Oleh Prof Dr Abdullah Ali
|
|
|
- Shinta Budiaman
- 8 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 EVALUASI PELAKSANAAN REHABILITASI DAN REKONSTRUKSI NAD-NIAS Oleh Prof Dr Abdullah Ali Ketua Dewan Pengawas Rapat Tripartite BRR NAD-Nias Jakarta, 20 Oktober 2005
2 Isu dalam Pelaksanaan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Nanggroe Aceh Darussalam - Nias 1. Lemahnya Koordinasi Badan Pelaksana BRR dengan Pemerintah Daerah 2. Adanya Penyimpangan Orientasi INGO/LSM 3. Lambatnya Penyediaan Perumahan bagi Masyarakat Korban Bencana 4. Belum Lancarnya Pemberian Jadup dan Pemberdayaan Ekonomi 5. Lambannya Penyempurnaan Perangkat Hukum dan Kelembagaan 6. Penanganan Pendidikan dan Kesehatan yang Belum Optimal 7. Mismatch antara APBN dengan Bantuan Luar Negeri (BLN) Badan Pengawas BRR NAD- Nias
3 FAKTA I. Lemahnya Koordinasi Badan Pelaksana BRR dengan Pemerintah Daerah 1. Koordinasi di tingkat pelaksana Rekonstruksi/Rehabilitasi (R&R) masih kurang 2. Peran dan fungsi BRR belum banyak dikenal dan dirasakan masyarakat luas di Aceh dan Nias 3. Aliran data/informasi antara ke tiga organ BRR masih terhambat. 4. Dukungan dana, fasilitas kantor, fasilitas pengawasan terbatas. 1. BRR harus meningkatkan koordinasi, terutama di tingkat bawah/pelaksana di Aceh dan Nias 2. Perlu perencanaan lebih bersifat long-term untuk rekonstruksi 3. Dukungan dana dan fasilitas terhadap sekretariat dewan pengawas harus ditingkatkan 4. Aliran data ke tiga organ BRR harus lebih transparan dengan didukung fasilitas ICT yang dapat direalisasikan segera. 5. Perlu ditingkatkan upaya sosialisasi dan publikasi BRR kepada masyarakat secara lebih luas, media yang sudah ada selama ini (Seumangat) hanya menjangkau kalangan yang sangat terbatas Badan Pengawas BRR NAD- Nias
4 II. Adanya Penyimpangan Orientasi INGO/LSM FAKTA Ada penyimpangan misi sebagian INGO dan LSM dalam melaksanakan kegiatan yang menyentuh adat, budaya dan agama/akidah rakyat Aceh, sehingga menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. BRR dan Pemda NAD dan Nias, termasuk kepolisian dan kejaksaan, harus mengambil tindakan terhadap INGO dan LSM yang terindikasi melakukan hal-hal yang bertentangan dengan misi kemanusiaan Badan Pengawas BRR NAD- Nias
5 III. Lambatnya Penyediaan Perumahan bagi Masyarakat Korban Bencana FAKTA 1. Kondisi pengungsi di tenda-tenda sangat memprihatinkan, khususnya ibu dan anak 2. Realisasi pembangunan rumah bagi korban bencana saat ini baru sekitar 10% 3. Kontribusi pemerintah pusat dan daerah masih sangat minim dalam sektor pembangunan perumahan 4. Perancangan rumah di beberapa tempat tidak partisipatif 5. Model rumah yang berbeda tanpa standarisasi di suatu lokasi yang sama atau berdekatan berpotensi melahirkan konflik atau ketegangan sosial 6. Belum tersedia tanah yang cukup bagi pertapakan pembangunan rumah korban bencana dan keperluan fasilitas publik 7. Pengadaan tanah baru di beberapa daerah bencana tidak mampu dipenuhi oleh pemerintah daerah Badan Pengawas BRR NAD- Nias
6 III. Lambatnya Penyediaan Perumahan bagi Masyarakat Korban Bencana 1. BRR dan dinas terkait (Dinas Pemukiman dan Perkotaan) harus memastikan rumah yang dibangun bersifat permanen dan di atas tanah milik masyarakat sehingga hak-hak kesehatan dan reproduksi terpenuhi dan berjalan dengan baik 2. Perlu percepatan pembangunan perumahan termasuk melalui sumber APBN BRR perlu memastikan bahwa ada partisipasi masyarakat secara penuh dalam perancangan rumah, termasuk melakukan koordinasi dengan INGO dan LSM nasional/lokal, sehingga tidak terjadi penolakan atas bantuan rumah oleh masyarakat 4. Pemerintah harus menyediakan tanah untuk fasilitas publik spt. sekolah, puskesmas, dll 5. Pemerintah perlu memberi subsidi untuk pengadaan tanah bagi korban bencana Badan Pengawas BRR NAD- Nias
7 IV. Belum Lancarnya Pemberian Jadup dan Pemberdayaan Ekonomi FAKTA 1. Distribusi jadup sangat mengecewakan masyarakat pengungsi 2. Perbankan belum banyak berperan dalam pemberdayaan ekonomi rakyat. 3. Pemberdayaan ekonomi masyarakat korban bencana masih belum memadai, khususnya kelompok nelayan 4. Pembangunan infrastruktur pendukung ekonomi (misalnya pasar) masih lamban. 5. Kebanyakan program direncanakan per tahun bukan multi-tahun sehingga target-target jangka panjang sulit diukur. 1. Pemerintah pusat perlu segera menyalurkan dana jadup yang sudah dialokasikan 2. BRR dan Pemda NAD dan Nias perlu memfasilitasi bantuan perbankan untuk pemberdayaan ekonomi rakyat. 3. Perlu segera dikeluarkan aturan mengenai percepatan proses implementasi proyek-proyek Badan Pengawas BRR NAD- Nias
8 V. Lambannya Penyempurnaan Perangkat Hukum dan Kelembagaan FAKTA 1. Pemenuhan hak-hak pengungsi dalam bidang pelayanan hukum, pendidikan, perumahan, kesehatan belum memuaskan 2. Kerja institusi penegak hukum (kepolisian, kejaksaan, pengadilan), dan lembaga pemasyarakatan belum terintegrasi dengan baik, yang merugikan para pencari keadilan dan melahirkan ketidakpastian hukum 3. Potensi konflik atau sengketa antar anggota masyarakat dalam masalah pewalian atas anak yatim piatu di bawah umur sangat besar, namun kesadaran masyarakat untuk meminta penetapan pengadilan (Mahkamah Syar iyah) sangat kurang 4. Masyarakat masih merasa kesulitan dalam mengurus dokumen-dokumen sipil dan dokumen-dokumen lainnya yang hilang atau hancur/rusak karena tsunami (KTP, akta tanah, akta kelahiran, surat nikah dll). 5. Ada perubahan dalam masyarakat setelah ada MoU antara RI-GAM misalnya rasa aman meningkat, namun program reintegrasi dan rekonsiliasi belum berjalan maksimal Badan Pengawas BRR NAD- Nias
9 V. Lambannya Penyempurnaan Perangkat Hukum dan Kelembagaan 1. Perlu rapat koordinasi lembaga terkait khususnya sektor perumahan, pertanahan, pendidikan, kesehatan dalam menyatukan langkah untuk pemenuhan hak-hak pengungsi yang integratif (pemenuhan satu hak berhubungan dengan pemenuhan hak lain oleh suatu institusi atau beberapa institusi pemerintahan sekaligus) 2. Perlu segera dilakukan lokakarya integrated criminal justice system untuk Provinsi NAD agar ada kesamaan langkah dalam menangani masalah-masalah khusus dalam bidang hukum yang dihadapi oleh masyarakat, utamanya masyarakat korban 3. BRR, Dinas Infokom Provinsi NAD, Mahkamah Syar iyah perlu segera melakukan sosialisasi tentang urgensi pengurusan pewalian dan proses yang harus dilalui oleh masyarakat 4. BRR dan Pemda NAD dan Nias perlu menyediakan SAMSAT dan memfasilitasi untuk pengurusan dokumen-dokumen tanpa dikutip bayaran Badan Pengawas BRR NAD- Nias
10 V. Lambannya Penyempurnaan Perangkat Hukum dan Kelembagaan 5. Pemerintah harus segera mengesahkan Draf Perpu Pertanahan, Perbankan, Waris dan Pewalian menjadi Perpu agar ada kepastian hukum di tengah-tengah masyarakat 6. Perlu ada percepatan dalam pengadaan sertifikat tanah baru kepada para korban yang membutuhkan 7. BRR perlu memperhatikan proses rehabilitasi dan rekonstruksi yang kondusif bagi perdamaian, termasuk (jika diperlukan) merekrut staf khusus yang memenuhi syarat untuk menangani integrasi rehab dan rekons NAD dengan program perdamaian 8. Pemerintah dan BRR perlu memperhatikan aspek keadilan antara program penanganan pengungsi dan program reintegrasi untuk menghindari terjadinya konflik baru di tengah-tengah masyarakat Badan Pengawas BRR NAD- Nias
11 VI. Penanganan Pendidikan dan Kesehatan yang Belum Optimal FAKTA 1. Ribuan anak pengungsi usia sekolah masih belajar di tempat yang tidak layak, termasuk di wilayah bencana 2. Banyak NGO berjanji membantu dalam bidang pendidikan dan kesehatan, tetap tidak direalisir 3. Perhatian terhadap kondisi kesehatan, gizi, khususnya anak-anak dari keluarga yang sudah kembali ke wilayah pantai sangat kurang 1. BRR dan Pemda NAD/Nias perlu memprioritaskan fasilitas pendidikan yang layak untuk anak-anak usia sekolah, akhir tahun tidak ada lagi anak usia sekolah yang belajar di tenda-tenda 2. BRR perlu mengambil langkah-langkah tegas untuk menindak INGO yang tidak merealisasikan komitmennya 3. Pemda perlu segera mengambil alih beberapa proyek pendidikan yang tidak lagi ditangani oleh donor yang sudah memberikan komitmen sebelumnya 4. BRR dan Pemda NAD dan Nias harus segera mengimplementasikan program pelayanan Badan Pengawas BRR NAD- Nias
12 Mismatch antara APBN dengan Bantuan Luar Negeri (BLN) FAKTA Karena APBN belum terealisir, kegiatan di Aceh praktis tergantung kepada Bantuan Luar Nageri (BLN), yang disalurkan melalui INGO/LSM. Kurang lebih 80% anggaran yang dihabiskan di Aceh sampai saat ini berasal atau melalui INGO/LSM. 1. Perlu segera dicarikan jalan keluar untuk memproses penggunaan APBN untuk rekonstruksi dan rehabilitasi 2. BRR Perlu dengan segera memproses dan memfasilitasi penyelesaian revisi Keppres 80 (pengadaan barang dan jasa melalui APBN) untuk kepentingan rekonstruksi dan rehabilitasi NAD dan Nias. Badan Pengawas BRR NAD- Nias
13 Kesimpulan Koordinasi Penanganan INGO/LSM Koordinasi Pelaksanaan R&R Diperlukan dengan segera dilakukan upaya-upaya untuk meningkatkan dan memperbaiki koordinasi antara BRR dengan Pemerintah Daerah/Dinas dalam menangani INGO/LSM. Dewan Pengarah perlu memberiguidance tentang mekanisme koordinasi antara Pemerintah Pusat, Badan Pelaksana BRR, dan Pemda/Kepala Dinas. Penanganan Pengungsi Guna mengukur kemajuan pekerjaan, harus ada prioritas yang jelas dan indikator keberhasilan dalam penanganan Rehabilitasi dan Rekonstrusi NAD-Nias. Misalnya, sedapat mungkin, pada Desember 2005 tidak ada lagi pengungsi yang tinggal di barak atau tenda, dan sebagainya. Badan Pengawas BRR NAD- Nias
14 Kesimpulan Peraturan Penanganan Nelayan Mismatch APBN & BLN Perlu segera dilakukan penyempurnaan peraturan yang mendukung pelaksanaan R&Ri: a) pengadaan barang dan jasa yang dibiayai oleh APBN (Keppres 80); b) Perpu tentang pertanahan, perbankan, waris dan perwalian; dan c) Perpres yang mengatur keterlibatan orang asing. Perlu ada perlakuan khusus bagi nelayan, karena mereka adalah kelompok masyarakat yang paling miskin dan menderita akibat tsunami. Hal ini terutama dalam penyediaan kapal nelayan dengan ukuran yang cukup besar untuk digunakan dilaut lepas. Perlu dengan segera diselesaikan proses pencairan APBN, sehingga dampak negatif darimismacth antara ketersediaan APBN dengan Bantuan Luar Negeri (BLN) dapat dikurangi Badan Pengawas BRR NAD- Nias
I. Permasalahan yang Dihadapi
BAB 34 REHABILITASI DAN REKONSTRUKSI DI WILAYAH PROVINSI NANGGROE ACEH DARUSSALAM DAN KEPULAUAN NIAS PROVINSI SUMATRA UTARA, SERTA PROVINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA DAN PROVINSI JAWA TENGAH I. Permasalahan
Nomor : 5/PER/BP-BRR/I/2007 TENTANG
PERATURAN KEPALA BADAN PELAKSANA BADAN REHABILITASI DAN REKONSTRUKSI WILAYAH DAN KEHIDUPAN MASYARAKAT PROVINSI NANGGROE ACEH DARUSSALAM DAN KEPULAUAN NIAS PROVINSI SUMATERA UTARA Nomor : 5/PER/BP-BRR/I/2007
PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,
INSTRUKSI PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 5 TAHUN 2017 TENTANG PERCEPATAN REHABILITASI DAN REKONSTRUKSI PASCABENCANA GEMPA BUMI DI KABUPATEN PIDIE, KABUPATEN PIDIE JAYA, DAN KABUPATEN BIREUEN PROVINSI
Analis Hukum Senior, Direktorat Hukum Bank Indonesia
PENANGANAN PERMASALAHAN PERBANKAN PASCA BENCANA GEMPA BUMI DAN TSUNAMI DI WILAYAH PROPINSI NANGGROE ACEH DARUSSALAM DAN KABUPATEN NIAS PROPINSI SUMATERA UTARA Oleh : Arief R. Permana, S.H.M.H. 1 PENDAHULUAN
Ringkasan Eksekutif. Laporan Kemajuan MDF Desember 2009 Ringkasan Eksekutif
Laporan Kemajuan MDF Desember 2009 Ringkasan Eksekutif Ringkasan Eksekutif Proyek yang berfokus pada pemulihan masyarakat adalah yang paling awal dijalankan MDF dan pekerjaan di sektor ini kini sudah hampir
BAB 12 REVITALISASI PROSES DESENTRALISASI DAN OTONOMI DAERAH
BAB 12 REVITALISASI PROSES DESENTRALISASI DAN OTONOMI DAERAH A. KONDISI UMUM 1. PENCAPAIAN 2004 DAN PRAKIRAAN PENCAPAIAN 2005 Pencapaian kelompok Program Pengembangan Otonomi Daerah pada tahun 2004, yaitu
INVENTARISASI PERMASALAHAN BAHAN PEMBAHASAN RAPAT ANGGOTA DEWAN PENGARAH BRR ACEH NIAS JULI 2005
INVENTARISASI PERMASALAHAN BAHAN PEMBAHASAN RAPAT ANGGOTA DEWAN PENGARAH BRR ACEH NIAS JULI 2005 MENKO POLHUKAM (Masukan Bapak Totong Gunantika) 1. Aspek Keamanan Aparat keamanan terutama polisi, sulit
BAB I PENDAHULUAN. Program Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal dan Khusus (P2DTK)
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Program Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal dan Khusus (P2DTK) atau Support for Poor and Disadvantaged Area (SPADA) merupakan salah satu program dari pemerintah
DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,
PERATURAN PEMERINTAH PENGGANTI UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 2 TAHUN 2005 TENTANG BADAN REHABILITASI DAN REKONSTRUKSI WILAYAH DAN KEHIDUPAN MASYARAKAT PROVINSI NANGGROE ACEH DARUSSALAM DAN KEPULAUAN
Monitoring Implementasi Renaksi GN-SDA oleh CSO. Korsup Monev GN-SDA Jabar Jateng DIY Jatim Semarang, 20 Mei 2015
Monitoring Implementasi Renaksi GN-SDA oleh CSO Korsup Monev GN-SDA Jabar Jateng DIY Jatim Semarang, 20 Mei 2015 #1. Sektor Pertambangan Puluhan ribu hektar kawasan hutan lindung dan konservasi di Jabar,
Bab 4 Menatap ke Depan: Perubahan Konteks Operasional
Laporan Kemajuan MDF Desember 2009 Bab 4: Menatap ke Depan Bab 4 Menatap ke Depan: Perubahan Konteks Operasional Sejumlah proyek baru diharapkan dapat mendorong pengembangan ekonomi berkelanjutan di Aceh
Catatan Kritis Atas Hasil Pemeriksaan BPK Semester I Tahun Anggaran 2010
Catatan Kritis Atas Hasil Pemeriksaan BPK Semester I Tahun Anggaran 2010 Terhadap Hasil Pemeriksaan BPK pada Bidang Ekonomi dan Usaha TA 2007 dan 2008 Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi NAD NIAS Kabupaten/Kota
BAB 12 REVITALISASI PROSES DESENTRALISASI DAN OTONOMI DAERAH
BAB 12 REVITALISASI PROSES DESENTRALISASI DAN OTONOMI DAERAH BAB 12 REVITALISASI PROSES DESENTRALISASI DAN OTONOMI DAERAH A. KONDISI UMUM 1. PENCAPAIAN 2004 DAN PRAKIRAAN PENCAPAIAN 2005 Pencapaian kelompok
PEMBANGUNAN RUMAH UNTUK MASYARAKAT KORBAN BENCANA GEMPA & TSUNAMI DI DESA SUAK NIE, KECAMATAN JOHAN PAHLAWAN, KABUPATEN ACEH BARAT, MARET 2005
Jurnal Arsitektur ATRIUM vol. 02 no. 01, April 2005 : 34-41 PEMBANGUNAN RUMAH UNTUK MASYARAKAT KORBAN BENCANA GEMPA & TSUNAMI DI DESA SUAK NIE, KECAMATAN JOHAN PAHLAWAN, KABUPATEN ACEH BARAT, MARET 2005
DRAFT- KERANGKA ACUAN KERJA (KAK) PENDIRIAN PUSAT SUMBER DAYA PENGETAHUAN (KNOWLEDGE RESOURCE CENTER) BKPP PROPINSI ACEH
DRAFT- KERANGKA ACUAN KERJA (KAK) PENDIRIAN PUSAT SUMBER DAYA PENGETAHUAN (KNOWLEDGE RESOURCE CENTER) BKPP PROPINSI ACEH Diajukan oleh Knowledge Management Consultant Task Force BKPP-UNDP DRAFT- KERANGKA
PERATURAN BUPATI BIREUEN NOMOR 14 TAHUN 2018 TENTANG LAYANAN BERJENJANG KEPEMILIKAN AKTA KELAHIRAN, AKTA KEMATIAN DAN DOKUMEN KEPENDUDUKAN LAINNYA
PERATURAN BUPATI BIREUEN NOMOR 14 TAHUN 2018 TENTANG LAYANAN BERJENJANG KEPEMILIKAN AKTA KELAHIRAN, AKTA KEMATIAN DAN DOKUMEN KEPENDUDUKAN LAINNYA DENGAN RAHMAT ALLAH YANG MAHA KUASA BUPATI BIREUEN, Menimbang
PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,
INSTRUKSI PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1 TAHUN 2005 TENTANG KEGIATAN TANGGAP DARURAT DAN PERENCANAAN SERTA PERSIAPAN REHABILITASI DAN REKONSTRUKSI PASCA BENCANA ALAM GEMPA BUMI DAN GELOMBANG TSUNAMI
PEMERINTAH KOTA TANGERANG
RINGKASAN RENSTRA KECAMATAN KARANG TENGAH KOTA TANGERANG PERIODE 2014-2018 Penyusunan Rencana Strategis Kecamatan Karang Tengah Tahun 2014-2018 dimaksudkan untuk menjadi pedoman dan acuan kecamatan dalam
BAB I PENDAHULUAN. Halaman 1. Rencana Pembangunan Jangka Menengah Kabupaten Aceh Utara Tahun
BAB I PENDAHULUAN I.1. Latar Belakang Undang-Undang Dasar 1945 pasal 18 ayat (1) menegaskan bahwa Negara mengakui dan menghormati satuan-satuan Pemerintahan yang bersifat khusus atau bersifat istimewa
SALINAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 63/PMK.06/2014 TENTANG
MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA SALINAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 63/PMK.06/2014 TENTANG TATA CARA PELAKSANAAN PENGELOLAAN BARANG MILIK NEGARA EKS BADAN REHABILITASI DAN REKONSTRUKSI
-1- RANCANGAN QANUN ACEH NOMOR TAHUN 2015 TENTANG BADAN REINTEGRASI ACEH
-1- RANCANGAN QANUN ACEH NOMOR TAHUN 2015 TENTANG BADAN REINTEGRASI ACEH BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM DENGAN NAMA ALLAH YANG MAHA PENGASIH LAGI MAHA PENYAYANG ATAS RAHMAT ALLAH YANG MAHA KUASA GUBERNUR ACEH,
DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,
PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 30 TAHUN 2005 TENTANG RENCANA INDUK REHABILITASI DAN REKONSTRUKSI WILAYAH DAN KEHIDUPAN MASYARAKAT PROVINSI NANGGROE ACEH DARUSSALAM DAN KEPULAUAN NIAS PROVINSI
BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA
BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.269, 2009 DEPARTEMEN KEUANGAN. Barang Milik Negara. Eks BRR. NAD. Nias. Sumut. Pengelolaan. Pelaksanaan. Tata Cara. PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR
II. PASAL DEMI PASAL Pasal l Cukup jelas. Pasal 2 Cukup jelas. Pasal 3 Cukup jelas. Pasal 4 Cukup jelas. Pasal 5 Cukup jelas.
PENJELASAN ATAS PERATURAN PEMERINTAH PENGGANTI UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 2 TAHUN 2005 TENTANG BADAN REHABILITASI DAN REKONSTRUKSI WILAYAH DAN KEHIDUPAN MASYARAKAT PROVINSI NANGGROE ACEH DARUSSALAM
xvii Damage, Loss and Preliminary Needs Assessment Ringkasan Eksekutif
xvii Ringkasan Eksekutif Pada tanggal 30 September 2009, gempa yang berkekuatan 7.6 mengguncang Propinsi Sumatera Barat. Kerusakan yang terjadi akibat gempa ini tersebar di 13 dari 19 kabupaten/kota dan
BUPATI ACEH JAYA PERATURAN BUPATI ACEH JAYA NOMOR 18 TAHUN 2016 TENTANG PENYELENGGARAAN PELAYANAN PUBLIK DENGAN RAHMAT ALLAH YANG MAHA KUASA
BUPATI ACEH JAYA PERATURAN BUPATI ACEH JAYA NOMOR 18 TAHUN 2016 TENTANG PENYELENGGARAAN PELAYANAN PUBLIK DENGAN RAHMAT ALLAH YANG MAHA KUASA BUPATI ACEH JAYA, Menimbang : a. bahwa dalam rangka pemenuhan
INSTRUKSI PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 15 TAHUN 2011 TENTANG PERLINDUNGAN NELAYAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,
INSTRUKSI PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 15 TAHUN 2011 TENTANG PERLINDUNGAN NELAYAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Dalam rangka memberikan perlindungan kepada nelayan, dengan ini menginstruksikan : Kepada
LEMBARAN DAERAH KABUPATEN ACEH JAYA K E C A M A T A N 1/16/2010 3:09 PM. Qanun tentang Kecamatan QANUN KABUPATEN ACEH JAYA NOMOR 3 TAHUN 2008 TENTANG
Qanun Tahun 2008 Qanun tentang Kecamatan LEMBARAN DAERAH KABUPATEN ACEH JAYA NOMOR 3 TAHUN 2008 SERI D NOMOR 1 QANUN KABUPATEN ACEH JAYA NOMOR 3 TAHUN 2008 TENTANG K E C A M A T A N DENGAN RAHMAT ALLAH
Nomor : B/ 1110/M.PAN/6/2005 Jakarta, 9 Juni 2005 Sifat : Amat segera Perihal : Kebijakan Umum Pengadaan Pegawai Negeri Sipil Tahun Anggaran 2005.
Nomor : B/ 1110/M.PAN/6/2005 Jakarta, 9 Juni 2005 Sifat : Amat segera Perihal : Kebijakan Umum Pengadaan Pegawai Negeri Sipil Tahun Anggaran 2005. Kepada Yth. 1. Para Menteri Kabinet Indonesia Bersatu;
Catatan Kritis Atas Hasil Pemeriksaan BPK Semester I Tahun Anggaran 2010
Catatan Kritis Atas Hasil Pemeriksaan BPK Semester I Tahun Anggaran 2010 Terhadap Program Penyediaan Fasilitas Pembiayaan Rekonstruksi Infrastruktur atau Infrastructure Reconstruction Financing Facilities
BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Sasaran Pembangunan Millennium (Millennium Development Goals atau disingkat dalam bahasa Inggris MDGs) adalah delapan tujuan yang diupayakan untuk dicapai pada tahun
BUPATI KUANTAN SINGINGI PROVINSI RIAU
BUPATI KUANTAN SINGINGI PROVINSI RIAU PERATURAN BUPATI KUANTAN SINGINGI NOMOR 28 TAHUN 2016 TENTANG KEDUDUKAN, SUSUNAN ORGANISASI, TUGAS DAN FUNGSI SERTA TATA KERJA DINAS PERUMAHAN, KAWASAN PERMUKIMAN
INSTRUKSI PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 15 TAHUN 2011 TENTANG PERLINDUNGAN NELAYAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,
INSTRUKSI PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 15 TAHUN 2011 TENTANG PERLINDUNGAN NELAYAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Dalam rangka memberikan perlindungan kepada nelayan, dengan ini menginstruksikan: Kepada:
Rumusan Hasil-hasil Sosialisasi dan Lokakarya Nasional Program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU) yang diselenggarakan pada tanggal 26 sampai 29 April 2016.
RUMUSAN HASIL PELAKSANAAN PROGRAM KOTAKU (KOTA TANPA KUMUH) SOSIALISASI DAN WORKSHOP NASIONAL KOTAKU 2016 HOTEL SHERATON HOTEL AMBHARA HOTEL SAHID JAKARTA, 26 29 APRIL 2016 Rumusan Hasil-hasil Sosialisasi
PENDAHULUAN Latar Belakang
9 PENDAHULUAN Latar Belakang Pada akhir Desember 2004, terjadi bencana gempa bumi dan gelombang Tsunami yang melanda Provinsi Nanggroe Aceh Darusssalam (NAD) dan Sumatera Utara. Bencana ini mengakibatkan:
Nota Kesepahaman. antara Pemerintah Republik Indonesia Dan. Gerakan Aceh Merdeka
Lampiran Terjemahan resmi ini telah disetujui oleh delegasi RI dan GAM. Hanya terjemahan resmi ini yang Nota Kesepahaman antara Pemerintah Republik Indonesia Dan Gerakan Aceh Merdeka Pemerintah Republik
2 Utara telah diserahkan kepada unit-unit terkait di lingkungan Kementerian Keuangan berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan Nomor 59/KMK.06/2013 tenta
No.458, 2014 BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEMENKEU. Pengelolaan. BMN. BRR NAD-Nias. Pelaksanaan. Tata Cara. PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 63/PMK.06/2014 TENTANG TATA CARA PELAKSANAAN
PERATURAN DAERAH PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR NOMOR 1 TAHUN 2014 TENTANG
GUBERNUR NUSA TENGGARA TIMUR PERATURAN DAERAH PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR NOMOR 1 TAHUN 2014 TENTANG RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH DAERAH PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR TAHUN 2013-2018 DENGAN RAHMAT
DASAR HUKUM. Jawab Keuangan Negara;. PP No. 20 Tahun 2004 tentang RKP;. PP No. 21 Tahun 2004 ttg Penyusunan RKA-KL. dan Tanggung
DASAR HUKUM. UU No. 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara. UU No. 1 Tahun 2004 tentang Perbend. Negara;. UU No. 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara;. PP No.
WALIKOTA BANJAR PERATURAN WALIKOTA BANJAR NOMOR 32 TAHUN 2012 TENTANG
WALIKOTA BANJAR PERATURAN WALIKOTA BANJAR NOMOR 32 TAHUN 2012 TENTANG TUGAS POKOK, FUNGSI DAN TATA KERJA UNSUR ORGANISASI BADAN PENANGGULANGAN BENCANA DAERAH KOTA BANJAR DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
LEMBARAN DAERAH KABUPATEN LEBAK
LEMBARAN DAERAH KABUPATEN LEBAK NOMOR 3 TAHUN 2011 PERATURAN DAERAH KABUPATEN LEBAK NOMOR 3 TAHUN 2011 TENTANG PEMBENTUKAN, ORGANISASI DAN TATA KERJA BADAN PENANGGULANGAN BENCANA DAERAH KABUPATEN LEBAK
BAB 1 PENDAHULUAN. di Indonesia sangatlah beragam baik jenis maupun skalanya (magnitude). Disamping
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Indonesia dikenal sebagai daerah rawan bencana. Bencana yang terjadi di Indonesia sangatlah beragam baik jenis maupun skalanya (magnitude). Disamping bencana, Indonesia
DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR SUMATERA SELATAN,
PERATURAN DAERAH PROVINSI SUMATERA SELATAN NOMOR 6 TAHUN 2009 TENTANG TATA CARA PENYUSUNAN, PENGENDALIAN DAN EVALUASI PELAKSANAAN RENCANA PEMBANGUNAN DAERAH PROVINSI SUMATERA SELATAN DENGAN RAHMAT TUHAN
KEPUTUSAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 548 /KMK
KEPUTUSAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 548 /KMK.07/2003 TENTANG PENETAPAN ALOKASI DAN PEDOMAN UMUM PENGELOLAAN DANA ALOKASI KHUSUS NON DANA REBOISASI TAHUN ANGGARAN 2004 Menimbang : a. bahwa
PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 22 TAHUN 2008 TENTANG PENDANAAN DAN PENGELOLAAN BANTUAN BENCANA
PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 22 TAHUN 2008 TENTANG PENDANAAN DAN PENGELOLAAN BANTUAN BENCANA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : bahwa untuk melaksanakan
WALIKOTA YOGYAKARTA DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA KEPUTUSAN WALIKOTA YOGYAKARTA NOMOR 285 TAHUN 2017 TENTANG
WALIKOTA YOGYAKARTA DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA KEPUTUSAN WALIKOTA YOGYAKARTA NOMOR 285 TAHUN 2017 TENTANG PEMBENTUKAN GUGUS TUGAS KOTA LAYAK ANAK KOTA YOGYAKARTA WALIKOTA YOGYAKARTA, Menimbang : a. b.
PEMERINTAH KABUPATEN LUWU UTARA
PEMERINTAH KABUPATEN LUWU UTARA PERATURAN DAERAH KABUPATEN LUWU UTARA NOMOR 6 TAHUN 2011 TENTANG RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH DAERAH KABUPATEN LUWU UTARA TAHUN 2010-2015 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG
BAB I PENDAHULUAN. Trilogi pembangunan yang salah satunya berbunyi pemerataan pembangunan
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Trilogi pembangunan yang salah satunya berbunyi pemerataan pembangunan dan hasil-hasilnya yang menuju pada terciptanya keadilan sosial bagi seluruh rakyat, telah dilaksanakan
BAB VIII INDIKASI RENCANA PROGRAM PRIORITAS DISERTAI KEBUTUHAN PENDANAAN
BAB VIII INDIKASI RENCANA PROGRAM PRIORITAS DISERTAI KEBUTUHAN PENDANAAN Pada dasarnya Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Banggai Kepulauan tahun 2011-2016 diarahkan untuk menjadi
PROVINSI JAWA TENGAH
PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN DAERAH KABUPATEN BANJARNEGARA NOMOR 15 TAHUN 2014 TENTANG MEKANISME PENYUSUNAN PROGRAM PEMBENTUKAN PERATURAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI BANJARNEGARA,
BAB V. keberlangsungan program atau kebijakan. Tak terkecuali PKH, mengingat
BAB V KESIMPULAN Proses monitoring dan evaluasi menjadi sangat krusial kaitannya dengan keberlangsungan program atau kebijakan. Tak terkecuali PKH, mengingat terdapat berbagai permasalahan baik dari awal
TINJAUAN TENTANG ANGGARAN BANTUAN SOSIAL Biro Analisa Anggaran dan Pelaksanaan APBN Setjen DPR RI
TINJAUAN TENTANG ANGGARAN BANTUAN SOSIAL Biro Analisa Anggaran dan Pelaksanaan APBN Setjen DPR RI 1. Dasar Hukum : a. UU No. 17 Tahun 2003 Tentang Keuangan Negara Mengatur antara lain pemisahan peran,
BUPATI MALANG PERATURAN BUPATI MALANG NOMOR 20 TAHUN 2011 TENTANG MEKANISME TAHUNAN PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN KABUPATEN MALANG BUPATI MALANG,
1 BUPATI MALANG PERATURAN BUPATI MALANG NOMOR 20 TAHUN 2011 TENTANG MEKANISME TAHUNAN PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN KABUPATEN MALANG BUPATI MALANG, Menimbang : a. bahwa untuk lebih menjamin ketepatan dan
UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 2 TAHUN 2017 TENTANG JASA KONSTRUKSI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,
UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 2 TAHUN 2017 TENTANG JASA KONSTRUKSI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang: a. bahwa pembangunan nasional bertujuan untuk mewujudkan
IV. CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN. Akuntansi Pemerintahan. Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah.
IV. CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN A. PENJELASAN UMUM Dasar Hukum A.1. DASAR HUKUM 1. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara; 2. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan
PEMERINTAH PROVINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA PERATURAN DAERAH PROVINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA NOMOR 10 TAHUN 2010
PEMERINTAH PROVINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA PERATURAN DAERAH PROVINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA NOMOR 10 TAHUN 2010 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA BADAN PENANGGULANGAN BENCANA DAERAH PROVINSI DAERAH
BAB I PENDAHULUAN. seluruhnya akibat pengaruh bencana tsunami. Pembangunan permukiman kembali
BAB I PENDAHULUAN BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Permukiman kembali masyarakat pesisir di Desa Kuala Bubon Kecamatan Samatiga Kabupaten Aceh Barat merupakan upaya membangun kembali permukiman masyarakat
penelitian 2010
Universitas Udayana, Bali, 3 Juni 2010 Seminar Nasional Metodologi Riset dalam Arsitektur" Menuju Pendidikan Arsitektur Indonesia Berbasis Riset DESAIN PERMUKIMAN PASCA-BENCANA DAN METODA PARTISIPASI:
RANCANGAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR... TAHUN... TENTANG JASA KONSTRUKSI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,
DEWAN PERWAKILAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA RANCANGAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR... TAHUN... TENTANG JASA KONSTRUKSI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang:
BAB 4 STRATEGI SEKTOR SANITASI KABUPATEN GUNUNGKIDUL
BAB 4 STRATEGI SEKTOR SANITASI KABUPATEN GUNUNGKIDUL 4.1 SASARAN DAN ARAHAN PENAHAPAN PENCAPAIAN Sasaran Sektor Sanitasi yang hendak dicapai oleh Kabupaten Gunungkidul adalah sebagai berikut : - Meningkatkan
