PENDEKATAN TEORETIS. Tinjauan Pustaka
|
|
|
- Dewi Setiabudi
- 8 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 5 PENDEKATAN TEORETIS Bab ini menjelaskan tinjauan pustaka, kerangka pemikiran, hipotesis penelitian, dan definisi operasional. Bahan pustaka yang dirujuk berasal dari beberapa sumber berupa buku dan hasil penelitian sebelumnya. Beberapa bahan pustaka yang dijelaskan dalam bab ini adalah televisi, program acara televisi, teori uses and gratifications, karakteristik khalayak, motivasi khalayak menonton televisi, hubungan karakteristik khalayak dengan motivasi khalayak menonton televisi, perilaku khalayak menonton televisi, dan kepuasan khalayak dalam menonton televisi. Subbab kerangka pemikiran menjelaskan variabel-variabel yang diuji dalam penelitian ini. Subbab hipotesis penelitian menjelaskan proposisi yang diuji dalam penelitian ini dan subbab definisi operasional menjelaskan kriteria dan standar pengkategorian masing-masing variabel yang diuji. Tinjauan Pustaka Televisi Saat ini televisi merupakan salah satu media dalam komunikasi massa yang banyak diminati oleh khalayak. Menurut Bungin (2006), televisi adalah media paling populer dan media paling massal saat ini. Televisi mampu menghadirkan informasi secara audio dan visual secara bersamaan. Hal tersebut membuat banyak khalayak lebih memilih televisi dalam mengakses informasi dan sebagai sarana hiburan. Televisi memiliki berbagai macam fungsi. Fungsi televisi sama dengan fungsi media massa lainnya (surat kabar dan radio siaran), yaitu memberikan informasi, mendidik, menghibur dan membujuk tetapi fungsi menghibur lebih dominan pada televisi (Ardianto 2009). Menurut Hofmann (1999), saat ini televisi tidak dilihat lagi sebagai sarana pendidikan (dalam arti pendidikan formal) dan juga tidak seharusnya (meskipun de facto demikian) sebagai alat promosi perdagangan. Lima fungsi yang diungkapkan oleh Hofmann yang pada umumnya diakui adalah: 1. Pengawasan situasi masyarakat dan dunia. Fungsi ini sering disebut informasi namun, istilah informasi sengaja tidak dipakai supaya tidak timbul salah paham seakan-akan fungsi televisi adalah saluran penerangan bagi penguasa untuk memberi informasi kepada rakyat sesuai dengan kepentingan pemerintah. Fungsi televisi yang sebenarnya adalah mengamati kejadian di dalam masyarakat dan kemudian melaporkannya sesuai dengan kenyataan yang ditemukan. 2. Menghubungkan satu dengan yang lain. Menurut Neil Postman, televisi tidak berkesinambungan. Akan tetapi, televisi yang menyerupai sebuah mosaik dapat saja menghubungkan hasil pengawasan satu dengan hasil pengawasan lain secara jauh lebih gampang daripada sebuah dokumen tertulis. 3. Menyalurkan budaya. Televisi tidak hanya mencari, tetapi juga ikut memperkembangkan kebudayaan. Kebudayaan yang dikembangkan oleh televisi merupakan tujuan tanpa pesan khusus didalammya. Fungsi ini dilihat sebagai pendidikan.
2 6 4. Hiburan. Saat ini hiburan semakin diakui sebagai kebutuhan manusia. Tanpa hiburan manusia tidak dapat hidup wajar. Hiburan itu merupakan rekreasi, artinya berkat hiburan manusia menjadi segar untuk kegiatan-kegiatan lainnya. 5. Pengerahan masyarakat untuk bertindak dalam keadaan darurat. Dalam keadaan darurat, televisi harus proaktif memberi motivasi dan menganjurkan supaya orang mau dibantu secara preventif. Program Acara Televisi Saat ini televisi sudah banyak mengalami perkembangan yang ditandai dengan munculnya berbagai stasiun televisi. Kemunculan berbagai stasiun televisi ini dapat menambah pilihan bagi khalayak dalam menonton program acara yang sesuai dengan minat dan kebutuhannya. Menentukan jenis program berarti menentukan atau memilih daya tarik (appeal) dari suatu program (Vane-Gross 1994) dalam (Morissan 2005). Adapun yang dimaksud dengan daya tarik di sini adalah bagaimana suatu program mampu menarik audiennya. Menurut Morissan (2005), program berasal dari Bahasa Inggris programme atau dalam penulisan gaya Amerika program yang berarti acara atau rencana. Undang-Undang Penyiaran Indonesia tidak menggunakan kata program untuk acara tetapi menggunakan istilah siaran yang didefinisikan sebagai pesan atau rangkaian pesan yang sering disajikan dalam berbagai bentuk. Namun kata program lebih sering digunakan dalam dunia penyiaran di Indonesia dari pada kata siaran untuk mengacu kepada pengertian acara. Program adalah segala hal yang ditampilkan stasiun penyiaran untuk memenuhi kebutuhan audiennya. Program siaran dapat didefinisikan sebagai satu bagian atau segmen dari isi siaran radio ataupun televisi secara keseluruhan (Djamal dan Fachruddin 2011). Setiap harinya stasiun televisi menayangkan jenis program acara yang berbeda-beda. Menurut Morissan (2005), jenis program berdasarkan jenisnya, yaitu: 1. Program informasi adalah segala jenis siaran yang tujuannya untuk memberikan tambahan pengetahuan (informasi) kepada khalayak. Program informasi dapat dibagi menjadi dua jenis, yaitu: a. Berita keras (hard news), yaitu segala informasi penting dan menarik yang harus segera disiarkan oleh media penyiaran karena sifatnya yang segera untuk diketahui oleh khalayak. Istilah lain dari berita keras adalah straight news. Televisi biasanya menayangkan berita keras secara reguler yang ditayangkan dalam suatu program berita. Infotainment juga merupakan salah satu bentuk program berita. Program infotainment merupakan salah satu program berita keras karena memuat informasi yang harus segera ditayangkan. b. Berita lunak (soft news), yaitu segala informasi yang penting dan menarik yang disampaikan secara mendalam (indepth) namun tidak bersifat segera ditayangkan. Istilah lain yang digunakan oleh stasiun televisi untuk jenis berita lunak adalah news magazine, current affair dan lain-lain. Berita lunak atau soft news dapat berbentuk perbincangan (talk show) ataupun laporanlaporan khusus, seperti perkembangan tren dan gaya hidup. 2. Program hiburan adalah segala bentuk siaran yang bertujuan untuk menghibur khalayak dalam bentuk musik, lagu, cerita, dan permainan. Program yang
3 termasuk dalam kategori hiburan adalah drama, sinetron, film, musik, dan permainan (game). Adapun program berdasarkan apakah suatu program itu bersifat faktual atau fiktif (fictional). Program faktual antara lain program berita, dokumenter, atau reality show. Sementara program yang bersifat fiktif antara lain program drama dan komedi. Berdasarkan uraian di atas, salah satu program acara yang ditayangkan oleh televisi secara reguler adalah program acara berita. Program acara yang ditayangkan oleh televisi selalu mempertimbangkan hal-hal yang diminati oleh khalayak agar menarik khalayak untuk menonton program acara tersebut (Morissan 2005). Menurut Morissan (2005), terdapat empat hal yang harus dipertimbangkan dalam merencanakan program acara televisi, yaitu: 1. Product, yaitu materi program yang dipilih haruslah bagus dan diharapkan akan disukai oleh khalayak. 2. Price, yaitu biaya yang harus dikeluarkan untuk membeli atau memproduksi program dan dapat menghasilkan keuntungan yang maksimal. 3. Place, yaitu kapan waktu siaran yang tepat bagi progran tersebut. Pemilihan waktu tayang yang tepat akan membantu keberhasilan suatu program acara. 4. Promotion, yaitu bagaimana memperkenalkan dan kemudian menjual acara itu sehingga mendatangkan iklan. Teori Uses and Gratifications Teori uses and gratifications merupakan salah satu model pendekatan dalam teori komunikasi massa. Pendekatan uses and gratification mulai berkembang pada awal dasawarsa 1940 (Gonzalez 1988) dalam (Jahi 1988). Rakhmat (2002) menyatakan bahwa model uses and gratifications ini tidak tertarik pada apa yang dilakukan oleh media pada diri orang, tetapi tertarik pada apa yang dilakukan orang terhadap media. Khalayak akan secara aktif menggunakan media ketika akan membuat pilihan-pilihan mengenai apa yang dilakukan dalam kehidupannya. Menurut West dan Turner (2008), teori kegunaan dan gratifikasi (uses and gratifications theory) menyatakan bahwa orang secara aktif mencari media tertentu dan muatan (isi) tertentu untuk menghasilkan kepuasan (atau hasil) tertentu. Uses and gratifications theory menganggap orang aktif karena mereka mampu untuk mempelajari dan mengevaluasi berbagai jenis media untuk mencapai tujuan komunikasi. Khalayak akan berusaha untuk mencari media yang paling baik dalam usahanya memenuhi kebutuhan. Uses and gratifications menjelaskan asal mula kebutuhan secara psikologis dan sosial yang menimbulkan harapan tertentu dari media massa atau sumbersumber lain yang membawa pada terpaan media dan menimbulkan pemenuhan kebutuhan (Rakhmat 2005). Blumler dan Katz (1974) dalam Rakhmat (2005), menyatakan bahwa terdapat lima asumsi dasar uses and gratifications theory, yaitu : 1. Khalayak dianggap aktif, artinya sebagian penting dari penggunaan media massa diasumsikan mempunyai tujuan. 2. Dalam proses komunikasi massa banyak inisiatif untuk mengaitkan pemuasan kebutuhan dengan pemilihan media terletak pada anggota khalayak. 3. Media massa harus bersaing dengan sumber-sumber lain untuk memuaskan kebutuhannya. Kebutuhan yang dipenuhi media hanyalah bagian dari 7
4 8 rentangan kebutuhan manusia yang lebih luas. Bagaimana kebutuhan ini terpenuhi melalui konsumsi media amat bergantung kepada perilaku khalayak yang bersangkutan. 4. Banyak tujuan pemilih media massa disimpulkan dari data yang diberikan anggota khalayak, artinya orang dianggap cukup mengerti untuk melaporkan kepentingan dan motif pada situasi-situasi tertentu. 5. Penilaian tentang arti kultural dari media massa harus ditangguhkan sebelum diteliti lebih dahulu orientasi khalayak. Menurut Rakhmat (2005), teori uses and gratifications memiliki kelebihan, yaitu (1) memberikan deskripsi dinamis tentang khalayak; (2) anggota khalayak tidak sepenuhnya pasif; dan (3) menjelaskan penggunaan media. Sementara itu, kekurangan dari teori ini adalah (1) stimuli tidak diperhitungkan, hanya model proses penerimaannya saja; (2) terlalu melebih-lebihkan rasionalitas dan keaktifan anggota khalayak; dan (3) menggunakan faktor-faktor mental, seperti motif mencari keterangan. Teori ini menyatakan bahwa penggunaan media massa yang dilakukan oleh khalayak didorong oleh motif-motif tertentu untuk mencapai kepuasan dalam memenuhi kebutuhannya. Karl Erik Rosengren menggambarkan logika dalam pendekatan uses and gratification sebagai berikut (1) kebutuhan mendasar tertentu, dalam interaksinya dengan (2) berbagai kombinasi antara intra dan ekstra individu, dan juga dengan (3) struktur masyarakat, termasuk struktur media, menghasilkan (4) berbagai pencampuran personal individu, dan (5) persepsi mengenai solusi bagi persoalan tersebut, yang menghasilkan (6) berbagai motif untuk mencari pemenuhan atau penyelesaian persoalan, yang menghasilkan (7) perbedaan pola konsumsi media, dan (8) perbedaan pola perilaku lainnya, yang menyebabkan (9) perbedaan pola konsumsi, yang dapat mempengaruhi (10) kombinasi karakteristik intra dan ekstra individu, sekaligus akan mempengaruhi pula (11) stuktur media dan berbagai stuktur politik, kultural, dan ekonomi dalam masyarakat (Effendy 2000) dalam (Bungin 2006). Karakteristik Khalayak Menurut Cangara (2008), khalayak bisa disebut dengan istilah penerima, sasaran, pembaca, pendengar, pemirsa, audience, decoder, atau komunikan. Khalayak adalah salah satu aktor dari proses komunikasi. Oleh sebab itu, unsur khalayak tidak boleh diabaikan karena keberhasilan suatu proses komunikasi sangat ditentukan oleh khalayak. Khalayak dalam studi komunikasi bisa berupa individu, kelompok, dan masyarakat. Ada tiga aspek yang perlu diketahui oleh komunikator menyangkut tentang khalayaknya, yaitu: 1. Aspek sosiodemografik terdiri atas: a. Jenis kelamin (laki-laki atau perempuan) b. Usia c. Populasi (jumlah khalayak) d. Lokasi (desa atau kota) e. Tingkat pendidikan f. Bahasa g. Agama h. Pekerjaan i. Ideologi
5 j. Pemilikan media massa 2. Aspek profil psikologis (memahami khalayak dari segi kejiwaan) terdiri atas: a. Emosi b. Bagaimana pendapat-pendapat mereka c. Adakah keinginan mereka yang perlu dipenuhi d. Adakah selama ini menyimpan rasa kecewa, frustasi atau dendam 3. Aspek karakteristik perilaku khalayak terdiri atas: a. Hobi b. Nilai dan norma (hal-hal apa yang menjadi tabu bagi mereka) c. Mobilitas sosial d. Perilaku komunitas (apakah kebiasaan mereka suka berterus terang atau tidak) Motivasi Khalayak Menonton Televisi Motivasi merupakan dorongan dari dalam diri individu untuk melakukan sesuatu. Menurut MacBride dalam Effendy (1999), motivasi merupakan tujuan setiap masyarakat jangka pendek maupun jangka panjang, mendorong orang menentukan pilihannya dan keinginannya, mendorong kegiatan individu dan kelompok berdasarkan tujuan bersama yang akan dikejar. Effendy (2002), menyatakan bahwa motif adalah dorongan, hasrat, keinginan atau tenaga penggerak lainnya yang berasal dari diri seseorang untuk melakukan sesuatu, sedangkan motivasi adalah penggerakan atau keinginan untuk menggerakkan dorongan yang terdapat pada diri seseorang itu untuk melakukan sesuatu. Khalayak memiliki kebutuhan akan media massa. Kebutuhan tersebut mendorong untuk menggunakan media. Menurut Kimble et al. (1984) dalam Daryanto (2010), motivasi dapat didefinisikan sebagai proses yang terjadi di dalam diri, yang menciptakan tujuan dan memberikan energi bagi perilaku seseorang. Sementara motif merupakan dorongan bertindak untuk memenuhi suatu kebutuhan, dirasakan sebagai kemauan, keinginan, yang kemudian terwujud dalam bentuk perilaku nyata. Handoko (1992) dalam Saraswati (2008) menyatakan bahwa motivasi adalah suatu tenaga atau faktor yang terdapat dalam diri manusia, yang menimbulkan, mengarahkan, dan mengorganisasikan tingkah laku. Pemenuhan kebutuhan melalui media dipengaruhi oleh motivasi khalayak. Menurut McQuail (1987), motivasi dalam menggunakan media terdiri atas: 1. Informasi, motivasi ini berkaitan dengan dorongan untuk: a. Mencari berita tentang peristiwa dan kondisi yang berkaitan dengan lingkungan terdekat, masyarakat dan dunia. b. Mencari bimbingan menyangkut berbagai masalah praktis, pendapat, dan hal-hal yang berkaitan dengan penentuan pilihan. c. Memuaskan rasa ingin tahu dan minat umum. d. Belajar, pendidikan diri sendiri. e. Memperoleh rasa damai melalui penambahan pengetahuan. 2. Identitas pribadi, motivasi ini berkaitan dengan dorongan untuk: a. Menemukan penunjang nilai-nilai pribadi. b. Menemukan model perilaku. c. Mengidentifikasikan diri dengan nilai-nilai lain (dalam media). d. Meningkatkan pemahaman tentang diri sendiri. 9
6 10 3. Integrasi dan interaksi sosial, motivasi ini berkaitan dengan dorongan untuk: a. Memperoleh pengetahuan tentang keadaan orang lain, empati sosial. b. Mengidentifikasi diri dengan orang lain dan meningkatkan rasa memiliki. c. Menemukan bahan percakapan dan interaksi sosial. d. Memperoleh teman selain dari manusia. e. Membantu menjalankan peran sosial. f. Memungkinkan seseorang untuk dapat menghubungi sanak keluarga, teman, masyarakat. 4. Hiburan, motivasi ini berkaitan dengan dorongan untuk: a. Melepaskan diri atau terpisah dari permasalahan. b. Bersantai. c. Memperoleh kenikmatan jiwa dan estetis. d. Mengisi waktu. e. Menyalurkan emosi. f. Membangkitkan gairah seks. Menurut Badriah (2003) terdapat empat motivasi yang dimiliki oleh khalayak dalam menonton acara televisi, yaitu motivasi informasi, motivasi identitas pribadi, motivasi integrasi dan interaksi sosial dan motivasi hiburan. Miranda (2010) menambahkan bahwa selain empat motivasi, yaitu motivasi informasi, motivasi identitas pribadi, motivasi integrasi dan interaksi sosial serta motivasi hiburan terdapat motivasi lain yang mempengaruhi seseorang dalam menonton, yaitu motivasi identitas kolektif. Saraswati (2008) menyatakan bahwa terdapat motivasi pendidikan, motivasi sosial, motivasi pribadi, motivasi hiburan, dan motivasi menarik diri dalam menonton film. Hubungan Karakteristik Khalayak dengan Motivasi Khalayak Menonton Televisi Motivasi khalayak dalam menonton televisi berbeda-beda karena dipengaruhi oleh berberapa faktor antara lain adalah karakteristik individu, faktor lingkungan sosialnya, dan program acara yang ditonton. Menurut Meilani (2007), motivasi seseorang dilatarbelakangi oleh faktor intrinsik dan faktor ekstrinsik. Faktor intrinsik terdiri atas umur, jenis kelamin, tingkat pendidikan, jenis pekerjaan, dan etnis, sedangkan faktor ekstrinsik terdiri atas keluarga dan teman. Menurut Badriah (2003), karakteristik individu yang mempengaruhi motivasi khalayak dalam menonton acara hiburan adalah jenis kelamin, tingkat pendidikan, jenis pekerjaan, waktu luang, dan pengetahuan. Sementara itu, Purwatiningsih (2004) menyatakan bahwa karakteristik individu yang mempengaruhi khalayak dalam menonton berita kriminal adalah jenis kelamin, umur, tingkat pendidikan, status ekonomi, aktivitas khalayak, pengalaman khalayak, dan tempat tinggal. Bancin (2009) menyatakan bahwa karakteristik individu yang mempengaruhi motivasi khalayak dalam menonton reality show adalah usia, penghasilan, dan pekerjaan. Menurut Kusumah (2010), motivasi informasi khalayak dipengaruhi oleh tingkat pendidikan, makin tinggi tingkat pendidikan maka semakin lemah motivasi informasinya karena khalayak akan memperoleh informasi dari berbagai media lain. Sementara untuk tingkat pendapatan, makin tinggi tingkat pendapatan maka semakin tinggi motivasi yang dimiliki.
7 Menurut Asmar (2009), karakteristik khalayak yang mempengaruhi motivasi dalam menonton, yaitu usia, jenis kelamin, jenis pekerjaan, tingkat pendapatan dan tingkat pendidikan. Makin tinggi usia seseorang maka semakin tinggi motivasi informasi yang dimiliki dan makin rendah usia maka semakin tinggi motivasi hiburan yang dimiliki. Makin rendah usia maka semakin tinggi motivasi identitas pribadi dan motivasi integrasi dan interaksi sosial yang dimiliki. Jenis kelamin khalayak juga mempengaruhi motivasi dalam menonton. Khalayak perempuan memiliki motivasi informasi, motivasi identitas pribadi, motivasi integrasi dan interaksi sosial serta motivasi hiburan yang lebih tinggi dibandingkan dengan khalayak laki-laki. Hal ini disebabkan oleh khalayak perempuan lebih banyak berinteraksi dengan lingkungan sekitar, empati sosial, dan peran sosial lainnya dibandingkan dengan khalayak laki-laki. Selain itu, khalayak yang bekerja memiliki motivasi informasi dan motivasi identitas pribadi yang lebih tinggi dibandingkan ibu rumah tangga/pensiunan/belum atau tidak bekerja, dan pelajar atau mahasiswa. Perilaku Khalayak Menonton Televisi Perilaku khalayak menonton merupakan tindakan yang dilakukan oleh khalayak dalam menyaksikan program acara televisi karena adanya dorongan dari dalam dirinya untuk menggunakan televisi. Perilaku individu dalam melakukan sesuatu dipengaruhi oleh berbagai aspek, begitu juga dengan perilaku individu dalam menonton program acara televisi. Perilaku khalayak menonton juga dipengaruhi oleh motivasi dan karakteristik individu. Menurut DeFleur dan Lowery (1994), perilaku menonton televisi mencakup tiga aspek, yaitu (1) pilihan acara yang ditonton; (2) frekuensi menonton; dan (3) durasi menonton. Menurut Badriah (2003), perilaku menonton khalayak di desa adalah menit per hari, sedangkan di kota menit per hari. Asmar (2009) juga mengungkapkan bahwa makin tinggi motivasi seseorang menonton televisi maka semakin lama waktu yang digunakan untuk menonton acara tersebut. Aspek dalam perilaku menonton antara lain: 1. Jumlah program yang ditonton adalah banyaknya acara televisi yang disaksikan oleh khalayak dalam satu hari. Jumlah acara yang ditonton juga dipengaruhi oleh motivasi dan karakteristik khalayak. Asmar (2009) menyatakan bahwa makin tinggi motivasi seseorang menonton televisi, maka semakin banyak pula jenis pilihan acara yang ditonton. 2. Frekuensi menonton adalah tingkat keseringan khalayak dalam menyaksikan program acara televisi. Frekuensi menonton juga dipengaruhi oleh motivasi dan karakteristik khalayak dalam menonton program acara televisi. Kusumah (2010), menyatakan bahwa terdapat hubungan antara faktor intrinsik usia khalayak dengan frekuensi menonton. Sementara itu, Novilena (2004) menyatakan bahwa karakteristik individu antara lain usia, jenis kelamin, dan tingkat pendidikan tidak memiliki hubungan yang nyata dengan perilaku menonton tayangan berita kriminal di televisi yang dilihat dari frekuensi menonton tayangan berita kriminal di televisi. 3. Durasi menonton adalah lamanya waktu yang digunakan oleh khalayak dalam menyaksikan program acara di televisi. Durasi menonton dipengaruhi oleh motivasi menonton dan karakteristik khalayak. Menurut Asmar (2009), makin tinggi motivasi seseorang menonton televisi cenderung memiliki durasi 11
8 12 menonton lebih lama. Novelina (2004) menyatakan bahwa terdapat hubungan antara karakteristik khalayak dengan durasi menonton, yaitu tingkat pendidikan. Kepuasan Khalayak dalam Menonton Televisi Menurut McQuail (1991) dalam Kusumah (2010) menyatakan bahwa kebutuhan, motif, penggunaan media, dan fungsi media saling berhubungan sedemikian rupa sehingga kebutuhan manusia tersebut menciptakan upaya pemenuhan kebutuhan. Program acara televisi yang ditonton oleh khalayak diharapkan dapat memenuhi kebutuhan khalayak. Terpenuhinya kebutuhan khalayak akan menghasilkan kepuasan sehingga khalayak akan selalu menonton program acara tersebut pada waktu yang berbeda. Khalayak menonton program acara televisi karena televisi memiliki aspek-aspek yang dapat memenuhi kebutuhan dan memberikan kepuasan kepada khalayak. Menurut Asmar (2009), terdapat kepuasan khalayak dalam menonton yang dilihat dari kebutuhan khalayak yang menimbulkan motivasi dalam menonton, antara lain adalah: 1. Kepuasan akan kebutuhan informasi. Makin tinggi motivasi informasi khalayak semakin terpuaskan kebutuhan informasi khalayak dalam menonton televisi lokal. Televisi merupakan salah satu media yang mampu menyampaikan informasi dengan segera kepada khalayak. Program acara informasi yang ditayangkan oleh televisi dapat menghasilkan kepuasan bagi khalayak karena kebutuhan akan informasinya dapat terpenuhi dengan menonton televisi. 2. Kepuasan akan kebutuhan identitas pribadi. Makin tinggi motivasi identitas pribadi khalayak semakin terpuaskan kebutuhan identitas pribadi khalayak dalam menonton televisi lokal. Program acara yang ditayangkan oleh televisi juga dapat memenuhi kebutuhan identitas pribadi khalayak sehingga dengan menonton televisi kepuasan khalayak akan kebutuhan identitas pribadi dapat terpenuhi. 3. Kepuasan akan kebutuhan integrasi dan interaksi sosial. Khalayak perempuan lebih banyak berinteraksi dengan lingkungan sekitar dibandingkan dengan laki-laki sehingga dengan menonton televisi khalayak akan memperoleh kepuasan dalam hal integrasi dan interaksi sosial. Makin tinggi motivasi integrasi dan interaksi sosial khalayak maka semakin terpuaskan kebutuhan integrasi dan interaksi sosial khalayak dalam menonton televisi lokal. Program acara yang ditayangkan oleh televisi juga dapat memenuhi kebutuhan integrasi dan interaksi sosial khalayak. 4. Kepuasan akan kebutuhan hiburan. Adanya televisi yang menayangkan program hiburan dapat memberikan kepuasan pada khalayak. Makin tinggi motivasi hiburan khalayak semakin terpuaskan kebutuhan hiburan khalayak dalam menonton televisi. Kebutuhan khalayak akan hiburan dapat terpenuhi dengan menonton televisi. Hadiyanto (2004) juga menyatakan bahwa khalayak yang ada di desa urban lebih menyukai acara-acara hiburan untuk membuat perasaan senang dan gembira. Kepuasan khalayak dalam menonton dipengaruhi oleh motivasi khalayak dalam menonton. Khalayak yang memiliki motivasi tinggi untuk setiap jenis motivasi merasa terpuaskan dengan acara yang mereka tonton, artinya makin tinggi motivasi semakin tinggi pula kepuasan yang dirasakan oleh khalayak dalam menonton televisi lokal (Asmar 2009). Kepuasan menonton juga dipengaruhi oleh
9 perilaku menonton. Rakhmat (2005) menyatakan bahwa perilaku yang tidak mendatangkan kesenangan tidak akan diulangi, artinya seseorang tidak akan menggunakan media massa bila media massa tidak memberikan pemuasan pada kebutuhan orang tersebut. 13 Kerangka Pemikiran Televisi merupakan salah satu media massa yang banyak diminati oleh masyarakat. Saat ini stasiun televisi sudah sangat beragam. Program acara yang ditayangkan oleh televisi juga semakin bervariasi, antara lain berita, musik, reality show, kuis, sinetron dan acara hiburan lainnya. Khalayak memiliki berbagai macam pilihan untuk menonton. Salah satu program acara yang ditayangkan di televisi adalah program acara berita Reportase Investigasi milik Trans TV. Ibu-ibu dapat memilih program acara yang sesuai dengan kebutuhannya. Motivasi yang berasal dari dalam diri mendorong ibu-ibu untuk menonton suatu porgram acara di televisi sesuai dengan minat dan kebutuhannya. Menurut McQuail (1987), motivasi khalayak dalam menggunakan media terdiri atas motivasi informasi, motivasi identitas pribadi, motivasi integrasi dan interaksi sosial serta motivasi hiburan. Berdasarkan teori dari McQuail tersebut, dapat diduga bahwa motivasi ibu-ibu dalam menonton Reportase Investigasi adalah motivasi informasi, motivasi identitas pribadi, motivasi integrasi dan interaksi social, serta motivasi hiburan. Karakteristik individu diduga mempengaruhi motivasi dalam memilih program acara Reportase Investigasi. Karakteristik individu yang diduga mempengaruhi motivasi ibu-ibu dalam menonton adalah usia, tingkat pendidikan, status pekerjaan, tingkat pendapatan keluarga, jumlah anak, dan kepemilikan media komunikasi. Motivasi dalam menonton diduga dapat mempengaruhi perilaku ibu-ibu dalam menonton program acara Reportase Investigasi. Karakteristik individu yang meliputi usia, tingkat pendidikan, status pekerjaan, tingkat pendapatan keluarga, jumlah anak dan kepemilikan media komunikasi juga diduga mempengaruhi perilaku menonton. Perilaku ibu-ibu dalam menonton Reportase Investigasi terdiri atas durasi menonton dan frekuensi menonton. Perilaku menonton diduga dapat mempengaruhi kepuasan ibu-ibu dalam memenuhi kebutuhannya. Motivasi secara tidak langsung juga diduga mempengaruhi kepuasan ibu-ibu dalam menonton. Kepuasan ibu-ibu dalam menonton Reportase Investigasi merupakan terpenuhinya kebutuhan ibu-ibu dalam hal informasi, identitas pribadi, integrasi dan interaksi sosial, serta hiburan. Berdasarkan uraian sebelumnya maka dijelaskan keterkaitan antara beberapa variabel sehingga dapat menggambarkan kajian mengenai motivasi dan perilaku serta kepuasan menonton ibu-ibu yang digambarkan sebagai berikut:
10 14 Karakteristik Individu: 1. Usia Keterangan 2. Tingkat pendidikan 3. Status pekerjaan 4. Tingkat pendapatan keluarga 5. Jumlah anak 6. Kepemilikan media komunikasi Motivasi Menonton: 1. Motivasi informasi 2. Motivasi identitas pribadi 3. Motivasi integrasi dan interaksi sosial 4. Motivasi hiburan Perilaku Menonton: 1. Durasi menonton 2. Frekuensi menonton Kepuasan menonton: 1. Kepuasan informasi 2. Kepuasan identitas pribadi 3. Kepuasan integrasi dan interaksi sosial 4. Kepuasan hiburan Keterangan: : Berhubungan Gambar 1 Kerangka pemikiran Hipotesis 1. Terdapat hubungan antara karakteristik individu dengan motivasi menonton program acara Reportase Investigasi Trans TV. 2. Terdapat hubungan antara karakteristik individu dengan perilaku menonton program acara Reportase Investigasi Trans TV. 3. Terdapat hubungan antara motivasi menonton dengan perilaku menonton program acara Reportase Investigasi Trans TV. 4. Terdapat hubungan antara perilaku menonton dengan kepuasan menonton program acara Reportase Investigasi Trans TV. Definisi Operasioal 1. Usia adalah jumlah tahun sejak responden lahir hingga penelitian dilakukan. Usia dikategorikan menjadi tiga, yaitu: a. Usia awal dewasa (18-29 tahun) b. Usia pertengahan (30-49 tahun) c. Usia tua ( 50 tahun) 2. Status pekerjaan adalah kegiatan yang dilakukan oleh responden sehari-hari yang dapat menghasilkan uang. Status pekerjaan dikategorikan menjadi dua, yaitu: a. Tidak bekerja (tidak menghasilkan uang) b. Bekerja (menghasilkan uang)
11 3. Tingkat pendidikan adalah jenjang pendidikan formal yang telah diikuti responden dan lamanya responden menempuh pendidikan formal. Tingkat pendidikan responden dikategorikan menjadi tiga yaitu: a. Rendah : tidak tamat dan tamat SD/sederajat b. Sedang : tidak tamat dan tamat SMP/sederajat c. Tinggi : tidak tamat dan tamat SMA/sederajat 4. Tingkat pendapatan keluarga adalah jumlah uang (rupiah) yang diterima oleh keluarga, baik yang diterina oleh responden maupun suami selama satu bulan. Tingkat pendapatan keluarga dikategorikan berdasarakan rata-rata tingkat pendapatan keluarga responden yang dihitung dengan rumus kurva sebaran normal. a. Rendah : pendapatan rata-rata (1/2 standar deviasi) : pendapatan Rp b. Sedang : rata-rata (1/2 standar deviasi) < pendapatan < x + (1/2 standar deviasi) : Rp < pendapatan < Rp c. Tinggi : pendapatan rata-rata + (1/2 standar deviasi) : pendapatan Rp Jumlah anak adalah banyaknya anak yang menjadi tanggungan responden. Jumlah anak dikategorikan menjadi dua, yaitu: a. Anak < 3 b. Anak 3 6. Kepemilikan media komunikasi adalah media komunikasi lain yang dimiliki oleh responden selain televisi, yaitu handphone. Kepemilikan media komunikasi responden dikategorikan menjadi dua, yaitu: a. Tidak memiliki handphone b. Memiliki handphone 7. Motivasi menonton adalah dorongan dari dalam diri responden untuk menyaksikan program acara Reportase Investigasi Trans TV. Motivasi dibagi menjadi empat, yaitu motivasi informasi, motivasi identitas pribadi, motivasi integrasi dan interaksi sosial dan motivasi hiburan. Setiap motivasi dinyatakan dalam beberapa pernyataan dan diberi skor sebagai berikut: Sangat tidak setuju, skor 1 Tidak setuju, skor 2 Setuju, skor 3 Sangat setuju, skor 4 Setelah memperoleh jawaban dari responden, kemudian dari skor-skor tersebut dirata-ratakan dan dikategorikan menjadi motivasi tinggi dan sangat tinggi. a. Motivasi informasi adalah dorongan dari dalam diri responden yang menghasilkan usaha dalam memperoleh berita tentang peristiwa dan kondisi lingkungan sekitar, mencari bimbingan, memuaskan rasa ingin tahu dan minat, memperoleh rasa damai melalui penambahan pengetahuan. Motivasi informasi tinggi : skor rata-rata < 3.5 Motivasi informasi sangat tinggi : skor rata-rata 3.5 b. Motivasi identitas pribadi adalah dorongan dari dalam diri responden yang menghasilkan usaha dalam menemukan penunjang nilai-nilai pribadi, menemukan model perilaku, mengidentifikasikan diri dengan nilai-nilai lain (dalam media), dan meningkatkan pemahaman tentang diri sendiri. 15
12 16 Motivasi identitas pribadi tinggi : skor rata-rata < 3.5 Motivasi identitas pribadi sangat tinggi : skor rata-rata 3.5 c. Motivasi integrasi dan interaksi sosial adalah dorongan dari dalam diri responden untuk mengetahui kondisi lingkungan dan keadaan orang lain, mengidentifikasi diri dengan orang lain, menemukan bahan percakapan dan interaksi sosial, menjalankan peran sosial, berhubungan dengan orang lain. Motivasi integrasi dan interaksi sosial tinggi : skor rata-rata < 3.5 Motivasi integrasi dan interkasi sosial sangat tinggi : skor rata-rata 3.5 d. Motivasi hiburan adalah dorongan dari dalam diri responden untuk melepaskan diri dari permasalahan, bersantai, memperoleh kenikmatan jiwa dan estetis serta mengisi waktu. Motivasi hiburan tinggi : skor rata-rata < 3.5 Motivasi hiburan sangat tinggi : skor rata-rata Perilaku menonton adalah tindakan yang dilakukan oleh khalayak dalam menyaksikan program acara Reportase Investigasi Trans TV. Perilaku menonton Reportase Investigasi Trans TV terdiri atas durasi menonton dan frekuensi menonton. a. Durasi menonton adalah lamanya waktu yang digunakan oleh responden dalam menyaksikan program acara Reportase Investigasi Trans TV dalam satu kali tayang pada episode terakhir yang disaksikan oleh responden. Rendah : 1-15 menit Tinggi : menit b. Frekuensi menonton adalah tingkat keseringan responden dalam menyaksikan program acara Reportase Investigasi Trans TV selama satu bulan terakhir. Rendah : 1-4 kali menonton Tinggi : 5-8 kali menonton 9. Kepuasan menonton adalah terpenuhinya kebutuhan responden dengan menyaksikan program acara Reportase Investigasi Trans TV yang dibagi menjadi beberapa kebutuhan, yaitu kebutuhan informasi, kebutuhan identitas pribadi, kebutuhan integrasi dan interaksi sosial, dan kebutuhan hiburan. Setiap kepuasan menonton dinyatakan dalam beberapa pernyataan dan diberi skor sebagai berikut: Sangat tidak puas, skor 1 Tidak puas, skor 2 Puas, skor 3 Sangat puas, skor 4 Setelah memperoleh jawaban dari responden, kemudian skor-skor tersebut dirata-ratakan dan dikategorikan menjadi kepuasan tinggi dan sangat tinggi. a. Kepuasan informasi adalah terpenuhinya kebutuhan responden mengenai berita tentang peristiwa dan kondisi lingkungan sekitar, pencarian bimbingan, memuaskan rasa ingin tahu dan minat, rasa damai melalui penambahan pengetahuan. Kepuasan informasi tinggi : skor rata-rata < 3.5 Kepuasan informasi sangat tinggi : skor rata-rata 3.5 b. Kepuasan identitas pribadi adalah terpenuhinya kebutuhan responden dalam menunjang nilai-nilai pribadi, menemukan model perilaku, identifikasi diri
13 dengan nilai-nilai lain (dalam media), dan peningkatkan pemahaman tentang diri sendiri. Kepuasan identitas pribadi tinggi : skor rata-rata < 3.5 Kepuasan identitas pribadi sangat tinggi : skor rata-rata 3.5 c. Kepuasan integrasi dan interaksi sosial adalah terpenuhinya kebutuhan responden akan kondisi lingkungan dan keadaan orang lain, identifikasi diri dengan orang lain, menemukan bahan percakapan dan interaksi sosial, menjalankan peran sosial, berhubungan dengan orang lain. Kepuasan integrasi dan interaksi sosial tinggi : skor rata-rata < 3.5 Kepuasan integrasi dan interkasi sosial sangat tinggi : skor rata-rata 3.5 d. Kepuasan hiburan adalah terpenuhi kebutuhan responden dalam melepaskan diri dari permasalahan, bersantai, memperoleh kenikmatan jiwa dan estetis serta mengisi waktu. Kepuasan hiburan tinggi : skor rata-rata < 3.5 Kepuasan hiburan sangat tinggi : skor rata-rata
BAB II PENDEKATAN TEORITIS
3 BAB II PENDEKATAN TEORITIS 2.1 Tinjauan Pustaka 2.1.1 Komunikasi Massa Menurut McQuail (1987) pengertian komunikasi massa terutama dipengaruhi oleh kemampuan media massa untuk membuat produksi massal
KERANGKA PEMIKIRAN DAN HIPOTESIS
KERANGKA PEMIKIRAN DAN HIPOTESIS Kerangka Pemikiran Televisi merupakan satu media penyiaran suara dan gambar yang paling banyak digunakan di seluruh pelosok dunia. Priyowidodo (2008) menyebutkan bahwa
BAB II PENDEKATAN TEORITIS
BAB II PENDEKATAN TEORITIS 2.1 Tinjauan Pustaka 2.1.1 Media Televisi Lokal dan Perkembangannya Perkembangan media massa khususnya televisi memiliki arti penting bagi masyarakat perkotaan maupun pedesaan
BAB V ANALISIS HUBUNGAN MOTIVASI DENGAN PERILAKU MENONTON. Kurt Lewin dalam Azwar (1998) merumuskan suatu model perilaku yang
BAB V ANALISIS HUBUNGAN MOTIVASI DENGAN PERILAKU MENONTON Motivasi menonton menurut McQuail ada empat jenis, yaitu motivasi informasi, identitas pribadi, integrasi dan interaksi sosial, dan motivasi hiburan.
HUBUNGAN PERILAKU MENONTON DAN KEPUASAN MENONTON REPORTASE INVESTIGASI
69 HUBUNGAN PERILAKU MENONTON DAN KEPUASAN MENONTON REPORTASE INVESTIGASI merupakan terpenuhinya kebutuhan individu. dapat diperoleh setelah seseorang melakukan sesuatu yang dapat mendukung dalam memenuhi
BAB I PENDAHULUAN. makhluk sosial sangatlah penting untuk bisa berkomunikasi secara global
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Di era yang sudah semakin maju ini, perkembangan teknologi dan komunikasi membuat semua lapisan masyarakat dunia mengikuti perkembangan tersebut dan menjadikan mereka
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang Sekarang ini media massa sudah menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat. Dalam masyarakat modern, media massa mempunyai peran yang signifikan sebagai bagian
PERILAKU MENONTON DAN KEPUASAN PETANI TERHADAP PROGRAM MERAJUT ASA TRANS7 DI RW 05 DESA CITAPEN NURLAILA KUSUMA
PERILAKU MENONTON DAN KEPUASAN PETANI TERHADAP PROGRAM MERAJUT ASA TRANS7 DI RW 05 DESA CITAPEN NURLAILA KUSUMA DEPARTEMEN SAINS KOMUNIKASI DAN PENGEMBANGAN MASYARAKAT FAKULTAS EKOLOGI MANUSIA INSTITUT
BAB I PENDAHULUAN. media atau khalayak menggunakan media sebagai pemuas kebutuhannya. Sumber
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Media massa memiliki peran penting dalam kehidupan masyarakat. Semakin berkembangnya media massa, masyarakat dapat semakin mudah untuk menjangkau informasi dan memenuhi
BAB I PENDAHULUAN. Televisi saat ini telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan manusia.
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Televisi saat ini telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan manusia. Televisi menampilkan gambar yang menarik dan menghibur, gambar televisi terkadang
BAB I PENDAHULUAN. dan terpercaya merupakan sesuatu yang sangat dubutuhkan oleh. masyarakat. Kebutuhannya itu dapat terpenuhi bila mengkonsumsi produk
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pada era globalisasi sekarang ini, arus informasi yang aktual, akurat dan terpercaya merupakan sesuatu yang sangat dubutuhkan oleh masyarakat. Kebutuhannya itu dapat
MOTIF DAN KEPUASAN PESERTA KUIS KEBANGSAAN DALAM MENGIKUTI PROGRAM ACARA KUIS KEBANGSAAN RCTI. Ruth Alvoncia Hernawan / Mario Antonius Birowo
MOTIF DAN KEPUASAN PESERTA KUIS KEBANGSAAN DALAM MENGIKUTI PROGRAM ACARA KUIS KEBANGSAAN RCTI Ruth Alvoncia Hernawan / Mario Antonius Birowo Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Berbagai macam jenis program televisi yang dihadirkan ke hadapan penonton di seluruh Indonesia melalui layar kaca setiap harinya, membuat setiap stasiun televisi baik
BAB I PENDAHULUAN. pikiran atau perasaan oleh seseorang (komunikator) kepada orang lain
BAB I PENDAHULUAN 1.1 latar belakang masalah Proses komunikasi pada hakekatnya adalah suatu proses penyampaian pikiran atau perasaan oleh seseorang (komunikator) kepada orang lain (komunikan). Secara umum,
BAB II URAIAN TEORITIS
BAB II URAIAN TEORITIS II.1. Teori Uses and Gratification Salah satu dari teori komunikasi massa yang populer dan sering digunakan sebagai kerangka teori dalam mengkaji realitas komunikasi massa adalah
BAB I PENDAHULUAN I.1. Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN I.1. Latar Belakang Masalah Saat ini masyarakat telah secara bebas dalam memilih jenis media yang disukai. Sesuai dengan pendekatan Uses and Gratifications yang menjelaskan bahwa pengguna
BAB I. seseorang dan begitupun sebaliknya serta dengan adanya interaksi tersebut kita
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Komunikasi merupakan medium manusia untuk mencapai sesuatu. Kita juga tidak dapat menghindari komunikasi. Dengan komunikasi kita dapat mempengaruhi seseorang
MOTIF DAN KEPUASAN AUDIENCE TERHADAP PROGRAM ACARA SEKILAS BERITA DI BANTUL RADIO 89.1 FM YOGYKARTA YUNIATI PATTY / YOHANES WIDODO
MOTIF DAN KEPUASAN AUDIENCE TERHADAP PROGRAM ACARA SEKILAS BERITA DI BANTUL RADIO 89.1 FM YOGYKARTA YUNIATI PATTY / YOHANES WIDODO PROGRAM STUDI ILMU KOMUNIKASI FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS
BAB I PENDAHULUAN. I.1. Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN I.1. Latar Belakang Masalah Setiap usaha dan tindakan manusia selalu berlandaskan motif. Motif menjadi alasan untuk mengerjakan atau melakukan sesuatu, seperti kegiatan belajar, bekerja,
BAB 1 PENDAHULUAN. berkembang sangat pesat. Apalagi banyak masyarakat yang membutuhkan teknologi itu
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG Seiring dengan perkembangan jaman saat ini, teknologi sekarang ini semakin berkembang sangat pesat. Apalagi banyak masyarakat yang membutuhkan teknologi itu sendiri
BAB I PENDAHULUAN. membuat setiap orang melakukan berbagai bentuk komunikasi, seperti
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Setiap individu berusaha untuk mengenal dan mencari jati dirinya, mengetahui tentang orang lain, dan mengenal dunia luar atau selalu mencari tahu mengenai
BAB I PENDAHULUAN. menjawab pertanyaan berikut: Who Say What In Which Channel To Whom With
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Harold D. Lasswell menggambarkan komunikasi adalah dengan menjawab pertanyaan berikut: Who Say What In Which Channel To Whom With What Effect? (siapa mengatakan
BAB I PENDAHULUAN. yang penting yang tidak dapat dipisahkan dari sejarah perkembangan umat
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Komunikasi adalah penyampaian pesan oleh komunikator kepada komunikan melalui media yang menimbulkan efek tertentu. Komunikasi merupakan bagian yang penting yang tidak
BAB I PENDAHULUAN. sebagai sarana komunikasi, baik dia bertindak sebagai komunikator (pembicara atau
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Manusia dalam sepanjang hidupnya tidak pernah terlepas dari peristiwa komunikasi. Di dalam bentuk komunikasi manusia memerlukan sarana untuk mengungkapkan ide,
PENDAHULUAN Latar Belakang Penelitian
PENDAHULUAN Latar Belakang Penelitian Televisi merupakan salah satu media penyiaran suara dan gambar yang paling banyak digunakan di seluruh pelosok dunia. Sekarang ini televisi bukan lagi barang yang
Nanda Agus Budiono/ Bonaventura Satya Bharata, SIP., M.Si
Faktor-faktor Pendorong Orang Menonton Program Berita Liputan 6 di SCTV (Studi Eksplanatif-Kuantitatif Faktor-Faktor Pendorong Masyarakat Kampung Sudagaran Kelurahan Tegalrejo Yogyakarta Menonton Program
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah
1.1 Latar Belakang Masalah BAB I PENDAHULUAN Media massa cetak dan elektronik merupakan salah satu unsur penting dalam proses komunikasi. Setiap media mempunyai kelebihan dan kekurangan. Kekurangan surat
BAB I PENDAHULUAN. membuat pemirsanya ketagihan untuk selalu menyaksikan acara-acara yang ditayangkan.
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Di era globalisasi saat ini kehidupan manusia tidak dapat dilepaskan dari aktivitas komunikasi, karena komunikasi merupakan bagian internal dari sistem tatanan
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Media massa adalah sarana informasi yang menjadi bagian terpenting dalam kehidupan manusia saat ini. Media massa adalah media komunikasi dan informasi yang melakukan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Media massa pada saat ini sangat berpengaruh untuk mempengaruhi persepsi, pikiran serta tingkah laku masyarakat. Media massa pada saat ini sangat berpengaruh untuk
BAB 1 PENDAHULUAN. mengakibatkan kebutuhan masyarakat akan informasi semakin besar. Dan informasi
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Seiring dengan berkembangnya teknologi dan komunikasi saat ini mengakibatkan kebutuhan masyarakat akan informasi semakin besar. Dan informasi tersebut dapat dengan
BAB I PENDAHULUAN. Perangkat televisi menjadi suatu kebiasaan yang popular dan hadir secara luas
12 BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG MASALAH Perangkat televisi menjadi suatu kebiasaan yang popular dan hadir secara luas sehingga dapat diproduksi, didistribusikan, dan direproduksi dalam jumlah besar
BAB I PENDAHULUAN. Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN I.1. Latar Belakang Masalah Menurut Mulyana (2001: 169) media televisi merupakan salah satu media komunikasi yang sangat efektif untuk memberikan informasi kepada khalayak dibandingkan
BAB IV ANALISIS DATA. yang berkaitan dengan pembahasan penelitian. Dalam hal ini, peneliti
BAB IV ANALISIS DATA A. Temuan Penelitian Temuan penelitian berupa data lapangan diperoleh melalui penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif. Ini sangat diperlukan sebagai hasil pertimbangan antara
BAB I PENDAHULUAN. satunya melalui media massa, seperti televisi, radio, internet dan surat kabar.
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pada era globalisasi ini informasi menjadi hal utama yang sangat dibutuhkan oleh semua masyarakat. Semakin berkembangnya media komunikasi, masyarakat dapat semakin
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perkembangan teknologi yang terjadi saat ini di dalam komunikasi massa, baik media cetak maupun elektronik di Indonesia ini sudah demikian pesat. Informasi yang bisa
Program Radio dan Televisi
Modul ke: 11 Andi Fakultas FIKOM Program Radio dan Televisi Fachrudin, M.Si. Program Studi Broadcasting Fungsi Departemen Program Sta. TV Memproduksi dan membeli atau akuisisi program yang dapat menarik
BAB I PENDAHULUAN. Industri penyiaran di Indonesia menunjukkan perkembangan yang sangat pesat
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Industri penyiaran di Indonesia menunjukkan perkembangan yang sangat pesat belakangan ini. Berbagai media penyiaran saat ini dimungkinkan untuk dibuka. Industri penyiaran
ABSTRAKSI. : STUDI MENGENAI FAKTOR-FAKTOR PREFERENSI KONSUMSI TELEVISI LOKAL DI KOTA SEMARANG : Brian Stephanie : D2C005143
ABSTRAKSI Judul Tugas Akhir Nama NIM : STUDI MENGENAI FAKTOR-FAKTOR PREFERENSI KONSUMSI TELEVISI LOKAL DI KOTA SEMARANG : Brian Stephanie : D2C00543 Televisi lokal memiliki kekuatan pada kedekatannya dengan
BAB I PENDAHULUAN. untuk memperoleh informasi dan pengetahuan serta wadah untuk menyalurkan ide,
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Manusia sebagai makhluk sosial membutuhkan komunikasi sebagai wadah untuk memperoleh informasi dan pengetahuan serta wadah untuk menyalurkan ide, emosi, keterampilan
BAB I PENDAHULUAN. kepribadian seseorang secara luas. Televisi mampu menekan pesan secara efektif
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Televisi sebagai bagian dari kebudayaan audiovisual baru merupakan salah satu media massa yang memiliki pengaruh paling kuat dalam pembentukan sikap dan kepribadian
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 LatarBelakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 LatarBelakang Era sekarang sering disebut sebagai era informasi, dimana manusiasangat memprioritaskan informasi. Manusia selalu merasa haus akan informasi. Informasi sudah menjadi
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Salah satu bagian terpenting dalam kehidupan bermasyarakat adalah interaksi atau komunikasi. Komunikasi memiliki peran yang sangat pnting pada era sekarang
BAB 1 PENDAHULUAN. terbaru setiap hari dan tanpa disadari oleh kita telah memasuki era baru yakni era
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang begitu pesat ini memberi pengaruh kepada masyarakat dalam mendapatkan informasi-informasi terbaru setiap hari dan
BAB I. PENDAHULUAN. Saat ini perkembangan teknologi tanpa disadari telah mempengaruhi hidup kita.
BAB I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Saat ini perkembangan teknologi tanpa disadari telah mempengaruhi hidup kita. Perkembangan jaman dan teknologi ini juga berimbas kepada proses berkembangnya
BAB III LANDASAN TEORI. 3.1 Televisi Sebagai Media Massa Elektronik. berwarna yang mempunyai berbagai jenis pemancar (TV kabel).
BAB III LANDASAN TEORI 3.1 Televisi Sebagai Media Massa Elektronik Televisi merupakan perkembangan dari berbagai penemuan di dunia sebelumnya, yang mulai di awali dari penemuan teleskop, telegraf, telefon
V. HASIL DAN PEMBAHASAN
V. HASIL DAN PEMBAHASAN 5.1 Keterdedahan Berita Kriminal di Televisi Keterdedahan berita kriminal di televisi merupakan beragam penerimaan khalayak remaja terhadap siaran berita kriminal di televisi, meliputi
BAB I PENDAHULUAN. memnuhi kebutuhannya. Pendekatan ini kemudian di kenal dengan sebutan uses
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Media massa adalah alat atau perantara untuk proses pengiriman atau penyampaian sebuah pesan dari komunikator kepada komunikan yang terdapat pada komunikasi
BAB IV HASIL PENELITIAN. 4.1 Gambaran Tayangan Berita Liputan 6 Siang di SCTV
BAB IV HASIL PENELITIAN 4.1 Gambaran Tayangan Berita Liputan 6 Siang di SCTV Tayangan Berita Liputan 6 Siang merupakan salah satu program berita di SCTV. Liputan 6 Siang tayang pada pukul 12.00 12.30 WIB,
BAB I PENDAHULUAN. Sejalan dengan perkembangan teknologi komunikasi yang kian canggih,
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Sejalan dengan perkembangan teknologi komunikasi yang kian canggih, bentuk, pola, dan peralatan komunikasi juga mengalami perubahan secara signifikan. Komunikasi
BAB I PENDAHULUAN. Begitu banyak kebutuhan manusia yang secara tidak langsung media turut serta untuk memenuhinya. Secara umum, kebutuhan manusia
BAB I PENDAHULUAN I.1. LatarBelakang Penelitian ini berfokus pada motif pendengar di Surabaya dalam mendengarkan program dari colors radio 87,7 FM Casual and Fun. Motif merupakan penggerak untuk melakukan
BAB 1 PENDAHULUAN. Penyiaran merupajan sebuah proses untuk menyampaikan siaran yang di
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penyiaran merupajan sebuah proses untuk menyampaikan siaran yang di awali dengan penyiapan materi atau konsep, lalu proses produksi atau pengambilan gambar dan juga
BAB 1 PENDAHULUAN. media elektronik televisi; hal ini dapat diamati dari munculnya berbagai macam stasiun
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG Perkembangan industri media massa di era globalisasi semakin pesat khususnya media elektronik televisi; hal ini dapat diamati dari munculnya berbagai macam stasiun
BAB I PENDAHULUAN. Komunikasi merupakan proses penyampaian pesan atau informasi oleh
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Komunikasi merupakan proses penyampaian pesan atau informasi oleh komunikator kepada komunikan, dengan perantara media sebagai alat yang menjembatani untuk sampainya
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Penelitian. Seiring dengan perkembangan zaman, kebutuhan akan informasi dan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Seiring dengan perkembangan zaman, kebutuhan akan informasi dan hiburan menjadi begitu penting bagi kita. Hampir setiap orang selalu menyediakan waktunya
BAB I PENDAHULUAN. pada potensi penerimaan negara khususnya pajak. Karena di dunia yang
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Industri media di Indonesia sekarang ini telah berkembang dengan pesat. Dengan keberadaan industri media tersebut tentunya akan berdampak pada potensi penerimaan
BAB 1 PENDAHULUAN. memenuhi kebutuhan akan fantasi dan informasi.
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Media massa atau pers merupakan suatu istilah yang mulai dipergunakan pada tahun 1920an untuk mengistilahkan jenis media yang secara khusus didesain untuk
ANALISIS ISI PROGRAM TELEVISI LOKAL BERJARINGAN DI BANDUNG (STUDI PADA PROGRAM KOMPAS TV, TVRI, DAN IMTV)
ANALISIS ISI PROGRAM TELEVISI LOKAL BERJARINGAN DI BANDUNG (STUDI PADA PROGRAM KOMPAS TV, TVRI, DAN ) Fathania Pritami Prodi S1 Ilmu Komunikasi, Fakultas Komunikasi dan Bisnis, Universitas Telkom Jl. Telekomunikasi
MOTIVASI, PERILAKU MENONTON DAN PEMANFAATAN MATERI SIARAN TELEVISI OLEH PETANI LANSA SOFIASILMY
MOTIVASI, PERILAKU MENONTON DAN PEMANFAATAN MATERI SIARAN TELEVISI OLEH PETANI LANSA SOFIASILMY DEPARTEMEN SAINS KOMUNIKASI DAN PENGEMBANGAN MASYARAKAT FAKULTAS EKOLOGI MANUSIA INSTITUT PERTANIAN BOGOR
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Televisi merupakan salah satu jenis media komunikasi massa elektronik yang canggih. Salah satu keunggulan televisi adalah penyajian gambar dan suara secara bersamaan,
BAB I PENDAHULUAN. Semakin majunya perkembangan zaman, dunia teknologi pun ikut
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Semakin majunya perkembangan zaman, dunia teknologi pun ikut berkembang. Terutama di dunia penyiaran. Hal ini berdampak dalam bidang komunikasi. Kebutuhan masyarakat
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG Perkembangan media massa di era globalisasi semakin pesat khususnya media elektronik televisi; hal ini dilihat dari munculnya berbagai macam stasiun televisi swasta
MOTIF MASYARAKAT SURABAYA DALAM MENONTON PROGRAM GOOD MORNING HARD ROCKERS ON SBO
JURNAL E-KOMUNIKASI PROGRAM STUDI ILMU KOMUNIKASI UNIVERSITAS KRISTEN PETRA, SURABAYA MOTIF MASYARAKAT SURABAYA DALAM MENONTON PROGRAM GOOD MORNING HARD ROCKERS ON SBO Sherlycin Angkari, Prodi Ilmu Komunikasi,
BAB I PENDAHULUAN. seseorang. Komunikasi tidak saja dilakukan antar personal, tetapi dapat pula
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Komunikasi merupakan hal terpenting dalam menunjukkan keberadaan seseorang. Komunikasi tidak saja dilakukan antar personal, tetapi dapat pula melibatkan sekian banyak
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang Komunikasi merupakan salah satu unsur utama dalam segala kegiatan kehidupan manusia, baik secara pribadi maupun kelompok. Komunikasi sangat erat kaitannya dengan segala
BAB I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang Masalah Tingkat kesukaan atau afektif merupakan salah satu komponen proses komunikasi massa yaitu efek. Efek adalah hasil yang dicapai dari usaha penyampaian pernyataan
BAB I PENDAHULUAN. dalam kehidupan masyarakat. Televisi sebagai media massa memiliki
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Siaran televisi saat ini telah menjadi suatu kekuatan yang sudah masuk ke dalam kehidupan masyarakat. Televisi sebagai media massa memiliki karakteristik tersendiri
BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN
BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan Penelitian ini secara umum membahas terkait motif serta kepuasan followers twitter Kuis Kebangsaan yang juga menjadi peserta dari Kuis Kebangsaan di RCTI. Hipotesis
BAB I PENDAHULUAN. dengan adanya media massa masyarakat pun bisa dapat terpuaskan.
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Dalam komunikasi, tentu kita mengenal tentang komunikasi massa. Dalam hal ini faktor keserempakan merupakan ciri utama dalam komunikasi massa. Adapun hal
Motif Penonton Perempuan Surabaya dalam Menonton Program Televisi On The Spot di Trans7
JURNAL E- KOMUNIKASI PROGRAM STUDI ILMU KOMUNIKASI UNIVERSITAS KRISTEN PETRA, SURABAYA Motif Penonton Perempuan Surabaya dalam Menonton Program Televisi On The Spot di Trans7 Herlina Telengkeng, Prodi
BAB 1 PENDAHULUAN. waktunya untuk menonton acara yang beragam ditelevisi. Televisi sebagai media
1 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Dunia pertelevisian adalah dunia yang selalu menarik perhatian banyak masyarakat. Hampir setiap hari dan setiap waktu, banyak orang menghabiskan waktunya
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Perkembangan teknologi komunikasi dan informasi telah mendukung
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Perkembangan teknologi komunikasi dan informasi telah mendukung percepatan penyampaian pesan kepada khalayak. Dapat dikatakan pesan yang dikirim melalui transmisi
BAB II PENDEKATAN TEORETIS
BAB II PENDEKATAN TEORETIS 2.1 Tinjauan Pustaka Berikut akan diuraikan beberapa konsep dan pengertian yang berkaitan dengan kajian kepuasan pada media radio. Beberapa di antaranya adalah radio sebagai
BAB I PENDAHULUAN. Saat ini kebutuhan akan informasi dan diiringi dengan kemajuan zaman yang sangat pesat,
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Saat ini kebutuhan akan informasi dan diiringi dengan kemajuan zaman yang sangat pesat, media massa menjadi sangat penting. Berbagai fungsi dan berbagai macam jenis-jenis
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Seiring dengan perkembangan zaman, komunikasi berkembang semakin pesat dan menjadi sedemikian penting. Hal tersebut mendorong terciptanya media media yang menjadi alat
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Penelitian
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Penelitian Di era globalisasi saat ini, perkembangan teknologi semakin berkembang dengan cepat dan pesat. Semakin maju kemampuan teknologi maka juga berpengaruh pada
BAB I PENDAHULUAN. proses kehidupannya, manusia akan selalu terlihat dalam tindakan tindakan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Komunikasi merupakan kebutuhan dasar manusia. Sejak lahir dan selama proses kehidupannya, manusia akan selalu terlihat dalam tindakan tindakan komunikasi. Tindakan
BAB I PENDAHULUAN. kehidupan manusia. Hampir semua orang memiliki televisi di rumahnya. Daya
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Perkembangan teknologi informasi media dewasa ini memberikan andil yang sangat besar dalam perkembangan dan kemajuan komunikasi massa. Dari semua media komunikasi
PENGARUH MOTIF MENDENGARKAN PROGRAM SINDO HOT TOPIC TERHADAP KEPUASAN PENDENGAR DI SINDO TRIJAYA FM (Survei pada Pendengar Sindo Hot Topic)
PENGARUH MOTIF MENDENGARKAN PROGRAM SINDO HOT TOPIC TERHADAP KEPUASAN PENDENGAR DI SINDO TRIJAYA FM (Survei pada Pendengar Sindo Hot Topic) Oleh: Milzani Dinda Pradipta Wida 210000179 PENDAHULUAN Kehidupan
2 perubahan yang terjadi di dalam media penyiaran itu sendiri meliputi segi sistem pemberitaan dan sistem informasi yang sifatnya lebih terbuka. Salah
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Perkembangan komunikasi massa saat ini sangat pesat dalam berbagai aspek kehidupan manusia. Kebutuhan manusia akan informasi saat ini sudah menjadi kebutuhan
BAB I PENDAHULUAN. communicatio yang diturunkan dari kata communis yang berarti membuat
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Secara etimologis, komunikasi berasal dari bahasa Latin yaitu communicatio yang diturunkan dari kata communis yang berarti membuat kebersamaan antara dua orang
BAB 1 PENDAHULUAN. ke komunikan. Media massa yang terdiri dari media cetak dan elektronik dapat
1 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Media massa adalah sarana untuk menyebarkan pesan dari komunikator ke komunikan. Media massa yang terdiri dari media cetak dan elektronik dapat membantu kita untuk
BAB I PENDAHULUAN. peran televisi sebagai alat yang digunakan untuk menyampaikan informasiinformasi
BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG Televisi adalah sebuah sistem yang besar dan kompleks, yang mempunyai peran televisi sebagai alat yang digunakan untuk menyampaikan informasiinformasi yang berasal
BAB I PENDAHULUAN. komunikasi lain, yaitu Gerbner. Menurut Gerbner (1967) Mass communication is
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Definisi komunikasi massa yang paling sederhana dikemukakan oleh Bittner (rakhmat,2003:188), yakni: komunikasi massa adalah pesan yang dikomunikasikan melalui
BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah. Media massa sudah menjadi sumber informasi masyarakat dewasa ini.
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Media massa sudah menjadi sumber informasi masyarakat dewasa ini. Kehadiran media massa membawa dunia kepada era dengan pertukaran informasi dengan cepat
BAB I PENDAHULUAN. Tayangan yang menampilkan adegan-adegan kekerasan kini menjadi salah
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Tayangan yang menampilkan adegan-adegan kekerasan kini menjadi salah satu tayangan yang dikhawatirkan dapat mempengaruhi sikap penontonnya, karena media televisi
BAB I PENDAHULUAN. kepada peraturan dan norma-norma yang berlaku di masyarakat. Dalam kehidupan
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar belakang penelitian Manusia sebagai makhluk ciptaan tuhan selalu ingin berkomunikasi dengan manusia lain untuk mencapai tujuannya. Sebagai makhluk sosial, manusia harus taat
BAB I PENDAHULUAN. berkomunikasi antar umat manusia satu sama lain. Komunikasi begitu sangat penting
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Sejarah perkembangan kehidupan manusia di dunia tidak terlepas dari proses komunikasi, dimulai sejak perolehan bahasa dan tulisan yang digunakan sebagai alat
MOTIF REMAJA DALAM MENONTON KUIS HAPPY SONG DI INDOSIAR (Studi Deskriptif Motif Remaja Surabaya Terhadap Kuis Happy Song di Indosiar) SKRIPSI
MOTIF REMAJA DALAM MENONTON KUIS HAPPY SONG DI INDOSIAR (Studi Deskriptif Motif Remaja Surabaya Terhadap Kuis Happy Song di Indosiar) SKRIPSI Oleh : Kharla Siska Dewi NPM. 0643010121 YAYASAN KESEJAHTERAAN
