BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
|
|
|
- Widya Tanudjaja
- 8 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan Berdasarkan penjelasan yang telah dipaparkan dalam bab-bab sebelumnya dalam penulisan ini, secara singkat penulis menarik kesimpulan atas tinjauan strict liability dalam RKHUP sebagai berikut: 1. Awal mula penerapan strict liability dalam hukum pidana beriringan dengan semakin berkembangnya bentuk-bentuk kejahatan baru sebagai konsekuensi atas perkembangan aspek kehidupan lainnya di dalam masyarakat. Strict liability dapat dimanfaatkan sebagai jalan pemecahan masalah ketika kita menghadapi perkara tindak pidana yang pembuktian kesalahan pembuatnya sulit untuk dilakukan. Strict liability merupakan pengecualian atas asas kesalahan. Dalam kasus-kasus yang diterapkan strict liability, pembuat telah dapat dijatuhi hukuman pidana hanya dengan membuktikan bahwa ia telah melakukan tindak pidana yang dilarang oleh undang-undang, tanpa memperhatikan keadaan kesalahan pembuat pada saat ia melakukan perbuatan tersebut. Begitu pula dalam sistem pidana Indonesia yang menganut asas kesalahan sebagai asas yang fundamental, strict liability sesungguhnya telah melanggar syarat-syarat pemidanaan yang menyaratkan adanya kesalahan dalam diri pembuat saat ia melakukan tindak pidana. Strict liability dianggap perlu untuk diterapkan atas beberapa alasan, diantaranya adalah : demi menjamin dipatuhinya peraturan penting tertentu yang diperlukan untuk kesejahteraan masyarakat, memudahkan penyelesaian perkara yang berhubungan dengan kesejahteraan masyarakat yang pembuktian kesalahan terdakwanya dirasa sulit. 85
2 Sebagai contoh adalah perusakan lingkungan dan kejahatan dalam hal perlindungan konsumen yang dilakukan oleh korporasi yang menyebabkan bahaya besar bagi masyarakat luas. Walaupun merupakan pengecualian atas asas kesalahan yang fundamental, namun strict liability janganlah selalu dipandang sebagai kontradiksi antara asas yang satu dengan asas yang lainnya dalam sistem hukum pidana Indonesia. Penerapan strict liability perlu dianggap sebagai pelengkap dalam mewujudkan asas keseimbangan demi hukum yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat untuk menciptakan ketertiban dan kesejahteraan dalam masyarakat. 2. Strict liability merupakan asas yang diadaptasi dari sistem hukum asing, sehingga perlu dikaji secara mendalam dan dilakukan penyesuaian apabila akan diterapkan di Indonesia. Hal yang paling penting adalah menentukan batasan-batasan tindak pidana mana saja yang dalam penyelasaiannya dapat diterapkan strict liability. Batasan-batasan ini dapat dibentuk dengan melihat aturan yang tertera dalam RKUHP, sejarah perkembangan asas strict liability, serta doktrin-doktrin yang disampaikan oleh para ahli hukum. RKUHP mengatur bahwa strict liability antara lain dapat diterapkan pada tindak pidana yang dilakukan oleh seseorang dalam menjalankan profesinya yang mengandung elemen keahlian, tanggung jawab sosial, dan kesejawaatan yang didukung oleh kode etik. Berdasarkan sejarah perkembangan strict liability dalam sistem hukum Inggris, strict liability dapat diterapkan pada perkara perdata dan perkara pidana. Dalam perkara perdata, sebagai contoh adalah kasus Ryland vs. Fletcher dimana terjadi kerugian berupa rusaknya properti milik orang lain akibat kegiatan tergugat. Dalam perkara pidana, sebagai contoh adalah kasus Prince yang dituduh menarik dari kekuasaan orang tua seorang gadis berumur 16 86
3 tahun tanpa izin orang tuanya. Berdasarkan doktrin-doktrin dari para ahli hukum, kepentingan penerapan strict liability bertujuan agar dipatuhinya aturan hukum yang penting bagi kesejahteraan masyarakat, mempermudah kesulitan pembuktian kesalahan dalam suatu perkara mengingat tingginya tingkat bahaya sosial yang ditimbulkan oleh perbuatan yang bersangkutan. Melihat alasan diterapkannya Strict liability, maka asas tersebut dapat diterapkan pada tindak pidana yang dilakukan baik oleh perorangan maupun korporasi, mengingat kepentingan untuk mewujudkan ketertiban, keamaan dan kesejahteraan masyarakat. Untuk tindak pidana yang dilakukan oleh perorangan strict liability dapat diterapkan terhadap tindak pidana yang dilakukan oleh seseorang dalam kapasitasnya sebagai seorang profesional. Selain itu, strict liability tidak hanya diterapkan pada kasus-kasus rumit saja yang membahayakan masyarakat luas, namun juga terhadap regulatory offence (pelanggaran pidana terhadap hukum tertulis) seperti pelanggaran lalu lintas. Berdasarkan sejarah perkembangannya strict liability di Inggris dapat diterapkan pada kasus-kasus public nuisance (perbuatan melawan hukum yang merugikan publik), criminal libel (pencemaran nama baik), contempt of court, dan blasphemus libel (penistaan agama) yang nantinya dapat diterapkan dalam sistem hukum pidana Indonesia setelah dilakukan penyesuaian. Terhadap kejahatan yang dilakukan oleh korporasi, penerapan strict liability diterapkan dengan pertimbangan untuk mencegah dan menyelesaikan kejahatan yang memiliki resiko bahaya besar serta menimbulkan kerugian yang luas. Berdasarkan hal tersebut, seperti yang dijelaskan sebelumnya, sangat tepat apabila strict liability diterapkan pada kasus-kasus pencemaran lingkungan dan perlindungan konsumen. 87
4 Namun bukan hanya terbatas pada itu saja, asas ini dapat diterapkan pada kejahatan-kejahatan korporasi berdimensi baru lainnya 5.2 Saran Berikut adalah beberapa saran yang dapat dikemukakan oleh penulis sebagai masukan yang diharapkan dapat bermanfaat sebagai masukan agar penerapan strict liability dapat dilaksanakan dengan baik: 1. Strict liability perlu diterapkan sesegera mungkin dalam sistem hukum pidana Indonesia, mengingat bahwa telah bermunculan dimensi kejahatan-kejahatan baru sebagai konsekuensi perkembangan berbagai aspek kehidupan masyarakat. Pengaturan strict liability perlu dilakukan dengan sangat hati-hati agar penerapannya dapat menciptakan keamanan dan ketertiban dengan tetap memperhatikan keseimbangan antara kepentingan individu dengan kepentingan masyarakat luas, sehingga kesejahteraan masyarakat dapat terwujud. Oleh karenanya penulis merasa bahwa RKUHP perlu mengatur lebih jelas berkaitan batasan-batasan atau kriteria tindak pidana yang dapat diterapkan strict liability. Selain itu, nantinya undang-undang yang bersangkutan juga harus mengatur secara tegas bahwa strict liability dapat diterapkan terhadap tindak pidana yang diatur dalam undangundang tersebut. Selain itu, berkaitan dengan batasan-batasan tersebut, di dalam RKHUP perlu dicantumkan korporasi sebagai subjek hukum yang apabila melakukan kejahatan korporasi, maka perkara tersebut dapat diterapkan asas strict liability terhadapnya. Karena berdasarkan alasan penerapan strict liability untuk mencegah dan menyelesaikan perkara tindak pidana 88
5 yang bahayanya besar serta dapat menimbulkan kerugian besar dan luas sangat mungkin untuk dilakukan oleh korporasi sebagai subjek hukum. Namun hal ini tidak ditemukan di dalam rumusan RKHUP. 2. Pengaturan strict liability di dalam RKUHP perlu dilakukan beberapa perbaikan, diantarannya adalah pengaturan berkenaan dengan kesempatan bagi terdakwa untuk mengajukan pembelaan sebagai bentuk jaminan keadilan bagi terdakwa. Melihat Pasal 39 yang mengatur strict liability, tidak terlihat sama sekali bahwa terdakwa memiliki kesempatan untuk mengajukan pembelaan diri yang dapat membebaskan dirinya dari dakwaan, misalnya dapat dilakukan dengan adanya pengalihan beban pembuktian kepada terdakwa. Pengaturan ini dirasa perlu untuk menunjukkan bahwa asas yang dianut oleh RKUHP adalah asas strict liability dan bukan absolute liability. 89
6 DAFTAR PUSTAKA A. BUKU ABDULLAH, MUSTAFA, DAN RUBEN ACHMAD, INTISARI HUKUM PIDANA, Ghalia Indonesia, Jakarta, AMRANI, HANAFI, DAN MAHRUS ALI, SISTEM PERTANGGUNGJAWABAN PIDANA PERKEMBANGAN DAN PENERAPAN, Rajagrafindo Persada, Jakarta, ARIEF, BARDA NAWAWI, PERBANDINGAN HUKUM PIDANA, CETAKAN PERTAMA, Rajawali, Jakarta, BUNGA RAMPAI KEBIJAKAN HUKUM PIDANA PERKEMBANGAN PENYUSUNAN KONSEP KUHP BARU, Kencana, Jakarta, ATMASASMITA, ROMLI, PERBANDINGAN HUKUM PIDANA, Mandar Maju, Bandung, VAN BEMMELEN, J.M., HUKUM PIDANA 1: HUKUM PIDANA MATERIAL BAGIAN UMUM, Diterjemahkan oleh Hasnan, Binacipta, Bandung, DIRDJOSISWORO, SOEDJONO, PERTANGGUNGJAWABAN DALAM HUKUM PIDANA, Alumni, Bandung, GUNAWAN, T.J., KONSEP PEMIDANAAN BERBASIS NILAI KERUGIAN EKONOMI, Genta, Yogyakarta, 2015 HAMZAH, ANDI, SISTEM PIDANA DAN PEMIDANAAN INDONESIA, Pradnya Paramita, Jakarta ASAS-ASAS HUKUM PIDANA, Rineka Cipta, Jakarta, HAMZAH, HATRIK, ASAS PERTANGGUNGJAWABAN KORPORASI DALAM HUKUM PIDANA (STRICT LIABILITY DAN VICARIOUS LIABILITY), Raja Grafindo Persada, Jakarta, HARAHAP, M. YAHYA, BEBERAPA TINJAUAN TENTANG PERMASALAHAN HUKUM, CETAKAN PERTAMA, CITRA ADITYA BAKRI, BANDUNG,
7 HUDA, CHAIRIL, DARI TIADA PIDANA TANPA KESALAHAN MENUJU KEPADA TIADA PERTANGGUNGJAWABAN PIDANA TANPA KESALAHAN : TINJAUAN KRITIS TERHADAP TEORI PEMISAHAN TINDAK PIDANA DAN PERTANGGUNGJAWABAN PIDANA, Kencana, Jakarta, IBRAHIM, JOHNNY, TEORI DAN METODOLOGI PENELITIAN HUKUM NORMATIF, Bayumedia Publishing, Malang, KARTANEGARA, SATOCHID, HUKUM PIDANA BAGIAN SATU, HUKUM PIDANA BAGIAN DUA, Balai Lectur Mahasiswa. KRISTIAN, SISTEM PERTANGGUNGJAWABAN PIDANA KORPORASI : TINJAUAN TEORITIS DAN PERBANDINGAN HUKUM DI BERBAGAI NEGARA, Refika Aditama, Bandung, LAMINTANG, P. A. F, DASAR-DASAR HUKUM PIDANA INDONESIA, PT. Citra Aditya Bakti, Bandung, MARZUKI, PETER MAHMUD, PENELITIAN HUKUM (ED. REVISI), Prenada Media Group, Jakarta MOELJATNO, ASAS-ASAS HUKUM PIDANA, Rineka Cipta, Jakarta, MULADI, DAN DWIDJA PRIYATNO, PERTANGGUNGJAWABAN PIDANA KORPORASI, Kencana, Jakarta, POERNOMO, BAMBANG, ASAS-ASAS HUKUM PIDANA, Ghalia Indonesia, Yogyakarta, REKSODIPUTRO, MARDJONO, KEMAJUAN PEMBANGUNAN EKONOMI DAN KEJAHATAN, Pusat Pelayanan Keadilan dan Pengabdian Hukum Universitas Indonesia, Jakarta, REMMELINK, JAN, HUKUM PIDANA : KOMENTAR ATAS PASAL-PASAL TERPENTING DARI KITAB UNDANG-UNDANG HUKUM PIDANA BELANDA DAN PANDANGAN DALAM 90
8 KITAB UNDANG-UNDANG HUKUM PIDANA INDONESIA, Diterjemahkan oleh Tristam Pascal Moeliono, Gramedia Pustaka Utama, Jakarta, ROSALYNA SALY, ANALISA YURIDIS ATAS PEMBERLAKUAN ASAS STRICT LIABILITY DALAM PASAL 35 RKUHP BARU (2004) TERHADAP ASAS GEEN STRAF ZONDER SCHULD, SKRIPSI, Program Sarjana Ilmu Hukum Universitas Katolik Parahyangan, Bandung, SANTOSA, MAS AHMAD, PENERAPAN TANGGUNG JAWAB MUTLAK (STRICT LIABILITY) DI BINDANG LINGKUNGAN HIDUP, ICEL, Jakarta, 1997 SAHETAPY, J.E. ED, HUKUM PIDANA, Liberty, Yogyakarta, SALEH, ROESLAN, PIKIRAN-PIKIRAN TENTANG PERTANGGUNGAN JAWAB PIDANA, Ghalia Indonesia, Jakarta PERBUATAN PIDANA DAN PERTANGGUNGJAWABAN PIDANA : DUA PENGERTIAN DASAR DALAM HUKUM PIDANA, Aksara Baru, Jakarta, MASIH SAJA TENTANG KESALAHAN, Karya Dunia Fikir, Jakarta, SUDARTO, HUKUM PIDANA I, Yayasan Sudarto d/a Fakultas Hukum Undip, Semarang, TRESNA, R., AZAS-AZAS HUKUM PIDANA DISERTAI PEMBAHASAN BEBERAPA PERBUATAN PIDANA YANG PENTING, Tiara Limited, Jakarta, WINDYANA, I MADE, ASAS-ASAS HUKUM PIDANA BUKU PANDUAN MAHASISWA, Fikahati Aneska, Jakarta, WIRADIPRADJA, ENDANG SAEFULLAH, TANGGUNG JAWAB PENGANGKUT DALAM HUKUM PENGANGKUTAN UDARA INTERNASIONAL DAN NASIONAL, Liberty, Yogyakarta,
9 B. JURNAL IMMAMULHADI, PERKEMBANGAN PRINSIP STRICT LIABILITY DAN PRECAUTIONARY. DALAM PENYELESAIAN SENGKETA LINGKUNGAN HIDUP DI PENGADILAN, Volume 25, Nomor 3 Mimbar Hukum, Oktober C. PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN Kitab Undang-Undang Hukum Pidana Indonesia. Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen, L.N.R.I Tahun 1999 No. 42. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 Tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, L.N.R.I. Tahun 2009 No Rancangan Undang-Undang tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (2015). D. INTERNET TIM HUKUMONLINE, KONSEP DAN PRAKTIK STRICT LIABILITY DI INDONESIA, (terakhir diakses pada tanggal 8 Oktober 2016 pukul 21.06). 92
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. sebagaimana diuraikan dalam bab sebelumnya dapat dikemukakan kesimpulan
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan Berdasarkan rumusan permasalahan serta hasil penelitian dan pembahasan sebagaimana diuraikan dalam bab sebelumnya dapat dikemukakan kesimpulan sebagai berikut:
DAFTAR PUSTAKA. Abidin, A.Z. & Hamzah, Andi, 2010, Pengantar dalam Hukum Pidana Indonesia, Yarsif Watampone, Jakarta.
DAFTAR PUSTAKA A. Buku Abidin, A.Z. & Hamzah, Andi, 2010, Pengantar dalam Hukum Pidana Indonesia, Yarsif Watampone, Jakarta. Adjie, Habib, 2009, Hukum Notaris Indonesia: Tafsir Tematik Terhadap Undang-
DAFTAR PUSTAKA. Andi Hamzah, Asas - Asas Hukum Pidana, Rineka Cipta, Jakarta, 2008.
110 DAFTAR PUSTAKA A. Buku-Buku : Adami Chazawi, Stelsel Pidana, Tindak Pidana, Teori-teori Pemidanaan dan Batas Berlakunya Hukum Pidana, Cetakan V, Raja Grafindo Persada, Jakarta, 2010. Andi Hamzah, Asas
DAFTAR PUSTAKA. (jilid 1), Penerbit PT.Prestasi pustakaraya, Jakarta, Ismu Gunadi W, Jonaedi Efendi, Yahman, Cepat & mudah memahami Hukum
A. Sumber Buku : DAFTAR PUSTAKA Chairul Huda, Dari Tiada Pidana Tanpa Kesalahan Menuju Kepada Tiada Pertanggungjawaban Pidana Tanpa Kesalahan, Kencana, Jakarta, 2006. Chairul huda, Dari Tiada Pidana Tanpa
DAFTAR PUSTAKA. Arief, Barda Nawawi, Kebijakan Kriminal, op.cit, hal.2
DAFTAR PUSTAKA A. Buku Arief, Barda Nawawi, Kapita Selekta Hukum Pidana Tentang Sistem Peradilan Terpadu, Semarang : Badan Penerbit Universitas Diponegoro, 2006. Arief, Barda Nawawi, Kebijakan Kriminal,
PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP ANAK DIBAWAH UMUR YANG MENJADI KORBAN TINDAK PIDANA PENCABULAN
KARYA ILMIAH PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP ANAK DIBAWAH UMUR YANG MENJADI KORBAN TINDAK PIDANA PENCABULAN Oleh: MOH. ZAINOL ARIEF NIM : 12 10 91 42 PROGRAM MAGISTER ILMU HUKUM PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS
DAFTAR PUSTAKA. Abidin, Andi Zainal, Asas-asas Hukum Pidana Bagian Pertama, Bandung: Alumni, 1987
A. Buku DAFTAR PUSTAKA Abidin, Andi Zainal, Asas-asas Hukum Pidana Bagian Pertama, Bandung: Alumni, 1987 Amirin, Tatang M., Pokok-Pokok Teori Sistem, Jakarta: Rajawali, Cet. I, 1986 Andi Hamzah, Stelsel
DAFTAR PUSTAKA. Hukum Lingkungan), Bestari, Bandung, Anthon Freddy Susanto, Penelitian Hukum Transformatif-Partisipatoris,
DAFTAR PUSTAKA A. BUKU Amiruddin A. Dajaan Imami, Somawijaya, Imamulhadi, dan Maret Priyanta, Asas Subsidiaritas (Kedudukan & Implementasi dalam Penegakan Hukum Lingkungan), Bestari, Bandung, 2009. Anthon
BAB IV SIMPULAN A. SIMPULAN
BAB IV SIMPULAN A. SIMPULAN 1. Pengaturan tindak pidana penyalahgunaan narkotika yang dilakukan oleh pegawai negeri sipil tidaklah berbeda dengan penyalahgunaan yang dilakukan oleh masyarakat umum, sesuai
DAFTAR PUSTAKA. Batas Berlakunya Hukum Pidana, Raja Grafindo Persada, Jakarta,
DAFTAR PUSTAKA A. Sumber Buku A. Sanusi Has, Dasar-Dasar Penologi, Rasanta, Jakarta, 1994; Abdussalam dan DPM Sitompul, Sistem Peradilan Pidana, Restu Agung, Jakarta, 2007; Adami Chazawi, Pelajaran Hukum
DAFTAR PUSTAKA. Abdul Halim Barkatullah, Hukum Perlindungan Konsumen, Banjarmasin, FH.
DAFTAR PUSTAKA A. Buku : Abdul Halim Barkatullah, Hukum Perlindungan Konsumen, Banjarmasin, FH. Unlam Press, 2008. Abdul Wahab, Hukum dan Perikatan, Fakultas Hukum Universitas Sekolah Tinggi Hukum Bandung,
DAFTAR PUSTAKA Buku-Buku:
DAFTAR PUSTAKA Buku-Buku: A. Hanafi, 1967. Asas-Asas Hukum Pidana Islam, Jakarta: Bulan Bintang. Achmad Ichsan, SH, 1987. Hukum Dagang, Lembaga Perserikatan Surat-Surat Berharga, Aturan-Aturan Angkutan,
DAFTAR PUSTAKA A. BUKU
136 DAFTAR PUSTAKA A. BUKU Adji, Oemar Seno, 1971, Perkembangan Hukum Pidana dan Hukum Atjara Pidana Sekarang dan Dimasa jang akan datang, Pantjuran Tudjuh,, 1998, Perkembangan Delik Pers di Indonesia:
DAFTAR PUSTAKA. Adami Chazawi, 2008, Hukum Pembuktian Tindak Pidana Korupsi, Bandung, Alumni,
DAFTAR PUSTAKA A. BUKU Adami Chazawi, 2008, Hukum Pembuktian Tindak Pidana Korupsi, Bandung, Alumni, Amiruddin & Zainal Asikim, 2003, Pengantar Metode Penelitian Hukum, PT. Raja Grafindo Persada, Jakarta,
DAFTAR PUSTAKA. Grafika, Jakarta Grafika, Anton M.Moelijono, Kamus Besar Bahasa Indonesia, Jakarta: Balai Pustaka, 1998
DAFTAR PUSTAKA A. BUKU Abdul Mun im Idries, pedoman kedokteranf orensik, edisi pertama, jakarta : Sinar Grafika, 1997 Agus Rahardjo. Cyber crime Pemahaman dan Upaya Pencegahan Kejahatan Berteknologi, PT.Citra
DAFTAR PUSTAKA. Ali, Achmad, Menguak Realitas Hukum: Rampai Kolom Dan Artikel Pilihan Dalam Bidang Hukum, (Jakarta: Kencana, 2008).
DAFTAR PUSTAKA A. BUKU-BUKU Ali, Achmad, Menguak Realitas Hukum: Rampai Kolom Dan Artikel Pilihan Dalam Bidang Hukum, (Jakarta: Kencana, 2008). Anwar, Yesmil dan Adang, System Peradilan Pidana (Konsep,
DAFTAR PUSTAKA. Achmad Sanusi, Pengantar Ilmu Hukum dan Pengantar Tata Hukum. Indonesia, Tarsito, Bandung, 1991.
DAFTAR PUSTAKA A. BUKU Achmad Sanusi, Pengantar Ilmu Hukum dan Pengantar Tata Hukum Indonesia, Tarsito, Bandung, 1991. Andi Hamzah, Asas-Asas Hukum Pidana, Rineka Cipta, 2008. Anthon F Susanto, Penelitian
BAB V PENUTUP. unsur-unsurnya adalah sebagai berikut : dapat diminta pertanggung jawaban atas perbuatannya.
BAB V PENUTUP A. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan di atas, maka dapat disimpulkan sebagai berikut : 1. Penerapan unsur-unsur tindak pidana tanpa hak memiliki menyimpan atau menguasai
BAB III PENUTUP. permasalahan dalam penulisan hukum ini sebagai berikut: menggunakan telepon seluler pada saat berkendara adalah langsung
BAB III PENUTUP A. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian, baik penelitian kepustakaan maupun penelitian lapangan, serta analisis yang telah penulis lakukan pada bab terdahulu, berikut disajikan kesimpulan
DAFTAR PUSTAKA. Adami Chazawi, Kejahatan Terhadap Tubuh dan Nyawa, PT Raja Grafido Persada, Jakarta.
DAFTAR PUSTAKA A. Buku-buku : Adami Chazawi, 2000. Kejahatan Terhadap Tubuh dan Nyawa, PT Raja Grafido Persada, Jakarta., 2002. Pelajaran Hukum Pidana bagian 1. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada Arief
DAFTAR PUSTAKA. Achmad Ali, Menguak Realitas Hukum, Rampai Kolom dan Artikel Pilihan dalam. Bidang Hukum, Prenada Media Group, Jakarta, 2008.
DAFTAR PUSTAKA A. BUKU-BUKU : Achmad Ali, Menguak Realitas Hukum, Rampai Kolom dan Artikel Pilihan dalam Bidang Hukum, Prenada Media Group, Jakarta, 2008. Achmad Rivai, Penemuan Hukum oleh Hakim : dalam
DAFTAR PUSTAKA. A. Abidin, Farid, Zainal, 1995, Hukum Pidana I, Jakarta: Sinar Grafika.
DAFTAR PUSTAKA Buku-Buku A. Abidin, Farid, Zainal, 1995, Hukum Pidana I, Jakarta: Sinar Grafika. Achjani, Eva, Zulfa, 2013, Gugurnya Hak Menuntut (Dasar Penghapus, Peringan dan Pemberat Pidana), Bogor:
BAB II TINJAUAN UMUM TENTANG PERTANGGUNGJAWABAN PIDANA DAN PENADAHAN. dasar dari dapat dipidananya seseorang adalah kesalahan, yang berarti seseorang
BAB II TINJAUAN UMUM TENTANG PERTANGGUNGJAWABAN PIDANA DAN PENADAHAN 2.1. Pengertian Pertanggungjawaban Pidana Dasar dari adanya perbuatan pidana adalah asas legalitas, sedangkan dasar dari dapat dipidananya
Prakoso, D, (1988), Hukum Penitensir di Indonesia, Bandung: Armico.
87 DAFTAR PUSTAKA A. Buku Achmad, M. F, (2012), Dualisme Penelitian Hukum Normatif dan Empiris, Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Arief, B. N, (2011), Bunga Rampai Kebijakan Hukum Pidana, Jakarta : Kencana.
Lex Privatum Vol. V/No. 6/Ags/2017
PERTANGGUNGJAWABAN PIDANA PENCURIAN DENGAN KEKERASAN MENURUT PASAL 365 KITAB UNDANG-UNDANG HUKUM PIDANA 1 Oleh : Fentry Tendean 2 ABSTRAK Pandangan ajaran melawan hukum yang metarial, suatu perbuatan selain
BAB IV PENUTUP A. Simpulan
BAB IV PENUTUP A. Simpulan Berdasarkan apa yang telah diuraikan dalam bab hasil penelitian dan pembahasan, maka dapat diringkas dalam suatu simpulan sebagai berikut : 1. Penggunaan Ahli Psikolog dan Psikiater
KEBIJAKAN FORMULASI ASAS SIFAT MELAWAN HUKUM MATERIEL DALAM HUKUM PIDANA INDONESIA
KEBIJAKAN FORMULASI ASAS SIFAT MELAWAN HUKUM MATERIEL DALAM HUKUM PIDANA INDONESIA Syarifa Yana Dosen Program Studi Ilmu Hukum Universitas Riau Kepulauan Di dalam KUHP dianut asas legalitas yang dirumuskan
DAFTAR PUSTAKA. A. Buku-Buku Adami Chazawi, 2011, Pelajaran Hukum Pidana I, Jakarta, Raja Grafindo Persada
DAFTAR PUSTAKA A. Buku-Buku Adami Chazawi, 2011, Pelajaran Hukum Pidana I, Jakarta, Raja Grafindo Persada ---------------------------, 2002, Percobaan & Penyertaan (Pelajaran Hukum Pidana), Rajawali Pers,
DAFTAR PUSTAKA. Asikin, Zainal & Amiruddin, 2003, Pengantar Metode Penelitian Hukum, Mataram: Divisi Buku Perguruan Tinggi PT.
DAFTAR PUSTAKA BUKU Asikin, Zainal & Amiruddin, 2003, Pengantar Metode Penelitian Hukum, Mataram: Divisi Buku Perguruan Tinggi PT. Raja Grafind Chazawi, Adam, 2001, Pelajaran Hukum Pidana bagian 1, Jakarta:
BAB III PENUTUP. A. Kesimpulan. Setelah dilakukan pembahasan dan analisis, disimpulkan bahwa
BAB III PENUTUP A. Kesimpulan Setelah dilakukan pembahasan dan analisis, disimpulkan bahwa terdapat dua faktor yang mempengaruhi terjadinya disparitas pidana dalam putusan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi
DAFTAR PUSTAKA. Adami Chazawi, Pelajaran Hukum Pidana, PT Raja Grafindo Persada, Jakarta, Pelajaran Hukum Pidana Bagian I, Raja Grafindo Persada,
DAFTAR PUSTAKA A. Buku Adami Chazawi, Pelajaran Hukum Pidana, PT Raja Grafindo Persada, Jakarta, 2002. Pelajaran Hukum Pidana Bagian I, Raja Grafindo Persada, Jakarta, 2002. Ali Wisnubroto, Praktek Peradilan
V. PENUTUP. 1. Penyebab timbulnya kejahatan penistaan agama didasari oleh faktor; Pertama,
V. PENUTUP A. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah diuraikan, maka dapat dibuat kesimpulan sebagai berikut : 1. Penyebab timbulnya kejahatan penistaan agama didasari oleh faktor;
DAFTAR PUSTAKA. Ali, Mahrus Dasar-Dasar Hukum Pidana dalam Sudarto, Hukum Pidana I. Semarang: Badan Penyediaan Bahan-Bahan Kuliah, FH UNDIP
DAFTAR PUSTAKA 105 Ali, Mahrus. 1988. Dasar-Dasar Hukum Pidana dalam Sudarto, Hukum Pidana I. Semarang: Badan Penyediaan Bahan-Bahan Kuliah, FH UNDIP. 2006. Dasar-Dasar Hukum Pidana dalam Chairul Huda,
DAFTAR PUSTAKA. Amiruddin dkk, 2004, Pengantar Metode Penelitian Hukum, Jakarta : Rajawali Pers,.
126 DAFTAR PUSTAKA A. Buku Aji, Oemar Seno,1980, Hukum Hakim Pidana, Jakarta: Erlangga. Amiruddin dkk, 2004, Pengantar Metode Penelitian Hukum, Jakarta : Rajawali Pers,. Amriani, Nirnianingsih, 2012, Mediasi
BAB I PENDAHULUAN. resmi yang berwajib, pelanggaran mana terhadap peraturan-peraturan
BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG MASALAH Menurut J.C.T. Simorangkir, S.H dan Woerjono Sastropranoto, S.H, Hukum adalah peraturan-peraturan yang bersifat memaksa, yang menentukan tingkah laku manusia
BAB IV PENUTUP A. Simpulan
BAB IV PENUTUP A. Simpulan 1. Kesesuaian hasil pemeriksaan laboratorium forensik terhadap tulang kerangka untuk mengungkap identitas korban pembunuhan berencana terhadap Pasal 184 KUHAP adalah hasil pemeriksaan
DAFTAR PUSTAKA. Anwar, Desy, 2003, Kamus Lengkap Bahasa Indonesia, Amelia, Surabaya.
DAFTAR PUSTAKA A. Buku, Makalah dan Artikel: Agus Samapto, Setio, Penyelesaian Perkara Pidana di Luar Pengadilan terhadap Dugaan Kejahatan Pasal 359 KUHP dalam Perkara Lalu Lintas, Jurnal Manajerial Marethttp://research.amikom.ac.id/index.php/JM/issue/view/36.
UNIVERSITAS HASANUDDIN
Nama Perguruan Tinggi : UNIVERSITAS HASANUDDIN Nama Fakultas : HUKUM Nama Departemen : ILMU HUKUM Nama Prodi : S1 ILMU HUKUM RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER (RPS) MATA KULIAH KODE MK SKS Status Bagian SM
BAB V PENUTUP. bagian saran penulis akan berusaha memberikan rekomendasi penyelesaian
BAB V PENUTUP Pada bagian akhir penulisan ini, penulis menyajikan simpulan yang merupakan inti dari hasil penelitian yang dilakukan penulis. Kemudian, pada bagian saran penulis akan berusaha memberikan
BAB III PENUTUP. A. Kesimpulan. Berdasarkan analisis pembahasan, hasil penelitian yang penulis
54 BAB III PENUTUP A. Kesimpulan Berdasarkan analisis pembahasan, hasil penelitian yang penulis lakukan dalam penulisan hukum ini, maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut: 1. Putusan yang dijatuhkan
PERTANGGUNGJAWABAN PIDANA TERHADAP PELAKU TINDAK PIDANA PENGEROYOKAN
PERTANGGUNGJAWABAN PIDANA TERHADAP PELAKU TINDAK PIDANA PENGEROYOKAN Andrian Yoga Prastyanto 1 Heni Hendrawati 2 Abstrak Main hakim sendiri memang fenomena yang sering ditemui di tengah masyarakat sebagaimana
DAFTAR PUSTAKA. Abdussalam dan DPM Sitompul, 2007, Sistem Peradilan Pidana, Restu Agung,
DAFTAR PUSTAKA Buku : Abdussalam dan DPM Sitompul, 2007, Sistem Peradilan Pidana, Restu Agung, Awaludin Marwan, Siti Rahma Mary dan Ikhsan Alfarisi, 2011, Narasi Historis Pemikiran Hukum Progresif Satjipto
BAB III PENUTUP. terdahulu, maka penulis menyimpulkan beberapa hal yaitu :
77 BAB III PENUTUP A. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian, baik itu penelitian kepustakaan maupun wawancara serta analisis yang telah penulis lakukan dalam babbab terdahulu, maka penulis menyimpulkan
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. 1. Kualifikasi pulsa telepon seluler sebagai obyek hukum adalah: sebagai suatu obyek hubungan hukum.
78 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan Berdasarkan pembahasan pada bab sebelumnya, maka dapat disimpulkan bahwa : 1. Kualifikasi pulsa telepon seluler sebagai obyek hukum adalah: a. Bahwa pulsa telepon
DAFTAR PUSTAKA. Admasasmita Romli, Sistem Peradilan Pidana Kontemporer. Jakarta: Kencana
DAFTAR PUSTAKA LITERATUR BUKU Admasasmita Romli, Sistem Peradilan Pidana Kontemporer. Jakarta: Kencana Prenada Media Group, 2010. Anwar Yesmir, Adang, Sistem Peradilan Pidana (Konsep, Komponen, & Pelaksanannya
Kebijakan Kriminal, Penyalahgunaan BBM Bersubsidi 36
Kebijakan Kriminal, Penyalahgunaan BBM Bersubsidi 36 KEBIJAKAN KRIMINAL PENANGGULANGAN PENYALAHGUNAAN BAHAN BAKAR MINYAK (BBM) BERSUBSIDI Oleh : Aprillani Arsyad, SH,MH 1 Abstrak Penyalahgunaan Bahan Bakar
Daftar Pustaka. Berbagai Permaslahannya,Sinar Grafika,Jakarta, Retribusi Ke Reformasi.Pradnya Paramita,Jakarta 1985
Daftar Pustaka A. Sumber Buku Adrian Sutedi,Aspek Hukum Pengadaan Barang Dan Jasa Dan Berbagai Permaslahannya,Sinar Grafika,Jakarta, 2009. Ali masyhar, Gaya Indonesia Menghadang Terorisme,,Mandar Maju,
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
122 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. KESIMPULAN Formulasi ketentuan Pasal ganti rugi dalam Undang-Undang Perlindungan Konsumen memang belum dapat memberikan perlindungan hukum secara menyeluruh kepada konsumen
DAFTAR PUSTAKA. Aruan Sakidjo, Bambang Purnomo, Hukum Pidana Dasar Aturan Umum Hukum Pidana Kodifikasi, Jakarta: Ghalia Indonesia, 1990.
DAFTAR PUSTAKA A. BUKU Aruan Sakidjo, Bambang Purnomo, Hukum Pidana Dasar Aturan Umum Hukum Pidana Kodifikasi, Jakarta: Ghalia Indonesia, 1990. Aziz Syamsuddin, Tindak Pidana Khusus, Jakarta: Sinar Grafika,
DAFTAR PUSTAKA. Bakhri, Syaiful, 2009, Hukum Pembuktian Dalam Praktik Peradilan Pidana, Cetakan I, P3IH FH UMJ dan Total Media, Yogyakarta.
162 DAFTAR PUSTAKA A. Buku Adji, Indriyanto Seno, 2014, Hukum Pidana Dalam Perkembangan, Diadit Media, Ali, Mahrus, 2013, Asas, Teori, dan Praktek Hukum Pidana Korupsi, UII Press, Yogyakarta. Amrani, Hanafi
II. TINJAUAN PUSTAKA. tindak pidana atau melawan hukum, sebagaimana dirumuskan dalam Undang-
13 II. TINJAUAN PUSTAKA A. Pengertian Pertanggungjawaban Pidana Pertanggungjawaban pidana memiliki makna bahwa setiap orang yang melakukan tindak pidana atau melawan hukum, sebagaimana dirumuskan dalam
BAB III PENUTUP. bentrokan yang tajam dan kekacauan yang besar di kalangan masyarakat dan juga alat
67 BAB III PENUTUP A. Kesimpulan Berdasarkan uraian dan analisis pada bab-bab sebelumnya, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai jawaban terhadap permasalahan yang dirumuskan di depan yaitu, bahwa pidana
DAFTAR PUSTAKA. Arief, Barda Nawawi, Bunga Rampai Kebijakan Hukum Pidana, PT. Kencana Prenada Media Group, Jakarta, 2008.
109 DAFTAR PUSTAKA A. Buku Buku Arief, Barda Nawawi, Bunga Rampai Kebijakan Hukum Pidana, PT. Kencana Prenada Media Group, Jakarta, 2008. Abdulkadir, Muhammad, Hukum Perusahaan Indonesia, Citra Aditya
DAFTAR PUSTAKA. Abdul Wahid Dan Mohammad Labib, Kejahatan Mayantara (Cyber Crime), PT Refika Aditama, Bandung, 2005
Buku: DAFTAR PUSTAKA Abdul Wahid Dan Mohammad Labib, Kejahatan Mayantara (Cyber Crime), PT Refika Aditama, Bandung, 2005 Adami Chazawi, Pelajaran Hukum Pidana I, Raja Grafindo Persada, Jakarta, 2001 Amiruddin,
I. TINJAUAN PUSTAKA. suatu pengertian yuridis, lain halnya dengan istilah perbuatan jahat atau kejahatan. Secara yuridis
I. TINJAUAN PUSTAKA A. Pengertian dan Unsur-Unsur Tindak Pidana Tindak pidana merupakan pengertian dasar dalam hukum pidana. Tindak pidana merupakan suatu pengertian yuridis, lain halnya dengan istilah
DAFTAR PUSTAKA. Amirudin dan Asikin, Zainal, 2004, Pengantar Metode Penelitian Hukum, Rajawali Press, Jakarta.
125 DAFTAR PUSTAKA 1. Buku Ali, Achmad, 2008, Menguak Realitas Hukum : Bunga Rampai Kolom Dan Artikel Pilihan Dalam Bidang Hukum, Kencana, Jakarta Amirudin dan Asikin, Zainal, 2004, Pengantar Metode Penelitian
DAFTAR PUSTAKA. Achmad Ali, Menguak Tabir Hukum, Edisi Revisi, Ghalia Indonesia, Bogor, 2011.
DAFTAR PUSTAKA A. Buku-buku Achmad Ali, Menguak Tabir Hukum, Edisi Revisi, Ghalia Indonesia, Bogor, 2011. Adam Chazawi, Hukum Pidana Korupsi Di Indonesia (Edisi Revisi), PT. Raja Grafindo Persada, Jakarta,
I. PENDAHULUAN. yang melakukan tindak pidana. Dengan lahirnya konsepsi baru dalam hukum pidana modern,
I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Membahas mengenai masalah kesalahan dalam hukum pidana merupakan pembahasan yang sangat penting mengingat bahwa kesalahan merupakan dasar dari penjatuhan pidana bagi orang
BAB V PENUTUP A. Kesimpulan B. Saran
57 BAB V PENUTUP A. Kesimpulan 1. Penggugat mengajukan gugatan ke PTUN karena merasa kepentingannya dirugikan dengan adanya Keputusan yang dikeluarkan oleh Kepala Kepolisian Daerah Banten Nomor Kep/132/III/2014
DAFTAR PUSTAKA. Abidin, A.Z, 1983, Bunga Rampai Hukum Pidana, Pradnya Paramita, Jakarta.
165 DAFTAR PUSTAKA A. Buku Abidin, A.Z, 1983, Bunga Rampai Hukum Pidana, Pradnya Paramita, Akib, Muhammad, 2012, Politik Hukum Lingkungan Dinamika dan Refleksinya Dalam Produk Otonomi Daerah, Rajagrafindo
DAFTAR PUSTAKA. Buku:
DAFTAR PUSTAKA Buku: A.A.G. Peters dan Koesriani Siswosoebroto, Hukum dan Perkembangan Sosial (Buku I), Sinar Harapan, Jakarta, 1988. Adami Chazawi, Pelajaran Hukum Pidana Bagian 1, PT. Raja Grafindo Persada,
PENULISAN HUKUM. PERAN BAPAS DALAM PEMBIMBINGAN ANAK NAKAL YANG MENJALANI PIDANA PENGAWASAN (Studi di Bapas Klas II Kota Madiun)
PENULISAN HUKUM PERAN BAPAS DALAM PEMBIMBINGAN ANAK NAKAL YANG MENJALANI PIDANA PENGAWASAN (Studi di Bapas Klas II Kota Madiun) Oleh: Adianta Laga 07400213 FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG
DAFTAR PUSTAKA. Adami Chazawi, 2005, Hukum Pidana Materiil dan Formil Korupsi di Indonesia, Bayumedia Publishing, Malang.
DAFTAR PUSTAKA Buku : Adami Chazawi, 2005, Hukum Pidana Materiil dan Formil Korupsi di Indonesia, Bayumedia Publishing, Malang. Adami Chazawi, 2008, Hukum Acara Pidana suatu pengantar, PT Alumni, Bandung.
II. TINJAUAN PUSTAKA. dipidana jika tidak ada kesalahan ( Green Straf Zonder Schuld) merupakan dasar
II. TINJAUAN PUSTAKA A. Pengertian Pertanggungjawaban Pidana Pertangggungjawaban pidana hanya dapat terjadi jika sebelumnya seseorang telah melakukan tindak pidana. Asas kesalahan menyatakan dengan tegas
UNSUR KESALAHAN DALAM PERTANGGUNGJAWABAN PIDANA KORPORASI
UNSUR KESALAHAN DALAM PERTANGGUNGJAWABAN PIDANA KORPORASI OLEH: AGUSTINUS POHAN DISAMPAIKAN DALAM PUBLIC SEMINAR ON CORPORATE CRIMINAL LIABILITIES JAKARTA 21 FEBRUARI 2017 PERTANGGUNGJAWABAN PIDANA PERTANGGUNGJAWABAN
PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP PRODUK PERS
TESIS PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP PRODUK PERS Oleh : SAMIADJI MAKIN RAHMAT NIM : 12106078 PROGRAM MAGISTER ILMU HUKUM PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS NAROTAMA SURABAYA 2008 PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP
BAB II TINJAUAN UMUM TENTANG PERTANGGUNG JAWABAN PIDANA. Pertanggung Jawaban pidana dalam istilah asing tersebut juga dengan
BAB II TINJAUAN UMUM TENTANG PERTANGGUNG JAWABAN PIDANA A. Pengertian Pertanggung Jawaban Pidana Pertanggung Jawaban pidana dalam istilah asing tersebut juga dengan teorekenbaardheid atau criminal responsibility
II. TINJAUAN PUSTAKA. A. Dasar Pertimbangan Hakim dalam Menjatuhkan Pidana. Bagaimanapun baiknya segala peraturan perundang-undangan yang siciptakan
18 II. TINJAUAN PUSTAKA A. Dasar Pertimbangan Hakim dalam Menjatuhkan Pidana Kekuasaan kehakiman merupakan badan yang menentukan dan kekuatan kaidahkaidah hukum positif dalam konkretisasi oleh hakim melalui
DAFTAR PUSTAKA. Adjie, Habib, Kebatalan dan Pembatalan Akta Notaris, Bandung: Refika Aditama, 2011.
DAFTAR PUSTAKA A. Buku-Buku Adjie, Habib, Kebatalan dan Pembatalan Akta Notaris, Bandung: Refika Aditama, 2011. Sekilas Dunia Notaris & PPAT Indonesia, Bandung: Mandar Maju, 2009. Sanksi Perdata dan Administratif
DAFTAR PUSTAKA. Adami Chazawi, 2016, Hukum Pidana Korupsi di Indonesia, Jakarta, PT. Raja Grafindo Persada
DAFTAR PUSTAKA Buku : Adami Chazawi, 2016, Hukum Pidana Korupsi di Indonesia, Jakarta, PT. Raja Grafindo Persada Barda Nawawi Arief, 2013, Kapita Selekta Hukum Pidana, Bandung, Citra Aditya Bakti Bryan
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. peraturan perundangan undangan yang berlaku dan pelakunya dapat dikenai
BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Tindak Pidana Tindak pidana merupakan suatu perbuatan yang bertentangan dengan peraturan perundangan undangan yang berlaku dan pelakunya dapat dikenai dengan hukuman pidana.
DAFTAR PUSTAKA. Abdul Ghofur Anshori, Lembaga Kenotariatan Indonesia, Perspektif Hukum dan Etika, Yogyakarta, UII Pres, 2009
DAFTAR PUSTAKA Buku Buku : Abdul Ghofur Anshori, Lembaga Kenotariatan Indonesia, Perspektif Hukum dan Etika, Yogyakarta, UII Pres, 2009 -----------Tanggungjawab Notaris Selaku Pejabat Umum, Center,for
PROGRAM KEPATUHAN KORPORASI SEBAGAI ALASAN PEMAAF
USAID CEGAH Empowering Indonesia s Community of Accountability PROGRAM KEPATUHAN KORPORASI SEBAGAI ALASAN PEMAAF OLEH: AGUSTINUS POHAN DISAMPAIKAN DALAM: INTERNATIONAL BUSINESS INTEGRITY CONFERENCE (IBIC)
PROGRAM STUDI ILMU HUKUM GARIS-GARIS BESAR POKOK PENGAJARAN (GBPP) : HUKUM PIDANA
Mata Kuliah Dosen Deskripsi Singkat Tujuan Instruksional Umum : : ENDRI, S.H., M.H : Mata Kuliah Hukum mempelajari ilmu hukum pidana yang ada di Indonesia. : Mahasiswa diharapkan dapat memahami dan menjelaskan
PENEGAKAN HUKUM TERHADAP PELAKU USAHA YANG MENJUAL MAKANAN MENGANDUNG BAHAN BERBAHAYA. (Skripsi) Oleh BEKI ANTIKA
PENEGAKAN HUKUM TERHADAP PELAKU USAHA YANG MENJUAL MAKANAN MENGANDUNG BAHAN BERBAHAYA (Skripsi) Oleh BEKI ANTIKA FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS LAMPUNG BANDAR LAMPUNG 2012 ABSTRAK UPAYA PENEGAKAN HUKUM TERHADAP
DAFTAR PUSTAKA. Adi, Riyanto, 2004, Metodologi Penelitian Sosial dan Hukum, Granit, Jakarta
136 A. Buku DAFTAR PUSTAKA Adi, Riyanto, 2004, Metodologi Penelitian Sosial dan Hukum, Granit, Jakarta Ali, Mahrus, 2008, Kejahatan Korporasi, Arti Bumi Intaran, Yogyakarta Arief, Barda Nawawi, 1994, Kebijakan
DAFTAR PUSTAKA. A. Buku-buku Sianturi, S.R., 1996, Asas-asas Hukum Pidana di Indonesia dan Penerapannya, Jakarta: Alumni Ahaem-Patahaem.
DAFTAR PUSTAKA A. Buku-buku Sianturi, S.R., 1996, Asas-asas Hukum Pidana di Indonesia dan Penerapannya, Jakarta: Alumni Ahaem-Patahaem. -------------------------, Tindak Pidana di KUHP Berikut Uraiannya.
DAFTAR PUSTAKA. Adi, Rianto Metodologi Penelitian Sosial dan Hukum, Jakarta: Granit.
98 DAFTAR PUSTAKA Adi, Rianto. 2010. Metodologi Penelitian Sosial dan Hukum, Jakarta: Granit. Alvin S. 1994. Sociology of Law, dialihbahasakan oleh Rinaldi Simamora. Jakarta: Rineka Cipta. Arief, Barda
I. PENDAHULUAN. kemajuan dalam kehidupan masyarakat, selain itu dapat mengakibatkan perubahan kondisi sosial
I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Negara Indonesia adalah salah satu negara berkembang yang sedang mengalami proses pembangunan. Proses pembangunan tersebut dapat menimbulkan dampak sosial positif yaitu
Amirroedin sjarif, Disiplin militer dan Pembinaannya, Jakarta:Ghalia Indonesia, 1982.
DAFTAR PUSTAKA A. BUKU Anthon F. Susanto, Penelitian Hukum Transformatif-Partisipatoris: Fondasi Penelitian Kolaboratif dan Aplikasi Campuran (Mix Method) dalam Penelitian Hukum,Setara Press, Malang, 2015.
TINJAUAN YURIDIS SOSIOLOGIS PENANGANAN KASUS TINDAK PIDANA PENCURIAN YANG DILAKUKAN OLEH ANAK. (Studi Di Wilayah Hukum Polres Jombang)
TINJAUAN YURIDIS SOSIOLOGIS PENANGANAN KASUS TINDAK PIDANA PENCURIAN YANG DILAKUKAN OLEH ANAK (Studi Di Wilayah Hukum Polres Jombang) PENULISAN HUKUM Oleh : Surya Dwi Novriyanto 08400199 UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH
I. PENDAHULUAN. terpuruknya sistem kesejahteraan material yang mengabaikan nilai-nilai
1 I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Tindak pidana penggelapan di Indonesia saat ini menjadi salah satu penyebab terpuruknya sistem kesejahteraan material yang mengabaikan nilai-nilai kehidupan dalam
BAB II TINJAUAN UMUM TENTANG PERTANGGUNG JAWABAN PIDANA DAN PENCEMARAN NAMA BAIK, MELALUI INTERNET
BAB II TINJAUAN UMUM TENTANG PERTANGGUNG JAWABAN PIDANA DAN PENCEMARAN NAMA BAIK, MELALUI INTERNET 1.1 Pengertian Tindak Pidana Wirjono Projodikoro menterjemahkan istilah strabaarfeit sama dengan tindak
