Muhammad Idrus, I Gde Darmaputra, dan Surya
|
|
|
- Surya Hartanto
- 7 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 Prosiding Seminar Nasional Pengembangan Teknologi Pertanian Politeknik Negeri Lampung 07 September 2017 ISBN halaman Penggunaan Selang Poly Ethylene (PE) Sebagai Jaringan Lateral Irigasi Tetes Emiter Tali untuk Budidaya Semangka Using polyethilene hose as lateral line of the drip irrigation with nylon rope emitter for cultivation of watermelon Muhammad Idrus, I Gde Darmaputra, dan Surya Politeknik Negeri Lampung Jln. Soekarno-Hatta Rajabasa Bandar Lampung * [email protected] ABSTRACT The research was conducted at the rice field in Cisarua Village, Natar Distric, South Lampung Region from July to October The objectives of research were (1) To construct and install the drip irrigation with nylon rope emitter by using polyethilenen hose as lateral line on rice field plot of watermelon production. (2) To test irrigation performance of the drip irrigation with rope emitter on rice field plot for watermelon production. The emitter of this drip irrigation was constracted from nylon rope with out diameter of 5 mm and plastic hose with in diameter of 5 mm. The long of each nylon rope and plastic hose as emitter were 4,5 cm. The operating pressure of the drip iirigation with nylon rope emitter was 1,5 m head with flow rate average 2,5 l/hour per emitter to the plant. In this research, there are four time irrigation interval treatments : 1 day time irrigation interval, 2 days time irrigation interval, 4 days time irrigation interval, and 6 days time irrigation interval. The result of the research showed that the water storage efficiency and water-distribution efficiency of drip irrigation with nylon rope emitter were 100% and 87,37% respectively. Time interval irrigation by using drip irrigation with nylon rope emitter for watermelon not significantly different on yield of watermelon with yield average 4,83 5,25 kg/plant, but significantly different on water productivity. The lowest water productivity of watermelon by using drip irrigation with nylon rope emitter was gained on 1 day irrigaton interval was 128 kg/m 3, but the highest water productivity of watermelon was gained on 6 days irrigation interval was 333 kg/m 3. Key words : drip irrigation with nylon rope emitter, water storage efficiency, waterdistribution effiecieny, time irrigation interval, yield and water productivity of watermelon,. Diterima:., disetujui.. PENDAHULUAN Air salah satu sumberdaya yang ketersediaannya terus menyusut akibat pencemaran dan meningkatnya persaingan penggunaan air antar berbagai sektor. Kondisi sumberdaya air pada sebagian besar daerah di Indonesia telah memasuki pada tingkat waspada sampai tingkat kritis, sedangkan kebutuhan air di bidang pertanian dan bidang lainnya terus meningkat. Oleh karena itu, ketersediaan sumberdaya air yang terbatas harus dimanfaatkan secara hemat dan efektif terutama dalam bidang pertanian. Upaya yang dapat dilakukan dalam pemanfaatan air di bidang pertanian secara hemat dan efektif yaitu merancang bangun alat irigasi yang hemat air, berbahan lokal, kontruksi sederhana, hemat waktu, dan mudah DOI :
2 dioperasikan. Pada tahun 2014 Idrus, dkk. telah berhasil merancang bangun dan menguji kinerja irigasi tetes emiter tali yang hemat air untuk budidaya tanaman semangka di Kebun Praktik Politeknik Negeri Lampung. Tanaman semangka merupakan tanaman yang berumur relatif singkat, digemari masyarakat karena buahnya yang manis dan banyak mengandung air, serta daya tarik budidaya bagi petani terletak pada nilai ekonomi yang tinggi. Provinsi Lampung merupakan salah satu sentra produksi semangka di Indonesia yang menyebar di 10 wilayah kabupaten yang luasnya mencapai ha (BPS Provinsi Lampung, 2011). Tanaman semangka merupakan tanaman yang memerlukan lama penyinaran matahari yang penuh dan air yang banyak untuk keberlangsungan proses fotosintesa sehingga tanaman semangka banyak ditanam di musim kemarau dimana pada umumnya daerah-daerah di Indonesia mempunyai cadangan air permukaan tersedia dalam jumlah terbatas. Penggunaan selang polyethilene (PE) sebagai jaringan lateral irigasi tetes emiter tali dapat menghemat biaya investasi alat irigasi 4 kali lebih murah dibandingkan dengan menggunakan jaringan lateral dari pipa PVC, selain itu, juga memudahkan pemasangan, pembongkaran, penyimpanan, dan pengangkutan jaringan irigasi. Idrus, dkk. (2014) melaporkan bahwa efisiensi keseragaman penyebaran air, efisiensi penyimpanan air, dan efisiensi penyaluran jaringan irigasi tetes emiter tali berturut-turut 87,73; 100; dan 91,58%. Idrus, dkk., (2014) melaporkan bahawa rata-rata produksi tanaman semangka dengan cara irigasi tetes emiter tali tidak berbeda nyata dengan cara irigasi alur yaitu berturut-turut 5,83 dan 5,64 kg/tanaman. Produktivitas air tanaman semangka dengan cara irigasi tetes emiter tali rata-rata 133 kg/m3 jauh lebih tinggi dibandingkan dengan cara irigasi alur yaitu hanya 59 kg/m3 dan penghematan air dengan menggunakan irigasi tetes emiter tali mencapai 54%. Kebutuhan air tanaman (ETc) semangka adalah 2,80 mm/hari untuk fase awal pertumbuhan, 6,23 mm/hari untuk fase tengah pertumbuhan, dan 4,36 mm/hari untuk fase akhir pertumbuhan (Pasaribu, Sumono, Daulay, dan Susanto, 2013). Selanjutnya dilaporkan bahwa produksi buah semangka belum optimal dikarenakan nilai efisiensi pemakaian air dan efisiensi penyimpanan air belum seimbang. Produksi tanaman semangka meningkat dari 10 ton/ha menjadi 18 ton/ha dengan menggunakan irigasi bawah permukaan (subsurface irrigation ) berupa pipa-pipa semen yang panjangnya 1 meter dengan diameter 10 cm dan tebal dinding 1 cm yang disambung-sambung dan dihubungkan dengan bak penampung air (Haryati, 2014). Idrus, dkk. (2012) melaporkan bahwa selang waktu pemeberian air irigasi 4 hari dengan menggunakan irigasi tetes bawah permukaan memberikan produksi semangka dan jumlah pemakaian air irigasi yang tertinggi, yaitu berturut-turut 5,44 kg tanaman -1 dan 25,5 L tanaman -1 dibandingkan dengan selang waktu pemberian air irigasi 6, 8, dan 10 hari, namun memberikan produktivitas air irigasi yang terendah yaitu hanya rata-rata 0,21 kg L -1. Costa et. al. (2007) mengemukakan bahwa irigasi defisit merupakan strategi seperti irigasi defisit terkontrol atau pengeringan akar sebagian telah muncul sebagai cara untuk meningkatkan penghematan air dalam pertanian dengan membiarkan tanaman mengalami stres ringan dengan tidak atau sedikit menurunkan prroduksi dan kualitas. Penelitian irigasi defisit 100% Epan (penguapan air dari Panci Kelas A), 90% Epan, 80% Epan, dan 70% Epan yang equivalent dengan selang waktu pemberian air irigasi 2, 4, 6, dan 8 hari secara berturut-turut pada jagung manis dengan menggunakan irigasi tetes di Kebun Percobaan Harran University Sanliurfa, Turki. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produktivitas air irigasi tertinggi tanaman jagung manis diperoleh pada perlakuan irigasi deficit 80% Epan yaitu sebesar 1,59 kg m -3 air irigasi (Oktem et. al., 2003). Penelitian bertujuan memodifikasi jaringan lateral dari pipa PVC irigasi tetes emiter tali hasil rancang bangun penulis tahun 2014 dengan mengganti menjadi jaringan lateral dari selang polyethilene (PE) yang lentur dan melakukan pengujian kinerja irigasi tetes emiter tali tersebut di lahan pertanaman semangka agar Prosiding Seminar Nasional Pengembangan Teknologi Pertanian VI Polinela
3 diperoleh prototipe alat irigasi tetes emiter tali yang berbahan lokal, mudah dibuat, mudah dioperasikan, mudah dibongkar dan dipasang, mudah dan ringan dibawa, biaya investasi dan operasional murah, hemat air dan tenaga. METODE PENELITIAN Pembuatan dan Pemasangan Emiter Tali pada Selang PE. Rancangan emiter tali sangat sederhana dan dibuat dari bahan-bahan lokal yaitu selang plastik putih berdiameter dalam 5 mm dan tali nilon berdiameter luar 5 mm. Tali nilon dimasukkan ke dalam lubang selang plastik. Panjang selang plastik sebagai emiter tali sekitar 4,5 cm. Ujung selang plastik sepanjang 0,5 cm dipotong miring guna memudahkan pemasangan pada lubang di selang lateral polyethlene (PE) yang lentur dan mudah digulung. Panjang tali nilon sebagai emiter dibuat 4,5 cm, yang dimasukkan ke dalam lubang selang plastik sedalam 4 cm (Gambar 1). Jarak antar emiter sepanjang selang PE lateral 0,80 m sesuai dengan jarak tanaman semangka dalam barisan. Agar emiter tali tidak mudah lepas dari selang PE maka bagian luar ujung emiter sepanjang 0,50 cm yang akan dipasang pada dinding selang PE dikupas namun tidak sampai lepas kemudian disingkap sebelum dipasang sehingga akan menjadi cantelan emiter pada dinding selang PE pada saat mendapat dorongan aliran air ketika pemberian air irigasi. Penyiapan Lahan dan Pemasang Jaringan Irigasi. Penyiapan lahan meliputi pembuatan bedengan selebar 80 cm, tinggi 30 cm, panjang 50 m, jarak antara pusat bedengan 3 m. Jaringan lateral irigasi tetes emiter tali dipasang pada setiap bedengan. Jarak emiter sepanjang lateral 0,80 m sesuai dengan jarak tanaman dalam barisan. Setiap emiter mengairi 1 tanaman semangka. Pemberian Air Irigasi. Pemberian air irigasi ke tanaman semangka dilakukan setelah penanaman selesai. Pemberian air irigasi dilakukan pada berbagai selang waktu pemberian air irigasi, yaitu selang waktu irigasi 1 hari (irigasi defisit 0%) dengan jumlah air 0,628 l/tanaman sebagai kontrol, selang waktu irigasi 2 hari (irigasi defisit 20%) dengan jumlah air 1,005 l/tanaman, selang waktu irigasi 4 hari (irigasi defisit 40%) dengan jumlah air 1,507 l/tanaman, selang waktu irigasi 6 hari (irigasi defisit 60%) dengan jumlah air 1,507 l/tanaman. Gambar 1. Emiter tali (kiri) dan emiter tali telah dipasang pada Selang PE (kanan). Pemupukan. Pupuk kandang dan pupuk dasar di tabur pada permukaan bedengan kemudian diaduk secara merata dengan tanah. Dosis pupuk kandang 5 ton/ha. Pupuk dasar dengan dosis Urea 171 kg/ha, SP kg/ha, KCl 292 kg/ha dan ZA 296 kg/ha. Pengamatan dan Analisis Data. Peubah yang diamati sebagai indikator capaian meliputi jumlah pemberian air irigasi, produksi buah semangka dan produktivitas air irigasi. Satuan setiap peubah : jumlah pemberian air irigasi dinyatakan dalam satuan liter per tanaman, produksi buah dalam kg buah per tanaman, dan produktivitas air irigasi dalam kg buah per meter kubik air yang diberikan (air irigasi dan curah hujan). 92 Prosiding Seminar Nasional Pengembangan Teknologi Pertanian VI Polinela 2017
4 Jumlah sampel tanaman yang diamati 10% dari populasi. Indikator capaian lainnya adalah efisiensi pemberian air irigasi jaringan irigasi tetes emiter tali. Analisis data dilakukan dengan menggunakan ANOVA pada taraf nyata 5% kemudian dilanjutkan dengan uji BNT pada taraf nyata 5%. HASIL DAN PEMBAHASAN Debit dan Tekanan Operasi Emiter. Hasil uji debit emiter tali pada beberapa tekanan operasi menunjukkan bahwa semakin tinggi tekanan operasi emiter tali maka debit emiter semakin tinggi (Tabel 1). Hal ini karena dorongan air semakin tinggi untuk keluar emiter tali melalui lorong yang sempit antarserabutserabut tali sehingga debit air yang keluar emiter berupa tetesan-tetesan semakin tinggi. Dalam penelitian ini tekanan operasi emiter yang dipilih untuk mengairi tanaman semangka yaitu 0,15 atm dengan debit rata-rata 2,500 L/jam. Pemberian air irigasi tanaman semangka dengan cara irigasi tetes emiter tali selama penelitian dari awal tanam atau awal pemberian air irigasi sampai panen hanya 1 buah emiter tali yang terlepas dari selang PE lateral dari 400 emiter tali yang diamati akibat pembuatan lubang emiter pada selang PE lateral agak longgar. Tabel 1. Rata-rata debit emiter tali pada beberapa tekanan operasi Tekanan Operasi (atm) Debit emiter (L/jam) 0,15 2,500 0,25 4,214 0,35 6,243 Lama pemberian air atau operasi irigasi tetes emiter tali untuk tiap kali operasi tergantung pada debit emiter, selang waktu irigasi yang ditetapkan pada satu jaringan irigasi atau program pemberian air irigasi, yang dapat dilihat pada Tabel 2. Tabel 2. Lama pemberian air irigasi pada selang waktu irigasi yang berbeda untuk 1 blok lahan pertanaman semangka. Selang waktu irigasi Debit (L/jam) Jumlah pemberian air (L) Lama pemberian air (menit) 1 Hari (Defisit 0%) 2,50 0, Hari (Defisit 20%) 2,50 1, Hari (Defisit 40%) 2,50 1, Hari (Defisit 60%) 2,50 1, Tebel 2 menunjukkan bahwa semakin panjang selang waktu pemberian air irigasi maka semakin lama waktu pemberian air irigasi pada level debit emiter yang sama. Lama pemberian air irigasi tetes emiter tali untuk selang waktu irigasi 1 hari adalah 15 menit, untuk selang waktu pemberian air irigasi 2 hari adalah 24 menit dan untuk selang waktu pemberian air irigasi 4 hari dan 6 hari masing-masing 36 menit. Efisiensi Keseragaman Penyebaran Air. Hasil pengukuran efisiensi keseragaman penyebaran air dengan cara irigasi tetes emiter tali dapat dilihat pada Tabel 3. Tabel 3. Rata-rata debit emiter (L/jam) dan efisiensi penyebaran air (EPA) pada beberapa lateral dengan posisi yang berbeda. Posisi Lateral Posisi emiter pada lateral Pangkal Tengah Ujung EPA (%) Pangkal 2,802 2,610 2,814 85,79 Tengah 2,351 2,250 2,298 87,81 Ujung 2,502 2,298 2,088 88,50 Rata-rata 87,37 Prosiding Seminar Nasional Pengembangan Teknologi Pertanian VI Polinela
5 Rata-rata debit emiter sepanjang lateral dan pada berbagai posisi lateral bervariasi, hal ini dapat disebabkan oleh perbedaan keketatan puntiran tali nilon dan perbedaan kerapatan serabut-serabut tali sehingga dapat menimbulkan perbedaan debit emiter tali. Tabel 3 menunjukkan bahwa efisiensi penyebaran air irigasi dengan cara irigasi tetes tipe emiter tali rata-rata 87,37% melebihi batas minimal efisiensi penyebaran air untuk perancangan jaringan irigasi tetes sebesar 85% (Vermeiren dan Jobling, 1980). Hal ini menunjukkan bahwa rancangan irigasi tetes tipe emiter tali secara teknis layak dikembangkan dan digunakan untuk mengairi tanaman semangka. Efisiensi Penyimpanan Air. Efisiensi penyimpanan air irigasi tetes emiter tali tergantung pada debit emiter, lama pemberian air irigasi, tekstur tanah dan kadar air tanah sebelum pemberian air berikutnya. Tekstur tanah pada lahan penelitian tergolong liat. Efisiensi penyimpanan air irigasi tetes emiter tali dapat dilihat pada Tabel 4. Tabel 4. Efisiensi penyimpanan air irigasi pada debit dan lama pemberian air irigasi yang berbeda Debit emiter (L/jam) Lama pemberian air (menit) Volume pemberian air (L) Perkolasi (L) Efisiensi penyimpanan air (%) 1,4 65 1, ,8 65 1, ,0 65 2, ,5 65 2, ,8 65 3, Tabel 4 menunjukkan bahwa apabila debit emiter berkisar 1,4 2,8 l/jam dengan lama pemberian air irigasi rata-rata 65 menit tidak terjadi perkolasi setelah kurang lebih 12 jam irigasi dengan volume pemberian air irigasi berkisar 1,517 3,033 l atau efisiensi penyimpanan air sebesar 100%. Vermeiren dan Jobling (1980) menyatakan bahwa efisiensi penyimpanan air media tanam tanah liat dan lempung mencapai 100%. Total kadar air tanah tersedia pada lahan penelitian dengan kedalaman daerah akar 30 cm dan diameter pembasahan tanah oleh emiter rata-rata 20 cm sebanyak 8 liter. Hal ini berarti bahwa kadar air tanah sebelum pemberian air rata-rata 20% dengan pemberian air irigasi pada laju debit air emiter rata-rata 2,8 l/jam selama kurang lebih 65 menit efisiensi penyimpanan air daerah akar selalu dapat dicapai 100%. Produksi, Jumlah Pemberian Air, dan Produktivitas Air Semangka. Jumlah pemakaian atau pemberian air irigasi,produksi dan produktivitas air pada berbagai perlakuan selang waktu pemberian air dengan cara irigasi tetes emiter tali dapat dilihat pada Tabel 5. Tabel 5. Rata-rata produksi semangka dan jumlah pemberian air pada berbagai selang waktu pemberian air irigasi. Selang Waktu Pemberian Air Irigasi Jumlah pemberian air (L/tanaman) Produksi (kg/tanaman) Produktivitas air (kg/m3) 1 Hari (Defisit 0%) 37,68 4,83 a 128 a 2 Hari (Defisit 20%) 30,02 5,04 a 168 a 4 Hari (Defisit 40%) 22,98 5,25 a 229 b 6 Hari (Defisit 60%) 15,45 5,15 a 333 c Keterangan : Nilai selajur yang diikuti dengan huruf yang sama tidak berbeda nyata pada uji BNT dengan taraf nyata 5%. Tabel 5 menunjukkan bahwa pengaruh selang waktu pemberian air irigasi dengan cara irigasi tetes emiter tali terhadap produksi tidak berbeda nyata berdasarkan analisis ragam taraf nyata 5%, namun berbeda nyata terahadap produktivitas air. Rata-rata produksi semangka dengan cara irigasi tetes emiter tali pada 94 Prosiding Seminar Nasional Pengembangan Teknologi Pertanian VI Polinela 2017
6 berbagai selang waktu irigasi berkisar 4,83 5,25 kg/tanaman. Produktivitas air tanaman semangka dengan cara irigasi tetes emiter tali yang terendah adalah pada perlakuan selang waktu pemberian air 1 hari (difisit 0%) sebesar 128 kg/m 3 dan yang tertinggi pada perlakuan selang waktu irigasi 6 hari (defisit 60%) sebesar 333 kg/m 3. Hal ini hampir sama dengan produktivitas air tanaman semangka dengan perlakuan selang waktu irigasi 8 hari dengan cara irigasi tetes bawah permukaan sebesar 310 kg/m 3 (Idrus, dkk., 2012). Tingginya produktivitas air tanaman semangka pada selang waktu pemberian air 6 hari (irigasi defisit 60%) dengan cara irigasi tetes emiter tali diduga karena efektifitas pemakaian air irigasi tinggi dan kehilangan air akibat penguapan melalui permukaan tanah dapat diminimalkan oleh mulsa plastik hitam perak (PHP). Hal ini juga ditunjang oleh efisiensi penyimpanan air tanah daerah akar mencapai 100%. KESIMPULAN 1. Jumlah emiter tali yang lepas selama penelitian hanya 1 buah emiter per 400 buah emiter tali yang diamati karena pelubangan dinding selang PE lateral agak longgar, sehingga selang PE lateral dapat dipakai sebagai pengganti pipa PVC untuk jaringan lateral jaringan irigasi tetes emiter tali. 2. Selang waktu pemberian air irigasi dengan cara irigasi tetes emiter tali tidak berpengaruh nyata terhadap produksi semangka dengan rata-rata produksi berkisar 4,83 5,25 kg/tanaman. 3. Selang waktu pemberian air irigasi dengan cara irigasi tetes emiter tali berpengaruh nyata terhadap produktivitas air tanaman semangka, produktivitas air terendah 128 kg/m 3 pada selang waktu pemberian air irigasi 1 hari dan yang tertinggi 333 kg/m 3 pada selang waktu pemberian air irigasi 6 hari. DAFTAR PUSTAKA BPS Propinsi Lampung Lampung dalam angka. Costa, J. M., M. F. Ortuno, and M. M. Chaves Jounal of Itegrative Plant Biology. Vol. 49, No. 10. October pp Haryati, U Irigasi Suplemen dan Strategi Implementasinya. Balai Penelitian Tanah. Bogor. [email protected]. Diakses 25 Februari Idrus, M., I.G. Darmaputra, dan Surya Rancang Bangun Irigasi Tetes Emiter Orifis untuk Budidaya Semangka. Jurnal Ilmiah Teknik Pertanian. Volume 4 No. 2. Jurusan Teknologi Pertanian. Politeknik Negeri Lampung. Idrus, M Penerapan irigasi bawah permukaan dan berbagai selang waktu irigasi pada bubidaya semangka. Jurnal Ilmiah Teknik Pertanian. Volume 4 No. 1. Jurusan Teknologi Pertanian. Politeknik Negeri Lampung. Michael, A.M Irrigation Theory and Practice. Vikas Publishing House PVTLTD. New Delhi. Oktem, A., M. Simsek, and A.G. Oktem Deficit Irrigation Effects on Sweet Corn (Zea mays saacharata Sturt) with Drip Irrigation System in a Semi-Arid Region. Jounal of Agricultural Water Management Volume 61, Issue 1, 6 June p Pasaribu, I.S., Sumono, S.B. Daulay, dan E. Susanto Analisis efisiensi irigasi tetes dan kebutuhan air tanaman semangka (Citrullus vulgaris S.) pada tanah ultisol. J. Rekayasa Pangan dan Pert., Vol. 2 No. 1 Th Prosiding Seminar Nasional Pengembangan Teknologi Pertanian VI Polinela
ANALISIS EFISIENSI IRIGASI TETES DAN KEBUTUHAN AIR TANAMAN SEMANGKA (Citrullus vulgaris S.) PADA TANAH ULTISOL
ANALISIS EFISIENSI IRIGASI TETES DAN KEBUTUHAN AIR TANAMAN SEMANGKA (Citrullus vulgaris S.) PADA TANAH ULTISOL (Efficiency Analysis of Drip Irrigation and Crop Water Requirement of Watermelon (Citrullus
Pengaruh Interval Waktu Pemberian Air terhadap Produktivitas Tanaman Tomat Di Lahan kering Dataran Rendah pada Musim Kemarau
Jurnal Penelitian Pertanian Terapan Vol.10 (3): 207-212 ISSN 1410-5020 Pengaruh Interval Waktu Pemberian Air terhadap Produktivitas Tanaman Tomat Di Lahan kering Dataran Rendah pada Musim Kemarau The Effect
III. METODOLOGI. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Lapang Terpadu Fakultas Pertanian
III. METODOLOGI 3.1. Tempat dan Waktu Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Lapang Terpadu Fakultas Pertanian Universitas Lampung dan Laboratorium Ilmu Tanah Fakultas Pertanian Universitas Lampung
III. METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian dilakukan pada bulan Oktober 2011 di Lahan Pertanian Terpadu,
III. METODOLOGI PENELITIAN A. Waktu dan tempat penelitian Penelitian dilakukan pada bulan Oktober 2011 di Lahan Pertanian Terpadu, Fakultas Pertanian, Universitas Lampung. B. Alat dan bahan Alat yang digunakan
III. BAHAN DAN METODE. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Lapang Terpadu Fakultas Pertanian
16 III. BAHAN DAN METODE 3.1 Tempat dan Waktu Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Lapang Terpadu Fakultas Pertanian Universitas Lampung, Kota Bandar Lampung pada bulan Mei hingga Juni 2012. 3.2
Pertumbuhan dan Produktivitas Jagung Manis pada Beberapa Sistem Tanam
112 Risa Wentasari : Pertumbuhan dan Produktivitas Jagung Manis Pertumbuhan dan Produktivitas Jagung Manis pada Beberapa Sistem Tanam Sweet Corn s Growth and Productivity in Various Types of Cropping Systems
ANALISIS EMITTER ALTERNATIF DALAM SISTEM IRIGASI TETES PADA BUDIDAYA TANAMAN SAWI (Brassica Sp )
ANALISIS EMITTER ALTERNATIF DALAM SISTEM IRIGASI TETES PADA BUDIDAYA TANAMAN SAWI (Brassica Sp ) SISKA MUTIA DEPARTEMEN TEKNOLOGI PERTANIAN FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS SUMATERA UTARA 2010 ANALISIS EMITTER
EFISIENSI IRIGASI TETES DAN KEBUTUHAN AIR TANAMAN BUNGA KOL PADA TANAH ANDOSOL
EFISIENSI IRIGASI TETES DAN KEBUTUHAN AIR TANAMAN BUNGA KOL PADA TANAH ANDOSOL Ilmu dan Teknologi Pangan EFISIENSI IRIGASI TETES DAN KEBUTUHAN AIR TANAMAN BUNGA KOL PADA TANAH ANDOSOL (The Efficiency
METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian dilaksanakan di Desa Marga Agung, Kecamatan Jati Agung
III METODOLOGI PENELITIAN 3.1. Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian dilaksanakan di Desa Marga Agung, Kecamatan Jati Agung Kabupaten Lampung Selatan dan Laboratorium Rekayasa Sumber Daya Air dan Lahan
III. BAHAN DAN METODE. Penelitian ini dilakukan di laboratorium Lapangan Terpadu Universitas Lampung
III. BAHAN DAN METODE 3.1 Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilakukan di laboratorium Lapangan Terpadu Universitas Lampung mulai bulan Juli September 2012. 3.2 Bahan dan Alat Bahan yang digunakan
BAB III METODELOGI PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober Januari 2014 di
BAB III METODELOGI PENELITIAN 3.1 Waktu dan Tempat Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober 2013- Januari 2014 di Laboratorium Lapangan Terpadu Universitas Lampung dan Laboratorium Rekayasa Sumber
Asep Sapei 1 dan Irma Kusmawati 2
PERUBAHAN POLA PENYEBARAN KADAR AIR MEDIA TANAM ARANG SEKAM DAN PERTUMBUHAN TANAMAN KANGKUNG DARAT (Ipomoea reptans Poir.) PADA PEMBERIAN AIR SECARA TERUS MENERUS DENGAN IRIGASI TETES Asep Sapei 1 dan
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian Irigasi Tetes Irigasi tetes adalah suatu metode irigasi baru yang menjadi semakin disukai dan popular di daerah-daerah yang memiliki masalah kekurangan air. Irigasi
III. BAHAN DAN METODE. Penelitian ini dilaksanakan di Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP)
15 III. BAHAN DAN METODE 3.1 Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Kebun Percobaan Natar, Desa Negara Ratu, Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung
II. TINJAUAN PUSTAKA. Irigasi didefinisikan sebagai penggunaan air pada tanah untuk keperluan
5 II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Irigasi Bawah Permukaan Tanah Irigasi didefinisikan sebagai penggunaan air pada tanah untuk keperluan penyediaan ciaran yang dibutuhkan untuk pertumbuhan tanaman (Hansen dkk,1992).
Peluang Usaha Budidaya Cabai?
Sambal Aseli Pedasnya Peluang Usaha Budidaya Cabai? Tanaman cabai dapat tumbuh di wilayah Indonesia dari dataran rendah sampai dataran tinggi. Peluang pasar besar dan luas dengan rata-rata konsumsi cabai
EFISIENSI IRIGASI TETES DAN KEBUTUHAN AIR TANAMAN BUNGA KOL PADA TANAH ANDOSOL
EFISIENSI IRIGASI TETES DAN KEBUTUHAN AIR TANAMAN BUNGA KOL PADA TANAH ANDOSOL SKRIPSI Oleh : IRVAN IMMANUEL SILALAHI 080308054 PROGRAM STUDI KETEKNIKAN PERTANIAN FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS SUMATERA
MODIFIKASI DAN UJI KINERJA APLIKATOR PUPUK CAIR PADA PROSES BUDIDAYA TEMBAKAU (Nicotiana tabacum L.)
MODIFIKASI DAN UJI KINERJA APLIKATOR PUPUK CAIR PADA PROSES BUDIDAYA TEMBAKAU (Nicotiana tabacum L.) Agus Panduwinata 1, Siswoyo Soekarno 2, Tasliman 3 1 Dept of Agricultural Engineering, FTP, Universitas
Efektivitas Pupuk Organik Kotoran Sapi dan Ayam terhadap Hasil Jagung di Lahan Kering
Efektivitas Pupuk Organik Kotoran Sapi dan Ayam terhadap Hasil Jagung di Lahan Kering Abstrak Sumanto 1) dan Suwardi 2) 1)BPTP Kalimantan Selatan, Jl. Panglima Batur Barat No. 4, Banjarbaru 2)Balai Penelitian
EFISIENSI IRIGASI TETES DAN KEBUTUHAN AIR TANAMAN BUNGA KOL PADA TANAH ANDOSOL
EFISIENSI IRIGASI TETES DAN KEBUTUHAN AIR TANAMAN BUNGA KOL PADA TANAH ANDOSOL (The Efficiency of Drip Irrigation and Crop Water Requirement of Cauliflower on Andosol Land) Irvan Immanuel Silalahi 1, Sumono
TANGGAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN JAGUNG MANIS
Jurnal Penelitian Pertanian BERNAS, Volume 8, No 3 : 38-42 TANGGAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN JAGUNG MANIS (Zea mays saccharata Sturt. L) TERHADAP PEMBERIAN PUPUK LIMBAH CAIR PABRIK KELAPA SAWIT
III. BAHAN DAN METODE. Penelitian ini dilaksanakan di Kebun Percobaan Balai Pengkajian Teknologi
24 III. BAHAN DAN METODE 3.1 Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di Kebun Percobaan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian BPTP Unit Percobaan Natar, Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung
RANCANG BANGUN PROTOTIPE ALAT TANAM BENIH JAGUNG ERGONOMIS DENGAN TUAS PENGUNGKIT DAN MEKANIK PEMBUAT LUBANG UNTUK MENINGKATKAN KAPASITAS TANAM
RANCANG BANGUN PROTOTIPE ALAT TANAM BENIH JAGUNG ERGONOMIS DENGAN TUAS PENGUNGKIT DAN MEKANIK PEMBUAT LUBANG UNTUK MENINGKATKAN KAPASITAS TANAM Rindra Yusianto Fakultas Teknik, Universitas Dian Nuswantoro,
EXECUTIVE SUMMARY IRIGASI MIKRO BERBASIS MULTI KOMODITAS
EXECUTIVE SUMMARY IRIGASI MIKRO BERBASIS MULTI KOMODITAS Desember, 2012 Pusat Litbang Sumber Daya Air i KATA PENGANTAR Laporan ini merupakan Executive Summary dari kegiatan Irigasi Mikro Berbasis Multi
APLIKASI SISTEM IRIGASI TETES PADA TANAMAN TOMAT (Lycopersicum esculentum Mill) THE APPLICATION OF DRIP IRRIGATION SYSTEM ON TOMATO
Jurnal Teknik Pertanian LampungVol.3, No. 2: 127-140 APLIKASI SISTEM IRIGASI TETES PADA TANAMAN TOMAT (Lycopersicum esculentum Mill THE APPLICATION OF DRIP IRRIGATION SYSTEM ON TOMATO (Lycopersicum esculentum
LAMPIRAN. Mulai. Pembuatan komponen irigasi tetes (emiter alternatif) Pembuatan tabung marihot. Pemasangan jaringan pipa-pipa dan emiter
LAMPIRAN Lampiran 1. Diagram alir penelitian Mulai Pembuatan komponen irigasi tetes (emiter alternatif) Pembuatan tabung marihot Pemasangan jaringan pipa-pipa dan emiter Pemasangan instalasi irigasi tetes
III. BAHAN DAN METODE
11 III. BAHAN DAN METODE 3.1 Lokasi dan Waktu Penelitian Penelitian dilakukan pada kemiringan lahan 15 %. Tanah Latosol Darmaga/Typic Dystrudepts (Kebun Percobaan Cikabayan, University Farm) dipilih sebagai
TINJAUAN PUSTAKA. sumber daya air merupakan dasar peradaban manusia (Sunaryo dkk., 2004).
TINJAUAN PUSTAKA Irigasi Air adalah unsur yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia, yakni demi peradaban manusia. Bahkan dapat dipastikan, tanpa pengembangan sumber daya air secara konsisten
OPTIMASI PARAMETER DESAIN IRIGASI TETES SEDERHANA TYPE DRIPLINE Optimizing of Simple Dripline Pipe Design Parameter
92 Spektrum Sipil, ISSN 1858-4896 Vol. 3, No. 1 : 92-98, Maret 2016 OPTIMASI PARAMETER DESAIN IRIGASI TETES SEDERHANA TYPE DRIPLINE Optimizing of Simple Dripline Pipe Design Parameter Humairo Saidah*,
APLIKASI TEKNIK IRIGASI UNTUK MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS KELAPA SAWIT (STUDI KASUS KEBUN SURYA ADI PT BINA SAWIT MAKMUR)
ISSN 1907-8773 Terbit sekali 2 bulan Volume 5 Nomor 6. Desember 2010 APLIKASI TEKNIK IRIGASI UNTUK MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS KELAPA SAWIT (STUDI KASUS KEBUN SURYA ADI PT BINA SAWIT MAKMUR) PENDAHULUAN
V. HASIL DAN PEMBAHASAN
V. HASIL DAN PEMBAHASAN 5.1. Kadar Air Tanah Air merupakan salah satu komponen penting yang dibutuhkan oleh tanaman baik pohon maupun tanaman semusim untuk tumbuh, berkembang dan berproduksi. Air yang
III. BAHAN DAN METODE. Penelitian ini dilaksanakan di Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Unit
III. BAHAN DAN METODE 3.1 Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Unit Kebun Percobaan Natar, Desa Negara Ratu, Kecamatan Natar, Kabupaten
Respons Pertumbuhan dan Hasil Sorgum (Sorghum bicolor (L.) Moench) Terhadap Jarak Tanam dan Waktu Penyiangan Gulma
Respons Pertumbuhan dan Hasil Sorgum (Sorghum bicolor (L.) Moench) Terhadap Jarak Tanam dan Response of growth and result sorghum in spacing and weeding time Wika Simanjutak, Edison Purba*, T Irmansyah
MENINGKATKAN KETERSEDIAAN PAKAN MELALUI INTRODUKSI JAGUNG VARIETAS UNGGUL SEBAGAI BORDER TANAMAN KENTANG
Seminar Nasional Teknologi Peternakan dan Veteriner 21 MENINGKATKAN KETERSEDIAAN PAKAN MELALUI INTRODUKSI JAGUNG VARIETAS UNGGUL SEBAGAI BORDER TANAMAN KENTANG (Introduction of New Maize Varieties, as
BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan di Kelurahan Dulomo Utara, Kecamatan Kota
15 BAB III METODE PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di Kelurahan Dulomo Utara, Kecamatan Kota Utara, Kota Gorontalo. Penelitian ini dimulai pada Bulan April 2012 sampai
PENGARUH PUPUK NPK 20:10:10 DAN ASAM HUMAT TERHADAP TANAMAN JAGUNG DI LAHAN SAWAH ALUVIAL, GOWA
PENGARUH PUPUK NPK 20:10:10 DAN ASAM HUMAT TERHADAP TANAMAN JAGUNG DI LAHAN SAWAH ALUVIAL, GOWA Syafruddin Balai Penelitian Tanaman Serealia ABSTRAK Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh pupuk
PERBENIHAN BAWANG MERAH PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN HORTIKULTURA
PERBENIHAN BAWANG MERAH PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN HORTIKULTURA Dalam rangka meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi bawang merah, peran benih sebagai input produksi merupakan tumpuan utama
BAHAN DAN METODE Tempat dan Waktu Percobaan Alat dan Bahan Metode Percobaan
11 BAHAN DAN METODE Tempat dan Waktu Percobaan Penelitian dilaksanakan di Kebun Jagung University Farm IPB Jonggol, Bogor. Analisis tanah dilakukan di Laboratorium Tanah, Departemen Tanah, IPB. Penelitian
II. TINJAUAN PUSTAKA
II. TINJAUAN PUSTAKA A. Sistem Pembibitan Kelapa Sawit Pembibitan merupakan awal kegiatan lapangan yang harus dimulai setahun sebelum penanaman di lapangan. Waktu yang relatif lama ini sangat memegang
BAHAN DAN METODE. Tempat dan Waktu Penelitian
12 BAHAN DAN METODE Tempat dan Waktu Penelitian Percobaan dilakukan di Desa Dukuh Asem, Kecamatan Majalengka, Kabupaten Majalengka pada tanggal20 April sampai dengan 2 Juli 2012. Lokasi percobaan terletak
KAJIAN PADI VARIETAS UNGGUL BARU DENGAN CARA TANAM SISTEM JAJAR LEGOWO
KAJIAN PADI VARIETAS UNGGUL BARU DENGAN CARA TANAM SISTEM JAJAR LEGOWO Yati Haryati dan Agus Nurawan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Jawa Barat Jl. Kayuambon No. 80 Lembang, Bandung Email : [email protected]
BAB III METODE PENELITIAN. Ciparay, pada ketinggian sekitar 625 m, di atas permukaan laut dengan jenis tanah
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Tempat dan Waktu Percobaan Penelitian dilaksanakan di lahan sawah Sanggar Penelitian, Latihan dan Pengembangan Pertanian (SPLPP) Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran
PENGARUH INTERVAL PENYIRAMAN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL EMPAT KULTIVAR JAGUNG (Zea mays L.)
PENGARUH INTERVAL PENYIRAMAN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL EMPAT KULTIVAR JAGUNG (Zea mays L.) Danti Sukmawati Ciptaningtyas 1, Didik Indradewa 2, dan Tohari 2 ABSTRACT In Indonesia, maize mostly planted
Pengaruh Konsentrasi dan Waktu Penyemprotan Pupuk Organik Cair Super ACI terhadap Pertumbuhan dan Hasil Jagung Manis
Agritrop, 26 (3) : 105-109 (2007) issn : 0215 8620 C Fakultas Pertanian Universitas Udayana Denpasar Bali - Indonesia Pengaruh Konsentrasi dan Waktu Penyemprotan Pupuk Organik Cair Super ACI terhadap Pertumbuhan
BAHAN DAN METODE. Tempat dan Waktu
7 BAHAN DAN METODE Tempat dan Waktu Penanaman di lapangan dilaksanakan di Kebun Percobaan IPB Cikabayan Darmaga Bogor. Kebun percobaan memiliki topografi datar dengan curah hujan rata-rata sama dengan
percobaan pemupukan, berdasarkan jumlah dan macam unsur hara yang diangkut hasil panen, berdasarkan ketersediaan unsur hara dalam tanah (analisis
PEMBAHASAN Tujuan pemupukan pada areal tanaman kakao yang sudah berproduksi adalah untuk menambahkan unsur hara ke dalam tanah supaya produktivitas tanaman kakao tinggi, lebih tahan terhadap hama dan penyakit,
TINJAUAN PUSTAKA. disukai dan popular di daerah-daerah yang memiliki masalah kekurangan air.
TINJAUAN PUSTAKA Irigasi Tetes Irigasi tetes adalah suatu metode irigasi baru yang menjadi semakin disukai dan popular di daerah-daerah yang memiliki masalah kekurangan air. Irigasi tetes merupakan metode
BAB III BAHAN DAN METODE. Medan Area yang berlokasi di Jalan Kolam No. 1 Medan Estate, Kecamatan
BAB III BAHAN DAN METODE 3.1 Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian dilakukan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Medan Area yang berlokasi di Jalan Kolam No. 1 Medan Estate, Kecamatan Percut
III. BAHAN DAN METODE. Penelitian ini dilaksanakan di Kebun Percobaan Balai Pengkajian Teknologi
III. BAHAN DAN METODE 3.1 Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di Kebun Percobaan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Unit Percobaan Natar, Desa Negara Ratu, Kecamatan Natar,
LAMPIRAN. Lampiran 1. Layout Penelitian
LAMPIRAN Lampiran 1. Layout Penelitian P1(a) P4 (2) P3 (a) P1 (b) P5 (a) P4 (b) P3 (1) P3 (a) P5 (a) P4 (1) P2 (2) P3 (2) P1 (a) P4 (a) P2 (1) P4 (a) P1 (2) P3 (1) P4 (1) P3 (2) P4 (b) P2 (b) P4 (2) P2
III. METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan dari Bulan Juli sampai November 2013 di Greenhouse Sarwo
23 III. METODOLOGI PENELITIAN A. Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian ini dilakukan dari Bulan Juli sampai November 2013 di Greenhouse Sarwo Farm Desa Bandar Agung Kec. Kalianda Kab. Lampung Selatan
Keragaan Galur Jagung Genjah pada Lahan Kering Provinsi Riau
Keragaan Galur Jagung Genjah pada Lahan Kering Provinsi Riau Yunizar dan Jakoni Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Riau Fax. (0761) 674206; E-mail [email protected] Abstrak Peningkatan produksi jagung
V. HASIL DAN PEMBAHASAN
V. HASIL DAN PEMBAHASAN 5.1. Pembuatan Prototipe 5.1.1. Modifikasi Rangka Utama Untuk mempermudah dan mempercepat waktu pembuatan, rangka pada prototipe-1 tetap digunakan dengan beberapa modifikasi. Rangka
III. BAHAN DAN METODE. Penelitian ini dilaksanakan di Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Unit
20 III. BAHAN DAN METODE 3.1 Tempat dan Waktu Penelitan Penelitian ini dilaksanakan di Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Unit Kebun Percobaan Natar, Desa Negara Ratu, Kecamatan Natar, Kabupaten
ANALISIS EFISIENSI IRIGASI TETES DAN KEBUTUHAN AIR TANAMAN SAWI (Brassica juncea) PADA TANAH INCEPTISOL
ANALISIS EFISIENSI IRIGASI TETES DAN KEBUTUHAN AIR TANAMAN SAWI (Brassica juncea) PADA TANAH INCEPTISOL (Drip Irrigation Efficiency Analysis and Crop Water Requirements of Mustard (Brassica juncea) in
METODE PENELITIAN. Air Jurusan Teknik Pertanian. Dan Lahan Parkir Jurusan Teknik Pertanian di
17 III. METODE PENELITIAN 3.1 Lokasi dan Waktu Penelitian Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Rekayasa Sumberdaya Lahan dan Air Jurusan Teknik Pertanian. Dan Lahan Parkir Jurusan Teknik Pertanian di
III. BAHAN DAN METODE. Penelitian dilaksanakan di kebun percobaan yang terletak di Desa Rejomulyo,
III. BAHAN DAN METODE 3.1 Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian dilaksanakan di kebun percobaan yang terletak di Desa Rejomulyo, Kecamatan Metro Selatan, Kota Metro pada bulan Maret Mei 2014. Jenis tanah
BAHAN DAN METODE. Tempat dan Waktu Penelitian. Bahan dan Alat
BAHAN DAN METODE Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian dilaksanakan di kebun percobaan Cikabayan-University Farm IPB, Darmaga Bogor. Areal penelitian bertopografi datar dengan elevasi 250 m dpl dan curah
PENGARUH DOSIS DAN WAKTU APLIKASI PUPUK UREA DALAM MENINGKATKAN PERTUMBUHAN DAN HASIL JAGUNG (Zea mays, L.) PIONEER 27
J. Agrotek Tropika. ISSN 2337-4993 50 Jurnal Agrotek Tropika 1(1):50-54, 2013 Vol. 1, No. 1: 50 54, Januari 2013 PENGARUH DOSIS DAN WAKTU APLIKASI PUPUK UREA DALAM MENINGKATKAN PERTUMBUHAN DAN HASIL JAGUNG
III. BAHAN DAN METODE. Penelitian ini dilaksanakan di kebun Kota Sepang Jaya, Kecamatan Labuhan Ratu,
III. BAHAN DAN METODE 3.1 Tempat Dan Waktu Penelitian ini dilaksanakan di kebun Kota Sepang Jaya, Kecamatan Labuhan Ratu, Secara geografis Kota Sepang Jaya terletak pada koordinat antara 105 15 23 dan
1998 SURUSAN TEKlVIK PERTANIAN FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN INSTITUT PERTANIAN BOGOR
UNTUK TANAMA (Citrulhs vulgaris L.) PADA JARINGAN IRI DI KABUPATEN I OLEH : MUHAMMAD EKA SUAHPUT'RA 1998 SURUSAN TEKlVIK PERTANIAN FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN INSTITUT PERTANIAN BOGOR yang diperlukan
Oleh Administrator Kamis, 07 November :05 - Terakhir Diupdate Kamis, 07 November :09
Tanaman tomat (Lycopersicon lycopersicum L.) termasuk famili Solanaceae dan merupakan salah satu komoditas sayuran yang sangat potensial untuk dikembangkan. Tanaman ini dapat ditanam secara luas di dataran
PENYIAPAN BIBIT UBIKAYU
PENYIAPAN BIBIT UBIKAYU Ubi kayu diperbanyak dengan menggunakan stek batang. Alasan dipergunakan bahan tanam dari perbanyakan vegetatif (stek) adalah selain karena lebih mudah, juga lebih ekonomis bila
Pertumbuhan tanaman dan produksi yang tinggi dapat dicapai dengan. Pemupukan dilakukan untuk menyuplai unsur hara yang dibutuhkan oleh
45 4.2 Pembahasan Pertumbuhan tanaman dan produksi yang tinggi dapat dicapai dengan memperhatikan syarat tumbuh tanaman dan melakukan pemupukan dengan baik. Pemupukan dilakukan untuk menyuplai unsur hara
METODELOGI PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan di Research Station PT Great Giant Pineapple, Kecamatan
III. METODELOGI PENELITIAN 3.1 Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di Research Station PT Great Giant Pineapple, Kecamatan Terbanggi Besar, Kabupaten Lampung Tengah, Provinsi Lampung,
IRIGASI TETES (DRIP IRRIGATION) Dr.Ir. Sugeng Prijono, MS Irigasi Tetes Definisi: suatu sistem untuk memasok air (dan pupuk) tersaring ke dalam tanah melalui suatu pemancar (emiter / dripper) Debit
TINJAUAN PUSTAKA Sifat dan Ciri Tanaman Cabai
3 TINJAUAN PUSTAKA Sifat dan Ciri Tanaman Cabai Tanaman cabai termasuk suku terung-terungan (Solanaceae), berbentuk perdu, dan tergolong tanaman semusim. Tanaman cabai hibrida varietas Serambi dapat ditanam
Pengaruh Jarak Tanam dan Ukuran Umbi Bibit terhadap Pertumbuhan dan Hasil Kentang Varietas Granola untuk Bibit
J. Hort. 18(2):155-159, 2008 Pengaruh Jarak Tanam dan Ukuran Umbi Bibit terhadap Pertumbuhan dan Hasil Kentang Varietas Granola untuk Bibit Sutapradja, H. Balai Penelitian Tanaman Sayuran Jl. Tangkuban
Irigasi Tetes: Solusi Kekurangan Air pada Musim Kemarau
Irigasi Tetes: Solusi Kekurangan Air pada Musim Kemarau Nur Fitriana, Forita Diah Arianti dan Meinarti Norma Semipermas Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Jawa Tengah Jln. BPTP No 40 Sidomulyo, Ungaran
TATA CARA PENELITIAN. A. Tempat dan Waktu Penelitian. Yogyakarta, GreenHouse di Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah
III. TATA CARA PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian dilaksanakan di lahan kering, Desa Gading PlayenGunungkidul Yogyakarta, GreenHouse di Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Yogyakarta,
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian dilakukan di Kelurahan Hepuhulawa, Kecamatan Limboto, Kabupaten Gorontalo. Penelitian dilaksanakan selama 3 bulan, terhitung sejak bulan
III. BAHAN DAN METODE. Penelitian ini dilaksanakan di Kelurahan Banjarsari Bedeng 29, Kecamatan Metro
III. BAHAN DAN METODE 3.1 Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di Kelurahan Banjarsari Bedeng 29, Kecamatan Metro Utara, Kota Metro dan Laboratorium Tanaman Fakultas Pertanian Universitas
APLIKASI IRIGASI DEFISIT PADA FASE PEMBUNGAAN TANAMAN PADI GOGO (Oryza sativa L.) VARIETAS INPAGO 9
Jurnal Teknik Pertanian LampungVol.6, No. 2: 95-104 APLIKASI IRIGASI DEFISIT PADA FASE PEMBUNGAAN TANAMAN PADI GOGO (Oryza sativa L.) VARIETAS INPAGO 9 THE APPLICATIONS OF DEFICIT IRRIGATION ON FLOWERING
LAMPIRAN. Lampiran 1. Flow chart penelitian. Mulai. Pembuatan menara air. Pemasangan pipa dan emiter. Pengambilan data. Pengukuran parameter.
LAMPIRAN Lampiran 1. Flow chart penelitian Mulai Pembuatan menara air Pemasangan pipa dan emiter Pengambilan data Pengukuran parameter Analisis Selesai Lampiran 2. Layout jaringan irigasi tetes Keterangan:
III. BAHAN DAN METODE. Penelitian ini merupakan penelitian lanjutan yang sebelumnya dilakukan oleh
13 III. BAHAN DAN METODE 3.1 Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian lanjutan yang sebelumnya dilakukan oleh Anjani (2013) pada musim tanam pertama yang ditanami tanaman tomat,
4 PENDEKATAN RANCANGAN. Rancangan Fungsional
25 4 PENDEKATAN RANCANGAN Rancangan Fungsional Analisis pendugaan torsi dan desain penjatah pupuk tipe edge-cell (prototipe-3) diawali dengan merancang komponen-komponen utamanya, antara lain: 1) hopper,
Uji Tekanan Air Pompa dan Tinggi Riser terhadap Keseragaman Distribusi Air pada Irigasi Curah
Uji Tekanan Air Pompa dan Tinggi Riser terhadap Keseragaman Distribusi Air pada Irigasi Curah (Test between the Pump Pressure and Height of Riser to Uniformity Water Distribution of Sprinkler Irrigation)
PENGARUH PENGAPLIKASIAN ZEOLIT DAN PUPUK UREA PADA PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN JAGUNG MANIS (Zea mays L. saccharata Sturt.)
378 JURNAL PRODUKSI TANAMAN Vol. 1 No. 4 SEPTEMBER-2013 ISSN: 2338-3976 PENGARUH PENGAPLIKASIAN ZEOLIT DAN PUPUK UREA PADA PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN JAGUNG MANIS (Zea mays L. saccharata Sturt.) THE
III. BAHAN DAN METODE. Penelitian ini dilaksanakan daribulan Juli sampai dengan Oktober 2012 di daerah
12 III. BAHAN DAN METODE 3.1 Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian ini dilaksanakan daribulan Juli sampai dengan Oktober 2012 di daerah Blora Indah Kelurahan Segala Mider, Tanjung Karang Barat, Bandar
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang Budidaya laut (marinecultur) merupakan bagian dari sektor kelautan dan perikanan yang mempunyai kontribusi penting dalam memenuhi target produksi perikanan. Walaupun
EFEK KOMBINASI DOSIS PUPUK N P K DAN CARA PEMUPUKAN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL JAGUNG MANIS. Jumini, Nurhayati, dan Murzani
EFEK KOMBINASI DOSIS PUPUK N P K DAN CARA PEMUPUKAN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL JAGUNG MANIS Effect of Combination of Fertilizer Doses of N, P, K and Fertilizer Placement on Growth and Yield of Sweet
BAHAN DAN METODE. Y ijk = μ + U i + V j + ε ij + D k + (VD) jk + ε ijk
12 BAHAN DAN METODE Waktu dan Tempat Penelitian dilaksanakan mulai Februari-Agustus 2009 dilaksanakan di Kebun Percobaan Cikabayan, Dramaga, Bogor. Areal penelitian bertopografi datar dengan jenis tanah
III. MATERI DAN METODE
III. MATERI DAN METODE 3.1. Tempat dan Waktu Penelitian ini dilaksanakan di lahan pertanian Fakultas Pertanian Universitas Islam Negri Sultan Syarif Kasim Riau. Penelitian ini dilaksanakan dari bulan Desember
POLA TANAM TANAMAN PANGAN DI LAHAN SAWAH DAN KERING
POLA TANAM TANAMAN PANGAN DI LAHAN SAWAH DAN KERING TEKNOLOGI BUDIDAYA Pola tanam Varietas Teknik Budidaya: penyiapan lahan; penanaman (populasi tanaman); pemupukan; pengendalian hama, penyakit dan gulma;
II. TINJAUAN PUSTAKA. Jagung (Zea mays) adalah tanaman semusim yang berasal dari Amerika
4 II. TINJAUAN PUSTAKA A. Tanaman jagung Jagung (Zea mays) adalah tanaman semusim yang berasal dari Amerika Tengah (Meksiko Bagian Selatan). Budidaya jagung telah dilakukan di daerah ini, lalu teknologi
BAHAN DAN METODE Waktu dan Tempat Bahan dan Alat Metode
BAHAN DAN METODE Waktu dan Tempat Percobaan dilakukan mulai Desember 2006 sampai dengan Desember 2007. Percobaan dilaksanakan di dua tempat. Percobaan lapang dilakukan di kebun percobaan Sustainable Agriculture
III. BAHAN DAN METODE. Penelitian ini dilaksanakan di Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Unit
17 III. BAHAN DAN METODE 3.1 Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Unit Kebun Percobaan Natar, Desa Negara Ratu, Kecamatan Natar, Kabupaten
I. TATA CARA PENELITIAN. Muhammadiyah Yogyakarta di Desa Tamantirto, Kecamatan Kasihan, Kabupaten
I. TATA CARA PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian dilakukan di Green House Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Yogyakarta di Desa Tamantirto, Kecamatan Kasihan, Kabupaten Bantul,
III. BAHAN DAN METODE
III. BAHAN DAN METODE 3.1. Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilakukan di Lahan pertanian milik masyarakat Jl. Swadaya. Desa Sidodadi, Kecamatan Batang Kuis, Kabupaten Deli Serdang, Provinsi Sumatra
TANGGAPAN PERTUMBUHAN DAN DAYA HASIL DUA KLON TANAMAN NILAM (Pogostemon cablin Benth.) TERHADAP DOSIS PEMUPUKAN UREA, SP-36, DAN KCl
TANGGAPAN PERTUMBUHAN DAN DAYA HASIL DUA KLON TANAMAN NILAM (Pogostemon cablin Benth.) TERHADAP DOSIS PEMUPUKAN UREA, SP-36, DAN KCl Growth and Yield Respond of Two Clones of Patchouli Plant to Fertilizer
III. BAHAN DAN METODE. Penelitian dilaksanakan di Kebun Percobaan Balai Pengkajian Teknologi
12 III. BAHAN DAN METODE 3.1 Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian dilaksanakan di Kebun Percobaan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Desa Negara Ratu Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan
3. BAHAN DAN METODE. Lokasi dan Waktu Penelitian
10 3. BAHAN DAN METODE Lokasi dan Waktu Penelitian Penelitian lapangan dilakukan di Kampung Arca Baru Sawah, Desa Sukaresmi, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor. Analisis tanah dan air dilaksanakan
III. BAHAN DAN METODE. Percobaan ini dilaksanakan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas
17 III. BAHAN DAN METODE 3.1 Tempat dan Waktu Penelitian Percobaan ini dilaksanakan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Lampung Desa Muara Putih Kecamatan Natar Lampung Selatan dengan titik
PYRACLOSTROBIN ROLE IN IMPROVING EFFICIENCY NITROGEN FERTILIZER AND EFFECT ON QUALITY OF YIELD SEEDS CORN (Zea mays L.)
JURNAL PRODUKSI TANAMAN Vol. 1 No. 2 MEI-2013 ISSN: 2338-3976 PENGARUH PEMBERIAN PYRACLOSTROBIN TERHADAP EFISIENSI PUPUK NITROGEN DAN KUALITAS HASIL TANAMAN JAGUNG (Zea mays L.) PYRACLOSTROBIN ROLE IN
EXECUTIVE SUMMARY PENGKAJIAN EFISIENSI PENGGUNAAN AIR IRIGASI AIR TANAH (IRIGASI MIKRO)
EXECUTIVE SUMMARY PENGKAJIAN EFISIENSI PENGGUNAAN AIR IRIGASI AIR TANAH (IRIGASI MIKRO) Desember 2011 KATA PENGANTAR Executive Summary ini merupakan ringkasan dari Laporan Akhir kegiatan Pengkajian Efisiensi
ADAPTASI BEBERAPA GALUR TOMAT (Lycopersicon esculentum Mill.) DI LAHAN MEDIUM BERIKLIM BASAH DI BALI DENGAN BUDIDAYA ORGANIK
ADAPTASI BEBERAPA GALUR TOMAT (Lycopersicon esculentum Mill.) DI LAHAN MEDIUM BERIKLIM BASAH DI BALI DENGAN BUDIDAYA ORGANIK Ida Bagus Aribawa dan I Ketut Kariada Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP)
PENGARUH POPULASI TANAMAN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL JARAK PAGAR (Jatropha curcas L.) PADA TAHUN KETIGA
PENGARUH POPULASI TANAMAN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL JARAK PAGAR (Jatropha curcas L.) PADA TAHUN KETIGA Moch. Romli Balai Penelitian Tanaman Tembakau dan Serat, Malang ABSTRAK Penelitian dilaksanakan
