BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG
|
|
|
- Ida Indradjaja
- 8 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG Indonesia merupakan negara kepulauan yang memiliki wilayah topografi daratan yang beragam dan wilayah perairan yang luas. Dalam hal kebutuhan transportasi dan rekreasi, potensi pengembangan sebuah kendaraan yang dapat menjangkau wilayah perairan dan daratan tersebut adalah sangat besar. Hovercraft adalah jenis kendaraan amfibi, yaitu jenis kendaraan ini dapat diperasikan di darat maupun di wilayah perairan. Pada dasarnya penggunaan hovercraft sebagai salah satu kendaraan transportasi atau rekreasi masih relatif baru dan masih terus dikembangkan dari sisi teknis dan ekonomisnya. Sejak pertama kali ditemukan dan dikembangkan, aplikasi hovercraft biasa ditemui untuk kondisi noncomercial, seperti penyelamatan, dan pencarian, keadaan darurat, keperluan militer, kendaraan artic, icebreaking, patroli, ferri maupun dan balap. Keterbatasan pengembangan hovercraft sebagai kendaraan transportasi dan rekreasi tidak terlepas dari permasalahan harga yang sangat besar bila dibandingkan dengan kendaraan lainnya. Beberapa faktor yang menyebabkan mahalnya transportasi ini adalah pada sisitem angkatnya yang menggunakan aliran udara secara kontintinyu dari fan melalui bag dan skirt ke cushion area yang membuat hovercraft melayang (hovering). Prinsip kerja hovercraft pertama kali ditemukan oleh Christopher Cockerell pada tahun 1955, yaitu lewat prinsip annular jet-nya. Ide dasar dari percobaan yang dilakukan oleh Christopher Cockerell adalah untuk menciptakan sebuah kendaraan yang menggunakan udara sebagai media lubrikasinya, karena diketahui bahwa udara merupakan media yang memiliki nilai friksi yang rendah. Mengacu pada prinsip dasar hovercraft, maka berbeda dengan kendaraan tradisional pada umumnya, kendaraan ini memiliki memiliki dua karakteristik yang unik, yang pertama adalah kemampuannya memberikan resistansi yang sangat rendah dbandingkan kendaraan manapun yang pernah dibuat dan yang kedua adalah 1
2 kemampuannya memberikan tekanan footprint yang sangat rendah. Karakteristik khusus hovercraft yang merupakan penelitian dan pencarian yang dilakukan oleh Christopher Cockerell adalah resistansi yang rendah yang akan membuat kendaraan mampu dikendarai diatas udara. Kemampuan ini merupakan kemampuan kendaraan yang tidak menyentuh tanah sehingga dapat dikendarai melalui berbagai jenis jalan (tanah, air, lumpur, rawa, pasir dan es) secara kontinyu. Karakteristik inilah yang tidak dimiliki oleh kendaraan apapun hingga saat ini baik itu kendaraan darat, air maupun udara (balon udara, airship dan pesawat). Karakteristik dominan kedua dari hovercraft adalah kemampuannya memberikan tekanan footprint yang sangat rendah ( 0, ,84 10 N m ). Hal ini menjadi signifikan ketika dibutuhkan sebuah kendaraan yang mampu berjalan pada kondisi jalan yang buruk maupun kondisi jalan yang sangat sensitif. Kemampuan ini dibutuhkan ketika kendaraan akan dijalankan pada lingkungan yang secara ekologi sangat sensitif seperti tundra dan rawa. Sebuah penelitian yang telah dilakukan menyatakan bahwa tekanan kontak maksimum untuk mencegah kerusakan ekologi adalah tidak lebih dari dan N untuk tundra 2,4 m N untuk rawa. 1 Terlihat bahwa hovercraft sangat cocok digunakan 0,52 m dalam kondisi seperti ini. Sebagai perbandingan tekanan footprint dari ban mobil adalah sepuluh kali dari tekanan footprint hovercraft. 2 Mengacu pada besarnya potensi hovercraft untuk dikembangkan sebagai kendaraan rekreasi, maka penulis bersama rekan-rekan penulis lainnya, yaitu : Febri Razakur Rahim ( Y)[5], dan Irvan Darmawan ( X)[6] mencoba untuk melakukan optimasi performa kerja dan redesain integrated circular hovercraft dengan kapasitas satu orang penumpang yang telah dibuat oleh Ahmad Fauzan ( )[7] dan rekan-rekan sebelumnya. 1 G.R, Bert Travel on Thawed Tundra, University of Alaska. 2 Amyot, Joseph R Hovercraft Technology, Economics and Applications. Amsterdam : Elsevier Science Publisher B.V. 2
3 1.2 PERUMUSAN MASALAH Permasalahan yang dihadapi adalah dalam melakukan proses evaluasi, optimasi dan redesain terhadap sistem rancang bangun Integrated circular hovercraft yang telah dibuat oleh Ahmad Fauzan ( )[7] dan rekan-rekan. Desain awal hovercraft yang dibuat adalah dalam ukuran yang relatif kecil, yaitu dengan kapasitas satu orang penumpang, beban maksimum operasional 150 kg, diameter maksimal hovercraft sebesar 1,2 m, diameter untuk Hull adalah sebesar 1 m, ketinggian maksimal hovercraft sebesar 35 cm, hover gap 1 inchi (2.54 cm) serta menggunakan sistem bag skirt dengan nilai jari-jari (r) adalah mm dan jari-jari (R) adalah mm dengan transfer hole berjumlah delapan buah (diameter 80 mm). Terdapat dua permasalahan yang menjadi pokok bahasan, pertama adalah kondisi operasional rancang bangun awal sistem bag skirt yang belum mampu untuk memberikan nilai gaya angkat minimum hovercraft. Bag adalah salah satu komponen hovercraft yang berfungsi untuk menyimpan udara bertekanan sebelum melewati cushion area. Tekanan pada dareah cushion (P c ) ini sangat berpengaruh terhadap besarnya nilai lift force (gaya angkat) hovercraft. Ketidakefisienan desain bag skirt dapat berdampak pada berkurangnya nilai cushion pressure (P c ) yang secara langsung dapat memperkecil nilai lift force hovercraft tersebut. Untuk itu analisis dilakukan dengan mengevalusi faktor-faktor yang mempengaruhi cushion pressure (P c ) tersebut. Permasalahan kedua dalam skripsi ini adalah membangun satu sistem yang dapat menjaga gaya buoyancy hovercraft sehingga hovercraft tetap berada pada keadaan mengapung meskipun engine dimatikan 1.3 TUJUAN PENULISAN Tujuan dari penulisan adalah untuk membangun sistem buoyancy pada desain awal integrated circular hovercraft yang digunakan untuk menjaga hovercraft tetap berada dalam keadaan terapung meskipun engine dimatikan. Penulisan juga dititik beratkan pada optimasi nilai tekanan cushion (P c ) dan pengurangan nilai pressure drop dari bag ke cushion. 3
4 1.4 PEMBATASAN MASALAH Pembatasan masalah yang dilakukan pada penulisan skripsi ini adalah pada dua hal, yaitu perancangan sistem sistem bouyancy hovercraft dan simulasi desain. Perancangan sistem buoyancy hovercraft dilakukan dengan sistem rotary plate dan penambahan elemen stereofoam di bawah alas hovercraft, sedangkan proses simulasi desain dilakukan dengan menggunakan software CFD EFD Lab 8.1 (Solidworks) terhadap variabel variabel berikut : 1. Pencarian sumber permasalahan, yaitu simulasi jumlah dan ukuran diameter transfer hole serta ukuran diameter (R dan r) desain awal bag skirt hofercraft terhadap nilai pressure drop dari bag ke cushion, nilai tekanan di cushion (P c ) dan debit aliran yang dihasilkan 2. Modifikasi desain, yaitu langkah yang dilakukan untuk optimasi nilai tekanan di cushion (P c ) dan nilai pressure drop-nya, modifikasi terdiri dari beberapa model yaitu : a. Simulasi cutting bag, yaitu untuk melihat efek pemotongan area transfer hole di bag skirt b. Simulasi penambahan ukuran diameter transfer hole bag skirt c. Simulasi konstruksi baru, yaitu dengan penambahan plenum chamber, pengurangan ukuran diameter skirt dan variasi transfer hole yang terdapat di hull hovercraft 1.5 METODOLOGI PENULISAN Metode perancangan pada Tugas Akhir ini dilakukan dengan langkahlangkah sebagai berikut : 1. Studi kepustakaan Dilakukan dengan membaca buku-buku teks, jurnal-jurnal dan internet yang berhubungan dengan penulisan. 2. Identifikasi permasalahan Proses identifikasi permasalahan dilakukan dengan melihat spesifikasi model integrated circular hovercraft yang dibuat oleh Ahmad Fauzan[7] dan rekan- 4
5 rekan, yang meliputi beban total, dimensi hovercraft (khususnya pada bag skirt system), pemilihan fan, dan faktor lain yang mempengaruhi cushion pressure. 3. Desain Model Desain permodelan (CAD) dilakukan dengan menggunakan software Solidworks 2007 Profesional edition. 4. Proses Penghitungan Proses penghitungan dilakukan untuk mengetahui parameter-parameter seperti debit udara, tekanan, dll yang nantinya akan digunakan untuk pemilihan jenis fan dan engine yang seharusnya dilakukan pada desain awal hovercraft dan kebutuhan parameter-parameter tersebut terhadap desain final yang akan dibuat. 5. Proses Simulasi Proses simulasi dilakukan untuk mengetahui karakteristik fluida/udara (pada bagian internal) dari hovercraft, yaitu bag skirt system. Dimana pada proses simulasi ini penulis menggunakan software EFD lab 8.1 (Solidworks 2007 Profesional edition). 6. Validasi Validasi dilakukan untuk mengetahui tingkat keakuratan dari simulasi yang dilakukan, yaitu dengan membandingkan data hasil simulasi dengan nilai hasil pengukuran fan yang dilakukan di lab mekanika fluida (dengan menggunakan wind tunnell). Proses simulasi dapat dikatakan mendapatkan hasil yang baik dan mendekati keadaan real apabila nilai deviasi yang kecil antara keduanya. 5. Proses perancangan sistem buoyancy hovercraft yang berupa rotary plate dan penambahan elemen stereofoam (Konstruksi) Proses perancangan dilakukan setelah desain dan perhitungan yang dilakukan telah fixed (ditetapkan). 5
6 1.6 SISTEMATIKA PENULISAN Sistematika yang digunakan dalam penulisan skripsi ini adalah sebagai berikut: BAB I PENDAHULUAN Bab ini berisi latar belakang, perumusan masalah, pembatasan masalah, tujuan penulisan, metodologi penulisan, dan sistematika penulisan BAB II STUDI LITERATUR Bab ini berisi tentang dasar teori dan rumus yang digunakan dalam pengujian dan penulisan skripsi. BAB III DESAIN CIRCULAR HOVERCRAFT DAN MODIFIKASI DESAIN Bab ini berisi penjelasan desain awal integrated circuar hovecraft, perhitungan awal dan modifikasi disan hovercraft yang dilakukan BAB IV MODEL EKSPERIMENTAL, PENGOLAHAN DATA DAN VALIDASI Bab ini berisi pemodelan fan lab mekanika fluida (wind tunnell), pengolahan data kecepatan, debit, tekanan statis dan proses validasi software EFD Lab 8.1 terhadap kondisi real operasional fan BAB V PEMODELAN SIMULASI CFD Bab ini berisi mengenai tahapan-tahapan dalam melakukan desain model geometri 3D dan proses simulasi. BAB VI HASIL DAN PEMBAHASAN Bab ini berisi analisis dari hasil simulasi yang telah didapatkan BAB VII KESIMPULAN Bab ini berisi kesimpulan dari simulasi dan pengujian pada hovercraft yang telah dilakukan. 6
BAB III DESAIN CIRCULAR HOVERCRAFT PROTO X-1 DAN PROSES OPTIMASI DESAIN
BAB III DESAIN CIRCULAR HOVERCRAFT PROTO X-1 DAN PROSES OPTIMASI DESAIN 3.1 DESAIN CIRCULAR HOVERCRAFT PROTO X-1 Rancang bangun Circular Hovercraft Proto-X1 adalah jenis light hovercraft yang dibuat dengan
IRVAN DARMAWAN X
OPTIMASI DESAIN PEMBAGI ALIRAN UDARA DAN ANALISIS ALIRAN UDARA MELALUI PEMBAGI ALIRAN UDARA SERTA INTEGRASI KEDALAM SISTEM INTEGRATED CIRCULAR HOVERCRAFT PROTO X-1 SKRIPSI Oleh IRVAN DARMAWAN 04 04 02
Lampiran 1 CAD Drawing Hasil Optimasi Circular Hovercraft Proto X-1
Lampiran 1 CAD Drawing Hasil Optimasi Circular Hovercraft Proto X-1 Lampiran 2 Pemodelan Dengan Graphical User Interface SolidWorks dan EFD.Lab 8 PEMBUATAN CAD GEOMETRI BAG SKIRT No 1. Memulai Solidworks
BAB I PENDAHULUAN. semak-semak, sungai, danau, bendungan, pesisir pantai, dan lain-lain. Pada
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang masalah Dinegara Indonesia terdapat banyak sekali daerah yang berupa rawa-rawa, semak-semak, sungai, danau, bendungan, pesisir pantai, dan lain-lain. Pada tempat-tempat
BAB I PENDAHULUAN. Negara Indonesia terdapat banyak sekali daerah yang berupa rawa-rawa,
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Negara Indonesia terdapat banyak sekali daerah yang berupa rawa-rawa, semak-semak, sungai, danau, pesisir pantai, dan lain-lain. Pada tempat-tempat tersebut cukup sulit
PENGARUH SUDUT BLADE TERHADAP THRUST FORCE PADA HOVERCRAFT. Dadang Hermawan 1) Nova Risdiyanto Ismail (2) ABSTRAK
PENGARUH SUDUT BLADE TERHADAP THRUST FORCE PADA HOVERCRAFT Dadang Hermawan 1) Nova Risdiyanto Ismail (2) ABSTRAK Indonesia juga sebagai Negara yang memiliki iklim tropis yang sangat rentan terhadap bencana
TUGAS AKHIR ANALISA PERANCANGAN SISTEM ANGKAT INTEGRATED HOVERCRAFT KAPASITAS 150 KG MENGGUNAKAN MIXED FLOW FAN BERDAYA KAPASITAS 1200 PA
TUGAS AKHIR ANALISA PERANCANGAN SISTEM ANGKAT INTEGRATED HOVERCRAFT KAPASITAS 150 KG MENGGUNAKAN MIXED FLOW FAN BERDAYA KAPASITAS 1200 PA Diajukan guna melengkapi sebagian syarat dalam mencapai gelar Sarjana
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Gambaran Umum Hovercraft Hovercraft adalah suatu kendaraan yang berjalan diatas bantalan udara (air cushion) yang pergerakannya dihasilkan dari gaya angkat dan gaya dorong yang
PENGARUH PANJANG CEROBONG DAN SUDUT BLADE TERHADAP DAYA THRUST PADA HOVERCRAFT ABSTRAK
PENGARUH PANJANG CEROBONG DAN SUDUT BLADE TERHADAP DAYA THRUST PADA HOVERCRAFT Ahmad Chudori 1), Naif Fuhaid 2), Achmad Farid 3). ABSTRAK Hovercraft adalah suatu kendaraan atau alat transportasi yang berjalan
PERANCANGAN DAN PENGUJIAN KENDARAAN MODEL INTEGRATED HOVERCRAFT ABSTRAK
PERANCANGAN DAN PENGUJIAN KENDARAAN MODEL INTEGRATED HOVERCRAFT Muchamad Zulfi 1), Ir. Akhmad Farid,MT 2) Ir. Naif Fuhaid, MM 3) ABSTRAK Integrated Hovercraft adalah suatu kendaraan yang berjalan diatas
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Transportasi merupakan salah satu hal yang harus dijamin keberadaan dan kelangsungannya oleh suatu negara. Tanpa ada transportasi yang baik, maka akan sulit bagi negara
RANCANG BANGUN PURWARUPA HOVERCRAFT NIRKABEL
RANCANG BANGUN PURWARUPA HOVERCRAFT NIRKABEL Triono Setyo Widayat, Yuliman Purwanto, dan I Ketut Swakarma. Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Dian Nuswantoro (UDINUS) Jl. Nakula 1-5,
BAB V DESAIN. Gambar 5.1. Desain awal the Hoverboard. Aplikasi material pada gambar hanya untuk memperjelas konstruksi
BAB V DESAIN Setelah melakukan analisa teoretik dan percobaan, maka dibuat suatu rancangan yang akan lebih baik dari kedua model yang sudah dibuat. Gambar 5.1 menunjukkan penampakan keseluruhan rancangan
DEPARTEMEN TEKNIK MESIN FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2012
ANALISIS AERODINAMIKA AIRFOIL NACA 2412 PADA SAYAP PESAWAT MODEL TIPE GLIDER DENGAN MENGGUNAKAN SOFTWARE BERBASIS COMPUTIONAL FLUID DINAMIC UNTUK MEMPEROLEH GAYA ANGKAT MAKSIMUM SKRIPSI Skripsi Yang Diajukan
BAB I PENDAHULUAN. mobil dan alat transportasi lainnya disebabkan adanya gerakan. relatif dari udara disepanjang bentuk body kendaraan.
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Semua fenomena aerodinamis yang terjadi pada kendaraan mobil dan alat transportasi lainnya disebabkan adanya gerakan relatif dari udara disepanjang bentuk body kendaraan.
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Dilihat dari sisi geografisnya, Indonesia merupakan negara kepulauan yang terbentang sangat luas dari Sabang sampai Merauke dan pulau-pulau tersebut dipisahkan
BAB I PENDAHULUAN. Pada era globalisasi ini, perkembangan dunia teknologi dan informasi. Animasi komputer salah satu bentuk modern cara pembuatan dan
BAB I PENDAHULUAN I.1. Latar Belakang Pada era globalisasi ini, perkembangan dunia teknologi dan informasi semakin berkembang dengan pesat. Khususnya yang berkaitan dengan komputer sehingga setiap orang
BAB I PENDAHULUAN. pikiran terlintas mengenai ilmu mekanika fluida, dimana disitu terdapat
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Bila berbicara mengenai masalah aerodinamika, maka dalam pikiran terlintas mengenai ilmu mekanika fluida, dimana disitu terdapat pembahasan mengenai dinamika fluida.
PENGARUH BENTUK BLADE DAN HOUSING BLADE TERHADAP KINERJA HOVERCRAFT ABSTRAK
PENGARUH BENTUK BLADE DAN HOUSING BLADE TERHADAP KINERJA HOVERCRAFT Naif Fuhaid 1) Nova Risdiyanto Ismail (2) ABSTRAK Indonesia juga sebagai Negara yang memiliki iklim tropis yang sangat rentan terhadap
BAB I PENDAHULUAN. Berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi. mendorong terciptanya suatu produk dan memiliki kualitas yang baik.
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi mendorong terciptanya suatu produk dan memiliki kualitas yang baik. Pada industri manufacturing hal ini menjadi masalah
Sumber :
Sepeda motor merupakan kendaraan beroda dua yang ditenagai oleh sebuah mesin. Penggunaan sepeda motor di Indonesia sangat populer karena harganya yang relatif murah. Sumber : http://id.wikipedia.org Rachmawan
STUDI NUMERIK : MODIFIKASI BODI NOGOGENI PROTOTYPE PROJECT GUNA MEREDUKSI GAYA HAMBAT
STUDI NUMERIK : MODIFIKASI BODI NOGOGENI PROTOTYPE PROJECT GUNA MEREDUKSI GAYA HAMBAT GLADHI DWI SAPUTRA 2111 030 013 DOSEN PEMBIMBING DEDY ZULHIDAYAT NOOR, ST, MT, PhD PROGRAM STUDI DIPLOMA III TEKNIK
Bab I Pendahuluan. 1.1 Latar Belakang
Bab I Pendahuluan... 1 1.1 Latar Belakang... 1 1.2 Tujuan Penelitian... 4 1.3 Pembatasan Masalah... 4 1.4 Metoda Penelitian... 4 1.5 Sistematika Penulisan... 5 Gambar 1. 1 Mesin Turbofan TAY650-15 [10]...
Kajian Awal Kekuatan Rangka Sepeda Motor Hibrid
Kajian Awal Kekuatan Rangka Sepeda Motor Hibrid C. Prapti Mahandari, Dita Satyadarma, Firmansyah Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknologi Industri Universitas Gunadarma Jln Margonda Raya 100 Depok Jawa
Tugas Akhir TM
Tugas Akhir TM 090340 REDESAIN PERENCANAAN SISTEM CONTINUOSLY VARIABLE TRANSMISSION (CVT) DAN PENGARUH BERAT ROLLER TERHADAP KINERJA PULLEY PADA SEPEDA MOTOR MATIC Program Studi D3 Teknik Mesin Fakultas
BAB I PENDAHULUAN. aerodinamika pesawat terbang adalah mengenai airfoil sayap. pesawat. Fenomena pada airfoil yaitu adanya gerakan fluida yang
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Aerodinamika merupakan ilmu dasar ketika membahas tentang prinsip pesawat terbang. Dan salah satu pembahasan dalam ilmu aerodinamika pesawat terbang adalah mengenai
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA Secara umum dalam penyusunan tugas akhir ini ada beberapa landasan teori yang dapat menunjang pembuatan tugas akhir ini, diantaranya : 2.1.Hovercraft Hovercraft adalah sebuah kendaraan
BAB I PENDAHULUAN. untuk memenuhi dan memudahkan segala aktifitas manusia, karena aktifitas
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Pada dasarnya teknologi yang ditemukan dalam segala hal bertujuan untuk memenuhi dan memudahkan segala aktifitas manusia, karena aktifitas dari manusia yang semakin
MICROCELLULAR INJECTION MOLDING SEBAGAI ALTERNATIF DALAM PEMBUATAN PRODUK PLASTIK
TUGAS AKHIR LABORATORIUM PERANCANGAN DAN PENGEMBANGAN PRODUK MICROCELLULAR INJECTION MOLDING SEBAGAI ALTERNATIF DALAM PEMBUATAN PRODUK PLASTIK AJUN HAKIKI 2105 100 147 JURUSAN TEKNIK MESIN FAKULTAS TEKNOLOGI
SIMULASI NUMERIK PENGARUH MULTI-ELEMENT AIRFOIL TERHADAP LIFT DAN DRAG FORCE PADA SPOILER BELAKANG MOBIL FORMULA SAE DENGAN VARIASI ANGLE OF ATTACK
SIMULASI NUMERIK PENGARUH MULTI-ELEMENT AIRFOIL TERHADAP LIFT DAN DRAG FORCE PADA SPOILER BELAKANG MOBIL FORMULA SAE DENGAN VARIASI ANGLE OF ATTACK ARIF AULIA RAHHMAN 2109.100.124 DOSEN PEMBIMBING NUR
PERANCANGAN RANGKA GOKAR LISTRIK
PERANCANGAN RANGKA GOKAR LISTRIK Hafidz Ammar Haryono Putro 1), Stenly Tangkuman 2), Michael Rembet 3) Jurusan Teknik Mesin Universitas Sam Ratulangi ABSTRAK Tujuan Penelitian ini untuk mendapatkan sebuah
BAB I PENDAHULUAN. Pada tahun 1947, George B. Dantzig, seorang anggota kelompok penelitian
BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG Pada tahun 1947, George B. Dantzig, seorang anggota kelompok penelitian Angkatan Udara Amerika Serikat yang dikenal sebagai Project SCOOP (Scientific Computation Of
PENGARUH HONEYCOMB SEBAGAI PENYEARAH ALIRAN FLUIDA PADA OPEN CIRCUIT WIND TUNNEL
PENGARUH HONEYCOMB SEBAGAI PENYEARAH ALIRAN FLUIDA PADA OPEN CIRCUIT WIND TUNNEL Nama :Ega Febi Kusmawan NPM : 22411331 Jurusan : Teknik Mesin Fakultas : Teknologi Industri Pembimbing :Dr.-Ing. Mohamad
(Sumber :
Bab I Pendahuluan I.1 Latar Belakang Laboratorium Proses Manufaktur merupakan salah satu laboratorium pada program studi Teknik Industri, Fakultas Rekayasa Industri Universitas Telkom. Laboratorium ini
BAB I PENDAHULUAN. mengenai pengukuran, baik pengukuran suhu, tekanan, kecepatan dan masih
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Seiring perkembangan teknologi, penciptaan peralatan pendukung untuk menunjang mesin-mesin canggih semakin banyak dan beragam, seperti halnya pada alat-alat kontrol
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Dalam perkembanggan dalam kedirgantaraan banyak. kasus yang menyebabkan pesawat terbang tidak efisien
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Dalam perkembanggan dalam kedirgantaraan banyak kasus yang menyebabkan pesawat terbang tidak efisien dalam hal konsumsi bahan bakar antara lain kasus terjadinya vortex
Penduduk Menurut Kelompok Umur dan Tingkat Kesulitan Berjalan Indonesia Perkotaan + Perdesaan Laki-laki + Perempuan
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Kaum difabel daksa adalah sebutan bagi mereka yang mengalami cacat (baik bawaan maupun sejak lahir) lantaran bencana, kecelakaan dan sebagainya, sehingga menyebabkan
BAB I PENDAHULUAN I.1. Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN I.1. Latar Belakang Masalah Kebutuhan informasi yang cepat dan tepat dalam menunjang kinerja suatu bidang sangat diperlukan saat ini. Salah satunya adalah informasi di bidang otomotif,
INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG
PERANCANGAN AWAL PAPAN LUNCUR LAYANG (Preliminary Design of the Hoverboard) TUGAS SARJANA Karya ilmiah sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Teknik dari Institut Teknologi Bandung Oleh
Desain dan Simulasi Frame dan Bodi Kendaraan Konsep Urban Menggunakan Software CAD
Available online at Website http://ejournal.undip.ac.id/index.php/rotasi Desain dan Simulasi Frame dan Bodi Kendaraan Konsep Urban Menggunakan Software *Agus Mukhtar, Yuris Setyoadi, Aan Burhanuddin Jurusan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG
BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG Sistem suspensi merupakan bagian yang sangat berperan untuk meningkatkan kenyamanan dalam berkendaraan, karena sistem ini adalah bagian yang menumpu atau menahan berat
BAB 1 PENDAHULUAN. 1-1 Universitas Kristen Maranatha
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Indonesia merupakan negara kepulauan yang memiliki banyak pulau sehingga masih banyak daerah-daerah terpencil dan tertinggal yang belum merasakan perkembangan
BAB I PENDAHULUAN. mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja kendaraan. truk dengan penambahan pada bagian atap kabin truk berupa
BAB I PENDAHULUAN 1.1 SUBYEK PENELITIAN Pengerjaan penelitian dalam tugas akhir ini dilakukan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja kendaraan truk dengan penambahan pada bagian atap
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Sejak abad ke 18 kereta api sudah digunakan untuk mengangkut berbagai jenis barang. Perkembangan paling pesat terjadi pada saat Revolusi Industri abad ke 19. Kereta
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perancangan Prototype Landing Gear System Dan Monitoring Pergerakan Landing Gear System
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pesawat merupakan salah satu modal transportasi yang sangat sering digunakan oleh sebagian besar masyarakat untuk berpergian jarak jauh. Tentunya faktor keamanan sangat
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Waktu Dan Tempat Penelitian Penelitian ini dilakukan di Lab. Mekanika Struktur Jurusan Teknik Mesin Universitas Lampung untuk mensimulasikan kemampuan tangki toroidal penampang
Fakultas Teknologi Industri, Jurusan Teknik Mesin ABSTRAKSI
PENGARUH BEBAN DAN TEKANAN UDARA PADA DISTRIBUSI TEGANGAN VELG JENIS LENSO AGUS EFENDI Fakultas Teknologi Industri, Jurusan Teknik Mesin ABSTRAKSI Velg merupakan komponen utama dalam sebuah kendaraan.
Gambar 1.1 Skema kontrol helikopter (Sumber: Stepniewski dan Keys (1909: 36))
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Umunya pesawat diklasifikasikan menjadi dua kategori yaitu sayap tetap (fix wing) dan sayap putar (rotary wing). Pada sayap putar pesawat tersebut dirancang memiliki
Gambar 11 Sistem kalibrasi dengan satu sensor.
7 Gambar Sistem kalibrasi dengan satu sensor. Besarnya debit aliran diukur dengan menggunakan wadah ukur. Wadah ukur tersebut di tempatkan pada tempat keluarnya aliran yang kemudian diukur volumenya terhadap
BAB I PENDAHULUAN. bagian yang kecil sampai bagian yang besar sebelum semua. bagian tersebut dirangkai menjadi sebuah pesawat.
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Dalam sebuah manufaktur pesawat terbang, desain dan analisis awal sangatlah dibutuhkan sebelum pesawat terbang difabrikasi menjadi bentuk nyata sebuah pesawat yang
Analisa Aliran Fluida dan Analisa Gaya Pada Fan Lifter dan Thruster Hovercraft
PAPER TUGAS AKHIR TEKNIK SISTEM PERKAPALAN FTK ITS 1 Analisa Aliran Fluida dan Analisa Gaya Pada Fan Lifter dan Thruster Hovercraft R. Rendi Pramadiansyah S., dan Ir. Amiadji M.M, M.Sc., Irfan Syarif Arief
BAB I PENDAHULUAN. 1. Engine sebagai penghasil power tidak beroperasi. 2. Ada kebocoran pada pipa hidrolik
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Program studi teknik Aeronautika Politeknik Negeri Bandung memiliki pesawat Grand Commander sebagai objek praktek mahasiswanya. Secara umum komponen/bagian-bagian
PERANCANGAN TEKNIS BAUT BATUAN BERDIAMETER 39 mm DENGAN KEKUATAN PENOPANGAN kn LOGO
www.designfreebies.org PERANCANGAN TEKNIS BAUT BATUAN BERDIAMETER 39 mm DENGAN KEKUATAN PENOPANGAN 130-150 kn Latar Belakang Kestabilan batuan Tolok ukur keselamatan kerja di pertambangan bawah tanah Perencanaan
Redesign Sistem Peredam Sekunder dan Analisis Pengaruh Variasi Nilai Koefisien Redam Terhadap Respon Dinamis Kereta Api Penumpang Ekonomi (K3)
E33 Redesign Sistem Peredam Sekunder dan Analisis Pengaruh Variasi Nilai Koefisien Redam Terhadap Respon Dinamis Kereta Api Penumpang Ekonomi (K3) Dewani Intan Asmarani Permana dan Harus Laksana Guntur
BAB I PENDAHULUAN. Gambar 1.1 Contoh Gambar dari Rear Tipper Vessel [9]
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Perkenalan Perkembangan dunia transportasi telah menjadi salah satu sorotan utama masyarakat dunia pada dewasa ini. Untuk mendukung keterlanjutan akan perkembangan tersebut, dibutuhkan
BAB 1 PENDAHULUAN. 1-1 Universitas Kristen Maranatha
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Dengan kemajuan teknologi di saat ini keterbatasan yang dirasakan oleh penyandang cacat kaki untuk berpindah tempat kini sudah dapat diatasi. Kini sudah ada
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
I-1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Seiring dengan kemajuan zaman kebutuhan manusia akan energi listrik juga semakin meningkat. Ini dikarenakan penggunaan energi fosil yang sudah dapat dirasakan tidak
BAB I PENDAHULUAN. 1 Universitas Indonesia. Analisa aliran berkembang..., Iwan Yudi Karyono, FT UI, 2008
BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG Suatu sistem transfer fluida dari suatu tempat ke tempat lain biasanya terdiri dari pipa,valve,sambungan (elbow,tee,shock dll ) dan pompa. Jadi pipa memiliki peranan
BAB V ANALISIS 5.1 Analisis Kebutuhan Desain
BAB V ANALISIS Pada bab ini membahas mengenai analisis yang dilakukan berdasarkan hasil pengolahan data pada bab sebelumnya. Adapun analisis yang akan dibahas yaitu analisis kebutuhan desain, analisis
BAB III PEMBAHASAN, PERHITUNGAN DAN ANALISA
BAB III PEMBAHASAN, PERHITUNGAN DAN ANALISA 3.1. Proses 3.1.1 Perancangan Propeller. Gambar 3.1. Perancangan Hovercraft Perancangan propeller merupakan tahapan awal dalam pembuatan suatu propeller, maka
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI 2.1 PRINSIP KERJA INTEGRATED HOVERCRAFT 2.1.1 Hovercraft dengan system angkat dan dorong (lift and thrust System) terintegrasi Integrated hovercraft merupakan jenis hovercraft yang
OPTIMASI DESAIN SIRIP PENGUAT PADA BANGKU PLASTIK
OPTIMASI DESAIN SIRIP PENGUAT PADA BANGKU PLASTIK Didi Widya Utama Program Studi Teknik Mesin, Fakultas Teknik Universitas Tarumanagara, Jakarta e-mail: [email protected] Abstrak Peningkatan kualitas
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia. Wilayah laut Indonesia mencapai 70% dari luas total wilayah Indonesia. Hal ini menjadi tugas besar bagi TNI
STUDI EKSPERIMENTAL PENGARUH PERUBAHAN KECEPATAN ANGIN TERHADAP EFISIENSI DAYA & PUTARAN KRITIS PADA MINI WIND CATCHER
STUDI EKSPERIMENTAL PENGARUH PERUBAHAN KECEPATAN ANGIN TERHADAP EFISIENSI DAYA & PUTARAN KRITIS PADA MINI WIND CATCHER Oleh : Bernadie Ridwan 2105100081 Dosen Pembimbing : Prof. Ir. I Nyoman Sutantra,
BAB IV PERCOBAAN 4.1 Pemilihan Material Board Fan
BAB IV PERCOBAAN 4.1 Pemilihan Material Model dibuat dengan skala 1:1 menggunakan material yang murah dan mudah dibuat, dan fan yang langsung diambil dari vacuum cleaner. Board Material board menggunakan
Desain Kendaraan Bermotor Roda Tiga Sebagai Alat Bantu Transportasi Bagi Penyandang Disabilitas
Desain Kendaraan Bermotor Roda Tiga Sebagai Alat Bantu Transportasi Bagi Penyandang Disabilitas Moch. Rizal Rinaldy 1, Heroe Poernomo 2, dan Tri Andi Setiawan 3 1 Program Studi Teknik Desain dan Manufaktur,
ANALISIS PENGARUH RAKE ANGLE TERHADAP DISTRIBUSI TEGANGAN PADA EXCAVATOR BUCKET TEETH MENGGUNAKAN METODE ELEMEN HINGGA
C.7 ANALISIS PENGARUH RAKE ANGLE TERHADAP DISTRIBUSI TEGANGAN PADA EXCAVATOR BUCKET TEETH MENGGUNAKAN METODE ELEMEN HINGGA Sumar Hadi Suryo 1, Hendrawan Surya Hadijaya 2, Moch. Fihki Fahrizal 3 Department
BAB I PENDAHULUAN. Seiring dengan kemajuan teknologi dan peningkatan jumlah penduduk,
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Seiring dengan kemajuan teknologi dan peningkatan jumlah penduduk, maka semakin banyak orang di Jakarta dan di kota-kota besar menggunakan kendaraan bermotor, sehingga
Perancangan Konstruksi Turbin Angin di Atas Hybrid Energi Gelombang Laut
JURNAL TEKNIK POMITS Vol. 3, No. 2, (2013) ISSN: 2337-3539 (2301-9271 Print) G-168 Perancangan Konstruksi Turbin Angin di Atas Hybrid Energi Gelombang Laut Musfirotul Ula, Irfan Syarief Arief, Tony Bambang
ANALISIS STRUKTUR CULVERT LENGKUNG DI BAWAH LINTASAN LANDAS PACU BANDARA ADISUTJIPTO YOGYAKARTA
ANALISIS STRUKTUR CULVERT LENGKUNG DI BAWAH LINTASAN LANDAS PACU BANDARA ADISUTJIPTO YOGYAKARTA Ashar Saputra 1, Bambang Wijanarka 2 1 Jurusan Teknik Sipil dan Lingkungan, Universitas Gadjah Mada Yogyakarta,
BAB I PENDAHULUAN. Pada dasarnya semua fenomena aerodinamis yang terjadi pada. kendaraan mobil disebabkan adanya gerakan relative dari udara
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pada dasarnya semua fenomena aerodinamis yang terjadi pada kendaraan mobil disebabkan adanya gerakan relative dari udara disepanjang bentuk body mobil. Streamline adalah
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Sebagai salah satu komoditi strategis didalam pembangunan tidak dapat
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Sebagai salah satu komoditi strategis didalam pembangunan tidak dapat dipungkiri bahwa ketersediaan bahan bakar minyak didalam negeri merupakan hal yang amat penting
PERANCANGAN ELECTRIC ENERGY RECOVERY SYSTEM PADA SEPEDA LISTRIK
PERANCANGAN ELECTRIC ENERGY RECOVERY SYSTEM PADA SEPEDA LISTRIK ANDHIKA IFFASALAM 2105.100.080 Jurusan Teknik Mesin Fakultas TeknologiIndustri Institut TeknologiSepuluhNopember Surabaya 2012 LATAR BELAKANG
MUHAMMAD SYAHID THONTHOWI NIM.
STUDI ANALISIS MODIFIKASI BATANG TEGAK LURUS DAN SAMBUNGAN BUHUL TERHADAP LENDUTAN, TEGANGAN PELAT BUHUL DAN KEBUTUHAN MATERIAL PADA JEMBATAN RANGKA BAJA AUSTRALIA KELAS A JURNAL Disusun Oleh: MUHAMMAD
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
1.1 Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN Sepeda merupakan salah satu alat transportasi yang mudah dipakai dan harganya terjangkau bagi kalangan menengah ke bawah. Sebagai alat transportasi, sepeda sering digunakan
BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG
BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Di masa sekarang ini perkembangan dunia konstruksi semakin maju khususnya di Indonesia. Hal itu dikarenakan jumlah penduduk yang semakin bertambah, sehingga para ahli
Gambar 1.1. Susunan ruas tulang belakang manusia (Mow dan Hayes, 1997).
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Tulang belakang (tulang punggung) merupakan salah satu bagian terpenting rangka yang menopang seluruh tubuh manusia. Tulang belakang terdiri dari susunan 33 ruas tulang
BAB III METODOLOGI PERANCANGAN
BAB III METODOLOGI PERANCANGAN Sebelum melakukan perancangan mould untuk Tutup Botol ini, penulis menetapkan beberapa tahapan kerja sesuai dengan literatur yang ada dan berdasarkan pengalaman para pembuat
BAB I PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG
BAB I PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG Teknologi ejector refrigeration telah lama diketahui dan dikembangkan, pertama kali ditemukan oleh Charles Parsons awal tahun 1900. Ejector pertama kali digunakan
RANCANG BANGUN TURBIN ANGIN VERTIKAL JENIS SAVONIUS DENGAN VARIASI PROFIL KURVA BLADE UNTUK MEMPEROLEH DAYA MAKSIMUM
RANCANG BANGUN TURBIN ANGIN VERTIKAL JENIS SAVONIUS DENGAN VARIASI PROFIL KURVA BLADE UNTUK MEMPEROLEH DAYA MAKSIMUM Oleh : Achmada Jaya Pradana NRP 2411105026 Dosen Pembimbing : Dr. Gunawan Nugroho ST.
PENGARUH SUDUT BILAH PADA PERFORMA KIPAS AKSIAL TEROWONGAN ANGIN KECEPATAN RENDAH MENGGUNAKAN METODE KOMPUTASI
PENGARUH SUDUT BILAH PADA PERFORMA KIPAS AKSIAL TEROWONGAN ANGIN KECEPATAN RENDAH MENGGUNAKAN METODE KOMPUTASI Dyah Arum Wulandari & Endri Sriadi Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri
ANALISIS TEGANGAN, DEFLEKSI, DAN FAKTOR KEAMANAN PADA PEMODELAN FOOTSTEP HOLDER SEPEDA MOTOR Y BERBASIS SIMULASI ELEMEN HINGGA
Available online at Website http://ejournal.undip.ac.id/index.php/rotasi ANALISIS TEGANGAN, DEFLEKSI, DAN FAKTOR KEAMANAN PADA PEMODELAN FOOTSTEP HOLDER SEPEDA MOTOR Y BERBASIS SIMULASI ELEMEN HINGGA Slamet
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perkembangan otomotif yang berkembang pesat pada abad ini memunculkan tuntutan yang seakin besar Dari tingkat keamanan sampai kenyamanan. Dalam desain Otomotif selalu
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Dalam beberapa tahun ini, jaringan telepon yang membawa sinyal-sinyal suara sudah mulai banyak menjangkau masyarakat.dengan infrastruktur yang semakin murah pembangunannya,
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pemanfaatan energi angin di Indonesia masih sangat kecil, baik yang dimanfaatkan untuk membangkitkan energi listrik ataupun untuk menggerakkan peralatan mekanis seperti
SET 04 MEKANIKA FLUIDA. Fluida adalah zat yang dapat mengalir dan memberikan sedikit hambatan terhadap perubahan bentuk ketika ditekan.
04 MTERI DN LTIHN SOL SMPTN TOP LEVEL - XII SM FISIK SET 04 MEKNIK FLUID Fluida adalah zat yang dapat mengalir dan memberikan sedikit hambatan terhadap perubahan bentuk ketika ditekan.. FlUid sttis a.
BAB I PENDAHULUAN PERANCANGAN DAN REALISASI SENSOR TABRAKAN ELEKTRONIK PADA SISTEM KANTUNG UDARA MOBIL BERBASIS PIEZOELEKTRIK
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Dewasa ini berkendara menjadi hal yang sangat umum bagi kehidupan manusia, alhasil sudah banyak kendaraan yang memiliki nilai teknologi tinggi yang terangkai di dalamnya
Komparasi Bentuk Daun Kemudi terhadap Gaya Belok dengan Pendekatan CFD
JURNAL TEKNIK ITS Vol. 1, (Sept, 2012) ISSN: 2301-9271 G-104 Komparasi Bentuk Daun Kemudi terhadap Gaya Belok dengan Pendekatan CFD Prima Ihda Kusuma Wardana, I Ketut Aria Pria Utama Jurusan Teknik Perkapalan,
Muchammad 1) Abstrak. Kata kunci: Pressure drop, heat sink, impingement air cooled, saluran rectangular, flow rate.
ANALISA PRESSURE DROP PADA HEAT-SINK JENIS LARGE EXTRUDE DENGAN VARIASI KECEPATAN UDARA DAN LEBAR SALURAN IMPINGEMENT MENGGUNAKAN CFD (COMPUTATIONAL FLUID DYNAMIC) Muchammad 1) Abstrak Pressure drop merupakan
Rancang Bangun Jari-Jari Velg Sepeda Menggunakan Material Kayu
Rancang Bangun Jari-Jari Velg Sepeda Menggunakan Material Kayu Catur Setyawan K., Ikumbang Ferry P, Sukiswo Program Studi Pendidikan Teknik Mesin FT Universitas Negeri Jakarta [email protected] ABSTRAK
METODOLOGI PENELITIAN
III. METODOLOGI PENELITIAN A. Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Mekanika Struktur Jurusan Teknik Mesin Universitas Lampung. Penelitian ini dilaksanakan mulai dari bulan
BAB I PENDAHULUAN. dengan permintaan pasar untuk dapat berkomunikasi dan bertukar data dengan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Kemajuan teknologi telekomunikasi tanpa kabel berkembang pesat seiring dengan permintaan pasar untuk dapat berkomunikasi dan bertukar data dengan mudah dan cepat. Teknologi
BAB 1 PENDAHULUAN 1-1
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Saat ini pilihan alat transportasi darat semakin bervariasi dan terus berkembang. Perkembangan ini dapat dilihat dari variasi bentuk, fitur penghemat energi,
Analisis Kekuatan Struktur Konstruksi Tower untuk Catwalk dan Chain Conveyor pada Silo (Studi Kasus di PT. Srikaya Putra Mas)
Analisis Kekuatan Struktur Konstruksi Tower untuk Catwalk dan Chain Conveyor pada Silo (Studi Kasus di PT. Srikaya Putra Mas) Nur Azizah 1*, Muhamad Ari 2, Ruddianto 3 1 Program Studi Teknik Desain dan
