Sandy Farboy SMPN Sumbawa. Abstrak
|
|
|
- Utami Wibowo
- 8 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 PENERAPAN METODE COOPERATIVE INTEGRATED READING AND COMPOSITION (CIRC) UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENEMUKAN GAGASAN UTAMA SEBUAH TEKS PADA SISWA KELAS VII DI SMP NEGERI 3 BATU TAHUN AJARAN 2008/2009 Sandy Farboy SMPN Sumbawa Abstrak Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian ini dilaksanakan di kelas VII SMP Negeri 3 Batu dengan subjek penelitian siswa kelas VII SMP Negeri 3 Batu sebanyak 31 siswa. Data penelitian ini berupa aktivitas siswa saat proses pembelajaran membaca intensif serta hasil nilai peningkatan kemampuan membaca intensif siswa. Data tersebut diperoleh dengan teknik wawancara, pengamatan, diskusi, tes dan dokumentasi. Penelitian ini menempatkan guru sebagai pengamat saat tindakan dan peneliti sebagai pelaksana tindakan (pengajar). Data yang terkumpul dianalisis secara kuantitatif dan kualitatif. Adapun teknik analisis data yang digunakan adalah mereduksi, menyajikan kemudian menarik kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan persentase ketuntasan belajar membaca intensif siswa pada siklus 1 66%, dan siklus 2 sebesar 96.77%. Siswa juga lebih antusias dan aktif saat pelaksanaan metode CIRC. Dengan demikian, pembelajaran membaca intensif dengan menggunakan metode CIRC dapat meningkatkan kemampuan membaca intensif siswa pada pembelajaran menemukan gagasan utama pada sebuah teks siswa kelas VII SMP Negeri 3 Batu tahun pelajaran 2008/2009. Kata kunci: Cooperatif, Kemapuan menemukan gagasan 1. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Keterampilan berbahasa yang terdapat dalam kurikulum Bahasa dan Sastra Indonesia ada empat komponen. Keterampilan itu adalah keterampilan menyimak (listening skills), berbicara (speaking skills), membaca (reading skills), dan menulis (writing skills). Keempat keterampilan berbahasa tersebut itu erat sekali berhubungan dengan tiga keterampilan lainnya dengan cara yang beraneka ragam. Dalam memperoleh keterampilan berbahasa, biasanya kita melalui suatu hubungan urutan yang teratur: mula-mula pada masa kecil kita belajar Jurnal Artikulasi Vol.7 No.1 Februari 415
2 menyimak bahasa, kemudian berbicara, sesudah itu kita belajar membaca, dan menulis. Menyimak dan berbicara kita pelajari sebelum memasuki sekolah. Keempat keterampilan tersebut pada dasarnya merupakan suatu kesatuan, merupakan catur tunggal. Tarigan (1985: 1) Selanjutnya setiap keterampilan itu erat pula berhubungan dengan proses-proses berpikir yang mendasari bahasa. Bahasa seseorang mencerminkan pikirannya. Semakin terampil seseorang berbahasa, semakin cerah dan jelas pula jalan pikirannya. Keterampilan hanya dapat diperoleh dan dikuasai dengan jalan praktek dan banyak latihan. Melatih keterampilan berbahasa berarti pula melatih keterampilan berpikir (Tarigan, 1987: 1). Sehubungan dengan keterampilan membaca, Iskandarwassid dan Dadang Sunendar (2008: 245) mengatakan keterampilan membaca pada umumnya diperoleh dengan cara mempelajarinya di sekolah. Keterampilan berbahasa ini merupakan suatu keterampilan yang sangat unik serta berperan penting bagi pengembangan pengetahuan, dan sebagai alat komunikasi bagi kehidupan manusia. Dikatakan unik karena tidak semua manusia, walaupun telah memiliki keterampilan membaca, mampu mengembangkannya menjadi alat untuk memberdayakan dirinya atau bahkan menjadikannya budaya bagi dirinya sendiri. Dikatakan penting bagi pengembangan pengetahuan karena presentase transfer ilmu pengetahuan terbanyak dilakukan melalui membaca. Fakta di lapangan menunjukkan bahwa masyarakat Negara maju ditandai oleh telah berkembangnya budaya baca. Negara-negara yang masyarakatnya sangat maju dan kuat, misalnya, Negara Amerika, Jepang, Australia, Prancis, dan sebagainya, dalam diri masyarakatnya sudah tertanam kebiasaan membaca yang tinggi. Berdasarkan kurikulum 2006, salah satu tujuan umum pembelajaran Bahasa Indonesia terkait dengan pembelajaran membaca adalah menggunakan berbagai jenis membaca untuk memahami berbagai bentuk wacana tulis, dan berbagai karya sastra berbentuk puisi, cerita pendek, drama, novel remaja, antologi puisi, novel dari berbagai angkatan (Depdiknas, 2006: 22). Membaca merupakan kegiatan untuk mendapatkan makna dari apa yang tertulis dalam teks. Untuk keperluan tersebut, selain perlu menguasai bahasa yang dipergunakan, seorang pembaca perlu juga menguasai bahasa yang dipergunakan, seorang pembaca perlu juga mengaktifkan berbagai proses mental dalam sistem kognisinya. Iskandarwassid dan Dadang Sunendar (2008: 245). Pengertian membaca sebagai suatu istilah sangat beraneka ragam. Di dalam konteks belajar-mengajar, membaca dipandang sebagai proses menuju pemahaman sebagi produk yang dapat diukur (Hafni, 1981). Di sepanjang proses itu terjadi peraihan informasi yang dikandung oleh lambang grafis yang mewakili kata-kata bahasa Indonesia. Pembaca sebagai pemakai bahasa berinteraksi dengan masukan grafis, mengarahkan segenap pengetahuan, kompetensi bahasa, dan khasanah pengalaman konseptualnya untuk memproses tiga jenis informasi: a. informasi grafonik. b. informasi sintaksis. c. informasi semantis. Kesemuannya dapat menjadi Jurnal Artikulasi Vol.7 No.1 Februari 416
3 tujuan membaca (Muksin Ahmadi, 1990: 22). Mengenai kesukaran siswa, Muksin Ahmadi (1990: 23) mengatakan kesukaran siswa dalam memahami isi bacaan berakar pada kebiasaan yang salah, yang menurut Hafni berdasarkan pandangan Michael Swana (1979), meliputi: a. terlalu banyak memperhatikan butir demi butir informasi, tetapi gagal memberi makna teks. b. terlalu cepat membaca untuk memahami maksud umum teks, tetapi gagal memahami butirbutir tertentu sehingga mungkin memperoleh arti yang salah dari sebagian isi teks. c. terlalu imajinatif sehingga menafsir isi teks menjadi sangat subjektif. d. adanya keruwetan sintaksis terutama pada kalimat teks yang panjang-panjang. e. adanya gaya penulisan yang berulang-ulang penggunaan ungkapan-ungkapan atau kata-kata yang berlebihan. f. adanya penggunaan kosakata yang terlalu asing bagi pembaca. Selanjutnya, Oka (1983: 74) menerangkan dalam pengajaran keterampilan membaca secara umum ada dua kemampuan yang harus dikuasai siswa, yaitu: kemampuan mekanis dan kemampuan komprehensif. Namun dalam kenyataannya, tidak semua siswa mampu menguasai kedua kemampuan tersebut. Begitupun yang terjadi pada siswa di jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP)/Madrasah Tsanawiyah (MTs). Siswa di jenjang ini secara umum lebih banyak mengalami kesulitan dalam memahami bacaan secara komprehensif. Padahal aspek keterampilan membaca pada jenjang SMP dan SMA menuntut tingkat pemahaman yang lebih tinggi. Adapun masalah membaca secara komprehensif yang dihadapi siswa secara umum adalah rendahnya kemampuan memahami bacaan. Hal tersebut dikarenakan kesulitan-kesulitan siswa dalam: menguasai kosakata, menafsirkan buah pikiran, menangkap ide pokok, menangkap perincian isi bacaan, menangkap urutan peristiwa, menangkap maksud pengarang, menilai dan mengomentari bacaan secara kritis, mengikuti yang digariskan dalam bacaan, mengingat masalah pokok bacaan, dan mengatur pemahaman. Berdasarkan uraian di atas, maka peneliti beserta guru mata pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia SMP Negeri 3 Batu bekerja sama atau berkolaborasi mencoba untuk melaksanakan metode Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) pada pengajaran menemukan gagasan utama dalam teks yang dibaca di kelas VII dengan judul Penerapan Metode Cooperative Integrated Reading And Composition (CIRC) Untuk Meningkatkan Kemampuan Siswa Menemukan Gagasan Utama Pada Sebuah Teks Siswa Kelas VII di SMP Negeri 3 Batu Tahun Ajaran 2008/ JANGKAUAN MASALAH Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan, maka masalah pada penelitian ini adalah kesulitan siswa kelas VII SMP Negeri 3 Batu dalam menemukan gagasan utama dalam teks yang dibaca. Oleh karena itu, untuk mengatasi masalah tersebut peneliti bersama guru mencoba bersamasama untuk memperbaiki Proses Belajar Mengajar (PBM) dengan menerapkan metode Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) pada kegiatan pembelajaran, khususnya pada materi Jurnal Artikulasi Vol.7 No.1 Februari 417
4 menemukan gagasan utama dalam teks yang dibaca. 1.3 RUMUSAN MASALAH Berdasarkan pada jangkauan masalah di atas, maka rumusan masalah pada penelitian ini adalah sebagai berikut: a. Bagaimanakah penerapan metode Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) untuk meningkatkan kemampuan menemukan gagasan utama pada sebuah teks siswa kelas VII di SMP Negeri 3 Batu Tahun Ajaran 2008/2009? b. Bagaimanakah peningkatan kemampuan menemukan gagasan utama pada sebuah teks siswa kelas VII SMP Negeri 3 Batu tahun pelajaran 2008/2009 dengan menggunakan metode Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC)? 1.4 TUJUAN PENELITIAN Penelitian ini secara umum bertujuan untuk meningkatkan kemampuan menemukan gagasan utama pada sebuah teks siswa kelas VII SMP Negeri 3 Batu tahun pelajaran 2008/2009 dengan menggunakan metode Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC). Adapun Secara khusus penelitian ini bertujuan: a. Mendeskripsikan penerapan metode Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) untuk meningkatkan kemampuan menemukan gagasan utama pada sebuah teks siswa kelas VII SMP Negeri 3 Batu tahun pelajaran 2008/2009. b. Mengetahui peningkatan kemampuan menemukan gagasan utama pada sebuah teks siswa kelas VII SMP Negeri 3 Batu tahun pelajaran 2008/2009 dengan menggunakan metode Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC). 1.5 MANFAAT PENELITIAN Manfaat penelitian ini antara lain adalah sebagai berikut: a. Meningkatkan kemampuan menemukan gagasan utama pada sebuah teks siswa kelas VII SMP Negeri 3 Batu. c. Memberikan alternatif penyelesaian masalah menemukan gagasan utama pada sebuah teks kepada guru melalui metode Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC). 1.6 PENEGASAN ISTILAH Penegasan istilah dalam penelitian ini bertujuan untuk mempermudah pemahaman istilah-istilah yang digunakan. Adapun istilah-istilah yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: a. Langkah-langkah pada metode Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) yaitu a : Membentuk kelompok yang anggotanya 4 orang yang secara heterogen. b. Guru memberi wacana/kliping sesuai dengan topik pembelajaran. c. siswa bekerjasama saling membacakan dan menemukan ide pokok dan memberi tanggapan terhadap wacana/kliping dan ditulis pada lembar kertas. d. mempresentasikan/membacakan hasil kelompok. e. guru membuat kesimpulan bersama. f. penutup (Agus Suprijono, 2008: ). Jurnal Artikulasi Vol.7 No.1 Februari 418
5 b. Pengertian membaca sebagai suatu istilah sangat beraneka ragam. Di dalam konteks belajar-mengajar, membaca dipandang sebagai proses menuju pemahaman sebagai produk yang dapat diukur (Hafni, 1981). Di sepanjang proses itu terjadi peraihan informasi yang dikandung oleh lambang grafis yang mewakili kata-kata bahasa Indonesia. Pembaca sebagai pemakai bahasa berinteraksi dengan masukan grafis, mengarahkan segenap pengetahuan, kompetensi bahasa, dan khasanah pengalaman konseptualnya untuk memproses tiga jenis informasi: a. informasi grafonik. b. informasi sintaksis. c. informasi semantis. Kesemuannya dapat menjadi tujuan membaca (Muksin Ahmadi, 1990: 22). 2. KAJIAN TEORI 2.1 TEORI MEMBACA Menurut Ahmad S. Harjasujana (1986: 02) membaca adalah kegiatan merespon lambang-lambang cetakan atau tulisan dengan menggunakan pengertian yang tepat. Oka (1983: 17) memberikan pengertian membaca sebagai proses pengolahan bacaan secara kritis-kreatif yang dilakukan dengan tujuan memperoleh pemahaman yang bersifat menyeluruh tentang bacaan dan penilaian terhadap keadaan, nilai, fungsi, dan dampak bacaan itu. Selain itu, pengertian membaca juga diberikan Hafni, 1981 dalam Mukhsin Ahmadi (1990: 22) yaitu membaca sebagai suatu istilah sangat beraneka ragam. Di dalam konteks belajar mengajar, membaca dipandang sebagai proses menuju pemahaman sebagai produk yang dapat di ukur. Tujuan utama dalam membaca dituturkan oleh Tarigan (1987: 09) yaitu untuk mencari serta memperoleh informasi, mencakup isi, memahami makna bacaan yang erat sekali berhubungan dengan maksud tujuan atau intensif kita dalam membaca. Oleh sebab itu, Tarigan dan H. G Tarigan (1987: 135) mengatakan membaca adalah kunci ke gudang ilmu. Ilmu yang tersimpan dalam teks harus digali dan dicari melalui kegiatan membaca. Selain itu, M. E. Fowler (1985) dalam Mukhsin Ahmadi (1990: 24) juga mengatakan bahwa tujuan membaca dibagi menjadi 3 bagian yaitu: 1. Suatu program pengajaran membaca yang bertujuan untuk (a). menambah kecepatan dan memperbaiki pemahaman, (b). mengajar siswa bagaimana mengadaptasi pendekatan membaca dengan berbagai variasi bahan bacaan, (c). memperbaiki pembacaan bagi semua keterampilan berbahasa. 2. Suatu latihan membaca untuk dapat mengapresiasi dan memperoleh kesenangan estetis dari prosa atau puisi (karya sastra). 3. Program individual yang ditujukan untuk mendorong siswa agar membaca sebanyak-banyaknya dan memungkinkan siswa itu untuk dapat mengembangkan diri menjadi pembaca yang teliti sepanjang hayatnya. 2.2 MEMBACA INTENSIF Membaca intensif menurut Tarigan (1987: 35-36) adalah studi seksama, telaah teliti, dan pengamanan terperinci yang dilaksanakan di dalam kelas terhadap suatu tugas yang pendek kira-kira dua sampai empat halaman setiap hari. Bagian dari teknik membaca intensif meliputi kuesioner, latihan pola-pola kalimat, latihan kosa kata, telaah kata-kata, dikte dan diskusi umum. Bukan keterampilan-keterampilan yang terlihat yang paling diutamakan dalam Jurnal Artikulasi Vol.7 No.1 Februari 419
6 membaca intensif, melainkan hasil atau pemahaman yang mendalam serta terperinci atas teks yang dibaca. Membaca intensif mempunyai tujuan utama yaitu untuk memperoleh sukses dalam pemahaman penuh terhadap argumenargumen yang logis, urutan-urutan retoris atau pola-pola teks, pola-pola simbolisnya, nada-nada yang bersifat emosional dan sosial, pola-pola sikap dan tujuan pengarang, dan juga sarana-sarana linguistik yang dipergunakan untuk mencapai tujuan. Pemahaman ini berhubungan erat dengan kecepatan membaca. Kecepatan membaca akan menurun kalau kedalaman atau keterperincian pemahaman semakin bertambah dan semakin meningkat (Tarigan, 1987:35-36). 2.3 STRATEGI PEMBELAJARAN MEMBACA Trianto (2007: 144) menjelaskan, secara umum strategi mempunyai pengertian suatu garis-garis besar haluan untuk bertindak dalam usaha mencapai sasaran yang telah ditentukan. Berkaitan dengan belajar mengajar, strategi bisa diartikan sebagai pola-pola umum kegiatan guru dan siswa dalam perwujudan kegiatan belajar mengajar untuk mencapai tujuan yang telah digariskan. Adapun tujuan utama pengajaran startegi belajar adalah mengajarkan siswa untuk belajar atas kemauan sendiri. Dengan kata lain, tujuan pengajaran strategi belajar adalah untuk membentuk siswa sebagai pembelajar mandiri. Kemp (1995) menjelaskan bahwa strategi pembelajaran adalah suatu kegiatan pembelajaran yang harus dikerjakan guru dan siswa agar tujuan pembelajaran dapat dicapai secara efektif dan efisien (Wina Sanjaya, 2008: 126). Strategi pembelajaran adalah strategi yang meliputi kegiatan atau pemakaian teknik yang dilakukan oleh pengajar mulai dari perencanaan, pelaksanaan kegiatan sampai ke tahap evaluasi, serta program tindak lanjut yang berlangsung dalam situasi edukatif untuk mencapai tujuan tertentu, yaitu pengajaran. Strategi pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia yaitu pola keterampilan pembelajaran yang dipilih pengajar untuk melaksanakan program pembelajaran dalam rangka untuk mencapai tujuan keterampilan berbahasa Indonesia yang terdiri atas keterampilan menyimak, berbicara, membaca, dan menulis (Iskandarwassid dan Dadang Sunendar, 2008: 09). 2.4 STRATEGI BELAJAR COOPERATIVE INTEGRATED READING AND COMPOSITION (CIRC) DAN RUANG LINGKUPNYA Pendekatan pembelajaran kooperatif menekankan tujuan-tujuan kelompok dan tanggung jawab individual. Sebagai tambahan, pengembangan CIRC dihasilkan dari sebuah analisis masalah-masalah tradisional dalam pengajaran pelajaran membaca, menulis, seni berbahasa (Slavin, 2008: 200). Hiebert, 1983 dalam (Slavin, 2008: 201) menjelaskan Sebuah fitur yang bersifat hampir selalu universal dari pengajaran membaca adalah penggunaan kelompok membaca yang terdiri atas para siswa dengan tingkat kinerja yang sama. Dasar pemikiran utama untuk pelajaran membaca adalah bahwa para siswa perlu memiliki Jurnal Artikulasi Vol.7 No.1 Februari 420
7 materi-materi yang sesuai dengan tingkat kemampuan mereka. Selanjutnya Slavin menjelaskan satu fokus utama dari kegiatan CIRC sebagai cerita dasar adalah membuat penggunaan waktu tindak lanjut menjadi lebih efektif: Para siswa yang bekerja yang bekerja di dalam tim-tim kooperatif dari kegiatan-kegiatan ini, yang dikoordinasikan dengan pengajaran kelompok membaca, supaya dapat memenuhi tujuan-tujuan dalam bidangbidang lain seperti pemahaman membaca, kosa kata, pembacaan pesan, dan ejaan. Para siswa termotivasi untuk saling bekerja satu sama lain dalam kegiatan-kegiatan ini atau rekognisi lainnya yang didasarkan pada pembelajaran seluruh anggota tim. Tujuan utama dari para pengembang program CIRC terhadap pelajaran menulis dan seni berbahasa adalah untuk merancang, mengimplementasikan, dan mengevaluasi pendekatan proses menulis pada pelajaran menulis dan seni berbahasa yang akan banyak memanfaatkan kehadiran teman satu kelas. Respon dari kelompok teman adalah unsur khas dari model-model proses penulisan, tetapi keterlibatan teman jarang sekali menjadikan kegiatan sentralnya. Akan tetapi, dalam program CIRC, para siswa merencanakan, merevisi, dan menyunting karangan mereka dengan kolaborasi yang erat dengan teman satu tim mereka. Pengajaran mekanika bahasa benar-benar terintegrasi sekaligus menjadi bagian dari pelajaran menulis, dan pelajaran menulis sendiri terintegrasi dengan pengajaran pelajaran memahami bacaan baik dengan keterpaduan kegiatan-kegiatan proses menulis dalam program membaca maupun dengan penggunaan kemampuan memahami bacaan yang baru dipelajari dalam pengajaran pelajaran menulis. CIRC terdiri dari tiga unsur penting: kegiatan-kegiatan dasar terkait, pengajaran langsung pelajaran memahami bacaan, dan seni berbahasa dan menulis terpadu. Dalam semua kegiatan ini, para siswa bekerja dalam tim-tim yang heterogen. Semua kegiatan mengikuti siklus regular yang melibatkan presentasi dari guru, latihan tim, tes serta mempunyai materi dan petunjuk manualnya. Langkah-langkah pada metode Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) menurut Agus Suprijono, 2008: yaitu: 1. Membentuk kelompok yang anggotanya 4 orang yang secara heterogen. 2. Guru memberi wacana/kliping sesuai dengan topik pembelajaran. 3. Siswa bekerjasama saling membacakan dan menemukan ide pokok dan memberi tanggapan terhadap wacana/kliping dan ditulis pada lembar kertas. 4. Mempresentasikan/membacakan hasil kelompok. 5. Guru membuat kesimpulan bersama. 6. Penutup 2.5 MENGUKUR KEMAMPUAN DAN PEMAHAMAN MEMBACA Salah satu kegiatan yang ikut menentukan keberhasilan proses belajar mengajar (PBM) ialah penilaian, baik yang menyangkut penilaian program, kegiatan maupun hasil proses belajar mengajar. Lingkup kegiatan ini amat luas karena itu pada penilitian ini perhatian dipusatkan pada penilaian terhadap kemajuan siswa dalam PBM. Jurnal Artikulasi Vol.7 No.1 Februari 421
8 Iskandarwassid dan Dadang Sunendar (2008: 247) mengatakan pengajaran membaca harus memperhatikan kebiasaan cara berpikir teratur yang baik. Hal ini disebabkan membaca sebagai proses yang sangat kompleks, dengan melibatkan semua proses mental yang lebih tinggi, seperti ingatan, pemikiran, daya khayal, pengaturan, penerapan, dan pemecahan masalah. Oleh karena itu, kemampuan membaca merupakan salah satu dari keempat keterampilan berbahasa yang diajarkan dan karenanya juga berkonsekuensi untuk diteskan kepada siswa. Selanjutnya, Iskandarwassid dan Dadang Sunendar menjelaskan ada banyak cara yang distandarkan untuk mengukur kemampuan membaca. Sejumlah teknik pengukuran kemampuan membaca yang sering dipergunakan antara lain adalah dengan mempergunakan bentuk betul-salah, melengkapi kalimat, pilihan ganda, pembuatan ringkasan atau rangkuman, test, test -C, dan lain-lain. Teknik yang paling umum dipakai adalah format bentuk tes pilihan ganda. Namun demikian, format tersebut sering dikritik karena jawaban benar dapat diperoleh lewat lebih dari satu cara, misalnya dengan cara menebak. Di samping itu, juga diragukan kemampuan membaca siswa memahami sungguh-sungguh wacana yang diteskan karena tanpa adanya penilaian dalam pemilihan jawaban yang benar. Dengan demikian, proses pemilihan jawaban yang benar belum tentu mencerminkan proses yang terlibat sebagaimana dalam konteks membaca yang sebenarnya. Untuk mengatasi kritik tersebut, usaha pengukuran kemampuan membaca dapat ditempuh dengan mempergunakan lebih dari satu teknik. Pada penelitian ini, teknik atau bentuk tes yang digunakan adalah tes soal uraian. Hal ini di dasarkan pada aspek penilaian yang terdiri dari beberapa tingkatan dalam pemahaman membaca dan pertimbangan peneliti beserta guru bahwa tes soal uraian diharapkan atau akan lebih memungkinkan siswa untuk kreatif dalam berpikir dan menalar. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 PENGANTAR Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan dalam dua siklus. Masing-masing siklus terdiri dari dua pertemuan dengan waktu 5x40 menit. Pelaksanaan siklus 1 pertemuan pertama pada hari Sabtu 6 Februari 2008 dan pertemuan kedua dilaksanakan hari Selasa 16 Februari Siklus 2 pertemuan pertama hari Selasa 23 Februari 2008 dan pertemuan kedua hari Sabtu 27 Februari HASIL PENELITIAN PENERAPAN METODE COOPERATIVE INTEGRATED READING AND COMPOSITION (CIRC) UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN SISWA MENEMUKAN GAGASAN Utama Pada Sebuah Teks Siswa KELAS VII DI SMP NEGERI 3 BATU SIKLUS Perencanaan Pembelajaran Kegiatan perencanaan pembelajaran siklus 1 yang dilakukan peneliti bersama guru antara lain yaitu: Jurnal Artikulasi Vol.7 No.1 Februari 422
9 a. Menyusun silabus b. Menyusun RPP c. Menyusun LKS PELAKSANAAN TINDAKAN PEMBELAJARAN a. PERTEMUAN PERTAMA Pelaksanaan pembelajaran pertemuan pertama dilaksanakan pada hari Sabtu 6 Februari selama 3x40 menit, dimulai pada pukul WIB. Pada pertemuan pertama, satu siswa tidak masuk. Adapun uraian pelaksanaan pembelajaran menemukan gagasan utama dengan metode CIRC siklus 1 pertemuan pertama sebagai berikut: 1) Apersepsi 2) Membentuk kelompok heterogen 3) Memberikan wacana sesuai dengan topik pembelajaran. 4) Siswa bekerjasama menemukan ide pokok 5) Mempresentasikan hasil kelompok 6) Membuat kesimpulan 7) Penghargaan. b. PERTEMUAN KEDUA Pelaksanaan pembelajaran siklus 1 pertemuan kedua dilaksanakan pada hari Selasa 16 Februari 2008 selama 2x40 menit, dimulai pada pukul WIB. Seperti pertemuan pertama, satu siswa juga tidak mengikuti proses pembelajaran. Uraian pelaksanaannya adalah sebagai berikut: 1) Apersepsi 2) Membentuk kelompok heterogen 3) Memberikan wacana sesuai dengan topik pembelajaran. 4) Siswa bekerjasama menemukan ide pokok 5) Mempresentasikan hasil kelompok 6) Membuat kesimpulan 7) Penghargaan Evaluasi Evaluasi pembelajaran pada siklus 1, baik pada pertemuan pertama dan kedua dilakukan dalam bentuk evaluasi proses maupun evaluasi hasil. Evaluasi proses dilakukan selama proses pembelajaran berlangsung dan evaluasi hasil dilaksanakan setelah pembelajaran berlangsung PENINGKATAN KEMAMPUAN MENEMUKAN GAGASAN UTAMA KELAS VII SMP NEGERI 3 BATU DENGAN MENGGUNAKAN METODE CIRC SIKLUS 1. Kemampuan siswa untuk menemukan gagasan utama, gagasan penjelas, kalimat utama, dan mampu menyimpulkan topik atau masalah utama pada teks. Sebelum pelaksanaan metode CIRC sangat kurang. Hal ini dibuktikan dengan hasil nilai siswa sebagai berikut: NO NAMA Nilai Pra Ket Siklus 1 Ket Peningkatan (%) 1. Abdul Hamid Mahmud T 13,6 2. Achmad Alfan Zainullah 66 4,54 3. Adi Mashudi 75 T 75 T 0 4. Adriananta Yuswa T 10,4 5. Anggita Yunitian T 21,5 Jurnal Artikulasi Vol.7 No.1 Februari 423
10 6. Anggraini Diah Kuswan Aini kusuma 73 T 73 T 0 8. Bayu Setiawan 75 T 8, 9. Bella Mariska Canda Macica T 7, Eka Oktaviana 71 T 71 T Eka Retno Asih 70 T 1, Eko Bagus Pramudya T 8, Erika Nur Aini 76 T 81 T 6, Irfan Andi Prasetya Istiqomah Khilmiatun Nisa 75 T 75 T Klarine Nur Agtiansyah Mochamad Affandi 75 T 8, 20. Mohammad Nur Sholeh 70 T 76 T 8, Moh. Muklas Wicaksono Mohammad Ryan Isroni Nur Latifatuz Zahro 74 T 7, Nur Mufidah. 75 T 8, 25. Nurinda Rachmadanti T 10,6 26. Nurul Kholifah T 13,6 27. Rubiyatul Adawiyah T 7, Ryan Harris Abdullah Ryan Harris Abdillah 71 T 2, Saka Aryo Abdillah Yanaita Febitri 0 JUMLAH ,61 Rata-rata 68,4 70,22 4,02 Keterangan: Peningkatan : Nilai post test-nilai pre test x 100%= Nilai pre test Post test : nilai setelah tindakan Pre test : nilai pra tindakan Ketuntasan: Pra Tindakan : 6 siswa (19% dari jumlah siswa) Siklus 1 : 20 siswa (66% dari jumlah siswa) Berdasarkan tabel di atas, diketahui bahwa rata-rata siswa mengalami peningkatkan 4,04% setelah pelaksanaan metode CIRC dalam pengajaran menemukan gagasan utama pada sebuah teks. Namun demikian, pada siklus 1 juga terdapat 14 siswa yang tidak mengalami peningkatan dari sebelum Grafik 4.1 tindakan. Hal ini disebabkan karena siswa kurang memperhatikan pada saat pembelajaran berlangsung. Aktivitas Siswa Saat PBM Siklus 1 Jurnal Artikulasi Vol.7 No.1 Februari 424
11 PARTISIPASIMEMBACAMENCATATEVALUASI Refleksi Berdasarkan tindakann yang dilakukan pada siklus 1, baik pada pertemuan satu maupun dua, maka diadakan refleksi pada proses maupun hasil oleh peneliti, guru dan beberapaa siswa. Adapun berdasarkan hasil evaluasi, maka telah diperoleh ketuntasan belajar sebesar 64,51%. Walaupun hasil ini sudah melebihi dari indikator pencapaian, namun pencapaian siklus 1 belum maksimal karena belum mencapai ketuntasan belajar yaitu sebesar 70%. Berdasarkan hasil evaluasi hasil, kesulitan siswa yang paling banyak adalah pada proses menemukan gagasan utama, kalimat utama, dan topik sedangkan untuk gagasan penjelas sudah mulai dipahami oleh siswa. Berdasarkan hasil catatan lapangan, pengamatan maupun hasil pembelajaran, terdapat masalah-masalah yang menghambat pembelajaran. Masalah pertama, yaitu pada penggunaan waktu yang belum efektif dan efesien. Untuk mengatasi itu, maka pada siklus 2, RPP dipersiapkan dengan sebaik- langkah- baiknya serta alokasi waktu padaa langkah pembelajaran diatur lebih rinci lagi. Masalah kedua, siswa masih kurang maksimal dalam menemukan gagasan utama, gagasan penjelas, kalimat utama, dan topik. Walaupun sebagian besar siswa setujuu dan senang dengan belajar berkelompok karena tidak membosankan. Namun demikian, hasil yang dicapai kurang maksimal karena saat pembelajaran berlangsung, siswa sering dipanggil oleh pihak sekolah dan hal itu membuat pembelajaran tidak maksimal. Oleh karena itu, untuk memecahkan masalah tersebut, padaa siklus 2 sebelum kegiatan pembelajaran dimulai guru atau penelitii meminta izin terlebih dahuluu agar saat kegiatan pembelajaran dimulai siswa tidak disibukkan duluu dengan aktivitas atau kegiatan lainnyaa karena hal tersebut akan mengganggu proses pembelajaran. Masalah ketiga, karena siswa kurang maksimal khususnya dalam menemukann gagasan utama, dengan alasan paragraf dalam LKS atau Tes terlalu banyak sehingga guruu (peneliti) dengan guru pamong mengurangi jumlah parangraf, dari 10 paragraf tiap LKS dan Tes menjadi 8 paragraf PENERAPAN PENERAPAN METODE COOPERATIVE INTEGRATED READING AND COMPOSITION (CIRC) UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN SISWA MENEMUKAN GAGASAN UTAMA PADAA SEBUAH TEKS SISWA KELAS VII DI SMP NEGERI 3 BATU SIKLUS Perencanaan Pembelajaran Seperti pada siklus 1, perencanaan pembelajaran siklus 2 juga dilakukan oleh peneliti bersamaa guru mata pelajaran. Adapun kegiatan perencanaan pembelajaran siklus 1 antara lain yaitu: a. Menyusun silabus b. Menyusun RPP Jurnal Artikulasi Vol.7 No.1 Februari 425
12 c. Menyusun LKS Pelaksanaan Tindakan Pembelajaran a. Pertemuan pertama Pelaksanaan pembelajaran pertemuan pertama siklus 2 dilaksanakan pada hari selasa 23 Februari 2008 selama 2x40 menit dengan 30 siswa dan dimulai pada pukul WIB. Adapun uraian pelaksanaan pembelajaran menemukan gagasan utama pada teks yang dibaca dengan menggunakan metode CIRC siklus 2 pertemuan pertama adalah sebagai berikut: 1) Apersepsi 2) Membentuk kelompok heterogen 3) Memberikan wacana sesuai dengan topik pembelajaran. 4) Siswa bekerjasama menemukan ide pokok 5) Mempresentasikan hasil kelompok 6) Membuat kesimpulan 7) Penghargaan. b. Pertemuan kedua Pelaksanaan pembelajaran siklus 1 pertemuan kedua dilaksanakan pada hari Sabtu 27 Februari 2010 selama 2x40 menit, dimulai pada pukul WIB. Seperti pertemuan pertama, satu siswa juga tidak mengikuti proses pembelajaran. Uraian pelaksanaannya adalah sebagai berikut: 1) Apersepsi 2) Membentuk kelompok heterogen 3) Memberikan wacana sesuai dengan topik pembelajaran. 4) Siswa bekerjasama menemukan ide pokok 5) Mempresentasikan hasil kelompok 6) Membuat kesimpulan 7) Penghargaan Peningkatan Kemampuan Membaca Intensif Kelas VIII MTs Muhammadiyah 1 Malang dengan Menggunakan Strategi PQ4R Siklus 2 Berdasarkan hasil evaluasi baik proses maupun hasil, diperoleh kemampuan menemukan informasi sebagai bahan diskusi melalui membaca intensif siswa kelas VIII MTs Muhammadiyah 1 Malang lebih baik dibandingkan sebelum tindakan dan siklus 1. Hal ini bisa dilihat pada hasil nilai siswa yang mangalami peningkatan sangat baik. Selain itu, hasil pengamatan juga menunjukkan dengan strategi PQ4R siswa lebih antusias dalam pembelajaran. Berikut hasil penilaian pada siklus 2: Tabel 4.2 Peningkatan Kemampuan Menemukan Gagasan Utama Sebelum dengan Sesudah Tindakan Siklus 2 NO NAMA Nilai Pra Ket Siklus 2 Ket Peningkatan (%) 1. Abdul Hamid Mahmud T 24,24 2. Achmad Alfan Zainullah T 22,72 3. Adi Mashudi 75 T 83 T 10,66 4. Adriananta Yuswa T 23,88 5. Anggita Yunitian T 24,61 6. Anggraini Diah Kuswan T 20,58 7. Aini kusuma 73 T 82 T 13,33 Jurnal Artikulasi Vol.7 No.1 Februari 426
13 8. Bayu Setiawan 9. Bella Mariska 10. Canda Macica 11. Eka Oktaviana 12. Eka Retno Asih 13. Eko Bagus Pramudya 14. Erika Nur Aini 15. Irfan Andi Prasetya 16. Istiqomah 17. Khilmiatun Nisa 18. Klarine Nur Agtiansyah 19. Mochamad Affandi 20. Mohammad Nur Sholeh 21. Moh. Muklas Wicaksono 22. Mohammad Ryan Isroni 23. Nur Latifatuz Zahro 24. Nur Mufidah. 25. Nurinda Rachmadanti 26. Nurul Kholifah 27. Rubiyatul Adawiyah 28. Ryan Harris Abdullah 29. Ryan Harris Abdillah 30. Saka Aryo Abdillah 31. Yanaita Febitri JUMLAH Rata-rataa ,4 T T T T ,84 T 18,84 T 36,66 T 17,65 T 12,68 T 14,50 1,47 T 92,10 T 21,74 T 21,21 T 0,08 T 29,23 T 24,64 T 18,57 T 18,84 T 20,59 T 17,34 T 31,88 T 24,24 T 21,21 T 22,39 T 19,12 T 20,29 T 22,39 T 18,84 686,,25 21,14 Keterangan: Peningkatan : Nilai post test-nilai pre test Nilai pre test Post test : nilai setelah tindakan Pre test : nilai pra tindakann x 100%= Ketuntasan: Pra Tindakan : 6 siswa (19% dari jumlah siswa) Siklus 2 : 30 siswa (96, 77% dari jumlah siawa) Berdasarkan hasil pengamatan yang dilakukan pada proses pembelajaran menemukan gagasan utama dengan menggunakan metode CIRC siklus 2, diperoleh gambaran aktivitas siswa berikut ini: Grafik 4.2 Aktivitas Siswa Saat PBM Siklus PARTISIPASI MEMBACA MENCATAT EVALUASI Jurnal Artikulasi Vol.7 No.1 Februari 427
14 Tabel 4.3 Perbandingan Peningkatan Kemampuan Menemukan Gagasan Utama Siswa Siklus 1 dan Siklus 2 NO NAMA Peningkatan (%) Siklus 1 Siklus 2 1. Abdul Hamid Mahmud 13,6 24,24 2. Achmad Alfan Zainullah 4,54 22,72 3. Adi Mashudi 0 10,66 4. Adriananta Yuswa 10,4 23,88 5. Anggita Yunitian 21,5 24,61 6. Anggraini Diah Kuswan 0 20,58 7. Aini kusuma 0 13,33 8. Bayu Setiawan 8, 18,84 9. Bella Mariska 0 36, Canda Macica 7,35 17, Eka Oktaviana 0 12, Eka Retno Asih 1,44 14, Eko Bagus Pramudya 8,82 1, Erika Nur Aini 6,57 92, Irfan Andi Prasetya 0 21, Istiqomah 0 21, Khilmiatun Nisa 0 0, Klarine Nur Agtiansyah 0 29, Mochamad Affandi 8, 24, Mohammad Nur Sholeh 8,57 18, Moh. Muklas Wicaksono 0 18, Mohammad Ryan Isroni 0 20, Nur Latifatuz Zahro 7,24 17, Nur Mufidah. 8, 31, Nurinda Rachmadanti 10,6 24, Nurul Kholifah 13,6 21, Rubiyatul Adawiyah 7,46 22, Ryan Harris Abdullah 0 19, Ryan Harris Abdillah 2,89 20, Saka Aryo Abdillah 0 22, Yanaita Febitri 0 18,84 JUMLAH 124,61 686,25 Rata-rata 4,02 21,14 Keterangan: Peningkatan : Nilai post test-nilai pre test x 100%= Nilai pre test Post test : nilai setelah tindakan Pre test : nilai pra tindakan Ketuntasan: Pra Tindakan : 6 siswa (19% dari jumlah siswa) Siklus 1 : 20 siswa (66% dari jumlah siswa) Siklus 2 : 30 siswa (96,77% dari jumlah siswa) Refleksi Berdasarkan hasil evaluasi pada proses maupun hasil nilai pembelajaran siklus 2, menunjukkan siswa lebih antusias dan semangat dalam melaksanakan tugas, lebih kritis dalam mengemukakan pendapat. Siswa yang sebelumnya kurang motivasi menjadi lebih semangat saat pelaksanaan metode CIRC di siklus 2. Bahkan siswa yang mengalami penurunan di siklus 1, pada Jurnal Artikulasi Vol.7 No.1 Februari 428
15 siklus 2 berhasil meningkatkan kemampuan belajarnya dalam menemukan gagasan utama Pembahasan Berdasarkan hasil penelitian, metode CIRC berhasil meningkatkan kemampuan menemukan gagasan utama pada teks siswa kelas VII SMP N 3 Batu. Peneliti menggunakan dua hasil peningkatan, yaitu peningkatan kemampuan menemukan gagasan utama dan peningkatan aktivitas siswa. Adapun peningkatan kemampuan menemukan gagasan utama diambil dari dua tagihan, yaitu: tugas dari LKS dan hasil tes, sedangkan peningkatan aktivitas siswa dilihat dari hasil pengamatan saat proses pembelajaran. Pada siklus 1, siswa yang tuntas belajar sebesar 66% dengan kualifikasi C cukup dan masih dalam kategori belum berhasil. Pada siklus 2, siswa yang dinyatakan tuntas belajar 96,77 atau 30 dari 31. Peningkatan ini mencapai kualifikasi A sangat baik dan sudah masuk dalam kategori berhasil. Fokus utama dari kegiatan CIRC pada pembelajaran menemukan gagasan utama adalah membuat penggunaan waktu tindak lanjut menjadi lebih efektif: Para siswa yang bekerja yang bekerja di dalam tim-tim kooperatif dari kegiatan-kegiatan ini, yang dikoordinasikan dengan pengajaran kelompok membaca, supaya dapat memenuhi tujuan-tujuan dalam bidangbidang lain seperti pemahaman membaca, kosa kata, pembacaan pesan, dan ejaan. Para siswa termotivasi untuk saling bekerja satu sama lain dalam kegiatan-kegiatan ini atau rekognisi lainnya yang didasarkan pada pembelajaran seluruh anggota tim. Adapun dari hasil wawancara, baik terhadap guru maupun siswa menunjukkan bahwa pelaksanaan metode CIRC ini lebih memudahkan dalam pembelajaran menemukan gagasan utama. Baik secara berkelompok maupun individu, siswa merasa senang, selain di dukung dengan langkah-langkah yang mudah, siswa juga merasa didukung dengan materi yang menarik. Guru juga menuturkan bahwa metode CIRC sesuai jika digunakan dalam pembelajaran membaca, karena siswa dapat bekerjasama dalam kelompok dan siswa akan lebih cepat memahami karena bisa berdiskusi dalam kelompok masing-masing. Berdasarkan hasil data-data yang telah diuraikan di atas membuktikan kemampuan menemukan gagasan utama pada teks yang dibaca siswa dapat dikatakan berhasil dengan baik. Data yang diperoleh dari evaluasi, observasi maupun wawancara menunjukkan penerapan metode CIRC telah berhasil meningkatkan kemampuan menemukan gagasan utama siswa baik dari segi kemampuan maupun aktivitas siswa saat pembelajaran. Grafik 4.3 Peningkatan Kemampuan Menemukan gagasan utama Sebelum Tindakan, Siklus 1 dan Siklus Pra Tindak an Jurnal Artikulasi Vol.7 No.1 Februari 429
16 Keterangan: Asfek/Tingkatan 1.Gagasan Utama 3.Kalimat Utama 2. Gagasan Penjelas 4. Menentukan Topik Bisa dilihat pada grafik di atas, nilai ratarata kemampuan menemukan gagasan utama siswa pada setiap siklus mengalami peningkatan di setiap tingkatannya. Berdasarkan data-data yang telah diuraikan di atas membuktikan kemampuan membaca intensif untuk menemukan gagasan utama dalam teks dapat dikatakan berhasil dengan baik. Data yang diperoleh dari evaluasi, observasi maupun wawancara menunjukkan penerapan metode CIRC telah berhasil meningkatkan kemampuan membaca intensif siswa baik dari segi kemampuan maupun aktivitas siswa saat membaca intensif. 5. PENUTUP 5.1 KESIMPULAN Pembelajaran ini, dilaksanakan melalui beberapa tahapan, yaitu: tahap perencanaan, tahap pelaksanaan, pengamatan dan tahap refleksi hasil pembelajaran membaca intensif siswa. Adapun uraian tahapantahapan tersebut adalah sebagai berikut: a. Tahap Perencanaan b. Tahap Pelaksanaan dan Pengamatan c. Tahap Refleksi kepada berbagai pihak yang terkait dengan pemanfaatan hasil penelitian ini, yakni: a. Saran kepada guru bidang studi Hasil penelitian menunjukkan, pembelajaran menemukan gagasan utama pada teks yang dibaca menggunakan metode CIRC dapat meningkatkan kemampuan membaca intensif siswa. Oleh sebab itu, disarankan kepada guru untuk melaksanakan metode CIRC pada pembelajaran membaca berikutnya. Guru juga disarankan, dalam menghadapai masalah atau kesulitan dalam kelas berikutnya, guru menyelesaikan dengan berpedoman pada pengalaman yang telah diperoleh saat melakukan PTK. b. Saran kepada siswa Penelitian ini diharapkan dapat memberikan pengetahuan dan pengalaman tentang pembelajaran membaca, khusunya pada pembelajaran menemukan gagasan utama. Dengan demikian, kemampuan membaca siswa berdasarkan tingkatannya, baik menemukan gagasan utama, gagasan penjelas, kalimat utama, dan menentkan topik akan lebih efektif dan kreatif. c. Saran kepada peneliti berikutnya Penelitian ini hanya dilaksanakan pada siswa kelas VII SMP Negeri 3 Batu dengan jumlah siswa yang terbatas. Oleh sebab itu, disarankan kepada peneliti berikutnya untuk mengadakan penelitian sejenis dengan subjek yang lain dan materi membaca yang lain. 5.2 Saran-saran Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, dikemukakan beberapa saran Jurnal Artikulasi Vol.7 No.1 Februari 430
17 DAFTAR PUSTAKA Ahmadi, Mukhsin Strategi Belajar Mengajar Keterampilan Berbahasa dan Apresiasi Sastra. Malang: YA3 Malang. Arikunto, Suharsimi Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta. Iskandarwassid dan Dadang Sunendar Strategi Pembelajaran Bahasa. Bandung: Rosda. Muslich, Masnur KTSP: Pembelajaan Berbasis Kompetensi dan Kontekstual. Jakarta: Bumi Aksara. Oka, Gusti Ngurah Pengantar Membaca dan Pengajarannya. Surabaya: Usaha Nasional. ( (diakses 20 Januari 2010). Sanjaya, Wina Strategi Pembelajaran: Berorientasi Standar Proses Pendidikan. Jakarta: Prenada Media Group. Slavin, Robert E Cooperative Learning: Teori, Riset dan Praktik. Bandung: NusaMedia Sugiono Memahami Penelitian Kualitatif. Bandung: Alfabeta. Suprijono, Agus Cooperative Learning: Teori dan Aplikasi. Jogyakarta: Pustaka Belajar. Tarigan, Djago dan H. G Tarigan Teknik Pengajaran Keterampilan Berbahasa. Bandung: Angkasa. Tarigan, Henry Guntur Membaca: Sebagai suatu keterampilan Berbahasa. Bandung: Angkasa Trianto Model-Model Pembelajaran Inovatif Berorientasi Konstruktivistik: Konsep, Landasan Teoritis-Praktis dan Implementasinya. Jakarta: Prestasi Pustaka Publisher. Trianto, Agus Pasti Bisa Pembahasan Tuntas Kompetensi Bahasa Indonesia: Untuk SMP dan MTs Kelas VII. Jakarta: Erlangga. Jurnal Artikulasi Vol.7 No.1 Februari 431
PENERAPAN TEKNIK TPS (THINK, PAIR, AND SHARE) UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENENTUKAN KALIMAT UTAMA PARAGRAF DESKRIPSI
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Bahasa Indonesia, sebagai salah satu identitas atau pembeda dari bangsa lain, selain sebagai bahasa persatuan juga berkedudukan sebagai bahasa negara dan sebagai
PENINGKATAN MINAT DAN KEMAMPUAN MEMBACA PEMAHAMAN SISWA KELAS X.8 DENGAN METODE COOPERATIVE INTEGRATED READING AND COMPOSITION
PENINGKATAN MINAT DAN KEMAMPUAN MEMBACA PEMAHAMAN SISWA KELAS X.8 DENGAN METODE COOPERATIVE INTEGRATED READING AND COMPOSITION (CIRC) DI SMAN 1 KECAMATAN PAYAKUMBUH KABUPATEN LIMA PULUH KOTA Yunia Mentari
PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS PENGALAMAN PRIBADI MELALUI MODEL STAD SISWA KELAS VII SMP NEGERI 15 PURWOREJO TAHUN PELAJARAN 2012/2013
PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS PENGALAMAN PRIBADI MELALUI MODEL STAD SISWA KELAS VII SMP NEGERI 15 PURWOREJO TAHUN PELAJARAN 2012/2013 Oleh: Eny Mutiarawati Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra
Peningkatkan Keterampilan Membaca Intensif Dengan Model Cooperative Think Pair Sahre Pada Siswa Kelas XI Ipa 3 MAN Model Singkawang
Peningkatkan Keterampilan Membaca Intensif Dengan Model Cooperative Think Pair Sahre Pada Siswa Kelas XI Ipa 3 MAN Model Singkawang Safitri 1), Eti Sunarsih 2) 1) Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra
PENGGUNAAN MODEL KOOPERATIF TIPE
PENGGUNAAN MODEL KOOPERATIF TIPE COOPERATIVE INTEGRATED READING AND COMPOSITION UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENULIS PUISI PADA SISWA KELAS V SD NEGERI 1 JLEGIWINANGUN TAHUN AJARAN 2015/2016 Naelatul
BAB I PENDAHULUAN. Pendidikan merupakan suatu upaya untuk meningkatkan kualitas setiap
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan merupakan suatu upaya untuk meningkatkan kualitas setiap individu baik secara langsung maupun tidak langsung seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan
KEMAMPUAN MENULIS TEKS BERITA PADA PESERTA DIDIK KELAS VIII MTs DDI BASSEANG SUHAEBAH NUR* ABSTRAK
Jurnal Pepatuzdu, Vol. 7, No. 1 Mei 2014 27 KEMAMPUAN MENULIS TEKS BERITA PADA PESERTA DIDIK KELAS VIII MTs DDI BASSEANG SUHAEBAH NUR* ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang kemampuan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Menulis merupakan kegiatan kebahasaan yang memegang peranan penting dalam dinamika peradaban manusia. Dengan menulis orang dapat melakukan komunikasi, mengemukakan
BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pembelajaran sangatlah penting dalam proses pendidikan. Pembelajaran saat ini menekankan pada penanaman pendidikan karakter peserta didik. Pembelajaran berlangsung
PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN COOPERATIVE INTEGRETED READING AND COMPOSITION
0 PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN COOPERATIVE INTEGRETED READING AND COMPOSITION TERHADAP KEMAMPUAN MENEMUKAN GAGASAN UTAMA SISWA KELAS IX SMP SWASTA AL-ULUM MEDAN TAHUN PEMBELAJARAN 2014/2015 SITI
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. pendidikan. Pelajaran Bahasa Indonesia tidak hanya mengajarkan tentang materi
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Mata pelajaran Bahasa Indonesia memiliki peranan penting dalam dunia pendidikan. Pelajaran Bahasa Indonesia tidak hanya mengajarkan tentang materi kebahasaan
BAB 1 PENDAHULUAN. Tingkat Satuan Kurikulum Pendidikan (KTSP) merupakan penyempurna
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Tingkat Satuan Kurikulum Pendidikan (KTSP) merupakan penyempurna dari Kurikulum 2004 (KBK) adalah kurikulum operasional yang disusun dan dilaksanakan oleh masing
MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP STRUKTUR DAN FUNGSI JARINGAN TUMBUHAN MELALUI INKUIRI TERBIMBING DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA
MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP STRUKTUR DAN FUNGSI JARINGAN TUMBUHAN MELALUI INKUIRI TERBIMBING DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA (Penelitian Tindakan Kelas di SMP Negeri 9 Banjarbaru Tahun Pelajaran 2010/2011)
MODEL PEMBELAJARAN COOPERATIVE TIPE SCRIPT SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENYIMAK DONGENG SISWA SMP
MODEL PEMBELAJARAN COOPERATIVE TIPE SCRIPT SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENYIMAK DONGENG SISWA SMP Heru Susanto, Eti Sunarsih Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, STKIP Singkawang,
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan merupakan faktor terpenting dalam pembentukan pribadi manusia. Pendidikan sangat berperan dalam membentuk karakter bangsa. Menyadari akan hal tersebut
PENINGKATKAN KETERAMPILAN MENULIS EKSPOSISI MENGGUNAKAN MEDIA GAMBAR BERSERI PADA SISWA KELAS X SMA NEGERI 1 SAPURAN TAHUN PELAJARAN 2015/2016
PENINGKATKAN KETERAMPILAN MENULIS EKSPOSISI MENGGUNAKAN MEDIA GAMBAR BERSERI PADA SISWA KELAS X SMA NEGERI 1 SAPURAN TAHUN PELAJARAN 2015/2016 Oleh: Khanisatul Mila Program Studi Pendidikan Bahasa dan
PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TIPE COOPERATIVE INTEGRATED READING AND COMPOSITION
PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TIPE COOPERATIVE INTEGRATED READING AND COMPOSITION (CIRC) DALAM PENINGKATAN KETERAMPILAN MEMBACA PEMAHAMAN SISWA KELAS IV SDN PANJATAN Oleh: Woro Rukmi Estiningtyas 1, Imam
NASKAH PUBLIKASI. Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Guna Mencapai Derajat Sarjana S-1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar
NASKAH PUBLIKASI PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS PARAGRAF DALAM MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA MELALUI PENDEKATAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING PADA SISWA KELAS III SD NEGERI SEPAT 2 SRAGEN TAHUN AJARAN
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia diarahkan agar siswa terampil berkomunikasi, baik lisan maupun lisan pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia sebagai
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Bahasa seseorang dapat mencerminkan pikirannya. Semakin terampil
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Bahasa seseorang dapat mencerminkan pikirannya. Semakin terampil seseorang berbahasa, semakin jelas dan terstruktur pula pikirannya. Keterampilan hanya dapat
Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Melalui Model Pembelajaran Kooperatif pada Mata Pelajaran IPA di Kelas V SD Negeri 2 Tatura
Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Melalui Model Pembelajaran Kooperatif pada Mata Pelajaran IPA di Kelas V SD Negeri 2 Tatura Ni Wayan Lasmini SD Negeri 2 Tatura, Palu, Sulawesi Tengah ABSTRAK Permasalahan
PENINGKATAN KEMAMPUAN MEMBACA INDAH GEGURITAN MELALUI MODEL PEMBELAJARAN JIGSAW. Sunandar
Didaktikum: Jurnal Penelitian Tindakan Kelas Vol. 16, No. 3, Juli 2015 ISSN 2087-3557 SD Negeri 02 Rembun Siwalan Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui
PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS DESKRIPSI DENGAN METODE OBSERVASI TERPADU SISWA KELAS VII SEMESTER 1 SMP NEGERI 1 TRENGGALEK
PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS DESKRIPSI DENGAN METODE OBSERVASI TERPADU SISWA KELAS VII SEMESTER 1 SMP NEGERI 1 TRENGGALEK Anik Susilowati SMP 1 Negeri Trenggalek Abstrak Menulis merupakan suatu keterampilan
J-SIMBOL (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS TEKS EKSPOSISI MELALUI METODE PEMBERIAN TUGAS SISWA KELAS X.
PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS TEKS EKSPOSISI MELALUI METODE PEMBERIAN TUGAS SISWA KELAS X Oleh Linda Permasih Dr. Mulyanto Widodo, M.Pd. Dr. Edi Suyanto, M.Pd. email: [email protected] Abstrac
BAB I PENDAHULUAN. Manusia membutuhkan pendidikan dalam kehidupannya. Pendidikan
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Manusia membutuhkan pendidikan dalam kehidupannya. Pendidikan merupakan salah satu aspek penting terhadap kemajuan suatu bangsa di dunia. Pendidikan diproses
BAB I PENDAHULAN. A. Latar Belakang Masalah. Kemampuan menulis merupakan salah satu kemampuan yang diajarkan dalam
1 BAB I PENDAHULAN A. Latar Belakang Masalah Kemampuan menulis merupakan salah satu kemampuan yang diajarkan dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia di SMP. Tujuan umum pembelajaran menulis adalah untuk
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Bahasa memiliki hubungan yang sangat erat dalam kehidupan bermasyarakat karena bahasa merupakan alat komunikasi. Bahasa merupakan alat komunikasi yang efektif
Keyword: CIRC, Learning, Phoem
PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TIPE CIRC (COOPERATIVE INTEGRATED READING AND COMPOSITION) DALAM PENINGKATAN PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA TENTANG MENULIS PUISI BEBAS PADA SISWA KELAS VA SD NEGERI 1 SELANG
Upaya Peningkatan Keterampilan Menulis Paragraf Narasi Ekspositoris Siswa Kelas XI SMK Yapek Gombong dengan Metode Example Non-Example
Upaya Peningkatan Keterampilan Menulis Paragraf Narasi Ekspositoris Siswa Kelas XI SMK Yapek Gombong dengan Metode Example Non-Example Oleh : Dina Wardiah Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa
BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas. Penelitian
37 BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas. Penelitian tindakan (action research) merupakan upaya pemecahan masalah atau suatu perbaikan
Kata kunci: Pembelajaran Kooperatif Tipe Numbered Heads Together (NHT), Motivasi, Hasil Belajar.
UPAYA MENINGKATKAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEADS TOGETHER (NHT) PADA SISWA KELAS VII A SMP N 3 SENTOLO Estiningsih Universitas PGRI Yogyakarta
ARTIKEL ILMIAH YOPI SANTRI YENI NPM
KETERAMPILAN MENULIS TEKS EKSPOSISI SISWA KELAS VII SMP NEGERI 1 SUTERA KABUPATEN PESISIR SELATAN DENGAN MENGGUNAKAN METODE CIRC (COOPERATIVE INTEGRATED READING AND COMPOSITION) ARTIKEL ILMIAH YOPI SANTRI
PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS PERSUASI MENGGUNAKAN MEDIA POSTER PADA SISWA KELAS X SMA NEGERI 6 PURWOREJO TAHUN PELAJARAN 2013/2014
PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS PERSUASI MENGGUNAKAN MEDIA POSTER PADA SISWA KELAS X SMA NEGERI 6 PURWOREJO TAHUN PELAJARAN 2013/2014 Oleh: Fitria Damayanti Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia [email protected]
UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR EKONOMI DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN CIRC (COOPERATIVE) INTEGRATED READING AND COMPOSITION)
UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR EKONOMI DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN CIRC (COOPERATIVE) INTEGRATED READING AND COMPOSITION) Oleh : Dr.Iin Nurbudiyani, M.Pd* dan Bertiana ** ABSTRAK Penelitian
I. PENDAHULUAN. analitis dan imaginatif yang ada dalam dirinya. Pembelajaran Bahasa Indonesia diarahkan untuk meningkatkan
I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Bahasa memiliki peran sentral dalam perkembangan intelektual, sosial, dan emosional peserta didik serta merupakan penunjang keberhasilan dalam mempelajari semua
Keywords : CIRC, Improving Skills, Reading Comprehension
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE COOPERATIVE INTEGRATED READING AND COMPOSITION (CIRC) DALAM PENINGKATAN KETERAMPILAN MEMBACA SISWA KELAS IV SDN 2 NGASINAN TAHUN AJARAN 2014/2015 Oleh: Laela
Oleh : Nur Utami Guru SDN Mendiro 2 Kecamatan Ngrambe Kata Kunci : Kemampuan Membaca, Pemahaman, Surat Kabar
Pemanfaatan Surat Kabar Untuk Meningkatkan Kemampuan Membaca Pemahaman Pada Siswa Kelas V SDN Mendiro 2 Kecamatan Ngrambe Kabupaten Ngawi Tahun Pelajaran 2014/2015 Oleh : Nur Utami Guru SDN Mendiro 2 Kecamatan
BAB II LANDASAN TEORI. Metode PQ4R (Preview, Question, Read, Reflect, Recite, Review) pada Siswa Kelas
7 BAB II LANDASAN TEORI H. Penelitian Relevan Penelitian tindakan kelas tentang kemampuan membaca dengan menggunakan metode PQ4R sebelumnya sudah pernah dilakukan oleh Lina Indriyani tahun 2012 dengan
BAB I PENDAHULUAN. Menulis memiliki peran sentral dalam perkembangan intelektual, sosial dan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Menulis memiliki peran sentral dalam perkembangan intelektual, sosial dan emosional peserta didik dan merupakan penunjang keberhasilan dalam mempelajari semua
Oleh: Tita Yulianti Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Muhammadiyah Purworejo
PENINGKATAN KEMAMPUAN MENYIMAK LAPORAN PERJALANAN MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TEKNIK TWO STAY TWO STRAY PADA SISWA KELAS VIII SMP MA ARIF KALIBAWANG WONOSOBO Oleh: Tita Yulianti Program Studi
BAB I PENDAHULUAN. yang lainnya. Melalui bahasa seseorang dapat menyampaikan pesan,
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Bahasa merupakan salah satu alat komunikasi yang mempunyai peran sentral dalam keberhasilan peserta didik mempelajari semua bidang studi. Melalui bahasa manusia
PENINGKATAN KOMPETENSI MENULIS PUISI BEBAS MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN COOPERATIVE INTEGRATED READING AND COMPOSITION (CIRC) Jumadi
Dinamika: Jurnal Praktik Penelitian Tindakan Kelas Pendidikan Dasar & Menengah Vol. 6, No. 1, Januari 2016 ISSN 0854-2172 PENINGKATAN KOMPETENSI MENULIS PUISI BEBAS MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN COOPERATIVE
BAB I PENDAHULUAN. Bahasa seseorang dapat mencerminkan pikirannya. Semakin terampil
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Bahasa seseorang dapat mencerminkan pikirannya. Semakin terampil seseorang berbahasa, semakin jelas dan terstruktur pula pikirannya. Keterampilan hanya
PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS NARASI EKSPOSITORIS DENGAN TEKNIK BRAINWRITING PADA SISWA KELAS X SMK MA ARIF 4 KEBUMEN
PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS NARASI EKSPOSITORIS DENGAN TEKNIK BRAINWRITING PADA SISWA KELAS X SMK MA ARIF 4 KEBUMEN Oleh: Arif Pratomo Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas
SKRIPSI Disusun Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Guna Mencapai Derajat Sarjana S-1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar
UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENEMUKAN POKOK PIKIRAN SEBUAH PARAGRAF MELALUI METODE COOPERATIVE INTEGRATED READING AND COMPOSITION (CIRC) PADA PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA SISWA KELAS IV SDN KEBONHARJO
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian 1. Tempat Penelitian Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di SDN Candiwulan, UPT Kecamatan Adimulyo, Kabupaten Kebumen, tepatnya di jalan
Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Make A Match 1
Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Make A Match 1 PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF MAKE A MATCH UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA DALAM PEMBELAJARAN IPS POKOK BAHASAN USAHA
UPAYA PENINGKATAN KEMAMPUAN MEMAHAMI WACANA CERKAK MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW
UPAYA PENINGKATAN KEMAMPUAN MEMAHAMI WACANA CERKAK MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW Heni [email protected] Universitas Muhammmadiyah Purworejo ABSTRAK Penelitian ini bertujuan
Oleh: Prihatini Mualifah Program Studi Pendidikan dan Sastra Indonesia Universitas Muhammadiyah Purworejo
PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS NARASI EKSPOSITORIS MELALUI MEDIA GAMBAR BERSERI PADA SISWA KELAS VII SMP NEGERI 43 PURWOREJO TAHUN PELAJARAN 2015/2016 Oleh: Prihatini Mualifah Program Studi Pendidikan
IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN THINK PAIR SHARE PADA MATERI AJAR MENJAGA KEUTUHAN NKRI. Tri Purwati
Dinamika: Jurnal Praktik Penelitian Tindakan Kelas Pendidikan Dasar & Menengah Vol. 7, No. 2, April 2017 ISSN 0854-2172 IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN THINK PAIR SHARE PADA MATERI AJAR SD Negeri Purbasana
Oleh: Mukhlisotun Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Muhammadiyah Purworejo
PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS KARANGAN NARASI DARI TEKS WAWANCARA MELALUI PEMBELAJARAN DENGAN METODE KOOPERATIF MODEL THINK-PAIR SHARE PADA SISWA KELAS VII SMP NEGERI 10 PURWOREJO TAHUN AJARAN 2013/2014
BAB I PENDAHULUAN. pikiran, pendapat, imajinasi, dan berhubungan dengan manusia laninnya.
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Bahasa merupakan alat terpenting yang digunakan manusia untuk berkomunikasi. Dengan bahasa, manusia akan dapat mengungkapkan segala pemikirannya. Selain itu, dengan
BAB 1 PENDAHULUAN. Bahasa memiliki peran sentral dalam perkembangan dan intelektual, sosial,
1 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Bahasa memiliki peran sentral dalam perkembangan dan intelektual, sosial, dan emosional peserta didik merupakan penunjang keberhasilan dalam mempelajari semua
PENINGKATAN KETERAMPILAN MENGHITUNG ARITMATIKA SOSIAL MELALUI PENERAPAN MODEL STAD. Kasurip
Dinamika: Jurnal Praktik Penelitian Tindakan Kelas Pendidikan Dasar & Menengah ISSN 0854-2172 SMP N 1 Wonokerto Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui metode
Oleh: Mame Bagja Melani Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS CERPEN DENGAN TEKNIK LATIHAN TERBIMBING BERDASARKAN ILUSTRASI TOKOH IDOLA SISWA KELAS IX SMP VIP AL-HUDA KEBUMEN TAHUN AJARAN 2013/2014 Oleh: Mame Bagja Melani Program
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan di Indonesia memiliki satuan pendidikan berupa kurikulum. Armstrong, dkk (2009, hlm. 172) menyatakan bahwa kurikulum adalah perencanaan yang lengkap
PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS IV PADA PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA MELALUI MODEL COOPERATIVE INTEGRATED READING AND COMPOSITION
PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS IV PADA PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA MELALUI MODEL COOPERATIVE INTEGRATED READING AND COMPOSITION (CIRC) DI SDN 04 MAEK KABUPATEN 50 KOTA Yulia Pike
PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS PUISI BEBAS MELALUI PENGGUNAAN METODE ESTAFET WRITING
Oleh Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Universitas Galuh ABSTRAK Salah satu hal penting dalam pembelajaran menulis puisi bebas adalah kemampuan mengemukakan perasaan menulis dalam
PENINGKATAN KEMAMPUAN MEMBACA PUISI DENGAN TEKNIK KONTES PADA SISWA KELAS V MIN MALANG I
PENINGKATAN KEMAMPUAN MEMBACA PUISI DENGAN TEKNIK KONTES PADA SISWA KELAS V MIN MALANG I Irma Fajarwati Mahasiswa Magister Pendidikan Bahasa Indonesia Abstrak: Meningkatkan kemampuan membaca dan hasil
PENERAPAN METODE COOPERATIVE INTEGRATED READING AND COMPOSITION (CIRC) DALAM PENINGKATAN KETERAMPILAN MEMBACA PEMAHAMAN PADA SISWA KELAS IV SD
PENERAPAN METODE COOPERATIVE INTEGRATED READING AND COMPOSITION (CIRC) DALAM PENINGKATAN KETERAMPILAN MEMBACA PEMAHAMAN PADA SISWA KELAS IV SD Luluk Arifatul Chorida 1, Suhartono 2, Ngatman 3 PGSD FKIP
PENERAPAN METODE GUIDED INQUIRY MENGGUNAKAN HANDOUT UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR BAHASA INGGRIS SISWA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA
PENERAPAN METODE GUIDED INQUIRY MENGGUNAKAN HANDOUT UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR BAHASA INGGRIS SISWA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA YANTI REFITA Guru SMP Negeri 3 Dumai [email protected] ABSTRAK Penelitian
BAB I PENDAHULUAN. masalah penelitian yang berisikan pentingnya keterampilan menulis bagi siswa
BAB I PENDAHULUAN Pada bab ini akan dibahas delapan hal. Pertama, dibahas latar belakang masalah penelitian yang berisikan pentingnya keterampilan menulis bagi siswa sekolah dasar. Kemudian, dibahas identifikasi
Moh. Nurman Bagus Satrio Mahasiswa Magister Pendidikan Bahasa Indonesia. Kata kunci: kalimat utama dalam paragraf, STAD
PENINGKATAN KEMAMPUAN MENEMUKAN KALIMAT UTAMA DALAM PARAGRAF PADA SISWA KELAS VIIB SMP 17 AGUSTUS 1945 CLURING MENGGUNAKAN METODE STAD TAHUN PELAJARAN 2014/2015 Moh. Nurman Bagus Satrio Mahasiswa Magister
Kata kunci: menulis, paragraf argumentasi, student teams achievement division
KEEFEKTIFAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION (STAD) DALAM MENULIS PARAGRAF ARGUMENTASI SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 1 BONE-BONE KABUPATEN LUWU UTARA Lilik Sumarti Universitas
PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS TEKS PROSEDUR KOMPLEKS DENGAN METODE DISCOVERY LEARNING
PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS TEKS PROSEDUR KOMPLEKS DENGAN METODE DISCOVERY LEARNING PADA SISWA KELAS X IPS 1 SMA NEGERI 1 SALAMAN TAHUN PELAJARAN 2014/2015 Oleh: Hestin Aryani Program Studi Pendidikan
Kemampuan Membaca Teks Berita Dengan Menggunakan Model Cooperative Integrated Reading And Composition
Kemampuan Membaca Teks Berita Dengan Menggunakan Model Cooperative Integrated Reading And Composition (CIRC) Berbasis Pendekatan Saintifik Pada Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas
Oleh: Yuni Isnawati Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia ABSTRAK
PENINGKATAN KEMAMPUAN MENYIMAK BERITA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN COOPERATIVE SCRIPT PADA SI SWA KELAS VII SMP N 4 PURWOREJO TAHUN PEMBELAJARAN 2012 / 2013 Oleh: Yuni Isnawati Pendidikan Bahasa dan Sastra
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE COOPERATIVE INTEGRATED READING AND COMPOSITION
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE COOPERATIVE INTEGRATED READING AND COMPOSITION (CIRC) UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MERINGKAS ISI BUKU CERITA Ikhsan Akbari 1), Muhammad Shaifuddin 2), Sadiman
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Permasalahan pendidikan selalu muncul bersamaan dengan berkembang dan meningkatnya kemampuan siswa, situasi, dan kondisi lingkungan yang ada, pengaruh informasi
BAB I PENDAHULUAN. perubahan yang terjadi. Melalui bahasa, setiap individu dapat meningkatkan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Bahasa merupakan salah satu kemampuan yang sangat penting dimiliki setiap individu dalam mengembangkan potensi dirinya sehingga mampu menghadapi setiap perubahan
PEMBELAJARAN KOOPERATIF STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION (STAD) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PENJASKES SISWA SMP
PEMBELAJARAN KOOPERATIF STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION (STAD) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PENJASKES SISWA SMP MUHAMMAD IDRIS Guru SMP Negeri 3 Tapung [email protected] ABSTRAK Penelitian ini
PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS CERPEN DENGAN METODE PETA PIKIRAN PADA SISWA KELAS IX SMPN 1 PURWOSARI TAHUN PELAJARAN
PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS CERPEN DENGAN METODE PETA PIKIRAN PADA SISWA KELAS IX SMPN 1 PURWOSARI TAHUN PELAJARAN 2013-2014 Helmi Susanti Mahasiswa Magister Pendidikan Bahasa Indonesia Abstrak:Prestasi
BAB II LANDASAN TEORI PEMBELAJARAN KEMAMPUAN MENULIS DIALOG SEDERHANA MELALUI METODE KONTEKSTUAL
17 BAB II LANDASAN TEORI PEMBELAJARAN KEMAMPUAN MENULIS DIALOG SEDERHANA MELALUI METODE KONTEKSTUAL 2.1 Kedudukan Pembelajaran Menulis Dialog Sederhana Dalam KTSP Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Kelas
PENINGKATKAN KETERAMPILAN MENULIS EKSPOSISI MENGGUNAKAN MEDIA GAMBAR BERSERI PADA SISWA KELAS X SMA NEGERI 1 KROYA TAHUN PELAJARAN 2013/2014
PENINGKATKAN KETERAMPILAN MENULIS EKSPOSISI MENGGUNAKAN MEDIA GAMBAR BERSERI PADA SISWA KELAS X SMA NEGERI 1 KROYA TAHUN PELAJARAN 2013/2014 Oleh: Khozin Amin Sutiknyo Program Studi Pendidikan Bahasa dan
UPAYA MENINGKATKAN KREATIVITAS DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA DENGAN METODE TWO STAY TWO STRAY PADA SISWA SMP NEGERI 10 PADANGSIDIMPUAN.
UPAYA MENINGKATKAN KREATIVITAS DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA DENGAN METODE TWO STAY TWO STRAY PADA SISWA SMP NEGERI 10 PADANGSIDIMPUAN. Agus Makmur Dosen Pendidikan Matematika UGN Padangsidimpuan [email protected]
PENINGKATAN KETERAMPILAN MENYIMAK BERITA DENGAN METODE DRILLPADA PESERTA DIDIK KELAS VIII SMP NEGERI 1KALIBAWANG TAHUN PEMBELAJARAN 2013/2014
PENINGKATAN KETERAMPILAN MENYIMAK BERITA DENGAN METODE DRILLPADA PESERTA DIDIK KELAS VIII SMP NEGERI 1KALIBAWANG TAHUN PEMBELAJARAN 2013/2014 Oleh: Rizky Adhya Herfianto Program Studi Pendidikan Bahasa
PENGGUNAAN KONJUNGSI KOORDINATIF DALAM KUMPULAN CERPEN KOMPAS 2014 TART DI BULAN HUJAN DAN SKENARIO PEMBELAJARANNYA DI KELAS VII SMP
PENGGUNAAN KONJUNGSI KOORDINATIF DALAM KUMPULAN CERPEN KOMPAS 2014 TART DI BULAN HUJAN DAN SKENARIO PEMBELAJARANNYA DI KELAS VII SMP oleh: Eliza Ratna Asih Wulandari Program Studi Pendidikan Bahasa dan
I. PENDAHULUAN. Keterampilan berbahasa terdiri atas empat komponen penting yaitu keterampilan
I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Keterampilan berbahasa terdiri atas empat komponen penting yaitu keterampilan menyimak, berbicara, membaca, dan menulis. Keempat keterampilan tersebut saling melengkapi
NASKAH PUBLIKASI. Untuk memenuhi sebagian persyaratan Guna mencapai derajat Sarjana S-1 Pendidikan Bahasa Sastra Indonesia dan Daerah.
MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA INTENSIF DENGAN METODE REORGANISASI BARRETT TAXONOMY PADA SISWA KELAS VIII A MTsN SUSUKAN KABUPATEN SEMARANG TAHUN PELAJARAN 2011/2012 NASKAH PUBLIKASI Untuk memenuhi sebagian
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Penelitian Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di kelas II SD Kutowinangun 08. Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NHT BERBANTUAN VCD DALAM MEMPERBAIKI AKTIVITAS BELAJAR IPA TERPADU SISWA KELAS IX-1 SMPN 1 PATUMBAK
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NHT BERBANTUAN VCD DALAM MEMPERBAIKI AKTIVITAS BELAJAR IPA TERPADU SISWA KELAS IX-1 SMPN 1 PATUMBAK DIANA MANURUNG Guru SMPN 1 Patumbak Email : [email protected]
UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA DENGAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING (PBL) PADA SISWA KELAS VIID SMP N I SRANDAKAN
UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA DENGAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING (PBL) PADA SISWA KELAS VIID SMP N I SRANDAKAN Oleh: Raras Dwi Asri 11144100129 Pendidikan Matematika Fakultas
KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP)
KTSP Perangkat Pembelajaran Sekolah Menengah Pertama (SMP)/Madrasah Tsanawiyah (MTs) PERANGKAT PEMBELAJARAN STANDAR KOMPETENSI DAN KOMPETENSI DASAR Mata Pelajaran Satuan Pendidikan Kelas/Semester : Bahasa
Oleh: Liana Sulistiana Program Studi Pendidikan Bahasa dan sastra Indonesia Universitas Muhammadiyah Purworejo
PENERAPAN METODE LATIHAN TERBIMBING DENGAN MEDIA AUDIO VISUAL DALAM PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS PUISI PADA SISWA KELAS VII A SMP NEGERI 5 KALIWIRO TAHUN PELAJARAN 2014/2015 Oleh: Liana Sulistiana
PENINGKATAN KETERAMPILAN MENYIMAK BERITA MENGGUNAKAN METODE TEAMS GAMES TOURNAMENTS (TGT) PADA SISWA KELAS VII SMP MUHAMMADIYAH KUTOARJO
1 PENINGKATAN KETERAMPILAN MENYIMAK BERITA MENGGUNAKAN METODE TEAMS GAMES TOURNAMENTS (TGT) PADA SISWA KELAS VII SMP MUHAMMADIYAH KUTOARJO Oleh: Shinta Prawita Sari Program Studi Pendidikan Bahasa dan
Aas Asiah Instansi : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia STKIP Siliwangi Bandung
PEMBELAJARAN MENULIS KARANGAN ARGUMENTASI DENGAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL) PADA SISWA KELAS V SD ISLAM AL-IKHLAS CIANJUR TAHUN AJARAN 2011/2012 Aas Asiah Email : [email protected]
BAB I PENDAHULUAN. dan meningkatnya kemampuan siswa, kondisi lingkungan yang ada di. dan proaktif dalam melaksanakan tugas pembelajaran.
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Permasalahan pendidikan selalu muncul bersamaan dengan berkembang dan meningkatnya kemampuan siswa, kondisi lingkungan yang ada di masyarakat, pengaruh informasi
Upaya Meningkatkan Kemampuan Menulis Karangan Sederhana Siswa Kelas IV SDN Pembina Liang Melalui Strategi Aktivitas Menulis Terbimbing
Upaya Meningkatkan Kemampuan Menulis Karangan Sederhana Siswa Kelas IV SDN Pembina Liang Melalui Strategi Aktivitas Menulis Terbimbing Nurmila Moidady Mahasiswa Program Guru Dalam Jabatan Fakultas Keguruan
PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS TEKS BIOGRAFI MENGGUNAKAN METODE PENGAJARAN LANGSUNG PADA SISWA SMA NEGERI 3 PURWOREJO TAHUN PELAJARAN 2016/2017
PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS TEKS BIOGRAFI MENGGUNAKAN METODE PENGAJARAN LANGSUNG PADA SISWA SMA NEGERI 3 PURWOREJO TAHUN PELAJARAN 2016/2017 Erlita Cahya Widha Wardhani, Khabib Sholeh, Bagiya Universitas
BAB I PENDAHULUAN. penunjang keberhasilan dalam mempelajari semua bidang studi. Pelajaran bahasa
A. Latar Belakang Masalah BAB I PENDAHULUAN Pelajaran bahasa memiliki peran yang sentral dalam perkembangan intelektual, sosial, dan emosional siswa. Pelajaran bahasa Indonesia merupakan penunjang keberhasilan
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
33 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Penelitian 4.1.1 Pra Siklus Sebelum melaksanakan proses penelitian, terlebih dahulu peneliti melakukan kegiatan observasi dengan tujuan untuk mengetahui
SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Syarat Guna Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd.) Pada Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar
PENINGKATAN HASIL BELAJAR MENEMUKAN KALIMAT UTAMA PADA TIAP PARAGRAF MELALUI MEMBACA INTENSIF DENGAN MODEL COOPERATIVE INTEGRATED READING AND COMPOSITION (CIRC) SISWA KELAS IV SDN MANGGIS I SKRIPSI Diajukan
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Gambaran dan Subyek Penelitian Sekolah Dasar Negeri Suruh 02 berlokasi di Desa Suruh, Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang, Provinsi Jawa Tengah. Subyek dalam
RANGKUMAN NASKAH INOVASI METODE PEMBELAJARAN
RANGKUMAN NASKAH INOVASI METODE PEMBELAJARAN METODE DISKUSI KELOMPOK MODEL KEPALA BERNOMOR SEBAGAI INOVASI METODE PEMBELAJARAN KETERAMPILAN BERBICARA SISWA SMP DALAM MENANGGAPI PEMBACAAN CERPEN ABSTRAK
MODEL COOPERATIVE INTEGRATED READING AND COMPOSITION (CIRC)
PENINGKATAN MOTIVASI BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN PKn MELALUI MODEL COOPERATIVE INTEGRATED READING AND COMPOSITION (CIRC) PADA KELAS IV SD N KENDAYAAN BLORA TAHUN AJAR 2012/2013 NASKAH PUBLIKASI Oleh:
