BAB III. Metode Penelitian
|
|
|
- Yuliani Hartono
- 8 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 BAB III Metode Penelitian A. Jenis Penelitian Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research). PTK sangat cocok digunakan dalam penelitian ini karena penelitian diadakan di dalam kelas dan lebih difokuskan pada masalah-masalah yang terjadi pada proses pembelajaran di kelas, serta untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik. Menurut David Kember dalam Hartiny menyatakan bahwa penelitian tindakan adalah metode penelitian yang menekankan pada praktek sosial, bertujuan kearah peningkatan, sebuah proses siklus, diikuti oleh penemuan yang sistematis, sebuah reflektif, bersifat partisipatif dan ditentukan oleh pelaksana. 1 Sedangkan menurut Kemmis dan Mc Taggart dalam Daryanto mengatakan bahwa PTK adalah suatu bentuk refleksi diri kolektif yang dilakukan oleh peserta-pesertanya dalam situs sosial untuk meningkatkan penalaran dan praktik sosial. 2 PTK adalah penelitian yang dilakukan oleh guru di dalam kelasnya sendiri melalui refleksi diri, dengan tujuan untuk memperbaiki kinerja sebagai guru, sehingga proses pembelajaran berjalan dengan baik, dan hasil belajar peserta didik meningkat. 3 1 Rosma Hartiny, Model Penelitian Tindakan Kelas, (Yogyakarta: Teras, 2010), hal Daryanto, Penelitian Tindakan Kelas dan Penelitian Tindakan Sekolah, (Yogyakarta: Gava Media, 2014), hal. 4 3 Hamzah B. Uno, dkk., Menjadi Peneliti PTK yang Professional, (Jakarta: Bumi Aksara, 2012), hal
2 51 Berdasarkan pendapat para ahli tersebut, maka dapat disimpulan bahwa PTK adalah penelitian yang dilakukan oleh guru didalam kelasnya sendiri melalui refleksi diri dengan tujuan untuk memperbaiki kualitas proses pembelajaran di kelas, sehingga hasil belajar peserta didik dapat ditingkatkan. Tujuan PTK adalah untuk meningkatkan kualitas proses pembelajaran, cara kerja guru dalam pembelajaran, bahan ajar, penggunaaan sumber dan media pembelajaran, suasana pembelajaran, hasil belajar yang berupa berbagai kompetensi/prestasi, nilai-nilai, sikap, keaktifan, keberanian, dan rasa senang peserta didik. 4 Ditinjau dari karakteristiknya, PTK setidaknya memiliki karakteristik antara lain: 5 1. Didasarkan pada masalah yang dihadapi guru dalam instruksional. 2. Adanya kolaborasi dalam pelaksanaannya. 3. Peneliti sekaligus sebagai praktisi yang melakukan refleksi. 4. Bertujuan memperbaiki dan meningkatkan kualitas praktis intruksional. 5. Dilaksanakan dalam rangkaian langkah dengan beberapa siklus. Adapun manfaat PTK antara lain sebagai berikut: 6 a. Manfaat bagi siswa dan pembelajaran Adalah memperbaiki kualitas proses pembelajaran dengan sasaran akhir memperbaiki hasil belajar siswa, sehingga PTK mempunyai manfaat yang sangat besar dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di kelas. 4 Sa dun Akbar, Penelitian Tindakan Kelas, (Malang: Surya Pena Gemilang, 2008), hal Zainal Aqib, Penelitian Tindakan Kelas, (Bandung: Yrama Widya, 2009), cet. V, hal.16 6 Daryanto, Penelitian Tindakan..., hal. 6-7
3 52 b. Manfaat bagi guru adalah: 7 1) Guru memiliki kemampuan memperbaiki proses pembelajaran melalui suatu kajian yang mendalam terhadap apa yang terjadi di kelasnya. 2) Guru dapat berkembang dan meningkatkan kinerjanya secara profesional. 3) Guru mendapat kesempatan untuk berperan aktif dalam mengembangkan pengetahuan dan keterampilan sendiri. Menurut Chein dalam Trianto ditinjau dari luas kajian, PTK dibagi menjadi empat jenis, yaitu: 8 a) PTK Diagnostik yaitu penelitian yang dirancang dengan menuntun peneliti kearah suatu tindakan. b) PTK Partisipan yaitu apabila orang yang akan melaksanakan penelitian terlibat langsung dalam proses penelitian. c) PTK Empiris yaitu apabila peneliti berupaya melaksanakan suatu tindakan atau aksi dan membukakan apa yang dilakukan dan apa yang terjadi selama aksi berlangsung. d) PTK Eksperimental ialah apabila PTK diselenggarakan dengan berupaya menerapkan berbagai metode, teknik atau strategi yang efektif dan efisien di dalam suatu kegiatan belajar mengajar. PTK yang digunakan dalam penelitian ini adalah PTK Partisipan, karena peneliti terlibat langsung di dalam proses penelitian sejak awal sampai 7 Ibid., hal Trianto, Panduan Lengkap Penelitian Tindakan Kelas: Teori dan Praktek,(Surabaya: Prestasi Pustaka, 2010), hal. 28
4 53 dengan hasil penelitian yang berupa laporan. Peneliti juga dibantu oleh guru dan teman sejawat sebagai pengamat dari awal hingga akhir penelitian. Penelitian ini menggunakan model PTK Kemmis & Mc taggart yang dalam alur penelitiannya yakni meliputi langkah-langkah: 9 1) Perencanaan (plan), 2) Melaksanakan tindakan (act), 3) Melaksanakan pengamatan (observe), dan 4) Mengadakan refleksi/ analisis (reflection). Sehingga penelitian ini merupakan proses siklus spiral mulai dari perencanaan, pelaksanaan tindakan, pengamatan untuk modifikasi perencanaan dan refleksi. 10 Prosedur PTK biasanya meliputi beberapa siklus, sesuai dengan tingkat permasalahan yang akan dipecahkan dan kondisi yang akan ditingkatkan. Untuk lebih jelasnya, perhatikan siklus penelitian tindakan model Kemmis & Mc. Taggart berikut ini: 11 9 Soedarsono, Aplikasi Penelitian Tindakan Kelas, (Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional, 2001), hal Suharsimi Arikunto, dkk, Penelitian Tindakan Kelas, (Jakarta : PT.Bumi Aksara, 2006), hal Acep, Yonni, Menyusun Penelitian Tindakan Kelas, (Yogyakarta: Familia, 2010), hal. 165
5 54 Gambar 3.1 Siklus Penelitian Tindakan Kelas Siklus Pertama a. Rencana. Rencana pelaksanaan PTK antara lain mencakup kegiatan sebagai berikut: 1) Tim peneliti melakukan analisis standar isi untuk mengetahui Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar yang akan diajarkan kepada peserta didik. 2) Mengembangkan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan memerhatikan indikator-indikator hasil belajar. 3) Mengembangkan media pembelajaran dalam rangka implementasi PTK. 12 Ibid., hal. 165
6 55 4) Menganalisis berbagai alternatif pemecahan masalah yang sesuai dengan kondisi pembelajaran. 5) Mengembangkan Lembar Kerja Siswa (LKS) 6) Mengembangkan pedoman atau instrumen yang digunakan dalam siklus PTK. 7) Menyusun alat evaluasi pembelajaran sesuai dengan indikator hasil belajar. b. Tindakan Tindakan PTK mencakup prosedur dan tindakan yang akan dilakukan, serta proses perbaikan yang akan dilakukan. c. Observasi Observasi mencakup prosedur perekaman data tentang proses dan hasil implementasi tindakan yang dilakukan. d. Refleksi Refleksi menguraikan tentang prosedur analisi terhadap hasil pementauan dan refleksi tentang proses dan dampak tindakan perbaikan yang dilakukan, serta kriteri dan rencana tindakan pada siklus berikutnya. 2. Siklus Kedua a. Rencana Berdasarkan hasil refleksi pada siklus pertama, pendidik sebagai peneliti membuat rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) sesuai dengan KI dan KD dalam Standar Isi (SI).
7 56 b. Tindakan Peneliti melaksanakan pembelajaran berdasarkan RPP yang dikembangkan dari hasil refleksi siklus pertama. c. Observasi Peneliti mengadakan observasi terhadap proses pembelajaran dan pembentukan kompetensi peserta didik. d. Refleksi Peneliti melakukan refleksi terhadap pelaksanaan siklus kedua dan menyusun RPP berdasarkan SKKD untuk siklus ketiga. Seperti yang sudah dijelaskan pada halaman sebelumnya, bahwa penelitian ini menggunakan model PTK yang merupakan proses siklus spiral mulai dari perencanaan, pelaksanaan tindakan, pengamatan untuk modifikasi perencanaan dan refleksi. Prosedur PTK biasanya meliputi beberapa siklus, sesuai dengan tingkat permasalahan yang akan dipecahkan dan kondisi yang akan ditingkatkan. Jumlah siklus yang dilakukan bergantung pada kepuasan peneliti, tetapi hendaknya lebih dari satu siklus dan minimal 2 (dua) siklus tindakan. Namun, jika 1 siklus hasilnya sudah baik (taraf keberhasilan tindakan <75%) dan peneliti sudah puas dengan hasil penelitian tersebut, maka siklus penelitian tersebut boleh dihentikan dan tidak perlu mengulang siklus II. Namun sebaliknya apabila penelitian sudah dilakukan sebanyak 2 siklus, tetapi hasilnya belum baik, maka harus mengulangi penelitian lagi yaitu melanjutkan ke siklus III, sampai hasil penelitian baik (taraf keberhasilan
8 57 tindakan <75%). Apabila setelah siklus III hasilnya sudah baik, maka siklus penelitian boleh dihentikan. B. Lokasi dan Subjek Penelitian 1. Lokasi Penelitian Lokasi penelitian adalah MI Sunan Ampel Bono Boyolangu Tulungagung, dipilih sebagai lokasi penelitian dengan pertimbangan sebagai berikut: a) Peserta didik kelas IV MI Sunan Ampel Bono Boyolangu Tulungagung masih banyak yang mengalami kesulitan dalam memahami mata pelajaran SKI khususnya materi Kepribadian Nabi Muhammad Saw, sehingga hasil belajar siswa tidak optimal. b) Peserta didik kurang aktif karena strategi yang digunakan kurang bervariatif, guru hanya menggunakan metode ceramah saja. c) Kebanyakan peserta didik kelas IV MI Sunan Ampel mendapatkan nilai di bawah KKM. d) Dalam pembelajaran SKI, guru belum pernah menerapkan model Cooperative Learning Type Numbered Head Together (NHT). e) Kepala sekolah dan guru di MI Sunan Ampel Bono Boyolangu Tulungagung sangat terbuka untuk menerima pembaharuan dalam bidang pendidikan, khususnya dalam proses pembelajaran di kelas. 2. Subyek Penelitian Subyek penelitian ini adalah peserta didik kelas IV MI Sunan Ampel Bono Boyolangu Tulungagung yang berjumlah 21 peserta didik
9 58 dengan komposisi perempuan 12 orang dan laki-laki 9 orang. Pemilihan peserta didik kelas IV karena di kelas IV ini banyak peserta didik yang kesulitan dalam memahami mata pelajaran SKI, hal ini terbukti dari nilai UTS yang menunjukkan bahwa dari 21 peserta didik tidak ada yang mendapatkan nilai di atas KKM. Oleh karena itu, kepala madrasah menyarankan untuk melakukan penelitian di kelas tersebut, guna untuk melakukan perbaikan proses belajar mengajar. Dengan diterapkannya model pembelajaran Cooperative Learning Type Numbered Head Together (NHT) peserta didik diharapkan dapat lebih aktif dan bekerjasama, sehingga hasil belajar akan meningkat. C. Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: 1. Observasi Teknik observasi yaitu pengamatan dan pencatatan secara sistematis terhadap gejala yang tampak pada objek penelitian. Sebagai alat pengumpul data observasi langsung akan memberikan sumbangan yang penting dalam penelitian deskriptif, jenis-jenis informasi tertentu dapat diperoleh dengan baik melalui pengamatan langsung oleh peneliti. 13 Observasi adalah menghimpun bahan-bahan keterangan (data) yang dilakukan dengan mengadakan pengamatan dan pencatatan secara 13 Sanapiah Faisal, Metodologi Penelitian Pendidikan, (Surabaya: Usaha Nasional, 1982), hal.204
10 59 sistematis terhadap fenomena-fenomena yang sedang dijadikan sasaran pengamatan. 14 Observasi dalam penelitian ini dilakukan pada waktu proses pembelajaran sedang berlangsung, adapun observasi dilakukan untuk mengetahui keaktifan, kerjasama, dan perilaku peserta didik ketika tindakan berlangsung. Adapun lembar observasi sebagaimana terlampir. 2. Wawancara Wawancara adalah bentuk komunikasi antara dua orang, yang melibatkan seseorang yang ingin memperoleh informasi dari seorang lainnya dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan berdasarkan tujuan tertentu. 15 Wawancara dapat digunakan sebagai teknik pengumpulan data apabila peneliti menemukan permasalahan yang harus diteliti, dan peneliti berkeinginan untuk mengetahui hal-hal yang berhubungan dengan informan lebih mendalam. 16 Adapun yang menjadi responden dalam penelitian ini antara lain: a) Kepala Madrasah, yang nantinya akan diperoleh tentang hal-hal umum yang berhubungan dengan MI Sunan Ampel Bono Boyolangu Tulungagung. b) Guru mata pelajaran SKI, yang nantinya akan diperoleh data awal tentang proses pembelajaran sebelum melakukan penelitian. 14 Anas Sudjiono, Evaluasi Pendidikan,( Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 2008), hal Deddy Mulyana, Metodologi Penelitian Kualitatif Paradigma Baru Ilmu Komunikasi dan Ilmu Sosial Lainnya, (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2004), hal Djaman dan Aan Komariah, Metodologi Penelitian Kualitatif, (Bandung: Alfabeta, 2011), hal. 129
11 60 c) Peserta didik, yang nantinya digunakan untuk memperoleh informasi tentang proses pembelajaran yang telah dilakukan. Disini peneliti menyiapkan pedoman wawancara berupa pertanyaan-pertanyaan yang berkaitan dengan penelitian yang dilakukan. Adapun instrumen wawancara sebagaimana terlampir. 3. Tes Tes adalah alat yang diberikan kepada individu untuk mendapatkan jawaban-jawaban yang diharapkan baik secara tertulis atau secara lisan atau perbuatan (tes tulis, lisan dan tindakan). 17 Dalam penelitian ini, bentuk tes yang digunakan adalah berupa soal pilihan ganda, essay dan uraian. Tes yang dilakukan pada penelitian ini adalah: 1) Tes pada awal pelaksanaan tindakan (pre test), yang bertujuan untuk mengetahui pemahaman peserta didik tentang materi yang akan diajarkan. 2) Tes pada akhir pelaksanaan tindakan (post test), yang bertujuan untuk melihat dan mengetahui peningkatan hasil belajar peserta didik terhadap materi yang diajarkan dengan menerapkan model pembelajaran Cooperative Learning Type Numbered Head Together. Tes yang diberikan kepada peserta didik disusun sendiri oleh peneliti dan telah divalidasi oleh dosen mata pelajaran SKI. Peserta didik dianggap tuntas belajar apabila nilai > 70, jika < 70 dianggap belum 17 Nana Sudjana & Ibrahim, Penelitian dan Penilaian Pendidikan, (Bandung:Sinar Baru Algesindo, 2007), hal. 100
12 61 tuntas belajar sehingga peserta didik tersebut memerlukan perlakuan khusus pada tindakan selanjutnya. Adapun instrumen tes sebagaimana terlampir. 4. Dokumentasi Dokumentasi berasal dari kata dokumen, yang artinya barangbarang tertulis. Metode dokumentasi berarti mengumpulkan data dengan melihat atau mencatat laporan yang tersedia. 18 Untuk memperkuat hasil penelitian ini, peneliti melihat atau mencatat laporan yang sudah tersedia dan menggunakan foto-foto pada saat peserta didik melakukan proses pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran Cooperative Learning Type Numbered Head Together. Adapun lembar dokumentasi sebagaimana terlampir. 5. Catatan Lapangan Catatan lapangan adalah tulisan tentang apa yang didengar, dilihat, dialami, dan dipikirkan dalam rangka pengumpulan data refleksi terhadap data dalam penelitian kualitatif. 19 Catatan lapangan dalam penelitian ini digunakan untuk melengkapi data yang tidak terekam dalam instrumen penelitian Ahmad Tanzeh, Metodologi Penelitian Praktis, (Yogyakarta: Teras, 2011), hal Lexy J. Moleong, Metodologi Penelitian Kualitatif, (Bandung: Raja Grafindo Persada, 2007), hal Ngalim Purwanto, Prinsip-Prinsip dan Teknik Evaluasi Pengajaran, (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2004), hal. 209
13 62 D. Teknik Analisis Data Analisis data adalah rangkaian kegiatan penelaahan, pengelompokan, sistematisasi, penafsiran dan verifikasi data agar sebuah fenomena memiliki nilai sosial, akademis, dan ilmiah. 21 Adapun aktivitas dalam menganalisis data yaitu: Reduksi data (data Reduction) Mereduksi data adalah merangkum, memilih hal-hal yang pokok, memfokuskan pada hal-hal yang penting, dicari tema dan polanya. Reduksi data dilakukan dengan menggunakan cara pemilihan, pemusatan perhatian pada penyederhanaan dan transformasi data yang diperoleh melalui wawancara, obsevasi lapangan Penyajian Data (data display) Penyajian data dilakukan dalam rangka mengorganisasikan hasil reduksi dengan cara menyusun secara narasi sekumpulan informasi yang telah diperoleh dari hasil reduksi, sehingga dapat memberikan kemungkinan penarikan kesimpulan dan pengambilan tindakan. Informasi yang dimaksud adalah uraian proses kegiatan pembelajaran, keaktifan dan kerjasama peserta didik pada saat kegiatan pembelajaran yang diperoleh dari hasil observasi, hasil belajar yang diperoleh dari hasil tes, data tentang sekolah dari hasil dokumentasi, serta informasi lain yang diperoleh dari catatan lapangan dan wawancara. 21 Ibid., hal Sugiyono, Metodologi Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif, (Bandung: Alfabeta, 2008), hal Arikunto, Penelitian Tindakan..., hal.131
14 63 3. Penarikan Kesimpulan dan Verifikasi Data Penarikan kesimpulan adalah kegiatan memberikan kesimpulan terhadap hasil penafsiran dan evaluasi. Kegiatan ini mencakup pencarian makna data serta memberikan penjelasan. Selanjutnya dilakukan kegiatan verifikasi, yaitu menguji kebenaran, kekokohan, dan mencocokkan makna-makna yang muncul dari data yang disimpulkan. E. Indikator Keberhasilan Untuk mengetahui peningkatan hasil belajar peserta didik, maka data yang diperlukan berupa data hasil belajar atau nilai tes. Kriteria Ketuntasan Minimal yang telah ditetapkan oleh pihak madrasah yaitu 70 sebagai keberhasilan dari pelaksanaan PTK. Peserta didik dinyatakan tuntas jika telah mencapai skor 70 keatas, sedangkan peserta didik yang mendapat skor dibawah 70 dinyatakan belum tuntas dalam mengikuti pembelajaran dan selanjutnya diadakan remidi bagi peserta didik yang bersangkutan. Untuk menghitung hasil belajar dapat digunakan rumus Persentages Correction sebagai berikut: S = x 100 Keterangan: S = nilai yang dicari atau diharapkan. R = jumlah skor dari item atau soal yang dijawab benar N = skor maksimal ideal dari tes tersebut Kriteria keberhasilan tindakan ini akan dilihat dari indikator proses dan indikator hasil belajar/ pemahaman. Indikator proses yang diterapkan dalam penelitian ini adalah jika ketuntasan belajar peserta didik terhadap materi
15 64 mencapai 75% dan peserta didik mendapat 70 setidak-tidaknya 75% dari jumlah seluruh peserta didik. Prosentase Nilai Rata-rata (NR) = Jumlah skor x 100% Skor maksimal Untuk memudahkan dalam mencari tingkat keberhasilan tindakan, sebagaimana yang dikatakan oleh E. Mulyasa bahwa: kualitas pembelajaran didapat dari segi proses dan dari segi hasil. Dari segi proses pembelajaran diketahui berhasil dan berkualitas apabila seluruhnya atau setidak-tidaknya sebagian 75% peserta didik terlibat secara aktif baik secara fisik, mental maupun sosial dalam proses pembelajaran. Disamping itu menunjukkan semangat belajar yang tinggi, semangat yang besar dan percaya diri. Sedangkan dari segi hasil, proses pembelajaran dikatakan berhasil apabila terjadi perubahan tingkah laku yang positif pada diri siswa seleuruhnya atau sekurang-kurangnya 75%. 24 Indikator hasil belajar dari penelitian ini adalah jika 75% dari peserta didik telah mencapai minimal 70. Hal ini didasarkan pada tingkat kecerdasan peserta didik dan KKM yang digunakan di MI tersebut dan setiap siklus mengalami peningkatan nilai. F. Tahap-tahap Penelitian Secara umum kegiatan penelitian ini dapat dibedakan menjadi 2 tahap yaitu tahap pendahuluan (pra-tindakan) dan tahap tindakan. 24 E mulyasa, Kurikulum berbasis Kompetensi, (Bandung: PT.Remaja Rosdakarya, 2005), hal
16 65 1. Pra Tindakan Penelitian ini dimulai dengan tindakan pendahuluan atau refleksi awal. Pada refleksi awal kegiatan yang dilakukan oleh peneliti adalah: a) Melakukan dialog dengan kepala Madrasah Sunan Ampel Bono Boyolangu Tulungagung tentang penelitian yang akan dilakukan. b) Melakukan observasi lapangan dan dialog dengan guru mata pelajaran SKI tentang proses pembelajaran dan hasil belajar peserta didik. c) Menentukan sumber data. d) Menentukan subyek penelitian. e) Membuat tes awal. f) Melakukan tes awal. 2. Pelaksanaan Tindakan Sesuai dengan rancangan penelitian, penelitian tindakan ini dilaksanakan dalam dua siklus: Siklus I a) Perencanaan Tindakan Perencanaan tindakan dalam siklus I disusun berdasarkan hasil observasi kegiatan pra tindakan. Rancangan tindakan ini disusun dengan mencakup beberapa antara lain: 1) Menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) tentang materi yang akan diajarkan sesuai dengan model pembelajaran Cooperative Type Numbered Head Together (NHT).
17 66 2) Mempersiapkan materi pelajaran yaitu Keteladanan Nabi Muhammad Saw. 3) Mempersiapkan soal dan jawaban lembar kerja post test Siklus I. 4) Menyusun dan mempersiapkan lembar observasi aktivitas peneliti dan lembar observasi aktivitas peserta didik, serta lembar obsevasi keaktifan dan kerjasama peserta didik. b) Pelaksanaan Tahap ini merupakan pelaksanaan kegiatan belajar mengajar dengan menggunakan model pembelajaran Cooperative Type Numbered Head Together (NHT) yang diawali dengan persiapan pembelajaran, yaitu mempersiapkan materi Keteladanan Nabi Muhammad Saw. Dalam pembelajaran ini juga diadakan tes secara individual (Post Test Siklus I) yang diberikan diakhir tindakan, berguna untuk mengetahui sejauh mana pemahaman peserta didik terhadap materi. c) Pengamatan (observing) Pada tahap ini dilaksanakan proses observasi terhadap pelaksanaan tindakan dengan menggunakan lembar observasi yang telah dibuat dan mengadakan penilaian untuk mengetahui kemampuan berpikir peserta didik kelas IV mata pelajaran SKI. Untuk selanjutnya data hasil observasi tersebut dijadikan dasar untuk menyusun perencanaan tindakan selanjutnya. d) Refleksi
18 67 Refleksi ini dilakukan pada akhir siklus I. Tujuan dan kegiatan yang dilakukan antara lain: menganalisa tindakan siklus I, mengevaluasi hasil dari tindakan siklus I, melakukan pemaknaan dan penyimpulan data yang diperoleh. Siklus II a) Perencanaan tindakan Perencanaan tindakan siklus II ini disusun berdasarkan refleksi hasil observasi pembelajaran pada siklus I. Perencanaan tindakan ini dipusatkan kepada sesuatu yang belum dapat terlaksana dengan baik pada tindakan siklus I. b) Pelaksanaan Dalam tahap ini ini merupakan langkah pelaksanaan yang telah disusun dalam rencana tindakan siklus II. c) Observasi Kegiatan observasi ini meliputi pengamatan terhadap perencanaan pembelajaran, pelaksanaan tindakan siklus II, sikap peserta didik dalam mengikuti proses pembelajaran. d) Refleksi Refleksi ini dilakukan pada akhir siklus II. Tujuan dan kegiatan yang dilakukan antara lain: 1) Menganalisa tindakan siklus II 2) Mengevaluasi hasil dari tindakan siklus II 3) Melakukan penyimpulan data yang diperoleh
19 68 Hasil dari refleksi siklus II ini dijadikan dasar dalam penyusunan laporan hasil penelitian. Selain itu juga digunakan peneliti sebagai bahan pertimbangan apakah kriteria yang ditetapkan sudah tercapai atau belum. Kriteria keberhasilan yang ditetapkan dalam penelitian ini yaitu kriteria keberhasilan proses pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran Cooperative Learning Type Numbered Head Together. Jika indikator tersebut telah tercapai maka siklus tindakan berhenti. Akan tetapi apabila indikator belum tercapai, maka peneliti mengulang siklus tindakan dengan memperbaiki kinerja pembelajaran pada tindakan berikutnya sampai berhasil. Penelitian ini dibatasi pada 2 siklus. Jika setelah siklus I hasil sudah sesuai kriteria, maka penelitian akan dihentikan dan dilanjutkan analisis. Jika setelah siklus II hasil belum memenuhi kriteria, maka penelitian akan dihentikan dan dilanjutkan analisis mengingat waktu yang terbatas, dan mungkin bisa dikembangkan oleh peneliti berikutnya dengan model yang lain.
BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian Tindakan Kelas yang biasa disingkat dengan PTK yang berarti
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian yang digunakan sebagai acuan penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas yang biasa disingkat dengan PTK yang berarti penelitian yang
BAB III METODE PENELITIAN. e) Indikator Keberhasilan, f) Tahap-tahap Penelitian. ini, karena penelitian diadakan dalam kelas dan lebih difokuskan pada
BAB III METODE PENELITIAN Pada bab ini akan dibahas: a) Jenis Penelitian, b) Lokasi dan Subyek Penelitian, c) Teknik Pengumpulan Data, d) Teknik Analisis Data, e) Indikator Keberhasilan, f) Tahap-tahap
BAB III METODE PENELITIAN. tindakan kelas (PTK) atau dalam bahasa Inggris disebut Classroom Active
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) atau dalam bahasa Inggris disebut Classroom Active Research. PTK
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian yang akan dilaksanakan peneliti adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian Tindakan Kelas (PTK) adalah penelitian tindakan (action
BAB III METODE PENELITIAN
45 BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Penelitian tidakan kelas (PTK) merupakan salah satu bentuk penelitian
BAB III METODE PENELITIAN. penelitian diadakan di dalam kelas dan lebih difokuskan pada masalah-masalah
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian yang dilakukan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). PTK sangat cocok untuk penelitian ini, karena penelitian diadakan
BAB III METODE PENELITIAN. bahasa inggris Classroom Action Research, yang berarti penelitian yang. diterapkan pada suatu subyek penelitian.
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian yang digunakan sebagai acuan penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas. Penelitian Tindakan Kelas berasal dari istilah bahasa inggris
BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian Tindakan Kelas yang biasa disingkat dengan PTK yang berarti
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian yang digunakan sebagai acuan penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas yang biasa disingkat dengan PTK yang berarti penelitian yang
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) atau yang lazim dikenal dengan Classroom Action Research (CAR).
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dalam bahasa Inggris PTK disebut Classroom Active Research
BAB III PENELITIAN. 1 Rochiati Wiriaatmadja, Metodologi Penelitian Tindakan Kelas untuk Meningkatkan Kinerja Guru dan
BAB III PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (classroom action research). Ebbutt dalam Moleong mengemukakan bahwa PTK adalah kajian sistematis dari upaya
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) atau yang lazim dikenal dengan Classroom Action Research (CAR).
BAB III METODE PENELITIAN
39 BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis dan Desain Penelitian Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) atau Classroom Action Research. Alasan peneliti memilih menggunakan penelitian Tindakan
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian yang akan dilakukan oleh peneliti adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dalam bahasa Inggris PTK disebut Classroom Active Research (CAR).
BAB III METODE PENELITIAN
59 BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dikenalkan oleh Kurt Lewin, ahli psikologi sosial asal Amerika pada tahun 1946.
BAB III METODE PENELITIAN Penelitian ini diartikan dengan Classroom Action Research yang merupakan
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dikenalkan oleh Kurt Lewin, ahli psikologi sosial asal Amerika pada tahun 1946.
BAB III METODE PENELITIAN
52 BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian ini menggunakan PTK yaitu penelitian yang bertujuan untuk memberikan sumbangan nyata bagi peningkatan profesionalisme guru, menyiapkan
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) atau yang sering disebut dengan Classroom Action Research dalam
BAB III METODE PENELITIAN
50 BAB III METODE PENELITIAN A. Penelitian Tindakan Kelas Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Penelitian tidakan kelas (disingkat PTK) merupakan salah
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas. Penelitian Tindakan Kelas sangat tepat diterapkan dalam penelitian ini,
BAB III METODE PENELITIAN
72 BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dalam Bahasa Inggris PTK disebut Classroom Action Research
BAB III POSEDUR PENELITIAN TINDAKAN KELAS. Metode penelitian ini menggunakan rancangan Penelitian Tindakan
BAB III POSEDUR PENELITIAN TINDAKAN KELAS A. Metode Penelitian Metode penelitian ini menggunakan rancangan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) atau classroom action research. Penelitian tindakan kelas ini
BAB III METODE PENELITIAN. Classroom Action Research (CAR). Dalam pembahasan selanjutnya, peneliti
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Penelitian yang dilakukan oleh peneliti adalah jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK) atau yang dalam bahasa Inggris disebut sebagai Classroom Action Research
BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian Tindakan Kelas yang biasa disingkat dengan PTK. Jika dikaitkan dengan jenis penelitian yang lain,
54 BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian yang digunakan sebagai acuan penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas yang biasa disingkat dengan PTK. PTK merupakan suatu pencermatan
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN dalam bab ini dipaparkan tentang : a) Jenis Penelitian, b) Lokasi dan Subjek Penelitian, c) Kehadiran Peneliti, d) Data dan Sumber Data, e) Teknik Pengumpulan Data, f) Teknik
BAB III PROSEDUR PENELITIAN TINDAKAN KELAS. Tindakan Kelas (PTK) atau Classroom Action Research. Penelitian Tindakan
40 BAB III PROSEDUR PENELITIAN TINDAKAN KELAS A. Metode Penelitian Pada penelitian kali ini, peneliti menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) atau Classroom Action Research. Penelitian Tindakan
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK), PTK merupakan salah satu upaya yang dapat dilakukan guru untuk meningkatkan kualitas peran dan
BAB III METODE PENELITIAN. Tindakan Kelas (PTK) yang dalam Bahasa Inggris PTK disebut Classroom
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dalam Bahasa Inggris PTK disebut Classroom Action Research
BAB III PROSEDUR PENELITIAN TINDAKAN KELAS. kelas. Penelitian tindakan kelas berasal dari bahasa Inggris Classroom Action
51 BAB III PROSEDUR PENELITIAN TINDAKAN KELAS A. Metode penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Penelitian tindakan kelas berasal dari bahasa Inggris Classroom
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian yang akan dilakukan oleh peneliti adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dalam bahasa Inggris PTK disebut Classroom Active Research (CAR).
BAB III PROSEDUR PENELITIAN TINDAKAN KELAS. digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). 1
BAB III PROSEDUR PENELITIAN TINDAKAN KELAS A. Metode Penelitian Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan Deskriptif Kualitatif, bertujuan untuk mendeskripsikan peristiwaperitstiwa
BAB III METODE PENELITIAN. tindakan kelas (PTK) yang dalam bahasa inggris PTK disebut Classroom Action
55 BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian tindakan kelas (PTK) yang dalam bahasa inggris PTK disebut Classroom Action ResearchCAR).
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. 1. Pengertian Penelitian Tindakan Kelas ( PTK ) pendidikan di Indonesia, terutama dalam peningkatan mutu, relevansi dan
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Penelitian Tindakan Kelas 1. Pengertian Penelitian Tindakan Kelas ( PTK ) Penelitian Tindakan ( Action Research ) merupakan pendekatan yang semakin banyak diperlukan dan
BAB III METODE PENELITIAN. PTK yang dalam bahasa Inggris disebut Classroom Active Research (CAR). Pengertian PTK adalah sebagai berikut: 58
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK), karena penelitian dilakukan untuk memecahkan masalah pembelajaran di dalam kelas pada saat proses
BAB III METODE PENELITIAN
37 BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis dan Desain Penelitian Jenis penelitian yang diterapkan pada penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) atau Classroom Action Research (CAR). Penelitian
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Suharsimi (2012: 3) mengemukakan bahwa Penelitian Tindakan Kelas
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi Penelitian 1. Tempat Penelitian Penelitian ini bertempat di kelas III a MIN Punggung Lading Pariaman Selatan. Pemilihan lokasi ini berdasarkan pada pertimbangan sebagai
itu Mudah, (Jakarta: PT. Bumi Aksara, 2009), hlm 8-9 Bumi Aksara, 2009), hlm 3 hlm Masnur Muskich, Melaksanakan PTK (Penelitian Tindakan Kelas)
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (classroom action research). Penelitian Tindakan Kelas (PTK) adalah sebagai suatu bentuk kajian yang bersifat
BAB III METODE PENELITIAN. Tindakan Kelas (PTK) atau Classroom Action Research (CAR). PTK sangat
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian yang diterapkan pada penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) atau Classroom Action Research (CAR). PTK sangat cocok untuk penelitian
BAB III PROSEDUR PENELITIAN TINDAKAN KELAS
35 BAB III PROSEDUR PENELITIAN TINDAKAN KELAS A. Metode Penelitian Penelitian yang dilakukan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) dengan sifat kolaboratif yakni dengan melibatkan
BAB III PROSEDUR PENELITIAN TINDAKAN KELAS. dengan Classsroom Action Research, yang disingkat CAR yang berarti
BAB III PROSEDUR PENELITIAN TINDAKAN KELAS A. METODE PENELITIAN Penelitian tindakan kelas sudah lebih dari sepuluh tahun dikenal dan dibicarakan dalam dunia pendidikan. Dalam bahasa Inggris PTK di artikan
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
31 BAB III METODOLOGI PENELITIAN 1) WAKTU DAN TEMPAT PENELITIAN Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan pada tanggal 24 Nopember sampai 3 Desember tahun 2009 Penentuan waktu penelitian mengacu pada
BAB III METODE PENELITIAN. Kelas (PTK) atau Classroom Action Research (CAR). PTK dilakukan berdasar
27 BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Jenis penelitian yang akan dilaksanakan merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) atau Classroom Action Research (CAR). PTK dilakukan berdasar dari adanya
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Dalam suatu penelitian ilmiah, metodologi sangat penting guna tercapainya tujuan penelitian. Metodologi berasal dari kata metode yang artinya cara yang tepat
BAB III PROSEDUR PENELITIAN
BAB III PROSEDUR PENELITIAN A. Metode Penelitian Dalam penelitian ini, metode yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (classroom action research) dengan tindakan menggunakan model NHT, yang merupakan
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Subyek Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di kelas V MI Wahid Hasyim Desa Kedung Malang Wonotunggal Batang Tahun Pelajaran 2009-2010 dengan jumlah 38 peserta didik, terdiri
