BAB I PENDAHULUAN 1.1.! Latar Belakang
|
|
|
- Widyawati Rachman
- 8 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1.! Latar Belakang Perum Perhutani adalah perusahaan yang telah berdiri sejak tahun 1897 yang mengelola hutan di pulau jawa dan Madura. Hingga saat ini Perum Perhutani menjadi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang merupakan induk holding BUMN Kehutanan di Indonesia (Perhutani, sejarah 2015). Wilayah kerja Perum Perhutani adalah kawasan hutan Negara di Propinsi Jawa Tengah, Propinsi Jawa Timur, Propinsi Jawa Barat dan Banten seluas ,27 hektar (Perhutani, profil 2015). Luas hutan yang di kelola Perum Perhutani tidak termasuk kawasan hutan suaka alam dan hutan wisata yang di kelola oleh Kementrian Kehutanan. Perum Perhutani dibagi menjadi 57 Kawasan Pemangkuan Hutan (KPH) dalam pengelolaan kawasan hutannya. Pengelolaan kawasan hutan di Perum Perhtuani tahun 2015 dibagi menjadi tiga tipologi hutan yaitu Produksi, Adaptif dan Ekologi. Perum Perhutani memiliki karyawan (Perhutani, profil 2015). Dalam pengelolaan Sumber Daya Manusia di Perum Perhutani sudah menerapkan pengelolaan Sumber Daya Manusia berbasis kompetensi yang dikenal dengan metode Competency Based Human Resource Management (CBHRM) dari tahun Dalam CBHRM yang diterapkan oleh Perum Perhutani memakai dua kompetensi yaitu soft kompetensi dan hard kompetensi. Untuk hard kompetensi dibagi menjadi tiga kompetensi yaitu kompetensi bisnis, kompetensi manajerial dan kompetensi produksi. Pada soft kompetensi Perum Perhutani memiliki 19 kompetensi. Setiap karyawan sudah dibagi soft kompetensinya berdasarkan jenjang jabatan. Untuk hard kompetensi Perum Perhutani memiliki 504 kompetensi yang terbagi sesuai dengan jabatannya. Dari tahun 2010 Perum Perhutani sudah melakukan pengukuran kompetensi yang hasilnya untuk setiap karyawan dinamakan nilai competency level index (CLI). Nilai cli adalah hasil pengukuran dari soft kompetensi dan hard kompetensi. Tipologi hutan yang telah diklasifikan sudah ditentukan soft kompetensi dan hard kompetensinya. Klasifikasi tipologi hutan yang ada di Perum Perhutani antara lain tipologi hutan produksi, tipologi hutan ekologi dan tipologi hutan adaptif. Untuk menjabat administratur pada kesatuan pemangkuan hutan pada tipologi tertentu dibutuhkan karyawan dengan kompetensi yang sesuai dengan tipologi hutannya. 1
2 2 Dalam menentukan karyawan untuk promosi atau kenaikan jabatan selama ini Perum Perhutani menggunakan penilaian manajemen. Penilaian manajemen memiliki lima kriteria yaitu masa kerja dalam jenjang terakhir, masa kerja total, jumlah menduduki jabatan pada jenjang terakhir, nilai cli dan penilaian kinerja. Pengambil keputusan untuk jabatan administratur adalah bagian SDM dan jajaran Direktur Perum Perhutani antara lain Direktur Utama, Direktur SDM, Direktur Komersial Kayu, Direktur Komersial non Kayu, Direktur Perencanaan dan Direktur PSDH. Dalam mengambil keputusan, jajaran Direktur memiliki bobot yang sama untuk penilaian manajemen hasil dari kesepakatan yang telah disepakati. Belum ada pembagian bobot yang berbeda untuk setiap pengambil keputusan. Dari permasalahan di atas, diperlukan sebuah sistem pendukung keputusan kelompok dalam menentukan karyawan untuk jabatan administratur yang akan ditempatkan pada kesatuan pemangkuan hutan sesuai dengan tipologinya. Pada penelitian ini, penulis mengajukan sistem pendukung keputusan kelompok atau Group Decision Support System (GDSS) menggunakan metode AHP dan VIKOR sebagai model untuk pengambil keputusan. Penggunakan GDSS bertujuan untuk mengakomodir penilaian lebih dari satu pengambil keputusan, dengan demikian diharapkan penilaian yang dilakukan lebih obyektif. Metode AHP didasarkan atas tiga prinsip dasar, yaitu penyusunan hirarki penentuan prioritas dan konsistensi logis. Menurut Saaty (2008), metode AHP dapat dipakai untuk memecahkan masalah yang kompleks, dengan parameter atau kriteria yang dipertimbangkan cukup banyak. Metode AHP pada penelitian ini digunakan untuk melakukan pembobotan kriteria dan parameter yang digunakan dalam mengambil keputusan. Metode VIKOR sabagai salah satu model decision dalam multi criteria decision making dapat digunakan untuk memberikan alternatif kepada para pengambil keputusan yang didasarkan pada konsep solusi kompromi yang paling dekat ke solusi ideal dalam menentukan perankingan, dan setiap alternatif dievaluasi menurut fungsi dari masing-masing kriteria yang ideal. Alternatif solusi dengan nilai terbesar adalah solusi optimal untuk direkomendasikan menjabat jabatan administratur pada kesatuan pemangkuan hutan. 1.2.! Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang masalah yang telah diuraikan, dapat dirumuskan suatu masalah bagaimana membuat sistem pendukung keputusan untuk penentuan karyawan dengan metode AHP (Analytic Hierarchy Process) - VIKOR (Vlse Kriterijumska Optimizacija I
3 3 Kompr omisno Resenje) untuk penentuan karyawan pada jabatan administratur pada kesatuan pemangkuan hutan berdasarkan competency based human resources management di Perum Perhutani. 1.3.! Batasan Masalah Dalam penelitian yang dilakukan, terdapat beberapa batasan masalah yang digunakan agar penelitian ini lebih terarah yaitu : 1.! Desain dan implementasi dibatasi pada pengambilan keputusan menggunakan metode VIKOR, penentuan bobot kriteria menggunakan AHP dan pengambilan keputusan kelompok menggunakan agregasi dengan metode Borda. 2.! Jabatan yang akan digunakan untuk penelitian ini adalah jabatan administratur 3.! Tipologi hutan yang digunakan adalah hutan produksi. 4.! Kompetensi yang digunakan disesuaikan dengan kompetensi untuk tipologi hutan produksi 1.4.! Tujuan dan Manfaat Penelitian Tujuan penelitian adalah untuk menerapkan metode VIKOR dan AHP dalam sistem pendukung keputusan kelompok pada Perum Perhutani untuk memberikan pilihan alternatif karyawan terbaik yang sesuai dengan jabatan administratur pada kesatuan pemangkuan hutan dengan tipologi hutan di perum perhutani. Manfaat yang diharapkan dalam penelitian ini adalah memberikan alternatif kepada Perum Perhutani dalam memilih karyawan pada jabatan administratur yang sesuai untuk ditempatkan pada KPH sesuai tipologi hutan. 1.5.! Keaslian Penelitian Penelitian ini membahas tentang pengimplementasian sistem pendukung keputusan berbasis kelompok untuk memilih karyawan pada jabatan tertentu di Perum Perhutani dengan metode AHP dan VIKOR sejauh ini belum pernah dilakukan oleh pihak manapun baik desain maupun implementasinya. 1.6.! Metode Penelitian Metode penelitian dalam mengembangkan sistem ini dibagi menjadi beberapa tahap, yaitu :
4 4 a.! Studi referensi dan kepustakaan Melakukan berbagai macam pengumpulan bahan referensi, seperti jurnal penelitian, akses internet, prosiding, tesis dan buku-buku teori yang memiliki kaitan dengan sistem pendukung keputusan khususnya sistem pendukung keputusan kelompok yaitu AHP dan VIKOR. b.! Penyiapan bahan untuk analisis model Tahap ini melakukan bahan untuk analisis model keputusan yaitu penentuan bobot parameter dengan cara wawancara pihak SDM Perum Perhutani sebagai pihak yang mengelola sumber data dan informasi. c.! Analisa data Pada tahap ini dilakukan analisis terhadap data yang telah dikumpulkan sebelumnya dan menentukan model keputusan sehingga diperoleh model yang dapat memberikan rekomendasi keputusan terhadap penentuan karyawan yang akan menempati jabatan administratur pada tipologi hutan tertentu. Data primer yang diperoleh dari hasil wawancara untuk pembuatan model dianalisis dengan metode AHP dan VIKOR, sedangkan data sekunder dan data pendukung lainnya dikoleksi dan digunakan sebagai pelengkap data penelitian. Termasuk dalam proses ini melakukan analisis terhadap spesifikasi perangkat lunak yang akan dibangun. d.! Perancangan sistem Pada tahap ini dilakukan analisis kebutuhan sistem yang akan dibuat yaitu untuk penentuan karyawan jabatan administratur pada Perum Perhutani, sistem yang dibuat menggunakan metode AHP dan VIKOR yang diharapkan dapat digunakan untuk sebagai alat bantu pendukung keputusan. Berdasarkan hasil analisis sistem selanjutnya dilakukan perancangan model keputusan, perancangan UML, perancangan tabel, dan perancangan antar muka. Adapun model analisis keputusan yang dibuat adalah sebagai berikut : 1)! Tahap pertama pengambil keputusan akan menentukan bobot kriteria yang digunakan untuk penilaian menggunakan metode AHP. Asisten Direktur akan menentukan bobot kriteria kompetensi dan jajaran Direktur akan menentukan bobot kriteria penilaian manajemen.
5 5 2)! Tahap kedua melakukan perankingan untuk masing-masing pengambil keputusan menggunakan metode VIKOR. 3)! Tahap terakhir adalah melakukan agregasi dengan metode Borda. e.! Implementasi Tahap ini hasil rancangan sistem dikembangkan menjadi perangkat lunak menggunakan bahasa pemrograman dan tools bantuan. Adapun bahasa pemrograman PHP untuk implementasi. Dan basis data yang digunakan adalah MySQL. f.! Pengujian Pada tahap ini akan dilakukan proses pengujian sebagai berikut: 4! Menguji sistem yang dikembangkan dengan menulusuri aturan pemodelan AHP dan VIKOR serta mengevaluasi hasil yang diberikan oleh sistem apakah sesuai dengan hasil yang diperoleh dari perhitungan manual. 5! Menguji fungsionalitas sistem apakah sistem telah sesuai dengan apa yang diharapkan. g.! Evaluasi & perbaikan kesalahan Tahap ini akan dilakukan proses evaluasi dan perbaikan terhadap kesalahan-kesalahan yang terjadi dalam perangkat lunak yang dibuat. h.! Hasil & penyusunan laporan Pada tahap ini akan memberikan hasil dan laporan dari penelitian dari studi literatur hingga implementasi dan diikuti kesimpulan dan saran. 1.7.! Sistematika Penulisan Penelitian ini disusun berdasarkan sistematikan penulisan sebagai berikut : BAB I BAB II PENDAHULUAN Bab ini menguraikan tentang latar belakang, perumusan masalah, batasan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, keaslian penelitian dan sistematika penulisan. TINJAUAN PUSTAKA Bab ini membahas tentang acuan yang digunakan sebagai bahan referensi dalam penyusunan tesis.
6 6 BAB III LANDASAN TEORI Teori-teori yang mendasari penelitian dibahas pada bagian ini, antara lain teori mengenai sistem pendukung keputusan, metode AHP dan VIKOR yang digunakan untuk perhitungan model keputusan. BAB IV BAB V ANALISIS DAN RANCANGAN SISTEM Bab ini berisi analisis dan rancangan sistem yang dipergunakan sebagai acuan pemecahan masalah, antara lain pemodelan sistem, arsitektur sistem, penggambaran sistem dalam bentuk UML, serta rancangan antarmuka sistem. IMPLEMENTASI Bab ini berisi implementasi dan penjelasan potongan kode program berdasarkan rancangan sistem yang telah dibuat. BAB VI BAB VII HASIL DAN PEMBAHASAN Bab ini berisi pengujian terhadap proses-proses yang terjadi pada sistem pendukung keputusan, pembahasan terhadap pengujian yang telah dilakukan, serta pengujian perhitungan sistem dan manual. KESIMPULAN DAN SARAN Bab ini berisi kesimpulan dari hasil pengujian sistem, kemampuan dan kekurangan sistem, serta saran untuk penelitian selanjutnya.
COVER BAB I PENDAHULUAN
1 COVER BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Program Praktek Kerja Lapangan (PKL) adalah salah satu syarat seorang mahasiswa untuk bisa mengambil tugas akhir yang berlaku untuk mahasiswa di Politeknik
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Seiring dengan perkembangan zaman maka tingkat pendidikan pada masyarakat mengalami peningkatan. Oleh karena itu masyarakat memandang bahwa pendidikan pada tingkat
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
1.1 Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN PT PLN (Persero) merupakan perusahaan penyedia jasa kelistrikan terbesar di Indonesia. Proses dalam meningkatkan usahanya, PT PLN (Persero) tidak dapat melepaskan perhatiannya
repository.unisba.ac.id DAFTAR ISI ABSTRAK... KATA PENGANTAR... DAFTAR ISI... DAFTAR TABEL... DAFTAR GAMBAR... DAFTAR LAMPIRAN...
DAFTAR ISI ABSTRAK... KATA PENGANTAR... DAFTAR ISI... DAFTAR TABEL... DAFTAR GAMBAR... DAFTAR LAMPIRAN... i ii iv viii xv xvi BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah... 1 1.2 Perumusan Masalah...
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penggunaan web sebagai media aplikasi multiplatform semakin marak digunakan. Serta penggunaan e-mail sang sudah sangat umum dalam suatu perusahaan dan sudah ter-integrasi
BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Dalam kehidupan sehari-hari, manusia dihadapi dengan masalah pengambilan keputusan yang bermacam-macam. Dari pengambilan keputusan yang melibatkan satu faktor saja
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Politeknik Negeri Malang (Polinema) merupakan salah satu penyelenggara pendidikan tinggi yang diberi kepercayaan untuk melaksanakan pola pengelolaan hibah penelitian
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah PT. Kahar Duta Sarana (KDS) yang bekedudukan di Jl. Peta Lingkar Selatan, Ruko Kopo Plaza BI D/5 Bandung 40233 Jawa Barat, Indonesia adalah perusahaan multinasional
SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PENGUKURAN KINERJA SUMBER DAYA MANUSIA DENGAN METODE HUMAN RESOURCES SCORECARD
SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PENGUKURAN KINERJA SUMBER DAYA MANUSIA DENGAN METODE HUMAN RESOURCES SCORECARD (Studi Kasus PT. JASA MARGA (PERSERO), Tbk CABANG SURABAYA GEMPOL) TUGAS AKHIR Diajukan Oleh :
BAB 1 PENDAHULUAN Latar Belakang
16 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Rumah adalah suatu wadah tempat kita berteduh dari teriknya matahari dan hujan. Rumah terbuat dari bahan material yang disusun secara teratur dan dihiasi dengan
UKDW BAB 1 PENDAHULUAN
BAB 1 PENDAHULUAN 1. Latar Belakang PT Branding Space Jogja adalah salah satu PT yang bergerak di bidang penjualan rumah. Banyaknya rumah dan kriteria dari setiap rumah yang berbeda- beda yang ditawarkan
BAB 1 PENDAHULUAN Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Investasi di bidang sumber daya manusia merupakan investasi yang sangat penting, sekaligus memerlukan perhatian khusus dalam penanganannya karena sebagai salah satu
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pada sistem saat ini terdapat kendala atau permasalahan yaitu dikarenakan penilaian yang dilakukan secara manual sehingga hasil proses penilaian belum akurat. Banyak
BAB 1 PENDAHULUAN Latar Belakang. Karyawan merupakan sumber daya yang utama bagi perusahaan. Maju mundurnya
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Karyawan merupakan sumber daya yang utama bagi perusahaan. Maju mundurnya suatu perusahaan sangat ditentukan oleh karyawan yang bekerja pada perusahaan. Setiap perusahaan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Karate sebagai salah satu cabang olahraga prestasi, tak luput dari pengaruh perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK), meski demikian tidak semua ranah dalam
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah kemiskinan merupakan hal yang sangat kompleks. Di wilayah Kecamatan Bantul, seorang warga disebut sebagai keluarga miskin berdasarkan beberapa aspek seperti
BAB I PENDAHULUAN. lunak saja, tetapi metode komputasi juga ikut berkembang. Salah satu metode
BAB I PENDAHULUAN I.1. Latar Belakang Saat ini perkembangan teknologi informasi sudah sedemikian pesat. Perkembangan yang pesat tidak hanya teknologi perangkat keras dan perangkat lunak saja, tetapi metode
BAB I PENDAHULUAN. cukup banyak, maka perencanaan jenjang karir dari tiap karyawan dan
BAB I PENDAHULUAN I.1. Latar Belakang Salah satu elemen dalam perusahaan yang sangat penting adalah Sumber Daya Manusia (SDM). Pengelolaan SDM dari suatu perusahaan sangat mempengaruhi banyak aspek penentu
BAB I PENDAHULUAN. membuat kita untuk lebih membuka diri dalam menerima perubahan-perubahan
BAB I PENDAHULUAN I.1. Latar Belakang Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang pesat sekarang ini, membuat kita untuk lebih membuka diri dalam menerima perubahan-perubahan yang terjadi akibat kemajuan
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta semakin ramai sebagai kota wisata. Kota ini memiliki beberapa daerah yang berpotensi sebagai tempat tujuan wisata yang menarik.
BAB I PENDAHULUAN. Setiap individu mahasiswa memiliki hard skills dan soft skills yang
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Setiap individu mahasiswa memiliki hard skills dan soft skills yang berpotensi dalam menunjang masa depannya. Namun, tidak semua individu tersebut memiliki kemauan
BAB 1 PENDAHULUAN. banyaknya penggunaan komputer di berbagai bidang. Banyak perusahaan yang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Dewasa ini, teknologi informasi berkembang sangat pesat. Hal ini dapat dilihat dari banyaknya penggunaan komputer di berbagai bidang. Banyak perusahaan yang menggunakan
BAB I PENDAHULUAN I-1
BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG MASALAH Setiap orang baik dalam ruang lingkup yang relatif kecil maupun yang relatif besar selalu dihadapkan pada kondisi yang mengharuskannya untuk memilih atau mengambil
1BAB I PENDAHULUAN 1.1 Pendahuluan
1BAB I PENDAHULUAN 1.1 Pendahuluan Indonesia merupakan negara agraris, sebagian besar penduduknya bermata pencaharian dalam bidang pertanian, termasuk peternakan. Lebih dari 90% usaha peternakan yang dilakukan
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah PT. Tanjung Redeb Hutani ( PT. TRH ) merupakan perusahaan patungan yang dibentuk dengan tujuan utama menghasilkan kayu pulp, yang didirikan atas saham PT. Tanjung
BAB I PENDAHULUAN. teknologi informasi dapat meminta bantuan kepada helpdesk. Ada perusahaan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Dalam suatu bisnis perusahaan, user yang mengalami masalah dengan teknologi informasi dapat meminta bantuan kepada helpdesk. Ada perusahaan yang menyediakan helpdesk
1. BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
1. BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Beasiswa merupakan bantuan studi yang diinginkan setiap siswa yang memiliki keterbatasan ekonomi. Bantuan yang diberikan dalam bentuk uang atau barang ini mempunyai
BAB I PENDAHULUAN PENDAHULUAN
BAB I PENDAHULUAN PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Kementrian Pertanian (Kementan) adalah salah satu kementrian di Indonesia yang membidangi urusan pertanian, perkebunan dan peternakan. Salah satu tujuan
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pemerintah memberikan perhatian yang sungguh-sungguh untuk memberdayakan guru, termasuk guru yang berprestasi. UU nomor 14 tahun 2015 tentang guru dan dosen pasal 36
BAB I PENDAHULUAN. dalam berbagai bidang diantaranya Sistem Penunjang Keputusan
BAB I PENDAHULUAN I.1. Latar Belakang Seiring dengan perkembangan teknologi informasi, semakin bertambah pula kemampuan komputer dalam membantu penyelesaian permasalahanpermasalahan dalam berbagai bidang
ANALISIS OPTIMASI SISTEM AUTO RECOMMENDATION DENGAN MENGGUNAKAN DECISION SUPPORT SYSTEM
Prosiding SNATIF Ke-4 Tahun 207 ISBN: 978-602-80-50- ANALISIS OPTIMASI SISTEM AUTO RECOMMENDATION DENGAN MENGGUNAKAN DECISION SUPPORT SYSTEM Alif Catur Murti *, Ahmad Abdul Chamid Program Studi Teknik
BAB I PENDAHULUAN. permasalahan ekonomi. Beasiswa adalah pemberian bantuan keuangan kepada. atau kurang mampu dalam segi ekonomi.
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pendidikan adalah aspek penting yang wajib didapatkan oleh setiap individu. Baik pendidikan formal maupun non formal. Namun, tidak setiap orang memiliki kesempatan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang PT. Komatsu Remanufacturing Asia (KRA) adalah perusahaan joint venture antara PT. United Tractors Tbk (49%) dan PT. Komatsu Asia Pasific Pte. Ltd (51%) yang bergerak
DAFTAR ISI. KATA PENGANTAR... Error! Bookmark not defined. UCAPAN TERIMA KASIH... Error! Bookmark not defined. ABSTRAK... iv. ABSTRACT...
DAFTAR ISI KATA PENGANTAR... Error! UCAPAN TERIMA KASIH... Error! ABSTRAK... iv ABSTRACT... v DAFTAR ISI... Error! i DAFTAR GAMBAR... 5 DAFTAR TABEL... 8 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah...
BAB I PENDAHULUAN. Dengan kemajuan teknologi sangat modern sekarang ini yang semakin
BAB I PENDAHULUAN I.1. Latar Belakang Dengan kemajuan teknologi sangat modern sekarang ini yang semakin pesat dan terutama dalam bidang IT. Sebuah SmartPhone sudah tidak lagi sebagai barang mewah seperti
BAB 1. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Universitas Kristen Maranatha
BAB 1. PENDAHULUAN Pada BAB 1 ini tercantum latar belakang, rumusan masalah, tujuan masalah, ruang lingkup kajian, sumber data dan sistematika penyajian yang digunakan dalam pembuatan laporan Tugas Akhir.
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Semakin meningkatnya kebutuhan akan sumber daya manusia yang memiliki kemampuan ketrampilan maupun pendidikan yang tinggi bagi perusahaan membuat masyarakat dituntut
BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
1 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pariwisata merupakan satu usaha Pemerintah Propinsi Sumatera Utara dalam meningkatkan potensi daerah yang mengalami perkembangan sangat pesat. Perkembangan pariwisata
BAB 1. PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah
BAB 1. PENDAHULUAN Bab ini mendeskripsikan tentang latar belakang mengenai pengembangan sistem informasi ini, rumusan masalah yang ditangani oleh website ini, tujuan, pembahasan, ruang lingkup kajian,
BAB I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN Pada bab 1 akan dijelaskan pendahuluan dari penelitian tugas akhir ini yang terdiri dari latar belakang, rumusan masalah, tujuan penelitian, batasan penelitian, manfaat penelitian, dan
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung (DISBUDPAR) merupakan salah satu unsur pelaksana pemerintah daerah khusus Kota Bandung yang memiliki tugas pokok
BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Menurut kamus besar bahasa Indonesia beasiswa merupakan tunjangan yang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Menurut kamus besar bahasa Indonesia beasiswa merupakan tunjangan yang diberikan kepada pelajar atau mahasiswa sebagai bantuan biaya belajar. Menurut Murniasih
BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang PT. Adira Dinamika Multi Finance Tbk. (Adira Finance) merupakan perusahaan yang bergerak dibidang pembiayaan segala merek otomotif terutama sepeda motor. Seperti diketahui
EFEKTIFITAS PENERAPAN METODE ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS (AHP) DALAM PEMILIHAN PERANGKAT LUNAK PENGOLAH CITRA DENGAN MENGGUNAKAN EXPERT CHOICE
34 EFEKTIFITAS PENERAPAN METODE ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS (AHP) DALAM PEMILIHAN PERANGKAT LUNAK PENGOLAH CITRA DENGAN MENGGUNAKAN EXPERT CHOICE Faisal piliang 1,Sri marini 2 [email protected],
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah 1.2. Perumusan Masalah
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah PT. Telkom Indonesia Unit Data Management Wilayah Bandung Barat dan Timur merupakan salah satu divisi yang menjadi bagian dari PT. Telkom Indonesia Kandatel
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Pasar modern tidak banyak berbeda dari pasar tradisional, namun pasar jenis ini pembeli melihat label harga yang tercantum dalam barang (barcode), berada dalam
KOMBINASI METODE AHP DAN TOPSIS PADA SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN
KOMBINASI METODE AHP DAN TOPSIS PADA SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN Ahmad Abdul Chamid 1*, Alif Catur Murti 1 1 Program Studi Teknik Informatika, Fakultas Teknik, Universitas Muria Kudus Gondangmanis, PO Box
BAB I PENDAHULUAN. akan melanjutan pendidikannya, banyak sekali kriteria-kriteria yang harus dilihat
BAB I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang merupakan lembaga pendidikan formal yang sistematis melaksanakan program bimbingan, pengajaran, dan latihan dalam rangka membantu siswa agar mampu megembangkan potensinya
BAB I PENDAHULUAN. sekolah tersebut dalam mencetak generasi-generasi yang unggul.
BAB I PENDAHULUAN I.1. Latar Belakang Sekolah adalah suatu lembaga bisnis yang memikirkan kemajuan anak didik bangsa. Kualitas sekolah akan mempengaruhi kemajuan dan keberhasilan sekolah tersebut dalam
Bab I Pendahuluan I 1 BAB I PENDAHULUAN
Bab I Pendahuluan I 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Tasikmalaya merupakan salah satu dari KPP yang ada di Indonesia yang bertugas mengelola administrasi pajak. Salah
BAB I PENDAHULUAN. diberikan pemerintah melalui Direktorat Jendral pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti).
BAB I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang Salah satu hak azasi manusia yang paling mendasar adalah memperoleh pendidikan yang layak seperti tercantum dalam UUD 1945. Ketika seseorang memperoleh pendidikan yang
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA DAN LANDASAN TEORI
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA DAN LANDASAN TEORI 2.1 Penelitian Terkait Menurut penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Dita Monita seorang mahasiswa program studi teknik informatika dari STMIK Budi Darma Medan
BAB I PENDAHULUAN 1. 1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1. 1 Latar Belakang Bank Indonesia merupakan lembaga independen negara yang bertugas dalam mempertimbangkan kebijakan perekonomian di Indonesia. Selain fungsi tersebut Bank Indonesia
SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PROGRAM STUDI S1 DI LPKIA MENGGUNAKAN METODE AHP
SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PROGRAM STUDI S1 DI LPKIA MENGGUNAKAN METODE AHP Irman Hariman 1, Imam Munandar 2 12 Program Studi Manajemen Informatika STMIK LPKIA Jln. Soekarno Hatta No. 456 Bandung 40266,
Sistem Pendukung Keputusan Seleksi Anggota Badan Eksekutif Mahasiswa dengan Metode Elimination Et Choix Traduisant La Realite (Electre)
Dwi Prabowo Apriansyah, Indriyati Sistem Pendukung Keputusan Seleksi Anggota Badan Eksekutif Mahasiswa dengan Metode Elimination Et Choix Traduisant La Realite (Electre) Dwi Prabowo Apriansyah, Indriyati
1.1 Latar Belakang Masalah
BAB 1. PENDAHULUAN Pada bab ini berisi penjelasan tentang hal yang mendasari dibuatnya tugas akhir ini. Penjelasan tersebut dimulai dari latar belakang masalah, perumusan poin-poin penting dari latar belakang
PENGARUH METODE EVALUASI PENAWARAN PENGADAAN BARANG/JASA PEMERINTAH TERHADAP HASIL PEKERJAAN DENGAN PENDEKATAN ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS
PENGARUH METODE EVALUASI PENAWARAN PENGADAAN BARANG/JASA PEMERINTAH TERHADAP HASIL PEKERJAAN DENGAN PENDEKATAN ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS ( Studi Kasus di Pemerintah Kabupaten Temanggung ) RINGKASAN
SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN SELEKSI SUMBER DAYA MANUSIA DI PERUSAHAAN
SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN SELEKSI SUMBER DAYA MANUSIA DI PERUSAHAAN Andy Rachman Jurusan Teknik Informatika Fakultas Teknologi Informasi Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya. Jl. Arif Rahman Hakim 100
BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Barat adalah unit pelaksana tugas teknis di bidang konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistemnya di wilayah
BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Kabupaten Samosir merupakan daerah agronomis, dimana banyak masyarakatnya yang pekerjaan utamanya adalah bertani dan bercocok tanam. Lahan-lahan pertanian di Samosir
BAB I PENDAHULUAN. informasi yang dimiliki tidak cukup bila informasi tersebut tidak digunakan
BAB I PENDAHULUAN I.1. Latar Belakang. Kemampuan untuk mengambil keputusan yang cepat, tepat dan akurat akan menjadi kunci keberhasilan dalam persaingan global saat kini. Banyak informasi yang dimiliki
BAB I PENDAHULUAN.
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Saat ini, perusahaan yang bergerak di bidang jasa pengelolaan sumber daya manusia yang disalurkan kepada perusahaan pengguna jasa atau yang dikenal dengan sebutan outsourcing
BAB I PENDAHULUAN I-1
BAB I PENDAHULUAN Pada bab ini akan menjelaskan mengenai dasar awal pada pembuatan laporan tugas akhir. Dasar awal tersebut terdiri dari latar belakang masalah, rumusan masalah, maksud dan tujuan dilakukan
BAB I PENDAHULUAN. warga berhak mendapatkan perlindungan kesehatan. (Depkes, 2008).
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Jaminan kesehatan masyarakat (JAMKESMAS) ini adalah program jaminan kesehatan dari pemerintah untuk masyarakat kurang mampu agar kebutuhan kesehatan masayarakat
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Sepeda merupakan alat transportasi yang sudah ada sejak awal abad ke-18, asal mula sepeda diperkirakan berasal dari Perancis yang pada saat itu dinamakan velocipede.
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Sekarang ini, perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah sedemikian pesat sehingga keberadaan komputer dalam membantu kehidupan sehari-hari, terutama
ANALISIS KRITERIA SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN BEASISWA BELAJAR BAGI GURU MENGGUNAKAN METODE ANALYTIC HIERARCHY PROCESS (AHP)
Jurnal Dinamika Informatika Volume 5, Nomor, November 05 ANALISIS KRITERIA SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN BEASISWA BELAJAR BAGI GURU MENGGUNAKAN METODE ANALYTIC HIERARCHY PROCESS (AHP) Sunggito Oyama, Ernawati,
LAPORAN TUGAS AKHIR SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PEMBUKAAN CABANG BIRO PERJALANAN WISATA PADA SURYA WISATA DI KAB. PEKALONGAN
LAPORAN TUGAS AKHIR SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PEMBUKAAN CABANG BIRO PERJALANAN WISATA PADA SURYA WISATA DI KAB. PEKALONGAN Novandhani Program Studi Sistem Informasi, Fakultas Ilmu Komputer Universitas
