AKADEMI FASHION DI JEMBER
|
|
|
- Erlin Setiabudi
- 8 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 JURNAL edimensi ARISTEKTUR, No. 1 (2012) AKADEMI FASHION DI JEMBER Penulis P. Kurniawan Ongkohardjo dan Dosen P. Ir. Irwan Santoso, M.T. Program Studi Teknik Arsitektur, Universitas Kristen Petra Jl. Siwalankerto , Surabaya [email protected] ; [email protected] Gambar 1.1 Perspektif Bird Eye View Jember Fashion Academy Abstrak Proyek tugas akhir ini merupakan suatu fasilitas pendidikan mengenai fashion di Jember Fasilitas ini ditujukan untuk mewadahi kegiatan edukasi tentang fashion dan mengembangkan minat masyarakat tentang fashion di kota Jember. Fasilitas ini didesain dengan mengutamakan fungsi baik sebagai fasilitas edukasi mengenai fashion dan sebagai tempat pertunjukkan fashion. Di sisi lain juga memasukkan ciri khas fashion yang ada di Jember. Pendekatan yang diambil adalah pendekatan sistem edukasi dan sistem kurikulum yang digunakan oleh akademi. Pendalaman landscape dipilih untuk menyatukan beberapa fungsi yang ada dengan ruang luar serta sistem sirkulasi dalam akademi sehingga dapat menciptakan integrasi yang baik antara fungsi bangunan dan desain bangunan Kata Kunci Akademi, fashion, Jember, edukasi, pertunjukkan, kurikulum, sistem, landscape. I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Perancangan Perkembangan fashion di daerah Jember dan minat masyarakat cukup tinggi terhadap fashion dengan seiring berjalannya Jember Fashion Carnaval yang diadakan sejak tahun Jember Fashion Carnaval tau JFC sendiri merupakan acara tahunan yang pada awalnya diadakan dalam rangka kegiatan-kegiatan Perayaan Peringatan HUT Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia dan Ulang Tahun Jember. Visi dari JFC sendiri adalah menjadikan Jember menjadi kota wisata mode pertama di Indonesia bahkan di dunia. Maka dari itu, terdapat persyaratan bagi para peserta yang ingin berpartisipasi dalam JFC, yaitu memiliki kreasi sendiri berdasarkan kreativitas sendiri Meskipun begitu, nyatanya peserta JFC tiap tahunnya mengalami peningkatan Gambar 1.2 Grafik Perkembangan peserta JFC Kab. Jember sendiri merupakan tempat tujuan pendidikan khususnya perguruan tinggi di bagian Timur dari Jawa Timur. Di Jember sendiri terdapat kurang
2 JURNAL edimensi ARISTEKTUR, No. 1 (2012) lebih 22 perguruan tinggi diantaranya terdapat 2 PTN. Banyak mahasiswa berasal dari kabupaten di sekitar Kab. Jember yang menempuh pendidikan di Jember. Sehingga dapat dibilang bahwa kota Jember memiliki potensi untuk dijadikan sebagai kota tujuan pendidikan mengingat cukup banyaknya fasilitas pendidikan yang ada dan fasilitas penunjang lainnya Status Kepemilikan Lahan : Milik PEMDA Gambar 1.3 Peta Daerah Jember sebagai tujuan pendidikan di Jawa Timur bagian Timur Dari adanya proyek ini diharapkan agar potensi Jember sebagai kota tujuan pendidikan sekaligus dalam rangka menjadikan Jember sebagai kota wisata mode dapat dimaksimalkan dan dapat menjadi wadah bagi masyarakat yang mempunyai minat terhadap fashion untuk mengembangkan kreativitasnya dengan bimbingan dari fasilitas pendidikan ini. Selain itu diharapkan juga agar partisipasi masyarakat terhadap perkembangan pendidikan terutama untuk kalangan mahasiswa semakin meningkat dengan adanya fasilitas pendidikan ini dan dapat menarik minat dari masyarakat baik di sekitar Kabupateb Jember maupun di Jawa Timur yang tertarik untuk mempelajari fashion. B. Tujuan Perancangan Sesuai dengan latang belakang perancangan yang telah dijelaskan sebelumnya, maka disimpulkan tujuan perancangan sebagai berikut : Membantu perkembangan fashion atau mode di Jember dalam rangka menjadikan Jember sebagai kota mode di Indonesia Membantu perkembangan fashion atau mode di Jember dalam rangka menjadikan Jember sebagai kota mode di Indonesia Memfasilitasi kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan perkembangan fashion di Jember seperti acara fashion show, seminar, dsb A. Data dan Lokasi Site II. URAIAN PENELITIAN Lokasi : Jl. Nusantara Kecamatan : Kaliwatesi Kabupaten : Jember Rencana Guna Tata Lahan : Perdagangan dan Jasa, Pemukiman Luas Lahan : ± m2 / ± 1.65 ha Gambar 2.1 Peta Lokasi Site Batas Fisik Tapak : Utara : GOR PKPSO Kaliwates, Jember Timur : Sawah & Tanah Kosong Selatan : Sungai Bedadung Barat : Dinas Pendapatan Daerah Jember & Tanah Kosong B. Konsep Desain Sesuai dengan latar belakang dan tujuan perancangan, maka konsep yang diambil mengacu pada konsep fashion yang berkembang di Jember yaitu konsep peragaan fashion Outdoor Runway. Konsep tersebut yang menjadi ciri khas dari JFC tiap tahunnya dimana menggunakan jalan arteri kota sebagai fashion runway. Selain itu,sesuai dengan tujuan proyek ini, terdapat 2 fungsi yang berbeda dalam proyek ini yaitu fungsi akademis dan fungsi exhibition. Oleh karena itu diperlukan integrasi dan keterkaitan dimana fungsi yang satu saling mendukung fungsi lainnya dan begitu juga sebaliknya. Hal ini dipakai sebagai pertimbangan serta konsep dalam mendesain proyek ini, C. Pendekatan Desain Pendekatan desain menggunakan pendekatan dari kurikulum dan sistem pengajaran yang digunakan oleh akademi. Pendekatan ini dipakai karena baik kurikulum dan sistem pengajaran saling berkaitan erat dan berpengaruh terhadap fungsi dan desain dari proyek ini. Fashion Design Inti Pengajaran dari jurusan ini adalah pelatihan perancangan desain dengan mata kuliah lain sebagai
3 JURNAL edimensi ARISTEKTUR, No. 1 (2012) pendukungnya. Pengajaran kebanyakan dilakukan di studio atau latihan praktek langsung yang dibimbing oleh dosen mata kuliah yang bersangkutan Make Up Artistic Inti Pengajaran dari program ini adalah Pelatihan dan Praktek Kerja. Pengajaran dilakukan di dalam studio make up dan langsung dipraktekkan sebagai latihan. studi kasus dan proyek yang mengharuskan mahasiswa banyak berdiskusi dalam kelompok Gambar 2.2 Bagan Kurikulum Program Fashion Design Pada semester terakhir untuk D3 Fashion Design dan semester 7 untuk D4 Fashion Design terdapat proyek fashion show sebagai syarat kelulusan dari akademi. Sehingga tiap 6 bulan sekali diselenggarakan fashion show sebagai ujian bagi mahasiswa fashion design sekaligus sebagai acara exhibition untuk mempromosikan dan memperkenalkan fashion lebih dalam kepada masyarakat Fashion Business Inti Pengajaran dari jurusan ini adalah Pelatihan dan Pemberian Kuliah tentang Bisnis dalam dunia Fashion. Pengajaran dilakukan berimbang baik secara pemberian kuliah atau praktek kerja serta studi kasus & proyek sebagai penerapan dari materimateri yang diberikan baik dalam hal bisnis dan fashion. Mahasiswa mendapat banyak tugas berupa studi kasus dan proyek yang mengharuskan mahasiswa banyak berdiskusi dalam kelompok. Gambar 2.4 Bagan Kurikulum Program Make Up Artistic Modul II merupakan kelanjutan dari Modul I bagi mereka yang tertarik untuk mendalami tentang make up. Pada saat program modul akan berakhir, mahasiswa akan diharuskan membuat portofolio mengenai make up dimana mereka diperkenankan untuk berkolaborasi dengan mahasiswa dari program lain dalam pembuatan portofolio. Modeling Inti Pengajaran dari program ini adalah Pelatihan dan Praktek Kerja. Pengajaran dilakukan di dalam kuliah dan studio latihan kemudian terdapat sesi latihan. Gambar 2.5 Bagan Kurikulum Program Modeling Gambar 2.3 Bagan Kurikulum Program Fashion Business Pada semester terakhir untuk program studi D3 Fashion Business, terdapat proyek tugas akhir dimana pengetahuan dan pelatihan yang telah didapat mahasiswa selama 5 semester dapat dinilai dari proyek tersebut. Proyek tugas akhir mengharuskan siswa untuk membuat sebuah label fashion dari awal hingga akhirnya dapat menarik dan dipasarkan. Terdapat tugas akhir berupa portofolio model dimana mahasiswa diminta untuk merencanakan sebuat tema photoshot sebagai bahan dari portofolio model tersebut. Tema photoshot dan hal lainnya direncanakan sendiri oleh siswa dan siswa dapat meminta bantuan dari mahasiswa program lain di luar modeling. Dari beberapa program studi dan program yang ada di akademi ini, sistem pengajaran yang dipakai adalah problem based learning dimana mahasiswa dituntut untuk menyelesaikian masalah sambil belajar dibantu
4 JURNAL edimensi ARISTEKTUR, No. 1 (2012) dengan bimbingan dosen. Mahasiswa dituntut lebih aktif dalam proses belajar mengajar maupun proses mencari informasi atau referensi. Selain itu, beberapa proyek terakhir dari beberapa jurusan mengharuskan mahasiswa antar program studi ataupun program untuk saling berkolaborasi atau bekerja sama dalam proyek terakhir yang menjadi syarat kelulusan. Hal ini menjadi suatu pemernyatu antara tiap program studi / program yang ada di akademi ini dan dapat diimplementasikan ke dalam desain nantinya. D. Penerapan Konsep Pola Penataan Massa Penataan massa dimulai dari massa penerima dilanjutkan dengan penentuan Outdoor Runway sebagai jalur sirkulasi utama beserta letaknya. Di antara Outdoor Runway terdapat open space yang diletakkan sebagai ruang transisi sebelum memasuki Outdoor Runway. Peletakkan massa lainnya mengikuti dari letak Outdoor Runway dimana Outdoor Runway yang menjadi penghubung dari tiap massa dan sebagai jalur sirkulasi utama. Penataan massa bangunan dipengaruhi oleh adanya Outdoor Runway sebagai jalur sirkulasi utama dimana letak massa-massa yang ada menjadikan Outdoor Runway yang ada terlihat sebagai jalur yang menghubungkan tiap massa. Outdoor Runway sendiri dibuat mengitari bagian Barat site sebagai upaya untuk memusatkan massa-massa yang ada di bagian barat site. Hal ini berkaitan dengan konsep serta pendekatan desain dimana zona edukasi dibuat lebih privat dengan massa perpustakaan sebagai pusat dan massa lainnya mengelilingi massa perpustakaan. Posisi dan letak massa di sekitar massa perpustakaan ( massa D) kebanyakan diarahkan menuju Barat sehingga massa berhadapan tegak lurus dengan Barat sebagai upaya menanggulangi aspek thermal ke dalam bangunan. Dengan adanya Outdoor Runway, konsep desain mengenai integrasi antara kedua fungsi yang ada dalam proyek ini diperkuat. Outdoor Runway selain berfungsi sebagai area atau jalur outdoor fashion show, juga berfungsi sebagai jalur sirkulasi utama yang menghubungkan tiap massa yang ada serta sebagai area tempat mahasiswa berinteraksi dan bersosialisasi. Gambar 2.7 Suasana Outdoor Runway Selain itu terdapat beberapa open space yang terbentuk akibat dari tatanan massa yang ada. Open space tersebut didesain sedemikian rupa sehingga dapat menjadi pemersatu dari tiap massa yang ada sekaligus berfungsi sebagai tempat interaksi antar mahasiswa. Open space tersebut juga yang memberikan suasana berbeda pada Outdoor Runway. Gambar 2.8 Suasana Open Space di sekitar Outdoor Runway Gambar 2.6 Pola Penataan Massa Bangunan Open space yang ada di proyek ini selain berfungsi seperti yang disebutkan di atas juga berfungsi sebagai area transisi antara massa penerima dengan Outdoor Runway. Open space tersebut yang menjadi peralihan menuju Outdoor Runway dan didesain sedemikian rupa sehingga memberikan suasana yang berbeda.
5 JURNAL edimensi ARISTEKTUR, No. 1 (2012) Gambar 2.11 Perspektif beberapa massa di dalam area Akademi Fashion Jember Gambar 2.9 Suasana Open Space sebagai area transisi memasuki Outdoor Runway Bentuk dan Penampilan Bangunan Bentuk massa dalam akademi seperti vas dimana lantai 2 lebih besar atau lebih lebar dari lantai 1 yang dimaksudkan sebagai upaya desain arsitektur dalam menanggulangi cuaca atau iklim Jawa Timur sekaligus sebagai desain bangunan. Desain lantai 2 yang menjorok sebagai penyatu dari massa-massa yang ada di Akademi ini dimana desain massa dalam proyek ini hampir sama. Penataan Ruang dalam Bangunan Pada massa program Fashion Business, ruang ruang yang ada terbagi dengan adanya koridor sebagai jalur sirkulasinya. Koridor tersebut langsung berhubungan dengan udara luar sebagai upaya penghawaan pasif ke dalam bangunan sekaligus untuk efisiensi energi pada bangunan. Selain itu, peletakkan ruang seperti toilet di bagian barat dan ruang lainnya yang tidak terlalu penting di bagian barat sebagai upaya penanggulangan aspek thermal ke bangunan dimana fungsi-fungsi ruang yang penting diletakkan di area yang lebih nyaman Gambar 2.12 Denah lantai 2 Massa Fashion Business Gambar 2.10 Bentuk Massa Perpustakaan Bagian lantai 2 yang menjorok digunakan sebagai fasade untuk estetika bangunan sekaligus sebagai tempat untuk memasang shading device (massa akademis). Bagian fasade tersebut itu juga yang menjadi penyatu dari massa-massa di dalam site dimana fasade-fasade yang ada hampir sama di tiap massa. Pada massa Fashion Design, terdapat area koridor yang menghadap langsung ke bagian barat sebagai upaya menanggulangi barat sekaligus sebagai shading device pada sore hari untuk bagian lantai 1-nya. Selain itu, peletakkan koridor menghadap barat dimaksudkan agar penghawaan pasif berjalan dengan baik meskipun sudah cukup banyak terdapat bukaan pada bangunan Gambar 2.13 Potongan Massa Fashion Design Terdapat koridor dan void pada massa office dimana selain digunakan sebagai jalur sirkulasi, jalur koridor tersebut digunakan sebagai area penghawaan pasif
6 JURNAL edimensi ARISTEKTUR, No. 1 (2012) dimana di kedua ujungnya terdapat bukaan yang didesain untuk penghawaan pasif. Sedangkan ruangruang di sekitarnya dapat menggunakan penghawaan pasif atau tidak Gambar 2.16 Perspektif Struktur Massa Utama (Massa Perpustakaan) Gambar 2.14 Denah Lantai 2 Massa Office Area lantai 2 dan 3 massa perpustakaan didesain lebih menjorok ke luar dimaksudkan sebagai area baca dan area komputer pada lantai 3. Area tersebut didesain dengan banyak bukaan agar aktivitas dalam area baca dapat menarik mahasiswa untuk lebih aktif dan lebih banyak mengunjungi perpustakaan Bagian lantai 2 pada tiap massa kebanyakan menjorok / lebih besar dari lantai 1. Hal ini menuntut penggunaan konsol untuk menyangga tiap bagian lantai yang menjorok. Struktur atap pada tiap massa berbeda-beda tergantung fungsinya. Untuk tiap massa edukasi, struktur atap yang digunakan adalah struktur atap kayu dengan jenis atap perisai. Untuk struktur atap massa selain massa untuk edukasi, jenis struktur yang digunakan adalah sistem struktur atap dengan sistem arc. Struktur Atap untuk sistem arc adalah rangka pipa besi arc (lengkung) dengan gording pipa besi dan bahan penutup atap galvalum. Sedangkan untuk struktur atap miring adalah struktur rangka setengah kuda-kuda baja dengan gording baja kanal C dan penutup atap galvalum. Tiap rangka atap yang ada, bebannya langsung disalurkan menuju kolom (struktur atap langsung menumpu pada kolom) Gambar 2.15 Denah lantai 2 Massa Perpustakaan E. Sistem Struktur Sistem struktur yang digunakan secara umum adalah sistem rangka, yaitu menggunakan kolom dan balok sebagai struktur utama. Material struktur utama yang digunakan adalah beton. Modul kolom yang digunakan rata-rata dalam proyek ini adalah 8 x 8 dengan dimensi kolom mulai dari 30 cm sampai 60 cm. Penentuan modul dan dimensi koloml ini berdasarkan pertimbangan program ruang dan kurikulum sesuai dengan konsep yang ingin diangkat oleh proyek ini. Gambar 2.17 Penyaluran Beban Massa Utama (Massa Perpustakaan) F. Sistem Utilitas
7 JURNAL edimensi ARISTEKTUR, No. 1 (2012) Gambar 2.19 Utilitas Listrik Gambar 2.18 Utilitas Air Bersih Saluran Air Bersih PDAM - meteran - tandon bawah pompa (I) massa (dekat) PDAM - meteran - tandon bawah pompa (I) pompa (II) - massa (jauh). Menggunakan sistem up-feed karena ketinggian lantai maksimal ada di lantai 2 sehingga bisa dilayani dengan pompa dari tandon bawah Saluran Air Kotor Toilet - septic tank - sumur resapan Sistem Kebakaran Menggunakan tabung pemadam kebakaran karena dianggap sudah cukup untuk melayani luas ruangan tiap area di proyek dan letak massa yang cukup jauh dari jalur sirkulasi maupun jalur servis. Jalur servis dalam site sendiri masih bisa untuk dilewati kendaraan pemadam kebakaran. G. Pendalam Desain Pendalaman yang digunakan adalah pendalaman landscape. Dasar pemilihan pendalaman landscape: Adanya Outdoor Catwalk yang banyak dipengaruhi oleh integrasi bangunan dengan ruang luar Desain Ruang Luar memberikan sentuhan estetika dalam desain tatanan massa banyak Ruang Luar berfungsi sebagai pemersatu; baik secara fungsional (sistem pendidikan, interaksi manusia) maupun secara desain (tatanan massa) Saluran Air Hujan Air hujan dialirkan ke bak kontrol (BK). Sebagian dari air hujan yang bisa dialirkan ke selokan kota, langsung di alirkan ke selokan kota Saluran Air Hujan PLN - meteran MDP (terdapat Genset) panel utama panel tiap bangunan meteran tiap bangunan saklar dan stop kontak Menggunakan listrik dari PLN sebagai suplai listrik utama, sedangkan saat listrik padam menggunakan suplai listrik dari genset (BBM). Peletakan ruang servis listrik di bagian timur site yang memang merupakan jalur atau daerah servis Gambar 2.20 Perspektif Landscape Akademi Fashion di Jember Pendalaman lanscape ditujukan bagi mahasiswa ataupun pengunjung untuk dapat merasakan suasana Outdoor Catwalk / Outdoor Runway di proyek ini yang ditunjukkan melalui permainan elevasi pada landscape. Selain itu, area open space di sekitar bangunan juga didesain sehingga memberikan suasana tersendiri pada Outdoor Runway. Outdoor Runway tersebut juga sebagai jalur sirkulasi utama dalam site yang menghubungkan tiap massa
8 JURNAL edimensi ARISTEKTUR, No. 1 (2012) III. KESIMPULAN Keunikan proyek Akademi Fashion Jember ini diwujudkan dengan desain bangunan yang ada beserta penjesannya pada bagian isi dan dengan mengangkat konsep Outdoor Runway, ciri khas fashion di Jember dapat dimunculkan. Dari segi desain, tatanan & bentuk bangunan lebih menyesuaikan dengan Outdoor Runway yang ada. Bentukannya juga cukup banyak dipengaruhi oleh kondisi & lokasi site. Memadukan aspek akademis dan aspek desain/seni dalam mendesain sekolah fashion cukup sulit karena perlu mempertimbangkan banyak hal. Hasil desain yang ada sekarang bisa dibilang lebih banyak menitikberatkan pada fungsi dan sistem pendidikan dalam akademi tersebut. akan tetapi desain bangunan yang ada juga didesain sedemikian rupa sehingga tidak terlalu kaku dan menggunakan permainan fasade serta shading device dalam menampilkan estetika dari tiap bangunan. Selain itu, konsep integrasi yang ingin diangkat oelh proyek ini diwujudkan dengan korelasi antara 2 fungsi yang berbeda; yaitu fungsi akademis dan fungsi exhibition; dengan menggunakan Outdoor Runway dimana Outdoor Runway sendiri berfungsi sebagai sirkulasi utama sekaligus sebagai tempat berjalannya outdoor fashion show di dalam akademi. Pembagian pelaksnaan kedua fungsi tersebut dapat diatur dengan waktu atau hal lainnya. UCAPAN TERIMA KASIH Penulis K.O mengucapkan terima kasih kepada Tuhan Yesus Kristus dan juga orangtua yang telah senantiasa mendukung dan mendoakan penulis. Penulis K.O juga mengucapkan terima kasih kepada : 1. Ir. Irwan Santoso, M.T. yang telah bersedia memberikan waktu, tenaga, dan pikiran, sebagai pembimbing utama penulis dalam pembuatan tugas akhir ini. 2. Luciana Kristanto, S.T., M.T.; dan Ir. Bisatya W. Maer, M.T. selaku mentor pembimbing penulis yang dengan sabar memberikan masukan dan dukungan kepada penulis dalam proses penyelesaian tugas akhir ini. 3. Agus Dwi Haryanto, S.T.,M.Sc sebagai ketua Jurusan Teknik Arsitektur Universitas Kristen Petra. 4. Anik Juniwati, S.T., M.T selau koordinator TA, Ibu Nana dan Bapak Agus selaku pengawas studio TA sehingga TA 67 dapat berjalan dengan baik 5. Semua pihak yang belum disebutkan diatas. Akhir kata penulis mohon maaf atas kekurangan dalam penulisan tugas akhir ini dan penulis dengan senang hati menerima kritik dan saran yang membangun bagi penulis dikemudian hari. Semoga tugas akhir ini dapat bermanfaat bagi rekan-rekan mahasiswa. DAFTAR PUSTAKA BPS. Jember Dalam Angka Sukoharjo : Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sukoharjo, Neufert, Enrst. Data Arsitek Edisi 33 Jilid I. Jakarta : Penerbit Erlangga Neufert, Enrst. Data Arsitek Edisi 33 Jilid II.Jakarta : Penerbit Erlangga Gambar 2.20 Site Plan Akademi Fashion di Jember Dengan adanya Outdoor Runway juga terbentuk open space yang bukan hanya sebagai desain landscape dan estetika melainkan juga sebagai tempat untuk berinteraksi antar sesama mahasiswa sesuai dengan metode pengajaran yang mengharuskan siswa harus lebih aktif dan banyak berdiskusi.
Hotel Resor dan Wisata Budidaya Trumbu Karang di Pantai Pasir Putih Situbondo
JURNAL edimensi ARISTEKTUR Vol. 1, No. 1 (2012) 1-6 1 Hotel Resor dan Wisata Budidaya Trumbu Karang di Pantai Pasir Putih Situbondo Penulis: Yusak Budianto, dan Dosen Pembimbing: Ir. Irwan Santoso, M.T.
WISATA PASAR IKAN PUGER DI JEMBER
JURNAL edimensi ARISTEKTUR, No. 1 (2012) 1-5 1 WISATA PASAR IKAN PUGER DI JEMBER Penulis P. Dwi Rano Hartejo dan Dosen P. Ir. Frans Soehartono, Ph.D. Jurusan Teknik Arsitektur, Universitas Kristen Petra
MUSEUM TRANSPORTASI DARAT DI BATU
JURNAL edimensi ARSITEKTUR Vol. II, No. 1, (2014) 88-93 88 MUSEUM TRANSPORTASI DARAT DI BATU Danny Tedja Sukmana, dan Ir. Bisatya W. Maer, M.T Program Studi Arsitektur, Universitas Kristen Petra Jl. Siwalankerto
PERENCANAAN GEREJA KRISTEN INDONESIA SOLO BARU
JURNAL edimensi ARISTEKTUR, No. 1 (2012) 1-5 1 PERENCANAAN GEREJA KRISTEN INDONESIA SOLO BARU Penulis P. Dimas Christianto Wibowo dan Dosen P. Ir. Samuel Hartono, MSc. Program Studi Teknik Arsitektur,
Fasilitas Pendidikan Tata Busana Kebaya di Surabaya
JURNAL edimensi ARISTEKTUR, No. 1 (2012) 1-8 1 Fasilitas Pendidikan Tata Busana Kebaya di Surabaya Penulis : Eric Charlie Lie dan Luciana Kristanto Program Studi Arsitektur, Universitas Kristen Petra Jl.
FASILITAS WISATA SIMULASI PROFESI DI SURABAYA
JURNAL edimensi ARSITEKTUR Vol. II, No.1 (2014), 243-250 243 FASILITAS WISATA SIMULASI PROFESI DI SURABAYA Aditya Eka Angga Widodo dan Anik Juniwati S.T., M.T. Prodi Arsitektur, Universitas Kristen Petra
PUSAT PAGELARAAN PELATIHAN DAN GALERI SENI TARI TRADISIONAL DI BALI
JURNAL edimensi ARISTEKTUR, No. 1 (2012) 1-5 1 PUSAT PAGELARAAN PELATIHAN DAN GALERI SENI TARI TRADISIONAL DI BALI Penulis P. Andika Putra dan Dosen P. Ir. Frans Soehartono, Ph.D. Jurusan Teknik Arsitektur,
Hotel Resor dan Fasilitas Wisata Mangrove di Pantai Jenu, Tuban
JURNAL edimensi ARISTEKTUR Vol. 1, No. 1 (2012) 1-7 1 Hotel Resor dan Fasilitas Wisata Mangrove di Pantai Jenu, Tuban Penulis : Albert Santoso dan Dosen Pembimbing : Ir. Handinoto, M.T. Program Studi Arsitektur,
FASILITAS AGROWISATA BUAH DURIAN DI WONOSALAM, JOMBANG
JURNAL edimensi ARSITEKTUR Vol. II. No. 1 (2014), 67-72 67 FASILITAS AGROWISATA BUAH DURIAN DI WONOSALAM, JOMBANG Gunawan dan Anik Juniwati S.T., M.T. Prodi Arsitektur, Universitas Kristen Petra Jl. Siwalankerto
Wahana Rekreasi Edukatif Anatomi Fisiologi Tubuh Manusia Di Surabaya
JURNAL edimensi ARSITEKTUR Vol.1,No. 1, (2012) 1-8 1 Wahana Rekreasi Edukatif Anatomi Fisiologi Tubuh Manusia Di Surabaya Merliana Tjondro dan Christine Wonoseputro, S.T.,MASD Jurusan Teknik Arsitektur,
Fasilitas Penitipan dan Pelatihan Anjing Trah di Surabaya
JURNAL edimensi ARISTEKTUR, No. 1 (2012) 1-6 1 Fasilitas Penitipan dan Pelatihan Anjing Trah di Surabaya Penulis Ivan Iskandar Tedja dan Dosen Pembimbing, Roni Ang, S.T., M.A(Arch) Jurusan Teknik Arsitektur,
PASAR TERAPUNG DI BANJARMASIN, KALIMANTAN SELATAN
JURNAL edimensi ARSITEKTUR Vol. II, No. 1 (2014), 336-342 336 PASAR TERAPUNG DI BANJARMASIN, KALIMANTAN SELATAN Tjung Ardy dan Ir. Benny Poerbantanoe Program Studi Teknik Arsitektur, Universitas Kristen
BAB V. KONSEP PERANCANGAN
BAB V. KONSEP PERANCANGAN A. KONSEP MAKRO 1. Youth Community Center as a Place for Socialization and Self-Improvement Yogyakarta sebagai kota pelajar dan kota pendidikan tentunya tercermin dari banyaknya
Fasilitas Wisata Kuliner di Pantai Losari Makassar
JURNAL edimensi ARSITEKTUR Vol. 1, No. 2, (2013) 8 Fasilitas Wisata Kuliner di Pantai Losari Makassar Penulis : Irvan Kristianto Chandra dan Dosen Pembimbing : Ir. Handinoto., M. T. Program Studi Arsitektur,
GEDUNG PAGELARAN MUSIK ROCK DI SURABAYA
JURNAL edimensi ARSITEKTUR, Vol. II, No. 1 (2014) 182-187 182 GEDUNG PAGELARAN MUSIK ROCK DI SURABAYA Alvantara Hendrianto, dan Ir. Bisatya W. Maer, MT. Program Studi Arsitektur, Universitas Kristen Petra
Fasilitas Edukasi Wisata Tanaman Hias Di Surabaya
JURNAL edimensi ARSITEKTUR Vol.II. No.1 (2014) 60-66 60 Fasilitas Edukasi Wisata Tanaman Hias Di Surabaya Max William Gunawan, dan Ir. J. Lukito Kartono, MA Program Studi Arsitektur, Universitas Kristen
TEMA DAN KONSEP. PUSAT MODE DAN DESAIN Tema : Dinamis KONSEP RUANG KONSEP TAPAK LOKASI OBJEK RANCANG
TEMA DAN KONSEP T E M A Trend dalam berpakaian dari tahun ke tahun akan TEMA terus berputar, dan akan berkembang lagi seiring berjalannya waktu eksplorasi tentang suatu pergerakan progressive yang selalu
RUMAH SAKIT IBU DAN ANAK DI LUWUK
JURNAL edimensi ARSITEKTUR Vol.1,No. 1, (2012) 1-5 1 RUMAH SAKIT IBU DAN ANAK DI LUWUK Stephanie Tatimu, dan Dosen Ir. J. Loekito Kartono, MA. Jurusan Teknik Arsitektur, Universitas Kristen Petra Jl. Siwalankerto
Pelabuhan Wisata dengan Fasilitas Kuliner di Manado
JURNAL edimensi ARISTEKTUR Vol. 1, No. 1 (2012) 1-5 1 Pelabuhan Wisata dengan Fasilitas Kuliner di Manado Penulis: Agrada Ciputra dan Dosen Pembimbing: Ir. Bisatya W. Maer, M.T. Jurusan Teknik Arsitektur,
FASILITAS PECINTA SEPEDA DI SURABAYA
JURNAL edimensi ARSITEKTUR Vol. 1, No. 1, (2012) 1-6 1 FASILITAS PECINTA SEPEDA DI SURABAYA Lydia Myrtha Tandono Ir. Handinoto, M.T. Program Studi Teknik Arsitektur, Universitas Kristen Petra Jl. Siwalankerto
BAB VI KONSEP PERANCANGAN
BAB VI KONSEP PERANCANGAN 6.1 Konsep Utama Perancanaan Youth Center Kota Yogyakarta ini ditujukan untuk merancang sebuah fasilitas pendidikan non formal untuk menghasilkan konsep tata ruang dalam dan luar
Perpustakaan Nasional di Surabaya
JURNAL edimensi ARSITEKTUR, No. 1 (2012) 1-6 1 Perpustakaan Nasional di Surabaya Johan Surya Wiejaya dan Eunike Kristi, S.T., M. Des.Sc (Hons) Jurusan Teknik Arsitektur, Universitas Kristen Petra Jl. Siwalankerto
Fasilitas Pelatihan dan Pergelaran Seni Tari Hip Hop di Surabaya
JURNAL edimensi ARSITEKTUR Vol. II, No. 1 (2014), 238-242 238 Fasilitas Pelatihan dan Pergelaran Seni Tari Hip Hop di Surabaya Sandy Yanuar dan Roni Anggoro, S.T., M.A. (Arch). Prodi Arsitektur, Universitas
BAB VI HASIL PERANCANGAN. Hasil perancangan dari kawasan wisata Pantai Dalegan di Kabupaten Gresik
BAB VI HASIL PERANCANGAN Hasil perancangan dari kawasan wisata Pantai Dalegan di Kabupaten Gresik mengaplikasikan konsep metafora gelombang yang dicapai dengan cara mengambil karakteristik dari gelombang
BAB IV KONSEP PERENCANAAN DAN PERANCANGAN
BAB IV KONSEP PERENCANAAN DAN PERANCANGAN Rumusan konsep ini merupakan dasar yang digunakan sebagai acuan pada desain studio akhir. Konsep ini disusun dari hasil analisis penulis dari tinjauan pustaka
BAB VI HASIL RANCANGAN. wadah untuk menyimpan serta mendokumentasikan alat-alat permainan, musik,
BAB VI HASIL RANCANGAN Perancangan Museum Anak-Anak di Kota Malang ini merupakan suatu wadah untuk menyimpan serta mendokumentasikan alat-alat permainan, musik, serta film untuk anak-anak. Selain sebagai
PASAR MODERN DAN TERMINAL (TIPE C) BRATANG
JURNAL edimensi ARISTEKTUR, No. 1 (2012) 1-7 1 PASAR MODERN DAN TERMINAL (TIPE C) BRATANG Stephanie Tantiono, Ir. Benny Poerbantanoe, MSP Jurusan Teknik Arsitektur, Universitas Kristen Petra Jl. Siwalankerto
FASILITAS REKAMAN SUARA DI KOTA MALANG
JURNAL edimensi ARSITEKTUR Vol. II, No. 1 (2014), 262-268 262 FASILITAS REKAMAN SUARA DI KOTA MALANG Christopher Adi Hernawan dan Ir. Samuel Hartono, M.Sc Program Studi Teknik Arsitektur, Universitas Kristen
Pusat Modifikasi Mobil di Surabaya
JURNAL edimensi ARSITEKTUR Vol. 1, No. 2, (2013) 90-97 90 Pusat Modifikasi Mobil di Surabaya Penulis : Randy Eka Pranoto dan Roni Anggoro, S.T., M.A.(Arch) Prodi Arsitektur, Universitas Kristen Petra Jl.
Resor Wisata Kuliner Lombok di Pantai Nipah
JURNAL edimensi ARSITEKTUR Vol. 2, No. 1, (2013) 182-187 182 Resor Wisata Kuliner Lombok di Pantai Nipah Danny Vernatha dan Roni Anggoro S.T., M.A.(Arch) Program Studi Arsitektur, Universitas Kristen Petra
BAB V KONSEP PERANCANGAN
BAB V KONSEP PERANCANGAN V.1 Konsep Dasar Perancangan Untuk mendukung tema maka konsep dasar perancangan yang di gunakan pada Sekolah Tinggi Musik di Jakarta ini adalah perjalanan dari sebuah lagu, dimana
Fasilitas Rumah Duka di Surabaya
JURNAL edimensi ARSITEKTUR, No. 25 (2013) 161-165 161 Fasilitas Rumah Duka di Surabaya Penulis Nadya Hartono dan Dosen Ir. St. Kuncoro Santoso, M.T. Jurusan Teknik Arsitektur, Universitas Kristen Petra
4.1 IDE AWAL / CONSEPTUAL IDEAS
BAB IV KONSEP DESAIN 4.1 IDE AWAL / CONSEPTUAL IDEAS Beberapa pertimbangan yang muncul ketika hendak mendesain kasus ini adalah bahwa ini adalah sebuah bangunan publik yang berada di konteks urban. Proyek
Bab V Konsep Perancangan
Bab V Konsep Perancangan A. Konsep Makro Konsep makro adalah konsep dasar perancangan kawasan secara makro yang di tujukan untuk mendefinisikan wujud sebuah Rest Area, Plasa, dan Halte yang akan dirancang.
Fasilitas Informasi dan Pelatihan Futsal di Surabaya
JURNAL edimensi ARISTEKTUR, No. 1 (2012) 1-7 1 Fasilitas Informasi dan Pelatihan Futsal di Surabaya Kong Young Fuk dan Anik Juniwati Jurusan Teknik Arsitektur, Universitas Kristen Petra Jl. Siwalankerto
BAB V KONSEP PERANCANGAN
BAB V KONSEP PERANCANGAN 5.1 KONSEP DASAR Museum kereta api merupakan bangunan yang mewadahi aktivitas memajang / memamerkan lokomotif, dan menampung pengunjung museum dan aktivitas yang terjadi dalam
Kondisi eksisting bangunan lama Pasar Tanjung, sudah banyak mengalami. kerusakan. Tatanan ruang pada pasar juga kurang tertata rapi dan tidak teratur
BAB VI HASIL PERANCANGAN 6.1. Hasil Rancangan Tapak Kondisi eksisting bangunan lama Pasar Tanjung, sudah banyak mengalami kerusakan. Tatanan ruang pada pasar juga kurang tertata rapi dan tidak teratur
Fasilitas Wisata Kuliner di Surabaya
JURNAL edimensi ARSITEKTUR, No. 1 (2012) 1-6 1 Fasilitas Wisata Kuliner di Surabaya Octofiany Sitanaya Ir. Handinoto,. M.T. Program Studi Arsitektur, Universitas Kristen Petra Jl. Siwalankerto 121-131,
SEKOLAH MENENGAH TUNANETRA BANDUNG
V. KONSEP PERANCANGAN 5.1 Konsep Dasar Untuk memperoleh hasil yang maksimal dalam merancang sebuah sekolah mengengah luar biasa tunanetra ialah dengan cara membuat skenario perancangan pada desain yang
JURUSAN ARSITEKTUR FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN PERENCANAAN INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER SURABAYA 2011
JURUSAN ARSITEKTUR FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN PERENCANAAN INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER SURABAYA 2011 GAMBAR-GAMBAR Perspektif Perspektif Interior Interior Suasana Ruang Udara Tampak Timur Tampak
Fasilitas Wisata Kuliner Solo di Solo Baru
JURNAL edimensi ARSITEKTUR Vol. II, No. 1 (2014), 316-320 316 Fasilitas Wisata Kuliner Solo di Solo Baru Anthony Oetomo dan Ir. St. Kuntjoro Santoso, M.T. Prodi Arsitektur, Universitas Kristen Petra Jl.
BAB V KONSEP PERENCANAAN DAN PERANCANGAN
BAB V KONSEP PERENCANAAN DAN PERANCANGAN 5.1 Konsep Makro 5.1.1 Site terpilih Gambar 5.1 Site terpilih Sumber : analisis penulis Site terpilih sangat strategis dengan lingkungan kampus/ perguruan tinggi
Perancangan Fasilitas Pelatihan Taekwondo di Surabaya
JURNAL edimensi,vol.1 No.2(2013)105-110 105 Perancangan Fasilitas Pelatihan Taekwondo di Surabaya Penulis A. Aditya dan Dosen Ir. Benny Poerbantanoe, MSP. Program studi Teknik Arsitektur, Universitas Kristen
KATA PENGANTAR. Denpasar, Agustus 2016 Penulis, Indra Prananda
KATA PENGANTAR Puji syukur penulis panjatkan kehadapan Tuhan Yang Maha Esa, karena rahmatnya penulis dapat menyelesaikan Landasan Konseptual Perancangan Tugas Akhir yang berjudul Redesain Kantor Bupati
BAB VI HASIL RANCANGAN
BAB VI HASIL RANCANGAN 6.1 Dasar Perancangan Pusat Pengembangan Seni Karawitan ini merupakan sebuah sarana edukasi yang mewadahi fungsi utama pengembangan berupa pendidikan dan pelatihan seni karawitan
Fasilitas Industri Kreatif Media Cetak di Surabaya
Fasilitas Industri Kreatif Media Cetak di Surabaya Aditya Denny Pratama, dan Ir. St.Kuncoro Santoso Prodi Arsitektur, Universitas Kristen Petra Jl. Siwalankerto 121-131, Surabaya E-mail: [email protected]
PUSAT EDUKASI EKOSISTEM HUTAN BAKAU DI SURABAYA
JURNAL edimensi ARISTEKTUR, No. 1 (2012) 1-8 1 PUSAT EDUKASI EKOSISTEM HUTAN BAKAU DI SURABAYA Penulis P. Yohana Natalia Cahyono Tjio dan Dosen P. Roni Gunawan Sunaryo, ST.,M.T. Program Studi Teknik Arsitektur,
Lingkungan Sebagai Ide Dasar Pemikiran & Perancangan pada Gedung Olahraga dan Pusat Pembinaan PB. Suryanaga di Surabaya
JURNAL edimensi ARISTEKTUR, No. 1 (2012) 1-6 1 Lingkungan Sebagai Ide Dasar Pemikiran & Perancangan pada Gedung Olahraga dan Pusat Pembinaan PB. Suryanaga di Surabaya Penulis Agnes Tanso dan Dosen Pembimbing
Fasilitas Eduwisata Batik Madura di Tanjung Bumi, Madura
JURNAL edimensi ARSITEKTUR Vol. II. No. 1. (2014) 166-173 166 Fasilitas Eduwisata Batik Madura di Tanjung Bumi, Madura Mega Melinda. S, dan Ir. Wanda Widigdo Canadarma, M.Si Prodi Arsitektur, Universitas
Structure As Aesthetics of sport
154 BAB V KONSEP PERANCANGAN 5.1 Konsep Dasar Perancangan merupakan area olahraga dengan tema yang dipakai adalah Structure as Architecture, dengan dasar perancangan mengacu pada sebuah sistem struktur
SIRKUIT INTERNASIONAL SENTUL
SIRKUIT INTERNASIONAL SENTUL TUGAS AKHIR RA 09.1381 RESALDI NOVYAN 3203 100 040 MENTOR Ir. RISWANTO Definisi objek sirkuit internasional adalah suatu tempat dilaksanakannya berbagai pertandingan balap
AR 40Z0 Laporan Tugas Akhir Rusunami Kelurahan Lebak Siliwangi Bandung BAB 5 HASIL PERANCANGAN
BAB 5 HASIL PERANCANGAN 5.1 Konsep Dasar Bangunan yang baru menjadi satu dengan pemukiman sekitarnya yang masih berupa kampung. Rumah susun baru dirancang agar menyatu dengan pola pemukiman sekitarnya
BAB 5 KONSEP PERANCANGAN. a. Aksesibilitas d. View g. Vegetasi
BAB 5 KONSEP PERANCANGAN 5.1 Konsep Penjelasan konsep dibagi menjadi dua bagian yaitu: A. Konsep Tapak yang meliputi: a. Aksesibilitas d. View g. Vegetasi b. Sirkulasi e. Orientasi c. Lingkungan f. Skyline
BAB VI KLASIFIKASI KONSEP DAN APLIKASI RANCANGAN. dirancang berangkat dari permasalahan kualitas ruang pendidikan yang semakin
BAB VI KLASIFIKASI KONSEP DAN APLIKASI RANCANGAN Pusat Pendidikan dan Pelatihan Bagi Anak Putus Sekolah Di Sidoarjo dirancang berangkat dari permasalahan kualitas ruang pendidikan yang semakin menurun.
BAB VI PROGRAM PERENCANAAN DAN PERANCANGAN
BAB VI PROGRAM PERENCANAAN DAN PERANCANGAN 6.1 Dasar Pendekatan Metode pendekatan ditujukan sebagai acuan dalam penyusunan landasan perencanaan dan perancangan arsitektur. Dengan metode pendekatan diharapkan
BAB IV KONSEP PERENCANAAN DAN PERANCANGAN AREA PENDIDIKAN R. PUBLIK. Gambar 3.0. Zoning Bangunan Sumber: Analisa Penulis
BAB IV KONSEP PERENCANAAN DAN PERANCANGAN 4.1. Konsep Perencanaan 4.1.1. Konsep Zoning Tapak AREA PENDIDIKAN R. PUBLIK Gambar 3.0. Zoning Bangunan Sumber: Analisa Penulis Kawasan Sekolah Seni Rupa untuk
Fasilitas Wisata Edukasi Anjing Kintamani di Kintamani, Bali
Fasilitas Wisata Edukasi Anjing Kintamani di Kintamani, Bali Penulis : Mellisa Feliciana Darmadji dan Luciana Kristanto 1 Program Studi Arsitektur, Universitas Kristen Petra Jl. Siwalankerto 121-131, Surabaya
BAB VI HASIL RANCANGAN. produksi gula untuk mempermudah proses produksi. Ditambah dengan
BAB VI HASIL RANCANGAN 6.1 Hasil Rancangan Kawasan Revitalisasi Kawasan Pabrik Gula Krebet ini dibagi menjadi 3 yaitu bangunan primer, sekunder dan penunjang yang kemudian membentuk zoning sesuai fungsi,
BAB VI HASIL RANCANGAN. Perancangan Pusat Seni Tradisi Sunda di Ciamis Jawa Barat menggunakan
BAB VI HASIL RANCANGAN 6.1 Dasar Rancangan Perancangan Pusat Seni Tradisi Sunda di Ciamis Jawa Barat menggunakan tema reinterpreting yaitu menginterpretasikan ulang terhadap nilai-nilai yang terdapat dalam
BAB VI HASIL RANCANGAN. dengan ruang-ruang produksi kerajinan rakyat khas Malang yang fungsi
BAB VI HASIL RANCANGAN 6.1 Dasar Rancangan Sentral wisata kerajinan rakyat merupakan rancangan objek arsitektur dengan ruang-ruang produksi kerajinan rakyat khas Malang yang fungsi utamanya menyediakan
Zona lainnya menjadi zona nista-madya dan utama-madya.
6.1 KONSEP ZONASI 5.1.1 Zonasi Bangunan zona. BAB V KONSEP PERENCANAAN DAN PERANCANGAN Zonasi pada bangunan mengikuti prinsip sanga mandala dan dibagi menjadi 9 Gambar 5. 2 Pembagian 9 Zona Sanga Mandala
MUSEUM FESYEN DI SURABAYA
JURNAL edimensi ARISTEKTUR Vol. II, No.1 (2014) 212-217 212 MUSEUM FESYEN DI SURABAYA V. Clark Kenneth P. P. dan Liliany S. Arifin Program Studi Teknik Arsitektur, Universitas Kristen Petra Jl. Siwalankerto
BAB V KONSEP PERANCANGAN
V.1 Konsep Tapak dan Ruang Luar BAB V KONSEP PERANCANGAN mengaplikasikan konsep rumah panggung pada bangunan pengembangan, agar bagian bawah bangunan dapat dimanfaatkan untuk aktifitas mahasiswa, selain
BAB V KONSEP PERENCANAAN DAN PERANCANGAN. lingkungan maupun keadaan lingkungan saat ini menjadi penting untuk
BAB V KONSEP PERENCANAAN DAN PERANCANGAN V.1. Konsep Lingkungan Setelah melakukan analisis lingkungan, maka konsep lingkungan yang diterapkan adalah Konsep Interaksi. Konsep Interaksi merupakan konsep
BAB IV KONSEP PERANCANGAN
BAB IV KONSEP PERANCANGAN IV.1 KONSEP TAPAK DAN RUANG LUAR IV.1.1 Pengolahan Tapak dan Ruang Luar Mempertahankan daerah tapak sebagai daerah resapan air. Mempertahankan pohon-pohon besar yang ada disekitar
BAB VI HASIL RANCANGAN. ini merupakan hasil pengambilan keputusan dari hasil analisa dan konsep pada bab
BAB VI HASIL RANCANGAN 6.1 Dasar Rancangan Hasil rancangan pada Perancangan Kompleks Gedung Bisnis Multimedia di Malang ini merupakan hasil pengambilan keputusan dari hasil analisa dan konsep pada bab
Pusat Penjualan Mobil Hybrid Toyota di Surabaya
JURNAL edimensi ARSITEKTUR, No. 1 (2012) 1-6 1 Pusat Penjualan Mobil Hybrid Toyota di Surabaya Gladwin Sogo Fanrensen, Esti Asih Nurdiah Program Studi Teknik Arsitektur, Universitas Kristen Petra Jl. Siwalankerto
BAB IV KONSEP PERANCANGAN
BAB IV KONSEP PERANCANGAN IV.1 KONSEP DASAR Konsep dasar dalam perancangan hotel ini adalah menghadirkan suasana alam ke dalam bangunan sehingga tercipta suasana alami dan nyaman, selain itu juga menciptakan
KATA PENGANTAR REDESAIN PASAR TAMPAKSIRING
KATA PENGANTAR Puji syukur kehadapan Tuhan Yang Maha Esa karena berkat rahmat-nyalah penulis dapat menyelesaikan Laporan Seminar Tugas Akhir ini tepat pada waktunya. Pada kesempatan ini, penulis menyampaikan
PERPUSTAKAAN UMUM KOTA BANDUNG
PERPUSTAKAAN UMUM KOTA BANDUNG LAPORAN PERANCANGAN AR-40Z0 STUDIO TUGAS AKHIR SEMESTER II TAHUN 2007/2008 Sebagai Persyaratan Untuk Memperoleh Gelar Sarjana Teknik Arsitektur Oleh: AHDYA ZULFA RAHMAN 152
BAB V KONSEP. a. Memberikan ruang terbuka hijau yang cukup besar untuk dijadikan area publik.
BAB V KONSEP 5.1 Konsep Tapak Setelah merangkum hasil dari analisa dan studi tema maka dijadikan acuan untuk mengeluarkan konsep tapak dengan pendekatan ruang publik dengan cara sebagai berikut: a. Memberikan
by NURI DZIHN P_ Sinkronisasi mentor: Ir. I G N Antaryama, PhD
by NURI DZIHN P_3204100019 Sinkronisasi mentor: Ir. I G N Antaryama, PhD Kurangnya minat warga untuk belajar dan mengetahui tentang budaya asli mereka khususnya generasi muda. Jawa Timur memiliki budaya
BAB V KONSEP RANCANGAN
BAB V KONSEP RANCANGAN 5.1 Ide Awal Pertimbangan awal saat hendak merancang proyek ini adalah : Bangunan ini mewadahi keegiatan/aktivitas anak yang bias merangsang sensorik dan motorik anak sehingga direpresentasikan
BAB VI HASIL RANCANGAN
BAB VI HASIL RANCANGAN Perancangan wisata budaya dan karapan sapi Madura di sini mengintegrasikan antara tema regionalisme, karakter umum orang Madura (jujur, terbuka dan tegas) dan wawasan keislaman sebagai
DAFTAR ISI BAB I PENDAHULUAN... 1
DAFTAR ISI Halaman Judul... i Halaman Pernyataan Orisinalitas... ii Lembar Pengesahan... iii Halaman Pernyataan Persetujuan Publikasi Tugas Akhir Untuk Kepentingan Akademis... iv Halaman Persembahan...
STUDIO PERANCANGAN ARSITEKTUR III DESTI RAHMIATI, ST, MT
STUDIO PERANCANGAN ARSITEKTUR III DESTI RAHMIATI, ST, MT HUBUNGAN ANTARA PENDEKATAN & PROGRAM BAB IV PENDEKATAN PERENCANAAN DAN PERANCANGAN BAB V PROGRAM PERENCANAAN DAN PERANCANGAN 1. PENDEKATAN PERENCANAAN
BAB V KONSEP PERANCANGAN
160 BAB V KONSEP PERANCANGAN 5.1 Konsep Dasar Konsep dasar yang di gunakan dalam perancangan ini adalah konsep yang berlandaskan pada tema sustainable building. Perancangan ini mengambil prinsip sustainable
BAB V KONSEP PERANCANGAN
BAB V KONSEP PERANCANGAN 5.1 Konsep Perancangan Konsep dari akuarium terumbu karang ini didasari dari karakteristik laut. Dalam perancangan akuarium terumbu karang ini diharapkan mampu menyampaikan kekayaan
BAB 5 KONSEP PERANCANGAN
BAB 5 KONSEP PERANCANGAN V.1 KONSEP DASAR PERANCANGAN Konsep dasar ini tidak digunakan untuk masing-masing ruang, tetapi hanya pada ruang-ruang tertentu. 1. Memperkenalkan identitas suatu tempat Karena
BAB VI HASIL RANCANGAN. terdapat pada Bab IV dan Bab V yaitu, manusia sebagai pelaku, Stadion Raya
165 BAB VI HASIL RANCANGAN 6.1. Dasar Rancangan Hasil perancangan diambil dari dasar penggambaran konsep dan analisa yang terdapat pada Bab IV dan Bab V yaitu, manusia sebagai pelaku, Stadion Raya sebagai
BAB IV KONSEP PERANCANGAN
BAB IV KONSEP PERANCANGAN A. Konsep Makro Konsep makro merupakan konsep dasar perancangan bangunan secara makro yang bertujuan untuk menentukan garis besar hotel bandara yang akan dirancang. Konsep makro
MEDAN SCIENCE AND TECHNOLOGY CENTRE ( ARSITEKTUR FUTURISTIK )
MEDAN SCIENCE AND TECHNOLOGY CENTRE ( ARSITEKTUR FUTURISTIK ) LAPORAN PERANCANGAN TKA 490 - STUDIO TUGAS AKHIR SEMESTER B TAHUN AJARAN 2011/2012 Sebagai Persyaratan Untuk Memperoleh Gelar Sarjana Teknik
BAB 3 SRIWIJAYA ARCHAEOLOGY MUSEUM
BAB 3 PENYELESAIAN PERSOALAN PERANCANGAN Pada bab kali ini akan membahas penyelesaian persoalan perancangan dari hasil kajian yang dipaparkan pada bab sebelumnya. Kajian yang telah dielaborasikan menjadi
RUMAH SAKIT KANKER DI MALANG SELATAN
JURNAL edimensi ARISTEKTUR, Vol. II, No. 1 (2014), 359-366 359 RUMAH SAKIT KANKER DI MALANG SELATAN Gerrard Mona Tilaar dan Ir. Samuel Hartono, M.Sc. Program Studi Arsitektur, Universitas Kristen Petra
BAB V 5.1. Konsep Dasar Konsep dasar dari perancangan Pusat Rehabilitasi Medik ini adalah menciptakan suasana nyaman yang membuat pasien merasa baik. Artinya jika pasien merasa baik, maka pasien akan lebih
BAB V KONSEP PERENCANAAN DAN PERANCANGAN. 5.1 Konsep Tapak Bangunan Pusat Pengembangan dan Pelatihan Mesin Industri Zoning
Handrail diperlukan di kedua sisi tangga dan harus ditancapkan kuat ke dinding dengan ketinggian 84.64 cm. 6. Pintu Ruangan Pintu ruang harus menggunakan panel kaca yang tingginya disesuaikan dengan siswa,
POKOK PERMASALAHAN. Tema: PANGGUNG KURIKULUM
POKOK PERMASALAHAN Tema: PANGGUNG Kepopuleran perfilman Indonesia menurun sejak tahun 1990an Banyak industri perfilman memproduksi film dengan genre yang populer (saat itu genre horor) Kebutuhan mahasiswa
BAB VI HASIL RANCANGAN. Perancangan Kembali Citra Muslim Fashion Center di Kota Malang ini
BAB VI HASIL RANCANGAN Perancangan Kembali Citra Muslim Fashion Center di Kota Malang ini memiliki sebuah konsep berasal dari obyek yang dihubungkan dengan baju muslim yaitu Libasuttaqwa (pakaian taqwa)
BAB V KONSEP PERANCANGAN
BAB V KONSEP PERANCANGAN Konsep perancangan pada Perancangan Kembali Citra Muslim Fashion Center menggunakan tema Metafora Intangible Libasuttaqwa. Yang diperoleh dari hasil analisis yang kemudian disimpulkan(sintesis).
Akademi Golf di Surabaya
JURNAL edimensi ARSITEKTUR, No. 1 (2012) 1-8 1 Akademi Golf di Surabaya Indra Purnama Santoso dan Timoticin Kwanda, B.Sc., MRP Jurusan Teknik Arsitektur, Universitas Kristen Petra Jl. Siwalankerto 121-131,
Hotel Resort di PantaiTelengRiaPacitan
JURNAL edimensi ARSITEKTUR Vol. II, No. 1 (2014), 251-256 251 Hotel Resort di PantaiTelengRiaPacitan Neria Novinda Saputro, dan Ir. Bisatya W. Maer, M.T. Prodi Arsitektur, Universitas Kristen Petra Jl.
PEMBANGUNAN KEMBALI PASAR PADANG BULAN ( ARSITEKTUR PERILAKU ) LAPORAN PERANCANGAN TKA TUGAS AKHIR SEMESTER B TAHUN AJARAN 2010 / 2011
PEMBANGUNAN KEMBALI PASAR PADANG BULAN ( ARSITEKTUR PERILAKU ) LAPORAN PERANCANGAN TKA 490 - TUGAS AKHIR SEMESTER B TAHUN AJARAN 2010 / 2011 Sebagai Persyaratan Untuk Memperoleh Gelar Sarjana Arsitektur
BAB VI HASIL PERANCANGAN
BAB VI HASIL PERANCANGAN 6.1 Konsep Dasar Perancangan Konsep dasar perancangan Pusat Studi dan Budidaya Tanaman Hidroponik ini adalah Arsitektur Ekologis. Adapun beberapa nilai-nilai Arsitektur Ekologis
Fasilitas Rehabilitasi Psikotik di Surabaya
JURNAL edimensi ARSITEKTUR VOL. II. NO.1 (2014) 121-128 121 Fasilitas Rehabilitasi Psikotik di Surabaya Helena Andreani Irfan dan Timoticin Kwanda, B.Sc.,MRP. Program Studi Arsitektur, Universitas Kristen
Terminal Penumpang Terpadu di Pelabuhan Makassar
JURNAL edimensi ARSITEKTUR Vol. II. No. 1 (2014) 135-142 135 Terminal Penumpang Terpadu di Pelabuhan Makassar Alfonso D. A., dan Ir. Benny Poerbantanoe, MSP. Program Studi Arsitektur, Universitas Kristen
BAB V I KLASIFIKASI KONSEP DAN APLIKASI RANCANGAN. dari permasalahan Keberadaan buaya di Indonesia semakin hari semakin
BAB V I KLASIFIKASI KONSEP DAN APLIKASI RANCANGAN Pusat pembudidayaan dan wisata penangkaran buaya dirancang berangkat dari permasalahan Keberadaan buaya di Indonesia semakin hari semakin menurun. Hal
BAB VI HASIL RANCANGAN. Redesain terminal Arjosari Malang ini memiliki batasan-batasan
BAB VI HASIL RANCANGAN Redesain terminal Arjosari Malang ini memiliki batasan-batasan perancangan. Batasan-batasan perancangan tersebut seperti: sirkulasi kedaraan dan manusia, Ruang Terbuka Hijau (RTH),
BAB VI PROGRAM PERENCANAAN DAN PERANCANGAN
BAB VI PROGRAM PERENCANAAN DAN PERANCANGAN 6.1 Program Dasar Perencanaan 6.1.1. Program Ruang Jenis ruang dan kebutuhan luasan ruang kelompok utama Pusat Informasi Budaya Baduy dapat dilihat pada tabel
BAB VI HASIL PERANCANGAN. Konsep tersebut berawal dari tema utama yaitu Analogy pergerakan air laut, dimana tema
BAB VI HASIL PERANCANGAN 6.1 Hasil Rancangan Kawasan Perancangan Pengembangan Kawasan Wisata Pantai Boom Di Kabupaten Tuban ini memakai konsep Sequence (pergerakan dari satu tempat ketempat lain sepanjang
BAB VI KONSEP DASAR PERENCANAAN DAN PERANCANGAN STUDENT APARTMENT STUDENT APARTMENT DI KABUPATEN SLEMAN, DIY Fungsi Bangunan
BAB VI KONSEP DASAR PERENCANAAN DAN PERANCANGAN STUDENT APARTMENT 6.1. Fungsi Bangunan Fungsi dari bangunan Student Apartment ini sendiri direncanakan sebagai tempat untuk mewadahi suatu hunian yang dikhususkan
