VOTEKNIKA Jurnal Vokasional Teknik Elektronika & Informatika

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "VOTEKNIKA Jurnal Vokasional Teknik Elektronika & Informatika"

Transkripsi

1 VOTEKNIKA Jural Vokasoal Tekk Elektroka & Iformatka Vol. 5, No., Jul - Desember 017 ISSN: PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION (STAD) TERHADAP HASIL BELAJAR SISTEM KOMPUTER SISWA KELAS X JURUSAN TEKNIK KOMPUTER JARINGAN DI SMK NEGERI 5 PADANG Aprayat Nasuto 1, Nelda Azhar, Sukaya Program Stud Peddka Tekk Iformatka Fakultas Tekk Uverstas Neger Padag Emal: ABSTRACT The problem of the research s the low learg results of the studets o the subjects of computer systems of SMK Neger 5 Padag. Ths s due to several factors oe of whch s the method or strategy learg that s less ovatve. The purpose of the research s to kow the dfferece of result the study by usg cooperatve learg model of type Studet Team Achevemet Dvso (STAD) o the subjects of a computer system class X TKJ of SMK Neger 5 Padag. Ths type of research s expermetal. Where s to take the samplg by usg radom samplg techque. As the expermetal class s class X TKJ A whch wll be treated by usg cooperatve learg model type STAD ad cotrol class s X TKJ B whch wll be treated by usg qury model of learg. The techque of collectg data from post test, the aalyzed for homogeety test, ormalty test ad hypothess test. From the expermetal class research results get the average value 8, 9, whle the cotrol class gets a average value of The result of hypothess calculato at sgfcat level α 0,05 got t htug> t tabel that s (,18>,056) Because t htug s bgger tha t tabel hece hypothess (H0) rejected ad hypothess (Ha) accepted. From the calculato of the learg result Ga where O 1 s the average of the expermetal class ad O s the cotrol class, the percetage of learg result s creased by 6.79%. It ca be cocluded that by usg cooperatve learg model of Studet Team Achevemet Dvso (STAD) type has a effect o studet learg result whch proves from mprovemet of learg result. Keyword : Learg Resultss, Cooperatve Learg Model TypeSTAD, Iqury Learg Model. P A. PENDAHULUAN eddka adalah segala stuas hdup yag mempegaruh pertumbuha dvdu sebaga pegalama yag berlagsug dalam segala lgkuga da sepajag hdup. Sejala dega yag dpaparka oleh Udag-Udag No.0 tahu 003 yatu: Peddka adalah usaha sadar da terecaa utuk mewujudka suasaa belajar da proses pembelajara agar peserta ddk secara aktf megembagka 1 Prod Peddka Tekk Iformatka FT-UNP Dose Jurusa Tekk Elektroka FT-UNP potes drya utuk memlk kekuata sprtual keagamaa, pegedala dr, keprbada, kecerdasa, akhlak mula, serta keterampla yag dperluka drya, masyarakat, bagsa da egara. Peddka dapat dmaka sebaga proses megubah tgkah laku aak ddk agar mejad dewasa yag mampu hdup madr da sebaga aggota masyarakat dalam lgkuga alam sektar dmaa dvdu tu berada. Dalam dua peddka te rdapat dua jalur peddka yatu, peddka formal yag

2 31 dseleggaraka d lgkuga sekolah, serta peddka o formal yag dseleggaraka d lgkuga keluarga da masyarakat. Kedua jalur peddka tersebut salg melegkap dalam mewujudka cta-cta asoal melalu peddka. Jalur peddka formal terbag lag mejad tga yatu peddka dasar, peddka meegah, peddka tgg. Sedagka peddka meegah d Idoesa, terdapat pembaga satua peddka yatu peddka umum yag lebh dkeal dega Sekolah Meegah Atas (SMA) da peddka kejurua yag lebh dkeal dega Sekolah Meegah Kejurua (SMK). Sekolah Meegah Kejurua (SMK) merupaka salah satu lembaga peddka formal yag bertujua utuk meyapka teaga tgkat meegah yag memlk pegetahua da keterampla serta skap sesua dega spesalsas kejuruaya. Berdasarka pasal 7 peratura pemertah No. 9 tahu 1990 bahwa Sekolah Meegah Kejurua (SMK) meyeleggaraka program peddka yag sesua dega jes lapaga kerja. SMK Neger 5 Padag merupaka salah satu sekolah meegah kejurua yag bertujua megkatya potes telektual da prestas sswa dalam bdag akadems da o akadems, serta terlaksaaya pegembaga kurkulum sekolah, pembelajara da pelaa yag ovatf da komprehesf. Pembelajara merupaka proses komukas dua arah, megajar dlakuka oleh phak guru sebaga peddk, sedagka belajar dlakuka oleh peserta ddk atau sswa. Sejala dega Udag-udag No. 0 tahu 003 tetag Sstem Peddka Nasoal meyataka bahwa Pembelajara adalah proses teraks peserta ddk dega peddk da sumber belajar pada suatu lgkuga belajar. Utuk mela hasl belajar sswa, satua peddka harus meetapka Ketutasa Belajar (KB) pada setap mata pelajara da sesua dega petujuk Bada JURNAL VOTEKNIKA Vol. 5, No., (017) Stadar Nasoal Peddka (BSNP), setap sekolah boleh meetuka stadar ketutasa sekolah masg-masg. Peetapa Ketutasa Belajar merupaka tahap awal pelaksaaa pelaa proses pembelajara da pelaa hasl belajar. Ketutasa Belajar (KB) merupaka pegaga mmal dalam meetuka apakah seorag sswa sudah dkataka tutas atau tdak dalam belajar bak dar seg dkator, kompetes t maupu kompetes dasar yag harus dketahu. Dalam pembuata Ketutasa Belajar (KB) setdakya ada 3 usur yatu: 1. Tgkat Komplekstas, kesulta atau kerumta setap dkator, kompetes dasar da stadar kompetes yag harus dcapa oleh peserta ddk.. Kemampua sumber daya pedukug dalam meyeleggaraka pembelajara pada masg-masg sekolah. 3. Tgkat kemampua (take) rata-rata peserta ddk d sekolah yag bersagkuta. Berdasarka hasl observas yag dlakuka pada bula Jul Desember tahu ajara 016/017 Ketutasa Belajar adalah 75 dega megguaka kurkulum 013 yag memuat sstem komputer sebaga salah satu mata pelajara wajb. Berdasarka Permedkbud No 81 A Tahu 013, proses pembelajara meurut kurkulum 013 adalah suatu proses peddka yag memberka kesempata bag sswa agar dapat megembagka potes yag mereka mlk mejad kemampua yag semak lama semak megkat dlhat dar aspek skap (afektf), pegetahua (koqtf), da keterampla (pskomotor). Oretas kurkulum 013 adalah terjadya pegkata da kesembaga atara kompetes skap (atttude), keterampla (skll), da pegetahua (kowledge). Sejala dega amaat UU No. 0 tahu 003 sebagamaa tersurat dalam pejelasa pasal 35 bahwa kompetes lulusa merupaka kualfkas kemampua lulusa yag mecakup skap, pegetahua da

3 Pegaruh Peerapa Model Pembelajara Kooperatf Aprayat Nasuto 3 keterampla sesua dega stadar asoal yag telah dsepakat. Model pembelajara yag dguaka d SMK Neger 5 Padag sesua dega slabus kurkulum 013 adalah model pembelajara kur dega aktvtas guru meyajka pertayaa atau masalah, sswa aka mecar sedr jawaba dar pertayaa yag dberka guru dega membuat hpotess, meracag percobaa, melakuka percobaa utuk memperoleh formas, megumpulka da megaalss data serta membuat kesmpula. Tetap model belum memberka hasl belajar sswa dega bak karea sswa kurag madr, kurag terlbat aktf da kurag cakap dalam mecar sedr jawaba dar setap pertayaa guru, sehgga daya serap sswa kurag maksmal yag berakbat pada hasl belajar. Hal dapat dlhat dar ketutasa belajar sswa mash bayak yag belum mecapa Ketutasa Belajar (KB) yatu 75 (utuk retag la dar 0-100), sstem komputer kelas X Jurusa Tekk Komputer Jarga d SMK Neger 5 Padag. Tabel 1. Nla UAS Sstem Komputer Sswa Kelas X Jurusa Tekk Komputer Jarga SMK Neger 5 Padag Tahu Ajara 016/017. Dar tabel 1 meyataka 8,57% merupaka persetase sswa yag medapatka la tutas, sedagka 71,4% sswa dbawah atau tdak tutas, yag artya sswa memlk hasl belajar dbawah stadar yag dtetapka. Dar data tabel tersebut terlhat jelas bahwa belum tercapaya hasl belajar dega bak. Data memberka dkas bahwa proses belajar megajar (PBM) belum sesua dega komplekstas pegajara melput model pembelajara, meda, evaluas da pegelolaa kelas. Sehgga berakbat pada hasl belajar. Meurut Trato (009:183) Kegata strateg pembelajara melput pemlha model, pedekata da metode, pemlha format, yag dpadag mampu memberka pegalama yag bergua utuk mecapa tujua pembelajara. Oleh karea tu guru perlu megembagka strateg pembelajara yag melbatka semua sswa lebh aktf da termotvas dalam proses pembelajara. Dalam pembelajara Sstem Komputer dharapka sswa bear-bear aktf. Sehggaaka berdampak pada gata sswa tetag apa yag dpelajar aka lebh lamabertaha. Keaktfa sswa dalam belajar merupaka salah satu faktor yag mempegaruh keberhasla dalam belajar. Salah satu kegata pembelajara yagmeekaka berbaga kegata tdaka adalah megguaka pedekata tertetudalam pembelajara, karea suatu pedekata dalam pembelajara pada hakkatyamerupaka cara yag teratur da berfkr secara sempura utuk mecapa suatutujua pegajara da utuk memperoleh kemampua dalam megembagkaefektftas belajar yag dlakuka oleh peddk da peserta ddk. Utuk megatspas masalah tersebut yag berkelajuta maka perlu dcarka formula pembelajara yag tepat, salah satu model pembelajara dapat memotvas sswa utuk berpera aktf dalam proses belajar megajar adalah Model Pembelajara kooperatftpe Studet Teams Achevemet Dvso (STAD). Berbaga model pembelajara kooperatf dataraya adalah model pembelajara tpe Studet Teams Achevemet Dvso (STAD).Model pembelajara tpe STAD memberka kesempata kepada sswa utuk dapat bekerja sama da berkolaboras utuk mecapa tujua pembelajara yag dgka. Meurut Slav (009:144) bahwa: Gagasa utama STAD adalah memberka dukuga kelompok bag

4 33 kerja akademk dalam pembelajara, da tu adalah memberka perhata da respek yag mutual yag petg utuk akbat yag dhaslka sepert hubuga atar kelompok, rasa harga dr, peermaa terhadap sswasswa mastream. Peerapa model pembelajara kooperatf tpe STAD pada mata pelajara Sstem Komputer d dalam kelas aka tercpta suasaa belajar sswa aktf yag salg komukatf, salg medegar, salg berbag, salg member da meerma, salg bekerjasama yag maa keadaa tersebut sela dapat megkatka teraks sosal sswa juga dapat megkatka pemahama terhadap mater serta mempermudah peyelesaa masalah/ proyek kerja yag dberka kepada sswa, sehgga dapat megkatka hasl belajar sswa khususya pada mata pelajara Sstem Komputer. Sejala dega pembelajara berbass proyek dmaa megguaka masalah sebaga lagkah megumpulka da megtegraska pegetahua baru berdasarka pegalamaya dalam beraktftas secara yata. Pembelajara berbass proyek dapat dkataka sebaga operasoalsas kosep Peddka Berbass Produks yag dkembagka dsekolah meegah kejurua (SMK). SMK sebaga sttus yag berfugs utuk meyapka lulusa utuk bekerja ddua usaha da dustr harus dapat membekal peserta ddkya dega kompetes dasar yag dbutuhka utuk bekerja d bdag masg-masg. Berdasarka uraa d atas, maka peelta dber judul Pegaruh Peerapa Model Pembelajara KooperatfTpe Studet Teams Achevemet Dvso (STAD) Terhadap Hasl Belajar Sstem Komputer Sswa Kelas X Jurusa Tekk Komputer Jarga d SMK Neger 5 Padag. B. METODE PENELITIAN Berdasarka permasalaha yag telah djelaska sebelumya, desa peelta yag JURNAL VOTEKNIKA Vol. 5, No., (017) dguaka dalam peelta adalah Quas Expermetal Desg.Desa hampr sama dega pretest-posttest cotrol group desg, haya pada desa kelompok eksperme da kelompok kotrol tdak dplh secara radom (Sugyoo, 01:79). Sebagamaa yag dugkapka Suharssm (010:7) yatu: Peelta eksperme merupaka peelta yag dmaksudka utuk megetahu ada tdakya dar sesuatu yag dkeaka pada subjek seldk. Dega kata la peelta eksperme mecoba meelt ada tdakya hubuga sebab akbat. Caraya adalah dega membadgka satu atau lebh kelompok eksperme yag dber perlakua dega satu atau lebh kelompok pembadg yag tdak meerma perlakua. Sswa dalam peelta dkelompokka ke dalam dua kelas yatu kelas eksperme da kelas kotrol. Kelas eksperme dberka perlakua yatu megguaka model pembelajara kooperatf tpe STAD, sedagka kelas kotrol tdak dber perlakua yag sama dega kelas eksperme, tetap haya megguaka pembelajara lagsug. Subjek dalam peelta adalah semua kelas X TKJ yatu kelas X TKJ A da X TKJ B SMK Neger 5 Padag yatu dega jumlah sswa utuk kelas X TKJ A adalah 14 sswa da utuk kelas X TKJ B adalah 14. Jes data yag d guaka peelta adalah Data prmer, yatu data yag lagsug dambl dar subjek yag dtelt. Dalam peelta yag merupaka data prmer adalah data yag dperoleh dar hasl belajar subjek yag dtelt. Sedagka data sekuder adalah data dar la ulaga hara yag ddapat dar guru mata pelajara Sstem Komputer. Istrumet yag dguaka pada peelta terdr dar peragkat pembelajara da strumet pegumpula data.utuk memperoleh data dalam peelta maka dberka pada subjek peelta tes utuk memperoleh data hasl belajar sswa.

5 Pegaruh Peerapa Model Pembelajara Kooperatf Aprayat Nasuto 34 Sebelum tes dguaka maka aka dlakuka uj coba strume tes megetahu valdtas, relabltas, taraf kesukara da daya soal tersebut. Sebelum dlakuka tes dguaka uj coba soal, utuk medapatka soal kualtas bak maka dlakuka lagkah-lagkah sebaga berkut: 1. Uj Valdtas Suharsm (010: 11) Valdtas adalah suatu ukura yag meujukka tgkattgkat kevalda atau kesahha suatu strume. Suatu tes yag sahh aka mempuya valdtas yag tgg, tes yag kurag sahh memlk valdtas yag redah. Tes dkataka vald apabla tes tersebut dapat megukur apa yag hedak dukur. Soal tes yag dukur dapat dsesuaka dega kurkulum mata pelejara Sstem Komputer. Valdtas butr setap tem dalam dkatorya dlakuka dega rumus korelas (Suharsm, 01:87) yatu: r xy N xy ( x )( y ) {( N x ( x ) }{ N y ( y ) } Dmaa: r xy Koefse varabel x da y N Jumlah respode x Skor utuk masg-masg tem y Skor utuk semua tem Nla r xy yag telah ddapat selajutya aka dkosultaska kepada tabel la r product momet pada taraf sgfka 5%. Apabla r htug > r tabel maka tem tes tersebut dyataka vald da Apabla r htug< r tabel maka tem tes tersebut dyataka tdak vald da dyataka gugur.. Realbltas Suharsm (010:86) Relabltas tes berhubuga dega masalah ketetapa hasl tes. Reabltas merupaka suatu ukura apakah tes tersebut dapat dpercaya utuk dguaka sebaga alat pegumpul data. Utuk meetuka relabltas tes dguaka rumus KR. 0 (Kuder da Rchardso) dkemukaka Suharsm (01:115) sebaga berkut: Keteraga: r Relabltas tes secara keseluruha p Propors bayak subjek yag mejawab tem yag bear q Propors bayak subjek yag mejawab tem yag salah(q 1- p) pq Jumlah hasl perkala atara p da q N Jumlah tem dalam strume 1 Blaga Kosta S Stadar devas dar tes 3. Tgkat Kesukara Soal Meurut Suharsm (01:) bahwa Ideks kesukara merupaka blaga yag meujukka sukar da mudahya sesuatu soal. Utuk meetuka deks kesukara (P) dapat dguaka dega rumus: Keteraga: P Ideks kesukara soal B Bayakya peserta ddk yag mejawab soal betul Js Jumlah seluruh sswa peserta tes 4. Daya Pembeda Soal Suharsm (01:6) Daya Pembeda Soal adalah kemampua sesuatu soal utuk membedaka atara sswa yag berkemampua tgg dega sswa yag berkemampua redah. Daya pembeda dketahu dega melhat besar keclya agka dek dskrmas tem. Aas (011:387) meyataka bahwa Agka deks dskrmas tem adalah sebuah agka atau blaga yag meujukka besar keclya daya pembeda yag dmlk sebutr tem. Semak tgg deks dskrmas tem, semak bak daya pembeda tem tersebut. Rumus utuk meetuka dek dskrmas

6 35 dkemukaka oleh Suharsm (01:8) sebaga berkut: Keteraga: D Jumlah peserta tes J A Bayakya peserta kelompok atas J B Bayakya peserta kelompok bawah B A Bayak peserta atas yag mejawab soal bear B B Bayak peserta bawah yag mejawab soal bear P A Propors kelompok atas yag mejawab bear P B Propors kelompok bawah yag mejawab bear 5. Aalss Deskrptf Aalss bertujua utuk meggambarka keadaa data apa adaya yag dkumpulka dar sampel yag dsajka dalam tabel dstrbus frekues, kemuda dhtug stadar devas da koefse varas. a. Mea Sugyoo (001: 49) X X N Dmaa : X : Mea X : Idvdu data N : Bayak data pegamata b. Stadar Devas Sugyoo (01 : 56) : ( ) 1 Dmaa : X : Nla X ke 1sampa X : Nla rata-rata S : Bayak data pegamata : Stadar Devas atau smpag baku c. Varas Sugyoo (001:56) JURNAL VOTEKNIKA Vol. 5, No., (017) S S Dmaa : S : Vara S : Stadar devas atau smpag baku 6. Aalss Iduktf Setelah dperoleh data peelta berupa la, maka dtetuka rata-rata la kelas eksperme da rata-rata la kelas kotrol. Setelah dlakuka uj ormaltas da uj homogetas terhadap la kedua kelas. a. Uj Normaltas Uj ormaltas bertujua utuk megetahu apakah data sampel berdstrbus ormal atau tdak. Data yag dperoleh dar peelta adalah la Hasl belajar/test akhr pada mata pelajara Tekk Elektroka Dasar kelas X Tekk Audo Vdeo d SMK Neger 1 Ltau Buosetelah perlakua. Utuk melhat data berdstrbus ormal atau tdak, dlakuka dega cara uj lllefors dega lagkah sebaga berkut: 1) Data X 1,X,X 3,.. X yag dperoleh dar data yag terkecl hgga data yag terbesar. ) Data X 1,X,X 3,.. X djadka blaga baku 1,, 3, dega rumus z Sudjaa, 005:466) Keteraga : z Blaga baku x x s x Skor yag dperoleh sswa ke- x Skor rata-rata s Smpaga baku 3) Dega megguaka daftar dstrbus ormal baku, kemuda dhtug peluag F() P (<) 4) Dega megguaka propors 1,, 3,... yag lebh kecl atau sama dega jka propors

7 Pegaruh Peerapa Model Pembelajara Kooperatf Aprayat Nasuto 36 dyataka dega S () (Sudjaa, 005:466) : bayakya z S(z) 1, z, z,... z 3 yag z Meghtug selsh F() S() kemuda tetuka harga mutlakya. 6) Dambl harga yag palg besar datara harga mutlak selsh tersebut L 0. 7) Membadgka la L 0 dega L tabel yag terdapat pada taraf yata α 0,05. Kttera dterma yatu hpotess tersebut ormal jka L 0< L tabel la dar tu dtolak (Sudjaa,005:465). b. Uj Homogetas Uj homogetas bertujua utuk melhat apakah kedua sampel homoge yatu mempuya varas yag sama atau tdak, utuk megujya dlakuka uj F. Uj F dlakuka dega lagkah-lagkah sebaga berkut: 1) Mecar la varas terbesar da varas terkecl, dega rumus: ) Membadgka la Fhtug dega Ftabel, dega rumus : Dk pemblag 1 (utuk varas terbesar) Dk peyebut 1 (utuk varas terkecl) Taraf sgfka (α) 0,05 Dega krtera peguja sebaga berkut: Jka Fhtug Ftabel, berart Tdak Homoge, dajka Fhtug Ftabel, berart homoge c. Uj hpotess Peguja hpotess tetag kesamaa dua rata-rata ada beberapa kemugka yatu: 1) Jka data terdstrbus ormal da kedua kelompok data homoge, maka dalam peguja hpotess statstk yag dguaka adalah uj t. Terdapat beberapa pertmbaga dalam memlh rumus uj t : a) Bla jumlah aggota sample 1 da vara homoge 1, maka dapat dguaka rumus uj t bak utuk separated maupu polled. Utuk megetahu t tabel dguaka dk yag besarya dk 1 +. b) Bla 1, varas homoge1 dapat dguaka uj tdega polled varas. Besar dk 1 +. c) Bla 1, varas tdak homoge 1 dapat dguaka rumus separated maupu polled, dega dk 1-1 atau dk -1. Jad derajat kebebasa (dk) buka 1 -. d) Bla 1 da varas tdak homoge 1. Utuk dguaka rumus separated, harga t sebaga peggat harga t tabel dhtug dar selsh harga t tabel dega dk 1-1 da dk 1-1, dbag dua da kemuda dtambah dega harga t yag terkecl. Adapu rumus t-test yag dkemukaka oleh Sugyoo (01:138) Bla 1, vara homoge dapat dguaka uj t dega : Separated Varas : t htug ( X 1 X ) 1 s 1 s + Keteraga : X 1 : rata- rata la kelas eksperme X : rata-rata la kelas cotrol s 1: Stadar Devas la sswa kelas eksperme

8 37 s : Stadar Devas la sswa kelas kotrol 1: Jumlah sswa kelas eksperme : Jumlah sswa kelas kotrol 1) Harga t htug dbadgka dega t tabel, yag terdapat dalam tabel dstrbus t. Krtera peguja yag dperluka apabla t htug>t tabel maka hpotess ol (H 0) dtolak sedagka hpotess alteratf (Ha) dterma, da apabla t htug< t tabel maka hpotess ol (H 0) dterma, sedagka hpotess alteratf (Ha) dtolak. Utuk megetahu besarya pegaruh hasl belajar sswa dapat dlakuka dega rumus: % h 100% Dmaa : O 1 rata-rata la kelas eksperme O rata la kelas kotrol C. HASIL PENELITIAN Data yag dperoleh dalam peelta berupaakhr yag dberka kepada kedua kelas setelah dberka perlakua berbeda. Setelah melaksaaka model pembelajara maka ddapatka masg-masg la beda (ga) atara post-test kelas eksperme, da post-test kelas kotrol da post-test dar kedua kelas. Nla beda hasl belajar subjek peelta berfugs utuk melhat perbedaa hasl belajar sstem komputerkelas X TKJ d SMK Neger 5 Padag. Berdasarka la post-test sswa meghaslka la mea ( X ), stadar devas (S),varas (S ). a. Mea ( X ) Kelompok Eksperme : (. ) ,9 Kelompok Kotrol : (% &.' & ) % & ()) * 76,93 b. Stadar Devas (S) Kelompok Eksperme : JURNAL VOTEKNIKA Vol. 5, No., (017) S ( x X ) N 1 Kelompok Kotrol : ( x X ) S N 1 c. Varas (S ) Kelompok Eksperme : S² 41,76 Kelompok Kotrol :S² 4,69 54, ,93 13 Pada kelompok eksperme memlk aalss data hasl Post-test dapat dlhat pada tabel 11 berkut : Tabel 11. Perhtuga Statstk Dasar Kelompok Eksperme N 14 Mea 8,9 Meda 81 Mode 78 Std. Devato 6,46 Vara 41,76 Rage 19 Mmal 74 Maksmum 93 Sum 115 (Olaha Data Excel 007) Berkut dstrbus frekues la masg-masg skor tes hasl belajar utuk kelas kotrol dapat dlhat pada tabel 1 berkut. Tabel. Dstrbus Frekues Nla Masg- Masg Skor post-test kelompok eksperme (Olaha Data SPSS 16.0) Dar tabel terlhat bahwa frekues terbayak berada pada skor 78 sebayak 4 sswa atau 8,6 %. Utuk mode atau la yag palg bayak mucul berada pada skor 74 6,46 6,53

9 Pegaruh Peerapa Model Pembelajara Kooperatf Aprayat Nasuto 38 da meda atau la tegahya berada pada skor 81. Nla sswa kelompok Eksperme berksar dar 74 sampa 93. Utuk perhtuga terval. Nla sswa d kelompoka berdasarka terval la pada tabel berkut : Tabel 3. Dstrbus Iterval Skor Frekues Nla Kelompok Eksperme yag dbetuk vara da tabel 13 medekat betuk mesokurtk. Pada kelompok kotrol memlk aalss data hasl post-test dapat dlhat pada tabel 4 sepert berkut: Tabel 4.Perhtuga Statstk Dasar Kelompok Kotrol Berkut dstrbus frekues la masg-masg skor tes hasl belajar utuk kelas kotrol dapat dlhat pada tabel 15 berkut. Tabel 5. Dstrbus Frekues Nla Masg- Masg Skor post-test kelompok Kotrol Sumber : Olaha Data SPSS 16.0 Gambar 3. Kurva Normal Dstrbus Skor kelompok eksperme Pada grafk kelompok Eksperme gars putus-putus meujukka la meda da gars lurus meujukka la mea. Pada gambar, bahwa grafk codog kekaa. Sukard (01: 153) meyataka bahwa jka la mea lebh besar dar la meda maka data dyataka memlk skewess postf. Dapat dtark kesmpula dar tabel dstrbus pada tabel 3 da grafk hstogram pada gambar, bahwa la Mea sebesar 8,9 lebh besar dar pada la Meda yag sebesar 81, Hal meujukka bahwa hasl belajar sswa cederug megkat. Da jes kurva ormal (Olaha Data SPSS 16.0) Dar tabel 5 terlhat bahwa frekues terbayak berada pada skor 78 sebayak 5 sswa atau 35.7 %. Utuk mode atau la yag palg bayak mucul berada pada skor 78 da meda atau la tegahya berada pada skor 78. Nla sswa kelompok Kotrol berksar dar 70 sampa 93. Nla sswa d kelompokka berdasarka terval la pada tabel berkut :

10 39 Tabel 6. Dstrbus Iterval Skor Frekues Nla Kelompok Kotrol Sumber : Olaha Data SPSS 16.0 Gambar 4. Kurva Normal Dstrbus Skor kelompok kotrol Pada grafk kelompok Kotrol gars putus-putus meujukka la meda da gars lurus meujukka la mea. Pada gambar 3, bahwa grafk codog kekr. Sukard (01: 153) meyataka bahwa jka la mea lebh besar dar la meda maka data dyataka memlk skewess postf. Dapat dtark kesmpula dar tabel dstrbus pada tabel 6 da grafk hstogram pada gambar 3, bahwa la Mea sebesar 76,93 lebh kecl dar pada la Meda yag sebesar 78. Hal meujuka bahwa hasl belajar sswa cederug meuru. Da jes kurva ormal pada gambar 3, yatu kurva mesokurtk, dkareaka mempuya pucak relatf sama tgg dega kurva ormal. 1. Aalss Iduktf a. Uj Normaltas Syarat peguja hpotess megguaka statstk parametrk JURNAL VOTEKNIKA Vol. 5, No., (017) adalah berdstrbus ormal, oleh karea tu sebelum data duj hpotessya megguaka statstk uj t, sebelumya dlakuka dahulu uj ormaltas data. Dalam peelta uj ormaltas dlakuka dega uj Lllefors pada taraf alpha 0,05, dlakuka pada data kelompok eksprme da kelompok kotrol melput post-test masgmasg kelompok. Data kelompok sampel dkataka berdstrbus ormal jka lllefors (L 0) htug lebh kecl dar pada lllefors tabel (L tabel) (L 0 <L tabel) da berada pada daerah orma. 1) Uj Normaltas Kelompok Eksperme a) Uruta Nla Post-test X TKJA (Kelompok Eksperme) 74, 74, 78, 78, 78, 78, 81, 81, 81, 85, 89, 89, 93, 93 b) Meghtug jarak atau retaga (R) R data tertgg datateredah c) Meghtug jumlah kelompok (K) BK log log (14) (3,78) 4,78 5 d) Meghtug pajag kelompok I R /BK 19/5 3,8 4 ) Uj Normaltas Data Post Test Kelompok Eksperme Peguja ormaltas dlakuka dega uj Llefors dega lagkah-lagkah sebaga berkut: a) Data X 1, X, X 3,.., X yag dperoleh dsusu dar data yag terkecl hgga data yag terbesar. 74, 74, 78, 78, 78, 78, 81, 81, 81, 85, 89, 89, 93, 93 b) Data X 1, X, X 3,.., X djadka blaga baku 1,, 3,.., dega megguaka rumus:

11 Pegaruh Peerapa Model Pembelajara Kooperatf Aprayat Nasuto 40 S ( X X S Keteraga : X Skor Yag Dperoleh X Skor Rata- Rata S Smpaga Baku Maka dperoleh la 1: 74 8,9 6,46 1 1,8 Dega megguaka daftar dstrbus ormal baku, kemuda dhtug peluag: F ) P( ) ( c) Dega megguaka propors 1,, 3,.., yag lebh kecl atau sama dega. Jka propors dyataka oleh S( ), maka: ) bayakya 1,, 3,..., yag Sehgga dperoleh: S( 1) / Meghtug selsh F( ) - S( ), kemuda tetuka harga mutlakya. Dapat dlhat pada tabel peolog. Tabel 7. Uj Llefors Kelompok Eksperme No x f fk f.x f.x² x-x F( ) S( ) F( ) - S( ) Sumber: Olaha Data Mcrosoft Excel 007 d) Dambl harga yag palg besar d atara harga-harga mutlak selsh tersebut, dsebut L 0. Maka dperoleh L 0 sebesar 0,. Membadgka la L 0 dega la krts L t yag terdapat dalam tabel la krts L utuk uj Lllefors pada taraf yata α 0. 05dega 14 ddapat L t sebesar 0,7.Krtera peguja dperoleh bahwa L 0 0, < L t (< 0.7), maka sampel berdstrbus ormal. 3) Uj Normaltas Kelompok Kotrol a) Uruta Nla Post-test X TKJB (Kelompok Kotrol) 70, 70, 70, 70, 74, 74, 78, 78, 78, 78, 78, 81, 85, 93 b) Meghtug jarak atau retaga (R) R data tertgg data teredah c) Meghtug jumlah kelompok (K) BK log log (14) (3,78) 4,78 5 d) Meghtug pajag kelompok I R /BK 3/5 4,6 5 4) Aalss Uj Normaltas Data Posttest Kelompok Kotrol Peguja ormaltas dlakuka dega uj Llefors dega lagkah-lagkah sebaga berkut: a) Data X 1, X, X 3,.., X yag dperoleh dsusu dar data yag terkecl hgga data yag terbesar. 70, 70, 70, 70, 74, 74, 78, 78, 78, 78, 78, 81, 85, 93 b) Data X 1, X, X 3,.., X djadka blaga baku 1,, 3,.., dega megguaka rumus: X X S Keteraga : X skor yag dperoleh sswa ke- X skor rata- rata S smpaga baku Sehgga dperoleh la : , 53 Dega megguaka daftar dstrbus ormal baku,, 93 1, 06

12 41 JURNAL VOTEKNIKA Vol. 5, No., (017) kemuda dhtug peluag: F ) P( ) ( c) Dega megguaka propors 1,, 3,.., yag lebh kecl atau sama dega. Jka propors dyataka oleh S( ), maka: bayakya 1,, 3,..., yag S( ) Sehgga dperoleh: S() 4 / d) Meghtug selsh F( ) - S( ), kemuda tetuka harga mutlakya. Dapat dlhat pada tabel peolog. Tabel 8. Tabel Uj Llefors Kelompok Kotrol No x f fk f.x f.x² x-x F() S() F() - S() Sumber: Olaha Data Mcrosoft Excel 007 e) Dambl harga yag palg besar d atara harga-harga mutlak selsh tersebut, dsebut L 0. Maka dperoleh L 0 sebesar 0.5. Membadgka la L 0 dega la krts L t yag terdapat dalam tabel la krts L utuk uj Lllefors pada taraf yata α 0. 05dega 14 ddapat L t sebesar 0.7 dapat dlhat pada tabel krts L lampra 3. Krtera peguja dperoleh bahwa L 0 < L t (0.5 < 0.7), maka sampel berdstrbus ormal. Hasl uj ormaltas tes akhr kedua sampel dapat dlhat pada tabel berkut : Tabel 8. Hasl Uj Normaltas Post-test Kelompok Eksperme da Kelompok Kotrol. Berdasarka uj ormaltas datas dapat dlhat bahwa pada kelompok eksperme d dapat bahwa Lllefors htug 0, <Lllefors tabel 0,7 da pada kelompok kotrol ddapat bahwa Lllefors htug 0.5 <Lllefors tabel 0,7. Jad dapat dsmpulka bahwa sampel berdstrbus ormal. b. Uj Homogetas Uj homogetas utuk melhat apakah kedua kelompok homoge atau tdak dega membadgka kedua varaya. Peguja homoge data pada peelta megguaka uj F. Hasl peguja dapat dlhat pada tabel 0. Tabel 9. Ragkuma Uj Homogetas Kelompok Eksperme da Kotrol Dar tabel 0 dapat dlhat bahwa la F tabel pada kelompok Eksperme da kotrol dega dk 1 13 da dk 13 adalah,58 pada taraf sgfkas 0,05, sedagka F htug adalah 1,0. Dega demka F htug < F tabel artya kedua kelompok mempuya vara yag homoge. c. Uj hpotess Peguja hpotess dalam peelta megguaka uj t. Uj dapat dlakuka dega membadgka t htug dega t tabel. Tabel 10. Ragkuma Uj Hpotess Berdasarka tabel 10, dperoleh la t htug sebesar,18 da t tabel sebesar,056 pada taraf sgfkas 0,05. Dar data tersebut la t htug > t tabel,

13 Pegaruh Peerapa Model Pembelajara Kooperatf Aprayat Nasuto 4 artya H 0 dtolak da Ha dterma. Hasl peguja memberka terpretas bahwa terdapat pegaruh hasl belajar yag sgfka pegguaa model pembelajara kooperatf tpe Studet Team Achevemet Dvso mata pelajara Sstem Komputer sswa kelas X TKJ d SMKN 5 Padag. Keteraga : t t t tabel (,056) t h t htug (,18) d. Persetase Pegaruh Hasl Belajar Kelas Eksperme da Kelas Kotrol Nla rata-rata post-test yag ddapatka kelas eksperme sebesar 8,9 da kelas kotrol 76,93. Hal membuktka bahwa, terdapat perbedaa atara hasl belajar dega meerapka model pembelajara STAD dega model pembelajara kooperatf, pada mata pelajara Sstem Komputerkelas X Tekk Komputer Jarga SMK Neger 5 Padag, dega persetase perbedaa hasl belajar sebaga berkut : Persetase Pegaruh Model STAD./. 100%. 0,1/),13 100% 6,97 % ),13 Dar hasl perhtuga ddapatka la persetase pegaruh model pembelajara tpe STAD sebesar 6,97 %, artya terdapat pegaruh peerapa model pembelajara kooperatf tpe STAD sebesar 8,5 % terhadap hasl belajar sswa pada mata pelajara Sstem Komputer kelas X Tekk Komputer Jarga SMKN 5 Padag. D. SIMPULAN DAN SARAN 1. Smpula. Berdasarka hasl peelta serta pembahasa utuk mata pelajara Sstem Komputer pada pokok bahasa meda peympaa eksteral yag dlakuka dega melhat apakah perbedaa hasl belajar setelah dguaka model pembelajara kooperatf tpe STAD yag megacu pada hpotess yag dajuka, maka dapat dsmpulka bahwa : Hasl peguja hpotess dperoleh t htug > t tabel yatu (,18 >,056). Hasl peguja memberka terpretas bahwa H 0 dtolak da H a dterma, hal membuktka adaya pegaruh model pembelajara kooperatf tpe STAD lebh bak d badgka dega yag tdak megguakaya. Hal dapat dlhat dar rata-rata kelas yag megguaka model pembelajara kooperatf tpe STAD adalah 8,9 sedagka la rata-rata kelas tdak megguaka model pembelajara kooperatf tpe STAD adalah 76,93. Terdapat pegkata hasl belajar sswa terhadap mata pelajara Sstem Komputer setelah megguaka model pembelajara kooperatf tpe STAD. Hal dapat dlhat perbedaa hasl belajar atara kelas eksperme da kelas kotrol sebesar 6,97%, sehgga pegguaa aplkas member pegaruh terhadap hasl belajar sswa.. Sara Berdasarka kesmpula yag telah dkemukaka, peelt megemukaka beberapa sara : a. Sebaga baha pertmbaga bag guru mata pelajara Sstem Komputer utuk megguaka model pembelajara kooperatf tpe STAD utuk memotvas sswa dalam belajar da membasaka sswa utuk berpera aktf d dalam kelas. b. Bag sswa, agar sswa dapat megkatka hasl belajarya dega salg berdskus sesama temaya dalam memaham suatu mater ajar.

14 43 JURNAL VOTEKNIKA Vol. 5, No., (017) c. Hasl peelta semoga dapat djadka sebaga baha referes utuk peelt yag aka datag. Catata: Artkel dsusu berdasarka skrps peuls dega Pembmbg I Dra. Hj. Nelda Azhar, M.Pd da Pembmbg II Drs.H.Sukaya E. DAFTAR PUSTAKA Agus Irato.004. Statstk Kosep Dasar da Aplkasya. Jakarta: Kecaa Preada Meda Group. Aas Sudjoo Pegatar Evaluas Peddka. Jakarta: Raja Grafdo Persada. Daryato Pedekata Pembelajara Satfk Kurkulum 013. Yogyakarta: Gava Meda Depdkas Udag-udag Republk Idoesa Nomor 0 tahu 003 Tetag Sstem Peddka Nasoal. Jakarta. Naa Sudjaa Pelaa Hasl Proses Belajar Megajar. Badug: PT.Remaja Rosdkarya. Sugyoo Statstka utuk Peelta. Badug: Alfabeta..01. Metode Peelta Kuattatf, Kualtatf da R & D. Badug: Alfabeta. Suharsm Arkuto Prosedur Peelta Suatu Pedekata Praktek. Jakarta: Peerbt Reka Cpta Dasar-Dasar Evaluas Peddka.Jakarta: Bum Aksara. Sukard Evaluas Peddka Prsp da Operasoalya. Jakarta: Bum Aksara.

III. METODE PENELITIAN. yang hidup dan berguna bagi masyarakat, maupun bagi peneliti sendiri

III. METODE PENELITIAN. yang hidup dan berguna bagi masyarakat, maupun bagi peneliti sendiri III. METODE PEELITIA A. Metodolog Peelta Metodolog peelta adalah cara yag dlakuka secara sstemats megkut atura-atura, recaaka oleh para peeltutuk memecahka permasalaha yag hdup da bergua bag masyarakat,

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Tempat penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 4 Tilamuta Kabupaten

BAB III METODE PENELITIAN. Tempat penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 4 Tilamuta Kabupaten BAB III METODE PENELITIAN 3. Tempat da Waktu Peelta 3.. Tempat Tempat peelta dlaksaaka d SMP Neger 4 Tlamuta Kabupate Boalemo pada sswa kelas VIII. 3.. Waktu Peelta dlaksaaka dalam waktu 3 bula yatu dar

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. melakukan smash sebelum dan sesudah latihan power otot lengan adalah sebagai

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. melakukan smash sebelum dan sesudah latihan power otot lengan adalah sebagai BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4. Deskrps Peelta Berdasarka hasl peelta, d peroleh data megea kemempua sswa melakuka smash sebelum da sesudah latha power otot lega adalah sebaga berkut : Tabel.

Lebih terperinci

8. MENGANALISIS HASIL EVALUASI

8. MENGANALISIS HASIL EVALUASI 8. MENGANALISIS HASIL EVALUASI Tujua : Mampu megaalsa tgkat kesukara hasl evaluas utuk megkatka hasl proses pembelajara Kegata megaals hasl evaluas merupaka upaya utuk memperbak programprogram pembelajara

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Propinsi Gorontalo tahun pelajaran 2012/2013.

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Propinsi Gorontalo tahun pelajaran 2012/2013. BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.. Tempat da Waktu Peelta Peelta dlaksaaka d SMP Neger 3 Gorotalo kota Gorotalo Props Gorotalo tahu pelajara 0/03. D SMP Neger 3 Gorotalo memlk 6 romboga belajar yag terdr

Lebih terperinci

III. METODOLOGI PENELITIAN. Metode penelitian merupakan strategi umum yang di anut dalam

III. METODOLOGI PENELITIAN. Metode penelitian merupakan strategi umum yang di anut dalam III. METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Peelta Metode peelta merupaka strateg umum yag d aut dalam pegumpula data da aalss data yag dperluka, gua mejawab persoala yag dhadap. Meurut Arkuto (006 : 3) peelta

Lebih terperinci

BAB 2 LANDASAN TEORI. Regresi linier sederhana yang variabel bebasnya ( X ) berpangkat paling tinggi satu.

BAB 2 LANDASAN TEORI. Regresi linier sederhana yang variabel bebasnya ( X ) berpangkat paling tinggi satu. BAB LANDASAN TEORI. Regres Ler Sederhaa Regres ler sederhaa yag varabel bebasya ( berpagkat palg tgg satu. Utuk regres ler sederhaa, regres ler haya melbatka dua varabel ( da. Persamaa regresya dapat dtulska

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 1 Paleleh pada semester genap

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 1 Paleleh pada semester genap BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3. Lokas Da Waktu Peelta Peelta dlaksaaka d SMP Neger Paleleh pada semester geap tahu ajara 0/0. Peelta berlagsug selama 4 bula (Aprl, Me, Ju, Jul) mula dar persapa hgga pelaksaaa

Lebih terperinci

BAB 2 LANDASAN TEORI. Regresi linier sederhana merupakan bagian regresi yang mencakup hubungan linier

BAB 2 LANDASAN TEORI. Regresi linier sederhana merupakan bagian regresi yang mencakup hubungan linier BAB LANDASAN TEORI. Regres Ler Sederhaa Regres ler sederhaa merupaka baga regres yag mecakup hubuga ler satu peubah acak tak bebas dega satu peubah bebas. Hubuga ler da dar satu populas dsebut gars regres

Lebih terperinci

METODOLOGI PENELITIAN. pengaruh atau akibat dari suatu perlakuan atau treatment, dalam hal ini yaitu

METODOLOGI PENELITIAN. pengaruh atau akibat dari suatu perlakuan atau treatment, dalam hal ini yaitu 47 III. METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Peelta Metode peelta yag dguaka dalam peelta adalah metode eksperme. Metode dguaka atas pertmbaga bahwa sfat peelta ekspermetal yatu mecobaka suatu program latha

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 15 di kota Gorontalo

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 15 di kota Gorontalo BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3. Tempat Da Waktu Peelta 3.. Tempat peelta Peelta dlaksaaka d SMP Neger 5 d kota Gorotalo 3.. Waktu peelta Peelta dlaksaaka sejak bula oktober hgga bula desember, yag melput

Lebih terperinci

BAB 2 LANDASAN TEORI. perkiraan (prediction). Dengan demikian, analisis regresi sering disebut sebagai

BAB 2 LANDASAN TEORI. perkiraan (prediction). Dengan demikian, analisis regresi sering disebut sebagai BAB LANDASAN TEORI. Kosep Dasar Aalss Regres Aalss regres regressso aalyss merupaka suatu tekk utuk membagu persamaa da megguaka persamaa tersebut utuk membuat perkraa predcto. Dega demka, aalss regres

Lebih terperinci

BAB 2. Tinjauan Teoritis

BAB 2. Tinjauan Teoritis BAB Tjaua Teorts.1 Regres Lear Sederhaa Regres lear adalah alat statstk yag dperguaka utuk megetahu pegaruh atara satu atau beberapa varabel terhadap satu buah varabel. Varabel yag mempegaruh serg dsebut

Lebih terperinci

III. METODOLOGI PENELITIAN. Menurut Arikunto (1991 : 3) penelitian eksperimendalah suatu penelitian yang

III. METODOLOGI PENELITIAN. Menurut Arikunto (1991 : 3) penelitian eksperimendalah suatu penelitian yang 37 III. METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Peelta Metode peelta merupaka suatu cara tertetu yag dguaka utuk meelt suatu permasalaha sehgga medapatka hasl atau tujua yag dgka. Meurut Arkuto (1991 : 3) peelta

Lebih terperinci

* MEMBUAT DAFTAR DISTRIBUSI FREKUENSI MENGGUNAKAN ATURAN STURGES

* MEMBUAT DAFTAR DISTRIBUSI FREKUENSI MENGGUNAKAN ATURAN STURGES * PENYAJIAN DATA Secara umum, ada dua cara peyaja data, yatu : 1. Tabel atau daftar. Grafk atau dagram Macam-macam daftar yag dkeal : a. Daftar bars kolom b. Daftar kotges c. Daftar dstrbus frekues Sedagka

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Jes Peelta Dalam pelta peelt megguaka racaga eksperme. Eksperme adalah observas dbawah kods buata (artfcal codto), dmaa kods tersebut dbuat da d atur oleh s peelt. Dega

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA.1 Pedahulua Sebelum membahas megea prosedur peguja hpotess, terlebh dahulu aka djelaska beberapa teor da metode yag meujag utuk mempermudah pembahasa. Adapu teor da metode tersebut

Lebih terperinci

UKURAN GEJALA PUSAT DAN UKURAN LETAK

UKURAN GEJALA PUSAT DAN UKURAN LETAK UKURAN GEJALA PUSAT DAN UKURAN LETAK MODUL 4 UKURAN GEJALA PUSAT DAN UKURAN LETAK. Pedahulua Utuk medapatka gambara yag lebh jelas tetag sekumpula data megea sesuatu persoala, bak megea sampel atau pu

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Metodologi berasal dari kata metode yang artinya cara yang tepat untuk

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Metodologi berasal dari kata metode yang artinya cara yang tepat untuk A III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode da Desa Peelta. Metode Peelta Metodolog berasal dar kata metode yag artya cara yag tepat utuk melakuka sesuatu da logos yag artya lmu atau pegetahua. Nasuto (003 :

Lebih terperinci

PENDAHULUAN. PILLAR OF PHYSICS EDUCATION, Vol. 2. Oktober 2013, Yani Kurnia Sapta Rika *), Mahrizal **) dan Ermaniati Ramli **)

PENDAHULUAN. PILLAR OF PHYSICS EDUCATION, Vol. 2. Oktober 2013, Yani Kurnia Sapta Rika *), Mahrizal **) dan Ermaniati Ramli **) PILLAR OF PHYSICS EDUCATION, Vol.. Oktober 03, 7-4 PENGARUH STRATEGI PEMBELAJARAN PENINGKATAN KEMAMPUAN BERPIKIR (SPPKB) BERBANTUAN LKS TERHADAP HASIL BELAJAR FISIKA SISWA KELAS X SEMESTER II SMAN PARIAMAN

Lebih terperinci

Uji Statistika yangb digunakan dikaitan dengan jenis data

Uji Statistika yangb digunakan dikaitan dengan jenis data Uj Statstka yagb dguaka dkata dega jes data Jes Data omal Ordal Iterval da Raso Uj Statstka Koefse Kotges Rak Spearma Kedall Tau Korelas Parsal Kedall Tau Koefse Kokordas Kedall W Pearso Korelas Gada Korelas

Lebih terperinci

S2 MP Oleh ; N. Setyaningsih

S2 MP Oleh ; N. Setyaningsih S2 MP Oleh ; N. Setyagsh MATERI PERTEMUAN 1-3 (1)Pedahulua pera statstka dalam peelta ; (2)Peyaja data : dalam betuk (a) tabel da (b) dagram; (3) ukura tedes setaral da ukura peympaga (4)dstrbus ormal

Lebih terperinci

BAB 2 LANDASAN TEORI. Analisis regresi adalah suatu proses memperkirakan secara sistematis tentang apa yang paling

BAB 2 LANDASAN TEORI. Analisis regresi adalah suatu proses memperkirakan secara sistematis tentang apa yang paling BAB LANDASAN TEORI Kosep Dasar Aalss Regres Aalss regres adalah suatu proses memperkraka secara sstemats tetag apa yag palg mugk terjad dmasa yag aka datag berdasarka formas yag sekarag dmlk agar memperkecl

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN A.

BAB III METODE PENELITIAN A. BAB III METODE PENELITIAN A. Tempat da Waktu Peelta 1. Tempat Peelta Peelta dlaksaaka d SMA Neger 5 Surakarta yag beralamat d Jala Lete Sutoyo No. 18, Nusuka, Baarsar, Jawa Tegah kode pos 57135. Pemlha

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian diajukan untuk melihat dan mengkaji hubungan antara dua

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian diajukan untuk melihat dan mengkaji hubungan antara dua 38 BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Peelta Peelta dajuka utuk melhat da megkaj hubuga atara dua varabel atau lebh. Sebagamaa yag dkemukaka oleh Sudjaa (1988: 56)..Peelt harus melakuka mapulas atau perlakua

Lebih terperinci

BAB 5. ANALISIS REGRESI DAN KORELASI

BAB 5. ANALISIS REGRESI DAN KORELASI BAB 5. ANALISIS REGRESI DAN KORELASI Tujua utama aalss regres adalah mecar ada tdakya hubuga ler atara dua varabel: Varabel bebas (X), yatu varabel yag mempegaruh Varabel terkat (Y), yatu varabel yag dpegaruh

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI BAB II LANDASAN TEORI 1 Pegerta Regres Istlah regres pertama kal dperkealka oleh Fracs Galto Meurut Galto, aalss regres berkeaa dega stud ketergatuga dar suatu varabel yag dsebut tak bebas depedet varable,

Lebih terperinci

TINJAUAN PUSTAKA Evaluasi Pengajaran

TINJAUAN PUSTAKA Evaluasi Pengajaran TINJAUAN PUSTAKA Evaluas Pegajara Evaluas adalah suatu proses merecaaka, memperoleh da meyedaka formas yag sagat dperluka utuk membuat alteratf- alteratf keputusa. Dalam hubuga dega kegata pegajara evaluas

Lebih terperinci

BAB IX PENGGUNAAN STATISTIK DALAM SIMULASI

BAB IX PENGGUNAAN STATISTIK DALAM SIMULASI BAB IX PENGGUNAAN STATISTIK DALAM SIMULASI 9.1. Dstrbus Kotu Dstrbus memlk sfat kotu dmaa data yag damat berjala secara kesambuga da tdak terputus. Maksudya adalah bahwa data yag damat tersebut tergatug

Lebih terperinci

PERTEMUAN III PERSAMAAN REGRESI TUJUAN PRAKTIKUM

PERTEMUAN III PERSAMAAN REGRESI TUJUAN PRAKTIKUM PERTEMUAN III PERSAMAAN REGRESI TUJUAN PRAKTIKUM 1 Megetahu perhtuga persamaa regres ler Meggambarka persamaa regres ler ke dalam dagram pecar TEORI PENUNJANG Persamaa Regres adalah persamaa matematka

Lebih terperinci

UKURAN GEJALA PUSAT (UGP)

UKURAN GEJALA PUSAT (UGP) UKURAN GEJALA PUSAT (UGP) Pegerta: Rata-rata (average) alah suatu la yag mewakl suatu kelompok data. Nla dsebut juga ukura gejala pusat karea pada umumya mempuya kecederuga terletak d tegah-tegah da memusat

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Berdasarkan permasalahan yang akan diteliti oleh penulis, maka metode

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Berdasarkan permasalahan yang akan diteliti oleh penulis, maka metode 4 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode da Desa Peelta Berdasarka permasalaha yag aka dtelt oleh peuls, maka metode peelta yag dguaka yatu metode deskrptf komparatf (descrptvecomparatve). Sebagamaa yag

Lebih terperinci

SUM BER BELA JAR Menerap kan aturan konsep statistika dalam pemecah an masalah INDIKATOR MATERI TUGAS

SUM BER BELA JAR Menerap kan aturan konsep statistika dalam pemecah an masalah INDIKATOR MATERI TUGAS C. Pembelajara 3 1. Slabus N o STANDA R KOMPE TENSI KOMPE TENSI DASAR INDIKATOR MATERI TUGAS BUKTI BELAJAR KON TEN INDIKA TOR WAK TU SUM BER BELA JAR Meerap ka atura kosep statstka dalam pemecah a masalah

Lebih terperinci

BAB III UKURAN PEMUSATAN DATA

BAB III UKURAN PEMUSATAN DATA BAB III UKURAN PEMUSATAN DATA A. Ukura Gejala Pusat Ukura pemusata adalah suatu ukura yag meujukka d maa suatu data memusat atau suatu kumpula pegamata memusat (megelompok). Ukura pemusata data adalah

Lebih terperinci

III. METODE PENELITIAN. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII semester ganjil SMP

III. METODE PENELITIAN. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII semester ganjil SMP III. METODE PENELITIAN A. Popula da Sampel Popula dalam peelta adalah eluruh wa kela VII emeter gajl SMP Ba Mulya Badar Lampug Tahu Pelajara 0/0 dega jumlah wa ebayak 03 wa yag terbag dalam 3 kela. Sampel

Lebih terperinci

11/10/2010 REGRESI LINEAR SEDERHANA DAN KORELASI TUJUAN

11/10/2010 REGRESI LINEAR SEDERHANA DAN KORELASI TUJUAN // REGRESI LINEAR SEDERHANA DAN KORELASI. Model Regres Lear. Peaksr Kuadrat Terkecl 3. Predks Nla Respos 4. Iferes Utuk Parameter-parameter Regres 5. Kecocoka Model Regres 6. Korelas Utrwe Mukhayar MA

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN TEORITIS. Statistik merupakan cara cara tertentu yang digunakan dalam mengumpulkan,

BAB II TINJAUAN TEORITIS. Statistik merupakan cara cara tertentu yang digunakan dalam mengumpulkan, BAB II TINJAUAN TEORITIS.1 Kosep Dasar Statstka Statstk merupaka cara cara tertetu yag dguaka dalam megumpulka, meyusu atau megatur, meyajka, megaalsa da member terpretas terhadap sekumpula data, sehgga

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Statistika Deskriptif dan Statistika Inferensial. 1.2 Populasi dan Sampel

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Statistika Deskriptif dan Statistika Inferensial. 1.2 Populasi dan Sampel BAB I PENDAHULUAN 1.1 Statstka Deskrptf da Statstka Iferesal Dewasa d berbaga bdag lmu da kehdupa utuk memaham/megetahu sesuatu dperluka dat Sebaga cotoh utuk megetahu berapa bayak rakyat Idoesa yag memerluka

Lebih terperinci

ANALISIS REGRESI. Model regresi linier sederhana merupakan sebuah model yang hanya terdiri dari satu peubah terikat dan satu peubah penjelas:

ANALISIS REGRESI. Model regresi linier sederhana merupakan sebuah model yang hanya terdiri dari satu peubah terikat dan satu peubah penjelas: ANALISIS REGRESI Pedahulua Aalss regres berkata dega stud megea ketergatuga satu peubah (peubah terkat) terhadap satu atau lebh peubah laya (peubah pejelas). Jka Y dumpamaka sebaga peubah terkat da X1,X,...,X

Lebih terperinci

BAB 2 TINJAUAN TEORITIS. regresi berkenaan dengan studi ketergantungan antara dua atau lebih variabel yaitu

BAB 2 TINJAUAN TEORITIS. regresi berkenaan dengan studi ketergantungan antara dua atau lebih variabel yaitu BAB TINJAUAN TEORITIS. Pegerta Aalsa Regres Istlah regres pertama kal dperkealka oleh Fracs Galto. Meurutya, aalss regres berkeaa dega stud ketergatuga atara dua atau lebh varabel yatu varabel yag meeragka

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang BAB PENDAHULUAN. Latar Belakag Sampa saat, model Regres da model Aalss Varas telah dpadag sebaga dua hal ag tdak berkata. Meskpu merupaka pedekata ag umum dalam meeragka kedua cara pada taraf permulaa,

Lebih terperinci

STATISTIKA A. Definisi Umum B. Tabel Distribusi Frekuensi

STATISTIKA A. Definisi Umum B. Tabel Distribusi Frekuensi STATISTIKA A. Des Umum. Pegerta statstk Statstk adalah kumpula akta yag berbetuk agka da dsusu dalam datar atau tabel yag meggambarka suatu persoala. Cotoh: statstk kurs dolar Amerka, statstk pertumbuha

Lebih terperinci

Uji Modifikasi Peringkat Bertanda Wilcoxon Untuk Masalah Dua Sampel Berpasangan 1 Wili Solidayah 2 Siti Sunendiari 3 Lisnur Wachidah

Uji Modifikasi Peringkat Bertanda Wilcoxon Untuk Masalah Dua Sampel Berpasangan 1 Wili Solidayah 2 Siti Sunendiari 3 Lisnur Wachidah Prosdg Statstka ISSN 40-45 Uj Modfkas Pergkat Bertada Wlcoxo Utuk Masalah Dua Sampel Berpasaga 1 Wl Soldayah St Suedar 3 Lsur Wachdah 1, Statstka, Fakultas MIPA, Uverstas Islam Badug, Jl. Tamasar No. 1

Lebih terperinci

ANALISIS INDEKS DISTURBANCES STORM TIME DENGAN KOMPONEN H GEOMAGNET

ANALISIS INDEKS DISTURBANCES STORM TIME DENGAN KOMPONEN H GEOMAGNET Prosdg Semar Nasoal Peelta, Peddka da Peerapa MIPA Fakultas MIPA, Uverstas Neger Yogyakarta, 6 Me 9 ANALISIS INDEKS DISTURBANCES STORM TIME DENGAN KOMPONEN H GEOMAGNET Sty Rachyay Pusat Pemafaata Sas Atarksa,

Lebih terperinci

PEMBELAJARAN BERBASIS MULTIMEDIA ARTICULATE UNTUK MENINGKATKAN KREATIVITAS MAHASISWA

PEMBELAJARAN BERBASIS MULTIMEDIA ARTICULATE UNTUK MENINGKATKAN KREATIVITAS MAHASISWA PEMBEAJARAN BERBASIS MUTIMEDIA ARTICUATE UNTUK MENINGKATKAN KREATIVITAS MAHASISWA Yuar Purwat Program Stud Peddka Matematka, STKIP Garut Jala Pahlawa No.3, Telepo: 0835344 Emal: myyuar@gmal.com Mega Achdsty

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan untuk melihat apakah pembelajaran dengan

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan untuk melihat apakah pembelajaran dengan 3 BAB III METODE PENELITIAN 3. Desa Peelta Peelta dlakuka utuk melhat apakah pembelajara dega megguaka pedekata geeratf dapat megkatka kemampua pemahama kosep da pealara duktf sswa? Pegukura kemampua pemahama

Lebih terperinci

Di dunia ini kita tidak dapat hidup sendiri, tetapi memerlukan hubungan dengan orang lain. Hubungan itu pada umumnya dilakukan dengan maksud tertentu

Di dunia ini kita tidak dapat hidup sendiri, tetapi memerlukan hubungan dengan orang lain. Hubungan itu pada umumnya dilakukan dengan maksud tertentu KORELASI 1 D dua kta tdak dapat hdup sedr, tetap memerluka hubuga dega orag la. Hubuga tu pada umumya dlakuka dega maksud tertetu sepert medapat kergaa pajak, memperoleh kredt, memjam uag, serta mta pertologa/batua

Lebih terperinci

STATISTIKA: UKURAN PEMUSATAN. Tujuan Pembelajaran

STATISTIKA: UKURAN PEMUSATAN. Tujuan Pembelajaran Kurkulum 013/006 matematka K e l a s XI STATISTIKA: UKURAN PEMUSATAN Tujua Pembelajara Setelah mempelajar mater, kamu dharapka memlk kemampua berkut. 1. Dapat meetuka rata-rata data tuggal da data berkelompok..

Lebih terperinci

2.2.3 Ukuran Dispersi

2.2.3 Ukuran Dispersi 3 Ukura Dspers Yag aka dbahas ds adalah smpaga baku da varas karea dua ukura dspers yag palg serg dguaka Hubuga atara smpaga baku dega varas adalah Varas = Kuadrat dar Smpaga baku otas yag umum dguaka

Lebih terperinci

LANGKAH-LANGKAH UJI HIPOTESIS DENGAN 2 (Untuk Data Nominal)

LANGKAH-LANGKAH UJI HIPOTESIS DENGAN 2 (Untuk Data Nominal) LANGKAH-LANGKAH UJI HIPOTESIS DENGAN (Utuk Data Nomal). Merumuska hpotess (termasuk rumusa hpotess statstk). Data hasl peelta duat dalam etuk tael slag (tael frekues oservas) 3. Meetuka krtera uj atau

Lebih terperinci

Jawablah pertanyaan berikut dengan ringkas dan jelas menggunakan bolpoin. Total nilai 100. A. ISIAN SINGKAT (Poin 20) 2

Jawablah pertanyaan berikut dengan ringkas dan jelas menggunakan bolpoin. Total nilai 100. A. ISIAN SINGKAT (Poin 20) 2 M 81 STTISTIK DSR SEMESTER II 11/1 KK STTISTIK, FMIP IT SOLUSI UJIN TENGH SEMESTER (UTS) Sabtu, 1 Me 1, Pukul 9. 1.4 WI (1 met) Kelas 1. Pegajar: Udjaa S. Pasarbu/Rr. Kura Novta Sar, Kelas. Pegajar: Utrwe

Lebih terperinci

BAB 1 STATISTIKA RINGKASAN MATERI

BAB 1 STATISTIKA RINGKASAN MATERI BAB STATISTIKA A RINGKASAN MATERI. Pegerta Data adalah kumpula keteraga-keteraga atau catata-catata megea suatu kejada, dapat berupa blaga, smbol, sat atau kategor. Masg-masg keteraga dar data dsebut datum.

Lebih terperinci

4/1/2013. Bila X 1, X 2, X 3,,X n adalah pengamatan dari sampel, maka rata-rata hitung dirumuskan sebagai berikut. Dengan: n = banyak data

4/1/2013. Bila X 1, X 2, X 3,,X n adalah pengamatan dari sampel, maka rata-rata hitung dirumuskan sebagai berikut. Dengan: n = banyak data //203 UKURAN GEJALA PUSAT DAN UKURAN LETAK Kaa Evta Dew, S.Pd., M.S. Ukura gejala pusat Utuk medapatka gambara yag lebh jelas tetag sekumpula data megea sesuatu hal, bak tu dar sampel ataupu populas Ukura

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN. Hasil penelitian ini berdasarkan data yang diperoleh dari kegiatan penelitian

BAB IV HASIL PENELITIAN. Hasil penelitian ini berdasarkan data yang diperoleh dari kegiatan penelitian BAB IV HASIL PENELITIAN Hasl peelta berdasarka data yag dperole dar kegata peelta yag tela dlaksaaka ole peelt d MTs Salafya II Radublatug Blora pada kelas VIII A tau ajara 1 11. Data asl peelta tersebut

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB METODE PENELTAN 3.1 Tempat da Waktu Peelta Peelta dlaksaaka d areal/wlaah koses huta PT. Sarmeto Parakata Tmber, Kalmata Tegah pada bula Aprl sampa dega Me 007. 3. Baha da Alat Baha ag dguaka utuk

Lebih terperinci

III. METODOLOGI PENELITIAN. Metode penelitian adalah adalah suatu cara berfikir dan berbuat, yang

III. METODOLOGI PENELITIAN. Metode penelitian adalah adalah suatu cara berfikir dan berbuat, yang 8 III. METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Peelta Metode peelta adalah adalah suatu cara berfkr da berbuat, yag dpersapka dega bak utuk megadaka suatu kegata peelta da utuk mecapa suatu tujua dega sebak mugk

Lebih terperinci

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB 2 LANDASAN TEORI BAB LANDASAN TEORI. Defes Aalss Korelas da Regres a Aalss Korelas adalah metode statstka yag dguaka utuk meetuka kuatya atau derajat huuga lear atara dua varael atau leh. Semak yata huuga ler gars lurus,

Lebih terperinci

REGRESI LINIER SEDERHANA

REGRESI LINIER SEDERHANA MODUL REGRESI LINIER SEDERHANA Dsusu oleh : I MADE YULIARA Jurusa Fska Fakultas Matematka Da Ilmu Pegetahua Alam Uverstas Udayaa Tahu 016 Kata Pegatar Puj syukur saya ucapka ke hadapa Tuha Yag Maha Kuasa

Lebih terperinci

*Corresponding Author:

*Corresponding Author: Prosdg Semar Sas da Tekolog FMIPA Umul Vol. No. Jul 0, Samarda, Idoesa ISSN : - 0 STRUCTURAL EQUATION MODELLING DENGAN PENDEKATAN PARTIAL LEAST SQUARE (Stud Kasus: Pegaruh Locus of Cotrol, Self Effcacy,

Lebih terperinci

STATISTIKA. A. Tabel Langkah untuk mengelompokkan data ke dalam tabel distribusi frekuensi data berkelompok/berinterval: a. Rentang/Jangkauan (J)

STATISTIKA. A. Tabel Langkah untuk mengelompokkan data ke dalam tabel distribusi frekuensi data berkelompok/berinterval: a. Rentang/Jangkauan (J) STATISTIKA A. Tabel Lagkah utuk megelompokka data ke dalam tabel dstrbus frekues data berkelompok/berterval: a. Retag/Jagkaua (J) J X maks X m b. Bayak kelas (k) Megguaka atura Sturgess, yatu k,. log c.

Lebih terperinci

Tabel Distribusi Frekuensi

Tabel Distribusi Frekuensi Tabel Dstrbus Frekues Tabel dstrbus frekues adalah susua data meurut kelas-kelas terval tertetu atau meurut kategor tertetu dalam sebuah daftar. Dar dstrbus frekues, dapat dperoleh keteraga atau gambara

Lebih terperinci

III. METODOLOGI PENELITIAN. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X SMA Negeri 1

III. METODOLOGI PENELITIAN. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X SMA Negeri 1 8 III. MEODOLOGI PEELIIA A. Popula da Sampel Popula dalam peelta adalah eluruh wa kela X SMA eger Bagurejo Lampug egah tahu pelajara 009/00 ebayak 75 orag yag terdtrbu dalam lma kela dmaa tgkat kemampua

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. atau biasa yanng disebut pre-eksperimen. Karena pada penelitian ini, peneliti

BAB III METODE PENELITIAN. atau biasa yanng disebut pre-eksperimen. Karena pada penelitian ini, peneliti 35 BAB III METODE PENELITIAN A. Jes Peelta Jes peelta pada peelta adalah peelta eksperme semu atau basa yag dsebut pre-eksperme. Karea pada peelta, peelt haya megguaka kelas eksperme tapa adaya kelas kotrol.

Lebih terperinci

X a, TINJAUAN PUSTAKA

X a, TINJAUAN PUSTAKA PENELITIAN SEBELUMNYA Statstka Deskrptf TINJAUAN PUSTAKA TINJAUAN STATISTIKA Uj Idepedes Uj depedes dguak utuk megetahu adaya hubuga atara dua varabel (Agrest, 1990). H 0 : tdak ada hubuga atara varabel

Lebih terperinci

Musbir 1. Abstrak. Kata kunci: Perbandingan, Prestasi Belajar, Metode Pembelajaran Langsung, Materi Gempa Bumi

Musbir 1. Abstrak. Kata kunci: Perbandingan, Prestasi Belajar, Metode Pembelajaran Langsung, Materi Gempa Bumi Perbadga Prestas Belajar Sswa Yag Dajarka Dega Metode Thk Par Share Da Metode Pembelajara Lagsug Pada Mater Gempa Bum (Suatu Stud pada SMP Neger Peusaga Sblah Krueg Kabupate Breue) Musbr Abstrak Peelta

Lebih terperinci

BAB 6 PRINSIP INKLUSI DAN EKSKLUSI

BAB 6 PRINSIP INKLUSI DAN EKSKLUSI BB 6 PRINSIP INKLUSI DN EKSKLUSI Pada baga aka ddskuska topk berkutya yatu eumeras yag damaka Prsp Iklus da Eksklus. Kosep dalam bab merupaka perluasa de dalam Dagram Ve beserta oepras rsa da gabuga, amu

Lebih terperinci

STATISTIK. Ukuran Gejala Pusat Ukuran Letak Ukuran Simpangan, Dispersi dan Variasi Momen, Kemiringan, dan Kurtosis

STATISTIK. Ukuran Gejala Pusat Ukuran Letak Ukuran Simpangan, Dispersi dan Variasi Momen, Kemiringan, dan Kurtosis STATISTIK Ukura Gejala Pusat Ukura Letak Ukura Smpaga, Dspers da Varas Mome, Kemrga, da Kurtoss Notas Varabel dyataka dega huruf besar Nla dar varabel dyataka dega huruf kecl basaya dtuls Tmes New Roma

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Metode penelitian sangat diperlukan dalam sebuah penelitian untuk

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Metode penelitian sangat diperlukan dalam sebuah penelitian untuk BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Peelta Metode peelta sagat dperluka dalam sebuah peelta utuk memaham suatu objek peelta da utuk medapatka sejumlah formas tetag masalah pokok yag aka dpecahka. Ada

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI. Dalam pengambilan sampel dari suatu populasi, diperlukan suatu

BAB II LANDASAN TEORI. Dalam pengambilan sampel dari suatu populasi, diperlukan suatu BAB II LADASA TEORI Dalam pegambla sampel dar suatu populas, dperluka suatu tekk pegambla sampel yag tepat sesua dega keadaa populas tersebut. Sehgga sampel yag dperoleh adalah sampel yag dapat mewakl

Lebih terperinci

PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN BERBASIS PREDICT OBSERVATION EXPLAIN SETTING PEMODELAN PADA MAHASISWA TEKNIK INFORMATIKA

PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN BERBASIS PREDICT OBSERVATION EXPLAIN SETTING PEMODELAN PADA MAHASISWA TEKNIK INFORMATIKA PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN BERBASIS PREDICT OBSERVATION EXPLAIN SETTING PEMODELAN PADA MAHASISWA TEKNIK INFORMATIKA Lsta Utam Sekolah Tgg Maajeme Iformatka Da Komputer (STIMIK) AKBA lsta@akba.ac.d

Lebih terperinci

Mean untuk Data Tunggal. Definisi. Jika suatu sampel berukuran n dengan anggota x1, x2, x3,, xn, maka mean sampel didefinisiskan : n Xi.

Mean untuk Data Tunggal. Definisi. Jika suatu sampel berukuran n dengan anggota x1, x2, x3,, xn, maka mean sampel didefinisiskan : n Xi. Mea utuk Data Tuggal Des. Jka suatu sampel berukura dega aggota x1, x, x3,, x, maka mea sampel ddesska : 1... N 1 Mea utuk Data Kelompok Des Mea dar data yag dkelompoka adalah : x x 1 1 1 dega : x = ttk

Lebih terperinci

BAB 2 LANDASAN TEORI. disebut dengan bermacam-macam istilah: variabel penjelas, variabel

BAB 2 LANDASAN TEORI. disebut dengan bermacam-macam istilah: variabel penjelas, variabel BAB LANDASAN TEORI.1 Pegerta Regres Regres dalam statstka adalah salah satu metode utuk meetuka tgkat pegaruh suatu varabel terhadap varabel yag la. Varabel yag pertama dsebut dega bermacam-macam stlah:

Lebih terperinci

METODE PENELITIAN. Kota Bogor. Kecamatan Bogor Barat. Purposive. Kelurahan Cilendek Barat RW 05 N1= 113. Cluster random sampling.

METODE PENELITIAN. Kota Bogor. Kecamatan Bogor Barat. Purposive. Kelurahan Cilendek Barat RW 05 N1= 113. Cluster random sampling. METODE PENELITIAN Desa, Tempat da Waktu Peelta Peelta megguaka desa cross sectoal study. Lokas peelta d Kota Bogor. Pemlha lokas peelta secara purposve dega pertmbaga merupaka salah satu kecamata dega

Lebih terperinci

TAKSIRAN UMUR SISTEM DENGAN UMUR KOMPONEN BERDISTRIBUSI SERAGAM. Sudarno Jurusan Matematika FMIPA UNDIP

TAKSIRAN UMUR SISTEM DENGAN UMUR KOMPONEN BERDISTRIBUSI SERAGAM. Sudarno Jurusan Matematika FMIPA UNDIP JURNAL MATEMATIKA DAN KOMPUTER Vol. 7. No. 1, 11-19, Aprl 004, ISSN : 1410-8518 TAKSIRAN UMUR SISTEM DENGAN UMUR KOMPONEN BERDISTRIBUSI SERAGAM Sudaro Jurusa Matematka FMIPA UNDIP Abstrak Sstem yag dbetuk

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 5 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Dekrp Data Hal Peelta Setelah melakuka peelta, peelt medapatka hal tud lapaga utuk memperoleh data dega tekk te, etelah dlakuka uatu pembelajara atara kelompok

Lebih terperinci

3 Departemen Statistika FMIPA IPB

3 Departemen Statistika FMIPA IPB Supleme Respos Pertemua ANALISIS DATA KATEGORIK (STK51) Departeme Statstka FMIPA IPB Pokok Bahasa Sub Pokok Bahasa Referes Waktu U potess Tga Cotoh atau Lebh U Kruskal-Walls (aalss ragam satu-arah berdasarka

Lebih terperinci

WAKTU PERGANTIAN ALAT BERAT JENIS WHEEL LOADER DENGAN METODE LEAST COST

WAKTU PERGANTIAN ALAT BERAT JENIS WHEEL LOADER DENGAN METODE LEAST COST Koferes Nasoal Tekk Spl 3 (KoNTekS 3) Jakarta, 6 7 Me 009 WAKTU PERGANTIAN ALAT BERAT JENIS WHEEL LOADER DENGAN METODE LEAST COST Maksum Taubrata Program Stud Tekk Spl, Uverstas Krste Maraatha Badug Jl.

Lebih terperinci

III BAHAN/OBJEK DAN METODE PENELITIAN. Objek yang digunakan dalam penelitian ini adalah 50 ekor sapi Pasundan

III BAHAN/OBJEK DAN METODE PENELITIAN. Objek yang digunakan dalam penelitian ini adalah 50 ekor sapi Pasundan III BAHAN/OBJEK DAN METODE PENELITIAN 3.1. Baha da Alat Peelta 3.1.1. Baha Peelta Objek yag dguaka dalam peelta adalah 50 ekor sap Pasuda jata da beta dewasa dega umur -3 tahu da tdak butg utuk meghdar

Lebih terperinci

3/19/2012. Bila X 1, X 2, X 3,,X n adalah pengamatan dari sampel, maka rata-rata hitung dirumuskan sebagai berikut

3/19/2012. Bila X 1, X 2, X 3,,X n adalah pengamatan dari sampel, maka rata-rata hitung dirumuskan sebagai berikut 3/9/202 UKURAN GEJALA PUSAT DAN UKURAN LETAK Kaa Evta Dew, S.Pd., M.S. Ukura gejala pusat Utuk medapatka gambara yag lebh jelas tetag sekumpula data megea sesuatu hal, bak tu dar sampel ataupu populas

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Menurut Babbie, E. (2004: 35), dalam buku Mamang Sangadji Etta dan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Menurut Babbie, E. (2004: 35), dalam buku Mamang Sangadji Etta dan BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Peelta Meurut Babbe, E. 004: 35, dalam buku Mamag Sagadj Etta da Sopah 010:4 metode peelta merupaka cara lmah utuk medapatka data dega tujua da keguaa tertetu. Metode

Lebih terperinci

Regresi & Korelasi Linier Sederhana. Gagasan perhitungan ditetapkan oleh Sir Francis Galton ( )

Regresi & Korelasi Linier Sederhana. Gagasan perhitungan ditetapkan oleh Sir Francis Galton ( ) Regres & Korelas Ler Sederhaa 1. Pedahulua Gagasa perhtuga dtetapka oleh Sr Fracs Galto (18-1911) Persamaa regres :Persamaa matematk yag memugkka peramala la suatu peubah takbebas (depedet varable) dar

Lebih terperinci

PEDOMAN STATISTIK UJI PROFISIENSI

PEDOMAN STATISTIK UJI PROFISIENSI DPLP 3 Rev. 0 PEDOMAN STATISTIK UJI PROFISIENSI Komte Akredtas Nasoal Natoal Accredtato Body of Idoesa Gedug Maggala Waabakt, Blok IV, Lt. 4 Jl. Jed. Gatot Subroto, Seaya, Jakarta 070 Idoesa Tel. : 6 5747043,

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Jes Pedekata da Racaga Peelta Dalam peelta peelt megguaka pedekata kuattatf, meurut Safudd Azwar peelta dega metode kuattatf meekaka aalssya pada data-data yag bersfat

Lebih terperinci

Kata Kunci: model pembelajaran pendidikan lingkungan hidup (Model PLH)

Kata Kunci: model pembelajaran pendidikan lingkungan hidup (Model PLH) bstrak. Tujua peelta adalah membagu Model Pembelajara PLH berbass webste utuk Sekolah Tgkat tas dguaka oleh guru dalam meyampka pembelajara pegelolaa lgkuga hdup secara vald, prakts da efektf. Jes peelta,

Lebih terperinci

FMDAM (2) TOPSIS TOPSIS TOPSIS. Charitas Fibriani

FMDAM (2) TOPSIS TOPSIS TOPSIS. Charitas Fibriani FMDAM (2) Chartas Fbra Techque for Order Preferece by Smlarty to Ideal Soluto () ddasarka pada kosep dmaa alteratf terplh yag terbak tdak haya memlk jarak terpedek dar solus deal postf, amu juga memlk

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang BAB PENDAHULUAN. Latar Belakag Dalam pemodela program ler, semua parameter yag dguaka dalam model dasumska dapat dketahu secara past. Parameter-parameter terdr dar koefse batasa ( ) a, la kuattas batasa

Lebih terperinci

b) Untuk data berfrekuensi fixi Data (Xi)

b) Untuk data berfrekuensi fixi Data (Xi) B. Meghtug ukura pemusata, ukura letak da ukura peyebara data serta peafsraya A. Ukura Pemusata Data Msalka kumpula data berkut meujukka hasl pegukura tgg bada dar orag sswa. 0 cm 30 cm 5 cm 5 cm 35 cm

Lebih terperinci

BAB III MENYELESAIKAN MASALAH REGRESI INVERS DENGAN METODE GRAYBILL. Masalah regresi invers dengan bentuk linear dapat dijumpai dalam

BAB III MENYELESAIKAN MASALAH REGRESI INVERS DENGAN METODE GRAYBILL. Masalah regresi invers dengan bentuk linear dapat dijumpai dalam BAB III MENYELESAIKAN MASALAH REGRESI INVERS DENGAN METODE GRAYBILL 3. Pegerta Masalah regres vers dega betuk lear dapat djumpa dalam berbaga bdag kehdupa, dataraya dalam bdag ekoom, kesehata, fska, kma

Lebih terperinci

BAB 2 LANDASAN TEORI. yang akan terjadi pada masa yang akan datang dengan waktu yang relative lama.

BAB 2 LANDASAN TEORI. yang akan terjadi pada masa yang akan datang dengan waktu yang relative lama. BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Pegerta Peramala Peramala ( forecastg ) adalah kegata memperkraka atau mempredkska apa yag aka terjad pada masa yag aka datag dega waktu yag relatve lama. Sedagka ramala adalah

Lebih terperinci

Notasi Sigma. Fadjar Shadiq, M.App.Sc &

Notasi Sigma. Fadjar Shadiq, M.App.Sc & Notas Sgma Fadjar Shadq, M.App.Sc (fadjar_pg@yahoo.com & www.fadjarpg.wordpress.com Notas sgma memag jarag djumpa dalam kehdupa sehar-har, tetap otas tersebut aka bayak djumpa pada baga matematka yag la,

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Waktu da tempat peelta Dalam upaya pelaksaaa peelta,maka peelt melakukaya pada : 1. Tempat Peelta Gua memperoleh data yag dperluka dalam peulsa Skrps yag berjudul Pembetuka

Lebih terperinci

BAB 2 LANDASAN TEORITIS. yang akan terjadi pada masa yang akan datang dengan waktu yang relatif lama.

BAB 2 LANDASAN TEORITIS. yang akan terjadi pada masa yang akan datang dengan waktu yang relatif lama. BAB 2 LANDASAN TEORITIS 2.1 Pegerta Peramala Peramala ( forecastg ) adalah kegata memperkraka atau mempredkska apa yag aka terjad pada masa yag aka datag dega waktu yag relatf lama. Sedagka ramala adalah

Lebih terperinci

BAB III 1 METODE PENELITAN. Penelitian dilakukan di SMP Negeri 2 Batudaa Kab. Gorontalo dengan

BAB III 1 METODE PENELITAN. Penelitian dilakukan di SMP Negeri 2 Batudaa Kab. Gorontalo dengan BAB III METODE PENELITAN. Tempat Da Waktu Peelitia Peelitia dilakuka di SMP Negeri Batudaa Kab. Gorotalo dega subject Peelitia adalah siswa kelas VIII. Pemiliha SMP Negeri Batudaa Kab. Gorotalo. Adapu

Lebih terperinci

TATAP MUKA III UKURAN PEMUSATAN DATA (MEAN, MEDIAN DAN MODUS) Fitri Yulianti, SP. Msi.

TATAP MUKA III UKURAN PEMUSATAN DATA (MEAN, MEDIAN DAN MODUS) Fitri Yulianti, SP. Msi. TATAP MUKA III UKURAN PEMUSATAN DATA (MEAN, MEDIAN DAN MODUS) Ftr Yulat, SP. Ms. UKURAN DATA Ukura data Ukura Pemusata data Ukura letak data Ukura peyebara data Mea Meda Jagkaua Meda Kuartl Jagkaua atar

Lebih terperinci

Ukuran Pemusatan Data. Arum Handini P., M.Sc Ayundyah K., M.Si.

Ukuran Pemusatan Data. Arum Handini P., M.Sc Ayundyah K., M.Si. Ukura Pemusata Data Arum Had P., M.Sc Ayudyah K., M.S. Notas utuk Populas da Sampel Notas: Mea (rata-rata) Sample x Populas μ Varas s 2 σ 2 Smpaga baku s σ Ukura Pemusata Data 1. Mea (rata-rata) 2. Meda

Lebih terperinci

BAB II. MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE INDEX CARD MATCH, HASIL BELAJAR, dan MATERI STATISTIKA

BAB II. MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE INDEX CARD MATCH, HASIL BELAJAR, dan MATERI STATISTIKA BAB II MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE INDEX CARD MATCH, HASIL BELAJAR, da MATERI STATISTIKA A. Model Pembelajara Kooperatf Tpe Idex Card Match (ICM) 1. Pegerta Model Pembelajara Kooperatf Slav (2005:

Lebih terperinci

Jurnal Matematika Murni dan Terapan Vol. 4 No.2 Desember 2010: ANALISIS REGRESI LINEAR BERGANDA DENGAN SATU VARIABEL BONEKA (DUMMY VARIABLE)

Jurnal Matematika Murni dan Terapan Vol. 4 No.2 Desember 2010: ANALISIS REGRESI LINEAR BERGANDA DENGAN SATU VARIABEL BONEKA (DUMMY VARIABLE) Jural Matematka Mur da Terapa Vol. 4 No. esember : 4 - ANALISIS REGRESI LINEAR BERGANA ENGAN SATU VARIABEL BONEKA (UMMY VARIABLE Tat Krsawardha Nur Salam da ew Aggra Program Stud Matematka Uverstas Lambug

Lebih terperinci

BAB III INTEGRAL RIEMANN-STIELTJES. satu pendekatan untuk membentuk proses titik. Berkaitan dengan masalah

BAB III INTEGRAL RIEMANN-STIELTJES. satu pendekatan untuk membentuk proses titik. Berkaitan dengan masalah BAB III INEGRAL RIEMANN-SIELJES. Pedahulua Pada Bab, telah dsggug bahwa ukura meghtug merupaka salah satu pedekata utuk membetuk proses ttk. Berkata dega masalah perhtuga, ada hal meark yag perlu amat,

Lebih terperinci

BAB III PROSEDUR PENELITIAN

BAB III PROSEDUR PENELITIAN BAB III PROEDUR PENELITIAN A. Metode Peelta Metode merupaka suatu cara yag dtempuh utuk mecapa suatu tujua, tujua peelta adalah megugkapka, meggambarka da meympulka hasl peelta melalu suatu cara yag sesua

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI BAB II LANDASAN TEORI Bab aka mejelaska megea ladasa teor yag dpaka oleh peuls dalam peelta. Bab dbag mejad beberapa baga, yag masg masg aka mejelaska Prcpal Compoet Aalyss (PCA), Egeface, Klusterg K-Meas,

Lebih terperinci