A. Pengertian Pembelajaran Meme dan Sejarahnya
|
|
|
- Yuliani Budiaman
- 8 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 MENGANALISIS PEMBELAJARAN ICT DENGAN METODE MEME PEMBAHASAN 1) NANDA WULAN HIDAYAH ( ) 2) CLARISYAH DANIAR PUTRI N.V ( ) Seiring dengan berkembangnya zaman yang semakin modern maka perkembangan teknologi pun semakin baik dan maju yang secara sengaja tidak bisa kita hindari. Kemajuan teknologi ini pun selalu beriringan dengan ilmu pengetahuan.salah satu hal penting dalam hal pendidikan agar dapat dilaksanakan dengan baik dan berdampak memberikan manfaat serta berpengaruh baik juga kepada para siswa yaitu sebagai pengajar harus menciptakan inovasi cara belajar yang baru. salah satunya dengan adanya media pembelajaran secara tepat sesuai dengan strata kelas masing-masing. Media tersebut tidak lain adalah ict pembelajaran yaitu sebuah teknologi sebagai alat pembelajaran yang gunanya untuk menfasilitasi para siswa yang bahan pembelajaran berbasis teknologi. Dalam menggunakan ict pembelajaran ini banyak sekali alat yang bisa digunakan untuk menfasilitasi belajar seperti lcd projector, handphone,dll.dalam pembahasan ini mengambil contoh dari handphone yaitu dengan menciptakan kreasi baru di handphone contohnya dengan menggunakan pembelajaran meme dalam pembelajaran. pembelajaran ini dibutuhkan kreativitas yang penuh dari para siswa untuk mengedit foto dan temanya telah di tentukan oleh pengajar di kelas. Namun apakah dengan menggunakan pembelajaran meme ini bisa diterapkan di sekolah-sekolah yang lain dan apakah dengan menggunakan pembelajaran meme ini proses belajar akan lebih menjadi efektivitas. A. Pengertian Pembelajaran Meme dan Sejarahnya Sebelum ke pembahasan yang lebih lanjut mengenai produk pengembangan dengan perang meme sekiranya kita harus mengetahui dahulu pengertian lebih lanjut dari ICT dalam ilmu pendidikan itu sendiri.menurut bahasa ICT informationand Communication Technologies. Teknologi informasi termasuk sebagai alat yang penghubung antar para pendidik dan siswa penggunaaan sebagai alat bantu yang berfungsi sebagai alat bantu untuk memproses data dari perangkat yang satu ke perangkat yang lainnya.
2 sementara itu arti meme kita harus tahu apa itu pembelajaran, pembelajaran merupakan hal yang sangat penting karena dalam pembelajaran sebuah metode dimana siswa diberi optimalisasi dalam mengubah apa yang dilakukannya sehari-hari melalui kegiatan di sekolah yang akan membantu anak supaya mempunyai wawasan atau ilmu yang memadai. Serta para siswa juga dapat berperilaku yang berbeda-berbeda tergantung dari pengalam hidup individu yang telah dia miliki. Pada hakikatnya pembelajaran ini juga sebuah gagasan yang dilakukan dari para pendidik agar mencapai kesejahteraan dan keberhasilan yang di raih oleh para siswa.pembelajaran disini sangat bermacam-macam salah satunya yang adalah pembelajaran dengan menggunakan meme.arti dari meme sendiri dikenalkan oleh tokoh ahli pada bidang biologi yaitu richard dawkins pada tahun 1976 dalam bukunya yang berjudul The Selfish Gene. dalam buku tersebut dawkins berkata : we need a name for the new replicator, a noun that conveys the idea of a unit of imitation. Mimeme comes from a suitable greek root, nut i want a monosyllable that sounds a bit like gene. i hope my classicist friends will forgive me if i abbereviate mimeme to meme. 1 Jadi dari perkataannya di atas dawkins menjelaskan bahwa ia membutuhkan sebuah nama yang baru (kata benda) untuk menyampaikan gagasannya tentang unit imitasi. Kata Mimeme itu sendiri berasal dari bahasa yunani yang terdengar seperti gen. Dia berharap tidak ada yang keberatan karena dari mimeme itu ia menyingkatnya menjadi meme.dan sampai saat ini Meme terus berkembang di semua sosial media dan penyebarannya semakin cepat. Jadi dapat juga di artikan bahwa meme ialah gambar yang diberi tulisan guna untuk mendukung ekspresi dari gambar tersebut. Meme ini tidak lain dalam bentuk gambar maupun video humor,parodi, atau gambar lucu yang diselipkan untuk menyindir bahkan menkritik sesuatu hal. Namun disini lebih ke Meme dalam bentuk gambar atau foto. Pembelajaran dengan menggunakan meme ini pun tidak bisa semua usia menggunakannya. Penerapannya pun hanya dapat dilakukan saat pendidikan SMP dan SMA saja. B. Tujuan Pembelajaran Menggunakan Meme 1 Richard Dawkins, The Selfish Gene,(New York:Oxford University Press,1976),hlm. 192
3 Agar para pendidik maupun para siswa tidak tertinggal dalam kemajuan bidang ict ini. dan juga mengenalkan para siswa bahwa dengan menggunakan pembelajaran seperti meme ini dapat menimbulkan daya kreativitas yang bagus dan dampaknya para siswa akan semakin minat untuk mempelajari pembelajaran tersebut. Oemar Hamalik berpendapat: pemakaian media pembelajaran dalam proses belajar mengajar dapat membangkitkan keinginan dan minat yang baru, membangkitkan motivasi dan rangsangan kegiatan belajar, dan bahkan membawa pengaruh-pengaruh psikologis terhadap siswa. penggunaan media pembelajaran pada tahap orientasi pembelajaran akan sangat membantu keefektifan proses pembelajaran dan penyampaian pesan dan isi pelajaran pada saat itu. 2 dapat diketahui dari penjelasan tersebut bahwa dengan menggunakan media pembelajaran apa saja termasuk meme sangat berkesinambungan terhadap para pengajar dan siswa karena para pengajar terus berinovasi menciptakan pembelajaran yang sangat menarik dan para siswa pun termotivasi agar belajarnya semakin giat serta berpengaruh juga dengan cara berfikirnya agar lebih kreatif lagi dari sebelumnya. Disini juga terciptanya keakraban lebih antara si pengajar dan siswanya,agar proses belajar di kelas juga lebih efektif. Pengaturan dalam kelaspun secara tidak langsung lebih kondusif. menggunakan pembelajaran meme ini juga menimbulkan paguyuban dari masing-masing siswa karena metode ini dilaksanakan secara berkelompok maupun individu. C. Metode Perang Meme Sebagai Produk Pengembangan Berbasis Ict Pengembangan menurut Borg dan Gall (1983) penelitian dan pengembangan merupakan suatu proses yang di pakai untuk mengembangkan dan memvalidasi produk pendidikan. 3 Dari pendapat di atas tersebut produk pembelajaran pengembangan ict yang tertuju pada pendidikan anak haruslah benar-benar dikembangkan agar pendidikan yang diterima akan lebih baik dari sebelumnya. Dalam pelaksanaannya pun baik di indonesia maupun di luar 2 Oemar Hamalik dalam Azhar Arsya,Media Pembelajaran(Rajawali Pers, Jakarta,2010),hlm Borg and gall. Educational research, An introduction.new York and London(Jurnal Dr. Sri Kantun, M.Ed:Fkip Unej).hal. 77
4 indonesia perannya sangat penting yang menyangkut pada kurikulum. Serta kurikulum yang sedang berjalan ini dapat diwujudkan dengan baik dengan usaha yang telah dilakukan antara para pendidik dan siswa. Seumpama para guru di indonesia takut untuk berinovasi dan menciptakan sesuatu hal yang baru maka pembelajaran meme ini tidak bisa di wujudkan secara langsung karena ada hambatan-hambatan yang tertentu yang mengharuskan pusat pembelajaran yang pasif. Karena para peserta didik hanya menjelaskan teori saja dan terkadang lupa pula untuk mempraktekkannya secara langsung. dan para siswa pun bosan dengan pembelajaran yang kuno yang hanya mengandalkan dengan pendidik yang lebih aktif untuk menjelaskan di bandingkan siswa yang hanya mendengarkan saja. D. Pengaplikasian Pembelajaran Meme Di kelas Pada saat jam pelajaran berlangsung maka para pendidik menjelaskan sedikit apa itu meme secara pengertiannya. setelah itu para pendidik akan memberikan contoh seperti apa gambar meme itu. Sebelum pembelajaran ini diterapkan para pendidik harus memberi tahu bahwa pada saat mata pelajaran tertentu diwajibkan untuk membawa Handphone. Pendidik akan melihat bab yang berkaitan lalu menentukan tema dari bab tersebut setelah itu akan diterapkan untuk mengedit foto dan kata-katanya.pembelajaran menggunakan perang meme ini dapat dilaksanakan oleh pelajaran seperti Pendidikan Agama Islam, Pendidikan Kewarganegaraan dan lainnya. E. Kelebihan dan Kekurangan Pembelajaran Menggunakan Meme Dalam menganalisa sebuah metode pembelajaran, tentu ada kelebihan dan kekurangan yaitu: 1. Kelebihan menggunakan pembelajaran menggunakan meme adalah para siswa lebih kreatif lagi pada saat pembelajaran berlangsung, karena ia dituntut untuk mencari objek dari tema yang telah di tentukan para pengajar. Dalam bukunya Arief S, Sadiman menjelaskan kelebihan atau dampak positif dari media gambar atau foto :1) sifatnya konkrit,gambar atau foto lebih realistis menunjukkan masalah di bandingkan dengan media verbal semata. 2) foto dapat memperjelas suatu
5 masalah, dalam bidang apa saja dan untuk tingkat usia berapa saja, sehingga dapat mencegah atau membetulkan kesalah fahaman. 4 Dari pendapat tersebut dapat dijelaskan bahwa menggunakan media pembelajaran bergambar atau foto terlebih dengan meme maka para siswa dalam mencari objek yang akan ditentukan lebih mudah untuk di cari dan di pahami karena dengan menggunakan gambar atau foto yang akan diedit menjadi meme itu lebih realitas untuk mengetahui apa kata-kata atau permasalahan yang akan di edit sesuai dengan tema yang sudah ditentukan. Sesudah itu dengan menggunakan meme juga, siswa dapat membedakan antara yang benar dan salah contohnya dalam islam membayangkan sebuah makanan atau minuman saat puasa, masuk ke hukum apa dosa atau tidak. jadi setelah tema sudah ditentukan maka siswa saling berlomba-lomba dalam mencari kata seperti yang di atas dan mencari objek foto yang akan di jadikan meme. Kelebihan yang lain termasuk menambah kreatifitas para siswa untuk lebih bebas mengutarakan pendapatnya, menambah wawasan para siswa tentang adanya metode meme ini, siswa lebih semangat karena alat yang idgunakan adalah handphone, lebih efektif karena di kelas siswa berfokus pada tema yang diberikan oleh guru masing-masing dalam pengeditan gambar meme. 2. Kekurangan menggunakan pembelajaran Meme ini Tidak semua sekolah bisa menggunakan atau mecoba mengaplikasikan dalam kegiatan mengajar dengan menggunakan metode ini, metode ini ekstra membutuhkan kreatifitas yang tinggi, hanya dapat di terapkan ke siswa SMP dan SMA saja, serta perlu kesabaran pula jika ingin menggunakan metode meme ini dengan hasil semaksimal mungkin karena ada kerumitan sendiri dalam menerapkannya. Metode ini juga hanya bisa di terapkan di sekolah-sekolah yang bonafit, yang biasanya berada di kota dan metode ini masih jarang sekali untuk diterapkan di sekolah-sekolah. Yang terakhir disisni pasti ada penuntutan oleh para siswa ke orang tuanya agar di belikan handphone dan adanya pedampingan khusus dari para pengajar untuk menerapkan metode meme ini agar tidak di salah gunakan oleh para siswa saat kegiatan pembelajaran berlangsung. Dan yang terakhir Bahwa kita sebagai 4 Arief S. Sadiman,dkk. Media Pendidikan (RajawaliPres, 2010).hal
6 pendidik harus inovatif dalam artian mampu berinovasi menciptakan sebuah alat pembelajaran yang baru dan tentunya tidak membosankan untuk para peserta didik. sebuah media pembelajaran bergambar yaitu Meme. Meme ini salah satu hal yang baru dan terkadang orang lain juga masih awam untuk mengetahui apakah itu pembelajaran menggunakan meme, yaitu sebuah pembelajaran yang menggunakan handphone sebagai alat bantunya dan meme ini berpusat pada media gambar atau foto yang secara tidak langsung disini para peserta didik di tuntut untuk se-kreatif mungkin dalam mencari gambar dan mengedit sebuah kalimat yang sepadan dengan tema yang telah di tentukan oleh para pengajar. Para peserta didik juga lebih bersemangat karena pembelajaran tidak membosankan tidak hanya mengandalkan guru untuk mencatat saja bahkan langsung di berikan pertanyaan tetapi di pembelajaran dengan meme ini juga menuntut para peserta didik agar mempunyai sarana sebagai penunjangnya yaitu Handphone.dengan adanya handphone maka kegiatanpun akan menjadi lancar. menggunakan pembelajaran meme yang berbasis ict ini pun biasanya dilakukan hanya di sekolah kota saja bahkan hanya bisa terwujud di sekolah yang bonafit. Penerapannya pun dibatasi menurut strata kelas yaitu mulai dari SMP sampai SMA saja. Proses ketika pembelajaranpun menjadi lebih efektif dengan waktunya dan anak juga lebih kondusif dalam merumuskan dan terfokus pada permasalahannya masing-masing. Memang perkembangan dengan metode ini sangat jarang sekali. Namun alangkah baiknya agar para pengajar, para fasilitator sekolah juga berusaha berinovasi dengan menggunakan ide-ide seperti metode meme agar dapat diterima dan diterapkan dengan baik oleh para siswa. Dan berkembang dengan baik ke semua sekolah serta berdampak baik untuk keberhasilan para peserta didik.
7 DAFTAR PUSTAKA Nurdiansyah & Fahyuni E.F Inovasi Model Pembelajaran Sesuai Kurikulum Sidoarjo: Nizamia Learning center. Dawkins Richard The Selfies Gene. New York University.No. 192 Hamalik Oemar dalam Azhar Arsya.2010.Media Pembelajaran. Jakarta:Rajawali Pers. No 15 Borg and Gall. Educational Research An Introduction.New York and London.(Jurnal Dr. Sri Kantun, M.Ed:fkip Unej). No.77 Sadiman S. Arief Media Pendidikan. Rajawali Pers. No29-31
BAB I PENDAHULUAN. dalam merangkai kata. Akan tetapi, dalam penerapannya banyak orang
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Keterampilan menulis merupakan kegiatan yang tidak terpisahkan dari kegiatan belajar mengajar siswa di sekolah. Kegiatan menulis menjadikan siswa aktif dalam kegiatan
KONSEP & PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN INOVATIF
KONSEP & PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN INOVATIF Nama : Risda Septia Wardhani NIM : 152071200014 Prodi/ Smt : PGMI/ 5 E-mail : [email protected] Pembelajaran inovatif merupakan pembelajaran yang memberikan
BAB I PENDAHULUAN. pemersatu bangsa Indonesia. Selain itu, Bahasa Indonesia juga merupakan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Bahasa Indonesia merupakan salah satu alat komunikasi dan alat pemersatu bangsa Indonesia. Selain itu, Bahasa Indonesia juga merupakan hasil kebudayaan yang
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang
A. Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN Pembelajaran merupakan proses yang melibatkan berbagai unsur agar tujuan yang telah direncanakan dapat tercapai dengan baik. Oleh karena itu penting sekali bagi setiap
I. PENDAHULUAN. Dalam pembelajaran Biologi, siswa dituntut tidak hanya sekedar tahu
I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Dalam pembelajaran Biologi, siswa dituntut tidak hanya sekedar tahu (knowing) ataupun menghafal (memorizing) tetapi dituntut untuk memahami konsep biologi. Untuk kurikulum
BAB 1 PENDAHULUAN. Bahasa adalah alat komunikasi yang berupa sistem lambang bunyi yang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Bahasa adalah alat komunikasi yang berupa sistem lambang bunyi yang dihasilkan alat ucap manusia. Sebagaimana kita ketahui, bahasa terdiri atas katakata atau
PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS CERPEN DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA GAMBAR BERSERI PADA SISWA KELAS X SMA AL-ISLAM 3 SURAKARTA TAHUN AJARAN 2009/2010
PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS CERPEN DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA GAMBAR BERSERI PADA SISWA KELAS X SMA AL-ISLAM 3 SURAKARTA TAHUN AJARAN 2009/2010 SKRIPSI Untuk Memenuhi Tugas Persyaratan Guna Mencapai
BAB I. aktivitas guru sebagai pengajar. Siswa dapat dikatakan belajar dengan aktif
BAB I A. Latar Belakang Proses pembelajaran merupakan aktivitas peserta didik bukan aktivitas guru sebagai pengajar. Siswa dapat dikatakan belajar dengan aktif apabila mereka telah mendominasi aktivitas
BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Siska Novalian Kelana, 2013
BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan adalah suatu komponen dalam sistem masyarakat yang memiliki peran serta kontribusi cukup besar untuk mempersiapkan sumber daya manusia handal dimasa
BAB 1 PENDAHULUAN. sulit menuangkan pikiran secara teratur dan baik). Selain itu siswa juga
1 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Keterampilan menulis, sesuai dengan proses pemerolehannya merupakan keterampilan yang paling akhir dan masih dipandang sulit dan kompleks oleh sebagian besar siswa.
I. PENDAHULUAN. Program telekomunikasi dalam bentuk Teknologi Informasi dan Komunikasi atau
I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Program telekomunikasi dalam bentuk Teknologi Informasi dan Komunikasi atau Information Communication and Technology (ICT) merupakan bagian dari teknologi pendidikan yang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi semakin mendorong upaya-upaya pembaharuan dalam pemanfaatan hasil-hasil teknologi dalam proses belajar. Para guru dituntut
Pembelajaran Menggunakan Media Gambar
Pembelajaran Menggunakan Media Gambar Walid Ibadil Umam (172071000017), Anas (172071000003) Mahasiswa Fakultas Agama Islam, Program Studi Pendidikan Agama Islam, Universitas Muhammadiyah Sidoarjo A. PENGERTIAN
MAKALAH KONSEP TEORI MEDIA PEMBELAJARAN INOVATIF
1 MAKALAH KONSEP TEORI MEDIA PEMBELAJARAN INOVATIF Dosen Pengampu : Nurdyansyah., M. Pd. Disusun Oleh : Shofiul Mifullah (152071200005) Email : [email protected] PROGAM STUDI PENDIDIKAN GURU
PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS PARAGRAF NARASI DENGAN TEKNIK REKA CERITA GAMBAR PADA SISWA KELAS X SMA NEGERI 1 KARANGDOWO KLATEN TAHUN AJARAN
PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS PARAGRAF NARASI DENGAN TEKNIK REKA CERITA GAMBAR PADA SISWA KELAS X SMA NEGERI 1 KARANGDOWO KLATEN TAHUN AJARAN 2009/2010 SKRIPSI Disusun dan Diajukan Guna Memenuhi Salah
BAB I PENDAHULUAN. Untuk mencerdaskan kehidupan bangsa merupakan tujuan dan cita-cita
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Untuk mencerdaskan kehidupan bangsa merupakan tujuan dan cita-cita setiap bangsa di dunia. Salah satu faktor pendukung utama bagi kemajuan suatu negara adalah
BAB I PENDAHULUAN. pada peradaban yang semakin maju dan mengharuskan individu-individu untuk terus
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Perkembangan IPTEK yang terus menerus berkembang membawa manusia pada peradaban yang semakin maju dan mengharuskan individu-individu untuk terus mengembangkan diri agar
BAB I PENDAHULUAN. interaksi atau hubungan timbal balik antara guru dan siswa dalam situasi. yang tersusun dalam suatu kurikulum pendidikan.
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Salah satu upaya untuk meningkatkan mutu pendidikan adalah dengan cara memperbaiki proses pembelajaran. Pembelajaran pada dasarnya adalah interaksi atau hubungan
BAB I PENDAHULUAN. mengungkapkan pikiran, perasaan, dan kehendak kepada orang lain secara
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Menulis merupakan kegiatan melahirkan pikiran dan perasaan, dengan tulis menulis juga dapat diartikan sebagai cara berkomunikasi dengan mengungkapkan pikiran, perasaan,
BAB I PENDAHULUAN. pengaruh positif baik bagi guru maupun bagi peserta didik. Bagi guru adanya
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Belajar mengajar merupakan proses komunikasi yang terjadi antara guru dengan murid, agar proses komunikasi tersebut dapat berjalan dengan baik dan dapat tercapai dengan
ALAT PERAGA INOVATIF DALAM PEMBELAJARAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA
ALAT PERAGA INOVATIF DALAM PEMBELAJARAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA Mata kuliah : Pengembangan Pembelajaran Bahasa Dan Sastra Dosen Pengampu : Tabah Subekti, M.Pd Nama Kelompok : 1. Dodo Prastyoko 2. Anggi
BAB I PENDAHULUAN. mengarahkan pendidikan menuju kualitas yang lebih baik. Berbagai. Satuan Pendidikan adalah kurikulum operasional yang disusun,
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan senantiasa mengalami perubahan yang bertujuan untuk mengarahkan pendidikan menuju kualitas yang lebih baik. Berbagai pengembangan kebijakan tentang
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Keterampilan berbahasa adalah kemampuan dan kecekatan menggunakan bahasa yang meliputi mendengar atau menyimak, berbicara, membaca, dan menulis. Keterampilan
BAB II KAJIAN TEORI. tertentu guna mencapai suatu tujuan (kebutuhan) 1. meningkatkan kemampuannya setinggi mungkin dalam setiap
BAB II KAJIAN TEORI A. Tinjauan Pustaka 1. Pengertian Motivasi Motivasi adalah keadaan yang terdapat dalam diri seseorang yang mendorongnya untuk melakukan aktivitas tertentu guna pencapaian suatu tujuan.
BAB II KAJIAN PUSTAKA. Kata media berasal dari bahasa latin yaitu medium yang secara harfiah berarti
BAB II KAJIAN PUSTAKA 2.1 Media Kartu Bergambar 2.1.1 Pengertian Media Kartu Bergambar Kata media berasal dari bahasa latin yaitu medium yang secara harfiah berarti perantara. Dengan demikian media dapat
BAB I PENDAHULUAN. Pembelajaran merupakan kunci keberhasilan sumber daya manusia untuk
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pembelajaran merupakan kunci keberhasilan sumber daya manusia untuk mengikuti perkembangan zaman. Pembelajaran memiliki peran serta mendidik siswa agar menjadi manusia
BAB I PENDAHULUAN. untuk memiliki 4 (empat) kompetensi, yakni kompetensi membaca, menulis, menyimak, dan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Melalui bahasa tiap orang dapat mengungkapkan dan mengekspresikan apa yang telah dipikirkan, dilihat, dialami, dan dirasakan. Dalam belajar berbahasa, siswa
BAB II LANDASAN TEORI
7 BAB II LANDASAN TEORI A. Hasil penelitian yang Relevan Sebelum melakukan penelitian, peneliti terlebih dahulu meninjau peneleitian yang sebelumnya. Peninjauan pada penelitian lain dapat dijadikan bahan
BAB I PENDAHULUAN. memiliki pendidikan dan kemampuan yang baik. Dengan pendidikan maka
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pendidikan merupakan pondasi yang penting bagi setiap individu bahkan Negara. Dalam kehidupan yang penuh persaingan saat ini, seseorang diperhitungkan kedudukan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Salah satu ciri masyarakat modern adalah selalu ingin terjadi adanya perubahan yang lebih baik. Hal ini tentu saja menyangkut berbagai hal tidak terkecuali
BAB I PENDAHULUAN. orang sepanjang hidupnya. Proses belajar itu terjadi karena adanya interaksi antara
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Belajar adalah susatu proses yang kompleks yang terjadi pada diri setiap orang sepanjang hidupnya. Proses belajar itu terjadi karena adanya interaksi antara
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Bahasa sebagai kebutuhan utama yang harus dipelajari dan dikembangkan karena bahasa memiliki peranan penting dalam kehidupan sehari-hari. Chaer (2009: 3) berpendapat
BAB I PENDAHULUAN. Kemampuan menulis merupakan salah satu kemampuan berbahasa yang
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Kemampuan menulis merupakan salah satu kemampuan berbahasa yang sangat penting untuk dikuasai. Untuk itu kemampuan menulis perlu mendapat perhatian yang sungguh-sungguh
I. PENDAHULUAN. Pendidikan memegang peranan yang sangat penting dalam mencerdaskan
1 1 I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan memegang peranan yang sangat penting dalam mencerdaskan kehidupan bangsa, sehingga menuntut orang-orang di dalamnya untuk bekerja sama dan secara
BAB II KAJIAN TEORITIS DAN HIPOTESIS TINDAKAN. kepenerima pesan (2006:6). Dalam Accociation for education and communication
BAB II KAJIAN TEORITIS DAN HIPOTESIS TINDAKAN 2.1 Kajian Teori 2.1.1 Pengertian Media Secara harfiah media berarti perantara atau pengantar. Oleh Sadiman dikemukakan bahwa media adalah perantara atau pengantar
BAB I PENDAHULUAN. atau maju. Suatu Negara dikatakan maju apabila memiliki sumber daya manusia
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pendidikan adalah salah satu tolak ukur suatu Negara dikatakan berkembang atau maju. Suatu Negara dikatakan maju apabila memiliki sumber daya manusia yang baik,
BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah. Efektivitas pembelajaran di sekolah merupakan indikator penting yang
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Efektivitas pembelajaran di sekolah merupakan indikator penting yang menentukan keberhasilan proses belajar mengajar. Interaksi antara pendidik dengan peserta
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan Nasional bertujuan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia Indoensia seutuhnya, yaitu manusia yang beriman dan bertaqwa terhadap
BAB I PENDAHULUAN. hal yang wajib dikuasai oleh siswa. Penelitian menunjukkan bahwa anak-anak
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang dan Masalah Pada pembelajaran jenjang sekolah dasar, membaca menjadi salah satu hal yang wajib dikuasai oleh siswa. Penelitian menunjukkan bahwa anak-anak yang menghadapi
Nindi Djibu, NIM , *Dr. Hj Zulaecha Ngiu M. Pd, **Dr. H. Sukarman Kamuli, M.Si, Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan,
Kemasyarakatan, Fakultas Ilmu Sosial Hal. 1 Efektivitas Penggunaan Media Pembelajaran dalam Mata Pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan pada Siswa Kelas VIII B Di SMP Negeri 3 Paguat Kabupaten Pohuwato Nindi
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Moch Ikhsan Pahlawan,2013
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Setiap perbuatan dan pengalaman yang dialami oleh manusia merupakan pembelajaran bagi diri manusia itu sendiri. Proses belajar dalam kehidupan manusia sangat
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Paradigma pendidikan mengalami perubahan yang disesuaikan dengan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Paradigma pendidikan mengalami perubahan yang disesuaikan dengan kemajuan teknologi. Perubahan paradigma dalam dunia pendidikan menuntut adanya perubahan pada
BAB II KAJIAN TEORETIS DAN HIPOTESIS TINDAKAN
BAB II KAJIAN TEORETIS DAN HIPOTESIS TINDAKAN 2.1 Kajian Teori 2.1.1 Pengertian Pemahaman Pemahaman terhadap suatu pelajaran diartikan sebagai suatu kemampuan menjelaskan secara benar tentang objek yang
BAB I PENDAHULUAN. Sekolah adalah tempat terjadinya tranformasi ilmu yang paling formal 1. Oleh
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Sekolah adalah tempat terjadinya tranformasi ilmu yang paling formal 1. Oleh sebab itu, di sekolah selalu terdapat beberapa tata tertib yang harus di jalankan oleh para
Oemar Hamalik, Proses Belajar Mengajar, Bumi Aksara, Jakarta, 2003, hlm.54. 2
Pengembangan Video Pembelajaran Rizal Farista, Ilham Ali M Mahasiswa Fakultas Agama Islam, Program Studi Pendidikan Agama Islam, Universitas Muhammadiyah Sidoarjo A. Pengertian Pembelajaran Pembelajaran
I. PENDAHULUAN. semakin modern, diharapkan dapat meningkatkan aktivitas serta kreativitas
I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Perkembangan zaman yang semakin maju serta peradaban manusia yang semakin modern, diharapkan dapat meningkatkan aktivitas serta kreativitas belajar siswa sesuai
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pelatihan adalah bagian pendidikan yang menyangkut proses belajar untuk memperoleh dan meningkatkan keterampilan di luar sistem pendidikan yang berlaku, dalam
BAB V PEMBAHASAN. Siswa Kelas Unggulan di SMP Negeri 1 Gondang Tulungagung. berkaitan dengan indera pendengar, dimana pesan yang disampaikan
BAB V PEMBAHASAN A. Keterampilan Guru Pendidikan Agama Islam dalam Menggunakan Media Pembelajaran Audio untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Kelas Unggulan di SMP Negeri 1 Gondang Tulungagung. Dalam
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. setiap tindakan yang dilakukan mulai dari siklus I, II dan III pada pembelajaran
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. KESIMPULAN Berdasarkan hasil pengamatan, analisis, refleksi dan perencanaan terhadap setiap tindakan yang dilakukan mulai dari siklus I, II dan III pada pembelajaran Pendidikan
BAB I PENDAHULUAN. bangsa. Di dalam kurikulum ini terdapat pergeseran model pembelajaran dari
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Bahasa Indonesia merupakan salah satu mata pelajaran yang diajarkan di sekolah. Materi yang diajarkan terus mengalami perubahan dan inovasi seiring perkembangan
BAB I PENDAHULUAN. (Depdiknas, 2003). Dalam memajukan sains guru di tuntut lebih kretatif. dalam penyelenggaraan pembelajaran.
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Pendidikan IPA (Sains) adalah salah satu aspek pendidikan yang digunakan sebagai alat untuk mencapai tujuan pendidikan. Tujuan pendidikan khususnya pendidikan
BAB I PENDAHULUAN. Aksara, 2001), hlm Oemar Hamalik, Kurikulum dan Pembelajaran, (Jakarta: PT. Bumi
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan adalah investasi jangka panjang, karena hasil dari proses pendidikan akan dirasakan baik untuk saat ini maupun untuk waktu yang akan datang. Kondisi
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Pembelajaran Bahasa Indonesia tidak lepas dari hubungan pembelajaran
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pembelajaran Bahasa Indonesia tidak lepas dari hubungan pembelajaran bahasa yang berlangsung di dunia. Salah satu tujuan pembelajaran Bahasa Indonesia ini adalah meningkatkan
BAB I PENDAHULUAN. Dalam upaya meningkatan mutu pendidikan pemerintah. mengeluarkan berbagai kebijakan. Salah satu kebijakannya adalah mengganti
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Dalam upaya meningkatan mutu pendidikan pemerintah mengeluarkan berbagai kebijakan. Salah satu kebijakannya adalah mengganti kurikulum KTSP dengan kurikulum 2013 dengan
BAB I PENDAHULUAN. dan dihasilkan melalui pendidikan.dalam proses pendidikan pula, manusia. belajar dari, tentang, dan dengan tehnologi itu sendiri.
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan merupakan sarana utama untuk memperoleh,menerapakan dan mengembangkan ipteks. Pendidikan termasuk kegiatan pembelajaran dan penanaman nilai-nilai
BAB 1 PENDAHULUAN. Pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik
1 BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar. Pembelajaran adalah faktor yang kompleks
I. PENDAHULUAN. rencana tentang pendidikan yang dikemas dalam bentuk kurikulum. Dalam kurikulum pendidikan dasar dan menengah wajib memuat Ilmu
1 I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pendidikan merupakan suatu aspek kehidupan yang sangat mendasar bagi pembangunan bangsa suatu negara. Dalam penyelenggaraan pendidikan di sekolah yang melibatkan
BAB I PENDAHULUAN. Pemerintah melalui Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia pada
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pemerintah melalui Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia pada tahun 2013 mengimplementasikan kurikulum baru sebagai penyempurnaan kurikulum sebelumnya
BAB I PENDAHULUAN. mendapatkan ilmu pengetahuan dari guru dalam proses belajar-mengajar. membimbing dan memfasilitasi siswa dalam kegiatan belajar.
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Proses belajar-mengajar dilakukan siswa dan guru di sekolah. Siswa mendapatkan ilmu pengetahuan dari guru dalam proses belajar-mengajar. Kegiatan Belajar Mengajar
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Fisika adalah ilmu pengetahuan yang paling mendasar karena berhubungan dengan perilaku dan struktur benda. Tujuan utama sains termasuk fisika umumnya dianggap
BAB I PENDAHULUAN. menulis seseorang dapat menyampaikan hal yang ada dalam pikirannya.
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Menulis merupakan kebutuhan dalam kehidupan manusia. Kegiatan menulis merupakan suatu keterampilan berbahasa yang dipergunakan untuk berkomunikasi secara tidak langsung.
BAB 1 PENDAHULUAN. Bahasa memiliki peran sentral dalam perkembangan dan intelektual, sosial,
1 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Bahasa memiliki peran sentral dalam perkembangan dan intelektual, sosial, dan emosional peserta didik merupakan penunjang keberhasilan dalam mempelajari semua
Menganalisis Metode Pembelajaran Dongeng
Menganalisis Metode Pembelajaran Dongeng Dwi Suryani Rimsasi (172071000011), Yusi Trihartono (172071000013) Mahasiswa Fakultas Agama Islam, Program Studi Pendidikan Agama Islam, Universitas Muhammadiyah
BAB I PENDAHULUAN. kompetensi menulis dalam KTSP SD yang berbunyi sebagai berikut:
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Standar kompetensi mata pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia yang disempurnakan dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) disebutkan bahwa mata pelajaran
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Tujuan pembelajaran bahasa Indonesia adalah mempertinggi kemahiran siswa dalam menggunakan bahasa meliputi kemahiran menyimak, berbicara, membaca, dan menulis.
BAB I PENDAHULUAN. dan prinsip-prinsip yang saling berkaitan satu sama lain. Guru tidak hanya
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pembelajaran matematika seharusnya berpusat pada siswa, bukan pada guru. Belajar matematika merupakan proses mengkonstruksi konsep-konsep dan prinsip-prinsip
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pada saat ini pembelajaran di sekolah harus bervariasi agar bisa menarik perhatian siswa untuk mengikuti proses pembelajaran dimana siswa dapat tertarik pada
BAB I PENDAHULUAN. Menurut Tarigan dalam Munthe (2013:1), dalam silabus pada KD 13.1 disebutkan, bahwa salah satu kompetensi yang harus
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pengajaran bahasa Indonesia bertujuan agar siswa terampil berbahasa dan mampu berkomunikasi baik secara lisan maupun tulisan. Kemampuan siswa berkomunikasi
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang Masalah Dalam pembelajaran, terdapat proses belajar mengajar yang pada dasarnya merupakan proses komunikasi. Dalam proses komunikasi tersebut, guru bertindak sebagai
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah Penelitian
A. Latar Belakang Masalah Penelitian BAB I PENDAHULUAN Dewasa ini pelajaran Bahasa Indonesia mulai menunjukkan eksistensinya di dunia pendidikan. Dari hasil survei yang peneliti peroleh melalui angket
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Bahasa memiliki peranan yang sangat penting dalam kehidupan, terutama dalam kehidupan bersosial. Manusia dapat berkomunikasi dengan yang lain melalui bahasa.
I. PENDAHULUAN. Pendidikan adalah usaha sadar dan sistematis yang dilakukan orang-orang
I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pendidikan adalah usaha sadar dan sistematis yang dilakukan orang-orang yang diserahi tanggung jawab untuk mempengaruhi peserta didik agar mempunyai sifat dan tabiat sesuai
Jenis Jenis Media Dalam Pembelajaran
Jenis Jenis Media Dalam Pembelajaran Susanti/ 172071000055, Affrida Zulfiana / 172071000064 Mahasiswa Fakultas Agama Islam, Program Studi Pendidikan Agama Islam, Universitas Muhammadiyah Sidoarjo A. Media
BAB I PENDAHULUAN. dilepaskan dari proses belajar mengajar di sekolah, sebab sekolah. Dalam pembelajaran atau proses belajar mengajar di sekolah
14 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Keberhasilan proses pendidikan di Indonesia tidak dapat dilepaskan dari proses belajar mengajar di sekolah, sebab sekolah merupakan salah satu pelaksana pendidikan
BAB I PENDAHULUAN. perkembangan zaman. Menurut UU Nomor 20 tahun 2003 (Sudrajat, 2010),
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pendidikan merupakan kebutuhan bagi setiap manusia untuk menghadapi perkembangan zaman. Menurut UU Nomor 20 tahun 2003 (Sudrajat, 2010), Pendidikan adalah usaha sadar
BAB I PENDAHULUAN. Cerpen merupakan sebuah karya yang didalamnya terkandung berbagai aspek
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Cerpen merupakan sebuah karya yang didalamnya terkandung berbagai aspek kehidupan, termasuk pendidikan. Cerpen dapat mempengaruhi kehidupan seseorang. Jati diri atau
BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah. Mencerdaskan kehidupan bangsa adalah cita-cita bangsa yang harus terus
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Mencerdaskan kehidupan bangsa adalah cita-cita bangsa yang harus terus dilaksanakan untuk menciptakan manusia Indonesia seutuhnya. Mencerdaskan bangsa merupakan
BAB I PENDAHULUAN. belajar untuk mencapai tujuan belejar tertentu, dan berfungsi sebagai pedoman
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pendidikan adalah sebagai proses pemberian bimbingan terhadap anak oleh orang dewasa dengan sengaja untuk mempengaruhi potensi anak agar mencapai kedewasaan.
BAB 1 PENDAHULUAN. teknologi dan seni. Peningkatan pengetahuan berbahasa Indonesia berhubungan
1 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Salah satu fungsi mata pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia di SMP secara umum adalah sebagai sarana peningkatan pengetahuan dan keterampilan berbahasa Indonesia,
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Keterampilan menulis merupakan keterampilan yang penting dalam
1 A. Latar Belakang Masalah BAB I PENDAHULUAN Keterampilan menulis merupakan keterampilan yang penting dalam kehidupan. Keterampilan menulis merupakan salah satu keterampilan berbahasa yang harus dikuasai
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Desti Fatin Fauziyyah, 2013
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Media pembelajaran telah terbukti berperan aktif untuk meningkatkan motivasi dan intelektual anak dalam proses kegiatan belajar mengajar. Maka dari itu
PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN LEARNING CYCLE (5E) TERHADAP KETERAMPILAN PROSES SAINS BIOLOGI SISWA KELAS X SMA AL ISLAM 1 SURAKARTA
PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN LEARNING CYCLE (5E) TERHADAP KETERAMPILAN PROSES SAINS BIOLOGI SISWA KELAS X SMA AL ISLAM 1 SURAKARTA SKRIPSI Oleh : LATIF SOFIANA NUGRAHENI K4308096 FAKULTAS KEGURUAN
