BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah
|
|
|
- Erlin Tedja
- 8 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Indonesia merupakan negara dengan jumlah penduduk yang besar. Jumlah penduduk di Indonesia yang tercatat pada tahun 2015 adalah sebanyak jiwa. Jumlah penduduk Indonesia menduduki peringkat keempat jumlah penduduk terbanyak di dunia. Peringkat pertama jumlah penduduk terbanyak di dunia adalah Republik Rakyat Tiongkok, disusul oleh India, dan peringkat ketiga diduduki oleh Amerika Serikat. Selain menyandang gelar sebagai peringkat keempat negara berpenduduk terbanyak di dunia, Indonesia juga merupakan negara berpenduduk terbanyak pertama di negara-negara yang tergabung dalam ASEAN (Daftar Negara Menurut Jumlah Penduduk, 2015). Banyaknya jumlah penduduk di Indonesia memberikan berbagai macam dampak, baik dampak positif maupun dampak negatif. Dampak positif dari banyaknya jumlah penduduk di Indonesia adalah tersedianya sumber daya manusia yang melimpah ruah. Selain melimpahnya sumber daya manusia, banyaknya penduduk di Indonesia juga menjadikan Indonesia sebagai pasar yang tepat untuk memasarkan produk-produk yang diproduksi oleh perusahaan-perusahaan yang ada di Indonesia maupun di luar Indonesia. Dampak negatif dari banyaknya penduduk di Indonesia adalah kepadatan penduduk. Kepadatan penduduk yang tidak merata juga menimbulkan kesenjangan dalam perkembangan daerah. Dampak negatif lain yang akan timbul adalah apabila pertumbuhan penduduk tidak diiringi dengan pertumbuhan infrastruktur negara dan pertumbuhan lapangan pekerjaan, maka akan menjadikan lambatnya arus ekonomi yang kemudian tercipta banyak pengangguran. 1
2 2 Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) mengatakan bahwa jumlah pengangguran pada bulan Februari 2015 mengalami peningkatan bila dibandingkan dengan bulan Agustus 2014 sebesar jiwa. Jumlah pengangguran bulan Februari 2015 juga mengalami peningkatan sebesar jiwa bila dibandingkan dengan bulan Februari Data dari BPS menunjukkan bahwa jumlah pengangguran ini mengalami peningkatan pada sumber daya manusia yang memiliki latar belakang pendidikan tinggi, yaitu terdiri dari lulusan S1 sebesar 5,34%, lulusan diploma 7,49%, dan SMK 9,05%, yang mengalami peningkatan jumlah dari bulan Februari Lulusan dari SD, SMP, dan SMA mengalami penurunan prosentasi angka pengangguran bila dibandingkan dengan bulan Februari tahun 2014 (Sari, 2015). Menteri Ketenagakerjaan RI, M. Hanif Dhakiri, dalam pidatonya di hadapan semua pimpinan delegasi negara-negara anggota ILO pada puncak Konferensi Ketenagakerjaan Internasional di Jenewa, Swiss, menyampaikan bahwa salah satu inti masalah dalam dunia ketenagakerjaan adalah penciptaan lapangan kerja. Menaker mengatakan bahwa untuk mencari solusi yang tepat dibutuhkan kerja keras pemerintah serta dukungan dari kalangan pengusaha dan pekerja. Dikatakan juga oleh Menaker bahwa Indonesia telah melakukan upaya untuk mengurangi pengangguran usia muda dengan perbaikan layanan informasi lowongan pekerjaan, penyelenggaraan bursa kerja, pelatihan keterampilan kerja, pengembangan usaha kecil dan menengah, serta kewirausahaan (Dunia Internasional Diminta Serius Tangani Isu Pengangguran Global, 2015). Salah satu upaya pemerintah di bidang kewirausahaan adalah dengan diadakannya Program Mahasiswa Wirausaha (PMW) yang diadakan di perguruan-perguruan tinggi di Indonesia.. Program Mahasiswa Wirausaha (PMW) adalah program dari pemerintah melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang dilaksanakan dan dikembangkan oleh perguruan tinggi. Program Mahasiswa Wirausaha
3 3 (PMW) bertujuan untuk memberikan bekal pengetahuan, keterampilan dan sikap atau jiwa wirausaha (entrepreneurship) berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi kepada para mahasiswa agar dapat mengubah pola pikir (mindset) dari pencari kerja (job seeker) menjadi pencipta lapangan pekerjaan (job creator) serta menjadi pengusaha yang tangguh dan sukses menghadapi persaingan global. Keberhasilan dari Program Mahasiswa Wirausaha (PMW) ini setidaknya dilihat dari tiga indikator, yaitu jumlah mahasiswa yang berhasil menjalankan usaha sebagai wirausaha, terbentuknya model pendidikan kewirausahaan di perguruan tinggi, dan terbentuknya pengembangan pendidikan kewirausahaan yang tangguh dan mandiri yang mengkoordinasikan berbagai kegiatan terkait kewirausahaan di perguruan tinggi (Sailah, 2013). Dalam menjalankan usahanya, para mahasiswa wirausaha yang tergabung dalam Program Mahasiswa Wirausaha (PMW) pertama-pertama mendapatkan pendampingan berupa kiat-kiat dalam membangun dan menjalankan sebuah usaha, serta pembekalan berupa modal usaha. Untuk kemudian, usaha dijalankan secara mandiri. Tak lepas, Program Mahasiswa Wirausaha (PMW) juga kerap mengadakan kegiatan yang mengikutsertakan mahasiswa wirausaha untuk menawarkan produk usaha yang dijalananinya. Kegiatan-kegiatan Program Mahasiswa Wirausaha (PMW) tersebut tak lepas untuk memberikan dukungan agar mahasiswa wirausaha mencapai kesuksesan berwirausaha serta sarana untuk mengembangkan usaha mahasiswa. Kewirausahaan dimaknai sebagai semangat, sikap dan perilaku, atau kemampuan seseorang dalam melihat peluang, menangani usaha dan atau kegiatan yang mengarah pada upaya mencari, menciptakan, menerapkan cara kerja, teknologi dan produk baru dengan meningkatkan efisiensi dalam rangka memberikan pelayanan yang lebih baik dan atau memperoleh keuntungan yang lebih besar. Kewirausahaan juga merupakan suatu proses kreativitas dan inovasi yang mempunyai resiko tinggi untuk menghasilkan nilai tambah
4 4 bagi produk yang bermanfaat bagi masyarakat dan mendatangkan kemakmuran bagi wirausahawan (Pedoman Program Mahasiswa Wirausaha (PMW) Tahun 2015, 2015). Pencapaian keberhasilan dalam dunia wirausaha bukanlah hal yang mudah, namun juga bukanlah hal yang mustahil. Sejalan dengan makna dari kewirausahaan, yaitu semangat, untuk mencapai keberhasilan berwirausaha diperlukan semangat yang lebih, sikap pantang menyerah, dan perasaan selalu ingin maju. Menurut Fadiati dan Purwana ada beberapa karakteristik yang dimiliki oleh para wirausahawan sukses. Karakteristik-karakteristik tersebut antara lain adalah lebih menyukai resiko yang diperhitungkan; keinginan untuk selalu memperbaiki diri; yakin atas kemampuan untuk meraih sukses; memiliki energi yang tinggi; berorientasi masa depan; terampil berorganisasi; lebih mengutamakan prestasi daripada uang; pekerja keras, rajin, disiplin, dan jujur; dan yang terakhir adalah bertanggung jawab (Fadiati & Purwana, 2011). Menurut Fadiati dan Purwana (2011), suatu negara dikatakan sebagai negara maju dengan perekonomian yang kuat apabila memiliki jumlah wirausahawan minimal 2,5% dari jumlah total penduduk di negara tersebut. Indonesia hanya memiliki sekitar 0,18% dari penduduknya yang berwirausaha. Keberadaan para wirausahawan usaha kecil dan menengah berdampak pada peningkatan perekonomian dan kesejahteraan rakyat adalah fakta. Banyak penelitian telah dilakukan di berbagai negara dan hasil menunjukkan bahwa kemajuan teknologi dan revitalisasi ekonomi terdorong oleh keberadaan para wirausahawan usaha kecil dan menengah (Clark & Lee, 2006; Ireland & Webb, 2007; Junejo & Chand, 2008; Tambunan, 2008; Al-Wuyagan & Alshimmiri, 2009; Hadiyati, 2009; Henderson & Weiler, 2009; dalam Winta, 2015). Kewirausahaan merupakan sebuah kunci kemajuan bagi suatu bangsa karena kewirausahaan merupakan cara untuk mengurangi pengangguran, menciptakan lapangan kerja, serta mengentaskan masyarakat dari kemiskinan dan keterpurukan ekonomi
5 5 (Tanjung & Ardianti, 2014). Menurut Zuli Purnamawati (Mahanani, 2014), menjadi pengusaha merupakan alternatif pilihan yang tepat karena paling tidak, dengan berwirausaha berarti menyediakan lapangan kerja bagi diri sendiri dan tidak bergantung pada orang lain. Kewirausahaan memiliki peran untuk menambah daya tampung tenaga kerja, generator pembangunan, contoh bagi masyarakat lain, membantu orang lain, memberdayakan karyawan, hidup efisien, dan menjaga keserasian lingkungan (Azzahra, 2009). Hisrich, Peters & Sheperd (dalam Isna Sabela, Ariati, & Setyawan, 2014) menyebutkan bahwa berwirausaha merupakan salah satu pilihan rasional mengingat sifatnya yang mandiri, karena tidak tergantung pada ketersediaan lapangan kerja yang ada, serta mampu menjembatani kesenjangan antara ilmu pengetahuan dan pasar. Wirausaha juga merupakan penyumbang pajak bagi pemerintah. Jumlah wirausaha yang semakin banyak, akan menambah penerimaan negara dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Indonesia (Uno, dalam Isna Sabela, Ariati, & Setyawan, 2014). Besarnya peranan wirausaha terhadap pertumbuhan perekonomian dan peningkatan kesejahteraan rakyat di Indonesia menjadikan kesuksesan berwirausaha penting untuk diteliti karena eksplorasi untuk memahami faktor-faktor yang diprediksi berpengaruh terhadap kesuksesan wirausaha dapat memberikan kontribusi baik secara teoritis maupun praktis bagi peningkatan dan penguatan wirausaha di Indonesia. Belajar dari wirausahawan yang sukses tentang strategi bertahan dan sukses dalam pengelolaan usaha dapat membantu wirausahawan lainnya untuk mampu bertahan dan sukses (Winta, 2015). David McClelland (1961) dalam bukunya yang berjudul The Achieving Society mengungkapkan bahwa dorongan untuk mencapai kesuksesan merupakan motif yang penting, bukan saja untuk menentukan keberhasilan seseorang, tetapi juga keberhasilan suatu bangsa. McClelland dalam penelitiannya mengemukakan bahwa berhasil tidaknya suatu bangsa melaksanakan pembangunan, tergantung kepada jumlah penduduknya yang
6 6 mempunyai motif untuk sukses. Dorongan untuk mencapai kesuksesan masing-masing individu di suatu bangsa, akan membawa dampak positif bagi bangsa itu sendiri, yaitu kemajuan dalam pembangunan bangsa karena masing-masing individu tersebut ingin dirinya berhasil, serta membawa lingkungan sekitarnya menjadi lebih maju. Karena itu, jiwa kewirausahaan penting untuk kemajuan suatu bangsa. Secara teoritis kesuksesan adalah keadaan dicapainya tujuan dan sasaran yang ditetapkan sebelumnya dengan melewati serangkaian upaya-upaya, dan dipengaruhi oleh dinamika internal individu serta lingkungan dimana individu berada (Lewin, dalam Winta, 2015). Dalam menjelaskan bentuk kesuksesan berwirausaha, terdapat dua bentuk kesuksesan, yaitu kesuksesan non-finansial (kesuksesan objektif) dan kesuksesan nonfinansial (kesuksesan subjektif). Kesuksesan finansial telah lama menjadi tolok ukur utama dalam mengukur kesuksesan berwirausaha, meskipun demikian kesuksesan non-finansial juga dipandang relevan dengan kesuksesan wirausaha (Ahmad, 2007). Dalam penelitian psikologi khususnya, diperlukan tolok ukur di luar kepuasan finansial dalam mengukur kesuksesan berwirausaha, yaitu kesuksesan non-finansial yang berbentuk kepuasan. Kepuasan dapat dibagi menjadi kepuasan pelanggan, karyawan, dan pemilik usaha. Bentuk dari kepuasan itu sendiri terbagi menjadi berbagai macam, yaitu kepuasan atas usaha yang dijalankan, kepuasan peningkatan kualitas hidup, pertumbuhan pribadi, peningkatan keterampilan, dan peningkatan karir. Kesuksesan juga dijelaskan melalui berbagai pendekatan, salah satunya pendekatan kepribadian. Dalam pendekatan kepribadian, dijelaskan bahwa sekali seseorang dinyatakan memiliki karakter wirausahawan, maka selamanya adalah wirausahawan (Gartner, 1989). Karakter tidak terjadi secara otomatis, tetapi harus dibentuk. Peterson dan Park (dalam Soetjiningsih, 2013) menyatakan bahwa karakter adalah kualitas dalam diri seseorang yang memimpin mereka untuk memiliki keinginan dan mewujudkan hal yang baik. Bila
7 7 seseorang memiliki karakteristik wirausaha yang baik, maka akan berpengaruh baik pula terhadap kesuksesannya. Karakteristik yang dimiliki wirausaha yang sukses antara lain adalah authenticity, leadership, fairness, gratitude, dan zest (Peterson & Seligman, dalam Soetjiningsih, 2013). Selain pendekatan kepribadian, pendekatan lain menyatakan bahwa faktor eksternal juga memiliki pengaruh kuat tehadap kesuksesan berwirausaha. Seperti yang ditulis dalam forum Pengusaha Muda Indonesia (dalam Mahanani, 2014), lingkungan merupakan faktor utama yang mempengaruhi perkembangan anak. Wiedy (Murtini, 2008) menyebutkan bahwa faktor-faktor eksternal yang mendukung kesuksesan wirausaha adalah dukungan orang tua, keluarga, jaringan kelompok bermain atau bekerja (networking), model yang ingin dicontoh, dan faktor sosial, ekonomi, dan politik. Pada kenyataannya, mahasiswa yang tergabung dalam Program Mahasiswa Wirausaha (PMW) tidak semua mengalamai kesuksesan. Hal tersebut dilatar belakangi oleh beberapa faktor, yakni kesibukan dalam perkuliahan, terkendalanya modal, serta kurang solidnya tim wirausaha. Namun, tidak sedikit pula mahasiswa wirausaha tersebut yang masih bertahan dengan bisnis awalnya, atau berganti usaha. Hal tersebut tidak lepas dari latar belakang masing-masing mahasiswa wirausaha yang mengikuti Program Mahasiswa Wirausaha (PMW). Dari 25 mahasiswa yang mengikuti Program Mahasiswa Wirausaha (PMW), sebanyak 11 orang (44%) masih menjalankan usahanya sesuai proposal awal yang diajukan ke Program Mahasiswa Wirausaha (PMW), 5 orang (20%) berganti usaha dan masih berjalan, sedangkan 9 orang (36%) sudah tidak menjalankan usahanya lagi. Dari 16 mahasiswa yang masih menjalankan usahanya, 7 mahasiswa (43.75%) memiliki orang tua dengan profesi kerja sebagai wirausahawan, dan 9 mahasiswa (56.25) memiliki profesi kerja sebagai non-wirausaha.
8 8 Berdasarkan uraian di atas, diketahui bahwa untuk mencapai kesuksesan berwirausaha bukanlah hal yang mudah namun bukan juga merupakan hal yang mustahil. Hal yang dibutuhkan dalam mencapai kesuksesan adalah semangat yang lebih, sikap pantang menyerah, dan karakteristik wirausaha. Kesuksesan berwirausaha dapat dilihat dari terciptanya kepuasan dalam diri pelaku usaha. Kesuksesan dalam berwirausaha dipengaruhi oleh faktor internal, yaitu kepribadian yang dimiliki seorang wirausaha, dan faktor eksternal, yaitu faktor dari luar diri individu. Pada penelitian ini, peneliti menggunakan ketangguhan (grit) sebagai faktor internal, dan untuk faktor eksternal adalah profesi kerja orang tua. Pada penelitian ini peneliti mengkaji hubungan antara kesuksesan berwirausaha dengan ketangguhan (grit) dan profesi kerja orang tua pada mahasiswa Program Mahasiswa Wirausaha (PMW) 2014 UGM. B. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang yang telah diurai di atas, maka rumusan masalah yang ingin dikaji peneliti dalam penelitian ini adalah apakah terdapat hubungan antara ketangguhan (grit) dan profesi kerja orang tua mahasiswa pelaku usaha yang tergabung dalam Program Mahasiswa Wirausaha (PMW) UGM dengan kesuksesan berwirausaha yang telah mereka capai dan rasakan selama mereka tergabung dalam Program Mahasiswa Wirausaha (PMW) UGM. C. Tujuan Penelitian Tujuan penelitian ini dirumuskan dalam kaitannya dengan usaha untuk memecahkan masalah. Berdasarkan rumusan permasalahan yang ingin dijawab, maka tujuan penelitian ini adalah:
9 9 1. Mengetahui hubungan ketangguhan (grit) dan profesi kerja orang tua secara bersamaan dengan kesuksesan berwirausaha mahasiswa yang mengikuti Program Mahasiswa Wirausaha (PMW) UGM. 2. Mengetahui hubungan ketangguhan (grit) dan profesi kerja orang tua secara terpisah dengan kesuksesan berwirausaha mahasiswa yang mengikuti Program Mahasiswa Wirausaha (PMW) UGM. D. Manfaat Penelitian 1. Manfaat Teoritis Penelitian ini diharapkan mampu bermanfaat bagi perkembangan Ilmu Psikologi di bidang Psikologi Industri dan Organisasi khususnya tentang hubungan kesuksesan berwirausaha dengan ketangguhan (grit) dan profesi kerja orang tua. 2. Manfaat Praktis Secara praktis penelitian ini diharapkan mampu memberikan manfaat dan pengetahuan lebih mengenai kesuksesan berwirausaha terkait dengan peningkatan ketangguhan (grit) pelaku wirausaha dan profesi kerja orang tua guna tercapainya karakterikstik wirausahawan sehingga dapat mencapai kesuksesan dalam berwirausaha.
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. yaitu satu visi, satu identitas, satu komunitas dibuat sebuah upaya untuk merealisasikan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Indonesia merupakan salah satu dari 10 negara yang tergabung dalam negaranegara ASEAN. Melalui visi dan komitmen yang ingin dicapai ASEAN pada tahun 2020 yaitu
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Banyak masyarakat yang kesulitan dalam mendapatkan penghasilan untuk
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Permasalahan Krisis ekonomi yang terjadi di Indonesia telah menyentuh semua sisi kehidupan masyarakat dari lapisan atas hingga ke lapisan bawah. Banyak masyarakat
BAB I PENDAHULUAN. lapangan pekerjaan sehingga mengakibatkan sebagian orang tidak memiliki
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah pengangguran yang dihadapi bangsa Indonesia dewasa ini diakibatkan oleh jumlah penduduk yang tidak seimbang dengan keterbatasan lapangan pekerjaan sehingga
BAB I PENDAHULUAN. rahasia lagi bahwa tanpa krisis keuangan global (global financial crisis), global (Sumber : Kompas, Kamis, 11 Desember 2008).
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Salah satu tantangan dalam pembangunan suatu negara adalah menangani masalah pengangguran. Pengangguran merupakan salah satu masalah sosial yang dihadapi suatu
BAB I PENDAHULUAN. I.1. Latar Belakang. Indonesia adalah sebuah negara yang besar dengan jumlah penduduk
BAB I PENDAHULUAN I.1. Latar Belakang Indonesia adalah sebuah negara yang besar dengan jumlah penduduk diperkirakan sebesar 231 juta jiwa pada tahun 2009 menurut perkiraan Badan Pusat Statistik Indonesia,
BAB I PENDAHULUAN. sebagian pihak yang menjadikan kewirausahaan ini sebagai trend-trend-an. enggannya lulusan perguruan tinggi untuk berwirausaha.
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Di era globalisasi, persaingan mencari kerja semakin kompetitif sementara lapangan pekerjaan yang ditawarkan terbatas, kondisi tesebut menuntut mahasiswa dan
BAB I PENDAHULUAN. Banyaknya para pencari kerja di Indonesia tidak di imbangi dengan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Banyaknya para pencari kerja di Indonesia tidak di imbangi dengan banyaknya lapangan pekerjaan yang mengakibatkan banyak orang tidak mendapatkan kesempatan
BAB I PENDAHULUAN. perekonomian nasional dari negara-negara di dunia. Untuk mengimbangi tantangan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Saat ini pengetahuan dan globalisasi adalah kekuatan yang mendorong perekonomian nasional dari negara-negara di dunia. Untuk mengimbangi tantangan ini, kreativitas,
BAB I PENDAHULUAN. menimbulkan banyak sekali pengangguran khususnya di Kota Denpasar. Jumlah
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Banyaknya masyarakat yang sulit menemukan lapangan pekerjaan menimbulkan banyak sekali pengangguran khususnya di Kota Denpasar. Jumlah pencari kerja yang lebih
BAB I PENDAHULUAN. Pengangguran masih menjadi masalah serius di Indonesia karena sampai
BAB I PENDAHULUAN A. Latar belakang Penelitian Pengangguran masih menjadi masalah serius di Indonesia karena sampai dengan saat ini jumlah angkatan kerja berbanding terbalik dengan kesempatan kerja yang
BAB I PENDAHULUAN. Minat terhadap profesi wirausaha (entrepreneur) pada masyarakat Indonesia
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Minat terhadap profesi wirausaha (entrepreneur) pada masyarakat Indonesia masih sangat kurang. Kurangnya profesi wirausaha pada masyarakat Indonesia ini dapat
Program Mahasiswa Wirausaha Bagi Kopertis dan Perguruan Tinggi Swasta
Sumber : Kementerian Pendidikan Nasional/Dirjen Dikti/Direktorat Kelembagaan 15 November 2008 Program Mahasiswa Wirausaha Bagi Kopertis dan Perguruan Tinggi Swasta LATAR BELAKANG Hasil Survei Sosial Ekonomi
BAB I PENDAHULUAN. orang tidak mendapatkan kesempatan untuk bekerja.
BAB I PENDAHULUAN 1.1.Latar Belakang Masalah Pengangguran dan kemiskinan adalah sebuah fenomena yang masih menjadi permasalahan di Indonesia. Hal ini di sebabkan karena tidak seimbangnya antara lapangan
BAB I PENDAHULUAN. Riskha Mardiana, 2015
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Permasalahan pada suatu negara yang saat ini sedang di alami adalah mengenai pengangguran. Jumlah pengangguran semakin mengkhawatirkan pertahunnya terus bertambah.
BAB I PENDAHULUAN. bidang perekonomiannya. Pembangunan ekonomi negara Indonesia di. ide baru, berani berkreasi dengan produk yang dibuat, dan mampu
A. Latar Belakang Masalah BAB I PENDAHULUAN Indonesia merupakan negara yang sedang berkembang dalam bidang perekonomiannya. Pembangunan ekonomi negara Indonesia di masa yang akan datang, sangatlah ditentukan
I. PENDAHULUAN. Seiring dengan berkembangnya zaman, kebutuhan manusia tentu semakin
1 I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Seiring dengan berkembangnya zaman, kebutuhan manusia tentu semakin bertambah. Hal ini menyebabkan setiap pribadi manusia berusaha untuk mencari solusi dalam
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Bangsa Indonesia membutuhkan banyak wirausahawan untuk menjadikan negara
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Bangsa Indonesia membutuhkan banyak wirausahawan untuk menjadikan negara ini pemimpin bagi negara-negara lain terutama dalam menghadapi ASEAN Economic Community
BAB I PENDAHULUAN. untuk menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) Oleh karena itu
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Indonesia kini dihadapkan pada masalah peningkatan pertumbuhan ekonomi untuk menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015. Oleh karena itu pemerintah mulai
BAB I PENDAHULUAN. menentukan cara produksi baru, menyusun operasi untuk pengadaan produk baru,
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Wirausaha menurut bahasa adalah seorang yang berani berusaha secara mandiri dengan mengerahkan segala sumber daya dan upaya meliputi kepandaian mengenali produk baru,
BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah
BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Setiap tahun jumlah penduduk di Indonesia semakin meningkat dari tahun ke tahun. Ini dikarenakan angka kelahiran lebih besar daripada angka kematian. Berdasarkan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Kewirausahaan merupakan bagian penting dalam pembangunan. Kewirausahaan dapat diartikan sebagai the backbone of economy yaitu syaraf pusat perekonomian atau sebagai
BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pesatnya perkembangan zaman di era globalisasi dan Industrialisasi dengan bertambahnya jumlah penduduk di Indonesia telah banyak menimbulkan permasalahan, salah
BAB I PENDAHULUAN. sekolah atau perguruan tinggi tertentu saja. Sejalan dengan perkembangan dan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Di Indonesia, kewirausahaan dipelajari baru terbatas pada beberapa sekolah atau perguruan tinggi tertentu saja. Sejalan dengan perkembangan dan tantangan seperti
IRRA MAYASARI F
HUBUNGAN ANTARA KEMATANGAN VOKASIONAL DENGAN MINAT BERWIRAUSAHA PADA MAHASISWA Skripsi Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Dalam Mencapai Derajat Sarjana S-1 Disusun oleh : IRRA MAYASARI F 100 050 133
HUBUNGAN ANTARA MOTIVASI BERPRESTASI DENGAN ENTREPRENEURSHIP PADA MAHASISWA UMS
i HUBUNGAN ANTARA MOTIVASI BERPRESTASI DENGAN ENTREPRENEURSHIP PADA MAHASISWA UMS SKRIPSI Untuk memenuhi sebagian persyaratan dalam mencapai derajat sarjana S-1 Diajukan oleh : DIYAH RETNO NING TIAS F
I. PENDAHULUAN jumlah pengangguran terdidik meningkat, yaitu sebanyak
1 I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Indonesia menghadapi masalah keterbatasan kesempatan kerja bagi para lulusan perguruan tinggi dengan semakin meningkatnya jumlah pengangguran intelektual belakangan ini.
BAB I PENDAHULUAN. disebabkan karena jumlah lapangan kerja yang tersedia lebih kecil dibandingkan. seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk.
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Pengangguran merupakan produk dari ketidakmampuan pasar kerja dalam menyerap angkatan kerja yang tersedia. Selain itu pengangguran terjadi disebabkan karena
Pengembangan Pusat Kewirausahaan dan Produktivitas Nasional
Pengembangan Pusat Kewirausahaan dan Produktivitas Nasional Direktorat Kelembagaan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan Nasional 2010 KATA PENGANTAR Produktivitas mengandung makna
BAB I PENDAHULUAN. sarjana dan keinginan untuk dapat memenuhi kebutuhan sehari-harinya menjadi
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Dewasa ini masyarakat kesulitan dalam menemukan lapangan pekerjaan. Banyak sarjana yang hanya menjadi pengangguran, akibatnya pendidikan yang dulunya begitu
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Pendidikan merupakan faktor penting dalam membentuk dan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan merupakan faktor penting dalam membentuk dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia sebagai tenaga pengisi pembangunan yang sesuai dengan tujuan
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Tujuan Pembangunan Nasional Indonesia adalah mewujudkan suatu masyarakat adil dan makmur yang merata material dan spiritual berdasarkan Pancasila dan UUD 1945
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Di negara maju, para entrepreneur telah memperkaya. pasar dengan produk-produk yang inovatif.
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Di negara maju, para entrepreneur telah memperkaya pasar dengan produk-produk yang inovatif. Tahun 1980-an di Amerika telah lahir sebanyak 20 juta entrepreneur, mereka
BAB I PENDAHULUAN UKDW. pegawai atau karyawan perusahaan swasta. Setiap lulusan Perguruan Tinggi sudah tentu
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Mengamalkan ilmu pengetahuan dan keterampilan yang telah didapat selama studi sebagai salah satu pilihan untuk berprofesi. Secara realitas ada tiga pilihan
BAB I PENDAHULUAN. jumlah pengangguran terutama pengangguran yang berasal dari lulusan perguruan
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Tingginya angka pengangguran merupakan fenomena empiris yang terjadi di Indonesia. Tarbatasnya lapangan pekerjaan yang tersedia telah meningkatkan jumlah pengangguran
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Dalam kehidupan suatu bangsa, pendidikan memegang peranan yang amat penting untuk menjamin kelangsungan hidup negara dan bangsa, karena pendidikan merupakan
BAB I PENDAHULUAN. Kesulitan untuk mendapatkan pekerjaan menimbulkan banyak pengangguran
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Kesulitan untuk mendapatkan pekerjaan menimbulkan banyak pengangguran di Indonesia (Mahanani, 2014). Pengangguran dan kemiskinan merupakan dua masalah yang masih menghantui
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Kewirausahaan (entrepreneurship)merupakan salah satu alternatif bagi
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Kewirausahaan (entrepreneurship)merupakan salah satu alternatif bagi pemerintah untuk meningkatkan perekonomian negara dan juga untuk menambahkan lapangan pekerjaan
manusianya.setiap tahun ribuan mahasiswa yang lulus dari perguruan tinggi tersebut di Indonesia. Hal ini seharusnya dapat memberikan keuntungan besar
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Negara Indonesia merupakan suatu negara yang memiliki jumlah penduduk yang sangat banyak serta memiliki sumber kekayaan alam yang sangat melimpah. Hal ini
BAB I PENDAHULUAN. yang mempunyai kemampuan untuk memecahkan masalah-masalah secara
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan merupakan suatu kegiatan yang penting dalam kehidupan manusia. Pendidikan sebagai suatu wadah dalam menyiapkan generasi bangsa yang mempunyai kemampuan
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. penduduk. Masalah yang timbul adalah faktor apa yang mendasari proses
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Kemakmuran suatu negara bisa dinilai dari kemampuan negara tersebut untuk menghasilkan barang dan jasa yang berguna dan mendistribusikannya ke seluruh penduduk.
BAB I PENDAHULUAN. jumlah lapangan kerja di Indonesia. Hal ini menyebabkan tingkat pengangguran di
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Indonesia merupakan salah satu negara dengan jumlah penduduk yang banyak. Pertumbuhan jumlah penduduk yang tinggi tidak disertai dengan peningkatan jumlah lapangan
BAB I PENDAHULUAN. Tuntutan masa depan pembangunan bangsa mengharapkan penduduk yang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Di Era Globalisasi dan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat ini, pemerintah sedang melaksanakan pembangunan di segala bidang yang pada hakekatnya bertujuan
BAB I PENDAHULUAN. tidak sebanding dengan lapangan pekerjaan yang tersedia, sehingga membuat
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pengangguran dan kemiskinan masih merupakan masalah besar yang dihadapi oleh bangsa Indonesia sekarang ini dan beberapa tahun kedepan. Tingginya angka pengangguran
Prof. Dr. H.MASYKURI BAKRI, M.Si REKTOR UNIVERSITAS ISLAM MALANG
PENGEMBANGAN DAN PENGUATAN INBIS SEBAGAI UPAYA UNISMA MENUJU ENTERPRENEUR UNIVERSITY OLEH : Prof. Dr. H.MASYKURI BAKRI, M.Si REKTOR UNIVERSITAS ISLAM MALANG PENTINGNYA PENGEMBANGAN KEWIRAUSAHAAN DLM PEMBANGUNAN
BAB I PENDAHULUAN. Tabel 1.1. Tingkat pengangguran terbuka penduduk usia 15 tahun ke atas menurut
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Indonesia menghadapi masalah keterbatasan kesempatan kerja bagi para lulusan perguruan tinggi dengan semakin meningkatnya pengangguran intelektual beberapa
BAB I PENDAHULUAN. terbatas. Suryana (2006 : 4) mengatakan secara makro, peran wirausaha adalah
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Saat ini pembicaraan mengenai pentingnya wirausaha telah didengar dan diketahui diberbagai tempat di dunia. Ini menunjukkan masyarakat semakin sadar akan adanya dunia
HUBUNGAN ANTARA KEMATANGAN VOKASIONAL DENGAN INTENSI BERWIRAUSAHA PADA MAHASISWA
HUBUNGAN ANTARA KEMATANGAN VOKASIONAL DENGAN INTENSI BERWIRAUSAHA PADA MAHASISWA SKRIPSI Untuk memenuhi sebagian persyaratan dalam mencapai derajat sarjana S-1 Diajukan Oleh: NANANG SHOLIKHIN SURYA PRATAMA
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), Tingkat Pengangguran
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Salah satu masalah perkembangan ekonomi pada negara-negara berkembang seperti Indonesia yaitu pengangguran. Masalah perkembangan ekonomi yang terus berkelanjutan tersebut
BAB I PENDAHULUAN. Tabel 1.1. Pengangguran Terbuka Menurut Pendidikan Tertinggi yang Ditamatkan
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah pengangguran merupakan salah satu masalah penting di suatu negara, demikian halnya di Indonesia. Pengangguran di Indonesia hampir separuhnya disumbangkan oleh
PENDAHULUAN Latar Belakang
1 PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah pengangguran merupakan salah satu masalah penting di suatu negara, termasuk di Indonesia. Masalah pengangguran ini terjadi karena peningkatan jumlah penduduk yang diiringi
PANDUAN PROGRAM MAHASISWA WIRAUSAHA (PMW) UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA TAHUN Tim Penyusun: Divisi PMW IWJC Tim PMW Unesa
PANDUAN PROGRAM MAHASISWA WIRAUSAHA (PMW) UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA TAHUN 2017 Tim Penyusun: Divisi PMW IWJC Tim PMW Unesa DIVISI PMW BIDANG KEMAHASISWAAN UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA 2017 KATA PENGANTAR
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta globalisasi menuntut masyarakat untuk melakukan perubahan dan inovasi. Salah satu bentuk perubahan dengan
BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang. Asal mula kewirausahaan dapat dijabarkan sebagai berikut: wirausaha
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Asal mula kewirausahaan dapat dijabarkan sebagai berikut: wirausaha secara historis sudah dikenal sejak diperkenalkan oleh Richard Castillon pada tahun 1755. Di luar
BAB I PENDAHULUAN. penduduk (www.republika.co.id: 2015). Sementara itu, McClelland dalam
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Indonesia memiliki jumlah wirausaha berkisar 1,65% dari jumlah penduduk (www.republika.co.id: 2015). Sementara itu, McClelland dalam Purnomo (2013:1) menyatakan bahwa
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Seiring dengan meningkatnya penduduk Indonesia, saat ini sudah mencapai lebih dari 230 juta jiwa, bertambah pula kebutuhan pangan, papan, lapangan pekerjaan,
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. memiliki pengetahuan dan keterampilan serta menguasai teknologi, namun juga
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan merupakan kebutuhan dasar setiap manusiaa, pendidikan adalah hak setiap warga negara sebagai upaya mencerdaskan kehidupan bangsa yang akan berpengaruh
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Kehidupan di tengah masyarakat modern memiliki tingkat persaingan yang
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Kehidupan di tengah masyarakat modern memiliki tingkat persaingan yang semakin tinggi untuk mendapatkan suatu pekerjaan atau kesempatan bekerja bagi individu
BAB I PENDAHULUAN. Ganda (PSG), sebagai perwujudan kebijaksanan dan Link and Match. Dalam. Dikmenjur (2008: 9) yang menciptakan siswa atau lulusan:
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) adalah pendidikan formal yang memiliki pola pelatihan khusus untuk mengarahkan peserta didik agar menjadi lulusan yang siap terjun
BAB I PENDAHULUAN. macam suku bangsa, kebudayaan dan sumber daya alam serta didukung oleh
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang Masalah Indonesia merupakan negara yang memiliki banyak pulau dengan berbagai macam suku bangsa, kebudayaan dan sumber daya alam serta didukung oleh banyaknya jumlah
I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang
I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Wirausaha memiliki peran penting dalam perkembangan ekonomi suatu negara, salah satu contohnya adalah negara adidaya Amerika. Penyumbang terbesar perekonomian Amerika
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Perkembangan teknologi yang ada saat ini akan membawa dampak kemajuan dalam berbagai bidang, oleh karena itu pembangunan terencana dan terprogram harus dilakukan.
BAB I PENDAHULUAN. negara-negara miskin dan negara baru berkembang, Indonesia sebagai negara
i BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Kemiskinan dan pengangguran merupakan masalah yang sering dijumpai di negara-negara miskin dan negara baru berkembang, Indonesia sebagai negara berkembang
BAB I PENDAHULUAN. menentukan kelangsungan hidup dan perkembangan suatu bangsa. Kemajuan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pengembangan sumber daya manusia dewasa ini telah menjadi hal yang semakin penting dalam pembangunan nasional. Sumber daya manusia berkualitas tinggi merupakan
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Negara Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki jumlah
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Negara Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki jumlah penduduk yang banyak. Jumlah penduduk di dunia pada tahun 2010 mencapai 6.868.638.152 jiwa
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. yang dimilikinya. Dengan bekerja, individu dapat melayani kebutuhan masyarakat,
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Setiap individu memerlukan pekerjaan untuk memenuhi kebutuhan untuk memilih dan bebas memilih jenis pekerjaan sesuai dengan minat dan kompetensi yang dimilikinya.
BAB I PENDAHULUAN. global telah menciptakan multi crisis effect yang membuat perusahaan di
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Krisis global yang melanda Amerika sejak akhir tahun 2008 yang diawali dengan ambruknya sektor perbankan di USA dan merambat ke berbagai sektor di kawasan
2015 PENGARUH SIKAP KEWIRAUSAHAAN DAN EFIKASI DIRI TERHADAP INTENSI BERWIRAUSAHA MAHASISWA
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Suatu negara akan berhasil dan mempunyai perekonomian yang baik apabila sebagian dari jumlah penduduknya menjadi seorang wirausaha serta didukung dengan sumber daya
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. jumlah pengangguran di kalangan masyarakat. Pengangguran di Indonesia terjadi
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Krisis ekonomi yang terjadi di Indonesia menyebabkan meningkatnya jumlah pengangguran di kalangan masyarakat. Pengangguran di Indonesia terjadi karena banyaknya
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Pengangguran dan kemiskinan masih menjadi masalah besar di Indonesia,
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pengangguran dan kemiskinan masih menjadi masalah besar di Indonesia, sementara dengan semakin meningkatnya biaya hidup dengan tingkat penawaran kerja yang tergolong
BAB I PENDAHULUAN. dari peran para pengusaha (entrepreneur) baik besar, menengah maupun kecil.
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Tumbuh dan berkembangnya perekonomian di suatu negara tidak terlepas dari peran para pengusaha (entrepreneur) baik besar, menengah maupun kecil. Wirausaha berperan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah No. Pendidikan Tertinggi yang Ditamatkan Jumlah Kiki Liasari, 2013
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Tingginya angka pengangguran di Indonesia sangat memprihatinkan. Pengangguran terjadi karena banyaknya jumlah lulusan baik dari sekolah menengah maupun perguruan
BAB II URAIAN TEORITIS. lebih dari lima puluh orang. Usaha kecil memiliki ciri-ciri: (1) manajemen
BAB II URAIAN TEORITIS 2.1 Usaha Kecil 2.1.1 Pengertian Usaha kecil adalah usaha yang pemiliknya mempunyai jalur komunikasi langsung dengan kegiatan operasi dan juga dengan sebagian besar tenaga kerja
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pembangunan berkelanjutan suatu bangsa terletak pada generasi mudanya. Generasi muda sebagai garda depan pembangunan dimasa depan dan estafet kepemimpinan akan berada
BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Penelitian Mohamad Abdul Rasyid Ridho, 2013
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Setiap lulusan perguruan tinggi mempunyai harapan dapat mengamalkan ilmu pengetahuan dan keterampilan yang telah didapat selama studi sebagai salah satu
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Gugun Ruslandi, 2016 Pengaruh Program Mahasiswa Wirausaha Terhadap Minat Berwirausaha
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Profesi wirausaha di Indonesia, berdasarkan informasi dari Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi, ternyata masih kurang diminati oleh sebagian besar
BAB 1 PENDAHULUAN. Tabel 1.1 Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Indonesia Menurut Pendidikan Tertinggi yang Ditamatkan
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Dunia kerja semakin menuntut manusia untuk lebih mampu bersaing dari kompetitornya, sehingga tidak mudah untuk memperoleh pekerjaan yang layak sesuai yang
Perluasan Lapangan Kerja
VII Perluasan Lapangan Kerja Perluasan lapangan kerja untuk menciptakan lapangan kerja dalam jumlah dan mutu yang makin meningkat, merupakan sebuah keniscayaan untuk menyerap angkatan kerja baru yang terus
BAB I PENDAHULUAN. bidang apapun. Salah satunya dalam bidang perekonomian. Pembangunan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Indonesia merupakan salah satu negara berkembang, baik dalam bidang apapun. Salah satunya dalam bidang perekonomian. Pembangunan perekonomian di Indonesia masih
BAB I PENDAHULUAN. Semakin hari penduduk dunia bertambah jumlahnya. Ini dikarenakan angka
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Semakin hari penduduk dunia bertambah jumlahnya. Ini dikarenakan angka kelahiran lebih besar daripada angka kematian. Tentunya fenomena ini menjadi sesuatu yang harus
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. baru dapat dikatakan bermanfaat apabila dapat dikelola oleh sumber daya manusia
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Keberhasilan suatu bangsa sangat ditentukan oleh sumber daya manusia yang berkualitas, bukan hanya kekayaan alam yang berlimpah. Sumber daya alam baru dapat
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Sebagai seorang calon sarjana maupun sarjana, mahasiswa dituntut untuk
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Sebagai seorang calon sarjana maupun sarjana, mahasiswa dituntut untuk bisa mengikuti perkembangan zaman. Banyaknya sarjana yang lulus setiap tahun membuat kompetisi
BAB I PENDAHULUAN. Pengangguran, kemiskinan, dan kesenjangan sosial merupakan masalah
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pengangguran, kemiskinan, dan kesenjangan sosial merupakan masalah yang sering dihadapi oleh negara Indonesia sehingga menjadi tantangan besar dalam memasuki
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Pengembangan sumber daya manusia dewasa ini telah menjadi hal yang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pengembangan sumber daya manusia dewasa ini telah menjadi hal yang semakin penting dalam pembangunan nasional. Sumber daya manusia berkualitas tinggi merupakan
BAB I PENDAHULUAN. pencari kerja. Orang yang mencari kerja lebih banyak, sehingga banyak orang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 LatarBelakangMasalah Bertambah pesatnya jumlah penduduk di Indonesia dalam era globalisasi dan industrialisasi telah menimbulkan banyak permasalahan. Salah satunya adalah pertumbuhan
BAB I PENDAHULUAN. mengikuti dan meningkatkan perkembangan ilmu pengetahuan dan tegnologi. menciptakan SDM yang berkualitas adalah melalui pendidikan.
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Seiring dengan perkembangan tegnologi yang terus berkembang pesat sekarang ini akan membawa dampak kemajuan diberbagai bidang kehidupan, oleh karena itu pembangunan
BAB I PENDAHULUAN. berkreasi serta melakukan inovasi secara optimal yaitu mewujudkan gagasangagasan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Pada suatu Negara yang sedang berkembang, peran para wirausahawan tidak dapat diabaikan terutama dalam melaksanakan pembangunan. Suatu bangsa akan berkembang
BAB I PENDAHULUAN. mencapai 13,86% pada Agustus 2010, yang juga meningkat dua kali lipat dari
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Tantangan dalam pembangunan suatu negara adalah menangani masalah pengangguran. Badan Perencanaan Nasional (Bappenas) menunjukkan bahwa angka pengangguran di Indonesia
BAB I PENDAHULUAN. Sesuai Undang-Undang No. 20 tahun 2003 Bab 1 Pasal 1 menyatakan. bahwa:
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Indonesia adalah Negara berpenduduk tinggi, sesuai data yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah penduduk Indonesia tahun 2014 dan 2015 sebesar
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Tantangan bangsa Indonesia di era otonomi daerah ini tidaklah ringan mengingat ada semacam fenomena dimana sementara bangsa-bangsa lain sudah saling berkompetisi
BAB I PENDAHULUAN. Semakin hari penduduk dunia bertambah jumlahnya. Ini dikarenakan angka
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Semakin hari penduduk dunia bertambah jumlahnya. Ini dikarenakan angka kelahiran lebih besar daripada angka kematian. Tentunya fenomena ini menjadi sesuatu
BAB 1 PENDAHULUAN. 240,559 juta penduduk Indonesia jumlah daftar angkatan kerja mencapai 116
1 BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang Data tenaga kerja tahun 2010 menurut Bappenas menyebutkan, dari 240,559 juta penduduk Indonesia jumlah daftar angkatan kerja mencapai 116 juta, dan sebanyak 8,59 juta
