Tabel 1.1. Event Marching Band
|
|
|
- Hamdani Atmadja
- 8 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 BAB I PENDAHULUAN I.1. Latar Belakang I.1.1. Latar Belakang Pengadaan Proyek Marching Band adalah sekelompok barisan orang yang memainkan satu atau beberapa lagu dengan menggunakan sejumlah instrumen alat musik (tiup dan perkusi) secara bersama-sama. Disamping berbagai kombinasi instrumen musik, juga terdapat color guard yang memberikan keindahan tersendiri melalui gerakan-gerakan dengan menggunakan instrumen bendera. Pengertian ini tidak mengikat secara jumlah anggota, ada kalanya marching band tampil dalam format ensemble yang terdiri dari empat hingga delapan orang. Kegiatan marching band saat ini semakin digemari masyarakat, dapat dilihat dari partisipasi unit marching band yang ikut serta dalam kejuaraan daerah maupun nasional dan semakin seringnya event yang diselenggarakan. Di setiap tahunnya rutin digelar kegiatan, salah satunya Jogja Marching Day (JMD), kegiatan berupa pelatihan teknik, pengetahuan, dan lain-lain seputar marching. Event-event tahunan yang diselenggarakan dapat dilihat pada tabel dibawah ini. Tabel 1.1. Event Marching Band GPMB Grand Prix Marching Band IOMBC Indonesia Open Marching Band and Championship DMC Darunajjah Marching Competition Langgam Kombat Kompetisi Marching Band Terbuka FOMB Festival Open Marching Band GMMB Gadjah Mada Marching Band JMD Jogja Marching Day HBCUP Hamengku Buwono Cup (sumber: P u s a t P e l a t i h a n M a r c h i n g B a n d M a h a s i s w a d i D. I. Y o g y a k a r t a 1
2 Latihan marching band menjadi sangat padat terutama saat akan mengikuti kompetisi atau event, tetapi tempat berlatih yang ada saat ini kurang mendukung dari segi fasilitas, yaitu luas bangunan dan tata suara bangunan. Sedangkan latihan merupakan proses pematangan semua materi sebelum mengikuti kompetisi, tetapi tempat yang sesuai dengan kriteria belum tersedia. Maka, perlu direncanakan sarana yang memadai untuk berlatih. Pada Pusat Pelatihan Marching Band Mahasiswa ini diberikan fasilitas yang sesuai dengan kriteria tempat berlatih untuk marching band antara lain outdoor spot yang memiliki bidang pantul dan tidak pantul, diperlukannya area yang cukup teduh dan tidak mengganggu masingmasing spot yang ada, ruang outdoor berumput, ruang olah tubuh, ruang indoor berupa GOR dan auditorium dengan akustika yang baik. Pada tabel berikut dapat dilihat daftar-daftar unit marching band divisi mahasiswa yang terdapat di Daerah Istimewa. Tabel 1.2. Marching Band divisi mahasiswa di No. Nama Alamat Asal Universitas 1. MB. Atma Jaya Jl. Babarsari 44, Universitas Atma Jaya 2. MB. Citra Derap Bahana Kampus Karangmalang,, Universitas Negeri 3. MB. Univ. Gadjah Mada Jl. Grafika no.2, Universitas Gadjah Mada, MB. Univ. Islam Indonesia Jl. Kaliurang km.14,5,, Universitas Islam Indonesia 5. MB. Univ. Muhammadiyah Jl. Lingkar Selatan, Bantul,, Univ. Muhammadiyah MB. UPN V Jl. SWK 104, Condongcatur Universitas Pembangunan Nasional (sumber: & P u s a t P e l a t i h a n M a r c h i n g B a n d M a h a s i s w a d i D. I. Y o g y a k a r t a 2
3 Untuk mewadahi kegiatan yang ada, tempat adalah menjadi kendala yang besar. Berikut rincian tempat-tempat latihan yang biasa digunakan: 1. Mandala Krida AAU fungsi : GOR digunakan sebagai tempat untuk olahraga. 2. Youth Center (Jl. Magelang) fungsi : bumi perkemahan 3. Bumi Perkemahan Kaliurang fungsi : bumi perkemahan 4. GOR Pangukan, Sleman fungsi : tempat olahraga 5. GOR Akademi Militer, Magelang fungsi : tempat olahraga 6. Hall kampus fungsi : tempat parkir dan lapangan olah raga Bangunan dan tanah lapang yang ada lebih pada bangunan multi fungsi yang tidak dirancang untuk bermusik terlebih lagi kegiatan marching band. I.1.2. Latar Belakang Permasalahan Tempat untuk kegiatan latihan marching band mahasiswa di D.I. yang ada saat ini belum memadai dari segi luas bangunan dan tata suara bangunan. Ada berbagai macam instrumen dalam marching band yang terdiri dari instrumen musik tiup dan pukul. Disamping berbagai instrumen musik, juga terdapat para penjaga warna atau color guard yang memberikan keindahan tersendiri melalui gerakan-gerakan lincah dengan menggunakan instrumen bendera. Perpaduan semua instrumen yang menyajikan unsur musikalitas tinggi, keseragaman langkah dalam barisan, keserasian efek gerak horn line dan percussion dipadu dengan visualisasi dari color guard mampu menghasilkan sebuah penampilan yang harmonis. P u s a t P e l a t i h a n M a r c h i n g B a n d M a h a s i s w a d i D. I. Y o g y a k a r t a 3
4 Menurut kamus besar bahasa Indonesia, Instrumen adalah alat bantu yang memungkinkan pengguna sebagai manusia biasa bisa melakukan tugas yang melampaui batasan alamiah manusia Terdapat tiga macam instrumen dalam marching band, yaitu instrumen musik tiup, instrumen musik pukul, dan instrumen bendera. Pada instrumen musik tiup terbagi menjadi trumpet, mellophone, french horns, tuba, trombone dan baritone. Sedangkan pada instrumen musik pukul, terdapat snare drum, bass drum, vibraphone, xylophone, glockenspiel (bells), marimba. Pada instrumen bendera terdapat beberapa komponen seperti flag, double flag, rifle dan sabre. Pendekatan analogi bentuk diambil berdasarkan wakil tiap-tiap instrumen, pada alat musik tiup, pendekatan bentuk dari bentuk trumpet, karena trumpet sering digunakan menjadi melodi pada musik yang dimainkan. Snare drum mewakili alat musik pukul, karena snare drum sering digunakan menjadi patokan tempo oleh instrumen musik lain. Sedangkan pada instrumen bendera, pendekatan bentuk yang dipilih adalah flag, karena flag identik dengan color guard. Gambar 1.1. (ki-ka) Instrumen Musik Tiup (Trumpet), Instrumen Musik Pukul (Snare Drum), Instrumen Bendera (sumber: google.com) Bangunan Pusat Pelatihan Marching Band Mahasiswa di D.I. pada proyek ini nantinya akan digunakan untuk pusat pelatihan unit marching band divisi mahasiswa untuk berlatih teknik dan transfer materi kegiatan (event/kompetisi). P u s a t P e l a t i h a n M a r c h i n g B a n d M a h a s i s w a d i D. I. Y o g y a k a r t a 4
5 I.2. Rumusan Masalah Bagaimana landasan konseptual perencanaan dan perancangan Pusat Pelatihan Marching Band Mahasiswa di D.I. yang mampu menunjukkan karakter dinamis melalui pengaturan tata ruang, tata bentuk dan tata massa dengan pendekatan analogi trumpet, snare drum dan bendera? I.3. I.4. Tujuan dan Sasaran I.3.1. Tujuan Tujuan penulisan adalah untuk merumuskan konsep perencanaan dan perancangan Pusat Pelatihan Marching Band Mahasiswa di D.I. yang memberikan karakter dinamis dalam pendekatan tata ruang, tata bentuk dan tata massa dengan pendekatan analogi bentuk dari trumpet, snare drum dan bendera I.3.2. Sasaran 1. Mempelajari tata ruang, tata bentuk dan tata massa yang menunjukan karakter dinamis. 2. Menghasilkan analisis mengenai karakter dinamis yang menunjukan karakter marching band pada tata ruang, tata bentuk dan tata massa. 3. Mempelajari tata ruang, tata bentuk dan tata massa berdasarkan pendekatan analogi bentuk yang tercipta dari instrumen trumpet, snare drum dan bendera. Lingkup Studi I.4.1. Materi Studi a. Lingkup Spatial Bagian-bagian dari Pusat Pelatihan Marching Band Mahasiswa di D.I. yang akan diolah sebagai penekanan studi adalah ruang, bentuk dan massa. b. Lingkup Substansial Pada bagian tata ruang, tata bentuk dan tata massa pada Pusat Pelatihan Marching Band Mahasiswa di D.I. yang akan diolah adalah bentuk, jenis material, tekstur, dan ukuran. P u s a t P e l a t i h a n M a r c h i n g B a n d M a h a s i s w a d i D. I. Y o g y a k a r t a 5
6 c. Lingkup Temporal Bangunan Pusat Pelatihan Marching Band Mahasiswa di D.I. diharapkan dapat menjadi penyelesaian tata ruang, tata bentuk dan tata massa untuk kurun waktu 20 tahun. I.4.2. Pendekatan Studi Penyelesaian tata ruang, tata bentuk dan tata massa akan dilakukan dengan pendekatan analogi bentuk. I.5. Metode Studi I.5.1. Metode Pencarian Data Wawancara Metode ini digunakan agar mendapatkan informasi yang lebih mendetail mengenai alat, kegiatan dan hal-hal yang diperlukan dalam latihan marching band. Observasi Pengamatan langsung ke lapangan saat sedang adanya latihan untuk mengetahui keadaan lapangan saat sedang adanya latihan. Studi Pustaka Memperdalam ilmu dengan mepelajari buku-buku tentang marching band, alat musik, tata ruang, akustika, landscape dan bangunan bertingkat. I.5.2. Metode Menganalisis Data Studi Literatur Mempelajari lebih lanjut mengenai tata ruang dalam, mempelajari refrensi tentang marching band, mencari dan mempelajari mengenai akustika bangunan dari buku arsitektur maupun majalah arsitektur. Studi Site Lapangan Melakukan pengamatan langsung site yang dipilih untuk melihat kondisi lingkungan dan potensi-potensi yang dapat dimanfaatkan. Studi Site Lapangan ini dapat dilakukan dengan catatan-catatan P u s a t P e l a t i h a n M a r c h i n g B a n d M a h a s i s w a d i D. I. Y o g y a k a r t a 6
7 yang diperkuat dengan pendokumetasian lokasi yang dapat digunakan untuk petimbangan perancangan bangunan. I.6. Sistematika Pembahasan BAB I. PENDAHULUAN Pada bab ini membahas tentang latar belakang pengadaan proyek, latar belakang permasalahan, rumusan masalah, tujuan dan sasaran, lingkup studi metode studi, dan sistematika pembahasan. BAB II. BAB III. BAB IV. BAB V. BAB VI. TINJAUAN UMUM PELATIHAN MARCHING BAND Pada bab ini membahas tentang pengertian marching band, tinjauan terhadap obyek yang sejenis, penjelasan-penjelasan mengenai persyaratan, standar-standar perancangan dan perencanaan bangunan, kebutuhan. TINJAUAN PUSAT PELATIHAN MARCHING BAND MAHASISWA DI D.I.YOGYAKARTA Pada bab ini membahas mengenai kriteria pemilihan lokasi, batas-batas lokasi, kondisi wilayah, potensi lokasi proyek dan peraturan pada lokasi yang dipilih. TINJAUAN PENEKANAN STUDI Pada bab ini berisi mengenai definisi dan elemen-elemen pembatas ruang dalam, ruang luar dan suprasgmen arsitektural. ANALISIS Pada bab ini membahas mengenai analisis pendekatan masalah mengenai tata ruang, analisis program ruang, analisis tapak, dan analisis desain bangunan. KONSEP Pada bab ini berisi mengenai konsep perencanaan dan perancangan Pusat Pelatihan Marching Band Mahasiswa di P u s a t P e l a t i h a n M a r c h i n g B a n d M a h a s i s w a d i D. I. Y o g y a k a r t a 7
8 D.I., mengenai tata ruang dalam, tata ruang luar, tata bentuk dan tata massa. I.7. Kerangka Berpikir Issue Marching Band yang berkembang dan semakin digemari masyarakat membutuhkan tempat berlatih yang mampu mewadahi kegiatan marching band. Bagaimana landasan konseptual perencanaan dan perancangan Pusat Pelatihan Marching Band Mahasiswa di D.I. yang mampu menunjukkan karakter dinamis melalui pengaturan tata ruang, tata bentuk dan tata massa dengan pendekatan analogi trumpet, snare drum dan bendera? Tahap Analisis Pendekatan karakter dinamis dan analogi bentuk Pola kegiatan, kebutuhan ruang dan organisasi ruang Tata ruang, tata bentuk dan tata massa Konsep perencanaan dan perancangan pusat pelatihan marching band mahasiswa di D.I. Bagan 1.1. Kerangka Berpikir (sumber: Analisis Penulis) P u s a t P e l a t i h a n M a r c h i n g B a n d M a h a s i s w a d i D. I. Y o g y a k a r t a 8
BAB I PENDAHULUAN. Tabel I. 1 Daftar Unit Marching Band di Indonesia
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang 1.1.1. Perkembangan Marching Band di Indonesia Marching Band di Indonesia umum dikenal sebagai pengembangan lebih lanjut dari Drum Band yang sebelumnya berada di bawah
BAB I PENDAHULUAN. kejuaraan-kejuaraan Marching Band yang diadakan di tingkat daerah maupun
BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Perkembangan Marching Band di Indonesia mulai mengalami kemajuan yang dinilai cukup pesat. Hal ini terbukti dengan dilaksanakannya berbagai kejuaraan-kejuaraan Marching
BAB I PENDAHULUAN. pengetahuan dan keahlian tertentu, serta sikap agar semakin terampil dan. kegiatan yang memerlukan sebuah pelatihan adalah musik.
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pelatihan merupakan suatu perubahan seseorang untuk mempelajari suatu pengetahuan dan keterampilan dengan jangka waktu tertentu untuk mencapai sebuah tujuan, dalam proses
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Manusia tidak bisa lepas dari seni, terutama seni musik yang memanjakan telinga kita. Marching Band merupakan salah satu jenis seni bermusik yang sudah bermula
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. terbentuknya sebuah tim. Setiap anggota kelompok marching band merasa aman,
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Kohesivitas dalam sebuah marching band sangat berperan penting dalam terbentuknya sebuah tim. Setiap anggota kelompok marching band merasa aman, nyaman dan berada
BAB I PENDAHULUAN. Pentingnya pendidikan bagi pembinaan sumber daya manusia sangat
BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG MASALAH Pentingnya pendidikan bagi pembinaan sumber daya manusia sangat diharapkan oleh setiap orang. Karena melalui pendidikan akan tercipta seorang manusia yang cakap,
BAB I PENDAHULUAN. industri jasa. Sektor industri jasa berkontribusi meningkatkan PDB nasional dari
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Lingkungan Eksternal Bisnis Menurut Pangestu (2016 dalam Ika, 2016), sektor jasa di Indonesia mampu menjadi sumber utama pertumbuhan ekonomi Indonesia melalui berbagai industri jasa.
BAB I PENDAHULUAN. laku dalam upaya pengembangan dirinya. Perubahan yang terjadi pada peserta
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan bagi peserta didik merupakan suatu proses perubahan tingkah laku dalam upaya pengembangan dirinya. Perubahan yang terjadi pada peserta didik ini merupakan
P E R A T U R A N LOMBA UNJUK GELAR ( DISPLAY COMPETITION ) 2015 LAPANGAN BESAR Pasal 1 PENDAHULUAN. Pasal 2 TAPAK LOMBA
P E R A T U R A N LOMBA UNJUK GELAR ( DISPLAY COMPETITION ) 2015 LAPANGAN BESAR 2015 Pasal 1 PENDAHULUAN 1.1. UNJUK GELAR adalah lomba lomba beregu pegelaran dengan menggunakan peralatan musik dilapangan
LANDASAN KONSEPTUAL PERENCANAAN DAN PERANCANGAN PUSAT KEGIATAN MARCHING BAND DI YOGYAKARTA
LANDASAN KONSEPTUAL PERENCANAAN DAN PERANCANGAN PUSAT KEGIATAN MARCHING BAND DI YOGYAKARTA TUGAS AKHIR SARJANA STRATA-1 UNTUK MEMENUHI SEBAGIAN PERSYARATAN YUDISIUM UNTUK MENCAPAI DERAJAT SARJANA TEKNIK
TUGAS AKHIR SARJANA STRATA 1
LANDASAN KONSEPTUAL PERENCANAAN DAN PERANCANGAN PUSAT PELATIHAN MARCHING BAND MAHASISWA DI D.I. YOGYAKARTA TUGAS AKHIR SARJANA STRATA 1 UNTUK MEMENUHI SEBAGIAN PERSYARATAN YUDISIUM UNTUK MENCAPAI DERAJAT
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Latar Belakang Pengadaan Proyek Tabel 1. 1 Pertumbuhan Jumlah Pelajar di Yogyakarta
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang 1.1.1 Latar Belakang Pengadaan Proyek Pada perkembangan jaman yang semakin pesat saat ini, olahraga menjadi salah satu kegiatan yang diperhatikan. Olahraga merupakan
SMP NUSA SERASAN TAHUN 2014
PROPOSAL PENGADAAN ALAT DRUM BAND/ MARCING BAND BARU SMP NUSA SERASAN TAHUN 2014 PERSATUAN DRUM BAND INDONESIA SMP NUSA SERASAN Jl. Raya Palembang Jambi KM 121 Desa Nusa Serasan Kecamatan Sungai Lilin
KEJUARAAN NASIONAL ANTAR CLUB HAMENGKU BUWONO CUP 2014
KEJUARAAN NASIONAL ANTAR CLUB HAMENGKU BUWONO CUP 2014 2014 PENGPROV PDBI DIY PETUNJUK PELAKSANAAN KEJURNAS ANTARCLUB DRUM BAND/MARCHING BAND HAMENGKU BUWONO CUP 2014 I. NAMA KEGIATAN KEJURNAS ANTARCLUB
P E R A T U R A N LOMBA UNJUK GELAR ( DISPLAY COMPETITION ) 2013 S A T U A N K E C I L Pasal 1 PENDAHULUAN. Pasal 2 TAPAK LOMBA
P E R A T U R A N LOMBA UNJUK GELAR ( DISPLAY COMPETITION ) 2013 S A T U A N K E C I L 2013 Pasal 1 PENDAHULUAN 1.1. UNJUK GELAR adalah lomba lomba beregu pegelaran dengan menggunakan peralatan musik dilapangan
BAB II TINJAUAN UMUM PELATIHAN MARCHING BAND
BAB II TINJAUAN UMUM PELATIHAN MARCHING BAND 2.1. Tinjauan Umum Marching Band 2.1.1. Pengertian Marching Band Marching band adalah sekelompok barisan orang yang memainkan satu atau beberapa lagu dengan
STREET PARADE MARCHING BAND FESTIVAL BUAH DAN BUAH DAN BUNGA NUSANTARA IPB 2015 REGISTRATION FORM. Jumlah Anggota Male: Female: Total:
STREET PARADE MARCHING BAND FESTIVAL BUAH DAN BUAH DAN BUNGA NUSANTARA IPB 2015 REGISTRATION FORM I) INFORMASI UNIT Nama Unit : Nama Instansi / Sekolah : Kota / Kab - Provinsi: Alamat : MANAGER UNIT :
PERATURAN KEPALA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA NOMOR 9 TAHUN 2015 TENTANG SATUAN MUSIK KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA
PERATURAN KEPALA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA NOMOR 9 TAHUN 2015 TENTANG SATUAN MUSIK KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA KEPALA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA,
MEDIA AJAR PELATIHAN MARCHING BAND BERBASIS ANDROID Noviana Program Studi Ilmu Komputer FMIPA Universitas Pakuan
MEDIA AJAR PELATIHAN MARCHING BAND BERBASIS ANDROID Noviana email: [email protected] Program Studi Ilmu Komputer FMIPA Universitas Pakuan ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengimplementasikan
P E R A T U R A N LOMBA KETAHANAN DAN KETEPATAN BERBARIS ( ENDURO DAN PRECISION MARCHING ) 2013 S A T U A N K E C I L Pasal 1 PENDAHULUAN
P E R A T U R A N LOMBA KETAHANAN DAN KETEPATAN BERBARIS ( ENDURO DAN PRECISION MARCHING ) 2013 S A T U A N K E C I L 2013 Pasal 1 PENDAHULUAN 1.1. KETAHANAN dan KETEPATAN BERBARIS adalah lomba beregu
BAB II TINJAUAN HAKIKAT PUSAT KEGIATAN MARCHING BAND
BAB II TINJAUAN HAKIKAT PUSAT KEGIATAN MARCHING BAND 2.1 Tinjauan Pusat Kegiatan Marching Band 2.1.1 Pengertian Pendidikan a. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI),
BAB 1 PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Sampah merupakan material sisa yang tidak diinginkan setelah berakhirnya
BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Sampah merupakan material sisa yang tidak diinginkan setelah berakhirnya suatu proses. Sampah didefenisikan oleh manusia menurut derajat keterpakaiannya, dalam
P E R A T U R A N L O M B A B E R B A R I S J A R A K P E N D E K ( SHORT DISTANCE MARCHING ) 2013 S A T U A N K E C I L 2013 Pasal 1 PENDAHULUAN
P E R A T U R A N L O M B A B E R B A R I S J A R A K P E N D E K ( SHORT DISTANCE MARCHING ) 2013 S A T U A N K E C I L 2013 Pasal 1 PENDAHULUAN 1.1. BERBARIS JARAK PENDEK adalah lomba beregu berbaris
Asrama Mahasiswa Universitas Atma Jaya Yogyakarta
BAB I PENDAHULUAN 1.1.Latar belakang 1.1.1. Latar Belakang Pengadaan Proyek Fenomena kepadatan penduduk merupakan permasalahan yang sudah tidak asing terjadi di kota kota di Indonesia terutama yang berada
PROSES PELATIHAN LINE
PROSES PELATIHAN LINE SNARE DRUM PADA SECTION BATTERY PERCUSSION MARCHING BAND SARASWATI ISI YOGYAKARTA DENGAN LAGU PETROUCHKA BAGIAN II UNTUK GPMB 2015 TUGAS AKHIR Program Studi S-1 Seni Musik Oleh: Benni
BAB I PENDAHULUAN I.1. Latar Belakang I.1.1. Latar Belakang Pengadaan Proyek .
BAB I PENDAHULUAN I.1. Latar Belakang I.1.1. Latar Belakang Pengadaan Proyek Pengadaan sarana dan prasarana olahraga, khususnya yang menyangkut olahraga prestasi, baik untuk mendukung pembinaan dan pelatihan
P E R A T U R A N LOMBA BARIS BERBARIS ( MARCHING COMPETITION ) 2013 S A T U A N K E C I L Pasal 1 PENDAHULUAN. Pasal 2 TAPAK LOMBA
P E R A T U R A N LOMBA BARIS BERBARIS ( MARCHING COMPETITION ) 2013 S A T U A N K E C I L 2013 Pasal 1 PENDAHULUAN 1.1. BARIS BERBARIS adalah lomba beregu berbaris dengan menggunakan peralatan musik melalui
BAB I PENDAHULUAN. Universitas Kristen Maranatha 1
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Indonesia terdiri dari 17.508 pulau dan 1.128 suku bangsa, oleh karena itu Indonesia dikenal dengan semboyannya Bhinneka Tunggal Ika yang memiliki arti berbeda-beda
LANDASAN KONSEPTUAL PERENCANAAN DAN PERANCANGAN PUSAT PELATIHAN DAN ASRAMA ATLET BASKET DI YOGYAKARTA TUGAS AKHIR SARJANA STRATA 1
LANDASAN KONSEPTUAL PERENCANAAN DAN PERANCANGAN PUSAT PELATIHAN DAN ASRAMA ATLET BASKET DI YOGYAKARTA TUGAS AKHIR SARJANA STRATA 1 UNTUK MEMENUHI SEBAGIAN PERSYARATAN YUDISIUM UNTUK MENCAPAI DERAJAT SARJANA
BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Pengadaan Proyek
BAB I PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG 1.1.1. Latar Belakang Pengadaan Proyek Yogyakarta sering dikenal sebagai kota pelajar. Dapat dilihat dari banyaknya generasi muda yang setiap tahun melanjutkan pendidikan
PUSAT PERTUNJUKAN DAN INTERAKSI KOMUNITAS MUSIK KAUM MUDA DI YOGYAKARTA
LANDASAN KONSEPTUAL PERENCANAAN DAN PERANCANGAN PUSAT PERTUNJUKAN DAN INTERAKSI KOMUNITAS MUSIK KAUM MUDA DI YOGYAKARTA TUGAS AKHIR SARJANA STRATA 1 UNTUK MEMENUHI SEBAGIAN PERSYARATAN YUDISIUM UNTUK MENCAPAI
PUSAT PAGELARAN SENI KONTEMPORER INDONESIA DI YOGYAKARTA
LANDASAN KONSEPTUAL PERENCANAAN DAN PERANCANGAN PUSAT PAGELARAN SENI KONTEMPORER INDONESIA DI YOGYAKARTA TUGAS AKHIR SARJANA STRATA 1 UNTUK MEMENUHI SEBAGIAN PERSYARATAN YUDISIUM UNTUK MENCAPAI DERAJAT
LAST LIMITS KOMPOSISI MUSIK BERDASARKAN KRITERIA PENILAIAN UNTUK KOMPETISI MARCHING BAND NASKAH PUBLIKASI ILMIAH
LAST LIMITS KOMPOSISI MUSIK BERDASARKAN KRITERIA PENILAIAN UNTUK KOMPETISI MARCHING BAND NASKAH PUBLIKASI ILMIAH Oleh : ANDRE NIM. 1011545013 JURUSAN MUSIK FAKULTAS SENI PERTUNJUKAN INSTITUT SENI INDONESIA
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Musik merupakan seni yang menghasilkan suara terampil dan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Musik merupakan seni yang menghasilkan suara terampil dan menyenangkan, untuk menggabungkan rangkaian musik dengan baik bahkan mempesona sehingga bunyi merdu
BAB 1 PENDAHULUAN Latar Belakang Eksistensi Proyek BAB 1 PENDAHULUAN
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Eksistensi Proyek Yogyakarta telah lama dikenal sebagai kota pelajar. Hal ini didasarkan dari beberapa faktor, salah satunya adalah dalam segi tingginya kuantitas
PEKALONGAN BASKETBALL ARENA
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Pengertian Judul Judul laporan Studio Konsep Perancangan Arsitektur yang dipilih adalah PEKALONGAN BASKETBALL ARENA. Untuk mengetahui pengertian dari definisi judul tersebut akan
SELAYANG PANDANG SENI MARCHING BAND. Oleh: Ahmad Bengar Harahap (Dosen FBS, Pembina dan Pelatih Marching Band WSB UNIMED) ABSTRAK
SELAYANG PANDANG SENI MARCHING BAND Oleh: Ahmad Bengar Harahap (Dosen FBS, Pembina dan Pelatih Marching Band WSB UNIMED) A. Defenisi Marching Band. ABSTRAK Konon, Marching Band lahir pada pasca Perang
2016 BANDUNG SPORTS CLUB
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perancangan Bandung sebagai salah satu kota besar di Indonesia, pada perkembangannya tergolong cukup pesat. Hal ini ditandai dengan semakin meningkatnya populasi
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Latar Belakang Sport Hall
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang 1.1.1 Latar Belakang Sport Hall Olahraga merupakan suatu kegiatan jasmani yang dilakukan dengan maksud untuk memelihara kesehatan dan memperkuat otot otot tubuh. Dalam
BAB I PENDAHULUAN.
BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG 1.1.1 LATAR BELAKANG PENGADAAN PROYEK Kota Yogyakarta merupakan pusat dari perekonomian di DIY, dimana perputaran uang dan kegiatan periklanan lebih banyak dilakukan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Secara global dalam beberapa tahun terakhir, beberapa perusahaan telah melaksanakan kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR) sebagai suatu kegiatan dalam mendukung
BAB I PENDAHULUAN. Musik adalah bunyi-bunyian yang berirama 1. Banyak manusia tidak
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Musik adalah bunyi-bunyian yang berirama 1. Banyak manusia tidak menyadari bahwa ketika melakukan aktivitas yang menghasilkan bunyi, manusia sudah mendengar atau sudah
KETENTUAN UMUM PETUNJUK PELAKSANAAN LOMBA MARCHING BAND FLORIKULTURA INDONESIA 2017
1. NAMA KEGIATAN FLORIKULTURA INDONESIA 2017 KETENTUAN UMUM PETUNJUK PELAKSANAAN LOMBA MARCHING BAND FLORIKULTURA INDONESIA 2017 2. PENYELENGGARA Kementrian Koordinator Bidang Perekonomian Kementrian Pertanian
BAB I PENDAHULUAN. I.1 Latar Belakang
I.1 Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN I.1.1 Latar Belakang Pengadaan Proyek Yogyakarta adalah sebuah kota yang terletak di pulau jawa yang berbatasan langsung dengan provinsi Jawa Tengah dan berbatasan
AMPHITHEATER DI YOGYAKARTA
LANDASAN KONSEPTUAL PERENCANAAN DAN PERANCANGAN AMPHITHEATER DI YOGYAKARTA TUGAS AKHIR SARJANA STRATA 1 UNTUK MEMENUHI SEBAGIAN PERSYARATAN YUDISIUM UNTUK MENCAPAI DERAJAT SARJANA TEKNIK (S-1) PADA PROGRAM
I. 1 Latar Belakang I Latar Belakang Pengadaan Proyek
I. 1 Latar Belakang I. 1. 1 Latar Belakang Pengadaan Proyek Olahraga merupakan kebutuhan dasar manusia untuk mengolah jasmani manusia agar memiliki jasmani yang sehat. Olahraga dapat dilakukan dengan berbagai
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
5 BAB II TINJAUAN PUSTAKA Bab ini merupakan bab yang menguraikan tentang teori penunjang dari Marching Band, alat musik perkusi, aplikasi, android, Corona SDK, dan bahasa pemrograman Lua yang digunakan
ANALISIS PENYAJIAN PEER GYNT SUITE NO
ANALISIS PENYAJIAN PEER GYNT SUITE NO.1 BAGIAN IV ANITRA S DANCE OLEH MARCHING BAND SARASWATIINSTITUT SENI INDONESIA YOGYAKARTA PADA GRAND PRIX MARCHING BAND KE XXIX 2013 JURNAL Program Studi S-1 Seni
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA SPORT CENTER
DASAR PROGRAM PERENCANAAN DAN PERANCANGAN ARSITEKTUR (DP3A) UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA SPORT CENTER Diajukan sebagai Pelengkap dan Syarat guna Mencapai Gelar Sarjana Teknik Arsitektur Universitas
RUMAH RETRET DI YOGYAKARTA
LANDASAN KONSEPTUAL PERENCANAAN DAN PERANCANGAN RUMAH RETRET DI YOGYAKARTA TUGAS AKHIR SARJANA STRATA 1 UNTUK MEMENUHI SEBAGIAN PERSYARATAN YUDISIUM UNTUK MENCAPAI DERAJAT SARJANA TEKNIK (S PADA PROGRAM
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Latar Belakang Eksistensi Proyek. Pusat Penitipan dan Pendidikan Anak Usia Dini di Yogyakarta
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang 1.1.1 Latar Belakang Eksistensi Proyek Usia dini pada anak atau usia di bawah lima tahun adalah usia yang paling kritis atau paling menentukan dalam pembentukan karakter
BAB I PENDAHULUAN. Gelanggang Olahraga Bulutangkis Di Sleman D.I.Yogyakarta Latar Belakang Pengadaan Proyek
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Pengadaan Proyek Yogyakarta sebagai salah satu kota besar di Indonesia, pada perkembangannya tergolong cukup pesat ditandai dengan semakin meningkatnya populasi masyarakat
BAB I PENDAHULUAN STUDENT APARTMENT DI KABUPATEN SLEMAN, DIY
BAB I PENDAHULUAN 1. Latar Belakang 1.1. Latar Belakang Pengadaan Proyek Rumah tinggal pada dasarnya merupakan suatu wadah dasar manusia ataupun keluarga untuk melangsungkan hidup yang berfungsi untuk
Olahraga ekstrem telah lama lahir dan dikenal oleh masyarakat luas, dengan banyak pilihan jenis serta spesifikasi yang berbeda beda.
B A B. I PENDAHULUAN I. 1. LATAR BELAKANG Olahraga ekstrem telah lama lahir dan dikenal oleh masyarakat luas, dengan banyak pilihan jenis serta spesifikasi yang berbeda beda. Media sebagai sarana bermainnya
1.1. LATAR BELAKANG BAB 1 PENDAHULUAN
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG 1.1.1. Latar Belakang Eksistensi Proyek Daerah Istimewa Yogyakarta merupakan daerah dengan sebutan sebagai kota pelajar yang banyak didatangi oleh para pelajar dari
SOEDIRMAN OPEN VI
PETUNJUK PELAKSANAAN (JUKLAK) PERATURAN DAN KETENTUAN KEJUARAAN DRUM BAND DAN MARCHING BAND TINGKAT TK, SD, SMP, SMA/SEDERAJAT GEDUNG SASANA KRIDA, GOR SATRIA PURWOKERTO KABUPATEN BANYUMAS 23 24 APRIL
FUTSAL CENTRE DI YOGYAKARTA
LANDASAN KONSEPTUAL PERENCANAAN DAN PERANCANGAN FUTSAL CENTRE DI YOGYAKARTA TUGAS AKHIR SARJANA STRATA 1 UNTUK MEMENUHI SEBAGIAN PERSYARATAN YUDISIUM UNTUK MENCAPAI DERAJAT SARJANA TEKNIK (S-1) PADA PROGRAM
BAB I PENDAHULUAN. dari sudut struktual maupun jenisnya dalam kebudayaan. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (1990:602) Musik adalah ilmu atau
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Musik adalah salah satu media ungkapan kesenian, musik mencerminkan kebudayaan masyarakat pendukungnya. Di dalam musik terkandung nilai dan norma-norma yang menjadi
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Peranan Olahraga Terhadap Kesehatan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang 1.1.1. Peranan Olahraga Terhadap Kesehatan Berdasarkan Undang-undang Nomor 3 Tahun 2005 tentang Sistem Keolahragaan Nasional, hal-hal yang terkait pentingnya olahraga
BAB I PENDAHULUAN. Aquatic Arena di Yogyakarta
BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG 1.1.1 LATAR BELAKANG PENGADAAN PROYEK Kegiatan olahraga sangat bermanfaat untuk jasmasni dan rohani manusia. Manfaat jasmani yang kita dapat dari berolahraga menyebabkan
PROSES PEMBELAJARAN MUSIK BAGI KELOMPOK BAND JUST 4_U DI SMA BOPKRI 1 YOGYAKARTA
RINGKASAN SKRIPSI PROSES PEMBELAJARAN MUSIK BAGI KELOMPOK BAND JUST 4_U DI SMA BOPKRI 1 YOGYAKARTA Diajukan Kepada Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Yogyakarta untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan
1. PENDAHULUAN I.1. Latar Belakang
1. PENDAHULUAN I.1. Latar Belakang Musik telah menjadi kebutuhan yang penting bagi kelangsungan hidup manusia, baik itu bagi para pendengar musik ataupun bagi para musisi pencipta lagu. Bagi para musisi
1.1 Pengertian Judul.
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Pengertian Judul. Djogja Freestyle Park, dari judul tersebut dapat diartikan perkata sebagai berikut : Freestyle Secara Umum : Berarti gaya bebas. Freestyle : Suatu kegiatan olahraga
BAB I PENDAHULUAN. Jenjang Pendidikan Atlet Binaan
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Olahraga adalah suatu kegiatan untuk menyehatkan tubuh baik secara jasmani maupun rohani. Kegiatan olahraga ini dapat dilakukan sebagai kegiatan yang menghibur, menyenangkan
BAB I PENDAHULUAN. Tabel 1. 1 Usia Harapan Hidup Indonesia
BAB I PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG 1.1.1 LATAR BELAKANG PENGADAAN PROYEK Rata-rata usia harapan hidup penduduk Indonesia pada tahun 2010-2015 ialah 70,1 tahun, hal tersebut telah menunjukkan tingkat
PUSAT FOTOGRAFI YANG BERSIFAT FLEKSIBEL DI BANTUL, YOGYAKARTA
LANDASAN KONSEPTUAL PERENCANAAN DAN PERANCANGAN PUSAT FOTOGRAFI YANG BERSIFAT FLEKSIBEL DI BANTUL, YOGYAKARTA TUGAS AKHIR SARJANA STRATA 1 UNTUK MEMENUHI SEBAGIAN PERSYARATAN YUDISIUM UNTUK MENCAPAI SARJANA
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang Futsal sekarang ini berkembang salah satu olahraga terpavorit di Indonesia dan seiring dengan perkembangan gaya hidup sekarang, Futsal telah menjadi salah satu trend
Kolam Renang Indoor Universitas Diponegoro - Tugas Akhir 135 LP3A BAB I PENDAHULUAN
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Universitas Diponegoro merupakan salah satu perguruan tinggi terkemuka di Indonesia yang terletak di Jawa Tengah tepatnya di Kota Semarang. Universitas Diponegoro telah
BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pengertian sekolah menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah bangunan atau lembaga untuk belajar dan mengajar serta tempat menerima dan memberi pelajaran; waktu atau
PUSAT PELATIHAN DAN PERTANDINGAN BASKET YOGYAKARTA
LANDASAN KONSEPTUAL PERENCANAAN DAN PERANCANGAN PUSAT PELATIHAN DAN PERTANDINGAN BASKET YOGYAKARTA TUGAS AKHIR SARJANA STRATA 1 UNTUK MEMENUHI SEBAGIAN PERSYARATAN YUDISIUM UNTUK MENCAPAI DERAJAT SARJANA
BAB I PENDAHULUAN. ibid 3 Profil Universitas Darussalam Gontor, Jawa Timur Dalam Angka 2013, Badan Pusat Statistik Provinsi Jawa Timur.
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Pengertian Judul Judul laporan dasar program perencanaan dan perancangan arsitektur (DP3A) yang disusun oleh penulis adalah Gedung Rektorat Universitas Darussalam Gontor Ponorogo
PUSAT PENITIPAN DAN PENDIDIKAN ANAK USIA DINI DI YOGYAKARTA
LANDASAN KONSEPTUAL PERENCANAAN DAN PERANCANGAN PUSAT PENITIPAN DAN PENDIDIKAN ANAK USIA DINI DI YOGYAKARTA TUGAS AKHIR SARJANA STRATA 1 UNTUK MEMENUHI SEBAGIAN PERSYARATAN YUDISIUM UNTUK MENCAPAI DERAJAT
BAB I PENDAHULUAN. I. 1. Latar Belakang Proyek
BAB I PENDAHULUAN I. 1. Latar Belakang Proyek Kebutuhan akan sarana hiburan pada saat ini terutama di kota-kota besar semakin meningkat seiring dengan laju pertumbuhan kota tersebut. Selain itu pertumbuhan
BAB 1 PENDAHULUAN. Masyarakat dan gaya hidupnya dewasa ini semakin berkembang. Hal
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Permasalahan 1.1.1. Kelayakan Proyek Masyarakat dan gaya hidupnya dewasa ini semakin berkembang. Hal ini membuat tingkat kebutuhannya juga semakin bertambah, salah
SPORTS CENTER DI KOTA TANGERANG
LANDASAN PROGRAM PERENCANAAN DAN PERANCANGAN ARSITEKTUR (LP3A) SPORTS CENTER DI KOTA TANGERANG Diajukan untuk memenuhi sebagian persyaratan guna memperoleh gelar Sarjana Teknik Diajukan Oleh : MEITTY D.C
METODE PEMBELAJARAN PADA FRONT ENSEMBLE DALAM MARCHING BAND CITRA DERAP BAHANA UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA SKRIPSI
METODE PEMBELAJARAN PADA FRONT ENSEMBLE DALAM MARCHING BAND CITRA DERAP BAHANA UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA SKRIPSI Diajukan kepada Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Yogyakarta untuk Memenuhi
PUSAT PELATIHAN DAN PERTANDINGAN BULUTANGKIS DI YOGYAKARTA
LANDASAN KONSEPTUAL PERENCANAAN DAN PERANCANGAN PUSAT PELATIHAN DAN PERTANDINGAN BULUTANGKIS DI YOGYAKARTA TUGAS AKHIR SARJANA STRATA 1 UNTUK MEMENUHI SEBAGIAN PERSYARATAN YUDISIUM UNTUK MENCAPAI DERAJAT
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Olahraga merupakan suatu kegiatan jasmani yang bermaksud untuk memelihara kesehatan dan memperkuat otot-otot tubuh, Kegiatan olahraga ini dapat menjadi kegiatan yang
BAB IV PENUTUP. instrumen ini. Pertama adalah scrapes atau sweeps, scrapes merupakan jenis
BAB IV PENUTUP A. Kesimpulan Quint tom mempunyai dua teknik khusus yang menjadi ciri khas dari instrumen ini. Pertama adalah scrapes atau sweeps, scrapes merupakan jenis teknik double stroke yang secara
13 Eunike Yuslina Sunaryo BAB I PENDAHULUAN
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang 1.1.1 Latar Belakang Pegadaan Proyek Minat masyarakat akan hewan peliharaan semakin tinggi, hewan sangat diminati untuk penjaga, hiburan, dan teman hidup. Salah satu
BAB I PENDAHULUAN. Perancangan Sekolah Tinggi Musik Bandung 1
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pendidikan musik adalah bidang studi terkait dengan pengajaran dalam musik. Bidang studi ini mencakup semua aspek pembelajaran, termasuk psikomotor (pengembangan kemampuan),
BAB I PENDAHULUAN. I.1. Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN I.1. Latar Belakang Olahraga merupakan kegiatan yang dapat memberikan kesehatan dan kesenangan kepada manusia. Olahraga juga merupakan satu keharusan dari aspek biologis manusia guna
A. PENDAHULUAN B.DASAR PEMIKIRAN
A. PENDAHULUAN Hajat besar Pengurus Cabang Persatuan Drum Band Indonesia (PDBI) Kota Bogor melalui lomba FESTIVAL OPEN MARCHING BAND BOGOR (FOMB) memang dirasakan sangat luar biasa. Boleh jadi event besar
BAB I PENDAHULUAN. I.1.1 Latar Belakang Pengadaan Proyek
BAB I PENDAHULUAN I.1 Pendahuluan I.1.1 Latar Belakang Pengadaan Proyek Balap sepeda trek setidaknya sudah ada sejak tahun 1980. Dalam perkembangannya, lintasan yang digunakan awalnya terbuat dari bahan
BAB I PENDAHULUAN. Pertumbuhan penduduk kota Yogyakarta berdasarkan BPS Propinsi UKDW
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pertumbuhan penduduk kota Yogyakarta berdasarkan BPS Propinsi Daerah Ibukota Yogyakarta mulai dari tahun 2008 yang memiliki jumlah penduduk 374.783 jiwa, pada tahun
JOGJA POST dan TV BAB 1 PENDAHULUAN
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG PENGADAAN PROYEK PT Yogyakarta Tugu Telivisi (Jogja TV) yang berlokasi di Jl.Wonosari km 9 merupakan institusi penyiaran lokal pertama di Yogyakarta yang diresmikan
BAB I PENDAHULUAN. Service), serta media alam sebagai media pembelajaran dan tempat. school melalui penyediaan fasilitas yang mengacu pada aktivitas
1.1. Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN Berdirinya Boarding School bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas pendidikan dan menanamkan nilai-nilai tertentu yang tidak didapatkan pada sekolah-sekolah
A. PENDAHULUAN B. DASAR PEMIKIRAN
A. PENDAHULUAN Hajat besar Pengurus Cabang Persatuan Drum Band Indonesia (PDBI) Kota Bogor melalui lomba FESTIVAL OPEN MARCHING BAND BOGOR (FOMB) memang dirasakan sangat luar biasa. Boleh jadi event besar
