Mahasiswa Program Studi Pendidikan Ekonomi STKIP PGRI Sumatera Barat 2
|
|
|
- Irwan Hermawan
- 8 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 PENGARUH LUAS LAHAN, PERUBAHAN IKLIM, TENAGA KERJA DAN MODAL KERJA TERHADAP PENDAPATAN PETANI KELAPA SAWIT DI KECAMATAN TIMPEH KABUPATEN DHARMASRAYA Oleh : Muharani 1, Yolamalinda 2, Yosi Eka Putri 2 1 Mahasiswa Program Studi Pendidikan Ekonomi STKIP PGRI Sumatera Barat 2 Dosen Program Studi Pendidikan Ekonomi STKIP PGRI Sumatera Barat [email protected] ABSTRACT This study aims to analyze: the influence of land area, climate change, labor and working capital partially and simultaneously to the income of oil palm farmers in Timpeh District Dharmasaraya Regency. The results showed that: 1) There is a positive and significant influence between land area to farmer's income this is evidenced by the value of t_hitung 4.342> t_tabel ) There is a positive and significant influence between climate change on farmer income this is evidenced by the value t_hitung 18,150> t_table 1,667. 3) there is a positive and significant influence between labor to farmer's income this is proved by the value t_hitung 2,685> t_table 1,667. 4) there is a positive and significant influence between working capital to farmer's income this is evidenced by the value t_hitung 2,727> t_table 1,667. 5) there is significant influence between land area, climate change, labor and working capital simultaneously to farmer's income this is proved with value F_hitung 459,672> F_tabel 2,51 with significant level equal to 0,000 <α = 0,05, and value of R Square Keywords : Land area, climate change, labor, working capital and farmer's income PENDAHULUAN Negara Indonesia merupakan negara yang berlatar belakang agraris yang memiliki modal sumber daya alam yang sangat melimpah, sehingga memberikan peluang bagi perkembangan usaha-usaha agraris untuk tumbuh dan berkembang, diantaranya komoditas perkebunan, perkebunan yang bisa diandalkan sebagai usaha yang menguntungkan adalah perkebunan kelapa sawit. Pengembangan agribisnis kelapa sawit merupakan salah satu langkah yang sangat diperlukan sebagai kegiatan pembangunan subsektor perkebunan dalam rangka revitalisasi sektor pertanian. Secara umum dapat di identifikasi bahwa pengembangan agribisnis kelapa sawit masih mempunyai prospek, ditinjau dari prospek harga, ekspor dan
2 pengembangan produk. Secara internal, pengembangan agribisnis kelapa sawit didukung potensi kesesuaian dan ketersediaan lahan, produktifitas yang masih dapat meningkat dan semakin berkembangnya industri hilir. Kelapa sawit merupakan salah satu komoditas perkebunan yang perkembanganya cukup pesat dibandingkan dengan komoditas lain terutama di Sumatera Barat. Dilihat dari luas lahan Perkebuanan Provinsi Sumatera Barat dari tahun yang selalu meningkat setiap tahunya. Pada tahun 2011 luas lahan Provinsi Sumatera Barat sebesar Ha pada tahun 2015 meningkat sebesar Ha, penyumbang terbesar pada tahun 2015 adalah sektor komoditi kelapa sawit yaitu sebesar 39%, disusul dengan komoditi karet sebesar 18%, kemudian disusul dengan komoditi kakao sebesar 15,9% dan selebihnya di sumbang oleh komoditi-komoditi lainya sebesar 27,1% (BPS Kabupaten Dharmasraya, 2016). Provinsi Sumatera Barat khususnya di Kabupaten Dharmasraya Kecamatan Timpeh Pertanianya yang paling dominan salah satu mayoritasnya adalah bertani kelapa sawit. Pertanian yang menghubungkan segala faktor kehidupan, baik itu faktor sosial, ekonomi, teknologi, informasi, dan bisnis. Namun, secara umum saat ini pertanian telah menjadi lahan bisnis yang sangat menguntungkan. Tabel 1. Produksi Tanaman Perkebunan Rakyat berdasarkan Kecamatan Timpeh dan Komoditi (dalam Ton), Tahun No Komoditi/Tahun Karet 1.663, , , ,00 2 Kelapa 86,02 78,17 78,00 82,60 3 Kelapa Sawit , , , ,00 4 Kopi 23,35 27,90 27,90-5 Lada Kakao ,70 Total , , , ,30 Sumber : Badan Pusat Statistik 2016 Dapat dilihat dari tabel 1 bahwa komoditi kelapa sawit menjadi komoditi unggulan di Kecamatan Timpeh karena dapat dibuktikan melalui hasil produksi per komoditi, komoditi kelapa sawit
3 merupakan komoditi yang hasil produksinya lebih tinggi dibandingkan dengan komoditi lainya. Dalam kata lain penduduk di Kecamatan Timpeh dominan mencari pendapatan untuk kelangsungan hidupnya melalui berkebun kelapa sawit. Ini menjadi salah satu alasan bagi peneliti mengapa mengambil komodoti kelapa sawit untuk dijadikan sebagai penelitian, untuk mengetahui seberapa besar pendapatan yang diperoleh oleh petani kelapa sawit dalam berkebun kelapa sawit di Kecamatan Timpeh Kabupaten Dharmasraya. Menurut BPS Kabupaten Dharmasraya, Tingginya kontribusi subsektor tanaman perkebunan dalam pembentukan PDRB sektor pertanian selama lima tahun terakhir menggambarkan bahwa pertanian tanaman perkebunan masih merupakan andalan utama bagi Kabupaten Dharmasraya. Kabupaten Dharmasraya merupakan salah satu kabupaten yang cukup berpotensi di Provinsi Sumatera Barat. Sebagian besar penggunaan lahan di Kabupaten Dharmasraya adalah untuk sektor pertanian hingga mencapai 89,98% dimana lahan perkebunan adalah yang terbesar mencapai 51,95% sedangkan lahan untuk sawah 2,25% (BPS Kabupaten Dharmasraya, 2015). Tabel 2. Produk Domestik Ragional Bruto Per Kapita Kabupaten Dharmasraya Atas Dasar Harga Konstan 2010 Berdasarkan Lapangan Usaha Sektor Pertanian (Jutaan Rupiah), Tahun No Lapangan Usaha Sektor Pertanian Pertanian, Peternakan, Perburuan dan Jasa Pertanian 6,72 6,75 6,89 6,96 7,18 a. Tanaman Pangan 0,91 0,92 0,92 0,90 0,89 b. Tanaman Hortikultura 0,10 0,10 0,10 0,09 0,10 c. Tanaman Perkebunan 5,10 5,13 5,24 5,34 5,56 d. Peternakan 0,45 0,46 0,48 0,48 0,48 e. Jasa Pertanian dan Perburuan 0,15 0,15 0,15 0,15 0,15 2 Kehutanan dan Penebanagan Kayu 0,42 0,42 0,42 0,44 0,43 3 Perikanan 0,37 0,37 0,38 0,39 0,40 Total Sektor Pertanian, Perikanan dan Kehutanan 7,50 7,55 7,69 7,79 8,00 Sumber: BPS Badan Pusat Statistik Kabupaten Dharmasraya Tahun 2015
4 Berdasarkan tabel PDRB perkapita dilihat dari sektor pertanian lima tahun terakhir subsektor tanaman perkebunan merupakan penyumbang terbesar dalam membentuk PDRB Kabupaten Dharmasrsaya dibandingkan dengan subsektor lainya yang ada di sektor pertanian. Dari tabel ini saya lebih tertarik lagi untuk meneliti tentang perkebunan kelapa sawit pada Kecamatan Timpeh Kabupaten Dharmasraya karena ingin mengetahui seberapa besar pendapatan yang diperoleh dalam berkebun kelapa sawit itu. Menurut (Rinda Michel Nursandy, 2013:29) pentingnya faktor produksi tanah bukan saja dilihat dari segi luas atau sempitnya kebun, tetapi juga segi lain. Misalnya aspek kesuburan tanah, macam penggunaan lahan dan topografi. Luas lahan akan mempengaruhi skala usaha yang pada akhirnya akan mempengaruhi efisien atau tidaknya suatu usaha tani, karena lahan yang sempit akan membatasi petani untuk berbuat pada rencana yang lebih baik, Tety, dkk (2011:42). Luas lahan yang dimiliki oleh masingmasing petani kelapa sawit di Kecamatan Timpeh pada umumnya sudah luas tetapi pendapatanya masih rendah yang disebabkan kurangnya perawatan terhadap tanaman kelapa sawit itu sendiri sehingga hasil panen yang diperoleh oleh petani itu sedikit dan berpengaruh terhadap pendapatan yang diperoleh petani.
5 Tabel 3. Luas Tanaman dan Produksi Tanaman Perkebunan Kelapa Sawit berdasarkan Kecamatan No Kecematan Luas Tanam (Ha) Produksi (Ton) Sungai Rumbai Koto Besar Asam Jujuhan Koto Baru Koto Salak Tiumang Padang Laweh Sitiung Timpeh Pulau Punjung IX Koto Jumlah/Total Sumber : Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Dharmasraya Berdasarkan Tabel 3. Diatas dapat dilihat dari tahun luas tanam dan produksi kelapa sawit mengalami fluktuasi setiap tahunya. Khususnya pada tahun 2015 dilihat dari hasil produksi dari seluruh Kecamatan yang berada di Dharmasraya mengalami penurunan yang sangat signifikan. Meskipun demikian Kecamatan Timpeh tetap menjadi penghasil buah kelapa sawit yang unggul setiap tahunnya khususnya lima tahun terakhir ini dibandingkan dengan Kecamatan yang ada di Kabupaten Dharmasraya. Dapat dilihat dari hasil produksi Kecamatan Timpeh menjadi pemuncak penghasil buah kelapa sawit dan memiliki luas lahan kelapa sawit yang terluas dibandingkan dengan Kecamatan yang ada di Kabupaten Dharmasraya. Menurut Mendelsohn, (2008:3) penelitian tentang keterkaitan antara kondisi agroekologi dengan kecocokan dan kesesuaian jenis tanaman yang diusahakan oleh rumahtangga petani serta kaitannya dengan pendapatan rumahtangga petani sebagai dampak dari terjadinya perubahan iklim. Jika perubahan iklim akan meningkatkan penerimaan bersih rumahtangga petani, maka akan menguntungkan, sebaliknya jika perubahan iklim akan
6 menurunkan penerimaan petani, maka itu akan membahayakan. Tabel 4. Jumlah Curah Hujan (Milimeter) berdasarkan Bulan Kab. Dharmasraya, No Jumlah Setahun Sumber : Badan Pusat Statistik (BPS) Tahun 2015 Dengan curah hujan yang mampu menyerap tenaga kerja, sedikit maka petani akan mendapatkan sedikit kerugian, karena semakin banyaknya curah hujan dan merata pertahunya maka buah kelapa sawit yang akan di panen akan melebihi hasil panen yang jumlah curah hujanya lebih sedikit. Bulan / Month Pertanian selain untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari bagi para petani, pertanian juga mampu menyerap tenaga kerja yang banyak sehingga mampu mengurangi tingkat pengangguran. Dikatakan Tahun (Year) Januari / January Pebruari / February Maret / March April / April Mei / May Juni / June Juli / July Agustus / August September / Sept Oktober / October Nopember / Nov Desember / Dec Rata-rata/Bulan 164,67 104,42 106,17 134,55 206,5 karena sektor pertanian tidak membutuhkan pendidikan khusus seperti halnya pada sektor industri, sehingga petani dipandang rendah dibanding sebagai buruh pabrik. Menurut Thomas (2009:217) menyatakan bahwa modal adalah segala bentuk kekayaan yang digunakan untuk memproduksi kekayaan yang lebih banyak lagi. Pada mulanya banyak yang berpendapat bahwa modal memegang peran yang sangat
7 penting dan paling menciptakan dalam pembangunan ekonomi. Modal digunakan adalah membelikan lahan, tanaman kelapa sawit, upah atau gaji tenaga kerja dan transportasi. Selanjutnya tanaman kelapa sawit rutin dirawat 6 bulan sekali, otomatis akan mengeluarkan biaya perawatan mulai dari tenaga kerja, pemberian pupuk dan lain lain. METODE PENELITIAN Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dan asosiatif. Menurut (Arikunto, 2004:41) penelitian deskriptif Asosiatif adalah penelitian untuk memberikan uraian mengenai fenomena atau gejala sosial yang diteliti dengan mendeskripsikan tentang nilai variabel, baik satu variabel atau lebih berdasarkan indikator-indikator dari yang diteliti guna untuk mengetahui pengaruh antara dua variabel atau lebih, atau pengaruh antara variabel bebas dan variabel terikat. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh petani yang memiliki kelapa sawit sendiri dan jumlah responden dalam penelitian ini adalah sebanyak 73 orang petani kelapa sawit dengan menggunakan teknik simple random sampling. Adapun variabel dalam penelitian ini adalah variabel pendapatan (Y) sebagai variabel terikat, luas lahan (X1), perubahan iklim (X2), tenaga kerja (X3), modal kerja (X4), sebagai variabel bebasnya. Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Timpeh Kabupaten Dharmasraya pada bulan Juni Teknik analisis data yang digunakan untuk menguji hipotesis dalam penelitian ini adalah analisis regresi berganda. HASIL PEMBAHASAN Hasil Analisis regresi Linear Berganda Analisis regresi berganda dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan bantuan program SPSS Versi 16.0 dapat dilihat pada tabel dibawah ini: Rumus persamaan regresi linear berganda sebagai berikut: LnY= 12, ,748X 1 + 0,669X 2 + 0,101X 3 + 0,050X 4 Dari model persamaan regresi linear berganda diatas dapat diketahui bahwa nilai konstanta sebesar 12,79
8 yang berarti bahwa tanpa adanya pengaruh dari variabel luas lahan, perubhan iklim, tenaga kerja dan modal kerja maka pendapatan petani telah mencapai 12,79. Koefisien Determinasi (R 2 ) Berdasarkan diperoleh dari hasil nilai R Square sebesar 0,961 yang artinya 96,1% perubahan pada variabel dependen (pendapatan) dapat dijelaskan oleh variabel independen (Luas lahan, perubahan Iklim, tenaga kerja, dan modal kerja) sedangkan sisanya sebesar 3,9% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak termasuk kedalam penelitian ini. Hasil Uji Hipotesis Hasil Uji t a. Hipotesis 1 nilai t hitung sebesar 14,847 > t tabel sebesar 1,668 sedangkan nilai signifikan 0,000 < 0,05, berarti H a diterima dan H 0 ditolak dengan demikian dapat dikatakan bahwa terdapat pengaruh positif dan signifikan antara luas lahan terhadap pendapatan petani kelapa sawit di Kecamatan timpeh Kabupaten Dharmasraya. b. Hipotesi 2 nilai t hitung sebesar 10,573 > t tabel sebesar 1,668 sedangkan nilai signifikan 0,000 < 0,05, berarti H a diterima dan H 0 ditolak dengan demikian dapat dikatakan bahwa terdapat pengaruh positif dan signifikan antara perubahan iklim terhadap pendapatan petani kelapa sawit di Kecamatan timpeh Kabupaten Dharmasraya c. Hipotesi 3 nilai t hitung sebesar 2,507 > t tabel sebesar 1,668 sedangkan nilai signifikan 0,015 < 0,05, berarti H a diterima dan H 0 ditolak dengan demikian dapat dikatakan bahwa terdapat pengaruh positif dan signifikan antara tenaga kerja terhadap pendapatan petani kelapa sawit di Kecamatan timpeh Kabupaten Dharmasraya. d. Hipotesi 4 nilai t hitung sebesar 3,133 > t tabel sebesar 1,668 sedangkan nilai signifikan 0,003 < 0,05, berarti H a diterima dan H 0 ditolak dengan demikian dapat dikatakan bahwa terdapat pengaruh positif dan signifikan antara modal kerja terhadap
9 pendapatan petani kelapa sawit di Kecamatan timpeh Kabupaten Dharmasraya. Hasil Uji F Dari hasil pengolahan data dengan menggunakan program SPSS bahwa F hitung 416,648 > F tabel 2.51 dan nilai signifikan < Hal ini berarti H 0 ditolak dan H a diterima, dengan ddemikian dapat dikatakan bahwa perubahan luas lahan, perubahan iklim, tenaga kerja, dan modal kerja secara bersamasama berpengaruh terhadap pendapatan petani kelapa sawit di Kecamatan Timpeh Kabupaten Dharmasrya. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan sebagai berikut: 1. Terdapat pengaruh positif dan signifikan antara Luas lahan (X1) terhadap pendapatan petani kelapa sawit di Kecamatan Timpeh Kabupaten Dharmasraya dengan nilai koefisien regresi sebesar Nilai signifikan karena nilai thitung sebesar 14,847 > ttabel sebesar 1,668 berarti Ha diterima dan H0 ditolak. Artinya jika luas lahan meningkat sebesar satu satuan, maka pendapatan akan meningkat sebesar 0,748 dalam setiap satuanya dengan asumsi variabel lain tidak mengalami perubahan atau konstan. 2. Terdapat pengaruh positif dan signifikan antara Perubahan iklim (X2) terhadap pendapatan petani kelapa sawut di Kecamatan Timpeh Kabupaten Dharmasraya dengan nilai koefisien regresi sebesar 0,669 dan nilai thitung sebesar 10,573 > ttabel sebesar 1,668 berarti Ha diterima dan H0 ditolak. Artinya jika Perubahan iklim meningkat sebesar satu satuan, maka pendapatan akan meningkat sebesar 0,669 dalam setiap satuanya dengan asumsi variabel lain tidak mengalami perubahan atau konstan. 3. Terdapat pengaruh positif dan signifikan antara tenaga kerja (X3) terhadap pendapatan petani kelapa sawit di Kecamatan Timpeh Kabupaten Dharmasraya dengan nilai koefisien regresi sebesar 0,101 dan nilai thitung
10 sebesar 2,507 > ttabel sebesar 1,668 berarti Ha diterima dan H0 ditolak. Artinya jika tanaga kerja meningkat sebesar satu satuan, maka pendapatan akan meningkat sebesar 0,101 dalam setiap satuanya dengan asumsi variabel lain tidak mengalami perubahan atau konstan. 4. Terdapat pengaruh positif dan signifikan antara modal kerja (X4) terhadap pendapatan petani kelapa sawit di Kecamatan Timpeh Kabupaten Dharmasraya dengan nilai koefisien regresi sebesar 0,050 dan nilai thitung sebesar 3,133 > ttabel sebesar 1,668 berarti Ha diterima dan H0 ditolak. Artinya jika modal kerja meningkat sebesar satu satuan, maka pendapatan akan meningkat sebesar 0,050 dalam setiap satuanya dengan asumsi variabel lain tidak mengalami perubahan atau konstan. 5. Terdapat pengaruh perubahan luas lahan, peruabahan iklilm, tenaga kerja dan modal kerja secara bersama-sama terhadap pendapatan petani kelapa sawit di Kecamatan Timpeh Kabupaten Dharmasraya Fhitung 416,648 > Ftabel 2,51. Hal ini berarti H 0 ditolak H a diterima. DAFTAR PUSTAKA Arikunto. (2010). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktis, Edisi Revisi 2010, Cetakan Keempat belas. Jakarta: Rineka Cipta. Benowati, & Eva. (2013). Geografi Sosial. Yogyakarta: Ombak (Anggota IKAPI). Badan Pusat Statistik. (2016). Dharmasraya Dalam Angka. Dharmasraya: BPS Dharmasraya. Case, & Fair. (2006). Prinsip-Prinsip Ekonomi. Jakarta: Erlangga. Lisnawati, E. (2014). Analisis Perbandingan Pendapatan Petani Yang Menjual Karet Ke Pabrik Dan Ke Tengkulak Di Desa Batumarta III Kecamatan Lubuk Raja Kabupaten Ogan Komering Ulu. Jurnal Ilmiah AgriBA, (2), Mankiw, Gregory, N. (2009). Pengantar Ekonomi. Jilid 1. Ed. 3. Jakarta : Erlangga Mendelsohn, R., Dinar, a, Hassan, R, & Kurukulasurya, P. (2008). A. Ricardian Analisys of the Distribition of Climate Change Impacts on Agriculture Across Agro-Ecological Zones in Africa. Policy Research Working Paper 4599, (April)
11 Rinda Michel Nursandy. (2013). Faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan pengusaha tape di desa sumber tengah kecamatan binakal kabupaten bondowoso: Skripsi.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENDAPATAN PETANI KARET DI NAGARI AMPANG KURANJI KECAMATAN KOTO BARU KABUPATEN DHARMASRAYA JURNAL
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENDAPATAN PETANI KARET DI NAGARI AMPANG KURANJI KECAMATAN KOTO BARU KABUPATEN DHARMASRAYA JURNAL Oleh: GITA FITRIA 12090014 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN EKONOMI SEKOLAH TINGGI
JURNAL. Oleh : YULISA NPM
PENGARUH UPAH TENAGA KERJA, HARGA JUAL, LUAS KEBUN, TINGKAT PENDIDIKAN DAN PERUBAHAN IKLIM TERHADAP PENDAPATAN PETANI KELAPA SAWIT DI KECAMATAN KOTO BARU KABUPATEN DHARMASRAYA JURNAL Oleh : YULISA NPM.
PENGARUH PERUBAHAN IKLIM, UPAH TENAGA KERJA, DAN TEKNOLOGI TERHADAP PENDAPATAN RUMAH TANGGA NELAYAN DI KECAMATAN SUTERA KABUPATEN PESISIR SELATAN
PENGARUH PERUBAHAN IKLIM, UPAH TENAGA KERJA, DAN TEKNOLOGI TERHADAP PENDAPATAN RUMAH TANGGA NELAYAN DI KECAMATAN SUTERA KABUPATEN PESISIR SELATAN JURNAL Oleh: JELLY SASTRA PIKA 12090038 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TINGKAT PENDAPATAN PETANI KELAPA SAWIT DI KECAMATAN SILAUT KABUPATEN PESISIR SELATAN JURNAL
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TINGKAT PENDAPATAN PETANI KELAPA SAWIT DI KECAMATAN SILAUT KABUPATEN PESISIR SELATAN JURNAL Oleh: GUSNITA NPM. 12090025 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN EKONOMI SEKOLAH
ABSTRACT. Nisha Selvia 1, Ansofino 2, Putri Meliza Sari 2.
PENGARUH PERUBAHAN IKLIM, HARGA JUAL, LUAS LAHAN DAN TINGKAT PENDIDIKAN TERHADAP PENDAPATAN PETANI KARET DI 4 NAGARI KAMBANG KECAMATAN LENGAYANG KABUPATEN PESISIR SELATAN Nisha Selvia 1, Ansofino 2, Putri
PENDAHULUAN A. Latar Belakang
I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pembangunan pertanian merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari pembangunan nasional, yang memiliki warna sentral karena berperan dalam meletakkan dasar yang kokoh bagi
GUSMA YELVI NIM
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TINGKAT PRODUKSI KARET DI KABUPATEN SIJUNJUNG ARTIKEL ILMIAH Diajukan sebagai salah satu syarat untuk memperoleh Gelar Sarjana Pedidikan (Strata 1) GUSMA YELVI NIM. 12090053
PENGARUH MODAL, LUAS KOLAM, DAN PENGALAMAN TERHADAP PENDAPATAN PETANI IKAN AIR TAWAR DI NAGARI TARUANG- TARUANG KECAMATAN RAO KABUPATEN PASAMAN JURNAL
PENGARUH MODAL, LUAS KOLAM, DAN PENGALAMAN TERHADAP PENDAPATAN PETANI IKAN AIR TAWAR DI NAGARI TARUANG- TARUANG KECAMATAN RAO KABUPATEN PASAMAN JURNAL Oleh : SISKA JULISA NPM. 11090056 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENDAPATAN USAHATANI PINANG KECAMATAN SAWANG KABUPATEN ACEH UTARA. Mawardati*
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENDAPATAN USAHATANI PINANG KECAMATAN SAWANG KABUPATEN ACEH UTARA Mawardati* ABSTRACT This research was conducted at the betel palm farming in Sawang subdistrict,
Keywords: Poor Families Income, Education, Age, Outpouring Working Hours and The Quantity Of Dependent
PENGARUH TINGKAT PENDIDIKAN, USIA, CURAHAN JAM KERJA DAN JUMLAH TANGGUNGAN TERHADAP PENDAPATAN RUMAH TANGGA MISKIN PADA MASYARAKAT NAGARI SUNGAI LANSEK KECAMATAN KAMANG BARU KABUPATEN SIJUNJUNG Febriadi,
ANALISIS PENGARUH JUMLAH TENAGA KERJA DAN PENDAPATAN PERKAPITA TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI DI KABUPATEN PASAMAN JURNAL OLEH : GUSPA YENI
ANALISIS PENGARUH JUMLAH TENAGA KERJA DAN PENDAPATAN PERKAPITA TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI DI KABUPATEN PASAMAN JURNAL OLEH : GUSPA YENI 10090147 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN EKONOMI SEKOLAH TINGGI KEGURUAN
PENGARUH LUAS LAHAN TERHADAP PENDAPATAN PETANI KARET DI DESA PULAU INGU KPECAMATAN BENAI KABUPATEN KUANTAN SINGINGI
1 PENGARUH LUAS LAHAN TERHADAP PENDAPATAN PETANI KARET DI DESA PULAU INGU KPECAMATAN BENAI KABUPATEN KUANTAN SINGINGI Desi Gustina 1, Rina Selva Johan 2, Riadi Armas 3 Email : [email protected]/085365048785
ANALISIS PENGARUH BIAYA INPUT DAN TENAGA KERJA TERHADAP KONVERSI LUAS LAHAN KARET MENJADI LAHAN KELAPA SAWIT
ANALISIS PENGARUH BIAYA INPUT DAN TENAGA KERJA TERHADAP KONVERSI LUAS LAHAN KARET MENJADI LAHAN KELAPA SAWIT ( Studi Kasus : Desa Kampung Dalam, Kecamatan Bilah Hulu, Kabupaten Labuhan Batu ) Cindi Melani
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENDAPATAN USAHATANI KENTANG DI KABUPATEN BENER MERIAH PROVINSI ACEH
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENDAPATAN USAHATANI KENTANG DI KABUPATEN BENER MERIAH PROVINSI ACEH ANALYSIS OF FACTORS AFFECTING POTATO FARMING INCOME IN BENER MERIAH DISTRICT PROVINCE OF ACEH
Mahasiswa Program Studi Pendidikan Ekonomi STKIP PGRI Sumatera Barat 2
PENGARUH PEMANFAATAN LKS, MINAT BACA, KREATIVITAS BELAJAR DAN KETERAMPILAN GURU DALAM MENGELOLA KELAS TERHADAP HASIL BELAJAR EKONOMI KELAS XI IPS DI SMA N 1 TANJUNG MUTIARA KABUPATEN AGAM Delni Fitri Dewi
Nasrul Hidayat et al., Determinasi Analisis Pengaruh Tenaga Kerja Modal dan Wilayah Pemasran Terhadap... ABSTRAK
Analisis Pengaruh Tenaga Kerja, Modal dan Wilayah Pemasaran Terhadap Keuntungan Pedagang Komoditas Pertanian di Kecamatan Randuagung Kabupaten Lumajang (Analysis Of The Influence of Labor Capital and Marketing
I. PENDAHULUAN. Indonesia merupakan negara yang agraris artinya pertanian memegang peranan
1 I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Indonesia merupakan negara yang agraris artinya pertanian memegang peranan penting dari keseluruhan perekonomian nasional. Hal ini dikarenakan sebagian besar penduduk
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Isu strategis yang kini sedang dihadapi dunia adalah perubahan iklim global, krisis pangan dan energi dunia, harga pangan dan energi meningkat, sehingga negara-negara
ANALISIS PENGARUH LUAS LAHAN DAN TENAGA KERJA TERHADAP PRODUKSI KAKAO PERKEBUNAN RAKYAT DI PROVINSI ACEH
ANALISIS PENGARUH LUAS LAHAN DAN TENAGA KERJA TERHADAP PRODUKSI KAKAO PERKEBUNAN RAKYAT DI PROVINSI ACEH 56 Intan Alkamalia 1, Mawardati 2, dan Setia Budi 2 email: [email protected] ABSTRAK Perkebunan
PENDAHULUAN A. Latar Belakang
digilib.uns.ac.id 1 I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Indonesia adalah negara agraris dimana mata pencaharian mayoritas penduduknya dengan bercocok tanam. Secara geografis Indonesia yang juga merupakan
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TINGKAT PRODUKSI CACAO (THEOBROMA CACAO) DI JORONG I TAMPANG NAGARI TARUNG-TARUNG KECAMATAN RAO KABUPATEN PASAMAN
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TINGKAT PRODUKSI CACAO (THEOBROMA CACAO) DI JORONG I TAMPANG NAGARI TARUNG-TARUNG KECAMATAN RAO KABUPATEN PASAMAN JURNAL Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Memperoleh
BAB I. PENDAHULUAN. Sektor pertanian memegang peran strategis dalam pembangunan
BAB I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Sektor pertanian memegang peran strategis dalam pembangunan perekonomian nasional dan menjadi sektor andalan serta mesin penggerak pertumbuhan ekonomi. Hal ini dikarenakan
JURNAL OLEH : WATI WIJAYA NPM
PENGARUH MODAL,TENAGA KERJA DAN PENDIDIKAN TERHADAP PENDAPATAN PETANI KELAPA SAWIT DI DESA LIMBUR BARU KECAMATAN LIMBUR LUBUK MENGKUANG KABUPATEN BUNGO PROVINSI JAMBI JURNAL OLEH : WATI WIJAYA NPM.12090056
I. PENDAHULUAN. titik berat pada sektor pertanian. Dalam struktur perekonomian nasional sektor
1 I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Sasaran pembangunan nasional diantaranya adalah pertumbuhan ekonomi dengan titik berat pada sektor pertanian. Dalam struktur perekonomian nasional sektor pertanian memiliki
V. HASIL ANALISIS SISTEM NERACA SOSIAL EKONOMI DI KABUPATEN MUSI RAWAS TAHUN 2010
65 V. HASIL ANALISIS SISTEM NERACA SOSIAL EKONOMI DI KABUPATEN MUSI RAWAS TAHUN 2010 5.1. Gambaran Umum dan Hasil dari Sistem Neraca Sosial Ekonomi (SNSE) Kabupaten Musi Rawas Tahun 2010 Pada bab ini dijelaskan
BAB I PENDAHULUAN. masyarakat secara ekonomi dengan ditunjang oleh faktor-faktor non ekonomi
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Pertumbuhan ekonomi merupakan suatu proses perubahan yang dilakukan melalui upaya-upaya terencana untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara ekonomi dengan
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN Kondisi Geografis dan Demografis Provinsi Kalimantan Timur
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1. Kondisi Geografis dan Demografis Provinsi Kalimantan Timur Provinsi Kalimantan Timur terletak pada 113 0 44-119 0 00 BT dan 4 0 24 LU-2 0 25 LS. Kalimantan Timur merupakan
KAJIAN DAMPAK PERKEBUNAN KELAPA SAWIT TERHADAP PEREKONOMIAN KABUPATEN KUANTAN SINGINGI. ABSTRAKSI Rita Yani lyan, Yusbar Yusuf Susi Lenggogeni
KAJIAN DAMPAK PERKEBUNAN KELAPA SAWIT TERHADAP PEREKONOMIAN KABUPATEN KUANTAN SINGINGI ABSTRAKSI Rita Yani lyan, Yusbar Yusuf Susi Lenggogeni Kajian ini memfokuskan pada peran dan kontribusi perkebunan
FAKTOR-FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP PENGGUNAAN TENAGA KERJA LUAR KELUARGA PADA USAHA TANI PADI SAWAH
FAKTOR-FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP PENGGUNAAN TENAGA KERJA LUAR KELUARGA PADA USAHA TANI PADI SAWAH Farwah Inal Abdi *), Hasman Hasyim **), Sri Fajar Ayu **) *) Alumni Program Studi Agribisnis Fakultas
Keywords: Own Capital, Loan Capital, Credit Grant, Total Member, Remaining Result of Business
PENGARUH MODAL SENDIRI, MODAL PINJAMAN, PEMBERIAN KREDIT DAN JUMLAH ANGGOTA TERHADAP SISA HASIL USAHA (SHU) KPRI SEJAHTERA DI KABUPATEN DHARMASRAYA Widya Maharani 1, Nora Susanti 2, Mona Amelia 2 1 Mahasiswa
ABSTRACT
PENGARUH MINAT MEMILIH SEKOLAH, LINGKUNGAN KELUARGA, FASILITAS BELAJAR DAN PENGETAHUAN KESEMPATAN KERJA TERHADAP KEPUTUSAN SISWA MEMILIH SMK NEGERI 4 PADANG Dian Eri Susanti 1, Yolamalinda 2, Rika Verawati
ABSTRACT
PENGARUH KEMANDIRIAN BELAJAR, KESIAPAN BELAJAR, MOTIVASI BELAJAR DAN METODE MENGAJAR GURU TERHADAP KEAKTIFAN BELAJAR SISWA MATA PELAJARAN EKONOMI KELAS XI IPS DI SMA NEGERI 2 BATANG KAPAS Yessi Andriani
PENGARUH PEMBERIAN INSENTIF, PENGAWASAN KERJA DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP PRESTASI KERJA PEGAWAI DINAS KESEHATAN PROVINSI SUMATERA BARAT JURNAL
1 PENGARUH PEMBERIAN INSENTIF, PENGAWASAN KERJA DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP PRESTASI KERJA PEGAWAI DINAS KESEHATAN PROVINSI SUMATERA BARAT JURNAL Jurnal ini disusun berdasarkan skripsi untuk wisuda tahun
IV. GAMBARAN UMUM DAERAH PENELITIAN. 1. Sejarah Terbentuknya Kabupaten Lampung Barat
IV. GAMBARAN UMUM DAERAH PENELITIAN A. Keadaan Umum Kabupaten Lampung Barat 1. Sejarah Terbentuknya Kabupaten Lampung Barat Menurut Lampung Barat Dalam Angka (213), diketahui bahwa Kabupaten Lampung Barat
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Sektor pertanian mencakup segala pengusahaan yang di dapat dari alam dan merupakan barang biologis atau hidup, dimana hasilnya akan digunakan untuk mencukupi kebutuhan
Abstraksi. Rita Yani Iyan, Yusbar Yusuf dan Susi Lenggogeni
13 PENGARUH PERKEMBANGAN PERKEBUNAN KELAPA SAWIT TERHADAP PEREKONOMIAN KABUPATEN KUANTAN SINGINGI Abstraksi Rita Yani Iyan, Yusbar Yusuf dan Susi Lenggogeni Kajian ini memfokuskan pada peran perkebunan
BAB I PENDAHULUAN. Sektor pertanian mempunyai peranan yang cukup penting dalam kegiatan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Sektor pertanian mempunyai peranan yang cukup penting dalam kegiatan perekonomian di Indonesia, hal ini dapat dilihat dari kontribusinya terhadap Produk Domestik Bruto
Analisis ekspor karet dan pengaruhnya terhadap PDRB di Provinsi Jambi
Analisis ekspor karet dan pengaruhnya terhadap PDRB di Provinsi Jambi Paula Naibaho Mahasiswa Prodi Ekonomi Pembangunan Fak. Ekonomi dan Bisnis Universitas Jambi Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk
I. PENDAHULUAN. tanah yang mampu menyuburkan tanaman, sinar matahari yang konsisten
I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Indonesia memiliki potensi alamiah yang bagus untuk mengembangkan sektor pertanian, termasuk sektor perkebunan sebagai sektor pertanian yang terletak di daerah tropis
Analisis penyerapan tenaga kerja pada sektor pertanian di Kabupaten Tanjung Jabung Barat
Analisis penyerapan tenaga kerja pada sektor pertanian di Kabupaten Tanjung Jabung Barat Rezky Fatma Dewi Mahasiswa Prodi Ekonomi Pembangunan Fak. Ekonomi dan Bisnis Universitas Jambi Abstrak Penelitian
Mahasiswa Program Studi Pendidikan Ekonomi STKIP PGRI Sumatera Barat 2
PENGARUH EFIKASI DIRI, PERAN ORANG TUA, TEMAN SEBAYA DAN FASILITAS BELAJAR TERHADAP MINAT SISWA KELAS XI MEMILIH JURUSAN IPS PADA SMAN 3 LENGAYANGKABUPATEN PESISIR SELATAN Fitratul Husnah 1, Yolamalinda
PENDAHULUAN. daratan menjadi objek dan terbukti penyerapan tenaga kerja yang sangat besar.
PENDAHULUAN Latar Belakang Kekayaan Negara Indonesia merupakan sebuah anugerah yang tidak ternilai. Seluruh potensi alam yang terkandung baik di dalam perut bumi Indonesia maupun di daratan dan lautan
I. PENDAHULUAN. A. Latar Belakang
15 I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Karet merupakan komoditas perkebunan yang sangat penting peranannya di Indonesia. Selain sebagai sumber lapangan kerja, komoditas ini juga memberikan kontribusi yang
BAB 1 PENDAHULUAN. Indonesia (Ganesha Enterpreneur Club, Pola Tanam Padi Sri, Produktifitas
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Indonesia adalah salah satu negara agraris, yaitu negara yang penghasilan penduduknya sebagian besar berasal dari hasil bercocok tanam padi sawah dan kebanyakan penduduknya
BAB I PENDAHULUAN. Pembangunan merupakan usaha yang meliputi perubahan pada berbagai aspek
BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG Pembangunan merupakan usaha yang meliputi perubahan pada berbagai aspek termasuk di dalamnya struktur sosial, sikap masyarakat, serta institusi nasional dan mengutamakan
Bab 5 Indeks Nilai Tukar Petani Kabupaten Ciamis
Bab 5 Indeks Nilai Tukar Petani Kabupaten Ciamis Sektor pertanian memiliki peran penting dalam pembangunan ekonomi daerah, walaupun saat ini kontribusinya terus menurun dalam pembentukan Produk Domestik
BAB I PENDAHULUAN. peranan penting dari keseluruhan perekonomian nasional. Wilayah Indonesia
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Indonesia merupakan negara pertanian, artinya pertanian memegang peranan penting dari keseluruhan perekonomian nasional. Wilayah Indonesia memiliki tanah yang subur
ANALISIS FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TINGKAT PENDIDIKAN ANAK PETANI KARET DI NAGARI GUGUK KECAMATAN 2 X 11 KAYU TANAM KABUPATEN PADANG PARIAMAN
1 ANALISIS FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TINGKAT PENDIDIKAN ANAK PETANI KARET DI NAGARI GUGUK KECAMATAN 2 X 11 KAYU TANAM KABUPATEN PADANG PARIAMAN Oleh Riza Okvi Yenni 1, Sri Maryati 2, Yolamalinda 3 ABSTRACT
BAB I PENDAHULUAN. Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia setiap tahunnya. Sektor pertanian telah
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Sektor pertanian merupakan sektor yang penting dalam membentuk Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia setiap tahunnya. Sektor pertanian telah memberikan kontribusi
1 PENDAHULUAN Latar Belakang
1 PENDAHULUAN Latar Belakang Jumlah petani di Indonesia menurut data BPS mencapai 45% dari total angkatan kerja di Indonesia, atau sekitar 42,47 juta jiwa. Sebagai negara dengan sebagian besar penduduk
VI. PERANAN PERKEBUNAN KELAPA SAWIT DALAM STRUKTUR PEREKONOMIAN KABUPATEN SIAK
VI. PERANAN PERKEBUNAN KELAPA SAWIT DALAM STRUKTUR PEREKONOMIAN KABUPATEN SIAK 6.1. Struktur Perekonomian Kabupaten Siak 6.1.1. Struktur PDB dan Jumlah Tenaga Kerja Dengan menggunakan tabel SAM Siak 2003
I. PENDAHULUAN. dan jasa menjadi kompetitif, baik untuk memenuhi kebutuhan pasar nasional. kerja bagi rakyatnya secara adil dan berkesinambungan.
I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pada masa globalisasi, persaingan antarbangsa semakin ketat. Hanya bangsa yang mampu mengembangkan daya sainglah yang bisa maju dan bertahan. Produksi yang tinggi harus
ANALISIS PENGARUH TUMPANGSARI TERHADAP PENDAPATAN PETANI DI DESA MUNDUKTEMU KABUPATEN TABANAN. Ni Putu Evi Windasari Made Kembar Sri Budhi
E-Jurnal EP Unud, 2 [5] : 254-259 ISSN: 2303-0178 ANALISIS PENGARUH TUMPANGSARI TERHADAP PENDAPATAN PETANI DI DESA MUNDUKTEMU KABUPATEN TABANAN Ni Putu Evi Windasari Made Kembar Sri Budhi Jurusan Ekonomi
BAB I PENDAHULUAN. daya yang dimiliki daerah, baik sumber daya alam maupun sumber daya
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Tujuan utama dari pembangunan ekonomi Indonesia adalah terciptanya masyarakat adil dan sejahtera. Pembangunan yang ditujukan untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat
I. PENDAHULUAN. pertanian. Indonesia memiliki beragam jenis tanah yang mampu. menyuburkan tanaman, sinar matahari yang konsisten sepanjang tahun,
I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Indonesia yang dikenal sebagai negara agraris didukung oleh sumber daya alamnya yang melimpah memiliki kemampuan untuk mengembangkan sektor pertanian. Indonesia memiliki
I. PENDAHULUAN. Tingkat perekonomian suatu wilayah didukung dengan adanya. bertahap. Pembangunan adalah suatu proses multidimensional yang meliputi
1 I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Tingkat perekonomian suatu wilayah didukung dengan adanya pembangunan ekonomi jangka panjang yang terencana dan dilaksanakan secara bertahap. Pembangunan adalah suatu
DAMPAK PENINGKATAN PENGELUARAN KONSUMSI SEKTOR RUMAH TANGGA DAN PENGELUARAN SEKTOR PEMERINTAH TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI DI PROPINSI JAMBI ABSTRAK
DAMPAK PENINGKATAN PENGELUARAN KONSUMSI SEKTOR RUMAH TANGGA DAN PENGELUARAN SEKTOR PEMERINTAH TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI DI PROPINSI JAMBI Syaifuddin, Adi Bhakti, Rahma Nurjanah Dosen Fakultas Ekonomi
PERANAN SEKTOR PERTANIAN DALAM PEMBANGUNAN WILAYAH KABUPATEN BIREUEN PROVINSI ACEH. Mimi Hayatiˡ, Elfiana 2, Martina 3 ABSTRAK
Jurnal S. Pertanian 1 (3) : 213 222 (2017) PERANAN SEKTOR PERTANIAN DALAM PEMBANGUNAN WILAYAH KABUPATEN BIREUEN PROVINSI ACEH Mimi Hayatiˡ, Elfiana 2, Martina 3 1 Mahasiswa Agribisnis Fakultas Pertanian
PENGARUH KOMPETENSI PROFESIONAL GURU, KOMPETENSI PEDAGOGIK GURU, SARANA PRASARANA, DAN KEBIASAAN BELAJAR TERHADAP PRESTASI BELAJAR EKONOMI SISWA KELAS X DI SMA NEGERI 1 KOTO BALINGKA KABUPATEN PASAMAN
ANALISIS KONTRIBUSI EKSPOR KOPI TERHADAP PDRB SEKTOR PERKEBUNAN DAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI NILAI EKSPOR KOPI SUMATERA UTARA SKRIPSI
ANALISIS KONTRIBUSI EKSPOR KOPI TERHADAP PDRB SEKTOR PERKEBUNAN DAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI NILAI EKSPOR KOPI SUMATERA UTARA SKRIPSI OLEH : WILDA KARTIKA 090304095 PROGRAM STUDI AGRIBISNIS FAKULTAS
8.1. Keuangan Daerah APBD
S alah satu aspek pembangunan yang mendasar dan strategis adalah pembangunan aspek ekonomi, baik pembangunan ekonomi pada tatanan mikro maupun makro. Secara mikro, pembangunan ekonomi lebih menekankan
5 GAMBARAN UMUM DAERAH PENELITIAN
27 Secara rinci indikator-indikator penilaian pada penetapan sentra pengembangan komoditas unggulan dapat dijelaskan sebagai berikut: Lokasi/jarak ekonomi: Jarak yang dimaksud disini adalah jarak produksi
IV. GAMBARAN UMUM Letak Wilayah, Iklim dan Penggunaan Lahan Provinsi Sumatera Barat
51 IV. GAMBARAN UMUM 4.1. Letak Wilayah, Iklim dan Penggunaan Lahan Provinsi Sumatera Barat Sumatera Barat adalah salah satu provinsi di Indonesia yang terletak di pesisir barat Pulau Sumatera dengan ibukota
ANALISIS INPUT-OUTPUT KOMODITAS KELAPA SAWIT DI INDONESIA
Perwitasari, H. dkk., Analisis Input-Output... ANALISIS INPUT-OUTPUT KOMODITAS KELAPA SAWIT DI INDONESIA Hani Perwitasari dan Pinjung Nawang Sari Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian, Universitas Gadjah Mada
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pembangunan pertanian mempunyai peranan yang sangat strategis terutama dalam penyediaan pangan, penyediaan bahan baku industri, peningkatan ekspor dan devisa negara,
I. PENDAHULUAN. Sektor pertanian merupakan salah satu sektor penting yang patut. diperhitungkan dalam meningkatkan perekonomian Indonesia.
I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang dan Masalah Sektor pertanian merupakan salah satu sektor penting yang patut diperhitungkan dalam meningkatkan perekonomian Indonesia. Negara Indonesia yang merupakan negara
PENGARUH KUALITAS PRODUK, WORD OF MOUTH, DAN BRAND IMAGE TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN SEPEDA MOTOR BEKAS HONDA BEAT PADA DEALER YAN MOTOR KOTA SOLOK
PENGARUH KUALITAS PRODUK, WORD OF MOUTH, DAN BRAND IMAGE TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN SEPEDA MOTOR BEKAS HONDA BEAT PADA DEALER YAN MOTOR KOTA SOLOK Kiki Karmila 1, Rizky Natassia 2, Sri Wahyuni 2 1 Mahasiswa
GAMBARAN UMUM PROVINSI LAMPUNG dan SUBSIDI PUPUK ORGANIK
34 IV. GAMBARAN UMUM PROVINSI LAMPUNG dan SUBSIDI PUPUK ORGANIK 4.1 Gambaran Umum Provinsi Lampung Lintang Selatan. Disebelah utara berbatasan dengann Provinsi Sumatera Selatan dan Bengkulu, sebelah Selatan
I. PENDAHULUAN. Indonesia terkenal dengan sebutan negara agraris, yang ditunjukkan oleh luas
1 I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Indonesia terkenal dengan sebutan negara agraris, yang ditunjukkan oleh luas lahan yang digunakan untuk pertanian. Dari seluruh luas lahan yang ada di Indonesia, 82,71
I PENDAHULUAN. Tabel 1. Luas Lahan Komoditi Perkebunan di Indonesia (Ribu Ha)
1.1. Latar Belakang I PENDAHULUAN Indonesia memiliki potensi yang sangat besar di sektor pertanian khususnya di sektor perkebunan. Sektor perkebunan memberikan sumbangan yang cukup besar terhadap produk
Staf Pengajar Pengajar Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara ABSTRAK
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKSI DAN PENDAPATAN PETANI JAGUNG (Studi Kasus: Desa Lau Bekeri, Kecamatan Kuta Limbaru, Kabupaten Deli Serdang) Amanda Rizka Nabilla *), Rahmanta Ginting **) dan Sinar
I. PENDAHULUAN. besar penduduk, memberikan sumbangan terhadap pendapatan nasional yang
I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Sektor pertanian merupakan sektor yang mendapatkan perhatian cukup besar dari pemerintah dikarenakan peranannya yang sangat penting dalam rangka pembangunan ekonomi jangka
PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang
PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Sektor pertanian memiliki peranan strategis dalam struktur pembangunan perekonomian nasional. Selain berperan penting dalam pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat, sektor
BAB I PENDAHULUAN. langsung persoalan-persoalan fungsional yang berkenaan dengan tingkat regional.
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Perencanaan regional memiliki peran utama dalam menangani secara langsung persoalan-persoalan fungsional yang berkenaan dengan tingkat regional. Peranan perencanaan
BAB I PENDAHULUAN. Indonesia merupakan negara agraris, artinya kegiatan pertanian
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Indonesia merupakan negara agraris, artinya kegiatan pertanian memegang peranan penting dari keseluruhan perekonomian nasional. Hal ini dapat dilihat dari banyaknya
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Sektor pertanian merupakan salah satu sektor yang sangat penting dalam suatu negara karena memberikan kontribusi yang cukup besar dalam bidang ekonomi. Menurut
I. PENDAHULUAN A. Latar belakang Pertanian merupakan salah satu sektor yang memegang peranan penting di Indonesia. Sektor pertanian merupakan
I. PENDAHULUAN A. Latar belakang Pertanian merupakan salah satu sektor yang memegang peranan penting di Indonesia. Sektor pertanian merupakan penyokong utama perekonomian rakyat. Sebagian besar masyarakat
I. PENDAHULUAN. Indonesia selama ini dikenal sebagai negara yang memiliki sumber daya alam
I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Indonesia selama ini dikenal sebagai negara yang memiliki sumber daya alam yang melimpah, sehingga sering disebut sebagai negara agraris yang memiliki potensi untuk mengembangkan
Sosio Ekonomika Bisnis ISSN ANALISIS EKONOMI PERKEBUNAN KELAPA DALAM TERHADAP PEREKONOMIAN WILAYAH KABUPATEN TANJUNG JABUNG TIMUR
ANALISIS EKONOMI PERKEBUNAN KELAPA DALAM TERHADAP PEREKONOMIAN WILAYAH KABUPATEN TANJUNG JABUNG TIMUR Rian Ragusta 1), Armen Mara 2), dan Rozaina Ningsih 2) 1) Alumni Program Studi Agribisnis Fakultas
KELAPA SAWIT: PENGARUHNYA TERHADAP EKONOMI REGIONAL DAERAH RIAU. Abstrak
KELAPA SAWIT: PENGARUHNYA TERHADAP EKONOMI REGIONAL DAERAH RIAU Almasdi Syahza 1 dan Rina Selva Johan 2 Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Riau Email: [email protected]: [email protected]
PENDAHULUAN Latar Belakang
PENDAHULUAN Latar Belakang Pertambahan penduduk Indonesia setiap tahunnya berimplikasi pada semakin meningkatkan kebutuhan pangan sebagai kebutuhan pokok manusia. Ketiadaan pangan dapat disebabkan oleh
I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
1 I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Sektor pertanian mempunyai peranan yang sangat penting bagi perekonomian Indonesia. Peranan pertanian antara lain adalah : (1) sektor pertanian masih menyumbang sekitar
Buana Sains Vol 9 No 1: 57-62, 2009
57 Buana Sains Vol 9 No 1: 57-62, 2009 VARIABEL YANG MEMPENGARUHI PEMILIHAN SALURAN DISTRIBUSI BAGI PETANI PRODUSEN SALAK (Studi pada petani salak di Desa Kresikan Kecamatan Gondangwetan Kabupaten Pasuruan)
I. PENDAHULUAN. untuk meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan suatu bangsa. Dalam upaya
1 I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pembangunan ekonomi sangat diperlukan oleh suatu negara dalam rangka untuk meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan suatu bangsa. Dalam upaya meningkatkan kesejahteraan
I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang
I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Krisis ekonomi yang pernah melanda Indonesia pada pertengahan tahun 1997 telah menimbulkan berbagai dampak yang serius. Dampak yang timbul akibat krisis ekonomi di Indonesia
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Indonesia merupakan negara kepulauan yang mempunyai jenis tanah yang subur. Berdasarkan karakteristik geografisnya Indonesia selain disebut sebagai negara
ppbab I PENDAHULUAN A. Latar Belakang
ppbab I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Lahan merupakan sumber daya alam yang memiliki fungsi yang sangat luas dalam memenuhi berbagai kebutuhan manusia. Di lihat dari sisi ekonomi, lahan merupakan input
BAB I PENDAHULUAN. untuk membangun dirinya untuk mencapai kesejahteraan bangsanya. meliputi sesuatu yang lebih luas dari pada pertumbuhan ekonomi.
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Sebagai salah satu negara berkembang Indonesia selalu berusaha untuk membangun dirinya untuk mencapai kesejahteraan bangsanya. Pembangunan ekonomi dilaksanakan
I. PENDAHULUAN. penyediaan lapangan kerja, pemenuhan kebutuhan konsumsi dalam negeri, bahan
I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Indonesia merupakan negara yang memiliki kekayaan sumberdaya alam yang melimpah, terutama pada sektor pertanian. Sektor pertanian sangat berpengaruh bagi perkembangan
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Peranan sektor pertanian dalam pembangunan di Indonesia tidak perlu diragukan lagi. Garis Besar Haluan Negara (GBHN) telah memberikan amanat bahwa prioritas pembangunan
ANALISIS FAKTOR PRODUKSI YANG MEMPENGARUHI PENDAPATAN PETANI KARET DI DESA RAMBAH HILIR TENGAH KECAMATAN RAMBAH HILIR KABUPATEN ROKAN HULU ABSTRACT
ANALISIS FAKTOR PRODUKSI YANG MEMPENGARUHI PENDAPATAN PETANI KARET DI DESA RAMBAH HILIR TENGAH KECAMATAN RAMBAH HILIR KABUPATEN ROKAN HULU Sri Wahyuni 1, Ikhsan Gunawan 2, Edward Bahar 3 1 Students of
ANALISIS PERMINTAAN DAGING SAPI DI KOTA MEDAN
ANALISIS PERMINTAAN DAGING SAPI DI KOTA MEDAN Dionica Putri 1), H M Mozart B Darus M.Sc 2), Dr.Ir.Tavi Supriana, MS 3) Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara Jl. Prof. A.
BAB I PENDAHULUAN. Sektor pertanian mempunyai peranan yang sangat penting bagi
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Sektor pertanian mempunyai peranan yang sangat penting bagi perekonomian Indonesia, peran tersebut antara lain adalah bahwa sektor pertanian masih menyumbang sekitar
BAB I PENDAHULUAN. dalam pembangunan nasional, khususnya yang berhubungan dengan pengelolaan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Sektor pertanian merupakan salah satu sektor yang menjadi pusat perhatian dalam pembangunan nasional, khususnya yang berhubungan dengan pengelolaan dan pemanfaatan
