BAB III METODE PENELITIAN
|
|
|
- Teguh Susman
- 8 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Objek Penelitian Objek penelitian ini adalah naskah Wawacan Pandita Sawang yang beraksara Arab (Pegon) dan berbahasa Sunda, teks di dalamnya berbentuk puisi/wawacan. Naskah WPS dibangun oleh empat jenis pupuh, pupuh Sinom, Kinanti, Asmarandana, dan Dangdanggula. Pupuh Asmarandana dan Sinom frekuensinya dua kali dalam membangun cerita. Pada bagian pertama pupuh Asmarandana, mengisahkan seorang Pandita yang sangat terkenal, Pandita Sawang yang sedang memberikan petuah kepada anaknya, Ki Mar at. Ki Mar at merupakan putra satu-satunya yang sangat disayangi Pandita Sawang. Pandita Sawang memberikan petuah untuk bekal anaknya kelak karena tidak mempunyai barang dan harta untuk diwariskan. Pandita Sawang menceritakan bagaimana Ki Mar at bisa lahir, kemudian ditiupkan ruh saat dalam kandungan, dan kembali lagi ke Sang Pencipta (meninggal). Di sela-sela petuah yang diberikan kepada Ki mar at, datang Waruga Alam bersama Istrinya bertamu ke rumah Pandita Sawang. Waruga Alam menanyakan bagaimana siksa manusia saat di dalam alam kubur. Kemudian Pandita Sawang bertanya kepada Waruga Alam yang terkenal dengan patékadan, Pandita Sawang bertanya mengenai konsep Rukun Islam dan kaitan pasal-pasalnya pada diri manusia. 3.2 Deskripsi dan Ringkasan Cerita Isi Naskah Deskripsi Naskah Objek penelitian yang diteliti adalah naskah Wawacan Pandita Sawang. Naskah ini merupakan salah satu naskah yang menjadi koleksi di bagian perpustakaan Museum Prabu Geusan Ulun Sumedang. Berikut di bawah ini adalah deskripsi naskah yang diteliti. Judul naskah yang terdapat dalam sampul berjudul Ieu Wawacan Pandita Sawang, sedangkah untuk judul umum naskah ini merupakan Wawacan Pandita Sawang yang diberi nomor koleksi R/054/LB 090. Naskah ini tersimpan di tempat 25
2 26 naskah bagian perpustakaan Museum Prabu Geusan Ulun, Sumedang. Tempat penyimpanan naskah di dalam lemari naskah dengan teknik perawatan menggunakan silica jel dan cengkih untuk menjaga kualitas kertas naskah (tidak cepat rusak). Naskah Wawacan Pandita Sawang ini beraksara Arab (Pegon), menggunakan bahasa (dominan) Sunda, ada beberapa kosakata bahasa Jawa dan beberapa kata serapan dari bahasa Arab. Bentuk karangan merupakan Wawacan/ Pupuh, dengan pupuh yang membangun teks adalah pupuh Asmarandana, Sinom, Dangdanggula, dan Kinanti. Pupuh Asmarandana dan Sinom, keduanya muncul dua kali dalam membangun teks Wawacan Pandita Sawang, sehingga jumlah keseluruhan pupuh yang membangun teks Wawacan Pandita Sawang berjumlah 6 pupuh. Dari titimangsa yang ditemukan dalam kolofon naskah ini, penyalinan naskah dilakukan oleh Muhammad Janabiri tahun 1356 H/1935 M (tetulis di hlm. 51 naskah WPS). Naskah ini merupakan hibah dari Rd. Fatimah, sebelum menjadi koleksi bagian perpustakaan Museum Prabu Geusan Ulun. Naskah ini mempunyai ukuran lebar 21 cm dan panjang 16 cm, sedangkan ruang tulisan pada naskah ini berukuran 13,5 x 8,7 cm. Penulisan naskah ini sesuai dengan kaidah penulisan bahasa Arab, dari kanan ke kiri. Cara penulisan dilakukan bolak-balik dan terdapat nomor halaman di tengah atas menggunakan pensil dengan angka latin (diduga dilakukan penomoran baru). Bahan naskah berwarna kuning kusam dan terdapat garis pembatas tulisan, sehingga tulisan pada naskah terlihat baik dan lurus. Teks ditulis dengan warna tinta hitam, terdapat tanda satu untuk pergantian (pungtuasi) padalisan/larik, sedangkan tanda tiga untuk pergantian pada/bait, keduanya menggunakan tinta warna merah. Untuk pergantian pupuh, ditulis dengan menggunakan tinta warna merah. Naskah ini mempunyai tebal 57 halaman (diberi halaman sampai halaman 51, sisanya teks lain/pelengkap), setiap halaman berjumlah baris. Tulisan masih jelas dan dapat terbaca, karena kondisi kertas masih baik, hanya saja terdapat beberapa halaman yang sobek yang menyebabkan cerita korup. Halaman yang rompang dalam naskah pada halaman 8 dan 9. Dalam (teks) naskah terdapat coretan-coretan pada beberapa larik, hal itu bisa saja terjadi
3 27 karena penulis/penyalin sudah menyadari kesalahan-kesalahan baik makna atau kaidah pupuh dalam menulis teks WPS. Di halaman 34 terdapat gambar/tulisan kaligrafi yang bertuliskan Allah, Muhammad, Alhamdu, dan Alif Lam-mim. Tulisan-tulisan tersebut dijelaskan (dalam teks) terdapat keterkaitan satu sama lain Ringkasan Cerita Naskah ini mengisahkan seorang Pandita Sawang yang memberikan nasihat-nasihat kepada anak satu-satunya yang sangat dia sayangi, Ki mar at untuk bekal untuk dia kelak. Pandita Sawang menjelaskan bagaimana terciptanya manusia, ciri-ciri mulai dewasa, baligh dan sebagainya termasuk proses bagaimana manusia hidup dan kembali lagi kepada Sang Khalik. Pandita Sawang juga menjelaskan sifat dua puluh beserta bagian-bagian yang menyertainya, penciptaan manusia pertama kali diciptakan dari warna-warna mani, dan alam. Kemudian datang Waruga Alam yang bertamu ke rumah Pandita Sawang. Pandita Sawang dan Waruga Alam kemudian berdiskusi dan saling bertanya satu sama lain. Pandita Sawang menjelaskan alam dan siksa kubur kepada Waruga Alam dan Pandita Sawang mulai bertanya tentang rukun Islam. Kemudian Waruga alam pun menjelaskan rukun Islam satu-persatu kepada Pandita Sawang dengan bukti yang ada di dalam diri (manusia). Dalam proses penciptaan dan kembalinya manusia, Pandita Sawang menjelaskan kepada Ki Mar at bahwa umur manusia berbeda-beda. Ada yang meninggal saat masih bayi, ada yang sudah bisa jalan, ada yang sudah besar, ada yang di tengah-tengah umur, dan yang sudah tua. Dari semua itu yang membuat umur tidak sama adalah saat bertemunya alam sagir dan alam kabir. Pandita Sawang menjelaskan kembali asal-usul manusia sejak dari dalam kandungan dan sifat dua puluh yang dibagikan ke dalam kelompok ma ani, ma nawiyyah, Nafsiyyah, dan Salbiyyah. Kemudian datang Waruga Alam yang bertamu bersama Istrinya ke kediaman Pandita Sawang, Waruga Alam ingin bertanya kepada Pandita Sawang mengenai siksa kubur dan bumi langit. Pandita Sawang kemudian menjelaskan mengenai alm kabir dan alam sagir dan bagaimana manusia dipisahkan di dalam kubur.
4 28 Pandita Sawang balik bertanya kepada Waruga Alam mengenai pasal Rukun Islam dan bukti dari setiap pasalnya pada diri (manusia). Waruga Alam menjelaskan kepada Pandita Sawang kelima Rukun Islam dengan perumpamaan yang dapat dimengerti, misalakan pada rukun Islam salat, Waruga Alam menjelaskan kelima waktu solat karena berhubungan dengan kejadian-kejadian yang dialami oleh Nabi dan Rasul. Salat merupakan cara untuk beribadah dan mencari petunjuk saat itu oleh para Nabi dan Rasul. 3.3 Metode Penelitian Dalam penelitian ini metode yang digunakan adalah metode deskriptif analisis. Metode deskriptif analisis dilakukan dengan cara mendeskripsikan faktafakta yang terdapat dalam objek penelitian, kemudian melakukan analisis terhadap hasil temuan-temuan dalam objek (Ratna, 2012, hlm. 53). Untuk tahapan analisis teks naskah WPS menggunakan kajian filologi kritik teks, dengan tujuan untuk mengembalikan sebuah teks ke bentuk asalnya. Langkah-langkah yang ditempuh dalam penelitian ini meliputi; transliterasi dan suntingan teks WPS, sehingga menghasilkan edisi teks yang mudah dibaca dan mudah dipahami oleh pembaca. Setelah memudahkan pembacaan, selanjutnya menghadirkan/mendeskripsikan tinjauan kandungan isi dalam naskah WPS. 3.4 Metode Kajian Filologi Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan metode penelitian standar untuk naskah tunggal. Peneliti menggunakan penelitian standar untuk naskah tunggal karena hanya mengunakan satu objek naskah saja, naskah Wawacan Pandita Sawang. Metode standar digunakan apabila isi naskah itu dianggap biasa saja, bukan cerita yang dianggap suci dan penting dari sudut agama dan sejarah, sehingga tidak perlu diperlakukan secara khusus atau istimewa (Djamaris, 2002, hlm. 24). Menurut Barried (1985, hlm. 69) edisi standar yaitu membetulkan kesalahan-kesalahan kecil dan ketidakajegan, sedang ejaannya disesuaikan dengan yang berlaku. Diadakan pembagian kata, pembagian kalimat dan diberikan komentar mengenai kesalahan-kesalahan teks. Pembetulan yanng tepat dilakukan atas dasar pemahaman yang tepat. Semua perubahan yang dilakukan dicatat di
5 29 tempat yang khusus agar selalu dapat diperiksa dan diperbandingkan dengan bacaan naskah, sehingga masih memungkinkan penafsiran lain oleh pembaca. Segala usaha perbaikan harus disertai pertanggungjawaban dengan metode rujukan yang tepat. Berdasarkan naskah yang ditemui peneliti, maka naskah Wawacan Pandita Sawang yang diteliti menggunakan metode penelitian naskah tunggal. Jika dilihat dari naskah yang dianggap suci secara keagamaan dan penting dalam sejarah, naskah WPS tidak demikian. Meskipun dapat ditemui banyak naskah di daerah Jawa Barat bukan karena dianggap suci atau penting secara sejarah, akan tetapi karena kesusastraan sunda dengan wawacan yang sangat di gemari sekitar abad 19-an (Danasasmita, 2001, hlm. 172). Langkah-langkah yang harus diperhatikan dalam melakukan metode edisi naskah standar menurut Djamaris (2002, hlm. 24), adalah sebagai berikut: Langkah pertama setelah membaca keseluruhan naskah adalah berusaha mentransliterasikan teks naskah dengan menggunakan pedoman transliterasi, termasuk menyesuaikan dengan ejaan yang kini dipakai. Langkah selanjutnya adalah memunculkan kesalahan-kesalahan yang ada dalam teks, kesalahan jumlah kata dalam setiap larik atau lebih menjadi hal yang harus diperhatikan dengan jeli karena teks naskah WPS berbentuk wawacan/pupuh. Langkah selanjutnya membuat catatan perbaikan atau perubahan dan memberikan tafsiran. Langkah selanjutnya membagi teks dalam beberapa bagian, dalam langkah ini pembagian teks bertujuan untuk memisahkan jenis-jenis pupuh sesuai dengan hasil identifikasi pembacaan terhadap naskah, setelah itu menyusun kata sukar yang terdapat di dalam naskah. Melalui penerapan metode edisi naskah standar ini, diharapkan dapat menghasilkan edisi teks naskah WPS yang bersih dari kesalahan tulis. Melakukan perbaikan terhadap kesalahan-kesalahan tulis, kemudian memberikan komentar (perbaikan), dan menghadirkan edisi teks seperti aslinya. Diharapkan pembaca dapat memahami naskah secara utuh tanpa mengalami permasalahan (dalam membacanya). Hasil pengolahan data tersebut bagi peneliti, dapat membantu untuk memudahkan langkah selanjutnya, menganalisis tinjauan kandungan isi naskah WPS.
6 Teknik Penelitian Teknik penelitian data dilakukan dengan berbagai instrumen penelitian seperti pengumpulan data dan pengolahan data. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara inventarisasi naskah, dengan menggunakan metode studi pustaka. Studi pustaka dilakukan dengan cara mencari sumber penelitian, katalogus naskah, artikel, atau jurnal yang menunjang penelitian. Teknik pengumpulan data pada suatu penelitian dapat dilakukan dengan dua cara yaitu metode studi pustaka dan metode studi lapangan (Djamaris, 2002;10). Metode studi pustaka naskah mempunyai sumber penelitian berdasarkan katalogus naskah yang tersimpan di berbagai Perpustakaan, Museum, dan Universitas yang menyimpan banyak naskah. Selain metode studi pustaka juga terdapat metode studi lapangan, karena masih banyak naskah yang tersebar di masyarakat, bahkan tidak jarang ditemui banyak kelompok/golongan yang menyimpan naskah dengan upaya pengeramatan terhadap naskah. Tidak hanya itu saja bahkan masih banyak juga yang melakukan upacara dalam pembukaan naskah dan pembersihan naskah. Naskah yang diteliti kali ini merupakan naskah yang sudah berada di Museum. Oleh karena itu Peneliti tidak mendapatkan keterangan mengenai naskah secara rinci dari petugas di Museum. Akan tetapi peneliti mendapatkan informasi umum dengan jelas dan baik dari petugas Museum, karena naskah yang sudah menjadi koleksi museum tidak digunakan lagi oleh masyarakat. Peneliti mendapatkan informasi tertulis lain terkait naskah WPS, lebih tepatnya hasil penelitian oleh Agus Suherman (2011) yang berbentuk Tesis. Adapun langkah-langkah yang dilakikan dalam penelitian ini yaitu, pertama-tama untuk mendapatkan naskah yang ada di Museum dengan membaca katalogus naskah yang tersebar di tiap Museum, kemudian melakukan studi pustaka langsung ke Museum tempat penyimpanan naskah. Museum Prabu Geusan Ulun, Sumedang bagian perpustakaan yang menyimpan naskah WPS yang akan diteliti oleh peneliti. Dibantu oleh kepala bagian perpustakaan Museum, Hj. Fetty K.S, peneliti mendapatkan informasi mengenai kondisi naskah keseluruhan di Museum. Permasalahan yang hadir adalah naskah asli tidak dapat dibawa atau
7 31 dipinjam, oleh karena itu dilakukan reproduksi dengan cara menfoto lembar demi lembar naskah, sehingga peneliti hanya membawa foto naskahnya untuk diteliti lebih lanjut. Setelah studi pustaka dirasa cukup, kemudian dilanjutkan dengan pengolahan data berdasarkan objek bahan penelitian. Langkah-langkah yang ditempuh dalam mengolah data terhadap naskah WPS, adalah sebagai berikut; 1. Melakukan transliterasi aksara naskah WPS (Arab-Pegon) ke dalam aksara Latin. 2. Melakukan proses penyuntingan dan kritik teks terhadap naskah WPS, sesuai dengan metode edisi naskah tunggal standar. 3. Menghasilkan edisi teks WPS yang bersih dari kesalahan tulis serta mudah dibaca dan dipahami. 4. Melakukan tinjauan kandungan isi naskah WPS. 3.6 Prosedur/Langkah Penelitian Dalam melakukan penelitiani ini, beberapa langkah kerja dalam penelitian akan diuraikan dengan lengkap di bawah ini; 1. Mencari informasi tempat penyimpaan naskah, khususnya Museum yang menjadi rujukan. 2. Observasi langsung ke bagian perpustakaan Museum Prabu Geusan Ulun Sumedang-Jawa Barat. 3. Menggali informasi dengan bagian kepustakaan Museum Prabu Geusan Ulun (Ibu Hj. Fetty K.S) mengenai situasi naskah di Museum. 4. Memfokuskan satu objek naskah yang akan diteliti, karena tidak hanya satu naskah yang belum diteliti. 5. Meminta data-data naskah WPS yang diperlukan, dengan cara memfoto/mereproduksi naskah, karena WPS tidak bisa dibawa keluar dari Museum. 6. Melakukan transliterasi naskah WPS ke dalam bahasa yang mudah dipahami oleh peneliti.
8 32 7. Melakukan penyuntingan terhadap naskah WPS, untuk mendapatkan teks yang bersih dari kesalahan. 8. Membaca ulang naskah WPS secara menyeluruh. 9. Memisahkan larik per-larik dan bait per-bait teks naskah WPS, bahkan pupuh per-pupuh dalam naskah ini. 10. Meringkas cerita yang terdapat dalam teks WPS. 11. Melakukan tinjauan terhadap kandungan isi naskah WPS. 12. Menyusun laporan. 3.7 Definisi Operasional Untuk memperjelas pokok-pokok permasalahan yang terdapat dalam naskah yang akan diteliti, maka variabel-variabel dalam penelitian yang akan dilakukan akan dioperasionalkan sebagai berikut; 1. Naskah Wawacan Pandita Sawang merupakan naskah salinan yang ditulis tangan yang menjadi salah satu koleksi bagian perpustakaan Museum. 2. Kajian filologis merupakan kajian terhadap naskah kuna dengan tujuan untuk menghasilkan edisi teks yang bersih dari kesalahan tulis. 3. Suntingan teks merupakan hasil proses kritik teks, yaitu edisi teks yang sudah bersih dari kesalahan-kesalahan dan dianggap telah bersih dari kesalahan tulis. 4. Analisis tinjauan kandungan isi naskah merupakan proses kajian terhadap isi naskah Wawacan Pandita Sawang, untuk mengetahui nilai-nilai apa saja yang ada di dalam isi naskah.
9 Kerangka Berpikir Penelitian Melakukan studi pustaka dan observasi langsung terhadap naskah WPS ke bagian perpustakaan Museum Prabu Geusan Ulun Sumedang 1. Aksara Arab (Pegon) yang digunakan dalam teks WPS kini sudah jarang digunakan. 2. Terdapat beberapa halaman naskah yang korup/mengalami kerusakan dikarenakan dimakan rayap atau karena usia naskah yang sudah tidak muda lagi. 3. Naskah WPS menggunakan bahasa Sunda, Jawa, dan serapan dari bahasa Arab. Metode: - Penelitian deskriptif analisis. - Kajian filologi (metode naskah tunggal edisi standar). Prosedur Penelitian: 1. Transliterasi 2. Kritik tekks 3. Edisi Teks 4. Penerjemahan 5. Memberikan keterangan/komentar kosa kata 6. Tinjauan kandungan isi teks WPS Pengolahan dan analisis data Kritik Teks dan Tinjauan Kandungan Isi Naskah Wawacan Pandita Sawang
BAB 3 OBJEK DAN METODE PENELITIAN. (Ratna, 2004:34). Metode berfungsi untuk menyederhanakan masalah, sehingga
BAB 3 OBJEK DAN METODE PENELITIAN Metode dapat diartikan sebagai cara, strategi untuk memahami realitas, langkah-langkah sistematis untuk memecahkan rangkaian sebab akibat berikutnya (Ratna, 2004:34).
2015 KRITIK TEKS DAN TINJAUAN KANDUNGAN ISI NASKAH WAWACAN PANDITA SAWANG
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Kondisi pernasakahan di Indonesia bisa dikatakan sangat kurang peminat, dalam hal ini penelitian yang dilakukan terhadap naskah. Sedikitnya penelitian terhadap
BAB III METODE DAN TEKNIK PENELITIAN
29 BAB III METODE DAN TEKNIK PENELITIAN Metode ilmiah dari suatu ilmu pengetahuan adalah segala jalan atau cara dalam rangka ilmu tersebut, untuk sampai kepada kesatuan pengetahuan. Tanpa metode ilmiah
BAB 3 OBJEK DAN METODE PENELITIAN
24 BAB 3 OBJEK DAN METODE PENELITIAN Bab ini terdiri dari beberapa uraian yaitu, (1) objek penelitian, (2) metode, (3) prosedur penelitian, (4) teknik pengumpulan data 3.1 Objek Penelitian Objek penelitian
BAB 1 PENDAHULUAN. dulu sampai saat ini. Warisan budaya berupa naskah tersebut bermacam-macam
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Naskah kuno adalah benda budaya yang merekam informasi dan pengetahuan masyarakat lampau yang diturunkan secara turun temurun semenjak dulu sampai saat ini. Warisan
BAB III OBJEK, METODE, DAN TEKNIK PENELITIAN
BAB III OBJEK, METODE, DAN TEKNIK PENELITIAN 3.1 Objek Penelitian Objek dalam penelitian ini adalah naskah Sunda berjudul Sajarah Cijulang (SC). Naskah SC merupakan naskah yang berada di kalangan masyarakat.
DAFTAR ISI ABSTRAK KATA PENGANTAR UCAPAN TERIMA KASIH DAFTAR TABEL DAFTAR GAMBAR
ABSTRAK KATA PENGANTAR UCAPAN TERIMA KASIH DAFTAR ISI DAFTAR TABEL DAFTAR GAMBAR DAFTAR ISI.. i ii iii iv ix xiii BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah 1.2 Identifikasi Masalah.. 1.3 Batasan Masalah.
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Zainal Arifin Nugraha, 2013
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Naskah kuno merupakan hasil kebudayaan suatu bangsa yang tak ternilai harganya. Di dalamnya terdapat nilai-nilai luhur yang ingin disampaikan oleh nenek moyang
BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN
39 BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN 3.1 Objek Penelitian Studi filologi merupakan disiplin ilmu yang memanfaatkan naskah naskah sebagai objek kajiannya. Naskah sebagai objek penelitian filologi dikaji
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Negara Indonesia merupakan gugusan pulau dan kepulauan yang memiliki beragam warisan budaya dari masa lampau. Kekayaan-kekayaan yang merupakan wujud dari aktivitas-aktivitas
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. teks yang ditulis dengan huruf bahasa daerah atau huruf Arab-Melayu. Naskah
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 1.1 Kepustakaan yang relevan 1.1.1 Transliterasi Transliterasi merupakan salah satu tahap/langkah dalam penyuntingan teks yang ditulis dengan huruf bahasa daerah atau huruf Arab-Melayu.
BAB I PENDAHULUAN. terbesar di dunia. Perkembangan Islam di Indonesia khususnya pulau Jawa sangat
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Indonesia merupakan Negara dengan penduduk pemeluk agama Islam terbesar di dunia. Perkembangan Islam di Indonesia khususnya pulau Jawa sangat pesat, hal ini tak luput
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Nusantara memiliki beberapa jenis kesusastraan yang diciptakan, berkembang dan dilestarikan oleh masyarakat pendukungnya. Salah satu kesusastraan yang berkembang
BAB 1 PENDAHULUAN. 1 Universitas Indonesia
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Naskah kuno merupakan salah satu warisan nenek moyang yang masih tersimpan dengan baik di beberapa perpustakaan daerah, seperti Perpustakaan Pura Pakualaman dan Museum
2014 SAJARAH CIJULANG
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Naskah kuno merupakan salah satu warisan budaya Indonesia dalam bidang keberaksaraan yang telah dilindungi oleh UU RI No. 11 tahun 2010. Ungkapan warisan
BAB III METODE PENELITIAN. A. Jenis Penelitian. sebuah penelitian diperlukan penggunaan metode yang tepat agar hasil penelitian
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Secara umum, metode penelitian diartikan sebagai cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu (Sugiono, 2010:3). Dalam sebuah penelitian
BAB I PENDAHULUAN. rakyat, sejarah, budi pekerti, piwulang, dll. (Nindya 2010:1). Manfaat dalam
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Naskah kuna mempunyai peran penting dalam peradaban umat manusia, karena naskah kuna berisi berbagai macam tulisan tentang: adat istiadat, cerita rakyat, sejarah, budi
2016 TEKS NASKAH SAWER PANGANTEN: KRITIK, EDISI, DAN TINJAUAN FUNGSI
1 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Naskah merupakan hasil medium tulis yang digunakan pada sastra klasik. Isi naskah tersebut dapat meliputi semua aspek kehidupan budaya bangsa yang bersangkutan
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. rangkaian dari kebudayaan-kebudayaan masa lalu. Tidak ada salahnya bila ingin
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Kebudayaan suatu bangsa pada masa sekarang ini merupakan suatu rangkaian dari kebudayaan-kebudayaan masa lalu. Tidak ada salahnya bila ingin memahami lebih dalam mengenai
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Karya-karya peninggalan masa lampau merupakan peninggalan yang menginformasikan buah pikiran, buah perasaan, dan informasi mengenai berbagai segi kehidupan yang
ADLN - PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA SKRIPSI SERAT CARETA SAMA UN: SUNTINGAN TEKS DISERTAI ANALISIS RESEPSI. Oleh MUHAMMAD HASAN NIM
SKRIPSI SERAT CARETA SAMA UN: SUNTINGAN TEKS DISERTAI ANALISIS RESEPSI Oleh MUHAMMAD HASAN NIM 121111077 PROGRAM STUDI SASTRA INDONESIA FAKULTAS ILMU BUDAYA UNIVERSITAS AIRLANGGA SURABAYA 2016 SKRIPSI
BAB I PENDAHULUAN. Naskah kuno merupakan warisan budaya masa lampau yang penting dan patut
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Naskah kuno merupakan warisan budaya masa lampau yang penting dan patut dilestarikan. Kita juga perlu mempelajarinya karena di dalamnya terkandung nilainilai luhur
KRITIK TEKS DAN TELAAH FUNGSI NASKAH WAWACAN BIDAYATUSSALIK
KRITIK TEKS DAN TELAAH FUNGSI NASKAH WAWACAN BIDAYATUSSALIK Septiyadi Sobar Barokah Saripin Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia FPBS, Universitas Pendidikan Indonseia Surel: [email protected]
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Sumber Data Sumber data penelitian ini adalah naskah Masaaila Aqiidatu `l-islam ( MAI ) hasil pemikiran Abu Laits As-Samarqandi. Data atau objek penelitian ini adalah teks
BAB I PENDAHULUAN. dipandang sebagai cipta sastra karena teks yang terdapat dalam teks mengungkapkan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Naskah-naskah Nusantara sangat beraneka ragam, yang isinya mengemukakan tentang kehidupan manusia misalnya, masalah politik, sosial, ekonomi, agama, kebudayaan, bahasa,
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Koentjaraningrat mengatakan bahwa kata budaya berasal dari bahasa Sanksekerta budhayah yang berasal dari bentuk jamak kata budhi yang berarti budi dan akal. Kebudayaan
NASKAH KH ANWAR RANJI WETAN MAJALENGKA. (Kajian Filologis) Proposal Skripsi
1 NASKAH KH ANWAR RANJI WETAN MAJALENGKA (Kajian Filologis) Proposal Skripsi Oleh : Reza Sukma Nugraha 206500034 Jurusan Bahasa dan Sastra Arab Fakultas Adab dan Humaniora UIN Sunan Gunung Djati Bandung
BAB II KAJIAN TEORI. A. Pengertian Filologi. kebudayaan suatu bangsa melalui teks-teks tertulis di dalam naskah-naskah klasik
digilib.uns.ac.id BAB II KAJIAN TEORI A. Pengertian Filologi Filologi adalah suatu disiplin ilmu pengetahuan yang bertujuan memahami kebudayaan suatu bangsa melalui teks-teks tertulis di dalam naskah-naskah
BAB II KAJIAN PUSTAKA, LANDASAN TEORI DAN KERANGKA PIKIR. A. Kajian Pustaka
BAB II KAJIAN PUSTAKA, LANDASAN TEORI DAN KERANGKA PIKIR A. Kajian Pustaka Penelitian terdahulu pernah meneliti tentang Fitoterapi yang sedang dibahas melalui skripsi ini. Penelitian yang dilakukan oleh
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Butir-butir mutiara kebudayaan Indonesia pada masa lampau sebagai
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Butir-butir mutiara kebudayaan Indonesia pada masa lampau sebagai warisan kebudayaan para leluhur antara lain terdapat di dalam berbagai cerita lisan, benda-benda,
BAB I PENDAHULUAN. Karya sastra tulis terdiri dari dua bentuk, yaitu karya sastra tulis yang berbentuk
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Karya sastra Indonesia terdiri dari karya sastra lisan dan karya sastra tulis. Karya sastra tulis terdiri dari dua bentuk, yaitu karya sastra tulis yang
Wawacan Samun, Salah Satu Cerita dalam Kesenian Gaok di daerah Majalengka: Edisi Teks dan Terjemahan
Wawacan Samun, Salah Satu Cerita dalam Kesenian Gaok di daerah Majalengka: Edisi Teks dan Terjemahan Irna Kayati Dewi Abstrak Skripsi ini berjudul Wawacan Samun, Salah Satu Cerita dalam Kesenian Gaok Dari
BAB II KAJIAN TEORI. Filologi berasal dari dua kata dalam bahasa Yunani, yaitu philos yang
7 BAB II KAJIAN TEORI A. Filologi 1. Pengertian Filologi berasal dari dua kata dalam bahasa Yunani, yaitu philos yang berarti cinta dan logos yang berarti kata. Dengan demikian, kata filologi membentuk
KRITIK TEKS DAN TELAAH FUNGSI NASKAH WAWACAN BIDAYATUSSALIK. Septiyadi Sobar Barokah Saripin
1 KRITIK TEKS DAN TELAAH FUNGSI NASKAH WAWACAN BIDAYATUSSALIK Septiyadi Sobar Barokah Saripin FPBS Universitas Pendidikan Indonseia (UPI) surel: [email protected] ABSTRAK Penelitian ini mengangkat
KAJIAN SEMIOTIK SYAIR SINDHEN BEDHAYA KETAWANG PADA NASKAH SERAT SINDHEN BEDHAYA
KAJIAN SEMIOTIK SYAIR SINDHEN BEDHAYA KETAWANG PADA NASKAH SERAT SINDHEN BEDHAYA Skripsi Diajukan untuk Menempuh Ujian Sarjana Humaniora Program Strata 1 dalam Ilmu Sastra Indonesia Oleh: Fitrianna Arfiyanti
BAB I PENDAHULUAN. yang luas yang mencakup bidang kebahasaan, kesastraan, dan kebudayaan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Filologi merupakan suatu pengetahuan tentang sastra-sastra dalam arti yang luas yang mencakup bidang kebahasaan, kesastraan, dan kebudayaan (Baroroh-Baried,
BAB I PENDAHULUAN. pikir manusia demi menunjang keberlangsungan hidupnya. Dalam Kamus Besar
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Kebudayaan merupakan salah satu unsur penting dalam kehidupan manusia. Hal itu disebabkan karena budaya merupakan hasil olah rasa dan olah pikir manusia demi menunjang
KATA PENGANTAR. Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT yang senantiasa
KATA PENGANTAR Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT yang senantiasa melimpah-curahkan rahmat-nya kepada Nabi Muhammad SAW, serta berkat ridho Allah SWT-lah penulis dapat menyelesaikan skripsi
BAB I PENDAHULUAN. rahmat Allah SWT karena leluhur kita telah mewariskan khazanah kebudayaan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Bangsa Indonesia adalah bangsa yang besar, yang wajib kita mensyukuri rahmat Allah SWT karena leluhur kita telah mewariskan khazanah kebudayaan yang tidak ternilai
BAB I PENDAHULUAN. yang tidak hanya berupa arca atau prasasti, tetapi juga dapat berasal dari naskahnaskah
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Berbagai ilmu pengetahuan yang ada pada jaman sekarang dapat dikatakan merupakan buah pikir dari warisan leluhur. Warisan leluhur dapat berupa artefak yang tidak hanya
BAB I PENDAHULUAN. Indonesia merupakan bangsa yang sangat kaya. Salah satu kekayaan yang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Indonesia merupakan bangsa yang sangat kaya. Salah satu kekayaan yang dimiliki yaitu kebudayaan.koentjaraningrat (1985) menyebutkan bahwa kebudayaan terdiri dari tujuh
BAB I PENDAHULUAN. bangunan besar, benda-benda budaya, dan karya-karya sastra. Karya sastra tulis
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Bangsa Indonesia memiliki banyak warisan kebudayaan yang berupa bangunan besar, benda-benda budaya, dan karya-karya sastra. Karya sastra tulis berupa naskah
BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN
32 BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN Dalam melakukan sebuah penelitian diperlukan dengan adanya sebuah teori yang disertai dengan metode. Metode dapat diartikan sebagai cara-cara, strategi untuk memahami
BAB V PENUTUP A. Kesimpulan
75 BAB V PENUTUP A. Kesimpulan Dari paparan bab-bab sebelumnya dalam skripsi ini dapat disimpulkan beberapa hal sebagai berikut: 1. Kuran Jawi merupakan produk terjemah tafsir Al-Qur'a>n yang merujuk kepada
BAB I PENDAHULUAN. Kesusastraan Melayu klasik telah ada sebelum mesin cetak digunakan di
11 BAB I PENDAHULUAN I. Latar Belakang Masalah Kesusastraan Melayu klasik telah ada sebelum mesin cetak digunakan di Nusantara. Pada masa itu, proses reproduksi naskah dilakukan dengan cara disalin. Naskah-naskah
SYAIR NEGERI PATANI : Suntingan Teks dan Analisis Semiotik
SYAIR NEGERI PATANI : Suntingan Teks dan Analisis Semiotik SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi sebagian Persyaratan guna Melengkapi Gelar Sarjana Sastra Jurusan Sastra Indonesia Fakultas Sastra dan Seni Rupa
BAB I PENDAHULUAN. terutama kesaksian tangan pertama yang disusun oleh bangsa yang bersangkutan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang dan Masalah 1.1.1 Latar Belakang Pada hakikatnya peninggalan suatu bangsa yang lebih memadai untuk keperluan penelitian kebudayaan maupun sejarah adalah kesaksian tertulis,
ANALISIS SEMIOTIK TEKSKIDUNG RUMEKSA ING WENGI
ANALISIS SEMIOTIK TEKSKIDUNG RUMEKSA ING WENGI A. PENDAHULUAN Indonesia mempunyai khasanah sastra klasik yang beraneka ragam, yang terdiri dari sastra-sastra daerah. Sastra klasik adalah sastra dalam bahasa
BAB I PENDAHULUAN. Suatu negara atau kerajaan tentu mempunyai sistem hirarki dalam
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Suatu negara atau kerajaan tentu mempunyai sistem hirarki dalam pemerintahan. Seperti yang terdapat pada kerajaan-kerajaan di Indonesia yang hingga saat ini
PANDUAN PENULISAN LAPORAN PRAKTEK KERJA LAPANGAN JURUSAN TEKNIK ELEKTRO POLITEKNIK NEGERI PONTIANAK
PANDUAN PENULISAN LAPORAN PRAKTEK KERJA LAPANGAN JURUSAN TEKNIK ELEKTRO POLITEKNIK NEGERI PONTIANAK Ketentuan Umum Laporan Praktek Kerja Lapangan diketik menggunakan kertas HVS ukuran A4 70 gram, jenis
BAB I PENDAHULUAN. Tradisi tulis yang berkembang di masyarakat Jawa dapat diketahui melalui
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Tradisi tulis yang berkembang di masyarakat Jawa dapat diketahui melalui naskah kuna. Jenis isi dari naskah kuna sangat beragam. Jenis teks tersebut antara lain berisi
BAB III CARA PENULISAN
BAB III CARA PENULISAN 3.1. Bahan yang digunakan: 1 Kertas yang digunakan untuk mengetik laporan adalah kertas HVS 80 gram ukuran A4 warna putih. 2 Untuk sampul luar ditetapkan sampul kertas karton manila
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. belum pernah dilakukan kegiatan transliterasi teks atas naskah Wawacan Rawi
BAB II TINJAUAN PUSTAKA Penelitian-penelitian naskah Sunda, baik yang telah dilakukan oleh orang Barat maupun oleh bangsa pribumi, sejauh pengetahuan penulis hingga kini belum pernah dilakukan kegiatan
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah
digilib.uns.ac.id BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Kebudayaan dinilai sebagai identitas kepribadian dan penentu kemajuan suatu bangsa yang tidak bisa di ukur dan kehadirannya hanya dapat diketahui
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah
digilib.uns.ac.id BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Kepulauan Nusantara yang terletak di kawasan Asia Tenggara sejak kurun waktu yang cukup lama memiliki peradaban dan kebudayaan tinggi yang
SERAT MUMULEN (SUNTINGAN TEKS DAN KAJIAN SEMIOTIK)
SERAT MUMULEN (SUNTINGAN TEKS DAN KAJIAN SEMIOTIK) SKRIPSI Diajukan untuk Menempuh Ujian Sarjana Program Strata 1 dalam Ilmu Sastra Indonesia Oleh: Ika Cahyaningrum A2A 008 057 FAKULTAS ILMU BUDAYA UNIVERSITAS
BAB II DESKRIPSI NASKAH
BAB II DESKRIPSI NASKAH A. Museum Mpu Tantular Sebagai Lokasi Penyimpanan Manuskrip Pada bab II ini dikemukakan tentang penjelasan secara detail mengenai manuskrip yang menjadi bahan kajian skripsi, diungkap
BAB I PENDAHULUAN. dapat berupa benda (tangible culture) atau budaya-budaya non-benda (intangible
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Indonesia merupakan salah satu negara di dunia yang memiliki banyak kekayaan kebudayaan yang tak ternilai harganya. Kebudayaan yang dimaksud dapat berupa benda (tangible
SYAIR IBADAT : Suntingan Teks, Analisis Ajaran Tauhid dan Konsep Ekskatologi
SYAIR IBADAT : Suntingan Teks, Analisis Ajaran Tauhid dan Konsep Ekskatologi SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi sebagian Persyaratan guna Melengkapi Gelar Sarjana Sastra Jurusan Sastra Indonesia Fakultas
PANDUAN PENULISAN LAPORAN PRAKTEK KERJA LAPANGAN (PKL)
PANDUAN PENULISAN LAPORAN PRAKTEK KERJA LAPANGAN (PKL) STIBA SARASWATI DENPASAR HALAMAN SAMPUL DEPAN Halaman Sampul Depan memuat judul, tempat, logo STIBA Saraswati Denpasar, nama mahasiswa dan nomor pokok
BAB 3 METODE DAN TEKNIK PENELITIAN. Di dalam melakukan penelitian sebuah teori selalu disertai dengan metode.
29 BAB 3 METODE DAN TEKNIK PENELITIAN Di dalam melakukan penelitian sebuah teori selalu disertai dengan metode. Metode (Yunani: methods) mempunyai arti sebagai cara teratur yang digunakan untuk melaksanakan
Tata Cara Penulisan Laporan Praktikum
Tata Cara Penulisan Laporan Praktikum 1) Bahan dan Ukuran Bahan dan ukuran mencakup naskah, ukuran dan sampul. a. Naskah dibuat di atas kertas HVS 70 gram dan tidak bolak-balik b. Ukuran naskah adalah
WAWACAN SAPRI: KRITIK TEKS DAN TINJAUAN KANDUNGAN
WAWACAN SAPRI: KRITIK TEKS DAN TINJAUAN KANDUNGAN Arifudin Muhammad Rasyid Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia FPBS, Universitas Pendidikan Indonesia Surel: [email protected] Abstrak
TINJAUAN FILOLOGI DAN AJARAN MORAL DALAM SÊRAT DRIYABRATA
TINJAUAN FILOLOGI DAN AJARAN MORAL DALAM SÊRAT DRIYABRATA SKRIPSI Diajukan kepada Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Yogyakarta untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan guna Memperoleh Gelar Sarjana
BAB IV WAWACAN RAWI MULUD
BAB IV WAWACAN RAWI MULUD 4.2 Deskripsi Naskah Wawacan Rawi Mulud a. Judul naskah: Wawacan Rawi Mulud b. Pemilik naskah: Abidin Bin Haji Ghopur, kampung Cowal RT 04, RW 05, Desa Sindangmekar, Kecamatan
BAB I PENDAHULUAN. Kesenian tradisional pada akhirnya dapat membangun karakter budaya
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Kesenian tradisional pada akhirnya dapat membangun karakter budaya tertentu. Sebuah pernyataan tentang kesenian Jawa, kesenian Bali, dan kesenian flores, semuanya
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Naskah-naskah lama dapat memberi sumbangan besar untuk studi tentang suatu bangsa atau kelompok sosial budaya. Naskah-naskah tersebut merupakan dokumen yang mengandung
FORMAT PEMBUATAN BUKU LAPORAN PROYEK AKHIR MAHASISWA D3 TEKNIK INFORMATIKA
FORMAT PEMBUATAN BUKU LAPORAN PROYEK AKHIR MAHASISWA D3 TEKNIK INFORMATIKA A. BAGIAN AWAL Bagian awal mencakup sampul depan, halaman judul, halaman pengesahan, kata pengantar, abstrak, daftar isi, daftar
BAB II KAJIAN TEORI. Filologi adalah suatu ilmu yang objek penelitiannya naskah-naskah lama
BAB II KAJIAN TEORI A. Hakikat Filologi 1. Pengertian Filologi Filologi adalah suatu ilmu yang objek penelitiannya naskah-naskah lama (Djamaris, 1977: 20). Filologi berasal dari kata Yunani philos yang
TATA TULIS BUKU TUGAS AKHIR. Fakultas Teknik Elektro 1
TATA TULIS BUKU TUGAS AKHIR Fakultas Teknik Elektro 1 Kertas Jenis kertas : HVS A4 (210 mm x 297 mm) dan berat 80 g/m2 (HVS 80 GSM), khusus untuk gambar yang tdk memungkinkan dicetak di kertas A4 dapat
BAB I PENDAHULUAN. dipegang yang menyimpan berbagai ungkapan pikiran dan perasaan sebagai hasil
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Naskah merupakan tulisan tangan berupa benda konkret yang dapat dilihat dan dipegang yang menyimpan berbagai ungkapan pikiran dan perasaan sebagai hasil budaya masa
MENULIS FIKSI DENGAN MODEL PEMBELAJARAN EFEKTIF UNTUK SISWA SEKOLAH DASAR KELAS TINGGI. Nurmina 1*) ABSTRAK
MENULIS FIKSI DENGAN MODEL PEMBELAJARAN EFEKTIF UNTUK SISWA SEKOLAH DASAR KELAS TINGGI Nurmina 1*) 1 Dosen Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Almuslim, Bireuen *) Email: [email protected]
TATA TULIS KARYA TULIS ILMIAH
TATA TULIS KARYA TULIS ILMIAH 1.Ukuran kertas dan ruang pengetikan Pengetikan karya tulis ilmiah menggunakan kertas HVS atau duplikator putih ukuran kuarto (21,00 x 28,50). Ruang pengetikan pada setiap
PEDOMAN PENULISAN TUGAS AKHIR MAHASISWA PROGRAM STUDI ADMINISTRASI BISNIS JURUSAN ADMINISTRASI NIAGA POLITEKNIK NEGERI MEDAN MEDAN 2015
PEDOMAN PENULISAN TUGAS AKHIR MAHASISWA PROGRAM STUDI ADMINISTRASI BISNIS JURUSAN ADMINISTRASI NIAGA POLITEKNIK NEGERI MEDAN MEDAN 2015 BAGIAN AWAL 1. Sampul Depan Sampul depan adalah halaman judul tugas
FILOLOGI HUKUM SEBAGAI PIRANTI AWAL UNTUK MENENTUKAN YAMIN
FILOLOGI HUKUM SEBAGAI PIRANTI AWAL UNTUK MENENTUKAN EKSISTENSI HUKUM ADAT YAMIN PROLOG Pengertian Filologi Interaksi antara Filologi dan Hukum menjadi ekstra disipliner, nondisipliner, cross-disipliner,
FORMAT PENULISAN PKL UNTUK MAHASISWA
FORMAT PENULISAN PKL UNTUK MAHASISWA DEPARTEMEN ILMU KOMPUTER/INFORMATIKA FAKULTAS SAINS DAN MATEMATIKA UNIVERSITAS DIPONEGORO 2016 DAFTAR ISI I. FORMAT PENULISAN SECARA UMUM... 2 1.1. Bahasa Penulisan...
INTERNSHIP & CAREER DEVELOPMENT (ICD) FE UNS 1
FORMAT LAPORAN KULIAH MAGANG KERJA MAHASISWA PROGRAM S1 FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA A. KANDUNGAN ISI LAPORAN Secara umum, laporan Kuliah Magang Kerja Mahasiswa terdiri dari tiga
Kelas XII MATA PELAJARAN BAHASA SUNDA. Sekolah Menengah Atas, Sekolah Menengah Kejuruan, Madrasah Aliyah, dan Madrasah Aliyah Kejuruan
Juli 2013 SILABUS Kelas XII MATA PELAJARAN BAHASA SUNDA Sekolah Menengah Atas, Sekolah Menengah Kejuruan, Madrasah Aliyah, dan Madrasah Aliyah Kejuruan DINAS PENDIDIKAN PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2013 MATERI
METODE EDISI: STEMMA
METODE EDISI: STEMMA Oleh: Tedi Permadi Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni - Universitas Pendidikan Indonesia Objek
BAB 1 PENDAHULUAN. Universitas Indonesia 1
1 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG Masyarakat Jawa merupakan salah satu masyarakat di Indonesia yang memiliki berbagai macam budaya. Salah satu budaya yang terdapat dalam masyarakat Jawa adalah budaya
TRANSLITERASI. Pengertian Transliterasi. Manfaat Transliterasi. Metode Transliterasi. Masalah-Masalah Transliterasi
TRANSLITERASI Pengertian Transliterasi Onions (dalam Darusuprapta 1984: 2), adalah suntingan yang disajikan dengan jenis tulisan lain. Manfaat Transliterasi 1. pelestarian naskah 2. pengenalan naskah Baried
BAB I PENDAHULUAN. dapat dibaca dalam peningglan-peninggalan yang berupa tulisan.
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Naskah merupakan sebuah bentuk karya tulis yang berupa bahan kertas atau buku tercipta dalam kurun waktu tertentu dapat terjadi penggerak tentang keadaan dan situasi
PATHISARI. Wosing těmbung: Sěrat Pangracutan, suntingan lan jarwanipun teks, kalěpasan.
PATHISARI Skripsi punika asil saking panaliten filologi tumrap Sěrat Pangracutan ingkang kasimpěn ing Perpustakaan Pura Pakualaman Ngayogyakarta mawi kode koleksi 0125/PP/73. Skripsi punika awujud suntingan
Kawruh warnining udheng-udhengan (suatu tinjauan filologis) Budi Kristiono C UNIVERSITAS SEBELAS MARET BAB I PENDAHULUAN
Kawruh warnining udheng-udhengan (suatu tinjauan filologis) Budi Kristiono C0199012 UNIVERSITAS SEBELAS MARET BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Bangsa Indonesia merupakan bangsa yang memiliki
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. mampu menentramkan kehidupan manusia terlebih dalam hal kerohanian.
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Agama dan kebudayaan mempunyai dua persamaan yaitu (1) keduanya adalah sistem nilai dan sistem simbol dan (2) keduanya mudah merasa terancam setiap kali ada
BAB I PENDAHULUAN. Bangsa Indonesia mempunyai dokumentasi sastra lama yang. berkualitas setara dengan hasil sastra peradaban lain. Semua sastra daerah
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1LatarBelakangMasalah Bangsa Indonesia mempunyai dokumentasi sastra lama yang berkualitas setara dengan hasil sastra peradaban lain. Semua sastra daerah merupakan rekaman kebudayaan
Teks, Tekstologi, dan Kritik Teks
Teks, Tekstologi, dan Kritik Teks Oleh: Tedi Permadi Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni - Universitas Pendidikan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Rizwan, 2013
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Peninggalan tradisi masyarakat Sunda merupakan sumber kebudayaan yang sangat kaya. Kekayaan yang dimiliki oleh masyarakat Sunda sangat beragam, baik dari
KAJIAN FILOLOGI NASKAH PIWULANG PATRAPING AGÊSANG SKRIPSI
KAJIAN FILOLOGI NASKAH PIWULANG PATRAPING AGÊSANG SKRIPSI Diajukan pada Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Yogyakarta untuk memenuhi sebagian persyaratan guna Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan
DAFTAR ISI. Hal I. FORMAT PENULISAN SECARA UMUM... 1 II. BAGIAN-BAGIAN TUGAS AKHIR... 6
DAFTAR ISI Hal I. FORMAT PENULISAN SECARA UMUM... 1 1. 1. Bahasa Penulisan... 1 1. 2. Format penulisan... 1 1. 3. Penomoran Halaman... 3 1. 4. Tabel, gambar, grafik, skema, dan objek lainnya... 3 1. 5.
BAB 2 DESKRIPSI NASKAH
17 BAB 2 DESKRIPSI NASKAH Pendahuluan Dalam bab ini akan disajikan deskripsi dari naskah-naskah yang menjadi data utama. Ada empat naskah yang menjadi data utama dalam penelitian ini yaitu Ramayana, Parimbwan,
BAB I PENDAHULUAN. perpustakaan umum. Perpustakaan umum merupakan tempat atau lokasi yang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Badan Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sumatera Barat merupakan perpustakaan umum. Perpustakaan umum merupakan tempat atau lokasi yang menghimpun koleksi
TATA CARA PENULISAN BUKU LAPORAN PROYEK AKHIR
TATA CARA PENULISAN BUKU LAPORAN PROYEK AKHIR A. Bahan dan ukuran Bahan dan ukuran mencakup : naskah, sampul, warna sampul, tulisan pada sampul dan ukuran. 1. Naskah Naskah dibuat pada kertas A5 (8,27
Kumpulan Artikel Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat
Program PPM KOMPETITIF Sumber Dana DIPA Universitas Andalas Besar Anggaran Rp 4.500.000 Tim Pelaksana Pramono dan Yerri Satria Putra Fakultas Sastra Lokasi Kab. Padang Pariaman, Sumatera Barat PELATIHAN
MERANCANG PENELITIAN NASKAH
MERANCANG PENELITIAN NASKAH Oleh Zayadi Hamzah STAIN CURUP filologi Filologi berbicara mengenai bagaimana sebuah naskah kuno yang bernilai atau mempunyai makna besar bagi kehidupan manusia itu dikaji dengan
FORMAT PEMBUATAN BUKU LAPORAN PROYEK AKHIR MAHASISWA D4 / D3 TEKNIK INFORMATIKA A. BAGIAN AWAL
FORMAT PEMBUATAN BUKU LAPORAN PROYEK AKHIR MAHASISWA D4 / D3 TEKNIK INFORMATIKA A. BAGIAN AWAL Bagian awal mencakup sampul depan, halaman judul, halaman pengesahan, kata pengantar, abstrak, daftar isi,
SKRIPSI BABAD DEMAK: SUNTINGAN TEKS DAN TINJAUAN UNSUR SASTRA SEJARAH
BABAD DEMAK: SUNTINGAN TEKS DAN TINJAUAN UNSUR SASTRA SEJARAH Oleh NIM 121111032 PROGRAM STUDI SASTRA INDONESIA FAKULTAS ILMU BUDAYA UNIVERSITAS AIRLANGGA SURABAYA 2016 i BABAD DEMAK: SUNTINGAN TEKS DAN
BAB I PENDAHULUAN. yang terdapat pada kertas, lontar, kulit kayu atau rotan (Djamaris, 1977:20). Naskah
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Naskah merupakan obyek material filologi yang menyimpan berbagai ungkapan pikiran dan perasaan hasil budaya bangsa pada masa lalu (Baried, 1985:54). Naskah yang dimaksud
BAB III METODE PENCIPTAAN
BAB III METODE PENCIPTAAN A. Metode Perencanaan Karya 1. Ide Gagasan Ide awal penciptaan karya bermula ketika penulis melihat perkembangan cerita bergambar ciptaan luar negeri yang semakin menarik. Mengisahkan
