LEMBARAN DAERAH KABUPATEN KAMPAR
|
|
|
- Handoko Hartono
- 10 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 LEMBARAN DAERAH KABUPATEN KAMPAR NOMOR : 05 TAHUN : 2009 SERI : E PERATURAN DAERAH KABUPATEN KAMPAR NOMOR 05 TAHUN 2009 TENTANG PENEMPATAN TENAGA KERJA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI KAMPAR, Menimbang : a. Bahwa berdasarkan fenomena tentang belum dimanfaatkannya tenaga kerja lokal secara optimal oleh berbagaai perusahaan yang berdomisili di Kabupaten Kampar Pemberdayaan Tenaga Kerja Lokal; b. Bahwa akibat kurang dimanfaatkannya Tenaga Kerja Lokal oleh perusahaan-perusahaan yang ada, dapat menimbulkan dampak negatif berupa kesenjangan ekonomi serta kecemburuan sosial antara karyawan perusahan dengan masyarakat tempatan bahkan dengan perusahan yang bersangkutan; c. Bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a dan b perlu membentuk Peraturan Daerah tentang Penempatan tenaga kerja lokal; Mengingat : 1. Undang-undang Nomor 12 Tahun 1956 tentang Pembentukan Daerah Otonomi Kabupaten dalam Lingkungan Daerah Provinsi Sumatera Tengah (Lembaran Negara Tahun 1956 Nomor 25) ; 2. Undang-undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang ketenagakerjaan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003, Nomor 39, tambahan Lembaran Negara Nomor 4279) ; 3. Undang-undang Nomor 32 tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah; 4. Undang-undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah ;
2 5. Peraturan Pemerintah Nomor 31 Tahun 2006 tentang Sistem Pelatihan Kerja Nasional ; 6. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintah antara Pemerintah, Pemerintah Daerah Propinsi dan Pemerintah Daerah Kabupaten / Kota ; 7. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang kedudukan, Tugas dan Fungsi Organisasi Perangkat Daerah; 8. Keputusan Presiden Nomor 04 Tahun 1980 tentang Wajib Lapor Lowongan Pekerjaan; 9. Keputusan Mentri Tenaga kerja nomor : KEP.203/MEN/1999 tentang penempatan Tenaga Kerja di dalam Negri; 10. Keputusan Gubernur Riau Nomor : kpts.344/viii/2000 tentang pedoman Penempatan Tenaga Kerja Lokal; 11. Peraturan Daerah Kabupaten Kampar Nomor 14 Tahun 1998 tentang penyidik Pegawai Negri Sipil (PPNS) di Lingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Kampar (Lembaran Daerah Tahun 1998 Nomor 18); Dengan Persetujuan Bersama DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH KABUPATEN KAMPAR Dan BUPATI KAMPAR MEMUTUSKAN : Menetapkan : PERATURAN DAERAH KABUPATEN KAMPAR TENTANG PENEMPATAN TENAGA KERJA BAB I KETENTUAN UMUM Pasal I Dalam Peraturan Daerah ini di maksud dengan : 1. Daerah adalah Daerah Kabupaten Kampar. 2. Pemerintah Daerah adalah Pemerintah Daerah Kabupaten Kampar. 3. Kepala Daerah adalah Bupati Kampar. 4. Dewan Perwakilan Rakyat daerah yang selanjutnya disebut dengan DPRD adalah Badan Legislatif Daerah Kabupaten Kampar. 5. Dinas Teknis adalah Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kabupaten Kampar. 6. Dinas Pendapatan Daerah adalah Dinas Pendapatan Daerah Kabupaten Kampar.
3 7. Kas Daerah adalah Kas Daerah Kabupaten Kampar. 8. Badan Urusan Keuangan Daerah adalah Badan Urusan Keuangan Daerah Kabupaten Kampar. 9. Badan Hukum adalah bentuk Badan Usaha yang meliputi Perseroan Terbatas, Perseroan Komenditer, Perseroan Lainnya, Badan Usaha Milik Negara atau Daerah dengan nama dan bentuk apapun, Persekutuan, Perkumpulan, Firma, Kongsi, Koperasi, Yayasan atau Organisasi yang sejenis, Lembaga, Dana Pensiun, Bentuk Usaha tetap serta Badan Usaha lainnya. 10. Pengusaha adalah : a. Orang Perseorangan, Persekutuan atau Badan Hukum Yang secara sendiri-sendiri menjalankan perusahaan; b. Orang Perseorangan, Persekutuan atau Badan Hukum yang secara sendiri-sendiri menjalankan perusahaan Hukum miliknya; c. Orang Perorangan, Persekutuan atau Badan Hukum yang berada di Kabupaten Kampar mewakili Perusahaan sebagaimana di maksud dalam point 1 dan point 2 diatas yang berkedudukan diluar Wilayah Indonesia. 11. Pengurus adalah Orang yang ditunjuk untuk memimpin suatu Perusahaan. 12. Pekerja adalah Orang yang berkerja pada perusahaan dengan menerima upah yang berada dalam hubungan kerja. 13. Tenaga Kerja Lokal adalah Tenaga Kerja yang berasal dari Kabupaten Kampar atau dari daerah lainnya yang lahir di Kabupaten Kampar secara turun temurun atau berdomisili dalam jangka waktu tertentu atau berdasarkan perkawinan campuran. 14. Antar Kerja adalah Suatu mekanisme pelayanan kepada pencari kerja untuk memperoleh pekerjaan yang sesuai dengan bakat, dan kemampuannya baik dalam hubungan kerja maupun usaha mandiri serta pelayanan kepada pemberi kerja untuk memperoleh Tenaga Kerja yang sesuai dengan kebutuhannya. 15. Pengantar Kerja adalah Petugas Fungsional yang melaksanakan kegiatan Antar Kerja. 16. Antar Kerja Lokal (AKL) adalah Antar Kerja yang dilaksanakan untuk memberikan pelayanan kepada pencari kerja dan pemberi kerja yang masing-masing berdomisili dalam Daerah Kerja Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kabupaten Kampar. 17. Antar Kerja Antar Daerah (AKAD) adalah Antar Kerja yang dilaksanakan untuk memberikan pelayanan kepada Pencari Kerja dan Pemberi Kerja yang masing-masing berdomisili di Daerah Kerja Antar Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Provinsi. 18. Pencari Kerja Adalah Tenaga Kerja baik yang menganggur maupun yang masih bekerja tetapi ingin pindah atau alih pekerjaan yang harus mendaftarkan diri pada Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kabupaten Kampar atau pada Instansi/Lembaga yang ditunjuk.
4 19. Pemberi Kerja adalah Setiap Pihak yang membutuhkan Tenaga Kerja. 20. Pelatihan kerja adalah keseluruhan kegiatan untuk memberi, memperoleh, meningkatkan, serta mengembangkan kompetensi kerja, produktifitas, disiplin sikap, dan etos kerja pada tingkat keterampilan dan keahlian tertentu sesuai dengan jenjang dan kualifikasi jabatan atau pekerjaan. 21. Lembaga Pelatihan Kerja adalah Instansi Pemerintah, badan Hukum atau perorangan yang memenuhi persyaratan untuk menyelenggarakan pelatihan kerja. 22. Kopetensi Kerja adalah kemampuan kerja setiap individu yang mencakup aspek pengetahuan, keterampilan dan sikap kerja yang sesuai dengan standar yang ditetapkan. 23. Program Pemagangan adalah bagian dari sistem pelatihan kerja yang diselenggarakan secara terpadu antara pelatihan di Lembaga Pelatihan dengan bekerja secara langsung di bawah bimbingan dan pengawasan Instruktur atau pekerja/buruh yang lebih berpengalaman dalam proses produksi barang dan/atau jasa di Perusahaan dalam rangka menguasai keterampilan atau keahlian tertentu. 24. Perjanjian Pemegang adalah perjanjian antara Peserta Program Pemagangan dengan Penyelenggara Program Pemagangan yang dibuat secara tertulis dan memuat Hak dan Kewajiban serta jangka waktu Program Pemagangan. BAB II WAJIB LAPOR LOWONGAN PEKERJAAN Pasal 2 (1) Setiap Pengusaha atau Pengurus wajib segera melaporkan secara tertulis setiap ada atau akan ada lowongan pekerjaan kepada Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kabupaten Kampar. (2) Laporan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) memuat : a. Jumlah Tenaga Kerja yang dibutuhkan; b. Jenis Pekerjaan dan syarat-syarat jabatan yang digolongkan dalam jenis kelamin, usia, pendidikan, keterampilan/keahlian, pengalaman dan syarat-syarat lain yang dipandang perlu. (3) SetiapPerusahaan yang membuat PP dan PKB wajib memuat hal-hal sebagai berikut : a. Setiap Lowongan yang ada atau akan ada di laporkan ke Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kabupaten Kampar. b. Pengisian Lowongan yang tersedia di Perusahaan di rekrut perusahaan bersama Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kabupaten kampar. Pasal 3
5 Dalam hal Perusahaan mempunyai kantor-kantor cabang atau bagian yang berdiri sendiri, maka kewajiban sebagaimana dimaksud dalam pasal 2 berlaku terhadap masing-masing kantor cabang atau bagian tersebut. Pasal 4 (1) Bentuk Laporan Lowongan Pekerjaan tersebut disediakan oleh Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kabupaten Kampar. (2) Setiap Pengisian Lowongan Pekerjaan harus mengutamakan Tenaga Kerja yang terdaftar atau memiliki Kartu Kuning (AK.I) dari Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kabupaten Kampar. (3) Dalam waktu selambat-lambatnya 3 (tiga) hari sebelum lowongan di isi atau sebelum lowongan dipasang dalam iklan ( surat kabar, majalah, TV, radio, dan lainnya) laporan lowongan tersebut harus sudah diterima oleh Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kabupaten Kampar. (4) Dalam Hal Penyampaian Lowongan pekerjaan pengusaha/pengurus bisa menyampaikan secara tertulis, datang sendiri atau lewat telepon, maka petugas/pengantar kerja yang menerima laporan harus mengecek kebenaran lowongan pekerjaan tersebut dan segera memindahkan isinya kedalam formulir Wajib Lapor Lowongan ( W.L.L.1 ) yng sudah disediakan. (5) Jika lowongan tersebut sudah diisi maka dalam tempo 1 (satu) hari sesudah pengisian lowongan, perusahaan (pengurus atau pengusaha) harus melaporkannya kepada Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kabupaten Kampar dengan mengisi Formulir Wajib Lapor Lowongan ( W.L.L.2 ). BAB III PENCARI KERJA Pasal 5 (1) Setiap Pencari Kerja mempunyai kesempatan yang sama untuk mengisi Lowongan pekerjaan. (2) Untuk mengisi Lowongan sebagaimana dimaksud ayat (1) Pencari Kerja harus memenuhi kualifikasi persyaratan yang dibutuhkan. Pasal 6 (1) Pencari Kerja yang akan mengisi lowongan pekerjaan diperusahaan harus terdaftar pada Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kabupaten Kampar dan dipersyaratkan memiliki Kartu Tanda Pendaftaran pencari kerja (AK.I) atau Kartu Kuning yang dikeluarkan oleh Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kabupaten Kampar. (2) Untuk mendapatkan Kartu Tanda Pendaftaran Pencari Kerja (AK. I) atau Kartu Kuning di persyaratkan ;
6 a. Memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) yang dikeluarkan oleh Dinas/Instansi yang berwenang dalam Wilayah Kabupaten Kampar; b. Foto copy Ijazah mulai dari SD sampai dengan Ijazah Terakhir; c. Pas Foto ukuran 3 X 4 cm, hitam putih sebanyak 3 lembar. (3) Terhadap keadan yang bersifat khusus pengurusan AK. I dapat dilimpahkan oleh Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kabupaten Kampar kepada Kantor Camat dan atau kantor lurah/kepala Desa setempat, yang berada disekitar atau berdekatan dengan perusahaan yang dimaksudkan dalam rangka untuk mempermudah pelayanan pengurusan kartu AK. I Pasal 7 (1) Setiap Perusahaan harus mempekerjakan 40% (empat puluh persen) tenaga lokal dan 60% (enam puluh persen) tenaga non lokal, baik tenaga kerja yang terampil maupun yang tidak terampil. (2) Apabila lowongan pekerjaan tidak bisa terpenuhi di Kabupaten Kampar, maka dapat dilakukan antar Kabupaten/Kota dalam Provinsi dalam bentuk kerjasama. (3) Jika setelah dilakukan segala daya upaya dalam pengisian lowongan tersebut, namun belum dapat diisi oleh tenaga kerja lokal, maka pengusaha atau pengurus diperbolehkan mencari tenaga kerja dari daerah lain setelah mendapat izin dari Bupati Kampar. BAB IV PENEMPATAN TENAGA KERJA Pasal 8 (1) Setiap Penempatan Tenaga Kerja dilaksanakan berdasarkan azaz terbuka, bebas, adil dan serta tanpa diskriminasi. (2) Penempatan Tenaga Kerja diarahkan untuk menempatkan Tenaga Kerja pada jabatan yang tepat sesuai dengan keahlian, keterampilan, bakat, minat, dan kemampuan dengan perlindungan Hukum. Pasal 9 (1) Setiap Pemberi kerja dan atau pelaksana dalam menempatkan Tenaga kerja wajib memenuhi perlindungan yang mencakup kesejahteraan, Keselamatan dan Kesehatan baik mental maupun fisik Tenaga Kerja. (2) Perlindungan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilaksanakan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Pasal 10
7 Pemberi Kerja dilarang mengalihkantenaga Kerja yang direkrutnya kepada pemberi kerja lain, secara langsung maupun tidak langsung tanpa persetujuan Tenaga Kerja yang bersangkutan dan Dinas Sosial Tenaga Kerja Kabupaten Kampar. BAB V PELAKSANAAN PENEMPATAN TENAGA KERJA ANTAR KERJA ANTAR DAERAH (AKAD) Pasal 11 Setiap Perusahan pengguna Tenaga Kerja AKAD ataupun mendatangkan Tenaga kerja AKAD wajib mendapatkan izin dari Bupati Kampar setelah memperoleh Rekomendasi dari Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kabupaten Kampar. Pasal 12 (1) Perusahaan yang mempergunakan Tenaga Kerja AKAD harus mempunyai rencana penempatan tenaga kerja antar Daerah (RPTKAD) untuk waktu tertentu minimal satu tahun yang disahkan oleh Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kabupaten Kampar (2) RPTKAD dibuat setelah lowongan pekerjaan yang terdaftar pada Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kabupaten Kampar belum dapat diisi oleh Tenaga Kerja Lokal yang berdomisili di Kabupaten Kampar. (3) Lowongan Pekerjaan yang tidak terisi sebagaimana pada ayat 2 dibuktikan dengan Surat Keterangan Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kabupaten Kampar. (4) Dalam hal di Kabupaten Kampar tidak tersedia Tenaga Kerja untuk mengisi Lowongan kerja sebagaimana pada ayat (3) maka Perusahaan Pegguna Tenaga Kerja AKAD dapat bekerjasama dengan Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kabupaten/Kota SeProvinsi Riau dengan Persetujuan Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kabupaten Kampar. (5) Perusahaan pengguna Tenaga Kerja AKAD harus membuat dan Menandatangani Perjanjian Kerja dengan Tenaga Kerja AKAD. (6) Perusahaan pengguna tenaga kerja AKAD harus melaporkan kedatangan Tenaga Kerja AKAD ke Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kabupaten Kampar dan mendapatkan izin saat akan memulangkan Tenaga Kerja AKAD yang sudah habis masa kerjanya. Pasal 13 (1) Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kabupaten Kampar akan menerbitkan Surat Persetujuan Penempatan ( SPP ) AKAD setelah perusahaan pengguna Tenaga Kerja AKAD mendapat Izin dari Bupati Kampar. (2) Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kabupaten Kampar melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap Tenaga Kerja AKAD dan Perusahaan Pengguna Tenaga Kerja AKAD.
8 Pasal 14 (1) Tenaga Kerja AKAD yang akan ditempatkan di Kabupaten Kampar harus dilengkapi dengan Perjanjian Keja yang telah disahkan oleh Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kabupaten Kampar. (2) Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Daerah asal Tenaga Kerja AKAD melaksanakan Monitoring dan Pengawasan terhadap pemulangan Tenaga Kerja AKAD. BAB VI RENCANA PENGGUNAAN TENAGA KERJA AKAD Pasal 15 Setiap perusahan pengguna Tenaga Kerja AKAD yang mempunyai RPTKAD hendaklah memperhitungkan dengan teliti jumlah kualifikasi Tenaga Kerja yang diperlukan, dari daerah mana akan di rekrut serta Jaminan Sosial dan Fasilitas yang akan disediakan oleh Perusahaan. Pasal 16 Kualifikasi Tenaga Kerja sebagaimana dimaksud pasal 15 meleputi Pendidikan, Usia, Jenis Kelamin, Pengalaman Kerja, Jenis Pekerjaan, Syarat-syarat Jabatan dan lain-lain yang dipandang perlu. Pasal 17 RPTKAD dapat disusun untuk kurang dari satu tahun (penyimpangan dari pasal 12 ayat (1) sesuai dengan kebutuhan pelaksanaan pekerjaan yang mendesak dan atau segera. Pasal 18 Pekerjaan yang mendesak dan atau segera sesebagaimana dimaksud pada pasal 17 harus dapat dinyatakan, dan buktikan oleh pengusaha pengguna Tenaga Keja AKAD dan ditinjau langsung oleh Petugas Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kabupaten Kampar. Pasal 19 Penepatan Tenaga Kerja AKAD pada dasarnya untuk mengisi lowongan kerja sebagaimana pasal 12 ayat (2) yang secara bertahap harus di kurangi guna memberi Pelindungan dan atau Perdayagunaan Tenaga Kerja Lokal. BAB VII PELATIHAN KERJA Pasal 20 Pelatihan Kerja di selenggarakan dan diarahkan untuk membekali, meningkatkan dan mengembangkan kompetensi kerja guna meningkatkan kemampuan, produktivitas dan kesejahteraan. Pasal 21
9 (1) Pelatihan kerja dilaksanakan dengan memperhatikan kebutuhan pasar kerja dan dunia usaha, baik di dalam manapun di luar hubungan kerja. (2) Pelatihan kerja di selengarakan berdasarkan program pelatihan yang mengacu pada standar kompelensi kerja. Pasal 22 Setiap tenaga kerja berhak untuk memperoleh dan/atau meningkatkan dan/atau mengembangkan kopentesi kerja sesuai dengan bakat, minat dan kemampuannya melalui pelatihan kerja. Pasal 23 (1) Pengusaha bertanggung jawab atas peningkatan dan/atau pengembangan kopetensi pekerjaanya melalui pelatihan kerja. (2) Setiap pekerja /buruh memiliki kesempatan yang sama untuk mengikuti pelatihan kerja sesuai dengan bidang tugasnya. (3) Terhadap calon pekerja atau magang kerja dalam pelaksanaan pelatihan, pengusaha wajib bekerja sama dengan Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kabupaten Kampar. (4) Seluruh biaya guna pelaksanaan pelatihan terhadap calon pekerja atua magang kerja ditanggung oleh perusahaan. Pasal 24 (1) Pelatihan kerja di selenggarakan oleh lembaga pelatihan kerja pemerintah dan/atau lembaga pelatihan kerja swasta. (2) Lembaga pelatihan kerja pemerintah sebagaimana dimaksud dengan ayat (1) dalam penyelenggarakan pelatihan kerja dapat bekerja sama dengan swasta. Pasal 25 Penyelenggarakan pelatihan kerja wajib memenuhi persyaratan : (a) Tersedianya tenaga kepelatihan; (b) Adanya kurikulum yang sesuai dengan tingkat pelatihan; (c) Tersedianya sarana dan prasana pelatihan kerja; (d) Tersedianya dana bagi kelangsungan kegiatan penyelenggarakan pelatihan kerja. Pasal 26 (1) Lembaga pelatihan kerja swasta dapat berbentuk Badan Hukum atau perorangan. (2) Lembaga pelatihan kerja swasta sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) wajib memperoleh izin atau mendaftar ke Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kabupaten Kampar. (3) Lembaga pelatihan kerja yang di selenggarakan oleh Instansi Pemerintah mendaftarkan kegiatannya kepada Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kabupaten Kampar.
10 Pasal 27 (1) Peserta Pelatihan yang telah menyelesaikan program pelatihan berhak mendapatkan sertifikat pelatihan kerja. (2) Sertifikat Pelatihan Kerja di berikan oleh lembaga pelatihan kerja kepada peserta Pelatihan yang dinyatakan lulus sesuai dengan program pelatihan kerja yang diikuti. BAB VIII PENYELENGGARAAN PROGRAM PEMAGANGAN Pasal 28 (1) Penyelenggaraan program pemagangan adalah : a. Lembaga Pelatihan Kerja; b. Perusahaan. (2) Penyelenggaraan program pemagangan dilaksanakan atas dasar perjanjian pemagangan. (3) Perjanjian pemagangan sebagaimana pada ayat (2) di buat secara tertulis antara peserta dengan penyelenggara program pemagangan. Pasal 29 Perjanjian pemagangan sebagaimana dimaksud dalam pasal 28 ayat (2) sekurang-kurangnya memuat : a. Hak dan Kewajiban penyelenggara program pemagangan; b. Hak dan Kewajiban Peserta; c. Bidang Kejuruan; d. Jangka Waktu. Pasal 30 (1) Peserta Program Pemagangan Terdiri dari : a. Pencari Kerja; b. Pekerja / Buruh. (2) Pekerja / Buruh sebagai mana dimaksud pada ayat (1) huruf b terdiri dari pekerja / buruh pada Perusahaan Penyelenggara Program Pemagangan dan atau Pekerja pada Perusahaan lain. (3) Peserta Program Pemagangan Sekurang-kurangnya harus Memenuhi persyaratan : a. Usia minimal 15 ( Lima belas ) Tahun; b. Sehat Jasmani dan Rohani; c. Menandatangani Perjanjian Pemagangan; d. Memiliki bakat dan minat yang sesuai dengan program; e. Bagi Peserta yang berstatus Pekerja/Buruh harus memiliki surat Rekomendasi dari Atasan; f. Lulus seleksi bagi Pencari Kerja. Pasal 31
11 (1) Hak Penyelenggara Program Pemagangan sebagaimana dimaksud dalam pasal (29) huruf a sekurang-kurangnya : a. Memperoleh hasil kerja peserta pemagangan; b. Memberlakukan Tata Tertib, Peraturan Perusahaan atau Perjanjian Kerja bersama yang berkaitan dengan Program Pemagangan di perusahaan tersebut; c. Memberhentikan Peserta Program Pemagangan yang tidak memenuhi Kewajiban Peserta; d. Melakukan evaluasi Peserta Program Pemagangan. (2) Kewajiban Penyelenggara Program Pemagangan sebagaimana dimaksud pasal (29) harus a sekurang-kurangnya : a. Melaksanakan Program Pemagangan sesuai dengan Perjanjian Pemagangan; b. Memenuhi Hak Peserta Program Pemagangan sesuai dengan Pemagangan; c. Menyediakan Sarana dan Prasarana Pelaksanaan Program Pemagangan; d. Menyediakan Uang Saku dan/atau Uang Transport Peserta; e. Menyediakan Alat Pelindung Diri sesuai dengan persyaratan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K.3); f. Menyediakan Instruktur dan Pembimbing Teknis; g. Menerbitkan Sertifikat Pemagangan bagi peserta yang dinyatakan lulus. Pasal 32 (1) Hak Peserta Program Pemagangan sebagaimana dimaksud dalam pasal (29) huruf b yaitu : a. Memperoleh Jaminan Kecelakaan Kerja dan Program Jaminan Sosial Tenaga kerja sebagaimana diatur dalam peraturan Perundang-undangan yang berlaku; b. Memperoleh uang saku dan/atau uang transport; c. Memperoleh Sertifikat Pemagangan. (2) Kewajiban peserta program pemagangan sebagaimana dimaksud dalam pasal (29) huruf b yaitu : a. Mengikuti Program Pemagangan sampai selesai sesuai dengan Perjanjian Pemagangan; b. Mematuhi Tata Tertib; c. Mematuhi hal-hal yang disepakati dalam Perjanjian Pemagangan. BAB IX PENYIDIKAN Pasal 33 (1) Selain Pejabat Penyidik Umum yang bertugas Menyidik Tindak Pidana, Penyidikan atas Tindak Pidana sebagaimana dimaksud dalam Peraturan Daerah ini juga dapat dilakukan oleh pejabat Pegawai Negri Sipil di lingkungan Pemerintah Daerah yang Pengangkatannya ditetapkan dengan peraturan Perundangundangan yang berlaku. (2) Dalam pelaksanaan tugas Penyidik Pejabat Pegawai Negri Sipil sebagaimana dimaksud ayat (1) pasal ini berwenang :
12 a. Menerima Laporan atau pengaduan dari seseorang tentang adanya tindak pidana; b. Melakukan tindakan pertama ditempat kejadian perkara serta melakukan pemeriksaan; c. Menyuruh berhenti seorang tersangka dari pekerjaannya dan memeriksa tanda pengenal diri tersangka; d. Melakukan penyitaan benda atau surat yang ada hubungannya dengan pemeriksaan perkara; e. Mengambil sidik jari dan memotret seseorang; f. Memanggil seseorang untuk didengar dan diperiksa sebagai tersangka atau saksi; g. Mendatangkan seseorang ahli yang diperlukan dalam hubungannya dengan pemeriksaan perkara; h. Menghentikan penyidikan setelah mendapat petunjuk bahwa tidak terdapat cukup bukti atau peristiwa tersebut bukan merupakan tindak pidana dan selanjutnya melalui penyidik umum memberitahukan hal tersebut kepada penuntut umum, tersangka atau keluarganya; i. Mengadakan tindakan lain menurut hukum yang dapat di pertanggung jawabkan. BAB X KETENTUAN PIDANA Pasal 34 (1) Barang siapa yang tidak mematuhi ketentuan sebagaimana diatur dalam peraturan ini dapat diancam dengan pidana kurungan paling lama 3 (tiga) bulan atau denda paling banyak Rp ,- (Lima puluh juta rupiah). (2) Tindak pidana sebagaimana dimaksud ayat (1) adalah pelanggaran. BAB XI KETENTUAN PENUTUP Pasal 35 Hal-hal yang belum diatur dalam Peraturan Daerah ini akan diatur dengan Peraturan Bupati. Pasal 36 Peraturan Daerah ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengundangan Peraturan Daerah ini dengan penempatannya dalam lembaran Daerah Kabupaten Kampar. Ditetapakan di Bangkinang pada tanggal 24 Maret 2009 BUPATI KAMPAR,
13 dto BURHANUDDIN HUSIN Diundangkan di Bangkinang pada tanggal 24 Maret 2009 SEKRETARIS DAERAH KABUPATEN KAMPAR, dto Z U L H E R Pembina Utama Madya Nip LEMBARAN DAERAH KABUPATEN KAMPAR TAHUN 2009 NOMOR 05 SERI E
14 PENJELASAN ATAS PERATURAN DAERAH KABUPATEN KAMPAR NOMOR 5 TAHUN 2009 TENTANG PENEMPATAN TENAGA KERJA I. UMUM Menyadari bahwa Pembangunan Ketenagakerjaan memiliki ruang lingkup yang luas dan bersifat lintas sektoral, maka Pembangunan Ketenagakerjaan adalah merupakan suatu upaya yang bersifat menyeluruh disemua sektor dan daerah yang ditujukan pada perluasan kesempatan kerja, meningkatkan mutu dan kemampuan serta Perlindungan Tenaga Kerja. Maka untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat khususnya Tenaga Kerja melalui pembangunan ekonomi berbasis kerayaktan serta pembinaan dan pembangunan sumber daya manusia menjadi titik perhatian, dimana masyarakat tidak hanya sebagai objek tetapi juga sebagai subjek dalam penyelenggara pembangunan. Dibidang ketenagakerja fenomena Kesejahteraan yang terjadi saat ini terlihatadnya kecenderungan perlakuan yang diskriminatif kepada Tenaga Kerja Lokal dengan alasan klasik bahwa skill Tenaga Kerja Lokal masih rendah sehinggapeluang Tenaga Kerja Lokal untuk bekerja pada perusahaan-perusahaan sangat kecil, hal ini akan menimbulkan dampak negatif terjadinya kesenjangan ekonomi antara karyawan perusahaan dengan masyarakat sekitar yang pada akhirnya menimbulkan kecemburuan sosial. Untuk mengatasi masalah ini perusahaan-perusahaan yang ada di Kabupaten Kampar diharapkan partisipasinya berupa kewajiban untuk memanfaatkan Tenaga Kerja Lokal. Untuk mengatasi maksud diatas dalam rangka upaya memanfaatkan Tenaga Kerja Lokal oleh perusahaan perlu diatur ditetapkan dalam Peraturan Daerah Kabupaten Kampar. II. PASAL DEMI PASAL Pasal 1 Pasal 2 Bentuk, prosedur dan tata cara laporan pengisian lowongan pekerjaan ditetapkan oleh Bupati Kampar Pasal 3 Pasal 4
15 Pasal 5 Pasal 6 Bersifat Khusus adalah apabila terjadi bencana ala sehingga pencari kerja disekitar perusahaan sulit datang ke Dinas Sosial dan tenaga Kerja Kabupaten Kampar untuk mendapatkan Kartu Kuning (AK.I), sedangkan penerimaan di Perusahaan sangat mendadak. Pasal 7 Pasal 8 Pasal 9 Pasal 10 Pasal 11 Setelah segala upaya yan g telah dilakukan oleh pengusaha untuk pengisian Tenaga Kerja local, namun belum dapat diisi, maka diperbolehkan mencari Tenaga Kerja dari daerah lain dengan mendapat izin dari Bupati Kampar. Pasal 12 Pasal 13 Pasal 14 Pasal 15 Pasal 16 Pasal 17 Pasal 18 Pasal 19 Pasal 20 Pasal 21
16 Pasal 22 Pasal 23 Pasal 24 Pasal 25 Pasal 26 Pasal 27 Pasal 28 Pasal 29 Pasal 30 Pasal 31 Pasal 32 Pasal 33 Pasal 34 Pasal 35 Pasal 36 TAMBAHAN LEMBARAN DAERAH KABUPATEN KAMPAR NOMOR 05
17
BUPATI KEPULAUAN MERANTI
BUPATI KEPULAUAN MERANTI PERATURAN DAERAH KABUPATEN KEPULAUAN MERANTI NOMOR 23 TAHUN 2011 TENTANG PENEMPATAN TENAGA KERJA LOKAL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI KEPULAUAN MERANTI, Menimbang : a.
BUPATI KEPULAUAN MERANTI
BUPATI KEPULAUAN MERANTI PERATURAN DAERAH KABUPATEN KEPULAUAN MERANTI NOMOR 23 TAHUN 2011 TENTANG PENEMPATAN TENAGA KERJA LOKAL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI KEPULAUAN MERANTI, Menimbang : a.
PERATURAN DAERAH KABUPATEN SIAK NOMOR 11 TAHUN 2001 TENTANG PENEMPATAN TENAGA KERJA LOKAL DENGAN RAKHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI SIAK,
PERATURAN DAERAH KABUPATEN SIAK NOMOR 11 TAHUN 2001 TENTANG PENEMPATAN TENAGA KERJA LOKAL DENGAN RAKHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI SIAK, Menimbang : a. bahwa berdasarkan fenomena tentang belum dimanfaatkannya
PERATURAN DAERAH KABUPATEN SIAK NOMOR 11 TAHUN 2001 TENTANG PENEMPATAN TENAGA KERJA LOKAL DENGAN RAKHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI SIAK,
PERATURAN DAERAH KABUPATEN SIAK NOMOR 11 TAHUN 2001 TENTANG PENEMPATAN TENAGA KERJA LOKAL DENGAN RAKHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI SIAK, Menimbang : a. bahwa berdasarkan fenomena tentang belum dimanfaatkannya
PERATURAN DAERAH KABUPATEN SIAK NOMOR 11 TAHUN 2001 TENTANG PENEMPATAN TENAGA KERJA LOKAL DENGAN RAKHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI SIAK,
PERATURAN DAERAH KABUPATEN SIAK NOMOR 11 TAHUN 2001 TENTANG PENEMPATAN TENAGA KERJA LOKAL DENGAN RAKHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI SIAK, Menimbang : a. bahwa berdasarkan fenomena tentang belum dimanfaatkannya
LEMBARAN DAERAH KOTA PEKANBARU Nomor : 4 Tahun : 2002 Seri : D Nomor : 4
LEMBARAN DAERAH KOTA PEKANBARU Nomor : 4 Tahun : 2002 Seri : D Nomor : 4 PERATURAN DAERAH KOTA PEKANBARU Nomor 4 Tahun 2002 TENTANG PENEMPATAN TENAGA KERJA LOKAL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA
PERATURAN DAERAH KOTA BALIKPAPAN NOMOR : 7 TAHUN 2003 TENTANG IZIN USAHA JASA KONSTRUKSI
PERATURAN DAERAH KOTA BALIKPAPAN NOMOR : 7 TAHUN 2003 TENTANG IZIN USAHA JASA KONSTRUKSI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA BALIKPAPAN, Menimbang : a. bahwa dalam rangka pelaksanaan ketentuan Pasal
BUPATI KEPULAUAN ANAMBAS
BUPATI KEPULAUAN ANAMBAS PERATURAN DAERAH KABUPATEN KEPULAUAN ANAMBAS NOMOR 9 TAHUN 2012 TENTANG PENEMPATAN TENAGA KERJA LOKAL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI KEPULAUAN ANAMBAS, Menimbang : a.
PERATURAN DAERAH KABUPATEN SIAK NOMOR 11 TAHUN 2002 TENTANG PENEMPATAN ANTAR KERJA ANTAR DAERAH (AKAD) DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI SIAK,
PERATURAN DAERAH KABUPATEN SIAK NOMOR 11 TAHUN 2002 TENTANG PENEMPATAN ANTAR KERJA ANTAR DAERAH (AKAD) DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI SIAK, Menimbang : a.bahwa penyebaran tenaga kerja antar satu
PERATURAN DAERAH KOTA BANJAR NOMOR 15 TAHUN 2004 TENTANG PENDAFTARAN PENCARI KERJA DAN WAJIB LAPOR KETENAGAKERJAAN DI PERUSAHAAN
PERATURAN DAERAH KOTA BANJAR NOMOR 15 TAHUN 2004 TENTANG PENDAFTARAN PENCARI KERJA DAN WAJIB LAPOR KETENAGAKERJAAN DI PERUSAHAAN DENGAN RAKHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA BANJAR, Menimbang : a. bahwa
LEMBARAN DAERAH KABUPATEN OGAN KOMERING ULU SELATAN TENTANG IZIN KERJA DAN PRAKTIK PERAWAT
LEMBARAN DAERAH KABUPATEN OGAN KOMERING ULU SELATAN TAHUN 2008 NOMOR 18 PERATURAN DAERAH KABUPATEN OGAN KOMERING ULU SELATAN NOMOR 18 TAHUN 2008 TENTANG IZIN KERJA DAN PRAKTIK PERAWAT DENGAN RAHMAT TUHAN
PERATURAN DAERAH KABUPATEN OGAN KOMERING ULU TIMUR NOMOR 10 TAHUN 2008 T E N T A N G
PERATURAN DAERAH KABUPATEN OGAN KOMERING ULU TIMUR NOMOR 10 TAHUN 2008 T E N T A N G WAJIB LAPOR TENAGA KERJA ANTAR LOKAL, ANTAR DAERAH DAN ANTAR NEGARA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI OGAN KOMERING
PERATURAN DAERAH KOTA BALIKPAPAN NOMOR 7 TAHUN 2008 TENTANG IZIN GANGGUAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA BALIKPAPAN,
PERATURAN DAERAH KOTA BALIKPAPAN NOMOR 7 TAHUN 2008 TENTANG IZIN GANGGUAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA BALIKPAPAN, Menimbang : a. bahwa dalam rangka pengendalian, pengawasan dan pembinaan
GUBERNUR KEPALA DAERAH TINGKAT I JAWA TIMUR
GUBERNUR KEPALA DAERAH TINGKAT I JAWA TIMUR PERATURAN DAERAH PROPINSI DAERAH TINGKAT I JAWA TIMUR NOMOR 4 TAHUN 1991 TENTANG WAJIB LATIH TENAGA KERJA BAGI PERUSAHAAN DAN IURAN WAJIB LATIH TENAGA KERJA
PERATURAN DAERAH KABUPATEN TANAH BUMBU PENERBITAN SERTIFIKAT KESEMPURNAAN KAPAL PAS KAPAL DAN REGISTRASI KAPAL
PEMERINTAH KABUPATEN TANAH BUMBU PERATURAN DAERAH KABUPATEN TANAH BUMBU NOMOR 7 TAHUN 2006 TENTANG PENERBITAN SERTIFIKAT KESEMPURNAAN KAPAL PAS KAPAL DAN REGISTRASI KAPAL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA
PERATURAN DAERAH MURUNG RAYA NOMOR : 22 TAHUN 2003 TENTANG RETRIBUSI PELAYANAN BIDANG KETENAGAKERJAAN DI KABUPATEN MURUNG RAYA
PERATURAN DAERAH MURUNG RAYA NOMOR : 22 TAHUN 2003 TENTANG RETRIBUSI PELAYANAN BIDANG KETENAGAKERJAAN DI KABUPATEN MURUNG RAYA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI MURUNG RAYA, Menimbang : a. bahwa
PERATURAN DAERAH KABUPATEN SIAK NOMOR 10 TAHUN 2002 TENTANG
PERATURAN DAERAH KABUPATEN SIAK NOMOR 10 TAHUN 2002 TENTANG WAJIB LATIH TENAGA KERJA BAGI PERUSAHAAN DAN IURAN WAJIB LATIH TENAGA KERJA BAGI PERUSAHAAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI SIAK, Menimbang
PERATURAN DAERAH PROVINSI JAWA TENGAH NOMOR 9 TAHUN 2011 TENTANG PRAMUWISATA DI PROVINSI JAWA TENGAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
PERATURAN DAERAH PROVINSI JAWA TENGAH NOMOR 9 TAHUN 2011 TENTANG PRAMUWISATA DI PROVINSI JAWA TENGAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR JAWA TENGAH, Menimbang : a. bahwa pramuwisata merupakan salah
BUPATI KOTABARU PERATURAN DAERAH KABUPATEN KOTABARU NOMOR 28 TAHUN 2013 TENTANG IZIN TEMPAT USAHA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI KOTABARU,
BUPATI KOTABARU PERATURAN DAERAH KABUPATEN KOTABARU NOMOR 28 TAHUN 2013 TENTANG IZIN TEMPAT USAHA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI KOTABARU, Menimbang : a. bahwa pengendalian diperlukan terhadap
LEMBARAN DAERAH KABUPATEN OGAN KOMERING ULU SELATAN IZIN USAHA ANGKUTAN UMUM
LEMBARAN DAERAH KABUPATEN OGAN KOMERING ULU SELATAN TAHUN 2007 No. 10 PERATURAN DAERAH KABUPATEN OGAN KOMERING ULU SELATAN NOMOR 10 TAHUN 2007 TENTANG IZIN USAHA ANGKUTAN UMUM DENGAN RAHMAT TUHAN YANG
PERATURAN DAERAH PROVINSI LAMPUNG NOMOR 13 TAHUN 2012 TENTANG PEMANFAATAN RUANG MILIK JALAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR LAMPUNG,
PERATURAN DAERAH PROVINSI LAMPUNG NOMOR 13 TAHUN 2012 TENTANG PEMANFAATAN RUANG MILIK JALAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR LAMPUNG, Menimbang : a. bahwa jaringan jalan mempunyai peranan yang
PEMERINTAH KABUPATEN TANAH BUMBU IZIN USAHA PERKEBUNAN
PEMERINTAH KABUPATEN TANAH BUMBU PERATURAN DAERAH KABUPATEN TANAH BUMBU NOMOR 14 TAHUN 2006 TENTANG IZIN USAHA PERKEBUNAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI TANAH BUMBU, Menimbang : a. bahwa dalam
PERATURAN MENTERI NO. 21 TH 2005
PERATURAN MENTERI NO. 21 TH 2005 PERATURAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR: PER-21/MEN/X/2005 TENTANG PENYELENGGARAAN PROGRAM PEMAGANGAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI
PERATURAN DAERAH KOTA TASIKMALAYA NOMOR: 2 TAHUN 2004 TENTANG FATWA PENGARAHAN LOKASI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA TASIKMALAYA
PERATURAN DAERAH KOTA TASIKMALAYA NOMOR: 2 TAHUN 2004 TENTANG FATWA PENGARAHAN LOKASI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA TASIKMALAYA Menimbang : a. bahwa dengan semakin meningkatnya kebutuhan akan
PERATURAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR : PER. /MEN/ /2008 TENTANG
PERATURAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR : PER. /MEN/ /2008 TENTANG TATA CARA PERIZINAN DAN PENYELENGGARAAN PEMAGANGAN DI LUAR NEGERI MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI
PERATURAN DAERAH KABUPATEN TANJUNG JABUNG BARAT NOMOR 9 TAHUN 2002 TENTANG RETRIBUSI IZIN USAHA JASA KONSTRUKSI
PEMERINTAH KABUPATEN TANJUNG JABUNG BARAT PERATURAN DAERAH KABUPATEN TANJUNG JABUNG BARAT NOMOR 9 TAHUN 2002 TENTANG RETRIBUSI IZIN USAHA JASA KONSTRUKSI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI TANJUNG
PERATURAN DAERAH KOTA TARAKAN NOMOR 21 TAHUN 2001 TENTANG PENGESAHAN PENDIRIAN DAN PERUBAHAN BADAN HUKUM KOPERASI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
PERATURAN DAERAH KOTA TARAKAN NOMOR 21 TAHUN 2001 TENTANG PENGESAHAN PENDIRIAN DAN PERUBAHAN BADAN HUKUM KOPERASI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA TARAKAN, Menimbang : a. bahwa dalam rangka Pembinaan
PERATURAN DAERAH KABUPATEN OGAN KOMERING ULU TIMUR
PERATURAN DAERAH KABUPATEN OGAN KOMERING ULU TIMUR NOMOR 16 TAHUN 2008 TENTANG IZIN PENYELENGGARAAN LEMBAGA LATIHAN KERJA SWASTA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI OGAN KOMERING ULU TIMUR, Menimbang
PERATURAN DAERAH KABUPATEN BANTUL NOMOR : 2 TAHUN 2003 TENTANG PENYELENGGARAAN PERPARKIRAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI BANTUL,
PERATURAN DAERAH KABUPATEN BANTUL NOMOR : 2 TAHUN 2003 TENTANG PENYELENGGARAAN PERPARKIRAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI BANTUL, Menimbang: a. bahwa untuk pengendalian dan pengawasan penyelenggaraan
LEMBARAN DAERAH PROPINSI DAERAH TINGKAT I JAWA BARAT
LEMBARAN DAERAH PROPINSI DAERAH TINGKAT I JAWA BARAT No. 1 1989 SERI C ----------------------------------------------------------------- PERATURAN DAERAH TINGKAT I PROPINSI JAWA BARAT NOMOR 2 TAHUN 1989
PERATURAN DAERAH KABUPATEN MURUNG RAYA NOMOR : 33 TAHUN 2004 T E N T A N G RETRIBUSI IJIN TEMPAT USAHA DI KABUPATEN MURUNG RAYA
PERATURAN DAERAH KABUPATEN MURUNG RAYA NOMOR : 33 TAHUN 2004 T E N T A N G RETRIBUSI IJIN TEMPAT USAHA DI KABUPATEN MURUNG RAYA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI MURUNG RAYA, Menimbang : a. bahwa
LEMBARAN DAERAH KABUPATEN BERAU
LEMBARAN DAERAH KABUPATEN BERAU TAHUN : 2000 NOMOR : 18 PERATURAN DAERAH KABUPATEN BERAU NOMOR 6 TAHUN 2000 TENTANG RETRIBUSI PARKIR DITEPI JALAN UMUM DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI BERAU, Menimbang
PERATURAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR PER.22/MEN/IX/2009 TENTANG PENYELENGGARAAN PEMAGANGAN DI DALAM NEGERI
PERATURAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR PER.22/MEN/IX/2009 TENTANG PENYELENGGARAAN PEMAGANGAN DI DALAM NEGERI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI TENAGA KERJA DAN
PERATURAN DAERAH KABUPATEN NUNUKAN NOMOR 04 TAHUN 2005
PERATURAN DAERAH KABUPATEN NUNUKAN NOMOR 04 TAHUN 2005 TENTANG PENERBITAN SURAT-SURAT KAPAL, SURAT KETERANGAN KECAKAPAN, DISPENSASI PENUMPANG DAN SURAT IZIN BERLAYAR DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI
LEMBARAN DAERAH KABUPATEN BEKASI
LEMBARAN DAERAH KABUPATEN BEKASI NO : 4 2001 SERI : D PERATURAN DAERAH KABUPATEN BEKASI NOMOR : 6 TAHUN 2001 TENTANG KETENTUAN PENYELENGGARAAN FASILITAS KESEJAHTERAAN PEKERJA DI PERUSAHAAN SWASTA DENGAN
MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR : PER.
MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR : PER. 08/MEN/V/2008 TENTANG TATA CARA PERIZINAN DAN PENYELENGGARAAN PEMAGANGAN
PERATURAN DAERAH KABUPATEN OGAN KOMERING ULU
PERATURAN DAERAH KABUPATEN OGAN KOMERING ULU NOMOR 8 TAHUN 2009 TENTANG IZIN KERJA DAN IZIN PRAKTEK PERAWAT Bagian Hukum Setda Kabupaten Ogan Komering Ulu PERATURAN DAERAH KABUPATEN OGAN KOMERING ULU NOMOR
PERATURAN DAERAH KABUPATEN BERAU
PERATURAN DAERAH KABUPATEN BERAU NOMOR 4 TAHUN 2008 TENTANG PELARANGAN PENGEDARAN DAN PENJUALAN MINUMAN BERALKOHOL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI BERAU, Menimbang : a. bahwa minuman beralkohol
LEMBARAN DAERAH KOTA BEKASI
LEMBARAN DAERAH KOTA BEKASI NOMOR : 17 2009 SERI : E PERATURAN DAERAH KOTA BEKASI NOMOR 17 TAHUN 2OO9 TENTANG PENGAWASAN DAN PENGENDALIAN PEREDARAN MINUMAN KERAS DI KOTA BEKASI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG
PEMERINTAH KABUPATEN MADIUN
PEMERINTAH KABUPATEN MADIUN SALINAN PERATURAN DAERAH KABUPATEN MADIUN NOMOR 8 TAHUN 2010 TENTANG IZIN TRAYEK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI MADIUN, Menimbang : a. bahwa dalam rangka menjamin
LEMBARAN BERITA DAERAH KABUPATEN KARAWANG
LEMBARAN BERITA DAERAH KABUPATEN KARAWANG NO. 28 2011 SERI. E PERATURAN BUPATI KARAWANG NOMOR : 28 TAHUN 2011 TENTANG PEMBINAAN PELATIHAN KERJA DI LEMBAGA PELATIHAN MILIK PEMERINTAH, SWASTA DAN PERUSAHAAN
LEMBARAN DAERAH KABUPATEN GARUT
LEMBARAN DAERAH KABUPATEN GARUT BUPATI GARUT PROVINSI JAWA BARAT PERATURAN DAERAH KABUPATEN GARUT NOMOR 1 TAHUN 2015 TENTANG GARIS SEMPADAN JALAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI GARUT, Menimbang
BUPATI GARUT PROVINSI JAWA BARAT
BUPATI GARUT PROVINSI JAWA BARAT PERATURAN DAERAH KABUPATEN GARUT NOMOR 1 TAHUN 2015 TENTANG GARIS SEMPADAN JALAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI GARUT, Menimbang : a. bahwa dengan semakin meningkatnya
BUPATI KOTABARU PROVINSI KALIMANTAN SELATAN PERATURAN DAERAH KABUPATEN KOTABARU NOMOR 04 TAHUN 2015 TENTANG IZIN USAHA DEPOT AIR MINUM ISI ULANG
BUPATI KOTABARU PROVINSI KALIMANTAN SELATAN PERATURAN DAERAH KABUPATEN KOTABARU NOMOR 04 TAHUN 2015 TENTANG IZIN USAHA DEPOT AIR MINUM ISI ULANG DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI KOTABARU, Menimbang
PERATURAN DAERAH KOTA TARAKAN NOMOR 16 TAHUN 2003 TENTANG PERIZINAN USAHA JASA PERJALANAN WISATA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA TARAKAN
1 PERATURAN DAERAH KOTA TARAKAN NOMOR 16 TAHUN 2003 TENTANG PERIZINAN USAHA JASA PERJALANAN WISATA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA TARAKAN Menimbang : a. bahwa untuk mendorong peningkatan, pertumbuhan
LEMBARAN DAERAH KABUPATEN LEBAK NOMOR : 74 TAHUN 2001 SERI B PERATURAN DAERAH KABUPATEN LEBAK NOMOR 37 TAHUN 2001 TENTANG WAJIB DAFTAR PERUSAHAAN
LEMBARAN DAERAH KABUPATEN LEBAK NOMOR : 74 TAHUN 2001 SERI B PERATURAN DAERAH KABUPATEN LEBAK NOMOR 37 TAHUN 2001 TENTANG WAJIB DAFTAR PERUSAHAAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI LEBAK, Menimbang
LEMBARAN DAERAH KABUPATEN TANAH BUMBU NOMOR : 08 TAHUN 2005 SERI E PERATURAN DAERAH KABUPATEN TANAH BUMBU NOMOR 8 TAHUN 2005 TENTANG
LEMBARAN DAERAH KABUPATEN TANAH BUMBU NOMOR : 08 TAHUN 2005 SERI E PERATURAN DAERAH KABUPATEN TANAH BUMBU NOMOR 8 TAHUN 2005 TENTANG PENGESAHAN AKTA PENDIRIAN DAN PERUBAHAN ANGGARAN DASAR KOPERASI SERTA
PERATURAN DAERAH KABUPATEN OGAN KOMERING ULU TIMUR
PERATURAN DAERAH KABUPATEN OGAN KOMERING ULU TIMUR NOMOR 13 TAHUN 2008 TENTANG IZIN APOTEK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI OGAN KOMERING ULU TIMUR, Menimbang : a. bahwa sejalan dengan Keputusan
SALINAN PERATURAN DAERAH KOTA SURABAYA NOMOR 22 TAHUN 2012 TENTANG IZIN PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN MENGEMUDI KENDARAAN BERMOTOR
SALINAN PERATURAN DAERAH KOTA SURABAYA NOMOR 22 TAHUN 2012 TENTANG IZIN PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN MENGEMUDI KENDARAAN BERMOTOR DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA SURABAYA, Menimbang
PEMERINTAH KABUPATEN PEMALANG PERATURAN DAERAH KABUPATEN PEMALANG NOMOR 6 TAHUN 2008 TENTANG KAWASAN PARIWISATA PANTAI WIDURI
PEMERINTAH KABUPATEN PEMALANG PERATURAN DAERAH KABUPATEN PEMALANG NOMOR 6 TAHUN 2008 TENTANG KAWASAN PARIWISATA PANTAI WIDURI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI PEMALANG, Menimbang : a. bahwa dengan
PERATURAN DAERAH KOTA BALIKPAPAN NOMOR 5 TAHUN 2004 TENTANG
PERATURAN DAERAH KOTA BALIKPAPAN NOMOR 5 TAHUN 2004 TENTANG RETRIBUSI PELAYANAN KETENAGAKERJAAN BIDANG PERIZINAN TENAGA KERJA WARGA NEGARA ASING PENDATANG DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA BALIKPAPAN,
LEMBARAN DAERAH KABUPATEN SERANG
LEMBARAN DAERAH KABUPATEN SERANG NOMOR : 636 TAHUN : 2003 SERI : C PERATURAN DAERAH KABUPATEN SERANG NOMOR 13 TAHUN 2003 TENTANG KETENTUAN PENYELENGGARAAN FASILITAS KESEJAHTERAAN PEKERJA/BURUH PERUSAHAAN
LEMBARAN DAERAH KABUPATEN BERAU
LEMBARAN DAERAH KABUPATEN BERAU TAHUN : 2004 NOMOR : 30 PERATURAN DAERAH KABUPATEN BERAU NOMOR 10 TAHUN 2004 TENTANG RETRIBUSI PELAYANAN PENGUKURAN KAPAL, SERTIFIKAT KESEMPURNAAN KAPAL, DISPENSASI PENUMPANG
PERATURAN DAERAH KABUPATEN KUTAI NOMOR 12 TAHUN 2001 TENTANG PEMBERIAN IZIN MEMPEKERJAKAN TENAGA KERJA WARGA NEGARA ASING PENDATANG
PERATURAN DAERAH KABUPATEN KUTAI NOMOR 12 TAHUN 2001 TENTANG PEMBERIAN IZIN MEMPEKERJAKAN TENAGA KERJA WARGA NEGARA ASING PENDATANG DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI KUTAI, Menimbang : a. bahwa
PERATURAN DAERAH KOTA TARAKAN NOMOR 16 TAHUN 2004 TENTANG PENYELENGGARAAN PERPARKIRAN DALAM WILAYAH KOTA TARAKAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
PERATURAN DAERAH KOTA TARAKAN NOMOR 16 TAHUN 2004 TENTANG PENYELENGGARAAN PERPARKIRAN DALAM WILAYAH KOTA TARAKAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA TARAKAN, Menimbang : a. bahwa untuk tertib dan
LEMBARAN DAERAH KABUPATEN OGAN KOMERING ULU SELATAN TENTANG IZIN PENYELENGGARAAN PRAKTIK DOKTER DAN DOKTER GIGI
LEMBARAN DAERAH KABUPATEN OGAN KOMERING ULU SELATAN TAHUN 2008 NOMOR 16 PERATURAN DAERAH KABUPATEN OGAN KOMERING ULU SELATAN NOMOR 16 TAHUN 2008 TENTANG IZIN PENYELENGGARAAN PRAKTIK DOKTER DAN DOKTER GIGI
PERATURAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA
MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR : PER. 08/MEN/ V/2008 TENTANG TATA CARA PERIZINAN DAN PENYELENGGARAAN PEMAGANGAN
1 of 5 02/09/09 11:36
Home Galeri Foto Galeri Video klip Peraturan Daerah Tahun 2001 Tahun 2002 Tahun 2003 Tahun 2004 Tahun 2005 PERATURAN DAERAH KABUPATEN PELALAWAN NOMOR 13 TAHUN 2004 TENTANG RETRIBUSI PENGESAHAN AKTA PENDIRIAN
BUPATI BADUNG PERATURAN DAERAH KABUPATEN BADUNG NOMOR 3 TAHUN 2013 TENTANG WAJIB DAFTAR PERUSAHAAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI BADUNG,
1 BUPATI BADUNG PERATURAN DAERAH KABUPATEN BADUNG NOMOR 3 TAHUN 2013 TENTANG WAJIB DAFTAR PERUSAHAAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI BADUNG, Menimbang : a. bahwa kemajuan dan peningkatan pembangunan
PERATURAN DAERAH KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA NOMOR 5 TAHUN 2006 TENTANG PENATAAN DAN PEMBERDAYAAN PEDAGANG KAKI LIMA
PERATURAN DAERAH KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA NOMOR 5 TAHUN 2006 TENTANG PENATAAN DAN PEMBERDAYAAN PEDAGANG KAKI LIMA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA, BUPATI KUTAI KARTANEGARA, Menimbang : a. bahwa peningkatan
LEMBARAN DAERAH KOTAMADYA DAERAH TINGKAT II YOGYAKARTA (Berita Resmi Kotamadya daerah Tingkat II Yogyakarta)
LEMBARAN DAERAH KOTAMADYA DAERAH TINGKAT II YOGYAKARTA (Berita Resmi Kotamadya daerah Tingkat II Yogyakarta) Nomor : 5 Tahun 1999 Seri : D ==================================================================
PEMERINTAH KABUPATEN MUKOMUKO
PEMERINTAH KABUPATEN MUKOMUKO PERATURAN DAERAH KABUPATEN MUKOMUKO NOMOR 35 TAHUN 2011 TENTANG LARANGAN PENJUALAN MINUMAN BERALKOHOL DI KABUPATEN MUKOMUKO DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI MUKOMUKO,
PROVINSI SULAWESI TENGGARA WALIKOTA KENDARI PERATURAN DAERAH KOTA KENDARI NOMOR 1 TAHUN 2015 TENTANG TENAGA KERJA LOKAL
PROVINSI SULAWESI TENGGARA WALIKOTA KENDARI PERATURAN DAERAH KOTA KENDARI NOMOR 1 TAHUN 2015 TENTANG TENAGA KERJA LOKAL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA KENDARI, Menimbang : a. bahwa pemberdayaan
PEMERINTAH KOTA PONTIANAK
PEMERINTAH KOTA PONTIANAK PERATURAN DAERAH KOTA PONTIANAK NOMOR 5 TAHUN 2004 TENTANG PEMBERIAN KARTU IDENTITAS KEPADA PENDUDUK MUSIMAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA PONTIANAK Menimbang : Mengingat
LEMBARAN DAERAH KABUPATEN BERAU
LEMBARAN DAERAH KABUPATEN BERAU TAHUN : 2004 NOMOR : 30 PERATURAN DAERAH KABUPATEN BERAU NOMOR 10 TAHUN 2004 TENTANG R E T R I B U S I P E L A Y A N A N P E N G U K U R A N K A P A L, S E R T I F I K A
BUPATI SLEMAN DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA PERATURAN DAERAH KABUPATEN SLEMAN NOMOR 3 TAHUN 2015 TENTANG IZIN PEMANFAATAN RUANG
BUPATI SLEMAN DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA PERATURAN DAERAH KABUPATEN SLEMAN NOMOR 3 TAHUN 2015 TENTANG IZIN PEMANFAATAN RUANG DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI SLEMAN, Menimbang : a. bahwa pemanfaatan
LEMBARAN DAERAH KABUPATEN BERAU
LEMBARAN DAERAH KABUPATEN BERAU TAHUN : 2003 NOMOR : 61 PERATURAN DAERAH KABUPATEN BERAU NOMOR 16 TAHUN 2003 TENTANG DANA PENGEMBANGAN KEAHLIAN DAN KETRAMPILAN TENAGA KERJA INDONESIA DENGAN RAHMAT TUHAN
DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI INDRAMAYU,
PERATURAN DAERAH KABUPATEN INDRAMAYU NOMOR : 15 TAHUN 2006 TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN DAERAH KABUPATEN INDRAMAYU NOMOR 7 TAHUN 2005 TENTANG PELARANGAN MINUMAN BERALKOHOL DI KABUPATEN INDRAMAYU DENGAN
Gubernur Jawa Barat PERATURAN GUBERNUR JAWA BARAT NOMOR 34 TAHUN 2011 TENTANG PEDOMAN PELAKSANAAN PERLINDUNGAN TENAGA KERJA
Gubernur Jawa Barat PERATURAN GUBERNUR JAWA BARAT NOMOR 34 TAHUN 2011 TENTANG PEDOMAN PELAKSANAAN PERLINDUNGAN TENAGA KERJA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR JAWA BARAT, Menimbang : a. bahwa untuk
BUPATI BANGKA TENGAH
BUPATI BANGKA TENGAH SALINAN PERATURAN DAERAH KABUPATEN BANGKA TENGAH NOMOR 35 TAHUN 2011 TENTANG PENYELENGGGARAAN PENGUJIAN KENDARAAN BERMOTOR DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI BANGKA TENGAH, Menimbang
