BAB III METODE PENELITIAN
|
|
|
- Adi Gunardi
- 8 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 28 BAB III METODE PENELITIAN A. Metode dan Pendekatan Metode berasal dari Bahasa Yunani methodos yang berarti cara atau jalan yang ditempuh. Sehubungan dengan upaya ilmiah, maka, metode menyangkut masalah cara kerja untuk dapat memahami objek yang menjadi sasaran ilmu yang bersangkutan. Fungsi metode berarti sebagai alat untuk mencapai tujuan, atau bagaimana cara melakukan atau membuat sesuatu. Metode merupakan jabaran dari pendekatan.satu pendekatan dapat dijabarkan ke dalam berbagai metode. Metode adalah prosedur pembelajaran yang difokuskan ke pencapaian tujuan. Teknik dan taktik mengajar merupakan penjabaran dari metode pembelajaran. Pendekatan dapat diartikan sebagai titik tolak atau sudut pandang kita terhadap proses pembelajaran. Pendekatan yang berpusat pada guru menurunkan strategi pembelajaran langsung (direct instruction), pembelajaran deduktif atau pembelajaran ekspositori. Sedangkan, pendekatan pembelajaran yang berpusat pada siswa menurunkan strategi pembelajaran discovery dan inkuiri serta strategi pembelajaran induktif (Sanjaya, 2008:127). Penelitian adalah suatu kegiatan penyelidikan yang dilakukan menurut metode ilmiah yang sistematis untuk menemukan informasi ilmiah dan atau teknologi baru, membuktikan kebenaran atau ketidakbenaran hipotesis sehingga dapat dirumuskan teori dan atau proses gejala sosial. (Kumandar, 2008 : 42). Penelitian ilmiah pada dasarnya adalah usaha mencari jawaban yang dapat dipertanggungjawabkan dan dibuktikan kebenarannya secara ilmiah, dan dalam usaha pencariannya melalui tahapan yang sistematis, objektif dan akurat.
2 29 Penelitian ini mengacu kepada apa yang dilakukan guru untuk memperbaiki proses dan meningkatkan hasil pembelajaran, maka penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas dengan model spiral (Kemmis dan Mc. Taggart, dalam Basuki Wibawa 2003). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) atau yang dikenal sebagai classroom action research. Metode ini dipilih guna untuk memperbaiki proses pembelajaran serta memecahkan masalah nyata yang dihadapi siswa berkaitan dengan proses pembelajaran. Menurut John Ellice (Wibawa, 2003 : 7) menyatakan bahwa penelitian tindakan kelas adalah kajian tentang situasi sosial dengan maksud untuk meningkatkan kualitas tindakan di dalamnya. Dalam penelitian ini, antara peneliti dengan obyek penelitian saling berinteraksi satu sama lainnya, sehingga pada pelaksanaannya peneliti berfungsi sebagai alat penelitian. Hasil penelitian dalam penelitian deskriptif kualitatif tidak terlepas sepenuhnya dari factor subjektivitas, karena ini tidak merupakan alat penelitian yang baku yang telah disiapkan sebelumnya. Sehingga hasil penelitian merupakan deskripsi interpretasi yang bersifat tentatif dalam konteks situasi tertentu (Sudjana & Ibrahim, 1995 : 7). Kebenaran penelitian lebih banyak didukung oleh kepercayaan berdasarkan konfirmasi dari pihak-pihak yang diteliti.dalam penelitian ini yang lebih diutamakan adalah deskriptif analitik untuk menemukan dan menguraikan dari konsep-konsep yang terdapat di dalamnya, dan sedikit menggunakan numerik statistik.angka-angka statistik hanya digunakan untuk memperkuat argumen dan objektivitas dari penelitian.
3 30 Penelitian ini mengacu kepada apa yang dilakukan guru untuk memperbaiki proses pembelajaran maka penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas dengan model spiral dari Kemmis dan Mc. Taggart (1998). Adapun model spiral yang digunakan pada penelitian tindakan kelas ini dapat dilihat sebagai berikut : Alur Penelitian Siklus I Observasi Awal Observasi Tindakan I Observasi Tindakan II Refleksi Tindakan I Pelaksanaan Tindakan I Pelaksanaan Tindakan II Pelaksanaan Tindakan II Rencana Tindakan I Rencana Tindakan II Siklus II Kesimpulan dan Saran Gambar 3.1 Alur Penelitian Model Spiral dari Kemmis Mc. Taggaert (Kasihani Kasbuloh : 1998)
4 31 B. Lokasi dan Waktu Penelitian 1. Lokasi Penelitian Lokasi penelitian ini dilaksanakan di kelas III SDN Sukasari 1 Jalan Sukakarya No. 19 Kecamatan Sukajadi Kota Bandung. 2. Waktu Penelitian Waktu penelitian dilaksanakan dengan waktu 5 x 35 menit di kelas III SDN Sukasari 1 Jl. Sukakarya No. 19 Kecamatan Sukajadi Kota Bandung C. Subjek Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di kelas III SD Negeri Sukasari 1 Kecamatan Sukajadi Kota Bandung pada semester 2 tahun pelajaran 2013/2014.Jumlah siswa yang menjadi subjek penelitian sebanyak 27 orang yang terdiri dari 12 siswa lakilaki dan 15 siswa perempuan. Peneliti memilih lokasi penelitian SD Negeri Sukasari 1 Kecamatan Sukajadi Kota Bandung, karena peniliti adalah guru di SD tersebut. D. Prosedur Penelitian Langkah-langkah kegiatan dalam penelitian yang dilakukan peneliti terbagi dalam tiga tahap yaitu : 1. Tahap persiapan penelitian, meliputi : a. Penentuan sekolah tempat penelitian. b. Permintaan ijin penelitian kepada kepala sekolah tempat diadakannya observasi penelitian. c. Permintaan bantuan kepada rekan guru sebagai observer dalam kegiatan penelitian. d. Mengidentifikasi masalah penelitian 1) Menelaah Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar IPA kelas III SD.
5 32 2) Menelaah buku-buku sumber yang relevan dengan materi yang sesuai dengan Kurikulum 2006 (KTSP). 3) Menelaah materi yang akan disampaikan, yang akan dibuat RPP sesuai dengan pelaksanaan. 4) Merumuskan metode dan pendekatan yang akan digunakan dalam pembelajaran. 5) Pemilihan alat dan media pembelajaran yang sesuai dengan materi dan kompetensi dasar yang akan dicapai. 6) Merancang dan menyusun rencana kegiatan secara menyeluruh dalam tiap siklus tindakan. 7) Menelaah segala hambatan dan kesulitan selama pelaksanaan pembelajaran yang dilaksanakan. 8) Memberikan arahan dan pelatihan kepada observer mengenai instrument-instrumen yang akan digunakan dalam penelitian. 9) Menyusun dan menetapkan teknik pengumpulan data, yaitu berupa lembar observasi dan lembar soal tertulis. Lembar pengamatan digunakan untuk menilai selama proses berlangsungnya pembelajaran, sedangkan lembar soal tertulis digunakan pada kegiatan pre tes dan pos tes. 2. Tahap pelaksanaan meliputi : a. Siklus I 1) Observasi awal. Observasi awal dilakukan untuk mengetahui belajar siswa sebelum dilaksanakan penelitian dengan cara menganalisis nilai hasil evaluasi belajar pada akhir semester 1, dan didapatkan hasil belajar dengan keadaan dari 27 orang siswa kelas III hanya 15 orang yang mendapat nilai 70 ke atas atau sekitar 52%. Selanjutnya disusun rencana tindakan siklus pertama.
6 33 2) Rencana tindakan. Dalam rencana tindakan siklus pertama dilaksanakan untuk satu pertemuan dengan 5 x 35 menit. Konsep yang dibahas adalah macam-macam gerak benda, dengan menggunakan rencana pembelajaran yang telah disusun. Selanjutnya melaksanakan tes pada siklus I dengan menggunakan soal-soal tentang macam-macam Gerak Benda. 3) Pelaksanaan Tindakan. Kegiatan yang dilaksanakan pada siklus I adalah kegiatan yang sesuai dengan rencana yang telah disusun. Kegiatan pembelajaran dimulai dengan melakukan Tanya jawab untuk mengetahui pengetahuan siswa berkaitan dengan konsep yang akan dibahas yaitu tentang gaya dan gerak benda pada mata pelajaran IPA. Pada pembelajaran siklus I ini siswa di fasilitasi untuk melakukan berbagai percobaan dengan mengikuti petunjuk kerja yang dibacakan oleh guru beserta media pembelajaran lainnya secara berkelompok. Setelah itu siswa berdiskusi untuk menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan kegiatan yang telah dilakukan yaitu mengenaigaya dan gerak benda. Berdasarkan hasil penemuan kelompok, salah satu perwakilan dari setiap kelompok diarahkan untuk mempresentasikan atau melaporkan hasil diskusi kelompoknya, sehingga didapat kesepakatan kelas pada akhirnya siswa dapat menyimpulkan konsep yang telah dipelajari dengan bimbingan guru. Selanjutnya dilakukan evaluasi hasil pembelajaran yang dilakukan dengan menggunakan perangkat soal yang sudah disediakan, evaluasi ini dilaksanakan secara individual yang dilakukan pada setiap tindakan di akhir pembelajaran. 4) Observasi tindakan. Observasi tindakan ini dilaksanakan selama pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan format yang telah disiapkan. Observasi dilakukan secara kolaboratif oleh pengajar
7 34 (peneliti) dan dibantu oleh rekan guru lain yang bertugas sebagai observer. 5) Refleksi tindakan I. Setelah melaksanakan tindakan berupa proses pembelajaran, kegiatan dilanjutkan dengan merefleksikan setiap peristiwa yang terjadi selama proses pembelajaran berlangsung, baik aktivitas guru maupun siswa berupa aktivitas dan konsentrasi berdasarkan format observasi. Analisis pada siklus ini dilaksanakan untuk mengetahui keberhasilan dan hambatan dari penggunaan metode demonstrasi dalam pembelajaran. Selanjutnya menganalisis hasil tes pada siklus I. Setelah diketahui hasil tes dan hambatannya peneliti dan observer merancang strategi pembelajaran yang baru untuk menyusun tindakan yang akan dilakukan pada siklus II. b. Siklus II 1) Rencana tindakan. Rencana tindakan pada siklus II ini dilaksanakan untuk satu pertemuan dengan waktu 5 x 35 menit. Siklus ini dilakukan untuk menindaklanjuti hasil dari siklus I, terutama dari sisi hambatanhambatan yang ditentukan pada siklus I. Konsep yang dibahas selanjutnya yaitu faktor-faktor yang mempengaruhi gaya dan gerak benda dengan menggunakan rencana pembelajaran yang telah disusun. Selanjutnya melaksanakan tes pada siklus II. 2) Pelaksanaan Tindakan. Kegiatan yang dilaksanakan pada siklus II adalah kegiatan yang sesuai dengan rencana yang telah disusun. Kegiatan pembelajaran dimulai dengan melakukan Tanya jawab untuk mengetahui pengetahuan siswa berkaitan dengan konsep yang akan dibahas yaitu tentang faktor-faktor yang mempengaruhi gaya dan gerak benda pada mata pelajaran IPA. Pada pembelajaran siklus II ini siswa difasilitasi untuk melakukan berbagai percobaan dengan mengikuti
8 35 petunjuk kerja yang dibacakan oleh guru besera media pembelajaran lainnya secara berkelompok. Setelah itu siswa berdiskusi untuk menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan kegiatan yang telah dilakukan yaitu mengenai faktor-faktor yang mempengaruhigaya dan gerak benda. Berdasarkan hasil penemuan kelompok, salah satu perwakilan dari setiap kelompok diarahkan untuk mempresentasikan atau melaporkan hasil diskusi kelompoknya, sehingga di dapat kesepakatan kelas pada akhirnya siswa dapat menyimpulkan konsep yang telah dipelajari dengan bimbingan guru. Selanjutnya dilakukan evaluasi hasil pembelajaran yang dilaksanakan dengan menggunakan perangkat soal yang sudah disediakan, evaluasi ini dilaksanakan secara individual yang dilakukan pada setiap tindakan di akhir pembelajaran. 3) Observasi tindakan.observasi tindakan pada siklus II ini dilaksanakan selama pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan format yang telah disiapkan. Observasi dilakukan secara kolaboratif oleh pengajar (peneliti) dan dibantu oleh rekan guru lain yang bertugas sebagai observer. 4) Refleksi tindakan. Setelah melaksanakan tindakan berupa proses pembelajaran pada siklus II, kegiatan dilanjutkan dengan merefleksikan setiap peristiwa yang terjadi selama proses pembelajaran berlangsung, baik aktivitas guru maupun siswa berupa perhatian dan konsentrasi berdasarkan format penilaian, dan melihat peningkatan hasil belajar. Analisis ini digunakan untuk mengetahui efektivitas keberhasilan dan hambatan dari penggunaan metode demonstrasi dalam proses pembelajaran tentang faktor-faktor yang mempengaruhigaya dan gerak benda pada mata pelajaran IPA di kelas III. 5) Kesimpulan. Dari rangkaian kegiatan pembelajaran yang telah dilaksanakan pada siklus I dan siklus II, dilakukan tindakan penarikan
9 36 kesimpulan secara keseluruhan berdasarkan hasil semua siklus dari penelitian yang dilaksanakan. Kegiaran ini dimaksudkan untuk menganalisis berbagai temuan serta untuk mengetahui ketercapaian tujuan dalam setiap tindakan. E. Instrumen Penelitian Untuk menunjang atau melengkapi data utama, penulis menggunakan instrumen-instrumen sebagai berikut : 1. Lembar Observasi Dalam penelitian ini kegiatan yang sangat perlu di observasi adalah aktivitas guru dan siswa mulai dari kegiatan awal, kegiatan inti dan kegiatan penutup yang termasuk di dalamnya kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh siswa diantaranya mendemonstrasikan percobaan-percobaan. 2. Lembar Evaluasi Lembar evaluasi digunakan untuk mengukur sejauh mana kemampuan siswa mengenai aspek yang akan diukur baik dari segi pengetahuan siswa maupun keterampilan dan kreativitasnya. Adapun alat ukur yang digunakan adalah dengan menggunakan lembar evaluasi hasil dan lembar evaluasi proses. Lembar evaluasi hasil digunakan untuk mengukur pemahaman siswa mengenai materi yang telah disampaikan, sedangkan lembar evaluasi proses digunakan untuk menilai keaktifan dan kreativitas siswa selama kegiatan pembelajaran berlangsung, terutama pada saat mendemonstrasikan percobaan-percobaan. F. Analisis dan Interpretasi Data
10 37 1. Analisis Data Analisis data pada penelitian ini digunakan analisis kualitatif dan analisis kuantitatif deskriptif Analisis data kualitatif yang digunakan adalah mendeskripsikan hasil dari observasi, catatan lapangan, wawancara, dokumentasi dan tes prestasi yakni diklasifikasikan dan dikategorikan berdasarkan analisis logis kemudian ditafsirkan dan disajikan secara sistematis yakni meliputi : 1) Reduksi data, yakni penyelesaian data dan pengelompokan data mana yang sesuai dan bermakna bagi penelitian tindakan kelas. 2) Validasi data, suatu penelitian akan berhasil dengan baik bila kegiatan tersebut menguji dengan validasi data yakni derajat kebenaran dan ketepatan penelitian, termasuk derajat kebenaran penelitian tindakan kelas dapat dilakukan melalui : a. Penjenuhan / saturation yakni proses secara berulang hingga tercapai suatu kebenaran yang lebih baik. Termasuk penelitian tindakan kelas dalam bentuk siklus yang berulang agar diperoleh hasil belajar yang lebih baik. b. Trianggulasi, kegiatan tersebut diartikan sebagai pengecekan data dari berbagai cara dan berbagai waktu dengan demikian terdapat trianggulasi sumber. Trianggulasi teknik pengumpulan data dan waktu (Sugiono, 2007 : 125). Peneliti mencek kebenaran data dan informasi tentang pelaksanaan tindakan dari sumber lain yaitu guru, siswa maupun guru lain. c. Member chek, proses pengecekan data yang diperoleh peneliti kepada pemberi data. Kebenaran dari data selama observasi atau wawancara diperoleh dengan hasil belajar setelah akhir penelitian tindakan kelas.
11 38 Analisis data kuantitatif, pada penelitian ini digunakan data hasil tes hasil belajar siswa dengan statistika deskriptif yang diambil dari pengkoreksian data, pembobotan data serta penyimpulan data. 2. Interprestasi Data Data-data yang diperoleh dianalisis pada setiap siklus tindakan ditabulasikan dan diolah dengan prosentase dan dibuat grafik untuk mengetahui gambaran hasil penelitian tindakan ini.hasil pengolahan data ini menjadi bahan pembahasan untuk menyusun kegiatan penelitian selanjutnya. Data yang diperoleh dari evaluasi hasil belajar diolah dengan menggunakan teknik analisis data kualitatif dengan menggunakan prosentase analisis data kuantitatif yang dilakukan dengan mencari (ratarata) yaitu dengan menggunakan rumus = Keterangan : = rata-rata hitung = data ke i = banyak data = frekuensi data = hasil perkalian skor dengan frekuensi skor yang bersangkutan Pada tahap akhir ini peneliti dapat membuat kesimpulan sementara melalui hasil refleksi yang telah atau belum memuaskan, untuk dilanjutkan pada tindakan selanjutnya.untuk itu peneliti menyusun rekomendasi dari penelitian tindakan ini.
12 39
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode penelitian yang digunakan oleh peneliti dalam penelitian ini yaitu metode Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research) yang berusaha menerapkan
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN Pada Bab III mendeskripsikan metode, model, subjek penelitian, prosedur, alat instrumen, dan analisis data pada penerapan model cooperative learning tipe Numbered Heads Together
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
34 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (classroom Action Reserch). Penelitian tindakan kelas (PTK)
BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research) yang. dikembangkan oleh Kemmis & Taggart 1988, menurutnya Perencanaan
BAB III METODE PENELITIAN A. Metode, Model dan Alur Penelitian 1. Metode Penelitian Metode Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research) yang
BAB III METODE PENELITIAN. Sumedang. Alasan pemilihan lokasi ini didasarkan pada pertimbangan bahwa :
BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi dan Waktu Penelitian 1. Lokasi Penelitian Penelitian dilakukan di SDN. Neglasari Kecamatan Situraja Kabupaten Sumedang. Alasan pemilihan lokasi ini didasarkan pada pertimbangan
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Suharsimi (2012: 3) mengemukakan bahwa Penelitian Tindakan Kelas
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
A. Metode Penelitian BAB III METODOLOGI PENELITIAN Metode penelitian yang digunakan oleh peneliti dalam penelitian ini yaitu metode Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research) yang berusaha menerapkan
BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (classroom action
BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (classroom action research), karena penelitian dilakukan untuk memecahkan masalah pembelajaran di kelas.
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
A. Metode Penelitian BAB III METODOLOGI PENELITIAN Penelitian ini dimaksudkan sebagai kajian, refleksi diri, dan tindakan terhadap proses pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan kognisi siswa kelas III
BAB III METODE PENELITIAN. tindakan kelas (classroom action research), yang dilakukan dengan tujuan
17 BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (classroom action research), yang dilakukan dengan tujuan memperbaiki mutu
BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian indakan kelas ini dilaksanakan di SDN I Gegesik Kulon Kecamatan
36 BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi dan Waktu Penelitian 1. Lokasi Penelitian Penelitian indakan kelas ini dilaksanakan di SDN I Gegesik Kulon Kecamatan Gegesik Kabupaten Cirebon. Alasan penulis memilih
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. tindakan kelas (PTK). Penelitian tindakan merupakan suatu bentuk
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metodologi dan Desain Penelitian 1. Metode Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Penelitian tindakan merupakan suatu
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Metode dan Model Penelitian Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research) yang memiliki peranan yang sangat
BAB III METODE PENELITIAN. penelitian tindakan (action research) merupakan penelitian pada upaya
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Pendekatan Penelitian penelitian tindakan (action research) merupakan penelitian pada upaya pemecahan masalah atau perbaikan yang dirancang menggunakan metode penelitian tindakan
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
32 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research) dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Penelitian tindakan
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
44 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian 1. Pendekatan dan Jenis Penelitian Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dan kuantitatif (statistic). Pendekatan
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. 9 Metro Barat. Penelitian dilaksanakan di kelas IVA semester ganjil Tahun. pelaksanaan sampai dengan tahap penyimpulan.
1 BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Setting Penelitian Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan peneliti secara kolaboratif antara peneliti dengan guru mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan SDN 9
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. 3.1 Alasan Pemilihan Metode Penelitian Tindakan Kelas
BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Alasan Pemilihan Metode Penelitian Tindakan Kelas Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK), atau Classroom Action Research. Penelitian tindakan
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. penelitian tindakan kelas (PTK) atau Classroom Action Research.
27 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode, Model dan Alur Penelitian 1. Metode Penelitian Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian tindakan kelas (PTK) atau Classroom Action
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi dan Waktu Penelitian 1. Lokasi Penelitian Lokasi/tempat pelaksanaan penelitian adalah SDN Buahdua II Kecamatan Buahdua Kabupaten Sumedang. SDN Buahdua II dijadikan tempat
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
27 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode dan Desain Penelitian Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Sesuai dengan model Penelitian Tindakan Kelas,
BAB III METODE PENELITIAN TINDAKAN KELAS. Tempat penelitian adalah tempat yang digunakan dalam melakukan
14 BAB III METODE PENELITIAN TINDAKAN KELAS A. Setting Penelitian 1. Tempat penelitian Tempat penelitian adalah tempat yang digunakan dalam melakukan penelitian untuk memperoleh data yang dinginkan. Penelitian
BAB III METODE PENELITIAN
19 BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Penulis memilih bentuk metode Penelitian Tindakan Kelas dengan pertimbangan bahwa guru kelas merupakan pihak yang langsung mengalami dan menemukan berbagai
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. yang dilakukan oleh guru di kelasnya sendiri secara kolaboratif dan
33 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research) yaitu suatu bentuk penelitian yang dilakukan
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Setting dan Karakteristik Subjek Penelitian Penelitian ini dilaksanakan pada semester 2 tahun pelajaran 2011-2012, antara bulan Februari sampai dengan bulan Mei 2012 di SDN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode penelitian tindakan kelas. Penelitian tindakan kelas merupakan salah satu cara strategis
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Penelitian dilakukan untuk mengetahui bagaimana kemampuan awal belajar siswa di kelas kemudian bagaimana proses pembelajaran yang dilakukan selama ini,
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Dalam penelitian ini, metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) atau sering disebut dengan Classroom Action Research. Kemmis (1983,
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Kelas(classroom Action Research) yaitu suatu bentuk penelitian yang dilakukan
27 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metodologi Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas(classroom Action Research) yaitu suatu bentuk penelitian yang dilakukan
BAB III METODE PENELITIAN
21 BAB III METODE PENELITIAN Pada bab ini akan membahas metode penelitian yang digunakan. Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Selain itu, akan dibahas pula desain penelitian,
BAB III METODE PENELITIAN. evaluasi dan refleksi (Aqip, 2006) seperti gambar berikut.
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terdiri dari 2 siklus, dimana setiap siklus dilaksanakan sesuai dengan tujuan yang ingin
BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian tindakan kelas
BAB III METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian tindakan kelas (classroom action research). Istilah penelitian tindakan kelas dipakai untuk menekankan kelas sebagai setting dari
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research) adalah
22 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research) adalah metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini. Penelitian Tindakan Kelas merupakan
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian tindakan kelas atau Classroom Action Research (CAR). Menurut (Arikunto dkk, 2009,
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian dilaksanakan dengan menggunakan pendekatan penelitian
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Penelitian dilaksanakan dengan menggunakan pendekatan penelitian tindakan kelas. Menurut John Elliot (1982) PTK ialah kajian tentang situasi sosial dengan
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Penelitian tentang penggunaan media tiga dimensi untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPA materi Struktur Bumi ini menggunakan metode
BAB III METODE PENELITIAN. Wetan Kabupaten Karawang. SDN Cilamaya I merupakan sekolah tempat penulis
BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi dan Subjek Penelitian 1. Lokasi Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di SDN Cilamaya I Kecamatan Cilamaya Wetan Kabupaten Karawang. SDN Cilamaya I merupakan sekolah
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas atau biasa disingkat PTK. Penelitian tindakan kelas adalah penelitian tindakan (action research)
BAB III METODE PENELITIAN
19 BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode penelitian yang akan dipakai dalam penelitian yang akan dilaksanakan ini adalah menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas. Penelitian Tindakan
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode penelitian secara umum diartikan sebagai cara ilmiah untuk memperoleh data dengan tujuan tertentu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Jenis Penilitian Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas (classroom action research) Suharsimi Arikunto (2012: 3) mengatakan bahwa penelitian tindakan kelas
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian tindakan kelas atau Classroom Action Research (CAR). Metode ini merupakan penelitian tindakan
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Adapun definisi PTK menurut Wiriaatmadja (2012: 13) adalah: Penelitian tindakan kelas
BAB III METODE PENELITIAN
A. Lokasi dan Subjek Penelitian BAB III METODE PENELITIAN Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di SMA Negeri 4 Bandung yang beralamat di Jl. Gardujati No. 20 Bandung Telp. (022) 4203861. SMA Negeri
BAB III METODE PENELITIAN. Gunungkuning Kecamatan Sindang Kabupaten Majalengka. Adapun alasan
37 BAB III METODE PENELITIAN A Lokasi dan Waktu Penelitian 1. Lokasi Penelitian Penelitian tindakan kelas ini dilakukan di SDN Gunungkuning Desa Gunungkuning Kecamatan Sindang Kabupaten Majalengka. Adapun
BAB III METODE DAN PROSEDUR PENELITIAN
BAB III METODE DAN PROSEDUR PENELITIAN A. METODE PENELITIAN Metode penelitian yang di gunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas ( classroom action Reserch ) yang di kembangkan oleh
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas. Penelitian Tindakan Kelas digunakan untuk menyelesaikan permasalahan yang
BAB III METODE PENELITIAN. (d) teknik analisis data, (e) prosedur penelitian. Berikut adalah penjelasan secara
43 BAB III METODE PENELITIAN Pada bab ini diuraikan mengenai: (a) pendekatan dan metode penelitian, (b) lokasi dan subjek penelitian, (c) teknik dan instrumen pengumpulan data, (d) teknik analisis data,
BAB III METODE PENELITIAN. pembelajaran sehari-hari dikelas, maka jenis penelitian ini adalah Penelitian
28 BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Permasalahan yang muncul pada penelitian ini berasal dari kegiatan pembelajaran sehari-hari dikelas, maka jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan
BAB III METODE PENELITIAN. Lokasi tempat peneliti melaksanakan penelitian adalah SDN Orimalang
37 BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi dan Waktu Penelitian 1. Lokasi Penelitian Lokasi tempat peneliti melaksanakan penelitian adalah SDN Orimalang beralamat di Kecamatan Jamblang Kabupaten Cirebon, karena
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research). Penelitian tindakan kelas merupakan penelitian
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Setting Penelitian Penelitian ini dilakukan di SDN Rongga Kecamatan Cihampelas Kabupaten Bandung Barat. SD ini memiliki kondisi kelas cukup baik dengan lingkungan sekolah berada
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Latar Belakang dan Karakteristik Subyek Penelitian Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif yang diterapkan pada Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilakukan secara
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
1 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode penelitian yang dilaksanakan menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Menurut Kunandar (2010 : 45) PTK dapat didefinisikan sebagai
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Rancangan penelitian tindakan kelas ini adalah sebagai berikut : 1. Tempat Penelitian Penelitian
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Rancangan penelitian tindakan kelas ini adalah sebagai berikut : 1. Tempat Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di kelas XI IPA 1 SMA Negeri 3 Boyolali,
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian yang dilakukan oleh penulis adalah Penelitian Tindakan Kelas
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Penelitian yang dilakukan oleh penulis adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) atau (Classroom Action Research). Penelitian tindakan kelas merupakan penelitian
Meningkatkan Hasil Pembelajaran Ipa Melalui Strategi Pembelajaran Induktif Siswa Kelas IV SDN 6 Watuoge
Meningkatkan Hasil Pembelajaran Ipa Melalui Strategi Pembelajaran Induktif Siswa Kelas IV SDN 6 Watuoge Arni Masita Mahasiswa Program Guru Dalam Jabatan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas
BAB III METODE PENELITIAN
38 BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Dalam penelitian ini, metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) atau sering disebut dengan Classroom Action Research. Kemmis (1983,
BAB III METODE PENELITIAN. metode yang dianggap tepat adalah metode Penelitian Tindakan Kelas (Action
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Penelitian ini bersifat melakukan perbaikan pembelajaran, oleh karena itu metode yang dianggap tepat adalah metode Penelitian Tindakan Kelas (Action Research
BAB III METODE PENELITIAN. metode Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research), yaitu sebuah
41 BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan metode Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research), yaitu sebuah penelitian
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi Penelitian 1. Tempat Penelitian Penelitian ini bertempat di kelas III a MIN Punggung Lading Pariaman Selatan. Pemilihan lokasi ini berdasarkan pada pertimbangan sebagai
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. dengan menggunakan aturan metodologi tertentu untuk mendapatkan data
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Penelitian bisa diartikan sebagai kegiatan mencermati suatu obyek dengan menggunakan aturan metodologi tertentu untuk mendapatkan data atau informasi
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini berbentuk penelitian tindakan kelas (classroom reaseach).
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Penelitian ini berbentuk penelitian tindakan kelas (classroom reaseach). Masalah penelitian yang harus dipecahkan berasal dari persoalan praktik pembelajaran
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Desain Penelitian Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) atau Classroom Action Research (CAR). Action research, sesuai dengan arti katanya, diterjemahkan
BAB III METODE PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian 1. Tempat Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di SD Negeri 2 Wonoharjo, Kecamatan
BAB III METODE PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian 1. Tempat Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di SD Negeri 2 Wonoharjo, Kecamatan Rowokele, Kabupaten Kebumen. Sekolah ini terdiri dari enam
BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Tahap-tahap
16 BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Penelitian ini menggunakan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Tahap-tahap penelitian mengikuti yang dikemukakan oleh Kemmis dan Mc Taggart (dalam Riyanto,
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research). Menurut Kemmis (1988) Penelitian Tindakan Kelas adalah suatu
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan
35 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Pengertian PTK menurut Kemmis dan Taggart (Kasbolah,1998) adalah
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode Penelitian adalah cara ilmiah untuk memperoleh data dengan tujuan tertentu. Dalam penelitian ini, metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Setting dan Karakteristik Penelitian 3.3.1 Setting Penelitian ini dilaksanakan di kelas IV SDN Banaran, Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Batang. Dipilihnya kelas tersebut sebagai
