANAAN DAN REALISASI SISTEM Pada bab ini dijelaskan pembuatan alat yang dibuat dalam proyek tugas akhir dengan judul rancang bangun sistem kontrol suhu dan kelembaban berbasis mirkrokontroler
