1 P a g e ( s e m u t d a n k e h i d u p a n n y a )

Save this PDF as:
 WORD  PNG  TXT  JPG

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "1 P a g e ( s e m u t d a n k e h i d u p a n n y a )"

Transkripsi

1 Semut adalah serangga eusosial yang berasal dari keluarga Formisidae, dan semut termasuk dalam ordo Himenoptera bersama dengan lebah dan tawon. Semut terbagi atas lebih dari kelompok, dengan perbandingan jumlah yang besar di kawasan tropis. Semut dikenal dengan koloni dan sarang-sarangnya yang teratur, yang terkadang terdiri dari ribuan semut per koloni. Jenis semut dibagi menjadi semut pekerja, semut pejantan, dan ratu semut A. STRUKTUR TUBUH SEMUT Tubuh semut terdiri atas tiga bagian, yaitu kepala, mesosoma (dada), dan metasoma (perut). Morfologi semut cukup jelas Tubuh semut, seperti serangga lainnya, memiliki eksoskeleton atau kerangka luar yang memberikan perlindungan dan juga sebagai tempat menempelnya otot. Subhanallah Sungguh Luar Biasa Allah SWT Telah Menciptakan Seekor Semut Yang memiliki bentuk tubuh dan bagianbagian yang detail dan sempurna sehingga mereka dapat bertahan hidup di alam ini. 1 P a g e ( s e m u t d a n k e h i d u p a n n y a )

2 1. Kepala semut - memiliki mata majemuk yang terdiri dari kumpulan lensa mata yang lebih kecil dan tergabung untuk mendeteksi gerakan dengan sangat baik - memiliki sepasang antena yang membantu semut mendeteksi rangsangan kimiawi. Antena semut juga digunakan untuk berkomunikasi satu sama lain dan mendeteksi feromon yang dikeluarkan oleh semut lain - memiliki sepasang rahang atau mandibula yang digunakan untuk membawa makanan, memanipulasi objek, membangun sarang, dan untuk pertahanan 2 P a g e ( s e m u t d a n k e h i d u p a n n y a )

3 2. Dada dan Perut Semut (Thorax) Di bagian dada semut terdapat tiga pasang kaki dan di ujung setiap kakinya terdapat semacam cakar kecil yang membantunya memanjat dan berpijak pada permukaan. Sebagian besar semut jantan dan betina calon ratu memiliki sayap. Namun, setelah kawin betina akan menanggalkan sayapnya dan menjadi ratu semut yang tidak bersayap. Semut pekerja dan prajurit tidak memiliki sayap. 3 P a g e ( s e m u t d a n k e h i d u p a n n y a )

4 Di bagian metasoma (perut) semut terdapat banyak organ dalam yang penting, termasuk organ reproduksi. Beberapa spesies semut juga memiliki sengat yang terhubung dengan semacam kelenjar beracun untuk melumpuhkan mangsa dan melindungi sarangnya. Spesies semut seperti Formica yessensis memiliki kelenjar penghasil asam semut yang bisa disemprotkan ke arah musuh untuk pertahanan jika semut merasa terganggu 1. Sistem Pernafasan Semut mereka. 2. Sistem Peredaran Darah Semut Semut tidak memiliki paruparu, tetapi mereka memiliki lubang-lubang pernapasan di bagian dada bernama trakea dan adanya spirakel untuk sirkulasi udara dalam sistem respirasi Serangga juga tidak memiliki sistem peredaran darah tertutup. Sebagai gantinya, mereka memiliki saluran berbentuk panjang dan tipis di sepanjang bagian atas tubuhnya yang disebut "aorta punggung (warna orange)" yang fungsinya mirip dengan jantung. 4 P a g e ( s e m u t d a n k e h i d u p a n n y a )

5 3. Sistem Koordinasi Semut Sistem saraf semut seperti serangga yang terdiri dari sistem saraf pusat dan sistem saraf tepi, berupa sistem saraf tangga tali. Pada bsemut sistem saraf pusat tersusun atas kelompok-kelompok badan sel saraf yang disebut ganglia. Tiap-tiap ganglia dihubungkan oleh satu atau lebih tali-tali saraf. Sementara itu, saraf tepi semut tersusun oleh akson sensorik dan akson motorik ke dan dari ganglia. Otak semut juga menghasilkan hormon yang mempengaruhi proses metamorfosis, yaitu hormon juvenil. Hormon ini berfungsi menghambat proses metamorfosis. Sekresi hormon juvenil yang cukup akan membuat ekdison merangsang pertumbuhan larva. Namun, jika sekresi hormon ini berkurang maka ekdison akan merangsang perkembangan pupa. 4. Sistem Ekskresi Semut Fungsi sistem ekskretori adalah pemeliharaan keseimbangan lingkungan dalam (internal). Karena hemolimf menggenangi jaringan dan organ serangga, maka cairan itu menentukan sebagian besar keadaan lingkungan dalam (internal). Sistem ekskretori bertanggung jawab terhadap pemeliharaan uniformitas hemolimf. Untuk melaksanakan fungsi ini sistem itu 5 P a g e ( s e m u t d a n k e h i d u p a n n y a )

6 membuang limbah metabolisme dan bahan-bahan yang berlebihan, terutama yang mengandung nitrogen, serta mengatur kendungan garam dan air. Organ ekskretori yang utama adalah Tabung Malpighi; jaringan-jaringan lain diperkirakan mempunyai peran bantuan (subsidiary role). Tabung Malpighi Letak organ ini di dalam tubuh serangga telah disebut di depan, yaitu pada saluran makanan di awal proktodeum. Penemunya bernama Marcello Malpighi, seorang ilmuwan Itali yang hidup di abad ke-7. Jumlah tabung organ ini beragam tergantung jenis serangganya, antara dua sampai lebih dari 250 dan umumnya berbelit (convoluted); jumlah tabung itu selalu kelipatan dua (berarti berpasangan). 5. Sistem Pencernaan Semut Makanan dari mulut semut masuk ke esofagus kemudian ke lambung atau ventrikulus. Dari lambung, makanan dibawa ke usus dan sisa makanan dikeluarkan lewat anus yang terletak di posterior tubuh. 6 P a g e ( s e m u t d a n k e h i d u p a n n y a )

7 6. Sistem Perkembangbiakan Semut Tahap pertumbuhan semut dimulai dari telur menjadi larva, pupa, kemudian semut dewasa. larva semut (semut muda) sangat berbeda dengan semut dewasa atau induknya. Larvanya mempunyai kulit yang halus, putih seperti susu, tidak berkaki dan tidak bersayap. Ratu semut meletakkan telur di dalam sarangnya. Telur itu sangat kecil dan berbentuk elips, berukuran kira-kira 0.5 mm x 1 mm. Telur 7 P a g e ( s e m u t d a n k e h i d u p a n n y a )

8 menetas menjadi larva yang berukuran 5-10 kali lebih besar. Bentuk larva dan telur sangat mirip, yaitu menyerupai ulat. Pada larva sudah terbentuk mata dan mulut sedangkan pada telur kedua organ itu belum ada. Larva calon ratu berkembang dengan baik karena diberi makan secara khusus dan rutin oleh semut pekerja yang berukuran lebih kecil. Selama masa pertumbuhan -nya, larva mengalami beberapa kali ganti kulit, seperti ular. Setelah beberapa kali ganti kulit, maka larva berkembang menjadi pupa. Pupa menyerupai semut dewasa karena sudah mempunyai kaki, mata, mulut dan sayap1, tetapi warnanya masih putih dan tidak aktif. Selanjutnya, pupa akan menjadi semut dewasa yang berubah warna sesuai dengan kastanya. Larva dan pupa semut. Gambar-Gambar Terkait Telur Semut 8 P a g e ( s e m u t d a n k e h i d u p a n n y a )

9 B. STRUKTUR KERAJAAN SEMUT Dalam struktur kerajaan semut di kenal 4 struktur yaitu, ratu semut, semut jantan, semut penjaga dan semut pekerja. Yang kesemuanya memiliki tugas yang berbeda dan memiliki kedudukan yang sangat penting dalam kerajaannya 1. RATU SEMUT (Queen) RATU SEMUT bertugas bereproduksi (bertelur) dan sangat dijunjung tinggi oleh rakyatnya. Ratu semut bisa hidup hingga berumur 20 tahun Gambar-Gambar Ratu Semut 9 P a g e ( s e m u t d a n k e h i d u p a n n y a )

10 2. Semut jantan (male) SEMUT PEJANTAN berusia lebih pendek. Satusatunya tugas mereka ketika dewasa adalah mengawini ratu semut muda. Semut jantan mati tak lama setelah kawin, biasanya 2 minggu setelah kawin. Setiap semut jantan memiliki bank sperma dalam tubuhnya. Setelah menerima ejakulasi sperma dari pejantan, sang ratu menyimpan sperma dalam kantung oval di dekat ujung perutnya. Dalam organ spermatheca ini, setiap sperma dinonaktifkan secara fisiologis dan disimpan dalam keadaan ini selama bertahun- 10 P a g e ( s e m u t d a n k e h i d u p a n n y a )

11 tahun. Ketika kelak sang ratu mengeluarkan sperma ini ke saluran reproduksinya, baik satusatu maupun dalam kelompok kecil, sperma diaktifkan kembali dan siap membuahi telur yang masuk ke saluran dari indung telur. Gambar-gambar berbagai semut jantan 3. Semut penjaga / prajurit (soldier) SEMUT PRAJURIT adalah Semut prajurit berada di dalam keadaan siaga sepanjang hari. Kalau merasakan bahaya sedikit saja, mereka segera bertindak Gambar-gambar berbagai semut prajurit 11 P a g e ( s e m u t d a n k e h i d u p a n n y a )

12 4. Semut Pekerja SEMUT PEKERJA (semuanya betina) tidak bertelur, melainkan mengabdikan dirinya mengurus telur-telur ratunya. Jadi Semua semut pekerja adalah betina. Pendek kata, semua komunitas semut sebenarnya terdiri atas ibu dan putrinya. Semua keperluan sang ratu dipenuhi para pekerjanya. Hal terpenting yang dilakukan semut pekerja adalah melayani sang ratu dan memastikan bahwa sang ratu dan bayinya selamat. 12 P a g e ( s e m u t d a n k e h i d u p a n n y a )

13 Gambar-Gambar Semut Pekerja C. SISTEM KOLONI SEMUT Taktik Perang dalam menyerang dan bertahan dalam berbagai hal dapat kita lihat dan kita ambil contoh dalam struktur sosial semut yang teramat sangat maju, sebagai makhluk pekerja keras yang produktif dan rela 13 P a g e ( s e m u t d a n k e h i d u p a n n y a )

14 berkorban. Semut ternyata memiliki sebuah keistimewaan lain dimana mereka mampu bertahan terhadap serangan musuh dengan menggunakan teknik yang teramat sangat menarik ketika sedang berjuang demi untuk keselamatan koloni mereka. Semut sebagai makhluk dengan ukuran yang sangat kecil pada mulanya memberikan kesan dan terlihat bahwa mereka tidak memiliki dan atau mempunyai sistem penyerangan dan pertahanan yang memadai, sulit dibayangkan kemudian bahwa makhluk kecil yang biasanya mati hanya dengan sedikit tenaga dari kita manusia baik dipencet ataupun diinjak, dapat menjalankan tugas yang terlihat jauh diluar kemampuan yang mereka miliki. Meski demikian dengan tanpa meninggalkan susunan ekologi yang telah diciptakan untuk mereka. D. SARANG SEMUT Satu hal yang harus kita ketahui mengenai semut adalah kemampuan adaptasi mereka terhadap perubahan kondisi lingkungan. Mereka selalu berusaha mendapatkan makanan dan tempat tinggal dalam kondisi optimal. Idealnya, tempat yang baik untuk pembentukan koloni semut adalah yang memenuhi syarat berikut: 1. Cukup mangsa dan makanan 2. Tersedianya bahan penunjang untuk membangun rumah mereka 3. Sedikit tidaknya pemangsa yang berada disana 14 P a g e ( s e m u t d a n k e h i d u p a n n y a )

15 4. Keadaan lingkungan perubahan cuaca dan perubahan kontur tanah 5. Adanya gangguan yang tidak dapat mereka tolerir. Apabila ada gangguan dari manusia, mereka akan berpindah ke bagian pohon yang lebih atas. Atau bila kondisi lingkungan sudah sangat buruk di suatu kebun, maka koloni akan berpindah ke kebun lain. Sebaiknya kasus terakhir ini harus anda hindari. Bentuk dan ukuran sarang semut sangat beragam. Bentuk sarang semut menunjukkan bagaimana sistem kehidupan dari semut itu sendiri. Bahan yang digunakan dalam pembuatan tempat tinggal semutpun beragam dari tanah, pembuatan lubang, batang kayu hingga dedaunan. Berikut ini beberapa jenis semut berdasarkan cara membuat sarang. 1. Semut yang hidup ditanah Beberapa semut membuat lubang sarang tanah sebagai tempat tinggal mereka. Jenis semut ini organ khusus yang dapat digunakan untuk membuat lubang pada tanah. kota semut yang ditemukan di Brasil menunjukkan betapa luar biasanya sistem pembangunan yang dilakukan oleh serangga ini. 15 P a g e ( s e m u t d a n k e h i d u p a n n y a )

16 Sarang dalam tanah yang dibuat oleh semut memiliki ruang-ruangan khusus yang tiap ruangannya memiliki fungsi yang berbeda-beda Struktur dari sarang semut dalam tanah dan fungsinya sebagai berikut: 1) Sistem pertahanan udara: Saat musuh terbesar semut, yakni burung, mendekati 16 P a g e ( s e m u t d a n k e h i d u p a n n y a )

17 sarang, sebagian prajurit mengarahkan perut mereka ke atas di lubang sarang dan menyemprotkan asam ke arah burung. 2) Rumah kaca: Dalam ruangan yang menghadap ke selatan ini, telur dari semut ratu matang. Suhu ruangan ini tetap pada 38 C. 3) Pintu masuk dan pintu samping : Pintu-pintu masuk ini dijaga semut penjaga pintu. Pada saat bahaya, mereka menutup pintu dengan kepala mereka yang rata. Kalau ingin masuk melalui pintu, penghuni lain koloni mengetuk kepala semut penjaga pintu dengan antena dalam irama khusus, dan semut penjaga pintu pun membuka pintu. Jika mereka lupa irama ini, penjaga langsung membunuh mereka. 4) Ruang siap pakai: Jika menemukan sarang lama saat membangun sarang, semut juga meng-gunakan ruangan sarang tua yang masih bertahan bentuknya. Jadi, mereka menghemat banyak waktu dalam merampungkan struktur sarang. 5) Makam penyimpanan: Dalam ruangan ini semut menaruh bangkai semut dan gabah tak ter-makan yang mereka kumpulkan. 6) Ruang penjaga: Semut prajurit berada di sini dalam keadaan siaga sepanjang hari. Kalau merasakan bahaya sedikit saja, mereka segera bertindak. 7) Sekat luar: Sekat ini, terbuat dari potongan cabang dan ranting, melindungi sarang 17 P a g e ( s e m u t d a n k e h i d u p a n n y a )

18 melawan panas, dingin, dan hujan. Berkurang atau tidaknya lapisan sekat ini senantiasa diawasi semut pekerja. 8) Ruang perawatan: Semut perawat menghasilkan cairan manis dari perutnya. Semut pengasuh menusuk perutnya dengan antena dan memanfaatkan cairan ini. 9) Gudang daging: Serangga, lalat, jangkrik, dan semut musuh disimpan dalam gudang ini setelah dibunuh. 10) Gudang gandum: Semut penggiling membawa butir besar gandum dalam bentuk tablet kecil ke sini, dan memanfaatkannya sebagai roti di musim dingin. 11) Perawatan larva: Semut perawat menggunakan air liurnya, yang bersifat antibiotik, untuk melin-dungi semut bayi dari penyakit. 12) Ruang musim dingin: Semut yang sedang hibernasi, mulai awal November dan bangun pada bulan Mei, melewatkan musim dingin panjang di sini. Saat bangun, tugas pertama mereka adalah membersihkan ruangan ini. 13) Departemen pemanas sentral: Mencampur potongan daun dan ranting di sini menghasilkan panas tertentu. Ini menjaga suhu sarang antara 20 C dan 30 C. 14) Ruang pengeraman: Telur ibu ratu disimpan di ruangan ini sesuai dengan urutan 18 P a g e ( s e m u t d a n k e h i d u p a n n y a )

19 ditelurkan. Lalu, jika tiba saatnya, telur diambil dari sini dan dibawa ke rumah kaca. 15) Ruang bangsawan: Ibu ratu menelurkan telurnya di sini Gambar beberapa semut yang memiliki sarang dalam tanah. 19 P a g e ( s e m u t d a n k e h i d u p a n n y a )

20 2. Semut yang hidup dipohon Semut yang tinggal dipohon merupakan jenis semut yang memiliki keahlian dalam memanjat. Kemampuan memanjat ini digunakan bagi semut untuk mencari makan dan membuat sarang dari dedaunan maupun lubang dalam pohon. Pohon merupakan habitat/tempat tinggal bagi semut sekaligus tempat mencari makan. Semut golongan herbivora memanfaatkan dedaunan pada pohon untuk digunakan sebagai bahan penanam jemur, sedangkan semut yang lain menggunakan dahan dan dedaunan untuk membuat sarang mereka. Dalam hubungannya ini semut saling membagi keuntungan dengan pohon dimana semut ini nantinya ikut menjaga pohon dari 20 P a g e ( s e m u t d a n k e h i d u p a n n y a )

21 serangan binatang lain khususnya herbivora yang nantinya akan mendapatkan serangan yang mengejut dari semut jika memakan daun atau bagian dari pohon tersebut. Hal ini telah di teliti oleh Profesor Palmer bersama Jake Goheen yang mempublikasikan penemuan mereka dijurnal Current Biology, memperhatikan bahwa di wilayah bertanah liat nampaknya cuma satu jenis pohon yaitu akasia yang disebut Acacia drepanolobium. Di wilayah lain dengan tanah agak berpasir, ada lebih banyak jenis pohon ada karena di tumbuhan tersebut banyak spesies semut yang tinggal Gambar-gambar yang terkait dengan semut yang tinggal dibatang kayu 21 P a g e ( s e m u t d a n k e h i d u p a n n y a )

22 E. MAKANAN SEMUT Berdasarkan jenis makanannya semut terdiri menjadi 3 yaitu semut hernivora, karnivora dan omnivore. Semut jenis karnivora dalam memenuhi kebutuhannya dilakukan dengan melakukan perburuan baik di atas permukaan tanah maupun di pepohonan. Semut jenis herbivora sebagai merupakan hernivora murni dimana mereka hanya memakan jenis dedaunan dan buah-buahan dan juga jenis herbivora tetapi tidak murni dimana mereka menggunakan dedaunan untuk ditanam yang akan menghasilkan jamur dan jamur inilah yang mereka konsumsi. Sedangkan semut omnivore merupakan jenis semut yang hidup dengan berburu hewan lain namun selain itu mereka juga memiliki kemampuan untuk dapat mengkonsumsi sisasisa makanan dari individu lain. 1. Semut Predator (pemakan serangga dan hewan kecil lainnya) Semut jenis ini merupakan semut yang hidupnya bergantung dengan memakan serangga dari jenis yang lain. Selain itu semut jenis ini bisa 22 P a g e ( s e m u t d a n k e h i d u p a n n y a )

23 juga dijumpai pada bangkai-bangkai binatang yang telah mati mereka berperan dalam proses pembersihan di lingkungan. Berikut ini beberapa semut yang termasuk kedalam golongan semut predator 2. Semut Fitofag dan Mycetofag (pemakan buah, dedaunan dan jamur) Semut herbivora merupakan jenis semut yang makan tumbuhan dapat berupa buah-buahan, dedaunan maupun dibuat untuk difermentasi menjadi jamur. Untuk buah-buahan biasanya langsung dikonsumsi oleh semut tersebut. Untuk jenis dedaunan biasanya di fermentasi untuk diambil 23 P a g e ( s e m u t d a n k e h i d u p a n n y a )

24 jamurnya yang nantinya akan digunakan sebagai bahan makanan mereka. Berikut ini beberapa semut yang termasuk ke dalam golongan semut herbivora 3. Semut omnivora (pemakan buah dan serangga) Semut jenis ini memakan baik jenis buah maupun jenis serangga yang ada di sekitar mereka, maupun hewan kecil lainnya. F. JENIS-JENIS SEMUT 1. Semut Pemotong Daun Ciri-ciri khusus semut pemotong daun, yang juga disebut Atta, adalah kebiasaan mereka membawa potongan daun yang mereka potong di atas 24 P a g e ( s e m u t d a n k e h i d u p a n n y a )

25 kepalanya. Semut ini bersembunyi di bawah daun, yang sangat besar dibandingkan ukuran tubuh mereka. Daun ini mereka tahan dengan dagu yang terkatup rapat. Oleh karena itu, perjalanan pulang semut pekerja setelah bekerja seharian memberi pemandangan sangat menarik. 2. Semut Penenun Semut pengany am hidup di pohon, membangun sarang dari daun. Dengan mengom binasikan daun, mereka mampu membentuk satu sarang di beberapa pohon, sehingga bisa mendukung populasi yang jauh lebih besar. 3. Semut Pemanen Sebagian semut, seperti yang telah disebutkan, adalah petani kawakan. Di antaranya bisa disebut semut pemanen, selain Atta yang kita bahas sebelumnya. Mekanisme pemberian makan di antara semut pemanen ini cukup canggih dan rumit, jika dibandingkan dengan mekanisme pemberian makan jenis semut lain. Mereka mengumpulkan benih dan menyimpannya dalam ruangan yang disiapkan secara khusus. Benih-benih ini, yang mengandung karbohidrat, digunakan untuk memproduksi gula 25 P a g e ( s e m u t d a n k e h i d u p a n n y a )

26 yang akan memberi makan larva dan pekerja lain. Sementara banyak semut menggunakan benih dan biji sebagai makanan, hanya semut pemanen yang memiliki sistem yang berdasarkan pada pengumpulan dan pemrosesan benih. 4. Semut Madu Banyak jenis semut yang diberi makan dengan buangan pencernaan aphid (serangga daun) yang disebut madu. Zat ini sebenarnya tidak berkaitan dengan madu biasa. Akan tetapi, buangan pencernaan kutu ini yang memakan getah tumbuhan dinamai demikian karena mengandung gula dalam kadar tinggi. Jadi, para pekerja spesies ini, disebut semut madu, mengumpulkan madu dari kutu, biji (coccidae), dan bunga. Metode semut mengumpulkan dari kutu sangat menarik. Si semut mendekati kutu dan mulai mendorong perutnya. Kutu memberi kan setetes buangan kepada semut. Semut mulai mendorong perut kutu lagi untuk mendapat madu lebih banyak, lalu menyedot cairan yang keluar. 26 P a g e ( s e m u t d a n k e h i d u p a n n y a )

27 5. Semut Kayu Semut kayu terkenal dengan bukit yang mereka bangun dari daun cemara dan cabang tipis di atas sarang bawah tanah mereka. Sarang ini biasanya ditemukan di sekitar batang pohon. Bagian sarang yang di atas tanah, terbuat dari ranting, tangkai daun, dan daun cemara, adalah atap sarang. Atap ini, yang mencapai dua tinggi meter, mencegah peresapan air hujan ke dalam dan mengatur suhu sarang dalam cuaca yang sangat panas atau sangat dingin. Semut kayu, seperti semut lain, juga rajin bekerja. Mereka selalu saja menghias ulang sarang. Mereka memindahkan lapisan permukaan semula ke lapisan bawah secara bertahap dan mereka menaikkan material dari lapisan bawah untuk mengganti lapisan atas. Ada pengamatan menarik tentang perubahan yang dibuat semut pada sarang. Cat biru disemprotkan ke puncak bukit sarang dan empat hari kemudian diamati bahwa puncak bukit sudah kembali coklat. Partikel biru ditemukan 8-10 cm di bawah permukaan. Dalam sebulan partikel ini turun hingga kedalaman 40 cm 27 P a g e ( s e m u t d a n k e h i d u p a n n y a )

28 6. Semut Legiun Salah satu hewan yang paling ditakuti di hutan adalah semut legiun. Komuni -tas semut ini dinamai pasukan karena tindakan mereka memiliki disiplin militer sejati. Semut legiun adalah hewan karnivora. Mereka melahap segala sesuatu yang terlihat. Setiap semut panjangnya 6-12 milimeter, tetapi jumlah mereka yang besar dan disiplin mereka mengimbangi kekurangan mereka dari segi ukuran Sinar matahari langsung dapat membunuh semut legiun dalam wak-tu singkat. Oleh karena itu, mereka berjalan di malam hari atau dalam bayang-bayang. Karena peka cahaya, mereka menggali terowongan pan-jang saat bergerak maju. Sebagian besar semut berlari dalam terowongan ini tanpa keluar. Hal ini tidak mengurangi kecepatan mereka, karena mereka dapat menggali terowongan sangat cepat dengan rahang mereka yang kuat. Karenanya, mereka lari secara cepat dan rahasia. Semut legiun bergerak sebagai pasukan yang sangat besar, 28 P a g e ( s e m u t d a n k e h i d u p a n n y a )

29 melintasi segala hambatan kecuali api dan air, meskipun mereka buta sama sekali 7. Semut Beludru Semut beludru yang hidup di gurun pasir memiliki tubuh berbulu banyak. Bulu alami mereka merupakan lapisan yang mengisolasi panas. Ia menyimpan panas selama malam-malam dingin di gurun pasir, dan melindungi diri dari panas di siang hari. Karena bersayap, semut beludru jantan bisa menghindari panasnya pasir dengan terbang. Akan tetapi, semut beludru betina harus berjalan di pasir yang panas karena tak punya sayap. Mereka memerlukan bulu ini agar terlindung dari panas yang berasal dari tanah maupun dari matahari. 8. Semut Api Semut api adalah serangga merah berukuran kecil. Namun, mereka mampu melakukan halhal besar. Ratu semut jenis ini, yang memiliki 20 varietas di Amerika saja, dapat memproduksi hingga telur sehari. Sementara banyak koloni spesies semut memiliki beberapa ratus pekerja, koloni spesies ini memiliki sekitar setengah juta 29 P a g e ( s e m u t d a n k e h i d u p a n n y a )

30 pekerja. Satu ratu semut api yang sudah kawin dapat memproduksi sebuah koloni dengan pekerja. Pekerja semut api menyerang mangsa dengan sangat agresif menggunakan jarum beracun. Telah diamati bahwa semut api muda dapat mencederai atau bahkan membunuh reptil atau bayi menjangan. Selain itu, semut agresif ini dapat memadamkan listrik dengan merusak kabel. Pernah mereka menyerang Amerika Selatan dan mengakibatkan kerusakan yang mengerikan 9. Semut Gurun Sebagian besar makhluk hidup mustahil hidup di dalam pasir membara bersuhu 65 O C, termasuk manusia. Namun, ada semut yang dapat terus hidup pada suhu ini. Nah,bagaimana Namib ocymyrmex, yang merupakan semut gurun hitam berukuran sedang dan berkaki panjang, hidup dalam panas tinggi ini. Bagi semut Namib, hari biasa di gurun tidak dimulai pada satu waktu tertentu. Yang memulai 30 P a g e ( s e m u t d a n k e h i d u p a n n y a )

31 hari-hari adalah suhu permukaan pasir standar setelah mencapai 30 O C. Tepat pada suhu ini semut mulai keluar dari sarang bawah tanah untuk mencari makanan. Karena tubuh mereka sangat dingin, mereka tak dapat bergerak lurus dan berjalan terseok-seok. Namun, ketika suhu meningkat, semakin banyak semut keluar dan mereka mulai bergerak lebih lurus dan cepat. Lalu lintas tertinggi keluar-masuk sarang adalah pada suhu 52,2 O C. G. 9 SPESIES SEMUT YANG UNIK 1. Honeypot Myrmecocystus Semut di iklim kering harus menyimpan makanan untuk bertahan hidup lama dari kelang kaan. Di padang pasir Amerika Utara, semut honeypot Myrmecocystus menggunakan tubuh mereka sebagai wadah yang hidup, tubuh mereka membengkak karen cairan cadangan, dan dibawa ke sarang pasangan. 2. Semut Pelompat India, Harpegnathos saltator, Harpegnathos saltator, adalah salah satu semut yang pertama mempunyai genome sequencing. 31 P a g e ( s e m u t d a n k e h i d u p a n n y a )

32 3. Seekor semut Podomyrma Seekor semut Podomyrma cenderung mendekati ulat Lycaenid di Australia Selatan. Ulat ini mengeluarkan zat-zat yang menarik bagi semut, dan semut pada gilirannya memberikan perlindungan dari parasit. Semut sangat berlimpah, bahwa banyak spesies lain telah datang untuk bergantung pada mereka dalam berbagai cara. 4. Malagasi semut (Mystrium spesies) Di antara keanehan keluarga semut adalah misteri Malagasi semut (Mystrium spesies), yang merupakan predator penghuni hutan hujan sampah daun. 5. Cecropia semut (Azteca alfaroi) Cecropia semut penjaga pohon mereka dengan sungguh-sungguh terhadap penyusup. Bekerja bersamasama, mereka mengepung dan melumpuhkan lawan-lawan mereka dengan menjepit lawan hingga lemas. 32 P a g e ( s e m u t d a n k e h i d u p a n n y a )

33 6. Thaumatomyrmex Salah satu yang paling langka di dunia serangga adalah Thaumatomyrmex, semut mandibula Amerika tropis yang aneh telah lama membuat ilmuwan semut bingung. Pada tahun 1990, sebuah tim Brasil akhirnya memecahkan teka-teki: Thaumatomyrmex adalah predator khusus dari landak-seperti kaki seribu. Rahang panjang memungkinkan semut ini untuk menangkap mangsanya tanpa cedera. 7. (Paratrechina longicornis) Pada pulau Panama, semut pekerja yang gila (Paratrechina longicornis) minum dari nectaries di bawah daun. Banyak tanaman menarik dengan nectaries semut, dan sebagai imbalan semut membantu menghilangkan tanaman hama. 8. Spesies Dinoponera Amerika Selatan, Spesies Dinoponera Amerika Selatan mempunyai panjang lebih dari satu inchi, adalah satu diantara semut terbesar di dunia. 33 P a g e ( s e m u t d a n k e h i d u p a n n y a )

34 9. Penuai semut (Pogonomyrmex rugosus) Pogonomyrmex rugosus dari sarang yang berdekatan terlibat dalam ritual peperangan, mendorong dalam menampilkan gaya tetapi tidak benarbenar merugikan satu sama lain. Diperkirakan bahwa koloni menggunakan pertempuran bohongan ini untuk mengumpulkan informasi tentang tetangga mereka. Pengetahuan tentang kekuatan bersaing membantu koloni semut menetapkan batas wilayah tanpa kehilangan kehidupan. H. 6 SPESIES SEMUT YANG BERBAHAYA 1. SEMUT API (Solenopsis invicta) "Api semut (panjang 0,24 inci) telah menjadi masalah yang tersebar di Amerika Serikat setelah mereka sengaja diperkenalkan pada 1930-an. Dikenal dengan koloni semut yang besar berlindung dalam gundukan dan bersifat agresif, mereka menyerang dalam kawanan setelah mencium feromon yang dikeluarkan oleh sengatan semut pertama. 34 P a g e ( s e m u t d a n k e h i d u p a n n y a )

35 2. SEMUT AGENTINA (Linepithema humile) "Semut Argentina (panjang 1/10 inci) merupakan spesies semut sosial, yang dikenal luas dengan organisasi koloni nya. Bahkan, kemiripan genetik yang sangat mirip diantara semut-semut tersebut, seekor semut individu dapat berjalan ke berbagai koloni terdekat tanpa dibunuh untuk intrusi. Gabungan dari beberapa koloni semut ini bersifat sangat merusak, terutama jika dekat pemukiman manusia. 3. SEMUT SIAFU (Dorylus nigricans) "Semut berbaris melalui hutan dalam kelompok jutaan, makan apa pun yang bergerak dan sangat mempengaruhi lingkungan setempat (bahkan gajah lari dari mereka). Istilah "semut pembunuh" biasanya berlaku untuk spesies ini hanya karena besarnya ukuran koloni (lebih dari 20 juta ekor). 35 P a g e ( s e m u t d a n k e h i d u p a n n y a )

36 4. SEMUT BULLDOG (Myrmecia forficata) " Keterampilan predator/ pembunuh yang mereka miliki dibandingkan dengan spesies semut lain, seperti penglihatan yang sangat baik (mereka bisa melihat dan mengikuti anda dari puluhan meter), sengatan yang sangat menyakitkan yang dapat menyebabkan syok anafilaksis pada orang alergi, dan mereka sangat agresif untuk penyusup, termasuk manusia. Kombinasi ini membuat mereka bertanggung jawab atas kematian orang setiap tahun di Australia." 5. SEMUT PELURU (Paraponera clavata) "Semut Peluru Amerika Selatan diketahui memiliki sengatan paling menyakitkan di seluruh planet, index sengatan tertinggi dari Schmidt Pain Index menempati posisi 4.0. Nama semut ini berasal dari rasa sakit 24 jam yang disebabkan dari racun dari hasil sengatannya. Semut Peluru juga berukuran raksasa, panjangnya berkisar antara 18 sampai 25 mm (1 inci). racun ini sangat neurotoksik, menyebabkan sakit luar biasa ketika disuntikkan ke dalam otot mamalia halus. 36 P a g e ( s e m u t d a n k e h i d u p a n n y a )

37 6. RED HARVESTER Semut Red Harvester berwarna merah kehitaman agak mirip dengan semut api. Namun jenis semut ini tidak seagresif semut api yang lincah. Saat terkena sengatan semut mematikan ini anda akan merasakan sakit yang luar bisa, bahkan bisa berakibat lebih buruk yaitu kematian jika terjadi reaksi alergi. Habitat semut ini hanya ditemukan di Amerika. I. 11 FAKTA UNIK DARI SEEKOR SEMUT 1. Semut Lebih Pintar Daripada yang Kalian Pikirkan Binatang dengan otak paling besar proporsinya jika dibandingkan dengan keseluruhan tubuhnya adalah semut. Mereka dikenal sebagai salah satu spesies paling cerdas di antara serangga-serangga lainnya. Mereka memiliki sekitar sel otak di kepalanya. 2. Semut Sangat Ahli di Bidang Pertanian Kalian tahu gak, bahwasanya semut telah memulai bertani dan berkebun 50 juta tahun lebih awal sebelum manusia untuk meningkatkan jumlah 37 P a g e ( s e m u t d a n k e h i d u p a n n y a )

38 makanan mereka. Para semut menggunakan teknik hortikultura yang sangat canggih untuk meningkatkan hasil panen mereka. Mereka mensekresikan zat kimia yang kaya antibiotik untuk menghambat pertumbuhan jamur. Sarang mereka juga dibangun dengan sistem yang sangat canggih untuk mengontrol temperatur dan kelembapan. 3. Semut Merupakan Ahli Strategi Perang Antara spesies semut yang berbeda, bahkan yang sama sekali pun terkadang bertarung dan berperang satu sama lain, dan peperangan ini bisa berlanjut selama beberapa jam, hari bahkan minggu. Salah satu pertempuran semut yang paling luas jangkauaanya adalah pertempuran sejenis Pavement Ant. Dan pertempuran paling besar adalah antara superkoloni semut Argentina yang menyebabkan jatuhnya jutaan korban semut yang tewas dalam sehari saja. Beda lagi dengan semut Amazon, mereka adalah sejenis semut yang suka memperbudak semut lain untuk dijadikan pekerja. Mereka mendapatkan budak dari hasil invasi ke sarang semut lainnya. Sebelum menyerang mereka akan mengobservasi sarang lawan. Setelah dua hari, semut amazon pun langsung menyerang, dengan mudah mereka menaklukkan lawannya yang rata- 38 P a g e ( s e m u t d a n k e h i d u p a n n y a )

39 rata telah panik dan tidak terorganisir sama sekali. Budak pun didapatkan. 4. Jumlah Semut Sangat Banyak Sekali Jika dikalkulasikan, 10% dari keseluruhan hewan di dunia merupakan semut. Dan jika ditimbang, jumlah massa semua semut di bumi sama dengan jumlah massa semua manusia di bumi 5. Semut Bisa Membentuk Superkoloni Semut argentina merupakan jenis semut yang suka menyerang. Mereka membentuk superkoloni yang besar dan banyak sekali di Kalifornia, AS. Superkoloni tersebut memiliki jutaan sarang dengan jangkauan hampir ratusan mile (ratusan kilometer) dan kedalaman sarang 6 meter ke bawah. Semut dari sarang yang berbeda namun dalam satu koloni sangat jarang terlihat saling serang satu sama lain. Superkoloni terbesar terdapat di Kalifornia bagian selatan, dengan panjang 600 mile (sekitar 965 kilometer). 6. Umur Semut Hanya Beberapa Bulan Berbeda dengan Ratunya Semut pekerja hanya mampu bertahan hidup selama hari, bandingkan dengan sang ratu semut yang bisa hidup hingga berumur 20 tahun. Dan ketika sang ratu mati, koloni semut tersebut hanya bisa bertahan beberapa bulan. 39 P a g e ( s e m u t d a n k e h i d u p a n n y a )

40 7. Semut Karnivora Di Afrika dan Asia, ada spesies semut yang bisa membunuh dan memakan binatang lain yang lebih besar dengan cara mengeroyoki nya. Semut itu dikenal dengan nama Driver Ant, Safari Ant dan Siafu. Jenis semut itu merupakan pemburu yang sangat kuat, dan mereka memanfaatkan jumlah mereka saat mengincar mangsa. Jadi pelajarannya, kekuatan kelompok itu penting lho. Driver ant pernah ditemukan membunuh bayi manusia dan kuda yang sedang diikat di kayu. Driver ant akan membunuh apapun yang berada di dekat sarang mereka, bahkan ekor binatang mati dalam sehari karena koloni semut ganas ini. Semut ini juga suka berpindah-pindah untuk mencari mangsa, seperti serangga, laba-laba, kadal, ular, ayam dan binatang kecil lainnya. Terkadang memanjat pohon dan menyerang burung di sarangnya. Alhamdulillaah mereka hanya hidup di hutan bukan di kosan. 40 P a g e ( s e m u t d a n k e h i d u p a n n y a )

41 8. Semut yang Suka Beternak Semut selain suka bertani, berburu dan berperang, mereka juga suka beternak. Dan yang mereka ternakkan bukanlah ayam, kambing apalagi sapi. Yang mereka ternakkan adalah Aphid, sejenis kumbang. Semut madu mendapatkan madu yang manis dar hasil sekresi aphid tsb. Semut akan melindungi dan memberi makanan kumbang. Mereka memilihkan tanaman yang cocok untuk Aphid tinggal dengan aman. Jika ada predator atau parasit datang, maka semut tersebut akan memboyong aphid ke tempat lain. Mereka akan mempertahankan dan membela aphid. Sungguh bahagian hidup si Aphid. 9. Perbudakan dalam Dunia Semut Slave-Maker ant merup -akan jenis semut yang suka menggerebek sarang semut lain dan mencuri pupa mereka. Dan ketika pupa tersebut menetas, dan menjadi semut, semut tersebut kemudian dijadikan budak dalam koloni. 41 P a g e ( s e m u t d a n k e h i d u p a n n y a )

42 10. Kasta dalam Dunia Semut Sang ratu semut berukuran lebih besar daripada pekerjanya. Mereka memiliki thorax dan abdomen yang lebih besar daripada pekerjanya. Setelah menemukan koloni baru, Kasta dalam semut tugas sang ratu adalah untuk menghasilkan banyak semut pekerja, semut jantan dan ratu lainnya. Mereka bisa hidup selama 20 tahun dan bisa memproduksi ribuan telur dalam hidupnya. Semut jantan memiliki tubuh yang paling kecil dalam kasta semut. Tugas mereka hanya satu, yaitu membuahi sang ratu saat ritual perkawinan. Dan akan mati setelah beberapa hari. Semut pekerja memiliki tugas mencari makan, merawat bayi, membangun sarang dan menjaga koloni serta ratu. Semut tentara yang bercirikan memiliki kepala yang besar bertugas untuk menjaga sarang mereka dari serangan musuh 11. Seekor Semut Mengangkat Beban lebih dari 50x lipat dari Berat Tubuhnya Hewan kecil ini terkenal dengan kekompakkannya dalam bekerjasama. Lihat saja mereka saling beriringan saat berjalan, saling berciuman saat berpapasan, hingga bergotongroyong kala mengangkat beban. Bisa jadi kita 42 P a g e ( s e m u t d a n k e h i d u p a n n y a )

43 berpikir, semut akan selalu bersama-sama mengangkat beban yang jauh lebih besar dari tubuhnya. Padahal bisa saja mengangkat beban yang lebih besar itu sendiran, karena semut mampu mengangkat beban 50 kali lebih besar dari tubuhnya sendiri. J. HIKMAH DARI PENCIPTAAN SEMUT Semut adalah hewan kecil yang hidupnya biasanya bergerombol. Sepintas adalah makhluk sederhana yang kerjaannya hanya mengerumuni makanan yang manis. Tetapi apa kita bisa belajar dari semut tersebut? Tentunya Allah tidak menciptakan suatu makhluk tanpa manfaat dan pembelajaran darinya. Mari kita bisa belajar dari semut. Semut bisa dijadikan modal motivasi dan renungan. Pembelajaran apa yang dapat kita ambil dari makhluk Allah SWT yang bernama semut. 1. Silaturahmi dan bertegur sapa Anda mungkin pernah melihat bagaimana semut berjalan, sekilas seperti selalu bertemu muka satu sama lain setiap berjumpa. Ternyata semut tersebut sedang bertegur sapa dan bersilaturahmi. Sehingga dalam kehidupannya, semut memiliki cara berkomunikasi yang baik dan tidak terjadi kesalahpahaman. 2. Menghargai waktu dan produktif 43 P a g e ( s e m u t d a n k e h i d u p a n n y a )

44 Semut selalu menghargai waktu dan produktif setiap kali bekerja. Sehingga selalu terlihat bekerja dengan baik dan tidak membuang waktu. Nampaknya kita harus mengikuti jejak semut ini. 3. Mandiri dan bekerja sama Semut bisa hidup sendiri maupun bekerja sama. Setiap kali mereka mendapatkan rezeki mereka selalu berbagi dengan cara memanggil yang lain. 4. Berpikir dan bertindak positif Semut selalu berpikir dan bertindak positif di dalam menjaga kelangsungan hidupnya. 5. Aktif dan kreatif Semut selalu aktif dan kreatif dalam meraih impian hidupnya. Mereka selalu aktif dalam bekerja. 6. Komitmen dan konsisten Anda bisa lihat bagaimana semut berjalan. Terlihat adanya komitmen dan konsisten yang tinggi. 7. Berani dan pantang menyerah Semut selalu berani dan pantang menyerah, bisa di lihat dari caranya berjalan dan mencari makanan. 44 P a g e ( s e m u t d a n k e h i d u p a n n y a )

45 K. MANFAAT SEMUT DALAM KEHIDUPAN 1. Semut membantu petani dalam mengendalikan beberapa hama yang dapat merusak hasil pertanian. Semut ini membantu melindungi kebun buah dari serangan hama. Dengan demikian petani dapat menghemat biaya produksi terutama untuk pembelian pestisida 2. Semut Bermanfaat untuk menyembuhkan beberapa jenis penyakit. Pada beberapa penelitian menunjukkan bahwa semut ampuh untuk mengobati penyakit Kanker, Kolesterol, Maag, dan Asam Urat. 3. Semut dapat membantu merombak bahan organic tanah. Perombakan dilakukan dengan cara pemotongan bahan organik dan penyebaran jasad renik perombak. Pencacahan dan pemotongan hampir 68 % dilakukan oleh semut. 4. Berperan dalam mendaur ulang nutrisi yang terkandung dalam bahan organik mati. 45 P a g e ( s e m u t d a n k e h i d u p a n n y a )

46 Glosarium (daftar istilah) Eusosial Koloni Feromon : Kata Yang Digunakan Oleh Ahli Biologi Untuk Menungjukkan Sistem Organisasi Pada Hewan : tempat/ organism yang dikuasai / menguasai kelompok : Sejenis zat kimia yang berfungsi untuk merangsang dan memiliki daya pikat pada makhuk hidup yang dikeluarkan untuk keadaan tertentu Metamorfosis : Perubahan wujud suatu makhluk hidup yang mengalami fase telur-larva-pupa dan imago hormon : Pembawa pesan kimiawi antar sel atau antarkelompok sel. Semua organisme multiselular, termasuk tumbuhan Hibernasi : Kondisi ketakaktifan dan penurunan metabolisme pada hewan yang ditandai dengan suhu tubuh yang lebih rendah, pernapasan yang lebih perlahan, serta kecepatan metabolisme yang lebih rendah Mamalia : kelas hewan vertebrata yang terutama dicirikan oleh adanya kelenjar susu, yang pada betina menghasilkan susu sebagai sumber makanan anaknya; adanya rambut; dan tubuh yang endoterm atau "berdarah panas" Habitat : tempat tinggal Invasi : aksi militer dimana angkatan bersenjata suatu negara memasuki daerah yang dikuasai oleh suatu negara lain, dengan tujuan menguasai daerah tersebut atau mengubah pemerintahan yang berkuasa Kolesterol : metabolit yang mengandung lemak sterol[2] (bahasa Inggris: waxy steroid) yang ditemukan pada membran sel dan disirkulasikan dalam plasma darah 46 P a g e ( s e m u t d a n k e h i d u p a n n y a )

47 DAFTAR PUSTAKA Harun yahya, Menjelajah dunia semut. Pustaka Sains Popular islam. Mutiara hikmah hexapoda-atau-insecta. Jakarta : mutiara hikmah Van Mele, P. dan Cuc, N.T.T Semut Sahabat Petani: meningkatkan hasil buah-buahan dan menjaga kelestarian lingkungan bersama semut rangrang (Alih bahasa oleh: Rahayu, S.). World Agroforestry Centre (ICRAF) Wikipedia, Semut.( diakses 20 - September ( ( ( ( semut) ( /imgres?q) 47 P a g e ( s e m u t d a n k e h i d u p a n n y a )

48 48 P a g e ( s e m u t d a n k e h i d u p a n n y a )

49 DAFTAR ISI Sampul... i Salam pengantar... iii Daftar isi... iv A. Struktur tubuh semut Sistem Pernafasan Semut Sistem Peredaran Darah Semut Sistem Koordinasi Semut Sistem Ekskresi Semut Sistem Pencernaan Semut Sistem Perkembangbiakan Semut... 7 B. Struktur kerajaan semut... 9 C. Sistem koloni semut D. Sarang semut E. Makanan semut F. Jenis-jenis semut G. 9 spesies semut yang unik H. 6 spesies semut yang berbahaya I. 11 fakta unik dari seekor semut J. Hikmah dari penciptaan semut K. Manfaat semut dalam kehidupan Glosarium Daftar Pustaka ii P a g e ( s e m u t d a n k e h i d u p a n n y a )

50 SALAM PENGANTAR Assalamu alaikum! Sahabat muslim sekalian Allah SWT telah menciptakan makhluk hidup dengan penuh keistimewaan salah satunya di ciptakanya semut di dunia ini. Alhamdulilah saya telah menyel;esaikan penyusunan sebuah buku yang akan memberikan tambahan pengetahuan tentang kehidupan semut yang ada di alam yang indah ini Di dalam buku ini kita dapat menyaksikan gambar struktur tubuh semut, kerajaan semut, jenis-jenis semut dan sarang semut dunia ini penuh dengan ilmu, penuh dengan keistimewaan bukalah pintu jelajahlah dunia di luar sana maka engkau akan mendapatkan sesuatu yang begitu luar biasa menunggu di luar sana Salam pembaca MUHAMMAD YUNUS.S.Pd i P a g e ( s e m u t d a n k e h i d u p a n n y a )

Semoga kita dapat lebih bijak terhadap alam, dan lebih bijak terhadap sesama dan dapat mengambil pelajaran dari dunia semut ini.

Semoga kita dapat lebih bijak terhadap alam, dan lebih bijak terhadap sesama dan dapat mengambil pelajaran dari dunia semut ini. BAB I PENDAHULUAN Kita manusia di dunia diciptakan sebagai khalifah di muka bumi. Tapi akankah kita pernah berpikir kita telah menjalankannya dengan baik? Mari kita renungkan. Alam adalah sumber penghidupan

Lebih terperinci

Metamorfosis Kecoa. 1. Stadium Telur. 2. Stadium Nimfa

Metamorfosis Kecoa. 1. Stadium Telur. 2. Stadium Nimfa Metamorfosis Kecoa 1. Stadium Telur Proses metamorfosis kecoa diawali dengan stadium telur. Telur kecoa diperoleh dari hasil pembuahan sel telur betina oleh sel spermatozoa kecoa jantan. Induk betina kecoa

Lebih terperinci

Pengertian. Kemampuan makhluk hidup untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan

Pengertian. Kemampuan makhluk hidup untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan Adaptasi Pengertian Kemampuan makhluk hidup untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan Adaptasi dibedakan menjadi 3 jenis 1. Adaptasi Morfologi Proses adaptasi yang dilakukan dengan menyesuaikan bentuk

Lebih terperinci

2. Memahami kelangsungan hidup makhluk hidup

2. Memahami kelangsungan hidup makhluk hidup 2. Memahami kelangsungan hidup makhluk hidup 2.1 Mengidentifikasi kelangsungan hidup makhluk hidup melalui adaptasi, seleksi alam, dan perkembangbiakan 1. Mengaitkan perilaku adaptasi hewan tertentu dilingkungannya

Lebih terperinci

A. Mengenal Koloni Lebah Madu

A. Mengenal Koloni Lebah Madu Materi 1 A. Mengenal Koloni Lebah Madu Tujuan : 1. Untuk mengetahui anggota koloni lebah madu. 2. Untuk mengetahui persentase anggota koloni yang masuk dan keluar. 3. Untuk mengetahui jenis lebah madu

Lebih terperinci

TINJAUAN PUSTAKA. Menurut Kalshoven (1981) Spodoptera litura F. dapat diklasifikasikan

TINJAUAN PUSTAKA. Menurut Kalshoven (1981) Spodoptera litura F. dapat diklasifikasikan TINJAUAN PUSTAKA Biologi Hama Spodoptera litura F. Menurut Kalshoven (1981) Spodoptera litura F. dapat diklasifikasikan sebagai berikut : Filum Kelas Ordo Famili Subfamili Genus : Arthropoda : Insecta

Lebih terperinci

TINJAUAN PUSTAKA. Menurut Kalshoven (1981) ulat grayak diklasifikasikan sebagai berikut:

TINJAUAN PUSTAKA. Menurut Kalshoven (1981) ulat grayak diklasifikasikan sebagai berikut: TINJAUAN PUSTAKA Biologi Hama Menurut Kalshoven (1981) ulat grayak diklasifikasikan sebagai berikut: Kingdom Filum Kelas Ordo Famili Genus : Animalia : Arthropoda : Insecta : Lepidoptera : Noctuidae :

Lebih terperinci

Individu Populasi Komunitas Ekosistem Biosfer

Individu Populasi Komunitas Ekosistem Biosfer Ekosistem adalah kesatuan interaksi antara makhluk hidup dengan lingkungannya. Ekosistem juga dapat diartikan sebagai hubungan timbal balik yang komplek antara organisme dengan lingkungannya. Ilmu yang

Lebih terperinci

II. TINJAUAN PUSTAKA. Daphnia sp. digolongkan ke dalam Filum Arthropoda, Kelas Crustacea, Subkelas

II. TINJAUAN PUSTAKA. Daphnia sp. digolongkan ke dalam Filum Arthropoda, Kelas Crustacea, Subkelas 6 II. TINJAUAN PUSTAKA A. Klasifikasi dan Morfologi Daphnia sp. digolongkan ke dalam Filum Arthropoda, Kelas Crustacea, Subkelas Branchiopoda, Divisi Oligobranchiopoda, Ordo Cladocera, Famili Daphnidae,

Lebih terperinci

TINJAUAN PUSTAKA Apis cerana Sebagai Serangga Sosial

TINJAUAN PUSTAKA Apis cerana Sebagai Serangga Sosial TINJAUAN PUSTAKA Apis cerana Sebagai Serangga Sosial Apis cerana merupakan serangga sosial yang termasuk dalam Ordo Hymenoptera, Famili Apidae hidup berkelompok membentuk koloni. Setiap koloni terdiri

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Nyamuk Aedes aegypti Aedes aegypti merupakan jenis nyamuk yang dapat membawa virus dengue penyebab penyakit demam berdarah. [2,12] Aedes aegypti tersebar luas di wilayah tropis

Lebih terperinci

TINJAUAN PUSTAKA. A. Biologi dan Morfologi Rayap (Coptotermes curvignatus) Menurut (Nandika et, al.dalam Pratama 2013) C. curvignatus merupakan

TINJAUAN PUSTAKA. A. Biologi dan Morfologi Rayap (Coptotermes curvignatus) Menurut (Nandika et, al.dalam Pratama 2013) C. curvignatus merupakan II. TINJAUAN PUSTAKA A. Biologi dan Morfologi Rayap (Coptotermes curvignatus) Menurut (Nandika et, al.dalam Pratama 2013) C. curvignatus merupakan rayap yang paling luas serangannya di Indonesia. Klasifikasi

Lebih terperinci

Daur Hidup Hewan Di Lingkungan Sekitar. 4. Memahami daur hidup berbagai jenis mahluk hidup

Daur Hidup Hewan Di Lingkungan Sekitar. 4. Memahami daur hidup berbagai jenis mahluk hidup Ayam betina dewasa dapat bertelur. Jika di erami, telur akan menetas dan menghasilkan anak ayam. Anak ayam akan tumbuh menjadi ayam dewasa. Kemuadian, ayam betina dewasa akan bertelur dan menghasilkan

Lebih terperinci

Oleh : Awaluddin. yang menghasilkan. Spesies tikus yang sering dijumpai pada tanaman perkebunan adalah tikus

Oleh : Awaluddin. yang menghasilkan. Spesies tikus yang sering dijumpai pada tanaman perkebunan adalah tikus BURUNG HANTU PREDATOR ULUNG DI PERKEBUNAN KELAPA SAWIT Oleh : Awaluddin Tikus merupakan salah satu hama utama pada tanaman kelapa sawit. Bagian yang dirusak adalah pelepah sampai titik tumbuh pada tanaman

Lebih terperinci

BUDIDAYA BELUT (Monopterus albus)

BUDIDAYA BELUT (Monopterus albus) BUDIDAYA BELUT (Monopterus albus) 1. PENDAHULUAN Kata Belut merupakan kata yang sudah akrab bagi masyarakat. Jenis ikan ini dengan mudah dapat ditemukan dikawasan pesawahan. Ikan ini ada kesamaan dengan

Lebih terperinci

KEANEKARAGAMAN MAKHLUK HIDUP

KEANEKARAGAMAN MAKHLUK HIDUP KEANEKARAGAMAN MAKHLUK HIDUP STANDAR KOMPETENSI : - Memahami keanekaragaman makhluk hidup KOMPETENSI DASAR - Mengidentifikasi cirri-ciri makhluk hidup INDIKATOR - Menyebutkan cirri-ciri makhluk hidup Tujuan

Lebih terperinci

Gambar 1.1 Kuda dengan anak-anaknya

Gambar 1.1 Kuda dengan anak-anaknya Bab I Makhluk Hidup Di dunia ini, banyak sekali makhluk hidup. Coba kalian sebutkan! Ya, betul. Makhluk hidup meliputi tumbuhan, hewan, dan manusia. Apakah kalian bernapas, makan, dan selalu bergerak?

Lebih terperinci

Gambar 1. Koloni Trigona sp

Gambar 1. Koloni Trigona sp BUDIDAYA LEBAH MADU TRIGONA SP Oleh : Victor Winarto *) Rusmalia *) I. PENDAHULUAN Madu adalah salah satu produk primadona HHBK (Hasil Hutan Bukan Kayu) di Indonesia. Banyaknya manfaat madu bagi kesehatan,

Lebih terperinci

CIRI KHUSUS MAKHLUK HIDUP DAN LINGKUNGAN HIDUPNYA

CIRI KHUSUS MAKHLUK HIDUP DAN LINGKUNGAN HIDUPNYA BAB 1 CIRI KHUSUS MAKHLUK HIDUP DAN LINGKUNGAN HIDUPNYA Tujuan Pembelajaran: 1) mendeskripsikan hubungan antara ciri-ciri khusus hewan dengan lingkungannya; 2) mendeskripsikan hubungan antara ciri-ciri

Lebih terperinci

BAB II FENOMENA YANG TERJADI DALAM KEHIDUPAN SEMUT

BAB II FENOMENA YANG TERJADI DALAM KEHIDUPAN SEMUT BAB II FENOMENA YANG TERJADI DALAM KEHIDUPAN SEMUT A. Pengertian Umum Tentang Semut An-Naml berarti kawanan semut (semut dalam bentuk jamak), dari 93 ayat yang ada di dalam surah ini, kata Semut hanya

Lebih terperinci

TINJAUAN PUSTAKA Tikus

TINJAUAN PUSTAKA Tikus 5 TINJAUAN PUSTAKA Tikus Tikus merupakan salah satu satwa liar yang menjadi hama penting bagi kehidupan manusia baik dalam bidang pertanian, perkebunan, maupun permukiman. Lebih dari 150 spesies tikus

Lebih terperinci

PEMANFAATAN SERBUK DARAH KAMBING TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN ANGGREK TANAH (Vanda douglas) PADA CAMPURAN MEDIA PASIR DAN TANAH LIAT SKRIPSI

PEMANFAATAN SERBUK DARAH KAMBING TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN ANGGREK TANAH (Vanda douglas) PADA CAMPURAN MEDIA PASIR DAN TANAH LIAT SKRIPSI PEMANFAATAN SERBUK DARAH KAMBING TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN ANGGREK TANAH (Vanda douglas) PADA CAMPURAN MEDIA PASIR DAN TANAH LIAT SKRIPSI Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Guna Mencapai Derajat S-1

Lebih terperinci

SMP kelas 9 - BIOLOGI BAB 5. Kelangsungan hidup makhluk hidup melalui adaptasi, seleksi alam, dan perkembangbiakanlatihan Soal 5.2

SMP kelas 9 - BIOLOGI BAB 5. Kelangsungan hidup makhluk hidup melalui adaptasi, seleksi alam, dan perkembangbiakanlatihan Soal 5.2 SMP kelas 9 - BIOLOGI BAB 5. Kelangsungan hidup makhluk hidup melalui adaptasi, seleksi alam, dan perkembangbiakanlatihan Soal 5.2 1. Cara adaptasi tingkah laku hewan mamalia air yang hidup di air laut

Lebih terperinci

CIRI-CIRI MAKHLUK HIDUP

CIRI-CIRI MAKHLUK HIDUP CIRI-CIRI MAKHLUK HIDUP Kegiatan yang dilakukan oleh manusia, hewan, dan tumbuhan tidak sama. Tetapi gejala yang ditunjukkan oleh manusia, hewan, dan tumbuhan sama. Gejala atau ciri yang ditunjukkan oleh

Lebih terperinci

KARYA ILMIAH PELUANG BISNIS TERNAK JALAK SUREN

KARYA ILMIAH PELUANG BISNIS TERNAK JALAK SUREN KARYA ILMIAH PELUANG BISNIS TERNAK JALAK SUREN Oleh : Taufik Rizky Afrizal 11.12.6036 S1.SI.10 STMIK AMIKOM Yogyakarta ABSTRAK Di era sekarang, dimana ekonomi negara dalam kondisi tidak terlalu baik dan

Lebih terperinci

untuk meneliti tingkat predasi cecopet terhadap larva dan imago Semoga penelitian ini nantinya dapat bermanfaat bagi pihak pihak yang

untuk meneliti tingkat predasi cecopet terhadap larva dan imago Semoga penelitian ini nantinya dapat bermanfaat bagi pihak pihak yang untuk meneliti tingkat predasi cecopet terhadap larva dan imago Brontispa sp di laboratorium. Semoga penelitian ini nantinya dapat bermanfaat bagi pihak pihak yang membutuhkan. Tujuan Penelitian Untuk

Lebih terperinci

TINJAUAN PUSTAKA. energi pada kumunitasnya. Kedua, predator telah berulang-ulang dipilih sebagai

TINJAUAN PUSTAKA. energi pada kumunitasnya. Kedua, predator telah berulang-ulang dipilih sebagai TINJAUAN PUSTAKA Pentingnya predasi sebagai strategi eksploitasi dapat diringkas dalam empat kategori utama. Pertama, predator memainkan peran penting dalam aliran energi pada kumunitasnya. Kedua, predator

Lebih terperinci

Prinsip-Prinsip Ekologi. Faktor Biotik

Prinsip-Prinsip Ekologi. Faktor Biotik Prinsip-Prinsip Ekologi Pembahasan ekologi tidak lepas dari pembahasan ekosistem dengan berbagai komponen penyusunnya, yaitu faktor abiotik dan biotik. Faktora biotik antara lain suhu, air, kelembapan,

Lebih terperinci

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN Jenis-Jenis Predator Pada Tanaman Jagung Jenis-jenis predator yang tertangkap pada tanaman jagung dengan sistem pola tanam monokultur dan tumpangsari adalah sama yakni sebagai

Lebih terperinci

PUSAT PERBUKUAN Kementerian Pendidikan Nasional. ISBN (no. jilid lengkap) ISBN (jil. 3b)

PUSAT PERBUKUAN Kementerian Pendidikan Nasional. ISBN (no. jilid lengkap) ISBN (jil. 3b) c MY K ISBN 978-979-095-100-6 (no. jilid lengkap) ISBN 978-979-095-113-6 (jil. 3b) Buku teks pelajaran ini telah dinilai oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) dan telah ditetapkan sebagai buku

Lebih terperinci

2. Perbedaan hewan dan tumbuhan dalam memperoleh makan yang tepat adalah...

2. Perbedaan hewan dan tumbuhan dalam memperoleh makan yang tepat adalah... SMP kelas 7 - BIOLOGI BAB 9. Ciri-Ciri Makhluk Hidup Latihan Soal 9.2 1. Perhatikan gambar berikut! Gambar tersebut menunjukkan bahwa hewan... Beradaptasi Bergerak aktif Bergerak pasif Bereproduksi Gambar

Lebih terperinci

II. TINJAUAN PUSTAKA. Burung tekukur merupakan burung yang banyak ditemukan di kawasan yang

II. TINJAUAN PUSTAKA. Burung tekukur merupakan burung yang banyak ditemukan di kawasan yang 8 II. TINJAUAN PUSTAKA A. Burung Tekukur Burung tekukur merupakan burung yang banyak ditemukan di kawasan yang terbentang dari India dan Sri Lanka di Asia Selatan Tropika hingga ke China Selatan dan Asia

Lebih terperinci

Mengamati Kehidupan Hewan

Mengamati Kehidupan Hewan 8 Mengamati Kehidupan Hewan Ketekunan adalah ciri seorang pembelajar. Berhubungan dengan hal ini, kamu akan mengamati benda melalui kegiatan menulis dan membaca. Belajar Apa di Pelajaran 8? Mengenal isi

Lebih terperinci

Untuk mengatasi serangan hama tikus, dapat dilakukan cara cara sebagai berikut:

Untuk mengatasi serangan hama tikus, dapat dilakukan cara cara sebagai berikut: Berikut merupakan beberapa contoh hama. a. Tikus Tikus merupakan hama yang sering kali membuat pusing para petani. Hal ini diesbabkan tikus sulit dikendalikan karena memiliki daya adaptasi, mobilitas,

Lebih terperinci

TINJAUAN PUSTAKA. Tanaman ubi jalar termasuk tanaman pangan yang potensial untuk

TINJAUAN PUSTAKA. Tanaman ubi jalar termasuk tanaman pangan yang potensial untuk TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Tanaman Ubi Jalar Tanaman ubi jalar termasuk tanaman pangan yang potensial untuk diversifikasi dalam rangka memenuhi kebutuhan kalori. Beberapa varietas merupakan sumber vitamin C

Lebih terperinci

JMSC Tingkat SD/MI2017

JMSC Tingkat SD/MI2017 I. Pilihlah jawaban yang benar dengan cara menyilang (X)abjad jawaban pada lembar jawaban kerja yang disediakan. 1. Pada sore hari jika kita menghadap pada matahari, bayangan tubuh kita tampak lebih...

Lebih terperinci

I. PENDAHULUAN. yang terletak pada posisi BT dan LS. Purbalingga

I. PENDAHULUAN. yang terletak pada posisi BT dan LS. Purbalingga I. PENDAHULUAN Indonesia merupakan salah satu negara tropis yang memiliki kekayaan alam melimpah berupa flora dan fauna. Indonesia juga memiliki potensi besar dalam pengembangan usaha peternakan lebah

Lebih terperinci

TINJAUAN PUSTAKA. Kumbang tanduk O. rhinoceros L. termasuk ke dalam ordo Coleoptera

TINJAUAN PUSTAKA. Kumbang tanduk O. rhinoceros L. termasuk ke dalam ordo Coleoptera TINJAUAN PUSTAKA Biologi O. rhinoceros L. berikut : Klasifikasi kumbang tanduk menurut Kalshoven (1981) adalah sebagai Kingdom Phylum Class Ordo Family Genus : Animalia : Arthropoda : Insekta : Coleoptera

Lebih terperinci

HUBUNGAN SALING KETERGANTUNGAN ANTAR MAKHLUK HIDUP

HUBUNGAN SALING KETERGANTUNGAN ANTAR MAKHLUK HIDUP HUBUNGAN SALING KETERGANTUNGAN ANTAR MAKHLUK HIDUP Hubungan Antarmakhluk Hidup Kita sering melihat kupu-kupu hinggap pada bunga atau kambing berkeliaran di padang rumput. Di sawah, kita juga sering melihat

Lebih terperinci

1. Pengertian Pertumbuhan dan Perkembangan

1. Pengertian Pertumbuhan dan Perkembangan 1. Pengertian Pertumbuhan dan Perkembangan Pengertian pertumbuhan adalah Proses pertambahan volume dan jumlah sel sehingga ukuran tubuh makhluk hidup tersebut bertambah besar. Pertumbuhan bersifat irreversible

Lebih terperinci

TINGKAT ORGANISASI KEHIDUPAN

TINGKAT ORGANISASI KEHIDUPAN TINGKAT ORGANISASI KEHIDUPAN Dengan mempelajari materi urutan tingkat organisasi kehidupan dan pengertiannya, maka kita akan semakin mengerti manfaat biologi yang kita pelajari sebelumnya. Kita juga akan

Lebih terperinci

BAB 4 KELANGSUNGAN HIDUP ORGANISME (MATERI IPA TERPADU KELAS IX) Kompetensi Dasar : Mengidentifikasi kelangsungan hidup makhluk hidup

BAB 4 KELANGSUNGAN HIDUP ORGANISME (MATERI IPA TERPADU KELAS IX) Kompetensi Dasar : Mengidentifikasi kelangsungan hidup makhluk hidup BAB 4 KELANGSUNGAN HIDUP ORGANISME (MATERI IPA TERPADU KELAS IX) Standar Kompetensi: Memahami kelangsungan hidup makhluk hidup Kompetensi Dasar : Mengidentifikasi kelangsungan hidup makhluk hidup melalui

Lebih terperinci

II. TINJAUAN PUSTAKA

II. TINJAUAN PUSTAKA 3 II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Sistem Informasi Geografis 2.1.1. Pengertian dan Konsep Dasar Prahasta (2001) menyebutkan bahwa pengembangan sistem-sistem khusus yang dibuat untuk menangani masalah informasi

Lebih terperinci

I PENDAHULUAN. dengan burung layang-layang. Selain itu, ciri yang paling khas dari jenis burung

I PENDAHULUAN. dengan burung layang-layang. Selain itu, ciri yang paling khas dari jenis burung 1 I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Burung Walet memiliki beberapa ciri khas yang tidak dimiliki oleh burung lain. Ciri khas tersebut diantaranya melakukan hampir segala aktivitasnya di udara seperti makan

Lebih terperinci

TINJAUAN PUSTAKA. banyak telur dan merupakan produk akhir ayam ras. Sifat-sifat yang

TINJAUAN PUSTAKA. banyak telur dan merupakan produk akhir ayam ras. Sifat-sifat yang 7 II. TINJAUAN PUSTAKA A. Ayam Petelur Ayam petelur adalah ayam yang dipelihara dengan tujuan untuk menghasilkan banyak telur dan merupakan produk akhir ayam ras. Sifat-sifat yang dikembangkan pada tipe

Lebih terperinci

TINJAUAN PUSTAKA. Chilo Sachhariphagus Boj. (Lepidoptera: Crambidae)

TINJAUAN PUSTAKA. Chilo Sachhariphagus Boj. (Lepidoptera: Crambidae) TINJAUAN PUSTAKA Chilo Sachhariphagus Boj. (Lepidoptera: Crambidae) Biologi Gambar 1. Telur C. sacchariphagus Bentuk telur oval, datar dan mengkilap. Telur berwarna putih dan akan berubah menjadi hitam

Lebih terperinci

II. TINJAUAN PUSTAKA

II. TINJAUAN PUSTAKA II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Bioekologi Kupu-kupu Troides helena (Linn.) Database CITES (Convention on International Trade of Endangered Spesies of Wild Flora and Fauna) 2008 menyebutkan bahwa jenis ini termasuk

Lebih terperinci

I. PENDAHULUAN. Indonesia di pasaran dunia. Kopi robusta (Coffea robusta) adalah jenis kopi

I. PENDAHULUAN. Indonesia di pasaran dunia. Kopi robusta (Coffea robusta) adalah jenis kopi I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Kopi (Coffea spp.) merupakan salah satu komoditi ekspor yang penting bagi Indonesia di pasaran dunia. Kopi robusta (Coffea robusta) adalah jenis kopi yang banyak tumbuh

Lebih terperinci

FILUM ARTHROPODA NAMA KELOMPOK 13 : APRILIA WIDIATAMA ERNI ASLINDA RINA SUSANTI

FILUM ARTHROPODA NAMA KELOMPOK 13 : APRILIA WIDIATAMA ERNI ASLINDA RINA SUSANTI FILUM ARTHROPODA NAMA KELOMPOK 13 : APRILIA WIDIATAMA ERNI ASLINDA RINA SUSANTI Kata Arthropoda berasal dari bahasa Yunani yaitu Arthros berarti sendi (ruas) dan Podos berarti kaki. Jadi arthropoda adalah

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. mudah ditembus oleh alat-alat pertanian dan hama atau penyakit tanaman

BAB I PENDAHULUAN. mudah ditembus oleh alat-alat pertanian dan hama atau penyakit tanaman BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Kubis merupakan salah satu jenis sayuran yang banyak dikonsumsi karena berbagai manfaat yang terdapat di dalam kubis. Kubis dikenal sebagai sumber vitamin A, B, dan

Lebih terperinci

Terbuka lebar peluang ekspor dari budidaya belut

Terbuka lebar peluang ekspor dari budidaya belut Terbuka lebar peluang ekspor dari budidaya belut Karya Ilmiah Di susun oleh : Nama : Didi Sapbandi NIM :10.11.3835 Kelas : S1-TI-2D STMIK AMIKOM YOGYAKARTA TAHUN PELAJARAN 2010 / 2011 Abstrak Belut merupakan

Lebih terperinci

I. PENDAHULUAN. Tanaman srikaya atau masyarakat biasa menyebut sirkaya maupun nona

I. PENDAHULUAN. Tanaman srikaya atau masyarakat biasa menyebut sirkaya maupun nona 1 I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang dan Masalah Tanaman srikaya atau masyarakat biasa menyebut sirkaya maupun nona merupakan tanaman buah tropis yang berasal dari Amerika Serikat. Tanaman buah ini telah

Lebih terperinci

TINJAUAN PUSTAKA. Chilo sacchariphagus Boj. (Lepidoptera ; Crambidae) Penggerek batang bergaris memiliki ciri telur berbentuk oval, datar dan

TINJAUAN PUSTAKA. Chilo sacchariphagus Boj. (Lepidoptera ; Crambidae) Penggerek batang bergaris memiliki ciri telur berbentuk oval, datar dan TINJAUAN PUSTAKA Chilo sacchariphagus Boj. (Lepidoptera ; Crambidae) Biologi Penggerek batang bergaris memiliki ciri telur berbentuk oval, datar dan mengkilap dengan panjang 0,75-1,25 mm dengan rata-rata

Lebih terperinci

Mengenal Hewan dan Tumbuhan

Mengenal Hewan dan Tumbuhan Bab 1 Mengenal Hewan dan Tumbuhan Tema: Lingkungan dan Peristiwa Teman-teman, ayo bermain ke rumahku. Aku mempunyai banyak hewan piaraan. Mereka semua lucu-lucu dan menyenangkan. Udara di rumahku juga

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Kambing Boer berasal dari Afrika Selatan, yang merupakan hasil persilangan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Kambing Boer berasal dari Afrika Selatan, yang merupakan hasil persilangan 3 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Kambing Boer Jawa (Borja) Kambing Boer berasal dari Afrika Selatan, yang merupakan hasil persilangan antara kambing Afrika lokal tipe kaki panjang dengan kambing yang berasal

Lebih terperinci

TAHAP TAHAP PERKEMBANGAN TAWON KEMIT (Ropalidia fasciata) YANG MELIBATKAN ULAT GRAYAK (Spodopteraa exigua)

TAHAP TAHAP PERKEMBANGAN TAWON KEMIT (Ropalidia fasciata) YANG MELIBATKAN ULAT GRAYAK (Spodopteraa exigua) TAHAP TAHAP PERKEMBANGAN TAWON KEMIT (Ropalidia fasciata) YANG MELIBATKAN ULAT GRAYAK (Spodopteraa exigua) SKRIPSI Diajukan Untuk Penulisan Skripsi Guna Memenuhi Salah Satu Syarat Sarjana Pendidikan (S-1)

Lebih terperinci

HAMA Cricula trifenestrata PADA JAMBU METE DAN TEKNIK PENGENDALIANNYA

HAMA Cricula trifenestrata PADA JAMBU METE DAN TEKNIK PENGENDALIANNYA HAMA Cricula trifenestrata PADA JAMBU METE DAN TEKNIK PENGENDALIANNYA Jambu mete merupakan tanaman buah berupa pohon yang berasal dari Brasil Tenggara. Tanaman ini dibawa oleh pelaut portugal ke India

Lebih terperinci

S i s t e m M a s y a ra k a t y a n g B e r ke l a n j u t a n

S i s t e m M a s y a ra k a t y a n g B e r ke l a n j u t a n T E N T A N G P E R M A K U L T U R S i s t e m M a s y a ra k a t y a n g B e r ke l a n j u t a n A PA ITU P ERMAKULTUR? - MODUL 1 DESA P ERMAKULTUR Desa yang dirancang dengan Permakultur mencakup...

Lebih terperinci

Contoh Soal Try Out IPA Ilmu Pengetahuan Alam Kelas 7 SMP/MTs. Hindayani.com

Contoh Soal Try Out IPA Ilmu Pengetahuan Alam Kelas 7 SMP/MTs. Hindayani.com Hindayani.com Pilihlah salah satu jawaban yang paling tepat! 1. Wahyu naik mobil yang sedang bergerak lurus. Pernyataan yang benar a. Wahyu bergerak terhadap mobil b. Wahyu tidak bergerak terhadap rumah

Lebih terperinci

Ayo Belajar IPA. Ilmu Pengetahuan Alam Kelas VI semester 1. Elisabeth Sekar Dwimukti Universitas Sanata Dharma

Ayo Belajar IPA. Ilmu Pengetahuan Alam Kelas VI semester 1. Elisabeth Sekar Dwimukti Universitas Sanata Dharma Ilmu Pengetahuan Alam Kelas VI semester 1 Elisabeth Sekar Dwimukti Universitas Sanata Dharma Peta Konsep Ciri khusus mahkluk hidup 1. Mencari makan 2. Kelangsungan hidup 3. Menghindari diri dari Hewan

Lebih terperinci

TINJAUAN PUSTAKA. A. Biologi dan Morfologi Kumbang Tanduk (Oryctes rhinoceros) kelapa sawit di Indonesia adalah kumbang tanduk O. rhinoceros.

TINJAUAN PUSTAKA. A. Biologi dan Morfologi Kumbang Tanduk (Oryctes rhinoceros) kelapa sawit di Indonesia adalah kumbang tanduk O. rhinoceros. II. TINJAUAN PUSTAKA A. Biologi dan Morfologi Kumbang Tanduk (Oryctes rhinoceros) Kumbang penggerek pucuk yang menimbulkan masalah pada perkebunan kelapa sawit di Indonesia adalah kumbang tanduk O. rhinoceros.

Lebih terperinci

I. PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. dibudidayakan selama berabad-abad lamanya. Kegiatan pertembakauan secara menyeluruh

I. PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. dibudidayakan selama berabad-abad lamanya. Kegiatan pertembakauan secara menyeluruh I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Tanaman tembakau merupakan salah satu tanaman tropis asli Amerika. Asal mula tembakau liar tidak diketahui dengan pasti karena tanaman ini sangat tua dan telah dibudidayakan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. 1993). Yang dimaksud dengan hama ialah semua binatang yang mengganggu dan

BAB I PENDAHULUAN. 1993). Yang dimaksud dengan hama ialah semua binatang yang mengganggu dan BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah kerusakan tanaman akibat serangan hama menjadi bagian budidaya pertanian sejak manusia mengusahakan pertanian ribuan tahun yang lalu. Mula-mula manusia membunuh

Lebih terperinci

TINJAUAN PUSTAKA. Biologi Hama Penggerek Buah Kopi (Hypothenemus hampei Ferr.) Menurut Kalshoven (1981) hama Penggerek Buah Kopi ini

TINJAUAN PUSTAKA. Biologi Hama Penggerek Buah Kopi (Hypothenemus hampei Ferr.) Menurut Kalshoven (1981) hama Penggerek Buah Kopi ini TINJAUAN PUSTAKA Biologi Hama Penggerek Buah Kopi (Hypothenemus hampei Ferr.) Menurut Kalshoven (1981) hama Penggerek Buah Kopi ini diklasifikasikan sebagai berikut: Kingdom Filum Kelas Ordo Family Genus

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. memiliki nama ilmiah Ananas comosus. Memiliki nama daerah danas (Sunda) dan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. memiliki nama ilmiah Ananas comosus. Memiliki nama daerah danas (Sunda) dan BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. PENGERTIAN BUAH NANAS Nanas merupakan salah satu tanaman buah yang banyak dibudidayakan di daerah tropis dan subtropics. Nanas adalah tanaman buah berupa semak yang memiliki

Lebih terperinci

HASIL DAN PEMBAHASAN Kondisi Umum Lokasi Penelitian Lahan Pepaya di Kecamatan Dramaga

HASIL DAN PEMBAHASAN Kondisi Umum Lokasi Penelitian Lahan Pepaya di Kecamatan Dramaga 16 HASIL DAN PEMBAHASAN Kondisi Umum Lokasi Penelitian Secara geografis lokasi penelitian berada di Kecamatan Dramaga dan Rancabungur, Kabupaten Bogor, Propinsi Jawa Barat, pada ketinggian sekitar 159-221

Lebih terperinci

TINJAUAN PUSTAKA. Siklus hidup lalat buah mengalami 4 stadia yaitu telur, larva, pupa dan

TINJAUAN PUSTAKA. Siklus hidup lalat buah mengalami 4 stadia yaitu telur, larva, pupa dan 15 TINJAUAN PUSTAKA Biologi Bactrocera sp. (Diptera : Tephtritidae) Siklus hidup lalat buah mengalami 4 stadia yaitu telur, larva, pupa dan dewasa. Lalat buah betina memasukkan telur ke dalam kulit buah

Lebih terperinci

Praktikum Biologi Fapet Unpad: Bagian Insecta IIa. 1

Praktikum Biologi Fapet Unpad: Bagian Insecta IIa. 1 CLASSIS : ARTHROPODA (SERANGGA) Kode MPB2a Fapet I. TUJUAN PRAKTIKUM Setelah menyelesaikan praktikum mahasiswa praktikan dapat: a. Menyebutkan dan mengetahui karakteristik Apis sp b. Mengetahui serangga-serangga

Lebih terperinci

DAUR HIDUP HEWAN ILMU PENGETAHUAN ALAM KELAS IV SD. Disusun oleh: Taufik Ariyanto /

DAUR HIDUP HEWAN ILMU PENGETAHUAN ALAM KELAS IV SD. Disusun oleh: Taufik Ariyanto / DAUR HIDUP HEWAN ILMU PENGETAHUAN ALAM KELAS IV SD Disusun oleh: Taufik Ariyanto / 101134063 P ernahkah kamu melihat perkembangan hewan yang hidup di lingkunganmu? Jika kamu memelihara hewan, kamu pasti

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Organisasi merupakan suatu gabungan dari orang-orang yang bekerja sama

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Organisasi merupakan suatu gabungan dari orang-orang yang bekerja sama 3 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Organisasi Organisasi merupakan suatu gabungan dari orang-orang yang bekerja sama dalam suatu pembagian kerja untuk mencapai tujuan bersama (Moekijat, 1990). Fungsi struktur

Lebih terperinci

Gambar 1. Drosophila melanogaster. Tabel 1. Klasifikasi Drosophila

Gambar 1. Drosophila melanogaster. Tabel 1. Klasifikasi Drosophila I. Praktikum ke : 1 (satu) II. Hari / tanggal : Selasa/ 1 Maret 2016 III. Judul Praktikum : Siklus Hidup Drosophila melanogaster IV. Tujuan Praktikum : Mengamati siklus hidup drosophila melanogaster Mengamati

Lebih terperinci

CARA PRAKTIS. Budidaya Lebah Madu ( Apis indica )

CARA PRAKTIS. Budidaya Lebah Madu ( Apis indica ) CARA PRAKTIS Budidaya Lebah Madu ( Apis indica ) Pelatihan Budidaya Lebah Madu ( Apis indica ) di Desa Karangmulya Kecamatan Bojong dan Desa Sesepan Kecamatan Balapulang Kabupaten Tegal Oleh : TIM PELATIHAN

Lebih terperinci

PEMULSAAN ( MULCHING ) Pemulsaan (mulching) merupakan penambahan bahan organik mentah dipermukaan tanah. Dalam usaha konservasi air pemberian mulsa

PEMULSAAN ( MULCHING ) Pemulsaan (mulching) merupakan penambahan bahan organik mentah dipermukaan tanah. Dalam usaha konservasi air pemberian mulsa Apakah mulsa itu? Mulsa adalah sisa tanaman, lembaran plastik, atau susunan batu yang disebar di permukaan tanah. Mulsa berguna untuk melindungi permukaan tanah dari terpaan hujan, erosi, dan menjaga kelembaban,

Lebih terperinci

II. TINJAUAN PUSTAKA. Pupuk dibedakan menjadi 2 macam yaitu pupuk organik dan pupuk anorganik

II. TINJAUAN PUSTAKA. Pupuk dibedakan menjadi 2 macam yaitu pupuk organik dan pupuk anorganik II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pupuk Pupuk merupakan bahan alami atau buatan yang ditambahkan ke tanah dan dapat meningkatkan kesuburan tanah dengan menambah satu atau lebih hara esensial. Pupuk dibedakan menjadi

Lebih terperinci

PROPOSAL REKAYASA SARANA SANITASI ALAT PENGHITUNG KEPADATAN LALAT (FLY GRILL) BAB I PENDAHULUAN

PROPOSAL REKAYASA SARANA SANITASI ALAT PENGHITUNG KEPADATAN LALAT (FLY GRILL) BAB I PENDAHULUAN PROPOSAL REKAYASA SARANA SANITASI ALAT PENGHITUNG KEPADATAN LALAT (FLY GRILL) BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Lalat merupakan salah satu insekta (serangga) yang termasuk ordo Dipthera, yaitu insekta

Lebih terperinci

mencintai, melestarikan dan merawat alam untuk kualitas hidup lebih baik Talaud Lestari

mencintai, melestarikan dan merawat alam untuk kualitas hidup lebih baik Talaud Lestari mencintai, melestarikan dan merawat alam untuk kualitas hidup lebih baik Talaud Lestari Didukung oleh: Talaud Lestari Mencintai, melestarikan dan merawat alam untuk kualitas hidup lebih baik harus segera

Lebih terperinci

TINJAUAN PUSTAKA. miring. Sycanus betina meletakkan tiga kelompok telur selama masa hidupnya.

TINJAUAN PUSTAKA. miring. Sycanus betina meletakkan tiga kelompok telur selama masa hidupnya. TINJAUAN PUSTAKA Biologi Sycanus sp. (Hemiptera: Reduviidae) Telur Kelompok telur berwarna coklat dan biasanya tersusun dalam pola baris miring. Sycanus betina meletakkan tiga kelompok telur selama masa

Lebih terperinci

TINJAUAN PUSTAKA. kerusakan daun kelapa sawit. Namun demikian, penggunaan insektisida kimia

TINJAUAN PUSTAKA. kerusakan daun kelapa sawit. Namun demikian, penggunaan insektisida kimia TINJAUAN PUSTAKA Pengendalian Hayati Di beberapa perkebunan kelapa sawit masalah UPDKS khususnya ulat kantong M. plana diatasi dengan menggunakan bahan kimia sintetik yang mampu menurunkan populasi hama

Lebih terperinci

HASIL DAN PEMBAHASAN

HASIL DAN PEMBAHASAN HASIL DAN PEMBAHASAN Biologi D. bisaltide Lama Stadia Perkembangan D. bisaltide Serangga ini mengalami metamorfosis sempurna (holometabola), yaitu terdiri dari stadium telur, stadium larva yang terdiri

Lebih terperinci

TINJAUAN PUSTAKA. 1. Biologi Sitophilus oryzae L. (Coleoptera: Curculionidae)

TINJAUAN PUSTAKA. 1. Biologi Sitophilus oryzae L. (Coleoptera: Curculionidae) TINJAUAN PUSTAKA 1. Biologi Sitophilus oryzae L. (Coleoptera: Curculionidae) Gambar 1: Telur, larva, pupa dan imago S. oryzae S. oryzae ditemukan diberbagai negara di seluruh dunia terutama beriklim panas.

Lebih terperinci

SD kelas 6 - ILMU PENGETAHUAN ALAM BAB 7. CIRI KHUSUS HEWAN DAN TUMBUHANLATIHAN SOAL BAB 7

SD kelas 6 - ILMU PENGETAHUAN ALAM BAB 7. CIRI KHUSUS HEWAN DAN TUMBUHANLATIHAN SOAL BAB 7 SD kelas 6 - ILMU PENGETAHUAN ALAM BAB 7. CIRI KHUSUS HEWAN DAN TUMBUHANLATIHAN SOAL BAB 7 1. Menurut jenis makanannya hewan dibagi menjadi 3.Hewan pemakan serangga termasuk Herbivora Karnivora Omnivora

Lebih terperinci

Jawaban. 1 Metamorfosis Sempurna (Holometabola)

Jawaban. 1 Metamorfosis Sempurna (Holometabola) Soal metamorfosis 1. Apa yang dimaksud metamorfosis sempurna? 2. Gambarkan kejadian metamomorfosis sempurna! 3. Apa yang dimaksud dengan metamorfosis tidak sempurna? 4. Gambarkan kejadian metamorfosis

Lebih terperinci

TINJAUAN PUSTAKA Merpati Karakteristik Merpati )

TINJAUAN PUSTAKA Merpati Karakteristik Merpati ) TINJAUAN PUSTAKA Merpati Menurut Yonathan (2003), penyebaran merpati hampir merata di seluruh bagian bumi kecuali di daerah kutub. Merpati lokal di Indonesia merupakan burung merpati yang asal penyebarannya

Lebih terperinci

HASIL DAN PEMBAHASAN. A. Variabel Hama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun pepaya dengan berbagai

HASIL DAN PEMBAHASAN. A. Variabel Hama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun pepaya dengan berbagai IV. HASIL DAN PEMBAHASAN A. Variabel Hama 1. Mortalitas Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun pepaya dengan berbagai fase dan konsentrasi tidak memberikan pengaruh nyata terhadap mortalitas hama

Lebih terperinci

PENYEBAB LUBANG HITAM BUAH KOPI. Oleh : Ayu Endah Anugrahini, SP BBPPTP Surabaya

PENYEBAB LUBANG HITAM BUAH KOPI. Oleh : Ayu Endah Anugrahini, SP BBPPTP Surabaya PENYEBAB LUBANG HITAM BUAH KOPI Oleh : Ayu Endah Anugrahini, SP BBPPTP Surabaya Kopi merupakan salah satu komoditas perkebunan yang peranannya cukup penting bagi perekonomian nasional, khususnya sebagai

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. mereka berukuran kecil, mereka telah menghuni setiap jenis habitat dan jumlah

BAB I PENDAHULUAN. mereka berukuran kecil, mereka telah menghuni setiap jenis habitat dan jumlah BAB I PENDAHULUAN I. Latar Belakang Serangga adalah kelompok hewan yang paling sukses sekarang. Meskipun mereka berukuran kecil, mereka telah menghuni setiap jenis habitat dan jumlah mereka lebih banyak

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. pencernaan dan dapat mencegah kanker. Salah satu jenis sayuran daun yang

BAB I PENDAHULUAN. pencernaan dan dapat mencegah kanker. Salah satu jenis sayuran daun yang BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG Sayuran daun merupakan salah satu sumber vitamin dan mineral essensial yang sangat dibutuhkan oleh tubuh manusia, selain itu sayuran daun banyak mengandung serat. Serat

Lebih terperinci

TINJAUAN PUSTAKA. Menurut Kalshoven (1981) biologi hama ini adalah : Setelah telur diletakkan di dalam bekas gerekan, lalu ditutupi dengan suatu zat

TINJAUAN PUSTAKA. Menurut Kalshoven (1981) biologi hama ini adalah : Setelah telur diletakkan di dalam bekas gerekan, lalu ditutupi dengan suatu zat 16 TINJAUAN PUSTAKA Biologi dan Ekologi Hama Sitophylus oryzae Menurut Kalshoven (1981) biologi hama ini adalah : Kingdom Phylum Class Ordo Family Genus : Animalia : Arthropoda : Insecta : Coleoptera :

Lebih terperinci

TINJAUAN PUSTAKA. enam instar dan berlangsung selama hari (Prayogo et al., 2005). Gambar 1 : telur Spodoptera litura

TINJAUAN PUSTAKA. enam instar dan berlangsung selama hari (Prayogo et al., 2005). Gambar 1 : telur Spodoptera litura S. litura (Lepidoptera: Noctuidae) Biologi TINJAUAN PUSTAKA Telur berbentuk hampir bulat dengan bagian datar melekat pada daun (kadangkadang tersusun 2 lapis), berwarna coklat kekuning-kuningan diletakkan

Lebih terperinci

I. PENDAHULUAN. pertanian organik dan sistem pertanian intensif (Notarianto, 2011). Salah satu desa

I. PENDAHULUAN. pertanian organik dan sistem pertanian intensif (Notarianto, 2011). Salah satu desa 10 I. PENDAHULUAN Indonesia adalah negara agraris di mana sebagian besar penduduknya hidup dari hasil bercocok tanam atau bertani, sehingga pertanian merupakan sektor yang memegang peranan penting dalam

Lebih terperinci

II. TINJAUAN PUSTAKA. Gladiol (Gladiolus hybridus) berasal dari bahasa latin Gladius yang berarti

II. TINJAUAN PUSTAKA. Gladiol (Gladiolus hybridus) berasal dari bahasa latin Gladius yang berarti 7 II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Botani dan Morfologi Tanaman Gladiol Gladiol (Gladiolus hybridus) berasal dari bahasa latin Gladius yang berarti pedang sesuai dengan bentuk daunnya yang meruncing dan memanjang.

Lebih terperinci

BAB. Daur Hidup Makhluk Hidup

BAB. Daur Hidup Makhluk Hidup BAB 4 Daur Hidup Makhluk Hidup Suatu sore, Nina dan Siti sedang berjalan-jalan di taman sambil melihat-lihat bunga yang berwarna-warni. Tiba-tiba Siti tertarik pada satu dahan tanaman. Siti pun memanggil

Lebih terperinci

I. PENDAHULUAN. tumbuhan tersebut. Suatu komunitas tumbuhan dikatakan mempunyai

I. PENDAHULUAN. tumbuhan tersebut. Suatu komunitas tumbuhan dikatakan mempunyai 1 I. PENDAHULUAN Keanekaragaman tumbuhan menggambarkan jumlah spesies tumbuhan yang menyusun suatu komunitas serta merupakan nilai yang menyatakan besarnya jumlah tumbuhan tersebut. Suatu komunitas tumbuhan

Lebih terperinci

keadaan seimbang (Soerianegara dan Indrawan, 1998).

keadaan seimbang (Soerianegara dan Indrawan, 1998). II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Suksesi dan Restorasi Hutan Hutan merupakan masyarakat tumbuh-tumbuhan yang di dominasi oleh pepohonan. Masyarakat hutan merupakan masyarakat tumbuh-tumbuhan yang hidup dan tumbuh

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. permintaan sangat tinggi. Banyaknya para pencari kroto di alam yang tidak

BAB I PENDAHULUAN. permintaan sangat tinggi. Banyaknya para pencari kroto di alam yang tidak BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Dunia perunggasan saat ini sangat berkembang pesat. Tidak hanya jenis unggas konsumsi, tetapi juga unggas hias. Salah satu unggas hias yang paling diminati para pecinta

Lebih terperinci

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Klasifikasi Orangutan Orangutan termasuk kera besar dari ordo Primata dan famili Pongidae (Groves, 2001). Ada dua jenis orangutan yang masih hidup, yaitu jenis dari Sumatera

Lebih terperinci

Panduan Ikan Louhan. anekaikanhias.com. 2. Ikan Louhan Kamfa

Panduan Ikan Louhan. anekaikanhias.com. 2. Ikan Louhan Kamfa Panduan Ikan Louhan A. Jenis-jenis ikan louhan yang pernah populer di Indonesia. Mungkin, dari beberapa jenis ikan ini, ada jenis ikan louhan yang pernah kamu pelihara : 1. Ikan Louhan Cencu Ikan louhan

Lebih terperinci

TINJAUAN PUSTAKA. Eksplorasi adalah kegiatan pelacakan atau penjelajahan guna mencari,

TINJAUAN PUSTAKA. Eksplorasi adalah kegiatan pelacakan atau penjelajahan guna mencari, TINJAUAN PUSTAKA Eksplorasi adalah kegiatan pelacakan atau penjelajahan guna mencari, mengumpulkan, dan meneliti jenis plasma nutfah tertentu untuk mengamankan dari kepunahan. Langkah pertama pengeksplorasian

Lebih terperinci

Zat tersebut yang termasuk molekul senyawa adalah nomor. A. (1), (2), dan (3) C. (1), (3), dan (5) B. (2), (3), dan (5) D.

Zat tersebut yang termasuk molekul senyawa adalah nomor. A. (1), (2), dan (3) C. (1), (3), dan (5) B. (2), (3), dan (5) D. 20. Perhatikan data zat berikut! 1.NaCl 4. C 2.Fe 5. H 2 O 3.H 2 SO 4 6. Al Zat tersebut yang termasuk molekul senyawa adalah nomor. A. (1), (2), dan (3) C. (1), (3), dan (5) B. (2), (3), dan (5) D. (2),

Lebih terperinci

TINJAUAN PUSTAKA. diletakkan satu telur. Seekor kumbang betina meletakkan telur sekitar

TINJAUAN PUSTAKA. diletakkan satu telur. Seekor kumbang betina meletakkan telur sekitar TINJAUAN PUSTAKA Biologi Hama Telur diletakkan pada permukaan biji, biasanya pada satu biji hanya diletakkan satu telur. Seekor kumbang betina meletakkan telur sekitar 50-150 butir, berwarna putih. Telur

Lebih terperinci